LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I

UJI ALDEHID DAN KETON Rabu, 26 Oktober 2011

Disusun oleh:
KELOMPOK 6 SATRIA MUHAMMAD IQBAL FAUZIAH FAJRU RACHMA TIKA ZAHARA EKA NOVI A B 1110016200016 1110016200024 1110016200045 1110016200043

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011

Mengetahui jenis-jenis pereaksi yang membedakan senyawa aldehid dan keton. Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil terikat pada dua gugus alkil. Keton bereaksi dengan alkohol melalui cara yang sama dengan aldehida. dua gugus aril atu sebuah gugus alkil dan sebuah aril. Bila salah satu dari atom terikat pada karbon karbonil adalah hidrogen. 26 Oktober 2011 C. maka senyawa tersebut disebut aldehida. D. Mengetahui perbedaan sifat-sifat senyawa aldehid dan keton. Gugus fungsi dan golongan senyawa ditentukan oleh atom lain yang terikat pada karbon karbonil. Gugus lain dalam suatu aldehida dapat berupa alkil. Gugus karbonil (C=O) merupakan bagian dari bermacam-macam gugus fungsi. LANDASAN TEORI Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah atom hidrogen. Suatu keton mempunyai dua gugua alkil (aril) yang terikat pada karbon karbonil. maka senyawanya adalah keton. Aldehid dan keton merupakan kelompok senyawa organik yang mengandung gugus karbonil (C=O). 1990). O RCH suatu aldehida O RCR suatu keton (Fessenden & Fessenden. 1997). Keton tidak mengandung atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonil (Fessenden.A. TUJUAN PRAKTIKUM : a. aril atau H (Fassenden dan Fassenden. TANGGAL PRAKTIKUM : Rabu. Jika glikol yang digunakan sebagai unsur alkohol. membentuk hemiketal dan ketal. sedangkan aldehida mempunyai sekurangnya satu atom hidrogen yang terikat pada karbon karbonilnya. . JUDUL PRAKTIKUM : Uji Aldehid dan Keton B. Bila dua karbon terikat pada gugus karbonil. 1997). 1999). hasilnya adalah struktur siklik (Hart. b.

Riawan. Denni. Tetapi pada setiap sifat fisika tersebut dampaknya tidak begitu besar terhadap aldehid dan keton dibandingkan dengan alkohol padanannya (Stanley. Sebagaimana kita duga. Semakin panjang rantai karbon. Kepolaran gugus karbonil dapat mempengaruhi sifat fisis aldehid dan keton. terbentuk dari oksidasi alkohol sekunder. aldehid dan keton larut dalam pelarut nonpolar (Antony. 1992). asetaldehid. Ikatan polar pada gugus karbonil juga menyebabkan kelarutan dalam air dengan nisbi yang tinggi dari beberapa jumlah aldehid dan keton tingkat rendah (dengan jumlah karbon = 4). yaitu formaldehid. terbentuk dari oksidasi alkohol sekunder (S. Bila rantai karbon melebihi lima atau enam atom karbon. Anggota deret yang rendah. metil keton (CH3COC2H5) dipakai dalam jumlah besar sebagai pelarut (Stanley H. 1986). 1988). 1992). Ikatan polar pada aldehid dan keton dapat berintegrasi satu sama lain sehingga titik didih lebih tinggi dari yang dipikirkan berdasarkan rapat molekulnya. dan aseton bersifat larut air dalam segala perbandingan. Aldehida merupakan senyawa yang mudah dioksidasi. kelarutan aldehid dan keton dalam air sangat rendah. Aldehid dinamakan menurut nama asam yang mempunyai jumlah atom C sama dengan menggantikan akhiran “at” dengan “aldehid” atau dengan memberikan akhiran “al” pada nama alkana yang mempunyai jumlah atom C sama. negatif dengan uji Tollens. 1992). Oksigen gugus karbonil mempunyai dua pasang elektron bebas yang membawa muatan negatif parsial dan karbon membawa muatan parsial positif (Wilbraham & Matta. Aldehid dan keton dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air yang polar. Pire.Aldehid dan keton adalah senyawa yang sangat penting beberapa diantaranya seperti aseton (CH3COCH3). gugus C = O polar. positif dengan uji Tollens. Pemakaian elektron bersama dalam ikatan ganda dua karbon-oksigen pada gugus karbonil sama saja dengan dalam ikatan ganda dua karbon-karbon pada alkena. Keton diberi nama menurut nam gugus-gugus alkilnya dengan menambahkan kata “keton” atau memberi akhiran “on” pada alkana yang jumlah atom C nya sama (Respati. kelarutan dalam air semakin menurun. . Keton memiliki sifat gugus C = O polar. 1990). tidak kuat dioksidasi. Perbedaannya dalam gugus karbonil elektron-elektron tertarik ke oksigen yang lebih elektronegatif.

tidak bewarna Hijau kekuningan Orange jadi biru kehijauan Larut. tidak bewarna Larut. LANGKAH KERJA 1. tidak bewarna Kuning Pengamatan pada larutan sampel. tidak bewarna Larut. tidak bewarna Larut. Uji As. 3. . dan 7 Reagen Tollens 1 mL @ sampel Aquadest 40 tetes @ sampel NaOH(aq) 2 mL @ sampel Larutan Iodin 10 tetes @ sampel Aseton 1 mL @ sampel Asam Kromat 1 tetes @ sampel PENGAMATAN 1 2 tetes sampel + 1 mL aseton (amati) 3 +1 tetes As. 5. 2. Kromat (amati) 4 5 2 Larut. 4. kromat Keterangan 1 buah gelas kimia ukuran 25 mL 6 buah pipet tetes 1 buah rak tabung reaksi 6 buah tabung reaksi 1 buah pembakar spirtus 1 buah penjepit tabung reaksi b) BAHAN : Sampel 1.E. Kromat + 2 tts sampel + 1mL aseton + 1 tts as. ALAT DAN BAHAN a) ALAT:              No. tidak bewarna Kuning cerah Hijau jadi biru Hijau muda keruh Positif 7 Ket: Larut.

tidak bewarna Larut. residu hitam Jika terjadi perubahan yang terjadi. tidak bewarna 1 2 5 tetes sampel + 2 mL air (amati) 3 4 5 7 + 2 mL NaOH (jika larut dlm air). Uji Iodoform + 2 tts sampel + 2 mL air Tidak larut Tidak larut Larut. tidak bewarna Larut. residu hitam Larutan coklat muda. tidak bewarna +2 mL NaOH Larut.2. tidak bewarna Larut. pamanasan dilakukan terhadap sampel. (amati) + 10 tetes iodin (jika larut dalam NaOH). . tidak bewarna Larut. tidak bewarna Larut. tidak bewarna Larut. (amati) 3. tidak bewarna Larut. tidak bewarna Larut. tidak bewarna Larut. tidak bewarna + 10 tts Iodin Larut. Uji Tollens + 2 tts sampel +1 mL reagen Tollens Pemanasan (jika tdk ada perubahan terjadi) 1 2 2 tetes sampel + 1 mL reagen Tollens (amati) Tidak larut Larut dan bewarna putih - 3 4 5 7 Larut Larut Larut Larut Larutan dan residu hitam Larutan abu abu.

dan 7) yang diduga mengandung aldehid atau keton. ketika teroksidasi menjadi asam karboksilat akan ditandai dengan perubahan warna dari coklat (warna asam kromat) menjadi warna hijau lalu menjadi warna biru. Pada percobaan ini. Pada percobaan ini untuk sampel 3. 3. Aldehid. warna kuning didapat dari ion-ion dikromat (IV) yang tidak tereduksi. sehingga positif mengandung senyawa aldehid dalam sampel tersebut.F. 2. praktikan mengindentifikasi dengan menguji sampel (1. yang bisa dilihat dari perubahan warna sampel menjadi kuning atau terdapat endapan kuning. dan 7 diduga mengandung keton. . Pada landasan teori aldehid dapat dioksidasi oleh asam. Pada uji Iodoform dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa keton. Pada uji Tollens ini dapat digunakan untik mengidentifikasikan senyawa aldehid yang terkandung dalam sampel. 3. Residu bewarna hitam yang dihasilkan dikarenakan akibat dari aldehid yang mereduksi ion Ag (reagen Tollens). pada landasan teori bila positif mengandung senyawa aldehid akan dihasilkan endapan atau residu bewarna hitam atau dihasilkannya cermin perak (Ag(s)). Pada hasil pengamatan didapati pada sampel 4 positif mengandung aldehid. bisa dilihat dihasil pengamatan bahwa tidak ada perubahan warna yang terjadi. semua sampel yang diuji tidak mengindikasikan mengandung senyawa keton. 5. 4. karena terjadi perubahan menjadi warna menjadi biru. Warna putih dikarenakan keton tidak dapat mereduksi ion Ag pada reagen Tollens. PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini. Perubahan warna yang terjadi dikarenakan ion dikromat (IV) yang tereduksi menjadi ion Cr3+ sehingga menghasilkan warna yang khas pada perubahannya. Warna kuning atau endapan kuning ini dihasilkan dari pemutusan ikatan antara C (pada keton) dengan I3 (pada 12) dan ikatan lainnya pada molekul terputus menghasilkan endapan iodoform (CHI3). diduga sampel tersebut adalah keton. karena perubahan yang dihasilkan berbeda dengan seharusnya. untuk sampel 2 dihasilkan larutan bewarna putih. Untuk sampel 1. 5 dan 7 menghasilkan residu bewarna hitam. sedangkan keton tidak dapat dioksidasi oleh asam. karena keton sendiri tidak mengandung atom istimewa pada gugus fungsinya sehingga sangat sulit teroksidasi.

2. . Pada uji Tollens. dan 7 diduga mengandung keton. KESIMPULAN Dari percobaan yang telah dilakukan dapat di simpulkan beberapa poin. 5. untuk sampel 4 positif aldehid. Pada uji Asam Kromat. dan 7 positif aldehid. untuk sampel 1. antara lain: 1.G. 3. 3. untuk sampel 3. untuk sampel 2 diduga mengandung keton. Pada uji Iodoform semua sampel yang diujikan tidak mengandung keton.

1988. Jakarta: Binarupa Aksara Stanley. 1997. Pire. Bandung : ITB . Harold. 1992. 1990. Kimia Organik: Suatu Kuliah Singkat. Kimia Organik Jilid 1.DAFTAR PUSTAKA Antony C. Kimia Organik dan Hayati. 1992. Pengantar Kimia Organik Jilid 1. Denni. Jakarta: Aksara Baru Riawan. 1990. S. Jakarta: Erlangga Fessenden dan Fessenden. Bandung: ITB Fessenden dan Fessenden. H. Jakarta: Erlangga Hart. Jakarta: Erlangga Respati. 1999. 1986. Kimia Organik.Bandung : ITB Stanley. W dan Matta S. Kimia Organik Jilid 1. Kimia Organik I. Michael. Pengantar Ilmu Organik dan Hayati.

Pasca Praktikum 1. Which of the following are aldehydes or ketones and which aren’t? A: O H-C-CH2CH2CH(CH3)2 Aldehid O CH3-C-OCH3 Ester Keton O O CH3-C-NH2 Amina 2. gaya antar molekulnya lebih besar dibandingkan dengan alkana lainnya. Dengan adanya gugus karbonil itu. Write the chemical equations for each experiment? A:  Tes Tollens O R-C-H (Aldehid)  + Ag(NH3)2 (aq) (Reagen Tollens) OH- O R-C-O+ Ag (s) (Asam Karboksilat) (Cermin perak) Tes Asam Karboksilat O R-C-H CrO3 . jadi titik didihnya lebih rendah dibandingkan dengan alkana lainnya. H+ (Reagen Jones) O R-C-OH (Asam Karboksilat) (Aldehid)  Tes Iodoform O R-C-CH3 + 3 NaOI (aq) O R-C-CI3 + NaOH (aq) O R-C-CI3 + 3 NaOH (aq) RCOO-Na+ + CHI3 (Endapan kuning) 3. Describe the physical and chemical properties of aldehydes ann ketones ! A: Aldehid dan keton keduanya bersifat polar karena mereka mamunyai gugus karbonil. . Mereka tidak punya ikatan hydrogen.