USHUL FIQIH

1

‫بسم ال الرحمن الرحيم‬
PENDAHULUAN
Ushul fiqih adalah mengetahui dalil ijmal fiqih, cara penggunaan dalildalil itu, dan syarat-syarat mujtahidnya.
1

Ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan

Hanabilah mendefinisikan ushul fiqh sebagai kaidah untuk mengetahui penggalian hukum dari dalil-dalil tafsili. Dalam belajar ushul fiqih kita tidak boleh melupakan sejarah pertumbuhan dan perkembangan ushul fiqih serta timbulnya aliran dalam ushul fiqih, karena dari sini kita bisa memahami bagaimana posisi ushul fiqih sebenarnya. Risalah ini adalah tugas kelompok mata kuliah Fiqih yang di pelajari pada Program Studi Pendidikan Agama Islam 2011 di Universitas Yudharta Pasuruan, yang mana dalam penulisan risalah ini kami mengulas tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan ushul fiqih mulai zaman Nabi hingga sampai ushul fiqih menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri, dengan maksud agar kita peserta didik (mahasiswa) mengetahui sejarahnya dan dapat mengambil manfaat dari risalah ini. Akhir kata, kami tim penyusun menyadari walaupun telah berusaha sedapat mungkin, risalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu saran dan kritik sangat kami harapkan, semoga risalah ini menjadi sababiyah kita semua digolongkan orang-orang yang selalu diberikan hidayah oleh Alloh SWT. Amin.

Pasuruan, 19 Nopember 2011 Tim Penyusun
1

Lub al- Ushul, hal 4, Ushul Fiqh al- Islami 1:23)

H. maka 2 Fiqih & Ushul Fiqih DR. semua permasalahan dapat langsung merujuk kepada Rasululloh lewat penjelasan beliau. maka Rasululloh mengadakan ijtihad yang mendalam. Dalam hal ini ushul fiqih tidak timbul dengan dengan sendirinya tetapi benih-benihnya sudah ada sejak zaman Rasululloh. qiyas. pada saat itu kalau belum turun ayat Al Qur’an mengenai suatu masalah.2 yakni pada zaman Rasululloh dan sahabat-sahabatnya ilmu ushul fiqih masih belum terhimpun. melalui malaikat Jibril dengan cara berangsur-angsur yang dimulai dari mekah dan di akhiri di Madinah. Dengan demikian sejarah pertumbuhan ushul fiqih di masa Rasululloh langsung berdasarkan wahyu yang Allah turunkan kepada Rasululloh. masalah utama yang menjadi bagian dari ilmu ushul fiqih seperti ijtihad. SEJARAH USHUL FIQIH PADA MASA RASULULLOH Periode Rasululloh adalah periode insya’ dan takwin artinya periode pertumbuhan dan pembentukan yang berlangsung selama 22 tahun dan beberapa bulan.USHUL FIQIH 2 BAB 1 SEJARAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ILMU USHUL FIQIH A. Nazar Bakry . Para sahabat masih dapat langsung menanyakan soal-soal hukum kepada Rasululloh. sehingga akhirnya ijtihad beliau sesuai dengan ayat Al Qur’an yang diturunkan kemudian. nasakh dan takhsis sudah ada pada zaman Rasululloh secara praktik. jadi di masa Rasululloh umat islam tidak memerlukan kaidah-kaidah tertentu dalam memahami hukum-hukum syar’i.

Maka dalam hal ini pada masa para sahabat tidak mempergunakan pengetahuan ushul fiqih dalam teori. sehingga dengan demikian semenjak masa sahabat ijtihad sudah merupakan sumber hukum. Rifa’i . selain kemampuan ini para sahabat juga mempunyai keistimewaan berkumpul dengan Rasulullah. setelah Al Qur’an. tetapi dalam praktik sesungguhnya ilmu ushul fiqih ini telah diterapkan dan menjadi acuan bagi umat sesudahnya. oleh sebab itu dalam istinbat al-ahkam para sahabat ini tidak membutuhkan perangkat lain selain keistimewaan dan nilai lebih yang mereka miliki tersebut. pengetahuan mereka sempurna tentang hukum-hukum yang terdapat di dalam Al Qur’an yang mana bahwa Al Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab.3 Semenjak masa sahabat. SEJARAH USHUL FIQIH PADA MASA SAHABAT DAN TABI’IN Pada Zaman sahabat dan tabi’in. sebenarnya telah timbul persoalan-persoalan baru yang menuntut ketetapan hukumnya. B.USHUL FIQIH 3 berarti ijtihad Rasululloh dan sunnahnya tidak ada yang berlawanan dengan wahyu Allah. yang menjadikan para sahabat itu mengetahui rahasia tasyri’. arti dan kandungan Al Qur’an dan Al Hadist pada saat itu. Sebagai contoh yaitu : Umar bin Khattab RA tidak menjatuhkan hukuman potong tangan kepada 3 Lihat Ushulul Fiqih karangan Moh. untuk itu para sahabat berijtihad mencari ketetapan hukumnya setelah wafatnya Rasululloh. Kitab suci ini menjadi reverensi pertama dalam penggalian hukum islam. baru Al Hadist menjadi sumber kedua. dengan demikian para sahabat dan tabi’in yang menjadi mufti periode pertama. tahu betul terhadap tata bahasa. Hadist inipun menggunakan bahasa arab karena bertindak sebagai pentabyin Al Qur’an.

C. tidak dibutuhkan adanya kaidah-kaidah dalam berijtihad dengan kata lain pada masa Rasulullah SAW dan pada masa sahabat telah terjadi praktek berijtihad. dari contoh ijtihad yang dilakukan oleh Umar bin Khattab tersebut tampak adanya cara-cara yang digunakannya menggunakan ilmu ushul fiqih. sekalipun tidak dikemukakan dan tidak disusun kaidah-kaidah atau aturan-aturannya sebagaimana yang kita kenal dalam istilahistilah Ilmu ushul fiqih saat ini. ide besar ini tertuang dalam kitabnya yang berjudul Arrisalah. Imam Syafi’i memolopori pengkodifikasian undangundang istinbat al ahkam dengan berpegang pada ketetapan pakar bahasa dan pemahaman pada ruh syariah serta maqosidnya. karena pada masa Rasulullah demikian pula pada masa sahabatnya.4 Dengan demikian. Melihat gejala ini. perilaku masyarakat juga mengikuti perubahan itu. sehingga ada sebagian kelompok yang berani melakukan penggalian hukum dari nash-nash Al Qur’an dan Al Hadist tanpa memiliki perangkat ijtihad yang memadai. Al- 4 Disarikan dari kajian kuliah syariah ponpes Sidogiri 1421 H. Risalah Imam Syafi’i ini tidak menjelaskan konsep ushul fiqih secara mendetail. antara lain tentang Al-Awamir. As Syafi’i merupakan orang pertama yang menjelaskan konsep-konsep penggalian hukum. Hal ini disebabkan karena faktor kebutuhan yang pada saat itu terbatas pada bahasan tersebut. . SEJARAH LAHIRNYA ILMU USHUL FIQIH DAN PENCETUSNYA Setelah Islam meluas dan bangsa Arab sudah bergaul dengan bangsa lain dan juga karena zaman berubah. An-Nawaahi.USHUL FIQIH 4 seseorang yang mencuri karena kelaparan. Disana dijelaskan dasar-dasar pemikiran yang berkaitan dengan Ushul Fiqih.

USHUL FIQIH 5 Bayaan. BAB II 5 Lathooif al-Isyaarat. dan furu’ yang lebih rinci. An-Naskh. 4 . pasal.5 Baru kemudian Ulama setelahnya menulis beberapa bab. Al-Illat dan Juga Al-Qiyaas.

TAHAPAN PEMBUKUAN USHUL FIQIH Salah satu yang mendorong diperlukannya pembukuan ushul fiqih adalah perkembangan wilayah Islam yang semakin luas. Abu Yusuf dan Ibnu Ali-Al Hasan. Hal ini di ungkapkan oleh Al- . Golongan Hanafiyah misalnya mengklaim bahwa yang pertama menyusun ilmu ushul fiqih ialah Abu Hanifah. Sebenarnya. jauh sebelum dibukukannya ushul fiqih. demikian pula Muhammad Ibnu Al-Hasan telah menyusun ushul fiqih sebelum As-Syafi’i. para ulama pada saat itu sangat membutuhkan kaidahkaidah hukum yang sudah dibukukan untuk dijadikan rujukan dalam menggali dan menetapkan hukum. Kemudian. Abu Yusuf adalah orang yang pertama menyusun ushul fiqih dalam madzhab Hanafi.USHUL FIQIH 6 TAHAPAN PERKEMBANGAN USHUL FIQIH DAN MUNCULNYA ALIRAN-ALIRAN DALAM USHUL FIQIH BESERTA KITABKITABNYA A. tak heran jika pengikut para ulama tersebut mengklaim bahwa gurunyalah yang pertama menyusun kaidah-kaidah ushul fiqih. Untuk itu. sehingga tidak jarang menyebabkan timbulnya berbagai persoalan yang belum diketahui kedudukan hukumnya. ulama-ulama terdahulu telah membuat teori-teori ushul yang dipegang oleh para pengikutnya masing-masing. Golongan As-Syafiiyah juga mengklaim bahwa Imam As-Syafi’i lah orang yang pertama yang menyusun kitab ushul fiqih. bahkan As-Syafi’i berguru kepadanya. Alasan mereka bahwa Abu Hanifah merupakan orang yang pertama menjelaskan metode istinbath dalam kitabnyanya Ar-Ra’yu.

Kalau dikembalikan pada sejarah. Untuk itu kita perlu mengetahui terlebih dahulu teori-teori penulisan dalam ilmu ushul fiqih. tanpa terikat oleh pendapat seorang faqih atau suatu pemahaman yang sejalan dengannya maupun yang bertentangan. B. Kitab seperti ini belum ada sebelumya. yang pertama berbicara tentang ushul fiqih sebelum dibukukannya adalah para sahabat dan tabi’in. TAHAPAN PERKEMBANGAN USHUL FIQIH DAN MUNCULNYA . merumuskan kaidah-kaidah yang dapat menolong seorang mujtahid dan meng-istinbat hukum dari sumber hukum syar’i. yakni kitab Al-Risalah. “tidak diperselisihkan lagi “Imam Syafi’i adalah tokoh besar yang pertama-tama menyusun kitab dalam ilmu ini. Cara inilah yang ditempuh As syafi’i dalam kitabnya arrisalah. Namun yang diperselisihkan adalah orang yang mula-mula mengarang kitab ushul fiqih sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang bersifat umum dan mencakup segala aspeknya. Pertama. Kedua. Teori inilah yang ditempuh oleh golongan Hanafi dan merekalah yang merintisnya. Secara garis besar ada dua teori penulisan yang dikenal yakni. merumuskan kaidah-kaidah fiqhiyah bagi setiap bab dalam bab fiqih dan menganalisisnya serta mengaplikasikan masalah furu’ atas kaidahkaidah tersebut. yaitu kitab yang tidak asing lagi dan yang sampai kepada kita sekarang. Hal ini tidak diperselisihkan lagi. suatu kitab yang tersusun secara sempurna dalam bidang ilmu ushul.USHUL FIQIH 7 Allamah Jamal Ad-Din Abdur Ar-Rohman Ibnu Hasan Al-Asnawi. menurut ijma’ ulama dan catatan sejarah. Menurutnya.

USHUL FIQIH 8 ALIRAN-ALIRAN DALAM USHUL FIQIH BESERTA KITABKITABNYA. Al Wasiq (232 H). salah satu hasil dari kebangkitan berfikir dan semangat keilmuan Islam ketika itu adalah berkembangnya bidang fiqih yang pada giliranya mendorong untuk disusunya metode berfikir fiqih yang disebut ushul fiqh. Seperti telah dikemukakan. kitab ushul fiqih yang pertama-tama tersusun seara utuh dan terpisah dari kitab-kitab fiqih ialah Ar-Risalah karangan AsSyafi’i. ArRazi berkata “kedudukan As-Syafi’i dalam ushul fiqih setingkat dengan kedudukan Aristo dalam ilmu Manthiq dan kedudukan Al-Khalil Ibnu Ahmad dalam ilmu Ar-rud”. kitab ini dinilai oleh para ulama sebagai kitab yang bertnilai tinggi. maka datanglah As-Syafi’i menyusun ilmu ushul fiqih yang merupakan kaidah-kaidah umum yang dijadikan rujukan-rujukan . Ulama sebelum As-Syafi’i berbicara tentang masalah-masalah ushul fiqih dan menjadikanya pegangan. Secara garis besarnya tahapan ushul fiqih dapat di bagi dalam tiga tahapan yaitu: 1. khalifah-khalifah yang berkuasa dalam abad ini adalah Al Ma’mun (218 H). tetapi mereka belum memperoleh kaidah-kaidah umum yang menjadi rujukan dalam mengetahui dalil-dalil syari’at dan cara memegangi dan cara mentarjihkanya. TAHAP AWAL (ABAD 3 H) Pada abad 3 H di bawah pemerintahan Abassiyah wilayah Islam semakin meluas kebagian timur. dan Al Mutawakil (247 H) pada masa mereka inilah terjadi suatu kebangkitan ilmiah dikalangan Islam yang dimulai dari kekhalifahan Arrasyid. Al Mu’tashim (227 H).

dan inilah salah satu penyebab pengikut ulama-ulama tertentu mengklaim bahwa Imam Madzhabnya sebagai perintis pertama ilmu ushul fiqh tersebut. kalaupun ada orang yang menyusun kitab ilmu ushul fiqih sesudah As-Syafi’i. Disamping itu. Malik menolaknya dengan tegas. Dinasti abasiyah terpecah menjadi daulah-daulah . karena ia berperinsip bahwa kebenaran itu hanya terdapat dalam satu hadits saja 2. Golongan Malikiyah misalnya mengklaim imam madzhabnya sebagai perintis pertama ushul fiqh dikarenakan Imam Malik telah menyinggung sebagian kaidah-kaidah ushuliyyah dalam kitabnya Al Muwatha. ijtihad ar-ra’yu. mereka tetap bergantung pada As-Syafi’i karena As-Syafi’ilah yang membuka jalan untuk pertama kalinya. Ketika ia ditanya tentang kemungkinan adanya dua hadits shoheh yang berlawanan yang datang dari Rasulluloh pada saat yang sama. Ibrahim Ibnu Syiar Al-Nazham (221 H\835 M) menulis kitab An-Nakl dan sebagainya. kebanyakan termuat dalam kitab-kitab fiqih. Selain kitab Ar-Risalah pada abad 3H telah tersusun pula sejumlah kitab ushu fiqih lainya.USHUL FIQIH 9 untuk mengetahui tingkatan-tingkatan dalil syar’i. Namun perlu diketahui pada umumnya kitab ushul-fiqih yang ada pada abad 3 H ini tidak mencerminkan pemikiran-pemikiran ushul fiqih yang utuh dan mencakup segala aspeknya kecuali kitab Ar-Risalah itu sendiri. Khabar Al-Wahid. TAHAP PERKEMBANGAN (ABAD 4 H) Pada masa ini abad (4 H) merupakan abad permulaan kelemahan dinasti abassiyah dalam bidang politik. pemikiran ushuliyah yang telah ada. Kitab Ar-Risalah lah yang mencakup permasalahan-permasalahan ushuliyah yang menjadi pusat perhatian para fuqoha’ pada zaman itu. Isa Ibnu Iban (221 H\835 M) menulis kitab Itsbat Al-Qiyas.

yang mereka disebut ulama takhrij. 2) Mentarjihkan pendapat-pendapat yang berbeda dalam madzhab baik dalam segi riwayah dan dirayah. apa lagi disertai fanatisme dikalangan penganutnya. mereka mengangagap para ulama terdahulu mereka suci dari kesalahan sehingga seorang faqih tidak mau lagi mengeluarkan pemikiran yang khas. karena masing-masing penguasa daulah itu berusaha memajukan negerinya dengan memperbanyak kaum intelektual. Hal ini ditandai dengan adanya kewajiban menganut madzhab tertentu dan larangan melakukan berpindahan madzhab sewaktu-waktu.USHUL FIQIH 10 kecil yang masing-masing dipimpin oleh seorang sultan. Khusus dibidang pemikiran fiqih Islam pada masa ini mempunyai karakteristik tersendiri dalam kerangka sejarah tasyri’ Islam. akibatnya aliran-aliran fiqh semakin mantap eksistensinya. karena masing-masing pengikut madzhab yang ada tetap mengadakan kegiatan ilmiah guna menyempurnakan apa yang dirintis oleh para pendahulunya dengan melakukan usaha antara lain: 1) Memperjelas ilat-ilat hukum yang di istinbathkan oleh para imam mereka. keterkaitan pada imam-imam terdahulu tidak dikatakan taqlid. Namun demikian tidak berpengaruh terhadap perkembangan semangat keilmuan dikalangan para ulama ketika itu. Pemikiran liberal Islam berdasarkan ijtihad muthlaq berhenti pada abad ini. Namun demikian. 3) Setiap golongan mentarjihkanya dalam berbagai masalah khilafiyah. Akan tetapi tidak bisa di ingkari bahwa pintu ijtihad pada periode ini telah . terkecuali dalam hal-hal kecil saja. Mereka menyusun kitab al-khilaf.

ditulis oleh Abu Al-Hasan Ubaidillah Ibnu AlHusain Ibnu Dilal Dalaham Al-Kharkhi.(340H.) 3) Kitab Bayan Kasf Al-Ahfazh.USHUL FIQIH 11 tertutup. Terhentinya ijtihad dalam fiqih dan adanya usaha-usaha untuk meneliti pendapat-pendapat para ulama terdahulu dan mentarjihkanya. ditulis oleh Ahmad Ibnu Ali Abu Baker Ar-Razim yang juga terkenal dengan Al-Jasshah (305H. Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dalam perkembangan ushul fiqih pada abad 4 H yaitu munculnya kitab-kitab ushul fiqih yang membahas ushul fiqh secara utuh dan tidak sebagian-sebagian seperti yang terjadi pada masa-masa pengandaian-pengandaian dalam beberapa masalah .) 2) Kitab Al–Fushul Fi-Fushul Fi-Ushul. justru memainkan peranan yang sangat besar dalam bidang ushul fiqh. 2) Menghimpun masalah-masalah furu’ yang sekian banyaknya dalam uaraian yang singkat 3) Memperbanyak permasalahan. ditulis oleh abu Muhammad Badr Ad-Din Mahmud Ibnu Ziyad Al-Lamisy Al-Hanafi. mereka cenderung hanya mensyarahkan kitab-kitab terdahulu atau memahami dan meringkasnya. jauh berbeda di bidang ushul fiqih. akibatnya dalam perkembangan fiqih Islam adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan para ulama terbatas dalam menyampaikan apa yang telah ada. Sebagai tanda berembangnya ilmu ushul fiqh dalam abad 4 H ini ditandai dengan munculnya kitab-kitab ushul fiqih yang merupakan hasil karaya ulamaulama fiqih diantara kitab yan terekenal adalah: 1) Kitab Ushul Al-Kharkhi. keadaan tersebut sangat.

3. Hal itu disebabkan adanya perhatian besar dari para sultan. Al-Qhandi. antara lain Al-Baqilani. khususnya metode berfikir menurut ilmu manthiq dalam ilmu ushul fiqih. tetapi juga di kota-kota seperti Cairo. Wahab Al-Baghdadi. Kalaupun ada yang membahas hanya kitab-kitab tertentu. Abu Zayd Ad Dabusy. raja-raja penguasa daulah-daulah kecil itu terhadap perkembangan ilmu dan peradaban. Abu Humid Al Ghazali dan lain-lain. Hingga berdampak pada kemajuan dibidang ilmu ushul fiqih yang menyebabkan sebagian ulama memberikan perhatian khusus untuk mendalaminya. Abu Husain Al Bashri. Al-jabar. Ghaznah. juga tampak pula pada abad ini pengaruh pemikiranyang bercorak filsafat. TAHAP PENYEMPURNAAN ( 5-6 H ) Kelemahan politik di Baghdad. Peradaban Islam tidak lagi berpusat di Baghdad. Imam Al-Haramain. Abd. Abd. Malik Al-Juwani. Selain itu materi berpikir dan penulisan dalam kitab-kitab yang ada sebelumnya dan menunjukan bentuk yang lebih sempurna. dan Markusy. abd. hal itu semata-mata untuk menolak atau memperkuat pandangan tertentu dalam masalah itu. Para pengkaji ilmu keislaman di kemudian hari mengikuti metode dan jejak mereka. Mereka adalah pelopor keilmuan Islam di zaman itu. untuk mewujudkan aktivitas ilmu ushul fiqih yang tidak ada bandinganya dalam penulisan dan pengkajian keislaman . membawa arti bagi perkembanangan peradaban dunia Islam. yang ditandai dengan lahirnya beberapa daulah kecil.USHUL FIQIH 12 sebelumnya. Bukhara. . sebagaimana dalam kitab fushul-fi al-ushul karya Abu Bakar ar-Razi hal ini merupakan corak tersendiri dalam perkembangan ilmu ushul fiqh pada awal abad 4 H.

Kitab-kitab ushul fiqih yang ditulis pada zaman ini. yakni aliran Hanafiah yang dikenal dengan aliran fuqoha’ dan aliran Mutakalimin. Dalam sejarah pekembangan ilmu ushul fiqih pada abad 5 H dan 6 H ini merupakan periode penulisan ushul fiqih terbesar yang diantaranya terdapat kitabkitab yang mnjadi kitab standar dalam pengkajian ilmu ushul fiqih selanjutnya. generasi Islam pada kemudian hari senantiasa menunjukan minatnya pada produk-produk ushul fiqih dan menjadikanya sebagai sumber pemikiran. disamping mencerminkan adanya kitab ushul fiqih bagi masing-masing madzhabnya.USHUL FIQIH 13 itulah sebabnya pada zaman itu. BAB III . juga menunjukan adanya aliran ushul fiqih.

tabi’in dan sesudahnya. Namun demikian. para ulama Islam sangat membutuhkan kaidah-kaidah hukum yang sudah dibukukan untuk dijadikan rujukan dalam menggali dan menetapkan hukum maka disusunlah kitab ushul fiqih. MAROJI’ .USHUL FIQIH 14 KESIMPULAN Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa : 1) Apa yang dikemukakan diatas menunjukkan bahwa sejak zaman Rasulullah. Ushul fiqih terus berkembang menuju kesempurnaanya hingga abad ke 5 H dan awal abad 6 H abad tersebut merupakan abad keemasan penulisan ilmu ushul fiqih karena banyak ulama yang memusatkan perhatianya pada bidang ushul fiqih dan juga muncul kitab-kitab fiqih yang menjadi standar dan rujukan untuk ushul fiqih selanjutnya. pemikiran hukum Islam mengalami perkembangan. Dengan kata lain. belum terbentuk sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri 2) Karena timbulnya berbagai persoalan yang belum diketahui hukumnya. sahabat. corak atau metode pemikiran belum terbukukan dalam tulisan yang sistematis. kegiatan tersebut dimulai pada abad ketiga hijriyah. 3) Bahwa kegiatan ulama dalam penulisan ushul fiqih merupakan salah satu upaya dalam menjaga keaslian hukum syara’ dan menjabarkanya dalam kehidupan sosial yang berubah-ubah itu. untuk itu.

As Sayuthi. Jakarta: Gramedia. Percetakan Sidogiri : Pasuruan. Yahya. 3. Buletin Sidogiri. Al Qur’an dan terjemahannya. Hidakarya Agung. M. Kediri : Mitra Gayatri Lirboyo 10. Basthulbirri. Asyifa’. Surabaya : Al Hidayah 2. 4. Mahmud. Assulam. Hakim.USHUL FIQIH 15 1. Abu Bakar. Maftuh. Asbah wa Annadhoir. Yunus. Jakarta : PT. Ushulul Fiqih. Pesona Al Qur’an. As Syekh Abil Qosim. Kamus Arab-Indonesia. Bakry. Harun. 8. Abdul Hamid. 7. Lirboyo. Jakarta : Gramedia . Jalaluddin Abdurrahman. 9. Al Qur’an Rosm ‘Utsmaniy. Jakarta: Maktabah sa’adiyah putra. Al Fara idul Bahiyah. Kediri : PP. Ridlwan Qoyyum. Jakarta : Penerbit CV. Kudus : Menara Kudus 5. Nazar. Komentar Al Waroqot. Istinbat. Departemen Agama RI. Said. 6.

USHUL FIQIH 16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful