P. 1
Karst Indonesia

Karst Indonesia

|Views: 573|Likes:
Published by Hilman Adriyanto
karst book with bahasa indonesia
karst book with bahasa indonesia

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Hilman Adriyanto on Nov 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

8

Batas luar doline di daerah iklim sedang
tergambar pada peta kontur berupa garis kontur
tertutup, sedangkan batas luar doline di daerah
tropis berupa batas topografi (topographic divide).
Fenomena ini perlu mendapat perhatian bagi yang
sedang membaca peta topografi di Indonesia.
Peta topografi yang menggambarkan daerah karst
sering memuat simbol doline seperti di daerah
iklim sedang, tetapi sebenarnya simbol tersebut
dimaksudkan untuk menggambarkan telaga/
danau doline atau dasar doline. Apabila seseorang
bermaksud membatasi doline untuk studi
morfometri doline harus tetap mendelineasi batas
topografi sebagai batas luar doline
Secara planar doline dapat bebentuk bulat

lonjong

atau

memanjang.

Doline-doline
memanjang terbentuk apabila perkembangan
doline dikontrol oleh keberadaan kelurusan baik
oleh sesar maupun kekar. Haryono (2000)
menemukan bahwa doline memanjang lebih
banyak ditemukan di kawasan karst Gunungsewu
daripada bentuk doline yang yang membulat.
Banyaknya doline memanjang di Karst
Gunungsewu disebabkan oleh lereng regional
yang miring ke arah selatan, keberadaan kekar
dan sesar yang intensif, dan pengaruh dari proses
fluvial. Kenamapakan doline memanjang dan
cockpit di Karst Gunungsewu ditunjukkan pada
Gambar 1.9.

Gambar 1.9.

Kenampakan cockpit dan doline
memanjang di Karst Gunungsewu

Doline, oleh Cvijic (1893) dikelompokkan
menjadi tiga katergori yaitu doline mangkok, doline
corong, dan doline sumur (Gambar 1.10)
Doline mangkok dicirikan oleh perbandingan
lebar dan kedalaman 10:1 dan kemiringan lereng
doline berkisar antara 10o

-12o

. Dasar rata dan

tertutup oleh tanah atau berawa.
Doline corong mempunyai diameter dua atau tiga
kali kedalamannya dan lereng doline berkisar
antara 30o

–40o

, dengan dasar sempit dapat
tertutup tanah maupun berupa singakapan batuan.
Doline sumuran dicirikan oleh diameternya yang
lebih kecil dari kedalamannya, lereng vertikal
berupa singkapan batuan.

Gambar 1.10.

Bentuk-bentuk doline, A) doline mangkok, B). doline corong,
dan C) doline Sumuran

Berdasarkan bentuknya, doline juga dapat
dibedakan menjadi doline simetri dan doline
asimetri. Doline simetri berbentuk bulat atu elip
dengan kemiringan lereng ke segala arah yang
hampir sama, sedangkan doline asimetri
merupakan doline yang sisi satu dan lainnya
mempunyai kemiringan lereng berbeda. Doline
tidak simetri terbentuk karena perkembangan
doline terkontrol oleh aliran permukaan dan
struktur (Bogli, 1980) atau karena lereng
(Williams,1985). Doline asimetri pertama
terbentuk apabila doline terbentuk karena aliran
permukaan yang masuk ke ponor, sisi dimana
aliran permukaan masuk akan membentuk lereng
yang lebih landai karena pelarutan yang lebih
intensif, sedangkan sisi lainnya akan mem[unyai
lereng yang lebih terjal. Doline asimetri struktural
terbentuk pada batuan karbonat yang miring,
dalam hal ini lereng doline yang searah dengan
dip batuan akan membentuk kemiringan yang
lebih landai, sedankan lereng yang berlawanan
dengan dip batuan membentuk kemiringan yang
lebih terjal (Gambar 1.11.)

9

Gambar 1.11.

Kenampakan lateral dan vertikal (A) doline simetri,
(B) doline asimetri yang terkontrol oleh aliran permukan, dan
(C) doline asimetri yang terkontrol oleh perlapisan batuan
(Bogli, 1980)

Doline asimetri ke tiga terbentuk di daerah yang
miring, dalam hal ini lereng lebih landai terbentuk
di bagian atas dari lereng sedangkan lereng doline
lebih terjal terbentuk bagian bawah lereng
(Gambar 1.12.). Doline tipe ini dapat ditemukan di
karst Gunungsewu (Ahmad, 1990) di lereng
antara plato selatan dengan cekungan Wonosariu
dan di lereng-lereng teras marin. Doline asimetri
ini dikenali dari bukit-bukit karst yang terbentuk.

Gambar 1.12.

Doline asimetri yang berkembang di daerah yang miring
(Williams, 1985).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->