P. 1
Pembimbing Teologi Sistimatika - By Stefanus Suheru MA

Pembimbing Teologi Sistimatika - By Stefanus Suheru MA

|Views: 1,237|Likes:
Published by Gilbert Hanz
Teologi sistematika memungkinkan orang-orang Kristen untuk mempertahankan kepercayaan mereka secara rasional melawan terhadap para musuh iman. Pada awalnya orang-orang beriman pada jaman gereja mulamula menggunakan kepercayaan sistimatis mereka untuk menghadapi para lawan mereka yang tidak percaya.
Teologi sistematika memungkinkan orang-orang Kristen untuk mempertahankan kepercayaan mereka secara rasional melawan terhadap para musuh iman. Pada awalnya orang-orang beriman pada jaman gereja mulamula menggunakan kepercayaan sistimatis mereka untuk menghadapi para lawan mereka yang tidak percaya.

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Dec 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2014

pdf

text

original

Untuk jangka waktu yang cukup lama, Teologi telah diakui sebagai ratu dari segala
ilmu pengetahuan dan
Teologi Sistimatika sebagai mahkotanya.

a. Definisi Teologi Sistimatika

Istilah “teologi” diturunkan dari kata Yunani “theos”, yang berarti “Allah”, dan
“logos”, yang berarti “uraian”, “perkataan”, atau “pengajaran”. Dengan
demikian, teologi dapat diartikan “pengajaran tentang penyataan Allah dan
karya-karya-Nya”. Sedangkan kata “sistimatika” berasal dari kata kerja Yunani
“sunistano”, yang berarti “berdiri bersama” atau “mengorganisir”, karena itu,
Teologi Sistimatika menekankan sistimatisasi/pengaturan teologi.

Chafer menyediakan sebuah definisi yang tepat tentang teologi sistimatika.

“Teologi Sistimatika dapat ditegaskan sebagai pengumpulan, penyusunan
secara ilmiah, membandingkan, memperlihatkan, dan mempertahankan
semua fakta dari mana pun dan setiap sumber berkenaan dengan Allah dan
pekerjaan-Nya”.
1

Dengan demikian, Teologi Sistimatika merupakan sajian teratur dari hasil
penelitian teologi.

b. Perlunya Teologi Sistimatika

1. Sebagai Sebuah Penjelasan Tentang Kekristenan

Teologi sistematika diperlukan sebagai penjelasan yang dapat dipelajari dan
diteliti seperti halnya suatu penyusunan sistematis doktrin-doktrin yang
mendasar dan diperlukan bagi Kekristenan. Sebagai hasil teologi sistematika,
orang-orang bisa mempunyai suatu pemahaman yang jelas tentang
kepercayaan-kepercayaan pokok Iman Kristen.

2. Sebagai Suatu Apologi Bagi Kekristenan

Teologi sistematika memungkinkan orang-orang Kristen untuk
mempertahankan kepercayaan mereka secara rasional melawan terhadap para
musuh iman. Pada awalnya orang-orang beriman pada jaman gereja mula-
mula menggunakan kepercayaan sistimatis mereka untuk menghadapi para
lawan mereka yang tidak percaya. Lebih penting lagi sekarang dengan

1. Enns, Paul, The Moody Handbook of Theology, (Chicago, Ill.: Moody Press) 1996.

Stefanus Suheru A.S., S.Th., M.A. Pembimbing Teologi Sistimatika

3

kemunculan humanisme, komunisme, penyembahan berhala, dan agama-
agama timur. Ajaran-ajaran iman Kristen yang disusun secara teratur harus
diteliti, dilukiskan, dan diperkenalkan sebagai sebuah pertahanan dari
Kekristenan yang historis.

3. Sebagai Sarana Kedewasaan Bagi Orang-orang Kristen

Teologi sistematika adalah suatu pernyataan Kebenaran Kristen; kebenaran
yang sama ini adalah penting bagi kedewasaan orang-orang percaya ( 2
Timotius 3:16-17 ). Tulisan-tulisan Paulus membuatnya jelas bahwa doktrin
( teologi ) adalah dasar bagi Kedewasaan Kristen. Itu sebabnya Paulus secara
normal membangun suatu dasar berkenaan dengan doktrin di dalam surat-
suratnya ( misalnya Efesus 1-3 ) sebelum ia mendesak orang-orang percaya
untuk hidup dengan benar ( misalnya Efesus 4-6 ). Juga banyak orang-orang
Kristen sudah dengan setia menghadiri ibadah-ibadah di gereja selama
puluhan tahun namun demikian hanya mempunyai sedikit pemahaman
tentang ajaran-ajaran iman Kristen yang utama. Padahal, suatu pengetahuan
tentang ajaran yang benar adalah penting di dalam Kedewasaan Kristen; lebih
dari itu, ajaran itu melindungi orang-orang percaya dari kesalahan ( bd 1
Yohanes 4:1, 6; Yudas 4 ).

c. Sumber-sumber Teologi Sistimatika

1. Sumber-sumber Primer

Alkitab merupakan sumber teologi yang utama di dalam pewahyuan Allah
dan persekutuan manusia dengan-Nya. Bila Allah telah mengungkapkan
diri-Nya ( dan Ia telah melakukannya ), dan bila penyataan diri itu dengan
teliti disandikan di dalam 66 kitab dari Alkitab ( dan itulah yang terjadi ),
maka Alkitab adalah sumber utama dari pengetahuan manusia tentang Allah.

Alam juga sumber utama tentang pengetahuan akan Allah ( Mazmur 19 ).
Alam, di dalam penyataan harmonisnya, adalah suatu saksi yang tetap
mengenai atribut , kuasa yang kekal, dan sifat ilahi ( Roma 1:20 ).

2. Sumber-sumber Sekunder

Pengakuan doktrinal, seperti pengakuan iman Nicea, pengakuan iman
Westminster, dan banyak lagi yang lain, adalah penting di dalam
pemahaman bagaimana orang-orang Kristen lain selama berabad-abad telah
memahami konsep-konsep teologis yang dapat dimengerti.

Tradisi, kendati ada kemungkinan kekeliruannya, adalah penting di dalam
pemahaman penegasan tentang Iman Kristen. Apa yang individu, gereja, dan
denominasi telah ajarkan adalah suatu pertimbangan yang perlu di dalam
merumuskan pernyataan-pernyataan teologis.

Stefanus Suheru A.S., S.Th., M.A. Pembimbing Teologi Sistimatika

4

Akal budi ( pertimbangan yang sehat ), ketika dipandu oleh Roh Kudus,
adalah juga suatu sumber teologi. Akal budi, bagaimana pun, harus tunduk
kepada Allah, lebih daripada berusaha untuk mendefinisikannya

d. Rumpun Teologi

Adapun bidang kajian teologi yang sangat luas itu, pada umumnya terbagi
menjadi empat rumpun, yakni :

No Nama Rumpun

Keterangan

1.

Biblika

Langsung berurusan dengan penelaahan naskah
Alkitabiah dan pokok-pokok bahasan yang berkaitan
dengannya, yang meliputi penelitian bahasa-bahasa,
arkeologi, pengantar, hermeneutika, dan teologi
Alkitabiah.

2.

Historika

Merunut sejarah umat Allah dalam Alkitab dan gereja
sejak jaman Kristus. Di dalamnya ditelaah sejarah
Alkitab, sejarah gereja, sejarah ajaran, dan sejarah credo.

3.

Sistimatika Mempergunakan bahan-bahan yang disajikan oleh
rumpun Biblika dan Historika, lalu menatanya menurut
suatu tatanan yang logis sesuai dengan para tokoh besar
dalam penelitian teologis.

4.

Praktika

Membahas penerapan teologi terhadap pembaharuan,
pengudusan, pembinaan, pendidikan, dan pelayanan
manusia. Rumpun ini berusaha menerapkan pokok-
pokok yang disumbangkan oleh ketiga rumpun teologi
lainnya kepada kehidupan praktis.

Stefanus Suheru A.S., S.Th., M.A. Pembimbing Teologi Sistimatika

5

Sedangkan pengelompokan mata kuliah-mata kuliah di Sekolah Tinggi Teologi
adalah sebagaimana tertera dalam tabel di bawah ini :

No

BIBLIKA

SISTIMATIKA HISTORIKA PRAKTIKA

1 Pengetahuan &
Pembimbing Perjanjian
Lama

Pembimbing
Teologi Sistimatika
Sejarah Gereja

Umum

PAK

2 Pengetahuan &
Pembimbing Perjanjian
Baru

Dogmatika

Sejarah Gereja
Asia

PWG

3 Bahasa Ibrani

Etika Kristen

Sejarah Gereja
Indonesia

Kateketika

4 Bahasa Yunani

Oikumeneka

Liturgika

5 Hermeneutika

Missiologi

Homiletika

6 Eksegese Perjanjian Lama

Agama Suku

Musik Gereja

7 Eksegese Perjanjian Baru

Hindu & Budha Pastoralia

8 Teologi Perjanjian Lama

Islamologi

Manajemen
Gereja

9 Teologi Perjanjian Baru

Dengan memperhatikan tabel tersebut di atas, maka Pembimbing Teologi
Sistimatika
termasuk dalam rumpun Sistimatika, dan merupakan pengantar
untuk masuk ke dalam Teologi Sistimatika ( Dogmatika ).
Teologi Sistimatika
( Dogmatika ) membahas tentang :

No

Thema

Pokok Bahasan

1. Teologi Proper

Pembahasan tentang konsep Allah dalam berbagai
agama/kepercayaan/ideologi, argumentasi tentang
keberadaan Tuhan, atribut Allah, Ketritunggalan
Allah, nama-nama Allah, dan cara Allah
mengkomunikasikan diri-Nya dengan ciptaan-Nya

2. Anthropologi

Pembahasan tentang asal-usul manusia, makna
ungkapan manusia diciptakan menurut Gambar Rupa
Allah, dan keuniversalan masalah kemanusiaan

3. Hamartologi

Pembahasan berkisar pada dosa, istilah & definisi
dosa, sumber dosa, akibat-akibat dosa, dan dimensi
sosial dari dosa

4 Kristologi

Pembahasan mengenai pribadi Kristus, pekerjaan-
Nya dari inkarnasi, kematian, kebangkitan, dan
kenaikan-Nya ke Surga, peranan Kristus selaku Nabi,
Imam, Raja, dan Penebus Dosa. Pada bagian ini juga
dibahas tentang nama-nama julukan Kristus

Stefanus Suheru A.S., S.Th., M.A. Pembimbing Teologi Sistimatika

6

5 Soteriologi

Pembahasan seputar keselamatan, teori-teori utama
tentang penebusan, proses penyelamatan dilihat dari
sudut pandang Tuhan dan dari pihak manusia, hal
keselamatan bayi yang meninggal, perihal orang-
orang mati yang belum sempat mendengar Injil, dan
predestinasi vs takdir

6 Angelologi

Pembahasan tentang Malaikat, Setan ( Malaikat yang
jatuh ), dan roh-roh jahat

7 Pneumatologi

Pembahasan tentang Pribadi Roh Kudus, sifat-sifat
dan karya-karya-Nya, termasuk berbagai macam
karunia-karunia rohani

8 Eklesiologi

Pembahasan mengenai definisi gereja, gambaran
tentang gereja mula-mula, atribut-atribut gereja, dan
tanda-tanda khusus gereja. Pada bagian ini dibahas
pula hal sistim pemerintahan gereja, kepemimpinan
gereja, dan sakramen

9 Eskatologi

Pembahasan mengenai akhir jaman, termasuk di
dalamnya dikupas kehidupan setelah kematian
sebelum hari kiamat, tanda-tanda akhir jaman, perihal
kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, masa
Milenium, kebangkitan orang mati; penghakiman,
Surga, dan Neraka

Sedangkan Pembimbing Teologi Sistimatika secara khusus membahas tentang
status Alkitab ( Bibliologi ).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->