P. 1
pengertian andragogi-ahli

pengertian andragogi-ahli

|Views: 43|Likes:
Published by Rurii Ruhaniah

More info:

Published by: Rurii Ruhaniah on Dec 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

Pandangan andragogi menurut : I.

Alexander Kapp è merupakan ahli yang pertama kali menggunakan istilah andragogi è membedakan antara pengertian "Social-pedagogy" yang menyiratkan arti pendidikan orang dewasa, dengan andragogi. è"Social-pedagogy" lebih merupakan proses pendidikan pemulihan (remedial) bagi orang dewasa yang cacat. Adapun andragogi, justru lebih merupakan proses pendidikan bagi seluruh orang dewasa, cacat atau tidak cacat secara berkelanjutan. II. Professor T.T Ten have è menuliskan garis-garis besar “Science of Andragogy”. Model andragogi mempunyai konsep bahwa : kebutuhan untuk tahu (The need to know), konsep diri pebelajar ( the learner’s concept),peran pengalaman pembelajar (the role of the leaner’s experience), kesiapan belajar ( readiness to learn), orientasi belajar (orientation of learning) dan motivasi lebih banyak ditentukan dari dalam diri si pembelajar itu sendiri. III. Malcolm Shepherd Knowles (1984) è Andragogi merupakan suatu usaha untuk mengembangkan teori belajar khusus untuk orang dewasa yang menekankan bahwa orang dewasa adalah orang yang mandiri dan dapat bertanggung jawab atas keputusan. IV.Dugan Laird (Hendayat S. 2005: 135) è mengatakan bahwa andragogi mempelajari bagaimana orang dewasa belajar. Laird yakin bahwa orang dewasa belajar dengan cara yang secara signifikan berbeda dengan cara-cara anak dalam memperoleh tingkah laku baru. V. Robert M. Gagne Gagne mengemukakan yang terpenting bagi pendidikan orang dewasa terutama yang berkaitan dengan kondisi belajar. Menurutnya ada delapan hierarki tipe belajar yaitu: a. Belajar Berisyarat b. Belajar Stimulus Respon; c. Rangkaian motorik tidak lain dari belajar keterampilan d. Rangkaian verbal adalah belajar dengan cara menghafal (rote learning). e. Diskriminasi Berganda f. Belajar Konsep; adalah kemampuan berpikir abstrak. g. Belajar Aturan; merupakan kemampuan merespon terhadap keseluruhan isyarat, h. Pemecahan Masalah; Tipe pemecahan masalah bertujuan untuk menemukan jawaban terhadap situasi problematik. VI.Paulo Freire è pendidikan dapat dirancang untuk percaya pada kemampuan diri pribadi (self affirmation) yang pada akhirnya menghasilkan kemerdekaan diri. Ia terkenal dengan gagasannya yang disebut dengan conscientization yang terdapat tiga prinsip: - Tak seorang pun yang dapat mengajar siapapun juga, - Tak seorang pun yang belajar sendiri, - Orang-orang harus belajar bersama-sama, bertindak di dalam dan pada dunia mereka.

Refleksivitas Psikis: pengenalan kebiasaan membuat penilaian perasaan Mengenai dasar informasi terbatas. yaitu: 1. Refleksivitas Diskriminasi: menilai kemanjuran (efficacy) persepsi. dipikirkan atau dilakukan 3. VII. kedewasaan.Jack Mezirow è beliau mengemukakan: “Belajar dalam kelompok pada umumnya merupakan alat yang paling efektif untuk menimbulkan perubahan dalam sikap dan perilaku individu”. dan kegiatan belajar sebagai suatu metode yang dapat digunakan untuk mengubah realita masyarakat. Refleksivitas: kesadaran akan persepsi khusus. Refleksivitas Pertimbangan: membuat dan menjadikan sadar akan nilai pertimbangan yang dikemukakan. 7. 6. menetapkan perbedaan refleksi dan menetapkan tujuh tingkatan refleksi yang mungkin terjadi dalam masa kedewasaan. dan ia menyatakan adanya perbedaan tingkatan refleksi. è Mezirow berpendapat bahwa pendidikan sebagai suatu kekuatan pembebasan individu dari belenggu dominasi budaya penjajah. è Keinginan belajar terjadi sebagai akibat dari refleksi pengalaman. Selain itu. Refleksivitas Teoritis: kesadaran akan mengapa satu himpunan perspektif lebih atau kurang memadai untuk menjelaskan pengalaman personal. 5. dll. Refleksivitas Afektif: kesadaran akan bagaimana individu merasa tentang apa yang dirasakan.Gagasan ini memberikan kesempatan kepada orang dewasa untuk melakukan analisis kritis mengenali lingkungannya. ” . proses belajar serta hal-hal yang harus diperhatikan dan dapat mendukung kegiatan seorang dewasa dalam belajar yang berbeda dengan proses belajar pada anak-anak. tanggung jawab serta kemandirian menjadi hal mendasar yang harus ada dan membedakan proses belajar antara orang dewasa dengan anak-anak. arti dan perilaku 2. Refleksivitas Konseptual: menilai kememadaian konsep yang digunakan untuk pertimbangan. untuk memperdalam persepsi diri mereka dalam hubungannya dengan lingkungannya dan untuk membina kepercayaan terhadap kemampuan sendiri dalam hal kreativitas kapablitasnya untuk melakukan tindakan. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa andragogi merupakan “suatu pembahasan yang membahas mengenai bagaimana seorang dewasa belajar. 4. namun ia melihat kemerdekaan dari perspektif yang lebih bersifat psikologis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->