P. 1
laju reaksi

laju reaksi

|Views: 24|Likes:
Published by Kevin Wijaya

More info:

Published by: Kevin Wijaya on Dec 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

1

KESETIMBANGAN KIMIA
Reaksi timbal balik Reaksi timbal balik adalah reaksi yang, tergantung keadaan, dapat mengalir ke dua arah. Apabila Anda meniupkan uap panas ke sebuah besi yang panas, uap panas ini akan bereaksi dengan besi dan membentuk sebuah besi oksida magnetik berwarna hitam yang disebut ferri ferro oksida atau magnetit, Fe3O4. Hidrogen yang terbentuk oleh reaksi ini tersapu oleh aliran uap. Dalam keadaan lain, hasil-hasil reaksi ini akan saling bereaksi. Hidrogen yang melewati ferri ferro oksida panas akan mengubahnya menjadi besi, dan uap panas juga akan terbentuk. Uap panas yang kali ini terbentuk tersapu oleh aliran hidrogen. Reaksi ini dapat berbalik, tapi dalam keadaan biasa, reaksi ini menjadi reaksi satu arah. Produk dari reaksi satu arah ini berada dalam keadaan terpisah dan tidak dapat bereaksi satu sama lain sehingga reaksi sebaliknya tidak dapat terjadi. Reaksi timbal balik yang terjadi pada sistem tertutup Sistem tertutup adalah situasi di mana tidak ada zat yang ditambahkan atau diambil dari sistem tersebut. Tetapi energi dapat ditransfer ke luar maupun ke dalam. Pada contoh yang baru kita bahas tadi, Anda harus membayangkan sebuah besi yang dipanaskan oleh uap dalam sebuah kotak tertutup. Panas ditambahkan ke dalam sistem ini, namun tidak satu zat pun yang terlibat dalam reaksi ini dapat keluar dari kotak. Keadaan demikian disebut sistem tertutup. Pada saat ferri ferro oksida dan hidrogen mulai terbentuk, kedua zat ini akan saling bereaksi kembali untuk membentuk besi dan uap panas yang ada pada mulanya. Coba pikirkan, kira-kira apa yang Anda temukan ketika menganalisis campuran ini setelah beberapa saat? Anda akan sadar, bahwa Anda telah membentuk situasi yang disebut kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan Dinamis Mempelajari kesetimbangan dinamis secara visual Bayangkan sebuah zat yang dapat berada dalam dua bentuk/warna, biru dan merah, masing-masing dapat bereaksi untuk menjadi yang lain (biru menjadi merah, merah menjadi biru). Kita akan membiarkan mereka bereaksi dalam sistem tertutup, di mana tidak ada satu pun yang dapat keluar dari sistem ini. Biru dapat berubah menjadi merah jauh lebih cepat daripada merah menjadi biru. Dan berikut adalah peluang (probabilitas) dari perubahan yang dapat terjadi. 3/6 biru berubah menjadi merah, dan 1/6 merah berubah menjadi biru. Anda dapat mencobanya dengan kertas berwarna yang digunting kecil-kecil (dua warna) dan sebuah dadu. 2 Berikut adalah hasil dari 'reaksi' (simulasi) yang saya lakukan. Saya mulai dengan 16 potongan kertas biru. Saya melihat potongan-potongan itu satu per satu secara bergantian dan memutuskan apakah kertas yang saya lihat dapat berubah warna dengan melempar dadu. Kertas biru dapat saya ganti dengan kertas merah apabila angka 4, 5 dan 6 keluar. Kertas merah dapat saya ganti dengan kertas biru apabila angka 6 keluar pada saat saya melihat sebuah kertas merah. Ketika saya selesai melihat ke-16 kertas itu, saya mulai lagi dari awal. Tapi tentu saja kali ini saya mulai dengan pola yang berbeda. Diagram di bawah ini menunjukkan hasil yang saya dapat setelah saya mengulang proses ini sebanyak 11 kali (dan saya tambahkan 16 potongan kertas biru yang saya punya pada awal simulasi). Anda dapat melihat bahwa 'reaksi' berlangsung terus menerus. Pola yang terbentuk dari kertas merah dan biru terus berubah. Tapi, yang mengejutkan ialah, jumlah keseluruhan dari masing-masing kertas warna biru dan merah tetap sama, di mana dalam berbagai situasi, kita dapatkan 12 kertas warna merah dan 4 kertas warna biru. Catatan : Sejujurnya, hasil akhir ini diperoleh secara kebetulan karena simulasi ini dilakukan dengan jumlah kertas

Penjelasan tentang "kesetimbangan dinamis" Reaksi (simulasi) di atas telah mencapai kesetimbangan dalam arti tidak akan perubahan lebih lanjut dalam jumlah kertas biru dan merah. tapi ini menunjukkan bahwa reaksi ini adalah reaksi timbal balik yang berada dalam kesetimbangan dinamis. Sekali lagi. dengan lebih formal Kecepatan Reaksi Ini adalah persamaan untuk sebuah reaksi biasa yang telah mencapai kesetimbangan dinamis. ini tidak hanya berarti bahwa reaksi tersebut merupakan reaksi timbal balik. Anda akan mendapat konfigurasi kesetimbangan yang sama tanpa dipengaruhi dari sisi mana Anda memulai reaksi. tentunya).Contohnya. Bagaimana reaksi ini bisa mencapai keadaan tersebut? Anggap saja kita mulai dengan A dan B. Namun demikian. Anda akan mendapati proporsi yang terbentuk akan mendekati 75% merah dan 25% biru (suatu simulasi yang sangat membosankan. Dengan jumlah potongan kertas yang saya gunakan. Kesetimbangan Dinamis. Anda dapat menulis seperti demikian : Yang perlu kita perhatikan di sini ialah. dari warna biru ke warna merah) disebut 'pergeseran kesetimbangan ke kanan' dan dari kanan ke kiri disebut 'pergeseran kesetimbangan ke kiri' Posisi kesetimbangan Dalam contoh yang kita pakai. Kata "dinamis" menunjukkan bahwa reaksi itu masih terus berlangsung. Anda dapat menggunakan tanda panah khusus untuk memperlihatkan bahwa ada kesetimbangan dinamis pada persamaan reaksi. lagi. Dengan kata lain. kita bisa mengatakan bahwa "Posisi kesetimbangan bergeser ke kiri" atau "Posisi kesetimbangan bergeser ke warna 3 biru". konsentrasi A dan B pada mula-mula ada pada titik maksimum. Catatan: Apabila Anda tertarik. biarkanlah warnanya berubah apabila angka 5 atau angka 6 keluar pada saat dadu dilempar. apabila dengan mengubah kondisi praktikum kita dapat memproduksi lebih banyak warna biru di dalam campuran kesetimbangan. Inilah yang kita kenal sebagai "kesetimbangan dinamis". campuran kesetimbangan terdiri dari lebih banyak warna merah daripada warna biru. Apabila Anda mempunyai sejumlah besar partikel yang turut ambil bagian dalam sebuah reaksi kimia. Ingat: Anda tidak akan mendapat hasil yang sama bila menggunakan jumlah potongan kertas (yang melambangkan jumlah partikel) yang terlalu sedikit. Kita dapat mengatakan bahwa: Posisi kesetimbangan condong ke merah Posisi kesetimbangan condong ke sebelah kanan Apabila kondisi praktikum berubah (dengan mengubah peluang terjadinya pergeseran kesetimbangan ke kanan maupun ke kiri). Pada awal reaksi. proporsi kesetimbangan akan menjadi 75% merah dan 25% biru.yang sangat sedikit. dan itu berarti kecepatan reaksi . apabila Anda menggunakan potongan kertas dalam jumlah besar. kita mendapat hasil reaksi yang sangat dekat dengan proporsi rata-rata. Untuk kasus yang kita bahas di atas. Posisi kesetimbangan dapat menggambarkan situasi ini. Sekali lagi Anda dapat melihat konfigurasi yang terjadi sama persis dengan percobaan pertama di mana kita mulai dengan warna biru. proporsinya akan mendekati 75%:25%. Fluktuasi perubahan akan sangat mudah terlihat. ada kertas biru yang berubah jadi merah di suatu tempat dalam campuran tersebut. Pergeseran Kesetimbangan Pergeseran dari kiri ke kanan dalam persamaan (dalam hal ini. Apabila Anda melakukan simulasi ini dengan jumlah kertas yang lebih banyak (misalnya beberapa ribu kertas). komposisi dari campuran kesetimbangan itu sendiri pun akan berubah. Mencapai kesetimbangan dari sisi yang lain Apa yang terjadi bila Anda memulai reaksi dengan warna merah dan bukan warna biru namun tetap memberi kesempatan untuk berubah warna seperti di contoh pertama ? Ini adalah hasil dari percobaan saya. cobalah perbesar peluang warna merah berubah menjadi biru dari 1/6 menjadi 2/6 untuk melihat efeknya pada posisi kesetimbangan. reaksi ini masih terus berlangsung. Untuk setiap kertas merah yang berubah warna jadi biru.

Seiring berjalannnya waktu. Tidak ada yang dapat ditambahkan atau diambil dari sistem itu selain energi. Apabila Anda mengubah keadaan sedemikian rupa sehingga mengubah kecepatan relatif reaksi ke kanan dan ke kiri. Sebagai hasil dari tumbukan antara dua molekul. hanya tumbukan 1 yang memungkinkan terjadinya reaksi. jumlah dari segala sesuatu yang ada di dalam campuran tetap sama walaupun reaksi terus berjalan. Kenapa "memungkinkan terjadinya reaksi"? Kedua partikel tersebut harus bertumbukan dengan mekanisme yang tepat. Seiring berjalannya waktu. kecepatan reaksi antara keduanya mencapai titik yang sama di mana kecepatan reaksi A dan B berubah menjadi C dan D sama dengan kecepatan reaksi C dan D berubah menjadi A dan B kembali. Dengan berlangsungnya waktu. Keduanya bereaksi untuk menghasilkan kloroetan. Jika Anda belum membaca halaman tentang mekanisme reaksi. Begitu ada partikel yang berubah. Reaksi yang melibatkan tumbukan antara dua partikel Sudah merupakan suatu yang tak pelak lagi jika keadaan yang melibatkan dua partikel dapat bereaksi jika mereka melakukan kontak satu dengan yang lain. Ikatan rangka dikelilingi oleh konsentrasi negatifitas yang tinggi sebagai akibat elektronelektron yang berada di ikatan tersebut. Rangkuman Kesetimbangan kimia terjadi pada saat Anda memiliki reaksi timbal balik di sebuah sistem tertutup. Satu hidrogen atom berikatan dengan satu karbon dan atom klor berikatan dengan satu karbon lainnya. partikel tersebut terbentuk kembali berkat adanya reaksi timbal balik. Ini berarti. tidak akan ada lagi perubahan pada jumlah A. Tumbukan-tumbukan(collisions) yang ditunjukkan di diagram. Pada awalnya tidak ada C dan D sama sekali sehingga tidak mungkin ada reaksi di antara keduanya. kecepatan reaksi antara C dan D pun bertambah. B. 4 Akhirnya. Pada saat ini. dan lalu memungkinkan terjadinya reaksi. Pada kesetimbangan. C. dan mereka harus bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan. karena Anda telah mengubah faktor dari sistem itu sendiri. D di dalam campuran. A dan B bereaksi dan konsentrasinya berkurang. mungkin Anda bertanya-tanya mengapa tumbukan 2 tidak bekerja dengan baik.juga ada pada titik maksimum. konsentrasi C dan D bertambah banyak dan keduanya menjadi mudah bertumbukan dan bereaksi. Mereka pertama harus bertumbukan. ikatan rangkap diantara dua karbon berubah menjadi ikatan tunggal. jumlah partikelnya berkurang dan kesempatan bagi partikel A dan B untuk saling bertumbukan dan bereaksi berkurang. Orientasi dari tumbukan Pertimbangkan suatu reaksi sederhana yang melibatkan tumbukan antara dua molekul etena CH2=CH2 dan hidrogen klor. 5 LAJU REAKSI Teori Tumbukan pada Laju Reaksi Reaksi yang hanya melibatkan satu partikel mekanismenya sederhana dan kita tidak perlu memikirkan tentang orientasi dari tumbukan. Reaksi yang melibatkan tumbukan antara dua atau lebih partikel akan membuat mekanisme reaksi menjadi lebih rumit. Pada saat inilah kita mencapai kesetimbangan kimia. Reaksi hanya dapat terjadi bila hidrogen yang merupakan ujung dari ikatan H-Cl mendekati ikatan rangkap karbonkarbon. Anda akan mengubah posisi kesetimbangan. Ini dimungkinkan karena kecepatan reaksi ke kanan dan ke kiri sama. dan ini menyebabkan kecepatan reaksi juga berangsur-angsur berkurang. Tumbukan selain daripada itu tidak bekerja dikarenakan kedua molekul tersebut akan saling bertolak. Pendekatan atom klor yang memiliki negatifitas lebih tinggi ke ikatan rangkap menyebabkan tolakan karena kedua-duanya memiliki negatifitas yang tinggi. HCl sebagai contoh. .

partikel-partikel harus bertumbukan guna memperoleh energi yang sama atau lebih besar daripada aktivasi energi untuk melangsungkan reaksi. Energi tumbukan Aktivasi Energi Walaupun partikel-partikel itu berorientasi dengan baik. Untuk gas. Di dalam berbagai sistem. Bubuk zat padat biasanya menghasilkan reaksi yang lebih cepat dibandingkan sebuah bungkah zat padat dengan massa yang sama. Distribusi Maxwell-Boltzmann Karena energi aktivasi memegang peranan penting dalam menentukan suatu tumbukan menghasilkan reaksi. Anda dapat menduga mekanisme melalui bagaimana cara mereka bertumbukan untuk menentukan dapat atau tidaknya suatu reaksi terjadi. Sebagai contoh. dan tidak cukup energi untuk memulai proses penceraian ikatan. tidak akan terjadi reaksi. Ketika tumbukan-tumbukan tersebut relatif lemah. bubuk kalsium karbonat bereaksi lebih cepat dengan larutan asam hidroklorida dibandingkan dengan massa yang sama dalam bentuk pualam atau batu gamping. Beberapa contoh Kalsium karbonat dan asam hidroklorida Di labotarium. Kita dapat mengetahui dimana energi aktivatisi berlangsung dari distribusi Mazwell-Boltzmann. reaksi pengubahaan karbon monooksida dan oksida nitrogen adalah: Karena gas-gas buangan hanya berinteraksi dengan katalis dalam waktu yang sangat singkat. ikatan-ikatan diceraikan (membutuhkan energi) dan membentuk ikatan-ikatan baru (melepaskan energi). Mereka akan kembali ke keadaan semula. Untuk membuat mereka bereaksi kita dapat mengubah bentuk dari kurva atau memindahkan aktivasi energi lebih ke kanan. Umumnya. Anda dapat membayangkan energi aktivasi sebagai tembok dari reaksi. hal ini sangat berguna untuk menentukan bagaimana macam bagian partikel berada untuk mendapatkan energi yang cukup ketika mereka bertumbukan. Bubuk padat memiliki luas permukaan yang lebih besar daripada sebuah bungkah zat padat. 7 Perhatikan bahwa sebagian besar dari partikel-partikel tidak memiliki energi yang cukup untuk bereaksi ketika mereka bertumbukan. dan rhodium digunakan untuk merubah zat-zat beracun buangan kendaraan bermotor menjadi zat yang relatif aman. ikatan-ikatan harus diceraikan sebelum yang baru terbentuk.Di dalam tumbukan yang melibatkan partikel-partikel yang tidak simetris. Anda tidak akan mendapatkan reaksi jika partikel-partikel tersebut tidak dapat bertumbukan melampui energi minimum yang disebut dengan aktivasi energi reaksi. Di dalam reaksi kimia. reaksi harus . keberadaan partikel-partikel akan memiliki berbagai variasi besar energi. Energi aktivasi dilibatkan dalam menceraikan beberapa dari ikatan-ikatan tersebut. Contoh yang sederhana adalah reaksi exotermal yang digambarkan seperti di bawah ini: 6 Jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang lebih rendah dari energi aktivasi. Efek dari Luas Permukaan pada Laju Reaksi Fakta-fakta Apa yang sebenarnya terjadi ? Semakin zat padat terbagi menjadi bagian kecil-kecil. semakin cepat reaksi berlangsung. Hanya tumbukan yang memiliki energi sama atau lebih besar dari aktivasi energi yang dapat menghasilkan terjadinya reaksi. palladium. Aktivasi energi adalah energi minimum yang diperlukan untuk melangsungkan terjadinya suatu reaksi. dapat diperlihatkan melalui diagram yang disebut dengan Distrubis Maxwell-Boltzmann dimana setiap kumpulan beberapa partikel memiliki energinya masing-masing. Katalis perubah Katalis perubah berupa logam seperti platina. Luas dibawah kurva merupakan ukuran banyaknya partikel berada. mengakibatkan partikel-partikel tersebut tidak bereaksi. Distribusi Maxwell-Boltzmann dan energi aktivasi Ingat bahwa ketika reaksi berlangsung.

Jika konsentrasinya tinggi. Jika 9 Anda memiliki 100 juta partikel. Penjelasan Kasus ketika perubahaan konsentrasi mempengaruhi laju reaksi Ini merupakan kasus yang umum dan dengan mudah dijelaskan dengan mudah.berlangsung cepat. Efek dari Konsentrasi pada Laju Reaksi Fakta-fakta Apa yang sebenarnya terjadi ? Untuk berbagai reaksi yang melibatkan zat cair dan gas. Logam yang luar biasa mahal digunakan sebagai katalis dengan melapiskan struktur keramik 'honeycomb' suatu lapisan yang sangat tipis untuk memaksimalkan luas permukaan. Laju reaksi akan berlipat ganda dengan menggandakan konsentrasi. partikel-partikel tersebut pertama-tama haruslah bertumbukan. peningkatan konsentrasi dari pereaksi meningkatkan laju 8 reaksi. maka 200 diantaranya akan bereaksi. Reaksi antara larutan natrium thiosulfat dan asam hidroklorida Reaksi ini sering digunakan untuk menyelidiki relasi antara konsentrasi dan laju reaksi. Oksigen dihasilkan jauh lebih cepat apabila hidrogen peroxide dalam konsentrasi pekat daripada dalam konsentrasi encer. Dekomposisi katalis pada hidrogen peroxide Mangan(IV) oksida padat biasa digunakan sebagai katalis dalam reaksi ini. Peningkatan konsentrasi dari larutan terkadang tidak memberikan efek apa-apa karena katalis telah bekerja pada . peningkatan salah satu pereaksi memungkinkan terjadinya sedikit efek pada laju reaksi. Semakin banyak larutan natrium thiosulfate menjadi encer. Reaksi yang melibatkan hanya satu partikel Jika reaksi hanya melibatkan satu partikel tersebar ke berbagai arah. Andaikan dalam satu waktu 1 per satu juta partikel memiliki energi yang cukup atau melebihi energi aktivasi.hh Penjelasan Anda hanya dapat melangsungkan reaksi jika partikel dalam gas maupun cair bertumbukan dengan partikel padat. 100 diantaranya akan bereaksi. Ketika larutan asam ditambahkan ke dalam larutan natrium thiosulfat. maka tumbukan-tumbukan tidak saling berhubungan. Dalam beberapa kasus tertentu. Kita dapat menyimpulkan bahwa peningkatan jumlah tumbukan per detik meningkatkan laju reaksi. Supaya suatu reaksi dapat berlangsung. Peningkatkan luas permukaan dari zat padat meningkatkan kemungkinan tumbukan bertambah besar. Kasus-kasus ini akan dibahas di halaman ini lebih lanjut. butiran seng beraksi cukup lambat dengan larutan asam hidroklorida. Kasus ketika perubahaan konsentrasi tidak mempengaruhi laju reaksi Sekilas mungkin hal ini membuat kita agak terkejut. endapan berwarna kuning pucat dari belerang dihasilkan. Hal itu mungkin saja terjadi. maka permukaan katalis akan seluruhnya diliputi oleh partikel yang bereaksi yang menghalangi terjadinya reaksi yang lebih cepat. dan direaksikan dengan reaktan dengan larutan konsentrasi yang cukup tinggi. Jika Anda memilki 200 juta partikel pada volume yang sama. Ketika katalis telah bekerja sangat cepat Andaikan Anda menggunakan sedikit jumlah dari katalis padat dalam reaksi. tetapi akan lebih cepat apabila konsentrasi dari asam ditingkatkan. kemungkinan untuk bertumbukan pun semakin besar. Beberapa contoh Seng dan asam hidroklorida Di labotarium. Reaksi melibatkan tumbukan antara atom magnesium dengan ion hidrogen. Hal ini berlaku ketika dua partikel itu larutan atau salah satu larutan dan satunya lagi benda padat. Bayangkan suatu reaksi antara logam magnesium dengan larutan asam seperti asam hidroklorida. semakin lama juga endapan terbentuk. Jangan beranggapan apabila Anda melipatgandakan konsentrasi dari satu pereaksi Anda akan melipatgandakan laju reaksi. Tumbukan yang melibatkan dua partikel Argumen yang sama berlaku ketika dua reaksi melibatkan tumbukan antara dua partikel yang berbeda atau dua partikel yang sama. tetapi hubungannya akan jauh lebih rumit. Yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana berbagai partikel memiliki energi yang cukup untuk bereaksi pada waktu yang bersamaan.

Tahap-tahap ini memilki perbedaan laju yang cukup besar . Anda dapat membayangkan reaksi tahap kedua akan berlangsung segera setelah X terbentuk sehingga reaksi tahap kedua sebagai 'reaksi yang menunggu' yang berlangsung setelah reaksi pertama berlangsung. Hal ini berlaku ketika dua partikel itu gas atau salah satu gas dan satunya lagi benda padat. Supaya suatu reaksi dapat berlangsung. Dalam beberapa reaksi bertahap tertentu Andaikan Anda memiliki suatu reaksi yang berlangsung sebagai suatu rentetan dari tahap-tahap kecil. Efek dari Tekanan pada Laju Reaksi Fakta-fakta Apa yang sebenarnya terjadi ? Peningkatan tekanan pada reaksi yang melibatkan gas pereaksi akan meningkatan laju reaksi. alasan utama menggunakan tekanan tinggi adalah untuk meningkatkan persentase amonia didalam kesetimbangan campuran. Sebagai contoh. andaikan dua reaksi A dan B bereaksi bersama dalam dua tahap : Laju total dari seluruh reaksi akan ditentukan dari berapa cepatnya A terpecah membentuk X dan Y. Contoh dari reaksi ini adalah subtitusi nukleofil dengan mekanisme SN1. laju reaksi antara hidrogen dan nitrogen ditingkatkan dengan menggunakan tekanan yang sangat tinggi. Anda akan mendapatkan penigkatan laju reaksi pada tahap kedua. Reaksi yang melibatkan hanya satu partikel Jika reaksi hanya melibatkan satu partikel tersebar ke berbagai arah. Jika Anda meningkatkan konsentrasi dari A. Reaksi yang melibatkan tertier halogenalkana (alkil halida) dan beberapa senyawa yang memungkinkan . Anda akan mendapatkan peningkatan laju reaksi pada tahap pertama maupun laju reaksi keseluruhan. Jika Anda memilki 200 juta partikel pada volume . beberapa lambat. Perubahaan tekanan pada suatu reaksi yang melibatkan hanya zat padat maupun zat cair tidak memberikan perubahaan apapun pada laju reaksi Beberapa contoh Dalam proses pembuatan amonia dengan proses Haber. kemungkinan untuk bertumbukan pun semakin besar.termasuk hidroksi ion. Jika Anda memiliki 100 juta partikel. Kita juga dapat menggambarkan relasi matematis apabila keadaan berlangsung dalam keadaan gas ideal : 10 Karena "RT" merupakan tetapan selama suhu tetap. namun hal ini juga memberikan perubahaan yang berarti pada laju reaksi juga. Yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana berbagai partikel memiliki energi yang cukup untuk bereaksi pada waktu yang bersamaan.kapasitas maksimumnya.beberapa cepat. Ini dapat dideskripsikan sebagai rate determining step dari reaksi. 100 diantaranya akan bereaksi. partikel-partikel tersebut pertama-tama haruslah bertumbukan. Contoh yang paling tepat untuk reaksi ini berada dalam kimia organik. Jika Anda memiliki massa yang sama dengan volume yang lebih kecil. Jika tekanan tinggi. Jika Anda melipat gandakannya. Jika Anda memilki gas dalam massa tertentu. maka tumbukan-tumbukan tidak saling berhubungan. Jika Anda meningkatkan konsentrasi dari B. Sesungguhnya. Anda juga menggandakan konsentrasinya. Andaikan dalam satu waktu 1 per satu juta partikel memiliki energi yang cukup atau melebihi energi aktivasi. Pengaruh peningkatan tekanan terhadap laju reaksi Tumbukan yang melibatkan dua partikel Argumen yang sama berlaku ketika dua reaksi melibatkan tumbukan antara dua partikel yang berbeda atau dua partikel yang sama. maka semakin tinggi konsentrasinya. menunjukkan bahwa tekanan berbanding lurus dengan konsentrasi. Penjelasan Hubungan antara tekanan dan konsentrasi Peningkatan tekanan dari gas adalah sama dengan peningkatan pada konsentrasi. semakin Anda meningkatkan tekanan semakin kecil juga volumenya. namun akan sulit mendapatkan peningkatan laju keseluruhan.

Untuk mempercepat reaksi. Bahkan bilapun mendekati benar. Energi minimum yang diperlukan disebut dengan reaksi aktivasi energi. Grafik yang berlabelkan T+t adalah suhu yang lebih tinggi. Efek dari peningkatan frekwensi tumbukan pada laju reaksi sangatlah kecil. Diagram diatas menggambarkan luas dibawah kurva pada sebelah kanan energ i aktivasi menjadi kurang lebih dua kali lipat lebih luas. laju reaksi akan berlipatganda setiap kenaikan 10oC suhu. kita perlu untuk meningkatkan jumlah dari partikel-partikel energik partikel-partikel yang memiliki energi sama atau lebih besar dari aktivasi energi. Angka dari derajat suhu yang diperlukan untuk melipatgandakan laju reaksi akan berubah secara bertahap seiring dengan meningkatnya temperatur.sebagai contoh. Laju reaksi akan berlipat ganda dengan menggandakan tekanan. Sebagian besar dari partikel tidak memiliki energi yang cukup dan tidak menghasilkan reaksi. Frekwensi dari tumbukan dua partikel gas berbanding lurus dengan akar dari temperatur kelvin. Perkiraan ini bukan keadaan yang mutlak dan tidak bisa diterapkan pada seluruh reaksi. Peningkatan suhu memberi pengaruh yang tepat merubah bentuk dari diagram. kita dapat melihat walaupun kurva tidak bergeser terlalu banyak. Laju reaksi akan meningkat kurang lebih dua kali pada tiap kenaikan suhu . 11 Mari kita lihat lebih jauh secara matematis. oleh karena itu laju reaksi pun berlipatganda. Jika kita memperhatikan posisi dari aktivasi energi. Sehingga memanaskan salah satu dari contoh ini tidak memperoleh perbedaan laju reaksi yang cukup bereaksi. reaksi pernafasan melibatkan ion yang terlarut menjadi zat padat yang tidak larut. atau reaksi antara ion hidrogen dengan asam dan ion hidroksi dari alkali di dalam larutan.7 % peningkatan dari tiap kenaikan 10o. Sebagai perkiraan kasar. Efek dari Suhu pada Laju Reaksi Fakta-fakta Apa yang sebenarnya terjadi ? Ketika Anda meningkatkan temperatur laju reaksi akan meningkat. Kita dapat menggambarkan keadaan dari energi aktivasi pada distribusi Maxwell-Boltzmann seperti ini: Hanya partikel-partikel yang berada pada area di sebelah kanan dari aktivasi energi yang akan bereaksi ketika mereka bertumbukan. Diagram berikut. Pentingnya aktivasi energi Tumbukan-tumbukan akan menghasilkan reaksi jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi. Hal ini mempercepat laju dari reaksi. maka partikelpartikelnya akan bergerak lebih cepat sehingga frekwensi tumbukan akan semakin besar. laju reaksi akan berlipat ganda tiap 9oC atau 11oC atau tiap suhu tertentu. Jika kita meningkatkan suhu dari 293 K ke 303 K (20oC ke 30oK) Kita akan memperoleh 1. ada peningkatan yang cukup berarti pada pertikel-partikel energik untuk bertumbukkan dengan energi yang cukup untuk bereaksi. Namun efek yang dihasilkannya sangat berbeda. Kesimpulan Peningkatan suhu meningkatkan laju reaksi karena bertambahnya jumlah energi tumbukan aktif.yang sama. Penjelasan Peningkatan frekwensi tumbukan Partikel hanya dapat bereaksi ketika mereka bertumbukan. grafik yang berlabel T merupakan suhu awal. Jika Anda memanaskan suatu benda. 12 Ingat bahwa luas dibawah kurva merupakan jumlah dari partikel-partikel. .dengan kata lain peningkatan sekitar 100%. maka 200 diantaranya akan bereaksi. sebagian reaksi berlangsung dalam temperatur ruangan. Hampir sebagian besar reaksi yang terjadi baik di labotarium maupun industri akan berlangsung lebih cepat apabila kita memanaskannya. Beberapa contoh Beberapa reaksi pada hakekatnya sangat cepat .

andaikan kita memiliki suatu reaksi antara dua senyawa A dan B. Untuk reaksi ini kita dapat mengukur laju reaksi dengan menyelidiki berapa cepat konsentrasi. 14 Kesimpulan . berkurang per detik. katakan A.V2O5 Hidrogenasi C=C ikatan rangkap @ Penjelasan Pentingnya aktivasi energi Tumbukan-tumbukan akan menghasilkan reaksi jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi. untuk lebih formal dan matematis dalam menentukan laju suatu reaksi. kita dapat mengukurnya dengan menghitung volume gas yang dilepaskan per menit pada waktu tertentu selama reaksi berlangsung. Katalis menyediakan satu rute alternatif bagi reaksi. Rute alternatif ini memiliki energi aktivasi yang rendah. Ingat. Sebagai contoh. sebagai contoh. laju biasanya diukur dengan melihat berapa cepat konsentrasi suatu reaktan berkurang pada waktu tertentu. Katalis tidak menggangu gugat hasil suatu reaksi kesetimbangan dan konsentrasi atau massanya setelah reaksi selesai sama dengan konsentrasi atau massa reaksi sebelum reaksi dilangsungkan. Sebagian besar dari partikel tidak memiliki energi yang cukup dan tidak menghasilkan reaksi. namun ia sendiri. konsentrasi berkurang dengan laju 0. jika gas dilepaskan dalam suatu reaksi. Energi minimum yang diperlukan disebut dengan reaksi aktivasi energi. tidak berubah pada akhir reaksi. Order Reaksi dan Persamaan Laju Persamaan Laju Mengukur laju reaksi Ada beberapa cara untuk mengukur laju dari suatu reaksi. katalais hanya mempengaruhi laju pencapaian kesetimbangan. Beberapa contoh Beberapa katalis umum yang digunakan : reaksi katalis Dekomposisi hidrogen peroxide mangan(IV)oksida. Hal ini berarti tiap detik konsentrasi A berkurang 0. kita akan mendapatkan massa katalasis yang sama seperti pada awal kita tambahkan. larutan atau dalam bentuk gas. Salah satu cara alternatif untuk mewujudkannya adalah dengan menurunkan energi aktivasi. Katalis dan aktivasi energi Untuk meningkatkan laju reaksi kita perlu untuk meningkatkan jumlah tumbukan-tumbukan yang berhasil. secara kimiawi. Ketika reaksi selesai. MnO2 Nitrasi benzena asam sulfur pekat Produksi amonia dengan proses Haber besi Konversi dari SO2 ke SO3 melalui proses Kontak untuk memproduksi asam sulfur vanadium(V)oxida. Kita mendapatkan. Definisi Laju ini dapat diukur dengan satuan cm3s-1 Bagaimanapun.0040 mol per desimeter kubik. bukan posisi keseimbangan (misalnya : membalikkan reaksi). Laju ini akan meningkat seiring reaksi dari A berlangsung.0040 mol dm-3 s-1. Misalkan setidaknya salah satu mereka merupakan zat yang bisa diukur konsentrasinya-misalnya. Kita dapat menggambarkan keadaan dari energi aktivasi pada distribusi Maxwell-Boltzmann seperti ini: 13 Hanya partikel-partikel yang berada pada area di sebelah kanan dari aktivasi energi yang akan bereaksi ketika mereka bertumbukan. Sebagai contoh. Dengan kata lain.Efek dari Katalis pada Laju Reaksi Fakta-fakta Apa itu katalis? Katalis adalah suatu zat yang mempercepat suatu laju reaksi. pada awal reaksi. menggeser energi aktivasi seperti diagram dibawah ini : Menambahkan katalis memberikan perubahaan yang berarti pada energi aktivasi. Diagram dibawah ini merupakan gambaran keadaan energi.

B berorder 2 . dan tiap persamaan laju didapat dari ekperimen untuk menentukan bagaimana konsentrasi dari A dan B mempengaruhi laju reaksi. Anda akan mendapatkan efek dari perubahaan suhu dan katalis pada laju konstanta pada halaman lainnya. A berorder satu dan B beroder nol. Satuannya adalah mol dm-3 s-1 Order reaksi Halaman ini tidak akan mendefinisikan apa arti order reaksi secara langsung. Sebagai contoh. A berorder nol karena konsentrasi A tidak mempengaruhi laju dari reaksi. kita akan mendapatkan bahwa laju reaksi berhubugngan dengan konsentrasi A dan B dengan cara : Hubungan ini disebut dengan persamaan laju reaksi : Kita dapat melihat dari persamaan laju reaksi bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh pangkat dari konsentrasi dari A dan B. Beberapa contoh Tiap contoh yang melibatkan reaksi antara A dan B. Contoh 3: Pada reaksi ini. sehingga order reaksi total adalah dua. laju reaksi akan bertambah menjadi 9 kali lipat (32). Kita dapat mengekspresikan persamaan ini dengan simbol : Adalah cara yang umum menulis rumus dengan tanda kurung persegi untuk menunjukkan konsentrasi yang diukur dalam mol per desimeter kubik (liter). Kita tidak dapat menentukan apapun tentang order reaksi dengan hanya mengamati persamaan dari suatu reaksi. Order reaksi selalu ditemukan melalui percobaan. Order reaksi total adalah 2. Kemungkinan pertama : laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A. Konstanta ini berubah. Kita menyebutkan order reaksi total dua. A. Ketetapan laju Hal yang cukup mengejutkan. jika kita mengubah temperatur dari reaksi. laju reaksi akan bertambah 4 kali lipat (22). berarti konsentrasi dari A tidak mempengaruhi laju reaksi. Tetapan laju akan konstan untuk reaksi yang diberikan hanya apabila kita mengganti konsentrasi dari reaksi tersebut. laju reaksi diukur dengan cara berapa cepat konsentrasi dari suatu reaktan berkurang. order reaksi terhadap A dan B adalah 1. Pangkat-pangkat ini merupakan order tersendiri dari setiap reaksi. di dalam reaksi order satu terhadap kedua A dan B (a = 1 dan b = 1). Order reaksi total (keseluruhan). Konsentasi dari tiap reaktan akan berlangsung pada laju reaksi dengan kenaikan beberapa pangkat. Jika konsentras dari Ai ditingkatkan tiga kali lipat. Kemungkinan lainnya : Laju reaksi berbanding terbalik dengan kuadrat konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi dari A. berubah. Order total (keseluruhan) dari reaksi didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order tersebut. Kalkulasi yang melibatkan order reaksi . Kita juga dapat menulis tanda berbanding lurus dengan menuliskan konstanta (tetapan). laju reaksi akan berlipat ganda pula. Order reaksi total adalah satu.Untuk persamaan laju dan order reaksi. order reaksi total adalah 2. Dengan melakukan percobaan yang melibatkan reaksi antara A dan B. Contoh 1: Dalam kasus ini. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. Bagaimana bila kita memiliki reaktan-reaktan lebih dari dua lainnya? Tidak menjadi masalah berapa banyak reaktan yang ada. menambahkan katalis atau merubah katalis. karena konsentrasi B tidak mempengaruhi laju reaksi. laju reaksi pun akan menjadi 4 kali lipat. Jadi andaikan kita telah melakukan beberapa percobaan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan laju reaksi dimana konsentrasi dari satu reaktan. tetapi mengajak kita untuk mengerti apa itu order reaksi. Pangkat-pangkat ini disebut dengan order reaksi terhadap A dan B 15 Jika order reaksi terhadap A adalah 0 (no). Dengan simbol dapat dilambangkan dengan: Secara umum. Ketetapan laju sebenarnya tidak benar-benar konstan. k. sebagai contoh. Contoh 2: Pada reaksi ini. JIka kita meningkatkan konsentrasi A dengan faktor 4. Beberapa hal-hal sederhana yang akan kita temui adalah . didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order.

Anda akan dapat menghitung order dari reaksi dan tetapan laju dari data yang diberikan maupun dari hasil percobaan yang Anda lakukan. .

laju biasanya diukur dengan melihat berapa cepat konsentrasi suatu reaktan berkurang pada waktu tertentu. konsentrasi berkurang dengan laju 0. jika gas dilepaskan dalam suatu reaksi. Definisi Laju ini dapat diukur dengan satuan cm3s-1 Bagaimanapun. berubah. Beberapa hal-hal sederhana yang akan kita temui adalah . laju reaksi diukur dengan cara berapa cepat konsentrasi dari suatu reaktan berkurang. berkurang per detik. Sebagai contoh. Hal ini berarti tiap detik konsentrasi A berkurang 0. katakan A. Jadi andaikan kita telah melakukan beberapa percobaan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan laju reaksi dimana konsentrasi dari satu reaktan. . A. untuk lebih formal dan matematis dalam menentukan laju suatu reaksi. Satuannya adalah mol dm-3 s-1 Order reaksi Halaman ini tidak akan mendefinisikan apa arti order reaksi secara langsung. tetapi mengajak kita untuk mengerti apa itu order reaksi. Kesimpulan Untuk persamaan laju dan order reaksi. Untuk reaksi ini kita dapat mengukur laju reaksi dengan menyelidiki berapa cepat konsentrasi. Order reaksi selalu ditemukan melalui percobaan. larutan atau dalam bentuk gas. Sebagai contoh.Persamaan Laju Mengukur laju reaksi Ada beberapa cara untuk mengukur laju dari suatu reaksi. Kita mendapatkan. sebagai contoh. pada awal reaksi.0040 mol per desimeter kubik. Laju ini akan meningkat seiring reaksi dari A berlangsung. kita dapat mengukurnya dengan menghitung volume gas yang dilepaskan per menit pada waktu tertentu selama reaksi berlangsung.0040 mol dm-3 s-1. Kita tidak dapat menentukan apapun tentang order reaksi dengan hanya mengamati persamaan dari suatu reaksi. andaikan kita memiliki suatu reaksi antara dua senyawa A dan B. Misalkan setidaknya salah satu mereka merupakan zat yang bisa diukur konsentrasinya-misalnya.

JIka kita meningkatkan konsentrasi A dengan faktor 4. laju reaksi akan bertambah menjadi 9 kali lipat (32). laju reaksi pun akan menjadi 4 kali lipat. Kemungkinan lainnya : Laju reaksi berbanding terbalik dengan kuadrat konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi dari A. laju reaksi akan bertambah 4 kali lipat (22). Kita juga dapat menulis tanda berbanding lurus dengan menuliskan konstanta (tetapan). Kita dapat mengekspresikan persamaan ini dengan simbol : Adalah cara yang umum menulis rumus dengan tanda kurung persegi untuk menunjukkan konsentrasi yang diukur dalam mol per desimeter kubik (liter). Dengan simbol dapat dilambangkan dengan: Secara umum.Kemungkinan pertama : laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A. laju reaksi akan berlipat ganda pula. kita akan mendapatkan bahwa laju reaksi berhubugngan dengan konsentrasi A dan B dengan cara : . k. Jika konsentras dari Ai ditingkatkan tiga kali lipat. Dengan melakukan percobaan yang melibatkan reaksi antara A dan B.

Kita menyebutkan order reaksi total dua. Contoh 1: Dalam kasus ini.Hubungan ini disebut dengan persamaan laju reaksi : Kita dapat melihat dari persamaan laju reaksi bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh pangkat dari konsentrasi dari A dan B. Beberapa contoh Tiap contoh yang melibatkan reaksi antara A dan B. Pangkat-pangkat ini disebut dengan order reaksi terhadap A dan B Jika order reaksi terhadap A adalah 0 (no). dan tiap persamaan laju didapat dari ekperimen untuk menentukan bagaimana konsentrasi dari A dan B mempengaruhi laju reaksi. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. order reaksi terhadap A dan B adalah 1. Contoh 3: . A berorder nol karena konsentrasi A tidak mempengaruhi laju dari reaksi. di dalam reaksi order satu terhadap kedua A dan B (a = 1 dan b = 1). didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. Contoh 2: Pada reaksi ini. sehingga order reaksi total adalah dua. berarti konsentrasi dari A tidak mempengaruhi laju reaksi. B berorder 2 . Sebagai contoh. order reaksi total adalah 2. Order reaksi total (keseluruhan). Order reaksi total adalah 2.

Bagaimana bila kita memiliki reaktan-reaktan lebih dari dua lainnya? Tidak menjadi masalah berapa banyak reaktan yang ada. Order total (keseluruhan) dari reaksi didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order tersebut. Pangkat-pangkat ini merupakan order tersendiri dari setiap reaksi. menambahkan katalis atau merubah katalis. Kalkulasi yang melibatkan order reaksi Anda akan dapat menghitung order dari reaksi dan tetapan laju dari data yang diberikan maupun dari hasil percobaan yang Anda lakukan. Konsentasi dari tiap reaktan akan berlangsung pada laju reaksi dengan kenaikan beberapa pangkat. Ketetapan laju sebenarnya tidak benar-benar konstan. Tetapan laju akan konstan untuk reaksi yang diberikan hanya apabila kita mengganti konsentrasi dari reaksi tersebut. Anda akan mendapatkan efek dari perubahaan suhu dan katalis pada laju konstanta pada halaman lainnya.Pada reaksi ini. Ketetapan laju Hal yang cukup mengejutkan. sebagai contoh. karena konsentrasi B tidak mempengaruhi laju reaksi. . Konstanta ini berubah. A berorder satu dan B beroder nol. Order reaksi total adalah satu. jika kita mengubah temperatur dari reaksi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->