Penyakit-Penyakit Tanaman Kelapa dan Kelapa Sawit

a. Penyakit Tanaman Kelapa

1. Penyakit Busuk Tunas (Bud rot) Penyakit busuk tunas (bud rot) atau busuk umbut sudah lama dikenal pada budidaya kelapa di berbagai negara seperti Filipina, Sri Lanka, dan India. Kemudian dengan dikembangnya kelapa hibrida, penyakit ini mulai banyak terdapat. Di Sumatera Utara banyak pohon West African Tall (WAY), penghasil tepung sari, yang mati karena busuk tunas. Penyebab penyakit busuk tunas yaitu cendawan Phytophthora palmivora Buttler. yang dulu disebut juga sebagai Phytophthora feberi Maubl. Phytophthora palmivora dikenal mempunyai banyak tumbuhan inang, seperti karet, kakao, kina, jeruk, papaya, dan sebagainya. Cara penularan penyakit ini tidak diketahui dengan jelas. Namun pada umumnya dianggap sebagai spora jamur dipencarkan oleh angin dan oleh serangga, khususnya kumbang. Penyakit tidak membentuk kompleks-kompleks, tetapi tersebar secara sporadis di kebun. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit busuk tunas adalah penyakit ini lebih banyak terdapat di daerah yang basah. Kadang-kadang timbul di kebun yang terletak di tepi sungai. Penyakit ini juga lebih banyak terdapat di kebun-kebun yang terendam air, misalnya karena banjir. Infeksi lebih banyak terjadi bila cuaca sejuk dan kelembaban nisbi udara tinggi. Gejala Penyakit adalah : • • Mula-mula gejala tampak pada janur, yang warnanya Sedikit demi sedikit daun-daun bawah menjadi tidak menjadi pucat, agak condong, dan akhirnya patah. mengkilat, berwarna kuning suram, dan akhirnya coklat.

• • Daun-daun rontok. untuk mencegah infeksi .) Butl. yang mungkin adalah sebagai parasit sekunder. Jawa Tengah. dan akhirnya mati. 2. sedap. Karena umbut atau titik tumbuhnya busuk. Pengendalian: • Tanaman yang sakit ditebang dengan gergaji mesin (chain saw) dan dimusnahkan (dibakar) dan tanaman sehat di sekitarnya diinfus dengan fungisida melalui akar. Umbut tersebut berair dan tampak sebagai suatu massa berwarna kelabu. yang seterusnya dapat membentuk spora kembara (zoospore). Selain itu miselium pada buah-buah yang gugur juga dapat . pohon-pohon di sekitar tanamanyang sakit dapat disemprot dengan fungisida tembaga yang dicampur dengan insektisida. Di Beji. Penyakit Rontok Buah (Immature Nut Fall) Penyebab penyakit rontok buah disebabkan oleh cendawan Phythophthora palmivora (Butl. dan oleh masyarakat setempat disebut penyakit jomblo. Pada rontok buah di Pulau Bawean tahun 1927 – 1929 juga ditemukan Thielaviopsis paradoxa. jamur yang sama juga ditemukan pada buah kelapa setempat yang rontok sebelum waktunya. Kumbang nyiur (Oryctes rhinoceros) yang dicurigai sebagai serangga penyebar jamur penyebab penyakit Busuk Pucuk dikendalikan dengan agens hayati Metarhizium anisopliae dan sanitasi kebun • Jika penyakitnya meluas. Daur Penyakit : Jamur pada buah yang sakit dapat membentuk banyak miselium dengan sporangium. sehingga tanaman hanya tinggal Umbut yang membusuk mengeluarkan bau yang tidak mempunyai daun bagian bawah dengan beberapa buah. • • Sebagai usaha pencegahan penyakit di dekat tunas pohon diikatkan potongan goni yang telah direndam bubur Bordeaux Jika di pembibitan terdapat busuk tunas. bibit yang sakit harus segera disingkirkan bersama dengan tanah dan kantong plastiknya. tanaman yang sakit jarang dapat sembuh kembali.

Penyakit Bercak Daun Kelabu (Gray leaf spot) Penyakit bercak kelabu sudah lama dan umum di kenal di Indonesia. theae Saw.. dan tangkai tandan yang buahbuahnya sudah rontok dibersihkan dan dibinasakan dengan cara dibakar. dengan garis tengah lebih kurang 1 cm. Becak membesar. Jamur hanya dapat mengadakan infeksi jika ada luka pada daun. mempunyai 3 seta (rambut) apikal. khususnya kalium. pusatnya mengendap dan kering. yang dulu disebut Pestalotia (pestalozzia) palmarum Cooke. Untuk jarak dekat spora dapat terbawa oleh percikan air dan serangga. dan yang menderita kekurangan air dan hara tanaman. misalnya yang tumbuh di tanah yang kurus. yang diduga identik dengan P. dengan tepi yang tetap kebasah-basahan. bersekat 4. Penyakit ini terutama timbul pada tanaman-tanaman yang masih muda. 3. misalnya bubur Bordo atau Koper Oxyclorida. berwarna coklat muda kebasah-basahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit adalah penyakit ini lebih banyak terdapat pada tanaman yang kurang baik pertumbuhannya. Menyemprot tanaman yang terserang dengan fungisida yang mengandung Cu. dan jika keadaan kurang baik. yang dapat bertahan dalam buah yang busuk atau di dalam tanah.. biasanya pada pertengahan antara ujung dan pangkal buah. yaitu klamidospora.membentuk spora tahan. Gejala Penyakit adalah : Pada kulit (epikarpium) terjadi becak kecil. Penyebab penyakit bercak daun kelabu adalah cendawan Pestalotiopsis palmarum Cooke.5 μ m. Sebaliknya kelebihan nitrogen pun . Daur penyakit bercak daun kelabu adalah spora jamur (konidium) dipencarkan oleh angin. Pengendalian: • • • Buah-buah sakit yang tertahan dalam tajuk. Biasanya buah hanya akan gugur jika becak mencapai kelopak (tudung bunga). Konidium jamur ini berbentuk kumparan. berukuran 25 – 28 x 6 – 7. Pemupukan yang teratur dan pemberian air pada musim kemarau.

antara lain pemberian air yang cukup.2 %.menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan. bercak karena Pestalotiopsis pada umumnya tidak dikelilingi oleh jamur klorotik 9halo). Daun-daun yang mulai menunjukkan gejala dipotong dan dipendam atau dibakar. Yang jenisnya belum dapat deitentukan. baik air hujan maupun air siraman. Pemberian peteduh yang ringan pada pembibitan dan tanaman yang umurnya kurang dari 2 tahun akan mengurangi penyakit. Bercak-bercak dapat bersatu sehingga terjadi becak yang besar. Berbeda dengan bercak daun yang disebabkan oleh jamur lain. Bercak-bercak bersatu membentuk bercak yang lebih besar yang terdapat bintik-bintik yang terdiri dari acervuli cendawan. khususnya jika bibit diatur terlalu rapat. Tanaman yang diberi pupuk kandang kandang terlalu banyak juga menjadi lebih rentan.1 . Gejala penyakit adalah timbul bercak-bercak yang tembus cahaya pada daun-daun dan kemudian berubah warna menjadi coklat kekuning-kuningan sampai kelabu. Penyakit Busuk Janur (Spear Rot) Penyebab busuk janur disebabkan oleh cendawan Fusarium sp. Pengendalian • Harus diusahakan agar pembibitan dan tanaman muda selalu berada dalam kondisi yang sebaik-baiknya. • • • Bibit disemprot dengan fungisida misalnya Dithane M-45 atau Perenox dengan dosis 0. 4.0. dan pemupukan yang seimbang. Spora disebarkan oleh percikan air. Gejala Penyakit adalah : • Timbul becak-becak tembus cahaya pada permukaan daun yang kemudian segera menjadi coklat kekuningan dan sering bersatu membentuk becak yang lebih besar . Bagian yang kelabu ini dikelilingi oleh tepi coklat tua. Jamur membentuk banyak konidium pada jaringan yang diserang jika udara sangat lembab.

5. misalnya Bubur Bordo atau Koper Oxyclorida. misalnya gangguan pada akar akibat kondisi tanah yang kurang cocok. misalnya kebun banyak gulma dan kotor Faktor hama/penyakit yang berkembang biak tanpa . genangan air faktor kultur teknis. pemupukan yangkurang dan tidak teratur • • terkontrol • terganggu. makin ke pucuk ukuran pelepah dan daun makin kecil faktor fisiologis. sehingga janur dapat dicabut Jika keadaannya sangat lembab.• • Pengendalian: • Pangkal daun membusuk. Sebaiknya tanaman yang sakit disingkirkan dari pembibitan dan dibinasakan karena jaringan yang sakit dapat membentuk banyak spora bila keadaan lembab. bibit di pembibitan jangan diatur terlalu rapat Menyemprotan bibit atau tanaman muda dengan fungisida yang mengandung senyawa Cu. Gejala penyakit : • • seluruh atau sebagian daun berwarna kuning terutama bila terkena sinar matahari tanaman tumbuh kerdil. penggunaan pestisida yang tidak tepat. misalnya cara pengolahan tanah yang dan kekeringan tidak menurut aturan. pada janur yang sakit akan dengan mudah. sehingga metabolisme tanaman keadaan vegetasi. Penyakit Layu Kuning Penyebab penyakit layu kuning adalah sebagai berikut : • • faktor lingkungan yang jelek misalnya aerasi. terlihat adanya miselium seperti kapas berwarna putih atau merah jambu. • • Agar penularan karena spora yang terbawa oleh percikan air dapat dikurangi.

merekah serta terbuka tidak sempurna. dengan tudung terdapat bilah-bilah yang berwarna putih. 6. . Miselium membentuk berkasberkas. Bahkan penyakit masih dapat timbul pada bibit berumur 2 – 3 bulan. Badan buah berwarna putih. Dengan demikian kelihatannya benih tidak tumbuh.• • sebagian pelepah bagian atas kurus dan menekuk pada ujungnya dan sebagian pelepah bagian bawah menggantung dan kering bunga dan bakal buah jarang sekali. atau ada tunas yang mati segera sesudah tumbuh. Penyebab penyakit busuk kuncup adalah cendawan Marasmius palmavirus. mulai menarik perhatian setelah dibudidayakannya kelapa hibrida di Indonesia. cendawan dipencarkan oleh basidiospora yang dibentuk pada badan buah. Ukuran buah kecil dan bersegi-segi tidak teratur • ukuran mayang yang tumbuh setelah pohon sakit lebih pendek dan kecil. Adakalanya mayang yang masih terbungkus • membusuk menyerupai serangan penyakit busuk. kultur teknis dan tindakan lain. Penyakit Busuk Kuncup (Pre-emergent shoot rot) Penyakit busuk kuncup sering disebut Busuk Tunas Marasmius. membentuk miselium berwarna putih atau putih merah jambu. atau rizomorf. Pengendalian penyakit layu kuning dilaksanakan melalui perbaikan sanitasi. Daur penyakit busuk kuncup. Buah muda berguguran dan sedikit sekali yang sanggup menjadi tua. dan di dekat rizomorf ini jamur membentuk badan buah yang berbentuk paying. Kemungkinan besar spora ini disebarkan oleh angin. Benih kelapa hibrida di persemaian ada yang tidak tumbuh. meluas seperti kipas pada permukaan sabut. bertangkai. Gejala Penyakit: • Tunas mengalami infeksi dan biasanya mati sebelum muncul dari sabut.

Pengendalian: • • Harus diusahakan agar kondisi pertumbuhan bibit atau tanaman muda Jika baru beberapa tanaman dalam pembibitan yang terjangkit. 7. Kedua jamur ini sering terdapat pada satu tanaman.• Pada stadium infeksi awal. Spora jamur-jamur tersebut dapat dipencarkan oleh angin. bila sabutnya dibuka terlihat bercak-bercak dan lapisan miselia berwarna putih atau putih kemerah-merahan pada kuncup dan tepi bakal daun. percikan air. Penyakit Bercak Daun (Brown leaf) Penyebab bercak daun disebabkan oleh dua macam jamur yaitu cendawan Helminthosporium incurvatum Bernard dan Curvularia maculans (Bancroft) Boedijn. karena cendawan ini akan berkembang baik pada kelembaban tinggi. • Jika jamur berkembang pada bibit yang sudah tumbuh. sebelum benih disemaikan sebaiknya didesinfektir dahulu dengan fungisida dengan jalan merendamnya di dalam larutan Difolatan 4F • usahakan adanya sanitasi dan menghindarkan terjadinya kelembaban yang terlalu tinggi dipersemaian. dan oleh serangga. daun yang sakit dipotong dan dipendam atau dibakar. Pengendalian: • untuk mencegah infeksi pada benih. Gejala Penyakit: • • Pada permukaan daun timbul bercak-bercak bulat kecil yang kemudian bertambah besar dan berubah warna menjadi coklat tua Bercak-bercak memanjang. dauntersebut kemudian berubah menjadi lonjong dan mendekati optimum. jamur dapat dimatikan dengan menggosoknya memakai kapas atau kain yang sudah dicelup dalam suspensi fungisida. agar penyakit tidak meluas .

luka luka yang terjadi diobati dengan fungisida selama beberapa minggu. 9.• Semprotlah bibit atau tanaman muda yang baru dipindahkan dengan fungisida Difolatan 4F. Gejala yang khas pada pohon yang sakit adalah keluarnya cairan coklat kemerahan dari retakan-retakan pada batang. 8. Pada tingkat yang lebih lanjut jaringan yang membusuk itu mongering. Bila retakan tempat keluarnya cairan tadi dikorek. yaitu Thielaviopsis ethaceticus Went Daur penyakit yaitu jamur penyebab penyakit ini terdapat di manamana. dan akan mengeluarkan bunyi yang khas bila dipukul. Tetapi batang berdarah yang dianggap merugikan disini disebabkan oleh jamur Ceratocystis paradoxa (Dade) Moreau. berwarna coklat kekuningan. Jamur hanya dapat mengadakan infeksi melalui luka-luka. yang biasanya banyak terdapat pada permukaan batang kelapa. Jamur ini diduga identik dengan penyebab penyakit nenas pada tebu. Pengendalian : • • Sebaiknya mengusahakan agar kita menghindarkan terjadinya lukaPada batang yang telah sakit jaringan yang busuk dibersihkan. tergolong parasit lemah yang polifag. yang dulu dikenal dengan nama Thielaviopsis paradoxa (de Seynes) von Hohn. Penyakit Karat Batang Penyebab dari penyakit karat batang adalah cendawan Ceratostomella paradoxa. Batang Berdarah Penyebab penyakit pendarahan pada batang kelapa dapat disebabkan oleh beberapa penyebab. sehingga batang menjadi berongga. Gejala penyakit yang ditimbulkan adalah batang menjadi rusak dan . dapat menyerang bermacammacam tanaman dan dapat hidup pada berbagai bahan organic. Kelak cairan ini mongering menjadi retak berwarna coklat kehitaman yang menempel pada permukaan batang. termasuk penyebab mekanis dan hewan. tampak bahwa jaringan batang bagian dalam telah membusuk. Dithane M-45 atau Daconil 75 WP.

berdiameter kurang dari 3 mm dan berwarna coklat muda • bercak-becak meluas dengan cepat. Penyebab dari penyakit layu Natuna ini adalah Thielaviopsis sp. Penyakit layu Natuna . Pada tahun 1978 di Kepulauan Natuna terdapat banyak pohon kelapa yang layu.. Gejala: Mula-mula daun-daun tengah layu. Layu yang muncul secara tiba-tiba pada seluruh bagian daun mahkota. dan akhirnya mati. dimana jaringan pada bagian ini telah rusak. dan warnanya berubah menjadi cokalt tua. dan akhirnya mati. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan menyayat atau mengerok bagian yang rusak. menguning. Fusarium sp. pelepah-pelepah bergantungan dan akhirnya berguguran berikut tandan buahnya. bakteri Erwinia sp. Proses kematian sangat cepat 13 bualan sejak gejala awal mulai muncul. menguning. Penyakit sarang laba-laba (Leaf blotch) Penyebab penyakit ini adalah cendawan Corticium penicillatum... 11. umumnya pada permukaan bawah daun bibit kelapa. Penyakit hanya timbul pada pohonpohon yang umurnya lebuh dari 25 tahun. tutup dengan penutup luka. Gejala yang ditimbulkan : • adanya becak-becak kecil basah. 10. dan Pseudomonas sp. berbentuk bulat. Kemudian warna berubah menjadi kusam. Botrydiplodia sp. Dithane M-45. Kemudian terjadi gangguan fisiologis yang mempengaruhi pertumbuhannya.. Cara pengendalian: • • • Menyemprotl bibit atau tanaman muda dengan fungisida seperti Benlate. Chlaropsis sp. atau lainnya Daun yang terserang sebaiknya dipotong dan dibakar Hindarilah terjadinya kelembaban yang terlalu tinggi. Beberapa becak bersatu dan terjadi nekrosis besar memanjang tidak beraturan..dari celah-celah batang yang berwarna karat akan keluar cairan.

drainase jelek dan tata udara yang buruk. Membongkar dan membinasakan tanaman yang terserang penyakit. Pohon yang terserang penyakit dibongkar dan dibakar pada tempat yang terpisah. Penyebab penyakit ini adalah cendawan parasit yang kadang-kadang diperburuk pula dengan adanya gangguan nematoda parasit. 13. 14. Penyakit Akar . Penyakit Layu Kalimantan 12. Gejala yang ditimbulkan adalah adanya perubahan warna daun secara berangsur-angsur. Gejala yang ditimbulkan adalah • pembusukan akar akibat permukaan air tanah yang dangkal. pemupukan dan pola tanam yang tepat karantina tanaman agar tidak terjadi lalu lintas gelap yang dapat mengakibatkan penyebaran penyakit dari satu daerah ke daerah lain menanam bibit yang sehat. Penyakit Busuk Akar Penyebab penyakit ini adalah cendawan Ganoderma lucidum. Warna kuning pucat pada daun terbawah berangsur-angsur hilang ke bagian daun yang lebih muda. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara kultur teknis dan sanitasi seperti yang dilakukan pada penyakit layu natuna. subur dan kuat.Pengendalaian: • • • • • penataan air tanah dengan membuat saluran-saluran drainase pengoalah tanah yang abik. Ujung-ujung daun mengkerut dan banyak yang kering. Gejala ini seperti gejala defisiensi unsur hara. Pengendalian yang dapat dilakukan: • perbaikan sifat-sifat fisik tanah dan pembuatan saluran-saluran drainase. berupa pemeliharaan. karena terjadinya gangguan transportasi dalam jaringan tanaman.

kemudian menginfeksi pohon yang berada disekitarnya dan membentuk sarang penyakit. kemudian diikuti daun-daun muda di atasnya. Beberapa jenis serangga yang potensial sebagai vektor/penular penyakit layu Kalimantan adalah dari ordo Homoptera seperti Sophonia spp. akhirnya seluruh daun dan buah kering mengakibatkan pohon mati. Gejala lainnya adalah petiol dari pohon yang terserang patah dekat pangkalnya di ikuti dengan tandan buah..Penyakit layu Kalimantan merupakan penyakit berbahaya yang menyerang Kelapa di Kalimantan Tengah. • Pengendalian gulma Areal pertanaman kelapa di Kalimantan Tengah berada di daerah pasang surut. Pola sebaran penyakit pada awalnya cenderung tersebar secara acak satu pohon terserang dalam plot. Gejala: Gejala penyakit layu Kalimantan pertama pelepah-pelepah daun tua yang paling bawah layu dan mengering. dan secara cepat menyerang dan mematikan tanaman adalam plot. di daerah tersebut pertumbuhan rerumputan/gulma sangat cepat . sehingga membentuk kelompok-kelompok sarang. Penyakit ini disebabkan oleh Phytoplasma australiensis dan Phytoplasma oryzae. di antaranya ada yang hanya berisi sabut. Idioscopus clypealis. Buah dari pohon yang terserang umumnya menjadi lonjong. Upaya pengendalaian yang dapat dilakukan yaitu dengan menebang dan membakar pohon terserang. dan Nisia nervosa. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : • Eradikasi tanaman penyerang Menebang dan membakar semua pohon yang menunjukan gejala penyakit. Hal ini dilakukan untuk mengilangkan sumber penyakit/patogen dilokasi tanaman kelapa. membersihkan gulma dipertanaman kelapa. Biasanya daun-daun yang kering menggantung diseputar batang. Proses kematian tanaman kelapa sejak gejala penyakit terlihat berlangsung antara 4 sampai 31 bulan. tidak terbentuk tempurung dan daging buah. dan menanam kultivar kelapa yang resisten.

Pengendalian gulma bertujuan untuk mengurangi tanaman inang dari serangga vektor. Penyakit Kelapa Sawit 1. b. Kondisi ini sangat cocok sebagai tempat hidup dan berkembang biak berbagai jenis serangga termasuk serangga-serangga wereng yang dikenal sebagai vektor/penular phytoplasma. Pada tahun 2005 Balitka sudah memulai penelitian pengujian resistensi terhadap 35 kultivar kelapa yang dikoleksi dari berbagai wilayah di Indonesia. • Kultivar resisten Untuk jangka panjang penggunaan kultivar resisten merupakan salah satu cara pengendalian yang dapat menekan berkembangnya penyakit tetapi cara ini tidaklah mudah karena harus melalui pengujian lapangan.dan kompak. Cara pengendalian : • Melakukan kegiatan persemaian dengan baik Mengatur pengairan agar tidak terjadi kekeringan di pertanaman • 2. Penyakit Akar (Blast disease) Gejala serangan : • • Tanaman tumbuh abnormal dan lemah Daun tanaman berubah menjadi berwarna kuning Penyebab : Jamur Rhizoctonia lamellifera dan Phytium sp. Hasil penelitian pengendalian gulma secara mekanis maupun penyemprotan dengan herbisida dapat mencegah munculnya serangan penyakit apabila dilakukan secara berkala tiap dua bulan. Penyakit Busuk Pangkal Batang (Basal stem rot/Ganoderma) Gejala serangan: • • • • Daun berwarna hijau pucat Jamur yang terbentuk sedikit Daun tua menjadi layu dan patah Dari tempat yang terinfeksi keluar getah .

Penyebab : Belum diketahui dengan pasti. Penyakit Busuk Kuncup (Spear rot) Gejala serangan: • Jaringan pada kuncup (spear) membusuk dan berwarna kecokelatan. Penyakit Busuk Titk Tumbuh (Bud rot) Gejala serangan : • Kuncup tanaman membusuk sehingga mudah dicabut . Cara pengendalian : • Melakukan pembongkaran tanaman yang terserang dan membuang bagian tanaman yang terserang. Penyakit Busuk Batang Atas (Upper stem rot) Gejala serangan: • • • Warna daun yang terbawah berubah dan selanjutnya mati Batang yang berada sekitar 2 m di atas tanah membusuk Bagian yang busuk berwarna cokelat keabuan Penyebab : Jamur Fomex noxius. Cara pengendalian : Memotong bagian kuncup yang terserang. dan Ganoderma pseudofferum. Penyebab : Jamur Ceratocytis paradoxa. Penyakit Busuk Kering Pangkal Batang (Dry basal rot) Gejala serangan : • Tandan buah membusuk dan pelepah daun bagian bawah patah. Cara pengendalian dan pencegahan : • Membongkar tanaman yang terserang dan selanjutnya dibakar Melakukan pembumbunan tanaman • 3. Ganoderma lucidum. Bekas luka selanjutnya ditutupi dengan obat penutup luka 4. 5. 6. Cara pengendalian : • Membongkar tanaman yang terserang hebat dan selanjutnya dibakar.Penyebab : Jamur Ganoderma applanatum.

2% atau Cuman 0. 10. 8. Cara pengendalian : Melakukan inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Glomerella cingulata. Penyakit Antraknosa (Anthracnose) Gejala serangan : • • Terdapat bercak-bercak cokelat tua di ujung dan tepi daun Bercak-bercak dikelilingi warna kuning Penyebab : Jamur Melanconium sp. Penyebab : Jamur Fusarium oxysporum. Cara pengendalian : • • • Melakukan pengaturan jarak tanam. Cara pengendalian : Belum ada cara efektif untuk memberantas penyakit ini. Cara pengendalian : Melakukan seleksi terhadap tanaman induk yang bersifat karier penyakit ini. Hal ini bertujuan agar serangan penyakit di persemaian dan pada tanaman muda dapat berkurang. Penyebab: Sifat genetik yang diturunkan dari tanaman induk..• Aroma kuncup yang terserang berbau busuk Penyebab : Bakteri Erwinia. Pengaplikasian Captan 0. 9. penyiraman secara teratur dan pemupukan berimbang Tanah yang menggumpal di akar harus disertakan pada waktu pemindahan bibit dari persemaian ke pembibitan utama. Penyakit Garis Kuning (Patch yellow) Gejala serangan: • Terdapat bercak daun berbentuk lonjong berwarna kuning dan di bagian tengahnya berwarna cokelat. 7. Penyakit Tajuk (Crown disease) Gejala serangan : • Helai daun bagian tengah pelepah berukuran kecil-kecil dan sobek. dan Botryodiplodia palmarum. Penyakit Busuk Tandan (Bunch rot) .1%.

Gejala serangan: • Terdapat miselium berwarna putih di antara buah masak atau pangkal pelepah daun. Hama dan Penyakit. Penerbit Kanisius. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Hama dan Penyakit Utama pada Tanaman Kelapa serta Teknik Pengendaliannya. 2002.com/category/ budidaya-tanaman-kelapa /.html.blogspot. Jakarta.2 %. Penyebab : Jamur Marasmius palmivorus. penyerbukan buatan dan menjaga sanitasi kebun. Cara pengendalian : • • Melakukan kastrasi. http://sawitkalbar. Pengaplikasian difolatan 0. . Anonim. Hama dan Penyakit Tanaman Perkebunan.wordpress. 2010.http://afandypoltek.com/2009/01/hama-danpenyakit. terutama pada musim hujan. Sunanto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful