Asbabun Nuzul

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Asbābun Nuzūl (Arab: ‫ ,ا س باب ال نزول‬Sebab-sebab Turunnya (suatu ayat)) adalah ilmu AlQur'an yang membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu atau beberapa ayat al-Qur'an diturunkan. Pada umumnya, Asbabun Nuzul memudahkan para Mufassir untuk menemukan tafsir dan pemahaman suatu ayat dari balik kisah diturunkannya ayat itu. Selain itu, ada juga yang memahami ilmu ini untuk menetapkan hukum dari hikmah dibalik kisah diturunkannya suatu ayat.[1] Ibnu Taimiyyah mengemukakan bahwa mengetahui Asbabun Nuzul suatu ayat dapat membantu Mufassir memahami makna ayat. Pengetahuan tentang Asbabun Nuzul suatu ayat dapat memberikan dasar yang kokoh untuk menyelami makna suatu ayat Al-Qur‟an.[2]

[sunting] Kegunaan Asbābun Nuzūl
1. Untuk menjelaskan hikmah tentang pensyariatan terhadap hukum 2. Untuk mengkhususkan hukum yang bersifat umum

Manfaat Mengetahui Asbabun Nuzul
Posted on Desember 10, 2007 by abu mujahid Sebagian orang ada yang beranggapan bahwa ilmu Asbabun Nuzul tidak ada gunanya dan tidak ada pengaruhnya karena pembahasannya hanyalah berkisar pada lapangan sejarah dan ceritera.Menurut anggapan mereka ilmu Asbabun Nuzul tidaklah akan mempermudah bagi orang yang mau berkecimpung dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur‟an. Anggapan tersebut adalah salah dan tidaklah patut didengar karena tidak berdasarkan pendapat para ahli AlQur‟an yang dikenal dengan ahli tafsir. Di sini akan diungkap secara sekilas pendapat sebagian ulama dan kemudian akan disertakan beberapa faedah tentang ilmu Asbabun Nuzul. Al-Wahidy berpendapat: “menafsirkan ayat tanpa bertitik tolak dari sejarah dan penjelasan turunnya tidaklah mungkin.” Ibnu Daqiqil „Ied berpendapat: “Keterangan tentang Asbabun Nuzul adalah merupakan salahsatu jalan yang tepat dalam memahami Al-Qur‟an.” Ibnu Taimiyah berpendapat: “Ilmu Asbabun Nuzul akan membantu dalam memahami ayat, karena ilmu tentang sebab akan menimbulkan ilmu tentang akibat”. Dengan demikian akan jelaslah pentingnya ilmu Asbabun Nuzul sebagai bagian dari ilmu AlQur‟an.

bahwa ia (Marwan) merasa kesulitan dalam memahami ayat tersebut dan kemudian Ibnu Abbas menjelaskannya: “Ayat tersebut turun sehubungan dengan persoalan Ahli Kitab (Yahudi) tatkala ditanya oleh Nabi SAW. Barangsiapa yang beribadah Haji ke Baitullah atau berumrah. 2. Dan lain-lain yang ada hubungannya dengan faedah ilmu Asbaun Nuzul. (HR. 4. Beliau memerintahkan kepada pembantunya: “Pergilah menemui Ibnu Abbas dan katakan kepadanya. Mengetahui bentuk hikmah rahasia yang terkandung dalam hukum. 3. mereka mengalihkan kepada persoalan yang lain serta menganggap bahwa persoalan yang ditanyakan oleh Nabi kepadanya telah terjawab.: “Hai bibiku! . (Al-Baqarah: 158). Setelah itu mereka meminta pujian kepada Nabi. bila semua orang telah merasa puas dengan apa yang telah ada dan ingin dipuji terhadap perbuatan yang belum terbukti hasilnya pasti ia akan disiksa dan kamipun akan terkena siksa”. Ibnu Abbas menjelaskan kepadanya (pembantu). 5.Adapun faedah dari ilmu Asbabun Nuzul dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Menentukan hukum (takhshish) dengan sebab menurut orang yang berpendapat bahwa suatu ibarat itu dinyatakan berdasarkan khususnya sebab. Mengetahui siapa orangnya yang menjadi kasus turunnya ayat serta memberikan ketegasan bila terdapat keragu-raguan. bahkan sampai Urwah ibnu Zubair mengatakan kepada bibinya Aisyah r. Kedua: Urwah Ibnu Jubair juga mengalami kesulitan dalam memahami makna firman Allah SWT: Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. maka turunlah ayat tersebut di atas. bahwa orang-orang yang bergembira dengan apa yang mereka telah kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksaan. Menurut zhahir ayat dinyatakan bahwa sa‟i antara Shafa dan Marwah adalah tidak wajib. Beberapa contoh tentang faedah ilmu Asbabun Nuzul. Bukhari Muslim).a. tentang sesuatu persoalan dimana mereka tidak menjawab pertanyaan yang sebenarnya ditanyakan. maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Pertama: Marwan ibnul Hakam sulit dalam memahami ayat: Janganlah sekali-kali kamu menyangka. (Ali Imrân: 188). Menghindarkan prasangka yang mengatakan arti hashr dalam suatu ayat yang zhahirnya hashr.

Aisyah seraya menjawab: “Hai keponakanku! kata-katamu itu tidak benar. Tatkala orang-orang masuk Islam diantara kalangan sahabat ada yang merasa berkeberatan untuk melakukan sa‟i antara keduanya karena khawatir campur-baur antara ibadah Islam dengan ibadah Jahiliyah. Wallâhu a’lam. Dari itu maka makna “ ” (bila anda bingung tentang bagaimana mereka dan tidak mengerti tentang iddah mereka. Ayat turun setelah ada sebagian shahabat yang mengatakan bahwa diantara iddah kaum wanita tidak terdapat dalam AlQur‟an.sesungguhnya Allah telah berfirman: “tidak mengapa baginya untuk melakukan sa‟i antara keduanya”. maka inilah undang-undangnya). Keempat: Diantara contoh tentang ilmu Asbabun Nuzul sebagai sanggahan terhadap dugaan hashr (batasan tertentu) sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Syafi‟i tentang firman Allah SWT: . dimana ayat tersebut adalah merupakan khitab (ketentuan) bagi orang yang tidak mengetahui bagaimana seharusnya dalam masa iddah. Itulah sebabnya Aisyah membantah pendapat Urwah berdasarkan sebab turun ayat.Thalaq: 4). Setelah itu turunlah ayat yang menjelaskan ketentuan tentang mereka. Setelah itu Aisyah menjelaskan: bahwasanya orang-orang Jahiliyah dahulu melakukan sa‟i antara Shafa dan Marwah sedang mereka dalam sa‟inya mengunjungi dua patung yang bernama Isaar yang berada di bukit Shafa dan Na’ilah yang berada di bukit Marwah. Ketiga: Sebagian Imam mengalami kesulitan dalam memahami makna syarat firman Allah SWT: dalam Dan perempuan-perempuan yang terhenti dari haid diantara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang) iddahnya maka iddah mereka adalah 3 bulan. (Ath. Andaikata maksudnya sebagaimana yang kau katakan niscaya Allah berfirman “tidak mengapa kalau tidak melakukan sa‟i antara keduanya”. karena itu saya berpendapat bahwa “tidak apa-apa bagi orang yang melakukan Haji Umrah sekalipun tidak melakukan sa‟i antara keduanya”. serta mereka ragu apakah mereka perlu iddah atau tidak. Kesalahpahaman mereka nampak dengan berdasarkan Asbabun Nuzul. Golongan zhahiriah berpendapat bahwa Ayisah (wanita yang tidak lagi haid karena sudah lanjut usia) mereka tidak perlu masa iddah bila keayisahannya tidak diragukan lagi. Dari itu turunlah ayat sebagai bantahan terhadap keberatan mereka (yang mengatakan) kalau-kalau tercela atau berdosa dan menyatakan wajib bagi mereka untuk melakukan sa‟i karena Allah semata bukan karena berhala. yaitu wanita yang masih kecil dan wanita yang Ayisah.

hanya saja mengungkapannya yang berbentuk hash sedang maknanya tidak demikian. maka turunlah ayat sebagai bantahan terhadap mereka. Dalam hal ini Allah tidak bermaksud menetapkan kebalikan dari ketentuan di atas melainkan sekedar menjelaskan ketentuan yang haram samasekali tidak menyinggung-nyinggung yang halal. Adapun secara lengkap kisah tersebut sebagaimana diriwayatkan Bukhari sebagai berikut: .Katakanlah! tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya. atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Penjelasan dari makna ayat. padahal persoalannya tidak demikian. Kalau saja Imam Syafi‟i tidak mengatakan pendapat yang demikian niscaya kami tidak dapat menarik kesimpulan perbedaan imam Malik dalam hal hashr/batasan hal yang diharamkan sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas”. sebagaimana Marwan menduga bahwa firman Allah SWT: Ialah diturunkan sehubungan dengan kasus Abdurrahman ibnu Abi Bakar. dimana yang haram adalah hanya yang tersebut dalam ayat di atas. Dengan demikian seolah-olah Allah berfirman “Yang halal hanya yang kamu anggap haram dan yang haram itu yang kamu anggap halal”. (Al-An‟âm: 145). karena di samping yang tersebut pada ayat di atas masih ada lagi yang lain. yaitu sebagai bantahan terhadap orang-orang musyrik yang mengharamkan sesuatu yang sebenarnya dihalalkan Allah dan menghalalkan yang sebenamya diharamkan Allah. Aisyah membantah bahwa anggapan tersebut adalah salah. Dalam hal ini beliau mengungkapkan yang maksudnya: bahwa orang kafir ketika mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah dan menghala1kan apa yang diharamkan Allah serta mereka terlalu berlebihan. Kelima: Diantara faedah Asbabun Nuzul adalah untuk mengetahui nama orang yang menjadi kasus turunnya ayat agar keraguan dan kekaburan menjadi hilang. Sekedar penjelasan dari uraian di atas saya berpendapat bahwa zhahir ayat menunjukkan batasan yang haram. ia menjelaskan kepada Marwan tentang sebab turunnya. Imam Al-Haramain berkata “uslub ayat tersebut sangat indah. kecuali kalau makanan itu bangkai.

Pengertian Asbabun-Nuzul Menurut Dr. Abdurrahman menjawab: “Bukankah sistim yang demikian itu merupakan Herakliusisme?” (Maksudnya itu adalah kediktatoran seorang raja sebagaimana tindakan raja-raja Romawi). Danankphoenix's Blog Just another WordPress. atau menjelaskan hukum yang terkandung dalam peristiwa itu. pengertian Asbabun-Nuzul secara terminologis adalah: Suatu peristiwa atau pertanyaan yang melatar belakangi turunnya suatu ayat atau beberapa ayat. andaikata aku mau menjelaskan orang yang menjadi kasus turunya ayat tesebut niscaya akan kujelaskan. maka ayat yang turun mengandung informasi tentang peristiwa tersebut atau memberikan . sungguh Abu Bakar dan Umar pun telah menjadi khalifah”. Muawiyah menginginkan agar Yazid menjadi khalifah setelah kemangkatannya. Shubhi as-Shalih. Abdurrahman masuk ke rumah Aisyah. di mana ayat tersebut mengandung informasi mengenai peristiwa itu. karena itu pengejar-pengejarnya tidak dapat menangkapnya.com weblog Asbabun-Nuzul A. Ia menulis surat kepada Marwan tentang persoalannya. Baik berupa peristiwa maupun berupa pertanyaan. Jika sebabnya berupa peristiwa. Dalam pidatonya ia menyebutkan nama Yazid (memfigurkan). Setelah itu Marwan mengatakan “Dialah orang yang menjadi kasus sehingga Allah menurunkan ayat: Dan orang yang berkata kepada kedua ibu bapaknya cis bagi kamu keduanya. Karenanya Marwan mengumpulkan rakyat dan berpidato di hadapan mereka. Marwan menjawab: Itu sama dengan sunah Abu Bakar dan Umar. Abdurrahman menjawab lagi “Herakliusisme”. atau memberikan jawaban terhadap pertanyaan. Abu Bakar dan Umar tidak mengangkat keturunan atau familinya sedangkan Muawiyah bertindak semata-mata untuk kehormatan anaknya seraya Marwan berkata “Tangkaplah ia Abdurrahman”. pada saat terjadinya peristiwa / pertanyaan tersebut. Bila Amirul Mu‟minin mengangkatnya sebagai khalifah. Dalil ia menyeru untuk membaiatnya sambil berkata: “Sesungguhnya Amirul Mukminin telah diperlihatkan oleh Allah tentang pendapat yang baik dalam diri Yazid.“Marwan adalah seorang amil (Gubernur) wilayah Madinah. Berdasarkan definisi ini maka Ilmu Asbabun-Nuzul dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan latar belakang historis turunnya ayat-ayat Alquran. apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku?(Al-Ahqaf ayat 17) Dari balik tabir Aisyah menjawab “Allah tidak pernah menurunkan ayat Al-Qur‟an tentang kasus seseorang tertentu di antara kita kecuali ayat yang melepaskan aku dari tuduhan berbuat jahat.

yakni sama-sama sharih (jelas/tegas). Kaedah kedua menyatakan sebaliknya: (penetapan makna suatu ayat didasarkan pada penyebabnya yang khusus (sebab nuzul). kata ‫( يف‬mengenai/tentang). 2. maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah.Karena itu. padahal mereka tidak mempunyai saksisaksi selain diri mereka sendiri. Akan tetapi masih dimungkinkan mengandung pengertian lain. kata ‫( ف‬maka). Jika sebabnya berupa pertanyaan. 3. Kaedah-kaedah Penetapan Hukum Dikaitkan dengan Sebab Nuzul. bahwa Asbabun-Nuzul haruslah berupa riwayat yang dituturkan oleh para sahabat. berkaitan dengan masalah ini ada dua kaedah yang bertolak belakang. Contoh Penerapan Kaedah Pertama. Firman Allah. Kaedah pertama menyatakan: (penetapan makna suatu ayat didasarkan pada bentuk umumnya lafazh (bunyi lafazh). Macam-macam ungkapan/redaksi yang digunakan sahabat dalam mendeskribsikan sebab nuzul antara lain: 1. kata ‫( ببس‬sebab). para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan dasar pemahaman. maka turunlah ayat). Contohnya seperti: … (sebab turunnya ayat ini demikian …) Ungkapan (redaksi) ini disebut sebagai redaksi yang sharih (jelas/tegas). bukan sebabnya yang khusus). An-Nur: 6]. Contohnya seperti: (telah terjadi peristiwa ini dan itu. Surat An-Nur ayat 6: Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina). sebab nuzul yang menggunakan redaksi seperti ini menunjukkan betul-betul sebagai latar belakang turunnya ayat. Para sahabat dalam menuturkan sebab nuzul menggunakan ungkapan yang berbeda antara suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya. bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.penjelasan terhadap hukum yang terkandung di dalamnya. Contohnya seperti: … (ayat ini turun mengenai ini dan itu). Makna Ungkapan-ungkapan Sebab Nuzul Peristiwa atau pertanyaan yang disebut sebagai asbabun-nuzul itu terjadinya pada masa Rasulullah. C. pada saat peristiwa itu terjadi. bukan pada bentuk lafazhnya yang umum). atau lebih khusus lagi. Dengan demikian asbabun-nuzul hanya dapat diketahui melalui penuturan para sahabat Nabi yang secara langsung menyaksikan terjadinya peristiwa atau munculnya pertanyaan sebab nuzul. tidak mengandung makna lain. Dalam memahami makna ayat Alquran yang mengandung lafal umum dan dikaitkan dengan sebab turunnya. [Q. B.S. Ungkapan ini mengandung pengertian yang sama dengan penggunaan kata sababu. Hal ini berarti. Jika dilakukan pemahaman berdasarkan bentuk umumnya lafal terhadap surat An-Nur ayat 6 . Perbedaan ungkapan tersebut tentunya mengandung perbedaan makna yang memiliki implikasi pada status sebab nuzulnya. pada masa turunnya ayat-ayat Al-quran. Maksudnya. Ungkapan seperti ini tidak secara tegas (ghairu sharih) menunjukkan sebab turunnya suatu ayat. maka ayat yang turun akan berfungsi sebagai jawaban terhadap pertanyaan tersebut.

Asbab an-Nuzul memperkuat hafalan Alquran. terutama ayat-ayat yang memiliki kemiripan ungkapan. maka keharusan mengucapkan sumpah dengan nama Allah sebanyak empat kali bahwa tuduhannya adalah benar. jika dalam memahami Surat Al-Baqarah ayat 115 di atas dikaitkan dengan sebab nuzulnya. Hal ini menunjukkan pentingnya kajian AsbabunNuzul dalam Ulumul-Quran. al-Qur‟an “diturunkan” sebagai alat untuk menjawab problematika kehidupan di muka bumi. Sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. lagi Maha Mengetahui.Pengertian Asbabun Nuzul Asbabun Nuzul.di atas. Sebagaimana ditegaskan dalam firman Alllah: Dan dari mana saja kamu keluar (datang). sehingga terhindar dari kesukaran dan memperkecil kemungkinan salah. Di antara arti pentingnya adalah: 1. Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. kehadirnanya di alam material sangat terkait ruang dan waktu tertentu yang menjadi faktor-faktor di balik turunnya alQur‟an. Kesimpulan demikian ini bertentangan dengan dalil lain (ayat) yang menyatakan. berlaku bagi siapa saja (suami) yang menuduh isterinya berzina. argumentasi dan faktor-faktor tertentu yang menjadikan dia “turun” ke bumi. Jika dalam memahami ayat 115 ini kita terapkan kaedah pertama. atau menerangkan hukumnya. maka dapat disimpulkan. atau memberi jawaban tentang sebab itu. D. maka ke mana pun kamu menghadap di situ-lah wajah Allah. 2. Bahkan ayat yang turun tanpa sebab nuzul jumlahnya jauh lebih banyak daripada ayat-ayat yang mempunyai sebab. dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan (Al-Baqarah: 149).Menurut Subhi Shalih misalnya menta‟rifkan (mana) sababun nuzul ialah: sesuatu yang dengan sebabnyalah turun sesuatu ayat atau beberapa ayat yang mengandung sebab itu. tanpa dibatasi oleh situasi dan kondisi di mana dan dalam keadaan bagaimana kita shalat. Mengetahui rahasia dan tujuan Allah menysyariatkan agamanya melalui ayat-ayat Alquran. ASBABUN NUZUL Oleh : Muhammad Muhibbuddin A. bahwa dalam melaksanakan shalat harus menghadap ke arah Masjidil-Haram. Pemahaman yang demikian ini (berdasarkan umumnya lafal) tidak bertentangan dengan ayat lain atau hadits atau ketentuan hukum yang lainnya Contoh Penerapan Kaedah Kedua. 3. Oleh karena itu. Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 115: Dan kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat. Karena tidak semua ayat dalam Alquran memiliki sebab nuzul. pada masa terjadinya . al-Qur‟an bukanlah wahyu yang turun dalam ruang hampa. (AlBaqarah: 115). bahwa shalat dapat dilakukan dengan menghadap ke arah mana saja. Dalam kasus ayat yang demikian ini pemahamannya harus didasarkan pada sebab turunnya ayat yang bersifat khusus dan tidak boleh berpatokan pada bunyi lafazh yang bersifat umum. bahwa menghadap ke arah mana saja dalam shalat adalah sah jika shalatnya dilakukan di atas kendaraan yang sedang berjalan. atau dalam kondisi tidak mengetahui arah kiblat (Masjidil-Haram). Akan tetapi. Namun pembahasan tentang sebab nuzul mendapat perhatian yang sangat besar dari para ahli Ulumul-Quran. Kegunaan Asbabun-Nuzul Keharusan mengetahui sebab nuzul untuk memahami isi kandungan Alquran tentu tidak untuk semua ayat Alquran. Secara historis. Memudahkan pemahaman Alquran secara benar. tetapi ia mempunyai latar belakang. dalam pengertian literal bahasa verbal adalah sebab-sebab turunnya alQur‟an. Hal ini karena. Sesungguhnya Allah Maha Luas Rahmat-Nya. maka kesimpulan yang dapat diambil adalah.

tapi juga ilmu alam. Al-Wahidie mengatakan. Pedoman dasar para ulama dalam mengetahui asbabun nuzul ialah riwayat shahih yang berasal dari Rasulullah Saw atau dari sahabat. Akan tetapi harus disadari bahwa transformasi dari “sabab” ke “musabab”. dia tidak akan sampai kepada fakta sejarah jika tidak mengetahui sebab-musabbab yang mendorong terjadinya peristiwa.Dari sekian banyak kitab dalam masalah ini. di samping tentu saja pengetahuan tentang prinsip-prinsip serta maksud tujuan. Itu disebutkan pemberitahuan seorang sahabat mengenai hal seperti ini. Tidak ada bukti yang menyingkap kebenaran sunnatullah itu selain sejarah. di mana ayat ini diturunkan bagi siapa yang sedang di tengah perjalanan dan tidak tahu mana arah kiblat. guru besar imam Bukhari. kemudian sembahyang kemana saja ia menghadap. dan engkau tidak akan menemukan perubahan pada sunnatullah (al-Ahzab. demikian pula penerapannya dalam kehidupan. atau dari realitas khusus ke realitas menyerupainya. Boleh dikata.peristiwa itu. tidak mungkin dicapai tanpa mengetahui asbabun nuzuul Akan tetapi dengan mengetahui sebab-sebab turunnya. mengetahui asbabun nuzul menjadi obyek perhatian para ulama. ataupun merupakan kesalahan yang dilakukan maupun merupakan suatu peristiwa atau suatu keinginan yang baik . harus didasarkan pada tanda-tanda yang terdapat ada struktur teks itu sendiri. untuk mengetahui secara mendetail tentang aneka corak ilmu-ilmu al-Quran serta pemahamannya. Dan tidak diwajibkan kepadanya bersembahyang lagi setelah bersembahyang apabila ternyata salah. Sedangkan menurut istilah adalah. Al-Wahidie telah menentang ulama-ulama zamannya atas kecerobohan mereka . tetapi ia mempunyai hukum marfu‟ (disandarkan pada Rasulullah. Maka ia harus berijtihad dan menyelidiki. seperti Ali Al-Maidienie. mengetahui sebabsebabnya dan membahasnya tentang pengertiannya serta bersungguh-sungguh dalam mencarinya. atau dalam bahasanya Nasr Hamid Abu Zaid menguak dan menghubungkan antara realitas khusus (sebab) ke realitas yang menyerupainya (musabbab). Bahkan segolongan diantara mereka ada yang mengklarifikasikan dalam suatu naskah. atau dengan penjawaban pertanyaan itu baik peristiwa itu merupakan pertengkaran. Tidak seorang pun manusia lahir dan melihat cahaya kehidupan tanpa melalui sebab-musabbab dan berbagai tahap perkembangan. 62). bila jelas. yang paling terkenal ialah: karangan Al-Wahidie. ilmu sosial dan kesusastraan pun dalam pemahamanya memerlukan sebab-musabbab yang melahirkannya. Dan As-Sayuthi telah menyusun dalam suatu kitab besar dengan judul Lubaabun Nuquul fie Asbabin Nuzuul. Di antara sekian banyak aspek yang banyak memberikan peran dalam menggali dan memahami makna-makna ayat al-Qur‟an ialah mengetahui sebab turunnya. Seorang sejarahwan yang berpandangan tajam dan cermat mengambil kesimpulan. maka hal itu bukan sekedar pendapat. Ibnu Hajar dan As-Sayuthi. atau sesuatu pertanyaan yang dihdapkan kepada Nabi dan turunlah suatu atau beberapa ayat dari Allah Swt yang berhubungan dengan kejadian itu. sesuatu kejadian yang terjadi di zaman Nabi Saw. akan jelas pengertian ayat ini. Allah menjadikan segala sesuatu melalui sebab-musabbab dan menurut suatu ukuran. Oleh karena itu. Cara mengetahui Asbabun Nuzul Mengetahui Asbabun Nuzul adalah upaya untuk membedah antara dua hal yaitu sebab dan musababnya. sahlah shalatnya. Begitu juga perubahan pada cakrawala pemikiran manusia terjadi setelah melalui persiapan dan pengarahan.Tidak halal berpendapat mengenai asbabun Nuzul kitab kecuali dengan berdasarkan pada riwayat atau mendengar langsung dari orang-orang yang menyaksikan turunnya. Tapi tidak hanya sejarah yang menarik kesimpulan dari rentetan peristiwa yang mendahuluinya. Itulah sunnatullah (hukum Allah) yang berlaku bagi semua ciptaan-Nya. Tidak sesautu pun terjadi di dalam wujud ini kecuali setelah melewati pendahuluan dan perencanaan.

adalah oleh guna mempertegas dan mempermudah dalam memahami ayatayatnya. Sedangkan as-Sayuthy juga telah menyusun sebuah kitab Oleh karena pentingnya ilmu asbabun nuzul dalam ilmu Al-Qur‟an guna mempertegas dan mempermudah dalam memahami ayat-ayatnya. karenanya kebanyakan ulama begitu memperhatikan ilmu tentang Asbabun Nuzul bahkan ada yang menyusunnya secara khusus. terkadang ada kata yang umum dan ada dalil yang berfungsi mentakhsisnya.a. Di sisi lain sebagian para ulama menjelaskan bahwa ada yang beranggapan bahwa disiplin ini tidak mempunyai kegunaan ia hanya berfungsi sebagai sejarah. Sebab maksud riwayat-riwayat tersebut adalah penafsiran dan penjelasan bahwa hal itu termasuk ke dalam makna ayat dan disimpulkan darinya. tanpa memikirkan acaman berat bagi orang yang tidak mengetahui sebab turun Pendapat Para Ulama Tentang Beberapa Riwayat Mengenai (Asbabun Nuzul) Terkadang terdapat banyak riwayat mengenai sebab nuzul suatu ayat. Karena itulah ia dipandang sebagai kesimpulan atau penafsiran. kecuali bila ada karinah atau indikasi pada salah satu riwayat bahwa maksudnya adalah penjelasan sebab nuzulnya. Dalam hal ini ia salah.Dari nafi disebutkan Pada suatu hari aku membaca (istri-istri adalah ibarat tempat kamu bercocok tanam). Diantara tokoh (penyusunnya) antara lain Ali Ibnu alMadiny guru Imam al-Bukhari r. Pentingnya ilmu asbabun nuzul dalam ilmu Al-Qur‟an. maka kata Ibnu Umar: Tahukah engkau mengenai apa ayat ini diturunkan? Aku menjawab:Tidak ia berkata ayat ini turun mengenai persoalan mendatangi istri dari belakang. Sekarang setiap orang suka mengada-ngada dan berbuat dusta: ia menempatkan kedudukannya dalam kebodohan. dan riwayat yang lain dipandang termasuk di dalam hukum ayat. maka turunlah ayat tersebut Maka Jabir inilah yang dijadikan pegangan. dapatlah kami katakan bahwa diantara ayat Al-Qur‟an ada . Sedang riwayat yang lain menyebutkan sebab nuzul dengan tegas yang berbeda dengan riwayat pertama.terhadap riwayat asbabun nuzul. Bahkan ia menuduh mereka pendusta dan mengingatkan mereka akan ancaman berat. mentakhsish hukum bagi mereka yang mempunyai pendapat bahwa yang menjadi pertimbangan adalah “sebab khsus”.Apabila salah satu bentuk redaksi riwayat itu tidak tegas.Bentuk redaksi riwayat dari Ibnu Umar ini tidak dengan tegas menunjukkan sebab nuzul. Contohnya ialah riwayat tentang asbabun nuzul. Melalui Jabir dikatakan orang-orang Yahudi berkata: Apabila seorang laki-laki mendatangi istrinya dari arah belakang maka anaknya nanti akan bermata juling.Ilmu Asbabun Nuzul mempunyai pengaruh yang penting dalam memahami ayat. misalnya Ayat ini turun mengenai urusan ini. karena ucapannya merupakan pernyataan tegas tentang asbabun nuzul. atau Aku mengira ayat ini turun mengenai urusan ini. seperti: Ayat ini turun mengenai urusan ini. Sedangkan ucapan Ibnu Umar. bukan menyebutkan sebab nuzul. Urgensi asbabunnuzul Seperti yang dikatakan oleh ulama salaf bahwa di antara kegunaan mempelajari asbabun nuzul adalah bisa untuk mengetahui aspek hikmah yang mendorong munculnya hukum ditasyri‟kan (diundangkan). maka yang menjadi pegangan adalah riwayat yang menyebutkan sebab nuzul secara tegas. maka dalam hal ini tidak ada kontradiksi di antara riwayat-riwayat itu. Sementara itu terdapat riwayat yang sangat tegas menyebutkan sebab nuzul yang bertentangan dengan riwayat tersebut. dengan mengatakan. sikap seorang mufasir kepadanya sebagai berikut: Apabila bentuk-bentuk redaksi riwayat itu tidak tegas. Dalam keadaan demikian. tidaklah demikian. seperti yang dijelaskan oleh Abu Mujahid .Kitab yang terkenal dalam hal ini adalah kitab Asbabun Nuzul karangan al-Wahidy sebagaimana halnya judul yang telah dikarang oleh Syaikhul Islam Ibnu Hajar. justru disiplin ini mempunyai kegunaan .

maka kemanapun kamu menghadap di situlah Wajah Allah. karena menghadap kiblat adalah salah satu syarat syahnya shalat. sedangkan mereka biasa meminum khamar padahal khamar tersebut adalah keji?” Sehubungan dengan itu maka turunlah ayat yang menjelaskan bahwa peminum khamar sebelum diharamkan. Pengertian Asbabun Nuzul Pentingnya Ilmu Asbabun Nuzul dalam ilmu Al-Qur’an guna mempertegas dan mempermudah dalam memahami ayat-ayat Nya. dapatlah kami katakan bahwa diantara ayat AlQur’an ada yang tidak mungkin dapat dipahami atau tidak mungkin diketahui ketentuannya/hukumnya tanpa ilmu Asbabun Nuzul. dimana ayat diatas turun sehubungan dengan kasus seseorang yang ada dalam perjalanan dan tidak mengetahui kiblat serta arah. Ilmu Asbabun Nuzul mempunyai pengaruh yang penting dalam memahami ayat.com/2009/05/23/asbabun-nuzul “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Dengan demikian maka ayat diatas tidaklah bersifat umum tetapi bersifat khusus bagi seseorang yang tidak mengetahui kiblat dan arah. Al-Baqarah: 155) Dari ayat tersebut dapat dipahami bolehnya melakukan shalat menghadap ke selain kiblat. Diantara tokoh (penyusunnya) antara lain Ali ibnu alMadiny guru Imam al-Bukhari RA.” (QS.” (QS. Karena itu maka ayat tersebut berdasarkan susunannya dapat dipahami . Contoh lain yang berhubungan dengan pentingnya ilmu Asbabun Nuzul dalam memahami ayat adalah firman Allah SWT: “Sesungguhnya khamar. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Oleh karena pentingnya ilmu asbabun nuzul dalam ilmu Al-Qur’an guna mempertegas dan mempermudah dalam memahami ayat-ayat Nya.yang tidak mungkin dapat dipahami atau tidak mungkin diketahui ketentuannya/hukumnya tanpa ilmu Asbabun Nuzul. Ia tidak harus mengulangi kembali disaat ia mengetahui arah yang sebenarnya andaikata salah. berkorban untuk berhala.wordpress. Ia tidak berdosa dan bersalah karena Allah tidak akan memberikan hukuman atas perbuatan seorang hamba sebelum Islam atau sebelum turunnya pengharaman. Allah memaafkannya. adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan. karena kebanyakan ulama begitu memperhatikan ilmu tentang Asbabun Nuzul bahkan ada yang menyusunnya secara khusus. Sedangkan as-Sayuthy juga telah menyusun sebuah kitab yang lengkap lagi pula bernilai dengan judul Lubabun Nuqul Fi Asbabun Nuzul. Kemana saja ia menghadap dalam shalatnya maka sahlah shalat. Al-Maidah: 90) Di antara beberapa orang sahabat Rasul bertanya: “Bagaimanakah halnya dengan orang-orang yang berperang dijalan Allah dan telah meninggal. berjudi. Sesungguhnya Allah Maha Luas rahmat-Nya Lagi Maha Mengetahui. karena itu ia boleh berijtihad untuk melihat arah dan selanjutnya ia melakukan shalat. mengundi nasib dengan panah. Sebagai contoh firman Allah SWT: http://iwandj. Kitab yang terkenal dalam hal ini adalah kitab Asbabun Nuzul karangan al-Wahidy sebagaimana halnya juga yang telah dikarang oleh Syaikhul Islam ibnu Hajar. Pemahaman seperti ini adalah salah. Dengan ilmu Asbabun Nuzul dapatlah dipahami secara jelas.

Dari segi lain. Apa Arti Asbabun Nuzul.secara tegas terhadap haramnya minuman khamar. itulah yang disebut Asbabun Nuzul. Dari kasus tersebut turun satu atau beberapa ayat yang berhubungan dengan kasus tersebut. oleh karena itu turun beberapa ayat. Terkadang ada satu kasus (kejadian). yang demikian disebut Asbabun Nuzul. dengan maksud minta ketegasan tentang hukum syara’ atau mohon penjelasan secara terperinci tentang urusan agama. . kadangkadang ada suatu pertanyaan yang dilontarkan kepada Nabi SAW.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful