P. 1
Rancangan Penelitian

Rancangan Penelitian

|Views: 1,933|Likes:
Published by Tino Panna

More info:

Published by: Tino Panna on Nov 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1) Desain Sampel
  • 2) Desain Alat (Instrumen)
  • 3) Desain Analisa
  • a. Rancangan Penelitian Kualitatif
  • b. Rancangan Penelitian Kuantitatif
  • a. Judul Penelitian
  • b. Latar Belakang Penelitian
  • c. Rumusan Masalah
  • d. Pertanyaan Penelitian atau Hipotesis Penelitian
  • Ho :
  • Hi :
  • e. Tujuan Penelitian
  • f. Manfaat Penelitian
  • g. Kerangka Pemikiran
  • h. Kajian Pustaka atau Landasan Teori
  • i. Metodologi Penelitian
  • a. Rancangan Pra-Eksperimen
  • 1) Studi Kasus Satu Kali Perlakuan (T O)
  • 2) Rancangan Pretes – Pascates pada Kelompok Tunggal (0 -1 T 0 – 2)
  • b. Rancangan Kuasi Eksperimen
  • 1) Rancangan Pretes – Pascates Pada Kelompok Tak Ekuivalen
  • 2) Rancangan Pretes – Pascates dengan Materi Ekuivalen pada Kelompok Tunggal
  • c. Rancangan Eksperimen yang Sebenarnya
  • 1) Rancangan Pascates Pada Kelompok Ekuivalen
  • 2) Rancangan Pascates Pada Kelompok Ekuivalen yang Dijodohkan
  • 3) Rancangan Pretes – Pascates Pada Kelompok Ekuivalen
  • d. Rancangan Eksperimen Faktorial
  • 1. Rancangan eksperimen factorial sederhana
  • 2. Rancangan Faktorial Kompleks
  • b. Latar Belakang
  • c. Fokus Penelitian
  • d. Pertanyaan Penelitian
  • g. Paradigma Penelitian
  • h. Penjelasan Istilah (Definisi Operasional)
  • URUTAN DAN SUSUNAN BAB
  • DALAM LAPORAN PENELITIAN

Kegiatan Belajar 1 KONSEP DASAR RANCANGAN PENELITIAN

A. Standar Kompetensi Petatar mampu memahami konsep dasar rancangan penelitian.

B. Kompetensi Dasar Setelah selesai mempelajari kegiatan pembelajaran 1, petatar mampu: 1. Menjelaskan pengertian rancangan penelitian 2. Mengklasifikasikan jenis-jenis rancangan penelitian

C. Daftar Referensi Furqon. (2001). Statistika Terapan dalam Penelitian. Bandung: Alfabeta Nasution. (1996). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito -------------. (2003). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara Sanapiah, Faisal (1992). Format-Format Penelitian Sosial; Dasar-dasar dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Press

D. Ringkasan Materi 1. Pengertian Rancangan Penelitian Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematik dalam waktu yang lama dengan menggunakan metode ilmiah serta aturan-aturan yang berlaku. Untuk dapat menghasilkan suatu penelitian yang baik, maka si peneliti bukan saja harus mengetahui aturan permainan, tetapi juga harus memiliki keterampilan-keterampilan dalam melaksanakan penelitian. Untuk menerapkan metode ilmiah dalam praktek penelitian, maka diperlukan suatu rancangan atau desain penelitian yang sesuai dengan kondisi, seimbang dengan dalam dangkalnya penelitian yang akan dilaksanakan. Desain penelitian harus mengikuti metode penelitian.

1

Setelah menemukan permasalahan yang akan diteliti, maka langkah selanjutnya adalah merumuskan rancangan penelitian. Dalam rancangan penelitian tersebut, akan tergambar langkah-langkah operasional yang akan dilakukan selama tahapan penelitian. Dengan demikian, pembuatan rancangan penelitian adalah sesuatu yang harus didahulukan oleh peneliti, sebelum melakukan serangkaian kegiatan penelitian. Rancangan penelitian diartikan sebagai desain atau pola-pola operasional yang dapat dijadikan panduan atau pedoman teknis oleh peneliti dalam melaksanakan rangkaian kegiatan penelitian. Dikatakan sebagai pedoman teknis, mengingat dalam rancangan penelitian tersebut, dijelaskan langkah-langkah operasional pelaksanaan penelitian, mulai dari jenis penelitian yang digunakan, teknik pengumpulan data yang akan digunakan, teknik pengolahan dan analisis data, serta proses penarikan kesimpulan penelitian. Dalam pengertian lainnya, rancangan penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam pengertian yang lebih sempit, rancangan penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisa data saja. Dalam pengertian yang lebih luas, rancangan penelitian mencakup proses-proses berikut.

a.

Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian. b. Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta hubungan-hubungan dengan penelitian sebelumnya. c. Memformulasikan masalah penelitian termasuk membuat spesifikasi dari tujuan, lingkup (scope) penelitian, dan hipotesa untuk diuji. d. Membangun penyelidikan atau percobaan. e. Memilih serta memberi definisi terhadap pengukuran variabel-variabel. f. Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan.

g. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data. h. Membuat coding serta mengadakan editing dan prosesing data. i. Menganalisa data serta pemilihan prosedur statistik untuk mengadakan generalisasi serta inferensi statistik.

2

j.

Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitian, diskusi serta interpretasi data, generalisasi, kekurangan-kekurangan dalam penemuan, serta menganjurkan beberapa saran dan kerja penelitian yang akan datang.

Dari proses di atas, jelas terlihat bahwa proses tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu:

a.

Perencanaan penelitian. Proses perencanaan penelitian dimulai dari identifikasi,

pemilihan serta rumusan masalah sampai dengan perumusan hipotesa serta kaitannya dengan teori dan kepustakaan yang ada. b. Pelaksanaan penelitian atau proses operasional penelitian. Proses selebihnya merupakan tahap operasional dari penelitian.

2. Tahap-tahap Rancangan Penelitian Sebagaimana telah disinggung di atas, rancangan penelitian secara garis besar terdiri dari rancangan dalam merencanakan penelitian dan rancangan dalam pelaksanaan penelitian. a. Rancangan dalam Merencanakan Penelitian Dalam merencanakan penelitian, rancangan dimulai dengan mengadakan penyelidikan dan evaluasi terhadap penelitian yang sudah dikerjakan dan diketahui, dalam memecahkan masalah. Dari penyelidikan itu, akan terjawab bagaimana hipotesa dirumuskan dan diuji dengan data yang diperoleh untuk memecahkan suatu masalah. Dari sini pula dapat dicari beberapa petunjuk tentang rancangan yang akan dibuat untuk penelitian yang akan dikembangkan. Pemilihan rancangan biasanya dimulai ketika seseorang peneliti sudah mulai merumuskan hipotesis-hipotesisnya. Tetapi aspek yang paling penting adalah berkenaan dengan apakah suatu hipotesis yang khas diterjemahkan ke dalam fenomena-fenomena yang diamati dan apakah metode penelitian yang akan dipilih akan dapat menjamin diperolehnya data yang diperlukan untuk menguji hipotesis tersebut. Sampai pada taraf ini, peneliti dihadapkan kepada pilihan metode yang akan digunakan dalam penelitian. Apakah akan digunakan metode survei, metode eksperimen ataukah metode kualitatif yang tidak berstruktur. Juga telah dapat dipertimbangkan apakah dengan biaya yang tersedia serta jumlah serta keterampilan dari orang-orang yang akan dilibatkan dalam penelitian sudah

3

cukup tersedia untuk melaksanakan penelitian. Desain untuk penelitian bertujuan untuk melaksanakan penelitian, sehingga dapat membuat kesimpulan. Rancangan atau desain rencana penelitian yang baik akan dapat menterjemahkan model-model ilmiah ke dalam operasional penelitian secara praktis. Tiap langkah dari desain perencanaan penelitian memerlukan pengambilan keputusan yang tepat oleh si peneliti. Keputusan yang diambil harus merupakan kompromi antara penggunaan metode ilmiah yang sangat sukar dan kondisi sumber yang tersedia. Kompromi-kompromi ini dapat menghasilkan rencana penelitian yang cocok dengan masyarakat ilmiah setempat serta taraf pengembangan ilmu itu sendiri. b. Rancangan dalam Pelaksanaan Penelitian Rancangan atau desain pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran-pengukuran variabel, memilih prosedur dan teknik sampling, alat atau teknik pengumpul data, kemudian membuat coding, editing, dan memproses data yang dikumpulkan. Dalam pelaksanaan penelitian termasuk juga proses analisis data serta membuat pelaporan. Suchman (1967), desain dalam pelaksanaan penelitian, meliputi: 1) Desain Sampel Desain sampel yang akan digunakan dalam operasional penelitian sangat bergantung dari pandangan efisiensi. Dalam desain sampel ini termasuk: a) mendefinisikan populasi b) menentukan besarnya sampel, dan c) menentukan sampel yang refresentatif Definisi dari sampling sangat bergantung dari hipotesa. Dalam menentukan besar sampel, pemilihannya perlu dihubungkan dengan tujuan penelitian serta banyaknya variabel yang akan dikumpulkan. Dalam merencanakan desain dari sampling diperlukan teknik-teknik untuk memperoleh samping yang refresentatif. Memang terdapat perbedaan apakah sampling yang diambil harus probability sampling, atau judgemental sampling, tetapi perbedaan di atas baru perlu dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan kesimpulan yang akan diambil serta inferensi

4

Kombinasi dari kedua teknik sampling di atas dapat juga dilaksanakan. Dalam desain hipotesa. maka variabel lain yang mempengaruhi kedua variabel di atas perlu juga dianalisa. penekanan lebih diarahkan kepada pemilihan desain percobaan yang cocok. peneliti selalu dituntun oleh derajat akurasi yang diminimasikan. 5 . Satu alat bisa saja untuk satu kegunaan. 3) Desain Analisa Secara ideal. Alat yang digunakan dapat saja sangat berstruktur (seperti check list dari questioner atau schedule). desain analisa sudah dikerjakan lebih dahulu sebelum pengumpulan data dimulai. tetapi menjadi tidak valid untuk tujuan yang lain.statistik yang akan dibuat. Jika metode penelitian yang dipilih adalah metode eksperimental. Hipotesa merupakan titik tolak analisa. Kondisi homogenitas dari media percobaan mana yang lebih baik dan lebih efisien untuk digunakan. Walau metode penelitian apa saja yang digunakan. Dalam analisa hubungan-hubungan antara variabel bebas dan variabel dependen. maka desain analisa secara paralel dapat dikembangkan dari desain merumuskan hipotesa tersebut. Kecuali dalam penelitian eksperimen. 2) Desain Alat (Instrumen) Yang dimaksud dengan alat di sini adalah alat untuk mengumpulkan data. tetapi pemikiran imaginatif serta pikiran-pikiran asli akan muncul dalam analisa dan disesuaikan dengan data yang tersedia. Jika desain dalam memformulasikan hipotesa sudah cukup baik. Dalam pemilihan desain percobaan ini. Pemilihan alat harus dievaluasikan sebaik mungkin sehingga alat tersebut relevan dengan informasi yang diinginkan untuk memperoleh data yang cukup reliabel. kurang berstruktur seperti interview guide ataupun suatu outline biasa di dalam mencatat pengamatan langsung. masalah desain terhadap alat untuk mengumpulkan data sangat menentukan sekali dalam pengujian hipotesis. Hipotesa tersebut dianggap baik jika ia konsisten dengan analisa yang akan dibuat. maka alat yang digunakan dalam penelitian sosial sukar menjamin terdapatnya validitas mutlak dari observasi data. Dalam analisa. maka dalam masalah desain sampling. juga harus sudah dispesifikasikan hubungan-hubungan dasar yang akan dianalisa. Secara umum desain dari alat haruslah diujicobakan sebelum digunakan untuk dapat menjamin efisiensi dalam pengumpulan keterangan-keterangan (data) yang diperlukan untuk menguji hipotesa.

Penggunaan statistik yang tepat yang sesuai dengan keperluan analisa harus dipilih sebaik-baiknya. kemudian setelah itu dirumuskan proposal penelitiannya. menambah yang kurang atau mengurangi yang lebih. sebagai berikut. Walaupun demikian. maka rancangan penelitian diklasifikasikan ke dalam dua jenis. tetapi dalam analisa yang dilakukan.Jenis-jenis Rancangan Penelitian Banyak para ahli penelitian mengelompokkan rancangan atau desain penelitian ke dalam berbagai klasifikasi. dalam arti lingkup atau wilayah penelitian akan mengikuti fenomena yang berkembang dari obyek penelitian. Misalnya. dapat dirumuskan beberapa karakteristik dari rancangan penelitian kualitatif. 3.peneliti akan menocokkan data dengan hipotesa. yaitu: a. tidak harus berangkat dari proposal penelitian. Sifat dari rancangan penelitian kualitatif. maka diperlukan sekali alat-alat yang digunakan untuk membantu analisa. jangan dilupakan asumsi-asumsi dasar yang dijelaskan dalam penggunaan statistik tersebut. Kerangka yang dibangun dalam rancangan penelitian kualitatif tidak sekaku pada rancangan penelitian kuantitatif. 1. Dalam desain analisa. Sebagian para ahli bahkan menegaskan bahwa untuk penelitian kualitatif. Penggunaan statistik sebagai alat analisa telah sangat berkembang. serta ke arah mana inferensi tersebut akan dibuat. Rancangan Penelitian Kualitatif Rancangan penelitian kualitatif bertitik tolak dari studi fenomenologis. 6 . gambaran akhir yang dihasilkan oleh analisa harus menyerupai gambaran yang dirumuskan dalam hipotesa. Dari pendapat beberapa ahli. akan tetapi harus berangkat dari studi lapangan dulu. Proposal penelitian disusun tidak sekaku proposal penelitian kuantitatif. bersifat tentatif dan fleksibel. berdasarkan pendekatan penelitian yang digunakan. yang berarti bahwa tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk menggali informasi lapangan sebagai bahan dasar untuk memunculkan sejumlah hipotesis atau pada level yang paling tinggi untuk mengkonstruksikan teori atau postulat.

termasuk dalam teknik penskoran. Lingkup penelitian dalam desain penelitian ini menggunakan pertanyaan penelitian. 3.2. sebagai berikut: 1. Termasuk ke dalam jenis rancangan penelitian kuantitatif ini. Dengan demikian. dapat dirumuskan beberapa karakteristik dari rancangan penelitian kuantitatif. 3. berbeda dengan penelitian kualitatif yang menggali data lapangan untuk memunculkan hipotesis. survey. eksplanasi. sehingga tidak perlu dilakukan try out instrumen seperti pada penelitian kuantitatif. Instrumen penelitian dikonstruksikan melalui kegiatan try out (uji coba) dan memiliki manual yang sudah dirancang secara prosedural. Dari pendapat beberapa ahli. 7 . Uraian lebih detail mengenai jenis-jenis rancangan penelitian tersebut. yang kemudian memunculkan hipotesis penelitian untuk dibuktikan secara empirik. 4. maka sifat dari rancangan penelitian kuantitatif lebih prosedural atau kaku dibandingkan dengan rancangan penelitian kualitatif. Proposal penelitian dirumuskan dengan desain yang baku berdasarkan rencana penelitian yang akan dilaksanakan. Rancangan Penelitian Kuantitatif Rancangan penelitian kuantitatif berangkat dari telaah teori yang kemudian memunculkan hipotesis untuk selanjutnya diuji secara empirik. b. Sampel penelitian harus memenuhi batas-batas refresentatif. sehingga kesimpulan penelitian tidak dapat seluas pada kesimpulan penelitian kuantitatif. rancangan dalam penelitian kuantitatif berbasis pada paradigma pengujian konsep secara empiris. adalah penelitian deskriptif. sehingga hasil penelitian dapat ditarik generalisasi yang berlaku untuk populasi. Masalah yang diungkap berangkat dari studi lapangan. karena itu desain penelitian ini berbasis pada studi fenomenologis. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri. yang berbasis pada refresentatif sampel. Atas dasar tersebut. eksperimen. Masalah yang diungkap berangkat dari kajian teori. Sampel penelitian berbasis pada pendekatan kontekstual. 4. dan studi kasus. dipaparkan dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya. 2.

Evaluasi Implementasi Hasil pekerjaan Anda sebagaimana dijelaskan dalam strategi pembelajaran. Permasalahan dalam rancangan penelitian kuantitatif bermula dari … A. Sebagai instrumen analisis data 2. kajian teori/konseptual B. B. C atau D 1. b. dapat Anda lakukan kegiatan sebagai berikut. B. Manakah pernyataan di bawah ini yang menggambarkan posisi dari rancangan penelitian? A. identifikasi dan bahas bersama pemecahan masalahnya! F. Saran-saran Implementasi 1. a. Kalau ada yang belum tepat. Sebagai instrumen pengolahan data C. Cari dan pelajari berbagai judul penelitian. seperti skripsi maupun dalam beberapa jurnal ilmiah lainnya. studi lapangan C. Latihan Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling tepat dengan cara membubuhkan tanda silang (x) pada pilihan A. 2. Identifikasi judul-judul penelitian yang Anda pelajari berdasarkan klasifikasi rancangan penelitian yang dijelaskan dalam materi pembelajaran 1. instruksi pimpinan D. pendapat ahli 8 . Sebagai pedoman operasional dalam melaksanakan keseluruhan tahapan penelitian. diskusikan dengan rekan sejawat. Strategi Implementasi Untuk memahami konsep-konsep yang disajikan dalam materi pembelajaran 1.E. Sebagai instrumen pengumpulan data D.

harus diujicobakan dulu. Ketentuan tersebut.3. banyak ditentukan oleh kehandalan peneliti dalam menggali data lapangan. termasuk ke dalam jenis… A. Permasalahan digali dari analisis lapangan B. Rancangan untuk mempersiapan teknik pengumpulan data. Peneliti berperan sebagai instrumen penelitian D. Sampel penelitian bersifat kontekstual C. Desain analisis B. Desain alat 9 . 5. Kuantitatif C. Instrumen penelitian yang akan digunakan. Quasi Eksperimen 4. adalah salah satu karakteristik dari rancangan penelitian… A. Desain sampel C. Keabsahan proses pengumpulan data. Desain populasi D. Manakah pernyataan di bawah ini yang menggambarkan karakteristik rancangan penelitian kualitatif? A. Eksperimen D. Kualitatif B.

Jakarta: Rajawali Press D. B. Menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan rancangan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan studi kasus. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. termasuk dalam meneliti fenomena yang terjadi dalam kehidupan manusia. Dasar-dasar dan Aplikasi. (1996). Ringkasan Materi 1. (2003). Winarno Surachmad (1990: 21) 10 . Jakarta: Bumi Aksara Sanapiah. peserta mampu: 1. Pengertian Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif termasuk ke dalam jenis penelitian sosial. Format-Format Penelitian Sosial. Banyak pakar penelitian memberikan rumusan tentang pengertian penelitian deskriptif. Menjelaskan pengertian penelitian deskriptif 2. Statistika Terapan dalam Penelitian. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Kompetensi Dasar Setelah mempelajari materi pembelajaran 2. Menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan rancangan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan survey. Bandung: Alfabeta Nasution. Bandung: Tarsito -------------. (2001).Kegiatan Belajar 2 RANCANGAN PENELITIAN DESKRIPTIF A. Daftar Referensi Furqon. C. Standar Kompetensi Petatar mampu memahami langkah-langkah perumusan rancangan penelitian deskriptif. 3. Faisal (1992). Misalnya.

Misalnya. Karena jumlah unit yang ditelaah relatif besar. mendalam. intervier. manakala permasalahan tersebut masih nampak eksistensinya. dan menganalisisnya sehingga diperoleh generalisasi umum”. sehingga data yang diperoleh bersifat alamiah. dan aspek lainnya yang sedang berlangsung dalam praktek pendidikan. mengingat unit yang ditelaahnya dalam jumlah besar. tentunya mustahil untuk bisa menelaahnya secara intensif. pelaksanaan proses belajar mengajar. b. mendetail. Masalah yang diteliti bersifat aktual. unit yang ditelaahnya.menjelaskan pengertian penelitian deskriptif sebagai berikut: “Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian sosial yang ditujukan untuk mengungkap fenomena aktual. Tujuan penelitian hanya menggambarkan fenomena yang sedang berlangsung. dan tidak memberikan perlakuan atau eksperimen atau manifulasi terhadap subyek penelitian. menggambarkan. c. pengelolaan siswa. permasalahan aktual dalam penelitian pendidikan seperti kinerja guru. Peran peneliti dalam proses penelitian hanya sebagai observer. Suatu masalah penelitian dikatakan aktual. apakah individu atau kelompok. yang menjadi tujuan utama adalah menggambarkan berbagai fenomena yang menjadi obyek penelitian sehingga diperoleh makna atau kesimpulan umum. Pada survey. 2. Penyusunan Rancangan Penelitian Deskriptif yang Menggunakan Pendekatan Survey Survey merupakan tipe pendekatan dalam penelitian yang ditujukan pada sejumlah besar individu atau kelompok. peran peneliti hanya mengungkap fenomena apa adanya. 11 . a. Dari batasan tersebut. Dalam penelitian deskriptif. menjadi bagian integral dari suatu sistem populasi. yakni sebagai berikut. kepemimpinan kepala sekolah. dan komprehensif seperti halnya yang dilakukan melalui pendekatan studi kasus. dapat ditarik karakteristik penelitian deskriptif. Ketika penelitian berlangsung. fokus perhatiannya hanya ditujukan ke beberapa variabel saja. dan tidak memberikan perlakuan atau manifulasi terhadap subyek penelitian. jumlahnya relatif besar.

Hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kualitas pengelolaan sekolah dasar se Kecamatan Andir. Ini bisa dimengerti. teknik sampling (cara pengambilan sampel atau contoh dari individu atau kelompok yang diteliti) merupakan persoalan penting pada setiap survey. Bila tujuannya untuk maksud eksplanasi. Artinya. Judul Penelitian Judul penelitian dalam rancangan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan survey. sedangkan survey untuk untuk tujuan eksplanasi misalnya tentang “hubungan antara modern-tradisionalnya nama mahasiswa dengan tinggi. individu atau kelompok yang diteliti bersifat refresentatif. melainkan untuk diberlakukan bagi seluruh populasi. Hubungan antara kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja dengan kompetensi mengajar guru Sekolah Dasar di Kecamatan Antapani. Karena dimaksudkan untuk menggambarkan karakteristik tertentu daru suatu populasi. 2. Sebagai gambaran. apakah berkenaan dengan sikap. peneliti hendak menggambarkan karakteristik tertentu dari suatu populasi. a.rendahnya status orang tuanya”. Survey untuk tujuan deskriptif misalnya tentang “kebiasaan membaca surat kabar dan majalah di kalangan mahasiswa di suatu wilayah tertentu”. berikut disajikan beberapa contoh judul penelitian: 1. karena hasil suatu survey tidak hanya untuk menggambarkan karakteristik tertentu dari individu atau kelompok yang menjadi sampel penelitian. tidak sekedar menggambarkan karakteristik tertentu dari suatu populasi. dengan subyek penelitian atau wilayah penelitian bersifat umum. maka individu atau kelompok yang diteliti haruslah bisa mewakili populasi. variabel yang ditelaah diselaraskan dengan karakteristik yang menjadi fokus perhatian survey tersebut. tingkah laku. ataukah aspek sosial lainnya. Suatu survey bisa digunakan untuk tujuan-tujuan deskriptif dan juga untuk tujuan-tujuan eksplanasi. 12 . berikut dijelaskan langkah-langkah menyusun rancangan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan survey.Dengan survey. Dari gambaran di atas. sudah tentu harus sampai pada pengujian hubungan antar variabel. sehingga generalisasinya (kesimpulan) berlaku bagi seluruh anggota populasi. Oleh sebab itu. umumnya menggambarkan hubungan antar dua atau lebih variabel.

tergantung dari pendekatan penelitian yang digunakan. Tidak ada ketentuan mengenai berapa jumlah paragraf yang harus ada dalam bagian latar belakang. paparan yang menggambarkan kondisi obyektif dari fenomena yang akan diteliti. Dalam paparan latar belakang. bisa bersumber dari keragu-raguan atas konsep yang dipelajari dari berbagai kejian pustaka. 3. Setelah jelas posisi permasalahan yang akan diteliti. yaitu: 1. Rumusan Masalah Masalah yang diteliti. 13 . hal-hal yang melatarbelakangi diangkatnya permasalahan dalam penelitian. paparan yang menegaskan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Latar Belakang Penelitian Latar belakang penelitian menggambarkan. sehingga nampak jelas adanya kesenjangan antara harapan yang dipaparkan dalam paragraf normatif dengan kondisi di lapangan (lokasi penelitian). Rumusan masalah penelitian. 2. atau boleh juga berangkat dari hasil studi pendahuluan atau telaah lapangan. Dalam paparan latar belakang. c. minimal menjelaskan tiga poin utama. Sebelum sampai pada kalimat rumusan masalah. dapat dinyatakan dalam kalimat pertanyaan atau dalam kalimat pernyataan. biasanya peneliti memaparkan posisi permasalahan yang akan diteliti. perlu juga disertakan data lapangan yang memperkuat pentingnya permasalahan yang diangkat dalam penelitian untuk diteliti secara ilmiah. maka peneliti merumuskan masalah penelitian. apakah menggunakan penelitian kuantitatif atau kualitatif. paparan normatif mengenai fenomena atau obyek yang akan diteliti. tetapi yang penting adalah bahwa paparan latar belakang tersebut harus menggambarkan minimal tiga bagian sebagaimana dijelaskan di atas. baik dalam kalimat pertanyaan maupun pernyataan. sehingga dirumuskan pernyataan pentingnya permasalahan yang akan diteliti. Hal tersebut.b.

Bagaimana gambaran kualifikasi pendidikan guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Antapani? 2. 14 . tergantung pada pendekatan penelitian yang akan digunakan. dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Pertanyaan Penelitian atau Hipotesis Penelitian Apakah mau menggunakan pertanyaan penelitian atau hipotesis penelitian. Ho : Tidak ada hubungan antara kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja dengan kompetensi mengajar guru Sekolah Dasar di Kecamatan Antapani. Bagaimana gambaran pengalaman berkerja guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Antapani? 3. Atau rumusan masalah tersebut. maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut. Bagaimana hubungan antara kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja dengan kompetensi mengajar guru Sekolah Dasar di Kecamatan Antapani? Sedangkan kalau kita menggunakan hipotesis penelitian. Bagaimana gambaran kompetensi mengajar guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Antapani? 4. d. maka rumusan masalah dalam penelitian ini akan mengungkap hubungan antara kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja dengan kompetensi mengajar guru Sekolah Dasar di Kecamatan Antapani”. Untuk penelitian kualitatif misalnya. misalnya dinyatakan dalam kalimat “Berdasarkan pada paparan di atas. misalnya “apakah ada hubungan antara kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja dengan kompetensi mengajar guru Sekolah Dasar di Kecamatan Antapani?”. 1.Contoh rumusan masalah yang dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. dapat menggunakan pertanyaan penelitian sebagai berikut.

Sedangkan manfaat praktis. menggambarkan manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian yang sifatnya praktis. Manfaat teoretis dari suatu penelitian misalnya memunculkan konsep-konsep baru. biasanya cukup dengan mengutif beberapa pernyataan atau batasan konseptual yang memperkuat asumsi penelitian yang akan dilaksanakan. baik dalam tataran teoretis maupun praktis. tujuan dipaparkan dalam bentuk tujuan umum dan tujuan khusus. Sedangkan kerangka pemikiran yang menggunakan istilah asumsi penelitian atau anggapan dasar. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian menggambarkan apa yang hendak dicapai dari penelitian yang akan dilaksanakan. g. seperti memberikan petunjuk teknis atau petunjuk operasional. Paparan manfaat teoretis menggambarkan manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian yang bersifat teoretis. Batasan yang ditulis. Dalam rancangan penelitian tersebut. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian menggambarkan apa yang diperoleh dari penelitian yang akan dilaksanakan. mengutif dari pendapat beberapa ahli atau pakar yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti. biasanya diakhiri dengan visualisasi dalam bentuk bagan yang menggambarkan alur penelitian atau keterkaitan penelitian. f. Dalam paparan kerangka pemikiran. Paparan dalam kerangka pemikiran menggambarkan keterkaitan konseptual antar variabel yang diteliti. dan ada juga yang menyebutnya sebagai asumsi penelitian atau anggapan dasar. e. prinsip. baik berupa pengertian. 15 . Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran atau disebut juga paradigma penelitian. maupun strategi dan teknik dari suatu konsep.Hi : Ada hubungan antara kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja dengan kompetensi mengajar guru Sekolah Dasar di Kecamatan Antapani.

teknik pengumpulan data. instrumen penelitian. Penyusunan Rancangan Penelitian Deskriptif yang Menggunakan Pendekatan Studi Kasus Studi kasus merupakan tipe pendekatan dalam penelitian yang penelaahanya kepada satu kasus dilakukan secara intensif. mendalam. dan komprehensif. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian atau ada juga yang menyebutnya sebagai prosedur penelitian. 3. subyek penelitian atau populasi dan sampel penelitian. Karenanya peneliti suatu kasus. akan memaparkan langkah-langkah operasional proses penelitian yang akan dilaksanakan. penelitian berjudul “hubungan antara kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja dengan kompetensi mengajar guru Sekolah Dasar di Kecamatan Antapani”. Misalnya. Studi kasus bisa dilakukan terhadap individu. mendetail. dan mendalam. Pada tipe penelitian ini. Kajian Pustaka atau Landasan Teori Paparan kajian pustaka atau landasan teori menjelaskan batasan-batasan konseptual yang mendukung konstruksi variabel penelitian. dan teknik analisis data. bisa jadi melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat eksplanasi.h. mendetail. berbagai variabel ditelaah dan ditelusuri termasuk juga kemungkinan hubungan antar variabel yang ada. maka dalam kajian pustaka. seperti lazimnya dilakukan oleh para ahli psikologi analisis. Akan tetapi eksplanasi yang demikian itu. seseorang atau suatu kelompok yang diteliti permasalahannya ditelaah secara komprehensif. tidak dapat diangkat sebagai suatu generalisasi. i. juga bisa dilakukan terhadap kelompok seperti yang dilakukan oleh beberapa ahli antropologi. 16 . sosiologi. adalah: metode penelitian. Poinpoin yang dijelaskan dalam metodologi penelitian. minimal harus menjelaskan konsep-konsep tentang: (1) guru dengan berbagai variabel penyertanya seperti kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja. dan psikologis sosial. (2) kompetensi profesional guru.

misalnya kinerja guru di SDN tertentu. merupakan beberapa contoh dari topik atau permasalahan yang bisa didekati melalui rancangan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. 2. dan catat apa yang menjadi kelemahan atau kesalahan dari proposal yang Anda buat. Perbedaannya. Langkah-langkah penyusunan rancangan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Latihan Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling tepat dengan cara membubuhkan tanda silang (x) pada pilihan A. E. masalah penelitian bersifat spesifik. Evaluasi Implementasi Proposal atau rancangan penelitian yang Anda buat. kemudian bahas bersama pemecahan dan lakukan koreksi atau perbaikan secara individual sesuai dengan proposal penelitian yang Anda buat. misalnya guruguru SD se Kecamatan tertentu sebagaimana dijelaskan di atas. faktor-faktor yang melatarbelakangi tingginya swadaya pembangunan di suatu desa. tidak jauh berbeda dengan rancangan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan survey sebagaimana dijelaskan di atas. melakukan eksperimen 17 . diskusikan dengan kelompok belajar. Anda disarankan untuk membuat dua rancangan penelitian deskriptif (proposal penelitian). C atau D 1. pembentukkan militansi pada suatu kelompok radikal. Strategi Implementasi Untuk mengimplementasikan konsep-konsep yang ada dalam pembelajaran 2. B. maka dalam pendekatan studi kasus.Latar belakang kehidupan dan lingkungan seseorang pecandu narkotika. Saran-saran Implementasi 1. wilayah penelitian bersifat umum dan luas. Kalau pada pendekatan survey. Kelemahan tersebut. kehidupan intern sebuah gang. yang mewakili pendekatan survey dan studi kasus. adalah… a. terletak pada wilayah penelitian. Peran peneliti ketika proses pengumpulan data dalam penelitian deskriptif. F.

kesimpulan diambil dari sampel penelitian d. mengumpulkan data tanpa memberikan manifulasi d. survey d. permasalahan bersifat umum b. petunjuk teknis c. adalah… a. Manfaat penelitian yang bersifat teoretis. mempengaruhi respon subyek penelitian c. Hipotesis penelitian digunakan dalam pendekatan penelitian… a. Kesimpulan hasil penelitian studi kasus bersifat kontekstual. permasalahan dapat didekati secara spesifik d. kesimpulan diambil dari populasi penelitian 4. bersifat… a. prinsip-prinsip dasar b. permasalahan dapat diungkap melalui jawaban sampel penelitian 3. kesimpulan hanya berlaku untuk wilayah penelitian semata b. kuantitatif c. kesimpulan dapat digeneralisasi untuk wilayah penelitian lainnya c. Yang merupakan sifat permasalahan yang dapat diteliti dengan menggunakan pendekatan survey. petunjuk pengembangan 5. kualitatif b. petunjuk pembinaan d. mengumpulkan data dengan memberikan manifulasi 2. yang berarti… a.b. permasalahan bersifat kasuistis c. studi kasus 18 .

Menjelaskan pengertian penelitian eksperimen. Faisal (1992). pada suatu eksperimen lazimnya terdapat “kelompok kontrol” dan terdapat “kelompok eksperimen”. Standar Kompetensi Petatar mampu memahami langkah-langkah perumusan rancangan penelitian eksperimen. Daftar Referensi Furqon. peserta mampu: 1. Bandung: Tarsito -------------. Kompetensi Dasar Setelah mempelajari materi pembelajaran 3. maka perbedaan yang berkembang di antara kedua situasi atau kondisi tersebut merupakan akibat dari elemen yang ditambahkan (atau dikurangi) tadi. C. Statistika Terapan dalam Penelitian. Sejalan dengan asumsi tadi. pada keduanya diberikan penyuluhan mengenai materi yang 19 . Mengklasifikasikan jenis-jenis rancangan penelitian eksperimen. Ringkasan Materi 1. Katakanlah ingin mengetahui efektivitas penyuluhan melalui metode permainan simulasi. kemudian kepada salah satunya ditambahkan atau dikurangi satu elemen. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Format-Format Penelitian Sosial. Pengertian Penelitian Eksperimen Pada penelitian eksperimen. Artinya. (2001). Dasar-dasar dan Aplikasi. peneliti secara sengaja memanifulasi suatu variabel (memunculkan atau tidak memunculkan suatu variabel). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Asumsinya. jika terdapat dua situasi atau kondisi yang keadaannya serba sama. melalui eksperimen. 2. dipilih dua buah kelompok sasaran yang keadaannya relatif sama. Jakarta: Bumi Aksara Sanapiah. kemudian memeriksa efek atau akibat yang ditimbulkannya. Bandung: Alfabeta Nasution. ingin diketahui “apakah yang akan terjadi jika suatu variabel dikontrol atau dimanifulasikan secara terkendali?”. Jakarta: Rajawali Press D. B. (1996).Kegiatan Belajar 3 RANCANGAN PENELITIAN EKSPERIMEN A. Untuk mengujinya.

merupakan persoalan yang harus dipertimbangkan sedemikian rupa. Di samping itu. berarti tidak ada perbedaan efektivitas antara metode penyuluhan konvensional dengan metode penyuluhan yang menggunakan permainan simulasi. Karenanya. oleh tenaga penyuluh di “kelompok kontrol” digunakan metode penyuluhan konvensional. akan lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan rata-rata perolehan kelompok kontrol (penguasaan materi waktu II – penguasaan materi waktu I). sehingga proses dan hasil eksperimen benar-benar bersih dari pengaruh variabel imbuhan (extraneous variable). efek yang ditimbulkan oleh suatu variabel yang dieksperimenkan. Validitas internal berkaitan dengan keterandalan dalam mengendalikan situasi/latar (setting) eksperimen. Pola rancangan tersebut. yaitu ceramah. Rancangan penelitian eksperimen juga merupakan pendekatan dalam penelitian yang dimaksudkan untuk menarik generalisasi. maka rata-rata perolehan kelompok eksperimen (penguasaan waktu II – Penguasaan waktu I). teknik pengambilan sampel baik untuk kelompok kontrol maupun eksperimen. Bila validitas internal ini hendak dicapai secara sempurna. sehingga kekuatan generalisasinya dapat diandalkan. mau tidak mau latar eksperimennya menjadi sangat artifisial (sangat buatan). dapat Anda pahami dalam gambar berikut: Menggunakan Metode Penyuluhan Konvensional Sebelum Penyuluhan Penguasaan materi (Waktu I) Penguasaan materi (Waktu I) Menggunakan Metode Permainan Simulasi Sesudah Penyuluhan Penguasaan materi (Waktu II) Penguasaan materi (Waktu II) Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen Sekiranya metode permainan simulasi lebih efektif dari metode konvensional (ceramah).sama. memang bisa diketahui 20 . Tapi andaikan rata-rata perolehan (penguasaan materi) tidak berbeda secara signifikan di antara “kelompok kontrol” dengan “kelompok eksperimen”. untuk membangun dan mengembangkan teori. eksperimen dalam “dunia sosial” juga dihadapkan pada persoalan validitas internal dan validitas eksternal. sedangkan tenaga penyuluh di “kelompok eksperimen” diadakan pre tes (untuk mengetahui taraf penguasaan mereka mengenai materi yang akan disuluhkan) dan pos tes (untuk mengetahui penguasaan mereka setelah berakhirnya penyuluhan mengenai materi yang telah disuluhkan).

Variabel-variabel imbuhan yang diketahui berpotensi untuk mempengaruhi variabel bebas atau variabel terikat. Dilema tersebut seyogyanya menjadi pertimbangan peneliti di dalam merancang suatu eksperimen. Dengan eksperimen. bila validitas eksternal yang dipentingkan.secara lebih cermat. dan (3) manipulasi variabel bebas. bahwa suatu eksperimen yang baik. juga diharapkan berlaku juga dalam situasi lain di liar eksperimen (berlaku umum di masyarakat). 21 . Oleh karena itu. ia akan berpengaruh pada semua kelompok yang dikenai eksperimen. yaitu: (1) merandom subjek/kelompok yang dikenai eksperimen. karena latar eksperimennya sangat terkendali (berarti semakin jauh dari situasi wajar di masyarakat). situasi atau latar eksperimen haruslah lebih wajar (tak terlampau buatan). dimaksudkan supaya pengaruh variabel lain terhadap variabel bebas dari variabel terikat. Konsekuensinya. sehingga sisi pengendalian tak terabaikan. diharapkan bisa ditentukan efek variabel bebas terhadap variabel tergantung. Jenis-jenis Rancangan Penelitian Eksperimen Suatu penelitian eksperimen pada dasarnya dimaksudkan untuk mengetahui efek yang ditimbulkan (efek atau akibat pada variabel bebas) yang dilakukan secara terkontrol atau terkendali. Merandom subjek-subjek yang tersebar ke dalam kelompok-kelompok yang dikenai eksperimen. 2. dan sisi “kepentingan generalisasi” juga tak terkorbankan. Sebaliknya. Akan tetapi. harus mengandung tiga elemen dasar. sebaiknya dikontrol dan diperhitungkan di dalam menyusun rancangan eksperimentasi. bisa dengan sendirinya terdistribusi ke setiap kelompok yang dikenai eksperimen. atau kedua-duanya (sejalan dengan teori atau hasil-hasil penelitian yang ada). mau tidak mau intervensi variabel imbuhan tak dapat sepenuhnya dikendalikan (berarti mengorbankan kepentingan validitas internal). maka hasilnya belum tentu cocok dan terandalkan manakala diterapkan dalam situasi wajar (bukan buatan) di masyarakat. (2) mengontrol peluang pengaruh variabelvariabel imbuhan atau extraneous variables. maka apa yang berlaku dan ditemukan sebagai hasil kesimpulan eksperimen. dimana pengaruh variabel-variabel lain dieliminasi sedemikian rupa secara terkontrol. sebagaimana dinyatakan oleh Nan Lin.

Rancangan dasar sebagaimana yang digambarkan di atas. a. variabel bebas dimanipulasikan secara sengaja. ada pengeliminasian dan pengontrolan pengaruh dari variabel-variabel lain Rancangan dasar suatu eksperimen mengandung langkah-langkah berikut. mulai dari corak rancangan yang sangat kompleks (rancangan faktorial kompleks). pengukuran pascates terhadap variabel tergantung. dan variasi treatmen terhadap variabel terikat. dan d. oleh karena kesanggupannya yang sedemikian rupa untuk “menyendirikan” variabel bebas dan variabel terikat. Pada eksperimen. pengukuran pretes terhadap variabel terikat. b. c. Langkah-langkah tersebut. Ketiga karakteristik tadi (randomisasi. 22 . menyeleksi dan merandom subjek-subjek ke dalam kelompok-kelompok yang akan dikenai eksperimen. pemberian treatmen yang berbeda kepada kelompok-kelompok yang dikenai eksperimen atau memanifulasi variabel bebas.Manipulasi variabel bebas merupakan pembeda utama antara metode eksperimen dengan metode lainnya di dalam cara mengumpulkan data. aplikasinya bisa sangat bervariasi. yang dengan manipulasi itu terbedakan variasi treatmen eksperimental (variabel bebas). membuat demikian handalnya suatu eksperimen untuk menguji hipotesis. sebagaimana dijelaskan dalam gambar berikut. kontrol. dan manipulasi).

Sebab efek terhadap variabel terikat (katakanlah “daya serap” terhadap pesan-pesan KB) bisa juga karena pengaruh dari pretes yang dilakukan sebelumnya). Setelah bermain simulasi. si penyuluh KB berkesimpulan bahwa metode permainan simulasi di dalam penyampaian pesan-pesan KB adalah cukup efektif (efektivitastasnya mencapai 70%). bagaimana sesungguhnya “kondisi awal” mereka yang dikenai treatmen eksperimental tadi. dinilai sebagai efek atau pengaruh dari treatmen eksperimental yang diberikan. dan setelah itu dilakukan pascates. kemudian diikuti dengan pemberian treatmen eksperimental. peneliti tinggal memberikan treatmen eksperimental.Sebagai gambaran. lebih-lebih dengan tiadanya bandingan dari kelompok lain dan treatmen yang lain. Rata-rata daya serap ibu-ibu PKK (dari hasil tes. ibu-ibu PKK tadi dites “daya serapnya” terhadap pesan-pesan KB yang telah dibahas melalui permainan simulasi. lalu diajak bermain simulasi yang materinya berkenaan dengan KB. Selisih antara skor/hasil 0 – 2 dengan skor/hasil 0 – 1 (0-2 – 0-1). Sebab kita tidak tahu. 2) Rancangan Pretes – Pascates pada Kelompok Tunggal (0 -1 T 0 – 2) Rancangan ini menggunakan kelompok yang sudah ada (satu kelompok). diperkirakan sebagai efek dari metode permainan simulasi (treatmen eksperimental) yang dilakukan peneliti. Kesimpulan tadi (hasil eksperimentasi satu kali perlakuan tadi) tentunya sangat naif. mengumpulkan ibu-ibu PKK. Dengan hasil eksperimentasi itu. 3) Rancangan Perbandingan Pada Kelompok Statik T0 23 . berikut disajikan beberapa jenis rancangan penelitian eksperimen. Penyuluh KB di desa misalnya. peneliti melakukan pretes terlebih dahulu. dan setelah itu diobservasi (atau dites) bagaimana hasil treatmen tadi. siapa tahu skor tes mereka juga bisa tinggi meskipun tanpa diberikan treatmen. Rancangan Pra-Eksperimen 1) Studi Kasus Satu Kali Perlakuan (T O) Rancangan ini dilakukan pada kelompok yang sudah ada. katakanlah 70% daya serapnya). Temuan dari rancangan ini jelas lebih baik dari rancangan pertama tadi yang tanpa pretes. Akan tetapi. a. hasilnya juga tetap banyak kelemahan.

Rancangan Kuasi Eksperimen 1) Rancangan Pretes – Pascates Pada Kelompok Tak Ekuivalen 0-1 T-1 0-2 -------------------0-1 T-1 0-2 Pada rancangan ini.-------------0 Pada rancangan ini. atau sikap kejuangan kelompok yang diberikan treatmen eksperimental. Seorang peneliti. dan setelah itu mereka dites sikap kejuangannya. dua-duanya adalah kelompok yang sudah ada. peneliti menyimpulkan bahwa pemutaran film perjuangan akan berefek positif dalam meningkatkan sikap kejuangan siswa di sekolah Temuan rancangan ini juga masih sangat naif. katakanlah seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh/efektivitas dari penataran P4 model konvensional. Pada sisi lain. b. Dengan hasil itu. film perjuangan diputarkan di hadapan murid-murid tersebut. ada kelompok yang diberikan treatmen eksperimental. pada kedua kelompok dilakukan pretes dan juga pascates. 24 . katakanlah sikap kejuangan mereka yang telah melihat film jauh lebih baik dibandingkan dengan sikap kejuangan mereka yang tidak melihat film. sedang model konvensional dikenakan pada pengurus KNPI kecamatan B. jangan-jangan sebelumnya juga sudah baik. dites sikap kejuangannya tanpa diputarkan film perjuangan. dan ada kelompok lainnya yang tak diberikan treatmen. karena sama sekali tidak ada informasi tentang bagaimana sikap kejuangan kedua kelompok tersebut sebelumnya memang sudah berbeda sikap kejuangannya. kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol menggunakan kelompok-kelompok yang sudah ada Untuk sekedar contoh. ada kelompok yang diberikan treatmen eksperimental (T-1). sehingga sikap kejuangannya itu bukanlah akibat atau efek dari film perjuangan yang diputarkan di hadapan mereka. Hasilnya. murid kelas III di SMA lain. ada ada kelompok lain diberikan treatmen lain sebagai kontrol/ pembandingnya. Untuk itu. katakanlah mencoba menguji pengaruh pemutaran film perjuangan kepada murid kelas III di suatu SMA. Model partisipatif dikenakan pada pengurus KNPI di kecamatan A.

pada keduanya diberikan pretes dan pascates. pesertanya diberikan materi penataran yang sama. Untuk sekedar contoh. yang satu lebih partisipatif dan satunya lagi lebih indoktrinatif. Dengan hasil itu. di setiap putaran dilaksanakan pretes dan pascates. dan pada putaran II. dibandingkan dengan rata-rata perolehan murid ketika diajar dengan metode ceramah biasa (tanpa bantuan alat peraga). maka materi yang diajarkan haruslah berbeda (pokok bahasan) antara di putaran I dengan putaran II. Siapa tahu. kelemahannya terletak pada tidak ekuivalennya (tak ada jaminan ekuivalen) dari subjek-subjek yang tersebar di kedua kelompok tadi. Temuan yang djhasilkan dari rancangan ini. Metode ceramah yang disertai bantuan alat peraga digunakan pada putaran I. Dari eksperimen tersebut. katakanlah ditemukan bahwa rata-rata perubahan murid lebih tinggi pada materi yang diajarkan dengan metode ceramah yang disertai bantuan alat peraga. Karena murid yang akan dikenai treatmen di putaran I dan putaran II adalah sama. 2) Rancangan Pretes – Pascates dengan Materi Ekuivalen pada Kelompok Tunggal Ma 0-1 T-1 0-2 Mb 0-1 T-2 0-2 Pada rancangan ini peneliti hanya menggunakan satu kelompok. Kelompok tersebut dikenai dua treatmen. 25 . disimpulkan sebagai efek atau pengaruh dari berbedanya model/metode penataran yang digunakan. pada kelompok yang satu orangnya lebih “berbobot”. hanya saja metodenya berbeda. dan treatmen kontrol/pembanding pada putaran II. Perbedaan rata-rata perolehan (0-2 – 0-1) antara kelompok A dengan kelompok B. guru hanya menggunakan metode ceramah biasa (tanpa bantuan alat peraga). akan tetapi harus setara. pengontrolnya adalah penggunaan metode ceramah dengan tidak disertai penggunaan alat peraga. guru menyimpulkan bahwa metode ceramah yang disertai alat peraga lebih efektif di dalam meningkatkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran dibandingkan dengan metode ceramah biasa (tanpa alat peraga). sedangkan di kelompok satunya lagi tidak demikian. baik jumlah maupun tingkat kesukarannya. katakanlah seorang guru SD kelas V ingin mencoba menguji efektivitas metode ceramah yang disertai alat peraga. yaitu treatmen eksperimental pada putaran I.Pada kedua penataran tersebut.

Hanya saja. ekuivalensi materi dan kondisi pada putaran eksperimen dan putaran kontrol perlu benar-benar diupayakan.Dalam rancangan ini. yang patur dipersoalkan adalah: apakah materi putaran I dan putaran II benar-benar bisa dipertanggungjawabkan keseteraannya (ekuivalensinya)?. Pada kelompok eksperimen dikenai treatmen TI dan pada kelompok kontrol dikenai treatmen T-2. Untuk sekedar contoh. Seluruh peserta penataran dirandom. Dari hasil pengelompokkan secara random tersebut. c. peneliti dapat melakukan rangkaian replikasi (disebut dengan istilah rotasi) misalkan rotasinya 4 putaran sebagai berikut. baik untuk memilih subjek pada kelompok eksperimen maupun subjek pada kelompok kontrol. hasil/temuannya memang akan lebih meyakinkan. supaya hasil/temuannya lebih dapat diandalkan. baiklah kita lanjutkan dengan contoh penataran P4 bagi pengurus KNPI di suatu kecamatan. Dengan begitu. Pemilihan subjek ke dalam kedua kelompok yang dikenai eksperimen menggunakan proses randomisasi. ada kelompok eksperimen dan ada kelompok kontrol. sesuai dengan asumsi randomisasi. dan kepada kelompok kontrol 26 . dan apakah hasil dan pengalaman putaran I tidak turut mempengaruhi murid dan juga guru dalam mensikapi eksperimentasi putaran II? Pada rancangan ini. Rancangan Eksperimen yang Sebenarnya 1) Rancangan Pascates Pada Kelompok Ekuivalen R T-1 0 -----------------R T-2 0 Pada rancangan ini. kedua kelompok yang dikenai eksperimen adalah ekuivalen. apakah alat evaluasinya juga benar-benar setara juga tingkat kesukarannya?. kemudian kelompok eksperimen diberikan penataran P4 dengan menerapkan “model partisipatif“. 01 T-1 0-2 Putaran 1 01 T-1 0-2 Putaran 2 01 T-1 0-2 Putaran 3 01 T-1 0-2 Putaran 4 Dengan rangkaian replikasi (rotasi) tersebut.

dan kita pilih kelas V di sekolah B (hanya memekai ceramah saja.kalau kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. maka sebabnya adalah karena perbedaan model penataran yang digunakan pada kedua kelompok tadi. Setelah itu. Dari 27 . akan tetapi subjek yang dikenai pascates terbatas pada subjek-subjek yang dapat dijodohkan. maka perlu dilakukan langkah-langkah guna mengekuivalenkan subjeksubjek yang akan dikenai pascates diakhir tritmen. Karena kedua kelas tadi belum tentu ekuivalen. Perbedaannya hanyalah terletak pada teknik yang digunakan di dalam upaya mengekuivalenkan kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. penjodohan itu didasarkan pada hasil tes atau observasi pada keseluruhan subjek di kedua kelas pada kedua sekolah tadi. disimpulkan sebagai gambaran perbedaan efektivitas antara “model penataran partisipatif “ dengan “ model penataran induk trinatif”. kedua kelompok tadi di tes tingkat penguasaan atau pemahaman mereka terhadap materi P4 yang ditatarkan. Asumsinya. Pada rancangan ini. kontrolnya adalah penggunaan metode ceramah biasa yang tidak disertai penggunaan alat peraga. maka biji rata-ratanya akan sama pula. melainkan menggunakan kelompok yang sudah ada. baiklah kita lanjutkan dengan contoh penggunaan metode ceramah dengan bantuan alat peraga di dalam mengajarkan pelajaran sejarah di kelas V SD.diberikan penataran dengan menerapkan “model indruktrinatif“. Untuk jelasnya. 2) Rancangan Pascates Pada Kelompok Ekuivalen yang Dijodohkan J T-1 0 -----------------J T-2 0 Keterangan: J = menunjukkan adanya langkah penjodohan subyek yang dikenai tes atau observasi Rancangan ini pada dasarnya sama dengan rancangan pertama yang baru disebutkan tadi. Perbedaan rata-rata penguasaan peserta antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. kita pilih kelas V di sekolah A (guna menerapkan metode ceramah dengan penggunaan alat peraga). bukan proses randomisasi yang digunakan. tanpa penggunaan alat peraga). kalau terjadi perbedaan biji rata-rata yang signifikan. Adapun langkahnya ialah “menjodohkan” subjek pada sekolah A dengan subjek di sekolah B. Untuk eksperimen tersebut. subjek-subjeknya dipilih secara random dari populasi yang sama.

Karena kedua kelas/sekolah tadi telah terhitung ekuivalen (akibat langkah penjodohan yang dilakukan). di jodohkan satu sama lain. Subjek-subjek yang telah di jodohkan itu diberikan tritmen dan pascates di kelas/ sekolahnya masin-masing. status social ekonomi orang tua. efek tritmen masing-masing kelompok diperhitungkan dari pengurangan hasil 0-2 dengan hasil 0-1 (0-2 – 0-1). melainkan karena perbedaan tritmen pada kedua kelas/sekolah tersebut. prestasi belajar di kelas IV. Bisa juga pola rancangan kedua ini digabung dengan pola rancangan pertama tadi (berarti menambahkan program proses randomisasi subjek-subjek yang dikenai eksperimen). dan kedua kelas/ sekolah tersebut keadaannya sudah terhitung ekuivalen. Misalnya tingkat IQ. maka perbedaan biji rata-rata antara kelas v sekolah A dengan kelas V sekolah B. berarti tak akan di perhitungkan di dalam evaluasi atau tes di akhir tritmen. status sosial ekonomi orang tua. Mereka yang tak dapat di jodohkan. Dengan demikian. hanya saja ditambahkan adanya prates sebelum pelaksanaan tritmen. Pengaruh atau efek variabel bebas terhadap variabel tergantung diperhitungkan dari perbedaan efek dari tritmen pada kelompok eksperimen dengan efek darii tritmen pada kelompok kontrol. sehingga pola rancangannya menjadi: R J T-1 O -------------------------R J T-2 O 3) Rancangan Pretes – Pascates Pada Kelompok Ekuivalen R 0-1 T-1 0-2 ----------------------------R 0-1 T-2 0-2 Rancangan ini pada dasarnya sama dengan rancangan pertama (pascates pada kelompok ekuivalen). 4) Rancangan Pretes – Pascates Pada Kelompok Ekuivalen yang Dijodohkan J 0-1 T-1 0-2 28 . prestasi belajar di kelas IV dan kerajinan belajar di rumahnya relatip sama dengan subjek-subjek di sekolah B.hasil observasi dapat kita ketahui. Subjek-subjek pada sekolah A yang tingkat IQ. dan kerajinan belajar di rumah untuk masing-masing subjek di kedua kelas/sekolah bersangkutan. bukanlah karena variabel lain.

efek tritmen di masing-masing kelompok (kelompok eksperimen dan kelompok kontrol) diperhitungkan dari pengurangan hasil 0-2 dengan hasil 0-1 (0-2–0-1). sehingga pola rancangan menjadi: R J 0-1 T-1 0-2 -----------------------------------R J 0-1 T-2 0-2 5) Rancangan Kelompok Solomon Rancangan Tiga Kelompok: R 0-1 T-1 0-2 ---------------------------R 0-1 T-2 0-2 ---------------------------R T-1 0 Rancangan Empat Kelompok: R 0-1 T-1 0-2 ---------------------------R 0-1 T-2 0-2 ---------------------------R T-1 0 ---------------------------R T-2 0 Rancangan kelompok Solomon. Karenanya. Pengaruh atau efek dari variabel bebas terhadap variabel tergantung diperhitungkan berdasarkan perbedaan efek dari tritmen pada kelompok eksperimen dengan efek dari tritmen pada kelompok kontrol. yaitu dengan jalan memperhitungkan kemungkinan pengaruh dari adanya prates. hanya saja ditambahkan adanya prates sebelum pelaksanaan tritmen. pada dasarnya merupakan upaya untuk lebih “menjernihkan” pengaruh tritmen eksperimental terhadap variabel tergantung.----------------------------J 0-1 T-2 0-2 Rancangan ini pada dasarnya sasa dengan rancangan kedua (rancangan pascates pada kelompok ekuivalen yang dijodohkan). baik pada rancangan tiga kelompok maupun pada rancangan empat kelompok. Dengan demikian. sesungguhnya 29 . Rancangan ini bisa juga ditambahkan unsur dan randomisasi di dalam proses penyeleksian subjek yang di kenai eksperimen.

Untuk mengetahui efektivitas “model penataran” misalnya. Jika pada kedua eksperimentasi itu tetap menunjukkan “Unggulnya” efek T-1 dibandingkan T-2. Lain halnya dengan rancangan sebelumnya. dimana T-2-nya memakai prates. pengalaman berorganisasi peserta. yang hanya memanipulasi satu variabel (varibel tunggal). hasil tersebut tidak dipengaruhi oleh ada atau tidak adanya prates. misalnya tingkat pendidikan peserta. sesungguhnya ada banyak variabel lain yang patut diperhitungkan. lalu variabel tunggal tersebut diuji efek atau pengaruhnya pada variabel. dan eksperimentasi efek T-2 dan T-2 yang kedua-duanya tanpa didahului oleh prates (terlihat pada kelompok ketiga dan keempat). Rancangan Faktorial. terlihat adanya dua eksperimentasi juga. Karenanya. Lain halnya dengan rancangan sebelumnya. Rancangan eksperimen factorial sederhana Pada rancangan factorial. peneliti memanipulasi dua atau lebih variabel secara simultan.terdapat “dua” eksperimen. terdapat eksperimentasi T-1 dan T-2 yang keduaduanya memakai krates (kelompok pertama dengan kelompok kedua). Untuk memperhitungkan dan memanipulasi beberapa variabel secara simultan. maka jelas. Jika pada kedua eksperimentasi tersebut menunjukkan “Unggulnya” pengaruh T-1 dibandingkan efek T-2. 30 . Juga demikian halnya pada rancangan empat kelompok pada rancangan empat kelompok. manipulasi variabel tunggal sebagaimana pada rancangan sebelumnya. yang juga mempunyai pengaruh terhadap daya serap peserta penataran pada bahan atau materi yang ditatarkan (variabell tergantung). Juga terdapat eksperimentasi T-1 dan T-2. Rancangan Eksperimen Faktorial 1. Pada rancangan tiga kelompok misalnya. sedangkan T-1-nya tidak memakai prates (kelompok kedua dan ketiga). d. tingkat IQ peserta. berarti efeknya terhadap variabel tergantung tidak dipengaruhi oleh kondisi eksperimental (dalam hal ini adanya prates). dan sebagainya. peneliti memanipulasi dua atau lebih variabel secara simulkan. yang hanya memanipulasi satu variabel (variabel tunggal). lalu variabel tersebut diuji efek atau pengaruhnya pada variabel tergantung. peneliti dapat menggunakan rancangan faktorial. yaitu eksperimentasi efek T-1 dan T-2 yang keduaduanya memakai prates (terlihat pada kelompok pertama dan kedua). selama ini banyak dikritik oleh para ahli.

sesungguhnya ada banyak variabel lain yang patut diperhitungkan. Rancangan factorial. si peneliti ingin mengetahui pengaruh variabel atribut berserta (dalam hal ini di batasi pada variabel tingkat pendidikan formal peserta) terhadap daya serap pada materi penataran (variabel tergantung). memang lebih efektif dibandingkan dengan “model indoktrinatif”. sebagainya dikenai tritmen “model penataran partisipatif”. Variabel Eksperimental Partisipatif Induktrinatif Variabel Atribut Peserta Pendidikan Cukup/tinggi Pendidikan rendah Sel 1 Sel 3 Sel 2 Sel 4 Pada rancangan ini. Untuk jelasnya. ada dua variabel bebas yang dimanipulasikan. sehingga menjadi 2 X 2 (ada empat kotak atau sel eksperimentasi). nantinys sksn diketahui. bergerak dari yang sangat sederhana hingga ke yang sangat pelik atau kompleks. peneliti dapat menggunakan rancangan factorial. Karenanya. yang juga mempunyai pengaruh terhadap daya serap peserta penataran pada bahan atau materi yang ditatarkan (variabel tergantung). misalnya tingkat pendidikan peserta. Untuk memperhitungkan dan memanipulasi beberapa variabel secara simultan. Pada rancangan ini. tingkat IQ peserta. petar yang berpendidikan cukuo/tinggi. untuk itu. Untuk contoh efektivitas model penataran misalnya.Untuk mengetahui efektivitas “model penataran” misalnya. dan sebagian lainnya dikenai tritmen “model penataran induktrinatif”.apakah “model penataran partisipasif”. katakanlah seorang peneliti ingin menguji efek atau pengaruh “model penataran” terhadap daya serap pesertanya pada materi yang ditatarkan. variabel bebas yang di manipulasi disebut variabel eksperimental. selama ini banyak dikritik oleh para ahli. sedangkan variabel bebas yang kedua (tingkat pendidikan petatar )disebut variabel atribut. dan sebagainya. Rancangan factorial yang sangat sederhana adalah rancangan 2 kali 2 (2 X 2). rancangan eksperimen/faktorialnya menjadi sebagai berikut.Efek atau pengaruh tritmen eksperimental terhadap variabel yang lain. baik untuk petatar yang berpendidikan cukup/tinggi maupun untuk petatar yang 31 . Disini. pengalaman berorganisasi peserta. begitu pula halnya dengan petatar yang berpendidikan rendah. Dengan “penataan” seperti itu. Sederhana atau kompleksnya tergantung pada jumlah variabel yang dimanipulasikan. dan masing-masing variabel mempunyai dua nilai.

Kalau pda rancangan factorial sederhana tadi. Hal ini tentu saja mesti di pertimbangkan oleh seorang peneliti. dan tidak berlaku untuk mereka yang berpendidikan rendah. maka pada rancangan yang lebih kompleks. dengan adanya peralatan komputer yang semakin canggih. atau 2 X 4. model partisipatif hannya efektif untuk mereka yang berpendidikan cukup/tinggi. misalnya rancangan 2 X 2 X 3. 2. dan sebagainya. akan dapat diketahui melalui rancangan factorial sebagaimana yang digambarkan di atas. Variabel adalah: Tingkat IQ siswa (terbagi kedalam 2 tingkatan. atau 2 X 3 X 2. menengah. Khusus mengenai uji statistik.berpendidikan rendah. atau 2 X 3 X 4. di mana masingmasing variabel bebas juga dapat mempunyai beberapa tingkat. yaitu yang ber -IQ tinggi yang ber-IQ biasa). kombinasinya menjadi sebagai berikut. 32 . yaitu mereka yang status sosial ekonomi orang tuanya tergolong tinggi. dalam hubungan ini. bisa disebut dengan rancangan 2 X 2. atau 2 X 3 X 3. Untuk sekedar contoh dari rancangan yang cukup. katakanlah seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh pengajaran melalui modul (dibandingkan dengan pengajaran konvensional) terhadap prestasi belajar murid-murid SMA Kelas II. rancangannya bisa 2 X 3. beserta status sosial ekonomi orang tua siswa (terbagi kedalam tiga tingkatan. Rancangan Faktorial Kompleks Rancangan factorial dapat sekaligus mencakup beberapa variabel bebas. Variabel Attribut Siswa Tingkat IQ Status Sosial Ekonomi Ortu Tinggi Tinggi Menengah Rendah Tinggi Biasa Menengah Rendah Variabel Eksperimental Pengajaran dengan modul Pengajaran konvensional Sel 1 Sel 2 Sel 3 Sel 4 Sel 5 Sel 6 Sel 7 Sel 8 Sel 9 Sel 10 Sel 11 Sel 12 Kompleksitas rancangan eksperimen. dan tingkat kecanggihan ujistatistik yang mesti di lakukan. Hal yang demikian itu. mungkin saja. bisa juga rancangan 2 X 2 X 2. kompleks. tentunya akan berakibat pada tingkat kesukaran pelaksanaan eksperimentasi itu sendiri. barangkali bisa amat membantu. dan rendah).

bisa jadi akan mempengaruhi kepekaan subjek yang dikenai eksperimen. e. buatlah satu jenis proposal penelitian eksperimen. 33 . Efek waktu. Efek interaksi antara tritmen dengan apa yang muncul atau terjadi secara tak terkontrol selama berlangsung eksperimen (efek waktu).Di dalam memilih rancangan eksperimen. Karena eksperimen berlangsung dalam suatu periode waktu tertentu. silahkan Anda pilih sesuai dengan rincian yang ada dalam kegiatan pembelajaran 3. E. Efek pengukuran prates. Saran-saran Implementasi 1. dan juga berlangsung proses pada diri subjek untuk semakin matang (maturation). Pengukuran prates. peneliti perlu memperhitungkan factor-faktor yang lazimnya bisa mengancam validitas eksperimen (faktor-faktor yang bisa mempengaruhi kemurnian efek variabel ekperimental terhadap variabel tergantung). c. Jenis rancangan penelitian eksperimen. Setidak-tidaknya ada enam factor yang patut dipertimbangkan. bisa jadi ada peristiwa-peristiwa berarti. didalam jangka waktu itu. 2. Efek interaksi antara pengukuran prates dengan apa yang muncul atau terjadi dari efek waktu tadi d. Strategi Implementasi Untuk mengimplementasikan konsep mengenai rancangan penelitian eksperimen. Efek interaksi anatara pengukuran prates dengan tritmen dan apa yang terjadi secara tak terkontrol selama berlangsungnya eksperimen (efek waktu). b. Efek interaksi antara pengukuran prates dengan tritmen yang dikenakan pada subjek eksperimen iti sendiri. diskusikan dengan kelompok belajar. f. yaitu: a. yang barangkali juga akan mempengaruhi respons mereka pada saat pascates. baik terhadap tritmen yang akan diberikan maupun terhadap pascates yang akan diberikan. Evaluasi Implementasi Proposal atau rancangan penelitian yang Anda buat.

menggambarkan rancangan penelitian eksperimen jenis… a. Latihan Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling tepat dengan cara membubuhkan tanda silang (x) pada pilihan A. pre tes – pasca tes pada kelompok tidak ekuivalen 4. C atau D 1. adanya perlakuan terhadap sampel penelitian b. pre tes – pascates dalam kelompok ekuivalen 3. Yang merupakan karakteristik utama dari rancangan penelitian eksperimen. Kemudian menilai perilaku yang muncul dari kelompok tersebut. lebih dari tiga variabel d. perbandingan pada kelompok statik b. kemudian bahas bersama pemecahan dan lakukan koreksi atau perbaikan secara individual sesuai dengan proposal penelitian yang Anda buat. B. Seorang peneliti memberikan perlakuan atau eksperimen tertentu kepada kelompok yang telah ada. kuasi eksperimen c.dan catat apa yang menjadi kelemahan atau kesalahan dari proposal yang Anda buat. dan diasumsikan bahwa skor yang muncul sebagai efek dari perlakuan yang dilakukannya. Formula 0-1 T 0-2. Manakah yang termasuk ke dalam variabel bebas? a. adalah… a. sampel di atas 30 (N>30) 2. Kelemahan tersebut. pre tes – pasca tes pada kelompok ekuivalen d. menggunakan rancangan penelitian eksperimen jenis… a. Pengaruh metode demontrasi terhadap tingkat penguasaan materi pada siswa sekolah dasar. F. Penelitian tersebut. metode 34 . studi kasus satu kali perlakuan b. pre tes – pasca tes pada kelompok tunggal c. data bersifat nominal c. eksperimen faktorial d.

tingkat penguasaan materi d. pretes – pascates kelompok tunggal 35 . kuasi eksperimen d. Peneliti ingin mengungkap pengaruh variabel bebas yang mengandung beberapa tingkatan terhadap variabel terikat. faktorial kompleks c. pengaruh 5.b. metode demostrasi c. faktorial tunggal b. sebaiknya menggunakan rancangan penelitian eksperimen… a.

Bandung: Tarsito -------------. Pengertian Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif disebut juga penelitian fenomenologis. Kompetensi Dasar Setelah mempelajari materi pembelajaran 4. Faisal. adalah data atau informasi yang disajikan dalam laporan penelitian kualitatif menggambarkan fenomena yang seadanya atau aslinya. Daftar Referensi Furqon. Jakarta: Rajawali Press. (1982). Menjelaskan langkah-langkah penyusunan rancangan penelitian kualitatif. Mengapa data yang disajikan dalam penelitian kualitatif bersifat natural? Hal tersebut. Ringkasan Materi 1. Format-Format Penelitian Sosial. Nasution (1998: 23). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara Sanapiah. (1996). yang berarti bahwa rancangan penelitian kualitatif memfokuskan pada upaya menggali data lapangan yang bersifat fenomena untuk selanjutnya dirumuskan makna atas fenomena yang ditelitinya. B. menyebut penelitian kualitatif dengan istilah penelitian naturalistik. (2001). Bandung: Alfabeta Nasution.Kegiatan Belajar 4 RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF A. Statistika Terapan dalam Penelitian. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. mengingat peran peneliti dalam proses pengumpulan data tidak memberikan perlakuan atau manifulasi terhadap perilaku subyek penelitian. peserta mampu: 1. D. yang berarti bahwa rancangan penelitian kualitatif memfokuskan pada upaya menggali data lapangan yang bersifat natural atau alamiah. Peran peneliti dalam penelitian kualitatif 36 . C. (2003). 3. 2. Yang dimaksud dengan data natural. Dasar-dasar dan Aplikasi. Menjelaskan ciri-ciri rancangan penelitian kualitatif. Menjelaskan pengertian penelitian kualitatif. Standar Kompetensi Petatar mampu memahami langkah-langkah perumusan rancangan penelitian kualitatif.

Teknik sampling dalam penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. sampel itu dipilih dari suatu populasi sehingga dapat digunakan untuk mengadakan generalisasi. Prosedur penelitian kualitatif tidak mempunyai pola baku. 37 . Moeloeng. Jadi. (2) Penelitian kualitatif bersifat deskriptif. 1997: 165). Pada penelitian kualitatif. Karakteristik Rancangan Penelitian Kualitatif Bogdan dan Biklen (1982: 29) mengemukakan ada lima karakteristik sebagai berikut: a. (3) Penelitian kualitatif berkenaan dengan proses bukannya semata-mata hasil atau produk. sehingga masing-masing konteks itu ditangani dari segi konteksnya sendiri.hanyalah menggali data lapangan apa adanya. Qualitative research are concerned with process rather than simply with out comes or products. peneliti mulai dengan asumsi bahwa konteks itu kritis. Meaning is of essential consern to kualitative approach. menurut Lincolin dan Guba (dalam Lexy J. d. Data yang terkumpul berupa kata-kata dan gambar. (4) Penelitian kualitatif mengutamakan pengolahan data secara umum terlebih dulu. c. b. Penelitian kualitatif mengumpulkan dan mencatat data secara terperinci dari berbagai masalah yang berhubungan dengan objek penelitian. and e. Qualitative research is descriptive. bukan berupa angka-angka. 2. Pelaksanaan pengambilan data tersebut langsung dilakukan oleh peneliti sendiri dengan melakukan pengamatan dan langsung berpartisipasi aktif dalam proses tersebut. sampel benar-benar mewakili ciri populasi. Pada penelitian kuantitatif. Dari pendapat di atas dikemukakan bahwa karakteristik penelitian kualitatif adalah: (1) Kualitatif merupakan seting alamiah sebagai sumber data langsung dan peneliti menjadi instrumen utamanya. Qualitative researcher tend to analize there data inductively. baik melalui wawancara atau observasi pasif atau partisipatif. Qualitative has the natural setting as direct source of data and researcher is the key instrument. The data collected are in the form of word or picture. rather than numbers. (5) Makna merupakan perhatian utama dalam penelitian kualitatif. dan telaah dokumentasi.

sesudah makin banyak informasi yang masuk dan makin mengembang hipotesis kerja. d. melainkan untuk merinci kekhususan yang ada ke dalam ramuan konteks yang unik dan menggali informasi yang akan menjadi dasar dari rancangan teori yang muncul. c. Jika tidak ada lagi informasi yang dapat dijaring . Sampel tidak dapat ditentukan atau ditarik terlebih dahulu. sampel dipilih atas dasar focus penelitian.selain itu. Tujuannya bukanlah memusatkan diri pada adanya perbedaan-perbedaan yang nantinya dikembangkan ke dalam generalisasi. Pada rancangan penelitian kualitatif. Penelitian sampel secara berurutan dengan bentuk “snow ball sampling” yaitu responden diminta menunjuk orang lain yang dapat memberikan informasi dan selanjutnya responden berikutnya diminta pula untuk menunjuk orang lainnya dan seterusnya. b. Pada penelitian kualitatif sampel diambil tidak secara acak. Penelitian berakhir jika sudah terjadi pengulangan. Teknik sampling secara purposive tersebut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut (Lexy J. dalam penelitian kualitatif tidak terlalu menekankan pada perumusan definisi operasional variabel secara konseptual. Permasalahan yang diangkat dalam rancangan penelitian kualitatif berangkat dari telaah lapangan (studi fenomenologis). Oleh karena itu. Moloeng. dalam penelitian kualitatif peneliti sangat erat kaitannya dengan faktor-faktor kontekstual. maka penarikan sampel dihentikan. Pada mulanya setiap sampel dapat sama kegunaannya. Jadi. 38 . sehingga makin lama makin banyak. berbeda dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian kuantitatif lebih banyak berangkat dari kajian pustaka atau telaah konseptual. 1997: 166): a. maksud sampling dalam hal ini ialah untuk menjaring sebanyak mungkin informasi dari berbagai macam sumber. prosedur atau langkah-langkah penelitian bersifat fleksibel. Penyesuaian berkelanjutan dari sampel. Langkah-langkah Penyusunan Rancangan Penelitian Kualitatif Ada perbedaan mendasar antara rancangan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian kuantitatif. Namun. tidak sekaku pada rancangan penelitian kuantitatif. tetapi bersipat secara purposive atau sampel bertujuan. 3.

kemudian dijabarkan ke dalam itemitem pertanyaan penelitian yang dirumuskan secara spesifik dan operasional. Judul Penelitian Judul penelitian dalam rancangan penelitian kualitatif. berikut disajikan outline format penyusunan rancangan penelitian kualitatif. harus ada keterkaitan konsep dan empirik dengan rumusan fokus penelitian. Dalam rancangan penelitian umumnya. menggambarkan adanya upaya untuk mengungkap dan menganalisis fakta atau fenomena menjadi makna. d. manfaat penelitian tersebut dijelaksan dalam tataran manfaat teoretis dan tataran praktis. kegiatab pengumpulan data akan dibatasi sesuai dengan lingkup penelitian. dimunculkan pernyataan yang menggambarkan adanya ketertarikan peneliti terhadap suatu fenomena. Rumusan dari tujuan penelitian tersebut. f. berangkat dari kajian awal mengenai suatu fenomena. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian menggambarkan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dilaksanakan. g. Fokus Penelitian Fokus penelitian adalah penegasan peneliti mengenai wilayah atau obyek yang akan diteliti. b. c. Item-item pertanyaan penelitian yang dirumuskan tersebut. Latar Belakang Latar belakang dalam rancangan penelitian kualitatif. Dalam rumusan fokus penelitian tersebut. Pertanyaan Penelitian Fokus penelitian yang telah dirumuskan oleh peneliti. memaparkan 39 . e. sehingga menggiring pentingnya untuk dilakukan penelitian ilmiah.Berangkat dari deskripsi di atas. Paradigma Penelitian Paradigma penelitian atau disebut juga sebagai kerangka pemikiran. memaparkan tujuan umum dan tujuan khusus. a. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian menggambarkan apa yang hendak dicari dengan adanya penelitian. Dalam uraian tersebut.

(4) tahap-tahap penelitian. naturalistik b. h. (2) subyek penelitian. C atau D 1. Data dalam penelitian kualitatif besifat alamiah. kemudian bahas bersama pemecahan dan lakukan koreksi atau perbaikan secara individual sesuai dengan proposal penelitian yang Anda buat. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian. dan (5) teknik analisis data. i. Saran-saran Implementasi 1. juga memaparkan posisi pentingnya masalah yang akan diteliti. F. adalah: (1) metode atau prosedur penelitian. Latihan Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling tepat dengan cara membubuhkan tanda silang (x) pada pilihan A. Poin-poin yang dijelaskan dalam metodologi penelitian. Evaluasi Implementasi Proposal atau rancangan penelitian yang Anda buat. 2. empirisme 40 . diskusikan dengan kelompok belajar. penelitian kualitatif disebut juga sebagai penelitian… a. Kelemahan tersebut. dan catat apa yang menjadi kelemahan atau kesalahan dari proposal yang Anda buat. E. menjelaskan batasan konseptual mengenai variabel-variabel atau kata-kata kunci yang ada dalam judul penelitian. (3) teknik pengumpulan data. buatlah satu jenis proposal penelitian kualitatif dengan memperhatikan karakteristik penelitian kualitatif sebagaimana dijelaskan dalam pembelajaran 4.keterkaitan konseptual mengenai variabel-variabel yang akan diteliti. menjelaskan langkah-langkah ilmiah-operasional yang akan dilaksanakan oleh peneliti dalam rangka mencapai tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Strategi Implementasi Untuk mengimplementasikan konsep mengenai rancangan penelitian kualitatif. B. Oleh karena itu. Penjelasan Istilah (Definisi Operasional) Bagian penjelasan istilah ini.

refresentatif 41 . Dilihat dari teknik penentuan subyek penelitian. survey 5. Kriteria sampel dalam penelitian kualitatif. purpossive d. refresentatif c. Oleh karena itu. konstruktivistik d. strata b.c. kontekstual b. sensus c. penelitian kualitatif disebut juga sebagai penelitian… a. kasus d. naturalistik b. heterogen 4. adalah… a. Yang tidak bisa digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian kualitatif. homogen d. observasi c. Permasalahan dalam penelitian kualitatif berangkat dari telaah empirik. angket 3. dokumentasi d. wawancara b. fenomenologis c. adalah bersifat… a. maka sampel dalam penelitian kualitatif bersifat… a. eksperimen 2.

Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Faisal. Kompetensi Dasar Setelah mempelajari materi pembelajaran 5. Jakarta: Rajawali Press. (1982). Format-Format Penelitian Sosial. 4.Kegiatan Belajar 5 PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN A. setiap laporan penelitian barulah dapat dikatakan lengkap bila 42 . B. Dasar-dasar dan Aplikasi. Ringkasan Materi 1. (2001). lazimnya disebut laporan penelitian. Bandung: Alfabeta Nasution. (2003). Karena cara mengkomunikasikan hasil suatu penelitian hampir selalu tertulis. Menjelaskan jenis-jenis laporan penelitian. peserta mampu: 1. C. Daftar Referensi Furqon. Pengertian Laporan Penelitian Betapapun baik dan berguna nilai temuan suatu penelitian tak akan banyak artinya apabila tidak dikomunikasikan kepada orang lain. Oleh karena itu. Dengan menggunakan metodologi itu akan didapat jawaban-jawaban yang berupa hasil penelitian yang dari sini pula dapat ditarik suatu kesimpulan. Statistika Terapan dalam Penelitian. Untuk menjawab masalah penelitian tersebut tentu saja memerlukan metodologi tertentu. Menjelaskan organisasi penyusunan laporan penelitian. Metode Research (Penelitian Ilmiah). D. 3. maka yang dibahas di sini adalah berkenaan dengan pengkomunikasian secara tertulis tersebut. Menjelaskan langkah-langkah penyusunan laporan penelitian. Standar Kompetensi Petatar mampu memahami langkah-langkah penyusunan laporan penelitian. Apa saja yang perlu disajikan dalam suatu laporan penelitian? Setiap penelitian bermula dari suatu permasalahan dan berakhirnya pada pemberian jawaban atas permasalahan yang diteliti. Bandung: Tarsito -------------. (1996). Jakarta: Bumi Aksara Sanapiah. Menjelaskan pengertian laporan penelitian 2.

yaitu: (1) kelompok masyarakat akademis. dan lain sebagainya). Jenis-jenis Laporan Penelitian Jenis laporan penelitian lazimnya dikaitkan dengan kelompok pembaca suatu laporan penelitian. secara garis besar dikenal dua jenis kelompok pembaca laporan penelitian. yang terkadang membuat tidak komunikatif. dan (2) kelompok masyarakat umum. akan sangat bergantung pada jenis laporan penelitian yang kita buat. dan sekomunikatif mungkin. bagaimana keempat unsur isi laporan tersebut diorganisasikan dalam suatu laporan penelitian? Serta bagaimanakah segi-segi teknis penulisan yang perlu diperhatikan dalam menyusun suatu laporan penelitian? Mengenal organisasi dam segi-segi teknis penulisan laporan suatu penelitian. baik dalam hal bahasa. yaitu: (1) masalah penelitian. Oleh karena itu. termasuk jenis laporan penelitian yang dipersembahkan untuk konsumsi kelompok masyarakat akademis. menulis catatan kaki atau catatan samping.isinya mencakup keempat hal. Sedangkan laporan yang dimaksudkan untuk konsumsi kelompok masyarakat umum (katakanlah untuk lembaga pemerintah atau swasta yang berkepentingan dengan nilai praktis hasil penelitian atau dipublikasikan secara luas melalui mekanisme penerbitan umum). Hal-hal yang rinci dan teknis. menulis daftar pustaka. Dalam hubungan ini. apabila hendak dikomunikasikan ke kelompok 43 . 2. bahkan proporsi jumlah halaman untuk masing-masing bagian/isi laporan. Masing-masing jenis laporan penelitian. mempersyaratkan susunan dan segi-segi teknis tertentu. desertasi. di sini diperlukan ulasan dan sajian secara populer. suatu skripsi. Karenanya. berikut ini akan dikemukakan terlebih dahulu tentang jenis-jenis laporan penelitian. dan teknis penulisannya (seperti cara mengutip. Bagaimana keempat hal tersebut disajikan dalam suatu laporan penelitian? Konkritnya. organisasi penyajian (urutan dan susunan bagian-bagiannya). patokan-patokan standar menjadi kurang penting. tesis. tesis atau desertasi. Jenis laporan ini dituntut memenuhi patokan-patokan standar. (2) metodologi penelitian. (3) hasil penelitian. lebih-lebih formula statistik tidak terlalu ditonjolkan. Laporan penelitian yang dikenal dengan sebutan skripsi. dan (4) kesimpulan atas hasil penelitian.

perlu dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi lebih populer dan komunikatif. Langkah-langkah Penyusunan Laporan Penelitian Tadi telah dinyatakan bahwa laporan penelitian mengandung empat hal. Prosedur yang telah disebutkan tadi. analisis. 3. Pada format bebas. karena pada penelitian kualitatif secara simultan dan interaktif di dalam kesatuan siklus penelitian yang dilakukan (desain. Juga perlu diketahui bahwa bagian mengenai “masalah penelitian” dan “metodologi penelitian” yang nota bene telah dinyatakan dalam desain penelitian.masyarakat umum. pengumpulan data. dan tidak perlu diselesaikan sampai menunggu rampungnya pengolahan dan analisis data. Bila format bebas ini yang dipakai. tidak terdapat batasan tentang jumlah bab. hanya dua hal yang baru bisa ditulis setelah penelitian berakhir (setelah pengolahan dan analisis data terselesaikan). misalnya pembahasan tentang tinjauan kepustakaan dan uraian mengenai metodologi penelitian. dengan sendirinya baru bisa disusun setelah selesainya tahap pengolahan dan analisis data itu sendiri. Di sini perlu diberi sedikit catatan. khususnya berkenaan dengan penyusunan laporan penelitian kualitatif. sehingga penyusunan laporan penelitian bisa terselesaikan secara lebih cepat. dan laporan disusun secara simultan dan interaktif satu sama lain di sepanjang proses penelitian berlangsung) Pada penelitian kuantitatif. sesungguhnya tinggal memberikan uraian-uraian tambahan dari apa yang telah dinyatakan dalam desain penelitian. sebaiknya menjadi perhatian para peneliti. 4. Organisasi Laporan Penelitian Organisasi laporan penelitian atau format laporan penelitian. Di antara keempat hal tersebut. bagian laporan mengenai hasil penelitian beserta kesimpulan atas hasil penelitian. urutan dan susunannya yang pasti. sebenarnya sudah bisa disusun setelah rancangan penelitian dirasakan mantap. Sedangkan bagian tentang masalah penelitian dan metodologi penelitian. khususnya pada bagianbagian tertentu yang masih perlu dipaparkan secara lebih lengkap dan terurai. ada yang urutan dan susunannya tergolong “bebas” (format bebas) dan ada pula yang urutan dan susunannya tergolong tetap atau “fixed” (format tetap). yaitu tentang hasil penelitian dan kesimpulan atas hasil penelitian. peneliti dapat leluasa menentukan jumlah bab 44 . Kedua hal tersebut malah seharusnya telah eksplisit dan jelas dinyatakan dalam rancangan penelitian.

Pembahasan Hasil Penelitian Bab VI . Kesimpulan dan Saran 1. Sedangkan pada format tetap. rumusan masalah penelitian. subnya bisa bervariasi. suatu laporan penelitian umumnya ditentukan terbagi ke dalam 5 atau 6 bab. Metodologi Penelitian Bab III . asumsi dan keterbatasan 45 . asalkan keempat hal yang seharusnya tercakup dalam suatu laporan penelitian bisa tertampung atau terpenuhi. Ketentuan tersebut. hipotesis penelitian. Kesimpulan dan Saran Bab V . Metodologi Penelitian Bab IV . seperti tertera di bawah ini: URUTAN DAN SUSUNAN BAB DALAM LAPORAN PENELITIAN Untuk Laporan Yang Terdiri dari 5 Bab Untuk Laporan Yang Terdiri dari 6 Bab Bab I . Pembahasan tentang latar belakang masalah penelitian. baik jumlah bab maupun isi masing-masing bab.beserta sub babnya. lazimnya mengikuti ketentuan tertentu yang sudah pasti. Hasil Penelitian Bab V . Pembahasan Kepustakaan Bab III . Hasil Penelitian dan pembahasan Bab IV . apakah suatu perguruan tinggi ataukah lembaga penelitian. namun rambu-rambunya adalah sebagai berikut. tujuan penelitian. Pendahuluan Bab I : Pendahuluan Bab II . Pada masing-masing bab. Pembahasan kepustakaan Bab II . Dalam hubungan ini. lazimnya dikeluarkan dan diberlakukan dalam lingkungan suatu lembaga ilmiah.

4. Pembahasan kepustakaan di Bab II. daftar gambar. metode pengumpulan data. data. tujuannya untuk menunjukkan sejumlah konsep. dalam proses ini diperlukan berfikir divergen dan konvergen. dan apa yang dapat disarankan atas dasar hasil penelitian (termasuk saran tentang masalah-masalah baru yang perlu diteliti lebih lanjut). sehingga generalisasi tingkat tinggi dapat dilakukan atau dipaparkan. 5. dan ucapan terima kasih. Sedangkan setelah bab terakhir. dan kegunaan atau pentingnya penelitian. batasan konsep/variabel/istilah. Apa yang dapat disimpulkan dari hasil penelitian. teori. Sebelum bab pendahuluan. instrumen pengukuran variabel. Sajian tentang deskripsi umum subyek/obyek penelitian. metode pengolahan dan analisis data. Setelah penyajian hasil penelitian. merupakan soal-soal yang biasanya dimasukkan dalam bagian pendahuluan 2. daftar tabel. daftar isi. perlu diperbandingkan satu sama lain. persoalan metodologis yang digunakan dalam penelitian. Pembahasan tentang populasi dan sampel (termasuk teknik sampling yang dilakukan). dan bahkan dievaluasi satu sama lain. hasil penelitian lain. merupakan soal-soal yang lazimnya dimasukkan dalam bagian metodologi penelitian. kalau ada) sehingga masalah yang diteliti menjadi lebih jelas dimana “tempat duduknya” di dalam kerangka khasanah pengetahuan/kepustakaan yang ada 3. jenis dan model penelitian yang dilakukan. lazimnya 46 . lazimnya disertai lembaran kata pengantar. biasanya disertakan lembaran judul penelitian. merupakan hal-hal yang lazimnya disajikan dalam bagian tentang “hasil penelitian”. sajian data dan atau hasil uji statistik untuk masing-masing masalah dan atau hipotesis penelitian beserta interpretasinya masing-masing. temuan-temuan yang bersangkut paut dengan masalah penelitian (dan hipotesis penelitian. di sini keseluruhan hasil penelitian dan juga tinjauan kepustakaan. dilacak keterkaitannya satu sama lain. lazimnya dikemukakan pada bagian “kesimpulan dan saran" 6. masih perlu diikuti oleh suatu diskusi atau pembahasan tentang hasil penelitian. sebelum daftar isi. sub-subnya sangat tergantung pada jumlah topik masalah dan atau bangunan teori yang melandasi pelaksanaan penelitian.penelitian.

Bagian yang menjelaskan hasil penelitian dari suatu laporan penelitian. Latihan Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling tepat dengan cara membubuhkan tanda silang (x) pada pilihan A. disebut… a. Saran-saran Implementasi 1. pendahuluan b. kajian teoretis c. F. Sumber yang dapat anda gunakan. proposal penelitian b. Evaluasi Implementasi Untuk menilai tingkat kebenaran dari laporan penelitian yang anda buat. dan lembaran untuk sejumlah lampiran yang dipandang perlu. E. berdasarkan saran-saran dari rekan diskusi.disertakan lembaran daftar pustaka. Catat dan perbaiki beberapa kelemahan dari laporan penelitian yang anda buat. kesimpulan dan saran 47 . analisis hasil pengujian statistik d. Untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Strategi Implementasi Untuk mengimplementasikan konsep-konsep yang anda pelajari dalam pembelajaran 5. lakukan diskusi dengan rekan sejawat atau pihak lain yang dipandang kompeten dalam membuat laporan penelitian. hasil penelitian d. diharuskan untuk memodifikasinya. B. C atau D 1. laporan hasil penelitian 2. buatlah contoh laporan penelitian. Bagi anda yang menggunakan laporan penelitian orang lain. definisi operasional variabel c. bisa melaporkan hasil penelitian yang anda lakukan. maka seorang peneliti diharuskan untuk membuat… a. 2. atau menggunakan laporan penelitian orang lain (skripsi).

Manakah pernyataan berikut yang menggambarkan prosedur pembuatan laporan penelitian kualitatif? a. plural 4.3. dilaksanakan di awal kegiatan penelitian c. analisis pragmatik 48 . analisis deduktif d. analitical induktif b. Analisis data dalam laporan penelitian kualitatif menggunakan teknik… a. fleksibel c. Laporan penelitian yang diperuntukkan bagi masyarakat akademis. fixed b. dilaksanakan secara simultan sepanjang penelitian dilaksanakan b. dilaksanakan di tengah-tengah proses penelitian 5. analisis statisik c. populis d. dilaksanakan setelah selesai pengujian hipotesis d. bersifat… a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->