P. 1
jurnal sabun

jurnal sabun

|Views: 969|Likes:
Published by Tias RaHayu HemzCyl

More info:

Published by: Tias RaHayu HemzCyl on Dec 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA Sabun, Detergen Sintetik, Detergen Mengandung Enzim Disusun guna memenuhi tugas praktikum mata

kuliah Biokimia

Oleh : Sony Tyo P (080210193022)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2009

Sabun mandi merupakan garam logam alkali (biasanya disebut garam natrium) dari asam lemak. Sabun juga sangat berperan dalam mengangkat benda asing di kulit kita.1982 : 409) Sabun adalah termasuk senyawa surfaktan. yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. karena mencuci tangan tanpa sabun tidaklah efektif untuk menghilangkan sebagian besar benda asing yang ada di tangan kita. detergen sintetik. Surfaktan mempunyai struktur bipolar. maka kita akan mersakan sesuatu yang kurang. Tanpa sabun. pada larutan. Untuk membuat sabun 2. Tinjauan Pustaka Dalam kehidupan sehari-hari. dan detergen mengandung III. Untuk mempelajari sifat-sifat sabun.1982 : 411) enzim. Karena sifat inilah sabun mampu mengangkat kotoran (biasanya lemak) dari badan dan pakaian. maka kita mungkin tidak dapat menikmati makanan yang kita santap dengan tangan yang bersih. II. Sabun sudah menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat masa ini. (Fessenden & Fessenden. Bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian ekor bersifat hidrofobik. deterjen sintetik. Judul Tujuan Percobaan : Sabun. namun dapat juga mengandung beberapa karboksilat dengan bobot atom rendah.I. Selain itu. detergen mengandung enzim : 1. Sabun mengandung terutama garam C16 dan C18. yakni senyawa yang dapat menurunkan tegangan permukaan air. kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya sabun. (Fessenden & Fessenden. surfaktan akan menggerombol membentuk misel setelah melewati konsentrasi tertentu yang disebut Konsentrasi Kritik Misel (KKM). Sabun pada umumnya dikenal dalam bentuk batangan. . Jika kita mandi tanpa sabun.

Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang karena sejarah dan bentuk umumnya. Pada dasarnya. titik cair dan polymerism. yaitu: 1. mengingat pemasaran dan permintaan masyarakat akan nilai lebih dari sabun mandi. antara lain: warna. kadar lemak jenuh dalam lemak hewani lebih kecil daripada lemak nabati. detergen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci. 2. Berdasarkan penggunaannya. terutama pada sarana-sarana publik. Textile soap. 3. lemak hewani mengandung kolesterol. titik didih. yang digunakan untuk proses scouring textile. splitting point. shot melting point. yang digunakan untuk mandi dan perawatan kulit. minyak dan lemak dapat diklasifikasikan atas hewan (minyak hewani) dan tumbuhan (minyak nabati). untuk sabun cuci 2. Sabun yang telah berkembang sejak zaman Mesir kuno berfungsi sebagai alat pembersih. Penggunaan sabun cair juga telah telah meluas. Laundry Soap. odor dan flavor. sedangkan lemak nabati mengandung fitosterol. titik lunak. termasuk juga disini medicine soap. Perbedaan mendasar daripada lemak hewani dan lemak nabati adalah: 1. lemak dan minyak dihasilkan oleh alam yang bersumber dari hewan dan tanaman. berat jenis. proses degumming sutera dll. dan lemak hewani mempunyai bilangan Reicher-Meiss lebih besar dan bilangan Polenshe lebih kecil dibanding dengan minyak nabati Ada beberapa sifat fisik dari minyak dan lemak yang dapat dilihat dari minyak dan lemak. Di negara berkembang. indeks bias dan kekeruhan. . sabun dapat diklasifikasi menjadi 3 jenis. 3. Jika diterapkan pada suatu permukaan. Toilet shop. Keberadaan sabun yang hanya berfungsi sebagai alat pembersih dirasa kurang. kelarutan. Sedangkan berdasarkan pada sumbernya. bau amis. air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih.

sedangkan bau khas dari minyak kelapa disebabkan oleh nonyl methylketon . Ikatan C-N ini dapat diuraikan oleh zat pengoksidasi seperti gugus peroksida dalam lemak. odor atau flavor pada umumnya disebabkan oleh komponen bukan minyak. Reaksi ini akan menyebabkan flavor dan bau tengik pada minyak tersebut Pengujian minyak atau lemak berdasarkan pada penelitian dan penetapan bagian tertentu dari .Zat warna dibedakan menjadi dua. Zat warna ini menyebabkan minyak berwarna kuning. dan pembentukan keton. Hidrolisa minyak atau lemak akan asam-asam lemak bebes dan gliserol. selain terdapat secara alami juga terjadi karena pembentukan asam-asam lemak berantai pendek sebagai hasil penguraian pada kerusakan minyak atau lemak. hidrogenasi. Zat warna tersebut antara lain alfa dan beta karoten. Adapun sifat kimia dari lemak dan minyak antara lain: hidrolisa. Odor dan flavor dalam minyak. Bau amis pada minyak atau lemak disebabkan oleh interaksi trimetil amin oksida dengan ikatan rangkap dari minyak tak jenuh. xanthofil dan anthosianin. warna akibat oksidasi dan degradasi komponen kimia yang terdapat pada minyak antara lain: warna gelap disebabkan oleh oksidasi terhadap tokoferol (vitamin E). yaitu warna alamiah dan warna akibat oksidasi dan degradasi komponen kimia yang terdapat dalam minyak. bau khas dari minyak kelapa sawait disebabkan karena beta-ionone. Akan tetapi. kehijau-hijauan dan kemerah-merahan. kuning kecoklatan. Warna coklat terdapat pada minyak atau minyak yang berasal dari bahan busuk atau memar. Mekanisme pembentukan trimetri amin dari lesistin bersumber dari pemecahan ikatan C-N dari cholin dalam molekul lesitin. esterifikasi. Sebagai contoh. Reaksi hidrolisa yang dapat menyebabkan kerusakan pada minyak atau lemak karena terdapatnya air dalam minyak tersebut. sehingga menghasilkan trimetil-amin. oksidasi. Zat warna alamiah terdapat secara alamiah dalam bahan yang mengandung minyak dan ikut terekstraksi bersama minyak bersama dalam proses ekstraksi. Sedangkan.

Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Reaksi penyabunan dapat ditulis sebagai berikut : C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH -> C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR Reaksi pembuatan sabun atau saponifikasi menghasilkan sabun sebagai produk utama dan gliserin sebagai produk samping. Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air. Selain itu. Minyak kelapa akan menghasilkan sabun yang lebih keras daripada minyak kedelai. yaitu ikatan jenuh dan ikatan tak jenuh dengan atom karbon 8-12 yang diberikatan ester dengan gliserin. Sabun mandi merupakan garam logam alkali (Na) dengan asam lemak dan minyak dari bahan alam yang disebut trigliserida. Metode tersebut antara lain: total minyak atau lemak. Sabun dengan berat molekul rendah akan lebih mudah larut dan memiliki struktur sabun yang lebih keras. Gliserin sebagai produk samping juga memiliki nilai jual. Reaksi penyabunan (saponifikasi) dengan menggunakan alkali adalah adalah reaksi trigliserida dengan alkali (NaOH atau KOH) yang menghasilkan sabun dan gliserin. minyak kacang. Sifat – sifat sabun : . Lemak dan minyak mempunyai dua jenis ikatan. tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil. dan bilangan asam. sabun cair dan sabun padat. Sabun merupakan garam yang terbentuk dari asam lemak dan alkali. Secara umum. bilangan Iod.komponen kimia lemak dan minyak. reaksi antara kaustik dengan gliserol menghasilkan gliserol dan sabun yang disebut dengan saponifikasi. jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. dan minyak biji katun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH). sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. bilangan penyabun. Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud. melainkan larut dalam bentuk ion.

