1.

Judul Praktikum
Regula Falsi
2.Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal

:Selasa,1 November 2011

Materi

:Regula Falsi

3.Tujuan
a. Memahami Metode Regula Falsi
b. Mampu Menentukan nilai akar persamaan dengan Metode Regula Falsi
c. Mampu membuat program untuk menentukan nilai akar dengan Metode Regula
Falsi dengan Matlab
4.Perangkat dan Materi
a. Software Matlab
b. Metode Regula Falsi
5.Dasar teori
Metode regula falsi dimulai dengan dua titik awal a0 dan b0sedemikian
sehingga f(a0) dan f(b0) berlawanan tanda. Berdasarkan teorema nilai antara, ini
berarti fungsi f memiliki akar dalam selang [a0, b0]. Metode ini kemudian berlanjut
dengan menghasilkan berturut-turut selang [ak, bk] yang semuanya berisi akar f.

Pada iterasi ke-k, bilangan

dihitung. Seperti yang diterangkan di bawah, ck adalah akar dari garis sekan melalui
(ak, f(ak)) dan (bk, f(bk)). Jika f(ak) dan f(ck) memiliki tanda yang sama, maka kita
menetapkan ak+1 = ck dan bk+1 = bk. Jika tidak, kita menetapkan ak+1 = ak dan bk+1
= ck. Proses ini diteruskan hingga akar dihampiri dengan cukup baik.

dan akhiri program. jika tidak. 3. Periksa apakah f(a). keluar dari progam karena pada interval yang diberikan tidak terdapat akar persamaan. Jika jumlah iterasi > iterasi maksimum. maka b = m. toleransi. . 4. Hitung nilai mb f (b)(b  a) f (b)  f (a) 5. Hitung f(a) dan f(b). 6. akhiri program.Algoritma 1.f(b)> 0. 2. Jika nilai mutlak f(m) < toleransi. batas bawah a.Proses dengan cara ini memberikan perhitungan yang lebih cepat dibandingkan dengan metode bisection. Algoritma untuk metode ini sama dengan metode bisection. Jika f(a). Kembali ke langkah (2).f(m)<0. tuliskan m sebagai hasil perhitungan. hanya pada bagian menentukan nilai m disesuaikan dengan rumus yang ada. a = m. jika ya. lanjutkan ke langkah berikutnya. 8. dan jumlah iterasi maksimum. jika tidak. 7. 6. Tentukan fungsi f(x). batas atas b.

Diagram alir Regula Falsi 7. fb = f(b).000001 % akar persamaan ditemukan break % menghentikan iterasi .0 error('pesan kesalahan:sama tanda') end disp(' m y ') for i=1:n m=b-((b-a)*fb/(fb-fa)).a=nilai awal.n) %f=fungsi.a. if fa*fb > 0.b. y=f(m).b=nilai akhir. disp([m y]) if abs(y) <= 0.n=jumlah iterasi format long % angka yang dipakai 15 digit di belakang koma fa = f(a).Source code function m=regfalsi(f.

fb = f(b). if fa*y < 0 ketikkan perintah: b=m.45782470703125 -0.Analisa dan Pembahasan end 8.000001 % toleransi dipenuhi (akar persamaan ditemukan) break % menghentikan iterasi 8.b=nilai akhir.b=2.n) % f=fungsi.a=nilai awal.20) % memanggil file regfalsi.m a=1.25000000000000 -0.57812500000000 0.44628906250000 -0.2.1.47265625000000 0.02505737543106 1.43750000000000 -0.06647393759340 1.02700672448077 . if fa*fb > 0.0 % jika nilai f(a) dan f(b) sama tanda error('pesan kesalahan:sama tanda') end for i=1:n m=(a+b)/2. Hasilnya m end end y 1.function m= TengahInterval(f. disp([m y]) % menampilkan m dan f(m) ke layar if abs(y) <= 0.60937500000000 1. >>f=inline(‘x^3-x^2-1’) % mendefinisikan fungsi f(x)=x3-x2 -1 else >>x=regfalsi(f.n=jumlah iterasi format long % angka yang dipakai 15 digit di belakang koma fa = f(a).b.1 menyelesaikan persoalan f ( x)  x 3  x 2  1 dalam command window MATLAB.a. iterasi=20 a=m.09594726562500 1. y=f(m).43980789184570 1.

46556123755454 yang merupakan nilai m pada iterasi ke-18.46431350708008 -0.46555688746957 -0.46573926880956 0. Biseksi b.46483492851257 -0.00291058710115 1.46554335387191 -0.00013413711025 1.1.00258446469666 1.00001073416219 1. f ( x)  e x  4 x dengan titik awal a = 0 dan b = 1.30) nilai x dengan .0. 8.46556123755454 -0.46553304255940 -0.2 Soal 1.46557428780943 0. carilah program Matlab dengan Metode : a.1.46639919281006 0.00007075735056 1.00009792037557 1.00121226003640 1.46555108735629 -0.46522599458694 -0. Regula Falsi a)Dengan menggunakan metode biseksi >> f=inline('exp(1)^x-4*x') Untuk mendefinisikan fungsi f(x)=ex-4x >> x=TengahInterval(f.00059033482427 1.46153259277344 -0.00018242496629 1.46551929414272 -0.00441245589910 1.46556123755454 Dari perhitungan menggunakan matlab di atas didapat nilai x dengan metode regula falsi yaitu1.00005038481518 1.01413060394978 1.00003510526367 x = 1.

00026514698559 0.35742187500000 -0.35729980468750 0.00506613643492 0. nilai a=0.35739135742188 0. nilai b=1. dan iterasi maksimal 30 Hasil m y 0.03522603492571 0.00246217132078 0.00057894372367 0.11683794117380 0.00002981341047 0.00000039755609 x= 0.35740280151367 0.35740280151367 yang merupakan nilai m pada iterasi ke-18.00010825660415 0.25000000000000 0.35546875000000 0.00497433317255 0.Untuk memanggil file TengahInterval.35937500000000 -0.31250000000000 0.35127872929987 0.00004862845180 0.35739898681641 0.00120660109145 0.00001020282008 0.35156250000000 0.35717773437500 0.00000940768710 0.04500858538180 0.50000000000000 -0.35644531250000 0.35740280151367 Dari perhitungan menggunakan matlab di atas didapat nilai x dengan metode biseksi yaitu 0.35736083984375 0.m dengan fungsi f(x).28402541668774 0.35740661621094 -0.35693359375000 0.01503657480070 0. .37500000000000 -0.34375000000000 0.

00019292813633 0.00006291653980 0.35742743379480 -0.35740354332493 -0.00001903730467 0.29997357686697 0.b) Dengan menggunakan Regula Falsi Command >> x=regfalsi(f.00000809246548 0.0.30) Untuk memanggil file regfalsi.20304738383464 0.34983949401196 0. nilai a=0.04116623477573 0.35740219972344 0.00054060345893 0.00113293865849 0.35740278857859 0.35731771543146 0.00000043080428 .1.14992883308050 0.19207728030509 0.01948182198458 0.00327706126947 0.00000150918657 0.35867833726840 -0.00000194439097 0.44345503763004 0.00021910700928 0.00734462482181 0.35747801572510 -0.35719264870681 0.34145771592564 0.00816561077095 0.35740526544337 -0.00003852140127 0.36058257129503 -0.08001296961888 0.35454782189271 0.43826622081230 -0.35739980784042 0.32653645180219 0.35738796963535 0. dan iterasi maksimal 30 Hasil m y 0.00000593569588 0.35739554980377 0. nilai b=1.m dengan fungsi f(x).35784377581800 -0.

04149754983698 0.27763344725899 0. 35740278857859 Dari perhitungan menggunakan matlab di atas didapat nilai x dengan metode regula falsi yaitu 0.56640625000000 0.56835937500000 -0. carilah nilai x dengan program Matlab dengan Metode : a.01717583918553 0. Berdasarkan perhitungan di atas diketahui bahwa untuk metode biseksi membutuhkan 18 iterasi untuk dapat menemukan akar fungsi f(x) sedangkan dengan menggunakan metode regula falsi membutuhkan 21 iterasi.m dengan fungsi f(x).59375000000000 -0.00728282473092 0.75000000000000 -0.10653065971263 0.00496376038939 0.57031250000000 -0. tetapi 1.x = 0.57812500000000 -0.62500000000000 -0.30) Untuk memanggil file TengahInterval.35740278857859 yang merupakan nilai m pada iterasi ke21.50000000000000 0. 2.00190535961282 .56250000000000 0. Biseksi Command >> f=inline('exp(1)^-x-x') Untuk mendefinisikan fungsi f(x)= e-x-x >> x=TengahInterval(f. dan iterasi maksimal 30 Hasil m y 0.00115520201502 0.0.08973857148101 0. f ( x)  e  x  x dengan titik awal a = 0 dan b = 1.1. nilai b=1. nilai a=0.

00004058732179 0.00001667477100 0.01860707362931 0.56865800460041 -0.56713867187500 0.00000723791185 0.56726074218750 -0. nilai b=1.56689453125000 0. b.00000125972876 0.1.56716918945313 -0.00000471844608 0.00038985879737 0.0.0.00000172935969 0.56719970703125 -0.00000023481573 x = 0.00037534916914 0.00018405985370 0.57710468864476 -0.56738281250000 -0. nilai a=0.56714344024658 Dari perhitungan menggunakan matlab di atas didapat nilai x dengan metode biseksi yaitu 0.55529554719195 0.37540108999058 0.56714344024658 yang merupakan nilai m pada iterasi ke-20.01558289294854 0.00008841202725 0.56714248657227 0.00237312389392 .30) Untuk memanggil file regfalsi. Regula Falsi Command >> x=regfalsi(f.61269983678028 -0.52079399341680 0.m dengan fungsi f(x). dan iterasi maksimal 30 Hasil m y 0.31161257922584 0.56714630126953 -0.07325469650304 0.56715393066406 -0.56714344024658 -0.56714439392090 -0.07081394787317 0.

56714577684719 -0.56715571177839 -0.56713980568083 0.56714346421349 yang merupakan nilai m pada iterasi ke19.56714346421349 Dari perhitungan menggunakan matlab di atas didapat nilai x dengan metode regula falsi yaitu 0.56740606632878 -0. tetapi kecepatan untuk mencapai akar hampiran sangat lambat.00004489544778 0.56729319787299 -0.00574043861180 0.56718167244723 -0.56665361706215 0.56788170497968 -0.00000389660195 0.00000981177026 0. Untuk mempercepat pencarian akar tersebut.00041178793909 0.Kesimpulan: 1. maka nilai-nilai dari f (a) dan f (b) perlu diperhitungkan.00012654963973 0. Pada umumnya pencarian akar dengan menggunakan metode biseksi selalu dapat menemukan akar.00001946602072 0.00115704685765 0.56348272266510 0. Metode yang memanfaatkan nilai f (a) dan f (b) ini adalah metode regula falsi .00023492010297 0.56714955134421 -0.00006014973470 0.00076745630714 0.56711464260500 0.56714346421349 -0.00000546107304 0.56722404338855 -0. Berdasarkan perhitungan di atas diketahui bahwa untuk metode biseksi membutuhkan 20 iterasi untuk dapat menemukan akar fungsi f(x) sedangkan dengan menggunakan metode regula falsi membutuhkan 19 iterasi 9.0.00000027237530 x = 0.

Pada metose biseksi menggunakan rumus m=(a+b)/2 sedangkan pada metode regula falsi menggunakan rumus f (b)(b  a) mb f (b)  f (a) sehingga konvergensinya terjamin dan kecepatannya lebih baik dari metode biseksi. Perbedaan antara metode biseksi dengan metode regula falsi terletak pada nilai m.2. .

LAPORAN PRAKTIKUM METODE NUMERIK TENTANG: REGULA FALSI Disusun oleh : Nama : Karina Rachma NIM : M0509038 Kelas : B JURUSAN INFORMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful