GGL INDUKSI

GGL INDUKSI Pada bab sebelumnya, kamu sudah mengetahui bahwa kelistrikan dapat menghasilkan kemagnetan. Menurutmu, dapatkah kemagnetan menimbulkan kelistrikan? Kemagnetan dan kelistrikan merupakan dua gejala alam yang prosesnya dapat dibolak-balik. Ketika H.C. Oersted membuktikan bahwa di sekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnet (artinya listrik menimbulkan magnet), para ilmuwan mulai berpikir keterkaitan antara kelistrikan dan kemagnetan. Tahun 1821 Michael Faraday membuktikan bahwa perubahan medan magnet dapat menimbulkan arus listrik (artinya magnet menimbulkan listrik) melalui eksperimen yang sangat sederhana. Sebuah magnet yang digerakkan masuk dan keluar pada kumparan dapat menghasilkan arus listrik pada kumparan itu. Galvanometer merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya arus listrik yang mengalir. Ketika sebuah magnet yang digerakkan masuk dan keluar pada kumparan (seperti kegiatan di atas), jarum galvanometer menyimpang ke kanan dan ke kiri. Bergeraknya jarum galvanometer menunjukkan bahwa magnet yang digerakkan keluar dan masuk pada kumparan menimbulkan arus listrik. Arus listrik bisa terjadi jika pada ujung-ujung kumparan terdapat GGL (gaya gerak listrik). GGL yang terjadi di ujung-ujung kumparan dinamakan GGL induksi. Arus listrik hanya timbul pada saat magnet bergerak. Jika magnet diam di dalam kumparan, di ujung kumparan tidak terjadi arus listrik. 1. Penyebab Terjadinya GGL Induksi Ketika kutub utara magnet batang digerakkan masuk ke dalam kumparan, jumlah garis gayagaya magnet yang terdapat di dalam kumparan bertambah banyak. Bertambahnya jumlah garisgaris gaya ini menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan. GGL induksi yang ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir menggerakkan jarum galvanometer. Arah arus induksi dapat ditentukan dengan cara memerhatikan arah medan magnet yang ditimbulkannya. Pada saat magnet masuk, garis gaya dalam kumparan bertambah. Akibatnya medan magnet hasil arus induksi bersifat mengurangi garis gaya itu. Dengan demikian, ujung kumparan itu merupakan kutub utara sehingga arah arus induksi seperti yang ditunjukkan Gambar 12.1.a (ingat kembali cara menentukan kutub-kutub solenoida).

Ketika kutub utara magnet batang digerakkan keluar dari dalam kumparan, jumlah garis-garis gaya magnet yang terdapat di dalam kumparan berkurang. Berkurangnya jumlah garis-garis gaya ini juga menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan. GGL induksi yang ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir dan menggerakkan jarum galvanometer. Sama halnya ketika magnet batang masuk ke kumparan. pada saat magnet keluar garis gaya dalam kumparan berkurang. Akibatnya medan magnet hasil arus induksi bersifat menambah garis gaya itu. Dengan demikian, ujung, kumparan itu merupakan kutub selatan, sehingga arah arus induksi seperti yang ditunjukkan Gambar 12.1.b. Ketika kutub utara magnet batang diam di dalam

kumparan, jumlah garis-garis gaya magnet di dalam kumparan tidak terjadi perubahan (tetap). Karena jumlah garis-garis gaya tetap, maka pada ujung-ujung kumparan tidak terjadi GGL induksi. Akibatnya, tidak terjadi arus listrik dan jarum galvanometer tidak bergerak. Jadi, GGL induksi dapat terjadi pada kedua ujung kumparan jika di dalam kumparan terjadi perubahan jumlah garis-garis gaya magnet (fluks magnetik). GGL yang timbul akibat adanya perubahan jumlah garis-garis gaya magnet dalam kumparan disebut GGL induksi. Arus listrik yang ditimbulkan GGL induksi disebut arus induksi. Peristiwa timbulnya GGL induksi dan arus induksi akibat adanya perubahan jumlah garis-garis gaya magnet disebut induksi elektromagnetik. Coba sebutkan bagaimana cara memperlakukan magnet dan kumparan agar timbul GGL induksi? 2. Faktor yang Memengaruhi Besar GGL Induksi Sebenarnya besar kecil GGL induksi dapat dilihat pada besar kecilnya penyimpangan sudut jarum galvanometer. Jika sudut penyimpangan jarum galvanometer besar, GGL induksi dan arus induksi yang dihasilkan besar. Bagaimanakah cara memperbesar GGL induksi? Ada tiga faktor yang memengaruhi GGL induksi, yaitu : a. kecepatan gerakan magnet atau kecepatan perubahan jumlah garis-garis gaya magnet (fluks magnetik), b. jumlah lilitan, c. medan magnet

Bab : GAYA LORENTZ

Gaya Lorentz
Gaya Lorentz adalah gaya yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet (B). Arah gaya ini akan mengikuti arah maju skrup yang diputar dari vektor arah gerak muatan listrik (v) ke arah medan magnet (B), seperti yang terlihat dalam rumus berikut:

Keterangan: F = gaya (Newton) B = medan magnet (Tesla) q = muatan listrik ( Coulomb) v = arah kecepatan muatan (m/t)

Sebuah partikel bermuatan listrik yang bergerak dalam daerah medan magnet homogen akan mendapatkan gaya. Gaya ini juga dinamakan gaya Lorentz. Gerak partikel akan menyimpang

Jari tengah. v . I dalam suatu medan magnet B. B *Gaya sentripetal yang dialami oleh partikel : Dengan menyamakan kedua persamaan kia mendapatkan persamaan : Keterangan: R = jari-jari lintasan partikel dalam meter ( m ) m = massa partikel dalam kilogram ( kg ) v = kecepatan partikel dalam meter / sekon ( m/s ) B = kuat medan magnet dalam Wb/m2 atau tesla ( T ) q = muatan partikel dalam coulomb ( C ) Bab : POLARISASI CAHAYA . menunjukkan arah medan magnet ( B ). Persamaan-persamaan yang memenuhi pada muatan yang bergerak dalam medan magnet homogen sedemikian sehinga membentuk lintasan lingkaran adalah : *Gaya yang dialami akibat medan magnet : F = q . v . Untuk muatan positif arah gerak searah dengan arah arus.searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi. B sin θ *Karena ℓ/t = v Sehingga besarnya gaya Lorentz yang dialami oleh sebuah muatan yang bergerak dalam daerah medan magnet dapat dicari dengan menggunakan rumus : F = q . Ibu jari. sedang untuk muatan negatif arah gerak berlawanan dengan arah arus. ℓ . v . menunjukkan arah arus listrik ( I ). ℓ/t . Jika besar muatan q bergerak dengan kecepatan v. dan I = q/t maka persamaan gaya adalah: FL = I . Jari telunjuk. B sin θ = q . menunjukan arah gaya Lorentz . B sin θ Keterangan: F = gaya Lorentz dalam newton ( N ) q = besarnya muatan yang bergerak dalam coulomb ( C ) v = kecepatan muatan dalam meter / sekon ( m/s ) B = kuat medan magnet dalam Wb/m2 atau tesla ( T ) θ = sudut antara arah v dan B Bila sebuah partikel bermuatan listrik bergerak tegak lurus dengan medan magnet homogen yang mempengaruhi selama geraknya. B sin θ = q/t . Demikian juga untuk muatan negativ. B sin θ = q . Sebuah muatan positif bergerak dalam medan magnet B (dengan arah menembus bidang) secara terus menerus akan membentuk lintasan lingkaran dengan gaya Lorentz yang timbul menuju ke pusat lingkaran. Arah gaya Lorentz pada muatan yang bergerak dapat juga ditentukan dengan kaidah tangan kanan dari gaya Lorentz (F) akibat dari arus listrik. maka muatan akan bergerak dengan lintasan berupa lingkaran. ℓ .

Sudut datang sinar yang dapat menimbulkan cahaya yang dipantulkan dengan cahaya yang dibiaskan merupakan sinar yang terpolarisasi. Polarisator akan menyebabkan sinar yang tak terpolarisasi menjadi sinar yang terpolarisasi. Cahaya dapat mengalami polarisasi dengan berbagai cara. bias kembar. Di mana cahaya yang dipantulkan merupakan cahaya yang terpolarisasi sempurna. sedangkan 2. sedangkan cermin II disebut analisator. Suatu gelombang yang mempunyai banyak arah getar disebut gelombang tak terpolarisasi. pembiasan. Pada saat sinar pantul dan sinar bias saling tegak lurus (membentuk sudut 90o) akan berlaku ketentuan bahwa : iw + r = 90o atau r = 90o . maka tidak akan ada cahaya yang dipantulkan oleh cermin II. Polarisasi karena Pemantulan dan Pembiasan Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan para ilmuwan Fisika menunjukkan bahwa polarisasi karena pemantulan dan pembiasan dapat terjadi apabila cahaya yang dipantulkan dengan cahaya yang dibiaskan saling tegak lurus atau membentuk sudut 90o. gelombang cahaya mempunyai banyak arah getar. Polarisasi karena Pemantulan Cahaya yang datang ke cermin dengan sudut datang sebesar 57o. Polarisasi karena Bias Kembar (Pembiasan Ganda) .Polarisasi Cahaya Polarisasi adalah peristiwa penyerapan arah bidang getar dari gelombang. Cermin I disebut polarisator. Fakta bahwa cahaya dapat mengalami polarisasi menunjukkan bahwa cahaya merupakan gelombang transversal. sedangkangelombang yang memilki satu arah getar disebut gelombang terpolarisasi. Pada umumnya. maka sinar yang terpantul akan merupakan cahaya yang terpolarisasi. Sudut datang seperti ini dinamakan sudut polarisasi (ip) atau sudut Brewster. Sinar alami seperti sinar Matahari pada umumnya adalah sinar yang tak terpolarisasi. dan hamburan. Sebaliknya jika tali digetarkan dengan arah tegak lurus celah maka gelombang pada tali tidak bisa melewati celah tersebut. sedangkan sinar bias merupakan sinar terpolarisasi sebagian. Peristiwa ini menunjukkan terjadinya peristiwa polarisasi. sedangkan gelombang longitudinal tidak mengalami gejala polarisasi. antara lain karena peristiwa pemantulan. Apabila tali digetarkan searah dengan celah maka gelombang pada tali dapat melewati celah tersebut. Cahaya yang berasal dari cermin I adalah cahaya terpolarisasi akan dipantulkan ke cermin. 1. absorbsi selektif. Gejala polarisasi dapat digambarkan dengan gelombang yang terjadi pada tali yang dilewatkan pada celah. Gejala polarisasi hanya dapat dialami oleh gelombang transversal saja. Sinar tak terpolarisasi dilambangkan sedangkan sinar yang terpolarisasi dilambangkan atau . Apabila cermin II diputar sehingga arah bidang getar antara cermin I dan cermin II saling tegak lurus.i 3.

Ketika bunyi menumbuk suatu batas dari medium yang dilewatinya. Polarisasi karena Absorbsi Selektif Polaroid adalah suatu bahan yang dapat menyerap arah bidang getar gelombang cahaya dan hanya melewatkan salah satu bidang getar. misalnya pada kristal kalsit. Polarisasi karena Hamburan Polarisasi cahaya karena peristiwa hamburan dapat terjadi pada peristiwa terhamburnya cahaya matahari oleh partikel-partikel debu di atmosfer yang menyelubungi Bumi. Seberkas sinar yang telah melewati polaroid hanya akan memiliki satu bidang getar saja sehingga sinar yang telah melewati polaroid adalah sinar yang terpolarisasi. maka arah polarisasinya dapat berputar. maka energi dalam gelombang bunyi dapat diteruskan. Karakteristik suatu . 1993). antara lain untuk pelindung pada kacamata dari sinar matahari (kacamata sun glasses) dan polaroid untuk kamera. yang memenuhi hukum Snellius dan cahaya ini tidak terpolarisasi. Pengelompokan ini didasarkan pada proses perubahan energi suara yang menumbuk permukaan bahan menjadi energi panas. dan resonator rongga. 6.Polarisasi karena bias kembar dapat terjadi apabila cahaya melewati suatu bahan yang mempunyai indeks bias ganda atau lebih dari satu. Polaroid banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah sebabnya pada hari yang cerah langit kelihatan berwarna biru. tergantung pada jenis batas yang dilewatinya (Lord. Cahaya matahari yang terhambur oleh partikel debu dapat terpolarisasi. panel absorber. 5. bunyi adalah penyimpangan tekanan. yaitu bahan berpori. Pemutaran Bidang Polarisasi Seberkas cahaya tak terpolarisasi melewati sebuah polarisator sehingga cahaya yang diteruskan terpolarisasi. bunyi adalah sensasi pendengaran yang disebabkan penyimpangan fisis yang digambarkan di atas (Doelle. yaitu: (1) secara fisis. Peristiwa polarisasi ini disebut polarisasi karena absorbsi selektif. Hal itu disebabkan oleh warna cahaya biru dihamburkan paling efektif dibandingkan dengan cahaya-cahaya warna yang lainnya. misalnya larutan gula pasir. 4. Cahaya yang lurus disebut cahaya biasa. Pada umumnya ketiganya terjadi pada derajat tingkat yang berbeda. Besarnya sudut perubahan arah polarisasi cahaya Bab : GELOMBANG BUNYI Gelombang Bunyi Kata bunyi mempunyai dua definisi. Bahan Penyerap Bunyi Bahan penyerap bunyi pada umumnya dibagi ke dalam tiga jenis. Cahaya terpolarisasi melewati zat optik aktif. diserap atau dipantulkan oleh batas tersebut. pergeseran partikel dalam medium elastik seperti udara dan (2) secara fisiologis. Sedangkan cahaya yang dibelokkan disebut cahaya istimewa karena tidak memenuhi hukum Snellius dan cahaya ini adalah cahaya yang terpolarisasi. 1980).

