P. 1
BAB 1-5

BAB 1-5

|Views: 1,471|Likes:
Published by Sugiyanto Dudik

More info:

Published by: Sugiyanto Dudik on Dec 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang Masalah
  • 1.2 Perumusan Masalah
  • 1.3.2 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian adalah:
  • 1.4 Lingkup Penelitian
  • 2.1 Penelitian Terdahulu
  • 2.2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
  • 2.3 Hipotesis
  • 3.1 Lokasi Penelitian
  • 3.2 Jenis Penelitian
  • 3.3 Jenis Data
  • 3.4 Metode Pengumpulan Data
  • 3.5 Metode Penentuan Sampel
  • 3.6 Metode Analisis Data
  • 4.1.2Berdirinya BCA Cabang Jember
  • 4.1.3Struktur Organisasi PT. Bank Central Asia Tbk, Cabang Jember
  • 4.1.4Pemasaran PT. Bank Central Asia Tbk Cabang Jember
  • 4.1.5Visi dan Misi PT. Bank Central Asia
  • 4.2.2Kartu Kredit Yang Dikeluarkan Oleh PT. Bank Central Asia
  • 4.2.3Prosedur Kartu Kredit Bank Central Asia
  • 4.3 Analisis Data
  • 4.4 Pembahasan
  • 5.1Kesimpulan
  • 5.2Saran-saran

ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAGI PENGGUNAAN KARTU KREDIT.

(Studi Kasus Pada PT. Bank Central Asia, Tbk. Jember)

Proposal Penelitian untuk Skripsi Jurusan Manajemen

Diajukan oleh Baby Astriwaty 07-7482

JURUSAN MANAJEMEN SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI JEMBER 2010

1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perdagangan dunia yang semakin global telah menggeser perilaku belanja masyarakat, apalagi didukung oeh semakin canggihnya perkembangan teknologi informasi. Penjualan TV, penjualan melalui pos, sampai perdagangan melalui internet telah mewarnai pola belanja pada saat ini. Untuk mendukung situasi tersebut maka dibutuhkan satu integrasi antara pngetahuan pasar, perilaku konsumen, desain produk, sistem kontrol, sarana informasi yang canggih, serta sistem identifikasi atas penjualan yang lebih efisien, lebih mudah pengaplikasiannya, serta memiliki teingakatan akurasi yang tinggi. Perkembangan pola belanja bersifat global juga semakin ditujang oleh penawaran baragam jasa keuangan oleh pihak perbankan, misalnya kartu kredit (Credit Card) kartu debit( Debit Card) ATM( Automatic Teller Machine), dan tranfer dana elektronis( Elektronis Funds Tranfer) Kartu kredit merupakan salah satu produk bank yang cukup populer. Tawaran dari berbagai bank kepada masyarakat cukup intensif. Salah satu alasan dari kondisi tersebut, terutama adalah adanya pandangan bahwa sebagian besar masyarakat indonesia memiliki kecenderungan konsumtif yang dipercaya semakin meningkat. Kecenderungan konsumtif tersebut dirasakan juga semakin tinggi jika terdapat peluang untuk dapat berbelanja dengan cara yang lebih mudah, misalnya dengan menggunakan kartu kredit. Perkembangan kartu kredit saat ini semakin meningkat secara sangat cepat. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa kemudahan yang ditawarkan, seperti kenyamanan, keamanan, kemudahan, serta adanya unsur prestise bagi pemegangnya. Apalagi dengan smakin maraknya jenis transaksi perdagangan melalui internet, yang dikenal dengan e-commerce atau e-banking, dimana transksi cukup melalui internet di rumah dengan hanya memasukkan noor pin kartu kredit si pembeli, tanpa harus pergi ke toko lagi. Kondisi in ditengarai oleh industri perbankan sebagai suatu lahan persaingan baru, dan semakin sengit dari wktu ke waktu. Memang, bisnis kartu

2

kredit menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Namun demikian, pengelolaan yang salah atas bisnis ini aka mendatangkan nilai kerugian yang cukup besar . Penggunaan kartu kredit di satu sisi memang memudahkan dalam melakukan transaksi perdagangan maupun dalam melakukan aktivitas berbelanja. Namun, di sisi lain penggunaan secara berlebihan malah akanmenimbulkan beban baru yang lebih berat bagi pihak pemegangnya. Hal-hal inilah yang antara lain menadi pertimbangan bagi seorang konsumen di dalam memutuskan apakah ia akan menggunakan kartu kredit ataupun tidak. 1.2 Perumusan Masalah Pengguna kartu kredit melihat berbagai hal yang bisa diperoleh misalnya besarnya manfaat yang diterima, biaya yang dikeluarkan, prestise yang didapatkan, dan kemudahan yang didapatkan jika menggunakan kartu kredit. Pengguna kartu kredit akan membandingkan dengan kartu kredit yang dikeluarkan lembaga lain. Ditengah persaingan dengan lembaga keuangan lainnya, Bank BCA mampu meningkatkan manfaat penggunaan kartu kredit dan memperkecil biaya yang di keluarkan sehingga pengguna kartu kredit BCA semakin meningkat. Secara empiris uraian diatas menimbulkan pertanyaan terhadap perilaku pengguna kartu kredit di Bank BCA Cabang Jember. Pertanyaan empiris tersebut dapat dijelaskan secara khusus dalam rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu : 1. Apakah variabel manfaat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan penggunaan kartu kredit ? 2. Apakah variabel biaya berpengaruh terhadap tingkat kepuasan penggunaan kartu kredit ? 3. Apakah variabel prestise berpengaruh terhadap tingkat kepuasan penggunaan kartu kredit ? 4. Apakah variabel kemudahan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan penggunaan kartu kredit ?

3

2. Bagi Penulis Sebagai media untuk memperluas wawasan dan pengetahuan aplikatif atas teori-teori pemasaran yang telah penulis peroleh selama ini di dalam perkuliahan. 1.3. Bagi perusahaan Sebagai bahan masukan bagi PT. Untuk mengetahui secara bersama-sama variabel independen manfaat (X1).4 Lingkup Penelitian Agar pembahasan lebih terfokus maka penelitian ini mempunyai ruang lingkup sebagai berikut : 4 . Bagi Pihak Lain Sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yang tertarik di dalam lingkup penelitian mengenai penentu strategi pemasaran. dan kemudahan (X4) terhadap variabel dependen keputusan menggunakan kartu kredit (Y) 2. Bank Central Asia.” 1.2 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian adalah: 1. Bank Central Asia Tbk.Berdasarkan latar belakang permasalahan dari perumusan masalah diatas. Tbk. Untuk mengetahui pengaruh paling dominan dari variabel independen terhadap variabel dependen.3. khususnya produk kartu kredit 3. prestise (X3).3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1.1 Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini adalah: 1. 1. Jember). maka penelitian ini diberi judul “Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Proses Pengambilan Keputusan Bagi Penggunan Kartu Kredit (Studi Kasus pada PT. Cabang Jember di dalam menentukan strategi pemasaran produk kartu kredit yang tepat. biaya (X2).

1. Periode penelitian mulai bulan september 2010 sampai bulan nopember 2010 5 . Carrefour BCA dan Smart Cash) yang berada di wilayah kerja Kantor Cabang Jember 2. Responden terbatas pada pengguna kartu kredit BCA (BCA Card.

dan menghabiskan barang dan jasa.2 Landasan Teori 2.” Berdasarkan pernyataan-pernytaan di atas dapat dinyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan bentuk tindakan langsung dari konsumen bagi pembelian suatu barang atau jasa.1 Penelitian Terdahulu Studi empiris Soeprayogi (2004). Karenaya diperlukan pemahaman mengapa dan bagaimana tingkah laku dari konsumen tersebut. 2. diman sebelum maupun aktivitas pembelian tersebut terdapat proses pengambilan keputusan. Menurut Engel dan Blackwell (1994: 3) perilaku konsumen adalah “ suatu tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan. termasuk didalamnya terdapat proses pengambilan keputusan.1 Pengertian Perilaku Konsumen Tujuan perusahaan didalam kegiatan pemasaran adalah untuk menarik knsumen agar membeli produk barang maupun jasa yang ditawarkan perusahaan tersebut. prestise dan manfaat. termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan tersebut.mengkonsumsi. nasabah mempertimbangkan variabel biaya. menyatakan bahwa dalam menentukan keputusan menggunakan kartu kredit BCA. Swasta dan Handoko (1992:9) menambahkan dalam orientasi serupa bahwa : “ perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagaikegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat di dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa. kemudahan. Variabel manfaat mendominasi keputusan menggunakan kartu kredit BCA. termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada tahap persiapan dan penentuan kegiatan tersebut. adanya peluang dari 6 .BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.2.sehiingga akan dapat dipahami bentuk-bentuk kebutuhan yang belum terpenuhi.” Sementara Winardi (1991: 49) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai “ kegiatan-kegiatan yang dlakukan individu atau kelompok organisasi untuk mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa.

kekayaan dan variabel disesuaikan dengan 7 . Faktor Budaya Faktor kebudayaan memiliki pengaruh yang paling luas dan paling dalam terhadap perilaku konsumen. dan perilaku yang sama. Daerah geografis adalah merupakan subkultur tersendiri.minat. 2003:5) b.atau keompok orang dengn sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sama.2003 : 5) c. subkultur dan kelas sosial pembeli. Seperti kelompok kebangsaan yang bertempat tinggal pada suatu daerah akan mempunyai citarasa dan minat etnik yang khas. Makhluk yang lebih rendah umumnya dituntun oleh naluri. Pemasar harus memahami peran yang dimainkan oleh kultur. Sehingga sangata penting bagi pasar untuk melihat pergesern kultur tersebut untuk dapat menyediakan produk-produk baru yang diinginkan konsumen (Simamora.2. Sub Budaya Setiap kebudayaan terdiri dari sub budaya. Demikian pula dengan adanya kelompok keagamaan yang ada.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen. a. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen menurut simamora (2003:5-12) antara lain: 1. Sehingga nilai. kebudayaan Kultur adalah faktor penentu paling pokok dari keinginan dan perilaku seseorang. pendapatan. Sedangkan manusia. yakni kelompok yang lebih kecil dalam suatu kebudayaan. pendidikan. Kelas sosial tidak ditentukan oleh faktor tunggal seperti pendapatan tetapi diukur sebagai kombinasi pekerjaan. Banyaknya subkultur ini merupakan segmen pasar yang penting . Kelas sosial adalah susunan yang relatif permanen dan teratur dalam suatu masyarakat yang anggotanyamempunyai nilai. dan pemasar sering menetukan manfaat dengan merancang produk yang kebutuhan subkultur tersebut ( Simamora. preferensi dan perilaku antara seorng yang tinggal pada daerah tertentu dapat berbeda dengan orang lain yang berada di lingkungan lain pula. perilaku biasanya dielajaridari lingkungan sekitarnya. Kelas Sosial.2. persepsi.

teman organisasi dan lain-lain. faktor keuangan. Kelompok rujukan adalah kelompok yang merupakan titik perbandingan secara langsung atau tidak langsung dalam pebentukan sikap seseorang. Faktor Sosial Perilaku konsumen juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial. Selain kedua kelompok. teman sekerja. Kelompok Adalah kelompok yang sehari-hari berinteraksi dengan individu serta memiliki pengaruh langsung atauapun tidak langsung terhadapnya. tetangga. 8 . seperti teman seorganisasi ataupun teman segeraja disebut keompok sekunder. keluarga dapat dibedakan menjadi keluarga orientasi dan keluarga prokreasi. dan mengilhami individu memilih produk tertentu.lainnya.2003 : 5) 2. yaitu mereka berinteraksi secara terus menerus seperti kakakadik. teman sekolah. pernikahan ataupun adopsi. Anggota keluarga pembeli dapat memberian pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli. serta kelompok peran dan status sosial dari konsumen. Kelompok acuan yang berpengaruh langsung terhadap selera seseorang disebut kelompok primer. Pemasar dalam hal ini berupaya mengidentifikasi kelompok rujukan dari pasar sasarannya. Berdasarkan peranannya. Orang sering dipengaruhi oleh kelompok rujukan dimana ia tidak menjadi anggotanya. yang hidup bersama. Sedangkan yang interaksinya terbatas pada waktu-waktu tertentu. Biasanya menjadi kelompok aspirasi kaum muda adalah para bintang penyanyi pujaan. dikenal pula kelompok atau orang-orang yang menjadi idola. misalnya: saudara. ( Simamora. Kelas sosial memperhatikan preferensi produk dan merk berbeda. yaitu faktor kelompok acuan. Keluarga Keluarga adalah dua orang atau lebih yang dipersatukan oleh hubungan darah. Kelompok ini dapat mempengaruhi b. dan teman sekerja. teman sekolah. a.

pengaruh terhadap perilaku pembeli tetap ada. Pemasar perlu menentukan bagaimana interaksi di antara para anggota keluarga dalam pengambilan keputusan dan berapa besar pengaruh dari mereka masing-masing. Misalnya. dan kepribadian. pada keluarga prokreasi. Kepribadian seserang terlihat dari kestabilan emosi. 3. gaya hidup. terutama kalau meraka masih hidup bersama. Dirumah ia berperan sebagai kepala rumah tangga. seoran pria berperan sebagai karyawan dalam orgnisasi tempatnya bekerja. keluarga adalah sebgai unit pengambilan keputusan.keluarga orientasi adalah keluarga yang terdiri dari orang tua dan anakanak kandunt (siblings). a. Usia dan Daur Hidup 9 . pengaruh keluarga terhadap pembelian itu lebih terasa.kendaraan dan lain-lain. Status ini pun mempengaruhi pilihanya atas pakaian. Ini memberikan pengaruh besarpad perilaku pembelian anak. Selain peran.ia juga memiliki status. lingkungan ekonomis. dan ekonomi.faktor kepribadian juga membedakan pilihan seseorang dari pilihan orang lain yang memiliki kepribadian yang berbeda. harga diri dan cinta. Faktor Pribadi Faktor-faktor pribadi sangat berpengaruh dalam perilaku belanja konsumen adalah faktor usia. keluarga prokreasi. Tiap peran yang dibawanya menentukan perilaku belanjanya. Bahkan. Sehingga dengan memahami dinamika pengambilan keputusan dalam suatu keluarga dapat membantu pemasar menetapkan strategi pemasaran yang terbaik bagi keluarga anggota keluarga yang tepat. c. jika pembeli sudah tidak berhubungan lagi dengan orang tuanya. diman orang tua memberikan anak orientasi pada agama. ambisi. Peran dan Status Tiap orang memegang peran dalam situasi yang berbeda sepanjang hidupnya. misalnya sebagai manajer dikantornya atau sebagai ketua pengurus masjid di kampungnya. politik. rasa percaya diri dan kemampuannya berkomunikasi dengan orang lain. Adalah keluarga yang terdiri dari suami-istri dan anak.

Atau pemasar juga dapat menggunakan konsep diri atau citra diri seseorang. e. b.Orang akan mengubah barang dan jasa yang mereka beli sepanjang hidup mereka. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegitan. Pembelian dibentuk oleh tahap daur hidup keluarga. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat akan dapat membantu untuk memahami nilai-nilai konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen. Dengan demikian pemasar akan mengidentifikasi kelompok yang berhubungan dengan jabatan yang mempunyai minat atas rata-rata terhadap produk mereka. kepribadian mengacu pada karakteristik psikologis yang unik yang menimbulkan respon relatif konstan terhadap lingkungan sendiri. Pemasar yang prduknya peka terhadap pendapatan dapat dengan seksama memperhatikan kecenderungan dalam pendapatan pribadi . 2003 :8) 10 . Konsep diri telah berbaur dalam tanggapan konsumen terhadap citra mereka ( Simamora. dan pendapatan. pemasar dapat melihat pada hubungan antara konsumen dan harta milik konsumen. Sehingga pemasar perlu memperhatikan perubahan minat pembelian yang terjadi yang berhubungan dengan daur hidup manusia.tingkat bunga. minat. Kepribadian sangat bermanfaat untuk manganalisis perilaku konsumen bagi beberapa pilihan produk atau merk. c.tabungan. kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. Kebutuhan dan selera seseorang akan berubah sesuai denga usia. Kepribadian dan Konsep Diri Tiap orang mempunyai kepribadian yang khas dan ini akan mempengaruhi perilaku pembelinya. d. Untuk memahami perilaku konsumen. Gaya Hidup Orang yang berasal dari subkultur. Pekerjaan Pekerjaan seseorang akan mempengaruhi barang dan jada yang dibelinya. Keadaan Ekonomi Keadaan ekonomi akan sangat mempengaruhi piihan produk.

Motif adalah suatu kebutuhan yang cukup menekan seseorang untuk mengejar kepuasan. Para ahli mengembangkan teori tentang motivasi. Faktor Psikologis Pada suatu tertentu seseorang mepunyai banyak kebutuhan baik yang bersifat biogenik maupunbiologis. persepsi. a.4. seperti rasa lapar. jenjang kebutuhan adalah kebutuhan fisiologis. dan kebutuhan aktualisasi diri. Menurutnya. Suatu kebutuhan akan berubah menjadi motif apabila kebutuhan itu telah mencapai tingkat tertentu. baru kemudian memenuhi kebutuhan berikutnya. Freud beranggapan bahwa kebanyakan orang tidak menyadari tentang kekuatan psikologis nyata yang membentuk perilaku mereka. Persepsi individu tergntung kondisi dan 11 . Kebutuhan ini timbul dari suat keadaan fisiologis tertentu. Ia melihat orang sebagai yang tumbuh makin dewasa dan menekan banyak dorongan. Sedangkan kebutuhan yang bersifat fisiologis tertentu seperti kebutuhan untuk diakui. Dorongan ini tidak pernah hilang atau berada dibawah kendali sempurna. Berdasarkan urutan pentingnya. Teori motivasi freud. Teori Kebutuhan Maslow. Persepsi Tiap individu terdapat informasi atau rangsangan yang diterima indranya mempengaruhi kebutuhan akhirnya. serta kepercayaan dan sikap. b. kebutuhan rasa aman. kebutuhan sosial. atau kebutuhan untukditerima oleh lingkungan. harga diri. Teori ini mencoba menjelaskan mengapa orang didorong kebutuhan oleh kebutuhan tertentu pada waktu tertentu. Motivasi Kebanyakan dari kebutuhan-kebutuhan yang ada tidak cukup kuat untuk memotivasi seseorang utuk bertindak pada suat saat tertentu. proses pembelajaran. Menurutnya. yaitu motivasi. Dua diantaranya adalah : Sigmund Freud dan Abraham Maslow. kebutuhan penghargaan. Pertamatama orang akan memuaskan kebutuhan paling tinggi dahulu. Pilihan pembelian seeorang juga dipengaruhi oleh faktor psikologis yang utama. haus dan sebagainya. kebutuhan manusia tersusun secara berjenjang mulai yang paling banyak menggerakkan sampai pada yang paling sedikit memberikan dorongan. seseorang tidak pernah utuh memahami motivasinya.

Orang dapat memberikan persepsi yang berbeda-beda terhadap rangsangan yang sama karena tiga proses persepsi. gangguan yang selektif. Dengan demikian. Distorsi selektif menggambarkan kecenderunga orang untuk meramu informasi kedalam pengertian pribadi. 12 . Orang cenderung menafsirkan informasi dengan cara yang lebih mendukung daripada menentang konsepsi yang telah dimiliki. Misalnya. kecuali untuk pesan yang cukup menonjol atau dominan yang mengelilingi konsumen pada pasar tersebut. Mengingat yang selektif berarti mereka akan mengingat apa yang dikatakan sebagai keunggulan suatu produk dan melupakan apa yang dikatakan pesaing. 2003:10) adalah ” proses dengan mana seseorang individu memilih. yaitu perhatian yang selektif. Setiap orang berusaha menyesuaikan informasi yang masuk dengan pandangannya. dua orang dengan motivasi yang sama. Mengingat kembali yang selektif. pemasar harus berupaya memahami susunan benak konsumen dan bagaimana dampak serta interpretasi iklan dan produk mereka. dimana pesan yang disampaikan akan hilang bagi kebanyakan orang yang tidak berada dalam pasar untuk produk tertentu. Konsumen akan mengingatnya pada saat ia mengingat tentang pemilihan suatu produk.karakteristik individu itu sendiri. Perhatian yang selektif (selective interest ) Orang pada umumnya dihadapkan pada jumlah rangsangan yang sangat banyak setiap hari dan tidak semua rangsangan ini dapat diterima. (selective retention) Orang cenderungmelupakan apa yang mereka pelajari dan menahan informasi yang mendukung sikap dan kepercayaan mereka. Perhatian yang selektif berarti harus dapat menarik peratian konsumen. Gangguan selektif (selective distortion). belum tentu mempunyai keputusan yang sama karena persepsi msingmasing individu berbeda.merumuskan dan menafsirkan masukan (input) informasi untuk menciptakan suatu gambaran yangmengenai dunia”. Persepsi menrut kotler (simamora. dn mengingat yang selektif.Rangsangan yang diperhatikan konsumen pun tidak selalu seperti apa yang dimaksud.

pelajaran seeorang dihasilkan melalui dorongan. Sedangkan sikap menuntun orang untuk berperilaku reaktif konsisten terhadap objek yang sama. Kepercayaan dan Sikap Melalui tindakan dan proses pembelajaran. tiapindividu mengalami proses belajar. sikap adalah cara kita berpikir. dan kepercayaan ini akan membentuk citra produk dan merek. Suatu sikap mejelaskan suatu organisasi dari motivasi. orang akan mendapatkan kepercayaan dan sikap yang kemudian akan mempengaruhi perilaku pembeli. Secara teori. Atau hasil evaluasi atas penampilan produk pada setiap atributnya. Proses Pembelajaran Adalah proses mengambil kesimpulan dari pengalaman masa lalu. pendapat atau sekedar percaya. Berikut ini dijelaskan komponen sikap. d. • Komponen afektif ( afective component). Perasaan dan reaksi emosionel kepada obyek. ”saya menyukai produk ”A”. maka akan semakin mendukung keseluruhan dari sikap itu. Kepercayaan dapat berupa pengetahuan. rangsangan. Komponen ini terdiri dari kepecayaan konsuen dan pengetahuan tentang obyek. Kebanyakan perilaku manusia adalah hasil proses pembelajaran. program televisi atau produk. Proses ini mengakbatkan perubahan-perubahan dalam perilaku belajar individu tanpa disadari. perasaan emosional. tanggapan dan penguatan. itulah komponen afektif sikap. Semakin positif kepercayaan terhadap suatu merek dan semakin positif setia kepercayaan. Kepercayaan adalah suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang sesuatu.c. merasa dan bertindak melalui aspek di lingkungan seperti toko retail. konsumen mengatakan. • Komponen kognitif (coqnitive component). Misalnya. Perubahan ini tanpak nyata dalam keputusan yang diambil kemudian. Evaluasi ini terbentuk tanpa informasi kognitif atau kepercayaan tentang produk tersebut.dan proses kognitif kepada suatu aspek. Lebih lanjut. isyarat. itu merupakan hasil emosi atau evaluasi afektif terhadap suatu produk. Kepercayaan tentang atribut suatu produk biasanya dievaluasi secara alami. persepsi. Kebanyakan 13 .

6000. Mereka membutuhkan informasi yang banyak. yaitu keadaan dimana konsumen dihadapkan pada situasi pembelian suatu merk dari kelas produk yang belum diketahui sebelumnya. informasi yang dibutuhkan relatif sedikit dan proses pengambilan keputusan dapat lebih cepat diambil. ciri khusu. Komponen in adalah respon seeorang terhadap obyek atau aktivitas. yaitu “ 1. Input (Variabel rangsangan/stimuli) Variabel ini didorong oleh stimuli yang berasal dari lingkungan konsumen. suatu produk yang dipercayai mempunyai harga Rp. yaitu : a) Extensive Problem Solving. 1993:607) mengemukakan tiga model didalam proses pengambilan keputusan. Dorongan yang bersifat komersiil lebih berasal dari sumber perusahaan. Misalnya. 4000. kualitas.. yaitu keadaan dimana konsumen dihadapkan kepada suatu merk dari kelas produk yang telah diperkenalkan kepadanya. pelayanan.2. Sehingga relatif sangat sedikit sekali informasi yang dibutuhkan akan produk tersebut dan proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan segera. c) Rountinized Response Behavior. Sejumlah variabel pendorong tersebut meliputi baik yang bersifat komersiil ataupuun yang bersifat sosial. 2003: 9-12) 2.seperti keputusan untuk membeli atau tidaknya suatu produk akan memperlihatkan komponen behavioral (simamora.kepercayaan tentang roduk berhubungan dangan reaksi afektif. Sehingga. maupun tingkat ketersediaan. maupun yang berupa 14 . yaitu keadaan dimana konsumen dihadapkan pda merk dari kelas produk yang dikenal baik sebelumnya. Ini mempengarhi reaksi kita terhadap produk itu.dapat direspon positif( harga dianggap murah) atau negatif (harga terlalu mahal). Model Howard-Seth mengandung empat elemen pokok.3 Model Pengambilan Keputusan Howard-Sert (Loudon & Della Bitta. b) Limited Problem Solving.sampai Rp. baik berupa dorongan signifikan yang bisa berupa harga. sehingga proses pengambilan keputusan memakan waktu yang lama. • Komponen perilaku (behavior comonent).

dorongan simbolik yang lebih berhubungan dengan aktivitas periklanan yang dilaksanakan perusahaan. kelas sosial. faktor sosial dan organisasi. kriteria pemilihan. kelas sosial. Variabel-variabel eksogen Variabel ini terutama berpengaruh. atau kelompok referensi. Terakhir. Susunan Hipotesis Susunan hipotesis merupakan proses internal dari konsumen. yang dikenal juga sebagai variabel tanggapan adalah merupakan suatu keputusan untuk melakukan pembelian. Sikap merupakan bentuk penilaian oleh pihak konsumen terhadap suatu atau sejumlah merek produk tertentu didalam upaya memuaskan kebutuhan dan keinginannya. Pemahanan atas merk merupakan sejumlah informasi yang dimiliki konsumen tentang suatu merk produk tertentu. Model ini menggambarkan dengan jelai mulai 15 . sifat kepribadian konsumen. Susunan hipotesis terdiri dari dua bagian utama. keyakinan. yaitu yang lebih merupakan proses hubungan anata input dan output bagi keputusan pembelian. perhatian merupakan bentuk tanggapan terhadap informasi yang masuk 4. Engel dan Blackwell juga mengembangnkan model untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang menyebabkan terjadinya keputusan pembelian. tujuan atau maksud pembelian. dan obsevasi oleh pihak konsumen. dorongan sosial lebih berupa arus komunikasi dari mulut ke mulut yang lebih terjadi didalam keluarga. yaitu : (1) Susunan pengamanan (perpectual construct) yang terdiri atas elemen perhatian. yang ini lebih dipengaruhi oleh sikap. Sementara. batasan atau kendala waktu. Variabel eksogen antara lain terdiri dari sifat pentingnya aktivitas pembelian. bias pengamatan. Tujuan merupakan bentuk kecenderungan dari pihak konsumen untuk membeli sutu merk yang dirasakan paling disukainya. pemahaman atas merk. yang mana ini merupakan input yang sangat efektif bagi suatu proses keputusan pembelian 2. 3. meski tidak terlalu besar terhadap perilaku pembeli. dan (2) Susunan belajar (Learning construct) yang terdiri atas motif. dan tingkat kepuasan yang diterima. Output (variabel-variabel response) Variabel ini. dan kebudayaan. status keuangan.

1. Perbedaan antara kedua versi tersebut lebih terletak pada kondisi keterlibatan pribadi dari seseorang. sikap terhadap suatu sejumlah merk tertentu lebih terbentuk dengan hanya umsur kepercayaan yang dikembangkan oleh konsumen tersebut berdasarkan hasil dari proses secara kritis tersebut. tetapi akan lebih cenderung melakukan pengevaluasian secara kritis atas implikasiimplikasi positif maupun negatf yang mungkin diterima setelah menentukan keputusan pilihan dan pula telah melakukan aktifitas pembelian. dan outcome. antara produk yang dibeli dengan kadar ego seseorang yang membelinya. Inti dari versi ini adalah tahapan proses keputusan (decision process). Pada versi ini.dari timbulnya kebutuhan sampai tahap akhir suatu aktivitas pembelian. Berikut kedua versi ini akan dijabarkan secara lebih terperinci. ataupun besar tidaknya derajad resiko yang akan diterima jiak keputusan yang diambil ternyata salah. tampak adanya rangkaian aktifitas yang cukup lengkap dari konsumen didalam proses pembelian. ataupun terjadi dengan pola hubungan yang lemah. Model ini memiliki dua versi. low-involvement version. serta akan bersedia mengeluarkan tenaga yang lebih besar untuk memperimbangkan atau memperhitungkan segala sesuatu mengenai merk tersebut. misalnya karena faktor harga dari produk tersebut yang relatif mahal. Pada versi ini tidak terjadi pola hubungan yang erat. Pendekatan berikutnya adalah lebih didasarkan proses pengambilan keputusan. Konsumen dengan tingkat keterlibatan yang tinggi tersebut akan bertindak lebih dari sekedar penerima pesan yang pasif. kaut tidaknya pola hubungan antara produk barang atau jasa yang dibeli dengan kadar ego seseorang. produk barang atau jasa yang dibeli memiliki pola hubungan yang erat ataupun tinggi dengan kadar ego si pembeli. Versi ini menggambarkan 16 . hight-involvement version. choice. ataupun karena adanya derajad resiko yang tinggi apabila terjadi kesalahan didalam proses pengambilan keputusan. Pada versi ini. Di dalam versi ini. 2. yaitu need recognition. ciri-ciri produk yang komplek. Konsemen dengan tingkat keterlibatan yang tinggi tersebut akan sangat memperhatikan perbedaan-perbedaan antara merek-merek tertentu. yaitu hight-involvement version dan lowinvolvement version. information search alternatives evolution.

dan saluran distribusi (place) atau yang dikenal sebagai “ 4-P” sementara. Kotler (1996:203) juga menawarkan suatu konsep mengenai suatu proses pengambilan keputusan oleh konsumen. elemen-elemen kepercayaan. sikap. yaitu produk (product). diolah oleh pembeli. dan kebudayaan. Perbedaan versi ini dengan versi yang pertama adalah bahwa pada versi ini tidaklah diperlukan adanya upaya pencarian informasi. dan akhirnya menghasilkan suatu bentuk keputusan. lebih merupakan hasil dari tahapan pemilihan. maka hasil tersebut akan lebih memberikan kadar pengaruh yang positif pada aktifitas-aktifitas pembelian sebelumnya. rangsangan lingkungan terdiri dari bentuk-bentuk kekuatan dan kejadian utama yang terjadi dilingkungan makro pembeli. yaitu berupa rangsangan lingkungan maupun rangsangan pemasaran. menggambarkan adanya bentuk-bentuk rangsangan eksternal. Model ini yang sering juga disebut model “black box” atau “kotak hitam” pihak pembeli. sehingga boleh dinyatakan secara langsung bahwa konsumen yang bersangkutan telah berada pada tahap pemilihan (choice). dan kemudian menghasilkan suatu jawaban tertentu. politik. Semua jenis rangsangan tersebut masuk kedalam “kotak hitam” . karena keputusan pembelian dilakukan sebelum dilakukannya proses mengevaluasi sejumlah alternatif pembelian sebagai konsekuensinya. Konsumen hanya menggunakan kroteria-kriteria evaluasi.3 Hipotesis 17 . Pada versi ini didak terdapatnya tahapan pencarian informasi. 2. kedalam area “kotak hitam” dari pihak pembeli. pilihan merk. dan tujuan. promosi (promotion). yaitu teknologi. harga (price). Jika evalusi terdapat aktivitas pembelain yang telah dilakukan dipandang memberikan hasil yang baik. Rangsangan pemasaran terdiri dari empat unsur.tingkat keterlibatan dari pihak konsumen yang relatif rendah didalam proses pengambilan keputusan melakukan pembelian. jumlah pembeli. waktu pembelian. pilihan penyalur. baik yang mencakup pilihan produk.

Dalam penelitian ini. prestis dan kemudahan secara signifikan mempengaruhi keputusan konsumen untuk menggunakan kartu kredit. manfaat.” BAB 3 METODE PENELITIAN 18 . diajukan hipotesis bahwa : “variabel-variabel biaya.

Cabang Jember.5 Metode Penentuan Sampel Metode penentuan sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Data primer terdiri dari tanggapan pihak nasabah terhadap faktor-faktor yang digunakandi dalam menentukan keputusan apakah ia akan menggunakan kartu kredit atau tidak. misalnya jumlah pengguna kartu kredit yang sampai saat ini terdaftar di Pt Bank Central Asia Tbk. dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam menentukan penggunaan kartu kredit pada dirinya 3.3 Jenis Data Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. 3.2 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. serta sistem kerja kartu kredit.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT Bank Central Asia Tbk. 3. manfaat-manfaat dari kartu kredit.3. dengan alasan jumlah populasi yang terlalu besar.4 Metode Pengumpulan Data Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada sejumlah nasabah. Data sekunder merupakan data internal perusahaan yang berhubungan dengan penelitian ini. Metode ini 19 . Lokasi ini ditentukan dengan pertimbangan bahwa PT Bank Central Asia Tbk Cabang Jember dikarenakan peneliti bekerja dalam organisasi tersebt. 3. yang berupa data bidang pemasaran milik perusahaan serta beberapa literartur yang mendukung penelitian ini. Sementara data sekunder diperoleh melalui studi literatur. Cabang Jember. akan memudahkan bagp pengumpulan data yang dibutuhkan.

Dipihak lain. b4 = koefisien regresi 3.6 Metode Analisis Data 3. biaya.melakukan pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan kriteria sampel apapun sampai jumlah sampel yang diinginkan terpenuhi. 1993): Y = b0 + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 + υ Dimana : Y = Keputusan menggunakan kartu kredit X1 = Manfaat X2 = Biaya X3 = Prestise X4 = Kemudahan υ = Faktor penggangu atas variabel bebas b0 = Konstanta b1. Hipotesis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam proses mengambil keputusan menggunakan kartu kredit BCA dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda (Gujarati. variabel-variabel yang mempengaruhi perilaku konsumen di BCA Kantor Wilayah Jember adalah manfaat. katakanlah 5%. 3. prestise dan kemudahan. b3.2 Uji Statistik 1. serta adanya keterbatasan waktu dan tenaga. Djarwanto dan Subagyo (1996:101) menyatakan bahwa semakin homogen suatu populasi akan semakin kecil sampel yang bisa diambil. Dengan mengasumsikan bahwa populasi adalah homogen. atau 50% dari seluruh populasi. Pengujian secara bersama-sama (Uji F) 20 . b2. yaitu para pengguna kartu BCA Cabang Jember berjumlah 6800 pengguna.6. Suparmoko (1995:56) menyatakan bahwa pengambilan sampel yang baik adalah cukup dengan mengambil presentase tertentu. 10%. maka peneliti memilih jumlah sampel sebanyak 5% dari total populasi dimana dipandang jumlah tersebut mewakili populasi penelitian.6.1 Analisis Regresi Linier Berganda Untuk mengetahui perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan menggunakan kartu kredit BCA. Sehingga dapat dikatakan dalam penelitian ini menggunakan sampel 340 pengguna kartu kredit.

Pengujian Secara Parsial (Uji t) Untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh masing-masing secara parsial digunakan uji statistik atau uji t (t test) dengan rumus (Supranto. maka Ho diterima Hi ditolak artinya variabel-variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen 2. n-k).05 Asumsi yang digunakan : Ho : b1 = 0 Ho : b1 ≠ 0 Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: a) Jika F hitung > F tabel pada derajat kesalahan (α) tertentu dengan derajad bebas (k-1. n-k). 1995:252) sebagai berikut: t= Dimana : t = Nilai t hitung bi = koefisien regresi S bi = standart eror bi Sbi 21 . maka Ho ditolak Hi diterima artinya variabel-variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen b) Jika F hitung < F tabel pada derajat kesalahan (α) tertentu dengan derajad bebas (k-1.Untuk melihat pengaruh seluruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen digunakan uji F dengan rumus (Supranto. 1995:267) sebagai berikut: R2 F= (1 − R ) 2 k (n − k − 1) Dimana : R2 = koefisien determinasi k = banyaknya variabel bebas n = jumlah sampel F = Nilai F hitung selanjutnya dibandingkan dengan F tabel α = 0.

b) Apabila nilai R2 mendekati 1. Koefisien Determinasi Berganda Untuk mengukur besarnya sumbangan variabel independen manfaat (X1). biaya (X2). 1993:99) sebagai berikut: R2 = Dimana b1 (Σµ1 y ) + b2 (Σµ2 y ) + b3 (Σµ3 y ) Σy 2 R2 = koefisien determinasi i = banyaknya variabel Keterangan : R2 nilainya diantara 0 dan 1 atau 0 < R2 < 1 Kriteria pengujian adalah sebagai berikut: a) apabila nilai R2 mendekati 0. n-k).6. maka berarti manfaat (X1). prestise (X3) dan kemudahan (X4) terhadap variabel dependen yaitu proses pengambilan keputusan menggunakan kartu kredit BCA (Y) digunakan koefisien determinasi berganda dengan rumus (Gujarati. prestise (X3) dan kemudahan (X4) dapat menjelaskan hubungannya terhadap variabel dependen yaitu proses pengambilan keputusan menggunakan kartu kredit BCA (Y). Uji Multikolinearitas 22 . maka Ho ditolak Hi diterima artinya variabel-variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen b) Jika t hitung < t tabel pada derajat kesalahan (α) tertentu dengan derajad bebas (k-1. 3. biaya (X2). maka Ho diterima Hi ditolak artinya variabel-variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen 3.3 Uji Ekonometrik (Asumsi Klasik) 1. biaya (X2). prestise (X3) dan kemudahan (X4) tidak dapat menjelaskan hubungannya terhadap variabel dependen yaitu proses pengambilan keputusan menggunakan kartu kredit BCA (Y). maka berarti manfaat (X1).Asumsi yang digunakan : Ho : b1 = 0 Ho : b1 ≠ 0 Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: a) Jika t hitung > t tabel pada derajat kesalahan (α) tertentu dengan derajad bebas (k-1. n-k).

1995:59). n = banyaknya individu atau fenomena yang diberi rank.Uji multikolineartitas digunakan untuk menentukan apakah suatu model terdapat hubungan yang sempurna di antara beberapa variabel atau semua. yang menjelaskan dalam semua model regresi. Dalam pengujian ini digunakan uji korelasi rank dari Spearman (Supranto. ei ei . yaitu kiat ambil nilai mutlaknya. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui adanya kesalahan pengganggu mempunyai varian yang sama. Pengujian dilakukan dengan uji klein yaitu dengan cara melakukan regresi sederhana antara variabel bebas dengan menjadikan salah satunya sebagai variabel terikat. Adanya kemungkinan terdapat multikolinearitas apabila nilai Fhitung dan R2 adalah signifikan. perkiraan ∈i. Apabila nilai R2 masing-masing regresi sederhana lebih kecil daripada R2 hasil regresi berganda maka model tersebut tidak terkena multikolinearitas (Supranto. Koefisien korelasi rank tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi heteroskedastisitas sebagai berikut (dengan asumsi: Yi = A+BXi+∈i): a) terapkan regresi tersebut pada data Y dan X dan hitung kesalahan pengganggu (residual) ei. selanjutnya nilai R2 masingmasing regresi sederhana tersebut dibandingkan dengan nilai R2 hasil regresi berganda. sebagian atau seluruh koefisien regresi tidak signifikan. kemudian buat rank dari kedua variabel dan Xi sesuai dengan urutan menaik atau menurun dan hitung koefisien korelasi rank dari Spearman. 2. 1995:21). 23 . b) tanpa memperhatikan tanda dari ei. Koefisien korelasi rank dari Spearman didefinisikan sebagai berikut:  Σd i2  rs = 1-6   2  n(n − 1)  Dimana : di = perbedaan dalam rank yang diberikan pada kedua karakteristik yang berbeda dari individu atau fenomena ke i.

3. Uji Autokorelasi Autokorelasi merupakan pengujian ekonometrika yang digunakan untuk menguji suatu model apakah antara variabel pengganggu masing-masing variabel bebas saling mempengaruhi. 3. kalau tidak kita tolak hipotesa.dL Jika dU < d < 4 . dapat diuji dengan uji t sebagai berikut: t= rs n −2 1 − rs2 dengan df = n-2 Apabila nilai t yang dihitung melebihi nilai t yang kritis dari tabel t. kita dapat menerima hipotesa bahwa ada heteroskedastisitas.7 Operasional dan Pengukuran Variabel a Keputusan penggunaan kartu kredit adalah bentuk keputusan yang diambil oleh seorang konsumen untuk menggunakan kartu kredit dari PT. Bank Central Asia Tbk. rs dapat dihitung antara ei dengan setiap variabel bebas X secara terpisah dan dapat diuji untuk mengetahui signifikan tidaknya dengan menggunakan uji t. 24 . signifikan dari r sampel. selang kepercayaan dapat diberikan dengan melibatkan lima wilayah dengan menggunakan dL (batas bawah) dan dU (batas atas) sebagai berikut: Jika d < dL Jika d > 4 . Apabila model regresi mencakup lebih dari dua variabel bebas. Cara pengujiannya adalah dengan membandingkan nilai Durbin-Watson seperti telah dijelaskan oleh Supranto (1995:113). Cabang Jember.dU Jika dL ≤ d ≤ dU Jika (4 – dU) ≤ d ≤ (4 – dL) : menolak H0 (ada korelasi positif) : menolak H0 ( ada korelasi negatif) : terima H0 (tidak ada korelasi) : pengujian tidak dapat disimpulkan : pengujian tidak dapat disimpulkan. akan sebesar nol.c) dengan anggapan bahwa koefisien korelasi rank sebenarnya ρ s. untuk mengetahui apakah dijumpai adanya autokorelasi digunakan Durbin-Watson test. dan n>8. b Manfaat adalah jenis manfaat transaksi keuangan yang ditawarkan oleh kartu kredit bagi penggunanya.

aman. Tbk pertama kali didirikan pada tanggal 21 Februari 1957 di pusat perniagaan Jakarta yang diberi nama dengan Bank Central Asia N.1. atau lembaga keuangan lain. yang berguna bagi pihak konsumen untuk memperoleh jasa pelayanan yang cepat.1 Hasil Penelitian Gambaran Umum perusahaan Bank Central Asia Bank Central Asia (BCA).V. Skala pengukuran yang digunakan atas hasil kesioner adalah Skala Likert. dan praktis bagi transaksi keuangan. yaitu metode untuk mengukur persepsi para konsumen mengenai alasan yang digunakan di dalam menentukan keputusan penggunaan kartu kredit.c d e Biaya adalah biaya bulanan maupun tingkat bunga per transaksi yang Kemudahan adalah proses pelayanan adaministrasi yang dirasakan nasabah Kartu kredit merupakan suatu alat pembayaran yang dikeluarkan oleh bank ditetapkan atas kartu kredit. 4.BCA mengalami perkembangan yang sangat pesat pada pertengahan 1970-an.1. pada tahun 1974 BCA mulai berani menjalin kerjasama dengan lembaga 25 . dimana didalamnya terdapat PIN (Personal Identification Number) dari pemilik kartu plastik atau kartu kredit. sejak mulai mengurusi permintaan akan kartu kredit sampai saat menggunakan. Adapun kriteria yangada adalah sebagai berikut : Jawaban A B C D E Kategori Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Sangat Tidak Setuju Skor 5 4 3 2 1 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.

Seiring dengan kemajuan teknologi.000 karyawan. integrated deposit system (IDS). yang menghasilkan sebuah lembaga keuangan bukan bank yang diberi nama PT. Pada tahun 1991 sistem komunikasi melalui satelit telah memungkinkan 120 Kantor Cabang untuk beroperasi secara on line. saat ini BCA juga telah dapat melayani nasabahnya melalui internet banking dan Mobile banking. Pada tahun yang sama jumlah responden BCA meningkat dari sejumlah 772 menjadi 1499 bank yang tersebar di 80 negara.1.keuangan terkemuka dari Jepang. Sampai dengan tahun 1996. perubahan struktur organisasi dan tata letak ruang kerja operasional bank telah diselaraskan. 4. costumerinformation system (CIS) telah diterapkan di cabng-cabang BCA. misalnya dengan mengeluarkan BCA Card yaitu sejenis Credit Card yang dikeluarkan dan dikelola sendiri oleh BCA. Demikian halnya dengan prosedur operasional bank yang lama telah diperbarui dan distandarisasi supaya otomatisasi dari keempat sub-sistem IBS yang telah diterapkan dapat dimanfaatkan secara optimal. BCA menjadi bank pertama di Asia Tenggara dan mendapat kepercayaan dari Visa international untuk mengeluarkan BCA Visa Traveller Cheques yang dapat diterima di seluruh dunia. Dengan demikian nasabah dapat memanfaatkan jaringan cabang BCA yang sudah tersebar luas. dan Hongkong. integrated tranfer system (ITS). Sejalan dengan penerapan keempat sub-sistem IBS tersebut. dimana sistem kerja tersebut dapat memudahkan nasabah dalam melakukan berbagai transaksi di mana saja. Pada tahun berikutnya jaringan komunikasi dapat menjangkau 200 cabang denga sistem BCA LINC yang mengirimkan data melalui satelit Palapa. BCA merupakan pemegang saham terbesar di lembaga ini.2 Berdirinya BCA Cabang Jember 26 . Multinational Finance Corporation. Inggris. Di tahun 1994 BCA menerapkan suatu sistem kerja integrated banking system (IBS). integrated loan system (ILS). 2000 ATM dan 21. Perkembangan yang bagus tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun 1980-an. Di tahun 1987. empat sub-sistem dari integrated banking system (IBS) yaitu. Sampai dengan akhir tahun 2001 BCA telah memiliki 800 Kantor Cabang.

Bank Central Asia semakin melebar yang berarti perluasan pelayanan di bidang perbankan terhadap masyarakat semakin bertambah. Lintas Kabupaten lainnya adalah Kantor Cabang Pembantu Situbondo yang berlokasi di kawasan pertokoan di Kabupaten Situbondo. Kantor Cabang Pembantu Tanggul. suatu daerah strategis yang dekat dengan pusat pasar besar yang lebih kenal dengan pasar Tanjung.PT. Beberapa Kantor Cabang Pembantu di wilayah Kabupaten Jember antara lain: Kantor Cabang Pembantu Trunojoyo yang berlokasi di jalan Trunojoyo. Seiring dengan perkembangan PT.Gator Subroto No. suatu daerah surplus di sektor pertanian tembakau dan palawija. Kantor Cabang Pembantu Ambulu. Khusus untuk Kantor Cabang Pembantu Situbondo ini sangat berpotensi untuk lebih dikembangkan lagi dan telah dibuktikan dengan berubahnya status dari Kantor Cabang Pembantu meningkat menjadi Kantor Cabang Utama.41 Jember. 41 Jember yang sekarang bernama JL. yang secara otomatis berdiri sendiri dengan sebutan Kantor Cabang Utama. Dengan demikian perluasan jaringan dari PT. Hendrata Kresna Wahyu Esa dan berlokasi di jalan Mangunsarkoro NO. Bank Central Asia secara keseluruhan yang semakin pesat yang berdampak pula terhadap kondisi PT. Kantor Cabang Pembantu Balung. Selanjutnya Kantor Cabang Pembantu yang berlokasi di daerah kecamatan antara lain: Kantor Cabang Pembantu Rambipuji. 27 . Kantor Cabang Pembantu Kalisat. Bank Central Asia Cabang Jember yang juga semakin mengalami kemajuan sehingga dirasakan sangat perlu untuk melakukan pengembangan jaringan di wilayah Kabupaten Jember yang diimplementasikan dengan mendirikan Kantor Cabang Pembantu( KCP). Pengembangan jaringan tidak hanya dilakukan di tingkat kecamatan saja bahkan lebih berkembang ke lintas Kabupaten yaitu Kantor Cabang Pembantu Bondowoso yang berlokasi strategis di Kabupaten Bondowoso. Kantor Cabang Pembantu tersebut didirikan sebagai upaya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Bank Central Asia Cabang Jember didirikan pada tanggal 19 November 1979 di bawah kepemimpinan Ir.

2. apabila Pemimpin Cabang tidak ada di tempat sesuai dengan tugas delegasi wewenang yang diberikan kepadanya. 28 . yang memiliki tugas-tugas pokok. Wakil Pemimpin Pemasaran dan Kredit. Bank Central Asia Cabang Jember dapat dilihat pada lampiran 1.3 Struktur Organisasi PT. Ikut memberikan masukan pemikiran-pemikiran yang dapat memajukan perusahaan. Menerima dan meminta pertanggung jawaban dari hasil kerja Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi serta Wakil Pemimpin Pemasaran dan kredit. c.PT Bank Central Asia cabang Jember dalam operasional sehri-harinya didukung oleh kurang lebih 192 karyawan yang tersebar di Kantor Cabang Utama Jember beserta kantor-kantor Cabang pembantunya. Sementara itu. yang memiliki tugas-tugas pokok. Bank Central Asia Tbk. Cabang Jember Struktur Organisasi PT. yang mempunyai tugas-tugas pokok: 1. Menentukan kebijakan perusahaan secara umum. Bank Central Asia Tbk. Menentukan rencana kerja beserta pedoman pelaksanaanya. pembagian tugas tanggung jawab di dalam struktur organisasi PT. 3. Membantu tugas Pemimpin Cabang dalam bidang operasional dan sistem cabang. 1. 3. Cabang Jember adalah sebagai berikut: a. b.1. 4. Pemimpin Cabang Utama. Mengkoordinir dan mengawasi seluruh organisasi dengan segala aktivitasnya. 4. Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi. Menetapkan segala kebijakan yang dianggap perlu dalam bidang operasi dan sistem. 2.

Menetapkan segala kebijakan yang dianggap perlu dalam bidang pemasaran dan kredit. Membantu tugas Pemimpin Cabang dalam bidang pemasaran dan kredit. dan koordinasi secara aktif atas seluruh jalannya kegiatan sistem operasional cabang. Kepala Bidang Pemasaran. Bertanggung jawab atas: Sistem kontrol di seluruh fungsi operasional cabang Kerahasiaan nasabah Perencanaan dan kaderisasi sehingga terjadi kesinambungan operasional Bertanggung jawab kepada Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi. yang memiliki tugas-tugas pokok 1. 2. apabila Pemimpin Cabang tidak ada di tempat sesuai dengan tugas delegasi wewenang yang diberikan kepadanya. monitoring. 29 . e. Kepala Bidang Operasional.1. 2. 3. Bertanggung jawab kepada Pemimpin Cabang Utama d. Nasabah yang bermasalah dan solusinya Pengaduan/keluhan nasabah dan penyelesaiannya. 4. Melakukan fungsi manjerial. Memonitor tindak lanjut atas: Calon nasabah potensial dan pendekatannya. Memimpin dan mengkoordinir seluruh pekerjaan di bidang pemasaran 2. yang memiliki tugas-tugas pokok 1. Ikut memberikan masukan pemikiran-pemikiran yang dapat memajukan perusahaan.

Memberikan masukan/ pendapat dalam pembatasan kredit dan Credit committee. Mengkoordinir bagian administrasi kredit. dan penagihan kredit.- Aktivitas kunjungan 3. Memeriksa semua laporan yang menunjang fungsi monitoring dan kontrol perkreditan. Merencanakan dan melakukan on-the-spot permohonan kredit. 6. baik dari sudut kepentingan bank maupun nasabah. 5. 3. 3. Bertanggung Jawab kepada Wakil Pemimpin Pemasaran dan Kredit f. 30 . 4. 5. dan koordinasi secara aktif atas seluruh jalannya kegiatan bidang keuangan dan logistik 2. monitoring. Membuat rencana kerja dan perkembangan seluruh staf perkreditan. Kepala Bidang Keuangan Dan Logistik. Bertanggung Jawab kepada Wakil Pemimpin Pemasaran dan Kredit g. Melakukan fungsi manajerial. Mengikuti perkembangan situasi dan kondisi setempat 6. Bertanggung jawab atas kerahasiaan bank. Kepala Bidang Kredit yang memiliki tugas-tugas pokok 1. 2. Membuat rencana kerja bidang pemasaran 4. yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. data nasabah dan mematuhi kode etik banker. pengolahan kredit. Memberikan masukan/ pendapat dalam kepada pembahasan kredit/ credit committee. Bertanggung jawab atas keamanan data bank.

Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh staf administrasi 3. Mengkoordinir dan mengawasi seluruh organisasi KCP i. Bertanggung jawab atas pembuatan laporan intern dan ekstern. Head Teller Deposit yang memiliki tugas-tugas pokok: 31 . Bertanggung jawab kepada Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi j. Bertanggung jawab atas saldo pembukuan dan aplikasi serta kebersihan dan kerapihan ruang kerja 4. pembukuan dan sekretariat. Bertanggung jawab atas perencanaan dan kaderisasi sehingga terjadi kesinambungan. 7. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. 2. Kepala Bagian Ekspor Dan Impor yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Pemimpin Cabang Pembantu (KCP) yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari ekspor dan impor yang dibawahinya. 8. Bertanggung jawab kepada Pemimpin Cabang h. 2. Menindak lanjuti keluhan nasabah 5. Menatausahakan fungsi keuangan. 6. Menentukan kebijakan KCP secara umum 3. Bertanggung jawab atas barang inventaris dan aktiva tetap yang ada di unit kerja 5. Menentukan rencana kerja KCP beserta pedoman pelaksanaanya.4.

4. 2.serta mengkoordinasikan kegiatan di front office yang berhubungan dengan back office. k. Head Teller Tranfer yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Kepala Bagian Pendukung Deposit yang memiliki tugas-tugas pokok: 1.demi kelancaran kegiatan administrasi operasional deposit. Memonitor secara aktif dan melakukan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya atas seluruh jalannya transaksi yang ditangani oleh Teller Deposit serta mengkoordinasikan kegiatan di front office yang berhubungan dengan back office. 32 . 4. Bertanggung jawab atas kepada Kepala Bidang Operasional. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. 3. Bertanggung jawab atas kebenaran laporan perincian uang dan saldo kas. 2. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh teller deposit. Memonitor secara aktif dan melakukan pengarahan langsung sesuai dengan weewenangnya atas seluruh jalannya transaksi yang ditangani oleh Teller Tranfer. 3. Bertanggung jawab atas kepada Kepala Bidang Operasional. Bertanggung jawab atas kebersihan dan kerapihan ruang kerja/ counter. l. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh staff deposit. Bertanggung jawab kebenaran atas kebenaran laporan perincian uang dan saldo kas. 5.1.

2. 33 . Menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan. Mendukung jalannya operasional di cabang khusunya dalam hal mengisi: kode test key dari data yang akan dikirim maupun memverifikasi kebenaran kode Test Key dari data yang diterima. Bertanggung jawab atas kebenaran balancing saldo akhir hari. Bertanggung jawab atas kebenaran saldo uang tunai pada cash box teller transfer sesuai dengan limit yang bersangkutan. Kepala Bagian Pendukung Tranfer yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Operasional. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh teller transfer. 6. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang di bawahinya. Menindak lanjuti keluhan nasabah dan berkoordinasi bekerja dengan Kepala Bidang Operasi. 4. Bertanggung jawab atas kepada Kepala Bidang Operasional. Bertanggung jawab atas kerahasiaan bank dan nasabah. 3. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh staff administrasi transfer. saldo pembukuan dan saldo aplikasi serta saldo persediaan blanko berharga dan pemakaiannya. 5. m. demi kelancaran jalannya transaksi melalui Transfer.2. 3. 5. 4. n. Test Key yang memiliki tugas-tugas pokok: 1.

4. 4. Bertanggung jawab atas kerahasiaan bank dan nasabahnya. Bertanggung jawab atas kebenaran dan keamanan proses pemberian test key sesuai dengan wewenang dan prosedur yang berlaku. 3. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya.2. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh unit costumer service. Sertifikat Deposito. demi kelancaran jalannya unit costumer service. Bilyet Deposito. Bertanggung jawab atas keamanan bukti fisik transaksi yang akan diberi kode test key atau diverifikasi kode test key-nya. signature transfer slip dan kunci SDB yang belum tersewa. protective overlay. Menginstalasikan dan mengoperasikan sistem aplikasi computer. Kepala Bagian Prosedur Pendukung Teknis yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. 3. Telekomunikasi dan perlengkapan pada unit kerja di cabang. Bertanggung jawab atas kebenaran saldo Persediaan dan pemakaian Blanko Cek/Bilyet Giro. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. 3. Bertanggung jawab kepada Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi p. ATM. Kepala Bagian Costumer Service yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. 2. Buku Tahapan. Giro Valas. Bertanggung jawab atas instalasi dan pengoperasian peralatan computer ATM dan telekomunikasi. o. 2. LLG. 34 . Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Operasional.

35 . Bertanggung jawab kepada Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi. 7. Bertanggung jawab atas pembuatan pelaksanaan kerja secara periodik 6. Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan analisis umur perangkat keras dan modifikasi serta system perangkat lunak sesuai kebutuhan. Bertanggung jawab atas kelengkapan dokumen nasabah dan kebenaran laporan yang dihasilkan oleh unit pemasaran. keamanan data. 3. demi kelancaran jalannya kegiatan analisi kartu kredit di cabang. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. produk aktiva. 4. 6. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. dokumen dan barang jaminan yang diterima. data nasabah. yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pemasaran r. Bertanggung jawab atas pengumpulan informasi seakurat mungkin dari nasabah/ calon nasabah dan ondisi bisnis pasar. Memonitor pelaksanaan prosedur/ policy pemasaran atas produk pasiva. Kepala Bagian Pemasaran. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. 2. agar mendukung perkembangan bisnis dan proses perkreditan. 5. Kepala Bagian Analisa Kredit yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Bertanggung jawab atas kelengkapan laporan computer dan pendistribusian ke unit kerja. Bertanggung jawab atas kerahasiaan bank. 5.4. q.

Bertanggung jawab atas kakuratan hasil analisis kredit dan kunjungan marketing officer ke debitur. Bertanggung jawab atas kebenaran serta kelengkapn seluruh data dan dokumen kredit. Bertanggung jawab atas pelaksanaan prosedur administrasi kredit dan kebenaran serta kelengkapan laporan perkreditan. 36 . s. 4. Bertanggung jawab atas kelengkapan copy dokumen/ barang jaminan yang diolah serta keamanan copy dokumen. 5. 6. 5. pelaksanaan akad kredit dan pengikatan jaminan. Bertanggung jawab atas pengumpulan informasi yang akurat tentang calon debitur serta informasi bisnis/pasar. 3. 7. 4. barang jaminan perkreditan dan pembuatan. Bertanggung jawab atas keamanan dokumen/ surat berharga. Memonitor proses dan hasil pelaksanaan analisis debitur/ calon debitur dalam rangka pelepasan kreit dan peninjauan kembali kredit bermasalah untuk mendapatkan alternatif solusinya. Memonitor pelaksanaan pengelolaan data dan administrasi kredit 3. 2. Kepala Bagian Administrasi Kredit yang memiliki tugas-tugas pokok: 1.2. Bertanggung jawab atas keakuratan informai yang diberikan kepada pejabat mengenai kondisi calon debitur dan usahanya. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan ruang lingkup administrasi cabang. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Kredit.

4. 2. Kepala Bagian Penagihan Kredit yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. berkoordinasi dengan Kepala Bidang Kredit. 3.6. 6. Bertanggung jawab atas keamanan dokumen dan barang jaminan dan kebenaran data dan informasi mengenai kredit bermasalah 4. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. Menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan kerja 5. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. u. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Kredit. t. Memonitor pelaksanaan penagihan kredit bermasalah. 37 . Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Kredit. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya untuk kelancaran jalannya kegiatan unit pengawan kredit di cabang. jaminan akad kredit. Memonitor jalannya pemeriksaan bidang perkreditan. Bertanggung jawab atas pemeriksaan kelengkapan dokumen permohonan kredit. 5. Bertanggung jawab atas monitoring solusi masalah hasil temuan pelaksanaan tindak lanjut kredit bermasalah. Bertanggung jawab atas pelaksanaan penyelamatan/penyelesaian kredit bermasalah. demi kelancaran jalannya kegiatan pengamanan jaminan di cabang. 2. Kepala Bagian Pengawasan Kredit yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. 3. pengikatan jaminan berikut cara penyimpanannya.

Bertanggung jawab atas kebenaran laporan hasil pemeriksaan yang dibuat oleh Staf Pengawasan Kredit. 8.7. penyimpanan. w. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Keuangan dan Logistik. Bertanggung jawab kepada Kepala Wakil Pemimpin Pemasaran dan Kredit v. 38 . 2. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. Bertanggung jawab atas akurasi data dan laporan GL-M yang dibuat oleh staf 4. 2. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya untuk kelancaran jalannya unit Umum dan Sekretariat di cabang. pemeliharaan penatausahaan barang dan jasa serta administrasi pembayaran secara aktif dan efisien. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya untuk kelancaran jalannya unit Pembukuan. Kepala Bagian Pembukuan yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan rekonsiliasi dana dan saldo pembukuan 5. Mengelola dan mengawasi jalannya kegiatan pengadaan. Memonitor pelaksanaan pengelolaan terhadap data pembukuan secara akurat 3. Kepala Bagian Umum dan Sekretariat yang memiliki tugas-tugas pokok: 1.

3. Melakukan pengawan terhadap pelaksanaan administrasi arsip, serta dukungan komunikasi dan korespondensi kepada segenap unit kerja. 4. Bertanggung jawab atas kebenaran dan laporan internal dan eksternal yang dibuat oleh staf umum dan sekretariat. 5. Bertanggung jawab atas pelaksanaan dukungan komunikasi dan korespondensi pemanfaatan sarana komunikasi serta kelancaran lalu lintas dokumen. 6. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Keuangan dan Logistik.
x. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, yang memiliki tugas-tugas

pokok: 1. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya, serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya untuk kelancaran jalannya unit sumber daya manusia 2. Memonitor dan mengawasi jalannya kegiatan perencanaan

administrasi dan pengembangan sumber daya manusia. 3. Bertanggung jawab atas kerahasiaan dan keamanan data finansial dan non-finansial sumber daya manusia. 4. Bertanggung jawab manusia. 5. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan administrasi surat pengangkatan dan pemutusan hubungan kerja karyawan
6. Bertanggung jawab atas pemeliharaan data karywan di aplikasi

atas perencanaan pengembangan sumber daya

HRMIS Aplikasi Payroll dan berkas karyawan agar selalu lengkap dan akurat.

39

7. Bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas untuk karyawan konseling dan tindak lanjut atas masalah. 8. Bertanggung jawab kepada Pemimpin Cabang Utama. y. Kepala Bagian Kredit Card
1. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan

internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya, serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya untuk kelancaran jalannya unit kerja Credit Card
2. Memonitor

dan

mengawasi

jalannya

kegiatan

perencanaan

administrasi dan pemasaran Credit Card
3. Memonitor pelaksanaan prosedur/ policy pemasaran atas prduk Credit

Card 4. Bertanggung jawab atas keamanan data, copy dokumen dan kelengkapan dokumen nasabah. 5. Bertanggung jawab kepada Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi.

4.1.4

Pemasaran PT. Bank Central Asia Tbk Cabang Jember Daerah pemasaran PT. Bank Central Asia Cabang Jember adalah meliputi

wilayah Kabupaten Jember juga melakukan lintas kabupaten yang mencakup Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo, dimana daerah-daerah ini merupakan daerah yang sangat potensial. Selain sebagai daerah agraris, daerah pariwisata kelautan dan pantai, home industry, bermacam-macam industri dan lain sebagainya, serta juga daerah pendidikan, juga menunjukkan bahwa liingkup aktivitas PT. Bank Central Asia Cabang Jember merupakan kota yang sangat potensial sebagai daerah pemasaran produk-produk perbankan.

40

a)

Saluran distribusi. Sistem distribusi dalam perbankan adalah sarana penghubung antar bank dengan nasabahnya atau merupakan sarana bank untuk berkomunikasi dalam menawarkan produk-produknya. Peranan teknologi dalam perbankan sangat mempengaruhi efektifitas sistem distribusinya. Adapun saluran distribusi yang digunakan oleh Bank Central Asia adalah distribusi langsung yaitu nasabah datang sendiri untuk mendapatkn pelayanan.

b)

Saluran promosi. Dalam pemasaran modern, perbankan dituntut tidak hanya memasarkan produk yang bagus, menetapkan tingkat suku bunga yang menarik, tetapi pelayanan yang ditawarkan juga harus dikomunikasikan kepada masyarakat, sehingga akan timbul kesan positif terhadap suatu produk. Kegiatan promosi dilakukan untuk memperkenalkan produk perbankan kepada calon nasabah atau nasabah dan mendorong kepada nasabah untuk membeli serta memperkuat posisi terhadap produk bank pesaing. Adapun kegiatan promosi yang telah dilakukan oleh Bank Central Asia Cabang Jember adalah:
1) Advertising.

yaitu

dengan

mencetak

brosur-brosur

berisikan

keterangan perihal produk-produk yang ditawarkan dan diletakkan di counter-counter nasabah agar nasabah yang membutuhkan informasi perihal produk dapat cepat mengetahuinya.
2) Personal selling. Yaitu dilakukan dengan mendatangi instansi-instansi

tertentu seperti perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan lainnya. 4.1.5 Visi dan Misi PT. Bank Central Asia Visi PT. Bank Central Asia adalah “Membangun suatu sistem perbankan yang tangguh dan efisien serta kompetitif dan teknologi yang canggih dalam menghadapi persaingan.” Misi PT. Bank Central Asia adalah “Menerapkan manajemen professional, menunjang pembangunan ekonomi Indonesia, memberikan jasa perbankan yang

41

setelah melewati tehap-tahap pembenahan dengan upaya yang gigih dan terus menerus BCA Card meulai mendapat tempat dan kepercayaan di masyarakat. karena operasional dari kartu kredit ini merupakan hal yang sangat vital bagi BCA. Untuk saat ini IBM 3090 dianggap kurang dapat memenuhi tuntutan zaman maka ditambahlah komputer ES/9000 yang 42 . Sekitar tahun 1988 BCA sudah mempergubakan komputerisasi.2.1 Kartu Kredit Sejarah Berdirinya Bank Central Asia Card Center Bank Central Asia Card Center adalah suatu unit kerja di kantor pusat yang menangani kartu kredit secara menyeluruh untuk mendukung cabang-cabang Bank Central Asia diseluruh Indonesia.beragam dan berkualitas tinggi melalui jaringan kantor cabang yang luas serta mencapai return on asset di atas rata-rata industry perbankan nasional” 4. Dengan berkembangnya bisnis kartu kredit membuat unit kerja BCA Card Center berkembang pula statusnya menjadi setingkat Kantor Cabang Utama yang dipimpin oleh seorang Kepala BCA Card Center. mula-mula yang digunakan adalah computer IBM 3090. sedangkan karywan yang bekerja pada waktu itu hanya sebanyak 14 orang. Pada awalnya BCA Card Center bertempat di Jalan Pecenongan 86 Jakarta. maka BCA berusaha memperbaiki kartu kredit tersebut secara perlahan-lahan. Saat itu pemegang kartu kredit dan merchant-nya juga masih sedikit. Dengan pengalaman yang ada dan studi banding dengan pemegang kartu kredit di luarnegeri BCA berusaha untuk dapat memperbaiki bisnis kartu kredit beserta operasionalnya. 22-23 lantai dasar. Dalam usahanya untuk dapat meningkatkan jumlah cardholder-nya. Sedang lokasi BCA Card Center saat ini berada di Wisma BCA di Jalan Jendral Sudirman Kav. Jakarta.Pada saat itu IBM 3090 adalah suatukomputer paling modern di Indonesia. sebagian besar masih dikerjakan secara manual walau ada beberapa langkah yang sudah dikomputerisasi(computized).2 4. Hanaya ada empat perusahaan yang menggunakan computer tersebut. melalui macam-macam kesulitan dengan tata cara kerja yang sangat sederhan. Di dalam permulaan usaha bisnis kartu kredit pada tahu 1980-an BCA memulai usahanya dengan peralatan dan tata kerja yang sangat sederhana.

Bank Central Asia Tbk. BCA MASTER Card yang terdiri dari: a. BCA VISA Card yang terdiri dari: a. BCA MASTER Card Silver b. BCA CARD Gold b. BCA MASTER Card Gold d.2 Kartu Kredit Yang Dikeluarkan Oleh PT. Saat ini computer yang digunakan adalah IBM AS 400 yang mempunyai kemampuan jauh lebih besar dari computer sebelumnya. BCA VISA Card silver b. sampai saat inikomputer tidak dapat dipisahkan lagi dari kartu kredit. karena semua transaksi yang dilakukan adalah melalui data elektronik. Dari kartu-kartu kredit yang dikeluarkan oleh BCA yangmembedakan antara kartu silver dengan kartu gold selain warna dari kartu itu sendiri adalah pagu 43 . BCA CARD Silver b. BCA Card. JCB Card Gold Keempat kartu kredit tersebut yang telah dikeluarkan oleh BCA kemudian dikenal dengan sebutan four card in one banking atau secara singkat disebut 4 in 1.mempunyai bentuk fisik lebih kecil tapi mempunyai kemampuan yang besar. JCB Card yang terdiri dari: a. BCA VISA Card Gold c. Bank Central Asia PT.2. 4. JCB Card Silver b. seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih berarti ikut mendorong perkembangan bisnis kartu kredit dewasa ini. yang terdiri dari: a. yangmerupakan pelopor bisnis kartu kredit di Indonesia hingga saat ini telah mengeluarkan 4 macam kartu kredit yaitu: a.

000. Berusia 21 tahun Mengisi formulir permohonan kartu kredit BCA Menyerahkan foto copy KTP Menyerahkan pas foto Mempunyai rekening BCA Menyerahkan surat kuasa debet rekening (jika menghendaki tagiahan debet rekening) Menyerahkan jaminan bisa berupa rekening tabungan.2. Prosedur penerimaan cardholder Calon nasabah yang ingin menjadi cardholder atau pemegang kartu kredit BCApertama-tama harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.000. Jika permohonan dari calon cardholder melampaui kewenangan Pemimpin Cabang akan diteruskan dahulu ke Kepala Kantor Wilayah untuk mendapatkan persetujuan.00 sampai Rp.3 Prosedur Kartu Kredit Bank Central Asia a.kredit yang diberikan. Setelah Cabang BCA menerima kartu kredit tersebut segera menghubungi cardholder untuk mengambil kartu kreditnya yang telah selesai dicetak.000. 10. 7. Setelah kartu kredit dicetak oleh BCA Card Center akan dikirimkan ke Cabang di mana cardholder mengajukan permohonannya. Dan diteruskan ke BCA Card Center untuk dicetakkan kartu kreditnya sesuai dengan permohonan yang telah diisi oleh cardholder. 2.00 sedangkan kartu kredit Gold pagu kredit yang diberikan antara Rp. Setelah dokumen dan data-data tersebut diterima oleh BCA selanjutnya dianalisa oleh bagian analis kredit Cabang BCA dan jika layak serta masih dalam kewenangan Cabang akan disetujui oleh Pemimpin Cabang BCA.000. deposito atau simpanan lain. Saat cardholder mengambil kartu 44 . Jika kartu silver pagu kredit yang diberikan antara Rp.000. 4.000.00 ke atas.

discount rate dan batas transaksi pembelian.3. TDP. Prosedur penerimaan merchant Pedagang yang ingin menjadi merchant kartu kredit BCA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: Menyerahkan foto copy KTP. dan NPWP Menandatangani perjanjian kerjasama Mengisi formulir keterangan pedagang Mempunyai rekening BCA Setelah data dan dokumen diterima oleh Cabang BCA dianalisa terlebih dahulu oleh bagian analis kredit jika layak akan disetujui oleh Pemimpin Cabang dan diteruskan ke BCA Card Center untuk mendapatkan Mesin EDC( electronic Data Capture) yang telah disetting datany seperti: nomor merchant. nomor rekening.kreditnya harus menandatangani tanda terima kartu kredit sebagai bukti bahwa kartu kredit telah diterima oleh cardholder dengan benar dan kartu kredit baru bisa diaktifkan untuk dapat dipakai belanja. SIUP.1 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi digunakan untuk mengetahui besarnya manfaat.1 Hasil Regresi Linier Berganda No Variabel Koefisien Koefisien Pengujian 45 . dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. b. biaya. prestise. Hasil analisis regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel 4.3 Analisis Data 4.1 berikut: Tabel 4. Setelah Cabang BCA menerima kiriman EDC dari BCA Card Center kemudian akan dipasang pada tempat pedagang untuk digunakan transaksi penerimaan pembayaran dengan kartu kredit. 4.

323 0.91 Sumber: Hasil pengolahan data lampiran 2 Berdasarkan tabel 4. biaya. nilai ini berarti bahwa jika tidak ada variabel manfaat.26 R2 = 0.0.741X2 .191 -0. Koefisien regresi sebesar 0.673 0.741 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 satuan biaya (X2) akan menurunkan keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember (Y) sebesar 1.046 -0.746 0087 Konstanta = 1.323 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena bernilai negatif) 1 satuan prestise (X3) akan menurunkan keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember (Y) sebesar 0. Koefisien regresi sebesar -0.613.871 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena bernilai negatif) 1 satuan manfaat (X1) akan menurunkan keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember (Y) sebesar 0.741 -0.323X3+ 0.291 0.1 diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 1.613 2.263 1.613 .871 0.613 R = 0. Koefisien regresi sebesar -0.046X4 Hasil persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan secara terperinci sebagai berikut: 1.538 1.046 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 satuan kemudahan (X4) akan meningkatkan kartu kredit pada PT BCA 46 . prestise.741 dengan anggapan variabel yang lain adalah konstan 4.36 1.323 dengan anggapan variabel yang lain adalah konstan 5.1 2 3 4 independent X1 X2 X3 X4 Dependent Y Regresi Beta t hitung Sig t -0.082 Ftabel = 6.334 -0.871 dengan anggapan variabel yang lain adalah konstan 3. Koefisien regresi sebesar 1. dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember (Y) adalah 1.215 -0.0.258 0.954 Fhitung = 8.871 X1 + 1. nilai konstanta dari nilai regresi tersebut (a) sebesar 1.347 2.

biaya. Sebaliknya.2 Pengujian Secara Bersama-sama (Uji F) Untuk mengetahui adanya pengaruh faktor manfaat.046 dengan anggapan variabel yang lain adalah konstan Nilai koefisien beta dari analisis regresi linier untuk masing-masing variabel digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara hubungan antara variabel manfaat. dan koefisien beta variabel kemudahan sebesar -0. Dari tabel 4. biaya.05 maka H0 diterima dan Hi ditolak. prestise. dengan kata lain bahwa secara bersama-sama variabel manfaat. dan kemudahan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember.3.334. Manfaat yang diperoleh oleh nasabah dibandingkan dengan menggunakan kartu kredit non BCA adalah lebih besar.05 maka H0 ditolak dan Hi diterima. prestise. prestise.191. koefisien beta variabel prestise sebesar -0263. yang berarti bahwa variabel bebas manfaat. biaya.cabang Jember (Y) sebesar 0. koefisien beta variabel biaya sebesar -0. dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. biaya. 4. Hal ini dapat dilihat semakin banyaknya penggunan kartu kredit BCA. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa variabel manfaat Jember Manfaat adalah suatu yang diperoleh nasabah dalam proses transaksi kartu kredit. dan kemudahan mempunyai pengaruh adalah faktor paling dominan yang berpengaruh terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang 47 . dan kemudahan berpengaruh secara bersama-sama terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember ditunjukkan pada lampiran 2.413. prestise. Hasil pengujian untuk melihat apakah koefisien dari variabel bebas yaitu manfaat. prestise. apabila nilai probabilitas Fhitung ≤ 0. Kriteria pengambilan keputusan dalam uji F ini yaitu apabila nilai probabilitas Fhitung > 0. dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember secara bersama-sama digunakan alat analisis yaitu uji F (F-test). biaya.1 dapat dilihat besarnya koefisien beta variabel manfaat sebesar 0.

776. 48 . Karena F hitung > F tabel atau probabilitas (0.05. maka H0 ditolak dan Hi diterima.. df1= 4 dan df2 = 3 sebesar 6.082 sedangkan F tabel pada a = 5%.yang signifikan terhadap variabel terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. perstise dan kemudahan secara parsial terhadap variabel terikat yaitu keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. artinya secara parsial variable bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variable terikat. 4.26 ) dengan tingkat signifikan 0.3. maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi keputusan menggunakan kartu kredit atau dapat dikatakan variabel manfaat. manfaat.000.26 hal ini berarti F hitung > F tabel (8. artinya bahwa secara parsial masing-masing variable bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variable terikat.3 Pengujian Secara Parsial (Uji t) Pengujian koefisien regresi dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas biaya.05). prestise.673 sedangkan t tabel untuk X1 adalah 2.05). biaya.082 > 6. maka Ho diterima karena t hitung lebih kecil dari t tabel. artinya bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas manfaat terhadap variable terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. Hasil pengujian koefisien regresi secara parsial ditunjukkan pada lampiran 2. sebaliknya apabila nilai probabilitas t lebih kecil atau sama dengan level of significance (α = 0. Dari hasil regresi diperoleh uji F hitung sebesar 8. variabel manfaat memiliki nilai probabilitas t sebesar -0.000) jauh kecil dari 0. maka H0 diterima dan Hi ditolak. Kriteria pengujian untuk uji t ini adalah apabila nilai probabilitas t lebih besar dari level of significance (α = 0. dan kemudahan secara bersama-sama berpengaruh secara nyata terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. Dari hasil analisis regresi linier berganda pada lampiran 2 diperoleh hasil sebagai berikut: 1.

maka Ho diterima karena t hitung lebih kecil dari t tabel. Standar deviasi Y sebesar 2.776.776. variabel kemudahan memiliki nilai probabilitas t sebesar 2. 3. maka Ho diterima karena t hitung lebih kecil dari t tabel artinya bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas prestise terhadap variabel terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember.347 sedangkan t tabel untuk X3 adalah 2. Sebesar 91% angka kematian bayi dapat dijelaskan dengan variabel manfaat. Berdasarkan dari hasil perhitungan data yang diolah diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) 49 . maka Ho diterima karena t hitung lebih kecil dari t tabel artinya bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas kemudahan terhadap variabel terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember.954 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel manfaat.2. biaya. hal ini menunjukkan bahwa model regresi lebih baik dalam bertindak sebagai prediktor variabel daripada rata variabel Y sendiri Untuk mengetahui besarnya proporsi sumbangan variabel dependen manfaat.98987.776. 4. Standart. biaya. variabel biaya memiliki nilai probabilitas t sebesar 1.258 sedangkan t tabel untuk X4 adalah 2. prestise dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. biaya.4 Koefisien Determinasi Berganda Nilai R sebesar 0. 4. Error of the Estimate sebesar 0.215 sedangkan t tabel untuk X2 adalah 2. prestise dan kemudahan secara bersama-sama terhadap naik turunnya terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember digunakan analaisis koefisien determinasi berganda (R2). prestise dan kemudahan.1 lebih besar dari Standard. Error of the Estimate sebesar 0. variabel prestise memiliki nilai probabilitas t sebesar -0.98987.3. artinya bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas biaya terhadap variabel terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember.

biaya. berarti hubungan antara manfaat. prestise dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. Nilai ini menunjukkan bahwa naiknya atau turunnya keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember dapat dijelaskan oleh faktor manfaat. prestise dan kemudahan secara bersama-sama mampu mempengaruhi variabel independen keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. biaya. Namun untuk menjelaskan dan memperkuat pengaruh dari hasil analisa regresi yang diperoleh maka diperlukan asumsi-asumsi klasik yang ada dalam model regresi agar pengujian tersebut bersifat BLUE. Untuk nilai koefisien korelasi ( R ). biaya. Nilai koefisien korelasi ditunjukkan pada lampiran 2 sebesar 0. tetapi ada kemungkinan terjadi multikolinearitas diantara masing-masing variabel dependen. 4. Pengujian asumsi klasik tersebut menggunakan uji ekonometrika yaitu: 1. digunakan untuk mengetahui sifat keeratan hubungan antara variabel manfaat. Uji Multikolinearitas Hasil analisis regresi linier berganda variabel dependen manfaat. dilakukan pengujian 50 . prestise dan kemudahan sebesar 91%.6 Uji Asumsi Klasik Hasil analisis regresi yang meliputi uji F dan uji t mengahasilkan pengaruh yang signifikan tetapi ada juga yang tidak berpengaruh secara signifikan pada pengujian secara parsial. sedangkan sisanya 9% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini. Dari hasil pengujian ini sebenarnya sudah dapat digunakan untuk menentukan bahwa model regresi yang diperoleh telah dapat menjelaskan keadaan yang sesungguhnya.954. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas.sebesar 0. misalnya hadiah yang ditawarkan. biaya.91. prestise dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember sangat erat.2.

Kriteria pengujiannya adalah apabila nilai VIF lebih besar dari 5 berarti didalam model terdapat multikolinearitas dan sebaliknya apabila nilai VIF lebih kecil dari 5 berarti didalam model tidak terjadi multikolinearitas.122 a.039 .122 artinya model regresi dengan variabel puskesmas keliling terjadi multikolinieritas karena nilai VIF lebih besar dari 5 51 .589 3.589 artinya model regresi dengan variabel manfaat tidak terjadi multikolinieritas karena nilai VIF lebih kecil dari 5 2. Dependent Variable: Y Dari tabel 4.279 .598 artinya model regresi dengan variabel prestise terjadi multikolinieritas karena nilai VIF lebih besar dari 5 4.062 VIF 3. Coefficientsa Collinearity Statistics Model 1 X1 X2 X3 X4 Tolerance .pada variabel bebas secara parsial yaitu dengan melakukan regresi antar variabel bebas denmgan menjadikan salah satu variabel bebas sebagai variabel terikat (Gujarati. variabel biaya (X2) memiliki VIF sebesar 3.598 16. variabel manfaat (X1) memiliki VIF sebesar 3.355 25. variabel kemudahan (X4) memiliki VIF sebesar 16.298 .2. 1993:163). Hasil pengujian multikolinearitas dapat dijelaskan pada tabel 4.555 artinya model regresi dengan variabel biaya tidak terjadi multikolinieritas karena nilai VIF lebih kecil dari 5 3.2 dijelaskan sebagai berikut: 1. variabel prestise (X3) memiliki VIF sebesar 25.

maka koefisien regresi dari pada variabel X tidak dapat ditentukan (indeterminate) dan standart errornya tak terhingga (infinite). karena variabel bebas X dianggap konstan/tetap atau non stochastic. Dengan kata lain mungkin sampel tersebut tidak dapat mengakomodir semua variabel bebas X dalam analisa.3 Ringkasan Hasil Analisis Heteroskedastisitas 52 . kita sudah mempunyai keyakinan bahwa variabel-variabel X yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh yang terpisah atau bebas terhadap variabel terikat Y. Kalau kolinearitas kurang sempurna. yang berarti koefisien regresi tidak dapat diperkirakan dengan tingkat ketelitian yang tinggi (jadi kurang teliti perkiraan yang diperoleh). Ketika kita merumuskan fungsi regresi populasi.3 berikut: Tabel 4.Menurut Supranto (1995:8) di dalam regresi linier harus dianggap bahwa tidak ada kolinearitas ganda diantara variabel dependen. tetapi bias juga terjadi bahwa dalam suatu sampel yang diteliti yang dipergunakan untuk menguji model fungsi regresi populasi beberapa atau semua variabel bebas X mempunyai hubungan atau korelasi yang sangat kuat sehingga kita tidak dapat memisahkan pengaruh individu masing-masing terhadap Y. 2. Untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dalam model ini dapat dilihat pada tabel 4. kolinearitas ganda sebenarnya merupakan fenomena sampel saja. b. Ha: ada hubungan yang sistematik antara variabel yang menjelaskan dan nilai mutlak dari residualnya. Ho: tidak ada hubungan yang sistematik antara variabel yang menjelaskan dan niali mutlak dari residualnya. Perlu disebutkan bahwa. walaupun bias ditentukan mempunyai standart error yang tinggi (dalam hubungannya dengan koefisienkoefisien itu sendiri). Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan uji Spearman yaitu dengan menggunakan koefisien korelasi rank dengan hipotesis sebagai berikut: a. Hal ini dikarenakan apabila kolinearitas sempurna terjadi.

(2-tailed) N X4 Correlation Coefficient Sig.924 10 X1 .031 .931 10 . 10 .959 10 . 10 -.718* .030 10 X4 .035 .000 .000 .011 10 53 .000 10 . 10 .356 10 1.Res Spearman's rho Residual Correlation Coefficient Sig.003 10 .018 10 .000 10 -.828** .019 .018 10 -.141 10 X3 .327 .759* .718* .013 10 -.003 10 -.917 10 1.723* .745* . (2-tailed) N X5 Correlation Coefficient Sig.745* .000 1.031 .000 . (2-tailed) N *. 10 -.038 .655* .05 level (2-tailed).500 . (2-tailed) N X3 Correlation Coefficient Sig.327 .019 10 1.929** .723* .931 10 -.917 10 . 10 .013 10 . (2-tailed) N X1 Correlation Coefficient Sig.929** .683* .828** .356 10 .000 10 .959 10 .019 10 -. 1. (2-tailed) N X2 Correlation Coefficient Sig. Correlation is significant at the 0.000 .000 1.040 10 X2 .000 10 1.000 .038 .019 .

05. nilai signifikansi (sig.00 yang berarti lebih besar dari alpha 0. berdasarkan hasil analisis yang ada dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. 2-tailed) variabel kemudahan (X4) sebesar 0.931 yang berarti lebih besar dari alpha 0. karena nilai ini sesuai dengan kriteria pengujian heteroskedastisitas maka didalam heteroskedastisitas 4.05. karena nilai ini sesuai dengan kriteria pengujian heteroskedastisitas heteroskedastisitas 3.05. 2-tailed) variabel biaya (X2) sebesar 1. karena nilai ini sesuai dengan kriteria pengujian heteroskedastisitas maka didalam heteroskedastisitas 2.959 yang berarti lebih besar dari alpha 0.Dari tabel dapat diketahui bahwa didalam model ada yang tidak terjadi heteroskedastisitas. 2-tailed) variabel manfaat (X1) sebesar 0. 2-tailed) variabel prestise (X3) sebesar 0. nilai signifikansi (sig.917 yang berarti lebih besar dari alpha 0. nilai signifikansi (sig. karena nilai ini sesuai dengan kriteria pengujian heteroskedastisitas maka didalam heteroskedastisitas model ini tidak terdapat model ini tidak terdapat maka didalam model ini tidak terdapat model ini tidak terdapat 54 . nilai signifikansi (sig.05.

Diketahui nilai dl dan du pada tingkat signifikan 5% (pada tabel) adalah dL = 0. 3.497 sedangkan untuk n = 340 dan k = 4. maka pengujian ini hasilnya tidak konklusif (inconklusition) atau tidak dapat disimpulkan sehingga tidak dapat diketahui apakah terdapat autokorelasi atau tidak pada model regresi yang digunakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima. berarti terdapat autokorelasi negatif pada model regresi yang digunakan. Ho ditolak. Untuk pengujian autokorelasi digunakan uji Durbin-Watson. − Apabila Dw > 4 – dl. sebab data yang dikumpulkan untuk elemen yang sama dalam waktu yang berlainan. berarti terdapat autokorelasi positif pada model regresi yang digunakan. persoalan heteroskedastisitas akan terjadi pada analisis data time series. P = 0. P = 0. P ≠ 0. Hasil perhitungan pada lampiran 2 diketahui bahwa nilai d (DW) adalah sebesar 2. variabel-variabel sebagai gambaran karakteristik elemen cenderung untuk mempunyai tingkatan nilai yang relatif sama. berarti tidak terdapat autokorelasi pada model regresi yang digunakan. − Apabila du < DW < 4 – du. Ho ditolak. − Apabila dl ≤ DW ≤ du.Menurut Supranto (1995: 47).56 dan dU = 2. berarti tidak terdapat autokorelasi pada model regresi yang digunakan karena nilai du < DW < 4 .21. perbedaan karakteristik untuk elemen yang berbeda tidak terlihat. Sedangkan kriteria pengambilan keputusan untuk uji Durbin-Watson adalah sebagai berikut: − Apabila DW < dl. P ≠ 0. Uji Autokorelasi Autokorelasi berarti tidak terjadi antara variabel penggangu (ei) dengan variabel terikat.21 < 2. Ho diterima.44 atau dapat digambar sebagai berikut: A B D F 55 .497 < 3.du yaitu 2. atau 4 – du ≤ DW ≤ 4 – dl. Dalam data time series.

56 2. perlu dipromosikannya adanya nilai pembayaran pokok dan bunga kredit yang bersaing atas produkproduk kartu kredit sejenis dari bank-bank lain yang lain.79 4 Gambar 4. Statistik Durbin-Watson Sumber: (J. berarti ada autokorelasi negatif 4. berarti ada autokorelasi positif B = daerah tanpa keputusan atau daerah ragu-ragu (inconclusive) C = terima Ho D = daerah tanpa keputusan atau daerah ragu-ragu (inconclusive) E = tolak Ho. Salah satu alternative adalah dengan melakukan kerjasama dengan sejumlah bank lain melalui system perbankan elektronik.4 Pembahasan Manajemen Bank BCA Cabang Jember lebih melakukan pengembangan manfaat atas kartu kredit. Para nasabah. juga mungkin nasabah berkewarganegaraan asing. shingga manfaat-manfaat yang ditawarkan akan lebih banyak. pembayaran pokok dan bunga kredit) yang terkandung di dalam kartu kredit. Bila dirasakan adanya kesulitan untuk menurunkan niali beban pembayaran pokok dan bunga kredit 56 . 1995:112) Keterangan: A = tolak Ho. walau bank-bank lain tersebut merupakan pesaing dekat. eksportir.8.44 1. maka unsure manfaat dapat menjadi keunggulanbersaing yang utama bagi Bank BCA. dimana terdapat jaminan bahwa kartu kredit Bank BCA juga dapat digunakan di negara yang dituju. akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat melakukan perjalanan kamanapun ke luar negeri. Sementara itu.497 3. Upaya diatas juga dipandang terkait dengan upaya mempertinggi unsur prestise atas produk kartu kredit Bank BCA.C 0 2. sehingga akan tercipta jaringan yang luas bagi Bank BCA.21 0. terutama yag berprofesi sebagai pejabat. Sebagai variabeel yang dominan di dalam proses keputusan nasabah untuk menggunakan kartu kredit. Supranto. perlu upaya atau unsur biaya (yaitu. juga dengan sejumlah bank asing utama lainnya.

sistem perbankan elektronik (internet banking dan mobile banking) lebih dioptimalkan penggunaanya di dalam mempermudah proses administrasi atas kartu kredit. pihak Bank BCA dapat memberikan diskon ataupun fasilitas khusus yang membedakan mereka dari para nasabah pemilik kartu kredit yang lainnya. serta persyaratan dan jaminan administrasi yang tidak memberatkan ataupun yang dapat dengan segera disiapkan oleh nasabah pemohon. Bank BCA dapat lebih mengoptimalkan sistem perbankan elektronik yang dimiliki sehingga proses administrasi atas kartu kredit. membutuhkan jangka waktu proses yang relatif pendek. mungkin bisa diupayakan untuk memperlonggar tenggang waktu pembayarannya. Terakhir. Bagi para nasabah yang telah lama menjadi pemilik kartu kredit ataupun yang tercatat seringkali menggunakan kartu kredit. sampai proses permintaan memperluas lingkup penggunaan( limit nilai kartu kredit ataupun cakupan wilayah penggunaan). Sementara itu. lebih mudah. proses penggunaan. 57 . mulai dari proses pengurusan permintaan kartu kredit oleh nasabah. dimana hal ini sebagai bentuk penghargaan atas nasabah tersebut juga untuk mempertinggi loyalitas mereka. dapat lebih disederhanakan.yang dikenakan atas nasabah.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5. Variabel “manfaat” merupakan factor dominan yang secara positif mempengaruhi keputusan nasabah untuk menggunakan kartu kredit. 2. Baik secara simultan maupun parsial. 1. strategi Bank BCA Cabang Jember dapat diarahkan untuk mempertinggi unsur-unsur manfaat. Sementara sisanya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak termasuk di dalam penelitian ini. 3. Karenanya. Variabel-variabel di dalam penelitian ini diidentifikasikan merupakan variabel-variabel utama (R ²= 91 %) yang dipertimbangkan nasabah di dalam memutuskan untuk menggunakan kartu kredit Bank BCA Cabang Jember. sementara lebih berupaya memperendah 58 . prestise dan kemudahan administrasi atas kartu kredit.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. variabel-variabel di dalam penelitian ini berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan nasabah untuk menggunakan kartu kredit. misalnya peluang memperoleh hadiah jika menggunakan kartu kredit dalam limit nilai tertentu.

1. maka penulis memberikan saran yang mungkin dapat bermanfaat atau berguna sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan suatu kebijakan yang berhubungan dengan upaya peningkatan jumlah nasabah yang menggunakan produk karu kredit Bank Central Asia Cabang Jember secara khusus. 5. Pihak BCA Cabang Jember di dalam upaya untuk meningkatkan jumlah nasabah yang menggunaka kartu kredit agar terutama mempertimbangkan keempat variabel yang diteliti di dalam penelitian ini.2 Saran-saran Berdasarkan kesimpulan diatas. 59 .ataupun memperlonggar unsur biaya (yaitu. 2. pembayaran pokok dan bunga kredit ) yang di kandung oleh kartu kredit. Perlu adanya penelitian lain yang bisa meneliti tingkat pengaruh dari variabel-variabel laian yang tidak diteliti di dalam penelitian ini. sehingga akan semakin mudah bagi pihak BCA Cabang Jember di dalam menentukan strategi pemasaran dari kartu kredit. misalnya variabel peluang untuk memperoleh hadiah jika menggunakan kartu kredit dalam limit tertentu ataupun variabel eksternal yang lain seperti anggota keluarga ataupun kelompok referensi. selain itu juga berupaya mengidentifikasi variabel-varibel lain yang dapat mempengaruhi perilaku nasabah.

Singapore.Marketing dan Perilaku Konsumen. Yogyakarta.1991.BPFE Yogyakarta. Philip. Marketing Manajement: An Asia perspective. 1995. 1992. McGraw-Hill. Statistik Induktif. Orlando. Basu dan T. First edition. The Dryden Press Kotler. Liberty Winardi. Consumer Behavior: Concept & Application. Hani Handoko. Edisi keempat. J. Swee Hoon Ang. Analisa dan Perilaku Konsumen. Fourth editon. Supranto.Edisi keenam . 1996. 1994. 60 . Bandung. 1996. Jakarta: LPFE-UI Swasta. David L. Siew Meng Leong. 1993. dan Chin Tiong Tan. Cetakan ketiga. Inc Loudon. Ekonometrika Buku I.DAFTAR PUSTAKA Djarwanto dan pangestu subagyo. Yogyakarta Engel. Mandar Maju.Singapore pretice Hall.Perilaku Konsumen. james F. dan Roger D Blackwell. dan Albert J Della Bitta.

61 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->