P. 1
Laporan Kasus Otitis Eksterna

Laporan Kasus Otitis Eksterna

4.5

|Views: 9,140|Likes:
Published by Taufik Abidin

More info:

Published by: Taufik Abidin on Oct 21, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2013

pdf

text

original

Otitis Eksterna

Oleh : I Dewa Ayu Vanessa V. M. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Pendahuluan Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis disebabkan oleh bakteri dapat terlogalisir atau difus, telinga rasa sakit. Faktor ini penyebab timbulnya otitis eksterna ini, kelembaban, penyumbatan liang telinga, trauma local dan alergi. Faktor ini menyebabkan berkurangnya lapisan protektif yang menyebabkan edema dari epitel skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma local yang mengakibatkan bakteri masuk melalui kulit, inflasi dan menimbulkan eksudat. Bakteri patogen pada otitis eksterna akut adalah pseudomonas (41 %), strepokokus (22%), stafilokokus aureus (15%) dan bakteroides (11%).1 Istilah otitis eksterna akut meliputi adanya kondisi inflasi kulit dari liang telinga bagian luar. 2,3 Otitis eksterna ini merupakan suatu infeksi liang telinga bagian luar yang dapat menyebar ke pina, periaurikular, atau ke tulang temporal. Biasanya seluruh liang telinga terlibat, tetapi pada furunkel liang telinga luar dapat dianggap pembentukan lokal otitis eksterna. Otitis eksterna difusa merupakan tipe infeksi bakteri patogen yang paling umum disebabkan oleh pseudomonas, stafilokokus dan proteus, atau jamur.4 Penyakit ini sering diumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang pada iklim-iklim sejuk dan kering. Patogenesis dari otitis eksterna sangat komplek dan sejak tahun 1844 banyak peneliti mengemukakan faktor pencetus dari penyakit ini seperti Branca (1953) mengatakan bahwa berenang merupakan penyebab dan menimbulkan kekambuhan. Senturia dkk (1984) menganggap bahwa keadaan panas, lembab dan trauma terhadap epitel dari liang telinga luar merupakan faktor penting untuk terjadinya otitis eksterna. Howke dkk (1984) mengemukakan pemaparan terhadap air dan penggunaan lidi kapas dapat menyebabkan terjadi otitis eksterna baik yang akut maupun kronik. Penulis akan membahas tentang kasus otitis eksterna sinistra. Penyakit ini sering ditemukan pada pasien di bidang telinga, hidung dan tenggorokan. Nan Sati CN dalam penelitiannya di RS.Sumber Waras/FK UNTAR Jakarta mulai 1 Januari 1980 sampai dengan 30 Desember 1980 mendapatkan 1.370 penderita baru dengan diagnosis otitis eksterna yang

1

terdiri dari 633 pria dan 737wanita. Umumnya penderita datang ke Rumah Sakit dengan keluhan rasa sakit pada telinga, terutama bila daun telinga disentuh dan waktu mengunyah. Bila peradangan ini tidak diobati secara adekuat, maka keluhan-keluhan seperti rasa sakit, gatal dan mungkin sekret yang berbau akan menetap.2 Tinjauan Pustaka 1. Batasan Otitis eksterna adalah radang merata kulit liang telinga yang disebabkan oleh kuman maupun jamur (otomikosis) dengan tanda-tanda khas yaitu rasa tidak enak di liang telinga, deskuamasi, sekret di liang telinga dan kecenderungan untuk kambuhan. Pengobatan amat sederhana tetapi membutuhkan kepatuhan penderita terutama dalam menjaga kebersihan liang telinga.8 2. Etiologi Swimmer’s ear (otitis eksterna) sering dijumpai, didapati 4 dari 1000 orang, kebanyakan pada usia remaja dan dewasa muda.Terdiri dari inflamasi, iritasi atau infeksi pada telinga bagian luar. Dijumpai riwayat pemaparan terhadap air, trauma mekanik dan goresan atau benda asing dalam liang telinga. Berenang dalam air yang tercemar merupakan salah satu cara terjadinya otitis eksterna (swimmer’s ear).3 Bentuk yang paling umum adalah bentuk boil (Furunkulosis) salah satu dari satu kelenjar sebasea 1/3 liang telinga luar. Pada otitis eksterna difusa disini proses patologis membatasi kulit sebagian kartilago dari otitis liang telinga luar, konka daun telinga penyebabnya idiopatik, trauma, iritan, bakteri atau fungal, alergi dan lingkungan. Kebanyakan disebabkan alergi pemakaian topikal obat tetes telinga. Alergen yang paling sering adalah antibiotik, contohnya: neomycin, framycetyn, gentamicin, polimixin, anti bakteri (clioquinol, Holmes dkk, 1982) dan anti histamin. Sensitifitas poten lainnya adalah metal dan khususnya nikel yang sering muncul pada kertas dan klip rambut yang mungkin digunakan untuk mengorek telinga. Infeksi merupakan penyakit yang paling umum dari liang telinga luar seperti otitis eksterna difusa akut pada lingkungan yang lembab.2

2

3. Patofisiologi Saluran telinga bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cara membuang sel-sel kulit yang mati dari gendang telinga melalui saluran telinga. Membersihkan saluran telinga dengan cotton bud (kapas pembersih) bisa mengganggu mekanisme pembersihan ini dan bisa mendorong sel-sel kulit yang mati ke arah gendang telinga sehingga kotoran menumpuk disana. Penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen akan menyebabkan penimbunan air yang masuk ke dalam saluran ketika mandi atau berenang. Kulit yang basah dan lembut pada saluran telinga lebih mudah terinfeksi oleh bakteri atau jamur. 7 4. Klasifikasi otitis eksterna 4.1. Penyebab tidak diketahui : • •
• •

Malfungsi kulit : dermatitis seboroita, hiperseruminosis, asteotosis Eksema infantil : intertigo, dermatitis infantil. Otitis eksterna membranosa. Meningitis kronik idiopatik Lupus erimatosus, psoriasis

• • •

4.2. Penyebab infeksi Bakteri gram (+) : furunkulosis, impetigo, pioderma, ektima, sellulitis, erisipelas. Bakteri gram (-) : Otitis eksterna diffusa, otitis eksterna bullosa, otitis eksterna granulosa, perikondritis. Bakteri tahan asam : mikrobakterium TBC. Jamur dan ragi (otomikosis) : saprofit atau patogen. Meningitis bullosa, herpes simplek, herpes zoster, moluskum kontangiosum, variola dan varicella. • • Protozoa Parasit neurogenik. 4.4. Dermatitis alergika, dermatitis kontakta (venenat), dermatis atopik, erupsi karena obat, dermatitis eksamatoid infeksiosa, alergi fisik. •

4.3. Erupsi neurogenik : proritus simpek, neurodermatitis lokalisata/desiminata, ekskoriasi,

3

4.5. Lesi traumatika : kontusio dan laserasi, insisi bedah, hemorhagi (hematom vesikel dan bulla), trauma (terbakar, frosbite, radiasi dan kimiawi). 4.6. Perubahan senilitas. 4.7. Deskrasia vitamin 4.8. Diskrasia endokrin.2 Klasifikasi Otitis Eksterna menurut G.G.Browning : 2 Klasifikasi Lokal ( Furunkulosis) Otitis Eksterna Difus Idhiopatik Trauma Iritan Alergi Bakteri, fungal Iklim dan lingkungan Keadaan Umum Kulit Dermatitis Seboroika Dermatitis Alergi Dermatitis Atopik Psoriasis Invasif (granula/Nekrotizing Maligna) lainnya (Keratosis Obturan) Otitis Eksterna Sirkumskripta (Furunkel/ bisul) Otitis eksterna sirkumskripta adalah infeksi bermula dari folikel rambut di liang telinga yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus dan menimbulkan furunkel di liang telinga di 1/3 luar. Sering timbul pada seseorang yang menderita diabetes. Gejala klinis otitis eksterna sirkumskripta berupa rasa sakit (biasanya dari ringan sampai berat, dapat sangat mengganggu, rasa nyeri makin hebat bila mengunyah makanan). Keluhan kurang pendengaran, bila furunkel menutup liang telinga. Rasa sakit bila daun telinga ketarik atau ditekan. Terdapat tanda infiltrat atau abses pada 1/3 luar liang telinga. Penatalaksanaan otitis eksterna sirkumskripta : 8 Subklasifikasi

4

Lokal : pada stadium infiltrat diberikan tampon yang dibasahi dengan 10% ichthamol dalam glycerine, diganti setiap hari. Pada stadium abses dilakukan insisi pada abses dan tampon larutan rivanol 0,1%.

Sistemik : Antibiotika diberikan dengan pertimbangan infeksi yang cukup berat. Diberikan pada orang dewasa ampisillin 250 mg qid, eritromisin 250 qid. Anakanak diberikan dosis 40-50 mg per kg BB.

Analgetik : Parasetamol 500 mg qid (dewasa). Antalgin 500 mg qid (dewasa). Pada kasus-kasus berulang tidak lupa untuk mencari faktor sistemik yaitu

adanya penyakit diabetes melitus.8 Otitis Eksterna Difus Otitis eksterna difus adalah infeksi pada 2/3 dalam liang telinga akibat infeksi bakteri. Umumnya bakteri penyebab yaitu Pseudomonas. Bakteri penyebab lainnya yaitu Staphylococcus albus, Escheria coli, dan sebagainya. Kulit liang telinga terlihat hiperemis dan udem yang batasnya tidak jelas. Tidak terdapat furunkel (bisul). Gejalanya sama dengan gejala otitis eksterna sirkumskripta (furunkel = bisul). Kandang-kadang kita temukan sekret yang berbau namun tidak bercampur lendir (musin). Lendir (musin) merupakan sekret yang berasal dari kavum timpani dan kita temukan pada kasus otitis media. 5 Pengobatan otitis eksterna difus ialah dengan memasukkan tampon yang mengandung antibiotik ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan kulit yang meradang. Kadang-kadang diperlukan obat antibiotika sistemik. 6 Otomikosis Infeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembaban yang tinggi di daerah tersebut. Yang tersering ialah jamur aspergilus. Kadang-kadang ditemukan juga kandida albikans atau jamur lain. Gejalanya biasanya berupa rasa gatal dan rasa penuh di liang telinga, tetapi sering pula tanpa keluhan. Pengobatannya ialah dengan membersihkan liang telinga. Larutan asam asetat 2-5% dalam alkohol yang diteteskan ke liang telinga biasanya dapat menyembuhkan. Kadang-kadang diperlukan juga obat anti-jamur (sebagai salep) yang diberikan secara topikal. 6 5. Gejala Klinis

5

Rasa sakit di dalam telinga bisa bervariasi dari yang hanya berupa rasa tidak enak sedikit, perasaan penuh didalam telinga, perasaan seperti terbakar hingga rasa sakit yang hebat, serta berdenyut. Meskipun rasa sakit sering merupakan gejala yang dominan, keluhan ini juga sering merupakan gejala sering mengelirukan. Kehebatan rasa sakit bisa agaknya tidak sebanding dengan derajat peradangan yang ada. Ini diterangkan dengan kenyataan bahwa kulit dari liang telinga luar langsung berhubungan dengan periosteum dan perikondrium, sehingga edema dermis menekan serabut saraf yang mengakibatkan rasa sakit yang hebat. Lagi pula, kulit dan tulang rawan 1/3 luar liang telinga bersambung dengan kulit dan tulang rawan daun telinga sehingga gerakan yang sedikit saja dari daun telinga akan dihantarkan kekulit dan tulang rawan dari liang telinga luar dan mengkibatkan rasa sakit yang hebat dirasakan oleh penderita otitis eksterna. Rasa penuh pada telinga merupakan keluhan yang umum pada tahap awal dari otitis eksterna difusa dan sering mendahului terjadinya rasa sakit dan nyeri tekan daun telinga. Gatal merupakan gejala klinik yang sangat sering dan merupakan pendahulu rasa sakit yang berkaitan dengan otitis eksterna akut. Pada kebanyakan penderita rasa gatal disertai rasa penuh dan rasa tidak enak merupakan tanda permulaan peradangan suatu otitis eksterna akuta. Pada otitis eksterna kronik merupakan keluhan utama. Kurang pendengaran mungkin terjadi pada akut dan kronik dari otitis eksterna akut. Edema kulit liang telinga, sekret yang sorous atau purulen, penebalan kulit yang progresif pada otitis eksterna yang lama, sering menyumbat lumen kanalis dan menyebabkan timbulnya tuli konduktif. Keratin yang deskuamasi, rambut, serumen, debris, dan obat-obatan yang digunakan kedalam telinga bisa menutup lumen yang mengakibatkan peredaman hantaran suara.2 6. Tanda-tanda Klinis Menurut MM. Carr secara klinik otitis eksterna terbagi : 4 1. Otitis Eksterna Ringan : kulit liang telinga hiperemis dan eksudat, liang telinga menyempit. 2. Otitis Eksterna Sedang : liang telinga sempit, bengkak, kulit hiperemis dan eksudat positif 3. Otitis Eksterna Komplikas : Pina/Periaurikuler eritema dan bengkak 4. Otitis Eksterna Kronik : kulit liang telinga/pina menebal, keriput, eritema positif. Menurut Senturia HB (1980) : Eritema kulit, sekret yang kehijau-hijauan dan edema kulit liang telinga merupakan tandatanda klasik dari otitis diffusa akuta. Bau busuk dari sekret tidak terjadi. Otitis eksterna diffusa dapat dibagi atas 3 stadium yaitu : 2
6

1. “Pre Inflammatory“ 2. Peradangan akut (ringan/ sedang/ berat) 3. Radang kronik 7. Diagnosis Banding Diagnosis banding dari keadaan yang serupa dengan otitis eksterna antara lain meliputi : - Otitis eksterna nekrotik - Otitis eksterna bullosa - Otitis eksterna granulosa - Perikondritis yang berulang - Kondritis - Furunkulosis dan karbunkulosis - dermatitis, seperti psoriasis dan dermatitis seboroika. Karsinoma liang telinga luar yang mungkin tampak seperti infeksi stadium dini diragukan dengan proses infeksi, sering diobati kurang sempurna. Tumor ganas yang paling sering adalah squamous sel karsinoma, walaupun tumor primer seperti seruminoma, kista adenoid, metastase karsinoma mamma, karsinoma prostat, small (oat) cell“ dan karsinoma sel renal. Adanya rasa sakit pada daerah mastoid terutama dari tumor ganas dan dapat disingkirkan dengan melakukan pemeriksaan biopsi.2 Laporan kasus Seorang pasien wanita, Nn.W, berusia 20 tahun datang ke poli THT RSUD Mataram pada hari rabu tanggal 26 Januari 2008 dengan keluhan utama nyeri pada telinga kiri sejak 2 hari yang lalu. Sehari sebelumnya telinga terasa gatal dan tidak enak sehingga pasien membersihkan telinganya dengan cotton buds. Tidak terdapat cairan yang keluar dari kedua liang telinga. Pendengaran telinga kiri agak berkurang dan tidak berdenging. Tidak ada keluhan pusing (perasaan berputar) ataupun sakit kepala. Pasien mengaku sebelumnya tidak kemasukan air maupun benda asing lainnya ke dalam telinganya. Tidak ada riwayat berenang sebelumnya. Pasien belum pernah berobat untuk mengatasi keluhannya. Pasien tidak mempunyai riwayat hipertensi, penyakit imunokompromise dan kencing manis. Pada pemeriksaan fisik yang dilakukan didapatkan keadaan umum pasien baik dan tanda-tanda vital dalam batas normal. Status lokalis pasien yaitu sebagai berikut : a. Telinga
7

Aurikula

Telinga kanan Tidak ada deformitas, edema (-), hiperemi (-)

Telinga kiri Tidak ada deformitas, edema (-), hiperemi (-) Abses (-), fistula (-), edema (-), hiperemi (-) Abses (-), fistula (-), edema (-), hiperemi (-) Nyeri pergerakan aurikla (-), nyeri tekan tragus (-) Edema (+), hiperemi (+), furunkel (-), sekret (-), jaringan granulasi (-), polip (-)

Daerah preaurikuler

Abses (-), fistula (-), edema (-), hiperemi (-)

Daerah retroaurikuler

Abses (-), fistula (-), edema (-), hiperemi (-)

Palpasi

Nyeri pergerakan aurikla (-), nyeri tekan tragus (-)

Meatus akustikus

Edema (-), hiperemi (-), furunkel (-), sekret (-), jaringan granulasi (-), polip (-)

Membrane timpani

Intak, berwarna putih mengkilat, cone of light (+), arah pukul 5

Intak, berwarna putih mengkilat, cone of light (+), arah pukul 7

b. Hidung Mukosa hidung Cavum nasi kanan Warna merah muda, hiperemi (-) Septum Konka media dan inferior Tidak ada deviasi Cavum nasi kiri Warna merah muda, hiperemi (-) Tidak ada deviasi

Ukuran eutrofi, edema (-) Ukuran eutrofi, edema (-) hiperemi (-) hiperemi (-)

8

Meatus media dan inferior

Sekret (-), polip (-)

Sekret (-), polip (-)

Inspeksi daerah sinus maxillaries dan sinus frontalis : edema (-), hiperemi (-). Palpasi daerah sinus maxillaries dan sinus frontalis : nyeri tekan (-) c. Mulut Mukosa bukal Mukosa gigi Keterangan Warna mukosa merah muda, hiperemi (-) Warna mukosa merah muda, hiperemi (-)

d. Tenggorokan Mukosa faring Tonsil Keterangan Hiperemis (-), edema (-), membrane (-), ulkus (-) Hiperemis (-), edema (-), ukuran T1-T1, kripte melebar (-), detritus (-)

e. Pada perabaan kelenjar limfe tidak ditemukan adanya pembesaran

Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik di atas, pasien didiagnosis menderita otitis eksterna sinistra. Disarankan terapi yang diberikan adalah obat tetes telinga neomisin, polimiksin B dan kortikosteroid. Diskusi Diagnosis otitits eksterna sinistra pada kasus ini ditegakkan berdasarkan anamnesis gejala klinis dan pemeriksaan fisik pasien. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien mengeluh nyeri yang terus-menerus pada telinga kiri selama 2 hari. Sebelumnya telinga tersebut dibersihkan dengan cotton buds karena terasa gatal yang kemungkinan telah terjadi trauma ringan yang menyebabkan perubahan kulit liang telinga. Telinga kiri terasa tidak enak dan terdapat gangguan pendengaran (pendengaran dirasakan berkurang). Hal ini sesuai dengan gejala otitis eksterna, yaitu nyeri pada liang telinga, gangguan pendengaran dan rasa tidak enak pada liang telinga.

9

Pada pemeriksaan telinga kiri pasien didapatkan adanya tanda-tanda perandangan meatus akustikus eksternus kiri, yaitu adanya edema dan hiperemi liang telinga. Tidak ditemukan adanya sekret pada liang telinga. Pada otitis eksterna, pengobatannya amat sederhana tetapi membutuhkan kepatuhan penderita terutama dalam menjaga kebersihan liang telinga. Pembersihan liang telinga dengan mengorek-ngorek telinga dengan benda asing seperti cotton bud tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan trauma atau iritasi. Penatalaksanaannya dapat diberikan obat tetes telinga yang mengandung neomisin, polimiksin B dan korikosteroid juga dapat menjadi pilihan. Kadang- kadang diperlukan obat antibiotik sistematik. Kesimpulan Telah dijelaskan sebuah kasus otitis eksterna sinistra. Otitis eksterna adalah radang merata kulit liang telinga yang disebabkan oleh kuman maupun jamur (otomikosis) dengan tanda-tanda khas yaitu rasa tidak enak di liang telinga, deskuamasi, sekret di liang telinga dan kecenderungan untuk kambuhan. Tanda yang menentukan diagnosis otitis eksterna adalah tanda-tanda perandangan pada liang telinga berupa hiperemi dan edema. Daftar Pustaka
1. Oghalai,

J.S.

2003.

Otitis

Eksterna.

Available

from

:

http://www.

bcm.tme.edu/oto/grand/101295.htm. Accessed : 2008, March 28.
2. Abdullah, F. 2003. Uji Banding Klinis Pemakaian Larutan Burruwi Saring dengan Salep

Ichthyol
3. Kotton,

(Ichthammol) C. 2004.

pada Otitis

Otitis Eksterna.

Eksterna Available

Akut. from

Available :

from

:

www.usudigitallibrary.com. Accessed : 2008, March 28. http:sav-ondrugs. com/shop/templates/encyclopedia/ ENCY/ artcle/000622. asp. Accessed : 2008, March 28.
4. Carr,

MM. M.

2000. 2007.

Otitis

Eksterna. Otitis

Available

from Available

:

http://www. from :

icarus.med.utoronto.ea/carr/manual/otitisexterna. htm. Accessed : 2008, March 28.
5. Fatih,

Eksterna.

http://hennykartika.wordpress.com/2007/12/29/otitis-eksterna/. Accessed : 2008, March 27.
6. Sosialisman & Helmi. 2001. Kelainan Telinga Luar dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan

Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher. Ed. ke-5. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
10

7. Anonim. 2006. Otitis Eksterna. Available from : http://www.kalbe.co.id. Accessed : 2008,

March 27.
8. Suardana, W. dkk. 1992. Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Penyakit Telinga, Hidung

dan Tenggorok RSUP Denpasar. Lab/UPF Telinga Hidung dan Tenggorok FK Unud. Denpasar.

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->