PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI PENANGANAN DISTORSI PADA STEGANOGRAFI

PROPOSAL SKRIPSI KONSENTRASI TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER

OLEH: RIZAL ARIF Z. NIM. 0710630086 - 63

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO MALANG 2011

1

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penandaan terhadap suatu objek barang dunia nyata agar mudah dikenali oleh komputer merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dan harus terpenuhi oleh beberapa perusahaan-perusahaan besar atau industri. Bahkan untuk sebagian besar dunia retail penandaan seperti ini merupakan suatu keharusan. Teknik penandaan objek dunia nyataagar mudah dikenali oleh komputer telahberkembang pesat beserta penerapannya dalamberbagai sisi kehidupan manusia, teknik penandaan yang pertama kali ada dan masih banyak dipakai adalah teknik penandaan barcode linear atau 1D, kemudian teknik penandaan semacam ini berkembang menjadi bervariasi sampai saat ini. Beberapa teknik penandaan tersebut diantaranya adalah teknik penandaan barcode 2D (dua dimensi), teknik penandaan menggunakan infra merah (IR) hingga teknik penandaan menggunakan frekwensi radio (RFID). Standar barcode2D memiliki banyak variasi, namun yang paling unggul dibanding lainnya adalah standar barcode2D yang ditemukan di Jepang yaitu Quick Response Code (QR Code). Saat ini yang paling populer adalah penggunaan aplikasi pembaca Quick Response Code yang digunakan pada Handphone. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka ditemukan beberapa rumusan masalah sebagai berikut : 1. 2. Bagaimana cara mengatasi masalah distorsi dan mengembalikan citra ke posisi sebenarnya. Bagaimana menerjemahkan kode Steganografi untuk mendapatkan informasi yang ada pada citra yang sudah diperbaiki tersebut. 1.3 Batasan Masalah Beberapa batasan masalah yang ada pada tugas akhir (skripsi) iniadalah : 1. 2. Distorsi yang dipakai dalam hal ini adalah Horizontal flip, Vertical flip, dan Rotasi kelipatan 5 derajat. Latar belakang atau background citra saat mengalami rotasi adalah warna hitam 2

batasan masalah. Bagi penyusun 1. Menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama proses kuliah di Teknik Elektro Universitas Brawijaya. tujuan dan . 2. 3. BAB II BAB III Dasar Teori Metodologi Menjelaskan kajian pustaka dan dasar teori yang digunakan pada skripsi ini. BAB IV Perancangan 3 Pendahuluan Menjelaskan latar belakang.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan laporan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB I manfaat. Menangani salah satu masalah steganografi yakni distorsi dalam hal ini pembalik dan rotasi 1. Menambah ilmu pengetahuan terutama pada teknologi pengolahan citra digital.1. Menerapkan hasil dari skripsi ini untuk diimplementasikan pada bidang yang berhubungan dengan pembacaan kode Steganografi menggunakan teknologi komputer. Menambah wawasan dalam teknologi pengolahan citra digital.4 Tujuan Tujuan penyusunan tugas akhir (skripsi) ini adalah : 1. 2. Pembelajaran untuk membangun sebuah aplikasi yang bertujuan menyelesaikan masalah yang muncul. Untuk merancang dan membuat sebuah aplikasi yang dapat menulis dan membaca kode yang disisipkan pada citra (steganografi).5 Manfaat Manfaat yang diperoleh dari skripsi ini adalah : 1. rumusan masalah. 2. 1. Menjelaskan metode yang digunakan dalam pengerjaan skripsi berikut langkah – langkah yang akan diambil. 2. Bagi pembaca 1.

Pengujian Membahas pengujian dari sistem yang telah dibuat berikut analisa dari 4 . BAB V hasilnya. BAB VII Kesimpulan dan Saran Berisi Kesimpulan dan Saran.Menjelaskan langkah langkah Perancangan aplikasi penanganan distorsi pada Steganografi berikut penjelasan algoritma yang digunakan dan penjelasan dari setiap langkah – langkahnya.

Citra ini dapat berupa citra bitmap yang mempunyai fungsi persamaan – persamaan matematis dari bentuk dasar yang membentuk citra tersebut . y) =i(x.Pengolahan citra digital dapat digunakan untuk Mengolah informasi yang terdapat pada suatu gambar untuk keperluan pengenalan objek secara otomatis dengan ilmu pengetahuan pole (pattern recognition) yang umumnya bertujuan mengenali suatu objek dengan cara mengekstrak informasi penting yang terdapat pada suatu citra. Proses pengenalan citra ini sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. y) dapat dinyatakan denganpersamaan : f(x.y) 5 .1 Pengolahan Citra Digital Pengolahan citra digital merupakan proses yang bertujuan untuk memanipulasi dan menganalisis citra dengan bantuan komputer. diharapkan akan terbentuk suatu sistem yang dapat memproses citra masukan sehingga citra tersebut dapat dikenali polanya. Dalam citra digital. y) yang menerangi objek serta jumlah cahaya yangdipantulkan. y) oleh objek. r(x. Sebuah citra diartikan sebagai sebuah fungsi kontinyu intensitas cahaya dalam bidang dua dimensi f(x. y)r(x.y) dengan koordinat “x” dan “y”. dengan demikian f(x. citra yang akan diproses diubah dalam bentuk diskrit dengan jarak yang sama tiap titik – titik terkecilnya yang disebut dengan picture element atau pixel. Pada hakekatnya citra yang dilihat mata kita sendiri terdiri dari berkasberkas cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda sekitar kita. Setiap titik yang pada bidang ini “x” dan “y” dinyatakan dengan “f” yang merepresentasikan intensitas cahaya atau informasi warna citra.y)merupakan fungsi sumber cahaya i(x. Jadi fungsi intensitas f(x.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Proses ini disebut pengenalan citra atau image recognition. Bila pengenalan pola dihubungkan dengan pengolahan citra.

contohnya 1024x768. Kerapatan titik-titik tersebut dinamakan resolusi. Citra digital dinyatakan sebagai sebuah matrik NxN yang terdiri atas baris dan kolom untuk menyatakan sebuah titik pada citra dan elemen nilai matrik yang berupa nilai diskrit menyatakan tingkat keabuan pada titik tersebut.dengan : 0 < i(x.y) yang telah didiskretasi ke dalam koordinat special dan tingkat keabuan. Ukuran sebenarnya untuk n-bit (2n warna) bitmap dalam byte dapat dihitung: ukuran file BMP dimana tinggi dan lebar dalam pixel. Citra digital merupakan array dua dimensi dengan nilai f(x.2.1 Representasi citra digital dalam bentuk matrik 2. 6 . ditunjukkan dengan jumlah baris dan kolom. yang menunjukkan seberapa tajam gambar ini ditampilkan. y) < ~ (dominasi sumbercahaya) 0 < r(x.Citra digital tiap elemen dikenal sebagai picture elemen tatau pixel. Gambar 2. Dikembangkan oleh Microsoft dan nilai setiap titik diawali oleh satu bit data untuk gambar hitam putih.y) nya telah dikonversi ke dalam bentuk diskrit baik pada koordinat citra maupun kecerahannya. Semakin terang sumber cahaya. Citra BMP Bitmap adalah representasi dari citra grafis yang terdiri dari susunan titik yang tersimpan di memori komputer. maka nilai iluminasi sumber semakin besar dan semakin terang warna suatu objek maka koefisien pantul objek tersebut semakin besar. y) < 1 (koefisien pantul cahaya). Citra digital adalah sebuah citra f(x. atau lebih bagi gambar berwarna.

PCX dan TIFF. tidak ada seorangpun yang mengetahui atau menyadari bahwa ada suatu pesan rahasia. pengaturan kata. yang artinya “tersembunyi atau terselubung”. suatu pesan bisa disembunyikan dengan menggunakan tinta yang tidak terlihat di antara garis-garis yang kelihatan. dan graphein. lalu mengatur warna setiap pixel ke-100 untuk menyesuaikan suatu huruf dalam alphabet (perubahannya begitu halus sehingga tidak ada seorangpun yang menyadarinya jika ia tidak benar-benar memperhatikannya). artikel. “menulis”. kebanyakan pesan disembunyikan dengan membuat perubahan tipis 7 .3. Beberapa format file bitmap yang populer adalah BMP. image. Kata "steganografi" berasal dari bahasa Yunani steganos. Contohnya. Pesan yang tertulis ini merupakan tulisan yang menyelubungi atau menutupi. Tujuan dari steganografi adalah merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan dari sebuah pesan tersembunyi atau sebuah informasi. Kini. microdots. tanda tangan digital. Teknik steganografi meliputi banyak sekali metode komunikasi untuk menyembunyikan pesan rahasia (teks atau gambar) di dalam berkas-berkas lain yang mengandung teks. daftar belanjaan. komputer menterjemahkan bitmap ini menjadi pixel (pada layar) atau titik tinta (pada printer). jalur tersembunyi dan komunikasi spektrum lebar. pesan steganografi muncul dengan rupa lain seperti gambar. kriptografi menyamarkan arti dari suatu pesan.Untuk menampilkan citra bitmap pada monitor atau mencetaknya pada printer. Dalam prakteknya. Sebaliknya. Pada umumnya. tapi tidak menyembunyikan bahwa ada suatu pesan. 2. Contohnya. istilah steganografi termasuk penyembunyian data digital dalam berkas-berkas (file) komputer. bahkan audio tanpa menunjukkan ciri-ciri perubahan yang nyata atau terlihat dalam kualitas dan struktur dari berkas semula. Metode ini termasuk tinta yang tidak tampak. atau pesan-pesan lainnya. Steganografi Steganografi adalah seni dan ilmu menulis pesan tersembunyi atau menyembunyikan pesan dengan suatu cara sehingga selain si pengirim dan si penerima. si pengirim mulai dengan berkas gambar biasa.

dll. Orang yang menerima gambar kemudian dapat menyimpulkan informasi terselubung dengan cara mengganti kunci yang benar ke dalam algoritma yang digunakan. Perubahan ini bergantung pada kunci (sama pada kriptografi) dan pesan untuk disembunyikan. pdf. gif. yang menghasilkan stegotext. sebagai contoh sebuah gambar yang terlihat tidak berbahaya. Format yang biasa digunakan di antaranya:    Format image : bitmap (bmp). yang menghasilkan ciphertext. Sebuah program steganografi dibutuhkan untuk melakukan hal-hal berikut (baik 8 . dll. akan menimbulkan kecurigaan. steganografi dan kriptografi digunakan secara bersamaan untuk menjamin keamanan pesan rahasianya. Kemudian. Seringkali. atau karakteristik covertext lainnya dapat dimanipulasi untuk membawa pesan tersembunyi. jpeg.1 Metode Steganografi Kebanyakan algoritma steganografi menggunakan sebuah kombinasi dari bidang jenis teknik untuk melakukan sebuah tugas dalam penyelubungan pesan rahasia dalam sebuah selubung berkas. 2. Kelebihan steganografi jika dibandingkan dengan kriptografi adalah pesan-pesannya tidak menarik perhatian orang lain. mp3.2. covertext dimodifikasi beberapa cara berisi ciphertext.terhadap data digital lain yang isinya tidak akan menarik perhatian dari penyerang potensial. hanya penerima (yang harus mengetahui teknik yang digunakan) dapat membuka pesan dan mendekripsikannya. pcx. jenis huruf. Sebuah pesan steganografi (plaintext). dll. ukuran huruf. walaupun tidak dapat dipecahkan. ukuran spasi. Pada metode steganografi cara ini sangat berguna jika digunakan pada cara steganografi komputer karena banyak format berkas digital yang dapat dijadikan media untuk menyembunyikan pesan. html. Format lain : teks file. Pesan-pesan berkode dalam kriptografi yang tidak disembunyikan. voc. Contohnya. dalam biasanya pertama-tama sehingga dienkripsikan dengan beberapa arti tradisional. Format audio : wav.

seperti cropping (kegagalan) dan compression(pemampatan).1.1 Least Significant Bit Insertion (LSB) Metoda yang digunakan untuk menyembunyikan pesan pada media digital tersebut berbeda-beda. bagaimanapun file tersebut sangatlah besar. Variasi warna kurang jelas dengan 24 bit image.implisit melalui suatu perkiraan maupun eksplisit melalui sebuah perhitungan). Kekurangan dari LSB Invertion: Dapat diambil kesimpulan dari contoh 8 bit pixel. Dengan demikian. Pada berkas bitmap 24 bit. Ini dapat menunjukkan perbedaan image. hijau dan biru (RGB) yang masingmasing disusun oleh bilangan 8 bit (byte) dari 0 sampai 255 atau dengan format biner 00000000 sampai 11111111. 9 . Keuntungan dari LSB Insertion : Keuntungan yang paling besar dari algoritma LSB ini adalah cepat dan mudah. Contohnya. menemukan kelebihan bits dalam selubung file yang dapat digunakan untuk menyelubungi pesan rahasia didalamnya. Antara 8 bit dan 24 bit image mudah diserang dalam pemrosesan image. pada setiap pixel berkas bitmap 24 bit kita dapat menyisipkan 3 bit data. Dan juga algoritma tersebut memiliki software steganografi yang mendukung dengan bekerja di antara unsur pokok warna LSB melalui manipulasi pallete (lukisan). pada berkas image pesan dapat disembunyikan dengan menggunakan cara menyisipkannya pada bit rendah atau bit yang paling kanan (LSB) pada data pixel yang menyusun file tersebut.2. 2. setiap pixel (titik) pada gambar tersebut terdiri dari susunan tiga warna merah. yang nyata tanda dari cover tersebut image menjadi stego sehingga menunjukkan keadaan dari steganografi. menggunakan LSB Insertion dapat secara drastis mengubah unsur pokok warna dari pixel. memilih beberapa diantaranya untuk digunakan dalam menyelubungi data dan penyelubungan data dalam bits dipilih sebelumnya.

2. 10 . Kerugiannya yaitu tidak dapat menggambar pesan yang lebih besar.2. Dua fungsi tersebut adalah Discrete Cosine Transformation (DCT) danWavelet Transformation. 2.1.2 Fidelity.1.2.1.2. citra yang telah disisipi pesan harus tidak dapat dibedakan dengan citra asli oleh mata.4 Spread Spectrum method Spread Spectrum steganografi terpencar-pencar sebagai pesan yang diacak (encrypted) melalui gambar (tidak seperti dalam LSB). Begitu pula dengan suara.1 Impercepbility. Jika pesan disisipkan ke dalam sebuah citra. penerima memerlukan algoritma yaitu crypto-key dan stego-key.2.2.2 Algorithms and Transformation Algoritma compression adalah metode steganografi dengan menyembunyikan data dalam fungsi matematika. 2.2. Fungsi DCT dan Wavelet yaitu mentransformasi data dari satu tempat (domain) ke tempat (domain) yang lain.2.2.2 Kriteria Steganografi 2.2. Untuk membaca suatu pesan. Keberadaan pesan tidak dapat dipersepsi oleh indrawi.3 Redundant Pattern Encoding Redundant Pattern Encoding adalah menggambar pesan kecil pada kebanyakan gambar. Keuntungan dari metode ini adalah dapat bertahan dari cropping (kegagalan). Metode ini juga masih mudah diserang yaitu penghancuran atau pengrusakan dari kompresi dan proses image (gambar). telinga haruslah mendapati perbedaan antara suara asli dan suarayang telah disisipi pesan. 2. Fungsi DCT yaitu mentransformasi data dari tempat spatial (spatial domain) ke tempat frekuensi (frequency domain).

Tujuan steganografi adalah menyembunyikan informasi. x2 = cos(θ) × (x1 – x0) – sin(θ) × (y1 – y0) + x0 y2 = sin(θ) × (x1 – x0) + cos(θ) × (y1 – y0) + y0 Di mana (x0. y0) adalah koordinat titik pusat dari citra input dan θ adalah sumbu putar. 2.2.4. di pilih 4 titik asal yang saling berbatasan satu sama lain. Rotasi Rotasi merupakan suatu transformasi geometri memindahkan nilai-nilai pixel dari posisi awal menuju ke posisi akhir yang ditentukan melalui nilai variable rotasi sebesar (teta derajat) terhadap sudut 0(derajat) atau garis horizontal pada citra Proses rotasi dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut. Adapun piksel-piksel yang lain tidak diperhitungkan. hasil perhitungan posisi hasil rotasi dapat memberikan nilai di luar batas output (apabila ukuran citra output sama dengan citra input).1 Nearest Interpolation Nilai piksel keluaran ditetapkan dari nilai piksel dari suatu titik yang ditentukan letak posisinya yang terdekat.4. 11 .2. 2.3 Recovery. Sumbu putar pada umumnya memiliki arah putar searah jarum jam dengan garis horizontal. Untuk kasus seperti itu. Seperti halnya operasi translas.Mutu media penampung tidak berubah banyak akibat penyisipan. ada beberapa implementasi yang membiarkan nilai pixel tersebut tanpa dipetakan ulang dan ada yang memetakan ke citra output sehingga menyebabkan ukuran citra membesar. Pesan yang disembunyikan harus dapat diungkap kembali. maka sewaktu-waktu informasi yang disembunyikan ini harus dapat diambil kembali untuk dapat digunakan lebih lanjut sesuai keperluan. 2. Perubahan yang terjadi harus tidak dapat dipersepsi oleh indrawi. Pada Citra 2D.

9). pem-plot-an fungsi dan data.5. (4. (3.y’)=Gi(4. dan pengantarmuka-an dengan program dalam bahasa lainnya. implementasi algoritma. Jack Little.9).10) dan yang dipakai adalah (4. pembuatan antarmuka pengguna. Go(x’. Meskipun hanya bernuansa numerik. MATLAB memungkinkan manipulasi matriks. (4. MATLAB MatLab adalah sebuah lingkungan komputasi numerikal dan bahasa pemrograman komputer generasi keempat.Misal diperoleh koord (3. Pada tahun 2004.1 Sejarah MATLAB (yang berarti "matrix laboratory") diciptakan pada akhir tahun 1970-an oleh Cleve Moler. MathWorks mengklaim bahwa MATLAB telah dimanfaatkan oleh lebih dari satu juta pengguna di dunia pendidikan dan industri.10). memungkinkan akses terhadap kemampuan aljabar komputer. maka titik terdekatnya yang mungkin adalah (3.5. sebuah kotak kakas (toolbox) yang menggunakan mesin simbolik MuPAD. Karyanya itu segera menyebar ke universitas-universitas lain dan memperoleh sambutan hangat di kalangan komunitas matematika terapan. yang kemudian menjadi Ketua Departemen Ilmu Komputer di Universitas New Mexico.4).8. dipertemukan dengan karyanya tersebut selama 12 .9)=120 2. seorang insinyur. menambahkan simulasi grafis multiranah dan Desain Berdasar-Model untuk sistem terlekat dan dinamik. Ia merancangnya untuk memberikan akses bagi mahasiswa dalam memakai LINPACK dan EISPACK tanpa harus mempelajari Fortran. 9. 2. Sebuah paket tambahan.9). Simulink. Dikembangkan oleh The MathWorks.

LAPACK MATLAB pertama kali diadopsi oleh insinyur rancangan kontrol (yang juga spesialisasi Little). Menyadari potensi komersialnya. kemudian mendirikan The MathWorks pada tahun 1984 untuk melanjutkan pengembangannya. 13 . Pada tahun 2000. Kini juga digunakan di bidang pendidikan. Pustaka yang ditulis ulang tadi kini dikenal dengan nama JACKPAC.kunjungan Moler ke Universitas Stanford pada tahun 1983. khususnya dalam pengajaran aljabar linear dan analisis numerik. tapi lalu menyebar secara cepat ke berbagai bidang lain. Mereka menulis ulang MATLAB dalam bahasa pemrograman C. ia bergabung dengan Moler dan Steve Bangert. MATLAB ditulis ulang dengan pemakaian sekumpulan pustaka baru untuk manipulasi matriks. serta populer di kalangan ilmuwan yang menekuni bidang pengolahan citra.

BAB III METODE PENELITIAN Adapun metode penelitian yang digunakan pada penyusunan skripsi ini adalah : 3. Hasil output memiliki perubahan yang tidak dapat dipersepsi oleh system visual manusia. 3.1 Studi Literatur Studi literatur berguna untuk memperoleh data dan menjelaskan dasar teori yang digunakan untuk menunjang penulisan skripsi. Berikut contoh dari citra yang dimaksud: Gambar 3. 3.2 Diagram Sistem Citra yang akan menjadi input dari aplikasi adalah citra digital dari berbagai variasi warna dan ukuran. Mempelajari algoritma – algoritma Rotation Transform. Berikut contoh dari citra yang dimaksud: 14 . 2. Citra input yang telah disisipi informasi akan diberikan gangguan berupa distorsi sehingga posisi pixel semula akan berubah. Mempelajari Steganografi.1 contoh citra input Komputer akan memproses masukan citra dengan metode dalam steganografi yaitu LSBI (Less Significant Bit Insertion) sehingga didapat hasil keluaran citra dengan informasi sisipan. 4. Mempelajari image processing. Mempelajari bahasa pemrograman MatLab. Teori-teori pendukung tersebut meliputi: 1. Citra tersebut termasuk adalah citra dengan ekstensi BMP.

Berikut gambar diagram sistemnya : Gambar 3.2 contoh citra input steganografi Komputer akan memproses masukan yang telah disisipkan informasi dan diberi distorsi dengan menggunakan metode dalam pemrosesan digital sehingga didapatkan informasi sisipan yang diinginkan. Hasil dari pengolahan ini akan disimpan di dalam komputer itu sendiri dalam bentuk citra awal dan informasi sisipan.2 diagram system 15 .Gambar 3.

4 langkah-langkah sistem Input awal merupakan citra QR Codeyang diambil menggunakan webcam. maka 16 . Jika citra sudah berupa file bitmap.3 Cara Kerja Sistem Berikut adalah flowchart dari cara kerja sistem yang akan dibuat : Start Input Citra Webcam Local Adaptive Thresholding Finder Pattern.3. Normalisasi QR Code Binerisasi menemukan QR Code ya tidak menerjemahkan QR Code End Gambar3. Alignment Pattern Perspective Transform.Proses konversi dilakukan dengan merubah hasil citra yang ditangkap oleh webcam ke file bitmap atau *bmp.3 flowchartcara kerja sistem QR Code Webcam Akuisisi Citra Alignment Pattern Finder Pattern Normalisasi QR Code Decoding tampilan informasi Local Adaptive Thresholding Gambar 3.

berdasarkan nilai ambang (threshold) tertentu.114*B Range nilai dari hasil Y adalah 0-255. G dan B adalah 8 bit. jik citra bewarna yang digunakan adalah citra bewarna 24 bit dimana nilai masing-masing R. yaitu dengan cara menentukan nilai luminance setiap pixel pada citra menggunakan formula standar yang sudah ditetapkan. Proses ini akan terus dilakukan sampai semua gambar telah berhasil dilakukan proses thresholding.299*R + 0. dimana hitam =1 dan putih =0.citra diubah kedalam bentuk grayscale untuk menghilangkan noise yang ada pada citra. dimana setiap block terdiri dari 8x8 pixel akan dicari nilai rata-rata banyaknya pixel hitam lalu akan ditetapkan sebagai nilai Thresholdnya (T) dan dilakukan proses thresholding pada block tersebut. Pada setiap 5x5 block gambar. 17 . Y= 0. Thresholding Proses Adaptive Thresholding dan binerisasi yang dilakukan untuk membuat gambar tersebut menjadi monochrome dengan warna hitam dan putih.587*G + 0. Selanjutnya untuk mendapatkan citra biner dari citra keabuan dilakukan proses thresholding. Untuk mengubah citra bewarna kedalam citra keabuan dilakukan proses grayscalling.

6Finder Pattern Pada algoritma pencarian Finder Pattern ini. dicari 3 buah Finder Patern dari QR Code tersebut. Gambar 3. Finder pattern dicari pada gambar yang mempunyai format rasio 1:1:3:1:1 atau hitam : putih : hitam : hitam : hitam : putih : hitam.Gambar 3.5hasil proses Thresholding Proses menemukan Finder Pattern dan Alignment Pattern Dari citra QR Code yang dihasilkan pada proses sebelumnya. aplikasi akan mendeteksi setiap baris pixel yang ada pada gambar dan mencari format rasio finder pattern 18 .

Gambar 3.7proses deteksi Finder Pattern Gambar 3. titik koordinat finder 19 .tersebut.8Proses menentukan rasio Finder pattern Apabila proses pencarian finder pattern secara horizontal selesai dan menemukan beberapa kemungkinan finder pattern berada. Baris array tersebut selanjutnya akan disederhanakan lagi menjadi 5 data untuk mengecek kebenaran rasio tersebut. Setelah ditemukan kemungkinan rasio tersebut makan akan dibentuk baris array untuk menampung data tersebut.

Gambar 3. Pada proses ini digunakan teorema phytagoras untuk menetukan posisi finder pattern yang sebenarnya. Proses pencarian vertical akan dimulai dari titik tengah dimana posisi finder pattern pada saat pencarian secara horizontal ditemukan. 20 .pattern tersebut akan disimpan dan dimulai proses pencarian secara vertical.9proses pencarian secara vertical dan horizontal Jika proses pencerian ketiga finder pattern telah selesai dan telah ditemukan maka selanjutnya aplikasi akan mencari jarak setiap finder pattern satu ke finder pattern lainnya.

y3) dengan rumus sebagai Sehingga akan didapat bahwa persamaan berikut : 21 .a31. (x3.y0). (x1. Titik berikut : (a11.pojok kiri bawah.a22.a13. (x1.a23) akan dicari memanfaatkan titik (x0.y1).y2). Proses transformasi akan merubah bentuk gambar QR Code yang Quadrilateral menjadi bentuk Square.11Alignment Pattern Normalisasi QR Code Pada proses ini titik koordinat QR code didapatkan setelah mencari finder pattern dan alignment pattern.pojok kiri atas.10penentuan posisi Finder Pattern Setelah 3 Finder Pattern ditemukan maka akan dicari Alignment Pattern dengan rasio 1:1:1:1:1.y2). Gambar 3.y0).Gambar 3. (x2.distorsi atau berbentuk Quadrilateral.y1).a32.a21. (x2. Perspective Transform akan digunakan apabila gambar QR Code yang didapatkan terjadi rotasi . Hasil titik koordinat tersebut yaitu pojok kanan atas. (x3. Cara pencarian ini sama dengan cara yang digunakan untuk menentukan Finder Pattern.y3).a12. dan pojok kanan bawah atau (x0.

seperti ilustrasi gambar dibawah ini : 22 .a32.a13.a22.a21.a31.Jika didapatkan maka xy adalah paralellogram sehingga Tetapi jika tidak maka.a23) merupakan titik koordinat baru hasil Perspective Transform. didapatkan persamaan akhir sebagai berikut : Titik (a11.a12.

12 Proses Mapping Setelah dilakukan proses Normalisasi QR Code maka akan didapat gambar bitmap baru dengan hasil QR Code yang sudah berbentuk Rectangle atau normal.13menghitung Wul. Gambar 3.Gambar 3.Wur dan D 2) Menghitung dimensi dari QR Code 3) Menentukan versi sementara dari QR Code 23 . Proses Decoding Proses Decoding merupakan proses untuk menerjemahkan QR Code untuk mendapatkan hasil output data yang terdapat pada QR Code. 1) Mencari Finder Pattern dan menetukan ukurannya. sehingga berikutnya akan dilakukan proses binerisasi lagi dimana setiap modul yang berisi lebih dari 90% pixel hitam adalah “1” dan modul yang berisi lebih dari 90% pixel putih adalah “0”.

