P. 1
Hukum Pernikahan Dalam Islam

Hukum Pernikahan Dalam Islam

|Views: 90|Likes:
Published by Shofia Karima

More info:

Published by: Shofia Karima on Dec 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

Hukum Pernikahan dalam Islam

Berdasarkan perintah nikah dari beberapa ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi, para ulama berbeda pendapat dalam nenetapkan hukum nikah. Menurut Jumhur Ulama, nikah itu sunnah dan bisa juga menjadi wajib atau haram. Perkawinan termasuk dalam bidang muamalat, sedang kaidah dasar muamalat adalah ibahah (boleh). Oleh karena itu, asal hukum melakukan perkawinan dilihat dari segi kategori kaidah hukum Islam adalah: Ibahah (boleh), Sunnah (kalau dipandang dari pertumbuhan jasmani, keinginan berumah tangga, kesiapan mental, kesiapan membiayai kehidupan berumah tangga telah benar-benar ada), Wajib (kalau seseorang telah cukup matang untuk berumahtangga, baik dilihat dari segi pertumbuhan jasmani dan rohani, maupun kesiapan mental, kemampuan membiayai kehidupan rumah tangga dan supaya tidak terjerumus dalam lubang perzinahan), Makruh (kalau dilakukan oleh seseorang yang belum siap jasmani, rohani (mental), maupun biaya rumah tangga), Haram (kalau melanggar larangan-larangan atau tidak mampu menghidupu keluarganya. Dalam agama Islam, syarat perkawinan adalah : (1) persetujuan kedua belah pihak, (2) mahar (mas kawin), (3) tidak boleh melanggar larangan-larangan perkawinan. Bila syarat perkawinan tak terpenuhi, maka perkawinan tersebut tidak sah atau batal demi hukum. Sedangkan rukun perkawinan adalah : (1) calon suami, (2) calon isteri, (3) wali, (4) saksi dan (5) ijab kabul. Ringkasan Tata Cara Perkawinan Dalam Islam Islam adalah agama yang syumul (universal). Agama yang mencakup semua sisi kehidupan. Tidak ada suatu masalah pun, dalam kehidupan ini, yang tidak dijelaskan. Dan tidak ada satu pun masalah yang tidak disentuh nilai Islam, walau masalah tersebut nampak kecil dan sepele. Termasuk tata cara perkawinan Islam yang begitu agung nan penuh nuansa. Dan Islam mengajak untuk meninggalkan tradisi-tradisi masa lalu yang penuh dengan upacara-upacara dan adat istiadat yang berkepanjangan dan melelahkan serta bertentangan dengan syariat Islam. Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah yang Shahih. Dalam kesempatan kali ini redaksi berupaya menyajikannya secara singkat dan seperlunya. Adapun Tata Cara atau Runtutan Perkawinan Dalam Islam adalah sebagai berikut: I. Khitbah (Peminangan) Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain (Muttafaq 'alaihi). Dalam khitbah disunnahkan melihat wajah yang akan dipinang (HR: [shahih] Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi No. 1093 dan Darimi). II. Aqad Nikah Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi : a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai. b. Adanya Ijab Qabul. c. Adanya Mahar. d. Adanya Wali. e. Adanya Saksi-saksi. Dan menurut sunnah sebelum aqad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat. III. Walimah Walimatul 'urusy hukumnya wajib dan diusahakan sesederhana mungkin dan dalam walimah hendaknya diundang orang-orang miskin. Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang mengundang orang-orang kaya saja berarti makanan itu sejelek-jelek makanan.

20). maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang perkawinan). 2518. (Hadits Riwayat Ahmad 2 : 251. yang artinya: "Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan. Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah.(bag 2) Islam menolak sistem ke-rahib-an karena sistem tersebut bertentangan dengan fitrah kemanusiaan. sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah sebagai seorang bujangan".. (HR: [shahih] Abu Dawud. kumpul kebo. Ibnu Majah hadits No. Sebagai catatan penting hendaknya yang diundang itu orang-orang shalih. berzina. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". Para Salafus-Shalih sangat menganjurkan untuk nikah dan mereka anti membujang. Nasa'i. lesbi. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi Di tulisan terdahulu [bagian kedua] kami sebutkan bahwa perkawinan adalah fitrah manusia. (An-Nur : 32). dalam firman-Nya: "Artinya : Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. misalnya ia berkata : "Bila saya hidup sendiri gaji saya cukup. bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang ini dengan berpacaran. 2. Ibnu Mas'ud radliyallahu 'anhu pernah berkata : "Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi. homo. (HR: [shahih] Muslim 4:154 dan Baihaqi 7:262 dari Abu Hurairah). maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya". dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam. serta tidak suka berlama-lama hidup sendiri. dan manusia tidak bisa menteorikan rezeki yang dikaruniakan Allah. tapi bila punya istri tidak cukup ?!".. baik kaya maupun miskin. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menguatkan janji Allah itu dengan sabdanya : "Artinya : Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka. sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. Allah menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang nikah. yaitu seorang mujahid fi sabilillah. Sikap enggan membina rumah tangga karena takut miskin adalah sikap orang jahil (bodoh). Perkataan ini adalah perkataan yang batil. yang artinya: "Janganlah kamu bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang taqwa". Untuk Membentengi Ahlak Yang Luhur Sasaran utama dari disyari'atkannya perkawinan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji. dan bahkan sikap itu berarti melawan sunnah dan kodrat Allah Ta'ala yang telah ditetapkan bagi makhluknya. (Sumber Rujukan: Berbagai Sumber dari Al-Qur'an dan As Sunnah serta Kitab-Kitab Hadits). karena semua rezeki sudah diatur oleh Allah sejak manusia berada di alam rahim. Tirmidzi. karena bertentangan dengan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. (Ihya Ulumuddin dan Tuhfatul 'Arus hal. dan Hakim 2 : 160 dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu 'anhu). yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. melacur. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya.. dan seandainya mereka fakir pasti Allah akan membantu dengan memberi rezeki kepadanya. Tirmidzi. karena ada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Islam memandang perkawinan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efefktif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari . dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya". TUJUAN PERKAWINAN DALAM ISLAM 1. Allah memerintahkan untuk kawin. seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka. Hakim 4:128 dan Ahmad 3:38 dari Abu Sa'id Al-Khudri). Pernikahan menurut Islam adalah.

Itulah hukum-hukum Allah. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka. dan tidak akan berbuka. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad. maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami yang pertama dan istri) untuk kawin kembali." (Muttafaqun 'alaih: Fathul Bari IX:104 no:5063 dan lafadz ini bagi Imam Bukhari. Yakni keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari'at Allah. Muslim II:1020 no:1401 dan Nasa'i VI:60). Namun saya berpuasa. mereka bertanya tentang ibadah Rasulullah saw.kerusakan. karena shaum itu dapat membentengi dirinya". Dan dibenarkan rujuk (kembali nikah lagi) bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah. maka saya akan shalat semalam suntuk selama-lamanya. jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah. lalu bertanya. . Tirmidzi. maka nikahlah. lalu mereka berkata. (Al-Baqarah : 229)."Adapun saya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang dhalim". dan tidak akan kawin selama-lamanya. Dan dianggap makruh meninggalkan nikah tanpa 'udzur. "Saya akan menjauhi perempuan. maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dikawin dengan suami yang lain. Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian)." Yang lain (lagi) mengatakan. dan lebih membentengi farji (kemaluan). diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui ". "Telah datang tiga (sahabat) orang ke rumah isteri-isteri Nabi saw. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. ia berkata. maka hendaklah ia puasa (shaum). saya mengerjakan shalat dan juga tidur. Allah SWT berfirman. Itulah hukum-hukum Allah." Yang lain mengatakan. Muslim. Ibnu Jarud dan Baihaqi).. "saya akan berpuasa sepanjang masa." Kemudian salah satu di antara mereka berkata. (Al-Baqarah : 230). Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya." Tak lama kemudian datanglah Rasulullah saw. dan melindungi masyarakat dari kekacauan. karena nikah itu lebih menundukan pandangan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah. sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut : "Artinya : Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali. Maka tatkala dijelaskan kepada mereka seolah-seolah mereka beranggapan ibadah mereka sedikit (kalau dihubungkan dengan kondisi mereka). berdasarkan hadits Anas bin Malik ra. Bukhari. "Apakah artinya kita. jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Hukum Nikah Anam Monday. Nasa'i. kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah." (Ar-Ra'd:38). dan (juga) menikahi perempuan termasuk dari golonganku. "Kalian yang menyatakan begini dan begini? Demi Allah. Dan barangsiapa yang tidak mampu. dan juga berbuka. maka janganlah kamu melanggarnya. 3. maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari'at Islam adalah WAJIB. Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari'at Islam dalam rumah tangganya. Darimi. Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah lanjutan ayat di atas : "Artinya : Kemudian jika si suami menthalaqnya (sesudah thalaq yang kedua). jika dibandingkan dengan Rasulullah? Sungguh beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. sungguh saya adalah orang yang paling takut di antara kalian kepada Allah dan yang paling bertakwa di antara kalian kepada-Nya. 08 January 2007 Nikah termasuk sunnah para rasul yang sangat ditekankan..

" (Muttafaqu 'alaih: Fathul Bari IX:112 no:5066. Dan disebutkan syarat lain jika ada. Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil 'Aziz.' (Aku nikahkan engkau." (tulis pengarang kitab asSalul Jarrar II:243). yang mendengar ucapan aqad nikah.`ankahtuka .534. Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah). Barangsiapa yang belum mampu menikah. Antara lain : 1.)..Maka. yang memulai aqad disebut 'al-mujib' dan pihak yang lain disebut 'qabil'. Bila di sisi lain telah berkata : ('Qobiltu'(aku terima)). Sesungguhnya aqad nikah itu suatu ungkapan dari 'ijab' dan 'qobul'. pacaran. Syarat dan Hukum Aqad Nikah Penulis: Al-Qodhi Asy-Syaikh Muhammad Ahmad Kan�an A. hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Mas'ud bahwa Nabi saw. muslim... namun ia ingin sekali melangsungkan akad nikah. hlm. 2.. bila telah terpenuhi syarat-�syaratnya.. karena masing-masing suami . Dan mungkin adanya 'ijab' dari laki-laki atau wakilnya. maka ia harus rajin mengerjakan puasa." atau berkata wakilnya "Kukawinkan engkau. Sebab zina haram hukumnya. demikian pula hal yang bisa mengantarkannya kepada perzinaan serta hal-hal yang menjadi pendahulu perzinaan (misalnya. barangsiapa yang merasa mengkhawatirkan dirinya terjerumus pada perbuatan zina ini. maka menikahlah. Dan syarat nikah yang terpenting adalah hadirnya dua saksi yang merdeka. '(saya kawinkan engkau�).. dan faham bahwa itu aqad nikah dan syah jika dua saksi itu dari kerabat suami istri. Nasa'i VI:56 dan Ibnu Majah I:592 no:1845). atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah AshShahihah. Dan lafadh yang shohih untuk 'aqad nikah' yang tidak ada khilaf padanya adalah : (� 'zawwajtuka. Tatkala ijab qobul disebutkan 'maharnya'. maka telah terwujud 'ijab dari satu sisi. dan bisa jadi dari wanita atau wakilnya. 532 -.SYARAT AQAD NIKAH Telah kami sebutkan di awal bab satu tentang makna nikah dan hukumnya dan akan kami sebutkan dalam bab ini syarat-syarat syar'i yang harus dipenuhi untuk syahnya nikah serta hukum-hukum syar'i yang timbul darinya. terj. maka ia wajib melaksanakannya. untuk pernikahan muslim dan muslimat. pernah bersabda kepada kami.)... baligh. karena sesungguhnya puasa sebagai tameng. seperti dijadikannya kekuasaan atau perlindungan di tangan isteri sehingga dia bisa menentukan kapan cerainya. 'Aunul Ma'bud VI:39 no:2031. SYARAT. "Wahai para muda barangsiapa yang telah mampu menikah di antara kalian.. kecuali dengan jalan nikah. Sumber: Diadaptasi dari 'Abdul 'Azhim bin Badawi al-Khalafi. B. berakal.Namun nikah menjadi wajib atas orang yang sudah mampu dan ia khawatir terjerumus pada perbuatan zina. Ketika seorang wanita berkata "Kukawinkan diriku . karena sesungguhnya kawin itu lebih menundukkan pandangan dan lebih membentengi kemaluan: dan barangsiapa yang tidak mampu menikah.. seperti bapak atau saudara laki-laki atau anaknya. atau sampai batas waktu tertentu dengan perceraian sekali yang ba'in (selamanya). Tirmidzi II:272 no:1087. Manakala ia tidak mampu mengendalikan nafsunya. Muslim II:1018 no:1400. maka hendaklah ia berpuasa..". HUKUM-HUKUM AQAD NIKAH Sesungguhnya aqad nikah merupakan ikatan yang kokoh dan kuat.. demikian pula 'qobul'. baik kontan atau pun hutang.. maka telah terjadilah 'aqad nikah'. atau (. pent.. maka ia wajib sekuat mungkin mengendalikan nafsunya.

pola pikirnya. C. dll. penyembah berhala atau budha. sebelum ikatan jasad dan syahwat. MENIKAH DENGAN SELAIN MUSLIMIN DAN MUSLIMAH Kami ingin menjelaskan hukum syar 'i tentang perkawinan perempuan muslimah dengan lelaki non-muslim dan sebaliknya sebab perkawinan ini berkaitan dengan syarat-syarat dan hukumhukumnya. Dan kita lihat bagaimana suami yang zindik. dan tanpa mengenal apakah dia itu mukmin atau mulhid. Dan hukum yang terpenting dari ikatan ini adalah: � Tetapnya pernikahan diantara dua orang yang berakal dan mengenai keduanya hukum-hukum pernikahan.isteri terikat dengan ikatan ini dengan haq-haqnya. muslim atau ahlul kitab. pakaian. dan jadilah suami bertanggung jawab kepada isterinya dengan menjaga sebagian syarat-syarat yang tidak diterangkan disini. Dan tidak mengakibatkan satu hukumpun dari hukum-hukum perkawinan. Memberi nafkah dengan segala macamnya. Ditetapkan bagi suami harus mendidik si isteri dengan cara yang baik. "] AI-Baqarah : 221 Dan yang terpenting dari masalah ini kami ingin mengingatkan kepada kaum muslimin khususnya para wali dan para pemudi untuk betul-betul memperhatikan dalam memilih suami sebab bukan merupakan suatu hal yang penting untuk segera mengawinkan perempuan dengan sembarang orang. 3. karena suami tersebut adalah pemimpin atas isterinya. � Wajib bagi suami dengan sekedar aqad nikah : 1. Memberi 'mahar' baik kontan maupun hutang 2. Isteri wajib mentaatinya dalam hal-hal yang mubah dan memelihara kehormatannya dan wajib tinggal di rumah dan tidak keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya atau karena keadaan darurat. mengajak minum khomr. dan jadilah haram ibu dari isterinya. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik. Penjelasan adalah sebagai berikut: Perkawinan Muslimah dengan Lelaki Non-Muslim Sudah diketahui secara syar'i bahwasanya tidak boleh bagi seorang muslimah untuk kawin dengan lelaki non-muslim secara mutlak apapun agama dan keyakinannya termasuk ahlul kitab. Hal ini sebagaimana dalam firman Allah Ta'ala : ["Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. supaya jangan sampai suami menghalangi isteri untuk menunaikan kewajiban agamanya. � Yang harus dilakukan suami atas isterinya : 1. sehingga tidak ditetapkan nasab anak kepada bapaknya. 2.dan halal bersenang-senang satu sama lainnya. dan mengajak ke kekejian. Kalau hal ini terjadi maka perkawinannya tidak syah atau batil. dan tetaplah waris dari kedua belah pihak (suami isteri). dan semua perintah-perintah agama. mengha!angi mereka menunaikan sholat. dan tidak saling mewarisi setelah kematian salah satunya. Apakah . Sesungguhnya ikatan perkawinan adalah ikatan yang barokah yaitu ikatan hati dan pikiran. tempat tinggal. puasa. Maka seorang muslimah butuh kepada pada lelaki yang bisa berjalan bersamanya. Bagi isteri tidak boleh menghalangi hak suami untuk bersenang-senang dengannya kecuali karena udzur seperti haidh. tanpa meneliti aqidahnya. kafir dan mulhid melarang isterinya berpakaian yang menutup auratnya dan memaksa isterinya untuk telanjang di ko!am renang umum. sekalipun dia menarik hatimu. yaitu : makanan. tidak saling bertentangan antara aqidah dan agamanya. kepada wanita yang dinikahi.

Kami nasehatkan juga bagi para lelaki untuk memilih isteri yang baik yaitu muslimah yang sebenarnya. Meskipun dia lahir dari orang tua yang muslim. Diantara syarat-syarat itu adalah : 1. Berapa banyak kaum muslimin yang kehilangan kekuasaan atas anak-anak mereka disebabkan oleh peraturan-�peraturan jelek yang dibuat oleh isteri-isteri mereka. Dan tidak seorangpun yang mampu untuk berpura-pura tidak mengetahui tentang akibat jelek yang menimpa para pemuda kita. Hindu) maka tidak boleh menikahinya. Tidak boleh menikahi perempuan mulhid. maka dia bukan muslimah. Kalau keadaanya seperti ini. maka menikahi perempuan-perempuan kafir.yang demikian itu suami yang baik? Bukankah lebih baik bagi seorang perempuan untuk tidak memiliki suami seumur hidupnya daripada kawin dengan laki-laki yang kafir. selain itu perkawinannya haram.. Maksudnya adalah betulbetul memiliki aqidah Yahudi atau Nashara (yang asli). Sebab dia itu lebih memenuhi hak-hak suami dan lebih menjaga terhadap anak-anaknya sebagaimana firman Allah . Wahai lelaki muslim. Kalau dia terlanjur sangat mencintainya. Tidakkah perempuan itu bertanya pada dirinya kenapa saya kawin dengan lelaki seperti ini? Kalau dia itu menikah karena kegantengannya. Hendaknya lelaki tersebut seorang muslim yang sesungguhnya. tetapi hal ini perlu penjelasan. kedudukan yang tinggi. Perkawinan Lelaki Muslim dengan Perempuan Non-Muslim Sudah diketahui bahwasanya lelaki muslim tidak boleh menikahi perempuan non-muslim kecuali ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani). Maka wajib baginya untuk memastikan keadaaan perempuan ahlul kitab tersebut dengan perbuatannya. hukumnya menjadi haram. Membenci untuk menutup aurat (berpakaian secara syar'i). Ini adalah syarat yang sangat penting bagi kaum muslimin yang be!ajar di negeri timur dan barat yang ingin menikah di sana. bukan hanya sekedar Islam KTP. Maka berapa banyak kaum muslimin yang tenggelam dalam syahwatnya di sana dan terjerumus ke dalam masyarakat yang seperti itu sehingga lupa agamanya. pilihlah isteri-isterimu dengan sebaik-pilihan supaya kamu tidak menyesal sebab penyesalan tiada guna.. yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Dan syari'at tidak mernbolehkan menikahi perempuan ahlul kitab kecuali dengan syarat. Perempuan itu betul-betul ahlul kitab secara perbuatan dan kenyataan. penyembah berhala maupun yang murtad dari islam. tergila-gila kepadanya kemudian sampai melemparkan kebenaran itu maka ini adalah perempuan yang jelek yang meninggalkan agamanya dan mengikuti syahwatnya. 2. Bahkan menganjurkan untutk menikahi muslimah dalam segala keadaan. Demikian juga perempuan yang tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya serta hukum-hukum agama maka dia bukan muslimah. Maka jadilah anak�anaknya itu kafir padahal mereka keturunan muslim. hindu. Karena seorang mukminah itu lebih baik. keras hatinya seperti ini? Yang tidak memahami esensi perkawinan kecuali hanya syahwat saja. budha. Bukan seperti perempuan yang tumbuh di lingkungan muslimin tapi memiliki fikrah yang membenci dan memusuhi Islam.. Karena menimbulkan kerusakankerusakan. sebagai berikut: Sesungguhnya orang muslim menikahi perempuan ahlul kitab adalah makruh bagaimanapun keadaannya. supaya syah pernikahannya meskipun hal itu dibenci atau makruh. kalau syarat itu tidak terpenuhi maka tidak boleh bahkan menjadi haram. Jika perempuan itu telah lepas dari keyahudiannya dan kenasroniannya kemudian menjadi mulhid (Budha. Dan telah kita sebutkan tentang bolehnya menikahi perempuan ahlul kitab menurut hukum syar'i. supaya tidak memberi kesempatan kepada isterinya mempengaruhi agama dan akhlaq anakanaknya. Ringkasnya syari'at tidak menganjurkan untuk menikah dengan selain muslimah. maka sangatlah mungkin baginya untuk mendapatkan lelaki muslim yang sholeh yang memiliki sfat-sifat seperti itu juga. yang tinggal dia negeri kafir mereka menikah dengan perempuan negeri tersebut.

dan lain sebagainya. [Surya Online. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih balk dari wanita musrik. Ketentuan ini juga berlaku jika isteri yang meninggal dunia. jika suami meninggal dunia. pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangan tertentu. Jogjakarta) Hukum islam PDF | Print | tentang nikah siri Keinginan pemerintah untuk memberikan fatwa hukum yang tegas terhadap pernikahan siri. maupun nikah kontrak. bagaimana pandangan Islam terhadap nikah siri? Bolehkah orang yang melakukan nikah siri dipidanakan? Benarkah orang yang melakukan pernikahan siri tidak memiliki hubungan pewarisan? Definisi dan Alasan Melakukan Pernikahan Siri Pernikahan siri sering diartikan oleh masyarakat umum dengan. Ketentuan semacam ini didasarkan pada sebuah hadits yang dituturkan dari sahabat Abu Musa ra. Pertama. akan dikenai sanksi pidana 1 tahun penjara. sebelum mereka beriman. Setiap penghulu yang menikahkan seseorang yang bermasalah. misalnya karena takut mendapatkan stigma negatif dari masyarakat yang terlanjur menganggap tabu pernikahan siri. Direktur Bimas Islam Depag. Berkenaan dengan nikah siri. Tidak hanya itu saja. poligami. sehingga pelakunya akan dipidanakan dengan sanksi penjara maksimal 3 bulan dan denda 5 juta rupiah. walaupun dia menarik perhatianmu') AI-Baqarah : 221 (Dikutip dari kitab Ushulul Mu’asyarotil Zaujiyah. Edisi Indonesia ‘Tata Pergaulan Suami Istri Jilid I’ Penerbit Maktabah Al-Jihad.Ta'ala : ("Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik. atau hanya karena ingin memuaskan nafsu syahwat belaka tanpa mengindahkan lagi ketentuan-ketentuan syariat. Artinya. yakni pernikahan tanpa wali. dalam RUU yang baru sampai di meja Setneg. pernikahan tanpa wali. kedua. Pegawai Kantor Urusan Agama yang menikahkan mempelai tanpa syarat lengkap juga diancam denda Rp 6 juta dan 1 tahun penjara. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan sipil negara. Sabtu. Sebagaimana penjelasan Nasarudin Umar. Adapun hukum syariat atas ketiga fakta tersebut adalah sebagai berikut. maka suami isteri tersebut tidak memiliki hubungan pewarisan. 28 Februari. sanksi juga berlaku bagi pihak yang mengawinkan atau yang dikawinkan secara nikah siri. atau karena menganggap absah pernikahan tanpa wali. Ketiga. pernikahan yang sah secara agama namun tidak dicatatkan dalam lembaga pencatatan negara. maka isteri atau anak-anak keturunannya tidak memiliki hak untuk mewarisi harta suaminya. pernikahan siri dianggap perbuatan ilegal. Hukum Pernikahan Tanpa Wali Adapun mengenai fakta pertama. misalnya masih terikat dalam perkawinan sebelumnya. Ada yang karena faktor biaya. ada pula yang disebabkan karena takut ketahuan melanggar aturan yang melarang pegawai negeri nikah lebih dari satu. RUU ini akan memperketat pernikahan siri. Lalu. sesungguhnya Islam telah melarang seorang wanita menikah tanpa wali. Pernikahan semacam ini dilakukan secara rahasia (siri) dikarenakan pihak wali perempuan tidak setuju. kini telah dituangkan dalam rancangan undangundang tentang perkawinan. dan poligami. kawin kontrak. bahwasanya Rasulullah saw . alias tidak mampu membayar administrasi pencatatan. atau karena pertimbangan-pertimbangan rumit yang memaksa seseorang untuk merahasiakan pernikahannya. 1009] Sebagian orang juga berpendapat bahwa orang yang melakukan pernikahan siri.

Seseorang baru absah dinyatakan melakukan kemaksiyatan ketika ia telah mengerjakan perbuatan yang haram. dan (2) hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara Dari aspek pernikahannya. فنكاحها باطل‬ “Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya. nikah siri tetap sah menurut ketentuan syariat. Seorang hakim boleh menetapkan sanksi penjara. pengasingan. Hanya saja. atau meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariat. Imam Asy Syaukani. maka orang tersebut tidak boleh dinyatakan telah melakukan kemaksiyatan. pernikahannya batil”. bukan sekedar ’tidak sempurna’ sebagaimana pendapat sebagian ahli fikih. sehingga berhak dijatuhi sanksi hukum. Begitu pula orang yang meninggalkan atau mengerjakan perbuatan-perbuatan yang berhukum sunnah. yakni (1) hukum pernikahannya. sehingga berhak mendapatkan sanksi di dunia maupun di akherat. Seorang wanita juga tidak berhak menikahkan dirinya sendiri. Pasalnya. mubah. dan lain sebagainya kepada pelaku pernikahan tanpa wali. Lihat. kata ”laa” pada hadits menunjukkan pengertian ‘tidak sah’. atau mengerjakan perbuatan mubah atau . Pelakunya telah melakukan maksiyat kepada Allah swt. lihat. Imam Asy Syaukaniy. bahwasanya Rasulullah saw bersabda: ‫ل تزوج المرأة المرأة ل تزوج نفسها فإن الزانية هي التي تزوج نفسها‬ ”Seorang wanita tidak boleh menikahkan wanita lainnya. dan pelakunya tidak boleh dianggap melakukan tindak kemaksiyatan. dan makruh. ketika perbuatan tersebut terkategori ”mengerjakan yang haram” dan ”meninggalkan yang wajib”. dan mubah. Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2649]. Nikah Tanpa Dicatatkan Pada Lembaga Pencatatan Sipil Adapun fakta pernikahan siri kedua. فنكاحها باطل . bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda: ‫أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل. suatu perbuatan baru dianggap kemaksiyatan dan berhak dijatuhi sanksi di dunia dan di akherat. Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2648]. sesungguhnya ada dua hukum yang harus dikaji secara berbeda. yakni pernikahan yang sah menurut ketentuan syariat namun tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil. pernikahannya batil. Untuk itu.” [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy. sesungguhnya wanita pezina itu adalah (seorang wanita) yang menikahkan dirinya sendiri”.bersabda. seorang qadliy tidak boleh menjatuhkan sanksi kepada orang-orang yang meninggalkan perbuatan sunnah. ‫ل نكاح إل بولي‬ “Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali. dan keputusan mengenai bentuk dan kadar sanksinya diserahkan sepenuhnya kepada seorang qadliy (hakim). Sebab. (HR Ibn Majah dan Ad Daruquthniy. Lihat. Oleh karena itu. [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy. maka pernikahannya batil. Abu Hurayrah ra juga meriwayatkan sebuah hadits. syariat belum menetapkan bentuk dan kadar sanksi bagi orang-orang yang terlibat dalam pernikahan tanpa wali. Nailul Authar VI: 231 hadits ke 2649) Berdasarkan hadits-hadits di atas dapatlah disimpulkan bahwa pernikahan tanpa wali adalah pernikahan batil. kasus pernikahan tanpa wali dimasukkan ke dalam bab ta’zir. dan berhak mendapatkan sanksi di dunia. Makna semacam ini dipertegas dan diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. Imam Asy Syaukaniy. Berdasarkan dalalah al-iqtidla’.

dan lain sebagainya. dan lain sebagainya.makruh. melakukan pernikahan tanpa dicatat di lembaga pencatatan sipil. perijinan mendirikan bangunan. Pasalnya. maupun sengketa yang lahir akibat pernikahan. dan hubungan-hubungan lain yang lahir dari pernikahan. pernikahan yang ia lakukan telah memenuhi rukun-rukun pernikahan yang digariskan oleh Allah swt. atau tidak mengakui hubungan pewarisan. namun kita tidak pernah menemukan riwayat bahwa melakukan pencatatan atas pernikahan beliau. Pertama. walaupun perintah untuk menulis (mencatat) beberapa muamalah telah disebutkan di dalam al-Quran. tidak pernah kita jumpai satupun pemerintahan Islam yang mempidanakan orang-orang yang melakukan pernikahan yang tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan resmi negara. syariat telah menetapkan keabsahan alat bukti lain selain dokumen tertulis. Pasalnya. dan keadaan masyarakat saat itu belumnya sekompleks keadaan masyarakat sekarang. meninggalkan kewajiban. Nabi saw sendiri melakukan pernikahan. perceraian. Lebih dari itu. Jika tiga hal ini telah dipenuhi. Berdasarkan keterangan dapat disimpulkan. fungsi pencatatan pernikahan pada lembaga pencatatan sipil adalah agar seseorang memiliki alat bukti (bayyinah) untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar telah melakukan pernikahan dengan orang lain. orang yang menikah siri tetap memiliki hubungan pewarisan yang sah. salah bukti yang dianggap absah sebagai bukti syar’iy (bayyinah syar’iyyah) adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara. kebanyakan masyarakat pada saat itu. Adapun berkaitan hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara. Selain itu. para penguasa dan ulama-ulama kaum Muslim saat itu memahami bahwa hukum asal pencatatan pernikahan bukanlah wajib. dan (3) ijab qabul. Kedua. seperti melanggar peraturan lalu lintas. maka kasus ini dapat dirinci sebagai berikut. seperti meninggalkan sholat. seperti minum khamer dan mencaci Rasul saw. bukanlah satusatunya alat bukti syar’iy. َ ْ َ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ٌ ِ ‫َ َ ّ َ ّ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ُ ْ ِ َ ْ ٍ َِ َ َ ٍ ُ َ ّ َ ْ ُ ُ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ُ ْ َي‬ ‫ياأيها الذين ءامنوا إذا تداينتم بدين إلى أجيل مسيمى فياكتبوه وليكتيب بينكيم كياتب بالعيدل ول ييأب‬ . dan lain sebagainya. jihad. Berdasarkan penjelasan ini dapatlah disimpulkan bahwa. Kesaksian dari saksi-saksi pernikahan atau orang-orang yang menyaksikan pernikahan. tentunya seseorang telah memiliki sebuah dokumen resmi yang bisa ia dijadikan sebagai alat bukti (bayyinah) di hadapan majelis peradilan. Tidak bisa dinyatakan bahwa pada saat itu lembaga pencatatan belum berkembang. akan tetapi mubah. melanggar aturan-aturan administrasi negara. juga absah dan harus diakui oleh negara sebagai alat bukti syar’iy. kesaksian dari saksi-saksi yang menghadiri pernikahan siri tersebut sah dan harus diakui sebagai alat bukti syar’iy. dan lain sebagainya. nafkah. nasab. (2) dua orang saksi. pengakuan (iqrar). pada era keemasan Islam. kedua. Seseorang baru berhak dijatuhi sanksi hukum di dunia ketika orang tersebut. Pasalnya. di mana sistem pencatatan telah berkembang dengan pesat dan maju. dan hubungan-hubungan lain yang lahir dari pernikahan siri tersebut. pada dasarnya. Hanya saja. hak asuh anak. dan aturan-aturan lain yang telah ditetapkan oleh negara. Sebab. Negara tidak boleh menolak kesaksian mereka hanya karena pernikahan tersebut tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil. misalnya firman Allah swt. ketiga. ketika ada sengketa yang berkaitan dengan pernikahan. pernikahan yang tidak dicatatkan di lembaga pencatatan negara tidak boleh dianggap sebagai tindakan kriminal sehingga pelakunya berhak mendapatkan dosa dan sanksi di dunia. Ketika pernikahan dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil. (1) wali. pertama. seperti waris. sumpah. atau beliau mewajibkan para shahabat untuk mencatatkan pernikahan mereka. maka pernikahan seseorang dianggap sah secara syariat walaupun tidak dicatatkan dalam pencatatan sipil. Negara tidak boleh menetapkan bahwa satu-satunya alat bukti untuk membuktikan keabsahan pernikahan seseorang adalah dokumen tertulis. mengerjakan tindak haram. seperti kesaksian saksi. Mereka juga memahami bahwa pembuktian syar’iy bukan hanya dokumen tertulis. dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara. Adapun rukun-rukun pernikahan adalah sebagai berikut.

dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. dan ia berhak memberi sanksi bagi orang yang melanggar aturan-aturan tersebut. (jika) kamu tidak menulisnya. Khalifah boleh saja menetapkan aturan-aturan administrasi tertentu untuk mengatur urusan pernikahan. lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. seorang khalifah berhak menetapkan jarak halaman rumah dan jalan-jalan umum. dan lain sebagainya. aturan yang mengharuskan orang-orang yang menikah untuk mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan resmi negara. dan lain sebagainya. negara berhak menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada orang yang melakukan tindakan mukhalafat. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. dan tempat-tempat umum lainnya. hotel-hotel. maka tak ada dosa bagi kamu. Khalifah juga memiliki kewenangan untuk menetapkan aturan-aturan tertentu untuk kafe-kafe. kecuali jika mu`amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu. Khalifah juga memiliki kewenangan untuk menetapkan takaran. Jika kamu lakukan (yang demikian). seperti urusan lalu lintas. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai. hendaklah kamu menuliskannya. maka hendaklah ia menulis.ْ َِ ً ْ َ ُ ْ ِ ْ َ ْ َ َ َ ُ ّ َ ّ ِ ّ َ ْ َ ّ َ ْ ِ ْ ََ ِ ّ ِ ِْ ُ ْ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ّ ُ َ َّ َ َ َ ُ ْ َ ْ َ ٌ ِ َ ‫كاتب أن يكتب كما علمه ال فليكتب وليملل الذي عليه الحق وليتق ال ربه ول يبخس منه شيئا فإن‬ َ ُ ‫كان الذي عليه الحق سفيها أو ضيعيفا أو ل يسيتطيع أن يميل هيو فليمليل ولييه بالعيدل واستشيهدوا‬ ُ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ ُ ّ َِ ْ ِْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ْ َ ُ ِ َ ْ َ َ ْ َ ً ِ َ ْ َ ً ِ َ ّ َ ْ ِ ْ ََ ِ ّ َ َ ّ ِ َ ْ َ ِ َ َ ّ َ ِ َ ْ َ ْ َ ْ ّ ‫َ ِ َ ْ ِ ِ ْ ِ َ ِ ُ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ُ َ َ َُ ْ ِ َ َ ُ ٌ َ ْ ََ َ ِ م‬ ‫شهيدين من رجالكم فإن ليم يكونيا رجليين فرجيل وامرأتيان ِمين ترضيون مين الشيهداء أن تضيل‬ ْ َ ً ِ َ ‫ِ ْ َ ُ َ َ ُ َ ّ َ ِ ْ َ ُ َ ُْ ْ َ َ َ َ ْ َ ّ َ َ ُ ِ َ َ ُ ُ َ َ َ ْ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ُ ه‬ ‫إحداهما فتذكر إحداهما الخيرى ول ييأب الشيهداء إذا ميا دعيوا ول تسيأموا أن تكتبيو ُ صيغيرا أو‬ ً َ ِ َ ً َ َ ِ َ ُ َ ْ َ ّ ِ ُ َ ْ َ ّ َ َ ْ ََ ِ َ َ ّ ِ ُ َ ْ ََ ّ َ ْ ِ ُ َ ْ َ ْ ُ َِ ِ َِ َ َِ ً ِ َ ‫كبيرا إلى أجله ذلكم أقسط عند ال وأقيوم للشيهادة وأدنييى أل ترتييابوا إل أن تكييون تجييارة حاضيرة‬ ِ ٌ ِ َ ّ َ ُ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ُ ِ ْ ََ َ ُ ُ ْ َ ّ َ ٌ َ ُ ْ ُ ْ ََ َ ْ ََ ْ ُ َ ْ َ َ َ ُ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ َ َ ُ ِ ُ ‫تديرونها بينكم تديرونها بينكم فليس عليكم جناح أل تكتبوها وأشيهدوا إذا تبييايعتم ول يضييار كيياتب‬ ٌ َِ ٍ ْ َ ّ ُ ِ ّ َ ّ ُ ُ ُ َّ ُ َ ّ ‫ول شهيد وإن تفعلوا فإنه فسوق بكم واتقوا ال ويعلمكم ال وال بكل شيء عليم‬ ُ ُ َ ُ ّ َ ْ ُ ِ ٌ ُ ُ ُ ّ ِ َ َُ ْ َ ْ َِ ٌ ِ َ َ َ ”Hai orang-orang yang beriman. tempat penyewaan permainan. Allah mengajarmu. timbangan. dalam khazanah peradilan Islam. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya. penjara. negara (dalam hal ini seorang Khalifah dan orang yang diangkatnya) mempunyai hak untuk menetapkan aturanaturan tertentu untuk mengatur urusan-urusan rakyat yang belum ditetapkan ketentuan dan tata cara pengaturannya oleh syariat. khalifah boleh memberi sanksi kepadanya dengan denda.[TQS AL Baqarah (2): Ketiga. pembangunan rumah. Siapa saja yang melanggar ketetapan khalifah dalam urusan-urusan tersebut. dan melarang masyarakat untuk membangun atau menanam di sampingnya pada jarak sekian meter. Yang demikian itu. cambuk. dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu). dan lain sebagainya. dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. serta ukuranukuran khusus untuk pengaturan urusan jual beli dan perdagangan. Pasalnya. Khalifah memiliki hak dan berwenang mengatur urusanurusan semacam ini berdasarkan ijtihadnya. memang benar. Jika tak ada dua orang lelaki. baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Dan bertakwalah kepada Allah. dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli. (Tulislah mu`amalahmu itu). Aturan yang ditetapkan oleh khalifah atau qadliy dalam perkara-perkara semacam ini wajib ditaati dan dilaksanakan oleh rakyat. misalnya. dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu. maka ia telah terjatuh dalam tindakan mukhalafat dan berhak mendapatkan sanksi mukhalafat. dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Demikian juga dalam hal pengaturan urusan pernikahan. Janganlah saksisaksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil. eksplorasi. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan. apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan. Aturan semacam ini wajib ditaati dan . Misalnya. supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Ia berhak untuk menjatuhkan sanksi bagi orang yang melanggar perintahnya dalam hal tersebut. Jika seseorang melanggar ketentuan tersebut.

ٍ َ ِ ْ ََ ْ ِْ َ َ َ ّ َ ‫حدثنا أولم ولو بشاة‬ “Adakah walimah walaupun dengan seekor kambing”. Bentuk dan kadar sanksi mukhalafat diserahkan sepenuhnya kepada khalifah dan orang yang diberinya kewenangan. Lebih-lebih lagi jika para penguasa itu adalah para penguasa yang menerapkan sistem kufur alas demokrasi dan sekulerisme. Nabi saw bersabda. tidak memiliki hak dan kewenangan untuk menjatuhkan sanksi mukhalafat. Atas dasar itu. pihak yang secara syar’iy absah menjatuhkan sanksi mukhalafat hanyalah seorang khalifah yang dibai’at oleh kaum Muslim.[HR. Kelima. walaupun tidak sampai berhukum wajib akan tetapi nabi sangat menganjurkan (sunnah muakkadah). (3) memudahkan untuk mengidentifikasi apakah seseorang sudah menikah atau belum. pernikahan siri juga akan menyulitkan pelakunya ketika dimintai persaksian mengenai pernikahannya. jika pernikahan siri dilakukan karena faktor biaya. bahkan wajib memberikan pelayanan pencatatan gratis kepada orang-orang yang tidak mampu mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan Negara. Jika ia tidak memiliki dokumen resmi. Keempat. dan rakyat tidak memiliki kewajiban untuk mentaati dan mendengarkan perintahnya. demi mewujudkan kemudahankemudahan bagi suami isteri dan masyarakat serta untuk mencegah adanya fitnah. Oleh karena itu. orang tersebut tidak mencatatkan pernikahannya dikarenakan ketidakmampuannya. anjuran untuk mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara menjadi relevan. Bahaya Terselubung Surat Nikah Walaupun pencatatan pernikahan bisa memberikan implikasi-implikasi positif bagi masyarakat. maka rakyat justru tidak diperkenankan memberikan ketaatan kepada mereka. Negara tidak boleh mempidanakan orang tersebut. Selain khalifah. sedangkan syariat tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. pada dasarnya. jika kelak ada persoalanpersoalan yang menyangkut kedua mempelai. Atas dasar itu. kepala negara yang tidak memiliki aqad bai’at dengan rakyat. negara berhak memberikan sanksi bagi orang yang tidak mencatatkan pernikahannya ke lembaga pencatatan negara. maka pada kasus semacam ini negara tidak boleh mempidanakan dan menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada pelakunya. Anjuran untuk melakukan walimah. maka dalam semua kasus yang membutuhkan persaksian. maka ia bukanlah penguasa yang sah. Pasalnya. maka kepala negara semacam ini tidak absah menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada rakyatnya. Hal semacam ini tentunya berbeda dengan pernikahan yang tidak disiarkan. dan hal ini tentunya akan sangat menyulitkan dirinya. Nabi saw telah mendorong umatnya untuk menyebarluaskan pernikahan dengan menyelenggarakan walimatul ‘ursy. ia harus menghadirkan saksi-saksi pernikahan sirinya. Imam Bukhari dan Muslim] Banyak hal-hal positif yang dapat diraih seseorang dari penyiaran pernikahan.padahal negara telah menetapkan aturan tersebut—telah terjatuh pada tindakan mukhalafat. dan orang yang ditunjuk oleh khalifah. maka akan muncul dugaan-dugaan negatif dari masyarakat terhadap perempuan tersebut. Sebab. atau orang-orang yang ditunjuknya. (2) memudahkan masyarakat untuk memberikan kesaksiannya. seseorang baru berhak ditaati dan dianggap sebagai kepala negara jika rakyat telah membai’atnya dengan bai’at in’iqad dan taat. orang yang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan negara -. Yang menjadi catatan di sini adalah.dilaksanakan oleh rakyat. Untuk itu. (1) untuk mencegah munculnya fitnah di tengah-tengah masyarakat. di antaranya adalah . hanya saja keberadaan surat nikah acapkali juga membuka ruang bagi . misalnya jika perempuan yang dinikahi siri hamil. Selain akan menyebabkan munculnya fitnah. atau dirahasiakan (siri). Adapun orang yang menjadi kepala negara tanpa melalui proses bai’at dari rakyat (in’iqad dan taat). Pasalnya.

agar status hubungan suami isteri yang telah bercerai menjadi jelas. dengan menyodorkan bukti surat nikah. Lebih-lebih lagi. akan tetapi juga berkewajiban mendidik masyarakat dengan hukum syariat –agar masyarakat semakin memahami hukum syariat–. bahwa mayoritas tidak mengetahui sama sekali. Kasus ini terjadi ketika suami isteri telah bercerai. namun tidak melaporkan perceraiannya kepada pengadilan agama. dan mengawasi dengan ketat penggunaan dan peredaran surat nikah di tengah-tengah masyarakat. surat nikah kadang-kadang dijadikan alat untuk melegalkan perzinaan atau hubungan tidak syar’iy antara suami isteri yang sudah bercerai. agar surat nikah tidak justru disalahgunakan. namun tidak melaporkan kasus perceraiannya kepada pengadilan agama. maka mereka akan terus merasa aman dengan perbuatan keji mereka dengan berlindung kepada surat nikah. Padahal. atau sengketa-sengketa lain. sehingga keduanya masih memegang surat nikah. Ketika terjadi sengketa waris atau anak. Selain itu. Diantara praktek-praktek menyimpang dengan mengatasnamakan surat nikah adalah. talak. penguasa tidak cukup menghimbau masyarakat untuk mencatatkan pernikahannya pada lembaga pencatatan sipil negara. Oleh karena itu. Ketika suami isteri itu merajut kembali hubungan suami isteri – padahal mereka sudah bercerai–. keduanya secara syar’iy benar-benar sudah tidak lagi menjadi suami isteri. dan hukum-hukum ijtimaa’iy sangatlah rendah. (Syamsuddin Ramadhan An Nawiy). Wallahu a’lam bi al-shawab. pengetahuan masyarakat tentang aturan-aturan Islam dalam hal pernikahan.munculnya praktek-praktek menyimpang di tengah masyarakat. Inilah beberapa bahaya terselubung di balik surat nikah. sehingga masih memegang surat nikah. salah satu pihak mengklaim masih memiliki ikatan pernikahan yang sah. penguasa juga harus memecahkan persoalan perceraian yang tidak dilaporkan di pengadilan agama. Kedua. Sewaktu-waktu jika ia tertangkap tangan sedang melakukan perbuatan keji. keduanya bisa berdalih bahwa mereka masih memiliki hubungan suami isteri dengan menunjukkan surat nikah. Pertama. ada seorang suami mentalak isterinya sebanyak tiga kali. HTI Press .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->