P. 1
Gairah Adik Iparku

Gairah Adik Iparku

|Views: 1,734|Likes:
Published by tio_pdh
Ini kisah Pengalamanku bersama adik iparku yang cantik.dan kisah ini masih berlanjut sampai sa'at ini
Ini kisah Pengalamanku bersama adik iparku yang cantik.dan kisah ini masih berlanjut sampai sa'at ini

More info:

Published by: tio_pdh on Dec 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

GAIRAH ADIK IPARKU Aku adlah seorang pria yang mempunyai seorang istri dan 2 orang anak kedua

anak ku duduk dibanggku sekolah dasar dan istriku bekerja sebagai pegawai negri sed angkan aku bekerja sebagai karyawan swasta di lain kota dan aku hanya pulang sem ingu sekali, tapi kebetulan saat ini aku sedang cuti selama seminggu,aku memilik i sebuah rumah berukuran sedang yang kami tempati bersama istri dan anakku beser ta adik ipar yang baru satu bulan bercerai dengan suaminya,karena belum mempunya i rumah maka dia kami suruh tinggal bersama kami,ketimbang ngontrak,lagian aku j arang dirumah,adik ipaarku bekerja sebagai karyawan swasta dan saat ini dia baru berumur 22 tahun,masih muda memang dan parasnya cantik lebih cantik dari mbakny a (istriku),dengan tinggi semampai kulit kuning langsat dan rambut hitam lurus sebahu,namanya febi. Hari itu seperti biasa Istriku berangkat ke kantor pukul 7 pagi,sebelum ke kant or biasanya dia mengantar kedua putraku kesekolah,karena arah sekolah anakku mel ewati kantor adik iparku maka adik iparkupun ikut sekalian,karena aku sedang cut i jadi tinggalah aku sendirian dirumah,setelah mereka berangkat akupun masuk kem udian aku putar musik untuk menghilngkan kesunyian,terus akupun mandi,setelah se lesai mandi dan ganti baju akupun kembali ke ruang tengah minum kopi sambil deng erin lagu,tiba tiba terdengar suara mobil berhenti di depan rumah,ku fikir ada t amu akupun bergegas keluar,setelah ku lihat ternyata sebuah taksi dan dari dalam taksi tersebut keluar seorang wanita dan ternyata adik iparku,setelah membayar ongkos taksinya diapun berjalan menuju kerumah smbil memegangi kepalanya,akupun langsung membukakan pintu,kulihat mukanya agak pucat,aku langsung bertanya kenap a feb ?,nggak enak badan bang kepalaku pusing jawabnya,masuk angin mungkin,mau d iantar ke dokter ?, tanyaku lagi,diapun menjawab singkat,nggak usah bang,Cuma p using sedkit aja kok,ya udah kalau begitu kamu istirahat aja dikamar,iya bang ka tanya lagi,dan diapun masuk kekamar,dan akupun ikut masuk kekamarnya,ku suruh di a berbaring di tempat tidur,kemudian kutawari dia,saya buatkan teh hangat ya,iya bang makasih bang katanya,akupun segera membuat secangkir teh hangat,kemudian k uambil obat sakit kepala,dan akupun kembali masuk ke kamar adik iparku,ini teh h angatnya dan ini obat sakit kepala,segera diminum biar cepat sembuh,nih,akupun m engankat kepalanya dan memasukn obat ke mulutnya lalu kuberi minum teh yang baru kubuat tadi,karena kulihat dia sangat lemas maka kupijit kepalanya diapun diam saja,setelah itu akupun memijit tanganya,aku pandangi wajahnya akupun begumam d alam hati “alankah catiknya adik iparku ini,dengan bedak tipis,baunya wangi,dan bi bir yang dipoles lipstik lip glos,sehingga bibirnya seperti kelihatan basah,alan gkah nikmatnya bila aku bisa mengecup bibir itu,hayalku”setelah beberapa lama,kupa ndangi diapun masih memejamkan mata,kemudian dia membuka sedikit matnya,dan akup un langsung bertanya, gimana feb agak mendingan ?,”iya bang makasih ya..”katanya,ke mudain akupun beralih memijat kakinya,kupandangi kakinya,karena dia mengenakan r ok setengah paha,maka pahanyapun sedikit keliahatan,pahanya mulus tanpa cacat se dikitpun,akupun hanya dapat menyuri pandang sambil sesekali menelan ludah,karena saking mulusya paha febi,gak tau kenapa tiba-tiba dia tersentak,aauw..,sakit ba ng,pelan pelan aja mijitnya,ohh,sorry,sorry kataku,akupun kembali melanjutkan pi jatan dikakinya dengan pelan,dan tetap sesekali mataku nakal melirik ke bagian p ahanya,kali ini aku semakin terbelalak,karena kini aku malah dapat melihat celan a dalamnya,munkin saat dia tersentak tadi rok nya sedikit tersingkap keatas,aku semakin sering melirik ka arah CD nya yang berwarna putih dan membumbung,setiap pandanganku kearah sana,darahku semakin deras mengalir,dan akupun kembali ,berkh ayal,pasti sangat indah apa yang tersembunyi dibalik CD itu,andaikan aku dipepeb olehkan,akan ku jilat bahkan akan ku lumat barang febi sampai puas,ohh..,pasti s angat nikmat rasanya,saat aku masih tertegun,aku kaget bukan kepalang karena feb i menegurku,lagi ngeliatin apa hayoo..,katanya,dalam keadaan kaget akupun menjaw ab sekenanya,nggak, nggak ngeliatin apa2 kok,jangan bohong aku tau kok, abang da ri tadi ngeliatin CD ku,karena dari tadi aku selalu ngawasin tingkah abang,katan ya lagi sambil tersenyum,mukaku langsung pucat,astaga ternyata febi tau kenakala nku,aku hanya bisa terdiam malu,kemudian febipun bangkit dari tidurnya,wah gawat munkin dia mau menamparku karena kenakalanku fikirku,akupun pasrah,tetapi terny ata berbeda dengan fikiranku,dia malah bertanya,abang pengen ya..?,sambil tersen yum,pengen apa..?,jawabku ,yang tadi abang pandangin teruss,sambil matanya melir

ik kearah itunya,aku hanya diam,habis mau bilang iya,takut febi Cuma memancing-m ancing,mau bilang enggak,aku sangat menginginkanya,kenapa diam bang ?, takut aku lapor ke mbak..?,ya nggak munkinlah bang katanya,abang pengen kan..?,akupun ngg ak menjawab,lalu diraihnya tanganku dan ditariknya,langsung dia arahkan dan dia gosokkan ke CD nya, matanya tetap memandang kearahku,dan aku pandangi wajahnya, dia tersenyum lalu menganguk,seakan ingin meyakinkan aku bahwa dia sungguh sungg uh,dan dia berhasil membuatku yakin bahwa febi bukan sedang memencing-mancing,ma ka akupun segera meremas lembut kemaluan febi yang masih terbungkus CD,ku elus,s esekali kuremas,dan kulihat febi mndongak sambil matanya terpejam, sesekali terd engar suara mendesis dari bibirnya karena,kenikmatan,kupandangi wajahnya sambil tangan kananku tetap mengusap-usap kemaluanya,lalu kutarik dagunya kearahku,begi tu mukanya persis dihadapanku,langsung kulumat bibirnya,begitu lembut dan nikmat bukan kepalang rasanya,lama aku menikmati bibirnya,seakan tak ingin kulepaskan, rasanya ingin ku telan bibir itu saking nikmatnya,lalu kubaringkan dia dan ku ke cup lehernya dengan liar,ahhh…,ennakk,bang rintihnya,sambil menggelijang,tanganku tetap mengelus kemaluanya dan terasa ,celana dalamnya sudah basah oleh lender,la lu kumasukkan tanganku ke dalam celananya,ku elus dengan lembut,klitorisnya,dan bibirku terus liar mnjilati lehernya sesekali berhenti beberapa saat di bibirnya ,kemaluan febi semakin basah,kurasakan,dia terus merintih,ahhh…,abaaang ,enak bang eeet..,terruusss bang,abang nakkalll,dia terus bergumam sambil tanganya meremes remas rambutku,lalu kuturunkan celana dalmnya sampai ke lutut,dan diapun mengert i dia bantu dengan kakinya melepaskan celana dalamnya,kini tanganku semakin lelu asa,meremas kemaluanya mengelus paha mulusya dan sesekali kumasukan jariku kedal am kemaluan febi,ahhh,akkku,audah nggak kuaaat bang, rintihnya,aku tidak memperd ulikan rintihanya,aku terus,mengecupi leher dn bibirnya,aku nggk mau kenimatan i ni berlalu dengan cepat,kunikmati sepuas puasnya,kemudian aku,abngkit sambil dud uk kupandangi wajahya,matanya mulai sayu,lalu ku buka kancing bajunya satu persa tu,dia diam saja asmbil memandangiku, setelah terbuka semua kancingnya kusibakan baju kemejanya,kuangkat behanya sedikit keatas,akupun berdecak kagum melihat pe mandangan di depan mataku,dua gunung,yang nggak terlalu besar,ukuran 34,tapi ken yal dengan puting coklat kemerahan mencuat kaatas,aku tak kuasa memandangi dua g unung itu,maka segera kutundukan kepalaku kulumat dengn liar kedua gunung itu si lih berganti,tapi aku masih seikit terganggu dengan BH nya,maka ku angkat lehern ya dengan tangan kiriku,dan kubbuka kemejanya dan BH nya sekarang terpapar didep anku tubuh mulus nan indah,ku pandangi dari ajung rambut sampai ujung kaki untuk beberapa saat,akupun bergeser kebawah danku lepaskan pula rok yang masih menemp el,ditubuhnya,sekarang tak satu helai benangpun yang mengganggu pandnganku,selur uh pembungkus tubuh febi telah kulepaskan,dan akupun kembali menikmati indahnya tubuh febi,kembali kulumat bibirnya,kemudian dengan liar kukecup lehernya,febi k embali mngelinjang ,tanganku kembali meraba raba dan memainkan kemaluanya,dan ke cupanku semakin liar menjalari seluh tubunya terkedang berhenti beberapa saat,di puting susunya,kujilati,kukecup dengan lahapnya,febipun semakin mengelinjang,ab baang,nikmaaaat,ahhhhh,febi terus bergumam,apalagi saat bibirku mngecup kemaluna ya,kujilati kemaluanya,yang dari tadi sudh basah,oleh lendir,ahhhh,abaang aku be ner bener udah g kuat bang,please. Pintanya seperti memelas,akupun berhenti seje nak,kulepaskan seluruh pakaianku kini kami berdua sudah sama-sama bugil,lalu ku arahkan kemaluanku ke mukanya dan mukaku kea rah kemaluan febi,febipun mengerti langsung dia raih kemaluanku dan di jilati lalu damasukanya kmaluanku kedalam m ulutnya dengan lahap,akupun langssung mendesis,ahhh..,febi enaaak sayang,febi te rus dengan lahapnya mengulum kemaluanku,dan akupun kembali menjilati kemaluan fe bi,serta paha mulusnya,cukup lama kami berdua saling menjilati kmaluan,dan sakin g nikmatnya spermaku uadah mau keluar,maka segera kutarik kemaluanku dari mulut nya dan aku berbalik arah,kudekap tubunya dan tangan kananku merems remas puyuda ranya,sedangkan tangan kiriku nembelai rambutnya,kupandangi wajahnya ku elus bib irnya dengan jempol tanganku sementara tangan febi mengelus elus pipiku,dengan p andangan sayu febi bekata pelan,”ayo bang masukanlah punya abang aku udah gak taha n ingin merasakan punya abang”,”sabar sayang aku gak mau ini cepat belalu,akupun sam a sayang,malah barusan hamper saja aku keluar,makanya segera kutarik punyaku dar i mulutmu,kalo ngak sudah muncrat didalam mulutmu,habis mulutmu enak banget biki n aku g kuat menahanya,bisikku,febi pun tersenyum medengarnya,kami tetap berpand

angan lalu kuucapkan kata “Febi sayang…,hmm,jawabnya,singkat,kamu cantik sekali feb, febipun kembali tersenyum,lalu kuraih dagunya ,kukecup bibirnya dengan lembut,ta nganku kembali meremas payudaranya,ku kecup pipinya,dagunya,akupun kembali liar mengecupi lehernya ,lalu payudaranya sampai ketiaknyapun tak luput dari kecupank u,febi kembali menggelinjang,sambil terus bergumam,ahhhh,ihhhh,teruss bang puask anlah nafsu abang,saat ini seluruh tubuhku milik abang,ahhh…,abanng,enak sekali b ang,aku terus saja liar mengecupi tubuh febi ,naik turun,ke bibirnya,lehernya,pu ndaknya,Payudaranya,silih berganti,sementara tanganku sibuk memainkan kemaluanyy a sesekali berpindah meremas payudaranya,febi mengelinjang smakin hebat,febipun sangat bergairah,dia tarik kepalaku,dan dilumatnya bibirku dengan rakusnya,diam ainkanya lidahnya di lalam mulutku ,kemudian leherkupun dikecupinya,dia sudah sa ngat bernafsu,dengus nafasnya menghembus ke mukaku,tercium aroma nafas yang khas ,aroma nafsu yg lagi membara,kemudian febi berbisik dengan suara gemetar,bang pl ease masukin bang,sumpah aku nggak kuat lagi,aku takut nanti keluar sebelum pun ya abang dimasukin,aku ingin menyirami punya abang dengan spermaku bang,dia meme las sambil menatapku,iya sayang,kukecup bibirnya,kemudian kuarahkan punyaku ka k emaluanya,lalu kudorong dan langsung kemaluanku melesat kedalam vagina febi ,feb i langsung berteriak,aauuuuw nikmaat..,,didekapnya tubuhku erat2,dan kakinya dil ingkarkan sehingga menjepit kedua kakiku,sementara bibirnya langsung menyambar b ibirku,dilumatnya bibirku,aku tak dapat bergerak,untuk beberapa saat,kemaluanku terasa hangat berada di liang kemaluan febi,perlahan dlongarkanya jepitan kakiny a,seolah member isyarat agar aku menggoyangkan pingulku,akupun segera menggoyank an pingulku,sementara febi tetap melumat bibirku dengan rakusya,akupun demikian kulumat bibirnya kamipun saling melumat bibir,hanya terdengar suara2 halus dari kami berdua hmmh,hmmh,eeeng h ,disertai dengusan nafas,sambil aku terus mengoyan kan pinggulku naik turun,kemudian febi nedorong tubuhku kesamping lalu dia tindi h tubuhku tanpa melepaskan pagutanya di bibirku,kemudian dia menggoyangkan pingg ulnya,kemudian dengan liar febi mengecup leherku,telingaku,bibirku,seakan balas dendam terhadap perlaukuanku tadi terhadap bibir dan lehernya,akupuna hanya bias a mengerang keenakan deserang febi bertubi tubi,owww,nimatnya sayang terus sayan g ,kecup terus sayang ahhh…,febipun semakin liar seluruh leher dan wajahku tak lu put dari kecupanya kemudian dia bankit kedua tanganya diletakan didadaku dan dia terus menggoyangkan pinggulnya,gimana enak bang katanya sambil tersenyum nakal, enak banget feb,vaginamu serasa menjepit dan menarik narik punyaku,kupandangi wa jahnya rambutnyan terurai,payudaranya bergoyang goyang,kuraih payudaranya dan k u remas remas,tubuh febi mulai berkeringat akupun demikian,febi menggoyangkan pi nggulnya semakin kencang dan semakin nikmat kurasakan vaginanya,ohhh febi sayan g betapa nikmattnya vaginamu,sama bang punya abang nikmat sekali menusuk nusuk p unyaku,abaaang ohhh ennaak bang,iya feb terus feb teruus goyang feb, aku udah ga k kuat feb,lantas kutarik tubuhnya dan kudorong kesamping sekarang aku mengambil posisi diatas,kukecup bibirnya sejenak,kemudian aku bangkit ku angkat kedua kak inya dan kuletakkan di di kedua lenganku kudorong kemaluanku maju mundur,febipun merintih keenakan ohhh abang enaak bang terus bang hujamkan punya abag sedalam dalamnya bang ahhhh,tanganya meremas remas seprai ,matanya terpepejem pejam,samb il terus bergumam,ohhh anak sekali bang jangan berhenti bang terus bang ahhh,aku pun terus menggoyangkan pinggulku semakin keras,sehngga mengeluarkan suara pok-p ok-pok,kulihat febi mengelinjang gak karuan,kemudian dia menatapku dengan sayu,d an berkata abang aku udah mau keluar kubalas tatapan matanya,sembil terus memasu k keluarkan punyaku di kemaluan febi, sama sayang aku juga udah mau keluar,kita keluarkan sama2 ya sayang,febipun menganguk,kami saling bertatapan seolah membe r isyarat ayolah sayang,kuhujamkan kemaluanku semakin kuat,febi semakin menikmat i hujaman kemaluanku,dan akhirnya,abang akkku udah gak kuat laggi…,akkku udah mau keluar,sammmaa sayang ..,akkupun mau keluaar,ayyo sayang kita keluarin,tak lama berselang febipun merintih “akkku keluaaaar…,sama febi sayaaaa.ng ahhhh..,,maka dari kemaluanku dan dari vagina febi mnyembur sperma bersamaan,akhirnya aku terkula i lemas diatas tubuh febi febi mendekap erat tubuhku,lama aku berada diatas tubu h febi sementara kemaluanku masih menancap di vagina febi,kami terdiam hanya den gusan nafas aku dan febi terdengar,lalu aku cabut kemalunku dari vagina febi,feb i sempat menjerit saat kemaluanku keluar dari vaginanya,ahhh…,lalu aku berguling k esamping dan terlentang di sebelah febi,kemudin febi memelukku lalu tanganya me

gelus elus dadaku,dan dikecupnya pipiku,sembari berkata,terima kasih bang,untuk apa jawabku,hari ini aku benar2 puas,abang memang jantan bisiknya,kumiringkan ba danku dan kutatap wajahnya sambil ku elus pipinya,sama sayang akupun sangat puas ,tubuhmu sangat menggairahkan,punyamu sangat nikmat feb,febipun tersenyum,lain waktu aku minta lagi ya sayang pintaku,febi mengangguk,dan berkata,kapanpun aban g mau aku selalu siap untuk abang,akupun bahagia mendengar ucapanya,lalu ku kecu p keningnya kemudian ku kecup pula lagi bibir indahnya dengan penuh perasaan lal u kukenakan pakaianku dan melngkah keluar dari kamarnya,sementara febi masih ter baring di tempat tidur dalam keadaan telanjang. tio...The End...bks

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->