14 posisi Vertion Information 1 dan 2 pada QR Code 5) Mencari letak alignment pattern Gambar 3. dimana warna hitam angka biner 1 dan putih biner 0.4) Jika versi sementara lebih kecil dari 6.15 posisi Alignment Pattern 6) Melakukan proses sampling data dengan membuat bit matriks dari setiap pixel gambar. Gambar 3.jika tidak maka akan dilakukan langkah mendeteksi version information 1 yang ada pada QR Code. 24 . apabila version information 1 tidak bisa terdeteksi maka akan langsung mencoba mendeteksi version information 2. maka versi sementara ini ditetapkan menjadi versi sebenarnya.

7) Mendecode Format Infromation yang ada di sekitar Finder Pattern sebelah pojok kiri atas. 25 . maka akan melakukan decode pada pojok kanan atas dan kiri bawa Finder Pattern. Contoh : • • • • • • • Hasil Format Information: 100000011001110 Perkiraan Error Correction Level M: 00 Mask Pattern Reference: 101 Data: 00101 BCH bits: 0011011100 Unmasked bit sequence: 001010011011100 Mask pattern for XOR operation: 101010000010010 2 bit terdepan adalah Error correction level dengan format : Bit ketiga sampai kelima adalah versi mask pattern dengan format : 8) Melakukan operasi XOR pada mask pattern hasil decode dari Format Information dengan data yang terdapat pada QR Code untuk menghilangkan hasil masking yang dilakukan pada proses encoding QR Code. Akhirnya didapatkan data dan error correction yang sebenarnya dari QR code. Jika tidak bisa diteteksi.

Gambar 3.17data pada QR Code versi 7 26 .16 Data pada QR Code versi 2-M Gambar 3.

Pengujian yang dilakukan meliputi variasi gambar yang akan disisipi informasi.4 Pengujian Sistem Pengujian dilakukan untuk menjamin dan memastikan bahwa sistem yang telah dirancang memiliki tingkat kesalahan yang kecil dan memiliki akurasi pembacaan yang benar. Tahap Selanjutnya adalah membuat saran untuk perbaikan terhadap penelitian selanjutnya sehingga dapat menyempurnakan kekurangankekurangan yang ada dan mengembangkan hasil yang diperoleh dari skripsi ini.Keterangan : 9) Melakukan prosedur Error Detection dan Correction untuk memperbaiki error yang terjadi pada data tergantung pada error correction levelnya. 3.5 Kesimpulan dan Saran Pada tahap ini. 10) Menerjemahkan setiap data yang ada pada Datablock ke bentuk karakter aslinya. 3. dan variasi distorsi yang mungkin terjadi pada citra yang telah disisipi informasi. 3.6 RENCANA KEGIATAN Kegiatan ini direncanakan dikerjakan dalam waktu empat bulan dengan rincian sebagai berikut : N Kegiatan Bulan Bulan Bulan Bulan 27 . diambil dari hasil pengujian dan analisa terhadap aplikasi yang telah dibuat.

o Pengajuan 1 proposal 2 Studi literatur Perancangan 3 aplikasi Pengujian 4 aplikasi Penulisan 5 laporan kedua ketiga pertama keempat 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 28 .

Wellner .Cambridge: Rank Xerox ResearchCentre Cambridge Laboratory.swetake. Sun Developer Network :http://developers.Y.html Ahmad.GENERIC REED SOLOMON ENCODER. Pierre D.com/qrcode/aboutqr-e. 29 . Adaptive Thresholding for the Digital Desk. How to create QRcode.sun.1993.1997-2009. Petrus.Depok :Fakultas Ilmu Komputer .com/qr/qr1_en. Jepang:http://www.densowave.com/mobility/(diakses selama 2010-2011). 2006 . Swetake .html (diakses 3 Januari 2011) Mursanto. Pengolahan Citra Digital dan Teknik Pemrogramannya. Universitas Indonesia.DAFTAR PUSTAKA [1] [2] [3] [4] [5] [6] http://www. Usman. 2005. Bogor : Graha Ilmu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful