ANALISIS REGRESI A.

Pengertian Regresi Regresi diperkenalkan oleh Francis Galton dalam makalah (Family in Stature, Processing of Royal Society, London, vol.40, 1886), yang mengemukakan bahwa meskipun ada kecenderungan bagi orang tua yang tinggi mempunyai anak-anak yang tinggi dan bagi orang tua yang pendek untuk mempunyai anak-anak yang pendek, distribusi tinggi suatu populasi tidak berubah secara mencolok (besar) dari generasi ke generasi. Sir Francis Galton (1822 – 1911), memperkenalkan model peramalan, penaksiran, atau pendugaan, yang selanjutnya dinamakan regresi, sehubungan dengan penelitiannya terhadap tinggi badan manusia. Penelitian tersebut membandingkan antara tinggi anak laki-laki dan tinggi badan ayahnya. Galton menunjukkan bahwa tinggi badan anak laki-laki dari ayah yang tinggi setelah beberapa generasi cenderung mundur (regressed) mendekati nilai tengah populasi. Dengan kata lain, anak laki-laki dari ayah yang badannya sangat tinggi cederung lebih pendek dari pada ayahnya, sedangkan anak laki-laki dari ayah yang badannya sangat pendek cenderung lebih tinggi dari ayahnya. (Ronal E. Walpole). Analisis regresi digunakan untuk menentukan bentuk (dari) hubungan antar variabel. Tujuan utama dalam penggunaan analisis ini adalah untuk meramalkan atau menduga nilai dari satu variabel dalam hubungannya dengan variabel yang lain yang diketahui melalui persamaan garis regresinya. (Iqbal Hasan). Analisis regresi berkenaan dengan studi ketergantungan satu variabel yaitu variabel tidak bebas atau variabel tergantung (dependent variable) pada satu atau lebih variabel lain yaitu variabel yang menjelaskan (explanatory variables) dengan maksud menaksir atau meramalkan nilai rata-rata hitung (mean) atau rata-rata (populasi) variabel tak bebas, dipandang dari segi yang diketahui atau tetap (constant). Adakalanya, setelah kita memperoleh data berdasarkan sampel, kita ingin menduga nilai dari suatu variabel Y yang bersesuaian dengan nilai tertentu dari variabel X. Hal ini diperoleh dengan menaksir nilai Y dari kurva kuadrat minimum yang sesuai dengan data yang kita himpun dari sampel. Kurva yang diperoleh dan kita bentuk dari data sampel itu disebut kurva regresi Y terhadap X, karena Y diduga dari X. (Murray R. Spiegel).

.. Dalam hal ini.. yakni hubungan yang hanya melibatkan dua variabel (X dan Y) dan berpangkat satu. adalah bentuk regresi dengan model yang bertujuan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel. sedangkan keeratan hubungan dapat diketahui dengan analisis korelasi. atau untuk mengetahui bagaimana variasi dari beberapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam suatu fenomena yang komplek. model regresi sederhana adalah y = a + bx. (Iqbal Hasan). dimana variasi dari X akan diiringi pula oleh variasi dari Y. dimana Y adalah variabel dependen (tak bebas). Menurut kelaziman. X adalah variabel bebas. b adalah penduga bagi koefisien regresi (β). Hubungan antar variabel yang akan dipelajari disini hanyalah hubungan linier sederhana. yakni bentuk hubungan dan keeratan hubungan. Jika dibuat secara matematis hubungan itu dapat dijabarkan sebagai berikut: Y = f(X1. (Sambas dan Maman). X2. maka terdapat hubungan fungsional antara X dan Y. adalah variabelvariabel independen dan Y adalah variabel dependen. juga berdasarkan pertimbangan biaya yang relatif besar jika melakukan pengamatan terhadap populasi. Analisis regresi dipergunakan untuk menelaah hubungan antara dua variabel atau lebih. Dan karena antara Y dan X memiliki hubungan.. X adalah variabel independen (bebas) dan e adalah variabel residu (disturbace term). sebagian besar mahasiswa biasanya tidak melakukan pengamatan populasi secara langsung. X dinamakan variabel bebas karena variabel ini nilai-nilainya tidak bergantung pada variabel lain... a adalah penduga bagi intercept (α). Jika X1. Jika ditulis dalam bentuk persamaan.. maka nilai X dapat digunakan untuk menduga atau meramal nilai Y. Bentuk hubungan bisa diketahui melalui analisis regresi.. dalam ilmu statistika ada dua macam hubungan antara dua variabel yang relatif sering digunakan. y adalah variabel takbebas (terikat).. Xn. Berkaitan dengan analisis regresi ini. terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui dengan baik. e).Dalam melakukan analisis regresi. lazimnya digunakan persamaan regresi linier sederhana sampel sebagai penduga persamaan regresi linier sederhana populasi dengan bentuk persamaan seperti berikut : y = a + bX. dimana. Xn. tenaga. yakni variabel independen (bebas) dan variabel dependen (terikat).. Hal itu dilakukan selain pertimbangan waktu. setidaknya ada empat kegiatan yang lazim dilaksanakan yakni : (1) mengadakan estimasi terhadap parameter berdasarkan . Regresi sederhana. Atau dengan kata lain α dan β adalah parameter yang nilainya tidak diketahui sehingga diduga melalui statistik sampel. Dan Y disebut variabel terikat juga karena variabel yang nilai-nilainya bergantung pada variabel lain. . X2.

berat badan orang dewasa sampai pada tahap tertentu bergantung pada tinggi badan. Hubungan antara dua variabel pada persamaan linier jika digambarkan secara (scatter diagram). nilai penjualan akan bergantung pada biaya promosi. dan tekanan gas bergantung pada suhu dan volumenya. (Iqbal Hasan). yakni: Y = a + bX. Nazir). Atau dalam ilmu pemasaran.data empiris. keliling lingkaran bergantung pada diameternya. dan (4) melihat apakah tanda magnitud dari estimasi parameter cocok dengan teori. (Moh. Dan dalam ilmu ekonomi. Untuk dua variabel. . hubungan liniernya dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan linier. semua nilai Y dan X akan berada pada suatu garis lurus. (2) menguji berapa besar variasi variabel dependen dapat diterangkan oleh variasi independen. Misalnya. Hubungan antar variabel dapat berupa hubungan linier ataupun hubungan tidak linier. (3) menguji apakah estimasi parameter tersebut signifikan atau tidak. Hubungan-hubungan itu bila dinyatakan dalam bentuk matematis akan memberikan persamaan-persamaan tertentu. garis itu dinamakan garis regresi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful