PSIKOLOGI KEPRIBADIAN

Drs. M.Pd.

Kuntjojo,

PENDIDIKAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2009

Kata Pengantar
Puji syukur tiada tara penulis panjatkan pada Yang Maha Pengasih karena telah memberikan kemampuan dan waktu kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan diktat Psikologi Kepribadian ini. Penulis berharap diktat ini dapat dimanfaatkan untuk salah sumber belajar bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling. Apa yang disajikan dalam diktat ini hanyalah merupakan garis besar materi kuliah. Untuk memperluas dan memperdalam wawasan dalam bidang ini diharapkan hahasiswa membaca berbagai refensi yang relevan, terutama yang buku-buku dijadikan acuan dalam penulisan diktat ini. Penulis menyadari bahwa banyak kelemahan yang terdapat pada diktat ini, baik yang menyangkut isi, pengungkapan, maupun sistematika penulisan. Untuk itu saran serta kritik yang konstruktif senantiasa penulis harapkan.

Kediri, Oktober 2009

Penulis

Psikologi Kepribadian

Daftar Isi
Kata Pengantar .............................................................................................. ii Daftar Isi ........................................................................................................ iii Daftar Tabel, Bagan, dan Gambar ................................................................ iv BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Psikologi Kepribadian dalam Sistematika Psikologi................... 1 . Sasaran-sasaran Psikologi Kepribadian ................................... B 1 . Urgensi Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan .................... C 2 BAB II KONSEP-KONSEP DASAR EPRIBADIAN ..................................... 4 A. Pengertian Kepribadian ............................................................. 4 B. Konsep-konsep yang Berhubungan dengan Kepribadian ....... 6 C. Usaha-usaha untuk Mempelajari Kepribadian .......................... 6 BAB III TIPOLOGI ....................................................................................... 8 A. Pengertian ................................................................... Tipologi B. Macam-macam Tipologi ........................................................... 8 BAB IV TEORI KEPRIBADIAN .................................................................... A. Pengertian Teori Kepribadian ................................................... 18 Fungsi Teori Kepribadian ......................................................... 18 B. C. Dimensi-dimensi Teori Kepribadian .......................................... 18 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepribadian ........................ D. 19 Anggapan-anggapan Dasar tentang Manusia .......................... E. 22 Klasifikasi Teori Kepribadian .................................................... F. 25 BAB V KEPRIBADIAN MENURUT PARADIGMA PSIKODINAMIKA ........ A. Pendahuluan ............................................................................ 26 B. Teori ................................................................... Psikoanalisis C. Teori Psikologi Individual .......................................................... 32 Teori Psikologi Analitis ............................................................. D. 34

Halaman Judul .................................................................................................... i

8

18

26 26

BAB VI KEPRIBADIAN MENURUT PARADIGMA BEHAVIORISTIK ......... 38 A. Pendahuluan ............................................................................ 38 B. Teori Kepribadian Skinner ........................................................ 38 BAB VII KEPRIBADIAN MENURUT PSIKOLOGI HUMANISTIK ................ 41 A. Pendahuluan ............................................................................ 41 B. Pokok-pokok Teori Abraham Maslow ........................................ 41 C. Pokok-pokok Teori Carl Rogers ................................................ 43 Daftar Pustaka ............................................................................................... 46

Psikologi Kepribadian

Daftar Tabel, Bagan, dan Gambar
Tabel
Tabel 10 Tabel 14 Tabel 17 Tabel 27 I Tipologi Hippocrates Galenus ............................................. II Ikhtisar Tipologi Heymans ................................................... III Tipologi atas Dasar Nilai-nilai Kebudayaan ........................ IV Struktur Kepribadian ...........................................................

Bagan
Bagan 30 1 Mekanisme Perpindahan Enerji .........................................

Gambar
Gambar 1 Kubus Heymans ................................................................ 15 Gambar 2 Piramuda Kebutuhan Manusia .......................................... 43

Psikologi Kepribadian

yang ditandai Aliran-aliran psikologi lahir karena adanya pemahaman dan keyakinan yang berkembang dalam bidang psikologi diantaranya : strukturalisme. 1991 : 4). psikologi psikologi kesehatan. dst. Psikologi kepribadian merupakan pengetahuan ilmiah. psikologi. Setelah itu psikologi mengalami perkembangan yang pesat. yaitu : pertama. Psikologi Kepribadian dalam Sistematika Psikologi ketika Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium psikologi di Leipzig.Bab 1 A. Penggunaan kepribadian bisa mencapai sasarannya. Sedangkan cabang-cabang psikologi berkembang sebagai Cabang-cabang psikologi diantaranya : psikologi perkembangan. dst. memperoleh . Sebagai dan metoda-metoda yang terbuka bagi pengujian empiris. Jerman. memberikan sumbangan yang berharga bagi pemahaman membedakan psikologi kepribadian dengan cabang-cabang lainnya adalah yang terdapat dalam bidang-bidang psikologi lain tersebut. psikologi olah raga. humanistik. Dalam bidang luas seperti psikologi kepribadian (Koeswara.

6. juga melalui perubahan lingkungan psikologis sedemikian rupa agar individu-individu itu mampu mengembangkan segenap potensi yang dimiliki secara optimal (Koeswara. acuan dalam pengembangan berbagai potensi peserta didik. Interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan merupakan interaksi di mana pihak pendidik berusaha mempengaruhi peserta didik agar peserta didik dapat berkembangan secara optimal. mendorong individuindividu agar bisa hidup secara penuh dan memuaskan (Koeswara. baik tentang dirinya sendiri (self understanding) maupun orang lain. mempermudah dalam mengenal karakteristik peserta didik. pemahaman mengenai perilaku manusia melalui psikologi kepribadian merupakan kebutuhan yang tidak disa diabaikan. Dalam profesi bimbingan dan konseling.1991: 4). 2. diantaranya adalah pemahaman mengenai perilaku manusia. akan sulit mewujudkan interaksi edukatif. Untuk mewujudkan keinginan tersebut pendidik harus membekali dirinya dengan seperangkat persyaratan. latihan dan belajar yang efektif. 5. acuan dalam membimbing peserta didik ke arah kedewaan. khususnya di sekolah. 4.informasi mengenai tingkah laku manusia dan kedua. 1991 : 4-5). 3. Pemahaman kepribadian diperlukan oleh pendidik atau konselor untuk : 1. acuan dalam mengambil tindakan preventif. menghindari terjadinya konflik antara guru / konselor dengan peserta didik / klien. Pengetahuan mengenai perilaku individu-individu beserta faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan terapan atau praktik seperti psikoterapi dan programprogram bimbingan. Usaha untuk memperoleh pemahaman mengenai perilaku manusia bukan hanya dimaksudkan untuk melampiaskan hasrat ingin tahu saja tetapi juga diharapkan bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup manusia. Psikologi Kepribadian . khususnya peserta didik (understanding the other). acuan dalam mengembangkan kepribadiannya agar mengarah ke kepribadian pendidik atau konselor ideal. Tanpa disertai dengan pema-haman yang baik tentang perilaku manusia atau tepatnya kepribadian.

. dan bagaimana tingkah laku manusia. . menembu berkenaan dengan salah satu atribut yang dipakai olehs para pemain diperkuat dengan gerak-gerik dan apa yang diucapkan. W “What a Tetapi definisi tersebut oleh Allport dipandang tidak 240) Definisi yang kemudian dirumuskan oleh Allport adalah: those psychophysical unique systems that determine his (Singgih Dirgagunarso. Dengan demikian akan dijumpai banyak variasi definisi ahli yang definisinya dapat dipakai acuan dalam mempelajari kepribadian. semua berarti topeng. Dan sekarang ini istilah personality oleh para ahli dipakai untuk apa. yang Banyak ahli yang telah merumuskan definisi kepribadian berdasarkan kembangkan.Bab 2 A. karakter dari tokoh dipahami oleh para penonton. 1998 : 11). GORDON ALLPORT W. kemudian diartikan sebagai pemaiannya sendiri. yaitu topeng personare. mengapa. Pengertian Kepribadian Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan Istilah ini berasal dari bahasa Yunani.

. rohani. emosional maupun yang sosial. Psikologi Kepribadian . sifat. Pola ini terwujud dalam menjadi manusia tingkah Berdasarkan definisi dari Allport. sikap. Kretch dan Crutchfield.J. his attemps at adaption to his continually changing environment. • Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan lingkungannya yang mengalami perubahan secara terus-menerus. baik yang perbuatan jasmani. dst. menyatakan sebagai berikut. and is modified by. dkk. cita-cita. Crutchfield (1969) dalam bukunya D yang berjudul Elelemnts of Psychology merumuskan definsi kepribadian sebagai berikut : “Personality is the integration of all of an individual’s characteristics into a unique organization that determines.” adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke (Kepribadian dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan. “Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan. dan yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus) b. dalam bukunya yang berjudul Tantangan Membina Kepribadian (1989 : 10). usahanya dalam sebagaimana dikehendakinya” .Pendapat Allport di atas bila diterjemahkan menjadi : Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. minat. KREC dan CRUTCHFIEL H David Krech DAN Richard S. dst. b. dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik. seperti : bentuk tubuh. kesehatan jasmani. S.J. dkk Adolf Heuken S. serta aspek fisik. serta Heuken dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai berikut. serta kebiasaan seseorang. pengaruh lakunya. • Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks. seperti : inteligensi. ini telah ditatanya dalam caranya yang khas di bawah beraneka dari luar. Semuanya mental. yang terdiri dari aspek psikis. ADOLF HEUKEN.

Traits (sifat-sifat). namun dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas. Ada beberapa pengetahuan yang menjelaskan kepribadian secara spekulatif. mirip dengan sifat. merupakan respon yang sama dan cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula. Usaha-usaha Mempelajari Kepribadian Usaha-usaha untuk mengerti perilaku atau menyingkap kepribadian manu-sia sudah lama dilakukan dimulai dengan cara yang paling sederhana. Konsep-konsep yang berhubungan dengan kepribadian adalah (Alwisol. yang tergolong pendekatan nonilmiah. seperti karakter. baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit. Konsep-konsep yang berhubungan dengan Kepribadian Ada beberapa konsep yang berhubungan erat dengan kepribadian bahkan kadang-kadang disamakan dengan kepribadian.• Kepribadian bersifat dinamis. Temperament (temperamen). dalam arti kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. 2. Habit (kebiasaan). sifat-sifat. artinya selalu mengalami perubahan. dst. yaitu kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologis atau fisiologis. 4. • Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh individu . Konsep-konsep di atas sebenarnya merupakan aspek-aspek atau komponen-komponen kepribadian karena pembicaraan mengenai kepribadian senantiasa mencakup apa saja yang ada di dalamnya. Type attribute (ciri). tetapi dalam perubahan tersebut terdapat pola-pola yang bersifat tetap. berlangsung dalam kurun waktu (relatif) lama. 3. Interaksi antara berbagai aspek tersebut kemudian terwujud sebagai kepribadian. yaitu respon yang senada atau sama terhadap sekolopok stimuli yang mirip. yaitu penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (banar-salah. 2005 : 8-9) : 1. sampai dengan cara-cara modern atau pendekatan ilmiah. Dari cara-cara yang sangat sederhana lahirlah pengetahuanpengetahuan yang bersifat spekulatif. B. 5. Character (karakter). Pengetahuan seperti ini disebut Psikologi Kepribadian . C.

4. 3. 2005: 7-8). adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepriba-dian atas dasar keadaan wajah. Cara mempelajari kepribadian yang dipandang lebih maju (Sumadi Suryabrata. pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar keadaan kuku. 1. 6. adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar dominasi benda-benda angkasa terhadap apa yang sedang sedang terjadi di alam. Psikologi Kepribadian . 2. Grafologi . Sedangkan usaha mempelajari kepribadian dengan pendekatan ilmiah menghasilkan bermacam-macam teori kepribadian. Phisiognomi . 2005 : 11) menghasilkan bermacam-macam tipologi. merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepri-badian berdasarkan keadaan tengkorak. termasuk waktu kelahiran seseorang. 5. Astrologi . Yang termasuk ilmu-ilmu semu antara lain sebagai berikut (Sumadi Suryabrata. Chirologi . yaitu pengetahuan yang berusaha mempelajari kepribadian manusia berdasarkan gurat-gurat tangan. Onychology . Phrenologi .juga ilmu semu (pseudo science). merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepri-badian atas dasar tulisan tangan.

pengaruh dominant B.TIPOLOGI Telah dipaparkan pada bab II bahwa usaha-usaha untuk memahami dan pengetahuan yang disebut tipologi. diantaranya : Hippocrates dan Gelenus. yaitu : chole b. dan De Giovani. dts. misalnya karakteristik fisik.. sifat basah dimiliki oleh atau empedu hitam. Macam-macam tipologi. Tipologi Hippocates Gallenus Hippocates. . (kering). Viola. Tipologi adalah pengetahuan yang faktor-faktor tertentu. Hippocrates menyatakan bahwa bahwa di dalam tubuh setiap orang alam. Sigaud. psikis. konstitusi. darah. Tipologi konstitusi merupakan tipologi yang dikembangkan atas dasar konstitusi adalah bahwa keadaan tubuh. Hippocrates (460-370 Sm) terpengaruh oleh pandangan unsur dasar yaitu : (panas). baik yang tampak berupa bentuk kelenjar-kelenjar. (basah (dingin). menentuan ciri pribadi seseorang.

2005: 13).1 TIPOLOGI GALENUS CAIRAN TUBUH YANG DOMINAN HIPPOCRATES PRINSIP TIPE SIFAT-SIFAT KHAS Chole Tegangan Choleris • Penuh semangat • Optimisti •s Emosional • Keras hati Melanchole Penegaran (rigidity ) Melancholi s • Pemuram • Daya juang lemah • Mudah kecewa • pesimisti s Psikologi Kepribadian . Dominasi salah satu cairan terhadap cairan yang lain mengakibatkan sifat-sifat kejiwaan yang khas. Sifat-sifat kejiwaan yang khas ada pada seseorang sebagai akibat dominannya salah satu cairan tubuh tersebut oleh Galenus disebutnya temperamen (Sumadi Suryabrata (2005 : 12). dan sifat panas dimiliki oleh phlegma atau lendir. Selanjutnya Galenus menyatakan bahwa cairan-carairan tersebut berada dalam tubuh manusia dalam proporsi tertentu.199 sM ) sependapat dengan Hippocrates. Menurut Hippocrates. Pandangan Hippocrates yang kemudian dilengkapi oleh Galenus selanjutnya disebut tipologi Hippocrates Galenus dapat disajikan secara ringkas pada tabel berikut (Sumadi Suryabrata. Galenus ( 129. sifat dingin terdapat pada d. bahwa di dalam tubuh setiap orang terdapat 4 macam cairan tersebut. keempat jenis cairan ini ada dalam tubuh dengan proporsi yang tidak selalu sama antara individu satu dengan lainnya. Dominasi salah satu cairan tersebut yang menyebabkan timbulnya ciri-ciri khas pada setiap orang. sanguis atau darah. TABEL 3.c.

pernafasan. 2) Tipe yaitu bentuk tubuh yang ukuran Macrosplanchnis. sehingga yang bersangkutan kelihatan pendek. mendatarnya lebih dari pada perbandingan biasa. yaitu bentuk tubuh yang ukuran menegaknya lebih dari pada perbandingan biasa. 3) Tipe . sehingga tubuh kelihatan menegak dan selaras pula. yaitu : motorik. Atas dasar aspek tersebut Viola mengemukakan tiga golongan atau tipe bentuk tubuh manusia (Sumadi Suryabrata. seorang ahli psikologi dari Perancis. Tipologi Sigaud Sigaud. 200518). penecernaan. seorang ahli dari Italia. mengemukakan tipologi yang didasarkan pada bentuk tubuh sebagaimana telah dilakuakn penelitian oleh De Giovani. yaitu bentuk tubuh yang ukuran Normosplanchnis mendatarnya selaras. c. dengan cirri khas : tubuh Psikologi Kepribadian . Dominasi salah satu fungsi tubuhtersebut menentukan tipe kepribadian. dan susunan saraf sentral. yaitu : 1) Tipe muskulerdimiliki oleh orang fungsi motoriknya paling menonjol Tipe ini disbanding fungsi tubuh yang lain. yaitu : 1)_Tipe Microsplanchnis . menyusun tipologi manusia berdasarkan 4 macam fungsi tubuh. sehingga yang bersangkutan kelihatan jangkung. Atas dasar pandangan di ataskemudian Sigaud menggolongkan manusia menjadi 4 tipe. Tipologi Viola Viola.Phlegma Plastisita s Phlegmati s • Berpenampilan • tenang Berpendirian • kuat Setia • Tidak emosional • Bersemangat • Ramah • Mudah pendirian Sanguis Ekspansivita s Sanguinis berubah b.

Psikologi Kepribadian . Dengan demikian maka ada 3 tipe manusia berdasarkan bentuk tubuhnya. lapisan endoderm. dan ectoderm. maka bagian-bagian tubuh yang berasal dari mesoderm relatif berkembang lebih baik. yaitu : 1) Tipe endomorph. serta kaki dan tangan kecil. Menurut Sheldon dominasi dari dari salah satu lapisan tersebut akan menyebabkan kekhasan terhadap bentuk tubuh. dan jantung dominan. Tipologi Sheldon Sheldon berpendapat bahwa ada tiga komponen jasmaniah yang mempengaruhi bentuk tubuh manusia. Bentuk tubuh tipe mesomorph kelihatan kokok dan keras. pembuluh darah. mesoderm. gemuk. 2) Tipe respiratoris Tipe ini ada pada orang yang memiliki fungsi pernafasan yang kuatdengan cirri-ciri : muka lebar serta thorax dan leher besar. daun telinga lebar. 2) Tipe mesomorph Tipe mesomorph terbentuk oleh karena komponen mesomorphy yang lebih dominan dari koponen lainnya. mata bersinar. ditandai oleh : alat-alat dalam dan seluruh sistem digestif memegang peran penting. rahang serta pinggang besar. mesimorphy. thorax pendek dan besar. otott-otot berkembangan dengan baik. dan ectomorphy. yaitu : endomorphy. Bentuk tubuh tipe ini kelihatan lembut. c. Tipe endomorph merupakan tipe yang disebabkan oleh dominannya komponen endomorphy terhadap dua komponen lainnya. 3) Tipe digestif Tipe digestif terdapat pada orang yang memiliki fungsi pencernaan yang kuat dengan cirri-ciri : mata kecil.kokoh. berat badan relatif rendah. yang ditandai dengan otot-otot. Istilah-istilah tersebut oleh Sheldon dikembangkan dari istilah yang berhubungan dengan terbentuknya foetus manusia. dan organ-oragan tubuh berkembang secara selaras. 4) Tipe cerebral Tipe keempat dari tipologi Sigaud ada pada orang yang memiliki susunan saraf sentral yang kuat disbanding fungsi tubuh lainnya dengan cirri-ciri : dahi menonjol ke depan dengan rambut ditengah.

yaitu : (1) emosionalitas . a. 3) Tipe manusia yang dikuasai oleh hasratnya. Tipologi Heymans. b. (2) proses pengiring . Dasar pemikiran yang dipakai para tokoh yang mengembangkan tipologi temperamen adalah bahwa berbagai aspek kejiwaan seseorang seperti : emosi. mudah tidaknya perasaan terpengaruh oleh kesankesan. Tipologi Temperamen Tipologi temperamen merupakan tipologi yang disusun berdasarkan karakteristik segi kejiwaan. kemauan. dan otot-otot tidak berkembang. Tipologi Heymans Heymans menyatakan bahwa manusia memiliki tipe kepribadian yang bermacam-macam. dst. lemah. Psikologi Kepribadian . kemauan. 2. dst. Atas dasar hal ini Plato menggolongan manusia ke dalam 3 tipe yaitu sebagai berikut. Tipologi Plato Menurut Plato kemampuan jiwa manusia terdiri dari 3 macam. 1) Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh pikirannya. yang sesuai untuk menjadi pemimpin dalam pemerintahan. yaitu pikiran. tipologi Immanual Kant. tipologi Bhsen. namun dapat digolongkam menjadi delapan tipe atas dasar kualitas kejiwaannya. dan (3) aktivitas . adalah banyak sedikitnya peristiwa-peristiwa kejiwaan menjelma menjadi tindakan nyata. sesuai untuk menjadi tentara. Bntuk tubuh tipe ectomorph terlihat jangkung. yaitu kuat lemahnya kesan-kesan ada dalam kesadaran setelah faktor yang menimbulkan kesan-kesan tersebut tidak ada. dada kecil dan pipih. daya pikir. cocok menjadi pekerja tangan. 2) Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh kemauannya. Yang tergolong tipologi jenis ini antara lain : tipologi Plato.3) Tipe ectomorph Pada tipe ini organ-organ yang berasal dari ectoderm (kulit dan sistem syaraf) yang terutama berkembang. Dominasi salah satu kemampuan inilah yang menyebabkan kekhasan pada diri manusia.dan hasrat. Menentukan karakteristik yang bersangkutan.

emosional kuat (+) 7. EMOSIONALITAS PROSES PENGIRING AKTIVITAS TIPE 1`. 2. dan panjang) itu menunjukkan sifat-sifat dasar dari penggolongan itu. Ketiga ukuran (tinggi. 1982 : 13 – 14). 2005: 86). emosional Amorph Untuk memperjelas serta memudahkan memahami tipologi yang dikembangkannya. emosional (+) emosional (+) emosional (+) emosional (+) tidak (-) tidak (-) tidak (-) tidak (-) emosional kuat kuat lemah (-) lemah (-) kuat (+) (+) aktif (+) pasif (-) aktif (+) pasif (-) Gepasioner Sentimenti l Kholeris 4. emosional lemah (-) lemah (-) Sanguinis 8. Psikologi Kepribadian .Masing-masing kualitas kejiwaan tersebut secara teoritis dibedakan menjadi dua macam. (+) aktif (+) pasif (-) aktif (+) pasif (-) Flegmati s Apatis 6. kuat dan lemah.2 IKHTISAR TIPOLOGI HEYMANS NO . Heymans memberikan gambar grafik yang berupa kubus (Sagimun Mulus Dumadi. Nerveus 5. Atas dasar hal ini menggolongan tipe manusia menjadi delapan sebagaimana disajikan dalam tabel berikut ini (Sumadi Suryabrata. 3. TABEL 3. lebar.

2 TIPE SENTIMENTIL 1 TIPE GEPASIONER TIPE NERVEUS 4 3 TIPE KHOLERIS EMOSIONALITAS 6 TIPE APATIS 5 TIPE FLEGMATIS PROSES PENGIRING 8 TIPE AMORPH AKTIVITAS 7 TIPE SANGUINIS Gambar 1 : KUBUS HEYMANS Garis-garis tegak menggambarkan emosionalitas (makin bertambah ke atas). Garis-garis mendatar menunjukkan aktivitas (semakin ke kanan). 2005: 82-83). 2) Keturunan mengenai 458 keluarga yang terdiri dari 2523 orang. Data yang dianalisis Heymans adalah sebagai berikut (Sumadi Suryabrata. tempat tinggalnya. Teori Heymans disusun bukan atas dasar pemikiran spekulatif tetapi atas dasar data-data empiris. Keterangan mengenai murid-murid sekolah : 3938. Garis-garis dari muka kebelakang menunjukkan proses pengiring (semakin ke belakang). Psikologi Kepribadian . 1) Bahan biografis : 110 biografi orang-orang yang berbeda waktu hidupnya. dan kebangsaannya. 3) Hasil penelitian laboratorium.

yang didalamnya terdapat 4 nilai budaya : a) pengetahuan b) ekonomi c) kesenian d) keagamaan 2) Bidang-bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai anggota masyarakat. Tipe-tipe manusia menurut Spranger secara ringkas dapat disajikan dalam tabel berikut.3. Enam tipe manusia Berdasarkan pendapat bahwa ada 6 nilai kebudayaan yang mempengaruhi hidup setiap individu di mana hanya ada 1 nilai kebudayaan yang pengaruhnya bersifat dominan maka menurut Spranger terdapat 6 tipe manusia jika dilihat dari sistem nilai kebudayaan. Tipologi Berdasarkan Nilai-nilai Kebudayaan a. Kebudayaan sebagai sistem nilai oleh Spranger di golongkan menjadi 6 bidang yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelopok. Pendahuluan Tipologi berdasarkan nilai-nilai kebudayaan dikembangkan oleh Eduard Spranger. Psikologi Kepribadian . yaitu : 1) Bidang-bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai individu. karena kebudayaan itu tidak lain adalah kumpulan nilai-nilai budaya yang tersusun atau diatur menurut struktur tertentu. yang didalamnya terdapat 2nilai budaya : 1) kemasyarakatan 2) politik b. Spranger menyatakan bahwa kebudayaan (culture) merupakan sistem nilai.

TABEL 3. 3 4. 5. 6. pengetahuan ekonomi kesenian keagamaan kemasyarakatan politik manusia teori manusia ekonomi manusia estetis manusia religius manusia sosial manusia kuasa berpikir bekerja menikmati keindahan memuja berkorban berkuasa / memerintah Psikologi Kepribadian .1 TIPOLOGI ATAS DASAR NILAI-NILAI KEBUDAYAAN NOMOR NILAI KEBUDAYAAN YANG DOMINAN TIPE TINGKAH LAKU DASAR 1. 2.

Prediktif Fungsi mengapa. mengapa. Dimensi-dimensi Teori Kepribadian pertanyaan sekitar apa. Tanpa teori kepribadian usaha Apakah yang dimaksud dengan teori kepribadian ? Menurut Hall dan Lindzey konsep-konsep yang satu sama lain berkaitan mengenai tingkah laku B. juga harus manusia di kemudian hari. begitu juga teori kepribdian. dan bagaimana tingkah laku manusia sekarang. biasanya memiliki dimensi-dimensi sebagai berikut : . Deskriptif Fungsi fungsi teori kepribadian dalam menjelaskan atau menggambarkan sistematis. dan bagaimana tentang perilaku manusia. Pengertian Teori Kepribadian atau ilmu. termasuk psikologi kepribadian. 1995 : 5-6). Berikut penjelaskan fungsi deskriptif 1. Pertanyaan-pertanyaan apa.Bab 4 A. dan bagaimana 2. Dengan demikian teori kepribadian harus C. mengapa. Fungsi Teori Kepribadian dan prediktif.

2. 3. Anggapan-anggapan Dasar tentang Manusia Setiap orang. perubahan-perubahan pada proses yang menyertainya. memiliki anggapan-anggapan dasar (basic assumtions) tertentu tentang manusia yang oleh George Boeree disebut asumsi-asumsi filosofis (Boeree. 4. Anggapan-anggapan dasar tentang manusia yang mempengaruhi atau mewarnai teori-teori kepribadian adalah sebagai berikut. 2005 : 23). Dalam konteks para teoris kepribadian. yaitu konsep-konsep tentang motivasi untuk menjelaskan dinamika tingkah laku atau kepribadian. Kebebasan – ketidak bebebasan 2.1. Pembahasan tentang psikopatologi . yaitu konsepsi tentang laku bagaimana tingkah laku bisa dimodifikasi atau diubah. 7. Rasionalitas – irasionalitas 3. termasuk teoris kepribadian. 6. yaitu aneka n nmencapai perubahan pada struktur sejak masa bayi sampai kemasakan. Anggapan-anggapan dasar yang diperoleh melalui hubungan pribadi atau pengalamanpengalaman sosial ini secara nyata akan mempengaruhi persepsi dan tindakan manusia terhadap sesamanya. Pembahasan tentang struktur. Holisme – elementalisme 4. Pembahasan tentang proses . 8. 5. Pembahasan tentang perubahan tingkah . Dapat diketahui – tidak dapat diketahui Psikologi Kepribadian . anggapan-anggapan dasar ini mempengaruhi konstruksi dan isi teori kepribadian yang disusunnya. 1. Pembahasan tentang pertumbuha dan perkembanga . yaitu hakikat gangguan kepribadian atau tingkah laku beserta asal-usul atau proses perkembangannya. D. Konstitusionalisme – environmentalisme Berubah – tidak berubah Subjektivitas – objektivitas Proaktif – reaktif Homeostatis – heterostatis 9. 5. serta berbagai faktor yang menentukannya. serta yang merupakan unsur-unsur pembentuk sosok kepribadian. yaitu aspek-aspek kepribadian yang bersifat relatif stabil dan menetap.

D. 3. Boeree (2005 : 29) menyatakan bahwa ada 3 orientasi atau kekuatan besar dalam teori kepribadian. yang dinyatakan sebagai kekuatan ketiga Psikologi Kepribadian . Klasifikasi Teori-teori Kepribadian Dewasa ini telah banyak teori-teori kepribadian untuk memudahkan mempelajari para ahli telah mengklasifikasikan teori-teori tersebut ke dalam beberapa kelompok dengan menggunakan acuan tertentu yaitu paradigma yang dipakai untuk mengembangkannya. Psikoanalisis beserta aliran-aliran yang dikembangkan atas paradigma yang sama atau hampir sama. Humanistik. 2. yang dipandang sebagai kekuatan pertama. Behavioristik yang dipandang sebagai kekuatan kedua. yaitu : 1.

Teori Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmund Freud. dan psikologi analitis.Bab 5 PARADIGMA PSIKODINAMIKA Teori psikodinamika atau tradisi klinis berangkat dari dua asumsi dasar. individual. tentang konflik kejiwaan hanya melibatkan ketiga unsur tersebut. prasadar (preconscious). Teori psikodinamika berkembang cepat laku sebagai penyakit (Alwisol. 1. Kunci utama untuk memahami manusia terjadinya perilaku. baik itu berupa dorongan yang disadari maupun yang Teori psikodinamika ditemukan oleh Sigmund Freud (1856-1939). Kepribadian Struktur tingkat kesadaran. das Ich. Baru yaitu das Es. Karen Horney. mengembangkan teori kepribadiannya. Dia psikoanalisis. Psikoanalisis aliran psikologi. Eric dan . Struktur baru ini tidak . dan das Ueber Ich. psikologi analitis. adalah bagian dari sistem enerji. 2005 : 3-4). seperti : Adler Anna Freud. dan neo freudianisme. psikologi individual. yaitu sadar (conscious). psikoanalisis. psikoanalisis banyak berbicara mengenai kepribadian.

2005 : 17). Ketiga unsur kepribadian tersebut dengan berbagai dimensinya disajikan dalam tabel berikut. aspek. dan das Ich (dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan the Id. dan the Super Ego). 2. ASPEK biologis psik ologis sosiologis 3. PERLENGKAPAN 1) refleks 2) proses primer proses sekunder 1) conscientia 2) Ich ideal Psikologi Kepribadian . Ueber TABEL 5. das Ich . Freud berpendapat bahwa kepribadian merupakan suatu sistem yang terdiri dari 3 unsur. fungsi. ASAL pembawaan hasil interak si dengan lingkungan Hasil internalisasi nilai-nilai dari figur yang berpengaruh 2. tetapi melengkapi gambaran mental terutama dalam fungsi dan tujuannya (Awisol. the Ego. Mengarahkan das Es das Ich pada perilaku yang lebih bermoral. 4. dan perlengkapan sendiri. yang masing memiliki asal. prinsip operasi. FUNGSI mempertahankan konstansi mengarahkan individu pada realitas 1. PRINSIP OPERASI pleasure principle reality principle morality principle 5.mengganti struktur lama. yaitu das Es . DIMENSI DAS ES ( the Id ) DAS ICH ( the Ego ) DAS UEBER ICH ( the Super Ego ) 1. Sebagai pengendali Das Es.1 STRUKTUR KEPRIBADIAN UNSUR NO .

2. Melalui mekanisme yang oleh Freud disebut dan das Ueber Ich. PROSES . hanyalah das Es saja. Mekanisme perpindahan energi psikis dari das .PROSES PSIKOLOGIS ENERGI DAS ICH MEMBENTUK PEMILIHAN OBJEK BARU Anti cathexis ASPEK KEPRIBADIAN Bagan 1 : b Mekanisme pertahanan ego mechanism) sebagai strategi yang digunakan individu untuk maupun untuk menghadapi tekanan das Uber Ich atas das Ich. Kepribadian Dinamika menurut Freud bagaimana energi Dinamika kepribadian. atau diredakan (Koeswara. Freud menyatakan bahwa enerji yang ada pada dikonsumsi. . 1991 : 46). das Ueber Ich. Bahwa enerji manusia dibedakan hanya dari enerji yang dunakan untuk aktivitas psikis disebut enerji psikis.

Rasionalissasi sering dibedakan menjadi dua : sour grape technique dan sweet orange technique . yaitu mekanisme yang dilakukan ego untuk meredakan kecemasan dengan cara menekan dorongan-dorongan yang menjadi penyebab kecemasan tersebut ke dalam ketidak sadaran. 5) Rasionalisasi . menunjuk kepada upaya individu memutarbalikkan kenyataan. 2) . Ketegangan dapat timbul karena adanya frustrasi. Psikologi Kepribadian . Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian Perkembangan kepribadian individu menurut Freud. 6) Pembentukan . adalah pengungkapan dorongan yang menimbulkan kecemasan kepada objek atau individu yang kurang berbahaya dibanding individu semula. dan mekanisme pertahanan ego. Berikut ini 7 macam mekanisme pertahanan ego yang menurut Freud umum dijumpai (Koeswara. 2001 : 46-48). 4) Displacement . kematangan adalah pengaruh asli dari dalam diri manusia. 3) Proyeksi . adalah upaya mengatasi kecemasan dengan bertinkah laku yang tidak sesuai dengan tingkat perkembangannya. atau tingkah laku yang menimbulkan kecemasan kepada orang lain. Perkembangan Kepribadian a. 7) Regresi . adalah pengalihan dorongan. 1) Represi . dengan cara berbuat sebaliknya. Menurut Freud. dipengauhi oleh kematangan dan cara-cara individu mengatasi ketegangan.Freud menyatakan bahwa mekanisme pertahanan ego itu adalah mekanisme yang rumit dan banyak macamnya. konflik. dan bahkan dihargai oleh masyarakat. dalam hal ini kenyataan yang mengamcam ego. adalah upaya mengatasi kecemasan reaksi karena insdividu memiliki dorongan yang bertentangan dengan norma. adalah mekanisme pertahanan ego yang ditujukan Sublimasi mencegah atau meredakan kecemasan dengan cara untuk mengubah dan menyesuaikan dorongan primitif das Es yang menjadi penyebab kecemasan ke dalam bentuk tingkah laku yang bisa diterima. sikap. Upaya mengatasi ketegangan ini dilakukan individu dengan : identifikasi. melalui dalih tertentu yang seakan-akan masuk akal. sublimasi. dan ancaman. 3.

Konsepsi-konsepsi Psikologi Individual Menurut Adler manusia itu dilahirkan dalam keadaan tubuh yang lemah. Pendahuluan Tokoh yang mengembangkan teori psikologi individual adalah Alfred Adler (1870-1937). 5) Fase genital (genital stage) : terjadi sejak individu memasuki pubertas dan selanjutnya. dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan penghalusan struktur dasar itu. 2. Teori Psikologi Individual 1. 2) Fase anal (anal stage) : kira-kira usia 18 bulan sampai 3 tahun. 1) Fase oral (oral stage): 0 sampai kira-kira 18 bulan Bagian tubuh yang sensitif terhadap rangsangan adalah mulut. yang pada mulanya bekerja sama dengan dalam mengembangkan psikoanalisis. Pada fase ini bagian tubuh yang sensitif adalah anus. 3) Fase falis (phallic stage) : kira-kira usia 3 sampai 6 tahun. Pada masa ini individu telah mengalami kematangan pada organ reproduksi . Kondisi ketidak berdayaan ini menimbulkan perasaan inferior (merasa lemah atau tidak mampu) dan ketergantungab kepada orang lain. 2005 : 172-173). Karena ada perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan akhirnya Adler keluar dari organisasi psikoanalisis dan bersama pengikutnya dia mengembangkan aliran psikologi yang dia sebut Psikologi Individual (Idividual Psychology).b. Tahap-tahap perkembangan kepribadian Menurut Freud. Bagian tubuh yang sensitif pada fase falis adalah alat kelamin. C. Selanjutnya Freud menyatakan bahwa perkembangan kepribadian berlangsung melalui 6 fase. yang berhubungan dengan kepekaan pada daerah-daerah erogen atau bagian tubuh tertentu yang sensitif terhadap rangsangan. Ke enam fase perkembangan kepribadian adalah sebagai berikut (Sumadi Suryabrata. kepribadian individu telah terbentuk pada akhir tahun ke lima. Psikologi Kepribadian . 4) Fase laten (latency stage) : kira-kira usia 6 sampai pubertas Pada fase ini dorongan seks cenderung bersifat laten atau tertekan.

Perasaan bersatu dengan orang lain ada sejak manusia dilahirkan dan menjadi syarat utama kesehatan jiwanya. dan setiap perilakunya menunjukkan corak khas gaya kehidupannya yang bersifat individual.Manusia. menurut Adler. yang mendorong manusia bertindak untuk kepentingan diri sendiri. Namun setiap orang berusaha mewujudkan keinginan tersebut dengan gaya hidup yang berbedabeda. a. 2005 : 97). serta nilai-nilai yang khas. Psikologi Kepribadian . Adaler menyatakan bahwa gaya hidup adalah cara yang unik dari setiap orang dalam berjuang mencapai tujuan khusus yang telah ditentukan oleh yang bersangkutan dalam kehidupan tertentu di mana dia berada (Alwisol. Berdasarkan paradigma tersebut kemudian Adler mengembangkan teorinya yang secara ringkas disajikan pada uraian berikut. Perasaan inilah yang kemudian menjadi pendorong agar dirinya sukses dan tidak menyerah pada inferioritasnya. c. merupakan makhluk yangh saling tergantung secara sosial. sifat-sifat. Perjuan gan menjadi sukses atau ke arah superior Individu memulai hidupnya dengan kelemahan fisik yang menimbulkan perasaan inferior. yang mendorong manusia bertindak untuk kepentingan orang lain. Menurut Adler setiap orang adalah suatu konfigurasi motif-motif. yaitu individualitas. yaitu : 1) Dorongan kemasyarakatan. berjuang menjadi superior. merasa inferior. b Dua dorongan pokok Dalam diri setiap individu terdapat dua dorongan pokok. yang mendorong serta melatar belakangi segala perilakunya. Individualitas sebagai pokok persoalan Adler menekankan pentingnya sifat khas (unik) kepribadian. Gaya hidup (style of life) Menurut Adler setiap orang memiliki tujuan. d. 2) Dorongan keakuan.

dan berdaulat dalam struktur kepribadian. Minat sosial membuat individu mampu berjuang mengejar superioritas dengan cara yang sehat dan tidak tersesat ke salah suai. self kreatif atau kekuatan kreatif adalah kekuatan ketiga yang paling menentukan tingkah laku (kekutatan pertama dan kedua adalah hereditas dan lingkungan). Minat sosial (social interest) Adler berpendapat bahwa minat sosial adalah bagian dari hakikat manusia dalam dalam besaran yang berbeda muncul pada tingkah laku setiap orang. terjadi karena penderita kurang memiliki minat sosial. Keturunan kekmberi kemampuan tertentu. Bahwa semua kegagalan. Dari observasi yang telah dilakukan terhadap para pasiennya Adler menarik kesimpulan bahwa ada hubungan posisi tidur seseorang dengan kepribadiannya. Self kreatif memberi arti kepada kehidupan. personal dan unik. Menurt Adler. kriminal.abuk. menurut Adler. kepribadian anak pertama. neurotik. 1) Tidur terlentang. bersifat padu. Menurut Adler. Psikologi Kepribadian . menyatu. g. 2005 : 98). lingkungan memberi imresi atau kesan tertentu. dinamis. anak bermasalah. Konstelasi keluarga Konstelasi berpengaruh dalam pembentukan kepribadian. Kekuatan krestif self (creative power of the self) Self kreatif merupakan puncak prestasi Adler sebagai teoris kepribadian (Awisol.. Self kreatif. anak terakhir. f. menciptakan tujuan maupun sarana untuk mencapainya. Posisi tidur dan kepribadian kejiwaan merupakan kesatuan antara aspek jiwa dan Hidup raga dan tercermin dalam keadaan terjada maupun tidur. menunjukkan yang bersangkutan memiliki sifat pemberani dan bercita-cita tinggi. anak tengah. dan anak tunggal berbeda. konsisten. psikotik. h. dst. menurut Adler. karena perlakuan yang diterima dari orang tua dan saudara-saudara berbeda. Self kreatif adalah sarana yang mengolah fakta-fakta dunia dan menstranformasikan fakta-fakta itu menjadi kepribadian yang bersifat subjektif. pem.e.

Pendahuluan Psikologi analitis merupakan aliran psikologi dinamis yang dikembangkan oleh Carl Gustav Jung (1975 – 1959). perasaan. menunjukkan orang ini menyukai petualangan. dst. dan cepat menyesuaikan diri Psikologi Kepribadian . Pokok-pokok Teori Carl Gustav Jung a. Sikap dalam jiwa dibedakan menjadi : a) Sikap ekstrovert libido mengalir keluar minatnya terhadap situasi sosial kuat suka bergaul. pengidraan. Jung semula juga merupakan sahabat Freud dan termasuk tokoh terkemuka dalam organisasai psikoanalisis. Dan kerana perbedaan pendapat pula keduanya lalu berpisah. Struktur kepribadian Kepribadian atau psyche (istilah yang dipakai Jung untuk kepribadian) tersusun dari sejumlah sistem yang beroperasi dalam tiga tingkat kesadaran : ogo beroperasi pada tingkat sadar. Sama halnya dengan Adler. ramah. dan intuisi). berarti proses penyesuaian dirinya baik. 3) Tidur mengeliat tidak karua. kompleks beroperasi pada tingkat tak sadar pribadi. Teori Psikologi Analitis 1. 2. 4) Tidur dengan kaki di atas bantal. 1) Sikap . 5) Tidur dilakukan dengan mudah. D. Disamping sistem-sistem yang terkait dengan daerah operasinya masing-masing. semborno. terdapat sikap jiwa (introvert dan ekstravert) dan fungsi jiwa (pikiran.2) Tidur bergulung (mlungker). Jung kemudian mengembangkan aliran psikologi yang dia beri nama Psikologi Analistis. dan arsetip beroperasi pada tingkat tak sadar kolektif. menunjukkan yang bersangkutan memiliki sifat yang tidak teratur. menunjukkan sifat penakut dan lemah dalam mengambil keputusan. adalah arah enerji psikis (libido) yang menjelma jiwa bentuk orientasi manusia terhadap dunianya.

dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain berkipun ada masalah. Dalam dinamika psyche terdapat prinsip-prinsip sebagai berikut (Alwisol. tetapi biasanya hanya salah satu fungsi saja yang berkembang atau dominan. terpusat pada faktor-faktor subjektif cenderung menarik diri dari lingkungan lemah dalam penyesuaian sosial lebih menyukai kegiatan dalam rumah 2) Fungsi jiwa. Fungsi jiwa dibedakan menjadi dua . adalah fungsi jiwa yang bekerja dengan penilaian dan terdiri dari : • pikiran : menilai benar atau salah • perasaan : menilai menyenangkan atau tak menyenangkan b) Fungsi jiwa yang irasional. a) Fungsi jiwa rasional. Fungsi jiwa yang berkembang paling meonjol tersebut merupakan fungsi superior dan menentukan tipe individu yang bersangkutan. b Dinamika kepribadian menyatakan bahwa kepribadian atau psyche bersifat Jung dinamis dengan gerak yang terus-menerus. Dinamika psyche tersebut disebabkan oleh enerji psikis yang oleh Jung disebut libido. bekerja tanpa penilaian dan Psikologi Kepribadian . b) Sikap introvert libido mengalir ke dalam. terdiri dari : • pengideraan : sadar indrawi • intuisi : tak sadar naluriah Menurut Jung pada dasarnya setiap individu memiliki keempat fungsi jiwa tersebut. 2005 : 65). adalah suatu bentuk aktivitas kjiwaan yang secara teoritis tetap meskipun lingkungannya berbeda-beda.

2) Prinsip kompensasi Prinsip ini berfungsi untuk menjada agar kepribadian tidak mengalami gangguan. tujuan perkembangan kepribadian adalah aktuali-sasi diri. Menurut Jung. pikiran lawan perasaa. Oposisi juga terjadi antar tipe kepribadian. 1) Tujuan perkembangan : aktualisasi diri Menurut Jung. Ketika individu tidak dapat mencapai apa yang dipilihnya. dari taraf perkembangan yang kurang sempurna ke taraf yang lebih sempurna. dalam tidur sikap tak sadar mengambil alih dan muncullah ekpresi mimpi. c Perkembangan kepribadian Gustav Jung menyatakan bahwa manusia selalu maju Carl atau mengejar kemajuan. sikap tak sadar akan mengambil alih.1) Prinsip oposisi Berbagai sistem. kepribadian terus-menerus berusaha menyatukan pertentangan-pertentangan yang ada agar tercapai kepribadian yang seimbang dan integral. ekstraversi lawan introversi. sikap. Manusia juga selalu berusaha mencapai taraf diferensiasi yang lebih tinggi. 3) Prinsip penggabungan Menurut Jung. yaitu : saling bertentangan (oppose). dan penginderaan lawan intuisi. 2) Jalan perkembangan : progresi dan regresi Dalam prose perkembangan kepribadian dapat terjadi gerak maju (progresi) atau gerak mundur (regresi). Progresi adalah terjadinya penyesuaian diri secara Psikologi Kepribadian . saling mendukung (compensate). prinsip oposisi paling sering terjadi karena kepribadian berisi berbagai kecenderungan konflik. Misalnya bila sikap sadar mengalami frus-trasi. yaitu diferensiasi sempurna dan saling hubungan yang selaras antara seluruh aspek kepribadian. dan bergabung mejnadi kesatuan (synthese). dan fungsi kepribadian saling berinteraksi dengan tiga cara.

Proses untuk sampai ke arah tersebut oleh Jung dinamakan proses individuasi atau proses penemuan diri. Apabila progesi terganggu oleh sesuatu sehingga libido terha-langi untuk digunakan secara progresi maka libido membuat regresi.memuaskan oleh aku sadar baik terhadap tuntutan dunia luar mapun kebutuhan-kebutuhan alam tak sadar. kembali ke fase yang telah dilewati atau masuk ke alam tak sadar. 3) Proses individuasi Untuk mencapai kepribadian yang sehat dan terintegrasi secara kuat maka setiap aspek kepribadian harus mencapai taraf diferensiasi dan perkembangan yang optimal. Psikologi Kepribadian .

. Watson. Sama halnya dengan psikoanalisis. behaviorisme juga akar sejarah yang cukup dalam. dll. serta paling berani dan tegas dalam menjawab tantangan dan Paradigma yang dipakai untuk membangun teori behavioristik adalah laku tidak berada di dalam diri manusia tetapi bearada di lingkungan (Alwisol. menunjukkan peristiwa lain. menurut mereka. diperoleh melalui belajar dari lingkungan. mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap dikehendaki. Ketiga asumsi tersebut adalah : Ilmu adalah usaha untuk menbemukan keteraturan.Bab 6 A.F. Namun demikian bila orang berbicara disebut adalah Skinner mengingat dia adalah tokoh behaviorisme yang paling bewrpengaruh. 1.B. Selain Watson ada beberapa orang yang Thorndika. Skinner. Asumsi Skinner yang Dipakai mana asumsi pertama dan kedua pada padasarnya menjadi asumsi pendekatan ilmiah (Alwisol. Pendahuluan oleh J. 2005 : 400). B.

adalah respon yang dimunculkan (emittes) organisme tanpa adanya stimulus spesifik yang langsung memaksa terjadinya respon itu. Bukan hanya menangani peristiwa masa lalu tetapi juga masa yang akan dating. Tingkah laku dapat decontrol (behavior can be controlled). c. Teori yang berdaya guna adalah yang memungkinkan dilakukannya prediksi mengenai tingkah laku yang akan dating dan menguji prediksi itu. menjadi lebih tahu dan mampu. Menurut Skinner variasi kekuatan tingkah laku tersebut disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Ilmu dapat melakukan antisipasi dan menentukan / membentuk tingkah laku seseorang . Sedangkankan unsur kepribadian yang dipandangnya relatif tetap adalah tingkah laku itu sendiri. Ilmu bukan hanya menjelaskan tetapi juga meramalkan. Struktur kepribadian Skinner tidak tertarik dengan variable structural dari kepribadian. bagaimana individu memiliki tingkah laku baru. Mnurutnya. Dalam situasi yang sama tingkah laku seseorang bisa berbeda-beda kekuatan dan keringan munculnya. Hakikat toeri Skinner adalah teori belajar. tetapi tingkah laku hanya dapat diubah dan dikendalikan dengan mengubah lingkungan. 2. Tingkah laku dapat diramalkan (behavior can be predicted). Dan itu bukan karena kekuatan dari dalam diri individu atau motivasi. mungkin dapat diperoleh illusi yang menjelaskan dan memprediksi tingkah laku berdasarkan faktor-faktor yang tetap dalam kepribadian. Dinamika kepribadian 1) Kepribadian dan belajar • Kepedulian utama Skinner berkenaan dengan kepribadian adalah mengenai perubahan tingkah laku. Pokok-pokok Pandangan Skinner a.b. adalah respon yang dihasilkan (elicited) organisme untuk menjawab stimulus yang secara spesifik berhubungan dengan respon itu. faktor motivasional dalam tingkah laku bukan elemen struktural. Bagi Skinner. menjadi lebih terampil. Menurut Skinner ada dua klasifikasi tingkah laku yaitu : 1) Tingkah laku responden (respondent behavior). 2) Tingkah laku operan (operant behavior). b. Psikologi Kepribadian . dst.

Skinner mengemukakan istilah shaping. • Upaya mendekat terus-menerus (successive approximation) yang mengacu pada pengertian bahwa hanya respon yang sesuai dengan harapan eksperimenter yang diberi penguat.• Menurut Skinner kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan perkembangan tingkah laku dalam hubungannya yang terus-menerus dengan lingkungannya. Reinforcement negatif. Menurut Skinner. Cara yang efektif untuk mengubah dan mengontrol tingkah laku adalah dengan melakukan penguatan (reinforcement) . yaitu efek yang menyebabkan tingkah laku diperlemah atau tidak diulangi lagi. yaitu : • Adanya penguatan secara berbeda-beda (diffrential reinforcement). yaitu upaya secara bertahap untuk membentuk perilaku. ada dua macam penguatan : Reinforcement positif. mulai dari bentuk yang paling sederhana sampai bentuk yang paling kompleks. Menurut Skinner terdapat 2 unsur dalam pengertian shaping. 2) Pembentukan perilaku dan perilaku berantai Dalam melatih suatu perilaku. Psikologi Kepribadian .. Dalam teori Skinner penguatan dianggap sangat penting untuk membentuk tingkah laku. yaitu efek yang menyebabkan tingkah laku diperkuat atau sering dilakukan. yaitu ada respon yang diberi penguatan dan ada yang tidak diberi penguatan.

dan . para filsuf eksistensialis percaya bahwa sendiri nasib atau wujud dari keberadaannya. Sebaliknya. 2001 :112- 1. serta bertanggung jawab atas B. berbeda-beda. Pendahuluan sekelompok ahli psikologi yang pada awal tahun 1960-an bekerja sama di teori yang sangat berpengaruh atas pemikiran intelektual dalam psikologi. tetapi mereka berpijak pada konsepsi fundamental yang modern. Pokok-pokok Teori Abraham Maslow manusia memiliki kebebasan dan bertanggung jawab bagi tindakanpara ahli psikologi humanistik dan selanjutnya dijadikan landasan teori dikembangkan oleh Maslow adalah sebagai berikut (Koeswara. menyebut psikologi humanistik sebagai “kekuatan ketiga” (a third force). Eksistensialisme menolak ataupun lingkungan.Bab 7 A. holistik Prinsip berting-kah laku sebagai kesatuan yang utuh. 2001 : 113). bukan sebagai bukan dua unsur yang terpisah tetapi bagian dari suatu kesatuan. menurut eksistensialisme adalah akan keberadaannya (Koeswara. yaitu eksistensialisme. Manusia.

Kekuatan jahat atau merusak pada diri manusia merupakan hasil atau pengaruh dari lingkungan yang buruk. Individu sebagai keseluruhan yang integral. danterorganisasi . bebas memilih atau . dan koherensi. d. 3. Pengaruh lingkungan eksternal pada perkembangan normal bersifat minimal. b. Individu adalah penentu bagi tingkah laku dan pengalamannya sendiri Manusia adalah agen yang sada. Kepribadian normal ditandai dengan unitas. konsistensi. Organisme dapat dianalisis dengan membedakan tiap bagiannya. dan bukan merupakan bawaan. 4. Penelitian yang komprehensif terhadap satu orang lebih berguna dari pada penelitian ekstensif terhadap banyak orang mengenai fungsi psikologis yang diisolasi. yang terpenting adalah : a. tetapi tidak ada bagian yang dapat dipelajari dalam isolasi. menentukan setiap tindakannya. Psikologi Kepribadian . yaitu adanya lingkungan yang bersifat mendukung. khas. 2. tetapi selalu dalam proses untuk menjadi sesuatu yang lain dari sebelumnya (becoming). Namun demikian perubahan tersebut membutuhkan persyaratan.apa yang terjadi pada bagian yang satu akan mempengaruhi bagian yang lain. c. Manusia tidak pernah diam. Organisasi adalah keadaan normal dan disorganisasai adalah keadaan patologis (sakit). Manusia pada dasarnya memiliki pembawaan yang baik atau tepatnya netral. integrasi. Pandangan holistik dalam kepribadian. Potensi organisme jika bisa terkuak di lingkungan yang tepat akan menghasilkan kepribadian yang sehat dan integral. Dengan kata lain manusia adalah makhluk yang bebas dan bertanggung jawab. 5. e. yaitu aktualisasi diri. Organisme memiliki suatu dorongan yang berkuasa.

Manusia memiliki potensi kreatif yang mengarahkan manusia kepada pengekspresian dirinya menjadi orang yang memiliki kemampuan atau keistimewaan dalam bidang tertentu.6. Self-fulfillment merupakan tema utama dalam hidup manusia. 8. 2004) kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs) (1) (2) kebutuhan akan rasa aman (the safety and security needs) (3) kebutuhan akan cinta dan memiliki (the love and belonging needs) (4) kebutuhan akan harga diri (the esteem needs) (5) kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs) Gambar 2 : PIRAMIDA KEBUTUHAN MANUSIA Psikologi Kepribadian . 7. Manusia memiliki bermacam-macam kebutuhan yang secara hirarki dibedakan menjadi sebagai berikut (Boeree.

yaitu terapi yang berpusat pada klien (client-centered therapy). 2005 : 333). Medan fenomena Psikologi Kepribadian . utuh. T ekniknya tersebar luas di kalangan pendidikan.C. Namun demikian ada tiga komponen yang dibahas bila bicara tentang struktur kepribadian menurut Rogers. yakni tujuan mengaktualisasi. 2.lengkap dengan fungsi fisik dan psikologisnya. Rogers (1902-1987) menjadi terkenal berkat metoda terapi yang dikembangkannya. Pendahuluan Tokoh psikologi humanistik selain Abraham Maslow. dan self. proaktif. heterostatis. Pokok-pokok Teori Carl Rogers a. baik yang disadari maupun yang tidak disadari. b) Realitas subjektif Organisme menanggapi dunia seperti yang diamati atau dialaminya. Struktur kepribadian Rogers lebih mementingkan dinamika dari pada struktur kepribadian. mempertahankan. Rogers sangat kuat memegang asumsinya bahwa manusia itu bebas. 2) Medan fenomena Rogers mengartikan medan fenomena sebagai keseluruhan pengalaman. adalah Carl Rogers. rasional. dan mengembangkan diri. tempat semua pengalaman dan segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadar setiap saat. bukan benar-salah. mencakup : a) Makhluk hidup Organisme adalah makhluk . 1) Organime. bimbingan. Teori Carl Rogers 1. medan fenomena. dan pekerja sosial. Setiap perubahan memiliki makna pribadi atau bertujuan. c) Holisme Organisme adalah kesatuan sistem. mudah berubah. baik yang internal maupun eksternal. yaitu : organisme. sehingga perubahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian lain. subjektif. dan sukar dipahami (Alwisol. Realita adalah medan persepsi yang sifatnya subjektif.

makin otonom. yaitu tingkah laku yang motivasinya untuk berkembang dan menjadi lebih baik. namun dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks. minuman. makin luas. termasuk kebutuhan dasar (makana. c) menganggap pengalaman yang tak sesuai dengan struktur self sebagai ancaman. Rogers menegaskan bahwa secara alami kecenderungan aktualisasi akan menunjukkan diri melalui rentangan luas tingkah laku. organisme mengaktualisasikan dirinya menurut garis-garis yang diletakkan oleh hereditas.merupakan seluruh pengalaman pribadi seseorang sepanjang hidupnya. b) bersifat integral dan konsisten. yaitu : 1) Tingkah laku yang berakar pada proses fisiologis. Perkembangan kepribadian Rogers tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan. dalam medan sebagaimana medan itu dipersepsikan (Hall dan Lindzey. dan udara). 3) Self Self merupakan konsep pokok dari teori kepribadian Rogers. b. Psikologi Kepribadian . 3) Tingkah laku yang tidak meredakan ketegangan tetapi justru meningkatkan tegangan. yang intinya adalah : a) terbentuk melalui medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu. 2) Tingkah laku yang berkaitan dengan motivasi psikologis untuk menjadi diri sendiri. d) dapat berubah karena kematangan dan belajar. Ketika organisme itu matang maka ia makin berdiferensiasi. 1995 :136137). Rogers menyatakan bahwa pada dasarnya tingkah laku adalah usaha organisme yang berarah tujuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhannya sebagaimana dialami. dan makin tersosialisasikan. kebutuhan mengembangkan dan memerinci fungsi tubuh serta generasi.. c. Dinamika kepribadian Menurut Rogers.

dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya. dan penyaringan tingkah laku yang disadari agar tetap sesuai dengan struktur self sehingga dirinya berkembang menjadi pribadi yang berfungsi utuh. 5) kreativitas (creativity) Psikologi Kepribadian . merealisasi potensinya. 2) hidup menjadi (existential living). menyentuh semua bagian-bagian. Rogers menyatakan bahwa self berkembang secar utuh-keseluruhan. sosial. sdan secara keseluruhan semakin aktualisasi diri. 3) keyakinan organismik (organismic trusting).otonom. 4) pengalaman kebebasan (experiental freedom). Rogers menggambarkan 5 ciri kepribadian yang berfungsi sepenuhnya sebagai berikut : 1) terbuka untuk mengalami (openess to experience). Berkembangnya self diikuti oleh kebutuhan penerimaan positif. Pribadi yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya.

Yogyakarta: Primasophie. M. Sagimun Mulus Dumadi. Jakarta : CV Rajawali. Dirgagunarsa. Supratiknya. Pemahaman Tingkah Heuken. (1978) Mulia.Daftar Pustaka Alwisol.Personality Theories :Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia. Kretch. Jakarta : BPK Gunung Farozin. (2005) Psikologi Kepribadian.J. (1997) . Bandung Eresco. (Alih bahasa : Inyiak Ridwan Muzir). H. Kanisius : Yogyakarta. (1979) Tantangan Membina Kepribadian : Pedoman Mengenal Diri. CG. Jakarta : Pradnya Paramita. (2004) Laku. Psikologi Kepribadian . Adolf S. (2003) Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Yogyakarta : Kanisius. Ricahrd S. E. (editor) (1993) Teori-teori Holistik : Organismik – Fenomenologis. Bandung : PT REmaja Rosdakarya. Pengantar Psikologi. Dan Fathiyah. Boeree. Malang : Penerbit Universitas Muhammadyah Malang. (2001) Teori-teori Kepribadian. Kartika Nur.Jakarta : Rineka Cipta. Koeswara. Singgih. Sumadi Suryabrata. (2005) Psikologi Kepribadian. (1969) Elements of Psychology. New York : Alfred A. Nana Syaodih. (1982) Pembentukan dan Pendidikan Watak. David dan Crutchfield. Knopf. A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful