P. 1
Alat Ukur Panjang

Alat Ukur Panjang

|Views: 24|Likes:
Published by Nurhidayah Saleh

More info:

Published by: Nurhidayah Saleh on Nov 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2011

pdf

text

original

Alat Ukur Panjang, Massa dan Waktu

Ditulis oleh Sri Handayani pada 13-05-2011

Alat ukur besaran-besaran fisika sangat banyak tetapi di kelas X SMA ini dikenalkan tiga alat ukur besaran pokok yaitu panjang, massa dan waktu. Beberapa alat ukur besaran tersebut dapat dicermati seperti berikut. a. Alat ukur panjang Panjang, lebar atau tebal benda dapat diukur dengan mistar. Tetapi jika ukurannya kecil dan butuh ketelitian maka dapat digunakan alat lain yaitu jangka sorong dan mikrometer skrup. (1) Jangka sorong Sudah tahukah kalian dengan jangka sorong? Jangka sorong banyak digunakan dalam dunia mesin. Jika kalian menanyakan pada teknisi sepeda motor atau mobil maka dia akan langsung menunjukkannya. Perhatikan Gambar 1.9(a). Alat pada gambar itulah yang dinamakan jangka sorong. Jika kalian cermati maka jangka sorong tersebut memiliki dua bagian. Pertama, rahang tetap yang memuat skala utama. Kedua, rahang sorong (geser) yang memuat skala nonius. Alat ukur besaran-besaran fisika sangat banyaktetapi di kelas X SMA ini dikenalkan tiga alat ukur besaranpokok yaitu panjang, massa dan waktu. Beberapa alatukur besaran tersebut dapat dicermati seperti berikut.a. Alat ukur panjangPanjang, lebar atau tebal benda dapat diukur denganmistar. Tetapi jika ukurannya kecil dan butuh ketelitianmaka dapat digunakan alat lain yaitu jangka sorong danmikrometer skrup.(1) Jangka sorongSudah tahukah kalian dengan jangka sorong?Jangka sorong banyak digunakan dalam dunia mesin. Jikakalian menanyakan pada teknisi sepeda motor atau mobilmaka dia akan langsung menunjukkannya. PerhatikanGambar 1.9(a). Alat pada gambar itulah yang dinamakanjangka sorong. Jika kalian cermati maka jangka sorongtersebut memiliki dua bagian. Pertama, rahang tetapyang memuat skala utama. Kedua, rahang sorong (geser)yang memuat skala nonius. [gambar a dan b] Skala nonius merupakan skala yang menentukan ketelitian pengukuran. Skala ini dirancang dengan panjang 19 mm tetapi tetap 20 skala. Sehingga setiap skala

05 = 23 + 12. Hasil pengukuran dengan jangka sorong akan memuat angka pasti dari skala utama dan angka taksiran dari skala nonius yang segaris dengan skala utama. Perhatikan perbandingan skala tersebut pada Gambar 1.05) mm …………………. 0.5 Diana mengukur diameter dalam tabung dapat menunjukkan keadaan pengukuran seperti pada Gambar 1.4) dengan : x = hasil pengukuran CONTOH 1.05 = 23. (1. x = (x0 + Δx .10 diperoleh: x0 = 23 mm Δx = 12 Berarti diameter dalam tabung sebesar: x = x0 + Δx .10. Penjumlahan dari keduannya merupakan angka penting. Berapakah diameter dalam tabung tersebut? Penyelesaian Dari Gambar 1.9(b).05 mm.60 mm [ gambar 1. 0.10] .0.nonius akan mengalami pengecilan sebesar (20-19) : 20 = 0. Hasil pengukuran itu dapat dituliskan dengan persamaan sebagai berikut.

Pertama. Hal ini sesuai dengan sifat mikrometer yang memiliki ketelitian lebih besar dari jangka sorong. Kedua. Mirip dengan jangka sorong.(2) Mikrometer sekrup Coba kalian perhatikan Gambar 1. Mikrometer memiliki ketelitian hingga 0. Ketelitian ini dirancang dari rahang putar yang memuat 50 skala x0 Δx rahang tetap rahang tetap [ gambar 1..01 mm. Mikrometer ini dapat digunakan untuk mengukur ketebalan benda-benda yang tipis seperti kertas dan rambut. rahang putar. Rumusnya sebagai berikut.11] Hasil pengukurannya juga memiliki angka pasti dan angka taksiran seperti jangka sorong. 0.5) dengan : x = hasil pengukuran x0 = skala utama sebelum batas rahang putar . mikrometer juga memiliki dua bagian.01) mm ………………. (1. rahang tetap memuat skala utama. x = (x0 + Δx .11! Alat yang terlihat pada gambar itulah yang dinamakan mikrometer sekrup. memuat skala nonius.

Pada Gambar 1.12] b. 0.Δx = skala nonius yang segaris dengan garis tengah skala utama CONTOH 1. neraca O’hauss dan neraca analitis.06 mm [ gambar 1.01 = 1 + 6 . Alat ukur massa Kalian tentu sudah tidak asing lagi dengan pengukur massa. Namun beberapa neraca yang digunakan sering dinamakan timbangan. neraca badan.13 diperlihatkan berbagai jenis neraca . 0.01 = 1.11 dapat diperoleh: x0 = 1 mm Δx = 6 Berarti hasil pengukurannya sebesar: x = x0 + Δx . Berapakah hasil pengukuran tersebut? Penyelesaian Dari Gambar 1. Alat pengukur itu dikenal dengan nama neraca.12.6 Penunjukkan skala pada mikrometer sekrup yang digunakan untuk mengukur tebal kertas dapat dilihat seperti pada Gambar 1. neraca pegas. Neraca . Setiap saat kalian perlu menimbang massa kalian untuk data tertentu.

neraca pegas 1 gr. Neraca yang sering digunakan di laboratorium adalah neraca O’hauss. neraca O’hauss 0. Untuk memahaminya cermati contoh 1.badan memiliki skala terkecil 1 kg.7 berikut.1 gr sedangkan neraca analitis hingga 1 mg.14(a) dapat diperoleh: M = 1kg + 400 kg + 40 gr + 1gr = 1441 gr = 1. Hasil pengukuran dengan neraca sesuai dengan jumlah pembanding yang digunakan. [ gambar a dan b] CONTOH 1.14(a).14] Penyelesaian Hasil pengukuran dengan neraca O’hauss adalah jumlah dari pembanding-pembanding yang digunakan. Contohnya proses belajar mengajar . Pembanding-pembanding yang digunakan dapat terlihat seperti pada Gambar 1. kita selalu menggunakan batasan waktu. Berapakah massa balok tersebut? [ gambar 1.441 kg c. Alat ukur waktu Dalam setiap aktivitas.7 Andi dan Johan sedang mengukur massa balok. sehingga dari Gambar 1.

Jarum pendek untuk menit dan jarum panjang untuk detik. Berapakah waktu yang dibutuhkan? Penyelesaian Jarum pendek: 2 menit Jarum panjang: 34.8 diperlihatkan stop watch yang memiliki dua jarum penunjuk. waktunya 90 menit.15! Ada beberapa jenis stopwatch. Hasil pembacaan stop watch digital dapat langsung terbaca nilainya.8 Tampilan stopwatch yang digunakan untuk mengukur waktu gerak benda dapat dilihat seperti Gambar 1. Istirahat sekolah 30 menit. Batasan-batasan waktu ini biasanya digunakan jam biasa. ada yang manual dan ada yang digital. Bagaimana jika batasan waktunya singkat (dalam detik) seperti mengukur periode ayunan? Untuk kejadian ini dapat digunakan pengukur waktu yang dapat dikendalikan yaitu stop watch.16.5 detik (jarum pendek pada tanda hitam/merah berarti di atas 30 detik) Jadi waktu yang dibutuhkan memenuhi: . Perhatikan Gambar 1. maka pembacanya sesuai dengan penunjukkan jarum.fisika. untuk contoh 1. CONTOH 1. Untuk stop watch yang menggunakan jarum.

Hasil ini menunjukkan bahwa ketelitian alatnya sampai dua desimal (0.2 cm. Namun setelah dituliskan kadang-kadang jumlah angka pentingnya jadi rancu. Penulisan angka penting bertujuan untuk mengetahui ketelitian suatu pengukuran. l = 3. 1.01 s) sehingga perlu menuliskan nilai 0 di belakang angka 5. Misalnya lagi suatu pengukuran yang memperoleh t = 2. angka penting merupakan semua angka yang diperoleh dalam pengukuran. Contohnya panjang suatu benda terukur 3.2 cm. berapakah jumlah angka penting panjang benda tersebut? Untuk mengatasi kerancuan tersebut maka kalian perlu memperhatikan hal-hal penting berikut. Hasil ini menunjukkan bahwa pengukuran ini teliti hingga 1 desimal untuk centimeter (0.1 cm) dan angka pentingnya berjumlah 2.5 detik = 120 detik + 34. Nilai panjang ini dapat ditulis 0.17] 4.5 detik = 154. .5 detik [ gambar 1. Analisa Angka Penting Seperti penjelasan di depan.50 s.t = 2 menit + 34.032 m atau 320 mm. Dari penulisan ini timbul pertanyaan. Contohnya pengukuran panjang benda di atas. Berarti memiliki 3 angka penting.

2. Analisa Angka Penting Seperti penjelasan di depan. angka penting merupakan semua angka yang diperoleh dalam pengukuran.2 cm.2.032 m.032 m atau 320 mm. berapakah jumlah angka penting panjang benda tersebut? Untuk mengatasi kerancuan tersebut maka kalian . Namun setelah dituliskan kadang-kadang jumlah angka pentingnya jadi rancu. 4. Penulisan hasil pengukuran sebaiknya menggunakan notasi ilmiah. Misalnya pengukuran panjang benda di atas l = 3. Perubahan satuan ini sebaiknya dalam bentuk l = 3. Dengan metode ini perubahan satuan tidak mengubah jumlah angka penting hasil pengukuran.2 cm = 0.10-2 m.2. Penulisan ini tetap memiliki dua angka penting.6) dengan : 1 < a < 10 n = bilangan bulat Penulisan notasi ilmiah ini akan lebih bermanfaat lagi jika dilakukan perubahan satuan. l = 3. Nilai panjang ini dapat ditulis 0. a × 10n ……………………………………… (1. Dari penulisan ini timbul pertanyaan. Begitu pula dalam mm. Bentuk notasi ilmiah seperti berikut.101 mm (2 angka penting). Contohnya panjang suatu benda terukur 3.

2 cm = 0.10-2 m.50 s. l = 3.1 cm) dan angka pentingnya berjumlah 2.101 mm (2 . a × 10n ……………………………………… (1. Penulisan angka penting bertujuan untuk mengetahui ketelitian suatu pengukuran.2 cm.01 s) sehingga perlu menuliskan nilai 0 di belakang angka 5. 1. Penulisan ini tetap memiliki dua angka penting.2.032 m. Misalnya pengukuran panjang benda di atas l = 3. l = 3. Bentuk notasi ilmiah seperti berikut.6) dengan : 1 < a < 10 n = bilangan bulat Penulisan notasi ilmiah ini akan lebih bermanfaat lagi jika dilakukan perubahan satuan.perlu memperhatikan hal-hal penting berikut. Contohnya pengukuran panjang benda di atas. Berarti memiliki 3 angka penting. Misalnya lagi suatu pengukuran yang memperoleh t = 2. Hasil ini menunjukkan bahwa pengukuran ini teliti hingga 1 desimal untuk centimeter (0. Hasil ini menunjukkan bahwa ketelitian alatnya sampai dua desimal (0. Penulisan hasil pengukuran sebaiknya menggunakan notasi ilmiah. 2.2. Begitu pula dalam mm. Perubahan satuan ini sebaiknya dalam bentuk l = 3.

025 cm = 2 angka penting Mengapa kalian perlu mengetahui jumlah angka penting? Jumlah angka penting ini ternyata berkaitan erat dengan operasi angka penting.500 s = 3 angka penting 0.28 cm berarti nilai tersebut memiliki 4 angka penting. Contohnya suatu pengukuran tebal benda memperoleh nilai d = 35. c). Angka nol diantara bukan nol termasuk angka penting b). Angka nol di sebelah kiri angka bukan nol tidak termasuk angka penting. Operasi angka penting yang perlu dipelajari diantaranya penjumlahan.angka penting). Dalam setiap operasi . Semua angka bukan nol merupakan angka penting. pengurangan. perkalian dan pembagian.023 gr = 4 angka penting 4. Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol termasuk angka penting kecuali ada keterangan tertentu. 3. Contohnya: 3. Dengan metode ini perubahan satuan tidak mengubah jumlah angka penting hasil pengukuran. Untuk angka nol memiliki kriteria tersendiri yaitu: a). 4.

Hasilnya saja yang harus memenuhi aturan angka penting diantaranya hanya memiliki satu angka taksiran. (1) Operasi dua angka pasti hasilnya angka pasti.9 a. 102 + 1. CONTOH 1. Perhatikan contoh berikut.5 b. 1 0 2 1. 5 + . a.278 − 1. Jika diperoleh lebih dari dua angka taksiran maka harus dilakukan pembulatan.ini perlu mengetahui beberapa aturan berikut. (2) Operasi yang melibatkan angka taksiran hasilnya merupakan angka taksiran. Y = 6.21 Tentukan nilai X dan Y! Penyelesaian a. Penjumlahan dan pengurangan Operasi penjumlahan dan pengurangan angka penting memiliki cara yang sama dengan operasi aljabar biasa. Penjumlahan : 25. X = 25. Angka 4 ke bawah dihilangkan dan angka 5 ke atas dibulatkan ke atas. (3) Hasil operasi angka penting hanya diperbolehkan mengandung satu angka taksiran.

Berapakah jumlah angka penting bilangan hasil pembagian tersebut? Jelaskan bagaimana kalian dapat menentukannya? b. 6 0 2 16 Fisika SMA Kelas X Aktiflah Sifat pembagian angka penting sama dengan perkaliannya. Pengurangan: 6.26. Buktikan jawaban kalian dengan membagi bilangan tersebut! _ Dengan pembulatan diperoleh X = 26.56 : 5. x = 43.2 a. 2 7 8 1. b.6 (hanya 1 angka taksiran). 0 6 8 . 2 1 5. Perhatikan pembagian bilangan berikut.

Cobalah buktikan dengan membuat contoh sendiri. Perkalian dan pembagian Bagaimana dengan operasi perkalian dan pembagian angka penting? Sudahkah kalian memahami? Ternyata aturannya juga sesuai dengan operasi penjumlahan dan pengurangan. 2 6 Pembulatan : 9 1 (2 angka penting) Apakah yang dapat kalian cermati dari hasil operasi perkalian itu? Ternyata hasil akhir operasi perkalian itu memiliki jumlah angka penting yang sama dengan jumlah angka penting paling sedikit.Dengan pembulatan diperoleh Y = 5. Sifat perkalian ini akan berlaku pada operasi pembagian. 2 9 1. Coba kalian cermati jumlah angka penting pada perkalian berikut. 1 (3 angka penting) 2. 6 (2 angka penting) 2 1. 3 5. 5 Ω. Jika ujung-ujung .07 (hanya 1 angka taksiran). 0 6 7 0. b. Namun ada sifat yang menarik pada operasi ini.10 Sebuah hambatan terukur 120. CONTOH 1.

5 volt (2 angka penting) Sesuai hukum Ohm (masih ingat di SMP?) dapat diperoleh: I= = = 0.01245 A = 12.5 Ω (4 angka penting) V = 1.5 volt maka berapakah kuat arus yang lewat? Penyelesaian R = 120.hambatan itu diberi beda potensial 1.45 mA Pembulatan I = 12 mA (2 angka penting) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->