P. 1
USHUL FIQIH MAKALAH

USHUL FIQIH MAKALAH

|Views: 1,924|Likes:
Published by Umar Faruq

More info:

Published by: Umar Faruq on Nov 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

USHUL FIQIH

1

‫بسم ال الرحمن الرحيم‬
PENDAHULUAN
Ushul fiqih adalah mengetahui dalil ijmal fiqih, cara penggunaan dalildalil itu, dan syarat-syarat mujtahidnya.
1

Ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan

Hanabilah mendefinisikan ushul fiqh sebagai kaidah untuk mengetahui penggalian hukum dari dalil-dalil tafsili. Dalam belajar ushul fiqih kita tidak boleh melupakan sejarah pertumbuhan dan perkembangan ushul fiqih serta timbulnya aliran dalam ushul fiqih, karena dari sini kita bisa memahami bagaimana posisi ushul fiqih sebenarnya. Risalah ini adalah tugas kelompok mata kuliah Fiqih yang di pelajari pada Program Studi Pendidikan Agama Islam 2011 di Universitas Yudharta Pasuruan, yang mana dalam penulisan risalah ini kami mengulas tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan ushul fiqih mulai zaman Nabi hingga sampai ushul fiqih menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri, dengan maksud agar kita peserta didik (mahasiswa) mengetahui sejarahnya dan dapat mengambil manfaat dari risalah ini. Akhir kata, kami tim penyusun menyadari walaupun telah berusaha sedapat mungkin, risalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu saran dan kritik sangat kami harapkan, semoga risalah ini menjadi sababiyah kita semua digolongkan orang-orang yang selalu diberikan hidayah oleh Alloh SWT. Amin.

Pasuruan, 19 Nopember 2011 Tim Penyusun
1

Lub al- Ushul, hal 4, Ushul Fiqh al- Islami 1:23)

Nazar Bakry . maka 2 Fiqih & Ushul Fiqih DR. nasakh dan takhsis sudah ada pada zaman Rasululloh secara praktik. Para sahabat masih dapat langsung menanyakan soal-soal hukum kepada Rasululloh. Dalam hal ini ushul fiqih tidak timbul dengan dengan sendirinya tetapi benih-benihnya sudah ada sejak zaman Rasululloh.2 yakni pada zaman Rasululloh dan sahabat-sahabatnya ilmu ushul fiqih masih belum terhimpun. jadi di masa Rasululloh umat islam tidak memerlukan kaidah-kaidah tertentu dalam memahami hukum-hukum syar’i. SEJARAH USHUL FIQIH PADA MASA RASULULLOH Periode Rasululloh adalah periode insya’ dan takwin artinya periode pertumbuhan dan pembentukan yang berlangsung selama 22 tahun dan beberapa bulan. semua permasalahan dapat langsung merujuk kepada Rasululloh lewat penjelasan beliau. Dengan demikian sejarah pertumbuhan ushul fiqih di masa Rasululloh langsung berdasarkan wahyu yang Allah turunkan kepada Rasululloh. qiyas. sehingga akhirnya ijtihad beliau sesuai dengan ayat Al Qur’an yang diturunkan kemudian.USHUL FIQIH 2 BAB 1 SEJARAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ILMU USHUL FIQIH A. maka Rasululloh mengadakan ijtihad yang mendalam. melalui malaikat Jibril dengan cara berangsur-angsur yang dimulai dari mekah dan di akhiri di Madinah. masalah utama yang menjadi bagian dari ilmu ushul fiqih seperti ijtihad. pada saat itu kalau belum turun ayat Al Qur’an mengenai suatu masalah. H.

Rifa’i .USHUL FIQIH 3 berarti ijtihad Rasululloh dan sunnahnya tidak ada yang berlawanan dengan wahyu Allah. sehingga dengan demikian semenjak masa sahabat ijtihad sudah merupakan sumber hukum. Maka dalam hal ini pada masa para sahabat tidak mempergunakan pengetahuan ushul fiqih dalam teori. setelah Al Qur’an. selain kemampuan ini para sahabat juga mempunyai keistimewaan berkumpul dengan Rasulullah. Kitab suci ini menjadi reverensi pertama dalam penggalian hukum islam. tahu betul terhadap tata bahasa. untuk itu para sahabat berijtihad mencari ketetapan hukumnya setelah wafatnya Rasululloh. tetapi dalam praktik sesungguhnya ilmu ushul fiqih ini telah diterapkan dan menjadi acuan bagi umat sesudahnya. arti dan kandungan Al Qur’an dan Al Hadist pada saat itu. yang menjadikan para sahabat itu mengetahui rahasia tasyri’. B. Hadist inipun menggunakan bahasa arab karena bertindak sebagai pentabyin Al Qur’an. sebenarnya telah timbul persoalan-persoalan baru yang menuntut ketetapan hukumnya. oleh sebab itu dalam istinbat al-ahkam para sahabat ini tidak membutuhkan perangkat lain selain keistimewaan dan nilai lebih yang mereka miliki tersebut. baru Al Hadist menjadi sumber kedua. pengetahuan mereka sempurna tentang hukum-hukum yang terdapat di dalam Al Qur’an yang mana bahwa Al Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab. SEJARAH USHUL FIQIH PADA MASA SAHABAT DAN TABI’IN Pada Zaman sahabat dan tabi’in.3 Semenjak masa sahabat. Sebagai contoh yaitu : Umar bin Khattab RA tidak menjatuhkan hukuman potong tangan kepada 3 Lihat Ushulul Fiqih karangan Moh. dengan demikian para sahabat dan tabi’in yang menjadi mufti periode pertama.

antara lain tentang Al-Awamir. karena pada masa Rasulullah demikian pula pada masa sahabatnya. An-Nawaahi. Disana dijelaskan dasar-dasar pemikiran yang berkaitan dengan Ushul Fiqih.4 Dengan demikian. perilaku masyarakat juga mengikuti perubahan itu. As Syafi’i merupakan orang pertama yang menjelaskan konsep-konsep penggalian hukum. tidak dibutuhkan adanya kaidah-kaidah dalam berijtihad dengan kata lain pada masa Rasulullah SAW dan pada masa sahabat telah terjadi praktek berijtihad. . sehingga ada sebagian kelompok yang berani melakukan penggalian hukum dari nash-nash Al Qur’an dan Al Hadist tanpa memiliki perangkat ijtihad yang memadai. Hal ini disebabkan karena faktor kebutuhan yang pada saat itu terbatas pada bahasan tersebut. sekalipun tidak dikemukakan dan tidak disusun kaidah-kaidah atau aturan-aturannya sebagaimana yang kita kenal dalam istilahistilah Ilmu ushul fiqih saat ini. C. Melihat gejala ini. Risalah Imam Syafi’i ini tidak menjelaskan konsep ushul fiqih secara mendetail.USHUL FIQIH 4 seseorang yang mencuri karena kelaparan. Al- 4 Disarikan dari kajian kuliah syariah ponpes Sidogiri 1421 H. SEJARAH LAHIRNYA ILMU USHUL FIQIH DAN PENCETUSNYA Setelah Islam meluas dan bangsa Arab sudah bergaul dengan bangsa lain dan juga karena zaman berubah. dari contoh ijtihad yang dilakukan oleh Umar bin Khattab tersebut tampak adanya cara-cara yang digunakannya menggunakan ilmu ushul fiqih. ide besar ini tertuang dalam kitabnya yang berjudul Arrisalah. Imam Syafi’i memolopori pengkodifikasian undangundang istinbat al ahkam dengan berpegang pada ketetapan pakar bahasa dan pemahaman pada ruh syariah serta maqosidnya.

pasal.USHUL FIQIH 5 Bayaan. dan furu’ yang lebih rinci. BAB II 5 Lathooif al-Isyaarat. An-Naskh. 4 .5 Baru kemudian Ulama setelahnya menulis beberapa bab. Al-Illat dan Juga Al-Qiyaas.

Golongan As-Syafiiyah juga mengklaim bahwa Imam As-Syafi’i lah orang yang pertama yang menyusun kitab ushul fiqih. Golongan Hanafiyah misalnya mengklaim bahwa yang pertama menyusun ilmu ushul fiqih ialah Abu Hanifah. tak heran jika pengikut para ulama tersebut mengklaim bahwa gurunyalah yang pertama menyusun kaidah-kaidah ushul fiqih. ulama-ulama terdahulu telah membuat teori-teori ushul yang dipegang oleh para pengikutnya masing-masing. TAHAPAN PEMBUKUAN USHUL FIQIH Salah satu yang mendorong diperlukannya pembukuan ushul fiqih adalah perkembangan wilayah Islam yang semakin luas. sehingga tidak jarang menyebabkan timbulnya berbagai persoalan yang belum diketahui kedudukan hukumnya. Hal ini di ungkapkan oleh Al- . Alasan mereka bahwa Abu Hanifah merupakan orang yang pertama menjelaskan metode istinbath dalam kitabnyanya Ar-Ra’yu.USHUL FIQIH 6 TAHAPAN PERKEMBANGAN USHUL FIQIH DAN MUNCULNYA ALIRAN-ALIRAN DALAM USHUL FIQIH BESERTA KITABKITABNYA A. Kemudian. Sebenarnya. para ulama pada saat itu sangat membutuhkan kaidahkaidah hukum yang sudah dibukukan untuk dijadikan rujukan dalam menggali dan menetapkan hukum. jauh sebelum dibukukannya ushul fiqih. Untuk itu. bahkan As-Syafi’i berguru kepadanya. demikian pula Muhammad Ibnu Al-Hasan telah menyusun ushul fiqih sebelum As-Syafi’i. Abu Yusuf adalah orang yang pertama menyusun ushul fiqih dalam madzhab Hanafi. Abu Yusuf dan Ibnu Ali-Al Hasan.

Untuk itu kita perlu mengetahui terlebih dahulu teori-teori penulisan dalam ilmu ushul fiqih. yang pertama berbicara tentang ushul fiqih sebelum dibukukannya adalah para sahabat dan tabi’in. Kitab seperti ini belum ada sebelumya. merumuskan kaidah-kaidah fiqhiyah bagi setiap bab dalam bab fiqih dan menganalisisnya serta mengaplikasikan masalah furu’ atas kaidahkaidah tersebut. Pertama. Hal ini tidak diperselisihkan lagi. Teori inilah yang ditempuh oleh golongan Hanafi dan merekalah yang merintisnya. “tidak diperselisihkan lagi “Imam Syafi’i adalah tokoh besar yang pertama-tama menyusun kitab dalam ilmu ini. yakni kitab Al-Risalah. tanpa terikat oleh pendapat seorang faqih atau suatu pemahaman yang sejalan dengannya maupun yang bertentangan. merumuskan kaidah-kaidah yang dapat menolong seorang mujtahid dan meng-istinbat hukum dari sumber hukum syar’i. yaitu kitab yang tidak asing lagi dan yang sampai kepada kita sekarang. Secara garis besar ada dua teori penulisan yang dikenal yakni. Kedua. TAHAPAN PERKEMBANGAN USHUL FIQIH DAN MUNCULNYA . menurut ijma’ ulama dan catatan sejarah. B. Menurutnya. suatu kitab yang tersusun secara sempurna dalam bidang ilmu ushul. Namun yang diperselisihkan adalah orang yang mula-mula mengarang kitab ushul fiqih sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang bersifat umum dan mencakup segala aspeknya.USHUL FIQIH 7 Allamah Jamal Ad-Din Abdur Ar-Rohman Ibnu Hasan Al-Asnawi. Cara inilah yang ditempuh As syafi’i dalam kitabnya arrisalah. Kalau dikembalikan pada sejarah.

ArRazi berkata “kedudukan As-Syafi’i dalam ushul fiqih setingkat dengan kedudukan Aristo dalam ilmu Manthiq dan kedudukan Al-Khalil Ibnu Ahmad dalam ilmu Ar-rud”. khalifah-khalifah yang berkuasa dalam abad ini adalah Al Ma’mun (218 H). Secara garis besarnya tahapan ushul fiqih dapat di bagi dalam tiga tahapan yaitu: 1. kitab ushul fiqih yang pertama-tama tersusun seara utuh dan terpisah dari kitab-kitab fiqih ialah Ar-Risalah karangan AsSyafi’i. dan Al Mutawakil (247 H) pada masa mereka inilah terjadi suatu kebangkitan ilmiah dikalangan Islam yang dimulai dari kekhalifahan Arrasyid. kitab ini dinilai oleh para ulama sebagai kitab yang bertnilai tinggi. salah satu hasil dari kebangkitan berfikir dan semangat keilmuan Islam ketika itu adalah berkembangnya bidang fiqih yang pada giliranya mendorong untuk disusunya metode berfikir fiqih yang disebut ushul fiqh. tetapi mereka belum memperoleh kaidah-kaidah umum yang menjadi rujukan dalam mengetahui dalil-dalil syari’at dan cara memegangi dan cara mentarjihkanya. Ulama sebelum As-Syafi’i berbicara tentang masalah-masalah ushul fiqih dan menjadikanya pegangan. Al Mu’tashim (227 H). TAHAP AWAL (ABAD 3 H) Pada abad 3 H di bawah pemerintahan Abassiyah wilayah Islam semakin meluas kebagian timur. Seperti telah dikemukakan.USHUL FIQIH 8 ALIRAN-ALIRAN DALAM USHUL FIQIH BESERTA KITABKITABNYA. maka datanglah As-Syafi’i menyusun ilmu ushul fiqih yang merupakan kaidah-kaidah umum yang dijadikan rujukan-rujukan . Al Wasiq (232 H).

Ibrahim Ibnu Syiar Al-Nazham (221 H\835 M) menulis kitab An-Nakl dan sebagainya. Dinasti abasiyah terpecah menjadi daulah-daulah . dan inilah salah satu penyebab pengikut ulama-ulama tertentu mengklaim bahwa Imam Madzhabnya sebagai perintis pertama ilmu ushul fiqh tersebut. Malik menolaknya dengan tegas. Isa Ibnu Iban (221 H\835 M) menulis kitab Itsbat Al-Qiyas. ijtihad ar-ra’yu. Namun perlu diketahui pada umumnya kitab ushul-fiqih yang ada pada abad 3 H ini tidak mencerminkan pemikiran-pemikiran ushul fiqih yang utuh dan mencakup segala aspeknya kecuali kitab Ar-Risalah itu sendiri. Ketika ia ditanya tentang kemungkinan adanya dua hadits shoheh yang berlawanan yang datang dari Rasulluloh pada saat yang sama. TAHAP PERKEMBANGAN (ABAD 4 H) Pada masa ini abad (4 H) merupakan abad permulaan kelemahan dinasti abassiyah dalam bidang politik. mereka tetap bergantung pada As-Syafi’i karena As-Syafi’ilah yang membuka jalan untuk pertama kalinya. pemikiran ushuliyah yang telah ada. kebanyakan termuat dalam kitab-kitab fiqih. Khabar Al-Wahid. Golongan Malikiyah misalnya mengklaim imam madzhabnya sebagai perintis pertama ushul fiqh dikarenakan Imam Malik telah menyinggung sebagian kaidah-kaidah ushuliyyah dalam kitabnya Al Muwatha.USHUL FIQIH 9 untuk mengetahui tingkatan-tingkatan dalil syar’i. kalaupun ada orang yang menyusun kitab ilmu ushul fiqih sesudah As-Syafi’i. Kitab Ar-Risalah lah yang mencakup permasalahan-permasalahan ushuliyah yang menjadi pusat perhatian para fuqoha’ pada zaman itu. Selain kitab Ar-Risalah pada abad 3H telah tersusun pula sejumlah kitab ushu fiqih lainya. Disamping itu. karena ia berperinsip bahwa kebenaran itu hanya terdapat dalam satu hadits saja 2.

akibatnya aliran-aliran fiqh semakin mantap eksistensinya. Mereka menyusun kitab al-khilaf. karena masing-masing penguasa daulah itu berusaha memajukan negerinya dengan memperbanyak kaum intelektual. Hal ini ditandai dengan adanya kewajiban menganut madzhab tertentu dan larangan melakukan berpindahan madzhab sewaktu-waktu. yang mereka disebut ulama takhrij. terkecuali dalam hal-hal kecil saja. Namun demikian tidak berpengaruh terhadap perkembangan semangat keilmuan dikalangan para ulama ketika itu. 2) Mentarjihkan pendapat-pendapat yang berbeda dalam madzhab baik dalam segi riwayah dan dirayah. keterkaitan pada imam-imam terdahulu tidak dikatakan taqlid. apa lagi disertai fanatisme dikalangan penganutnya. Khusus dibidang pemikiran fiqih Islam pada masa ini mempunyai karakteristik tersendiri dalam kerangka sejarah tasyri’ Islam. karena masing-masing pengikut madzhab yang ada tetap mengadakan kegiatan ilmiah guna menyempurnakan apa yang dirintis oleh para pendahulunya dengan melakukan usaha antara lain: 1) Memperjelas ilat-ilat hukum yang di istinbathkan oleh para imam mereka. mereka mengangagap para ulama terdahulu mereka suci dari kesalahan sehingga seorang faqih tidak mau lagi mengeluarkan pemikiran yang khas. Pemikiran liberal Islam berdasarkan ijtihad muthlaq berhenti pada abad ini.USHUL FIQIH 10 kecil yang masing-masing dipimpin oleh seorang sultan. 3) Setiap golongan mentarjihkanya dalam berbagai masalah khilafiyah. Namun demikian. Akan tetapi tidak bisa di ingkari bahwa pintu ijtihad pada periode ini telah .

keadaan tersebut sangat. mereka cenderung hanya mensyarahkan kitab-kitab terdahulu atau memahami dan meringkasnya. jauh berbeda di bidang ushul fiqih. Terhentinya ijtihad dalam fiqih dan adanya usaha-usaha untuk meneliti pendapat-pendapat para ulama terdahulu dan mentarjihkanya.) 2) Kitab Al–Fushul Fi-Fushul Fi-Ushul. ditulis oleh abu Muhammad Badr Ad-Din Mahmud Ibnu Ziyad Al-Lamisy Al-Hanafi. ditulis oleh Abu Al-Hasan Ubaidillah Ibnu AlHusain Ibnu Dilal Dalaham Al-Kharkhi. Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dalam perkembangan ushul fiqih pada abad 4 H yaitu munculnya kitab-kitab ushul fiqih yang membahas ushul fiqh secara utuh dan tidak sebagian-sebagian seperti yang terjadi pada masa-masa pengandaian-pengandaian dalam beberapa masalah . Sebagai tanda berembangnya ilmu ushul fiqh dalam abad 4 H ini ditandai dengan munculnya kitab-kitab ushul fiqih yang merupakan hasil karaya ulamaulama fiqih diantara kitab yan terekenal adalah: 1) Kitab Ushul Al-Kharkhi.USHUL FIQIH 11 tertutup.(340H. akibatnya dalam perkembangan fiqih Islam adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan para ulama terbatas dalam menyampaikan apa yang telah ada. justru memainkan peranan yang sangat besar dalam bidang ushul fiqh. 2) Menghimpun masalah-masalah furu’ yang sekian banyaknya dalam uaraian yang singkat 3) Memperbanyak permasalahan. ditulis oleh Ahmad Ibnu Ali Abu Baker Ar-Razim yang juga terkenal dengan Al-Jasshah (305H.) 3) Kitab Bayan Kasf Al-Ahfazh.

Selain itu materi berpikir dan penulisan dalam kitab-kitab yang ada sebelumnya dan menunjukan bentuk yang lebih sempurna. Hal itu disebabkan adanya perhatian besar dari para sultan. tetapi juga di kota-kota seperti Cairo. Abu Zayd Ad Dabusy. Bukhara.USHUL FIQIH 12 sebelumnya. untuk mewujudkan aktivitas ilmu ushul fiqih yang tidak ada bandinganya dalam penulisan dan pengkajian keislaman . raja-raja penguasa daulah-daulah kecil itu terhadap perkembangan ilmu dan peradaban. Mereka adalah pelopor keilmuan Islam di zaman itu. Al-jabar. antara lain Al-Baqilani. abd. TAHAP PENYEMPURNAAN ( 5-6 H ) Kelemahan politik di Baghdad. Kalaupun ada yang membahas hanya kitab-kitab tertentu. dan Markusy. Imam Al-Haramain. 3. Abd. Para pengkaji ilmu keislaman di kemudian hari mengikuti metode dan jejak mereka. Ghaznah. yang ditandai dengan lahirnya beberapa daulah kecil. Hingga berdampak pada kemajuan dibidang ilmu ushul fiqih yang menyebabkan sebagian ulama memberikan perhatian khusus untuk mendalaminya. Abu Husain Al Bashri. hal itu semata-mata untuk menolak atau memperkuat pandangan tertentu dalam masalah itu. Malik Al-Juwani. Abu Humid Al Ghazali dan lain-lain. membawa arti bagi perkembanangan peradaban dunia Islam. Abd. juga tampak pula pada abad ini pengaruh pemikiranyang bercorak filsafat. Peradaban Islam tidak lagi berpusat di Baghdad. khususnya metode berfikir menurut ilmu manthiq dalam ilmu ushul fiqih. sebagaimana dalam kitab fushul-fi al-ushul karya Abu Bakar ar-Razi hal ini merupakan corak tersendiri dalam perkembangan ilmu ushul fiqh pada awal abad 4 H. Wahab Al-Baghdadi. Al-Qhandi. .

juga menunjukan adanya aliran ushul fiqih. disamping mencerminkan adanya kitab ushul fiqih bagi masing-masing madzhabnya. yakni aliran Hanafiah yang dikenal dengan aliran fuqoha’ dan aliran Mutakalimin.USHUL FIQIH 13 itulah sebabnya pada zaman itu. Kitab-kitab ushul fiqih yang ditulis pada zaman ini. generasi Islam pada kemudian hari senantiasa menunjukan minatnya pada produk-produk ushul fiqih dan menjadikanya sebagai sumber pemikiran. Dalam sejarah pekembangan ilmu ushul fiqih pada abad 5 H dan 6 H ini merupakan periode penulisan ushul fiqih terbesar yang diantaranya terdapat kitabkitab yang mnjadi kitab standar dalam pengkajian ilmu ushul fiqih selanjutnya. BAB III .

belum terbentuk sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri 2) Karena timbulnya berbagai persoalan yang belum diketahui hukumnya. Ushul fiqih terus berkembang menuju kesempurnaanya hingga abad ke 5 H dan awal abad 6 H abad tersebut merupakan abad keemasan penulisan ilmu ushul fiqih karena banyak ulama yang memusatkan perhatianya pada bidang ushul fiqih dan juga muncul kitab-kitab fiqih yang menjadi standar dan rujukan untuk ushul fiqih selanjutnya. Namun demikian. sahabat. untuk itu. corak atau metode pemikiran belum terbukukan dalam tulisan yang sistematis. MAROJI’ . Dengan kata lain. tabi’in dan sesudahnya. pemikiran hukum Islam mengalami perkembangan. 3) Bahwa kegiatan ulama dalam penulisan ushul fiqih merupakan salah satu upaya dalam menjaga keaslian hukum syara’ dan menjabarkanya dalam kehidupan sosial yang berubah-ubah itu. para ulama Islam sangat membutuhkan kaidah-kaidah hukum yang sudah dibukukan untuk dijadikan rujukan dalam menggali dan menetapkan hukum maka disusunlah kitab ushul fiqih.USHUL FIQIH 14 KESIMPULAN Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa : 1) Apa yang dikemukakan diatas menunjukkan bahwa sejak zaman Rasulullah. kegiatan tersebut dimulai pada abad ketiga hijriyah.

As Syekh Abil Qosim. Abu Bakar. Percetakan Sidogiri : Pasuruan. Departemen Agama RI. Lirboyo. 7. 6. Yahya. Al Qur’an dan terjemahannya. Hakim. Pesona Al Qur’an. Al Fara idul Bahiyah. Mahmud. Istinbat. M. Jakarta : Gramedia . 4. Komentar Al Waroqot. 9. Kamus Arab-Indonesia. Kediri : Mitra Gayatri Lirboyo 10. Jalaluddin Abdurrahman. Assulam. Asyifa’. As Sayuthi. Hidakarya Agung. Ridlwan Qoyyum.USHUL FIQIH 15 1. Jakarta: Maktabah sa’adiyah putra. Ushulul Fiqih. Maftuh. Bakry. Surabaya : Al Hidayah 2. 8. Asbah wa Annadhoir. Jakarta : Penerbit CV. Basthulbirri. Jakarta: Gramedia. Harun. Abdul Hamid. Nazar. Said. Jakarta : PT. Kediri : PP. 3. Kudus : Menara Kudus 5. Al Qur’an Rosm ‘Utsmaniy. Yunus. Buletin Sidogiri.

USHUL FIQIH 16 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->