ETIKA DALAM PRAKTIK AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

A. Pengertian Akuntansi Sektor Publik Dari berbagai buku Anglo Amerika, Akuntansi Sektor Publik diartikan sebagai mekanisme akuntansi swasta yang diberlakukan dalam praktik-praktik organisasi publik. Dari berbagai buku lama terbitan Eropa Barat, akuntansi sektor publik disebut akuntansi pemerintah. Dan di berbagai kesempatan disebut juga sebagai akuntansi keuangan publik. Berbagai perkembangan terakhir sebagai dampak keberhasilan penerapan accrual base di Selandia Baru pemahaman ini berubah, akuntansi sektor publik didefinisikan sebagai akuntansi dana masyarakat. Dana masyarakat diartikan sebagai dana yang dimiliki oleh masyarakat bukan individual, yang biasanya dikelola oleh organisasi-organisasi sektor publik, dan juga pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan swasta. Jadi, Akuntansi Sektor Publik dapat didefinisikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen di bawahnya, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan swasta. Intinya organisasi sektor publik adalah organisasi-organisasi yang menggunakan dana masyarakat, sehingga perlu melakukan pertanggungjawaban ke masyarakat, dan mempunyai karakter yang menunjukkan variasi sosial, ekonomi, politik, dan karakteristik menurut undang-undang. Akuntansi sektor publik merupakan bidang akuntansi yang mempunyai ruang lingkup lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen di bawahnya, pemerintah daerah, yayasan, partai politik, perguruan tinggi dan organisasi-organisasi nonprofit lainnya, seperti: 1. Organisasi sektor publik dapat dibatasi dengan organisasi-organisasi yang menggunakan dana masyarakat, sehingga perlu melakukan pertanggungjawaban ke masyarakat. Di Indonesia, Akuntansi Sektor Publik mencakup beberapa bidang utama, yakni: a. Akuntansi Pemerintah Pusat b. Akuntansi Pemerintah Daerah c. Akuntansi Parpol dan LSM

1

Akuntansi di pemerintah daerah atau kota praja disebut “akuntansi sektor publik”. Di pertengahan abad ke 12. Namun demikian tujuan sebenarnya adalah mempresentasikan akuntansi di perusahaan kota praja. Profesi Akuntan Sektor Publik Profesi akuntan dengan disiplin akuntansinya dianggap oleh Anglo Amerika sangat mempengaruhi pertumbuhan bisnis di seluruh dunia. Akuntansi Yayasan e. Akuntansi Tempat Peribadatan 2. Kompartemen ini mewadahi para pekerja bidang akuntansi 2 . perusahaan didirikan oleh pemerintah kota praja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. yang dulunya tidak terpengaruh. di luar sektor pertahanan dan keamanan. Uang merupakan alat tukar penengah dan sumber kekayaan. sehingga akuntan dibayar untuk mengembangkan kekayaan orang lain. Awalnya profesi akuntansi dimunculkan dalam suatu organisasi Institute of Chartered Accountans yang didirikan pada tahun 1880. Di Inggris pada akhir abad 19. Aktivitas yang mendekatkan diri ke pasar tidak pernah ditujukan untuk memindahkan organisasi sektor publik ke sektor swasta. Selayaknya suatu bidang ilmu. Keterkaitan profesi ini dengan mata rantai uang yang telah menyebabkan penyebaran yang cepat ke berbagai organisasi. perusahaan kota praja disatukan dalam industri nasional dan sistem pelayanan nasional. mulai mengalami perubahan yang signifikan dalam bidang akuntansi. kekuatan terbesar akuntansi adalah kelemahan utamanya. Proses pelayanan ini menjadi sektor publik terbesar. Kondisi ini justru memperkuat akuntansi sektor publik Berdirinya Ikatan Akuntan Indonesia mulai memunculkan Kompartemen Akuntan Sektor Publik. Dua lembaga ini merupakan bentukan pemerintah daerah. Sehingga legitimasi sub disiplin akuntansi sektor publik resmi ada. B. Selanjutnya muncullah organisasi Chartered Institute of Publik Finance and Accounting yang mensertifikasikan para pekerja di sektor publik.d. dengan pertimbangan efisiensi. seperti Rusia dan negara Eropa Timur. Beberapa negara. Akuntansi Pendidikan dan Kesehatan f. Perkembangan ini diperkuat oleh lembaga The Corporate Treasurers and Accounting Institute pada tahun 1885.

kapasitas dan tujuan kebijakan ekonomi. 2. dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya publik kepada pihak pemberi mandat (prinsipal). Akuntabilitas manajerial Akuntabilitas manajerial adalah pertanggungjawban lembaga publik untuk melakukan pengelolaan organisasi secara efisien dan efektif. Penggunaan dana publik harus dilakukan secara benar dan telah mendapat otorisasi. 3 . 2. Akuntabilitas hukum dan kejujuran Akuntabilitas hukum dan kejujuran adalah akuntabilitas lembaga-lembaga publik untuk berperilaku jujur dalam bekerja dan mentaati ketentuan hukum yang berlaku. Akuntabilitas publik juga terkait dengan kewajiban untuk menjelaskan dan menjawab pertanyaan mengenai apa yang telah.dan akuntan yang bekerja di organisasi sektor publik. melaporkan. Dimensi Akuntabilitas Publik Akuntabilitas publik adalah kewajiban agen untuk mengelola sumber daya. Akuntabilitas manajerial dapat juga diartiakan sebagai akuntabilitas kinerja. 3. sosial politik ekonomi menjadi dominan. Penekanan utama akuntabilitas publik adalah pemberian informasi kepada publik dan konstituen lainnya yang menjadi pemangku kepentingan (stakeholder). Akuntabilitas sektor publik yang harus dilakukan oleh organisasi sektor publik terdiri dari beberapa aspek. akuntabilitas publik adalah pemberian informasi atas aktivitas dan kinerja pemerintah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. sehingga aspek budaya. dan direncanakan akan dilakukan organisasi sektor publik. C. sedang. Orientasi pengelolaan organisasi sektor publik akan mengubah arah pengembangan organisasi akuntansi. Dalam konteks organisasi pemerintah. Proses pengembangan profesi bidang akuntansi sektor publik sangat dipengaruhi oleh: 1. kunci pemecahan permasalahan akuntansi sektor publik adalah penyederhanaan yang logis untuk menciptakan kompleksitas bidang akuntansi sektor publik. Dimensi akuntabilitas publik yang harus dipenuhi oleh lembaga-lembaga publik tersebut antara lain: 1.

4. D. Lembaga-lembaga publik hendaknya dapat mempertanggungjawabkan 5. dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. dan apakah organisasi telah mempertimbangkan alternatif program yang memberikan hasil yang optimal dengan biaya yang minimal. Penyajian Laporan Keuangan Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. Akuntabilitas finansial Akuntabilitas finansial adalah pertanggungjawaban lembaga-lembaga publik untuk menggunakan uang publik secaea ekonomi. efisien. dan ekuitas dana pemerintah. 4 . Akuntabilitas kebijakan Akuntabilitas kebijakan terkait dengan pertanggungjawaban lembaga publik atas kebijakan-kebijakan yang diambil. kebijakan yang telah diterapkan dengan mempertimbangkan dampak di masa depan. kewajiban. 01 menyebutkan tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan. dan efektif. realisasi anggaran. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi. Menyediakan informasi mengenai posisi sumber daya ekonomi. Akuntabilitas finansial sangat penting karena pengelolaan keuangan publik akan menjadi perhatian masyarakat. arus kas. tidak ada pemborosan dan kebocoran dana serta korupsi. Sementara tujuan khusus pelaporan keuangan pemerintah adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan akuntabilitas entitas atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya dengan: 1.3. Akuntabilitas program Akuntabilitas program berkaitan dengan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat dicapai atau tidak. dan ekuitas dana pemerintah. kewajiban. Akuntabilitas finansial menekankan pada ukuran anggaran dan finansial. 2.

4. 6. Menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya. Menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggarannya. kewajiban. dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. 2. dan penggunaan sumber daya ekonomi. Catatan Atas Laporan Keuangan Menyajikan informasi mengenai penjelasan dari setiap akun yang terdapat pada laporan keuangan perusahaan. 5. entitas pelaporan diperkenankan menyajikan: a. Laporan Kinerja Keuangan sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos sebagai berikut: 5 . Komponen laporan keuangan pokok: 1. Komponen laporan keuangan tersebut disajikan oleh setiap entitas pelaporan. Neraca Neraca menggambarkan posisi keuangan pemerintah mengenai aset. alokasi dan penggunaan sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah dalam satu periode pelaporan. penggunaan. 7. Menyediakan informasi mengenai sumber. Laporan Realisasi Anggaran Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber. Selain menyajikan laporan keuangan pokok. Laporan Kinerja Keuangan Disajikan oleh entitas yang menerapkan basis akrual. 4. Menyediakan informasi mengenai potensi pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan kegiatan pemerintah.3. 3. perubahan kas dan setara kas pada tanggal pelaporan. Menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kemampuan entitas pelaporan dalam mendanai aktivitasnya. Laporan Arus Kas Menyajikan informasi mengenai sumber. Laporan Realisasi Anggaran mengungkapkan kegiatan keuangan pemerintah pusat/daerah yang menunjukkan ketaatan terhadap APBN/APBD. alokasi. kecuali Laporan Arus Kas yang hanya disajikan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan (Bendahara Umum Negara/Daerah).

E. Audit yang dilakukan pada sektor publik pemerintah berbeda dengan yang dilakukan pada sektor swasta. ada tiga jenis audit dalam audit sektor publik. Seiring dengan tuntutan masyarakat agar organisasi sektor publik meningkatkan kualitas. Laporan Perubahan Ekuitas Dalam Laporan Perubahan Ekuitas sekurang-kurangnya hanya disajikan pospos: Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran. b. kesalahan yang mendasar diatur dalam suatu standar terpisah.- Pendapatan dari kegiatan operasional. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan latar belakang institusional dan hukum. Secara umum. audit kepatuhan (compliance audit) dan audit kinerja (performance audit). Audit yang ketiga adalah audit kinerja yang merupakan perluasan dari audit 6 . yaitu audit keuangan (financial audit). Beban berdasarkan klasifikasi fungsional dan klasifikasi ekonomi. Audit kepatuhan adalah audit yang memverifikasi/memeriksa bahwa pengeluaran-pengeluaran untuk pelayanan masyarakat telah disetujui dan telah sesuai dengan peraturan undangundang. Audit Kinerja Sektor Publik Akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan pemerintah pusat maupun daerah sebagai organisasi sektor publik merupakan tujuan penting dari reformasi akuntansi dan administrasi sektor publik. tetapi perlu diperluas dengan melakukan audit terhadap kinerja sektor publik. Surplus atau defisit. diperlukan audit yang tidak hanya terbatas pada keuangan dan kepatuhan saja. profesionalisme dan akuntabilitas publik dalam menjalankan aktivitasnya. dimana audit sektor publik pemerintah mempunyai prosedur dan tanggung jawab yang berbeda serta peran yang lebih luas dibanding audit sektor swasta. yang diakui secara langsung dalam ekuitas. Setiap pos pendapatan dan belanja serta totalnya seperti diisyaratkan Efek kumulatif atas perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi dalam standar-standar lainnya. Audit keuangan adalah audit yang menjamin bahwa sistem akuntansi dan pengendalian keuangan berjalan secara efisien dan tepat serta transaksi keuangan diotorisasi serta dicatat secara benar.

auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. Reformasi Paradigma Organisasi Sektor Publik di Indonesia Praktik akuntansi sektor publik (Penlebury. Kapabilitas teknikal auditor telah diatur dalam standar umum pertama. F. Independensi auditor diperlukan karena auditor sering disebut sebagai pihak pertama dan memegang peran utama dalam pelaksanaan audit kinerja. tetapi juga menilai ketaatan aparatur pemerintahan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku. 1992) di Indonesia mempunyai empat titik kritis sebagai berikut: 1. maka kedudukan auditor sektor publik harus terbebas dari pengaruh dan campur tangan serta terpisah dari pemerintah. bila kualitas audit sektor publik rendah.keuangan dalam hal tujuan dan prosedurnya. pelayanan atau program yang dilakukan pemerintah. Kualitas audit sektor publik pemerintah ditentukan oleh kapabilitas teknikal auditor dan independensi auditor. yaitu bahwa staf yang ditugasi untuk melaksanakan audit harus secara kolektif memiliki kecakapan profesional yang memadai untuk tugas yang disyaratkan. Dengan demikian. baik secara pribadi maupun kelembagaan. serta pada standar umum yang ketiga. Audit sektor publik tidak hanya memeriksa serta menilai kewajaran laporan keuangan sektor publik. auditor sektor publik juga memeriksa dan menilai sifat-sifat hemat (ekonomis). yaitu bahwa dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. karena auditor dapat mengakses informasi keuangan dan informasi manajemen dari organisasi yang diaudit. baik dari 7 . Audit kinerja memfokuskan pemeriksaan pada tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi yang menggambarkan kinerja entitas atau fungsi yang diaudit. korupsi. Untuk meningkatkan sikap independensi auditor sektor publik. memiliki kemampuan profesional dan bersifat independen. efisien serta keefektifan dari semua pekerjaan. kolusi serta berbagai ketidakberesan. Disamping itu. akan mengakibatkan risiko tuntutan hukum (legitimasi) terhadap pejabat pemerintah dan akan muncul kecurangan. Praktik Pertanggungjawaban Akuntansi yang Layak Prosedur penghasilan dan pembayaran dari pusat pertanggungjawaban organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan pemenuhan otorisasi.

Kadangkala proses otorisasi ini dihasilkan dari proses demokrasi melalui pengambilan suara/voting. 8 . Akuntansi sektor publik yang diharapkan lebih ditekankan pada sistem dan pemeriksaan akuntansi. Sistem akuntansi sektor publik yang lebih diharapkan kepada evaluasi kinerja publik. Konsep by exception/pengecualian ini harus diatur dalam peraturan tersendiri tanpa mengabaikan tingkat pencapaian menajemen organisasi sektor publik yang terkait. Akuntan sebagai suatu profesi diminta untuk terlibat secara aktif. terkait denganpelaksanaan transparansi ekonomi. Kelebihan dana di atas pengeluaran dapat diketahui dan dikembalikan ke manajemen pusat petanggungjawaban. diharapkan menjadi turunan dari perkembangan tuntutan masyarakat terhadap bidang akuntansi untuk memajukan sektor publik. Prinsip Bruto Seluruh penghasilan dibayar bruto. tuntutan dibatasi hanya oleh profesi. Periodikal Semua pengeluaran harus dipertanggungjawabkan per periode. 4.DPR/DPRD atau komisaris. Fungsi akuntansi saat ini. Praktik ini lebih menekankan keseimbangan antara proses perencanaan dan pertanggungjawaban 2. sehingga masyarakat menuntut agar akuntan bisa dituntut dijalur hukum. Hal ini dinilai tidak wajar. Penegakan etika profesi akuntan pemeriksa saat ini menjadi suatu hal yang mendesak. Spesifikasi Pengeluaran untuk tujuan khusus harus dilandasi oleh persetujuan DPR/DPRD atau komisaris. Penekanan terhadap efisiensi keuangan dan efektivitas manajemen akan menjadi dua titik awal fokus pengembangan bidang akuntansi manajemen sektor publik. dan biaya yang terjadi dibebankan sebagai pengurang penghasilan dan harus dilampirkan secara lengkap ke setiap pusat pertanggungjawaban yang terkait. Perubahan dari sekedar moralitas menjadi realitas hukum masyarakat. dalam artian sepanjang aturan profesi dipatuhi akuntan dianggap sudah memenuhi kewajiban baik secara profesi maupun kemasyarakatan. Selama ini. sehingga otorisasi pengeluaran akan dinilai berdasarkan prestasi periode terkait. 3.

Kasus Enron dalam kaitannya dengan Pelanggaran Etika dalam Praktik Akuntansi Sektor Publik Tindakan Enron yang mengandung pelanggaran Etika dalam Praktik Akuntansi Sektor Publik. Pelanggaran terhadap Prinsip Professional Competence and Due Care Arthur Andersen selaku Pimpinan KAP tidak melakukan supervisi terhadap partnernya. Sehingga pelanggaran-pelanggaran kode etik yang dilakukan partnernya berakibat rusaknya reputasi Arthur Andersen. Pelanggaran terhadap Prinsip Confidentiality KAP Arthur Andersen telah melakukan tindakan yang tidak etis dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron sehingga menghambat proses peradilan. yang bertindak sebagai penanggung jawab audit Enron. 2. 4. Pelanggaran terhadap Prinsip Integrity Enron menyajikan informasi yang menyesatkan tentang kondisi keuangan perusahaan dan KAP Arthur Andersen sebagai akuntan public membiarkan praktik akuntansi yang tidak sehat tersebut terjadi. dan sebagian besar staf akunting Enron berasal dari KAP Arthur Andersen. 5. Hal ini dapat mengakibatkan terciptanya kesimpulan yang negatif oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki 9 . Adanya indikasi keterlibatan petinggi Gedung Putih dalam kasus Enron menimbulkan tekanan bagi KAP Arthur Andersen untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi pada Enron. padahal KAP Arthur Andersen sendiri adalah auditor eksternal dari Enron. antara lain: 1. Pelanggaran terhadap Prinsip Objectivity Demi tujuan menjaga kepercayaan investor. Pelanggaran terhadap Prinsip Professional Behavior Enron dan KAP Arthur Andersen melakukan outsourcing atas fungsi internal audit dalam perusahaan dimana kepala internal audit. Enron dan KAP Arthur Andersen merekayasa laporan keuangan sejak tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan. David Duncan. direktur keuangan. 3. Hubungan kerjasama yang telah terjalin begitu lama dengan Enron membuat KAP Arthur Andersen kehilangan objektivitasnya.

yang dapat menurunkan reputasi profesi.pengetahuan mengenai semua informasi yang relevan. 10 .