(Gunawan. Koefisien serapan (α) dinyatakan dalam bilangan antara 0 dan 1. 2003). Bilangan gelombang kompleks dan karakteristik impedansi kompleks dapat diturunkan dari teori gelombang bidang. Besarnya penyerapan bunyi pada material penyerap dinyatakan dengan koefisien serapan (α). . (Sabri. 2008). Metode Dua Rongga (Two Cavity Method) Metode Dua Rongga (Two Cavity Method) adalah salah satu metode untuk mengukur karakteristik material penyerap bunyi yang relatif mudah diterapkan dibandingkan metode yang lain karena hanya menggunakan satu konfigurasi. 2006). Set up Metode Dua Rongga Pada Gambar 1. maka koefisien refleksi dan koefisien serapan bunyi dapat ditentukan. di atas. impedansi permukaan z1 dan z1’ dari sampel dengan tebal d diukur dengan dua rongga udara yang mempunyai panjang L dan L’. Nilai koefisien serapan 0 menyatakan tidak ada energi bunyi yang diserap dan nilai koefisien serapan 1 menyatakan serapan yang sempurna. (Sriwigiyatno. Panjang rongga dapat diubah dengan menggerakkan piston sepanjang tabung impedansi.bahan penyerap bunyi dinyatakan dengan besarnya nilai koefisien serapan bunyi untuk tiap frekuensi eksitasi. al. 2005). (Tao et. Pada umumnya bahan penyerap bunyi memiliki tingkat penyerapan pada rentang frekuensi tertentu saja. Reaksi serap terjadi akibat turut bergetarnya material terhadap gelombang suara yang sampai pada permukaan material tersebut. Getaran suara yang sampai dipermukaan turut menggetarkan partikel dan pori-pori udara pada material tersebut. Selanjutnya. dengan menggunakan pendekatan transfer matrix. Gambar 1. sebagian berubah menjadi panas dan sebagian lagi di teruskan ke bidang lain dari material tersebut. Sebagian dari getaran tersebut terpantul kembali ke ruangan.

..................... CT... (5) Akustik Ruang Dalam sebuah ruangan tertutup... Fenomena suara dalam ruangan dapat digambarkan pada sketsa berikut: ..... 2003): ........ 2001).... al. DT adalah seluruh four pole parameter dari lapisan 1 hingga lapisan ke-n..Tn..... Gambar 2.... Untuk permukaan yang keras pada lokasi n+1..... tekanan bunyi dan kecepatan partikel pada kontak permukaan dari material berlapis dapat dinyatakan dengan (Tao et. jalur perambatan energi akustik adalah ruangan itu sendiri.... . seperti pada Gambar 2......... Material berlapis Untuk material berlapis.............. (1) di mana adalah total transfer matrix akustik dari lapisan 1 hingga lapisan ke-n........... T2.. Dari persamaan fungsi pindah.... koefisien refleksi untuk sudut datang Ф= 0 adalah di mana .................. al............... dapat diperoleh koefisien refleksi dan koefisien transmisi.. diperoleh dengan mengalikan transfer matriks dari masing-masing lapisan... dapat diperoleh dari Selanjutnya.. (Cai et.. pengetahuan tentang fenomena suara yang terjadi dalam ruangan akan sangat menentukan pada saat diperlukan pengendalian kondisi mendengar pada ruangan tersebut sesuai dengan fungsinya...... yaitu (2) di mana AT......... T1. Pendekatan ini dapat diaplikasikan untuk mereduksi pantulan bunyi dan/atau transmisi secara efektif............ impedansi permukaan normal .... di atas. Oleh karena itu.. (4) dan koefisien serapan bunyi adalah .. BT........Transfer Matrix Pendekatan transfer matrix diperkenalkan untuk mengevaluasi dan menganalisis karakteristik akustik dari material akustik yang berlapis-lapis. (3) adalah kerapatan (densitas) bahan dan c adalah kecepatan gelombang bunyi..................

Komponen suara pantul merupakan komponen suara yang sampai ke telinga pendengar setelah suara berinteraksi dengan permukaan ruangan disekitar pendengar (dinding. lantai dan langit-langit). Total energi suara yang sampai ke telinga pendengar dan persepsi pendengar terhadap suara yang didengarnya tentu saja akan dipengaruhi kedua komponen ini. maka komponen suara yang sampai ke pendengar hanyalah komponen langsung saja dan ruangan yang seperti ini disebut ruang anechoic (anechoic chamber). Besarnya energi suara yang sampai ke telinga dari komponen suara ini dipengaruhi oleh jarak pendengar ke sumber suara dan pengaruh penyerapan energi oleh udara. Ruangan yang kita gunakan pada umumnya berada diantara 2 ekstrim itu. Ada 2 ekstrim yang berkaitan dengan karakteristik permukaan dalam ruangan. Komponen suara langsung adalah komponen suara yang sampai ke telinga pendengar langsung dari sumber. sesuai . dan biasa disebut sebagai ruang dengung (reverberation chamber) . yaitu apabila seluruh permukaan dalam ruangan bersifat sangat menyerap dan seluruh permukaan dalam ruangan bersifat sangat memantulkan energi suara yang sampai kepadanya. maka komponen suara pantul akan jauh lebih dominant dibandingkan komponen langsungnya. Fenomena suara dalam ruangan Dari sketsa tersebut.Gambar 3. Bila permukaan dalam ruang seluruhnya sangat menyerap. Sedangkan pada ruang yang seluruh permukaannya bersifat sangat memantulkan energi. Itu sebabnya komponen suara pantul akan sangat berperan dalam pembentukan persepsi mendengar atau bias juga disebutkan karakteristik akustik permukaan dalam ruangan akan sangat mempengaruhi kondisi dan persepsi mendengar yang dialami oleh pendengar. dapat dilihat bahwa pada setiap titik pengamatan atau titik dimana orang menikmati suara (pendengar) akan dipengaruhi oleh 2 komponen suara. yaitu komponen suara langsung dan komponen suara pantul.

yaitu parameter yang bersifat temporal monoaural yang bisa dirasakan dengan menggunakan satu telinga saja (atau diukur dengan menggunakan single microphone) dan parameter yang bersifat spatial binaural yang hanya bisa dideteksi dengan 2 telinga secara simultan (atau diukur menggunakan 2 microphone secara simultan). dengan cara menentukan karakteristik akustik permukaan dalam ruangan (lantai.rpginc. Yang termasuk dalam parameter tipe temporal-monoaural diantaranya adalah: • Waktu dengung (T atau RT). perforated panel absorber. aluminium. diffsorber dsb. marmer. mineral wool. • Bahan Pemantul Suara (reflektor) yaitu permukaan yang terbuat dari material yang bersifat memantulkan sebagian besar energi suara yang datang kepadanya. Karakteristik akustik permukaan ruangan pada umumnya dibedakan atas: • Bahan Penyerap Suara (Absorber) yaitu permukaan yang terbuat dari material yang menyerap sebagian atau sebagian besar energi suara yang datang padanya. dsb. grid absorber. ruang kelas. (Joko Sarwono. Home Theater. T20. dll) dan ada yang memerlukan gabungan antara serap dan pantul yang berimbang (auditorium. beton. dsb). panel absorber. T30 (subscript menunjukkan rentang decay yang digunakan untuk mengestimasi peluruhan energinya) dan EDT (yang berbasis pada peluruhan pada 10 dB awal). Parameter terakhir lebih sering digunakan karena mengandung informasi yang signifikan dari medan suara yang diamati. yang diwujudkan dalam bentuk parameter akustik ruangan. BAD panel.dengan fungsinya. Waktu dengung yang digunakan dalam desain misalnya RT60. volume dan luas permukaan ruangan serta berbedabeda untuk setiap posisi pendengar. Pantulan yang dihasilkan bersifat spekular (mengikuti kaidah Snelius: sudut datang = sudut pantul). Dengan mengkombinasikan beberapa karakter permukaan ruangan. • (www. dinding dan langit-langit) sesuai dengan fungsi ruangannya. Harga parameter ini akan dipengaruhi oleh fungsi ruangan. foam. Ruang Studio rekaman misalnya lebih mendekati ruang anechoic. 2009) Desain akustik ruangan tertutup pada intinya adalah mengendalikan komponen suara langsung dan pantul ini. Contoh bahan ini misalnya keramik. Ada ruangan yang karena fungsinya memerlukan lebih banyak karakteristik serap (studio. resonator absorber. yaitu waktu yang diperlukan energi suara untuk meluruh (sebesar 60 dB) sejak sumber suara dimatikan. sedangkan ruangan yang berdinding keras lebih menuju ke ruang dengung. seorang desainer akustik dapat menciptakan berbagai macam kondisi mendengar sesuai dengan fungsi ruangannya.com) Dengan menggunakan kombinasi ketiga jenis material tersebut dapat diwujdukan kondisi mendengar yang diinginkan sesuai dengan fungsinya Parameter akustik yang biasanya digunakan dalam ruangan tertutup secara garis besar dapat dibagi menjadi dua. Bahan pendifuse/penyebar suara (Diffusor) yaitu permukaan yang dibuat tidak merata secara akustik yang menyebarkan energi suara yang datang kepadanya. dsb). Bisa berwujud sebagai material yang berdiri sendiri atau digabungkan menjadi sistem absorber (fabric covered absorber. gypsum board. logam. Misalkan untuk ruangan studio perlu <> . Parameter ini merupakan parameter akustik yang paling awal digunakan dan masih merupakan parameter yang paling populer dalam desain ruangan tertutup. acoustic tiles.Misalnya QRD diffuser. Misalnya glasswool.

Ruangan yang dominan disusun oleh material permukaan yang bersifat memantulkan energi suara cenderung memiliki RT yang panjang. gereja dsb akan memiliki RT diantara kedua ruangan tersebut diatas. Sedangkan RT yang berbasiskan energi impulse. sedangkan ruangan yang didominasi oleh material permukaan yang bersifat menyerap energi suara akan memiliki RT yang pendek. detik V : volume ruang. yang dihitung dengan cara mengukur waktu peluruhan energi suara dalam ruangan. Bila sumber bunyi telah berhenti. ruang kelas. yaitu waktu dengung (RT). semakin panjang RT ruangan. Ruangan-ruangan yang kita tempati dan gunakan sehari-hari. masjid. sedangkan ruangan yang keseluruhan permukaan dalamnya bersifat memantulkan suara (RT sangat panjang) disebut ruang dengung (reverberation chamber). Rumus perhitungan RT adalah: ………………………… (6) Di mana: RT : waktu dengung. didapatkan dengan cara merekam response ruangan terhadap sinyal impulse yang dibunyikan didalamnya. RT menunjukkan seberapa lama energi suara dapat bertahan di dalam ruangan. sabin meter persegi x : koefisien penyerapan udara Penyerapan suatu permukaan diperoleh dengan mengalikan luasnya S dengan koefisien penyerapan á. geometri dan komposisi material penyusun dalam ruangan inilah yang akan menentukan RT ruangan. mulai dari ruang tidur. RT yang didapatkan berdasarkan konsep energi tunak dapat digunakan untuk memberikan gambaran kasar. auditorium. Dengan cara ini. meter kubik A : penyerapan ruang total. RT jenis ini dapat dihitung dengan mudah. RT pada umumnya dipengaruhi oleh jumlah energi pantulan yang terjadi dalam ruangan. 1972). Desain bentuk. Pentingnya pengendalian dengung dalam rancangan akustik auditorium telah mengharuskan masuknya besaran standar yang relevan. Bunyi yang berkepanjangan ini sebagai akibat pemantulan yang berturut-turut dalam ruang tertutup setelah sumber bunyi dihentikan disebut dengung (Doelle.Semakin banyak energi pantulan. dan penyerapan ruang total A diperoleh dengan menjumlahkan perkalian- . Waktu peluruhan ini dapat diukur menggunakan konsep energi tunak maupun energi impulse.Parameter akustik ruangan yang paling banyak dikenal orang adalah Waktu Dengung (Reverberation Time – RT). apabila kita memiliki data Volume dan Luas permukaan serta karakteristik absorpsi setiap permukaan yang ada dalam ruangan. suatu waktu yang cukup lama akan berlalu sebelum bunyi hilang dan tak dapat didengar. dan sebaliknya. Ruangan yang keseluruhan permukaan dalamnya bersifat menyerap energi suara (RT sangat pendek) disebut ruang anti dengung (anechoic chamber). karena pada umumnya permukaan dalamnya disusun dari gabungan material yang menyerap dan memantulkan energi suara. waktu dengung ruangan tersebut secara global. RT seringkali dijadikan acuan awal dalam mendesain akustika ruangan sesuai dengan fungsi ruangan tersebut. Ini adalah waktu agar Tingkat Tekanan Bunyi dalam ruang berkurang 60 dB setelah bunyi dihentikan. RT di setiap titik dalam ruangan dapat diketahui dengan lebih detail bersamaan dengan parameter-parameter akustik yang lainnya. Jumlah energi pantulan dalam ruangan berkaitan dengan karakteristik permukaan yang menyusun ruangan tersebut. sekaligus kinerja akustik ruangan tersebut.

• Intelligibility. (7) Nilai koefisien penyerapan udara x yang diperhatikan hanya pada dan di atas 1000 Hz . intelligibility (kejelasan suara ucap)... akan memberikan persepsi yang berkaitan dengan timbre (warna suara). Harga yang disarankan secara umum adalah <> Bab : INTERFERENSI Interferensi Cahaya Interferensi cahaya merupakan interaksi dua atau lebih gelombang cahaya yang menghasilkan suatu intensitas radiasi yang menyimpang dari jumlah masing-masing komponen radiasi gelombangnya. Dinyatakan dalam Initial Time Delay Gap (ITDG). . envelopment (keterselubungan) dan warmth (kehangatan). • Intimacy.. tirai. dan lain-lain). medan akustik atau kondisi mendengar dengan clarity yang tinggi. clarity (kejernihan suara) dan distance (kesan jarak sumber ke pendengar). b) Suara dengan frekuensi dibawah 500 Hz akan memberikan persepsi yang berkaitan dengan resonance. 1972) • Clarity.. Biasa dinyatakan sebagai D50 dan lebih banyak digunakan untuk menyatakan kejelasan suara pengucapan (speech). Persepsi manusia terhadap suara yang didengarnya sangat bergantung pada frekuensi sinyal suara yang sampai ke telinganya. (Doelle. Secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 daerah frekuensi sebagai berikut: a) Suara dengan frekuensi diatas 1 kHz. yang ditunjukkan dengan perbedaan waktu datang suara langsung dengan pantulan awal pada setiap titik pendengar. Diwujudkan dalam parameter C80 untuk musik dan C50 untuk speech.. Harga yang disarankan adalah > 55%. Intensitas medan di suatu titik merupakan jumlah medan-medan yang bersuperposisi. Interferensi menghasilkan suatu pola interferensi terang-gelap-terang-gelap. Oleh karena itu. (standard yang digunakan berharga -2 sd 8 dB).. yaitu perbandingan energi awal 50 ms terhadap energi totalnya. (parameter terkait adalah STI atau RASTI atau %Alcons). Jadi A = S1á1 + S2á2 +.. sekaligus memberikan kesan envelopment yang tinggi dapat diciptakan pada saat bersamaan dengan mengatur level dengung (reverberant) sebagai fungsi frekuensi. yaitu perbandingan logaritmik energi suara pada awal 50 atau 80 ms terhadap energi suara sesudahnya.+Snán………………. Interferensi cahaya merupakan perpaduan atau lebih sumber cahaya sehingga menghasilkan keadaan yang lebih terang (interferensi maksimum) dan keadaan yang gelap (interferensi minimum).syarat terjadinya interferensi cahaya adalah cahaya yang koheren.perkalian ini dengan mengikutsertakan penyerapan yang dilakukan oleh jemaah dan bendabenda lain dalam ruang (karpet.. Parameter ini berkaitan dengan tingkat kejernihan sinyal suara yang dipersepsi oleh pendengar dalam ruangan. Secara prinsip interferensi merupakan proses superposisi gelombang / cahaya.

Gambar 2 interferensi konstruktif dan destruktif • Interferensi dari Amplitudo Interferensi ini terjadi karena gelombang cahaya atau sinar terefleksi dan terefraksi pada batas antara 2 media yang berbeda indeks biasnya. 2?. …) terjadi interferensi konstruktif (saling menguatkan). Sinar datang terefleksi dan terrefraksi komponennya dari pemisahan gelombang dan melalui perbedaan lintasan optik. Pada gambar 2. Sebagian pembiasan cahaya dipantulkan dari bagian permukaan bawah dan muncul paralel ke pemantulan pertama dengan beda fase ditemukan dari perbedaan panjang lintasan optis yang dilalui pada material. sedangakan interferensi minimum pada layar didapatkan garis gelap apabila beda jalan antara kedua berkas cahaya merupakan bilangan ganjil dari setengah panjang gelombang.ketika kedua gelombang yang berpadu berlawanan fase (beda fase = ?.4 sebuah sinar monokromatik dengan panjang gelombang ? di udara datang dengan sudut i pada bidang paralel lempengan suatu material dengan tebal t dan indeks bias n > 1. … atau beda lintasan = 1/2?. Gelombanggelombang tersebut berinterferensi ketika berkombinasi (superposisi). 2002) Ketika kedua gelombang yang berpadu sefase (beda fase= 0. 2?. 3?.Gambar 1 gelombang dari dua sumber bersuperposisi (Hecht. Interferensi yang menguatkan akan menghasilkan pola terang dan interferensi saling melemahkan akan menghasilkan pola gelap. ?. 5/2?.gelombang resultan memiliki amplitude maksimum.… atau beda lintasan = 0. sinar tersebut mengalami pantulan parsial dan pembiasan pada bagian atas permukaan. 4?. Pada interferensi maksimum pada layar didapatkan garis terang apabila beda jalan cahaya antara celah merupakan bilangan genap dari setengah panjang gelombang.) terjadi inetrferensi destruktif (saling melemahkan). Sinar paralel ini bertemu dan berinterferensi pada keadaan tak terbatas . 3/2?. 3?. Pertama kita mempertimbangkan efek interferensi yang dihasilkan dari pembagian amplitudo. 5?.….gelombang resultan memiliki amplitude napatkan garis nol.

gambar 2. Frinji orde ke-m adalah lingkaran terpusat dari sumber S dan terjadi untuk ?? konstan pada 2nt cos ? =?(m + 1/2) ?. Ketika ketebalan t tidak konstan dan muka lempengan.6 a dan b. Perbedaan panjang lintasan optik gelombang-gelombang ini ditunjukkan sebagai berikut Karena sin i = n sin ? Gambar 3 Frinji interferensi dihasilkan pada kondisi tak terbatas dari pembagian amplitudo ketika tebal material konstan.Resultan interferensi frinji terbentuk dekat dengan baji dan hampir . sinar interferensi tidak paralel namun bertemu pada titik (nyata atau maya) dekat dengan baji.tetapi mereka mungkin dibawa menuju fokus dengan lensa.

Seperti nilai m berubah menjadi m+1. hijau. Kondisi ini untuk pola frinji terang lalu perumusannya menjadi: 2nt = (m + 1/2) ? [1] Dan setiap frinji meletakkan nilai khusus dari ketebalan t dan ini memberikan pola frinji. jingga. Bab : DISPERSI CAHAYA Dispersi Cahaya Mengapa terjadi peristiwa pelangi seperti di bawah ini ! Pelangi disebabkab adanya peristiwa pembiasan dan peristiwa dispersi pada titik-titik uap air.paralel dengan lapisan tipis bagian akhir dari baji. biru. Apa itu Dispersi ???? Dispersi adalah peristiwa penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik (merah. dan ungu) Kapan DISPERSI itu terjadi ?? . ketebalan berubah dengan kelipatan ?/2n dan frinji memungkinkan pengukuran panjang gelombang dari cahaya. kuning. Ketika observasi dibuat pada normal dari baji cos q ~ 1 dan berubah perlahan pada daerah ini sehingga 2nt cos q »2nt.

Pelangi hanya dapat kita lihat apbila kita membelakangi matahari dan hujan terjadi di depan kita. dan akhirnya dibiaskan oleh permukaan depan. Cahaya putih tersebut itu akan diuraikan menjadi warna-warna pembentuknya yang disebut spektrum cahaya. Bagan terjadinya proses pelangi dapat dilihat pada Gambar 2.. kemudian mengenai permukaan depan. maka sinar itu dibiaskan oleh bagian depan permukaan air. Pada saat sinar memasuki titik air. . Sedangkan cahaya ungu yang mempunyai kecepatan paling kecil mengalami deviasi paling besar sehingga indeks bias cahaya ungu lebih besar dari pada cahaya merah Apakah sudut dispersi itu ?? Sudut dispersi adalah sudut yang dibentuk oleh sinar merah dan sinar ungu setelah keluar dari prisma. Karena dibiaskan. Jika seberkas cahaya matahari mengenai titik-titik air yang besar. seperti gambar diatas.Peristiwa inilah yang kita lihat di langit dan disebut pelangi. maka sinar ini pun diuraikan menjadi pektrum matahari. Mengapa DISPERSI cahaya bisa terjadi ??? Karena cahaya merah mempunyai kecepatan paling besar maka cahaya mengalami deviasi paling kecil.2.Dispersi cahaya terjadi jika seberkas cahaya polikromatik (cahaya putih) jatuh pada sisi prisma. Besar sudut dispersi adalah φ = δungu – δmerah Bila sudut pembias prisma kecil φ = ( nungu – nmerah ) β Apabila sudut-sudut pembias kecil maka rumus tersebut dapat ditulis dalam bentuk (n1k – 1) β1 = (n2k – 1) β2 Sudut δtotal = deviasi total = (n1m (n1u – dapat ditentukan – 1) β1 1) β1 dari hubungan (n2m – (n2u – berikut 1) 1) : β2 β2 Penerapan Dispersi: Contoh peristiwa dispersi pada kehidupan sehari-hari adalah pelangi. sebagian sinar akan dipantulkan oleh bagian belakang permukaan air.

Gambar Proses terjadi pelangi Bab : GELOMBANG BERJALAN Gelombang Berjalan Amplitudo pada tali yang digetarkan terus menerus akan selalu tetap. oleh karenanya gelombang yang memiliki amplitudo yang tetap setiap saat disebut gelombang berjalan. Titik P berjarak x dart titik 0 (sumber getar). yp = A sin⁡ 2π/T (tx/v) . sebagai berikut: y=A sin⁡ 2π/T t Persamaan simpangan di titik P dapat diperoleh dengan mengganti nilai t dengan tp sehingga kita dapatkan hubungan berikut. Ketika titik 0 bergetar maka getaran tersebut merambat hingga ke titik P. Misalkan seutas tali kita getarkan ke atas dan ke bawah berulang-ulang seperti pada Gambar disamping ini.Waktu yang diperlukan oleh gelombang untuk merambat dari titik o ke titik P adalah x / v dengan demikian bila titik 0 telah bergetar selama t detik maka titik p telah bergetar selama tP dengan tp= tx/v Berdasarkan uraian diatas maka akan didapatkan persamaan simpangan gelombang.

Tentukanlah kecepatan dan percepatan maksimumnya! Pembahasan: .8πt .t) dengan y dalam cm dan t dalam detik.x/v) ⁡ • yp ' Apabila gelombang merambat ke kiri dan titik asal 0 bergetar ke bawah maka persamaan simpangan titik P yang digunakan adalah: = A sin⁡ 2π/T (tx/v) Fase di definisikan sebagai perbandingan antara waktu sesaat untuk meninggalkan titik keseimbang (titik 0) dan periode. oleh karenanya perlu diperhatikan langkah sebagai berikut: • Apabila gelombang merambat ke kanan dan titik asal 0 bergetar ke atas maka persamaan simpangan titik P yang digunakan adalah: yp = A sin2π/T (t. Dengan demikian fase gelombang dititik P dapat ditulis sebagai berikut: φ= tp/T = (tx/v)/T φp = t/T x/λ = t/Tx/vT Sehingga dihasilkan : Sedangkan untuk mengukur besarnya sudut fase di titik P dapat dituliskan sebagai berikut: θp = 2π φ_p =2π (t/Tx/λ) Beda fase antara dua titik yang berjarak X2 dan X1 dari sumber getar dapat dituliskan sebagai berikut: Δφ = ( x2 x1)/λ Δφ = ∆x/λ Nilai kecepatan dan percepatan gelombang di suatu titik dapat diketahui dengan menurunkan persamaan keduanya.A T t x v yp= = = = = = lamanya jarak titik titik cepat simpangan amplitudo gelombang periode gelombang 0 (sumber getar) bergetar P dari sumber getar rambat gelombang di titik P (m) (s) (s) (m) (m/s) (m) dalam hal ini gelombang memiliki dua kemungkinan dalam arah rambatannya.5.0. sebagai berikut: vp = 2π/T A cos⁡ 2π/T (tx/v) ap= (4π2)/T2 A cos⁡ 2π/T (tx/v) Keterangan: vp = ap = kecepatan percepatan partikel partikel di di titik titik p p (m/s) (m/s2) 'Contoh soal: Suatu gelombang berjalan memiliki persamaan y = 10 sin (0.

Ketika gelombang dating tiba diujung yang terikat maka gelombang ini akan dipantulkan sehingga terjadi interferensi gelombang. 0 y2= A sin 2π/T (t(l+x)/v+ 180 ) untuk gelombang pantul Keterangan: a. Saat tali di gerakkan maka gelombang akan merambat dari ujung yang bebas menuju ujung yang terikat.x)/v .8 πt-0.8 π) cos⁡ nilai v maksimum bila cos⁡ (0.8 πt-0.5 πx)=1 πt-0. Seutas tali yang panjangnya l kita ikat ujungnya pada satu tiang sementara ujung lainnya kita biarkan. Gambar pemantulan gelombang pada ujung tali yang dapat bergerak bebas.8 ⁡ v v=(10)(0. Gelombang stasioner dibagi menjadi dua. gelombang ini disebut sebagai gelombang dating.5 = (0. b. yaitu gelombang stasioner akibat pemantulan pada ujung terikat dan gelombang stasioner pada ujung bebas. kita dapat mengambil persamaan dari gelombang dating dan gelombang pantul sebagai berikut: y1= A sin 2π/T (t(l-x)/v) untuk gelombang datang.5 πx) dy/dt πx) Gelombang Stasioner Adalah gelombang yang memiliki amplitudo yang berubah – ubah antara nol sampai nilai maksimum tertentu. setela itu kita goyang ujung yang bebas itu keatas dan kebawah berulang – ulang. Gambar pemantulan gelombang pada ujung tali yang terikat. sehingga untuk hasil interferensi gelombang datang dan gelombang pantul di titik P yang berjarak x dari ujung terikat adalah sebagai berikut: y = =A sin⁡ 2π (t/T(l-x)/λ)+ Dengan menggunakan aturan sinus sin⁡ A + sin⁡ B = 2 Menjadi: y1+ y2 A sin2π(t/T⁡ (1+x)/λ+ 1800 ) maka penyederhanaan rumus menjadi: sin⁡ 1/2 (A+B) cos1/2 ⁡ (A-B) .y=10sin(0. sementara itu waktu yang diperlukan gelombang untuk merambat dari titik 0 menuju titik P setelah gelombang mengalami pemantulan adalah(l+x)/v . Untuk menghitung waktu yang diperlukan gelombang untuk merambat dari titik 0 ke titik P adalah (l.

…. Tempat S=0.7/4 λ. gelombang-gelombang tersebut akan dating di suatu titik pada saat yang sama sehingga terjadilah superposisi gelombang .3/2 (1/2 perut λ.λ.3. Gelombang Stasioner Pada Ujung Bebas .….5/4 λ.dengan (S) dari pemantulan seterusnya n=0.3. Perut gelombang terjadi saat amplitudonya maksimum sedangkan simpul gelombang terjadi saat amplitudonya minimum.1/2 =n Tempat P= 1/4 =(2n-1)[1/4 simpul λ.3/4 ujung λ. Persamaan superposisi dua gelombang tersebut dapat diturunkan sebagai berikut: y1 = A sin⁡ ωt .dengan (P) dari ujung λ. Superposisi gelombang Jika ada dua gelombang yang merambat pada medium yang sama.2. y2 = A sin⁡ (ωt+ ∆θ) Kedua gelombang tersebut memiliki perbedaan sudut fase sebesar Δθ Persamaan simpangan gelombang hasil superposisi kedua gelombang tersebut adalah: y = 2 A sin⁡ (ωt+ ∆θ/2) cos(∆θ/2) ⁡ Dengan Dengan 2A 2A cos cos (∆θ/2) (∆θ/2) disebut disebut sebagai sebagai amplitude amplitude gelombang gelombang hasil hasil superposisi.y= 2 A sin⁡ (2π x/λ ) cos 2π ⁡ (t/T l/λ) y= 2 A sin⁡ kx cos⁡ (2π/T t 2πl/λ) Rumus interferensi y= 2 A sin⁡ kx cos⁡ (ωt2πl/λ) Keterangan : A = amplitude gelombang datang atau pantul (m) k = 2π/λ ω = 2π/T (rad/s) l = panjang tali (m) x = letak titik terjadinya interferensi dari ujung terikat (m) λ = panjang gelombang (m) t = waktu sesaat (s) Ap = besar amplitude gelombang stasioner (AP) Ap = 2 A sin kx Jika kita perhatikan gambar pemantulan gelombang diatas .dan λ). simpangan gelombang – gelombang tersebut disetiap titik dapat dijumlahkan sehingga menghasilkan sebuah gelombang baru. gelombang yang terbentuk adalah gelombang transversal yang memiliki bagian – bagian diantaranya perut dan simpul gelombang.dan λ].2λ. superposisi. pemantulan seterusnya n=1.2. Artinya. Dengan demikian kita akan dapat mencari letak titik yang merupakan tempat terjadinya perut atau simpul gelombang.1.

dengan n = 0. ditulis sebagai berikut: Ap minimum saat cos⁡〖(2π x)/ ( λ)〗=0 sehingga .3. adalah: y=2 A cos⁡ 2π (x/λ) sin2π(t/T⁡ l/λ) Dengan: As=2A cos2π(x/λ) disebut sebagai amplitude superposisi gelombang pada pemantulan ujung tali ⁡ bebas. Ap = 2 A cos kx adalah amplitudo gelombang stasioner.2.1. Persamaan gelombang di titik P dapat dituliskan seperti berikut: y1=A sin⁡ 〖 2π/T 〗 (t(l-x)/v) untuk gelombang datang y2=A sin⁡ 〖 2π/T 〗 (t(l+x)/v) untuk gelombang pantul y = y = 2π/T 2 y1 (tA (l-x)/v) cos⁡ + A kx sin⁡ + 2π/T (tsin2π(t/T⁡ y2 (l+x)/v) 1/λ) A = sin⁡ Rumus interferensi antara gelombang datang dan gelombang pantul pada ujung bebas.……. yang secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: Ap maksimum saat cos⁡〖(2π x)/( λ)〗= ±1 sehingga x= (2n) 1/4 λ. 2) Simpul gelombang terjadi saat amplitudo gelombang minimum.Pada gelombang stasioner pada ujung bebas gelombang pantul tidak mengalami pembalikan fase. . 1) Perut gelombang terjadi saat amplitudonya maksimum.

3.…….. karenanya dapat Ap=2 Ap maksimum ditentukan A terjadi saat dengan sin⁡ sin⁡ rumus 2π/λ sebagai 2π/λ x= ±1 berikut: x sehingga .x= (2n +1) 1/4 λ. Gelombang stasioner pada ujung terikat Persamaan gelombang datang dan gelombang pantul dapat ditulis sebagai berikut: y1= A sin2π ⁡ (t/T(l-x)/λ) untuk gelombang datang y2= A sin2π ⁡ (t/T(l+x)/λ) untuk gelombang pantul ' Superposisi gelombang datang dan gelombang pantul di titik q akan menjadi:'''' y = y1 + y2 y=A sin⁡ 2π (t/T(l-x)/λ) A sin2π(t/(T ⁡ ) – (l+x)/λ) Dengan sinα ⁡ menggunakan sinβ ⁡ = aturan sin⁡ pengurangan (α-β) cos1/2 ⁡ sinus. 1) Perut gelombang terjadi saat amplitudonya maksimum.2.dengan n = 0.1. (α+β) - 2 1/2 Persamaan y = Amplitudo As 2 gelombang A sin⁡ superposisi = superposisinya 2π(x/λ) cos2π ⁡ gelombangnya 2A menjadi (t/Tl/λ) adalah: sin2π(x/λ) ⁡ Dengan As adalah amplitudo gelombang superposisi pada pemantulan ujung terikat.

Satuan frekuensi adalah 1/sekon atau s-1.1. Besaran fisika pada Gerak Harmonik Sederhana pada ayunan sederhana Periode (T) Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan sederhana memiliki periode alias waktu yang dibutuhkan benda untuk melakukan satu getaran secara lengkap. Yang dimaksudkan dengan getaran di sini adalah getaran lengkap. Satuan periode adalah sekon atau detik. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik. maka beban akan bergerak ke B. 1/sekon atau s-1 disebut juga hertz. Jadi periode ayunan (T) adalah waktu yang diperlukan benda untuk melakukan satu getaran (disebut satu getaran jika benda bergerak dari titik di mana benda tersebut mulai bergerak dan kembali lagi ke titik tersebut ). benda mulai bergerak dari titik A lalu ke titik B. Urutannya adalah A-B-C-B-A.2. dengan kata lain beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana. terdapat juga frekuensi alias banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda selama satu detik. Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan.x= (2n+1) 1/4 λ. C. Pada contoh di atas. Gerak Harmonis Sederhana pada Ayunan Ketika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya maka benda akan diam di titik kesetimbangan B. titik C dan kembali lagi ke B dan A. yang dapat ditulis Ap=2 A Ap minimum terjadi saat sin ⁡2π/λ x = 0 sebagai sin(2π/λ) ⁡ berikut: x Bab : GERAK HARMONIS SEDERHANA GERAK HARMONIS SEDERHANA Gerak harmonis sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah getaran benda pada pegas dan getaran benda pada ayunan sederhana.3……. menghargai seorang . 2) Simpul gelombang terjadi saat amplitudonya minimum. Benda melakukan getaran secara lengkap apabila benda mulai bergerak dari titik di mana benda tersebut dilepaskan dan kembali lagi ke titik tersebut. Kita akan mempelajarinya satu persatu. lalu kembali lagi ke A.dengan n=0. Seandainya benda dilepaskan dari titik C maka urutan gerakannya adalah C-B-A-B-C. Frekuensi (f) Selain periode.

Sekarang mari kita tinjau hubungan antara gaya dan simpangan yang dialami pegas. Terlebih dahulu kita tetapkan arah positif ke kanan dan arah negatif ke kiri. Setiap pegas memiliki panjang alami.fisikawan. jika pada pegas tersebut tidak diberikan gaya. . Untuk semakin memudahkan pemahaman dirimu. Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan. Kita tinjau pegas yang dipasang horisontal. Silahkan baca biografinya untuk mengenal almahrum eyang Hertz lebih dekat. Massa benda kita abaikan. Pada kedaan ini. sehingga benda meluncur pada permukaan horisontal tanpa hambatan. ke D lalu kembali ke B dan C. selain periode dan frekuensi. sebagaimana tampak pada gambar B. Dengan demikian selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah : Selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah periode. amplitudo getaran adalah jarak AB atau BC. di mana pada ujung pegas tersebut dikaitkan sebuah benda bermassa m. terdapat juga amplitudo.sebaiknya dilakukan juga percobaan. Pegas akan mencapai titik kesetimbangan jika tidak diberikan gaya luar (ditarik atau digoyang). secara matematis hubungan antara periode dan frekuensi adalah sebagai berikut : Amplitudo (f) Pada ayunan sederhana. Pada contoh ayunan sederhana sesuai dengan gambar di atas. Gerak Harmonis Sederhana pada Pegas Semua pegas memiliki panjang alami sebagaimana tampak pada gambar a. Jika beban ditarik ke bawah sejauh y1 dan dilepaskan (gambar c). demikian juga dengan gaya gesekan. Ketika sebuah benda dihubungkan ke ujung sebuah pegas. Hertz adalah nama seorang fisikawan tempo doeloe. benda yang dikaitkan pada ujung pegas berada dalam posisi setimbang (lihat gambar a). Gerakannya terjadi secara berulang dan periodik. Dengan demikian. maka pegas akan meregang (bertambah panjang) sejauh y. Hubungan antara Periode dan Frekuensi Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi selama satu detik/sekon. benda akan akan bergerak ke B.

Sebaliknya. k adalah konstanta dan x adalah simpangan.Apabila benda ditarik ke kanan sejauh +x (pegas diregangkan). Ketika kita menarik pegas ke kanan maka x bernilai positif. Secara matematis ditulis : F = -kx Persamaan ini sering dikenal sebagai hukum hooke dan dicetuskan oleh paman Robert Hooke. jika benda ditarik ke kiri sejauh -x. pegas akan memberikan gaya pemulih pada benda tersebut yang arahnya ke kiri sehingga benda kembali ke posisi setimbangnya (gambar b). pegas juga memberikan gaya pemulih untuk mengembalikan benda tersebut ke kanan sehingga benda kembali ke posisi setimbang (gambar c). tetapi arah F ke kiri (berlawanan arah . Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya pemulih alias F mempunyai arah berlawanan dengan simpangan x. Besar gaya pemulih F ternyata berbanding lurus dengan simpangan x dari pegas yang direntangkan atau ditekan dari posisi setimbang (posisi setimbang ketika x = 0). Hukum Hooke akurat jika pegas tidak ditekan sampai kumparan pegas bersentuhan atau diregangkan sampai batas elastisitas.

x berarah ke kiri (negatif). Sebaliknya semakin lembut sebuah pegas (semakin kecil konstanta pegas). Setelah pegas diregangkan. Pada titik ini. Pegas dapat bergerak jika terlebih dahulu diberikan gaya luar. Ketika bergerak pada posisi setimbang. tetapi gaya pegas bernilai maksimum. yang besarnya sama dengan F = +kx. Untuk meregangkan pegas sejauh x. k adalah konstanta pegas. Jadi gaya F selalu bekeja berlawanan arah dengan arah simpangan x. Konstanta pegas berkaitan dengan kaku atau lembut sebuah pegas. sedangkan gaya F bekerja ke kanan. Gaya pemulih pegas kembali memperlambat gerakan benda sehingga laju benda perlahan-lahan menurun dan benda berhenti sejenak ketika berada pada x = -A.dengan simpangan x). gaya pegas = 0. Karena laju benda maksimum maka benda terus bergerak ke kiri. Semakin besar konstanta pegas (semakin kaku sebuah pegas). laju benda = 0. . semakin kecil gaya yang diperlukan untuk meregangkan pegas. kita akan memberikan gaya luar pada pegas. Amati bahwa besarnya gaya bergantung juga pada besar x (simpangan). di mana arahnya menuju ke kanan (menuju posisi setimbang). semakin besar gaya yang diperlukan untuk menekan atau meregangkan pegas. Sekarang mari kita tinjau lebih jauh apa yang terjadi jika pegas diregangkan sampai jarak x = A. kemudian dilepaskan (lihat gambar di bawah). Sebaliknya jika pegas ditekan. pegas menarik benda kembali ke posisi setimbang (x=0). benda bergerak dengan laju yang tinggi karena telah diberi percepatan oleh gaya pemulih pegas. tetapi laju benda maksimum. Ketika melewati posisi setimbang.

Misalnya jika benda diregangkan ke kanan.Benda tersebut bergerak kembali ke kanan menuju titik setimbang karena ditarik oleh gaya pemulih pegas tadi. maka benda bergerak mulai dari titik x = 0. Jarak x dari posisi setimbang disebut simpangan. Satu getaran Gerak Harmonik Sederhana pada pegas adalah gerak bolak balik lengkap dari titik awal dan kembali ke titik yang sama. kembali lagi ke titik x = 0. frekuensi dan amplitudo. Gerakan benda ke kanan dan ke kiri berulang secara periodik dan simetris antara x = A dan x = -A. lalu bergerak menuju titik x = -A dan kembali ke titik x = 0 (bingung-kah ? ). Mari kita tinjau lebih jauh getaran pada pegas yang digantungkan secara vertikal… . pegas yang digantungkan secara vertikal lebih panjang karena pengaruh gravitasi yang bekerja pada benda. Bedanya. Dipahami perlahan-lahan ya… Bagaimana osilasi pada pegas yang digantungkan secara vertikal ? Pada dasarnya osilasi alias getaran dari pegas yang digantungkan secara vertikal sama dengan getaran pegas yang diletakan horisontal. Besaran fisika pada Gerak Harmonik Sederhana pada pegas pada dasarnya sama dengan ayunan sederhana. Simpangan maksimum alias jarak terbesar dari titik setimbang disebut amplitudo (A). yakni terdapat periode. menuju titik x = A.

Total kedua gaya ini sama dengan nol.Pada pegas yang kita letakan horisontal (mendatar). Pegas akan meregang atau mengerut jika diberikan gaya luar (ditarik atau ditekan). Dirimu dapat menggantikan x dengan y. walaupun tidak ditarik ke bawah. Gurumuda tetap menggunakan lambang x agar anda bisa membandingkan dengan pegas yang diletakan horisontal. pegas dengan sendirinya meregang sejauh x0. sehingga benda tidak lagi berada pada keadaan setimbang (perhatikan gambar c di bawah). maka pada keadaan ini bekerja gaya pegas yang nilainya lebih besar dari pada gaya berat. Nah. Hal ini berarti benda diam alias tidak bergerak. Gaya yang bekerja pada benda yang digantung adalah gaya pegas (F0 = -kx0) yang arahnya ke atas dan gaya berat (w = mg) yang arahnya ke bawah. pada pegas yang digantungkan vertikal. Jika kita meregangkan pegas (menarik pegas ke bawah) sejauh x. posisi benda disesuaikan dengan panjang pegas alami. benda berada dalam keadaan setimbang jika gaya total = 0. Total kedua gaya ini tidak sama dengan nol karena terdapat pertambahan jarak sejauh x. Karena terdapat gaya pegas (gaya . gravitasi bekerja pada benda bermassa yang dikaitkan pada ujung pegas. Akibatnya. Berdasarkan hukum II Newton. Pada keadaan ini benda yang digantungkan pada pegas berada pada posisi setimbang. Resultan gaya yang bekerja pada titik kesetimbangan = 0. sehingga gaya pegas bernilai lebih besar dari gaya berat.

Laju gerak benda perlahan-lahan menurun. . Setelah mencapai jarak -x. pada suatu saat tertentu pegas tersebut berhenti bergerak karena adanya gaya gesekan udara. (sambil lihat gambar di bawah ya). maka benda tersebut dikatakan melakukan gerak harmonik sederhana (GHS) atau Osilasi Harmonik Sederhana (OHS). tetapi laju gerak benda bernilai maksimum (v maks). Demikian seterusnya. gaya pemulih pegas menggerakan benda kembali lagi ke posisi setimbang (lihat gambar di bawah). Dalam kenyataannya. sehingga benda bergerak terus ke atas sejauh -x.pemulih) yang berarah ke atas maka benda akan bergerak ke atas menuju titik setimbang. Pada titik setimbang. Semua benda yang bergetar di mana gaya pemulih F berbanding lurus dengan negatif simpangan (F = -kx). besar gaya total = 0. sedangkan besar gaya pemulih meningkat dan mencapai nilai maksimum pada jarak -x. Benda akan bergerak ke bawah dan ke atas secara periodik.