P. 1
DEGENERASI

DEGENERASI

|Views: 841|Likes:
Published by Fazlur Ehm

More info:

Published by: Fazlur Ehm on Nov 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1Latar belakang
  • 1.2Rumusan Masalah
  • 1.3 Tujuan Penulisan
  • 2.1 Degenerasi
  • 2.2 DEGENRASI PADA JARINGAN KERAS
  • 2.3 DEGENERASI PADA JARINGAN LUNAK
  • 3.1Klasifikasi degenerasi
  • 3.2 Penyakit Degenerasi
  • 4.Degenerasi pada Kelenjar Ludah ( Xerostomia )
  • 5.Degenerasi pada Lidah (Taste Disorder)
  • 6.Degenerasi pada mukosa rongga mulut
  • 7.Degenerasi pada Jaringan Periodontal

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar belakang Penuaan merupakan kejadian yang alamiah, adalah proses degenerasi yang berlangsung pada setiap orang. Proses menua disebabkan oleh faktor intrinsik, yang berarti terjadi perubahan struktur anatomik dan fungsi sel maupun jaringan disebabkan oleh penyimpangan didalam sel/jaringan dan bukan oleh faktor luar (penyakit). Menghambat penuaan berarti mempertahankan struktur anatomi pada suatu tahapan kehidupan tertentu sepanjang mungkin maka untuk ini diperlukan penguasaan ilmu anatomi. Terjadinya perubahan anatomik pada sel maupun jaringan tiap saat dalam tahapan kehidupan menunjukan bahwa anatomi adalah ilmu yang dinamis. Banyak sekali keluhan-keluhan yang dialami oleh para manula yang mengalami degenerasi. Diantaranya masalah musculoskeletal (misalnya osteoporosis), pada wanita periode haid yang tidak teratur, sensasi semburan panas (Hot Flashes), masalah seksual, rasa lesu dan gangguan tidur, perubahan perasaan, perubahan bentuk tubuh, dan keluhan lain seperti nyeri kepala, gangguan daya ingat (pelupa), nyeri persendian dan kaku otot, serta gangguan konsentrasi dalam berpikir. Untuk lebih jelasnya mengenai degenerasi dan mengetahui mengenai penyebab, tanda-tanda, pemeriksaan, dll, dibahas secara lengkap pada makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana klasifikasi dan HPA dari degenerasi ? 1.2.2 Bagaimana etiologi, patogenesis, gambaran klinis, dan pemeriksaan radologis, klinis, dan HPA dari : a. b. c. d. tulang TMJ gigi (pulpa) salivary gland e. f. g. lidah mukosa Jaringan periodontal

1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Mengetahui klasifikasi dan HPA dari degenerasi 1.3.2 Mengetahui etiologi, patogenesis, gambaran klinis, dan pemeriksaan radologis, klinis, dan HPA dari : a. b. tulang TMJ e. f. lidah mukosa

c. d.

gigi (pulpa) salivary gland

g.

Jaringan periodontal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Degenerasi Degenerasi dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu pembengkakan sel dan perubahan perlemakan. Pembengkakan sel timbul jika sel tidak dapat mengatur keseimbangan ion dan cairan yang menyebabkan hidrasi sel. Sedangkan perubahan perlemakan bermanifestasi sebagai vakuola-vakuola lemak di dalam sitoplasma dan terjadi karena hipoksia atau bahan toksik. Perubahan perlemakan dijumpai pada sel yang tergantung pada metabolism lemak seperti sel hepatosit dan sel miokard. (Janti Sudiono, 2003 : 13) 1. Degenerasi Hidrofik Degenerasi hidrofik merupakan jejas sel yang reversible dengan penimbunan intraselular yang lebih parah jika dengan degenerasi albumin. Etiologinya sama dengan pembengkakan sel hanya intensitas rangsangan patologik lebih berat dan jangka waktu terpapar rangsangan patologik lebih lama. Secara miokroskopik organ yang mengalami degenerasi hidrofik menjadi lebih besar dan lebih berat daripada normal dsan juga nampak lebih pucat. Nampak juga vakuola-vakuola kecil sampai besar dalam sitoplasma

2. Degenerasi Lemak Degenerasi lemak dan perubahan perlemakan (fatty change) menggambarkan adanya penimbunan abnormal trigliserid dalam sel parenkim. Perubahan perlemakan sering terjadi di hepar karena hepar merupakan organ utama dalam metabolism lemak selain organ jantung, otot dan ginjal. Etiologi dari degenerasi lemak adalah toksin, malnutrisi protein, diabetes mellitus, obesitas, dan anoksia. Jika terjadi gangguan dalam proses metabolism lemak, akan timbul penimbunan trigliserid yang berlebihan. Akibat perubahan perlemakan tergantung dari banyaknya timbunan lemak. Jika tidak terlalu banyak timbunan lemak, tidak menyebabkan gangguan fungsi sel, tetapi jika timbunan lemak berlebihan, terjadi perubahan perlemakan yang menyebabkan nekrosis. 3. Degenerasi Hyalin Istilah hyaline digunakan untuk istilah deskriprif histologik dan bukan sebagai tanda adanya jejas sel. Umumnya perubahan hyaline merupakan perubahan dalam sel atau rongga ekstraseluler yang memberikan gambaran homogeny, cerah dan berwarna merah muda dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Kedaan ini terbentuk akibat berbagai perubahan dan tidak menunjukkan suatu bentuk penimbunan yang spesifik. 4. Degenerasi Zenker Dahulu dikenal sebagai degenerasi hialin pada otot sadar yang mengalami nekrosis. Otot yang mengalami degenerasi zenker adalah otot rektus abdominis dan diafragma. 5. Degenerasi Mukoid Mucus adalah substansi kompleks yang cerah, kental, dan berlendir dengan komposisi yang bermacam-macam dan pada keadaan normal disekresi oleh sel epitel serta dapat pula sebagai bagian dari matriks jaringan ikat longgar tertentu.

Degenerasi pada TMJ Osteoartritis (OA) adalah bentuk dari arthritis yang berhubungan dengan degenerasi tulang dan kartilago yang paling sering terjadi pada usia lanjut. dan bahan-bahan lainnya. seperti zat kapur = Kalsium. Osteoartritis. tulang lebih ringan dan lebih rapuh. Yang ditandai oleh berkurangnya massa dan mineral tulang sehingga menyebabkan kondisi tulang menjadi rapuh. osteoartrosis. keropos dan mudah patah. atau artritis hipertrofik. artritis degeneratif. Keadaan ini menunjukkan adanya musin di daerah interselular dan memisahkan sel-sel Stelata (Stellate Cell/ Star Cell). dan mendesak inti ke tepi seperti pada adenokarsinoma gaster yang memberikan gambaran difus terdiri atas sel-sel gaster yang memiliki sifat ganas dan mengandung musin. (Janti Sudiono.Musin dapat dijumpai di dalam sel. dimana tubuh tidak mampu menyerap dan menggunakan bahan-bahan untuk proses pertulangan secara normal. 2. Proses pengurangan ini terjadi di seluruh tulang dan berkelanjutan sepanjang kehidupan. 2003 : 14-20) 2. Degenerasi pada tulang (Osteoporosis) Osteoporosis merupakan penipisan tulang yang abnormal. mungkin idiopatik atau sekunder terhadap penyakit lain. Atau dengan bahasa awam. Pada keadaan ini terjadi pengurangan masa/ jaringan tulang dibandingkan dengan keadaan normal. Osteoporosis termasuk penyakit gangguan metabolism. dahulu dinamakan degenerasi miksomatosa. merupakan salah satu masalah . Musin tersebut akan mendesak inti ke tepi sehingga sel menyerupai cincin dinamakan Signet Ring Cell. Meskipun mungkin zat-zat dan mineral untuk pemebentuk tulang di dalam darah masih dalam batas nilai normal. Musin di jaringan ikat.2 DEGENRASI PADA JARINGAN KERAS 1. phospat. yang juga disebut dengan penyakit sendi degeneratif.

meskipun suatu kavitas atau tumpatan mungkin dijumpai pada gigi yang terpengaruh.3 DEGENERASI PADA JARINGAN LUNAK 1. degenerasi juga dapat disebabkan oleh iritasi ringan yang persisten pada gigi orang muda. Degenerasi pada kelenjar saliva (Xerostomia) . seperti pada degenerasi kalsifik pulpa. Gigi tidak berubah warna . 2. Degenerasi pada gigi (Pulpa) Degenerasi pulpa merupakan kemunduran jaringan pulpa yang bukan diakibatkan karena suatu keradangan. Tingkat awal degenerasi pulpa biasnya tidak menyebabkan gejala klinis nyata. sampai kelumpuhan anggota gerak dan nyeri hebat yang menetap. Lebih dari sepertiga orang dengan usia lebih dari 45 tahun mengeluhkan gejala persendian yang bervariasi mulai sensasi kekakuan sendi tertentu dan rasa nyeri intermiten yang berhubungan dengan aktivitas. 3. Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi yang karakteristik dengan menipisnya rawan sendi secara progresif. Degenerasi tidak berhubungan dengan infeksi atau karies. Degenerasi umumnya dijumpai pada gigi orang tua. dan pulpa bereaksi secara normal terhadap tes listrik dan tes termal. Terjadi pada orang dari segala etnis. biasanya dirasakan akibat deformitas dan ketidakstabilan sendi. dan merupakan penyebab tersering disabilitas jangka panjang pada pasien dengan usia lebih dari 65 tahun. Bila degenerasi pulpa berkembang gigi mungkin berubah warna dan pulpa tidak bereaksi terhadap stimulasi. lebih sering mengenai wanita.kedokteran yang paling sering terjadi dan menimbulkan gejala pada orang – orang usia lanjut maupun setengah baya. disertai dengan pembentukan tulang baru pada trabekula subkondral dan terbentuknya rawan sendi dan tulang baru pada tepi sendi (osteofit).

Penyebab yang paling penting diketahui adalah adanya gangguan pada kelenjar saliva yang dapat menyebabkan penurunan produksi saliva. penyakit ginjal dan penyakit radang selaput otak.Xerostomia : mulut kering akibat produksi kelenjar ludah yang berkurang. stress dapat menyebabkan keluhan mulut kering. berbicara terlalu lama. Degenerasi pada mukosa .. penyakit kencing manis. obat-obatan tertentu. Keluhan ini dapat disebabkan karena dengan bertambahnya usia mempengaruhi kepekaan rasa akibat berkurangnya jumlah pengecap pada lidah. tekstur makanan seperti yang dideteksi oleh indera pengecap taktil dari rongga mulut dan keberadaan elemen dalam makanan seperti merica. tumor otak. Dalam bentuk apa keluhan mulut kering timbul. perubahan ini harus diingat orang tua mengenai berkurangnya kenikmatan pada saat makan (Papas AS et al. Gangguan produksi kelenjar ludah tersebut dapat diakibatkan oleh gangguan / penyakit pada pusat ludah. namun indera pembau juga sangat berperan pada persepsi pengecap. Mulut kering juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor. 3. Selain itu. seperti radiasi pada daerah leher dan kepala. Degenerasi pada lidah (Taste Disorder) Pengecap merupakan fungsi utama taste buds dalam rongga mulut. Biasanya orang tua mengeluh tidak adanya rasa makanan. penyakit lokal pada kelenjar saliva dan lain-lain. bernafas melalui mulut. tergantung dari penyebabmya. 2. yang merangsang ujung saraf nyeri. Keadaan-keadaan fisiologis seperti berolahraga. Gangguan tersebut diatas dapat terjadi oleh karena rasa takut / cemas. juga berperan pada pengecap. kehilangan unsur-unsur reseptor pengecap juga dapat mengurangi fungsional yang dapat mempengaruhi turunnya sensasi rasa. 1991). depresi. sementara atau permanen dan kurang atau agak sempurna.Keluhan mulut kering dapat terjadi akut atau kronis. syaraf pembawa rangsang ludah ataupun oleh perubahan komposisi faali elektrolit ludah.

Degenerasi jaringan periodontal Selama proses me-nua. kelenjar lemak meningkat dan permukaan mukosa tampak halus serta pembuluh darah lingual menonjol. Mukosa menjadi peka akibat penurunan drastis produksi saliva (hiposaliva). . pengasaran serabut kolagen Pemeriksaan HPA : Pada lamina Propria dan lapisan submukosa trjadi perubahan yang mirip dengan lapisan dermis. Selain itu. mukosa mengalami pengasaran serabut kolagen dan kemunduran elastisitas.• Secara klinis terlihat atrofi mukosa dan warna yang lebih pucat pada lapisan epitel. kemampuan mitosis berkurang disertai pergantian epitel yang lambat • Proses keratinisasi berlangsung lambat dan lapisan epitel terlihat tipis pada lamina propria dan submukosa terjadi perubahan yang mirip dengan lapisan dermis • Sel-sel mengalami perubahan terutama sel fibroblas • Serat elastin dan kolagen bertambah tebal dan memadat Patogenesis : Penurunan proloferasi epitel . ini mungkin ber-hubungan dengan menipisnya epitel mukosa karena menurunnya proliferasi sel. 4. menyebabkan penipisan mukosa.

Etiologi : • Anoxia • Infeksi • Intoksikasi zat kimia (chlour. Sedangkan perubahan perlemakan bermanifestasi sebagai vakuola-vakuola lemak di dalam sitoplasma dan terjadi karena hipoksia atau bahan toksik.BAB III PEMBAHASAN 3. dapat terjadi pada hepar. jantung. ginjal. arsen) • Mal nutrisi • Diabetes melitus . yang normal tidak tampak dalam jumlah sedikit. Perubahan perlemakan dijumpai pada sel yang tergantung pada metabolisme lemak seperti sel hepatosit dan selmiokard. Degenerasi dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu pembengkakan sel dan perubahan perlemakan. Pembengkakan sel timbul jika sel timbul jika sel tidak dapat mengatur keseimbangan ion dan cairan yang menyebabkan hidrasi sel. dan pulpa. Macam-macam degenerasi: 1. phospor. Degenerasi lemak Ialah timbunan lemak yang abnormal dalam sel yang sakit. sehingga sel menjadi bengkak dan sakit.1 Klasifikasi degenerasi Degenerasi merupakan kemunduran sel oleh karena padanya terjadi gangguan metabolisme sehingga tertimbun (akumulasi) bahan-bahan metabolit. bishmath.

Infiltrasi lemak/jaringan lemak ialah timbunan lemak diantara jaringan ikat (jantung. 2. 3. pada obesitas. • Degenerasi miksomatik Pada degenerasi miksomatik. Musin tersebut akan mendesak inti ke tepi sehingga sel menyerupai cincin dan damakan signet ring sel. • Degenerasi lendir dibagi dua. tidak menyebabkan gangguan fungsi. Etiologinya . dan berwarna merah muda dengan pewarnaan HE. Degenerasi hidrofik Degenerasi hidropik merupakan jejas yang reversible dengan penimbuna intraselular yang lebih parah jika dibandingkan degenerasi albumin. 4. Degenerasi hyaline Umumnya perubahan hialin merupakan perubahan dalam sel atau rongga ekstraselular yang memberikan gambaran homogen. cerah. Keadaan ini menunjukkan adanya musin di daerah interseluler dan memisahkan sel-sel stelata. pankreas). Keadaan ini terbentuk akibat berbagai perubahan dan tidak menunukkan suatu bentuk penimbunan yang spesifik. musin tertimbun di jaringan ikat. yaitu : • Degenerasi mukoid Musin dapat dijumpai pada sel dan mendesak inti ke tepi seperti pada adenokarsinoma gaster yang memberikan gambaran difus terdiri atas selsel gaster yang memiliki sifat ganas dan mengandung musin. Degenerasi lendir Bahan lendir tubuh : • Diproduksi oleh jaringan ikat oleh fibroblast mucopoliy sacharida/myxoid • Myxoid adalah zat perekat antar sel jaringan ikat yang berfungsi sebagai shock absorber dan sebagai pertahanan jaringan ikat (menstion serangan kuman).

Bahan-bahan fisiko-kimiawi. Bila pada penimbunan air dalam sel berlanjut karena jejas terhadap sel semakin berat. khususnya kehilangan kalium. akan timbul vakuola-vakuola kecil dan nampak cerah dalam sitoplasmik. yang menyebabkan peningkatan tekanan osmotic dalam sel. terhentinya produksi ATP dan kegagalan dari “pompa natrium”. Selain itu dapat disebkan oleh gangguan air dan elektrolit yang berat. Otot yang mengalami degenerasi zenker adalah otot rectus abdominis dan diafragma. Krakteristik dengan penumpukan air lanjut dalam sel. Degenerasi hidropik ini biasanya terdapat pada sel hepar dan tubulus kontortus ginjal. Perubahan dalam permeabilitas membran sel terhadap zat lain dapat ditimbulkan oleh bahan-bahantoksik. Degenerasi amiloid memiliki sifat diantaranya memberikan reaksi khusus pada . kloroform dan karbon tetraklorida.jika berlangsung lama. Keadaaan efektif dan setelah cloudy swelling. Degenerasi ini ditemukan pada pneunomia dan tifus abdominalis stadium terminal. Gambaran makroskopis organ yang mengalami degenerasi hidrofik menjadi lebih besar dan lebih berat daripada normal dan juga tampak lebih pucat.dianggap sama dengan pembengkakan sel. Hal ini dapat disebabkan oleh kerusakan mitokondria yang nyata. terseduh. 6. hanya intensitas rangsang patologik lebih berat dan jangka waktu terpapar rangsangan patologik tersebut lebih lama. Sehingga nampak vakuola-vakuola kecil sampai besar pada sitoplasma. Gambaran mikroskopik menunjukkan sel membengkak menyebabkan desakan pada kapiler-kapiler organ seperti kapiler pada sinusoid hati. Degenerasi Amiloid Degenerasi amiloid ini memiliki kesamaan dengan degenerasi hyaline. Degenerasi zenker Degenerasi zenker dikenal sebagai degenerasi hialin pada otot sadar yang mengalami nekrosis. 5. contohnya luka baker.

sebagai komplikasi penyakit lain (didahului oleh penyakit lain). Patogenesis : • • • Merupakan permulaan dari amilodosis primer yang umum (menyeluruh) Pada penderita dengan penyakit lain misalnya diabetes militus (pada lympha / kelopak mata) Penderita yang lanjut usia (pada pancreas) . dan sel getah bening. hati. Organ yang terkena antaralain jaringan otot. tract digostricus. dan ditemukan pada organ-organ yang termasuk RES. Dasar etiologinya adalah reaksi imunologi. Misal oleh penyakit tuberkolusa. Amilodosis Lokal Amilodosis local terjadi pada tempat-tempat tertentu. Amilodosis pada Multiple Myeloma (tumor pada myeloma) Multiple myeloma adalah tumor ganas yang HPA mengandung banyak sel plasma. Amilodosis primer Ini tidak diketahui penyebabnya yang jelas (idiopatik). Amilodosis sekunder Terjadi secara sekunder. tumor ganas. selektif dalam deposisinta (ada dua bagian tubuh yang terpilih/ tidak seluruhnya/selektif). osteo myelitis khronis supurativa. Pada umumnya 30% kasus multiple myeloma disertai amilodosis primer. lepra. Organ yang terkena antara lain limpa. Macam Amilodosis : a. Komplikasinya yaitu pada otot. ginjal dan anak ginjal. b. serat-serat otot diganti / ditimbun bahan amiloid. jantung dan lidah. d. c.pengecatan. ada hubungan dengan penyakit tertentu.

• Penyakit trachoma (timbul bintil-bintil pada kelopak mata amiloid tumor) 3.2 Penyakit Degenerasi 1. Osteoporosis sekunder Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan : • Cushing's disease • Hyperthyroidism • Hyperparathyroidism • Hypogonadism • Kelainan hepar • Kegagalan ginjal kronis • Kurang gerak • Kebiasaan minum alkohol • Pemakai obat-obatan/corticosteroid • Kelebihan kafein • Merokok Etiologi : . b. Degenerasi pada Tulang Klasifikasi a. Osteoporosis primer Osteoporosis primer sering menyerang wanitapaska menopause dan juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.

Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini. yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Gejala Klinis Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis).Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia diantara 51-75 tahun. sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder. Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal. wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam. Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru.Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita). tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. barbiturat. kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang. anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Jika kepadatan tulang sangat berkurang . Beberapa penderita tidak memiliki gejala. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obatobatan.

Dalam tulang normal. Patogenesis Mekanisme yang mendasari dalam semua kasus osteoporosis adalah ketidakseimbangan antara resorpsi tulang dan pembentukan tulang. yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan.[1] Tulang diresorpsi oleh sel osteoklas (yang diturunkan dari sumsum tulang). yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit.sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur. setelah tulang baru disetorkan oleh sel osteoblas. Jika disentuh. Proses pengambilan tempat dalam satuan-satuan multiseluler tulang (bone multicellular units (BMUs)) pertama kali dijelaskan oleh Frost tahun 1963. Osteoporosis adalah suatu penyakit kelainan pada tulang yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang. maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang (punuk Dowager). Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh. tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan. terdapat matrik konstan remodeling tulang. Yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan. kerusakan tubuh atau arsitektur tulang sehingga tulang mudah patah. Selain itu. Tulang lainnya bisa patah. Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan atau karena cedera ringan. Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul. . Jika beberapa tulang belakang hancur. daerah tersebut akan terasa sakit. hingga 10% dari seluruh massa tulang mungkin mengalami remodeling pada saat titik waktu tertentu. patah tulang cenderung menyembuh secara perlahan. Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung. pada penderita osteoporosis. yang disebut fraktur Colles. maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk.

dimana pada saat proses pembentukan tulang sampai umur 30 – 35 tahun. b. kemudian tulang yang sudah diserap itu tadi akan diisi oleh tulang yang baru dengan bantuan sel tulang yang bernama osteoblas. membentuk lengkung atau arkus dari kri ke kanan yang bila ditilik dari garis tengah memiliki struktur simetris di bagian kiri dan kanan. Secara normal di tubuh kita terjadi suatu tahapan yang disebut remodelling tulang. terutama pada rahang tanpa gigi atau setelah pencabutan. yaitu suatu proses pergantian tulang yang sudah tua untuk diganti dengan tulang yang baru. Tapi Osteoporosis bisa dihindari atau dicegah agar jangan terjadi akibat yang lebih fatal yaitu patah tulang. Tulang alveolar : . jumlah tulang yang diserap atau diresorpsi sama dengan jumlah tulang baru yang mengisi atau menggantikan sehingga terbentuk puncak massa tulang.Osteoporosis adalah penyakit degeneratif yaitu suatu penyakit yang berhubungan dengan usia. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya penurunan massa tulang yang berakibat pada osteoporosis. Hal ini sudah terjadi pada saat pembentukan tulang mulai berlangsung sampai selama kita hidup. Setiap saat terjadi remodeling tulang di tulang manusia. Macam degenerasi pada tulang : a. Tulang mandibula adalah tulang yang unik. Proses remodeling ini dimulai dengan terjadinya resorpsi atau penyerapan atau penarikan tulang oleh sel tulang yaitu osteoklas. c. Kejadian ini adalah suatu keadaan yang normal. tapi setelah berumur 35 tahun keadaan ini tidak berjalan dengan seimbang lagi dimana jumlah tulang yang diserap lebih besar dari jumlah tulang baru yang menggantikan. Penuaan pada mandibula Penuaan pada mandibula terjadi karena adanya resobsi alveolar sampai setinggi 1cm. Mandibula Rahang bawah dibentuk oleh tulang mandibula yang merupakan struktur tulang paling kokoh pada wajah.

Resobsi tulang alveolar menyebabkan pengurangan jumlah tulang akibat kerusakan tulang karena adanya peningkatan osteoklas. terutama setelah pencabutan gigi. Penuaaan mengakibatkan kehilangan kontak oklusal sehingga mengacaukan fungsi kunyah. ditambah dengan perubahan jaringan lunak menyebabkan tampilan pada usia yang lebih rendah sepertiga dari wajahnya. sehingga jarak antara dua tulang saling bedekatan. Hal ini terjadi dalam waktu yang lama . Baik panjang maupun tinggi mandibula berkurang secara signifikan untuk kedua jenis kelamin. pipi dan labium oris tidak terdukung. Hilangnya keseluruhan volume mandibula mungkin juga berkontribusi terhadap penuruna dari lapisan lemak bukal. yang mengakibatkan batas bawah wajah menjadi kurang jelas. 2. Akibat penuaan mengakibatkan kontraksi otot bertambah panjang saat menutup mulut. sehingga : tinggi wajah berkurang. Hilangnya volume mandibula juga mempengaruhi penuaan leher yang berkontribusi memberikan kelenturan plathysma dan jaringan lunak leher. Unsur-unsur tulang mandibula berubah secara signifikan dengan bertambahnya usia untuk kedua jenis kelamin dan bahwa perubahan ini. Hal ini menyebabkan kerja sendi lebih kompleks. Hasil ini menunjukkan bahwa mandibula berubah secara dramatis dengan bertambahnya usia. membatasi ruang gerak dan menutup mandibula. Perubahan tulang ini dapat menghasikan suatu tampilan yaitu berkurangnya proyeksi dan tinggi wajah bagian bawah yang ditemukan seiring bertambahnya umur. serta wajah menjadi keriput. Terjadi resobsi pada caput mandibula.Terjadi resobsi pada processus alveolaris. Degenerasi pada TMJ Osteoartritis adalah proses degenerasi atau penuaan sendi. Pada proses penuaan ini lapisan tulang rawan sendi yang terdapat pada rongga sendi menipis. Sudut rahang meningkat dengan usia. sehingga terjadi proses osteolisis dan peningkatan vaskularisasi.

Cartilage adalah senyawa protein yang melayani sebagai "bantal" antara tulang-tulang dari sendi-sendi. Osteoarthritis juga dikenal sebagai degenerative . Osteoarthritis adalah tipe dari arthritis yang disebabkan oleh kerusakan atau penguraian dan akhirnya kehilangan tulang muda (cartilage) dari satu atau lebih sendi-sendi.membuat rasa ngilu pada sendi bila digerakan. Reaksi lain yang timbul akibat dari beradunya dua tulang tersebut membuat jaringan tulang manjadi kasar dan timbul berduri (spur).

Etiologi. 1.arthritis. .

yang disebut denganosteoartritis idiopatik. termasuk rawan sendi. ligamen. tetapi perubahan primer meliputi kerusakan rawan sendi. terdapat hubungan yang kuat antara osteoartritis primer dengan umur. dan bahkan anak-anak. perkembangan. 2. kelainan metabolik dan neurologik. Patogenesis tulang rawan KONDROSIT mengalami degenerasi tulang rawan tipis (matriks dan struktur) retakan pada sendi . Sebaliknya. remodeling tulang subchondral. dan pembentukan osteofit. penyakit ini dapat berkembang pada dewasa muda. tulang metafise. Osteoartritis biasanya melibatkan semua jaringan yang membentuk sendi sinovial. Onset usia pada osteoartritis sekunder tergantung pada penyebabnya. kapsul sendi. Pada kasus yang lebih jarang. yang disebut dengan osteoartritis sekunder. osteoartritis dapat terjadi akibat trauma pada sendi. seperti halnya pada orang tua.Osteoartritis seringkali terjadi tanpa diketahui sebabnya. synovium. dan otot – otot yang bekerja melalui sendi.. infeksi. atau variasi herediter. maka dari itu. tulang subchondral.

tendon dan tulang rawan) kekakuan sendi Perubahan jaringan synovial • • • cairan synovial akan berkurang  mempengaruhi kelancaran akibat lebih lanjut  terjadi krepitasi pada gerak sendi pada keadaan lebih parah dapat merobek atau merusak diskus pergerakan dari diskus artikularis artikularis Perubahan pada ligamentum sendi • • pengurangan ketebalan kapsula sendi pengurangan daya tahan regangan dari serat kolagen yang membentuk ligamentum TMJ  penurunan keleluasaan artikulasi sendi TMJ • Sintesa kolagen juga akan menurun  bila tjd kerusakan ligamentum.tulang rapuh permukaan tulang rawan kasar dan berlubang sendi tidak bisa bergerak dengan halus semua komponen dalam sendi (tulang. jaringan sinovial. proses reparasi juga melambat . kapsul sendi.

Pada degenerasi kalsifik. meskipun suatu kavitas atau tumpatan mungkin dijumpai pada gigi yang terpengaruh. Kalsifikasi dapat terjadi baik di dalam kamar pulpa ataupun saluran akar. Ada beberapa macam degenerasi pulpa yaitu degenerasi kalsifik. jumlah saraf bertambah secara histologis. Perubahan pulpa • • • volume ruangpulpa menyempit ok/dentin reparative jumlah sel berkurang. Gigi tidak berubah warna. Bahan mengapur mempunyai struktur berlamina seperti kulit bawang. Dentikel atau batu pulpa demikian dapat menjadi cukup besar untuk memberikan suatu bekas pada kavitas pulpa bila masa mengapur . Degenerasi pulpa ini tidak perlu berhubungan dengan infeksi atau karies. jaringan pulpa terlihat lebih padat dapat terjadi pengapuran yang tida teratur (pulp stones) tjd pengurangan jumlah dan penurunan kualitas dinding pembuluh >reaktifitas berkurang Degenerasi kalsifik. Tingkat awal degenerasi pulpa biasanya tidak menyebabkan gejala klinis yang nyata. Kadang-kadang dapat juga ditemukan pada penderita muda seperti pengapuran. Degenerasi pada Gigi (pulpa) Degenarasi pulpa ini jarang ditemukan namun perlu diikutkan pada suatu deskripsi penyakit pulpa. Degenerasi pulpa pada umunya ditemui pada penderita usia lanjut yang dapat disebabkan oleh iritasi ringan yang persisten. yaitu terbentuk batu pulpa atau dentikel. dan pulpa bereaksi secara normal tehadap tes listrik dan tes termal. sebagian jaingan pulpa digantikan oleh bahan mengkapur. tapi umumnya dijumpai pada kamar pulpa. degenerasi atrofik. degenerasi fibrous.3. dan terletak tidak terikat di dalam badan pulpa.

Artifak Pulpa Pernah diperkirakan bahwa vakuolisasi odontoblas adalah suatu jenis degenerasi pulpa ditandai dengan ruang kosong yang sebelumnya diisi oleh odontoblas. dijumpai lebih sedikit sel-sel stelat. dan cairan interseluler meningkat.tersebut dihilangkan. yang diamati secara histologis pada pulpa orang tua. Penyakit ini tidak menyebabkan gejala khusus untuk membantu dalam diagnosis klinis. bahan mengapur terikat pada dinding kavitas pulpa dan merupakan suatu bagian utuh darinya. Diduga bahwa dentikel dijumpai pada lebih dari 60% orang dewasa. Batu pulpa dianggap sebagai pengerasan yang tidak berbahaya. Kemungkinan ini adalah suatu artifak yang disebabkan karena fiksasi jelek spesimen jaringan. Pada pengambilan dari saluran akar. Degenerasi Atrofik Pada pasien degenerasi ini. Yang disebut “Atrofi retikular” adalah suatu artifak (artifact) dihasilkan oleh penundaan bahan fiksatif dalam mencapai pulpa dan hendaknya tidak dikelirukan dengan degenerasi atrofik. Tidak terdapat diagnosis klinis. pulpa demikian punya penampila khusus serabut keras. Pada jienis kalsifikasi lain. bersama-sama dengan atrofi . menyebar (referred pain) pada beberapa pasien dianggap berasal dari kalsifikasi ini pada pulpa. meskipun rasa sakit yang. Degenerasi lemak pulpa. Degenerasi Fibrous Bentuk degenerasi pulpa ini ditandai dengan pergantian elemen seluler oleh jaringan penghubung fibrous. Tidak selalu mungkin untuk membedakan satu jenis lain pada radiograf. Jaringan pulpa kurang sensitif daripada normal.

4. Daerah-daerah mulut yang kering dapat disebut keratokonjungtivitis sicca. Degenerasi pada Kelenjar Ludah (Xerostomia) Xerostomia merupakan istilah untuk keadaan mulut yang kering. Bila mukosa pada beberapa daerah kering. walaupun pada sebagian besar keadaan. semuanya mungkin artifak dengan sebab sama. seperti pada mata. kecuali mungkin pada tingkat akhir. Mekanisme terjadinya keterlibatan pulpa demikian pada kebanyakan kasus adalah perluasan local langsung dari rahang. kekeringan tersebut hanya bersifat subyektif. paringitis sicca dan bahkan laryngitis sicca. Satu laporan mencatat keterlibatan pulpa gigi molar pada pasien berusia 11 tahun dengan kondromiksosarkoma rahang bawah. tetapi pemotongan salah satu kelenjar . mulut. Kedua kelenjar submandibula dapat dipotong tanpa kesulitan yang berarti setelah operasi. walaupun hanya menghasilkan sebagian kecil dari seluruh cairan pelumas mulut. Kelenjar ini. Pada tiap keadaan tersebut terlihat mukosa yang kering. hidung dan pharynx. Bila dikeringkan dengan sepotong kasa akan terlihat butiran cairan dari kelenjar local.retikuler dan vakuolisasi. Dari kelenjar-kelenjar ludah tersebut. dalam beberapa menit saja. sama seperti xeroptalmia yang digunakan untuk mata yang kering dan xerodermia untuk kulit yang kering. Dari 39 pasien yang diperiksa dengan tumor maligna di dalam mulut. hanya satu di mana ditemuka sel-sel tumor di dalam pulpa. Metastasis sel-sel tumor Metastasis sel-sel tumor ke pulpa gigi jarang terjadi. rhinitis sicca. mempunyai peranan penting. kelenjar parotid merupakan yang paling penting. maka sindrom Sicca sering digunakan untuk keadaan ini. sebagian besar diantaranya diproduksi oleh kelenjar ludah mayor. Pada mukosa mulut normalnya basah serta mengkilat. yaitu fiksasi yang tidak memuaskan.

2. Gejala ringan yang timbul meliputi sulit mengunyah makanan yang kering. penyebab penyumbatan hidung yang paling sering terlihat adalah pembesaran tonsil nasoparingeal (adenoid). terdapat berbagai macam keadaan yang ikut berpengaruh disini. Karena penyumbatan hidung : Pada anak-anak. Bernafas melalui mulut yang terjadi pada saat olah raga. Semua keadaan tersebut menyebabkan pasien bernafas dari mulut. juga dapat member efek kering pada mulut. Selain itu. Agenesis dari kelenjar ludah : Sangat jarang terjadi. karena pasien biasanya sukar menerima penggunaan gigi tiruan. Pada keadaan lebih lanjut. Kecepatan pembentukan karies sangat meningkat. dapat menyebabkan mulut terasa kering. Sebagian besar orang mengalami sensasi mulut kering sebelum melakukan Tanya jawab yang penting atau sebelum pidato. Pada orang dewasa terdapat berbagai macam penyebab. Atau mungkin juga berupa . dengan lidah yang merah. tanpa penyumbatan hidung. Hasil sialografi menunjukkan cacat yang besar dari kelenjar ludah. Selain itu. juga ada komponen emosional. 3. mukosa terlihat kering. Usaha mempertahankan gigigigi. dari penyimpangan keadaan hidung. tetapi kadang-kadang pasien memang mempunyai keadaan mulut yang kering sejak lahir. yang merangsang terjadinya efek simpatik dari sistem saraf autonom dan menghalangi sistem parasimpatik. meradang tapi kering. berbicara atau menyanyi.parotis atau hilangnya sekresi dari kelenjar ini. serta rasa kering pada mulut yang terus menerus. berperan penting. Fisiologi : Sensasi mulut kering yang subjektif terjadi setelah bicara yang berlebihan dan selama berolahraga. polip hidung atau hipertropi rhinitis. sehingga menyebabkan berkurangnya aliran ludah dan mulut menjadi kering. Pada keadaan ini ada dua faktor yang ikut berperan. Etiologi dan patogenesis Xerostomia 1.

Gingival dapat menjadi merah. Seringkali wanita menopause terserang xerostomia. Faktor penuaan dan psikologi : normalnya.maloklusi gigi-gigi seri. atau kesulitan dalam menggunakan gigi tiruan. Perawatan untuk pasien ini dengan antidepresan atau obat penenang. Pada pasien yang tidak sehat. biasanya gigi seri yang protrusi (maloklusi Angle klas III divisi 1) atau bibir yang lemah serta kurang berfungsi. biasanya keadaan tersebut kurang tidak begitu mengganggu pasien dan dapat diperingan dengan beberapa teguk air. Sangat mengherankan bahwa banyak obat yang kurang bermanfaat untuk keadaan tersebut. Kadua faktor tersebut dapat terlihat bersamaan. karena gagal untuk membentuk selapis tipis mucous untuk tempat gigi tiruan melayang pada permukaannya. 4. Tipe pasien lain mempunyai tanda-tanda psikiatrik yang rumit dari depresi ringan maupun kecemasan. Bila daerah pendukung gigi tiruan telah terasa nyeri. dan sering mudah berdarah. salah satunya rasa kering pada mulut. mulut menjadi kering dengan bertambahnya umur. terbukti bahwa banyak orang lanjut usia yang menemukan bahwa mulutnya bereaksi dengan cara yang sama. Apapun penyebabnya. akibatnya sama yaitu rasa kering yang bersifat subjektif pada mulut dan hyperplasia dari jaringan gingiva yang kering di sekitar gigi-gigi seri atas pada permukaan labial. tetapi pria pada kelompok umur yang sama juga tidak jarang terserang. yang mengeluh tentang berbagai sensasi pada mulutnya. mengkilat. Mukosa yang kering menyebabkan pemakaian gigi tiruan tidak menyenangkan. Xerostomia pada keadaan demam serta infeksi pernafasan : Kadang-kadang demam dapat menimbulkan keadaan mulut yang kering. trauma dapat berlangsung terus. dan dengan tegangan permukaan yang berkurang untuk retensi gigi tiruan dalam menahan tekanan kunyah. Keadaan mulut yang kering dapat terlihat berupa kesulitan mengunyah dan menelan. 5. Pada pemeriksaan pasien tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mulut kering yang objektif. mulut kering .

terutama rheumatoid artritis. Biasanya penderita seorang wanita. asma dan pneumonia dapat meningkatkan kecepatan pernafasan. 6. Mukosa-mukosa selain mukosa mulut dapat terserang. yang menyebabkan terjadinya akut supuratif parotitis. Penyakit kelenjar ludah menimbulkan xerostomia : Selain syndrome Sjogren. Bronchitis. 7. dan karena usaha pasien untuk menghirup nafas sebesarbesarnya. Terutama pada pasien asma. Infeksi paroris juga dapat menimbulkan xerostomia. Pada infeksi saluran pernafasan bagian atas. 8. Kebrsihan mulut sanagt penting peranannya dalam mencegah infeksi sekunder. Sindron Sicca (Sindron Sjogren) : Merupakan penyebab xerostomia yang paling penting dan tanda-tandanya telah dibahas sebelumnya. dalam periode menopause serta menderita penyakit auto-imun. mulut menjadi sangat kering dengan deposit mucous di sekitar gigi-giginya. Bahkan setelah dilakukan radiasi kelenjar parotis unilateral. ia menghirup udara dengan mulut. bahkan untuk radiasi mulut. akan terlihat adanya perubahan besar. Radiasi parotis jarang diperlukan. atau mengkilat dengan lidah berlobus yang khas.mudah terserang infeksi sekunder dengan candida albicans. Kebersihan mulut dapat ditingkatkan dengan menjaga mulut selalu dalam keadaan basah. Setelah Radioterapi : Dengan teknik radioterapi yang baru dan lebih baik. penyumbatan hidung menyebabkan pasien bernafas melalui mulut. serta kemungkinan terjadinya infeksi kelenjar parotis. Pada pasien . Penyakit harus mengenai kedua kelenjar parotis secara bergantian untuk dapat menimbulkan kerusakan yang menyeluruh. kelenjar ludah tetap dapat dilindungi untuk menghalangi terjadinya kerusakan. Mukosa mulut terlihat keriput. penyakit-penyakit kelenjar ludah jarang menimbulkan xerostomia. Infeksi pernafasan biasanya menyebabkan mulut terasa kering.

Nikotin dapat menyebabkan rangsang permulaan pada penggunaan dosis tinggi. Yang termasuk kelompok tersebut adalah semua obat yang termasuk kategori obat penenang. Obat yang bekerja pada ganglia autonomic Aksi obat ini berjalan melalui ganglia parasimpatik. berupa xerostomia. narkotik. Diabetes inspidus karena sifat dehidrasi yang dimilikinya. Obat yang merangsang xerostomia : Ada sejumlah obat yang salah satu efek sampingnya. yang setelah beberapa jam kemudian berubah menjadi mulut yang kering. Uremia tidak hanya menimbulkan mulut berbau tetapi juga menimbulkan xerostomia. Jadi secara teoritis dapat dikatakan bahwa . Obat yang bekerja pada daerah otak yang tinggi. yang dibicarakan disini dalam hubungannya dengan xerostomia. a. b. Efek antisialogogik sama dengan berkurangnya aliran ludah selama pasien tidur. Perokok juga mula-mula mengalami ptialism. insiden karies gigi meningkat cepat. dapat menyebabkan mulut kering. 9. dari perdarahan sampai hiperparatiroidism. kita perlu menyebutkan hampir semua obat yang terdapat pada farmakope. 10. dapat menyebabkan xerostomia. Semua obat yang menghalangi aktivitas pusat otak yang tinggi juga dapat menghalangi sistem saraf simpatik dan parasimpatik. keadaan-keadaan tersebut dapat bervariasi. Ada beberapa obat dari tiap kelompok. Dehidrasi medis atau operasi dari penyebab apapun dapat member efek serupa. diikuti dengan efek penyumbatan. Keadaan-keadaan lain yang menimbulkan xerostomia : Diabetes mellitus yang sering tidak terkontrol serta berhubungan dengan polidipsia dan poliuria. hipnotik.yang lebih muda. Biasanya karies tersebut terletak di servikal dan dapat mengenai semua gigi. dan penghilang rasa sakit. yang mempunyai pola perpindahan neurohumoral yang sama dengan ganglia simpatik. Untuk menyebutkan semua obat yang menimbulkan rasa kering pada mulut.

d. mempunyai efek sama. dan komponen yang berhubungan dengannya.perokok berat selalu mengalami xerostomia. bertujuan untuk mengurangi ketegangan bronkus. bebrapa antihistamin merupakan derivate penotiasin. . juga mempunyai efek serupa. Ada sejumlah obat yang digunakan sebagai spasmolitik. seperti propantelin (probanten) dan poldin (nakton). Untungnya pembesaran bronkus terjadi dengan efek yang lebih khusus dan aksi yang lebih kecil terhadap kelenjar ludah. Semua antihistamin mempunyai efek samping kolinergiok serta dapat mengurangi aliran ludah. benztropin. dan untuk mengurangi sekresi gastric. seperti benzhexol. Atropine. Obat yang bekerja pada daerah pertemuan adrenergic neuro-efektor Ampetamin dan derivatnya yang digunakan sebagai obat perangsang atau obat penurun nafsu makan dapat mengurangi aliran ludah. juga dapat menyebabkan mulut terasa kering bila diberikan secara sistemis. amitriptylin. Keadaan yang serupa berlaku juga untuk beberapa obat yang digunakan untuk perawatan Parkisonism. dan orphenadrin. Obat trisilik anti depresi seperti imipramin. hiosin dan produk-produk ammonium quartenari lainnya. Anggapan tersebut memang selalu didukung bukti-klinis. dapat menyebabkan mulut terasa kering. Bahkan pada dasarnya. suatu alkaloid beladona. seperti hemotropin. bersama dengan substansi lain yang berhubungan dengannya. Epedrin. Kerena depresi endogenus sendiri dapat menyebabkan xerostomia. yang masih sering digunakan untuk perawatan asma. Derivate penotiasin juga mempunyai efek yang sama. tapi berapa besar c. sulit untuk menentukan apakah penyakit atau cara perawatannya yang menimbulkan mulut kering. Obat yang bekerja pada pertemuan parasimpatik neuro-efektor Sebagian besar obat yang menimbulkan xerostomia bekerja pada daerah ini dengan cara memblokir efek muskarinik dari asetilkolin.

Secara umum (Hubungan sekresi saliva dengan xerostomia) Pada lidah terdapat nervus-nervus penghantar yakni nervus glossofaringeus yang bercabang menuju traktus solitarius. maka lidah tidak mampu menghantarkan simpul-simpul rangsangannya. Persoalan dengan protesa 5. di lanjutkan oleh nervus glossofaringeus & nervus fasialis. dimana kelenjar parenkim hilang yang digantikan oleh jaringan lemak dan penyambung. Oleh nervus glossofaringeus yang bercabang pada ganglion otikum dan di lanjutkan menuju kelenjar parotis. Nervus glossofaringeus membawa rangsangan menuju traktus solitaries yang di dalamnya terdapat nervus solitarius superior dan inferior. Bertambahnya usia → terjadi perubahan dan kemunduran fungsi kelenjar saliva. Sedangkan nervus facialis bercabang pada traktus solitaries menbawa rangsangn tersebut ke ganglion submandibularis menuju ke kelenjar submandibularis. Keadaan ini mengakibatkan pengurangan Gambaran Klinis Xerostomia 1. b.Patogenesis Xerostomia a. Akibatnya. lining sel duktus intermediate mengalami atropi. sehingga rangsangan tersebut tidak sampai pada glandula saliva yang berfungsi untuk memproduksi saliva sebagai respon atas rangsangan yang di hantarkan. Gangguan pengecapan . Penimbunan lendir Rasa seperti terbakar 6. Saat lidah menerima rangsangan taktil dan pengecapan. Sukar mengunyah dan menelan 4. Sukar berbicara 3. mudah teriritasi 2. Mukosa mulut kering. sekresi dari saliva menurun sehingga rongga mulut menjadi kering. Jika lidah mengalami atrofi pada papillanya.

lashley cup. Biasanya pada penderita stomatitis nikotina. Halitosis 12. Cara lain untuk memeriksa yaitu pada penderita tampak bibir pecah-pecah atau kering. Radang periodonsium 11. dan halitosis. Karies gigi meningkat 10. Kesukaran dalam memakai gigi palsu. Pembuktian ini dapat dilakukan tes curry. Kesulitan bicara. Perubahan jaringan lunak 8. Tes Curry tersebut merupakan studi terhadap aliran parotis dan dapat menunjukkan jumlah produksi saliva yang normal. jika kaca menempel dapat di pastikan pasien menderita xerostomia. Ada beberapa alat untuk mengumpulkan saliva dan dapat membantu dalam menegakkan diagnose terhadap pasien xerostomia . Gambaran HPA Secara histologis. pada mukosa palatal terdapat papula-papula merah. sulit makan dan menelan. kecil. 14. Pemeriksaan Penting untuk membuktikan secara objektif jumlah saliva yang dihasilkan. Bibir lekat pada .7. kondisi mulut pasien dapat dinilai dengan menggunakan kaca mulut yang ditempelkan ke pipi pasien. Mulut kering selanjutnya dapat dibedakan apakah sejati atau palsu. diantaranya : Proflow sialometer. terdapat keratosis putih karena tembakau. salivette. 13. Saliva yang kental yang menempel pada kaca mulut jika ditarik juga menandakan keadaan xerostomia pada pasien. Kepekaan terhadap rasa berkurang. Alat pengumpul saliva tersebut harus sesui dengan standard an dapat dipercaya. Pergeseran dalam mikroflora mulut 9. Mulut terasa seperti terbakar dan sebagainya. Selain dengan penggunaan alat tersebut .kelenjar liur major dan minor menunjukkan atropi dan infiltrasi oleh limfosit dan sel-sel plasma. dan slurp collection cuip.

Ketika bertambah tua. karies akan terus meningkat meskipun OH baik. 1992. Keluhan ini dapat disebabkan karena dengan bertambahnya usia mempengaruhi kepekaan rasa akibat berkurangnya jumlah pengecap pada lidah.gigi (Lip Stick and Tongue Blade Signs) karena sel-sel epitelnya melekat pada email yang kering sehingga menyebabkan erosi dan karies pada permukaan akar dan ujung cusp. kehilangan unsur-unsur reseptor pengecap juga dapat mengurangi fungsional yang dapat mempengaruhi turunnya sensasi rasa. Degenerasi pada Lidah (Taste Disorder) Sudah merupakan hukum alam bahwa setiap makhluk di dunia ini akan mengalami proses menua. Menurunnya fungsi faali serta parameter metabolisme seiring dengan meningkatnya usia akan mengganggu penggunaan zat gizi (Axell. dengan menurunnya nafsu makan. Proses menua dapat menimbulkan keluhan atau kelainan. baik itu pada jaringan keras ataupun jaringan lunak rongga mulut. 2002). 1992. di tambah dengan menurunnya nafsu makan. Pada kasus ini. Pada manusia proses menua itu sebenarnya telah terjadi sejak manusia dilahirkan dan berlangsung terus sampai mati. Proses menua merupakan proses yang terjadi di dalam tubuh yang berjalan perlahan-lahan tapi pasti. Ketika bertambah tua. Murjiah dan Dinarto. pada proses menua terjadi penurunan fungsi tubuh secara berangsur-angsur dan akhirnya menjadi manusia dengan usia lanjut (Wasjudi. maka dapat dipahami bahwa golongan usia lanjut merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit dan cacat karena terjadinya perubahan organobiologik tubuh akibat proses degeneratif alamiah. Menurunnya fungsi faali serta parameter metabolisme seiring dengan meningkatnya usia akan mengganggu penggunaan zat gizi (Axell. 2002). 5. . baik pada jaringan keras ataupun jaringan lunak rongga mulut. Biasanya orang tua mengeluh tidak adanya rasa makanan. 2000) Proses menua dapat menimbulkan keluhan atau kelainan. dapat dipahami bahwa golongan usia lanjut merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit dan cacat karena perubahan organobiologik tubuh akibat proses degeneratif alamiah. Murjiah dan Dinarto.

sedikit menonjol melalui poripori pengecap untuk meningkatkan luas permukaan sel yang terpajan dalam mulut. mati dan regenerasi. juga berperan pada pengecap. Sel pengecap mengalami perubahan pada pertumbuhan. namun indera pembau juga sangat berperan pada persepsi pengecap. 2005). yang merangsang ujung saraf nyeri. 1991). 2004). dan permukaannya tidak rata karena ada tonjolan-tonjolan yang disebut dengan papilla. . Membran plasma mikrovili mengandung reseptor yang berikatan secara selektif dengan molekul zat kimia. Sel reseptor pengecap adalah sel epitel termodifikasi dengan banyak lipatan permukaan atau mikrovili. pada papilla ini terdapat reseptor untuk membedakan rasa makanan. Sel pengecap tetap mengalami perubahan pada pertumbuhan. Proses ini bergantung dari pengaruh saraf sensoris karena jika saraf tersebut dipotong . Sensasi rasa pengecap timbul akibat deteksi zat kimia oleh resepor khusus di ujung sel pengecap (taste buds) yang terdapat di permukaan lidah dan palatum molle. Indera pengecap kurang lebih terdiri dari 50 sel epitel yang termodifikasi. Budi. . Selain itu. beberapa di antaranya disebut sel sustentakular dan lainnya disebut sel pengecap. Boron . 1991). Hanya zat kimia dalam larutan atau zat padat yang telah larut dalam air liur yang dapat berikatan dengan sel reseptor (Amerongen. 1994. 2004. Apabila pada bagian lidah tersebut tidak terdapat papilla lidah menjadi tidak sensitif terhadap rasa (Lynch et al. 1998. sehingga beberapa diantaranya adalah sel muda dan lainnya adalah sel matang yang terletakke arah bagian tengah indera dan akan segera terurai dan larut (Guyton. 1997)... Pengecap merupakan fungsi utama taste buds dalam rongga mulut. Sel pengecap terus menerus digantikan melalui pembelahan mitosis dari sel disekitarnya. .perubahan ini harus diingat orang tua mengenai berkurangnya kenikmatan pada saat makan (Papas AS et al. tekstur makanan seperti yang dideteksi oleh indera pengecap taktil dari rongga mulut dan keberadaan elemen dalam makanan seperti merica. Ganong. mati dan regenerasi (Budi. Lidah mempunyai lapisan mukosa yang menutupi bagian atas lidah.

Facialis (N. Gambar Lidah dan Pembagian Papilla Keterangan papilla pada lidah: 1. 2.VII) (Ganong.maka akan terjadi degenerasi pada pengecap. 2005). depan sulkus terminalis Pp. fungiformis : 2/3 anterior lidah Pp. Pp. foliata : post-lateral lidah . Boron. 3. 1998.lidah. Taste buds yang dilayani oleh serat saraf sensoris adalah taste buds pada 2/3 lidah bagian anterior (papilla filiformis dan sebagian papilla fungiformis) dilayani oleh chorda tympani cabang dari N. circumvalata : post.

2. Penelitian dengan mikroelektroda pada satu taste buds memperlihatkan bahwa setiap taste buds biasanya hanya merespon terhadap satu dari empat rangsang kecap primer. Beberapa peneliti melaporkan jumlah taste buds yang terdapat pada papilla circumvalata berkurang yang menyebabkan menurunnya sensitivitas rasa (Sayuti. Perubahan histopatologi pada lidah menunjukkan adanya atrofi papilla yang sering dimulai dari ujung lidah dan sisi lateral. dan kurang lebih 100 taste buds menjelang usia 75 tahun. 1998). 1998). sebagian besar taste buds dapat dirangsang oleh dua. pahit (kinin). tetapi karena terbatasnya data maka disebutkan ada sekitar 200-250 taste buds per papilla circumvalata pada setiap individu dibawah usia 20 tahun.1997. Asam cuka) dan asin (larutan garam). Pada orang usia lanjut. Mineral Zn . Elektrogustometri Tes pengecapan secara kuantitatif. kecut/asam (lar. permukaan dorsal lidah cenderung menjadi lebih licin karena atrofi papilla lidah. Pada konsentrasi tinggi. Pemeriksaan Penunjang yang dilakukan untuk mendeteksi gangguan pengecapan ialah: 1. Ganong. Papilla circumvalata yang lebih besar masing-masing mengandung sampai 100 papilla pengecap.Masing-masing papilla pengecap dipersarafi 50 serat saraf dan setiap serat saraf menerima masukan dari rata-rata 5 papilla pengecap. bila substansi pengecap berada dalam konsentrasi rendah. Penderita diminta utk mengidentifikasi rasa dari bahan tes yang diletakkan diatas lidah sambil menutup hidung. tiga atau bahkan empat rangsang pengecap primer dan juga oleh beberapa rangsang pengecap yang lain yang tidak termasuk dalam kategori primer (Diah Savitri. biasanya terletak di sisi papilla. The Drop Technique Digunakan 4 macam rasa manis (gula pasir). dan menurun hingga 200 taste buds atau kurang menjelang maturitas.

Aliran saliva biasanya sangat berkurang sehingga mukosa menjadi kering dan tidak lentur. Pada mereka yang menjadi vegetarian (mengkonsumsi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan) dan padamereka yang tidak nafsu makan karena gangguan kejiwaan (anoreksia nervosa) dapat mengakibatkan kurangnya mineral Zn sehingga hal ini perlu mendapat perhatian jika mengalami gangguan pengecapan. mencium bau dan mengecap. misalnya makanan yang berasal dari protein hewani mengandung banyak mineral Zn. Mineral Zn berperanan di dalam fungsi berbagai indera seperti melihat.Salah satu perubahan yang terjadi pada air ludah penderita dengan gangguan pengecapan adalah berkurangnya kadar Zn di dalam air ludah. Lapisan sel berkeratin yang biasanya melindungi mukosa tidak ada lagi sehingga lebih mudah terjadi cedera bila ada iritasi mekanis. Degenerasi pada mukosa rongga mulut Pada mukosa rongga mulut terjadi atrofi. Kadar Zn di dalam air ludah ditentukan oleh diet/ makanan yang dikonsumsi. atau iritasi kuman. berkurangnya kelenturan dan berkurangnya tunika propia. 6. 7. Mukosa tampak seperti lilin atau satin. atau kelihatan sembab. Jaringan penyambung lebih sukar menutup bila terjadi luka. Kadar Zn pada air ludah orang dewasa berkisar 90-120 ìg/100 ml. Sering terdapat perasaan terbakar dan fungsi indera pengecap sangat menurun. sedangkan sebaliknya makanan yang berasal dari protein tumbuh-tumbuhan mengandung sedikit Zn. kimiawi. Degenerasi pada Jaringan Periodontal .

berkurangnya jaringan ikat. atropi sel epitel. Pada tulang alveolar kemampuan metabolisme serta kapasitas penyembuhan dan Pada tulang alveolar terjadi atropi. Pada jaringan gingiva Terjadi resesi. meningkatnya daya resorpsi. bertambahnya serat kolagen. resesi. berkurangnya vaskularisasi. Pada ligamen periodontal Pada ligamen periodontal dapat timbul penambahan serat elastis. Beberapa perubahan jaringan periodontal pada manula yaitu a.Prevalensi penyakit periodontal. kerusakan jaringan dan kehilangan gigi lebih banyak diakibatkan oleh bertambahnya usia. Sebagian besar penyakit periodontal bersifat inflamasi dengan penyebab utamanya adalah plak dan bakteri yang didukung oleh beberapa faktor lokal dan sistemik dan sangat sulit membedakan antara kerusakan patologi dengan kerusakan fisiologis suatu jaringan pada manula. gigi yang mengalami migrasi. ligamen periodontal. osteoporosis. hilangnya retepeg. Beberapa jaringan mengalami perubahankarena penuaan dan hal itu mungkin karena efek dari penyakit periodontal. Perubahan jaringan periodontal yang berhubungan dengan usia lanjut meliuti gingiva. menurunnya d. tulang alveolar dan sementum. penurunan mitosis. Penurunan vaskularisasi. turunnya metabolisme dan oksidasi jaringan b. kegoyangan gigi dan tanggalnya gigi. c. Pada sementum Pada sementum terjadi deposisi terus menerus sesuai dengan bertambahnya usia Tanda-tanda klinis yang berhubungan dengan jaringan periodontal pada manula adalah atrisi. .

Kadar Ca dan P. Etiologi : usia dan penyakit sistemik dll Pathogenesis terjadi osteoporosis ada 4 tahap : a. Degenerasi jaringan lunak misalnya degenerasi pulpa Degenerasi jaringan keras misalnya degenerasi sendi Faktor etiologi dari degeneras: usia. Pada umumnya pathogenesis degenerasi lunak maupun keras merupakan akibat dari penurunan usia dan ini mengakibatkan penimbunan sel dan lipid sehingga terjadi secara bertahap. dan nyeri pada tulang . Kadar zat kapur (Ca) dan pospat. Alkalin phosphate lebih tinggi dari kadar normal d. Osteoporosis merupakan suatu penyakit dimana massa tulang menjadi rapuh dan berkurang (matriks penyusunnya). kapasitas kekuatan jaringan tersebut. penurunan kekuatan jaringan. Kadar alkalin phosphate darah masih normal kecuali bila sudah terjadi patah tulang c.BAB IV PENUTUP KESIMPULAN 1. b. serta PTH (para thyroid hormone) dalam darah biasanya normal. serta laju endap darah masih dalam batas normal. Pada skenario didapatka adanya 2 degenerasi yaitu degenerasi jaringan lunak dan degenerasi jaringan keras. 2. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan rontgenologis maupun laboratorium Gejala klinis: sering capek dan daya tahan tubuh berkurang.

Xerostomia merupakan suatu penyakit dimana terdapat kekeringan saliva dalam rongga mulut. Pada keadaan menopause produksi estrogen berkurang drastis dan pada akhirnya akan terhenti sama sekali. 5. Osteoporosis sekunder c.Klasifikasi osteoporosis: a. Pemerikasaannya bisa menggunakan sialograf dan pemeriksaan palpasi dan penentuan vsikositas komposisi dari saliva. Osteoporosis pada usia anak anak d. Osteoporosis pada usia muda 3. terdapat manifestasi oral candida. obat obatan.Pada dasarnya menopause juga terjadi pada laki-laki tetapi hanya berbeda istilah yang biasanya disebut . obat obatan juga merangsang saraf otonom yang dapat menyebabkan aliran saliva berkurang. mati dan regenerasi. Osteoporosis primer b. taste disosder dll. Taste disosder : Sensasi rasa pengecap timbul akibat deteksi zat kimia oleh resepor khusus di ujung sel pengecap (taste buds) yang terdapat di permukaan lidah dan palatum molle. stress dll Pathogenesis dari xerostomia dijelaskan sesuai dengan etiologi xerostomia misalnya saja pada usia semakin tua usia seseorang maka daya tahan aliran saliva yang berasal dari kelenjar saliva dan duktusnya mengalami kemunduruan. sinar radiasi (pada kepala dan leher). ada sensasi terbakar. Estrogen merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh oleh kelenjar gonadotropin pada wanita. Sel pengecap tetap mengalami perubahan pada pertumbuhan. Menopause disebut juga sebagai “syndrom menghilangnya estrogen”. Etiologi xerostomia : usia. Gejala klinis : terdapat karies. 4.

DAFTAR PUSTAKA Fawcet. Buku Ajar Histologi. Ed. Alih bahasa. 1997. Alih bahasa. Jan Tambayong. Narland Sumawinata. Teks dan Atlas. Alih bahasa. J. Ed. Prinsip dan Praktik Ilmu Endodonsi. Outlines of Patology. Jakarta: EGC . Frans Dany. Jakarta: EGC Guyton. Editor. Irawati Setiawan. Narland Sumawinata. 1997. 1990. Ny. Don W. Jakarta: Pustaka Populer Obor Robbins. Buku Ajar Patologi.. 2000. 1996. Anatomi Gigi. Ed 5. 2007. 1991. Jakarta: EGC Herbert. 1997. Buku Teks Histologi. Faisal. Jakarta: EGC Yatim. Alih bahasa. J. Ed. Itjiningsih. Penyakit Mulut. Alih bahasa. dkk. 4. Ed. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.2. Jakarta: EGC W. Kedua keadaan ini biasa disebut sebagai gonadopause.dengan andropause hanya saja datangnya lebih lambat dibandingkan dengan wanita. Staf Pengajar Laboratorium Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Buku Ajar Praktis Bedah Mulut.V. Editor. America: C. Richard E. Ed. C Roland. Jan Tambayong. 1995. Histologi Dasar. Arthur C. editor. editor. 9. luiz. Gordon. Jan Tambayong. Lilian Yuwono. Jakarta: EGC Pedersen. 1982. 1. Jonatan Oswari. Jakarta: EGC Leeson. Lilian Yuwono. 1996. 12. Jakarta: EGC Gayford. Mosby Company Junqueira. Osteoporosis (Penyakit Kerapuhan Tulang) pada Manula.H. Purwanto Basoeseno. Jakarta: EGC Walton. editor. Alih bahasa. 2002. Alih bahasa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->