. (Fessenden & Fessenden. Unsur kunci dari deterjen adalah bahan surfaktan atau bahan aktif permukaan yang bereaksi dalam menjadikan air menjadi basah (wetter) dan sebagai bahan pencuci yang lebih baik. karena sabun mempunyai gugus polar dan non polar Deterjen sintentik dikembangkan setelah Perang Dunia II. sabun (garam natrium dari asam lemak) digunakan untuk mencuci kotoran yang bersifat polar maupun non polar. padatan-padatan (debu) dan cairan-cairan yang tidak dapat bercampur (minyak). Sabun mempunyai sifat membersihkan. peristiwa ini tidak akan terjadi pada air sadah. Hal ini terjadi karena struktur “Amphiphilic” yang berarti bagian yang satu dari molekul adalah suatu yang bersifat polar atau gugus ionik (sebagai kepala) dengan afinitas yang kuat untuk air dan bagian lainnya suatu hidrokarbon (sebagai ekor) yang tidak suka air. Surfaktan terkonsentrasi pada batas permukaan antara air dengan gas (udara). Deterjen sintetik mempunyai keuntungan tambahan karena secara relatif bersifat asam kuat.a. oleh karena itu tidak menghasilkan endapan sebagai asamasam yang mengendap suatu karakteristik yang tidak nampak pada sabun. b.Na+ dan ROSO3. Detergen mempunyai keunggulan dalam hal tidak mengendap bersama logam dalam air. Seperti sabun. detergen adalah surfaktan anionik – garam daru sulfonat atau sulfat berantai panjang dari natrium (RSO3.1982 : 412) Detergen sintetik mempunyai sifat-sifat mencuci yang baik dan tidak membentuk garam-garam tidak larut dengan ion-ion kalsium dari magnesium yang biasa terdapat dalam air sadah. Dalam hal ini sabun dapat menghasilkan buih setelah garam-garam Mg atau Ca dalam air mengendap. Sabun adalah garam alkali dari asam lemak suku tinggi sehingga akan dihidrolisis parsial oleh air. Jika larutan sabun dalam air diaduk maka akan menghasilkan buih. Karena itu larutan sabun dalam air bersifat basa. c. Sifat ini disebabkan proses kimia koloid.Na+).

ethyl alkohol. HCL 3 M. PP.IV. kertas saring. penangas air. − Milk instat. larutan Mg2+. Alat: − Beaker gelas 250 ml. sabun serbuk. NaOH. b. larutan Ca2+. kertas tissue. kompor listrik. . gelas pengaduk. minyak. detergen padat. minyak kapas. Bahan − Lemak. Alat dan Bahan a. − Tabung raksi.

Pembuatan sabun 10 gram lemak • • • • Memasukkan 10 gram lemak atau minyak ke dalam gelas beaker 250 ml Menambahkan 30 ml NaOH 3 M dan menambahkan 40 ml ethyl alcohol Mengaduk dengan baik dan memanaskan campuran ke dalam penangas air mendidih Mengurangi api sampai air dalam penangas mendidih dan mengaduk dari waktu ke waktu sampai komponen dalam beaker glass tidak terpiash satu sama lain Jika sebagian volume cairan terkurangi. menambahkan air mendidih untuk menjaga agar volume tetap Sampai 30 menit. menyaring dan menekan granula (butiran-butiran kecil) tersebut dengan mengunakan kertas tissue Satu porsi sabun dibuat untuk eksperimen berikut. Cara Kerja 1. menambahkan 20 ml aquades dan 50 ml larutan garam panas pada beaker gelas yang berisi sabun Sabun harus terpisah secara homogen. mengkocok sekuatnya Jika busa yang baik dihasilkan dan tidak ada bukti lemak bebas.V. Sisanya boleh disimpan atau diletakkan dalam container untuk sisa sabun • • • • • Hasil • . Membiarkan menjadi dingin dan meninggalkan cake ketika campuran menjadi padat Jika berisi butiran butiran kecil hasil diperoleh dari penambahan larutan garam. memindahkan sedikit material dengan bantuan gelas pengaduk dan melarutkan dalam tabung reaksi yang berisi air hangat.

Menjelaskan dan menginterpretasikan hasil pengamatan Mengisi tabung reaksi sekitar setengah penuh dengan aquades hangat. Melakukan uji sejenis mengunakan sabun serbuk dan mencatat hasil pengamatan Melarutkan sampel sabun yang telah dibuat dan sabun serbuk dalam tabung reaksi terpisah dan menambahkan beberapa tetes larutan encer ion magnesium atau kalsium (Mg2+ atau Ca2+).2. kemudian mencatat hasil pengamatan Hasil . Mencatat dan menginterpretasikan hasil pengamatan Melarutkan sekitar 1 gram larutan sabun yang telah dibuat dalam sekitar satu setengah tabung reaksi aquades hangat dan membuat larutan yang untuk serbuk dari tempat reagen. menutup tiap tabung dan mengocok dengan kuat. Reaksi sabun Sejumlah kecil sabun • • • • Melarutkan sejumlah kecil sabun yang telah dibuat dalam tabung reaksi yang berisi air hangat dan menambahkan satu tetes phenolphthalein. Menambahkan 1 ml larutan sabun pada reaksi. menutup tabung dan mengocok sekuatnya.Menambahkan kira-kira 2 ml HCl 3M pada setiap tabung. menutup dan mengocok. Menambahkan sekitar 1 ml minyak wijen.

Mencatat hasil pengamatan dan membandingkan dengan percobaan 2d Hasil . Mancatat hasil pengamatan dan membandingkan dengan percobaan 2b • Mengisi dua buah tabung reaksi dengan aquades hangat setengah penuh. menambahkan beberapa butir detergent padat pada tabung pertama beberapa tetes detergent cair pada tabung ke dua • Menambahkan beberapa tetes larutan encer ion magnesium atau (Mg2+ atau Ca2+). Menambahkan sekitar 1 ml minyak kapas pada masing-masing tabung.3. menutup dan mengocok tabung • Menambahkan sejumlah kecil detergent serbuk pada satu tabung dan beberapa tetes detergent cair pada tabung lainnya • • Menutup dan mengocok. Pada tabung yang lain. menambahkan beberapa tetes detergent cair.Mencatat hasil pengamatan dan membandingkan dengan percobaan 2c Menambahkan sekitar 2 ml HCl 3M pada setiap tabung dan menutup serta mengocok dengan kuat. reaksi detergen synthetic Beberapa detergen padat • Menambahkan beberapa butir detergen padat pada tabung berisi setengah penuh aquades. • Menguji isi setiap tabung dengan penolphthalin dan mencatat hasil pengamatan serta membandingkan dengan percobaan 2a • Mengisi dua buah tabung reaksi dengan aquades setengah penuh.

Pada tabung 2. Pada tabung 1. menambahkan 1 ml suspensi detergent mengandung enzyme • Mencampurkan isi setiap tabung dan menempatkan tabung dalam gelas beaker yang berisi air dengan suhu 40o C • Mencatat beberapa perubahan yang terjadi dalam larutan dan waktu yang diperlukan untuk perubahan serta menginterpretasikan hasil Hasil . menambahkan 1 ml larutan sabun. menambahkan beberapa tetes detergent cair dan pada tabung 3. Eksperimen dengan detergen menggunakan enzim 3 ml milk instan • Memasukkan sekitar 3 ml milk instant tidak berlemak (instant nonfat milk) (membuat 10% larutan dari milk serbuk) dalam tiga tabung reaksi • Memberi label 1-3.4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->