USHUL FIQIH

1

‫بسم ال الرحمن الرحيم‬
PENDAHULUAN
Ushul fiqih adalah mengetahui dalil ijmal fiqih, cara penggunaan dalildalil itu, dan syarat-syarat mujtahidnya.
1

Ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan

Hanabilah mendefinisikan ushul fiqh sebagai kaidah untuk mengetahui penggalian hukum dari dalil-dalil tafsili. Dalam belajar ushul fiqih kita tidak boleh melupakan sejarah pertumbuhan dan perkembangan ushul fiqih serta timbulnya aliran dalam ushul fiqih, karena dari sini kita bisa memahami bagaimana posisi ushul fiqih sebenarnya. Risalah ini adalah tugas kelompok mata kuliah Fiqih yang di pelajari pada Program Studi Pendidikan Agama Islam 2011 di Universitas Yudharta Pasuruan, yang mana dalam penulisan risalah ini kami mengulas tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan ushul fiqih mulai zaman Nabi hingga sampai ushul fiqih menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri, dengan maksud agar kita peserta didik (mahasiswa) mengetahui sejarahnya dan dapat mengambil manfaat dari risalah ini. Akhir kata, kami tim penyusun menyadari walaupun telah berusaha sedapat mungkin, risalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu saran dan kritik sangat kami harapkan, semoga risalah ini menjadi sababiyah kita semua digolongkan orang-orang yang selalu diberikan hidayah oleh Alloh SWT. Amin.

Pasuruan, 19 Nopember 2011 Tim Penyusun
1

Lub al- Ushul, hal 4, Ushul Fiqh al- Islami 1:23)

qiyas. pada saat itu kalau belum turun ayat Al Qur’an mengenai suatu masalah. masalah utama yang menjadi bagian dari ilmu ushul fiqih seperti ijtihad.USHUL FIQIH 2 BAB 1 SEJARAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ILMU USHUL FIQIH A. melalui malaikat Jibril dengan cara berangsur-angsur yang dimulai dari mekah dan di akhiri di Madinah. H. jadi di masa Rasululloh umat islam tidak memerlukan kaidah-kaidah tertentu dalam memahami hukum-hukum syar’i. nasakh dan takhsis sudah ada pada zaman Rasululloh secara praktik. SEJARAH USHUL FIQIH PADA MASA RASULULLOH Periode Rasululloh adalah periode insya’ dan takwin artinya periode pertumbuhan dan pembentukan yang berlangsung selama 22 tahun dan beberapa bulan. semua permasalahan dapat langsung merujuk kepada Rasululloh lewat penjelasan beliau. Nazar Bakry . maka 2 Fiqih & Ushul Fiqih DR. Dalam hal ini ushul fiqih tidak timbul dengan dengan sendirinya tetapi benih-benihnya sudah ada sejak zaman Rasululloh. maka Rasululloh mengadakan ijtihad yang mendalam. sehingga akhirnya ijtihad beliau sesuai dengan ayat Al Qur’an yang diturunkan kemudian. Para sahabat masih dapat langsung menanyakan soal-soal hukum kepada Rasululloh.2 yakni pada zaman Rasululloh dan sahabat-sahabatnya ilmu ushul fiqih masih belum terhimpun. Dengan demikian sejarah pertumbuhan ushul fiqih di masa Rasululloh langsung berdasarkan wahyu yang Allah turunkan kepada Rasululloh.

baru Al Hadist menjadi sumber kedua. SEJARAH USHUL FIQIH PADA MASA SAHABAT DAN TABI’IN Pada Zaman sahabat dan tabi’in. Maka dalam hal ini pada masa para sahabat tidak mempergunakan pengetahuan ushul fiqih dalam teori. Rifa’i . untuk itu para sahabat berijtihad mencari ketetapan hukumnya setelah wafatnya Rasululloh. setelah Al Qur’an. dengan demikian para sahabat dan tabi’in yang menjadi mufti periode pertama. Kitab suci ini menjadi reverensi pertama dalam penggalian hukum islam. oleh sebab itu dalam istinbat al-ahkam para sahabat ini tidak membutuhkan perangkat lain selain keistimewaan dan nilai lebih yang mereka miliki tersebut. B. tetapi dalam praktik sesungguhnya ilmu ushul fiqih ini telah diterapkan dan menjadi acuan bagi umat sesudahnya. sebenarnya telah timbul persoalan-persoalan baru yang menuntut ketetapan hukumnya. arti dan kandungan Al Qur’an dan Al Hadist pada saat itu. selain kemampuan ini para sahabat juga mempunyai keistimewaan berkumpul dengan Rasulullah.USHUL FIQIH 3 berarti ijtihad Rasululloh dan sunnahnya tidak ada yang berlawanan dengan wahyu Allah. sehingga dengan demikian semenjak masa sahabat ijtihad sudah merupakan sumber hukum. Sebagai contoh yaitu : Umar bin Khattab RA tidak menjatuhkan hukuman potong tangan kepada 3 Lihat Ushulul Fiqih karangan Moh. pengetahuan mereka sempurna tentang hukum-hukum yang terdapat di dalam Al Qur’an yang mana bahwa Al Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab. Hadist inipun menggunakan bahasa arab karena bertindak sebagai pentabyin Al Qur’an. tahu betul terhadap tata bahasa.3 Semenjak masa sahabat. yang menjadikan para sahabat itu mengetahui rahasia tasyri’.

ide besar ini tertuang dalam kitabnya yang berjudul Arrisalah. C. As Syafi’i merupakan orang pertama yang menjelaskan konsep-konsep penggalian hukum. karena pada masa Rasulullah demikian pula pada masa sahabatnya. Disana dijelaskan dasar-dasar pemikiran yang berkaitan dengan Ushul Fiqih. tidak dibutuhkan adanya kaidah-kaidah dalam berijtihad dengan kata lain pada masa Rasulullah SAW dan pada masa sahabat telah terjadi praktek berijtihad. Imam Syafi’i memolopori pengkodifikasian undangundang istinbat al ahkam dengan berpegang pada ketetapan pakar bahasa dan pemahaman pada ruh syariah serta maqosidnya.4 Dengan demikian. SEJARAH LAHIRNYA ILMU USHUL FIQIH DAN PENCETUSNYA Setelah Islam meluas dan bangsa Arab sudah bergaul dengan bangsa lain dan juga karena zaman berubah. Al- 4 Disarikan dari kajian kuliah syariah ponpes Sidogiri 1421 H. dari contoh ijtihad yang dilakukan oleh Umar bin Khattab tersebut tampak adanya cara-cara yang digunakannya menggunakan ilmu ushul fiqih. sekalipun tidak dikemukakan dan tidak disusun kaidah-kaidah atau aturan-aturannya sebagaimana yang kita kenal dalam istilahistilah Ilmu ushul fiqih saat ini. Risalah Imam Syafi’i ini tidak menjelaskan konsep ushul fiqih secara mendetail. Melihat gejala ini.USHUL FIQIH 4 seseorang yang mencuri karena kelaparan. Hal ini disebabkan karena faktor kebutuhan yang pada saat itu terbatas pada bahasan tersebut. sehingga ada sebagian kelompok yang berani melakukan penggalian hukum dari nash-nash Al Qur’an dan Al Hadist tanpa memiliki perangkat ijtihad yang memadai. perilaku masyarakat juga mengikuti perubahan itu. antara lain tentang Al-Awamir. . An-Nawaahi.

4 . BAB II 5 Lathooif al-Isyaarat.5 Baru kemudian Ulama setelahnya menulis beberapa bab.USHUL FIQIH 5 Bayaan. pasal. An-Naskh. dan furu’ yang lebih rinci. Al-Illat dan Juga Al-Qiyaas.

