PRINSIP KAUSALITAS MUHAMMAD BAQIR AL-SHADR

Fuad Mahbub Siraj, Ph.D Abstract
Causality and its aspects is one of the fundamental issues in Islamic and western philosophy. This problem is not finishing yet until now even in Islam and in the West. In this paper, author will concentrate to the discussion to the principles of causality Muhammad Baqir al-sadr. Muhammad Baqir al-sadr is a character who was born in Baghdad in 1350 HI1931 M. The principle of causality expressed by Muhammad Baqir al-Sadr is more perfect than the previous philosophers. The principle of causality is a principle which says that every event needs for longer necessarily rational. Even further it was revealed that the principle of causality in detail is in human nature and number of animal species. The principle of causality is also a basic cornerstone of all business exposure in all areas of human thought and causality is also a necessity in scientific research and observation.

Pendahuluan Dewasa ini perhatian umat Islam lebih tertuju kepada hal-hal yang berkenan dengan apa yang lazim disebut "[undamentalis" atau "reoiualis" Islam. Mereka terfokus kepada figur-figur dan gerakan-gerakan yang didasarkan pada reaksi-reaksi emosional yang sentimental dalam melawan keburukan-keburukan dan kezaliman. Sedikit sekali untuk memberikan perhatian kepada respon intelektual terhadap tantangan-tantangan modernisme yang berusaha memberikan jawaban Islami bukan dengan semata-mata memekikkan slogan-slogan, tetapi dengan menggali kekayaan tradisi inteletual Islam dengan menggunakan nalar dan logika seperti diperintahkan aI-Qur'an. Kategori yang terakhir ini banyak Iahir dari dunia "Syi'ah", karena cahaya rasionalisme tidak pernah redup di sana sebagaimana yang dialami di "dunia Sunni". Salah seorang tokoh Syi'ah tersebut adalah Muhammad Baqir al-Shadr. _ Muhammad Baqir al-Shadr menekankan pentingnya logika dan perlunya kausalitas dan peran pernikiran filosofis serta teologi yang tangguh, untuk memerangi kekuatan-kekuatan sekularisme, materialisme dan agnotisisme. Dalam makalah ini penulis akan mengkhususkan pembahasan kepada prinsip-prinsip kausalitas Muhammad Baqir al-Shadr. Penulis melihat, prinsip-prinsip kausalitas yang dikemukakan Muhammad Baqir al-Shadr jauh lebih sempurna dibandingkan filosof sebelumnya. Riwayat Hidup Muhammad Baqir al-Shadr Haidar Ibn Ismail al-Shadr yang biasa disingkat dengan Muhammad Baqir al-Shadr lahir di Kazimain, Baghdad pada tahun 1350 H/1931 M. ia adalah seorang sarjana, ulama, guru dan tokoh politik yang dibesarkan dalam lingkungan yang religius, Pada usia

Dengan demikian menurutnya kaum muslimin harus bersatu untuk melawan intervensi semacam itu dalam sistem sosial. Muhammad Baqir aI-Shadr. Falsafatuna. dia mengambil studi Iogika. Tidak beberapa lama setelah itu ia pun mengeluarkan fatwa bahwasanya haram bagi seseorang muslim bergabung dengan partai Ba'ats dan pada tanggal 5 April 1980 dia ditahan lagi dan dipindahkan ke Baghdad.Fuad Prinsip Kualitas Muhammad Baqir a-Shadr empat tahun.Wadhihah (Fatwa yang jelas). 2. dia berceramah tentang sejarah Islam. Pada usia 16 tahun. 1999). teologi dan filsafat. Pada usia sebelas tahun. ayah Muhammad Baqir al-Shadr meninggal dan kemudian di asuh oleh ibunya dan kakak laki-lakinya Isma'il yang merupakan seorang mujtahid 1 kenamaan di Irak. Al Fatwa al. ekonomi dan politik mereka. yang mana ia menulis sejumlah buku. Pemenjaraan atas diri al-Shadr menimbulkan protes yang terorganisasi dari beberapa golongan yang menjadikan ia dibebaskan dari penjara. Dia dipenjarakan dan dieksekusi tiga hari kemudianA Baqir al-Shad banyak meninggalkan karya-karyanya. 5. h. dan menulis sebuah buku yang mengkritik para filosof. 1 2 3 4 Mujtahid yang dimaksud di sini adalah seorang yang sangat alim yang mencapai tingkat tertinggi di kalangan teolog muslim. h. Ketika berusia sepuIuh tahun. Ia menyerukan kepada umat Islam supaya mengenali kekayaan khazanah asli Islam dan melepaskan diri dari pengaruh Marxisme. 305 . Ghayat al-Fiki fi al-Ushul (Pemikiran Puncak Dalam 'Ushul). Ghayat al-Fiki fi alUshul. Sejak usia kanak-kanak kejeniusan Muhammad Baqir al-Shadr telah terlihat.Pemikiran puncak dalam Ushul. 12 Ibid. pent.3 Dalam perpolitikan ia mengutuk rezim Ba'ats di Irak. 11 Ibid. terutama tentang ekonomi. Dia mampu menangkap isu-isu teologis tanpa bantuan seorang guru. Karena pandangannya ini ia di tahan dan dipindahkan dari Najaf ke Baghdad. Al-Madrasah. 4. ia pergi ke Najaf untuk mempelajari berbagai cabang ilmu keislaman. (Bandung: Mizan. M. al-Islamiyyah (Mazhab Islam). Iqhishaduna (Ekonomi kita). Manhaj Ash-Shalihin (Jalan orang-orang shaleh). dan juga tentang beberapa aspek lain tentang kultur Islam. karena menurutnya rezim tersebut melanggar HAM dan Islam. Di antara buku-buku yang paling terkenal adalah: 1. Ia juga berusaha menyadarkan umat Islam-bahwa pada dasarnya kaum imperialisme berupaya untuk membunuh ideologi Islam dengan cara menyebarkan ideologi mereka di dunia Muslim. Pada usia tiga belas tahun ia telah belajar tentang "Ushul al-'lim al-Fiqh" asas-asas ilmu tentang prinsip-prinsip hukum Islam dari kakaknya.Pada usia tiga puluh tahun ia telah menjadi seorang mujtahid2 Sebagai seorang tokoh politik ia mengajarkan bahwa politik adalah bagian dari Islam. 3. sosiologi. NUl' Mufid bin Ali. empat tahun kemudia ia menulis ensiklopedi tentang "Ushul..

1952.. Misalnya segal a sesuatu tentu ada sebabnya. PN. adapun sebab efisien dan final berada di luar benda itu. Aristoteles membagi sebab ini kepada empat bagian yaitu sebab materi (material cause). hal. Kamus Umum Bahasa Indonesia. hal. Jamil Shulaiba. seperti air 5 6 7 8 306 W. sehingga berdasarkan bentuk itu materi yang ada bisa dibuat. Dalam menentukan sebab irii Aristoteles tidak lepas dari konsep gerak. dan terakhir adalah sebab tujuan (final cause). Manabi'al Qudrah fi Dawlat al-Islam (Sumber-sumber kekuasaan dalam negara Islam). pertama sebab materi yaitu kulit untuk membikin sepatu sebagai asal. Chicago. .8 Keempat sebab ini bisa dibagi kepada dua kategori. sebab bentuk (formal cause). . Ta/liqat 'ala al-Asfar (ulasan tentang empat kitab perjalanan Mulla Shadra). sebab efisien (efficient cause). 8.6 Istilah lain dari sebab dan akibat adalah al-sabab wa aZ-musabab. Dar al-Kitab. yakni alam yang terdiri dari empat anasir yaitu anasir api. S. Kedua adalah sebab bentuk yaitu bentuk dari sepatu itu sendiri yang berpedoman kepada bentuk sepatu yang telah ada. Encyklopedia Britanica. Keempat adalah sebab final. Dalam istilah filsafat sebab itu adalah apa yang tergantung atasnya wujud sesuatu dan berada di luar serta memberi bekas kepada wujud tersebut. Beirut. Robert Maynard Hutchins. KausaIitas Kata sebab berasal dari bahasa Arab al-sabab yang berarti karena (asal). air dan tanah.Jurnal Universitas Paramadina Vol. Poerwadarmita. Ketiga adalah sebab pembuat (efisien). al-Mu'kam al-Falsafi. yaitu yang berasal dari dalam benda itu sendiri seperti sebab materi dan sebab bentuk. 165. yaitu tujuan dibuat sepatu itu. 1976. hal. tapi lebih luas artinya dari itu.5 Akibat juga berasal dari bahasa Arab 'aqibah. Falsafatuna (Filsafat kita dan lain-lain sebagainya). Gerak aksidental yaitu perpindahan dari potensi kepada aktual. hal yang mengakibatkan sesuatu.dalam hal ini tujuan semua sepatu adalah untuk alas kaki. inc. Sepatu terdiri dari dari empat sebab.7 J adi sebab sesuatu berarti ketergantungan sesuatu itu kepada sebab tertentu. Menurutnya gerak bukan hanya sekedar perpindahan saja. 7. hal. mula. Untuk memperjelas keempat sebab ini Aristoteles memberikan contoh sebuah sepatu. Ibid. Desember 2010: 304-316 6. 880. 25. yang berarti kesudahan atau hasil dari sesuatu peristiwa.J. udara. lantaran. Hukum empat sebab ini berlaku bagi alam yang di bawah bulan. Menurut Aristoteles segala yang ada di alam fisik ini tidak terlepas dari empat sebab ini. Balai Pustaka. yaitu pembuat sepatu. 7 No: 4. dalam hal ini adalah tukang sepatu. Dalam hal ini dia membagi gerak kepada gerak aksidental dan substantial. The Great Ideas A Syniopicon of Great Books of Western World. 1973. jilid II. Jakarta. Misalnya demikianlah akibat dari perang dunia itu. 95.

Bartens.I3 Pengertian akibat adalah setiap zat adanya seeara aktual dari wujud selain dirinya dan wujud lain itu bukan dari wujudnya. Artinya zat itu tidak akan ada seeara aktual keeuali dari zat lain yang wujud seeara aktual. Jakarta. Jamil shulaiba. Artinya pengertian sebab tidak bisa timbul kalau tidak dimengerti apa itu pengertian akibat. yakni alam yang di bawah falak bulan. Hanya saja Ibn Sina lebih membatasi pengertian hubungan sebab akibat (sabibiyah) ini dalam benda-benda fisik saja. K.I6 Pengertian sebab dan akibat ini bisa dijelaskan seeara komprehensif. Sebab kedua dalah sebab yang adanya karena sebab utama dan sebab ini dalam istilah Ibn Sina adalah mumkin al-unijud. 397. Filsafat. Sejarah. Dalam hal ini dia Iebih menitiktekankan perbedaan dalam segi hukum. hal. Tajiid al-Mazhab al-Falsafiyyah wa al-Kaliimiyyah. 97. 88. Ibn Sina dan Ibn Rusyd lebih sering memakai kata "illat .. hal. 139. Sebab adalah sesuatu yang tidak bisa diketahui oleh manusia. yaitu zat yang wajib adanya karena diri sendiri dan mustahil tidak adanya. hal. Dari kenyataan fisik ini pulalah muneul suatu teori tentang sebab akibat. yakni alam planet.Kenisiu. Muhammad 'Atif Iraqi. Ibid.Fuad Prinsip Kualitas Muhammad Bagir a·Shadr dari dingin menjadi panas. Bartens. Begitu juga dalam pembagian sabab Ibn Sina dan Ibn Rusyd mengikuti pembagian yang telah dikemukakan oleh Aristoteles. terutama ilmu fisika. Kadang-kadang ada sebab tapi akibat tidak ada karena ada beberapa hambatan untuk terwujudnya akibat.9 Sebab ini juga bisa dibagi kepada sebab utama (prima cause) dan sebab kedua (second cause). Para filosof muslim memakai kata sabab dan 'illat15 dalam makna yang sama. 9 10 11 12 13 14 15 K. 307 16 . tidak adanya sebab juga meniadakan akibat. Bulan Bintang. Aristoteles menamakannya penggerak yang tidak bergerak. 41.hal.l0 Sebab utama adalah sebab yang tidak ada penyebab dia adalah sebab bagi segala wujud. 1984. ol-Mu'kam . Sejarah. sedangkan 'illat bisa diketahui oleh manusia. Maka istilah sebab akibat adalah suatu peristilahan telah menjadi landasan dalam bidang ilmu pengetahuan.. Yogyakarta. adapun adanya akibat tanpa sebab adalah sesuatu hal yang mustahil.dibandingkan dengan kata sebab. Umpamanya hukum daging babi haram. Ahmad Daudy. Fileafat Yunani. sedangkan al-Ghazali lebih sering memakai kata sabab dibandingkan dengan kata 'illat.l1 Ibn Sina menyebutnya sebagai zat yang wajib wujudI2. al-Mu'hani . Dar al-Ma'arif. Harun Nasution membedakan antara sebab dengan 'illat. Mesir. hal 97. Segi-Segi Pemihirtui Falsafi dalam Islam. 155. hal. Jamil Shulaiba. Gerak substantial adalah perubahan yang terjadi dalam benda itu sendiri seperti berubahnya air menjadi uap. 1974. kalau dua kata tersebuttidak diartikan secara terpisah.I4 Dengan demikian adanya sebab mengharuskan adanya akibat. adapun 'illatnya bias diketahui. 1981. . Sebab haram tidak bisa diketahui. begitu juga kebalikannya pengertian akibat tidak bisa dimengerti tanpa mengetahui apa itu sebab. hal.

19 Ibn Rusyd memberikan batasan tentang teari sebab akibat ini sebagai suatu hubungan yang mesti.. karena setiap benda di alam ini mempunyai hukum-hukum dan tabi'at-tabi'at yang khusus.. tt.L? Dalam pengertian lain bisa juga disebutkan bahwa teori adalah abstraksi dari konsep-konsep yang ada 'I'eori sebab akibat bisa diartikan sebagai hukum-hukum umum yang terdapat dalarn hubungan antara sebab dan akibat. hl. yaitu peranan akal dalam menentukan ciri-ciri khas dalam suatu benda yang membedakan antara satu materi dengan materi yang lain. teori kausalitas atau sunatullah. 166. Claassen. .ball71.Kamus Umum . Desember 2010: 304·316 Teori dalam hal ini adalah asas-asas dan hukum-hukum umum yang menjadi dasar bagi suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. ter.21 Syarat yang lain adalah adanya batasan yang jelas dalam suatu benda itu.18 Bagi determinisme materialis. hal. Langeveld. Teori kausalitas adalah ungkapan lain dad teori sebab akibat. 21 Ibid.. batasan ini menunjukkan hakekat sesuatu dan dengan batasan ini juga akan jelas beda antara satu benda dengan benda yang lain.adalah hukumnya atau sifatnya membakar.Jurnal Universitas Paramadina Vol. 18 Muhammad 'Atif Iraqi. Dar al-Ma'arif. tanpa ada sebab berarti dia telah mengingkari adanya aka1. 20 Muhammmad 'Atif Iraqi. 184. Poerwadarminta. Adapun sunatullah diberikan oleh Ibn Rusyd dalam buku al-Naz'ah al-'Aqliah.. hal..20 Untuk memastikan adanya hubungan yang pasti antara sebab dan akibat Ibn Rusyd memberikan beberapa syarat. terutama sebab akibat yang berhubungan dengan alam fisiko Istilah lain yang bisa disejajarkan dengan ini adalah hukum alam. hal. Mesir. 308 . Jakarta. dia merupakan lingkaran yang berjalan terus tanpa batas. Akal menurut aliran ini adalah satu-satunya kebenaran dalam meneliti alam fisik ini. teori evolusi dan lain-lain. tanpa adanya suatu ketetapan bagi suatu benda tidak akan bisa dibedakan antara suatu benda dengan benda yang lain.4. Menuju ke Pemikiran Filsafat. Semua peristiwa bermula dad" materi dan akan kembali kepada materi lagi. tanpa campur tangan zat yang di luar materi tersebut. 22 17 WJS. G. bahwa hukum sesuatu benda itu tidak akan berubah. hal ini diperkuat dengan ayat al-Qur'an yang artinya: "Kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi sunnah Allah" (alFathl48:23). PT... 1054. contoh teori melukis. Penulis memberikan istilah hukum alam. Sebab itu tidak terbatas kepada suatu sebab. 7 No. 22 Ibid. Al-Naz'ah .J. 19 MJ. 158. Maka dengan demikian suatu akibat pasti ada sebabnya. teori sebab akibat merupakan hukum alam yang sudah pasti dan tidak akan berubah-ubah. Al-Naz'ah al·'Aqliah fi Falasaft Ibn Rusyd. seperti api umpamanya. 1968. Pembangunan.. Aliran ini juga disebut dengan kausalitas tertutup atau determinismus.

Prinsip Kausalitas dan Pembuktian Adanya Tuhan Prinsip. Hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain itu saling berkaitan dan serba teratur. terj.Zd Dalam ilmu pengetahuan harus mencakup penjelasan yang universal dan pasti. Oleh sebab itu mencari sebab dari suatu akibat merupakan tugas akal. 187. Filsafat Sains Menurut al-Qur'an. dapat diberikan batasan yang lebih mendekati kepada masalah yang dibahas. pertama adalah mencari sebab yang tidak bersebab. hal. katerkaitan dan keteraturan itulah yang kemudian menimbulkan teori dalam alam ini. yaitu teori sebab akibat yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa di alam fisik yang serba teratur dan pasti. Kedua adalah mencari sebab sekunder yang terjadi di alam fisik.Prinsip Kausalitas Baqir al-Shadr membahas secara rinci tentang prinsip-prinsip kausalitas dalam bukunya Falsafatuna. yaitu Tuhan Pencipta alam. yakni hubungan satu peristiwa dengan peristiwa lain yang erat kaitannya. sebab tanpa adanya pembedaan antara penjelasan yang tetap dan universal dengan keadaan yang hanya kebetulan tidak akan didapati ilmu yang tetap dalam menentukan sebab. Ibn Sina menyebutnya alam ini bawah falak bulan (planet). untuk menetapkan kaidah-kaidah yang universaL Dari beberapa pengertian dan penjelasan oleh para filosof di atas. Teori sebab akibat atau yang kita sebut dengan kausalitas ini pada dasarnya terbagi kepada dua pembahasan pokok. untuk mengetahui sumber gerak tersebut atau akan mencari sumber suara untuk mengetahui sebabnya. 1988). Adapun berjalan kemudian timbul petir bukanlah suatu hubungan yang pasti. (Bandung: Mizan. 309 . seperti mati yang didahului oleh penyembelihan. yang disebut juga dengan argumen kosmologis. h. itu hanyalah kebetulan saja dan tidak termasuk dalam konteks hubungan yang pasti.25 23 24 25 tua. sehingga dengan batasan dan pengertian yang ini bisa menjadi pegangan dalam teori sebab akibat. Prinsip kausalitas merupakan sebuah prinsip yang mengatakan bahwa setiap kejadian memerlukan sebab24 niscaya lagi rasionaL Bahkan lebih jauh ia mengungkapkan bahwa prinsip kausalitas tersebut secara rinci dalam watak manusia dan beberapa jenis hewan. Pengertian dan batasan yang penulis maksud dalam tulisan ini adalah pengertian dalam hal yang kedua. tanpa itu maka tidak akan didapati suatu teori ilmu pengetahuan. Mahdi Ghulsyani. 125 Hewan seperti itu terlihat ketika ia memperhatikan sumber gerak secara instinktif.Fuad Prinsip Kualitas Muhammad Bagir a-Shadr Ketetapan adanya penjelasan yang tetap merupakan syarat yang perlu dipenuhi juga. Oleh sebab itu perlu adanya hubungan yang pasti dan tetap bahwa akibat itu benar-benar karena sebab yang pasti.

Pemahaman determinisme klasik ini sejalan dengan hukum kausalitas. bukan persepsi inderawi itu sendiri yang mengungkapkan realitas objektif. Bukti merupakan prinsip hukum kausalitas. keseragaman alam dan hukum kausalitas bukanlah sesuatu yang bertentangan karena antara determinisme dan keseragaman alam merupakan bagian dari hukum kausalitas itu sendiri. Berbicara tentang objektivitas inderawi. Setiap akibat pasti ada sebabnya. kedua.Jurnal Universitas Paramadina Vol. Sebagai contoh: sifat api yang panas akan selalu seperti itu dan ketika bertemu dengan materi yang sifatnya bisa terbakar maka api akan membakar materi tersebut dan hal itu akan terjadi terus menerus dan 26 310 Ibid" h. secara umum bergantung pada prinsip dan hukum-hukum kausalitas. terjadinya dalam indera. Dalam determinisme setiap kejadian atau tindakan. 7 No. 207 . Dalam al-Qur'an disebutkan bahwa Allah memberikan karakteristik tersendiri atau ciri khas tersendiri terhadap sesuatu di alam ini dan karakteristik atau sifat khusus_tersebut tidak akan pernah berubah sampai kapan pun. jika tidak ada sebab maka semua adalah akibat saja dan hal ini adalah tidak rasional. Hal ini merupakan salah satu dogma juga yang terdapat di dalam hukum kausalitas bahwa sebab akan menghasilkan akibatdan tidak akan keluar dari karakteristik masing-masingnya. merupakan konsekuensi dari kejadian sebelumnya. Teori-teori ilmiah dalam berbagai lapangan eksperimen dan observasional. Desember 2010: 304-316 Ada beberapa hal yang sangat terkait dengan prinsip kausalitas. kemungkinan penyimpulan dan kesimpulan-kesimpulannya dalam pemaparan ketiga hal tersebut. tetapi membutuhkan bukti. Dalam prinsip keseragaman alam disebutkan bahwa sebab-sebab yang sama akan diikuti oleh akibat yang sama juga. Hukum keselarasan antara sebab dan akibat yang mengatakan bahwa setiap himpunan alam yang secara esensial selaras mestipula selaras dengan sebab dan akibatnya (prinsip keselarasan alam). Ada beberapa hukum kausal yang menjadi sandaran ilmu pengetahuan. Jadi keterkaitan antara hukum kausalitas dengan determinisme berada pada dogma bahwa setiap akibat pasti berawal dari sebab yang menyebabkan akihat itu muneul. ketiga. Hukum-hukum tersebut adalah: 1. Prinsip kausalitas yang mengatakan bahwa setiap peristiwa mempunyai sebab (determinisme). Hal ini mengindikasikan bahwa realitas objektif persepsi inderawi didapat berdasarkan prinsip kausalitas. Antara determinisme. pembuktian realitas objektif persepsi indrawi. baik jasmani ataupun rohani. Shadr mengungkapkan bahwa realitas objektif setiap persepsi inderawi tidak diketahui secara niscaya. pertama. Bentuk sesuatu tertentu dalam kondisi dan keadaan tertentu mengungkapkan adanya sebab luar sesuatu hal. 2.26 . semua teori dan hukum ilmiah yang bersandarkan eksperimen.4.

persepsi inderawi didapatkan berdasarkan prinsip kausalitas. tidak adanya sebab yang sama akan menghasilkan keseragaman yang sama.. lalu maujud tanpa sebab adalah merupakan kebetulan. 27 Ibid. Segala sesuatu yang mengandung kemungkinan wujud dan kemungkinan tidak wujud secara seimbang. h. 3. pertama. Teori ini menolak adanya kebetulan. Jadi antara determinisme dan keseragaman alam merupakan dua hal yang menjadi dogma dalam hukum kausalitas dan keduanya merupakan bagian dari hukum kausalitas itu sendiri.Fuad Prinsip Kualitas Muhammad Baqir a-Shadr tidak akan pernah berubah. ia membutuhkan sebab. 211-222 28 Ibid. Kebetulan merupakan wujud tanpa sebab yang mana wujud dan non wujudnya sarna saja. Dengan dernikian dapat dikatakan bahwa setiap wujud mesti bersebab. Prinsip kausalitas juga merupakan dasar tumpuan segala usaha pemaparan dalam segala bidang pemikiran manusia. Melempar batu ke atas sebagai sebab dan kemudian batu itu kembali jatuh ke tanah sebagai akibat juga merupakan sesuatu yang ketika dilakukan berulang-ulang akan menghasilkan yang sama. prinsip kausalitas tidak mungkin dibuktikan dan dipaparkan secara empirik. Karena mereka yang mencoba mengingkari prinsip tersebut dengan berdasarkan pada satu tujuan tertentu. Karena setiap usaha untuk melakukan penolakan tersebut justru menyebabkan pengakuan terhadap prinsip itu sendiri. teori wujud atau aksistensi. kalau mereka tidak mempercayai bahwa hujah mereka sandari itu adalah sebab yang memadai untuk mengetahui kepalsuan prinsip kausalitas.. Jika tidak adanya keseragaman dalam alam. karen a hal ini terlepas dari prinsip kausalitas. Oleh karena itu keseragaman alam menjadi dogma bagi hukum kausalitas dan ini merupakan keniscayaan. h.tidaklah mungkin bahwa untuk pemaparannya prinsip kausalitas itu bergantung pada indera. tetapi merupakan hukum filsafat rasional di atas eksperimen.28 Teari ini mengatakan bahwa agar wujud itu maujud. karena bagaimana mungkin akan dilakukan sebuah penelitian terhadap sesuatu jika sesuatu tersebut selalu berubah akibatnya dengan sebab yang sama. tidaklah melakukan usaha itu. Dalam menjelaskan hal ini. Berdasarkan uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa: 1. 217-218 311 . pembuktian realitas objektif. Bahkan pemaparan untuk menolak prinsip kausalitas itu sendiri juga berdasarkan kausalitas. Kebutuhan akan sebab itu adalah esensial bagi wujud. 2. maka dunia dan ilmu pengtetahuan tidak akan pernah berkembang. prinsip kausalitas bukanlah teori ilmiah eksperimental. prinsip kausalitas tidak mungkin ditolak dengan hujah apapun. Jadi. Shadr mengemukakan beberapa teori.27 Segala sesuatu membutuhkan sebab. Karena indera tidak mendapatkan sifat objektif.

Dengan kata lain. tentu semua bagian dari rantai itu adalah akibat. setiap sebab seperti telah dijelaskan dalam teori kemungkinan eksistensial tak lain hanyalah hubungan dengan sebabnya. yang rantai sebab-sebab berakhir padanya. Contohnya hangat pada air yang sebelumnya tidak hangat . Sedang hubungan mustahil tidak membutuhkan sesuatu yang dengannya ia berhubungan. Penciptaan yang dimaksud adalah adanya sesuatu tidak ada.Jurnal Universitas Paramadina Vol.. h. teori kemungkinan eksistensia1. Penisbahan adanya segala sesuatu kepada prima causa itu. prinsip kausalitas menentukan wujud-wujud relasional yang realitas mereka mengungkapkan hubungan.30 Menurut teori ini. h. misteri butuhnyarealitas-realitas eksternal akan bukanlah dalam mengadanya. tidak mernerlukan pertanyaan kenapa semua ini terjadi? Karena. Hubungan membutuhkan realitas yang berdiri sendiri. Akhirnya kita akan sampai kepada kesimpulan ada hal yang segenap bagian tersebut berhubungan dengannya.4. Kalau deretan sebab-sebab itu tidak memiliki awal. Realitas luarnya adalah hubungan itu sendiri. 218-219 30 Ibid. Kebutuhan sebab setiap yang maujud menjadikan adanya rangkaian sebab akibat yang akan berhenti pada sebab pertama (prima causa) yang tidak muncul dari sebab yang mendahuluinya. Untuk lebih jelasnya. Jika realitas luar bukan realitas hubungan. 226-228 312 . Tetapi misteri itu tersembunyi di dalam struktur eksistensi materi itu sendiri dan di kedalarnan wujudnya. Tak mungkin rantai-rantai sebab tersebut tanpa hingga. meja tidak 29 tua. yaitu meja.31 Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip yang paling tinggi dan paling primer dalarn alam semesta adalah sebab yang pada esensinya niscaya. dapat dilihat contoh berikut. Kemudian timbul persoalan baru tentang sebab efisiensi alam tersebut. teori penciptaan. 7 No. maka prinsip kausalitas tidak berlaku padanya. menurut adanya sebab yang menjadikan air tersebut hangat. rantai sebab-sebab tersebut melibatkan satu sebab yang tidak tunduk pada prinsip kausalitas dantidak membutuhkan sebab-inilah yang disebut denganprima causa yang membentuk awal rantai. Ketiga.. prima causa adanya merupakan sebuah keniscayaan. Karena itu. Tetapi. Desember 2010: 304·316 Kedua. yang di sini hubungan herhenti. Meja merupakan suatu kausalitas dan bentuk tertentu yang terjadi karena pengorganisasian sejumlah bagian material tertentu. semua akibat yang ada merupakan hubungan. Jadi. bukan pula kemungkinan esensi (mahiyah) materi itu. Jika akibat ia akan berhubungan dengan hal yang lainnya. apakah sumber pertama kemaujudan itu adalah materi itu sendiri atau sesuatu yang lain di luar batas-batas materi.29 Teori ini beranggapan bahwa. h. 219-221 31 Ibid. pertanyaan tersebut berkenaan dengan hal-hal yang tunduk kepada hukum kausalitas sedangkan. kebutuhan sesuatu akan sebab berdasarkan kepada penciptaan hal-hal tersebut. Karena.

Kemudian. Tetapi sebab material bukanlah sebab hakiki yang bertanggung jawab atas terciptanya meja. pada akhirnya memandu kesatu materi yang kita temui di semua eleman tersebut dan di semua komposit itu. yang bisa berubah bentuk. maka tidak diragukan lagi jawabamiya adalah tidak mungkin.Fuad Prinsip Kualitas Muhammad Baqir a-Shadr mungkin maujud tanpa materi. yaitu tukang kayu yang dalam istilah filsafat disebut dengan "sebab efisien". Kayu tak mungkin maujud tanpa kayu. atau ia adalah materi itu sendiri yang darinya entitas-entitas di alam tersusun. mengubah materi sesuatu ke materi lain adalah 32 Ibid. Tidaklah mungkin satu realitas memiliki efek dan aksi yang berbeda-beda. karena meja kayu tak mungkin maujud tanpa kayu. Pada titik ini. 1a tak lebih sejenis atau sebentuk energi. kayu. Untuk menjawab persoalan di atas.kualitas fluiditas air aksidental bagi materi yang darinya air tersusun. Jadi. maka akan timbul pertanyaan apakah pencipta alam (prima causa) adalah sesuatu yang bukan materi dan berbeda dengan materi. besi tanah dan radium. kualitas materialitas itu sendiri menjadi aksidental juga. seperti kayu. oksigen. terlebih dahulu perlu dikemukakan sejumlah keterangan mengenai materi. besi dan lain sehagainya. Menurut fisika modern. karena mengubah mereka menjadi satu sarna lain adalah mungkin. materi masing-masing hal itu tak berbeda satu dengan yang lainnya. Dan dapat pula dikatakan. Materi misalnya berubah menjadi energi dan elektron berubah menjadi listrik. materi primeralam adalah satu realitas tuggal yang umum bagi seluruh fenomena dan entitas-entitas alam. 235 313 . Dan kualitas elemenelemen sederhana pun tidaklah esensial bagi materi. Karena itu. nitrogen. dengan demikian kembali kepada kenyataan uapnya. Sebab material meja kayu.. Dengan demikian. Dapat dikatakan bahwa kualitas-kualitas yang bisa hilang dari sesuatu yang tidak mungkin esensial bagi sesuatu itu. h. Analisis ilmiah terhadap air. Karena. karena pembuat meja berbeda dengan materi kayunya. ia adalah kualitas aksidental. Apabila contoh di atas dikaitkan dengan pencipta alam. materi asli alam merupakan satu realitas yang sarna bagi seluruh maujud yang tampak dalarn rupa dan bentuk yang bermacam-macam. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas-kualitas elemen hanyalah kualitas radium. arena dapat terjadinya transformasi sebagian elemen ke sebahagian yang lain dan sebahagian atom dari elemen-elemen ke atom-atom lain. timah hitam. Hal itu dibuktikan oleh fakta bahwa air tersusun dari dua elemen sederhana yang dapat dipisahkan satu sama lain. Tetapi. kualitas air pun hilang sarna sekali. bukanlah esensial bagi materi. Pembuat hakiki meja adalah sesuatu yang bukan materialnya. semua kualitas senyawa material itu aksidental dalam kaitannya dengan materi primer.32 Apabila kesimpulan ilmiah di atas kita pertimbangkan secara filosofis untuk menjawab pertanyaan mungkinkah materi sebagai sebab pertama (sebab efisien) alam?.

tetapi menjadi penyebab adanya segala sesuatu yang ada di alam ini yaitu Tuhan. Baqir. karena masih membutuhkan sebab lain untuk merealisasikan keberadaan unit-unit material tersebut. Kesimpulan Prinsip kausalitas merupakan prinsip yang niscaya dan rasional. Dengan demikian. pandangan fisika modern dan paham filosofi mengindikasikan bahwa materi bukanlah penyebab atau bukan prima causa dari segala yang ada mi. Prinsip ini memiliki dua akibat penting.Jurnal Universitas Paramadina Vol. Selanjutnya dikemukakan pemahaman lain tentang materi. dari kedua pandangan tentang materi tersebut. yaitu dari pemahaman filosofis. Dari prinsip determinisme akan hadir mata rantai sebab akibat dan tidak mungkin berhingga. yaitu yang merealisasikan keberadaan unitunit materi tersebut. Jadi. Keberadaan masing-masing materi dan bentuk itu tidak mungkin saling terlepas antara satu dengan yang lain. M_ Nur Mufid bin Ali. setiap sebab memerlukan suatu akibat dan tanpa sebab tak mungkin terjadi suatu akibat. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa materi filosofi itu sendiri tidak mungkin menjadi penyebab pertama alam. segala sesuatu yang maujud memerlukan sebab. Adapun unit primer materi membutuhkan sebab eksternal dalam keberadaannya. Dengan demikian. pent. Bandung: 33 Ibid. A. Muhammad Mizan. h. menyatakan bahwa materi tersusun dari materi dan bentuk yang terkristalkan. Prinsip keseragaman alam. 246-247 314 . Falsafatuna. Maka. Prinsip determinisme. B. sebab-sebab yang sama diikuti akibat yang sama. Prinsip ini mengatakan bahwa setiap kejadian. karena maujud mereka terdiri dari materi dan bentuk. 1999. Bagaimana mungkin kita menisbahkan berbagai benda dan perbedaan geraknya ke materi primer yang terdapat pada segala sesuatu.4. sebab pertama adalah yang pada esensinya niscaya.33 Dengan kata lain. penyebab pertama adalah hal pertama dalam rantai keberadaan mesti bermula dengan yang pada esensinya niscaya. harus ada satu hantaran yang mendahului proses penyusunan tersebut. pasti ada sebab yang tidak disebabkan adanya.. Daftar Pustaka Al-Shadr. Paham filosofis tentang materi. sebab pertama harus tidak membutuhkan sesuatu yang lain dalam keberadaannya. 7 No. Desember 2010: 304-316 mungkin.

Menuju he Pemikiran Pembangunan. PT. G. Yunani. Bandung: Mizan. 1980. Kenisius. AI-Naz'ah al-'Aqliah Mesir.Islam Rasional. al-Falsafiyyah Sutardji Calzoum Bachri.I Nasution. 1969 Bartens. Indonesia. Dar al-Ma'arif. 1974. VIII ----------. 1985 'Atif Iraqi.Fuad Prinsip Kualitas Muhammad Bagir a-Shadr Al-Ahwani. An-Nadawy.Filsafat dan Misticisme dalm Islam. Islam Ditinjau dari Barbagai Aspehnya. S. Ahmad Fuad. Rijal al-Fikry wa ad-Da'wah fil Islam. Dar al-Ma'arif.1968. W. Falsafat Islam. Kuwait. fi Falsafi Ibn Rusyd. Ahmad. Penyunting Jakarta: Pustaka Firdaus. Louis. ----------. Bandung: Pustaka. Pilsafat. Mahdi. VI. Bulan Bintang. Jakarta. Yayasan LSAF. Cet. cet. Daudy. 1986. Wahyudir. cet. Leaman. Yogyakarta. Segi-segi Pemikiran Falsafi dalam Islam. PN. 315 . V Perbandingan. Makalah Pasca Ibn Rusyd. Nasr. Auerroes and His Philosophy. Muhammad. Oxford: Oxford University Press. II ----------. tt. Oliver. 1986. Kamus Pustaka. K. Jakrta: Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta: ----------. MJ. Sejarah Fileafat. Poerwadarmita. 1988 Langeveld.Akal dan Wahyu dalam Islam. Claessen. 12-13 Agustus 1989. Jakarta: Bulan Bintang. 1995 ----------. Darul Qalam. 1984. Pengantar Filsafat. (terj). 1986. Abu Hasan. Pilsafat Sains Menurut al-Qur'an.J. Soedjono Sumargono. Hatta. Penerjemah J. Tajud al-Mazhab Mesir. cet. 19S6. Tintamas. Yogayakarta. jilid II.1976. Jakarta: Penerbit Universitas Balai Umum Bahasa Indonesia. et all. Mohammad. 1986. Jakarta. Alam Pikiran Yunani. terj. ter. Kattsof. J. cet. Jakarta. Bandung: Mizan. 1988. Ghulsyani. Jakarta. Harun. -------------. judul asli "Science and Civilization in Islam". Filsafat Islam. Tiara Wacana. 1981. wa al-Kalamiyyyah. Hossein. Sains dan Peradaban di dalam Islam. Teologi Islam: Aliran-Aliran Sejarah Analisa Penerbit Universitas Indonesia. 1992.

4. al-Mu/kam. Shulaiba. Jamil. 1952. inc. 1973. Chicago. The Great Ideas A Syntopicon Books of Western World.Jurnal Universitas Paramadina Vol. Encyldopedia Britanica. al-Falsafi. Desember 2010: 304-316 Robert Maynard Hutchins. Robert Maynard. 7 No. of Great 316 . jilid II. Beirut. Dar al-Kitab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful