P. 1
BAB I UUD 1945

BAB I UUD 1945

|Views: 525|Likes:
Published by Ibnu So'im

More info:

Published by: Ibnu So'im on Dec 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

Muhammad Ibnu Soim

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG Sebaga dasar Negara, pancasila merupakan dasar filsafat Negara

(Philosofische Gronslag). Sebagai sumber nilai dan sumber norma dalam setiap aspek ketatanegaraan. Selain itu, pancasila juga sebagai sumber tertip hukum di Indonesia. Dalam konteks ketatanegaraan, pancasila merupakan suatu asas kerohanian Negara dan sebagai sumber nilai, norma dan kaidah baik moral mupun hukum dalam suatu Negara Indonesia, pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia, dijabarkan dalam suatu UUD 1945. oleh karena itu, pancasila di jadkan sebagai sumber hukum dasar Negara yang tertulis di dalam (UUD) maupun tidak tertulis.

1.2. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan masalah yang termuat dalam pembahasan. Kami merumuskan masalah-masalah tersebut yaitu sebagai berikut: a. Masalah tentang pengertian UUD b. Fungsi Undang-Undang c. Hubungan UUD 1945

1

Muhammad Ibnu Soim

1.3. TUJUAN PENULISAN Tujuan penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut: 1. Untuk memenuhi salah satu tugas kelompok 2. Untuk menyampaikan materi tentang UUD 1945 3. Untuk memperluas wawasan dan pengembangan tentang pembukaan UUD 1945

2

Muhammad Ibnu Soim

BAB II PEMBAHASAN

A.

PEMBUKAAN UUD

1. Pengertian Pembukaan UUD 1945 Undang-undang dasar 1945 disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, yang didalamnya memuat berbagai hal dan terdiri dari 4 alinea diantara empat alinea yaitu: • Alinea Pertama Yaitu pengertian tentang nilai dan kodrat, yang tersimpan dalam kalimat “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa”. Dengan demikian, deklarasi yang terkandung dalam alinea ini merupakan suatu pernyataan yang universal. • Alinea Kedua Dalam pembukaan UUD 1945 alinea mengandung cita-cita kalimat “Negara yang merdeka, bersatu adil dan makmur”. Oleh karena itu, demi terwujudnya cita-cita tersebut maka bangsa Indonesia haurs merdeka, bersatu dan mempunyai kedaulatan. • Alinea Ketiga Dalam alinea ini menjelaskan bahwa pembukaan UUD 1945 mengandung nilai-nilai. Nilai –nilai yaitu nilai religius dan nilai moral. Selain itu juga sebagai pernyataan kembali proklamasi.

3

Muhammad Ibnu Soim

Alinea Keempat Isi dalam alinea keempat mengandung prinsip-prinsip dalam pembentukan pemerintah Negara Indonesia. Hal ini tersimpul dalam kalimat “Kemudian dari pada itu untuk membentuk Negara Indonesia”

2. PEMBUKAAN UUD 1945 SEBAGAI TERTIB HUKUM TERTINGGI Kedudukan pembukaan UUD 1945, memiliki dua (2) aspek diantaranya yaitu sebagai berikut: a) Memberikan faktor mutlak bagi terwujudnya tertip hukum b) Memasukan dari tertib hukum Indonesia sebagai tertib hukum tertinggi Dengan demikian, pancasila disebut sebagai sumber dari segala sumber. Karena suatu dasar dan asas kerohanian dalam aspek penyelenggaraan Negara masuk dalam tertip aspek penyelenggaran negera masuk dalam tertib hukum. Selain itu, juga disebut, sebagai sumber hukum terdapat pokok-pokok pikiran tertentu yaitu kebutuhan, serta mewujudkan cita-cita hukum tertulis maupun tidak tertulis. 3. PEMBUKAAN UUD 1945 MEMENUHI SYARAT ADANYA TERTIB HUKUM INDONESIA Adapun syarat-syarat tertib hukum yang dimaksud yaitu ada empat bagian diantaranya: a. Adanya kesertaan subjek b. Adanya kesertaan asas kerohanian c. Adanya kesatuan daerah

4

Muhammad Ibnu Soim

d. Adanya kesatuan waktu Maka kedudukan pembukaan UUD 1945 dalam tertib hukum Indonesia yaitu menjadikan dasar yang memberikan faktor mutlak bagi tertib hukum Indonesia. 4. PEMBUKAAN UUD 1945, SEBAGAI POKOK KAIDAH NEGARA YANG FUNDAMENTAL Pokok kaidah Negara yang fundamental (Staatsfudamental) memiliki unsure mutlak, diantaranya yaitu: a. Dari Segi Terjadinya

Ditentukan oleh pembentukan Negara dalam terjadinya dalam suatu pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk Negara, menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar-dasar Negara yang dibentuk. b. Dari Segi Isinya

Ditinjau dari segi isinya, pembukaan Undang-Undang 1945, memuat dasar pokok-pokok sebagai berikut: 1. Dasar tujuan Negara 2. Ketentuan diadakannya UUD Negara 3. Bentuk Negara 4. Dasar filsafat Negara (asas kerohanian Negara) 5. PEMBUKAAN UUD 1945 TETAP TERIKAT PADA

KALANGGENGAN HIDUP NEGARA REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS Berdasarkan hakikat kehidupan, pembukaan UUD 1945 sebagai naskah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, serta dalam ilmu hukum memenuhi

5

Muhammad Ibnu Soim

syarat bagi adanya suatu tertib hukum di Indonesia, dan sebagai pokok kaidah Negara yang fundamental, maka pembukaan UUD 1945 memiliki hakikat kedudukan hukum yang kuat bahkan secara Yuridis tidak diubah terlekat pada kelangsungan hidup. 6. NILAI-NILAI HUKUM TUHAN, HUKUM KODRAT, DAN

HUKUM ETIS YANG TERKANDUNG DALAM PEMBUKAAN UUD 1945 Hubungan ke empat hukum tersebut merupakan sumber haban dan sumber nilai bagi Negara dan hukum positif Indonesia. Sedangkan hukum filsafat yaitu dasar filsafat atau pedoman dasar dalam bentuk dan sifat tertentu yang disimpulkan dari hukum kodrat dan hukum atis. 7. POKOK-POKOK PIKIRAN YANG TERKANDUNG DALAM

PEMBUKAAN UUD 1945 Menurut UUD 1945, Pembukaan UUD 1945 yang termuat dalam berita Republik Indonesia tahun II No. 7. Di jelaskan bahwa pembukaan UUD 1945 mengandung pokok-pokok pikiran yang meliput suasana kebatinan dari UUD Negara Indonesia. Pokok-pokok kebatinan tersebut yaitu: 1. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar asas persatuan, dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

6

Muhammad Ibnu Soim

3.

Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan musyawaratan/perwakilan

4.

Negara berdasarkan atas ketuhanan yang Maha Esa, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab

B.

HUBUNGAN ANTARA PEMBUKAAN UUD 1945 DENGAN

BATANG TUBUH UUD 1945 Pembukaan UUD 1945, mempunyai fungsi hubungan langsung yang bersifat nasional organis dengan batang tubuh UUD 1945 karna isi dalam pembukaan di jabarkan kedalam pasal-pasal UUD 1945. Maka pembukaan UUD 1945 memuat dasar filsafat Negara dan UUD merupakan satu kesatuan dan rangkaian kesatuan nilai norma yang terpadu. Hubungan yang bersifat kausal organis dengan batang tubuh UUD 1945 mencakup beberapa segi yaitu sebagai berikut: a. UUD ditentukan akan ada b. Yang diatur dalam UUD adalah tentang pembentukan pemerintah Negara yang memenuhi berbagai persaratan yang meliputi segala aspek penyelenggaraan Negara. c. Negara Indonesia ilaah berbentu republic berkedaulatan rakyat d. Ditetapkannya dasar kerohanian Negara (dasar filsafat Negara pancasila)

C.

HUBUNGAN ANTAR PEMBUKAAN UUD 1945 DENGAN

PANCASILA Hubugnan antara pembukaan UUD 1945 bersifat timbale balik sebagai berikut:

7

Muhammad Ibnu Soim

a. Hubungan secara formal Dalam kedudukan pancasila sebagai norma dasar hukum positif. Maka pancasila mendapat kedudukan formal yuridis dalam pembukaan, sehingga rumsuan merupakan yuridiskannya dijadikan sebagai dasar Negara, sebagaimana terdapat dalma pembukaan UUD 1945. Perumusan yang menyimpang dari pembukaan tersebut, sama halnya dengan mengubah secara tidak sah pembukaan UUD 1945 bahkan berdasarkan hukum positif sudah ditetapkan dalma MPRS No. XX/MPRS/1966. b. Hubungan secara material Secara material, tertib hukum-hukum Indonesia di jabarkan dalam nilainilai yang terkandung dalam pancasila. Sehingga kedudukan pembukaan UUD 1945 yaitu secara material pancasila merupakan asensi atas inti sari dari pokok kaidah yang fundamental.

D.

HUBUNGAN ANTARA PEMBUKAAN UUD 1945 DENGAN

PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 Pembukaan UUD 1945 merupakan satu kesatuan proklamasi 17 Agustus 1945. oleh karena itu, pembukaan dan proklamasi tidak dapat dipisahkan. Karena suatu pernyataan yang lebih rinci dan adanya cita-cita luhur yang menjadi pendorong di tegakkannya kemerdekaan dalam bentuk Negara yang merdeka, bersatu, berdaulat , adil dan makmur.

8

Muhammad Ibnu Soim

9

Muhammad Ibnu Soim

BAB III KESIMPULAN

Pembukaan UUD 1945 sebagai tertib hukum tertinggi, karena memenuhi syarat adanya tertib hukum di Indonesia. Kemudian UUD juga dijadikan sebagai pokok kaidah Negara yang fundamental. Karena terikat pada kelangsungan hidup Negara republic Indonesia dan mengandung nilai-nilai hukum tuhan, hukum kodrat, dan hukum etis. Selain itu, UUD berhubungan dengan batang tubuh UUD 1945 yang bersifat klausal organis dalam mempunyai hubungan perlu dengan pancasila dan proklamasi kemerdekaan. Sehingga pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalam nya menjadi dasar hukum tertulis.

10

Muhammad Ibnu Soim

DAFTAR PUSTAKA

…………..1975, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,(Pokok kaidah fundamental negara Indonesia), Universitas Airlangga, Surabaya Katotani, 1983, Proses Perumusan Pancasila dan UUD 1945, Liberty ,Yogyakarta. ……………1996, Pokok –pokok filsafat Hukum, Gramedia Pustaka Utama , Jakarta. Kancil, 1980, Pancasila dan UUD 1945, Cet. 7 Pokok-pokok pembahasan pancasila dasar filsafat Negara, Usah Nusantara, Surabaya ………1979, Pengertian Pancasila atas dasar UUD 1945. Dan Ketetapanketetapan MPR. Usaha Nasional, Surabaya.

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->