P. 1
Konflik dan Kekerasan

Konflik dan Kekerasan

|Views: 128|Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Anggraini Nur Prabowo on Dec 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2013

pdf

text

original

KONFLIK DAN KEKERASAN

DISUSUN OLEH: XI IPS 3 KELOMPOK 4: 1. Denada Puspacinta Y.S. 2. Anggraini Nur Prabowo 3. Bertha Kumalawati 4. Carinda Nabila Huda 5. Dessi Nur Isnaini (06) (10) (12) (13) (14)

PENGERTIAN KONFLIK
a. Menurut Berstain (1965) Konflik merupakan suatu pertentangan/ perbedaan yang tidak dapat di cegah. b. Menurut Drs. Ariyono Suyono Konflik adalah proses/ keadaan dimana 2 pihak berusaha menggagalkan tujuan masing-masing karena adanya perbedaan pendapat maupun nilai-nilai c. Menurut Dr. Robert M.Z Lawang Konflik itu adalah perjuangan untuk memperoleh, nilai, keuntungan, status, kekuasaan, dimana tujuan mereka untuk menundukkan saingannya. d. Menurut Soerjono Soekanto Konflik adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan cara menantang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan. e. Menurut James W. Vander Zanden Konflik adalah suatu pertentangan mengenai nilai atau tuntutan hak atas kekayaan, kekuasaan, status atau wilayah tempat piahak yang saling berhadapan bertujuan untuk menetralkan , merugikan, ataupun menyisihkan lawan mereka.

PENGERTIAN UMUM
 Konflik pada umumnya merupakan gejala sosial yang sering muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Konflik timbul karena adanya persaingan baik antar individu, individu-kelompok, maupun kelompok-kelompok.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB
a. Perbedaan Antar Individu Merupakan perbedaan yang menyangkut perasaan, pendirian, pendapat, atau ide yang berkaitan dengan harga diri, identitas, dan kebanggaan seseorang b. Perbedaan Kebudayaan Kepribadian seseorang dibentuk dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Tidak semua masyarakat mempunyai/memiliki nilai-nilai dan norma-norma sosial yang sama. Apa yang dianggap baik oleh suatu masyarakat belum tentu sama dengan masyarakat lain. c. Perbedaan Kepentingan Setiap individu maupun kelompok sering kali memiliki kepentingan yang berbeda dengan individu/kelompok lain.semua itu bergantung dari kebutuhan2 hidupnya. d. Perubahan-Perubahan Sosial Adanya perubahan-perubahan sosial yang terlalu cepat dalam masyarakat dapat menyebabkan timbulnya perubahan nilai2 dan norma2 juga menyebabkan perbedaan pendirian.

BENTUK-BENTUK KONFLIK

1. Menurut Bidang Kehidupan Yang Menjadi Sumber Konflik a. Konflik Ekonomi : Konflik 2 pihak/lebih utk memperebutkan sesuatu yg bersifat materi b. Konflik Sosial Budaya : Konflik yg inti permasalahannya menyangkut bidang2 sosial&budaya c. Konflik Hankam: Konflik antar negara dgn mengerahkan tentara negara utk memperebutkan wilayah kedaulatan. d. Konflik Politik : Aktivitas individu/kelompok utk memperoleh kekuasaan menjalankan kekuasaan & mempertahankan kekuasaan. e. Konflik Ideologi : Konflik vertikal & horizontal yg melibatkan 2 pihak/lebih dgn inti permasalahan adanya perbedaan ideology. 2. Berdasarkan Sifatnya a. Konflik Sosial Konstruktif : bersumber dari control social satu pihak dgn pihak lain. b. Konflik Sosial Destruktif : konflik social antara 2 pihak/lebih yg berakhir dgn kondisi2 sosial yg makin buruk 3. Berdasarkan Cara Pengelolaannya a. Konflik Pribadi : Konflik antara individu satu dgn individu lain. b. Konflik Antarindividu : Konflik antara 2 org/lebih yg mempunyai perbedaan utk menentukan & memilin suatu keputusan.

c. Konflik Kolektif : Melibatkan kelompok individu satu dgn kelompok individu lain. 4. Berdasarkan Posisi Pihak-Pihak Yang Terlibat a. Konflik Horizontal : Konflik antara 2 pihak/lebih yg sama-sama memiliki strata yg sejajar dlm 1 lingkungan kerja/antarlembaga. b. Konflik Vertikal : Konflik antara 2 pihak/lebih yg memiliki kedudukan tdk sejajar melainkan antara atasan & bawahan dlm suatu instansi. c. Konflik Diagonal : terjadi apabila konflik sudah merambah pada distribusi sumber dlm organisasi. 5. Konflik Keras Dan Konflik Lunak a. Konflik Lunak : sengaja digunakan untuk mencari solusi dari suatu masalah. b. Konflik Keras : konflik yg terjadi secara liar dan sulit dikontrol/dikendalikan. 6. Berdasarkan Sifat Pelakunya a. Konflik Terbuka : Konflik yg diketahui oleh semua pihak. b. Konflik Tertutup : Konflik yg hanya diketahui oleh orang-orang yg terlibat konflik.

DAMPAK-DAMPAK KONFLIK
A. Dampak positif 1. Merupakan jalan mengurangi ketegangan antar individu dan kelompok. 2. Merupakan jalan mengurangi pertentangan dalam masy 3. Menghidupkan norma-norma lama 4. Dapat menjadi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada di masyarakat. B. Dampak Negatif 1. Retak nya suatu kelompok 2. Perubahan kepribadian individu. 3. Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban. 4. Dominasi atau takhluknya salah satu pihak

TANDA-TANDA ADANYA KONFLIK
1. Demonstrasi : Sejumlah orang yang tanpa menggunakan kekerasan mengajukan diri mereka untuk mengajukan protes. 2. Kerusuhan : Sama dengan demonstrasi, hanya saja ada kekerasan fisik & tindakan anarkis. 3. Serangan Senjata : Dapat dilakukan oleh kelompok manapun. 4. Korban Jiwa : Korban & kerugian tidak hanya diderita oleh pihak yang berkonflik, tapi juga masyarakat sekitar.

MANFAAT KONFLIK 1. Konflik dapat meningkatkan solidaritas kelompok. 2. Konflik dapat berfungsi sebagai alat perubahan sosial.

MANAJEMEN KONFLIK

KONFLIK DAN KEKERASAN Dalam banyak definisi, ancaman dan kekerasan selalu dikaitkan dengan konflik. Kekerasan merupakan alat dari konflik untuk mencapai tujuan. Dapat juga diikatakan bahwa kekerasan merupakan proses akhir dari konflik.  Teori Kekerasan 1. Teori Faktor Individual : Perilaku kekerasan yg dilakukan oleh individu adalah agresivitas yg dilakukan oleh individu secara sendirian baik secara spontan maupun direncanakan dan yang dilakukan dengan individu lain. 2. Teori Faktor Kelompok : Identitas kelompok yang sering dijadikan alas an pemicu kekerasan adalah identitas rasial dan etnik. 3. Teori Dinamika Kelompok a. Teori Deprivasi Relatif b. Teori Kerusuhan Massa 4. Teori Alternatif : a. Teori Lingkungan Sosial : hal yg terpenting ketika terjadi kekerasan adalah kondisi lingkungan sosial tempat kerusuhan itu terjadi. b. Teori Individual : Kekerasan walaupun terjadi di tempat ramai dan melibatkan orang banyak, hanya dilakukan oleh orang tertentu saja. c. Teori Ideologi : Kekerasan yang sangat besar mungkin saja dilakukan oleh sekelompok kecil orang yang memiliki ideology yang berbeda.

DIMENSI KEKERASAN

a. Menurut bentuknya 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikologis b. Menurut Pengaruhnya 1. Kekerasan Positif 2. Kekerasan Negatif

c. Menurut Objeknya 1. Kekerasan Langsung 2. Kekerasan Tidak Langsung

d. Menurut Subjeknya 1. Kekerasan Personal 2. Kekerasan Struktural

e. Menurut Prosesnya 1. Kekerasan Yang Disengaja 2. Kekerasan Tidak Disengaja

f. Menurut Sifatnya 1. Kekerasan Terbuka 2. Kekerasan Tertutup

g. Menurut Tindakannya 1. Kekerasan Individual 2. Kekerasan Kolektif

PERBEDAAN KONFLIK DAN KEKERASAAN

KONFLIK 1. Proses diketahui oleh kedua belah pihak yg bertikai. 2. Tidak berniat menjatuhkan lawan 3. Cara penyelesaian dapat dilakukan dengan akomodasi dan peradilan 4. Terjadi dalam waktu yang relatif panjang 5. Bukan merupakan pelanggaran hukum semata-mata

KEKERASAN 1. Proses terkadang tidak diketahui oleh pihak yg lemah. 2. Ada niat mencelakakan pihak lain 3. Cara penyelesaian harus dilakukan melalui peradilan 4. Terjadi dalam waktu yang relatif singkat 5. Merupakan bentuk pelanggaran hukum

CARA PENGENDALIAN KONFLIK DAN KEKERASAN 1. Konversi : mengalahnya salah satu pihak dan menerima pendirian pihak lain. 2. Segregasi : upaya saling memisahkan diri atau saling menghindar di antara pihakpihak yg bertentangan dalam rangka mengurangi ketegangan. 3. Konsiliasi : usaha mempertemukan keinginan pihak ketiga dan mencapai perdamaian. 4. Diplasemen : usaha mengakhiri konflik dengan mengalihkan pada objek lain. 5. Stalemate : pertentangan yang berhenti dengan sendirinya dengan kekuatan yang sama

6. Kompromi : kedua pihak berusaha mencari penyelesaian dengan jalan masingmasing. 7. Integrasi : pendapat yang bertentangan didiskusikan hingga mencapai keputusan yg memuaskan bagi kedua pihak. 8. Gencatan senjata : menanggalkan permusuhan untuk waktu tertentu. 9. Arbitrasi : perselisihan dihentikan oleh pihak ketiga dan kedua pihak yang bertentangan telah menyetujuinya. 10. Adjudication: penyelesaianperkara ke pengadilan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->