DESI FITRIANI O8O6341766 TUGAS PASAR MODAL

SAHAM SYARIAH
A. PENGERTIAN SAHAM SYARIAH

Di Indonesia, pasar modal telah berkembang sejalan dengan perkembangan perekonomian. Bahkan di tahun 2007, berdasarkan pencapaian peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), telah menempatkan Bursa Efek Indonesia sebagai bursa berkinerja terbaik kedua diantara bursa-bursa utama di dunia.1 investasi syariah telah diakomodasi oleh pasar modal – sebagai salah satu instrumen berinvestasi – dalam bentuk indeks saham sesuai dengan prinsip syariah. Saham syariah adalah2 saham-saham yang memiliki karakteristik sesuai dengan syariah Islam atau yang lebih dikenal dengan syariah compliant. Dalam melakukan transaksi di pasar modal yang harus diperhatikan adalah niat bertransaksi, untuk investasi, bukan untuk judi atau spekulasi.3 Sesuai fatwa DSN MUI, saham syariah adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan dan tidak termasuk saham yang memiliki hak hak istimewa, bukan merupakan saham perusahaan yang melakukan kegiatan usaha yang dilarang oleh syariah. Terdapat beberapa pendekatan untuk menyeleksi suatu saham apakah bisa dikategorikan sebagai saham syariah atau tidak yaitu:4 • Pendekatan jual beli. Dalam pendekatan ini diasumsikan saham adalah asset dan dalam jual beli ada pertukaran asset ini dengan uang. Juga bisa dikategorikan sebagai sebuah kerja sama yang memakai prinsip bagi hasil (profit-loss sharing).

1

http://revoluthion.wordpress.com/2009/11/02/saham-syariah-alternatif-investasiumat-muslim/ 2 http://junaidichaniago.wordpress.com/2009/04/03/sekilas-mengenai-sahamsyariah-dan-jakarta-islamic-index-jii/ 3 Sri Nurhayati, akuntansi syariah di indonesia, hlm. 322.
4

yaitu: a. Dengan menggunakan pendekatan produksi ini. • Pendekatan pendapatan. Ketika ada pendapatan yang diperoleh dari Bunga (interest) maka secara umum kita bisa mengatakan bahwa saham perusahaan tersebut tidak syariah karena masih ada unsur riba disana. Preferred Stock (saham istimewa) Saham jenis ini diharamkan oleh ketentuan syariah karena terdapat dua karakteristik utama. atau sama sekali tidak ada hutang atas modal. Metode ini lebih melihat pada pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut. Akan tetapi untuk saat ini bagi perusahan agak sulit untuk membuat ratio ini nol. Oleh karena itu ada toleransi-toleransi atau batasan seberapa besar “Debt to Equity ratio“ ini. babi dan semua turunan-turunannya. Oleh karena itu seluruh pendapatan yang didapat oleh perusahaan harus terhindar dan bebas dari bunga atau interest. zina. b. Namun secara keseluruhan kurang dari 45% bisa diklaim sebagai perusahaan yang memiliki saham sariah. Dengan melihat ratio hutang terhadap modal atau yang lebih dikenal dengan debt/equity ratio. Adapun jenis instrumen pasar modal yang jelas diharamkan syariah adalah sebagai berikut:5 1. sebuah saham bisa diklaim sebagai saham yang halal ketika produksi dari barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan bebas dari element-element yang haram yang secara explicit disebut di dalam Al-Quran seperti riba. 5 http://idod. Semakin besar ratio ini semakin besar ketergantungan modal terhadap hutang. sedangkan terjadinya transaksi jual beli dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo. Adanya keuntungan tetap (pre-determinant revenue). Hal ini mengandung unsur ketidakadilan. Dengan melihat ratio ini maka diketahui jumlah hutang yang digunakan untuk modal atas perusahaan ini.• Pendekatan aktivitas keuangan atau produksi.com/2009/11/04/saham-syariah/ . 2. minuman yang memabukkan. judi. • Pendekatan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Forward Contract Forward contract diharamkan karena segala bentuk jual beli utang (dayn bi dayn) tidak sesuai dengan syariah. Hal ini menurut kalangan ulama dikategorikan sebagai riba. Bentuk kontrak forward ini dilarang dalam Islam karena dianggap jual beli utang/piutang terdapat unsur ribawi. Pemilik saham preferen mendapatkan hak istimewa terutama pada saat likuidasi.wordpress. Dan masing masing syariah indeks di dunia berbeda dalam penetapan hal ini.

bekerja sama dengan Dewan Syariah Nasional. dan atau Barang dan atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat. Burhanuddin Abdullah. Jakarta Islamic Index terdiri dari 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang sesuai dengan syariah Islam. jenis kegiatan utama suatu badan usaha yang dinilai tidak memenuhi syariah Islam adalah: • • Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang. http://archive. dimana pada pertengahan tahun 2000 dikeluarkan Jakarta Islamic Index (JII).2008b) a. Transaksi option ini bersifat tidak ada (non exist) dan dinilai oleh kalangan ulama bahwa kontrak option ini termasuk future. memperdagangkan dan atau menyediakan : Barang dan atau jasa yang haram karena zatnya (haram li-dzatihi) Barang dan atau jasa yang haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI.7 Pada awal peluncurannya.A. mendistribusikan. Kriteria Pemilihan Saham yang Memenuhi Prinsip-prinsip Syariah Berdasarkan arahan Dewan Syariah Nasional dan Peraturan Bapepam – LK Nomor IX.BEI. (PT.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. tugas pemilihan saham-saham tersebut dilakukan oleh Bapepam – LK. Memproduksi.BEI. Menyelenggarakan jasa keuangan yang menerapkan konsep ribawi. hlm. yaitu untuk membeli dan menjual barang yang tidak disertai dengan underlying asset atau real asset. Hal ini tertuang dalam Peraturan Bapepam – LK Nomor II. menanti kemakmuran negeri.13 tentang Penerbitan Efek Syariah. di Indonesia juga telah dikembangkan pasar modal syariah.3. pemilihan saham yang masuk dalam kriteria syariah melibatkan pihak Dewan Pengawas Syariah PT Danareksa Investment Management. jual beli resiko yang mengandung gharar dan maysir. Seiring perkembangan pasar modal.us/thread/2363960 • • • • 6 7 . yaitu mengandung unsur gharar (penipuan/spekulasi) dan maysir (judi). 31.2008).K. Akan tetapi seiring perkembangan pasar.6 Indeks ini mensyaratkan saham dengan jenis usaha utama dan ratio keuangan yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan diharapkan menjadi tolak ukur kinerja saham-saham yang berbasis syariah serta untuk lebih mengembangkan pasar modal syariah (PT.kaskus. Option Option merupakan hak.

hlm.. Kriteria Pemilihan Saham Jakarta Islamic Index Untuk menetapkan saham-saham yang masuk dalam perhitungan Jakarta Islamic Index dilakukan proses seleksi sebagai berikut:9 • Saham-saham yang akan dipilih berdasarkan Daftar Efek Syariah (DES) yang dikeluarkan oleh Bapepam – LK. 3. Evaluasi Indeks dan Penggantian Saham Jakarta Islamic Index direview setiap 6 bulan. PERATURAN MENGENAI SAHAM SYARIAH 8 9 Nurhayati. op cit. Dari 60 saham tersebut. Sedangkan perubahan jenis usaha emiten akan dimonitor secara terus menerus berdasarkan data public yang tersedia. Tidak melakukan perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang / jasa dan perdagangan dengan penawaran dan permintaan palsu Tidak melebihi rasio keuangan sebagai berikut: o • Total hutang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 82% (hutang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 45% : 55%) Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan (revenue) tidak lebih dari 10% o b. Sedangkan kriteria saham yang masuk dalam katagori syariah adalah:8 • • Tidak melakukan kegiatan usaha sebagaimana yang diuraikan di atas. kecuali investasi tersebut dinyatakan kesyariahannya oleh DSN-MUI. 321.• Melakukan investasi pada perusahaan yang pada saat transaksi tingkat (nisbah) hutang perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan dari modalnya. yaitu setiap bulan Januari dan Juli atau berdasarkan periode yang ditetapkan oleh Bapepam-LK. Memilih 60 saham dari Daftar Efek Syariah tersebut berdasarkan urutan kapitalisasi pasar terbesar selama 1 tahun terakhir. • • c. Ahmad Gozali. . dipilih 30 saham berdasarkan tingkat likuiditas yaitu nilai transaksi di pasar reguler selama 1 tahun terakhir. hlm. B. 7O Solusi Keuangan.

10 Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa terdapat karekteristik tersendiri dalam melakukan investasi syariah. Jakarta (Bank Indonesia-Dewan Syariah Nasional: 2003.1 tentang kriteria dan penerbitan daftar efek syariah. Fatwa DSN Nomor : 40/DSN-MUI/X/2003 tanggal 4 Oktober 2003 tentang Pasar Modal Dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah Di Bidang Pasar Modal11. Cit. Dewan Syariah Nasional (DSN) suatu lembaga dibawah MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang dibentuk tahun 1999 telah megeluarkan ketentuan mengenai kegiatan investasi di pasar modal syariah. . hlm. op cit. Kafalah. 317 Dewan Syariah Nasional. Peraturan yang dikeluarkan bapepam mengenai efek syariah selalu mengacu pada keputusan MUI yang berhubungan dengan pasar modal syariah. ketentuan perusahaan yang menerbitkan efek syariah dan serta peraturan mengenai penerbitan efek syariah. IX..II. Batasan tersebut adalah berupa kesesuaian suatu produk investasi atas prinsip-prinsip ajaran Islam. ketentuan umum. IX. dan NO: 05/DSN-MUI/IV/200O mengenai jual beli saham. Ketentuan tersebut dituangkan kedalam beberapa fatwa MUI tentang kegiatan investasi yang sesuai syariah ke dalam produk-produk investasi di Pasar Modal Indonesia. Isinya lebih mengatur kepada akad akad dalam pasar modal syariah seperti pada Ijarah.A. 10 11 Nurhayati.Bapepam sebagai lembaga yang berwenang telah menerbitkan peraturan mengenai pasar modal syariah.1312. termasuk juga di sektor pasar modal. Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional. 12 Nurhayati. bapepam mengatur mengenai akad akad yang digunakan dalam penerbitan efek syariah. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP.130 /BL/2006 Tentang Penerbitan Efek Syariah. Mudharabah dan Wakalah. Untuk kriteria pemilihan saham syariah didasarkan kepada peraturan Bapepam & LK No. loc. Dalam peraturan bapepam no..K. Edisi 2) hlm 263.A. bapepam mengatur mengenai definisi efek syariah. Sedangkan dalam peraturan bapepam no.14.

seperti saham perbankan. Sedangkan sisanya 59 saham tergolong "haram" atau tidak sesuai dengan prinsip syariah. Pemilihan saham berdasarkan laporan keuangan tahunan atau tengah tahun berakhir yang memiliki rasio kewajiban terhadap aktiva maksimal sebesar 90%. Perkembangan transaksi sesuai syariah atas instrumen pasar modal syariah. JII juga diharapkan dapat mendukung proses transparansi dan akuntabilitas saham berbasis syariah di Indonesia. Perkembangan macam instrumen pasar modal sesuai dengan syariah yang dikuatkan dengan fatwa DSN – MUI. 13 Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan Pasar Modal Syariah adalah antara lain : pertama. Perkembangan kelembagaan yang memantau macam dan transaksi pasar modal syariah (termasuk Bapepam Syariah.bapepam. perkembangan instrumen syariah terus mengalami perkembangan walaupun lambat namun pasti.pdf 14 http://www. mayoritas saham yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) terdiri dari 333 saham emiten yang tercatat.go.14 13 http://www. JII mensyaratkan saham dengan jenis usaha utama yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sudah tercatat lebih dari tiga bulan kecuali termasuk dalam 10 kapitalisasi besar. Lembaga Pemeringkat Efek Syariah dan Dewan Pengawas Islamic Market/Index). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Karim Business Consulting tahun 2003. kedua. Sisanya 34 saham tergolong subhat seperti saham industri perhotelan dan 4 saham mudharat.id/pasar_modal/publikasi_pm/kajian_pm/studi_pm_syariah. "Kesesuaian dalam prinsip tersebut didasarkan kepada produk yang dihasilkan emiten dan transaksi sahamnya di BEJ.karimconsulting. Anggota JII terdiri dari 30 saham yang mewakili + 42% dari kapitalisasi pasar di BEJ. dan ketiga.com/new/files/Artikel_08_Volatilitas.pdf .Perkembangan Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia Sejak diluncurkannya reksadana syariah pertama kali yaitu reksadana Danareksa Syariah 25 Juni 1997. Selanjutnya. diantaranya 236 saham sesuai dengan prinsip syariah dan layak untuk ditransaksikan dalam pasar modal syariah. Tujuan pembentukan JII adalah untuk meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi pada saham berbasis syariah dan memberikan manfaat bagi pemodal dalam menjalankan syariah Islam untuk melakukan investasi di Bursa. pada tanggal 3 Juli 2000 PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) telah meluncurkan Jakarta Islamic Index (JII) merupakan “Benchmark” bagi saham-saham yang berisikan saham-saham likuid dan memenuhi prinsip syariah Islam. consumer product (minuman keras) dan rokok.

Pendekatan yang kedua adalah pendekatan yang berdasarkan ciri dasar sebuah aktivitas keuangan atau produksi. . Akan tetapi untuk saat ini bagi perusahan agak sulit untuk membuat ratio ini 15 Ibid. Oleh karena itu seluruh pendapatan yang didapat oleh perusahaan harus terhindar dan bebas dari bunga atau interest. Judi. 15 Pendekatan pertama bisa kita kategorikan sebagai pendekatan jual beli. bisa dilakukan dengan 2 pendekatan. Kita bisa mengambil pendekatan ini dengan asumsi bahwa saham adalah asset dan dalam jual beli ada pertukaran asset ini dengan uang. Metode ini lebih melihat pada pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut. babi dan semua turunan turunannya. zina. Hal ini sebenarnya cukup sederhana. Minuman yang memabukkan. SCREENING SAHAM SYARIAH Untuk menyeleksi suatu saham apakah saham tersebut bisa dikategorikan sebagai saham syariah. Dengan melihat ratio ini maka kita akan mengetahui jumlah hutang yang digunakan untuk modal atas perusahaan ini. Sehingga semua perusahaan yang menjalankan bisnisnya dan berhubunga dengan aktivitasaktivitas yang disebutkan diatas tidak akan pernah bisa dikategorikan sebagai perusahaan yang memiliki saham syariah. Ada metode-metode lain yang ditambahkan untuk melengkapi apakah saham tersebut bisa dikategorikan sebagai saham-saham syariah. Dengan menggunakan pendekatan produksi ini. Akan tetapi pendekatan diatas adalah pendekatan yang sangat dasar dan sangat fundamental.C. Semakin besar ratio ini semakin besar juga ketergantungan modal terhadap hutang. Dan hal ini belum cukup untuk menseleksi saham saham syariah ini. Kita hanya melihat ratio hutang terhadap modal atau yang lebih dikenal dengan debt/equity ratio. Atau kita juga bisa mengasumsikan dan juga bisa kita kategorikan sebagai sebagai sebuah kerja sama yang memakai prinsip bagi hasil (profit-loss sharing). Ketika ada pendapatan yang diperoleh dari Bunga (interest) maka secara umum kita bisa mengatakan bahwa saham perusahaan tersebut tidak shariah karena masih ada unsur riba disana. Adapun metode-metode tersebut yang pertama adalah metode pendapatan (Income Method). sebuah saham bisa diklaim sebagai saham yang halal ketika produksi dari barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan bebas dari element-element yang haram yang secara explicit disebut di dalam AlQuran seperti riba. Metode yang kedua yang bisa dilakukan adalah mode struktur modal (Capital Structure Method) yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

321. 16 Nurhayati. Oleh karena itu ada toleransi-toleransi atau batasan batasan seberapa besar “Debt to Equity ratio” ini. . Dalam arti yang luas bisa kita katakan bahwa proses ini adalah proses pertama pada shariah stock screening. atau sama sekali tidak ada hutang atas modal. Namun secara keseluruhan kurang dari 45% bisa diklaim sebagai perusahaan yang memiliki saham sariah. Cit. Tiga metodologi diatas hanyalah sebuah guideline pada seleksi sebuah saham apakah bisa dikategorikan sebagai saham syariah atau tidak dan lebih dikenal dengan pendekatan legal. Dan ciri khas dari ketiga metodologi ini adalah qualitative. 16 Proses berikutnya diserahkan kepada regulator masing-masing. op. hlm.. Dan masing masing shariah Index didunia ini berbeda dalam penetapan hal ini.nol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful