P. 1
File

File

|Views: 22|Likes:
Published by sab_rina_1

More info:

Published by: sab_rina_1 on Nov 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2011

pdf

text

original

Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PPK-LK Dikdas

)

Dengan AC, Selamatkan Bumi
Sabtu, 20 Februari 2010 | 04:26 WIB Oleh YUNI IKAWATI Pengatur suhu ruangan merupakan peranti yang paling dibutuhkan di perumahan, perkantoran, dan bangunan publik lainnya. Namun, mesin ini paling besar menyedot listrik dibandingkan peranti elektronik lainnya. Maka, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik, mulai dari penggunaan mesin inverter hingga sensor pengatur operasi. Pengatur suhu ruangan yang disebut AC atau air conditioner menjadi produk elektronik yang paling seksi karena keberadaannya memberikan kenyamanan nyata bagi penghuni ruangan. Selama ini, untuk menambah daya tarik mesin ini, beberapa aplikasi teknologi disisipkan. Antara lain, dipasang teknologi plasma untuk mengurai molekul partikel menjadi ion, yang ukurannya jauh lebih kecil.

Ion ini akan mengikat molekul air. Karena virus bersifat higroskopis, ion ini sekaligus akan menangkap virus. Virus yang tertangkap lalu dikumpulkan dalam filter atau penyaring. Pada sistem plasma, pembangkitan ion tercapai dengan daya hingga 5 elektron volt. Selain itu, perhatian diarahkan pada upaya meningkatkan efisiensi mesin pendingin ruangan. Untuk itu, diperkenalkan sistem inverter yang merupakan komponen pengatur kecepatan kompresor. Dengan sistem ini, kecepatan AC bisa diatur sesuai kebutuhan. Proses mendinginkan udara pun lebih cepat sehingga konsumsi listrik lebih sedikit. Menurut Heribertus Ronny, Manajer Produk AC Panasonic Gobel Indonesia, ketika mesin pendingin ini dinyalakan, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang diinginkan 1,5 kali lebih cepat dibanding AC biasa, Kelebihan lain inverter yang dikembangkan sejak tahun 2007 ini adalah dapat menyesuaikan daya yang dikeluarkan untuk mencapai suhu yang ditetapkan. Pada AC non-inverter pengendalian suhu dilakukan dengan menekan tombol ”ON” dan ”OFF”. Akibatnya, suhu menjadi tidak merata. Sistem inverter berlaku sebaliknya. Teknologi inverter dikembangkan untuk menghemat listrik dan menekan emisi gas buang karbon dioksida (CO) sehingga AC ini menjadi produk ramah lingkungan. Menurut laporan survei produk berwawasan lingkungan, Peace 2007, setiap penghematan daya listrik 4,7 kilowatt per hari akan mengurangi emisi CO sebanyak 3,7 kg per hari. Uji coba yang dilakukan perusahaan elektronik Jepang ini menunjukkan, ada penghematan listrik hingga 50 persen dibandingkan dengan AC non-inverter. Pada pengujian, pendinginan dilakukan pada ruangan seluas 16 meter persegi selama 8 jam per hari. Suhu ruangan disetel 25 derajat celsius, suhu di luar ruangan 35 derajat celsius. Untuk mesin AC berkapasitas 1,5 PK pada sistem konvensional, dibutuhkan daya 6,4 kWh per hari. Adapun yang dilengkapi inverter hanya menggunakan 4,2 kWh per hari. Dengan memasang sirkit integrasi (IC) sebagai pengendali, inverter akan bekerja dengan daya minimum setelah suhu udara mencapai tingkat yang diinginkan. Penggunaan inverter ini dapat menghemat listrik hingga 50 persen. Sensor suhu dan gerak Efisiensi penggunaan listrik masih dapat ditingkatkan dengan menerapkan sensor pada unit pendingin ruangan ini. Ada dua sensor yang terpasang di ujung kanan bawah kotak pendingin itu, yaitu sensor penangkap keberadaan obyek bergerak dan suhu obyek itu.
http://www.pkplk-plb.org Powered by Joomla! Generated: 12 October, 2011, 15:30

pkplk-plb. yaitu 25 derajat celsius.Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PPK-LK Dikdas) Ketika aktivitas obyek itu rendah. Namun. bakteri. yang menunjukkan tingkat kualitas udara ruangan melalui indikator warna lampu kecil di bagian kiri.bumi http://www. seperti timbel (Pb) dan kadmium (Cd). suhu akan turun 2 derajat celsius secara otomatis. Konsep go green pada AC juga diterapkan dengan menggunakan bahan ramah lingkungan pada komponen-komponennya. misalnya penghuni ruangan tengah membaca buku atau tidur. Ketika ruangan kosong. menggantikan logam berbahaya. dapat dilakukan dengan telepon genggam dari jarak jauh. total penghematan mencapai 60 persen. Dengan menerapkan sensor yang disebut eco-patrol. bila aktivitas tinggi dan jumlah orang bertambah. suhu akan naik 2 derajat celsius dari suhu standar pada awalnya. beban AC dapat diminimalkan sehingga listrik bisa dihemat 20 persen. untuk menyalakan dan mematikan peralatan pendingin ini. seperti kulkas. penghuninya mendapatkan ruangan telah bersuhu sejuk.org Powered by Joomla! Generated: 12 October. 2011. dalam hal ini sistem plasma.kompas. dan jamur. Bersama penggunaan inverter. Penggunaan sistem pengendali untuk AC sudah selangkah lebih maju di Korea Selatan. Dengan demikian. Di Negara Ginseng ini. Udara berkualitas buruk ditunjukkan dengan lampu berwarna merah.com/read/xml/2010/02/20/04260542/dengan. dan microwave. akan beroperasi.ac. suhu ruang akan sesuai dengan pengaturan awal. mesin cuci. ketika sampai di rumah.selamatkan. Sensor juga digunakan untuk memonitor udara. http://cetak. Sebanyak tiga triliun ion akan dilepaskan untuk menangkap partikel berbahaya di udara. Segera setelah itu sistem pembersih udara. 15:30 . Penggunaan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan juga akan diterapkan pada perabot elektronik lainnya. seperti virus.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->