Golongan As-Syafiiyah juga mengklaim bahwa Imam As-Syafi’i lah orang yang pertama yang menyusun kitab ushul fiqih. Untuk itu. Golongan Hanafiyah misalnya mengklaim bahwa yang pertama menyusun ilmu ushul fiqih ialah Abu Hanifah. tak heran jika pengikut para ulama tersebut mengklaim bahwa gurunyalah yang pertama menyusun kaidah-kaidah ushul fiqih. sehingga tidak jarang menyebabkan timbulnya berbagai persoalan yang belum diketahui kedudukan hukumnya. para ulama pada saat itu sangat membutuhkan kaidahkaidah hukum yang sudah dibukukan untuk dijadikan rujukan dalam menggali dan menetapkan hukum. ulama-ulama terdahulu telah membuat teori-teori ushul yang dipegang oleh para pengikutnya masing-masing. Abu Yusuf adalah orang yang pertama menyusun ushul fiqih dalam madzhab Hanafi. demikian pula Muhammad Ibnu Al-Hasan telah menyusun ushul fiqih sebelum As-Syafi’i. Hal ini di ungkapkan oleh Al- . Alasan mereka bahwa Abu Hanifah merupakan orang yang pertama menjelaskan metode istinbath dalam kitabnyanya Ar-Ra’yu. bahkan As-Syafi’i berguru kepadanya. Sebenarnya.USHUL FIQIH 6 TAHAPAN PERKEMBANGAN USHUL FIQIH DAN MUNCULNYA ALIRAN-ALIRAN DALAM USHUL FIQIH BESERTA KITABKITABNYA A. Kemudian. TAHAPAN PEMBUKUAN USHUL FIQIH Salah satu yang mendorong diperlukannya pembukuan ushul fiqih adalah perkembangan wilayah Islam yang semakin luas. jauh sebelum dibukukannya ushul fiqih. Abu Yusuf dan Ibnu Ali-Al Hasan.

yakni kitab Al-Risalah. yaitu kitab yang tidak asing lagi dan yang sampai kepada kita sekarang. Pertama. Kedua. Teori inilah yang ditempuh oleh golongan Hanafi dan merekalah yang merintisnya. Secara garis besar ada dua teori penulisan yang dikenal yakni. B. yang pertama berbicara tentang ushul fiqih sebelum dibukukannya adalah para sahabat dan tabi’in. merumuskan kaidah-kaidah fiqhiyah bagi setiap bab dalam bab fiqih dan menganalisisnya serta mengaplikasikan masalah furu’ atas kaidahkaidah tersebut.USHUL FIQIH 7 Allamah Jamal Ad-Din Abdur Ar-Rohman Ibnu Hasan Al-Asnawi. suatu kitab yang tersusun secara sempurna dalam bidang ilmu ushul. Kitab seperti ini belum ada sebelumya. Namun yang diperselisihkan adalah orang yang mula-mula mengarang kitab ushul fiqih sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang bersifat umum dan mencakup segala aspeknya. Kalau dikembalikan pada sejarah. Cara inilah yang ditempuh As syafi’i dalam kitabnya arrisalah. menurut ijma’ ulama dan catatan sejarah. TAHAPAN PERKEMBANGAN USHUL FIQIH DAN MUNCULNYA . Untuk itu kita perlu mengetahui terlebih dahulu teori-teori penulisan dalam ilmu ushul fiqih. Menurutnya. merumuskan kaidah-kaidah yang dapat menolong seorang mujtahid dan meng-istinbat hukum dari sumber hukum syar’i. tanpa terikat oleh pendapat seorang faqih atau suatu pemahaman yang sejalan dengannya maupun yang bertentangan. Hal ini tidak diperselisihkan lagi. “tidak diperselisihkan lagi “Imam Syafi’i adalah tokoh besar yang pertama-tama menyusun kitab dalam ilmu ini.

khalifah-khalifah yang berkuasa dalam abad ini adalah Al Ma’mun (218 H). Secara garis besarnya tahapan ushul fiqih dapat di bagi dalam tiga tahapan yaitu: 1.USHUL FIQIH 8 ALIRAN-ALIRAN DALAM USHUL FIQIH BESERTA KITABKITABNYA. ArRazi berkata “kedudukan As-Syafi’i dalam ushul fiqih setingkat dengan kedudukan Aristo dalam ilmu Manthiq dan kedudukan Al-Khalil Ibnu Ahmad dalam ilmu Ar-rud”. dan Al Mutawakil (247 H) pada masa mereka inilah terjadi suatu kebangkitan ilmiah dikalangan Islam yang dimulai dari kekhalifahan Arrasyid. Seperti telah dikemukakan. Al Mu’tashim (227 H). maka datanglah As-Syafi’i menyusun ilmu ushul fiqih yang merupakan kaidah-kaidah umum yang dijadikan rujukan-rujukan . Ulama sebelum As-Syafi’i berbicara tentang masalah-masalah ushul fiqih dan menjadikanya pegangan. kitab ini dinilai oleh para ulama sebagai kitab yang bertnilai tinggi. kitab ushul fiqih yang pertama-tama tersusun seara utuh dan terpisah dari kitab-kitab fiqih ialah Ar-Risalah karangan AsSyafi’i. Al Wasiq (232 H). tetapi mereka belum memperoleh kaidah-kaidah umum yang menjadi rujukan dalam mengetahui dalil-dalil syari’at dan cara memegangi dan cara mentarjihkanya. TAHAP AWAL (ABAD 3 H) Pada abad 3 H di bawah pemerintahan Abassiyah wilayah Islam semakin meluas kebagian timur. salah satu hasil dari kebangkitan berfikir dan semangat keilmuan Islam ketika itu adalah berkembangnya bidang fiqih yang pada giliranya mendorong untuk disusunya metode berfikir fiqih yang disebut ushul fiqh.

TAHAP PERKEMBANGAN (ABAD 4 H) Pada masa ini abad (4 H) merupakan abad permulaan kelemahan dinasti abassiyah dalam bidang politik. Ketika ia ditanya tentang kemungkinan adanya dua hadits shoheh yang berlawanan yang datang dari Rasulluloh pada saat yang sama. mereka tetap bergantung pada As-Syafi’i karena As-Syafi’ilah yang membuka jalan untuk pertama kalinya. Khabar Al-Wahid. kebanyakan termuat dalam kitab-kitab fiqih. Malik menolaknya dengan tegas. Golongan Malikiyah misalnya mengklaim imam madzhabnya sebagai perintis pertama ushul fiqh dikarenakan Imam Malik telah menyinggung sebagian kaidah-kaidah ushuliyyah dalam kitabnya Al Muwatha. dan inilah salah satu penyebab pengikut ulama-ulama tertentu mengklaim bahwa Imam Madzhabnya sebagai perintis pertama ilmu ushul fiqh tersebut. ijtihad ar-ra’yu. Dinasti abasiyah terpecah menjadi daulah-daulah .USHUL FIQIH 9 untuk mengetahui tingkatan-tingkatan dalil syar’i. Kitab Ar-Risalah lah yang mencakup permasalahan-permasalahan ushuliyah yang menjadi pusat perhatian para fuqoha’ pada zaman itu. pemikiran ushuliyah yang telah ada. Isa Ibnu Iban (221 H\835 M) menulis kitab Itsbat Al-Qiyas. Ibrahim Ibnu Syiar Al-Nazham (221 H\835 M) menulis kitab An-Nakl dan sebagainya. karena ia berperinsip bahwa kebenaran itu hanya terdapat dalam satu hadits saja 2. Selain kitab Ar-Risalah pada abad 3H telah tersusun pula sejumlah kitab ushu fiqih lainya. Disamping itu. Namun perlu diketahui pada umumnya kitab ushul-fiqih yang ada pada abad 3 H ini tidak mencerminkan pemikiran-pemikiran ushul fiqih yang utuh dan mencakup segala aspeknya kecuali kitab Ar-Risalah itu sendiri. kalaupun ada orang yang menyusun kitab ilmu ushul fiqih sesudah As-Syafi’i.

keterkaitan pada imam-imam terdahulu tidak dikatakan taqlid. akibatnya aliran-aliran fiqh semakin mantap eksistensinya. Namun demikian tidak berpengaruh terhadap perkembangan semangat keilmuan dikalangan para ulama ketika itu. Khusus dibidang pemikiran fiqih Islam pada masa ini mempunyai karakteristik tersendiri dalam kerangka sejarah tasyri’ Islam. Mereka menyusun kitab al-khilaf. karena masing-masing pengikut madzhab yang ada tetap mengadakan kegiatan ilmiah guna menyempurnakan apa yang dirintis oleh para pendahulunya dengan melakukan usaha antara lain: 1) Memperjelas ilat-ilat hukum yang di istinbathkan oleh para imam mereka. yang mereka disebut ulama takhrij.USHUL FIQIH 10 kecil yang masing-masing dipimpin oleh seorang sultan. apa lagi disertai fanatisme dikalangan penganutnya. karena masing-masing penguasa daulah itu berusaha memajukan negerinya dengan memperbanyak kaum intelektual. 3) Setiap golongan mentarjihkanya dalam berbagai masalah khilafiyah. Akan tetapi tidak bisa di ingkari bahwa pintu ijtihad pada periode ini telah . mereka mengangagap para ulama terdahulu mereka suci dari kesalahan sehingga seorang faqih tidak mau lagi mengeluarkan pemikiran yang khas. terkecuali dalam hal-hal kecil saja. Pemikiran liberal Islam berdasarkan ijtihad muthlaq berhenti pada abad ini. 2) Mentarjihkan pendapat-pendapat yang berbeda dalam madzhab baik dalam segi riwayah dan dirayah. Namun demikian. Hal ini ditandai dengan adanya kewajiban menganut madzhab tertentu dan larangan melakukan berpindahan madzhab sewaktu-waktu.

USHUL FIQIH 11 tertutup. keadaan tersebut sangat. ditulis oleh abu Muhammad Badr Ad-Din Mahmud Ibnu Ziyad Al-Lamisy Al-Hanafi. akibatnya dalam perkembangan fiqih Islam adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan para ulama terbatas dalam menyampaikan apa yang telah ada. Terhentinya ijtihad dalam fiqih dan adanya usaha-usaha untuk meneliti pendapat-pendapat para ulama terdahulu dan mentarjihkanya.(340H. ditulis oleh Abu Al-Hasan Ubaidillah Ibnu AlHusain Ibnu Dilal Dalaham Al-Kharkhi. Sebagai tanda berembangnya ilmu ushul fiqh dalam abad 4 H ini ditandai dengan munculnya kitab-kitab ushul fiqih yang merupakan hasil karaya ulamaulama fiqih diantara kitab yan terekenal adalah: 1) Kitab Ushul Al-Kharkhi. jauh berbeda di bidang ushul fiqih. 2) Menghimpun masalah-masalah furu’ yang sekian banyaknya dalam uaraian yang singkat 3) Memperbanyak permasalahan. justru memainkan peranan yang sangat besar dalam bidang ushul fiqh. mereka cenderung hanya mensyarahkan kitab-kitab terdahulu atau memahami dan meringkasnya.) 3) Kitab Bayan Kasf Al-Ahfazh. Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dalam perkembangan ushul fiqih pada abad 4 H yaitu munculnya kitab-kitab ushul fiqih yang membahas ushul fiqh secara utuh dan tidak sebagian-sebagian seperti yang terjadi pada masa-masa pengandaian-pengandaian dalam beberapa masalah . ditulis oleh Ahmad Ibnu Ali Abu Baker Ar-Razim yang juga terkenal dengan Al-Jasshah (305H.) 2) Kitab Al–Fushul Fi-Fushul Fi-Ushul.

Malik Al-Juwani. Al-Qhandi. Ghaznah. Selain itu materi berpikir dan penulisan dalam kitab-kitab yang ada sebelumnya dan menunjukan bentuk yang lebih sempurna. 3. abd. antara lain Al-Baqilani. Imam Al-Haramain. Abd. Kalaupun ada yang membahas hanya kitab-kitab tertentu. Wahab Al-Baghdadi. Abd. Abu Zayd Ad Dabusy. Para pengkaji ilmu keislaman di kemudian hari mengikuti metode dan jejak mereka. Abu Husain Al Bashri. Abu Humid Al Ghazali dan lain-lain. sebagaimana dalam kitab fushul-fi al-ushul karya Abu Bakar ar-Razi hal ini merupakan corak tersendiri dalam perkembangan ilmu ushul fiqh pada awal abad 4 H. TAHAP PENYEMPURNAAN ( 5-6 H ) Kelemahan politik di Baghdad. untuk mewujudkan aktivitas ilmu ushul fiqih yang tidak ada bandinganya dalam penulisan dan pengkajian keislaman . Mereka adalah pelopor keilmuan Islam di zaman itu. hal itu semata-mata untuk menolak atau memperkuat pandangan tertentu dalam masalah itu. dan Markusy. Peradaban Islam tidak lagi berpusat di Baghdad. Hal itu disebabkan adanya perhatian besar dari para sultan.USHUL FIQIH 12 sebelumnya. membawa arti bagi perkembanangan peradaban dunia Islam. tetapi juga di kota-kota seperti Cairo. raja-raja penguasa daulah-daulah kecil itu terhadap perkembangan ilmu dan peradaban. Al-jabar. khususnya metode berfikir menurut ilmu manthiq dalam ilmu ushul fiqih. . Bukhara. Hingga berdampak pada kemajuan dibidang ilmu ushul fiqih yang menyebabkan sebagian ulama memberikan perhatian khusus untuk mendalaminya. yang ditandai dengan lahirnya beberapa daulah kecil. juga tampak pula pada abad ini pengaruh pemikiranyang bercorak filsafat.

Dalam sejarah pekembangan ilmu ushul fiqih pada abad 5 H dan 6 H ini merupakan periode penulisan ushul fiqih terbesar yang diantaranya terdapat kitabkitab yang mnjadi kitab standar dalam pengkajian ilmu ushul fiqih selanjutnya. juga menunjukan adanya aliran ushul fiqih. Kitab-kitab ushul fiqih yang ditulis pada zaman ini. yakni aliran Hanafiah yang dikenal dengan aliran fuqoha’ dan aliran Mutakalimin.USHUL FIQIH 13 itulah sebabnya pada zaman itu. disamping mencerminkan adanya kitab ushul fiqih bagi masing-masing madzhabnya. BAB III . generasi Islam pada kemudian hari senantiasa menunjukan minatnya pada produk-produk ushul fiqih dan menjadikanya sebagai sumber pemikiran.

Namun demikian. sahabat. Ushul fiqih terus berkembang menuju kesempurnaanya hingga abad ke 5 H dan awal abad 6 H abad tersebut merupakan abad keemasan penulisan ilmu ushul fiqih karena banyak ulama yang memusatkan perhatianya pada bidang ushul fiqih dan juga muncul kitab-kitab fiqih yang menjadi standar dan rujukan untuk ushul fiqih selanjutnya. untuk itu. Dengan kata lain. 3) Bahwa kegiatan ulama dalam penulisan ushul fiqih merupakan salah satu upaya dalam menjaga keaslian hukum syara’ dan menjabarkanya dalam kehidupan sosial yang berubah-ubah itu.USHUL FIQIH 14 KESIMPULAN Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa : 1) Apa yang dikemukakan diatas menunjukkan bahwa sejak zaman Rasulullah. corak atau metode pemikiran belum terbukukan dalam tulisan yang sistematis. para ulama Islam sangat membutuhkan kaidah-kaidah hukum yang sudah dibukukan untuk dijadikan rujukan dalam menggali dan menetapkan hukum maka disusunlah kitab ushul fiqih. tabi’in dan sesudahnya. MAROJI’ . kegiatan tersebut dimulai pada abad ketiga hijriyah. belum terbentuk sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri 2) Karena timbulnya berbagai persoalan yang belum diketahui hukumnya. pemikiran hukum Islam mengalami perkembangan.

Basthulbirri. Kediri : PP. M. 3. Kudus : Menara Kudus 5. Percetakan Sidogiri : Pasuruan. Abu Bakar. 9. Jakarta: Maktabah sa’adiyah putra. Departemen Agama RI. Said. Mahmud. Istinbat. As Syekh Abil Qosim. Assulam. As Sayuthi. Nazar. Buletin Sidogiri. Al Qur’an Rosm ‘Utsmaniy. Bakry. Pesona Al Qur’an. Abdul Hamid. Al Fara idul Bahiyah. Jalaluddin Abdurrahman. Ridlwan Qoyyum. Hidakarya Agung.USHUL FIQIH 15 1. Maftuh. 7. Surabaya : Al Hidayah 2. Kediri : Mitra Gayatri Lirboyo 10. Jakarta : Penerbit CV. 8. Yahya. Asbah wa Annadhoir. Harun. Jakarta : Gramedia . Jakarta : PT. 6. Al Qur’an dan terjemahannya. Komentar Al Waroqot. Jakarta: Gramedia. Kamus Arab-Indonesia. Hakim. Yunus. Ushulul Fiqih. Asyifa’. Lirboyo. 4.

USHUL FIQIH 16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful