MODUL SISTI M INJEKSI BAHAN BAKAR A.

LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi saat ini sungguh sangat cepat dan fantastis, perbaikan demi perbaikan terus bergerak secara signifikan, sehingga batasan ilmu semakin tipis, tidak terkecuali di bidang otomotif. Ada tiga hal yang sangat pokok yang saat ini menjadi bahan kajian para peneliti otomotif dalam rangka perbaikan performansi motor bakar, yaitu : 1) Efisiensi kerja yang tinggi sehingga dihasilkan daya yang besar, 2) Efisiensi pemakaian bahan bakar , dan 3) Gas buang dengan tingkat pencemaran rendah (ramah lingkungan) Ada tiga parameter (faktor) yang sangat berpengaruh terhadap performansi motor bakar dalam mencapai tujuan diatas, yaitu : 1) Perbadingan kompresi yang tepat, sehingga mengahasilkan tekanan kompresi antara 10 – 16 bar dan tekanan hasil pembakaran 40 – 60 bar. 2) Perbandingan udara dan bahan bakar atau Air Fuel Ratio (AFR) yang bagus dan selalu sesuai dengan kondisi operasional mesin. 3) Bunga api listrik yang kuat dan tepat waktu. Kompresi yang rendah dan kondisi AFR yang tidak sesuai akan mengakibatkan efisiensi mesin tidak optimal, dan kandungan polutan pada gas-buang sangat tinggi, sehingga tingkat pencemarannya juga sangat tinggi. Hal ini semakin parah jika pengapian yang terjadi timming-nya tidak/kurang tepat. Salah satu kelemahan sistim konvensional yang menggunakan karburator sebagai komponen yang berfungsi mencampur udara dan bahan bakar adalah tidak mengahasilkan gas dengan bisa

nilai AFR yang tepat dan selalu sesuai dengan kondisi

operasional mesin. Hal ini karena pada sistim konvensional tidak ada kontrol balik atau koreksi ulang atas apa yang telah dihasilkan oleh karburator. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, maka diciptakan suatu teknologi yang mampu secara cepat, tepat dan terus menerus mengontrol kinerja mesin, sehingga mesin selalu bekerja dengan tingkat efisiensi yang tinggi dan ramah lingkungan, yaitu sistim injeksi

bahan bakar dengan kontrol elektronik.

Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. Jatim

Halaman : 1 dari 25

a) Komposisi Udara dan Bensin/Premium Kandungan udara yang utama terdiri atas Oksigen (O 2) yang menempati 21 % dari volume udara, Nitrogen (N2) menempati 78 % dari volume udara dan berbagai macam gas lainnya menempati 1 %. Tetapi jika dinyatakan dalam satuan berat, maka Oksigen menempati 23 % dari berat udara. Bahan bakar premium atau bensin merupakan senyawa dari beberapa macam hydrocarbon, tetapi yang utama adalah; (C8H18), Cyclohexane (C6H12), dan Benzena (C6H6). b) Air Fuel Ratio ( AFR ) Air Fuel Ratio atau perbandingan udara dan bahan bakar adalah angka yang

Octana

menunjukkan komposisi campuran antara udara dan bahan bakar yang berbentuk gas. Makin baik sebuah komposisi campuran di dalam gas, maka makin mudah pula gas tersebut terbakar dengan sempurna, karena gas dapat terbakar habis dengan menghasilkan gas sisa yang rendah kandungan polutan-nya. Nilai AFR ideal untuk campuran udara dan premium adalah 14,7 : 1. Nilai ini diperoleh berdasarkan reaksi kimia yang terjadi saat campuran udara dan bahan bakar itu dibakar sempurna (dalam proses pembakaran) yang ditunjukkan dengan persamaan reaksi kimia sebagai berikut (jika Octana dianggap merupakan unsur dominan), maka diperoleh :

2C8H18 + 25 O2

16 CO2 + 18 H2 O

dimana masa relatif atom C = 12; H = 1 dan O = 16, sehingga dari persamaan reaksi kesetimbangan di atas dapat dihitung masa relatif dari masing-masing molekul, yaitu:

Octana (2C8H18) = ( 2 x 12 x 8 ) + ( 1 x 18 ) = 228 dan Oxygen (25 O2) = ( 25 x 16 x 2 ) = 800
Hal ini menunjukkan bahwa perbandingan udara dan bahan bakar pada peristiwa pembakaran sempurna adalah = 800 : 228 atau disederhanakan menjadi 3,5088 : 1, artinya untuk membakar 1 Kg bahan bakar (Octana) dibutuhkan 3,5088 Kg udara (Oksigen). Kandungan Oksigen di udara bebas adalah 23% persatuan berat udara, artinya dalam 1 Kg udara bebas terdapat 0,23 Kg Oksigen, dengan demikian diperlukan 3,5088 : 0,23 = 15,255 Kg udara murni. Dengan lain kata nilai AFR pada proses
Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. Jatim Halaman : 2 dari 25

Dalam realitasnya bahan bakar premium atau sering disebut bensin tidaklah murni. sedang tingkat “kekurusan” yang memungkinkan mesin masih bisa hidup adalah 17 : 1. Jika nilai udaranya kurang dari 14. AFR ideal adalah 14. sehingga nilai AFR-nya pada pembakaran sempurna adalah bergerak antara 14 : 1 sampai 15 :1.7 maka terbentuklah campuran yang menuju gemuk/kaya.7 maka terbentuklah campuran yang menuju kurus/miskin. Secara praktis operasional kendaraan selalu variativ. c) Kondisi Operasional Kendaraan.7 : 1. Jatim Halaman : 3 dari 25 . tetapi merupakan senyawa dari beberapa hydrocarbon. yaitu bergerak di antara kedua nilai tersebut (lihat gambar di bawah) 1:1 Gambar Kondisi Opersional Kendaraan Ham – UPT PPPK/BLPT Prop.pembakaran sempurna Octana adalah 15. tetapi jika nilai udaranya lebih besar dari 14. sehingga kebutuhan kendaraan terhadap bahan bakar (campuran/gas) juga bervariasi.255 : 1 (disebut nilai stoikiometri). tetapi secara praktis. Tingkat “kegemukan” dari campuran yang masih dapat terbakar adalah 3 : 1.

sehingga katup gas (throttle valve) tertutup. 4 Driving . Makin dingin kondisi mesin dan udara disekitarnya. Untuk itu diperlukan sistim percepatan ( acceleration system) 6 Up adalah kondisi saat kendaraan berjalan naik/menanjak. yaitu nilai AFR-nya sekitar 3 : 1. sehingga kendaraan membutuhkan campuran yang sangat gemuk secara tiba-tiba pula. maka makin gemuk pula campuran yang dibutuhkan. sehingga dibutuhkan gas dengan komposisi yang mendekati nilai AFR ideal. Untuk itu diperlukan sistim penambah tenaga (power system) 7 Down adalah kondisi dimana kendaraan berjalan menurun. sehingga kebutuhan campurannya juga turun (lebih kurus) dari kondisi awal hidup. sehingga walaupun putaran mesin tidak terlalu tinggi tetapi membutuhkan campuran yang relative gemuk. Keadaan ini menyebabkan kevakuman di dalam intake manifold sangat besar. maka diperlukan sistim cuk (choke system) 2 Idle adalah kondisi dimana mesin hidup dengan beban rendah dan temperatur mesin mulai naik. karena saat itu dibutuhkan tenaga yang sangat besar. Jatim Halaman : 4 dari 25 . Untukmendapatkan campuran yang sangat gemuk tersebut. Untuk itu diperlukan sistim yang mempercepat/mempertinggi putaran idel (fast idle system). adalah kondisi kendaraan sudah mencapai temperatur kerja dan sudah melaju. sehingga kondisinya seperti saat sistim cuk bekerja (kendaraan menjadi Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. putaran harus dinaikkan sedikit lebih tinggi dari putaran idel. 3 Warm up adalah kondisi pemanasan mesin. Untuk itu diperlukan sistim kecepatan rendah dan tinggi (low speed system dan high speed system) 5 Accelaration adalah kondisi dimana kecepatan kendaraan dinaikkan secara tibatiba. Untuk memenuhi kebutuhan gas pada kondisi ini diperlukan sistim idel (idle system).Keterangan gambar : 1 Start adalah langkah awal menghidupkan mesin yang membutuhkan campuran (gas) dengan nilai AFR kecil (sangat gemuk).

Akibatnya kemampuan karburator sangat terbatas.boros dan mesin mudah mati). Prinsip kerjanya adalah meciptakan terjadinya perbedaan tekanan antara ruang pelampung (float chamber) sebagai tempat bahan bakar dan ujung saluran pengeluaran (nozzle). maka di dalam karburator dilengkapi berbagai macam sistim. maka diperlukan sistim pemutus bahan bakar (cut off fuel system) d) Sistim pembentukan campuran Ada dua cara/sistim dalam membentuk campuran antara udara dan bahan bakar . oleh karena itu penamaan sistim ini untuk setiap produsen teknologi tersebut tidak sama tergantung selera masing-masing dalam memberi brand market terhadap hasil ciptaannya. Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. dalam arti campuran yang dihasilkan cenderung lebih gemuk/kaya dari kebutuhan mesin yang sebenarnya. ► Sistim Injeksi Prinsip kerjanya adalah menyemprotkan bahan bakar ke dalam intake manifold melalui injektor sesuai dengan jumlah udara yang masuk. Mazda – EGI dll. Agar bahan bakar yang disemprotkan tersebut selalu sesuai dengan kebutuhan mesin. SISTIM INJEKSI BAHAN BAKAR Sistim injeksi bahan bakar adalah suatu sistim hasil ciptaan teknologi. yaitu : ► Sistim Karburator. Untuk mengatasi ini maka saluran bahan bakar pada sistim utama harus ditutup. yang bekerja berdasarkan control mekanis. Agar karburator mampu melayani kebutuhan mesin dalam semua kondisi operasionalnya. B.i) . sehingga relative boros dan menghasilkan gas buang yang tingkat polusinya cukup tinggi. Jatim Halaman : 5 dari 25 . Honda – PGM FI (VTEC) . sehingga bahan bakar/bensin terhisap menuju ujung saluran (nozzle) dan langsung bercampur dengan udara yang melewati ujung saluran tersebut. Sebagai contoh : Toyota – EFI (VVT. maka sistim injeksi dilengkapi dengan sistim control elektronik.

Makin mahal harga kendaraan.Sistim Injeksi dapat dibedakan berdasarkan : 1) Tempat penyemprotan bahan bakarnya. mengatur timming pengapian dan penyemprotan serta mengatur durasi injector saat menyemprot. Jatim Halaman : 6 dari 25 . o Direct o Indirect : Bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder : Bahan bakar disemprotkan ke intake manifold : Injektor menyemprot secara serentak setiap berputar 3600 pe : Injektor menyemprot secara kelompok. ► Sistim pemasukan udara (Air induction system) Berfungsi mengalirkan/memasukkan udara ke dalam intake manifold ► Sistim control elektronik ( Electronic control system) Berfungsi mengontrol jumlah udara. Motronik. Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. kondisi mesin. Untuk itu pada sistim ini dilengkapi dengan banyak sensor dan actuator. yaitu 1-3 dan 4-2 setiap berputar 7200 pe o Sequensial 3) Jumlah Injektor o Single Point : Satu injector melayani banyak silinder o Multi Point : Satu injector melayani sati silinder : Injektor menyemprot sesuai urutan FO pengapian. yaitu : ► Sistim bahan bakar (Fuel system) Berfungsi menyediakan/mengatur sejumlah bahan bakar yang akan disemprotkan injector agar terbentuk gas dengan nilai AFR yang tepat. LH) o Injeksi Komputer (PGM-FI. makin komplek pula pengaturan sistim kontrolnya. TCCS) Tetapi pada dasarnya semua sistim injeksi bahan bakar (fuel injection system) terdiri dari tiga bagian pokok. L. 2) Ritme penyemprotan o Simultan o Grouping 4) Sistim Kontrol-nya o Injeksi Mekanis (K) o Injeksi Mekanis Elektronis (KE) o Injeksi Elektronik (D.

Fuel filter 4. Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. maka beberapa detik kemudian pompa harus tidak bekerja. Sistim rangkaian kelistrikan pompa harus diatur sedemikian rupa agar pada waktu kunci kontak ON pompa bekerja beberapa detik. selama start dan mesin hidup pompa bekerja terus. Hal ini sebagai pengaman (safety) jika terjadi kecelakaan ataupun lupa meninggalkan kendaraan dalam keadaan kunci kontak ON. Fuel pump 3. karena fuel pump-nya dipasang di dalam tangki bersama sender pengukur bahan bakar yang berfungsi untuk menekan bensin ke pompa bensin listrik. 2) Pompa bahan bakar listrik (Electric fuel pump) Pompa bensin listrik berfungsi untuk mengalirkan bahan bakar dengan tekanan tinggi sehingga bisa diinjeksikan ke saluran masuk. Jatim Halaman : 7 dari 25 . Delivery pipe 5. Fuel tank 2. karena pompa bensin listrik tidak mempunyai daya hisap. yang komponen-komponennya adalah sebagai berikut : Keterangan : 1. yaitu pendingan fuel pump-nya menjadi sangat baik. Disamping itu kontruksi seperti ini mempunyai keuntungan. Cold start injector Gambar skema sistim bahan bakar 1) Tanki bahan bakar (Fuel tank) Berfungsi sebagai tempat menampung bahan bakar yang dibutuhkan kendaraan.a) Sistim Bahan bakar (Fuel system) Yaitu sistim pemasukan bahan bakar mulai dari tanki sampai ke intake manifold. Pressure regulator 6. karena fuel pump selalu berada di dalam cairan bahan bakar/bensin. Injector 7. Konstruksi tangki sedikit agak berbeda dengan tangki mesin karburator. dan bila kunci kontak posisi ON mesin mati.

Jatim Halaman : 8 dari 25 . Katup pengembali berfungsi mengontrol bensin agar tetap penuh pada ruang pompa. Katup pembatas akan terbuka bila tekanan bahan bakar pada sistem sudah melebihi 3 bar. secara fungsi pengaliran bahan bakar tidaklah menggangu tapi fungsi saringan menjadi salah . Karena bensin berfungsi sebagai pelumas dan pendingin pompa oleh sebab itu fuel tank kendaraan dengan sistem injeksi tidak baik kalau tangki kosong. Bila arah pemasangan saringan terbalik. karena kotoran – kotoran yang disebabkan elemen saringan akan ikut ke dalam aliran sistem bahan bakar. Pada sistem injeksi saringan sangat diperlukan keberadaanya mengingat bahwa venturi untuk mengalirkan bahan bakar pada injector kecil sehingga rawan tersumbat Kertas elemen saringan Penyaring kasar Gambar Saringan bensin Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. 3) Saringan bahan bakar (Fuel filter) Fuel filter berfungsi untuk menyaring kotoran yang ada pada bensin.Katup pengembali anker Katup pembatas Magnet Permanen sikat Gambar Pompa bensin listrik Besar arus listrik yang mengalir pada pompa saat beban penuh 8-10 A tegangan 12 Volt oleh karena itu pada mesin – mesin injeksi bensin alternator harus lebih besar.

3.Saluran pengembali ke tangki.Hubungan vakum dari air intake chamber sistem aliran dan Gambar Pressure Regulator Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. saluran pengembali terbuka dengan demikian tekanan bahan bakar pada pipa pembagi jadi konstan. Konstruksi : 1. Untuk memenuhi ketersediaan bahan bakar dalam ruang bakar tiap saluran intake terdapat satu injektor.4) Pipa Pembagi Bahan Bakar (Delivery pipe) Pada kendaraan dengan empat silinder terdapat empat ruang bakar dimana masing masing ruang bakar terhubung oleh saluran intake. Bila tekanan bahan bakar dari pompa bensin listrik lebih besar dari tekanan pegas membran tertekan.Plat katup 4 Membran 5.Saluran masuk bahan bakar dari delivery pipe 2. dari sini diperlukan saluran pembagi fuel menuju tiap-tiap injektor. Jatim Halaman : 9 dari 25 . Gambar Pipa pembagi bahan bakar 5) Pengatur Tekanan (Pressure Regulator) Regulator tekanan berfungsi unruk menentukan tekanan dalam menyesuaikan tekanan injeksi dengan tekanan saluran masuk.

Padahal jumlah bahan bakar yang disemprotkan injector pada 1 detik saat putaran tinggi harus sama dengan 1 detik saat putaran rendah. berkurang karena throttle valve 6) Electromagnetic Injector Electromagnetic injector terdiri dari kumparan jangkar untuk menarik plunger dan needle valve dari dudukannya di orifice. sehingga timbul gerakan membuka dan menutup pada lubang injector (orifice). Di dalam pressure regulator terdapat pegas yang selalu menekan katup (valve plate) dan diafragma/membran dengan gaya tekan sebesar 3. dengan demikian bahan bakar yang dipompakan ke delivery pipe volumenya tetap. dibuka lebih besar. akibatnya tidak ada bahan bakar yang disemprotkan oleh Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. maka kevakuman di dalam air intake chamber sangat besar melebihi gaya tekan pegas terhadap membrane. Pada saat mesin hidup dengan posisi throttle valve tertutup atau terbuka sedikit (putaran rendah). Bahan bakar yang dikeluarkan pompa di-setting untuk kebutuhan maksimal mesin. Untuk mengatasi hal ini maka tekanan di dalam sistim harus distabilkan dengan cara kelebihan bahan bakar harus dikembalikan ke tanki sesuai dengan kelebihan tekanan yang terjadi. maka pompa akan bekerja konstan. akibatnya membrane terhisap dan valve plate terbuka sehingga sebagian bahan bakar dari delivery pipe masuk ke return pipe kembali ke fuel tank.Cara kerja : Electric Fuel pump bekerja berdasarkan tenaga listrik. Jika kevakuman di air intake chamber. pegas katup (spring valve) akan menekan valve injector ke intake manifold. baik putaran tinggi maupun putaran rendah atau bahkan ketika mesin mati kunci kontak ON. sehingga pada putaran di bawah maksimal pasti terjadi kelebihan pasokan bahan bakar. Artinya putaran pompa tidak terpengaruh oleh putaran mesin. menutup lubang orifice. yang jika dibiarkan akan menyebabkan volume penyemprotan yang tidak stabil dalam satuan waktu yang sama.5 bar. Ketika tidak ada sinyal listrik pada sehingga kumparan jangkar. maka valve plate kembali tertutup. selama tidak terjadi perubahan pada tegangan atau arus listrik yang masuk. Pegas tersebut ditempatkan di suatu ruang yang kedap udara yang dihubungkan dengan air intake chamber. sehingga hal ini menimbulkan tekanan yang fluktuatif di dalam fuel system. Jatim Halaman : 10 dari 25 .

Ring pembatas Gambar Konstruksi Injektor Jika diberikan sinyal kontrol pada ujung-ujung solenoid . lubang orifice terbuka dan bahan bakar menyemprot menuju saluran intake. Jatim Halaman : 11 dari 25 . dan needle valve injektor terangkat. dimana volume penyemprotan diatur melalui lebar pulsa yang diberikan oleh ECU pada injektor. yang mendeteksi posisi poros engkol terhadap TMA. Saluran masuk / filter 2. Body injektor 5. Pada saat sensor induktif aktif. bahan bakar harus disemprotkan.I II Keterangan: Gambar I Katup jarum menutup Gambar II Injektor menyemprotkan bensin 1. Kumparan jangkar 3. Plunger 6. maka arus listrik mengalir pada kumparan jangkar selenoid. Akibatnya pada solenoid timbul medan magnet. Gambar Durasi injektor saat idel dan saat beban penuh Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. Sistem injeksi pada engine dikendalikan oleh ECU (Electrical Control Unit) dimana waktu „on‟ dari injektor merepresentasikan banyaknya bahan bakar yang dialirkan menuju ruang bakar engine. selain itu saat penginjeksian ditentukan oleh sinyal dari sensor induktif yang dipasang di dalam distributor. menunjukkan bahwa engine menjelang fase langkah hisap. Pegas 4.

: Berfungsi sebagai ruang penampung udara sebelum dialirkan ke masing-masing intake manifold. : Berfungsi mengalirkan udara dari air intake chamber (AIC) ke masing-masing silinder. : Berfungsi mendeteksi jumlah aliran udara yang masuk ke dalam intake manifold. ( AIC) 6) Intake Manifold (IM) Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. 3) Throtle body (TB) 4) Air Valve (AV) 5) Air Intake Chamber : Berfungsi sebagai rumah/dudukan throtle valve dan Throtle Valve Sensor atau TPS : Berfungsi menambah udara yang masuk ke dalam intake manifold saat cold engine fast idle. Jatim Halaman : 12 dari 25 .b) Sistim Pemasukan Udara (Air Induction System) Gambar konstruksi Air Induction System (AIS) Keterangan gambar : 1) Air Cleaner (AC) 2) Air Flow meter (AFM) : Berfungsi sebagai penyaring udara dari kotoran/debu sebelum masuk ke dalam silinder. Untuk kendaraan tipe baru sudah menggunakan MAP sensor.

Air Valve model Wax Gambar Cara kerja Air valve model Wax (pemanasan melalui water coolant) Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. TB . maka ketika mesin sudah hidup. air valve terbuka dan udara dari AC akan langsung masuk IM tanpa melalui throtle valve. air pendingin mesin (engine water coolant) masih dingin sehingga untuk mempercepat pemanasan mesin maka putaran idel mesin harus dinaikkan sedikit. sehingga aliran udara yang masuk IM sepenuhnya dikendalikan oleh throtle valve.Cara Kerja AIS : Gambar skema aliran udara pada AIS ( untuk EFI tipe L) Ketika mesin di-starter maka didalam AIC timbul ke-vakuman yang sangat besar. yaitu selama water coolant masih belum mencapai temperatur kerja. Tetapi nanti setelah water coolant mencapai temperatur kerja. air valve akan menutup. IM dan masuk ke silinder. Jatim Halaman : 13 dari 25 . AFM . AIC . Jika start tersebut dilakukan saat mesin dingin (cold start). sehingga udara dari atmospher/udara bebas terhisap masuk melalui AC . Untuk itu fast idle system (air valve) berfungsi.

Jatim Halaman : 14 dari 25 . ► ECU : berfungsi sebagai processor / pengolah data dari semua masukan sensor. yaitu : ► Sensor : berfungsi sebagai detektor terhadap bagian-bagian engine atau hal- hal lain yang merupakan faktor pokok yang berpengaruh langsung pada opersional mesin. sehingga diperoleh engine (kendaraan) dengan performansi yang tinggi. tepat dan selalu sesuai dengan kondisi operasional mesin. ► Actuator : berfungsi melaksanakan/meng-aktualisasikan semua kesimpulan/perintah ECU dalam bentuk kerja. yang selanjutnya dikeluarkan dalam bentuk kesimpulan yang akan dilaksanakan actuator. Pada dasarnya ECS terdiri dari tiga bagian utama.Gambar detail cara kerja Air valve model Wax Gambar Cara kerja Air valve model Bimetal (pemanasan melalui arus listrik) c) Sistim Kontrol Elektronik (Electronic Control System) ECS berfungsi agar sistim injeksi bahan bakar dapat bekerja dengan baik. efisien terhadap pemakaian bahan bakar dan gas buang yang dihasilkan ramah lingkungan (tingkat polusinya rendah). Ham – UPT PPPK/BLPT Prop.

ECU dan actuator Gambar Skema Sistim Kontrol Elektronik Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. Oleh karena itu aktuator akan bekerja sesuai dengan jenis inputan yang dibutuhkan. Jatim Halaman : 15 dari 25 . sebab inputan yang dibutuhkan oleh kedua komponen tersebut berbeda. dan inputan digital akan dikeluarkan dalam bentuk digital. 2) Konfigurasi antara sensor. contoh : sinyal listrik yang dibutuhkan antara injektor dan pompa bahan bakar (fuel pump) berbeda. inputan analog akan di keluarkan dalam bentuk analog.1) Prinsip Sistim Kontrol Elektronik ECU mengolah data berdasarkan inputan dari sensor.

Gambar Skema Aplikasi Konfigurasi Sensor – ECU – Actuator (sederhana) Gambar Skema Aplikasi Konfigurasi Sensor – ECU – Actuator (kompleks) Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. Jatim Halaman : 16 dari 25 .

3. Posisi penempatan di connector pipe atau di intake air chamber. Posisi penempatan di throltle body atau di intake air chamber. Throtle Position Sensor /TPS Mendeteksi gerakan buka-tutup katup gas Posisi penempatan di throltle body 4. Jatim Halaman : 17 dari 25 . Manifold Absolute Pressure /MAP Fungsi Mendeteksi tekanan absolut udara di dalam intake manifold. Water Temperatur Sensor /WTS Engine Tempe rature Coolant Mendeteksi temperatur air pendingin Posisi penempatan di saluran air pendingin Ham – UPT PPPK/BLPT Prop.3) Sensor Nama Sensor 1. 2. Intake Air Temperature /IAT Mendeteksi temperatur udara yang ada di dalam intake manifold.

Jatim Halaman : 18 dari 25 . Crank Position sensor/CKP Menentukan timming pengapian. Top Deat Centre (TDC) Sensor Menentukan timming pengapian saat starter Posisi penempatan di distributor sama CKP dan CMP sensor bersama- 7. Exhaust Gas Oxygen /EGO Mendeteksi kandungan oksigen di dalam gas buang Posisi penempatan di exhaust manifold 6.5. Knock Sensor Mendeteksi terjadinya knocking/ketukan di dalam silinder Posisi penempatan di engine body / block cylinder Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. 9. injeksi dan rpm mesin (Kontruksi CKP dan CMP di dalam distributor) 8. Cam Position Sensor/CMP Mendeteksi posisi TMA silinder 1 untuk menentukan FO injeksi.

Main Relay Mematikan kerja fuel pump jika setelah beberapa detik kunci kontak ON mesin mati 6. Fuel Pump Mengirimkan bahan bakar dengan tekanan tertentu ke delivery pipe 3. Igniter Unit 8. Electronic Gas Recirculation/EGR Membantu menekan kandungan polutan pada gas buang. Idle Speed Control /ISC Menambah udara ke intake manifold saat start dingin dan pemanasan Posisi penempatan di throltle body 4. terutama kandungan NO x 5. Electronic Air Control Valve/EACV Memicu timbulnya letikan api pada busi Mengatur penambahan udara ke intake saat putaran idel/stasioner 9. Jatim Halaman : 19 dari 25 . Injektor Fungsi Menyemprotkan bahan bakar ke dalam intake manifold 2.4) Actuator Nama Actuator 1. Malfunction Indicator Lamp/MIL Mendeteksi kerusakan pada sensor/sensor tidak berfungsi 7. Data Link Connector/DLC Sebagai interface ke Engine scanner tool Ham – UPT PPPK/BLPT Prop.

Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. Beri nama bagian-bagian yang ditunjuk garis !! b) Kontrol kondisi slang vakum pada katup pengatur tekanan bahan bakar. Jatim Halaman : 20 dari 25 . tekanan bahan bakar menjadi terlalu tinggi. Perhatikan khusus pada sambungan – sambungan pompa bensin. saringan bensin dan pipa pembagi bahan bakar ke masing – masing injektor. maka jumlah penyemprotan naik pemakaian bensin menjadi boros. bocor.MODUL PRAKTIK SISTIM INJEKSI BAHAN BAKAR TUJUAN PEMBELAJARAN : ♣ ♣ ♣ ♣ Mempelajari sistim pengaliran bensin (Fuel System) Mempelajari sistim pemasukan udara (Air Induction System) Mempelajari system control elektronik (Elektronik Control System) Mengaktifkan MIL untuk throubleshooting 1) Mempelajari sistem pengaliran bensin (Fuel System) a) Kontrol kerapatan sistem pengaliran bensin pada waktu motor hidup. c) Apabila slang vakum tersebut. Katup pengatur tekanan terletak pada pipa pembagi bahan bakar.

2) Mempelajari sistim pemasukan udara (Air Induction System) a) Beri nama bagian-bagian yang ditunjuk garis !! ♣ Periksa semua sambungan. Perhatikan khusus pada sistem ventilasi karter yang harus betul-betul rapat ! Kontrol juga kerapatan pada tutup oli motor dan batang pengukur oli. Pastikan bahwa semua dalam kondisi rapat. selang air valve dan lain-lain dari kebocoran. Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. dan tidak retak. Jatim Halaman : 21 dari 25 . klem-klem sambungan. kelonggaran mengakibatkan ♣ pengisapan udara palsu melalui sistem ventilasi karter. ♣ Udara palsu yang masuk setelah pengukur jumlah udara mengakibatkan kesalahan pada perbandingan campuran .

harus menutup saluran udara tambahan. Jika terjadi perubahan putaran motor yang melebihi 150 rpm.2) Pengontrolan Air Valve ♣ Katup ini memberi udara tambahan pada saat motor dingin supaya terjadi penaikan putaran (putaran start dingin). Jatim Halaman : 22 dari 25 . katup tersebut. rusak dan harus diganti. katup tersebut. Pada waktu temperatur kerjanya tercapai. kontrol katup pengatur udara tambahan dengan cara menjepit slang udara tambahan. ♣ Hidupkan motor. Pada waktu motor mencapai temperatur kerjanya. Gambar cara mengetes Air Valve Ham – UPT PPPK/BLPT Prop.

16. 3. 12. 2.. 7. 15. 6. 4. a) Sistim Injeksi Bahan bakar Model 1. 9. Keterangan Gambar : 1. Jatim Halaman : 23 dari 25 . 14. Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. 8.3) Mempelajari Electronic Control System Beri nama-nama pada keterangan gambar. 11. 5. 10. 13.

Jatim Halaman : 24 dari 25 . Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. 2. 17. 6. 13. 8. 15.b) Sistim Injeksi Bahan bakar Model 1. 10. 14. 7. 5. Keterangan Gambar : 1. 4. 11. 9. 16. 12. 3.

Jumper / hubungkan terminal TE1 dan E1 pada Service Check Connector . Hidupkan mesin (harus tidak ada kedipan pada MIL) f. Selesai. Posisikan kunci kontak ON c. Posisikan kunci kontak OFF f. g. Perbaiki kerusakan yang terjadi sesuai petunjuk MIL c. maka MIL harus diaktifkan. ♣ Langkah-langkah untuk mengaktifkan MIL : a. cocokkan dengan daftar kode pada manual book. Periksa kondisi baterai (kondisi isian baterai harus bagus) b. j. Ham – UPT PPPK/BLPT Prop. Jatim Halaman : 25 dari 25 . Hidupkan mesin Selesai ♣ Langkah me-reset / menghapus memory ECU a. e. Jika MIL masih berkedip. d. d. Cabut sekring / fuse EFI 15 A (Toyota) atau Back up Radio 7.4) Mengaktifkan Malfunction Indicator Lamp (MIL) Pada saat terjadi kerusakan pada sensor atau sensor tidak berfungsi ( Malfunction). Lepaskan jumper pada Service Check Connector i. Perbaiki kerusakan yang terjadi sesuai petunjuk MIL g. e. lakukan reset / penghapusan memory kerusan pada ECU. lakukan langkah pe-reset-an kembali. Posisikan kunci kontak OFF b. Sebelum menghidupkan mesin. sebab dari kode yang ditunjukkan oleh MIL tersebut. sensor yang rusak dapat diketahui.5 A (Honda) selama 10 detik atau lebih. Perhatikan kode kedipan yang ditunjukkan MIL. h. Pasang kembali fuse seperti semula.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful