P. 1
Pengujian Substantif

Pengujian Substantif

|Views: 344|Likes:
Published by dewiikasari

More info:

Published by: dewiikasari on Nov 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2014

pdf

text

original

Pengujian Substantif

Pengujian Substantif atas Utang Usaha Utang lancar memiliki karakteristik yang berbeda dengan karakteristik aktiva lancar, yang berdampak terhadap pengujian substantif atas utang lancar. Dalam menyajikan aktiva lancar, klien berkecenderungan umum untuk menyajikan aktiva tersebut lebih tinggi dari jumlah yang senyatanya. Di lain pihak, dalam menyajikan utang lancar, klien berkecenderungan umum untuk menyajikan utang tersebut lebih rendah dari jumlah yang senyatanya. Kecenderungan ini didorong oleh keinginan klien untuk menyajikan gambaran modal kerja perusahaan yang lebih baik. Oleh karena itu, pengujian substantif atas utang lancar ditujukan untuk menemukan adanya penyajian utang lancar yang lebih rendah dari jumlah yang seharusnya (understatement utang lancar), sedangkan pengujian substantif atas aktiva lancar ditujukan untuk menemukan adanya penyajian aktiva lancar yang lebih tinggi dari jumlah yang seharusnya (overstatement aktiva lancar). Dalam menyajikan aktiva lancar klien menghadapi masalah penilaian unsur-unsur aktiva lancar per tanggal neraca. Di lain pihak, dalam penyajian utang lancar, klien tidak menghadapi masalah penentuan nilai utang lancar tersebut pada tanggal neraca. Dalam pengujian substantif atas aktiva lancar, auditor menghadapi masalah penentuan kewajaran nilai aktiva lancar yang dicantumkan di neraca. Di lain pihak, dalam pengujian substantif atas utang lancar, auditor menghadapi fakta; menghadapi data historis mengenai kewajiban perusahaan yang terjadi di masa yang lalu, yang dalam jangka pendek harus dilunasi. Oleh karena itu, pengujian substantif atas utang lancar memerlukan waktu yang relatif lebih pendek bila dibandingkan dengan pengujian substantif atas aktiva lancar. Utang usaha merupakan komponen terbesar utang lancar. Oleh karena itu, pengujian substantif auditor dalam kegiatan belajar ini ini lebih difokuskan ke pengujian substantif atas utang usaha. Pengujian substantif atas utang usaha ditujukan untuk memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan utang usaha, membuktikan keberadaan utang usaha dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan utang usaha yang dicantumkan di neraca, membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo utang usaha yang disajikan di neraca, membuktikan kewajiban klien yang dicantumkan di neraca, membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan utang usaha di neraca. Untuk mencapai tujuan audit tersebut auditor seharus dapat menempuh berbagai prosedur audit Dalam prosedur audit awal, auditor membuktikan keandalan catatan akuntansi utang usaha yang diselenggarakan oleh klien, dengan cara mengusut saldo utang usaha yang dicantumkan di neraca ke dalam akun utang usaha yang diselenggarakan di dalam buku besar, membuktikan ketelitian penghitungan saldo akun utang usaha di dalam buku besar, dan membuktikan sumber pendebitan dan pengkreditan akun utang usaha di dalam buku besar ke dalam register bukti kas keluar dan jurnal penerimaan kas. Dalam prosedur analitik, auditor menghitung berbagai ratio, yaitu tingkat perputaran utang usaha, ratio utang usaha dengan utang lancar, kemudian dibandingkan dengan harapan auditor, misalnya ratio tahun yang lalu, rerata ratio industri, atau ratio yang dianggarkan. Di samping itu, dalam prosedur analitik, auditor membandingkan akun biaya dengan akun biaya yang sama tahun lalu atau biaya yang dianggarkan untuk mendapatkan indikasi kemungkinan adanya understatement utang lancar. Pembandingan ini membantu auditor untuk mengungkapkan, yaitu (1) peristiwa atau transaksi yang tidak biasa, (2) perubahan akuntansi, (3) perubahan usaha, (4) fluktuasi acak atau (5) salah saji.

Jika laporan keuangan klien tahun sebelumnya telah diaudit oleh auditor independen lain. Pengujian substantif atas aktiva tetap ditujukan untuk (1) memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan aktiva tetap. (3) melakukan pencarian utang yang belum dicatat. Jika laporan keuangan klien belum pernah diaudit oleh auditor independen lain. Verifikasi saldo aktiva tetap pada tanggal neraca tidak mendapat perhatian auditor karena aktiva tetap disajikan pada costnya. (4) meminta informasi dari klien untuk menemukan komitmen yang belum diungkapkan dan utang bersyarat dan memeriksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang tersebut. antara lain (1) memeriksa klasifikasi utang usaha di neraca. (2) memeriksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang usaha. auditor yang baru dapat langsung menggunakan saldo awal aktiva tetap sebagai saldo awal yang wajar. (2) membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tetap yang dicantumkan di neraca. (2) melakukan verifikasi pisah batas (cut off) transaksi pembelian dan transaksi pengeluaran kas. dan (2) melakukan rekonsiliasi utang usaha yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang bulanan yang diterima oleh klien dari kreditor Dalam memverifikasi penyajian dan pengungkapan utang jangka panjang di neraca. yang berdampak terhadap pengujian substantif atas aktiva tetap. (3) memeriksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang nonusaha. Pengujian Substantif atas Aktiva Tetap Aktiva tetap memiliki karakteristik yang berbeda dengan karakteristik aktiva lancar. Frekuensi transaksi yang menyangkut aktiva tetap relatif sedikit maka jumlah waktu yang dikonsumsi untuk pengujian substantif atas aktiva tetap relatif lebih sedikit bila dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk pengujian substantif atas aktiva lancar. bukan nilainya pada tanggal neraca seperti halnya dengan aktiva lancar. titik berat pengujian substantifnya atas aktiva tetap. auditor membandingkan penyajian utang usaha di neraca dengan prinsip akuntansi berterima umum. . Dalam pengujian atas akun rinci. (4) membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tetap di neraca. kemudian hanya dipusatkan pada transaksi mutasi aktiva tetap yang terjadi dalam tahun yang diaudit saja. dan jika laporan keuangan klien diberi pendapat wajar tanpa pengecualian dari auditor independen sebelumnya. untuk memperoleh keyakinan mengenai kewajaran saldo tersebut. (2) membuktikan keberadaan aktiva tetap dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap yang dicantumkan di neraca. Informasi mengenai hal ini diperoleh auditor dengan cara.Dalam pengujian atas akun rinci. dan audit yang sekarang ini merupakan audit yang pertama kalinya maka auditor mempunyai kewajiban untuk memverifikasi saldo awal aktiva tetap. Pengujian substantif atas aktiva tetap dititikberatkan pada verifikasi mutasi aktiva tetap yang terjadi dalam tahun yang diaudit. auditor melaksanakan prosedur audit berikut ini: (1) memeriksa sampel transaksi utang usaha yang tercatat ke dokumen yang mendukung timbulnya utang usaha. Verifikasi tersebut dilakukan oleh auditor meliputi periode sejak saat aktiva tetap tersebut diperoleh sampai dengan awal tahun yang diaudit. (3) membuktikan kewajaran penilaian aktiva tetap yang dicantumkan di neraca. auditor menempuh prosedur audit berikut ini (1) melakukan konfirmasi utang. Karena ketepatan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap sedikit pengaruhnya terhadap perhitungan rugi-laba maka auditor tidak mengarahkan perhatiannya terhadap masalah ketelitian pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap pada akhir tahun. Bagi auditor yang baru tersebut.

Dalam pengujian atas akun rinci. penghentian pemakaian dan penjualan aktiva tetap yang terjadi dalam tahun yang diaudit. ratio laba bersih dengan aktiva tetap. (4) fluktuasi acak. Untuk itu auditor mengusut saldo aktiva tetap yang dicantumkan di neraca ke di dalam akun aktiva tetap yang diselenggarakan di dalam buku besar. auditor memeriksa bukti pendukung pencatatan transaksi penambahan dan pengurangan aktiva tetap dan review terhadap akun Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap. (2) perubahan akuntansi. atau (5) salah saji. Informasi ini bermanfaat bagi auditor untuk memberikan pengungkapan (disclosure) mengenai kepemilikan klien atas aktiva tetap yang dicantumkan di neraca. Dalam pengujian transaksi rinci. auditor menghitung berbagai ratio: tingkat perputaran aktiva tetap. Pembandingan ini membantu auditor untuk mengung-kapkan: (1) peristiwa atau transaksi yang tidak biasa. rerata ratio industri. Informasi mengenai hal ini diperoleh auditor dengan memeriksa klasifikasi aktiva tetap di neraca dan memeriksa kecukupan pengungkapan yang bersangkutan dengan aktiva tetap. membuktikan ketelitian penghitungan saldo akun aktiva tetap di dalam buku besar.Dalam prosedur audit awal. Dalam memverifikasi kepemilikan aktiva tetap auditor juga meminta informasi dari klien mengenai aktiva tetap yang dijaminkan dalam penarikan utang jangka panjang. dan melakukan review terhadap perhitungan depresiasi. Verifikasi kepemilikan aktiva tetap dilakukan oleh auditor dengan memeriksa dokumen yang mendukung pemerolehan tambahan aktiva tetap dalam tahun yang diaudit. verifikasi pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap dilakukan oleh auditor dengan cara memeriksa transaksi mutasi aktiva tetap dalam beberapa hari menjelang dan setelah tanggal neraca. auditor membuktikan keandalan saldo aktiva tetap dengan cara membuktikan apakah aktiva tetap yang dicantumkan di dalam neraca didukung dengan catatan akuntansi yang diselenggarakan dengan mekanisme akuntansi yang dapat dipercaya. (3) perubahan usaha. Dalam memverifikasi penyajian dan pengungkapan aktiva tetap di neraca. ratio biaya reparasi dan pemeliharaan dengan aktiva tetap. atau ratio yang dianggarkan. Depresiasi Akumulasian aktiva tetap . Tujuan audit ini adalah untuk menemukan transaksi mutasi aktiva tetap yang seharusnya dicatat dalam tahun yang diaudit oleh klien salah dicatat dalam tahun sesudahnya atau mutasi aktiva tetap yang seharusnya dicatat dalam tahun sesudahnya oleh klien salah dicatat dalam tahun yang diaudit. Verifikasi keberadaan aktiva tetap yang ada di tangan klien pada tanggal neraca dilakukan oleh auditor dengan cara menginspeksi tambahan aktiva tetap yang terjadi dalam tahun yang diaudit dan mengusut pencatatan tambahan aktiva tetap tersebut ke dalam buku pembantu aktiva tetap. memeriksa dokumen yang bersangkutan dengan persewaan atau kontrak leasing aktiva tetap. mengusut saldo awal akun Aktiva Tetap ke kertas kerja tahun yang lalu. pengeluaran modal (capital expenditure). kemudian dibandingkan dengan harapan auditor. Meskipun tidak sepenting verifikasi pisah batas transaksi aktiva lancar. revaluasi. membuktikan sumber pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tetap di dalam buku besar ke dalam register bukti kas keluar dan jurnal umum. auditor membandingkan penyajian aktiva tetap di neraca dengan prinsip akuntansi berterima umum. Aktiva tetap disajikan di dalam neraca pada nilai buku yang merupakan selisih cost aktiva tetap dengan depresiasi akumulasiannya. Cost aktiva tetap dipengaruhi oleh harga pemerolehan tambahan aktiva tetap. misalnya ratio tahun yang lalu. auditor melakukan inspeksi terhadap aktiva tetap. memeriksa bukti hak kepemilikan aktiva tetap dan kontrak. Dalam prosedur analitik. dan membuktikan ketelitian catatan aktiva tetap dengan cara melakukan rekonsiliasi akun kontrol aktiva tetap di dalam buku besar dengan buku pembantu aktiva tetap. ratio aktiva tetap dengan modal saham. melakukan inspeksi polis asuransi aktiva tetap.

dan dokumen yang menunjukkan hak pemilikan klien atas aktiva tidak berwujud. meminta informasi dari klien atau sumber lain mengenai manfaat aktiva berwujud bagi klien di masa yang akan datang. Dalam prosedur analitik. auditor melakukan: mempelajari notulen rapat direksi. auditor melakukan verifikasi atas dokumen yang mendukung transaksi pemerolehan dan transaksi amortisasi aktiva tidak berwujud. (3) membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca. (4) membuktikan kewajaran penilaian aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca. auditor memeriksa bukti pendukung pencatatan transaksi pemerolehan dan amortisasi aktiva tidak berwujud. ratio laba bersih dengan aktiva tidak berwujud. surat izin dari pemerintah. Dalam pengujian transaksi rinci. surat izin dari pemerintah. misalnya ratio tahun yang lalu. Aktiva tidak berwujud disajikan di neraca pada nilainya yang merupakan selisih cost dikurangi dengan amortisasi aktiva tidak berwujud. kemudian dibandingkan dengan harapan auditor. auditor menghitung berbagai ratio. auditor membuktikan keandalan saldo aktiva tidak berwujud dengan cara membuktikan apakah aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca didukung dengan catatan akuntansi yang diselenggarakan dengan mekanisme akuntansi yang dapat dipercaya. (3) perubahan usaha. dan dokumen lain yang membuktikan eksistensi aktiva tidak berwujud. membuktikan ketelitian penghitungan saldo akun Aktiva Tidak Berwujud di dalam buku besar. (5) membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca. yaitu tingkat perputaran aktiva tidak berwujud.2. membuktikan sumber pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidak berwujud di dalam buku besar ke dalam register bukti kas keluar dan jurnal umum. Dalam memverifikasi penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca. Untuk mencapai tujuan audit tersebut auditor menempuh berbagai prosedur audit atas aktiva tidak berwujud melalui berbagai prosedur audit seperti yang tercantum pada Gambar 6. melakukan inspeksi dan pemeriksaan atas surat perjanjian. Pembandingan ini membantu auditor untuk mengungkapkan (1) peristiwa atau transaksi yang tidak biasa. mengusut saldo awal akun Aktiva Tidak Berwujud dan Akumulasi Amortisasi ke kertas kerja tahun yang lalu. Dalam prosedur audit awal. Untuk memverifikasi penilaian aktiva tetap auditor melakukan verifikasi terhadap dokumen yang mendukung penambahan dan pengurangan cost aktiva tetap dalam tahun yang diaudit dan memverifikasi penentuan biaya depresiasi aktiva tetap. auditor membandingkan penyajian aktiva tidak berwujud di neraca dengan prinsip .dipengaruhi oleh transaksi mutasi aktiva tetap dan perhitungan biaya depresiasi dalam tahun yang diaudit. Auditor juga meminta informasi dari klien mengenai manfaat aktiva tidak berwujud di masa yang akan datang dalam memverifikasi eksistensi aktiva tidak berwujud. (4) fluktuasi acak atau (5) salah saji. Untuk itu auditor mengusut saldo aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca ke di dalam akun aktiva tidak berwujud yang diselenggarakan di dalam buku besar. Untuk memverifikasi penilaian aktiva tidak berwujud. Dalam pengujian atas akun rinci. ratio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva. atau ratio yang dianggarkan. rerata ratio industri. perjanjian. (2) membuktikan keberadaan aktiva tidak berwujud dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca. (2) perubahan akuntansi. Pengujian Substantif atas Aktiva Tidak Berwujud Pengujian substantif atas aktiva tidak berwujud ditujukan untuk: (1) memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan aktiva tidak berwujud.

akuntansi berterima umum. Informasi mengenai hal ini diperoleh auditor dengan memeriksa klasifikasi aktiva tidak berwujud di neraca dan memeriksa kecukupan pengungkapan yang bersangkutan dengan aktiva tidak berwujud. Aktiva tidak berwujud yang memiliki umur ekonomis terbatas disajikan di neraca pada nilai buku yang merupakan selisih cost aktiva tidak berwujud dengan akumulasi amortisasinya. Sumber Buku Auditing 1b Karya Salam Mannan http://massofa.com/2008/04/30/pengujian-substantif/ .wordpress.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->