PEMURNIAN BAHAN MELALUI REKRISTALISASI (Purification of Material Through Recrystallization) ANNISA SYABATINI J1B107032 KELOMPOK 1 PS S-1 Kimia FMIPA Universitas

Lambung Mangkurat
Abstract The purpose of this attempt is study one of purification method that is the recrystallization and applying at purification of ordinary cooking salt. This recrystallization method based on difference of solubility between matters purified with dirt in a certain solvent. On trial this studied way is purifying sodium chloride coming from cooking salt by using water as the solvent. That solubility between sodium chloride with pollutant enough big, hence need to be done addition of certain matters. The addition matters will form compound, especially salt, which is difficult dissolved in water. Besides, crystallization can be done by the way of making saturated solution by adding conspecific ion into condensation of matter which will be dissociated. Purification of salt at this attempt made with two steps that is initial treatment, and crystallization through evaporation. Results will be presented rendement equal to 102,81%. Keywords: recrystallization, solubility, sodium chloride, salt, contaminant. Abstrak Tujuan dari percobaan ini adalah mempelajari salah satu metoda pemurnian yaitu rekristalisasi dan penerapannya pada pemurnian garam dapur biasa. Metode rekristalisasi ini berdasarkan perbedaan daya larut antara zat yang dimurnikan dengan kotoran dalam suatu pelarut tertentu. Dalam percobaan ini dipelajari cara memurnikan natrium klorida yang berasal dari garam dapur dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. Agar daya larut antara NaCl dengan pengotor cukup besar, maka perlu dilakukan penambahan zat-zat tertentu. Zat-zat tambahan itu akan membentuk senyawa, terutama garam, yang sukar larut dalam air. Selain itu, kristalisasi dapat dilakukan dengan cara membuat larutan jenuh dengan menambah ion sejenis ke dalam larutan zat yang akan dipisahkan. Pemurnian garam pada percobaan ini dibuat dengan dua tahapan yaitu perlakuan awal, dan kristalisasi melalui penguapan. Hasilnya didapatkan rendemen sebesar 102,81%. Kata Kunci : rekristalisasi, daya larut, natrium klorida, garam, zat pengotor.

PENDAHULUAN Jika kita gunakan definisi konvensional yang menyatakan bahwa hablur atau kristal adalah padatan homogen yang dibatasi oleh bidang muka rata yang terbentuk secara alamiah, maka adalah benar bahwa kebanyakan padatan yang kita jumpai dalam hidup sehari-hari tidak nampak sebagai kristal. Hal ini pada umumnya disebabkan oleh salah satu dari dua hal berikut : pada satu pihak, banyak padatan merupakan campuran dari berbagai senyawa yang biasanya terdiri dari banyak molekul besar dengan berbagai ukuran. Tetapi kalau bahan tersebut dipisah-pisahkan untuk menghasilkan senyawa murni, maka cenderung terjadi struktur kristal. Misalnya, beberapa jenis protein dan selulosa, yang keduanya adalah bahan penyusun padatan yang terjadi secara alamiah telah diperoleh dalam tahanan kristal, walaupun kedua zat tersebut tidak ditemukan di alam dalam tahanan kristal [1]. Kristal adalah benda padat yang mempunyai permukaan-permukaan datar. Karena banyak zat padat seperti garam, kuarsa, dan salju ada dalam bentuk-bentuk yang jelas simetris, telah lama para ilmuwan menduga bahwa atom, ion ataupun molekul zat padat ini juga tersusun secara simetris [2]. Kita tak boleh menyimpulkan begitu saja penataan partikel dalam sebuah kristal besar, semata-

mata dari penampilan luarnya. pemisahan kuantitatif lebih kecil kemungkinannya bisa tercapai [6]. Cara ini bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu di kala suhu diperbesar. Zat isomorfik tidak selalu dapat mengkristal bersama secara homogen.8-pentahidroksisanton (1) dan 1.. dimana zatzat tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali. Semakin besar kristal-kristal yang terbentuk selamaberlangsungnya pengendapan. sebuah lempeng datar atau struktur panjang mirip jarum. bila dingin. akan menahan cairan induk (mother liquid). Rekristalisasi dilakukan sebanyak tiga kali dengan menggunakan campuran pelarut etil asetat pa dan n-heksana pa menghasilkan padatan kuning (250 mg) dengan titik leleh 231 – 232oC yang kemudian disebut senyawa (1) Fraksi gabungan Y6 (144mg) direkristalisasi menggunakan campuran pelarut etil asetat pa dan n-heksana pa menghasilkan padatan kuning (84 mg) dengan titik leleh 223–224oC yang kemudian disebut senyawa (2) [4]. oktahedron.4. maka konsentrasi impuriti yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap [5]. Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang jamak digunakan. Dua senyawa santon telah berhasil diisolasi dari fraksi etil asetat kayu batang Mundu Garcinia dulcis (Roxb. contohnya NaF dengan MgO. Kelarutan bergantung dari suhu. kristal dapat terbentuk dengan tumbuh lebih ke satu arah daripada ke lain arah. Kemudahan suatu endapan dapat disaring dan dicuci tergantung sebagian besar pada struktur morfologi endapan. Bentuk kristal juga penting. Struktur ada yang hexagonal close packing.1-difenil2-pikrilhidrazil (DPPH).4.3. X4. K2SO4 dengan K2SeO4. namun bentuk keseluruhannya berbeda [2]. Ketiga zat padat ini mempunyai struktur kristal kubik yang sama. yang lagi-lagi akan membantu penyaringan. Endapan terbentuk jika larutan bersifat terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Dengan endapan yang terdiri dari kristal-kristal demikian.) Kurz. pemisahan komponen-komponen menggunakan berbagai cara kromatografi. bahkan setelah dicuci dengan seksama. Artinya satu partikel tidak dapat menggantikan kedudukan . kita dapat menganggap ion atau atom sebagai bola padat berjarijari r. Sebagaimana sebuah kubus kecil dapat berkembang menjadi salah satu dari tiga bentuk yang mungkin sebuah kubs besar. X2. Pemurnian dilakukan dengan metode rekristalisasi menggunakan campuran dua pelarut Etil asetat dan aseton menghasilkan 59 fraksi kemudian digabung menghasilkan enam fraksi gabungan yaitu fraksi X1. Untuk menyederhanakan persoalan. atau jarum-jarum sangat menguntungkan. Endapan merupakan zat yang memisah dari satu fase padat dan keluar ke dalam larutannya. Dua zat yang mempunyai struktur kristal yang sama disebut isomorfik (sama bentuk). Isolasi senyawa-senyawa dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Struktur yang sederhana seperti kubus. Bila suatu zat dalam keadaan cair atau larutan mengkristal.8-tetrahidroksisanton (2). X3. yang mengandung lekuk-lekuk dan lubang-lubang. X5 dan X6. makin mudah mereka dapat disaring dan mungkin sekali (meski tak harus) makin cepat kristal-kristal itu akan turun keluar dari larutan. Cara penyusunan bola dalam kristal tidak dapat sesederhana pada kristal logam. yaitu 1. Senyawa (1) menunjukkan aktivitas yang tinggi sebagai antioksidan terhadap radikal bebas 1. Padatan pada fraksi gabungan X5 sama dengan fraksi X6 sehingga dapat digabung yang selanjutnya direkristalisasi. Karena konsentrasi total impuriti biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan. karena kristal ionic terdiri dari ion-ion yang bermuatan dan memiliki jenis yang berbeda [3]. dan Cr2O3 dengan Fe2O3.5.5. Kristal dengan struktur yang lebih kompleks. konsentrasi bahan lain yang terkandung dalam larutan dan komposisi pelarutnya [6]. Struktur kristal ditentukan oleh gaya antar atom dan ukuran atom yang terdapat dalam kristal. karena mudah dicuci setelah disaring. Kelarutan suatu endapan merupakan konsentrasi molal dari larutan jenuhnya. yaitu bentuk dan ukuran-ukuran kristalnya. Peristiwa rekristalisasi berhubungan dengan reaksi pengendapan. tekanan.

80 gram garam dapur ditimbang. dan akuades. Suatu zat yang mempunyai dua kristal atau lebih disebut polimorfik (banyak bentuk). labu takar dan pengaduk gelas. Makin tinggi derajat lewat jenuh. Jika laju pembentukan inti tinggi. . Larutan diuapkan sampai kering. perubahan kelarutannya sangat kecil dengan suhu. Zat padat berwarna putih yang dapat diperoleh dengan menguapkan dan memurnikan air laut.6H2O dan K2SO4Al4(SO4)3. Larutan-larutan berair dari garam normal tidak selalu netral terhadap indikator semisal lakmus. dites kenetralan larutan dengan kertas lakmus. belerang dapat berstruktur rombohedarl dan monoklin [2]. dan dipanaskan lagi sampai mendidih. Na+ tidak dapat menggantikan K+ dalam KCl. amonium karbonat. pipet tetes. HCl encer. banyak sekali kristal akan terbentuk. Karbon mempunyai struktur grafit dan intan.24H2O. CaO. kertas lakmus. kemudian disaring. dan terbentuk endapan yang terdiri dari partikel-partikel kecil. Garam dapur atau natrium klorida atau NaCl. contohnya karbon dan belerang. B. sampai mendidih untuk beberapa saat. corong. NaCl nyaris tak dapat larut dalam alkohol . METODE PERCOBAAN A. Larutan Ba(OH)2 encer ditambahkan tetes demi tetes sampai tetes berakhir tidak membentuk endapan lagi.partikel lain. Dimasukkan kedalam air panas sambil diaduk. Ba(OH)2. makin besarlah kemungkinan untuk membentuk inti baru. neraca analitik. Secara terus menerus tetes demi tetes ditambahkan sambil diaduk larutan 30 gram per liter (NH4)2CO3. Bahan-bahan yang digunakan adalah garam dapur. garam ini merupakan campuran rupa-rupa ion sederhana yang akan mengion jika dilarutkan lagi. Kristal tersebut ditimbang dan dihitung rendeman rekristalisasi NaCl yang telah dilakukan. tergantung terutama pada dua faktor penting yaitu laju pembentukan inti (nukleasi) dan laju pertumbuhan kristal. Perlakuan Awal 250 ml aquades dipanaskan (diukur dengan labu ukur) dalam gelas beaker yang telah ditimbang terlebih dahulu. Laju pembentukan inti tergantung pada derajat lewat jenuh dari larutan. Larutan dibagi menjadi dua bagian untuk dilakukan kristalisasi menurut prosedur dibawah ini. sehingga akan diperoleh kristal NaCl yang berwarna lebih putih dari pada garam dapur asal. Juga dapat dengan netralisasi HCl dengan NaOH berair. Jadi. kertas saring. Garam rangkap. suatu garam yang tak mengandung hidrogen atau gugus hidroksida yang dapat digusur. pemanas listrik. Prosedur Kerja 1. Selama pengendapan ukuran kristal yang terbentuk. Dalam larutan. Garam normal. yang terbentuk lewat kristalisasi dari larutan campuran sejumlah ekivalen dua atau lebih garam tertentu. jadi makin besarlah laju pembentukan inti [6]. walaupun bentuk kristal NaCl sama dengan KCl. jelas berbeda dengan garam kompleks yang menghasilkan ionion kompleks dalam larutan[5]. Contohnya. dan botol semprot. Misalnya: FeSO4(NH4)2SO4. 2. Larutan tersebut disaring dan dinetralkan filtratnya dengan HCl encer. tetapi larut dalam air sambil menyedot panas. gelas arloji. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan adalah beaker glass. Kristalisasi melalui penguapan Sekitar 1 gram kalsium oksida (CaO) ditambahkan ke dalam bagian larutan garam dapur diatas.

sampai tidak ada endapan lagi. percobaan. Hasil 1. sambil diaduk dan dipanaskan kembali. 3. (NH4)2CO3. Disaring dengan Diperlukan . 4. Diperlukan sekitar 50 tetes Ba(OH)2 sampai tidak ada endapan Hasil Pengamatan Larutan bening Massa gelas beker = 101. Ditambahkan Larutan menjadi 7. Ditambahkan dengan 0.2 g 2. jernih. Disaring dengan kertas saring 2. 2.V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kristalisasi Melalui Penguapan No Prosedur Percobaan Hasil Pengamatan Larutan menjadi putih keruh atau putih susu. Diambil 50 mL akuades yang telah dipanaskan dan dimasukkan ke dalam gelas beker Dimasukkan 16 gram garam dapur ke dalam gelas beker tersebut. 1. Prosedur Awal No Prosedur Percobaan 1. CaO pada filtrat dari hasil 3. Ditambahkan Ba(OH)2 encer 5. Filtrat bening.88 gram Garam melarut dan sedikit mengendap. V = 5 mL 6.

Filtrat hasil penyaringan tersebut akan digunakan untuk proses kristalisasi pada tahap berikutnya. Penambahan ini bertujuan untuk menghilangkan endapan atau mencegah terbentuknya endapan lagi. Karena itulah dalam percobaan ini dilakukan pemurnian terhadap garam dapur tersebut yang bebas dari zat pengotor.43 % B. Fungsi dari penambahan kalsium oksida ini adalah untuk mengendapkan zat-zat pengotor seperti zat pengotor yang di dalamnya mengandung ion Ca2+.2 gram kalsium oksida (CaO).15 g Perhitungan Diketahui : masssa kristal = 14. Akuades yang digunakan untuk melarutkan garam ini adalah akuades yang panas. Garam dapur yang digunakan dalam percobaan ini merupakan garam yang belum murni. ditambahkan 0. Perlakuan Awal Dalam tahap ini dilakukan proses pelarutan garam dapur ‘cap kapal’ yang berbentuk padatan menjadi suatu larutan.03 g Ditimbang berat kristal yang m kristal NaCl = diperoleh 14. Pembahasan 1.kertas saring Dinetralkan filtrat dengan menambahkan HCl. akibat penambahan kalsium oksida tadi. 2. ion natrium (Na+) dan ion klorida (Cl-). setelah itu disaring dengan menggunakan kertas saring. Hal ini ditujukan agar garam yang dilarutkan dapat melarut dengan sempurna. Terbentuk kristal NaCl yang berwarna putih bersih.15 g massa garam dapur = 16 g Ditanya : rendemen …? Jawab : = 88. Selanjutnya ke dalam filtrat tadi juga ditambahkan larutan barium hidroksida Ba(OH)2. Kristalisasi Melalui Penguapan Filtrat yang diperoleh dari tahap pertama. Cara kerja kalsium oksida ini pada prinsipnya sama dengan tawas yakni sebagai kougulan. Garam dapur yang telah dilarutkan dalam akuades tersebut. Fe3+. dipanaskan sampai mendidih. Diuapkan larutan sampai kering beberapa mL HCl sampai filtrat menjadi netral. m gelas beker + kristal = 116. Pada akhirnya nanti diharapkan larutan yang diperoleh lebih murni dari garam yang semulanya belum dimurnikan. . Garam dapur yang dilarutkan dalam akuades panas tersebut terurai menjadi ion-ionnya yakni. dan Mg2+ yang terdapat dalam garam dapur ‘cap kapal’.

Buku Ajar Vogel: Analisis Anorganik Kuantitatif Makro dan Semimikro. 1999. Sukamat dan Ersam. Kemudian filtrat yang diperoleh (bersifat basa). garam dapur ‘cap kapal’ yang direkristalisasi menghasilkan kristal yang berwarna putih bersih dan strukturnya lebih halus/lembut dari semula.Pada filtrat tadi juga ditambahkan amonium karbonat (NH4)2CO3.W. S.15 gram dan rendemennya sebesar 88. Jakarta. Tahap berikutnya adalah dilakukan penyaringan untuk memisahkan endapan yang merupakan zat pengotor yang terdapat dalam larutan tersebut.43 %. 2001. Kristal yang diperoleh ini kemudian ditimbang. REFERENSI 1. Analisis Kimia Kuantitatif. maka pada larutan itu dilakukan penguapan atau pemanasan hingga terbentuk kristal garam dapur kembali (rekristalisasi). Erlangga. rekristalisasi adalah metode pemurnian bahan dalam hal ini adalah garam dapur dengan pembentukan kristal kembali guna menghilangkan zat pengotor. Erlangga. Sedangkan rendemen yang diperoleh dari percobaan ini memiliki nilai sebesar 88.N.A dan Underwood. Sebagai Antioksidan. KESIMPULAN Kesimpulan dari percobaan ini adalah bahwa garam dapur yang dimurnikan pada percobaan ini.) Kurz. Surabaya. Svehla. Day. . Dua Senyawa Santon Dari Kayu Batang Mundu Garcinia Dulcis (Roxb. menggunakan prinsip rekristalisasi dengan penguapan. 4. Keenan. Dari hasil penimbangan diperoleh berat kristal sebesar 14. Kimia Fisika untuk Universitas. M. Kamus Kimia Arti dan Penjelasan Istilah. Bentuk kristal garam dapur setelah dilakukannya proses rekristalisasi adalah strukturnya lebih lembut dan warnanya putih bersih.15 gram. 1987. C. Jilid I. ITS. 3. R. PT Kalman Media Pusaka. Tony. Penambahan ini ditujukan agar larutan tersebut menjadi jenuh. 2006. 1987. Gramedia. Jakarta. Jakarta. Arsyad. Setelah larutan tersebut netral. Jakarta. Jakarta. garam dapur ‘cap kapal’ hasil rekristalisasi yang diperoleh sebesar 14. 2. 1985. Bird. 5. Kimia untuk Universitas Jilid 2.43 %. dinetralisasi dengan larutan yang bersifat asam yaitu HCl encer. Gramedia. daya larut dari zat yang akan dimurnikan dengan pelarutnya akan mempengaruhi proses rekristalisasi ketika suhu dinaikkan atau ditambahkan kalor/panas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful