Hukum Pernikahan dalam Islam

Berdasarkan perintah nikah dari beberapa ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi, para ulama berbeda pendapat dalam nenetapkan hukum nikah. Menurut Jumhur Ulama, nikah itu sunnah dan bisa juga menjadi wajib atau haram. Perkawinan termasuk dalam bidang muamalat, sedang kaidah dasar muamalat adalah ibahah (boleh). Oleh karena itu, asal hukum melakukan perkawinan dilihat dari segi kategori kaidah hukum Islam adalah: Ibahah (boleh), Sunnah (kalau dipandang dari pertumbuhan jasmani, keinginan berumah tangga, kesiapan mental, kesiapan membiayai kehidupan berumah tangga telah benar-benar ada), Wajib (kalau seseorang telah cukup matang untuk berumahtangga, baik dilihat dari segi pertumbuhan jasmani dan rohani, maupun kesiapan mental, kemampuan membiayai kehidupan rumah tangga dan supaya tidak terjerumus dalam lubang perzinahan), Makruh (kalau dilakukan oleh seseorang yang belum siap jasmani, rohani (mental), maupun biaya rumah tangga), Haram (kalau melanggar larangan-larangan atau tidak mampu menghidupu keluarganya. Dalam agama Islam, syarat perkawinan adalah : (1) persetujuan kedua belah pihak, (2) mahar (mas kawin), (3) tidak boleh melanggar larangan-larangan perkawinan. Bila syarat perkawinan tak terpenuhi, maka perkawinan tersebut tidak sah atau batal demi hukum. Sedangkan rukun perkawinan adalah : (1) calon suami, (2) calon isteri, (3) wali, (4) saksi dan (5) ijab kabul. Ringkasan Tata Cara Perkawinan Dalam Islam Islam adalah agama yang syumul (universal). Agama yang mencakup semua sisi kehidupan. Tidak ada suatu masalah pun, dalam kehidupan ini, yang tidak dijelaskan. Dan tidak ada satu pun masalah yang tidak disentuh nilai Islam, walau masalah tersebut nampak kecil dan sepele. Termasuk tata cara perkawinan Islam yang begitu agung nan penuh nuansa. Dan Islam mengajak untuk meninggalkan tradisi-tradisi masa lalu yang penuh dengan upacara-upacara dan adat istiadat yang berkepanjangan dan melelahkan serta bertentangan dengan syariat Islam. Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah yang Shahih. Dalam kesempatan kali ini redaksi berupaya menyajikannya secara singkat dan seperlunya. Adapun Tata Cara atau Runtutan Perkawinan Dalam Islam adalah sebagai berikut: I. Khitbah (Peminangan) Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain (Muttafaq 'alaihi). Dalam khitbah disunnahkan melihat wajah yang akan dipinang (HR: [shahih] Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi No. 1093 dan Darimi). II. Aqad Nikah Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi : a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai. b. Adanya Ijab Qabul. c. Adanya Mahar. d. Adanya Wali. e. Adanya Saksi-saksi. Dan menurut sunnah sebelum aqad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat. III. Walimah Walimatul 'urusy hukumnya wajib dan diusahakan sesederhana mungkin dan dalam walimah hendaknya diundang orang-orang miskin. Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang mengundang orang-orang kaya saja berarti makanan itu sejelek-jelek makanan.

yaitu seorang mujahid fi sabilillah. baik kaya maupun miskin. 2. yang artinya: "Janganlah kamu bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang taqwa". tapi bila punya istri tidak cukup ?!". Para Salafus-Shalih sangat menganjurkan untuk nikah dan mereka anti membujang. Ibnu Majah hadits No. dan bahkan sikap itu berarti melawan sunnah dan kodrat Allah Ta'ala yang telah ditetapkan bagi makhluknya. karena bertentangan dengan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagai catatan penting hendaknya yang diundang itu orang-orang shalih. seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka. maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya". Tirmidzi. Islam memandang perkawinan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efefktif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari . (Ihya Ulumuddin dan Tuhfatul 'Arus hal. dalam firman-Nya: "Artinya : Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. dan Hakim 2 : 160 dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu 'anhu). dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi Di tulisan terdahulu [bagian kedua] kami sebutkan bahwa perkawinan adalah fitrah manusia. Nasa'i. (An-Nur : 32). (Hadits Riwayat Ahmad 2 : 251. kumpul kebo. dan manusia tidak bisa menteorikan rezeki yang dikaruniakan Allah. maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang perkawinan). Hakim 4:128 dan Ahmad 3:38 dari Abu Sa'id Al-Khudri).. Untuk Membentengi Ahlak Yang Luhur Sasaran utama dari disyari'atkannya perkawinan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji. sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah sebagai seorang bujangan". karena ada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya". (HR: [shahih] Abu Dawud. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Allah menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang nikah. TUJUAN PERKAWINAN DALAM ISLAM 1. Pernikahan menurut Islam adalah. Ibnu Mas'ud radliyallahu 'anhu pernah berkata : "Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi. (HR: [shahih] Muslim 4:154 dan Baihaqi 7:262 dari Abu Hurairah). lesbi.Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah memerintahkan untuk kawin. Perkataan ini adalah perkataan yang batil. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". homo. yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. dan seandainya mereka fakir pasti Allah akan membantu dengan memberi rezeki kepadanya. misalnya ia berkata : "Bila saya hidup sendiri gaji saya cukup.(bag 2) Islam menolak sistem ke-rahib-an karena sistem tersebut bertentangan dengan fitrah kemanusiaan. sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. 20). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menguatkan janji Allah itu dengan sabdanya : "Artinya : Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka. bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang ini dengan berpacaran. karena semua rezeki sudah diatur oleh Allah sejak manusia berada di alam rahim.. Tirmidzi. 2518. Sikap enggan membina rumah tangga karena takut miskin adalah sikap orang jahil (bodoh). yang artinya: "Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan. melacur.. (Sumber Rujukan: Berbagai Sumber dari Al-Qur'an dan As Sunnah serta Kitab-Kitab Hadits). Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah. berzina. serta tidak suka berlama-lama hidup sendiri.

Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya. Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari'at Islam dalam rumah tangganya. Muslim. maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah." (Ar-Ra'd:38). dan tidak akan kawin selama-lamanya. Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian). Tirmidzi. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang dhalim". 08 January 2007 Nikah termasuk sunnah para rasul yang sangat ditekankan.. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad. maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami yang pertama dan istri) untuk kawin kembali. Namun saya berpuasa. "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan.. 3. Ibnu Jarud dan Baihaqi). Dan barangsiapa yang tidak mampu. dan (juga) menikahi perempuan termasuk dari golonganku. sungguh saya adalah orang yang paling takut di antara kalian kepada Allah dan yang paling bertakwa di antara kalian kepada-Nya. karena shaum itu dapat membentengi dirinya". Allah SWT berfirman. dan lebih membentengi farji (kemaluan). saya mengerjakan shalat dan juga tidur. sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut : "Artinya : Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali." Yang lain (lagi) mengatakan. "Apakah artinya kita. maka nikahlah. maka janganlah kamu melanggarnya." Yang lain mengatakan. (Al-Baqarah : 230). (Al-Baqarah : 229). maka saya akan shalat semalam suntuk selama-lamanya. kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. "saya akan berpuasa sepanjang masa. "Saya akan menjauhi perempuan. Dan dibenarkan rujuk (kembali nikah lagi) bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik." Tak lama kemudian datanglah Rasulullah saw. dan melindungi masyarakat dari kekacauan. mereka bertanya tentang ibadah Rasulullah saw. dan tidak akan berbuka. Maka tatkala dijelaskan kepada mereka seolah-seolah mereka beranggapan ibadah mereka sedikit (kalau dihubungkan dengan kondisi mereka). Itulah hukum-hukum Allah. lalu mereka berkata. maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dikawin dengan suami yang lain. Yakni keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari'at Allah. Dan dianggap makruh meninggalkan nikah tanpa 'udzur. "Kalian yang menyatakan begini dan begini? Demi Allah. dan juga berbuka. Nasa'i. berdasarkan hadits Anas bin Malik ra. jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah. Darimi. Muslim II:1020 no:1401 dan Nasa'i VI:60). maka hendaklah ia puasa (shaum).kerusakan. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka. "Telah datang tiga (sahabat) orang ke rumah isteri-isteri Nabi saw."Adapun saya. jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah." (Muttafaqun 'alaih: Fathul Bari IX:104 no:5063 dan lafadz ini bagi Imam Bukhari. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari'at Islam adalah WAJIB. Hukum Nikah Anam Monday. lalu bertanya. Bukhari. Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah lanjutan ayat di atas : "Artinya : Kemudian jika si suami menthalaqnya (sesudah thalaq yang kedua). diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui ". . ia berkata. jika dibandingkan dengan Rasulullah? Sungguh beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang." Kemudian salah satu di antara mereka berkata. karena nikah itu lebih menundukan pandangan.

" (Muttafaqu 'alaih: Fathul Bari IX:112 no:5066. yang memulai aqad disebut 'al-mujib' dan pihak yang lain disebut 'qabil'. karena sesungguhnya puasa sebagai tameng. Dan syarat nikah yang terpenting adalah hadirnya dua saksi yang merdeka." (tulis pengarang kitab asSalul Jarrar II:243).Maka..`ankahtuka . namun ia ingin sekali melangsungkan akad nikah.534. karena sesungguhnya kawin itu lebih menundukkan pandangan dan lebih membentengi kemaluan: dan barangsiapa yang tidak mampu menikah. maka hendaklah ia berpuasa. karena masing-masing suami .. Syarat dan Hukum Aqad Nikah Penulis: Al-Qodhi Asy-Syaikh Muhammad Ahmad Kan�an A. Barangsiapa yang belum mampu menikah. Ketika seorang wanita berkata "Kukawinkan diriku . '(saya kawinkan engkau�). Dan lafadh yang shohih untuk 'aqad nikah' yang tidak ada khilaf padanya adalah : (� 'zawwajtuka. maka ia wajib melaksanakannya... Sumber: Diadaptasi dari 'Abdul 'Azhim bin Badawi al-Khalafi. hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Mas'ud bahwa Nabi saw. 'Aunul Ma'bud VI:39 no:2031. kecuali dengan jalan nikah. Antara lain : 1..' (Aku nikahkan engkau. pacaran. demikian pula hal yang bisa mengantarkannya kepada perzinaan serta hal-hal yang menjadi pendahulu perzinaan (misalnya. barangsiapa yang merasa mengkhawatirkan dirinya terjerumus pada perbuatan zina ini. maka telah terjadilah 'aqad nikah'. 2. hlm. Nasa'i VI:56 dan Ibnu Majah I:592 no:1845).. atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah AshShahihah. Muslim II:1018 no:1400. baligh. 532 -.). pernah bersabda kepada kami. pent.). maka menikahlah.Namun nikah menjadi wajib atas orang yang sudah mampu dan ia khawatir terjerumus pada perbuatan zina. "Wahai para muda barangsiapa yang telah mampu menikah di antara kalian. dan faham bahwa itu aqad nikah dan syah jika dua saksi itu dari kerabat suami istri. Tirmidzi II:272 no:1087. B. berakal.. Manakala ia tidak mampu mengendalikan nafsunya. yang mendengar ucapan aqad nikah. Dan disebutkan syarat lain jika ada. untuk pernikahan muslim dan muslimat. Sebab zina haram hukumnya. baik kontan atau pun hutang.SYARAT AQAD NIKAH Telah kami sebutkan di awal bab satu tentang makna nikah dan hukumnya dan akan kami sebutkan dalam bab ini syarat-syarat syar'i yang harus dipenuhi untuk syahnya nikah serta hukum-hukum syar'i yang timbul darinya. atau sampai batas waktu tertentu dengan perceraian sekali yang ba'in (selamanya).. HUKUM-HUKUM AQAD NIKAH Sesungguhnya aqad nikah merupakan ikatan yang kokoh dan kuat. Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah). maka ia wajib sekuat mungkin mengendalikan nafsunya. seperti dijadikannya kekuasaan atau perlindungan di tangan isteri sehingga dia bisa menentukan kapan cerainya. maka telah terwujud 'ijab dari satu sisi. Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil 'Aziz. atau (.. dan bisa jadi dari wanita atau wakilnya. Dan mungkin adanya 'ijab' dari laki-laki atau wakilnya. terj.. demikian pula 'qobul'. maka ia harus rajin mengerjakan puasa. muslim. Sesungguhnya aqad nikah itu suatu ungkapan dari 'ijab' dan 'qobul'..." atau berkata wakilnya "Kukawinkan engkau. bila telah terpenuhi syarat-�syaratnya. seperti bapak atau saudara laki-laki atau anaknya..". Bila di sisi lain telah berkata : ('Qobiltu'(aku terima)). SYARAT. Tatkala ijab qobul disebutkan 'maharnya'..

sekalipun dia menarik hatimu. Dan tidak mengakibatkan satu hukumpun dari hukum-hukum perkawinan. Apakah . Isteri wajib mentaatinya dalam hal-hal yang mubah dan memelihara kehormatannya dan wajib tinggal di rumah dan tidak keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya atau karena keadaan darurat. Bagi isteri tidak boleh menghalangi hak suami untuk bersenang-senang dengannya kecuali karena udzur seperti haidh. sehingga tidak ditetapkan nasab anak kepada bapaknya. Kalau hal ini terjadi maka perkawinannya tidak syah atau batil. 2. � Wajib bagi suami dengan sekedar aqad nikah : 1. C. Dan kita lihat bagaimana suami yang zindik. dan tidak saling mewarisi setelah kematian salah satunya. Maka seorang muslimah butuh kepada pada lelaki yang bisa berjalan bersamanya. mengha!angi mereka menunaikan sholat. kepada wanita yang dinikahi. yaitu : makanan. MENIKAH DENGAN SELAIN MUSLIMIN DAN MUSLIMAH Kami ingin menjelaskan hukum syar 'i tentang perkawinan perempuan muslimah dengan lelaki non-muslim dan sebaliknya sebab perkawinan ini berkaitan dengan syarat-syarat dan hukumhukumnya. penyembah berhala atau budha. puasa. dan jadilah suami bertanggung jawab kepada isterinya dengan menjaga sebagian syarat-syarat yang tidak diterangkan disini. dll. dan mengajak ke kekejian. dan jadilah haram ibu dari isterinya. 3. mengajak minum khomr. supaya jangan sampai suami menghalangi isteri untuk menunaikan kewajiban agamanya. karena suami tersebut adalah pemimpin atas isterinya. pola pikirnya. Hal ini sebagaimana dalam firman Allah Ta'ala : ["Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Memberi 'mahar' baik kontan maupun hutang 2. Ditetapkan bagi suami harus mendidik si isteri dengan cara yang baik. tidak saling bertentangan antara aqidah dan agamanya.dan halal bersenang-senang satu sama lainnya. Penjelasan adalah sebagai berikut: Perkawinan Muslimah dengan Lelaki Non-Muslim Sudah diketahui secara syar'i bahwasanya tidak boleh bagi seorang muslimah untuk kawin dengan lelaki non-muslim secara mutlak apapun agama dan keyakinannya termasuk ahlul kitab. "] AI-Baqarah : 221 Dan yang terpenting dari masalah ini kami ingin mengingatkan kepada kaum muslimin khususnya para wali dan para pemudi untuk betul-betul memperhatikan dalam memilih suami sebab bukan merupakan suatu hal yang penting untuk segera mengawinkan perempuan dengan sembarang orang. � Yang harus dilakukan suami atas isterinya : 1. Dan hukum yang terpenting dari ikatan ini adalah: � Tetapnya pernikahan diantara dua orang yang berakal dan mengenai keduanya hukum-hukum pernikahan. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik. tempat tinggal. muslim atau ahlul kitab. dan tanpa mengenal apakah dia itu mukmin atau mulhid. dan tetaplah waris dari kedua belah pihak (suami isteri).isteri terikat dengan ikatan ini dengan haq-haqnya. tanpa meneliti aqidahnya. Sesungguhnya ikatan perkawinan adalah ikatan yang barokah yaitu ikatan hati dan pikiran. Memberi nafkah dengan segala macamnya. sebelum ikatan jasad dan syahwat. dan semua perintah-perintah agama. pakaian. kafir dan mulhid melarang isterinya berpakaian yang menutup auratnya dan memaksa isterinya untuk telanjang di ko!am renang umum.

Maka jadilah anak�anaknya itu kafir padahal mereka keturunan muslim. Berapa banyak kaum muslimin yang kehilangan kekuasaan atas anak-anak mereka disebabkan oleh peraturan-�peraturan jelek yang dibuat oleh isteri-isteri mereka. Demikian juga perempuan yang tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya serta hukum-hukum agama maka dia bukan muslimah. Meskipun dia lahir dari orang tua yang muslim. Dan telah kita sebutkan tentang bolehnya menikahi perempuan ahlul kitab menurut hukum syar'i. Membenci untuk menutup aurat (berpakaian secara syar'i). 2. maka menikahi perempuan-perempuan kafir.. Tidakkah perempuan itu bertanya pada dirinya kenapa saya kawin dengan lelaki seperti ini? Kalau dia itu menikah karena kegantengannya.. Karena seorang mukminah itu lebih baik. Bahkan menganjurkan untutk menikahi muslimah dalam segala keadaan. kedudukan yang tinggi.yang demikian itu suami yang baik? Bukankah lebih baik bagi seorang perempuan untuk tidak memiliki suami seumur hidupnya daripada kawin dengan laki-laki yang kafir. Karena menimbulkan kerusakankerusakan. tergila-gila kepadanya kemudian sampai melemparkan kebenaran itu maka ini adalah perempuan yang jelek yang meninggalkan agamanya dan mengikuti syahwatnya. tetapi hal ini perlu penjelasan. Kami nasehatkan juga bagi para lelaki untuk memilih isteri yang baik yaitu muslimah yang sebenarnya. Dan syari'at tidak mernbolehkan menikahi perempuan ahlul kitab kecuali dengan syarat. keras hatinya seperti ini? Yang tidak memahami esensi perkawinan kecuali hanya syahwat saja. Perkawinan Lelaki Muslim dengan Perempuan Non-Muslim Sudah diketahui bahwasanya lelaki muslim tidak boleh menikahi perempuan non-muslim kecuali ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani). Ringkasnya syari'at tidak menganjurkan untuk menikah dengan selain muslimah. sebagai berikut: Sesungguhnya orang muslim menikahi perempuan ahlul kitab adalah makruh bagaimanapun keadaannya. maka dia bukan muslimah. Sebab dia itu lebih memenuhi hak-hak suami dan lebih menjaga terhadap anak-anaknya sebagaimana firman Allah . Diantara syarat-syarat itu adalah : 1. Tidak boleh menikahi perempuan mulhid. selain itu perkawinannya haram. Kalau dia terlanjur sangat mencintainya. Maka berapa banyak kaum muslimin yang tenggelam dalam syahwatnya di sana dan terjerumus ke dalam masyarakat yang seperti itu sehingga lupa agamanya. hukumnya menjadi haram. Hindu) maka tidak boleh menikahinya. penyembah berhala maupun yang murtad dari islam. kalau syarat itu tidak terpenuhi maka tidak boleh bahkan menjadi haram. Dan tidak seorangpun yang mampu untuk berpura-pura tidak mengetahui tentang akibat jelek yang menimpa para pemuda kita. Bukan seperti perempuan yang tumbuh di lingkungan muslimin tapi memiliki fikrah yang membenci dan memusuhi Islam. Wahai lelaki muslim. Kalau keadaanya seperti ini. hindu. budha. yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. supaya tidak memberi kesempatan kepada isterinya mempengaruhi agama dan akhlaq anakanaknya. maka sangatlah mungkin baginya untuk mendapatkan lelaki muslim yang sholeh yang memiliki sfat-sifat seperti itu juga. Maksudnya adalah betulbetul memiliki aqidah Yahudi atau Nashara (yang asli). pilihlah isteri-isterimu dengan sebaik-pilihan supaya kamu tidak menyesal sebab penyesalan tiada guna. Ini adalah syarat yang sangat penting bagi kaum muslimin yang be!ajar di negeri timur dan barat yang ingin menikah di sana. Jika perempuan itu telah lepas dari keyahudiannya dan kenasroniannya kemudian menjadi mulhid (Budha.. bukan hanya sekedar Islam KTP. Maka wajib baginya untuk memastikan keadaaan perempuan ahlul kitab tersebut dengan perbuatannya. Perempuan itu betul-betul ahlul kitab secara perbuatan dan kenyataan. yang tinggal dia negeri kafir mereka menikah dengan perempuan negeri tersebut. Hendaknya lelaki tersebut seorang muslim yang sesungguhnya. supaya syah pernikahannya meskipun hal itu dibenci atau makruh.

Berkenaan dengan nikah siri. Adapun hukum syariat atas ketiga fakta tersebut adalah sebagai berikut. atau hanya karena ingin memuaskan nafsu syahwat belaka tanpa mengindahkan lagi ketentuan-ketentuan syariat. pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangan tertentu. poligami. yakni pernikahan tanpa wali. dan lain sebagainya. Jogjakarta) Hukum islam PDF | Print | tentang nikah siri Keinginan pemerintah untuk memberikan fatwa hukum yang tegas terhadap pernikahan siri. Sebagaimana penjelasan Nasarudin Umar. Sabtu. pernikahan siri dianggap perbuatan ilegal. kini telah dituangkan dalam rancangan undangundang tentang perkawinan. bahwasanya Rasulullah saw . RUU ini akan memperketat pernikahan siri. Tidak hanya itu saja. sesungguhnya Islam telah melarang seorang wanita menikah tanpa wali. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan sipil negara. kawin kontrak. atau karena pertimbangan-pertimbangan rumit yang memaksa seseorang untuk merahasiakan pernikahannya. alias tidak mampu membayar administrasi pencatatan. bagaimana pandangan Islam terhadap nikah siri? Bolehkah orang yang melakukan nikah siri dipidanakan? Benarkah orang yang melakukan pernikahan siri tidak memiliki hubungan pewarisan? Definisi dan Alasan Melakukan Pernikahan Siri Pernikahan siri sering diartikan oleh masyarakat umum dengan. 28 Februari. Pertama. ada pula yang disebabkan karena takut ketahuan melanggar aturan yang melarang pegawai negeri nikah lebih dari satu. Lalu. walaupun dia menarik perhatianmu') AI-Baqarah : 221 (Dikutip dari kitab Ushulul Mu’asyarotil Zaujiyah. misalnya masih terikat dalam perkawinan sebelumnya. [Surya Online. maupun nikah kontrak. jika suami meninggal dunia. atau karena menganggap absah pernikahan tanpa wali. sebelum mereka beriman. Hukum Pernikahan Tanpa Wali Adapun mengenai fakta pertama. kedua. akan dikenai sanksi pidana 1 tahun penjara. maka isteri atau anak-anak keturunannya tidak memiliki hak untuk mewarisi harta suaminya. sanksi juga berlaku bagi pihak yang mengawinkan atau yang dikawinkan secara nikah siri. Ketentuan ini juga berlaku jika isteri yang meninggal dunia. Edisi Indonesia ‘Tata Pergaulan Suami Istri Jilid I’ Penerbit Maktabah Al-Jihad. Artinya. Pegawai Kantor Urusan Agama yang menikahkan mempelai tanpa syarat lengkap juga diancam denda Rp 6 juta dan 1 tahun penjara. Direktur Bimas Islam Depag. maka suami isteri tersebut tidak memiliki hubungan pewarisan. misalnya karena takut mendapatkan stigma negatif dari masyarakat yang terlanjur menganggap tabu pernikahan siri. Setiap penghulu yang menikahkan seseorang yang bermasalah. 1009] Sebagian orang juga berpendapat bahwa orang yang melakukan pernikahan siri. pernikahan yang sah secara agama namun tidak dicatatkan dalam lembaga pencatatan negara. Ketiga. dan poligami. Ada yang karena faktor biaya. Pernikahan semacam ini dilakukan secara rahasia (siri) dikarenakan pihak wali perempuan tidak setuju.Ta'ala : ("Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik. sehingga pelakunya akan dipidanakan dengan sanksi penjara maksimal 3 bulan dan denda 5 juta rupiah. pernikahan tanpa wali. dalam RUU yang baru sampai di meja Setneg. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih balk dari wanita musrik. Ketentuan semacam ini didasarkan pada sebuah hadits yang dituturkan dari sahabat Abu Musa ra.

suatu perbuatan baru dianggap kemaksiyatan dan berhak dijatuhi sanksi di dunia dan di akherat. syariat belum menetapkan bentuk dan kadar sanksi bagi orang-orang yang terlibat dalam pernikahan tanpa wali. Lihat. Imam Asy Syaukaniy. Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2649]. Seorang hakim boleh menetapkan sanksi penjara. Imam Asy Syaukani. ketika perbuatan tersebut terkategori ”mengerjakan yang haram” dan ”meninggalkan yang wajib”. [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy. sehingga berhak mendapatkan sanksi di dunia maupun di akherat. Nikah Tanpa Dicatatkan Pada Lembaga Pencatatan Sipil Adapun fakta pernikahan siri kedua. فنكاحها باطل . atau mengerjakan perbuatan mubah atau . kasus pernikahan tanpa wali dimasukkan ke dalam bab ta’zir.bersabda. Pelakunya telah melakukan maksiyat kepada Allah swt. Begitu pula orang yang meninggalkan atau mengerjakan perbuatan-perbuatan yang berhukum sunnah. dan mubah. Abu Hurayrah ra juga meriwayatkan sebuah hadits. dan berhak mendapatkan sanksi di dunia. Pasalnya. pernikahannya batil. pernikahannya batil”. Hanya saja. Sebab. yakni pernikahan yang sah menurut ketentuan syariat namun tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil. Untuk itu. seorang qadliy tidak boleh menjatuhkan sanksi kepada orang-orang yang meninggalkan perbuatan sunnah. atau meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariat. Lihat. dan keputusan mengenai bentuk dan kadar sanksinya diserahkan sepenuhnya kepada seorang qadliy (hakim). yakni (1) hukum pernikahannya. Berdasarkan dalalah al-iqtidla’.” [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy. sesungguhnya wanita pezina itu adalah (seorang wanita) yang menikahkan dirinya sendiri”. dan pelakunya tidak boleh dianggap melakukan tindak kemaksiyatan. maka orang tersebut tidak boleh dinyatakan telah melakukan kemaksiyatan. dan makruh. فنكاحها باطل‬ “Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya. maka pernikahannya batil. lihat. sesungguhnya ada dua hukum yang harus dikaji secara berbeda. Nailul Authar VI: 231 hadits ke 2649) Berdasarkan hadits-hadits di atas dapatlah disimpulkan bahwa pernikahan tanpa wali adalah pernikahan batil. bahwasanya Rasulullah saw bersabda: ‫ل تزوج المرأة المرأة ل تزوج نفسها فإن الزانية هي التي تزوج نفسها‬ ”Seorang wanita tidak boleh menikahkan wanita lainnya. Makna semacam ini dipertegas dan diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. kata ”laa” pada hadits menunjukkan pengertian ‘tidak sah’. dan (2) hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara Dari aspek pernikahannya. mubah. Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2648]. dan lain sebagainya kepada pelaku pernikahan tanpa wali. sehingga berhak dijatuhi sanksi hukum. Seorang wanita juga tidak berhak menikahkan dirinya sendiri. Imam Asy Syaukaniy. nikah siri tetap sah menurut ketentuan syariat. pengasingan. Seseorang baru absah dinyatakan melakukan kemaksiyatan ketika ia telah mengerjakan perbuatan yang haram. ‫ل نكاح إل بولي‬ “Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali. (HR Ibn Majah dan Ad Daruquthniy. bukan sekedar ’tidak sempurna’ sebagaimana pendapat sebagian ahli fikih. Oleh karena itu. bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda: ‫أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل.

Pertama. pada era keemasan Islam. pertama. Hanya saja. nasab. pada dasarnya. Kesaksian dari saksi-saksi pernikahan atau orang-orang yang menyaksikan pernikahan. Berdasarkan keterangan dapat disimpulkan. kedua. maupun sengketa yang lahir akibat pernikahan. dan keadaan masyarakat saat itu belumnya sekompleks keadaan masyarakat sekarang. Kedua. dan lain sebagainya. juga absah dan harus diakui oleh negara sebagai alat bukti syar’iy. Pasalnya. Jika tiga hal ini telah dipenuhi. hak asuh anak. melanggar aturan-aturan administrasi negara. dan aturan-aturan lain yang telah ditetapkan oleh negara. seperti melanggar peraturan lalu lintas. atau beliau mewajibkan para shahabat untuk mencatatkan pernikahan mereka. melakukan pernikahan tanpa dicatat di lembaga pencatatan sipil. tentunya seseorang telah memiliki sebuah dokumen resmi yang bisa ia dijadikan sebagai alat bukti (bayyinah) di hadapan majelis peradilan. fungsi pencatatan pernikahan pada lembaga pencatatan sipil adalah agar seseorang memiliki alat bukti (bayyinah) untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar telah melakukan pernikahan dengan orang lain. di mana sistem pencatatan telah berkembang dengan pesat dan maju. Pasalnya. orang yang menikah siri tetap memiliki hubungan pewarisan yang sah. dan hubungan-hubungan lain yang lahir dari pernikahan siri tersebut. perceraian. dan lain sebagainya. Berdasarkan penjelasan ini dapatlah disimpulkan bahwa. Adapun rukun-rukun pernikahan adalah sebagai berikut. Lebih dari itu. pernikahan yang tidak dicatatkan di lembaga pencatatan negara tidak boleh dianggap sebagai tindakan kriminal sehingga pelakunya berhak mendapatkan dosa dan sanksi di dunia. Selain itu. Pasalnya. Sebab. Negara tidak boleh menetapkan bahwa satu-satunya alat bukti untuk membuktikan keabsahan pernikahan seseorang adalah dokumen tertulis. Seseorang baru berhak dijatuhi sanksi hukum di dunia ketika orang tersebut. perijinan mendirikan bangunan. Tidak bisa dinyatakan bahwa pada saat itu lembaga pencatatan belum berkembang. ketika ada sengketa yang berkaitan dengan pernikahan. namun kita tidak pernah menemukan riwayat bahwa melakukan pencatatan atas pernikahan beliau. salah bukti yang dianggap absah sebagai bukti syar’iy (bayyinah syar’iyyah) adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara. seperti meninggalkan sholat. jihad. walaupun perintah untuk menulis (mencatat) beberapa muamalah telah disebutkan di dalam al-Quran. tidak pernah kita jumpai satupun pemerintahan Islam yang mempidanakan orang-orang yang melakukan pernikahan yang tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan resmi negara. meninggalkan kewajiban. seperti kesaksian saksi. dan lain sebagainya. Ketika pernikahan dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil. maka kasus ini dapat dirinci sebagai berikut. atau tidak mengakui hubungan pewarisan. pernikahan yang ia lakukan telah memenuhi rukun-rukun pernikahan yang digariskan oleh Allah swt. dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara. kesaksian dari saksi-saksi yang menghadiri pernikahan siri tersebut sah dan harus diakui sebagai alat bukti syar’iy. Mereka juga memahami bahwa pembuktian syar’iy bukan hanya dokumen tertulis. kebanyakan masyarakat pada saat itu. (2) dua orang saksi. ketiga. syariat telah menetapkan keabsahan alat bukti lain selain dokumen tertulis. seperti waris. Nabi saw sendiri melakukan pernikahan. bukanlah satusatunya alat bukti syar’iy. maka pernikahan seseorang dianggap sah secara syariat walaupun tidak dicatatkan dalam pencatatan sipil. misalnya firman Allah swt. dan hubungan-hubungan lain yang lahir dari pernikahan.makruh. (1) wali. mengerjakan tindak haram. Negara tidak boleh menolak kesaksian mereka hanya karena pernikahan tersebut tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil. pengakuan (iqrar). akan tetapi mubah. dan (3) ijab qabul. sumpah. Adapun berkaitan hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara. dan lain sebagainya. seperti minum khamer dan mencaci Rasul saw. para penguasa dan ulama-ulama kaum Muslim saat itu memahami bahwa hukum asal pencatatan pernikahan bukanlah wajib. nafkah. َ ْ َ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ٌ ِ ‫َ َ ّ َ ّ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ُ ْ ِ َ ْ ٍ َِ َ َ ٍ ُ َ ّ َ ْ ُ ُ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ُ ْ َي‬ ‫ياأيها الذين ءامنوا إذا تداينتم بدين إلى أجيل مسيمى فياكتبوه وليكتيب بينكيم كياتب بالعيدل ول ييأب‬ .

dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu). Jika kamu lakukan (yang demikian). baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. serta ukuranukuran khusus untuk pengaturan urusan jual beli dan perdagangan. tempat penyewaan permainan. (jika) kamu tidak menulisnya. dan ia berhak memberi sanksi bagi orang yang melanggar aturan-aturan tersebut. dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. dalam khazanah peradilan Islam. cambuk. maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Jika seseorang melanggar ketentuan tersebut. maka ia telah terjatuh dalam tindakan mukhalafat dan berhak mendapatkan sanksi mukhalafat. maka hendaklah ia menulis. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). seorang khalifah berhak menetapkan jarak halaman rumah dan jalan-jalan umum. (Tulislah mu`amalahmu itu). dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya. kecuali jika mu`amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu. dan melarang masyarakat untuk membangun atau menanam di sampingnya pada jarak sekian meter. seperti urusan lalu lintas. negara (dalam hal ini seorang Khalifah dan orang yang diangkatnya) mempunyai hak untuk menetapkan aturanaturan tertentu untuk mengatur urusan-urusan rakyat yang belum ditetapkan ketentuan dan tata cara pengaturannya oleh syariat. penjara. maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. aturan yang mengharuskan orang-orang yang menikah untuk mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan resmi negara. dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu. hendaklah kamu menuliskannya. dan lain sebagainya. Pasalnya. Demikian juga dalam hal pengaturan urusan pernikahan. dan lain sebagainya. Janganlah saksisaksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. khalifah boleh memberi sanksi kepadanya dengan denda. dan lain sebagainya. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya. misalnya. Siapa saja yang melanggar ketetapan khalifah dalam urusan-urusan tersebut.[TQS AL Baqarah (2): Ketiga. pembangunan rumah. memang benar. Khalifah juga memiliki kewenangan untuk menetapkan aturan-aturan tertentu untuk kafe-kafe. hotel-hotel. Allah mengajarmu. eksplorasi. dan tempat-tempat umum lainnya.ْ َِ ً ْ َ ُ ْ ِ ْ َ ْ َ َ َ ُ ّ َ ّ ِ ّ َ ْ َ ّ َ ْ ِ ْ ََ ِ ّ ِ ِْ ُ ْ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ّ ُ َ َّ َ َ َ ُ ْ َ ْ َ ٌ ِ َ ‫كاتب أن يكتب كما علمه ال فليكتب وليملل الذي عليه الحق وليتق ال ربه ول يبخس منه شيئا فإن‬ َ ُ ‫كان الذي عليه الحق سفيها أو ضيعيفا أو ل يسيتطيع أن يميل هيو فليمليل ولييه بالعيدل واستشيهدوا‬ ُ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ ُ ّ َِ ْ ِْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ْ َ ُ ِ َ ْ َ َ ْ َ ً ِ َ ْ َ ً ِ َ ّ َ ْ ِ ْ ََ ِ ّ َ َ ّ ِ َ ْ َ ِ َ َ ّ َ ِ َ ْ َ ْ َ ْ ّ ‫َ ِ َ ْ ِ ِ ْ ِ َ ِ ُ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ُ َ َ َُ ْ ِ َ َ ُ ٌ َ ْ ََ َ ِ م‬ ‫شهيدين من رجالكم فإن ليم يكونيا رجليين فرجيل وامرأتيان ِمين ترضيون مين الشيهداء أن تضيل‬ ْ َ ً ِ َ ‫ِ ْ َ ُ َ َ ُ َ ّ َ ِ ْ َ ُ َ ُْ ْ َ َ َ َ ْ َ ّ َ َ ُ ِ َ َ ُ ُ َ َ َ ْ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ُ ه‬ ‫إحداهما فتذكر إحداهما الخيرى ول ييأب الشيهداء إذا ميا دعيوا ول تسيأموا أن تكتبيو ُ صيغيرا أو‬ ً َ ِ َ ً َ َ ِ َ ُ َ ْ َ ّ ِ ُ َ ْ َ ّ َ َ ْ ََ ِ َ َ ّ ِ ُ َ ْ ََ ّ َ ْ ِ ُ َ ْ َ ْ ُ َِ ِ َِ َ َِ ً ِ َ ‫كبيرا إلى أجله ذلكم أقسط عند ال وأقيوم للشيهادة وأدنييى أل ترتييابوا إل أن تكييون تجييارة حاضيرة‬ ِ ٌ ِ َ ّ َ ُ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ُ ِ ْ ََ َ ُ ُ ْ َ ّ َ ٌ َ ُ ْ ُ ْ ََ َ ْ ََ ْ ُ َ ْ َ َ َ ُ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ َ َ ُ ِ ُ ‫تديرونها بينكم تديرونها بينكم فليس عليكم جناح أل تكتبوها وأشيهدوا إذا تبييايعتم ول يضييار كيياتب‬ ٌ َِ ٍ ْ َ ّ ُ ِ ّ َ ّ ُ ُ ُ َّ ُ َ ّ ‫ول شهيد وإن تفعلوا فإنه فسوق بكم واتقوا ال ويعلمكم ال وال بكل شيء عليم‬ ُ ُ َ ُ ّ َ ْ ُ ِ ٌ ُ ُ ُ ّ ِ َ َُ ْ َ ْ َِ ٌ ِ َ َ َ ”Hai orang-orang yang beriman. maka tak ada dosa bagi kamu. negara berhak menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada orang yang melakukan tindakan mukhalafat. Misalnya. Aturan semacam ini wajib ditaati dan . dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Ia berhak untuk menjatuhkan sanksi bagi orang yang melanggar perintahnya dalam hal tersebut. apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan. Yang demikian itu. Khalifah boleh saja menetapkan aturan-aturan administrasi tertentu untuk mengatur urusan pernikahan. Aturan yang ditetapkan oleh khalifah atau qadliy dalam perkara-perkara semacam ini wajib ditaati dan dilaksanakan oleh rakyat. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli. dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. Khalifah memiliki hak dan berwenang mengatur urusanurusan semacam ini berdasarkan ijtihadnya. Jika tak ada dua orang lelaki. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan. maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai. timbangan. Khalifah juga memiliki kewenangan untuk menetapkan takaran. supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. Dan bertakwalah kepada Allah.

bahkan wajib memberikan pelayanan pencatatan gratis kepada orang-orang yang tidak mampu mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan Negara. Oleh karena itu. pernikahan siri juga akan menyulitkan pelakunya ketika dimintai persaksian mengenai pernikahannya. misalnya jika perempuan yang dinikahi siri hamil. Bentuk dan kadar sanksi mukhalafat diserahkan sepenuhnya kepada khalifah dan orang yang diberinya kewenangan. pihak yang secara syar’iy absah menjatuhkan sanksi mukhalafat hanyalah seorang khalifah yang dibai’at oleh kaum Muslim.dilaksanakan oleh rakyat. maka dalam semua kasus yang membutuhkan persaksian. walaupun tidak sampai berhukum wajib akan tetapi nabi sangat menganjurkan (sunnah muakkadah). Nabi saw bersabda. kepala negara yang tidak memiliki aqad bai’at dengan rakyat. di antaranya adalah .[HR. atau orang-orang yang ditunjuknya. Negara tidak boleh mempidanakan orang tersebut. sedangkan syariat tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. anjuran untuk mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara menjadi relevan. Sebab. (1) untuk mencegah munculnya fitnah di tengah-tengah masyarakat. (2) memudahkan masyarakat untuk memberikan kesaksiannya. maka pada kasus semacam ini negara tidak boleh mempidanakan dan menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada pelakunya. dan rakyat tidak memiliki kewajiban untuk mentaati dan mendengarkan perintahnya. jika kelak ada persoalanpersoalan yang menyangkut kedua mempelai. Hal semacam ini tentunya berbeda dengan pernikahan yang tidak disiarkan. hanya saja keberadaan surat nikah acapkali juga membuka ruang bagi . Imam Bukhari dan Muslim] Banyak hal-hal positif yang dapat diraih seseorang dari penyiaran pernikahan. jika pernikahan siri dilakukan karena faktor biaya. Jika ia tidak memiliki dokumen resmi. maka akan muncul dugaan-dugaan negatif dari masyarakat terhadap perempuan tersebut. ٍ َ ِ ْ ََ ْ ِْ َ َ َ ّ َ ‫حدثنا أولم ولو بشاة‬ “Adakah walimah walaupun dengan seekor kambing”. orang tersebut tidak mencatatkan pernikahannya dikarenakan ketidakmampuannya. negara berhak memberikan sanksi bagi orang yang tidak mencatatkan pernikahannya ke lembaga pencatatan negara. maka ia bukanlah penguasa yang sah. Pasalnya. (3) memudahkan untuk mengidentifikasi apakah seseorang sudah menikah atau belum. maka kepala negara semacam ini tidak absah menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada rakyatnya. Pasalnya. Atas dasar itu. Selain khalifah. Anjuran untuk melakukan walimah. Untuk itu. Bahaya Terselubung Surat Nikah Walaupun pencatatan pernikahan bisa memberikan implikasi-implikasi positif bagi masyarakat. seseorang baru berhak ditaati dan dianggap sebagai kepala negara jika rakyat telah membai’atnya dengan bai’at in’iqad dan taat. ia harus menghadirkan saksi-saksi pernikahan sirinya. Nabi saw telah mendorong umatnya untuk menyebarluaskan pernikahan dengan menyelenggarakan walimatul ‘ursy. tidak memiliki hak dan kewenangan untuk menjatuhkan sanksi mukhalafat.padahal negara telah menetapkan aturan tersebut—telah terjatuh pada tindakan mukhalafat. orang yang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan negara -. dan orang yang ditunjuk oleh khalifah. Kelima. maka rakyat justru tidak diperkenankan memberikan ketaatan kepada mereka. Keempat. atau dirahasiakan (siri). pada dasarnya. Yang menjadi catatan di sini adalah. Selain akan menyebabkan munculnya fitnah. Lebih-lebih lagi jika para penguasa itu adalah para penguasa yang menerapkan sistem kufur alas demokrasi dan sekulerisme. Adapun orang yang menjadi kepala negara tanpa melalui proses bai’at dari rakyat (in’iqad dan taat). demi mewujudkan kemudahankemudahan bagi suami isteri dan masyarakat serta untuk mencegah adanya fitnah. Atas dasar itu. dan hal ini tentunya akan sangat menyulitkan dirinya.

dan mengawasi dengan ketat penggunaan dan peredaran surat nikah di tengah-tengah masyarakat. maka mereka akan terus merasa aman dengan perbuatan keji mereka dengan berlindung kepada surat nikah. surat nikah kadang-kadang dijadikan alat untuk melegalkan perzinaan atau hubungan tidak syar’iy antara suami isteri yang sudah bercerai. sehingga keduanya masih memegang surat nikah. dengan menyodorkan bukti surat nikah. Diantara praktek-praktek menyimpang dengan mengatasnamakan surat nikah adalah. ada seorang suami mentalak isterinya sebanyak tiga kali. Ketika suami isteri itu merajut kembali hubungan suami isteri – padahal mereka sudah bercerai–. Inilah beberapa bahaya terselubung di balik surat nikah. agar surat nikah tidak justru disalahgunakan. Padahal. Pertama. namun tidak melaporkan kasus perceraiannya kepada pengadilan agama. penguasa tidak cukup menghimbau masyarakat untuk mencatatkan pernikahannya pada lembaga pencatatan sipil negara. talak. Ketika terjadi sengketa waris atau anak. agar status hubungan suami isteri yang telah bercerai menjadi jelas. Oleh karena itu. (Syamsuddin Ramadhan An Nawiy). Sewaktu-waktu jika ia tertangkap tangan sedang melakukan perbuatan keji. keduanya bisa berdalih bahwa mereka masih memiliki hubungan suami isteri dengan menunjukkan surat nikah. salah satu pihak mengklaim masih memiliki ikatan pernikahan yang sah. bahwa mayoritas tidak mengetahui sama sekali. Selain itu. Kedua. HTI Press . sehingga masih memegang surat nikah. keduanya secara syar’iy benar-benar sudah tidak lagi menjadi suami isteri. Wallahu a’lam bi al-shawab. pengetahuan masyarakat tentang aturan-aturan Islam dalam hal pernikahan. penguasa juga harus memecahkan persoalan perceraian yang tidak dilaporkan di pengadilan agama. Kasus ini terjadi ketika suami isteri telah bercerai. akan tetapi juga berkewajiban mendidik masyarakat dengan hukum syariat –agar masyarakat semakin memahami hukum syariat–. atau sengketa-sengketa lain.munculnya praktek-praktek menyimpang di tengah masyarakat. namun tidak melaporkan perceraiannya kepada pengadilan agama. dan hukum-hukum ijtimaa’iy sangatlah rendah. Lebih-lebih lagi.