P. 1
laporan pekerti AA

laporan pekerti AA

|Views: 3,429|Likes:

More info:

Published by: Dewi Andang Prastika on Dec 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/25/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Perguruan tinggi merupakan salah satu sarana pembelajaran generasi penerus bangsa yang dituntut melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Keberhasilan proses pendidikan di perguruan tinggi dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Salah satu faktor tersebut adalah dosen. Berdasarkan UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang tercantum dalam Bab I pasal 1 ayat 2, pengertian dosen adalah seorang pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai tenaga pendidik dan pengajar, seorang dosen memiliki kewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis, mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dosen yang profesional adalah yang melakukan pekerjaan sebagai sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Kemampuan dan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang pendidik atau dosen antara lain, keterampilan menerapkan teori belajar, membuat rancangan pelaksanaan program pembelajaran, menyampaikan materi perkuliahan dan merencanakan serta melaksanakan penilaian hasil belajar. Dengan memiliki keterampilan dan kemampuan dasar ini, maka seorang pendidik tersebut dikatakan profesional. Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional-Applied Approach (PEKERTIAA) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) adalah program pelatihan bagi para dosen sebagai upaya peningkatan profesionalitas dosen. PEKERTI-AA akan memberikan pelatihan bagi dosen bagaimana cara-cara meningkatkan keterampilan dalam merancang, mengelola dan menilai pembelajaran serta memanfaatkan hasil-hasil penelitian untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Program PEKERTI-AA sangat 1

diperlukan agar poses pembelajaran mampu menghasilkan kualifikasi kompetensi lulusan yang handal dan relevan dengan kebutuhan jaman. Oleh karena itu, untuk meningkatkan profesionalitas dosen penting untuk mengikuti PEKERTI-AA.

BAB II PELAKSANAAN PELATIHAN

Pelatihan Pekerti-AA (Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional-Applied Approach) dilaksanakan selama 7 hari yaitu pada tanggal 06, 07, 10, 11, 12, 13, 14 Oktober 2011. Pelatihan yang diselenggarakan oleh LPP UNS (Lembaga Pengembangan Pendidikan Universitas Sebelas Maret) tersebut diikuti oleh sekitar 64 peserta dari DIV Kebidanan Fakultas Kedokteran UNS jalur reguler angkatan 2007. Selama pelatihan peserta dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas A dan B. Terdapat 35 materi yang diberikan oleh fasilitator selama pelatihan. Materi tersebut diberikan dengan berbagai macam metode pembelajaran yaitu metode ceramah, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok maupun tugas individual. Pada setiap akhir sesi materi, para fasilitator memberikan tugas yang harus dilaksanakan secara individual oleh para peserta. Tugas dikumpulkan sesuai dengan hari yang telah ditentukan oleh fasilitator untuk kemudian dievaluasi. Pada hari terakhir pelatihan, peserta mendapat kesempatan untuk praktek mengajar (microteaching) dengan didampingi oleh fasilitator. Tatap muka berlangsung dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB. Peserta mendapat 3 kali kesempatan untuk beristirahat yaitu 2 kali coffe break dan 1 kali ishoma dengan menikmati hidangan yang telah disajikan. Adapun uraian tentang proses kegiatan pelatihan dalam bentuk tatap muka adalah sebagai berikut : Tatap muka hari I, Kamis 6 Oktober 2011 Pertemuan pertama diawali dengan penyampaian harapan dan kecemasan peserta selama mengikuti pelatihan ini. Harapan dan kecemasan tersebut ditulis diatas kertas dan kemudian ditempel di papan tulis. Dengan adanya permainan ini diharapkan kecemasan yang diikuti selama pelatihan bisa berangsur-angsur menghilang dan harapan yang diinginkan bisa terwujud. Setelah permainan berakhir, para peserta dibawa untuk memasuki sesi materi. Sesi I (Pendidikan Sebagai Sistem) Materi sesi I disampaikan oleh Anjar Sri CN, S.H., M.Hum secara ceramah, tanya jawab, diskusi dan kerja kelompok. Dalam materi ini disebutkan bahwa sistem adalah 3

gabungan dari berbagai macam komponen yang masing-masing berfungsi dan saling terkait untuk mencapai tujuan tertentu. Pendidikan merupakan suprasistem yang didalamnya terdapat interaksi antara sub sistem dan sistem. Didalam interaksi tersebut terdapat 3 macam komponen yaitu input (mahasiswa, sarana prasarana, staff, dana, fasilitas fisik, kurikulum dan organisasi), proses (pembelajaran dan suasana akademik) dan output (lulusan dan karya intelektual). Ketiga komponen tersebut diharapkan dapat saling berinteraksi secara efektif untuk menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Diakhir sesi I, para peserta mendapat tugas individu yaitu merefleksi sistem pendidikan di institusi setempat dan bagaimana cara pengembangannya untuk menghasilkan output yang bermutu. Sesi II (Isu Strategi Pendidikan Tinggi) Materi sesi II disampaikan oleh Anjar Sri CN, S.H., M.Hum secara ceramah dan tanya jawab. Dalam materi ini dipaparkan berbagai macam kondisi Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia saat ini yaitu : PT masih dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan, etika dan nilai-nilai kebijakan. Gaji professor dan dosen masih sangat rendah. PT masih diselimuti berbagai masalah. PTN (Perguruan Tinggi Negeri) beroperasi dengan sangat tidak efektif dan efisien. Biaya mahal dan drop out semakin tinggi. Proses Belajar Mengajar tidak sesuai dengan standar mutu. Kredibilitas belum memuaskan stakeholder Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut maka PT memerlukan strategi untuk memperbaiki kondisi-kondisi tersebut dengan reaktualisasi visi dan misi PT. Pemerintah selaku pemegang kebijakan pendidikan di Indonesia, mengajukan strategi pengembangan PT yang dikenal dengan HELTS (High Education Long Term System). Dalam HELTS dipaparkan kebijakan-kebijakan dasar untuk mengembangkan PT yaitu : Daya saing bangsa, dimana setiap PT harus mampu menghasilkan berbagai macam karya intelektual yang inovatif serta lulusan yang unggul dan relevan sehingga diperlukan adanya standarisasi yang optimal dalam setiap program pembelajaran.

Otonomi, dimana setiap PT perlu melakukan pengembangan institusi dengan cara perencanaan program, peningkatan sumber daya, penggalangan sumber dana secara akuntabel serta peningkatan tanggung jawab sosial sehingga perlu adanya keterampilan dalam managerial staff. Kesehatan organisasi, dimana setiap PT perlu menerapkan adanya sistem penjaminan mutu yang meliputi PDCA (plan, do, check, action) sehingga pengembangan PT dapat terus berkelanjutan Sesi III (Profesi dan Etika Dosen) Materi sesi III disampaikan oleh Artono Dwijo Sutomo, S.Si., M.Si. secara ceramah dan diskusi kelompok. Dalam sesi ini disampaikan materi tentang profesi dosen, etika profesi dan model pengembangan profesi dosen. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentrans-formasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan,teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, seorang dosen harus memegang teguh prinsip profesionalitas dan etika dosen sehingga segala pekerjaan yang dilakukannya harus dikerjakan secara professional dan tidak melenceng dari nilai-nilai moral yang ada. Selain itu, seorang dosen juga harus senantiasa mengembangkan profesinya agar kualitas mahasiswa dan PT menjadi lebih baik. Pengembangan profesi dosen menurut Ramli dapat dilakukan dengan dengan pendidikan dan pelatihan tentang bidang studi dan paedagogik, pendirian lembaga/pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan profesi akademik serta mengadakan kerjasama ilmiah dengan perguruan tinggi lain. Diakhir sesi, fasilitator memberikan tugas individu bagi para peserta yaitu merancang kegiatan dosen untuk memenuhi Tri Darma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian dan pengembangan masyarakat). Sesi IV (Paradigma Konstriktivisme) Materi sesi IV disampaikan oleh Dr. Suharno, M.Pd secara ceramah dan diskusi kelompok. Dalam sesi ini disampaikan materi tentang berbagai macam teori belajar khususnya teori belajar behavioristik dan konstriktivisme. Perubahan paradigma dari

5

paradigma behavioristik ke paradigma konstriktivisme memberikan perubahan baru dalam pembelajaran. Paradigma behavioristik lebih menekankan pada pengetahuan yang bersifat obyektif, pasti dan tetap. Dalam proses belajarnya bertujuan untuk memperoleh pengetahuan, disini pebelajar diharapkan memiliki pemahaman yang sama dengan pengajar terhadap pengetahuan yang dipelajari dan pikiran berfungsi sebagai alat penjiplak struktur pengetahuan. Masalah yang muncul dalam belajar dan pembelajaran behavioristik antara lain pebelajar dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan lebih dulu secara ketat, disiplin yang sangat esensial, jika ditemui kegagalan atau ketidakmampuan dalam menambah pengetahuan harus dikategorikan sebagai kesalahan dan harus dihukum sedangkan jika ditemui keberhasilan atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas dipuji atau diberi hadiah. Kontrol belajar dipegang oleh sistem di luar diri pebelajar. Konstruktivistik menekankan pada pengetahuan non obyektif, temporer dan selalu berubah. Dalam proses belajarnya bertujuan untuk memaknai pengetahuan, disini pebelajar dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari dan mind berfungsi sebagai alat menginterpretasi sehingga muncul makna yang unik. Masalah yang muncul dalam belajar dan pembelajaran konstruktivistik antara lain pebelajar dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas, kebebasan disini merupakan unsur yang sangat esensial. Jika ditemui kegagalan atau keberhasilan dilihat sebagai interpretasi yang berbeda dan perlu dihargai. Sesi V (Konsep Pengembangan Kurikulum) Materi sesi V disampaikan oleh Artono Dwijo Sutomo, S.Si., M.Si secara ceramah dan tanya jawab. Dalam sesi ini disampaikan materi tentang berbagai hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Menurut SK Mendiknas no. 232/U/2000, kurikulum PT adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi. Pergeseran paradigma dari KBI ke KBK, behavioristik ke konstruktivistik, pengajaran TCL ke SCL serta old industrial education ke interprenural education, adanya aspek internal (tradisi 4-5 tahun, perubahan visi dan misi universitas,

perubahan aturan lembaga dan perubahan kebutuhan mahasiswa) maupun aspek eksternal (perkembangan iptek, perkembangan kebutuhan masyarakat dan kecenderungan masa depan) menuntut perubahan ke kurikulum yang sesuai dengan paradigma yang ada. Landasan pengembangan kurikulum adalah: Filosofis yaitu hakikat pembelajaran, apa yang dikerjakan pebelajar/ pelatih dan isi/ muatan; Psikologis yaitu siapa pebelajar dan struktur materi; Sosiologis yaitu kebutuhan dan keberadaan masyarakat, aneka problem masyarakat dan harus relevan dengan kebutuhan masyarakat; Organisatoris yaitu separate, correlated, dan integrated. Langkah-langkah pengembangan/ penyusunan kurikulum yaitu memperkirakan calon pengguna lulusan, merumuskan kompetensinya, merumuskan visi-misi lembaga, menentukan kajian-kajiannya, menuliskan mata kuliahnya. Lulusan sebuah Perguruan Tinggi diharapkan mampu mempunyai kompetensi antara lain kebutuhan kemasyarakatan (social needs), kebutuhan kerja (industrial needs), kebutuhan professional (professional needs), kebutuhan masa depan ( aspek scientific vision) Tatap muka hari II, Jumat 7 Oktober 2011 Sesi I (KBK di Perguruan Tinggi) Materi sesi I disampaikan oleh Bambang Kusharjanta, S.T., M.T dengan metode ceramah, Tanya jawab dan diskusi kelompok. Dalam sesi ini disampaikan materi tentang tahapan-tahapan pengembangan sistem KBK di PT. Pengembangan KBK di PT tidak terlepas dari adanya tracer study (kebutuhan masyarakat terkait dunia kerja) dan hasil analisa SWOT (streght, weakness, opportunity, treat). Setelah ditentukan rumusan dari tracer study dan analisa SWOT, maka dibentuklah profil lulusan dan kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap lulusan atau alumni dari PT tersebut. Kompetensidasar yang harus dimiliki pesdik mencakup kompetensi utama, pendukung dan lainnya. Bahan kajian dibentuk sebagai upaya untuk mencapai kompetensi yang dimaksud. Berbagai macam bahan kajian yang disusun harus mempertimbangkan alokasi waktu, cakupan SKS dan distribusi mata kuliah lainnya. Setelah bahan kajian terbentuk, maka perlu ditetapkan metode dan rancangan pembelajaran. Dalam pengelompokan mata kuliah, perlu mempertimbangkan dasar-dasar 7

pemikiran yang tercantum dalam SK Mendiknas no. 232/U/2000 yaitu : konsep empat pilar dari UNESCO (learning to know, learning to do, learning to be, learning to live together), persyaratan kerja yang dituntut oleh dunia kerja global, usaha penyepadanan dalam konteks nasional. Diakhir sesi, fasilitator memberikan tugas individu bagi para peserta untuk membuat profil lulusan dari institusi akbid yang akan diampu serta kompetensikompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh pesdik untuk menghasilkan lulusan seperti yang telah tercantum pada profil. Sesi II (Pembelajaran Orang Dewasa) Materi sesi II disampaikan oleh Dr. Sutarno, M.Pd dengan metode ceramah dan tanya jawab. Dalam sesi ini disampaikan tentang hakekat pembelajaran orang dewasa, karakteristik orang dewasa dan kebutuhan belajarnya. Dewasa adalah seorang manusia yang sudah mencapai usia >21 tahun. Orang dewasa memiliki karakteristik sendiri bila dibandingkan dengan remaja maupun anak-anak. Kemampuan menggunakan indera sudah dapat dikatakan sempurna sehingga orang dewasa mampu untuk hidup mandiri (self understanding), mampu membuat perencanaan dalam hidupnya (self motivating), mampu mengatur dirinya (self directing) dan mampu mengaktualisasikan dirinya (self actualizing). Berdasarkan karakteristik tersebut, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar orang dewasa yaitu : kebebasan, tanggung jawab, pengambilan keputusan, psikologis, fisik dan motivasi. Mahasiswa adalah orang dewasa dan telah terbentuk pola piker, pola rasa, pola tindakan sehingga kurang senang dengan penyajian dosen. Selain itu, mahasiswa sebagai orang dewasa memerlukan kebebasan, tidak menyukai hafalan, lebih menyukai pemecahan masalah dan hal-hal praktis sehingga tugas dosen dalam proses pembelajaran adalah sebagai fasilitator, stimulator, motivator, partner diskusi dan pemberdaya mahasiswa belajar. Pelaksanaan pembelajaran juga harus fleksibel dari rencana yang ada agar materi yang diberikan lebih mudah dan menarik minat mahasiswa. Umpan balik segera dan kombinasi ragam sumber belajar juga dapat membantu pelaksanaan proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan efektif. Sesi III (Konsep SCL)

Materi di sesi III disampaikan oleh Artono Dwijo Sutomo, S.Si., M.Si. dengan metode ceramah dan tanya jawab. Dalam sesi ini disampaikan materi tentang perbedaan tentang konsep TCL dan SCL. Selama ini guru maupun dosen selalu menggunakan konsep TCL daripada SCL sehingga guru maupun dosen bertindak lebih aktif daripada pesdiknya dalam proses pembelajaran. Dewasa ini, konsep SCL akan terus dikembangkan sehingga pesdik akan dituntut lebih aktif dalam proses pembelajaran. Dalam konsep SCL, pengetahuan merupakan hasil konstruksi (bentukan) atau hasil transformasi seseorang yang belajar sedangkan belajar adalah mencari dan mengkonstruksi pengetahuan. Tugas dosen maupun guru disini adalah sebagai fasilitator dan motivator. Jadi peserta didik benar-benar menggunakan kemampuan kognitif, psikomotor, afektif secara utuh karena SCL memberikan proses penting dalam penyelesaian masalah atau kasus, dan dibahas bersama kemudian dikoreksi sehingga peserta didik aktif mengembangkan pengetahuan, menggali informasi dan iklim yang dikembangkan bersifat kolaboratif, suportif dan kooperatif. Sesi IV (Teori Belajar dan Pembelajaran) Materi sesi IV disampaikan oleh Budi Legowo, S.Si., M.Si. dengan metode ceramah dan tanya jawab. Dalam materi ini disampaikan bahwa teori belajar lebih mengarah ke teori deskriptif sedangkan teori pembelajaran lebih mengarah ke teori peskriptif. Teori belajar akan mendeskripsikan bagaimana proses belajar terjadi pada diri seseorang. Teori belajara ada 7 macam yaitu : behavioristik, kognitivisme, humanistic, konstruktivisme, konstruktivistik sosial, pemrosesan informasi dan advanced organizer. Sedangkan teori pembelajaran itu sendiri lebih membahas tentang bagaimana memecahkan masalah-masalah praktis dalam pembelajaran. Sesi V (Teori Motivasi) Materi sesi V disampaikan oleh Dr. Sutarno, M.Pd dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok. Materi tersebut mengenai penggunaan model ARCS. ARCS (Attention – Relevance – Confidence - Satisfaction) adalah salah satu bentuk model dalam meningkatkan motivasi mahasiswa. Tugas dosen dalam pembelajaran adalah membangkitkan dan mengembangkan motivasi belajar mahasiswa sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. 9

Diakhir sesi, fasilitator memberikan tugas individu kepada para peserta untuk membuat rancangan motivasi ARCS selama pelaksanaan pembelajaran untuk satu kali tatap muka dengan satu mata kuliah Hari III (Senin, 10 Oktober 2011) Sesi I (Model Rancangan Pembelajaran) Materi sesi I disampaikan oleh Dr. Sutarno, M.Pd dengan metode ceramah dan tanya jawab. Dalam sesi ini disampaikan materi tentang konsep dan prinsip pengembangan instruksional pembelajaran. Kegiatan pembelajaran memiliki 3 tahapan yaitu tahap pengembangan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada kegiatan pengembangan pembelajaran memiliki beberapa tahapan yaitu mengidentifikasi masalah atau kebutuhan dan menulis tujuan pembelajaran, melakukan analisis kompetensi, mengidentifikasi perilaku awal (entry behavior) dan karakteristik awal pesdik, merumuskan sasaran belajar, menyusun tes acuan patokan dengan table spesifikasi sebagai blue print atau kisi-kisi tes, mengembangkan strategi pembelajaran beserta metode dan media pembelajaran yang relevan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai, mengembangkan bahan ajar dalam bentuk handout maupun modul serta merancang dan melaksanakan evaluasi formatif untuk memperoleh balikan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Sesi II (Model-Model Pembelajaran) Materi sesi II disampaikan oleh Drs. Ngadino Yustinus, M.Pd dengan metode ceramah, tanya jawab dan kerja kelompok. Dalam sesi ini disampaikan materi tentang berbagai macam model pembelajaran inovatif berdasarkan paradigma konstruktivistik. Model-model pembelajaran itu antara lain : collaborative learning, contextual teaching and learning, problem-based learning, quantum learning, research-based learning, experiental learning, research-based learning yang mencerminkan SCL. Dalam memilih model pembelajaran hendaknya mempertimbangkan beberapa hal yaitu tujuan pembelajaran, sifat atau bahan materi, kondisi atau karakteristik siswa, ketersediaan fasilitas serta kemampuan kreativitas guru atau dosen. Selain itu, model pembelajaran yang digunakan hendaknya berprinsip pada model pembelajaran yang dapat memotivasi pesdik, berorientasi pada tujuan atau kompetensi, mendorong aktivitas pesdik, memperhatikan aspek individual pesdik, mampu mendorong proses

interaksi antar sesama pesdik dan tenaga pengajar, menantang untuk mahasiswa berpikir serta proses pembelajaran tersebut menyenangkan bagi pesdik. Diakhir sesi, peserta mendapatkan tugas dari fasilitator untuk memilih salah satu model pembelajaran yang sekiranya cocok bagi mata kuliah yang bersangkutan dan sesuai dengan prinsip yang ada. Sesi III (Metode-Metode Pembelajaran) Materi sesi III disampaikan oleh Drs. Suwachid, M.Pd., M.T dengan metode ceramah, tanya jawab dan kerja kelompok. Dalam sesi ini disampaikan materi tentang berbagai macam metode pembelajaran yang harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam menyampaikan pengajaran bagi pesdik. Seorang dosen dituntut untuk mampu menggunakan berbagai macam metode pembelajaran baik dalam satu metode atau kombinasi dari berbagai metode. Berbagai macam metode tersebut adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, demonstrasi & eksperimen, sosiodrama & role play, latihan (drill), karyawisata, games, simulasi dan tutorial. Dalam memilih metode pembelajaran, seorang dosen harus mempertimbangkan beberapa faktor yaitu jenis atau sifat media, jumlah mahasiswa, pengetahuan awal mahasiswa, waktu dan fasilitas, kompetensi, serta pengalaman dan kepribadian pengajar. Diakhir sesi, fasilitator memberikan tugas individual untuk memilih salah satu metode yang sesuai untuk 1 kompetensi dasar yang harus dicapai pesdik dalam 1 mata kuliah tertentu dengan tak lupa mempertimbangkan berbagai faktor yang ada. Sesi IV (Taksonomi Tujuan Pembelajaran) Materi sesi IV disampaikan oleh Drs. Suwachid, M.Pd., M.T. dengan metode ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang berbagai taksonomi tujuan pembelajaran dan interrelasinya dalam berbagai kawasan kemampuan dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Taksonomi tujuan pembelajaran terdiri dari 3 rumusan tujuan pembelajaran yaitu tujuan kognitif, afektif dan psikomotor. Ketiga rumusan tujuan tersebut harus ada dalam proses pembelajaran dan peta kompetensi yang akan dicapai oleh pesdik. Hari IV (Selasa, 11 Oktober 2011) Sesi I (Analisis Kompetensi) 11

Materi sesi I disampaikan oleh Prof. Dr. Sri Anitah, M.Pd dengan metode ceramah, tanya jawab dan kerja kelompok. Materi ini membahas tentang penataan materi ajar secara sekuensial dan logis dalam rangka penyusunan silabus. Ada 4 struktur yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan peta kompetensi yaitu struktur hirarikal, prosedural, pengelompokkan dan kombinasi. Masing-masing struktur memiliki ciri khas masing-masing berdasarkan kompetensi yang akan dicapai pesdik. Dalam sesi ini, pesdik bekerja secara kelompok untuk membuat peta kompetnsi dan selanjutnya hasil kerja kelompok tersebut dipresentasikan untuk kemudian evaluasi bersama-sama. Di akhir sesi, pesdik mendapat tugas untuk membuat peta kompetensi untuk satu standar kompetensi yang didalamnya terdiri dari kompetensi dasar, pengalaman belajar dan berbagai macam indikator. Sesi II (Penyusunan Silabus) Materi sesi II disampaikan oleh Drs. Suwachid, M.Pd., M.T. secara ceramah dan kerja kelompok. Materi ini membahas tentang cara-cara penyusunan silabus dan bagian-bagian yang terkandung didalamnya. Silabus adalah rencana yang mengatur kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, serta penilaian hasil belajar untuk mencapai suatu kompetensi. Komponen-komponen silabus terdiri atas : standar kompetensi (kesatuan dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik), kompetensi dasar (penjabaran dari standar kompetensi), indikator (penjabaran dari kompetensi dasar), pengalaman belajar (kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam mempelajari indikator/pokok materi mata kuliah), materi pokok (terdapat pokok materi/ sub pokok materi), alokasi waktu, sumber/ bahan / alat (pustaka/ referensi yang digunakan), penilaian/ evaluasi (teknik/ bentuk penilaian yang digunakan untuk menguji kompetensi tersebut). Penyampaian materi ini disajikan dengan metode kerja kelompok dimana peserta bersama anggota kelompoknya membuat silabus untuk satu mata kuliah dan selanjutnya hasil kerja kelompok tersebut dipresentasikan untuk dievaluasi bersamasama. Pada akhir pertemuan tugas kelompok tersebut menjadi tugas individu untuk dikerjakan bagi setiap peserta. Sesi III (Penyusunan RPP) Materi sesi III disampaikan oleh Drs. Suwachid, M.Pd., M.T. secara ceramah dan

kerja kelompok. Materi ini membahas tentang cara-cara penyusunan RPP dan komponen-komponen yang terkandung didalamnya. RPP terdiri atas 3 tahap yaitu : Tahap awal, tahap inti dan tahap akhir. Tahap awal terdiri atas apresiasi dimana untuk meningkatkan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik, materi dimana untuk memberi motivasi pada siswa atau mengaitkan materi dengan kejadian secara umum, kompetensi dimana menjelaskan kompetensi yang akan dicapai. Tahap inti yang terdiri dari eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Tahap akhir terdiri dari membuat rangkuman atau ringkasan dari materi yang telah dipelajari, melakukan penilaian dengan memberi pertanyaan atau tes, melakukan tindak lanjut berupa tugas atau melaksanakan kegiatan lanjutan. Dalam sesi ini, peserta terlibat aktif untuk kerja kelompok menyusun RPP untuk satu mata kuliah. RPP hasil kerja kelompok tersebut kemudian dipresentasikan dan dievaluasi bersama-sama. Di akhir pertemuan, setiap peserta mendapatkan tugas untuk menyusun RPP selama satu semester untuk satu mata kuliah. Sesi IV (Ragam Sumber Belajar) Materi sesi IV disampaikan oleh Drs. Ngadino Yustinus, M.Pd secara ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang berbagai macam sumber belajar yang dapat digunakan sebagai pesdik untuk menyempurnakan proses pembelajaran. Sumber belajar adalah segala sesuatu (data, orang, benda) baik cetak maupun elektronik yang digunakan oleh pembelajar baik secara terisolasi atau kombinasi biasanya secara informal untuk memfasilitasi atau mempermudah kegiatan belajar. Terdapat dua jenis sumber belajar yaitu : resources by design dan resources by utilization. Sumber belajar dapat berupa pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan lingkungan. Sesi V (Media Pembelajaran) Materi sesi V disampaikan oleh Mulyadi, S.Sn., M.Ds. secara ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang peran, manfaat dan macam-macam media yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran. Media pembelajaran adalah alat komunikasi (pembelajaran) yang digunakan untuk menyampaikan pesan/materi pembelajaran. Taksonomi media menurut Seels & Gasglow adalah media tradisional dan media teknologi mutakhir. Dalam pengembangannya, media pembelajaran memiliki beberapa syarat yang 13

disebut dengan VISUALS (visible, interesting, simple, useful, accurate, legitime, structured). Sedangkan prinsip pengembangan media adalah simplicity, unity, emphasis, balance, contrast, rhythm. Ketepatan memilih media dalam pembelajaran sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman dosen tentang ragam media. Sesi VI (TIK Dalam Pembelajaran) Materi sesi VI disampaikan oleh Budi Legowo, S.Si., M.Si. secara ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang pemanfaatan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) dalam pembelajaran. Perkembangan teknologi yang cukup cepat memungkinkan proses pembelajaran dapat berlangsung dalam interaksi multi arah. Tiga isu pokok yang berkembang saat ini dalam pemanfaatan TIK adalah pemanfaatan TIK sebagai sumber belajar, pengembangan media pembelajaran berbasis komputer yang terdiri dari media presentasi pembelajaran (MPP) berbasis komputer dan software pembelajaran mandiri, serta isu yang ketiga adalah pembelajaran berbasis internet. Dosen sebagai tenaga pengajar dituntut untuk dapat mengembangkan ketiga isu tersebut dalam proses pembelajaran sehingga bias berjalan efektif dan efisien Hari V (Rabu, 12 Oktober 2011) Sesi I (Dasar Assesmen Pembelajaran) Materi sesi I diampaikan oleh Mulyadi, S.Sn., M.Ds. secara ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas sebagai tugas dosen salah satunya adalah melakukan evaluasi pembelajaran. Aspek sasaran evaluasi ada 2 yaitu evaluasi manajerial yang merupakan bagian dari struktur dalam proses pembelajaran dan juga evaluasi substantive yang digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan untuk tahun berikutnya. Asumsi tentang penilaian terdiri dari 3 macam yaitu penilaian (assessment) yang merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi tentang pencapaian dan kemajuan belajar siswa. Assessment lebih mengarah pada serangkaian kegiatan dosen dalam pengumpulan data, contoh dan pencatatan pengamatan. Kedua, penilaian yang berarti evaluation adalah kegiatan yang lebih menitikberatkan pada penyimpulan, pemaknaan, pengambilan keputusan termasuk evaluasi diri. Ketiga, pelaporan yang condong pada kegiatan pensistesaan, penerjemahan dan pengkomunikasian hasil penilaian. Dosen harus mampu membuat format penilaian yang dapat memberikan informasi

tentang pencapaian kompetensi sehingga mampu mengelola kemajuan belajar mahasiswa dan memperbaiki program pembelajaran yang telah diterapkan. Sesi II (PHB : Kognitif) Materi sesi II disampaikan oleh Budi Legowo, S.Si., M.Si. secara ceramah, tanya jawab dan kerja kelompok. Materi ini membahas tentang penilaian kognitif sebagai salah satu bagian dari tiga ranah penilaian yang ada menurut Bloom. Penilaian kognitif digolongkan menjadi tiga jenis yaitu tipe soal esai, tipe soal obyektif dan tipe soal problem matematik. Pemilihan tipe soal bergantung pada waktu, kemampuan penyusun tes dan aspek-aspek yang akan diukur dari peserta tes. Sebelum membuat tes, sebaiknya seorang pengajar membuat kisi-kisi tes yang menunjukkan proporsi dan jumlah dari setiap aspek butir soal dalam membentuk perangkat tes. Di akhir sesi, peserta mendapat tugas untuk menyusun tes kognitif sesuai dengan format yang telah diberikan. Sesi III (PHB : Afektif) Materi sesi III disampaikan oleh Anjar Sri C.N, S.H., M.Hum secara ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang cara-cara menyusun tes afektif untuk menilai hasil belajar pesdik. Afektif adalah kemampuan yang berkaitan dengan perasaan, emosi, sikap, derajat penerimaan atau penolakan suatu objek. Tingkatan kemampuan ranah afektif menurut Bloom antara lain: menerima, merespon, menanggapi, menilai, mengorganisasi dan mengkarakterisasi. Sedangkan menurut Anderson (dalam Robert K. Gable) adalah sikap, konsep diri, minat dan keyakinan. Teknik penilaian afektif dapat secara testing maupun non testing. Teknik testing dapat berupa tes sikap, tes minat, tes keyakinan sedangkan teknik non testing dapat berupa observasi, interview, kuesionaire dan inventory. Terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih teknik penilaian yaitu kualitas, valid atau sahih, reliable atau terpecaya, praktis, tersedia waktu, peralatan sarana atau prasarana pengadministrasian. Diakhir sesi, peserta mendapatkan tugas untuk menyusun seperangkat tes afektif sesuai dengan format yang telah diberikan. Sesi IV (PHB : Psikomotor) Materi sesi IV disampaikan oleh dr. Setyo Sri Raharjo, M.Kes secara ceramah dan 15

tanya jawab. Materi ini membahas tentang pengertian tes kemampuan psikomotorik dan tata cara penyusunannya. Kemampuan psikomotor dapat dirumuskan sebagai serangkaian gerakan otot-otot yang terpadu untuk dapat menyelesaikan suatu tugas. Dalam menyusun penilaian keterampilan psikomotor, perlu memperhatikan beberapa kriteria diantaranya berdimensi ganda, representative, validitas, reliable dan kepraktisan. Penilaian keterampilan psikomotor memerlukan teknik pengamatan dengan reliabilitas yang tinggi terhadp dimensi-dimensi yang akan diukur. Syarat dimensi yang akan diukur adalah dapat memberikan data sensorik, dapat dirumuskan secara operasional, mempunyai variabilitas nilai serta dapat memberikan respon yang mirip atau sama pada berbagai pengamat. Alat ukur untuk keterampilan psikomotorik dapat berupa cek list, skala nilai, catatan anecdotal dll. Diakhir sesi, peserta mendapatkan tugas untuk membuat skala penilaian psikomotorik untuk mata kuliah tertentu sesuai dengan format yang diberikan. Sesi V (Assesmen Kinerja) Materi sesi V disampaikan oleh Mulyadi, S.Sn., M.Ds secara ceramah dan kerja kelompok. Materi ini membahas tentang manfaat penilaian kinerja dan cara-cara penyusunannya. Penilaian kinerja adalah penilaian terhadap proses perolehan, penerapan pengetahuan dan keterampilan melalui proses pembelajaran yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam proses maupun produk. Penilaian kinerja dapat berupa computer adaptive testing, tes pilihan diperluas, extended response, group performance assessment, dll. Sebagai panduan dalam membuat penilaian kinerja, para pengajar diwajibkan membuat rubric terlebih dahulu. Rubrik memuat daftar kriteria yang dinyatakan dalam dimensi kerja, aspek yang akan dinilai dan gradasi mutu. Rubrik ada 2 macam yaitu rubrik analitik dan rubrik holistik. Penyampaian materi ini disajikan dengan metode kerja kelompok dimana peserta bersama anggota kelompoknya membuat panduan penilaian kinerja mengenai pembuatan pesawat terbang dari kertas sehingga peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan. Pada akhir pertemuan tugas kelompok tersebut menjadi tugas individu untuk dikerjakan bagi setiap peserta.

Sesi VI (Pengajaran Remidial & Pengayaan) Materi sesi VI disampaikan oleh Budi Legowo, S.Si., M.Si. secara ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang strategi dosen dalam melakukan pengajaran remidial dan pengayaan. Kegiatan pembelajaran remidial tidaklah sama dengan kegiatan pembelajaran pengayaan, karena kegiatan pembelajaran remedial dilakukan sebagai upaya membantu mahasiswa agar mampu mengembangkan diri secara optimal untuk menguasai kompetensi dasar yang kepada belum ditutaskannya, untuk sedangkan pembelajaran pengayaan dilakukan mahasiswa meningkatkan

pendalaman atau penguasaan materi pembelajaran yang telah dituntaskannya. Strategi pembelajaran remedial sifatnya sangat individual dan lebih ditekankan pada keragaman mahasiswa. Beberapa alternatif cara pembelajaran remedial adalah memberi pembelajaran ulang, memberi tugas latihan dengan bimbingan, pembelajaran tutorial dengan teman sebaya, menugaskan mahasiswa untuk melaksanakan praktek ulang dengan bimbingan serta member bimbingan secara khusus. Hari VI (Kamis, 13 Oktober 2011) Sesi I (Pengembangan Strategi Pembelajaran) Materi sesi I disampaikan oleh Prof. Dr. Sri Anitah, M.Pd secara ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang kegunaan menentukan strategi dulu sebelum pembelajaran dan langkah-langkah yang harus diambil untuk pengembangan strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran merupakan produk yang dapat digunakan untuk pengembangan bahan pembelajaran, serangkaian kriteria untuk mengevaluasi eksistensi bahan-bahan pembelajaran, serangkaian kriteria dan mengevaluasi eksistensi bahan pembelajaran, kerangka pikir dari pembelajaran yang dapat diorganisasikan dan dikelola serta partisipasi pebelajar yang dapat direncanakan. Pengembangan strategi pembelajaran diawali dengan menentukan desain pembelajaran. Setelah desain pembelajaran terbentuk, langkah selanjutnya adalah mengembangkan strategi pembelajaran yang terdiri dari mengidentifikasi tujuan, mengedentifikasi pengetahuan prasyarat, mengidentifikasi urutan untuk penyajian pembelajaran, mengidentifikasi konten yang diperlukan serta mengidentifikasi item tes yang tepat untuk setiap tujuan. 17

Sesi II (Kontrak Pembelajaran) Materi sesi II disampaikan oleh Salim Widono, S.P., M.P. secara ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang pengertian dan manfaat kontrak pembelajaran dalam PBM serta komponen dan penyusunan kontrak perkuliahan. Kontrak perkuliahan adalah kesepakatan antara mahsiswa dan dosen mengenai berbagai aspek dalam pembelajaran. Karena sifatnya yang mengikat, maka apabila salah satu pihak mengingkari kesepakatan khusunya mahasiswa, dosen dapat memberikan sanksi yang sifatnya edukatif. Kontrak pembelajaran dibedakan menjadi dua yaitu: kontrak belajar individual, kontrak perkuliahan. Kontrak belajar individual dilakukan dosen dengan mahasiswa sesuai dengan kebutuhan belajar mahasiswa yang bersangkutan. Sedangkan kontrak perkuliahan dilakukan untuk sekelompok mahasiswa yang sifatnya lebih terstruktur dan tidak banyak memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk menentukan sendiri berbagai aspek kontrak tersebut. Komponen KP yang perlu di informasikan kepada mahasiswa antara lain manfaat mata kuliah, deskripsi mata kuliah, kompetensi dasar dan indikator, organisasi materi, strategi perkuliahan, sumber belajar, tugas-tugas, penilaian, jadwal kuliah dan lain-lain. Di akhir sesi, peserta mendapatkan tugas untuk menyusun kontrak perkuliahan sesuai dengan mata kuliah yang akan diampu. Sesi III (Manajemen Mutu Pembelajaran) Materi sesi III disampaikan oleh Drs. Ngadino Yustinus, M.Pd secara ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang bagaimana konsep pembelajaran menurut MMT (Manajemen Mutu Terpadu) sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Perguruan Tinggi. MMT adalah salah satu pola manajemen organisasi yang berisi seperangkat prosedur yang dapat digunakan setiap orang dalam upaya memperbaiki kinerja secara terus menerus. Tujuan MMT dalam pembelajaran adalah meningkatkan kinerja dalam proses pembelajaran melalui peningkatan produktivitas, efektivitas dan efisiensi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam konsep pembelajaran menurut MMT adalah dosen kompeten sesuai dengan bidangnya, hubungan dosen dengan mahasiswa harus bersifat kemitraan serta memiliki menajemen kelas yang baik.

Sesi IV (Komunikasi dan Keterampilan Dasar Mengajar) Materi sesi IV disampaikan oleh Salim Widono, S.P., M.P. secara ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok. Materi ini membahas tentang keterampilan-keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki dosen dalam memberikan pengajaran di kelas serta cara-cara berkomunikasi yang baik dengan peserta didik. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dan proses penyampaian arti. Komunikasi dalam pembelajaran berupa komunikasi multiarah, student centered, mendorong mahasiswa untuk berinteraksi, dosen bertindak sebagai fasilitator serta menerapkan keterampilan berkomunikasi antar pribadi. Salah satu tugas dosen adalah menyampaikan atau melaksanakan pembelajaran yang mendidik. Seorang dosen dituntut untuk mampu menerapkan keterampilan dasar mengajar dalam memberikan pelajaran. Jenis-jenis keterampilan dasar mengajar terdiri atas membuka dan menutup, menjelaskan, bertanya dasar dan lanjut, memberi penguatan, mengadakan variasi, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, mengajar kelompok kecil dan perorangan. Semua jenis keterampilan tersebut harus dilakukan secara utuh dan terintegrasi. Cara mengusai keterampilan dasar mengajar yaitu kuasai hakikat dan prinsip setiap jenis keterampilan, berlatih setiap jenis keterampilan secara terpisah, berlatih dalam bentuk pembelajaran mikro dan mempraktekkannya. Diakhir sesi, fasilitator membagi peserta kedalam beberapa kelompok kecil. Masing-masing anggota dalam kelompok tersebut mendapatkan tugas untuk mengaplikasikan salah satu keterampilan dasar mengajar yang didapatkannya pada kegiatan microteaching di hari selanjutnya. Sesi V (Praktikum) Materi sesi V disampaikan oleh dr. Setyo Sri Raharjo, M.Kes. dengan metode ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang konsep pembelajaran praktikum. Praktikum adalah strategi pembelajaran untuk membelajarkan secara bersama-sama di laboratorium untuk mengembangkan kemampuan psikomotor, kognitif dan afektif. Praktikum memiliki banyak sekali kegunaan yaitu untuk melatih keterampilan mahasiswa, melatih mahasiswa dalam menerapkan, mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan secara nyata serta agar mahasiswa dapat menentukan 19

dan menemukan teori. Berdasarkan klasifikasinya, praktikum dibagi menjadi praktikum primer (praktikum yang dilakukan di jurusan sendiri) dan praktikum sekunder (praktikum yang diberikan oleh jurusan lain). Jika berdasarkan tujuannya, praktikum dibagi menjadi 2 yaitu praktikum yang digunakan untuk mempelajari keterampilan dan teknik yang relevan dengan tuntutan profesi serta praktikum yang digunakan untuk proses penelitian dan penemuan ilmiah Hari VII (Jum’at, 14 Oktober 2011) Sesi I (Pengembangan Bahan Ajar) Materi sesi I disampaikan oleh Artono Dwijo Sutomo, S.Si., M.Si secara diskusi kelompok. Materi ini membahas tentang tata cara penyusunan bahan ajar. Bahan ajar merupakan komponen penting pembelajaran. Bahan ajar adalah segala sesuatu yang berisi pesan yang dapat dipelajari siswa sehingga mampu mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan sesuai tujuan belajar. Komponen utama yang perlu ada dalam setiap bahan ajar adalah tinjauan mata kuliah, pendahuluan, penyajian dan penutup disetiap babnya dan daftar pustaka. Setiap komponen mempunyai sub-sub komponen yang saling berintegrasi satu sama lain. Sesi II (Mikroteaching) Pengajaran Mikro adalah pengajaran yang dilakukan dalam bentuk mikro bila dibandingkan dengan praktek mengajar biasa baik dari segi stuktur maupun pelaksanaannya. Pada pelaksanaan pengajaran mikro ada anggota kelompok yang berperan sebagai dosen, mahasiswa dan pengamat secara bergantian. Agar kegiatan pengajaran mikro ini berjalan lancar, setiap kelompok didampingi oleh fasilitator yaitu dr. Setyo Sri Raharjo, M.Kes.

Sesi III (Evaluasi Program Pembelajaran) Materi sesi III disampaikan oleh Anjar Sri C.N, S.H., M.Hum secara ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang konsep evaluasi program pembelajaran dan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan untuk melakukan evaluasi program pembelajaran. Evaluasi program pembelajaran adalah proses yang sistematis dan

berkelanjutan untuk mengumpulkan, mendeskripsikan, menginterpretasikan dan menyajikan informasi tentang implementasi rancangan program pembelajaran yang telah disusun. Evaluasi program pembelajaran memiliki beberapa manfaat yaitu memahami suatu hal dalam pembelajaran, membuat keputusan serta memperbaiki mutu pembelajaran. Dengan melakukan evaluasi dapat diperoleh informasi tentang dosen, mahasiswa dan informasi tentang sarana dan prasarana. Objek evaluasi terdiri dari tiga komponen yaitu input, proses dan output. Sedangkan tahapan evaluasi terdiri atas formulasi tujuan, penentuan tahapan dalam melakukan evaluasi (internal vs eksternal), pengembangan instrumen evaluasi, pengumpulan data, analisis dan interpretasi data, tindak lanjut. Sesi IV (PPKP) Materi sesi IV disampaikan oleh Salim Widono, S.P., M.P. secara ceramah dan tanya jawab. Materi ini membahas tentang konsep dan langkah-langkah PPKP (Penelitian untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran) untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuan dari PPKP adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas isi, efisiensi dan efektivitas pembelajaran, proses dan hasil pembelajaran, menumbuhkembangkan kebiasaan meneliti para dosen, meningkatkan produktivitas penelitian para dosen dan guru, meningkatkan kolaborasi, serta dapat memperbaiki psikis pelajar secara langsung. Bidang kajian PPKP meliputi pelaksanaan pembelajaran, pengembangan bahan ajar, pemanfaatan sumber belajar serta evaluasi proses dan hasil belajar. PPKP dapat dilaksanakan dengan beberapa jenis penelitian yaitu penelitian eksperimen quasi, penelitian tindakan kelas serta penelitian pengembangan. Sesi V (Resume Program) Resume program dilakukan oleh Anjar Sri C.N, S.H., M.Hum. Dalam sesi ini diberikan penjelasan mengenai waktu pengumpulan laporan, susunan laporan dan format penulisan laporan. Selain itu, juga dibagikan nama-nama pendamping yang akan mendampingi dalam penyusunan laporan PEKERTI-AA.

21

BAB III HASIL PROGRAM

Hasil Tugas Terstruktur Pendidikan tinggi sebagai sistem Isu strategis pendidikan tinggi KBK di perguruan tinggi Teori motivasi Model-model pembelajaran Metode-metode pembelajaran Analisis kompetensi Penyusunan silabus Penyusunan RPP PHB : Kognitif PHB : Afektif PHB : Psikomotorik Asesmen kerja Kontrak pembelajaran Pengembangan bahan ajar Evaluasi program pembelajaran PPKP

23

REFLEKSI PERGURUAN TINGGI
Komponen pendidikan di DIV Kebidanan UNS terdiri dari input, proses dan output. Input yaitu sumber daya terdiri dari mahasiswa, staf, organisasi, laborat, perpustakaan, dana, fasilitas fisik dan kurikulum. Proses yaitu pemanfaatan sumber daya tersebut, hal ini dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dan suasana akademik. Sedangkan, output yaitu hasil dan dampak yang diperoleh dari proses tersebut yaitu lulusan yang kompeten dan karya-karya yang intelektual. Kelayakan kuantitas komponen pendidikan Input Mahasiswa Staf Organisasi Laborat : rata-rata 45 mahasiswa tiap angkatan : kurangnya staf administrasi maupun tenaga pengajar, staf administrasi 3 orang dan 9 dosen. : terdapat 1 organisasi dalam prodi kebidanan yaitu himadan. : terbatasnya alat-alat laborat. buku kebidanan masih kurang. Fasilitas fisik : belum memiliki ruang kuliah, ruang kuliah masih menginduk ke fakultas kedokteran yang tidak efektif, kurang nyaman. Kurikulum Proses : konvensional

Perpustakaan : sementara masih menginduk ke fakultas kedokteran dimana buku-

Pembelajaran Suasana akademik Output Lulusan

: metode konvensional : cukup : memahami dan mampu menerapkan kompetensi-kompetensi yang telah diperoleh selama kegiatan pembelajaran di DIV Kebidanan UNS

Karya Intelektual

: kurang

Kelayakan kualitas komponen pendidikan Input Mahasiswa Staf Organisasi Laborat : input yang bagus karena dilakukan penyaringan calon mahasiswa secara ketat : kurangnya staf menyebabkan manajemen tidak berjalan dengan efektif : organisasi berkembang dengan pesat dan mampu mewadahi kreativitas mahasiswa. : alat-alat laborat lengkap meski kuantitasnya masih kurang. Perpustakaan : kurang update buku-buku kebidanan. Fasilitas fisik : ruang yang kurang efektif untuk kegiatan belajar mengajar. Kurikulum Proses Pembelajaran Suasana akademik Output Lulusan : memahami dan mampu menerapkan kompetensi-kompetensi yang telah diperoleh selama kegiatan pembelajaran di DIV Kebidanan UNS Karya intelektual : kurang dalam hal penelitian ini disebabkan kurangnya iklim penelitian itu sendiri tidak ada pada diri mahasiswa DIV 25 : metode konvensional dengan Teacher Centered Learning dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan secara pasif. : kurang baik : menggunakan metode konvensional dimana kontrol belajar dipegang oleh sistem diluar diri pebelajar.

Kebidanan serta tidak tersampaikannya informasi-informasi ke mahasiswa Solusi kekurangan-kekurangan dalam komponen pendidikan DIV Kebidanan UNS. Komponen pendidikan DIV kebidanan UNS dikembangkan dan ditingkatkan untuk lebih meningkatkan kualitas. Penyelesaian : Mengubah konsep pembelajaran Teacher Center Learning (TCL) menjadi Student Center Learning (SCL) sehingga dapat menimbulkan perubahan perilaku pembelajaran dimana mahasiswa aktif mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang dipelajari. Selain itu iklim pembelajaran yang dikembangkan bersifat kolaboratif, suportif dan kooperatif. Sehingga satu permasalahan terselesaikan dengan adanya iklim belajar yang memacu mahasiswa lebih kreatif dan inovatif yaitu masalah kurangnya karya intelektual yang dikeluarkan oleh DIV Kebidanan UNS. Setelah dikaji ulang kekurangan-kekurangan dalam input yang cukup tinggi tidak lain disebakan kurangnya dana yang dioperasikan di DIV Kebidanan. Pemecahan masalah keuangan tersebut bukannya tidak diatasi seperti untuk tenaga pengajar. Kekurangan tenaga pengajar tersebut dapat diminimalisir dengan adanya dosen tamu yang diambil dari institusi-institusi terkait. Selain itu pemasukkan dana juga harus dipikirkan dalam hal ini, pengadaan IOM (Iuran Operasional Mahasiswa) harusnya diterapkan untuk mahasiswa baru karena hal ini belum pernah dilakukan di prodi DIV Kebidanan UNS. Selain itu diupayakan ada pengelolaan masalah keuangan secara otonomi di tiap program studi.

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME DOSEN

Bidang
Pendidikan melanjutkan kuliah S2

Uraian Rencana
Meningkatkan pengetahuan tentang pendidikan dengan jalan Mengembangkan metode pembelajaran dengan menggunakan teknik dan media pembelajaran yang efektif, komunikatif dan materi mudah diserap mahasiswa. Seperti, menggunakan teknik role play, kuliah outdor, field lab atau teknik-teknik pembelajaran yang terkini. Meningkatkan pengetahuannya tentang berbagai strategi, metode dan model pembelajaran terkini. Mengikuti atau masuk dalam keanggotaan organisasi profesi. Mengikuti pelatihan softskills seperti ESQ, public speaking dan lainlain.

27

Mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan pendidikan kebidanan seperti workshop, seminar dan lokakarya minimal 2 kali dalam setahun. Mengembangkan keahlian di bidang bahasa ketiga (bahasa jepang) dengan melakukan kursus dan pelatihan maupun pengenalan kebudayaan jepang. Kegiatan rutin setiap minggu : selalu meng-update jurnal-jurnal ilmiah Kolaborasi dengan lintas profesi kesehatan untuk menambah pengetahuan. Penelitian Melakukan penelitian tentang efektivitas pelayanan jaminan persalinan yang baru muncul Mengkaji ulang resiko terjadinya “baby boom” ketika jampersal digalakkan dimasyarakat Melakukan penelitian tentang efektivitas PBL (Problem Based Learning) terhadap motivasi belajar siswa. Pengabdian Masyarakat Menginformasikan hasil penelitian yang sudah dilakukan untuk peningkatan pengetahuan dan perubahan tingkah laku yang positif pada masyarakat. Mengadakan iva test melalui bekerjasama dengan lembaga terkait.

29

PROFIL DAN KOMPETENSI DIPLOMA III (Amd. Keb)

PROFIL Diploma III (Amd.Keb)

PENCIRI PROGRAM STUDI KOMPETENSI UTAMA (40% - 80%)

PENCIRI LEMBAGA/INSTITUSI (FAKULTAS/UNIV) KOMPETENSI PENDUKUNG (20% - 40%) Menguasai bahasa dan budaya Indonesia Menguasai teknik pengobatan herbal dengan memanfaatkan kekayaan alam KOMPETENSI LAINNYA (0% - 30%) Menguasai Bahasa Inggris

Mencetak tenaga bidan yang beriman, bertaqwa, profesional, mandiri dan berdedikasi serta mampu bekerja di layanan kesehatan baik rumah sakit, puskesmas, poliklinik, maupun bekerja mandiri.

Religius Mampu memberikan Asuhan Kebidanan pada wanita di sepanjang daur kehidupannya sesuai dengan ilmu pengetahuan, ketrampilan dan kewenangan yang dimiliki, meliputi : Asuhan kebidanan pada wanita hamil Asuhan kebidanan pada wanita bersalin Asuhan kebidanan pada wanita nifas Asuhan kebidanan kehamilan,

persalinan dan nifas dengan komplikasi sesuai dengan kewenangannya Asuhan kebidanan bayi baru lahir Asuhan kebidanan neonatus Asuhan kebidanan kesehatan reproduksi pada wanita Asuhan kebidanan keluarga berencana Asuhan kebidanan komunitas Mampu memberikan konseling pada klien Mampu memberikan pendidikan kesehatan pada klien Berdedikasi tinggi Bertanggungjawab Mandiri

RENCANA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MODEL ARCS 31

Mata Kuliah Waktu Jumlah Peserta

: Asuhan Neonatus : 100 Menit : 60 orang

Metode Pembelajaran : SCL ( Student Center Learning ) Nama Dosen
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pendahuluan

: Dewi Andang Prastika, SST
MODEL Attention UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR Dosen menggunakan metode belajar tanya jawab pada awal pertemuan Dosen menyisipkan humor disela-sela pembelajaran Relevance Convidence Satisfaction Dosen menjelaskan ada hubungan antara materi asuhan neonatus dengan profesi bidan Dosen memberi pertanyaan pada salah satu mahasiswa Dosen membagi materi sesuai indikator Dosen memberikan pujian “bagus sekali” bagi siswa yang bisa menjawab dengan benar WAKTU 10 menit KETERANGAN Media : Power point berisi materi tentang kompetensi dasar Sumber : Dosen

Penyajian Materi

Attention

Dosen menggunakan metode ceramah dilanjutkan dengan diskusi kelompok Dosen menyisipkan humor disela-sela pembelajaran

70 menit

Media : Power point berisi materi tentang ASUHAN NEONATUS Alat peraga (phantom)

Relevance

Dosen memberikan contoh nyata dan praktek langsung ASUHAN NEONATUS Dosen menjelaskan manfaat materi bagi mahasiswa yaitu

mahasiswa dapat melakukan ASUHAN NEONATUS Dosen menjelaskan dengan alat peraga untuk lebih mempermudah penyampaian materi Dosen memberikan pertanyaan tentang materi disela-sela pembelajaran Dosen menggunakan powerpoint/gambar/video serta bahasa yang Convidence menarik dan tidak membosankan Dosen memberikan kepercayaan pada mahasiswa untuk berlatih memberikan ASUHAN NEONATUS secara mandiri dengan alat peraga. Satisfaction Dosen mempersilahkan mahasiswa untuk bertanya Dosen mempersilahkan mahasiswa untuk berpendapat Dosen memberikan pujian “bagus sekali” bagi siswa yang bisa menjawab dengan benar Dosen memberikan tepuk tangan bagi mahasiswa yang memberikan pendapat Dosen mempersilahkan mahasiswa mempraktekkan apa yang sudah Penutup Attention dipelajari dan membantu teman yang belum paham Dosen menggunakan metode belajar tanya jawab pada akhir pertemuan Dosen menyisipkan humor disela-sela pembelajaran Relevance Convidence Dosen memberikan penguatan dan kesimpulan tentang manfaat materi Dosen memberikan latihan dan quiz untuk mengevaluasi hasil 20 menit

Gambar/video tentang ASUHAN NEONATUS Sumber : Dosen Buku sumber :

FK-UI, Ilmu Kesehatan Anak 1 dan 3

Media : Power point tentang materi Sumber : Dosen

33

pembelajaran Dosen membuka tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari Dosen memberi kesimpulan materi tiap indikator untuk meningkatkan kepercayaan dan pemahaman mahasiswa Dosen memberikan tugas untuk pertemuan berikutnya Satisfaction Dosen memberikan pujian “bagus sekali” bagi siswa yang bisa menjawab dengan benar Dosen memberikan tepuk tangan bagi mahasiswa yang memberikan pendapat

PENGEMBANGAN MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Indikator

Mata Kuliah / SKS / Semester : Asuhan Neonatus / 4 SKS / Smt III Standar Kompetensi : Melakukan asuhan neonatus pada bayi dan balita. Kompetensi Dasar Indikator :
Menjelaskan tentang pengertian hipothermia Menjelaskan tentang penyebab hipothermia Menjelaskan tentang klasifikasi hipothermia Menjelaskan tentang gejala hipothermia Menjelaskan tentang tanda hipothermia Menjelaskan tentang mekanisme kehilangan panas Menjelaskan tentang penatalaksanaan hipothermia

: Melakukan asuhan perawatan pada bayi patologis.

Materi Pokok : Pengertian hipothermia, penyebab hipothermia, klasifikasi hipothermia, gejala hipothermia, tanda hipothermia, mekanisme kehilangan panas, penatalaksanaan hipothermia. 1. Model Pembelajaran yang dipilih : Collaborative Learning Tujuan : Mahasiswa mampu memahami materi secara individual maupun kerjasama : Materi Asuhan neonatus sangat luas dan banyak 3. Alasan

4. Manfaat : Waktu pembelajaran berlangsung efisien dan tepat sesuai kalender akademik 5. Asumsi : Collaborative Learning membantu mahasiswa menguasai seluruh materi 6. Prosedur/langkah : Melaksanakan pembelajaran bentuk belajar Student Team Achievement Divissions (STAD) dengan lima langkah pokok :

35

presentasi dosen diskusi kelompok tes/quiz/silang tanya antar kelompok anggota mengerjakan sesuatu yang terbaik untuk tim tim berbuat sesuatu yang terbaik untuk membantu anggota Lingkungan belajar (spesifik) : Proses pembelajaran dilaksanakan di ruang kuliah dengan suasana santai, terbuka, saling berpendapat, diskusi bersama. 8. Hasil belajar yang diharapkan, berupa : a. Dampak instruksional : mahasiswa mampu mmahami metode pelayanan KB khususnya tubektomi b. Dampak pengiring : mahasiswa mampu memahami materi secara individual maupun kerjasama 9. Kriteria keberhasilan : keberhasilan dapat tercapai bila seluruh mahasiswa bekerjasama dengan baik 10. Sistem sosial dan kondisi yang mendukung tercapainya tujuan/kompetensi : Suasana dan lingkungan belajar yang nyaman Penyampaian materi oleh dosen secara jelas disertai dengan contoh atau praktek konkrit Perhatian cermat dari mahasiswa Hubungan yang baik antar mahasiswa dalam kelompok 11. Metode pembelajaran : ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab

Pengembangan model pembelajaran Mata kuliah : Asuhan Neonatus

No 1 2 3

Indikator
Menjelaskan tentang pengertian hipothermia Menjelaskan tentang penyebab hipothermia Menjelaskan tentang klasifikasi hipothermia Menjelaskan tentang gejala hipothermia

Materi Pokok Pengertian hipothermia, penyebab hipothermia, klasifikasi hipothermia, gejala hipothermia, tanda hipothermia, mekanisme kehilangan panas, penatalaksanaan hipothermia.

Strategi/Prosedur Melaksanakan pembelajaran bentuk belajar Student Team Achievement Divissions (STAD) dengan lima langkah pokok : presentasi dosen diskusi kelompok tes/quiz/silang tanya antar kelompok anggota mengerjakan sesuatu yang terbaik untuk tim tim berbuat sesuatu yang terbaik untuk membantu anggota Dosen memberikan penguatan dan kesimpulan

Model Collaborative Learning

Metode Ceramah Diskusi kelompok Tanya jawab

Media/Sumber Belajar Media : Power point berisi materi hipothermia Gambar/video penatalaksanaa hipothermia Alat peraga (pantom) Sumber : Dosen Buku sumber :
Manuaba. 2006. patologi obstetri untuk mahasiswa kebidanan. Meiliya. 2009. praktik keperawatan klinis kozier & erb.Jakarta : EGC. Mandera. 2006. dokter keluarga. EGC.

4

Menjelaskan tentang tanda hipothermia Menjelaskan tentang mekanisme kehilangan panas Menjelaskan tentang penatalaksanaan hipothermia

5

6 7

37

PETA KOMPETENSI

39

PENYUSUNAN SILABUS UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN SILABUS

Program Studi

: D III Kebidanan

Kompetensi Lulusan : Terwujudnya bidan yang memiliki kemampuan akademik, professional serta berdedikasi tinggi Kode Mata Kuliah Mata Kuliah Bobot Semester : BDN 306 : Asuhan Neonatus : 4 SKS : III

Standar Kompetensi : mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan. Mata Kuliah Prasyarat : -

No 1

Kompetensi Dasar Menjelaskan lingkup asuhan neonatus, bayi dan balita.

Indikator Menjelaskan pengertian neonatus Menjelaskan lingkup asuhan : Bayi baru lahir normal Bayi baru lahir bermasalah Kelainan-kelainan pada bayi baru lahir. Trauma pada bayi baru lahir. Noenatus beresiko tinggi. Kegawatdaruratan. Neonatus, bayi, dan anak balita dengan penyakit yang lazim terjadi

Pengalaman Belajar Mengkaji pengertian neonatus Mendiskusikan penatalaksanaan BBL. Menganalisis masalah pada BBL Membuat makalah tentang BBL

Materi Pokok Pengertian neonatus Bayi baru lahir normal Bayi baru lahir bermasalah Kelainan pada bayi baru lahir Trauma pada bayi baru lahir. Neonatus beresiko tinggi Kegawatdaruratan. Neonatus, bayi, dan anak balita dengan penyakit yang lazim terjadi. Adaptasi bayi baru lahir Pencegahan infeksi pada bayi baru lahir Rooming in (rawat gabung)

Alokasi Sumber/Baha Waktu Alat** (menit) Teori : 4x50 Buku Utama 1, 2, 3 Buku anjuran 1, 2, 7

2

Menjelaskan konsep yang mendasari neonatus bayi dan anak balita

Menjelaskan konsep asuhan neonatus , bayi, dan anak balita: Adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus. Pencegahan infeksi Rawat gabung Melakukan pengumpulan data 3.1.1 Pengkajian fisik bayi baru lahir. 3.1.2 Penampilan dan perilaku bayi baru lahir. Membuat rencana asuhan 2-6 hari Rencana asuhan 2-6 hari : Minum BAB BAK Tidur Kebersihan kulit

Menyusun makalah tentang infeksi pada bayi baru lahir dan pencegahannya. Mempresentasikan makalah. Melakukan pengumpulan data tentang pengkajian bayi usia 2-6 hari membuat rencana asuhan bayi usia 2-6 hari.

Teori : 2x50

Buku Anjuran 1, 2, 6

3

Memberikan asuhan pada bayi usia 2-6 hari

Teori : 4x50

Buku Utama 1, 2 Buku Anjuran 1, 2

Fisik bayi baru lahir 8x 50 Rencana asuhan bayi usia 2-6 hari. Pola aktivitas bayi.

Praktek :

41

Keterangan : ** Buku sumber Buku utama : 1. CCU’s SMT 3, Asuhan Bayi Baru Lahir, 2000 2. Varney’s Midwifery, 1997 3. Sub Dit Kes Bayi dan Anak , Dir. Kes. Ga, Program KHPPIA, 2000 Buku Anjuran : 1. DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 2. FK-UI, Ilmu Kesehatan Anak 1 dan 3 3. Depkes RI, Program Imunisasi 4. Penny Stanway, Pregnancy dan Baby Care, 1997 5. Mirriamstoppard, Complete Baby and Child Care, 1995 6. Depkes RI, MTBS, Modul, 2000 7. Mayes, Midwifery, 1999

***Penilaian Teori UTS : 15% UAS : 25% Tugas : 10% Praktik : 50%

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (I) Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi : Dewi Andang Prastika, S.ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : I / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan. 43

Kompetensi Dasar Indikator

: Menjelaskan lingkup asuhan neonatus, bayi dan balita. : Menjelaskan pengertian neonatus Menjelaskan lingkup asuhan Bayi baru lahir normal Bayi baru lahir bermasalah Kelainan-kelainan pada bayi baru lahir. Trauma pada bayi baru lahir. Noenatus beresiko tinggi. Kegawatdaruratan. Neonatus, bayi, dan anak balita dengan penyakit yang lazim terjadi

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaian

CCU’s SMT 3,Asuhan Bayi Baru Lahir, 2000 Varney’s Midwifery, 1997 Awal 1 Pendahulua n Apersepsi Memberikan salam pembuka Menanyakan kuliah kebidanan dikaitkan dengan materi konsep kependudukan di Indonesia Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai yaitu Kompetensi mahasiswa mampu menjelaskan lingkup asuhan neonatus, bayi dan balita Menjelaskan konsep umum mengenai lingkup asuhan neonatus, bayi, dan balita. Materi Ceramah Tanya jawab Power point berisi materi lingkup asuhan neonatus, bayi, dan balita. Sub Dit Kes Bayi dan Anak , Dir. Kes. Ga, Program KHPPIA, 2000 DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 Mayes, Midwifery, 45 10 menit Quiz Penilaian tugas individu UTS

Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang lingkup asuhan neonatus, bayi, dan balita tentang BBL normal, BBL bermasalah, kelainan pada BBL, dan trauma pada BBL. Membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok Membagi materi pada masing-masing kelompok 2 Inti (Penyajian) Melakukam diskusi kelompok Meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menjelaskan hasil diskusi Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Memberikan evaluasi berupa quiz Akhir 3 (Penutup) Memberikan tugas individu untuk dikumpulkan Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup Tanya jawab Lembar berisi pertanyaan tentang materi lingkup asuhan neonatus bayi, dan balita. 20 menit Tanya jawab Diskusi kelompok Power point berisi materi lingkup asuhan neonatus, bayi, dan balita. 70 menit

Evaluasi / penilaian Quiz Jelaskan pengertian neonatus! Jawab : Neonatus adalah masa kehidupan pertama di luar rahim sampai dengan usia 28 hari, dimana terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan di dalam rahim menjadi di luar rahim. Sebutkan penatalaksanaan awal BBL ! Jawab : Penilaian awal Mencegah kehilangan panas tubuh Rangsangan taktil Merawat tali pusat Memulai pemberian ASI Pencegahan Infeksi, termasuk profilaksis gangguan pada mata

47

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (II) Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi : Dewi Andang Prastika, S.ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : II / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan. Kompetensi Dasar : Menjelaskan lingkup asuhan neonatus, bayi dan balita.

Indikator

: Menjelaskan pengertian neonatus Menjelaskan lingkup asuhan Bayi baru lahir normal Bayi baru lahir bermasalah Kelainan-kelainan pada bayi baru lahir. Trauma pada bayi baru lahir. Noenatus beresiko tinggi. Kegawatdaruratan. Neonatus, bayi, dan anak balita dengan penyakit yang lazim terjadi

49

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaian

CCU’s SMT 3,Asuhan Bayi Baru Lahir, 2000 Varney’s Midwifery, 1997 Awal 1 Pendahulua n Apersepsi Memberikan salam pembuka Menanyakan kuliah kebidanan dikaitkan dengan materi konsep kependudukan di Indonesia Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai yaitu Kompetensi mahasiswa mampu menjelaskan lingkup asuhan neonatus, bayi dan balita Menjelaskan konsep umum mengenai lingkup asuhan neonatus, bayi, dan balita. Materi Ceramah Tanya jawab Power point berisi materi lingkup asuhan neonatus, bayi, dan balita. Sub Dit Kes Bayi dan Anak , Dir. Kes. Ga, Program KHPPIA, 2000 DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 Mayes, Midwifery, 51 10 menit Quiz Penilaian tugas individu UTS

Menjelaskan tentang neonatus beresiko tinggi. Menjelaskan tentang kegawatdaruratan. Menjelaskan tentang neonatus dan bayi dengan 2 Inti (Penyajian) penyakit yang lazim diderita. Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Lembar berisi Akhir 3 (Penutup) Memberikan tugas individu untuk dikumpulkan Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup Tanya jawab pertanyaan tentang materi lingkup asuhan neonatus bayi, dan balita. 20 menit 70 menit Tanya jawab Diskusi kelompok Power point berisi materi lingkup asuhan neonatus, bayi, dan balita.

Penilaian/ evaluasi

Tugas individu Buat makalah tentang lingkup asuhan neonatus ! Penilaian Skor 95 Penulisan Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa baku menurut EYD 85 Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing) 75 Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah Tidak semua anggota kelompok aktif Setiap anggota kelompok aktif Presentasi Setiap anggota kelompok aktif

53

baku dan asing)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (III) Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi : Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : III / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan. Kompetensi Dasar Indikator : Menjelaskan konsep yang mendasari neonatus bayi dan anak balita : 1. Menjelaskan konsep asuhan neonatus , bayi, dan anak balita: Adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus. Pencegahan infeksi Rawat gabung

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaian

1

Awal Pendahulua n Apersepsi Memberikan salam pembuka Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai yaitu Kompetensi Mahasiswa mampu menjelaskan konsep yang mendasari asuhan neonatus, bayi, dan balita. Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang konsep asuhan neonatus, bayi, dan balita. Menjelaskan konsep umum mengenai materi konsep Materi asuhan neonatus Ceramah Tanya jawab Power point berisi materi konsep asuhan neonatus

DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 FK-UI, Ilmu Kesehatan Anak 1 dan 3 Depkes RI, MTBS, Modul, 2000 10 menit

Penilaian tugas individu UTS

55

Diskusi Menjelaskan tentang adaptasi bayi baru lahir. Menjelaskan tentang pencegahan infeksi. 2 Inti (Penyajian) Menjelaskan tentang Rawat gabung Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Tanya jawab kelompo k

Power point berisi materi konsep asuhan neonatus

70 menit Akhir 3 (Penutup) Memberikan evaluasi berupa essay. Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup Tanya jawab 20 menit

Evaluasi / penilaian Membuat essay tentang pencegahan infeksi Pencegaha infeksi : Cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan bayi Gunakan sarung tangan bersih saat menangani bayi yang belum dimandikan Semua peralatan sudah di DTT dan jangan menggunakan alat dari bayi yang satu dengan lainnya sebelum di proses dengan benar Pastikan handuk, pakaian, selimut, kain dsb dalam keadaan bersih sebelum dipakaikan pada bayi, termasuk penggunaan timbangan, pita pengukur, stetoskop dan peralatan lainnya

57

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (IV)

Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi

: Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : IV / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Kompetensi Dasar Indikator

: Memberikan asuhan pada bayi usia 2-6 hari : Melakukan pengumpulan data Pengkajian fisik bayi baru lahir. Penampilan dan perilaku bayi baru lahir.

59

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaian

1

CCU’s SMT 3, Awal Pendahulua n Apersepsi Memberikan salam pembuka Menanyakan materi konsep asuhan dikaitkan Kompetensi dengan materi tentang asuhan bayi 2-6 hari. Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai yaitu mahasiswa mampu memberikasn asuhan pada bayi usia 2-6 hari. Menjelaskan konsep umum rencana asuhan bayi Materi usia 2-6 hari Ceramah Tanya jawab Power point berisi materi pengkajian fisik bayi usia 2-6 hari Asuhan Bayi Baru Lahir, 2000 Varney’s Midwifery, 1997 DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 FK-UI, Ilmu Kesehatan Anak 1 dan 3 10 menit

Penilaian proses presenta si UTS

61

Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang konsep ASUHAN NEONATUS Menjelaskan tentang pengkajian fisik bayi baru lahir 2 Inti (Penyajian) Menjelaskan tentang penampilan dan perilaku bayi baru lahir Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Akhir 3 (Penutup) Memberikan evaluasi berupa pertanyaan. Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup Tanya jawab 10 menit 80 menit Diskusi kelompok Power point Ceramah berisi materi tentang pengkajian fisik bayi usia 2-6 hari

Evaluasi / penilaian Pertanyaan terbuka Sebutkan hal-hal yang perlu dinilai dalam penilaian awal BBL ! Jawab : Menangis kuat atau bernafas tanpa kesulitan Warna kulit bayi (merah muda, pucat, atau kebiruan) Gerakan, posisi ekstremitas atau tonus otot bayi

63

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (V)

Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi

: Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : V / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Kompetensi Dasar Indikator

: Memberikan asuhan pada bayi usia 2-6 hari : Rencana asuhan 2-6 hari : Minum BAB BAK Tidur Kebersihan kulit Keamanan

Tanda bahaya

65

Penyuluhan sebelum bayi pulang

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaian

1

Awal

CCU’s SMT 3, Asuhan Bayi Baru Lahir, 2000 Varney’s Power point Memberikan salam pembuka Tanya jawab berisi materi pola aktivitas dan rencana Ceramah asuhan bayi Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai yaitu mahasiswa mampu memberikasn asuhan pada bayi usia 2-6 hari. Menjelaskan konsep umum asuhan pada bayi usia 26 hari. Midwifery, 1997 DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 Kesehatan Anak 10 menit

Roleplay UTS

Pendahulua n

Apersepsi

Kompetensi

usia 2-6 hari FK-UI, Ilmu 1 dan 3

Materi

67

Menjelaskan pola aktivitas dan rencana asuhan bayi usia 2-6 hari meliputi BAB, BAK, tidur, kebersihan kulit, keamanan, tanda bahaya. 2 Inti (Penyajian) Menjelaskan penyuluhan sebelum pulang. Melakukan roleplay penyuluhan Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Akhir 3 (Penutup) Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup roleplay Diskusi kelompok Ceramah Power point berisi materi pola aktivitas dan rencana asuhan bayi usia 2-6 hari 80 menit

Tanya jawab

10 menit

Penilaian :

Skor 95

Penulisan Makalah dan Skenario Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa baku menurut EYD

Peragaan Drama Setiap anggota mendapat peran Informasi yang diberikan jelas dan menarik Penonton antusias dengan peragaan drama Setiap anggota mendapat peran Informasi yang diberikan jelas dan kurang menarik Penonton antusias dengan peragaan drama

85

Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing)

75

Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing)

Setiap anggota mendapat peran Informasi yang diberikan jelas dan tidak menarik Penonton tidak antusias dengan peragaan drama

69

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (VI)

Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi

: Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : VI / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Kompetensi Dasar Indikator

: Menerapkan asuhan pada bayi sampai usia 6 minggu : 1. melakukan asuhan primer pada bayi 6 minggu pertama Peran bidan pada bayi sehat. Bounding attachment Rencana Asuhan

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaian

1

Awal

CCU’s SMT 3, Asuhan Bayi Baru Lahir, 2000 Memberikan salam pembuka Tanya jawab Varney’s Power point berisi materi
asuhan pada bayi usia 6 minggu

Roleplay UAS

Pendahulua n Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai yaitu
mahasiswa mampu menerapkan asuhan pada bayi

Apersepsi

Midwifery, 1997

10 menit

sampai usia 6 minggu Kompetensi Menjelaskan konsep umum asuhan primer pada bayi
usia 6 minggu

Ceramah

Materi

71

Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang asuhan pada bayi usia 6 minggu Meminta mahasiswa untuk menympaikan pendapat 2 Inti (Penyajian)
Menjelaskan tentang asuhan bayi usia 6 minggu.

Ceramah Power point Diskusi kelas berisi materi
asuhan pada bayi usia 6 minggu

Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut
Membagi tugas roleplay.

Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Akhir 3 (Penutup) Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup 80 menit

Tanya jawab

10 menit

Evaluasi/ penilaian:

Skor 95

Penulisan Makalah dan Skenario Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa baku menurut EYD

Peragaan Drama Setiap anggota mendapat peran Informasi yang diberikan jelas dan menarik Penonton antusias dengan peragaan drama Setiap anggota mendapat peran Informasi yang diberikan jelas dan kurang menarik Penonton antusias dengan peragaan drama

85

Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing)

75

Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing)

Setiap anggota mendapat peran Informasi yang diberikan jelas dan tidak menarik Penonton tidak antusias dengan peragaan drama

73

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (VII)

Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi

: Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : VII / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Kompetensi Dasar Indikator

: Menerapkan pemantauan tumbuh kembang neonatus, bayi, dan anak balita. : 1. Menjelaskan indikator pemantauan tumbuh kembang noenatus, bayi, dan anak balita. Memantau pertumbuhan BB TB

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaian

1

Awal

Varney’s Midwifery, 1997 Depkes RI, MTBS, Modul, 2000

Makalah dan presenta si UTS

Pendahulua n Memberikan salam pembuka Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai Apersepsi yaitu mahasiswa mampu Menerapkan pemantauan tumbuh kembang neonatus, bayi, dan anak balita. Kompetensi
Menjelaskan konsep umum pemantauan tumbuh kembang neonates, bayi, dan balita

Tanya jawab

Power point berisi materi
pemantauan tumbuh

10 menit

Ceramah

kembang

Materi

75

Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang tumbuh kembang
neonatus, bayi, dan balita. Menjelaskan tentang tumbuh kembang neonatus, bayi,, dan anak balita dengan indokator perbandingan BB dan TB.

Ceramah Power point Diskusi kelompo k berisi materi
pemantauan tumbuh kembang

2

Inti (Penyajian)

Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Memberikan evaluasi berupa pertanyaan

80 menit

Akhir 3 (Penutup)

terbuka Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup

Tanya jawab

10 menit

Evaluasi/penilaian:

Skor 95

Penulisan Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa baku menurut EYD

Presentasi Setiap anggota kelompok aktif

85

Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing)

Setiap anggota kelompok aktif

75

Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing)

Tidak semua anggota kelompok aktif

77

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (VIII)

Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi

: Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : VIII / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Kompetensi Dasar Indikator

: Menerapkan pemantauan tumbuh kembang neonatus, bayi, dan anak balita. : 1. Menggunakan denver development stress test (DDST)

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaia n

1 Awal
Varney’s Midwifery, 1997 Depkes RI, MTBS,

Paktek UAS

Pendahulua n Memberikan salam pembuka Menanyakan materi tumbuh kembang neonatus, bayi, dan
balita.

Modul, 2000

Tanya jawab

Power point berisi materi
DDST

10 menit

Apersepsi

Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai yaitu mahasiswa mampu menerapkan pemantauan tumbuh kembang neonatus, bayi, dan anak balita Ceramah

Lembar DDST

Kompetensi

Menjelaskan konsep DDST

Materi

79

Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang DDST Memberikan contoh kasus pada mahasiswa Meminta mahasiswa untuk mempraktekkan 2 Inti (Penyajian)
Membahsa bersama hasil praktek

Ceramah Power point Diskusi kelompo k
Lembar DDST

berisi materi
DDST

Memberi penjelasan tanbahan jika diperlukan Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa.

80 menit

Akhir 3 (Penutup) Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup Tanya jawab 10 menit

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (IX)

Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi

: Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : IX / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Kompetensi Dasar Indikator

: Menerapkan asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita pathologis. : 1. Menjelaskan neonatus dan bayi dengan masalah serta penatalaksanaannya Bercak mongol Hemangioma Ikterik Muntah dan Gumoh Oral trush Diaper rush

81

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaia n

1 Awal Power point berisi materi Pendahulua n Memberikan salam pembuka Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai Apersepsi yaitu mahasiswa mampu menerapkan asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita pathologis. Kompetensi Menjelaskan konsep umum asuhan neonatus , bayi dan balita pathologis Ceramah Tanya jawab neonatus bermasalah dan penanganann ya. Gambar neonatus bermasalah Video Materi penanganan

DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 FK-UI, Ilmu Kesehatan Anak 1 dan 3 Penny Stanway, Pregnancy dan Baby Care, 1997 Mirriamstoppard, Complete Baby and Child Care, 1995

penugas an UAS

10 menit

83

Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang neonatus, bayi, dan balita patologis Menjelaskan neonatus bermasalah dan penanganannya pada neonatus, bayi, dan 2 Inti (Penyajian) balita patologis meliputi :Bercak mongol, Hemangioma, Ikterik, Muntah dan Gumoh, Oral trush dan Diaper rush. Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Akhir 3 (Penutup) Memberikan evaluasi berupa tugas kelompok. Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup Tanya jawab Diskusi kelompo k Ceramah

Power point berisi materi neonatus bermasalah dan penanganann ya. Gambar neonatus bermasalah Video penanganan 80 menit

10 menit

Evaluasi/ penilaian : Skor 95 Penulisan Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa baku menurut EYD 85 Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing) 75 Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing) Tidak semua anggota kelompok aktif Setiap anggota kelompok aktif Presentasi Setiap anggota kelompok aktif

85

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (X)

Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi

: Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : X / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Kompetensi Dasar Indikator

: Menerapkan asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita pathologis. : 1. Menjelaskan neonatus dan bayi dengan masalah serta penatalaksanaannya Seborrhea Miliariasis Diare

Obstipasi Infeksi Bayi meninggal mendadak

87

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaia n

1 Awal Power point berisi materi Pendahulua n Memberikan salam pembuka Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai Apersepsi yaitu mahasiswa mampu menerapkan asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita pathologis. Kompetensi Menjelaskan konsep umum asuhan neonatus , bayi dan balita pathologis Ceramah Tanya jawab neonatus bermasalah dan penanganann ya. Gambar neonatus bermasalah Video Materi penanganan

DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 FK-UI, Ilmu Kesehatan Anak 1 dan 3 Penny Stanway, Pregnancy dan Baby Care, 1997 Mirriamstoppard, Complete Baby and Child Care, 1995

penugas an UAS

10 menit

89

Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang neonatus, bayi, dan balita patologis Menjelaskan neonatus bermasalah dan penanganannya pada neonatus, bayi, dan 2 Inti (Penyajian) balita patologis meliputi : Seborrhea, Miliariasis, Diare, Obstipasi, Infeksi, Bayi meninggal mendadak Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Akhir 3 (Penutup) Memberikan evaluasi berupa tugas kelompok. Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup Tanya jawab Diskusi kelompo k Ceramah

Power point berisi materi neonatus bermasalah dan penanganann ya. Gambar neonatus bermasalah Video penanganan 80 menit

10 menit

Ealuasi/penilaian : Skor 95 Penulisan Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa baku menurut EYD 85 Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing) 75 Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing) Tidak semua anggota kelompok aktif Setiap anggota kelompok aktif Presentasi Setiap anggota kelompok aktif

91

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (XI)

Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi

: Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : XI / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Kompetensi Dasar

: Menerapkan asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita pathologis.

Indikator

: 1. Neonatus resiko tinggi dan penatalaksanaannya BBLR Asfiksia Neonaturum Gangguan pernapasan Ikterus Perdarahan tali pusat Kejang Hipothermi Hiperthermi HipoglikemiTetanus neonaturum Penyakit yang diderita ibu selama kehamilan

93

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaia n

1 Awal Power point berisi materi Pendahulua n Memberikan salam pembuka Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai Apersepsi yaitu mahasiswa mampu menerapkan asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita pathologis. Kompetensi Menjelaskan konsep umum asuhan neonatus resiko tinggi Ceramah Tanya jawab neonatus resiko tinggi dan penanganann ya. Gambar neonatus resiko tinggi Video Materi penanganan

DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 FK-UI, Ilmu Kesehatan Anak 1 dan 3 Penny Stanway, Pregnancy dan Baby Care, 1997 Mirriamstoppard, Complete Baby and Child Care, 1995

penugas an UAS

10 menit

95

Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang neonatus resiko tinggi Menjelaskan neonatus resiko tinggi dan penanganannya meliputi : BBLR, Asfiksia Neonaturum, Gangguan pernapasan, Ikterus, Perdarahan tali pusat, Kejang, Hipothermi, 2 Inti (Penyajian) Hiperthermi, Hipoglikemi, Tetanus neonaturum, Penyakit yang diderita ibu selama kehamilan Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Akhir 3 (Penutup) Memberikan evaluasi berupa tugas kelompok. Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup Tanya jawab Diskusi kelompo k Ceramah

Power point berisi materi neonatus resiko tinggi dan penanganann ya. Gambar neonatus bermasalah Video penanganan 80 menit

10 menit

Ealuasi/penilaian : Skor 95 Penulisan Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa baku menurut EYD 85 Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing) 75 Penulisan makalah runtut dari cover, materi dan daftar pustaka Pemakaian bahasa yang tidak baku menurut EYD (contoh tidak bisa membedakan penulisan istilah baku dan asing) Tidak semua anggota kelompok aktif Setiap anggota kelompok aktif Presentasi Setiap anggota kelompok aktif

97

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (XII)

Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi

: Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : XII / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Kompetensi Dasar Indikator

: Memberikan imunisasi pada neonatus, bayi, dan balita. : Menjelaskan imunisasi dasar Menjelaskan imunisasi ulang

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaia n

99

1 Awal

DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 FK-UI, Ilmu

penugas an UAS

Pendahulua n Memberikan salam pembuka Apersepsi Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai yaitu mahasiswa mampu m emberikan imunisasi pada neonatus, bayi, dan balita. Kompetensi Menjelaskan konsep umum imunisasi Ceramah Tanya jawab Power point berisi materi imunisasi Jadwal imunisas

Kesehatan Anak 1 dan 3 Penny Stanway, Pregnancy dan Baby Care, 1997 Mirriamstoppard, Complete Baby and Child Care, 1995

10 menit

Materi

Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang imunisasi Menjelaskan pengertian, manfaat, jadwal 2 Inti (Penyajian) imunisasi dasar dan imunisasi ulang. Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa.

Ceramah Power point Diskusi kelompo k berisi materi imunisasi Jadwal imunisas 80 menit

Akhir 3 (Penutup)

Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup

Tanya jawab

10 menit

101

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (XIII)

Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi

: Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : XIII / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Kompetensi Dasar Indikator

: Melaksanakan penatalaksanaan rujukan. : 1. Menjelaskan tentang sistem rujukan: Jenis Rujukan Tingkat Rujuk Mekanisme Alur rujukan Menjelaskan imunisasi ulang

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaia n

103

Awal

Memberikan salam pembuka Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai
DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 FK-UI, Ilmu Kesehatan Anak 1 dan 3 Penny Stanway, Pregnancy dan Baby Care, 1997 Mirriamstoppard, Complete Baby and Child Care, 1995

Pendahulua n

yaitu mahasiswa mampu melaksanakan penatalaksanaan rujukan. Menjelaskan konsep umumm sistem rujukan

penugas an UAS

Apersepsi 1

10 menit

Kompetensi

Materi

Tanya jawab

Power point berisi materi imunisasi Jadwal

Ceramah

imunisas

Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang sistem rujukan Menjelaskan tentang sistem rujukan meliputi jenis rujukan, tingkat rujukan, dan 2 Inti (Penyajian) mekanisme alur rujukan. Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Akhir 3 (Penutup) Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup 80 menit Diskusi kelompo k Ceramah Power point berisi materi imunisasi Jadwal imunisas

Tanya jawab

10 menit

105

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (XIV)

Nama Dosen Program Studi Mata Kuliah / SKS Semester Pertemuan ke / Waktu Standar Kompetensi

: Dewi Andang Prastika, S. ST : DIII Kebidanan : ASUHAN NEONATUS / 4 : III : XIV / 100 menit : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Kompetensi Dasar Indikator

: Melakukan pendokumentasian hasil asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita : 1. Melakukan dokumentasi dengan metode SOAP

No

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Metode

Media

Sumber Belajar

Alokasi Waktu

Alat Penilaia n

107

Awal

Memberikan salam pembuka Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai
DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 FK-UI, Ilmu Kesehatan Anak 1 dan 3 Penny Stanway, Pregnancy dan Baby Care, 1997 Mirriamstoppard, Complete Baby and Child Care, 1995

Pendahulua n

yaitu mahasiswa mampu melaksanakan dokumentasi pada asuhan neonatus, bayi, dan balita. Menjelaskan konsep umum dokumentasi

penugas an UAS

Apersepsi 1

10 menit

Kompetensi

Materi

Tanya jawab

Power point berisi materi imunisasi Jadwal

Ceramah

imunisas

Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang dokumentasi Menjelaskan tentang dokumentasi metode 2 Inti (Penyajian) SOAP Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa.

Ceramah Power point Diskusi kelompo k berisi materi imunisasi Jadwal imunisas 80 menit

Akhir 3 (Penutup)

Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan Memberikan salam penutup

Tanya jawab

10 menit

109

PHB : KOGNITIF

KISI-KISI TEST OBJEKTIF
Menerapkan asuhan pada neonatus, bayi, balita normal dan abnorml. C1 Menjelask an asuhan pada neonatus, bayi, dan balita normal Menjelaskan asuhan pada neonatus, bayi, dan balita abnormal Jumlah % 1 1

Jenjang kemampuan dan tingkat kesukaran

Jumlah

%

C2 1

C3 1

C4 1

C5 1

C6 6 soal 50 %

1

1

1

1

1

1

6 soal

50 %

2

2

2

2

2

2

12

100 %

Contoh soal : C1 : jenis cidera yang dialami oleh bayi akibat persalinan, kecuali : Brachial palsy Caput suksedenum Cephal hematom hemangioma C2 : manakah pernyataan dibawah ini yang bukan merupakan akibat dari gumoh: anak/bayi sudah kenyang posisi menyusu yang tidak benar posisi botol susu yang salah

naik kendaraan

C3 : berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan test DDST, adalah : bina hubungan baik dengan anak saja perlu ada kerjasama aktif dari pengurus anak jelaskan kepada orangtua cara melakukan DDST semua item harus diuji sesuai prosedur

C4 : imunisasi berasal dari kata imun yang berarti resisten SEBAB Imunisasi cukup dilakukan satu kali tetapi harus lengkap dan bertahap sehingga tidak rentan terhadap berbagai penyakit yang membahayakan.

C5 : anak ida datang ke puskesmas pada tanggal 7 mei 2011. Ia lahir pada tanggal 1 september 2010. Berdasarkan umurnya, perkembangan yang harus dicapai lisa adalah .... mengoceh berdiri satu kaki duduk tanpa bantuan mngikuti sumber suara BSTK (Benar semua tanpa kecuali) C6 : bayi ny N lahir spontan 2 jam yang lalu, keadaan sekarang bayi menggigil,ekstremitas teraba dingin, pucat, bayi tidak mau menyusu, rewel, setelah dilakukan pemeriksaan suhu badan bayi 320C. Bidan segera mengganti pakaian bayi dengan pakaian hangat menyelimutinya kemudian memberikan bayi kepada ibu untuk didekap. Apa diagnosa yang tepat untuk bayi ny N? hipothermi ringan

111

hipothermi sedang hipothermi berat hiperthermi

KISI KISI TES URAIAN Isi Jenjang Kemampuan dan tingkat Kesukaran C1 1 2 Asuhan pada neonatus, bayi, balita normal. Asuhan pada neonatus, bayi, balita abnormal JUMLAH 1 1 2 C2 1 1 2 C3 1 1 2 C4 1 1 2 C5 1 1 2 C6 1 1 2 6 6 12 50 % 50 % 100 % Jml %

Contoh soal : C1 : Sebutkan macam macam imunisasi dasar ! C2 : Uraikan apa yang anda ketahui tentang konsep asuhan neonatus ! C3 :Kemukakan bagaimana cara penanganan bayi dengan hipothermia ! C4 : Menurut anda bagaimana dengan adanya kasus pro-kontra imunisasi ? jelaskan alasannya ! C5 : anak Ida usia 12 bulan, BBL 3000gr, sekarang beratnya 6,5 kg, tampak sangat kurus, kulit keriput rewel, menurut ibunya ia sulit makan, tidak mau minum susu. Sebagai bidan apa yang akan anda lakukan terhadap anak ida? C6 : Anak Ida mengalami syok setelah mendapatkan penyuntikan di klinik bidan sri, setelah dilakukan pemriksaan dan anamnesis ternyata anak Ida menderita demam ketika melakukan imunisasi campak. Menurut anda apa penyebab anak Ida mengalami syok? Jelaskan !

PENILAIAN AFEKTIF MINAT MAHASISWA TERHADAP MATA KULIAH ASUHAN NEONATUS Nama Dosen : Dewi Andang Prastika, S.ST Keterangan SS S TS STS Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju : Pernyataan Mata kuliah ASUHAN NEONATUS bermanfaat dalam profesi kebidanan Mata kuliah ASUHAN NEONATUS mudah dan menyenangkan Saya selalu hadir saat kuliah ASUHAN NEONATUS Saya mempunyai catatan mata kuliah ASUHAN NEONATUS Saya mudah memahami materi mata kuliah ASUHAN NEONATUS Saya selalu bertanya saat mata kuliah ASUHAN NEONATUS berlangsung Saya mempunyai banyak buku/referensi tentang ASUHAN NEONATUS Saya selalu mengumpulkan tugas tepat waktu Saya berantusias dan semangat bila akan mengikuti kuliah SS S TS TST : Sangat Setuju

Petunjuk

Berilah tanda ( √ ) pada jawaban yang Anda pilih.

113

ASUHAN NEONATUS Saya aktif berdiskusi dengan dosen mata kuliah ASUHAN NEONATUS Penilaian : Skor >35 28-35 20-27 <20 Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah

PENILAIAN KETRAMPILAN PSIKOMOTOR MEMANDIKAN BAYI Kompetensi : Memandikan bayi dengan cara yang benar

Beri tanda (√) sesuai dengan ketrampilan yang dilakukan. No 1 2 3 Menggunakan celemek Mencuci tangan dengan sabun dan air Menyiapkan keperluan mandi seperti: Bak mandi bayi Handuk 2 buah Sabun Air hangat Popok atau pakaian bayi Selimut Air dingin Demensi 3 2 1 0

115

Kapas basah untuk cebok 2 waslap 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Mempersiapkan ruangan dalam keadaan hangat Memeriksa air hangat dalam bak mandi, diperiksa dengan punggung tangan Melepas pakaian bayi Membersihkan tinja dari daerah pantat Meletakkan bayi pada selembar handuk Membersihkan mata, hidung, dan telinga Menyangga kepala bayi sambil mengusap air ke muka, tali pusat, dan seluruh tubuh bayi Menyabuni seluruh badan bayi Mencuci tali pusat dengan air bersih, bersihkan seluruhnya dan keringkan seluruhnya Membersihkan alat genetalia Menempatkan bayi ke dalam bak mandi (angkat dengan perasat garpa) bilaslah sabun dengan cepat Mengeringkan bayi dengan handuk yang hangat dan kering Menempatkan bayi pada alas dan popok yang hangat dan kering (menyingkirkan handuk basah ke pinggir) Mengenakan popok, baju bayi, dan selimuti dengan kain bersih dan kering Memberikan bayi kepada ibu untuk disusui Membereskan alat Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir Skor Rata-rata ( jumlah skor : 20 ) = Nilai = ( skor rata-rata : 3 ) x 100 = Keterangan : 3 2 Dilakukan dengan sangat memuaskan Dilakukan dengan memuaskan

1 0

Dilakukan kurang memuaskan Tidak dilakukan

LEMBAR KERJA RUBRIK ANALITIK Mata Kuliah Kompetensi Dasar Indikator : Asuhan Neonatus : Memberikan imunisasi pada neonatus, bayi, dan balita. : Mahasiswi mampu menjelaskan tentang imunisasi dasar Mahasiswi mampu menjelaskan tentang imunisasi ulang Soal/Tugas : Membuat makalah dan presentasi tentang IMUNISASI dengan tiap kelompok membahas: Pengertian, manfaat, legalitas, dan angka perbandingan bayi dengan imunisasi dan bayi yang tidak mendapat imunisasi.. Imunisasi dasar Imunisasi ulang Pro dan Kontra Imunisasi

117

Rubrik Analitik Skor Penulisan 4

Deskripsi (Makalah) Referensi Buku teks: minimal 5 Jurnal: minimal 3 Artikel: minimal 2 Buku teks: minimal 5 Jurnal: minimal 2 Artikel: tidak ada Buku teks: minimal 5 Jurnal: minimal 2 Artikel: tidak ada Buku teks: minimal 5 Jurnal: tidak ada Artikel: tidak ada Lebih dari 6 hari pemberian tugas Lebih dari 6 hari pemberian tugas 5 hari setelah pemberian tugas Waktu Pengumpulan 5 hari setelah pemberian tugas

Pendahuluan: ada latar belakang dan rumusan masalah Tinjauan pustaka: ada teori tentang gizi dan tahap daur kehidupan sesuai yang dipilih, ada jawaban dari rumusan masalah Penutup: ada saran dan kesimpulan Pendahuluan: ada latar belakang dan rumusan masalah Tinjauan pustaka: ada teori tentang gizi dan tahap daur kehidupan sesuai yang dipilih, ada jawaban dari rumusan masalah Penutup: ada saran dan kesimpulan Pendahuluan: ada latar belakang dan rumusan masalah Tinjauan pustaka: ada teori tentang gizi dan tahap daur kehidupan sesuai yang dipilih, ada jawaban dari rumusan masalah Penutup: ada saran dan kesimpulan Pendahuluan: latar belakang tidak berhubungan dengan rumusan masalah Tinjauan pustaka: ada teori tentang gizi dan tahap daur kehidupan sesuai yang dipilih, ada jawaban dari rumusan masalah

3

2

1

Penutup: ada saran dan kesimpulan

LEMBAR KERJA RUBRIK HOLISTIK Mata Kuliah Kompetensi Dasar Indikator : Asuhan Neonatus : Memberikan imunisasi pada neonatus, bayi, dan balita. : Mahasiswi mampu menjelaskan tentang imunisasi dasar Mahasiswi mampu menjelaskan tentang imunisasi ulang Soal/Tugas : Membuat makalah dan presentasi tentang IMUNISASI dengan tiap kelompok membahas: Pengertian, manfaat, legalitas, dan angka perbandingan bayi dengan imunisasi dan bayi yang tidak mendapat imunisasi.. Imunisasi dasar Imunisasi ulang Pro dan Kontra Imunisasi

Rubrik Holistik Skor 4 Deskripsi (Presentasi) isi presentasi to the point dan jelas mampu menjawab pertanyaan dengan jelas dan benar ada referensi yang mendukung presentasi dan jawaban 3 isi presentasi bertele-tele mampu menjawab pertanyaan dengan jelas dan benar ada referensi yang mendukung presentasi dan jawaban 2 isi presentasi bertele-tele kurang mampu menjawab pertanyaan dengan jelas 119

ada referensi yang mendukung presentasi dan jawaban 1 isi presentasi terlalu bertele-tele kurang mampu menjawab pertanyaan dengan jelas dan benar tidak ada referensi yang mendukung jawaban KONTRAK PEMBELAJARAN

ASUHAN NEONATUS (BDN 306)

Semester/SKS: III / 4 Prodi Fakultas : D III Kebidanan : Kedokteran

Manfaat Mata Kuliah Identitas Mata Kuliah

Oleh : Dewi Andang Prastika, S.ST

UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN SURAKARTA 2011

KONTRAK PERKULIAHAN

Program Studi Kode Mata Kuliah Mata Kuliah Bobot Semester

: D III Kebidanan : BDN 306 : ASUHAN NEONATUS : 4 SKS : III

Mahasiswa mampu memberikan asuhan kepada neonatus, bayi, dan anak balita fisiologis dan pathologis dengan aman sehingga tercapai Kompetensi Lulusan bidan yang kemampuan akademik, professional, serta berdedikasi tinggi. memiliki

121

Kompetensi Dasar dan Indikator Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan Topik-topik yang dibahas meliputi : lingkup asuhan, penatalaksanaan, pemantauan tumbang, imunisasi, peran dan tanggung jawab orang tua, sistem rujukan serta pendokumentasian hasil asuhan

Kompetensi Dasar Menjelaskan lingkup asuhan neonatus, bayi dan balita.

Indikator Menjelaskan pengertian neonatus Menjelaskan lingkup asuhan : Bayi baru lahir normal Bayi baru lahir bermasalah Kelainan-kelainan pada bayi baru lahir. Trauma pada bayi baru lahir. Noenatus beresiko tinggi. Kegawatdaruratan. Neonatus, bayi, dan anak balita dengan penyakit yang lazim terjadi Menjelaskan konsep asuhan neonatus , bayi, dan anak balita: Adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus. Pencegahan infeksi Rawat gabung Melakukan pengumpulan data 3.1.1 Pengkajian fisik bayi baru lahir. 3.1.2 Penampilan dan perilaku bayi baru

Menjelaskan konsep yang mendasari neonatus bayi dan anak balita

Memberikan asuhan pada bayi usia 2-6 hari

lahir. Membuat rencana asuhan 2-6 hari Rencana asuhan 2-6 hari : Minum BAB BAK Tidur Kebersihan kulit Keamanan Tanda bahaya Penyuluhan sebelum bayi pulang Menerapkan asuhan pada bayi sampai usia 6 minggu 4.1 melakukan asuhan primer pada bayi 6 minggu pertama: 4.1.1 Peran bidan pada bayi sehat. 4.1.2 Bounding attachment 4.1.3 Rencana Asuhan 5.1 Menjelaskan indikator pemantauan tumbuh kembang noenatus, bayi, dan anak balita. 5.1.1 Memantau pertumbuhan BB TB 5.1.2 Menggunakan Denver Development stress test (DDST) 6.1 Menjelaskan neonatus dan bayi dengan masalah serta penatalaksanaannya. 6.1.1 Bercak mongol 6.1.2 Hemangioma 6.1.3 Ikterik 6.1.4 Muntah dan Gumoh 6.1.5 Oral trush 6.1.6 Diaper rush 6.1.7 Seborrhea 6.1.8 Miliariasis 6.1.9 Diare 6.1.10 Obstipasi 6.1.11 Infeksi 6.1.12 Bayi meninggal mendadak 6.2 Neonatus resiko tinggi dan penatalaksanaannya 6.2.1 BBLR 6.2.2 Asfiksia Neonaturum 6.2.3 Gangguan pernapasan 6.2.4 Ikterus

Menerapkan pemantauan tumbuh kembang neonatus, bayi, dan anak balita.

Menerapkan asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita pathologis.

123

Organisasi Materi

6.2.5 6.2.6 6.2.7 6.2.8 6.2.9 6.2.10 6.2.11 Memberikan imunisasi pada neonatus, bayi, dan balita. Melaksanakan penatalaksanaan rujukan

Perdarahan tali pusat Kejang Hipothermi Hiperthermi Hipoglikemi Tetanus neonaturum Penyakit yang diderita ibu selama kehamilan

7.1 Imunisasi dasar 7.2 Imunisasi ulang 8.1 Menjelaskan tentang sistem rujukan: 8.1.1 Jenis Rujukan 8.1.2 Tingkat Rujukan 8.1.3 Mekanisme Alur rujukan 9.1 mendokumentasikan dengan metode SOAP

Melakukan pendokumentasian hasil asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita

Dalam mata kuliah ini akan membahas 9 kompetensi dasar meliputi : Menjelaskan lingkup asuhan neonatus, bayi dan balita. Akan disampaikan pada pertemuan pertama dan kedua dengan metode diskusi kelompok. Materi dibagi berbeda-beda pada masing-masing kelompok untuk selanjutnya perwakilan masing-masing kelompok menjelaskan hasil diskusi kepada kelompok lain. Menjelaskan konsep yang mendasari neonatus bayi dan anak balita Akan disampaikan pada pertemuan ketiga dengan metode diskusi kelompok dan presentasi Memberikan asuhan pada bayi usia 2-6 hari Disampaikan pada pertemuan keempat dan kelima dengan metode diskusi kelas, kemudian diadakan praktek pembelajaran di laboratorium skill lab Menerapkan asuhan pada bayi sampai usia 6 minggu Disampaikan pada pertemuan keenam dengan metode roleplay Menerapkan pemantauan tumbuh kembang neonatus, bayi, dan anak balita. Disampaikan pada pertemuan ketujuh dan kedelapan dengan metode presentasi, diskusi

Pendekatan dan Strategi Pembelajaran Sumber Belajar

kelompok, penayangan video dan diskusi kelas, kemudian diadakan praktek diakhir pembelajaran. Menerapkan asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita pathologis Disampaikan pada pertemuan kesembilan, kesepuluh, dan kesebelas dengan metode ceramah dan diskusi kelompok. Memberikan imunisasi pada neonatus, bayi, dan balita. Disampaikan pada pertemuan kedua belas dengan metode pemberian contoh kasus dan diskusi bersama Melaksanakan penatalaksanaan rujukan Disampaikan pada pertmuan ketiga belas dengan metode ceramah , diskusi dan tanya jawab Melakukan pendokumentasian hasil asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita Disampaikan pada pertmuan keempat belas dengan metode ceramah , diskusi dan tanya jawab.

Menggunakan pendekatan Student Center Learning dengan model Collaborative Learning Strategi / Langkah Pembelajaran sebagai berikut : presentasi dosen diskusi kelompok tes/quiz/silang tanya antar kelompok anggota mengerjakan sesuatu yang terbaik untuk tim tim berbuat sesuatu yang terbaik untuk membantu anggota

Buku utama : 1. CCU’s SMT 3, Asuhan Bayi Baru Lahir, 2000 2. Varney’s Midwifery, 1997 3. Sub Dit Kes Bayi dan Anak , Dir. Kes. Ga, Program KHPPIA, 2000

125

Tugas Penilaian dan Kriteria Penilaian

Buku Anjuran : 1. DepKes RI, Asuhan Kesehatan Anak dalam Kontak keluarga, 1992 2. FK-UI, Ilmu Kesehatan Anak 1 dan 3 3. Depkes RI, Program Imunisasi 4. Penny Stanway, Pregnancy dan Baby Care, 1997 5. Mirriamstoppard, Complete Baby and Child Care, 1995 6. Depkes RI, MTBS, Modul, 2000 7. Mayes, Midwifery, 1999

Tugas-tugas yang diberikan berupa : Pencarian bahan-bahan referensi Penyusunan makalah dan presentasi Membuat essay Membuat laporan praktek

Penilaian dilakukan dari : Tugas-tugas yang dikumpulkan Presensi mahasiswa Nilai ujian tengah semester Nilai ujian akhir semester Teori UTS UAS Penugasan :10% Praktik : 50% : 15% : 25%

Jadwal Pembelajaran

Kriteria penilaian yang digunakan adalah system penilaian PAP. Nilai A jika nilai 80% - 100% Nilai B jika nilan 60% - 80% Nilai C jika nilai 40% - 60% Nilai D jika nilai 20% - 40% Nilai E jika nilai 0% - 20%

Kuliah dilaksanakan 2 x dalam 1 minggu selama 100 menit pembelajaran. Setelah 6 x pertemuan akan diadakan ujian tengah semester. Setelah 12 x pertemuan akan diadakan ujian akhir semester.
NO PERTEMUAN MATERI WAKTU SUMBER

T 1 2 1dan 2 3

P

K BU 1, 2, 3 BA 1, 2, 7 BA 1, 2, 6

Menjelaskan lingkup asuhan neonatus, bayi dan balita. Menjelaskan konsep yang mendasari neonatus bayi dan anak balita Memberikan asuhan pada bayi usia 2-6 hari Menerapkan asuhan pada bayi sampai usia 6 minggu Menerapkan pemantauan tumbuh kembang neonatus, bayi, dan anak balita. Menerapkan asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita pathologis Memberikan imunisasi pada neonatus, bayi, dan balita.

200 menit 100 menit 200 menit 100 menit 200 menit 300 menit 100 menit 400 menit 200 menit 400 menit 600 menit 200 menit

3 4 5

4 dan 5 6 7 dan 8

BU 1, 2 BA 1, 2 BU 1, 2 BU 2 BA 6 BA 1, 2, 4, 5

6

9 s/d 11

7 8 9

12 13

BU 1, 2 BA 1, 2, 3

100 BA 2, 6, 7 Melaksanakan penatalaksanaan menit rujukan 14 100 200 BU 2 Melakukan pendokumentasian menit menit hasil asuhan pada neonatus, bayi, dan anak balita **Pertemuan praktikum dilaksanakan di laboratorium saat jam kuliah maupun diluar jam

127

Lain-lain

kuliah

Mahasiswa diwajibkan datang ke ruang kuliah maximal 15 menit dari jadwal Mahasiswa tidak diperkenankan menggunakan kaos dan sandal saat perkuliahan Mahasiswa wajib mengumpulkan setiap tugas tepat waktu yang telah disepakati Mahasiswa yang izin tidak mengikuti perkuliahan wajib membuat surat izin dengan alasan yang jelas dan dapat diterima Presensi mahasiswa merupakan 20% dari penilaian

KERANGKA BAHAN AJAR Mata Kuliah Semester / SKS : Asuhan Neonatus : III / 4 SKS

Standar Kompetensi : Mahasiswa untuk memberikan asuhan neonatus ( 24 jam setelah lahir sampai dengan 28 hari ) bayi dan balita yang didasari oleh konsep, sikap dan ketrampilan.

Asuhan neonatus, bayi, dan balita Pengertian Tujuan Tata laksana asuhan Dokumentasi asuhan pada neonatus, bayi, dan balita. Pengertian Sistem pendokumentasian SOAP Rujukan Pengertian Tujuan Tingkatan rujukan Imunisasi Pengertian Manfaat Macam imunisasi Jadwal imunisasi Asuhan neonatus, bayi, dan balita patologis, Pengertian Klasifikasi Penanganan Tumbuh kembang balita.

129

Pengertian Klasifikasi tumbuh kembang DDST

Rancangan Evaluasi Program Pembelajaran

No

Variabel

Indikator Teknik

Metode Instrumen Pedoman wawancara

Responden

Waktu

1

Kualitas materi dan strategi perkuliahan

Kemutakhiran bahan bacaan Sistematika urutan materi kuliah Mutu tugas/latihan Mutu soal-soal ujian

Wawancara

Dosen bersangkutan Rekan dosen Mahasiswa

Awal, tengah dan akhir semester

Analisis 2.1 Keragaman media 2.2 Ketepatan penggunaan Ketersediaan 2 media instruksional dalam mendukung PBM 3.1 Penguasaan dosen media 2.3 Kemutakhiran media Review dokumen dan observasi soaldan hasil ujian

Pedoman analisis

Pedoman review dokumen dan observasi

Mahasiswa

Awal, tengah dan akhir semester

terhadap materi Persepsi mahasiswa terhadap 3 kemampuan dan cara dosen dalam mengajar kuliah 3.2 Kemampuan dosen dalam menjelaskan Wawancara Review dokumen dan Wawancara Pedoman review dokumen dan observasi Mahasiswa Awal, tengah dan akhir semester

3.3 Kemampuan dosen observasi dalam bertanya 3.4 Kemampuan dosen berkomunikasi dengan mahasiswa

4.1 Persentase kehadiran mahasiswa Persepsi dosen terhadap cara belajar mahasiswa 4.2 Kelengkapan buku pelajaran 4.3 Keaktifan dalam kegiatan kelas 4.4 Ketepatan 4 mengerjakan dan mengumpulkan tugas Review dokumen dan observasi Pedman review dokumen dan observasi Dosen Awal, tengah dan akhir semester

131

Panduan Wawancara Tentang Kualitas Materi dan Strategi Perkuliahan ( untuk rekan dosen ) Apakah materi perkuliahan untuk mata kuliah ini telah cukup lengkap ? Jelaskan komentar Anda !

Apakah materi kuliah ini mutakhir ( up to date ) ? jelaskan komentar Anda !

Apakah kelebihan dan kekurangan materi kuliah ini ? jelaskan !

Kuesioner Tentang Ketersediaan Media Instruksional Dalam Mendukung PBM ( untuk mahasiswa )

Berikan penilaian Anda terhadap hal-hal berikut ini dengan cara melingkari angka yang sesuai dengan pendapat Anda. Keterangan : 4 3 2 1 Baik Sekali Baik Cukup Buruk

Kuesioner ini hanya berlaku untuk mata kuliah yang sedang Anda ikuti saat ini. 1 2 3 4 5 6 Ketersediaan media instruksional Kelengkapan dan keragaman media Ketepatan penggunaan media Keserasian penggunaan media dengan materi Kemutakhiran media instruksional Media sesuai dengan perkembangan iptek 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4

133

7 8 9 10

Kualitas media instruksional Manfaat media instruksional Media praktis dan memudahkan Sebutkan hal-hal yang harus diperbaiki …………………………….. …………………………….. ……………………………..

1 1 1 1

2 2 2 2

3 3 3 3

4 4 4 4

Terima kasih

Kuesioner Tentang Persepsi Mahasiswa Terhadap Kemampuan dan Cara Dosen Dalam Mengajar ( untuk mahasiswa )

Berikan penilaian Anda terhadap hal-hal berikut ini dengan cara melingkari angka yang sesuai dengan pendapat Anda.

Keterangan : 4 3 2 1 Baik Sekali Baik Cukup Buruk

Kuesioner ini hanya berlaku untuk mata kuliah yang sedang Anda ikuti saat ini.

1

Perhatian dosen terhadap kemampuan belajar mahasiswa

1

2

3

4

2 3 4

Cara dosen mengelola kelas Penguasaan dosen terhadap isi mata kuliah Antusiasme (rasa tertarik) dosen terhadap mata

1 1 1

2 2 2

3 3 3

4 4 4

135

kuliah 5 Antusiasme dosen terhadap proses belajar mengajar di kelas 6 Kemauan dan kemampuan dosen dalam 1 2 3 4 1 2 3 4

membantu mahasiswa dalam proses belajar Kejujuran dan keterbukaan dosen terhadap

7

mahasiswa Objektifitas dosen dalam penilaian hasil belajar

1

2

3

4

8

(prestasi akademik) Kualitas bahan ajar perkuliahan

1

2

3

4

9 10 11 12

Kualitas soal-soal ujian yang dibuat dosen Penggunaan media belajar Pemahaman Anda terhadap materi kuliah yang diterangkan dosen Rasa tertarik Anda terhadap mata kuliah ini Manfaat mata kuliah ini bagi Anda (membantu

1 1 1 1

2 2 2 2

3 3 3 3

4 4 4 4

13 14

memahami mata kuliah lain untuk memecahkan masalah-masalah praktis di luar kampus dan sebagainya) Sebutkan hal-hal yang harus diperbaiki dalam mata kuliah ini ……………………………..

1 1

2 2

3 3

4 4

15

…………………………….. ……………………………..

1

2

3

4

Terima kasih Format Observasi Kebiasaan dan Cara Belajar Mahasiswa (diisi oleh dosen atau orang lain)

Kuesioner ini dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang kebiasaan dan cara belajar mahasiswa. Keterangan : 4 3 2 1 Baik Sekali Baik Cukup Buruk

Petunjuk : Lingkari angka yang sesuai dengan pendapat Anda untuk setiap pertanyaan dibawah ini. No Aspek Nilai (lingkari) 1 2 3 4 Jumlah pertanyaan mahasiswa Kualitas pertanyaan mahasiswa Cara menjawab pertanyaan dosen dikelas Kepatuhan mahasiswa mengerjakan tugas 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Nilai (dipindahkan)

137

5 6 7

Keaktifan dalam diskusi Keaktifan dalam kegiatan kelompok

1 2 3 4 1 2 3 4

Cara bertanya dan menjawab pertanyaan 1 2 3 4 dalam diskusi

8 9

Kelengkapan buku-buku pelajaran Perhatian mahasiswa pada keseluruhan

1 2 3 4 1 2 3 4

jalannya perkuliahan Prosentase kehadiran mahasiswa

10 TOTAL SKOR RATA-RATA

1 2 3 4

PROPOSAL MINI PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI VARIASI MODEL DAN STRATEGI PEMBELAJARAN MENGINDENTIFIKASI MASALAH Kegiatan belajar mengajar di Akademi Kebidanan X khususnya pada semester 2 mata kuliah Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Penulis menemukan beberapa kekurangan terutama pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan kurang aktifnya mahasiswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar: rendahnya kemampuan mengajukan pertanyaan kritis rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam mengajukan pendapat rendahnya interaksi mahasiswa dan dosen rendahnya kemandirian mahasiswa dalam kegiatan skill lab Mengingat mata kuliah ini adalah mata kuliah yang diperlukan mahasiswa untuk ber-interaksi dalam masyarakat maka diperlukan perubahan dalam proses KBM. Pendekatan pembelajaran selama ini yang digunakan adalah behavior, sehingga mahasiswa hanya mendengarkan dosen mengajar tanpa timbal balik dari mahasiswa karena mahasiswa yang kurang pengetahuan dan ketrampilan merasa tidak perlu/segan untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

139

Model yang digunakan pun hanya 1 macam yaitu model TCL. Hal ini kurang efektif untuk pengembangan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa karena mahasiswa adalah orang dewasa. Sehingga memerlukan pendidikan androgogik (dosen harus mengetahui dan memahami situasi, keadaan dan latar belakang mahasiswa sehingga diharapkan semua mahasiswa bisa mengaktifkan pikirannya sendiri untuk mendapatkan ilmu). MENGANALISIS DAN MERUMUSKAN MASALAH No. 1. Masalah Rendahnya kemampuan mengajukan pertanyaan kritis Rumusan Mahasiswa seharusnya berpartisipasi aktif mengajukan pertanyaan kritis (tingkatan C4, C5 dan C6) tapi yang terjadi di lapangan adalah pengajuan pertanyaan tingkatan C1, C2 dan C3) 2. Rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam mengajukan pendapat Mahasiswa seharusnya termotivasi

untuk memperoleh

sumber belajar

tidak hanya dari dosen sehingga dalam kegiatan belajar mengajar mahasiswa mampu mengajukan pendapatnya bila ada mahasiswa lain yang bertanya. Tapi kenyataan mahasiswa tidak terlibat aktif dalam mengajukan pendapat

3.

Rendahnya interaksi mahasiswa dan dosen

Mahasiswa menciptakan dengan

dan

dosen kondisi

akan yang terjalin

menyenangkan bila interaksi dosen semua mahasiswa selama kegiatan belajar mengajar 4. Rendahnya kemandirian mahasiswa dalam kegiatan skill lab Seharusnya mahasiswa dapat mandiri untuk mengikuti kegiatan skill lab terutama konseling dan penyuluhan

tentang mandiri.

gizi.

Kenyataannya

hanya

beberapa mahasiswa yang aktif untuk

MERENCANAKAN TINDAKAN Berdasarkan analisa dan rumusan masalah yang telah dijabarkan sebelumnya maka penulis merencanakan tindakan sebagai berikut: Bersama tim dosen merencanakan kembali tindakan yang akan diambil Penulis menggunakan model collaborative teaching dengan menggunakan ARCS dan STAD dalam kegiatan belajar mengajar sehingga selain mahasiswa bisa termotivasi untuk belajar, mahasiswa juga dapat aktif dalam pembelajaran dan dapat bekerjasama dengan mahasiswa lain sehing tercipta interaksi bukan hanya antara dosen dan mahasiswa tetapi juga antara mahasiswa dan mahasiswa. Tugas yang diberikan secara kelompok sehingga dalam setiap anggota kelompok akan berperan aktif dalam diskusi dan masing-masing dapat memberikan masukan ataupun bertukar pikiran tentang informasi dan pengetahuan.

Pelaksanaan Micro Teaching Prodesur pelaksanaan Sebelum pelaksanaan micro teaching, seluruh peserta dibagi dalam kelompok yang masing-masing berjumlah 5-6 orang. Pelaksanaan micro teaching dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 14 Oktober 2011 pukul 09.30-12.00 WIB. Prosedur pelaksanaan micro teaching terdiri dari prosedur pengarahan umum, persiapan kelompok, praktek dan diskusi umum kelas. Tahap persiapan, seluruh anggota kelompok masuk ruangan yang telah disiapkan bagi masing-masing kelompok dengan didampingi oleh fasilitator.

141

Fasilitator untuk kelompok III adalah Salim Widono, S.P., M.P. dan Budi Legowo, S.Si, M. Si Pelaksanaan micro teaching berlangsung sekitar 25 menit untuk masing-masing peserta. Pembagian waktu ini adalah: 15 menit pertama untuk pelaksanaan kegiatan sesuai dengan keterampilan yang telah ditetapkan, dan 5 menit berikutnya adalah self assessment dan tanggapan dari masingmasing pengamat yaitu pengamat 1 dan 2 serta 5 menit untuk evaluasi dari fasilitator. Setelah selesai pelaksanaan diadakan diskusi seluruh kelompok (kelas masing-masing) untuk menilai teaching. Self Assesment dan Penilaian dari Fasilitator dan Pengamat Setelah dilakukan microteaching selama 15 menit yang didampingi oleh Salim Widono, S.P., M.P. dan Budi Legowo, S.Si, M. Si, penulis menyadari perlunya terus berlatih sehingga menguasai ketrampilan mengajar, terutama ketrampilan melakukan variasi. Fasilitator menyampaikan bahwa proses microteaching dengan keberhasilan proses pembelajaran micro

keterampilan melakukan variasi sudah bagus namun perlu adanya tambahan variasi media, sehingga mahasiswa lebih tertarik dalam memperhatikan pelajaran. Suasana cukup menyebabkan peningkatan motivasi.

143

145

147

Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Mikro RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MIKRO

Nama Dosen
Program Studi Ketrampilan yang dilatihkan Komponen yang dilatihkan

: Dewi Andang Prastika, SST
: DIII Kebidanan : Melakukan Variasi : 1, 2, 4, 5, 7, 10.

Mata Kuliah Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: Asuhan Neonatus : III : Melakukan asuhan neonatus pada bayi dan balita. : Melakukan asuhan perawatan pada bayi patologis. : 1. Menjelaskan tentang pengertian hipothermia 2. Menjelaskan tentang penyebab hipothermia 3. Menjelaskan tentang klasifikasi hipothermia

149

4. Menjelaskan tentang gejala hipothermia 5. Menjelaskan tentang tanda hipothermia 6. Menjelaskan tentang mekanisme kehilangan panas 7. Menjelaskan tentang penatalaksanaan hipothermia Waktu : 15 menit

Alat Penilaian No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Sumber Belajar Manuaba. 2006. Buku ajar patologi obstetri untuk mahasiswa kebidanan.Jakart a: EGC Meiliya. 2009. Buku ajar praktik keperawatan klinis kozier & erb.Jakarta : EGC. Mandera. 2006. Buku saku dokter keluarga. Jakarta: EGC. Meiliya. 2009. Buku saku keperawatan pediatri. Jakarta: EGC. Alokasi Waktu Pertanyaan Lisan

1

Pendahuluan

Memberikan salam pembuka Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai yaitu Mahasiswa mampu melakukan pelayanan asuhan perawatan pada bayi patologis dengan hipothermia. Menanyakan sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang bayi patologis dengan hipothermia. Menjelaskan konsep umum mengenai materi hipothermia

±2 menit

Power point Tanya jawab Berisi materi tentang hipothermia

151

2

Pelaksanaan

Menjelaskan tentang pengertian hipothermia Menjelaskan tentang penyebab hipothermia Menjelaskan tentang klasifikasi hipothermia Menjelaskan tentang gejala hipothermia Menjelaskan tentang tanda hipothermia Menjelaskan tentang mekanisme kehilangan panas Menjelaskan tentang penatalaksanaan hipothermia Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya, mahasiswa lain memberi komentar atas pertanyaan yang diajukan temannya tersebut Memberi tambahan penjelasan atas komentar yang disampaikan mahasiswa. Memberikan evaluasi berupa pertanyaan secara acak Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan.

Pertanyaan Lisan Ceramah Tanya jawab Power point berisi tentang materi hipothermia

±10 menit

Penutup 3

Tanya jawab

-

±3 menit

Pertanyaan Lisan

Hasil Diskusi Kelompok Berdasarkan hasil diskusi seluruh kelompok (kelas), dapat diketahui bahwa: Dalam keterampilan membuka dan menutup pembelajaran tidak harus dilakukan di awal atau diakhir proses pembelajaran. Keterampilan menjelaskan perlu penekanan pada kompetensi apa yang diharapkan, perlu pengulangan kata yang dianggap sebagai pengetahuan pokok yang harus didapatkan mahasiswa, tidak menggunakan bahasa yang berbelit-belit dan mudah dipahami. Pada keterampilan bertanya dasar dan bertanya lanjut, perlu disiasati sehingga pendidik dapat bertanya secara menyeluruh, tidak bertanya pada satu mahasiswa saja yang dianggap pandai atau bermasalah, dapat mengolah kalimat sehingga pertanyaan dapat terpusat pada jawaban yang kita harapkan. Keterampilan bertanya tidak hanya pada akhir pelajaran namun dapat diajukan pada sela-sela pemberian materi. Keterampilan menguatkan merupakan salah satu bentuk pemberian reward sehingga mahasiswa menjadi terdorong untuk lebih giat belajar. Penguatan ini harus diberikan dengan tepat tidak pada semua jawaban diberikan pujian yang membetulkan, mungkin hanya ucapan terima kasih. Hal ini dikarenakan pada jawaban yang sebenarnya salah jika kita berikan pujian maka pendidik justru akan menjerumuskan pola pikir mahasiswa. Keterampilan variasi dilakukan agar mahasiswa tidak bosan dalam mengikuti proses pembelajaran. Keterampilan ini tidak hanya media yang digunakan menarik, namun gaya penyampaian, humor, dll juga dapat membantu pendidik dalam memvariasikan proses pembelajaran. Refleksi, Tanggapan, dan Kesimpulan Setelah melaksanakan micro teaching, penulis mengetahui kekurangan dalam pelaksanaan micro teaching ini. Oleh sebab itu, penulis berharap agar pada pelaksanaan proses pembelajaran yang sesungguhnya dapat lebih baik lagi dengan adanya masukan dari pengamat dan fasilitator.

153

BAB IV PENUTUP

Pelatihan PEKERTI-AA yang diikuti oleh mahasiswa D IV Kebidanan (Reguler) selama tujuh hari pada tanggal 6 September-14 Oktober 2011 ini berjalan lancar. Materi yang disampaikan oleh masing-masing fasilitator merupakan tambahan ilmu pengetahuan baru yang sangat berguna sebagai bekal untuk bekerja secara professional dalam bidang pendidikan. Peserta diperkenalkan dan dilatih untuk mampu menyusun silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran hingga praktik mengajar. Peserta diberi kebebasan untuk memilih pendekatan pembelajaran selama sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan nanti (dari faktor internal maupun eksternal). Sebagai seorang calon pengajar di Institusi Pendidikan, saya puas karena telah diberi bekal dan motivasi untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Saya berharap bekal yang telah didapat dari PEKERTI-AA ini (pengetahuan, sikap dan ketrampilan) dapat menjadikan saya sebagai dosen yang profesional. Semoga tim PEKERTI-AA selalu mengembangkan inovasi-inovasi pembelajaran sehingga visi dan misi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dapat terwujud merata di seluruh Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->