PSIKOLOGI KEPRIBADIAN

Drs. M.Pd.

Kuntjojo,

PENDIDIKAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2009

Kata Pengantar
Puji syukur tiada tara penulis panjatkan pada Yang Maha Pengasih karena telah memberikan kemampuan dan waktu kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan diktat Psikologi Kepribadian ini. Penulis berharap diktat ini dapat dimanfaatkan untuk salah sumber belajar bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling. Apa yang disajikan dalam diktat ini hanyalah merupakan garis besar materi kuliah. Untuk memperluas dan memperdalam wawasan dalam bidang ini diharapkan hahasiswa membaca berbagai refensi yang relevan, terutama yang buku-buku dijadikan acuan dalam penulisan diktat ini. Penulis menyadari bahwa banyak kelemahan yang terdapat pada diktat ini, baik yang menyangkut isi, pengungkapan, maupun sistematika penulisan. Untuk itu saran serta kritik yang konstruktif senantiasa penulis harapkan.

Kediri, Oktober 2009

Penulis

Psikologi Kepribadian

Daftar Isi
Kata Pengantar .............................................................................................. ii Daftar Isi ........................................................................................................ iii Daftar Tabel, Bagan, dan Gambar ................................................................ iv BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Psikologi Kepribadian dalam Sistematika Psikologi................... 1 . Sasaran-sasaran Psikologi Kepribadian ................................... B 1 . Urgensi Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan .................... C 2 BAB II KONSEP-KONSEP DASAR EPRIBADIAN ..................................... 4 A. Pengertian Kepribadian ............................................................. 4 B. Konsep-konsep yang Berhubungan dengan Kepribadian ....... 6 C. Usaha-usaha untuk Mempelajari Kepribadian .......................... 6 BAB III TIPOLOGI ....................................................................................... 8 A. Pengertian ................................................................... Tipologi B. Macam-macam Tipologi ........................................................... 8 BAB IV TEORI KEPRIBADIAN .................................................................... A. Pengertian Teori Kepribadian ................................................... 18 Fungsi Teori Kepribadian ......................................................... 18 B. C. Dimensi-dimensi Teori Kepribadian .......................................... 18 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepribadian ........................ D. 19 Anggapan-anggapan Dasar tentang Manusia .......................... E. 22 Klasifikasi Teori Kepribadian .................................................... F. 25 BAB V KEPRIBADIAN MENURUT PARADIGMA PSIKODINAMIKA ........ A. Pendahuluan ............................................................................ 26 B. Teori ................................................................... Psikoanalisis C. Teori Psikologi Individual .......................................................... 32 Teori Psikologi Analitis ............................................................. D. 34

Halaman Judul .................................................................................................... i

8

18

26 26

BAB VI KEPRIBADIAN MENURUT PARADIGMA BEHAVIORISTIK ......... 38 A. Pendahuluan ............................................................................ 38 B. Teori Kepribadian Skinner ........................................................ 38 BAB VII KEPRIBADIAN MENURUT PSIKOLOGI HUMANISTIK ................ 41 A. Pendahuluan ............................................................................ 41 B. Pokok-pokok Teori Abraham Maslow ........................................ 41 C. Pokok-pokok Teori Carl Rogers ................................................ 43 Daftar Pustaka ............................................................................................... 46

Psikologi Kepribadian

Daftar Tabel, Bagan, dan Gambar
Tabel
Tabel 10 Tabel 14 Tabel 17 Tabel 27 I Tipologi Hippocrates Galenus ............................................. II Ikhtisar Tipologi Heymans ................................................... III Tipologi atas Dasar Nilai-nilai Kebudayaan ........................ IV Struktur Kepribadian ...........................................................

Bagan
Bagan 30 1 Mekanisme Perpindahan Enerji .........................................

Gambar
Gambar 1 Kubus Heymans ................................................................ 15 Gambar 2 Piramuda Kebutuhan Manusia .......................................... 43

Psikologi Kepribadian

Dalam bidang luas seperti psikologi kepribadian (Koeswara. Sedangkan cabang-cabang psikologi berkembang sebagai Cabang-cabang psikologi diantaranya : psikologi perkembangan. Sebagai dan metoda-metoda yang terbuka bagi pengujian empiris. dst. memberikan sumbangan yang berharga bagi pemahaman membedakan psikologi kepribadian dengan cabang-cabang lainnya adalah yang terdapat dalam bidang-bidang psikologi lain tersebut. Jerman. psikologi psikologi kesehatan. psikologi olah raga. humanistik. psikologi. Setelah itu psikologi mengalami perkembangan yang pesat. Psikologi Kepribadian dalam Sistematika Psikologi ketika Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium psikologi di Leipzig. memperoleh . dst. yaitu : pertama.Bab 1 A. 1991 : 4). yang ditandai Aliran-aliran psikologi lahir karena adanya pemahaman dan keyakinan yang berkembang dalam bidang psikologi diantaranya : strukturalisme. Penggunaan kepribadian bisa mencapai sasarannya. Psikologi kepribadian merupakan pengetahuan ilmiah.

Interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan merupakan interaksi di mana pihak pendidik berusaha mempengaruhi peserta didik agar peserta didik dapat berkembangan secara optimal. juga melalui perubahan lingkungan psikologis sedemikian rupa agar individu-individu itu mampu mengembangkan segenap potensi yang dimiliki secara optimal (Koeswara.1991: 4). 2. 1991 : 4-5). acuan dalam membimbing peserta didik ke arah kedewaan. acuan dalam pengembangan berbagai potensi peserta didik. mempermudah dalam mengenal karakteristik peserta didik. Untuk mewujudkan keinginan tersebut pendidik harus membekali dirinya dengan seperangkat persyaratan. 6. pemahaman mengenai perilaku manusia melalui psikologi kepribadian merupakan kebutuhan yang tidak disa diabaikan. khususnya di sekolah. mendorong individuindividu agar bisa hidup secara penuh dan memuaskan (Koeswara. Dalam profesi bimbingan dan konseling. Usaha untuk memperoleh pemahaman mengenai perilaku manusia bukan hanya dimaksudkan untuk melampiaskan hasrat ingin tahu saja tetapi juga diharapkan bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup manusia. akan sulit mewujudkan interaksi edukatif. khususnya peserta didik (understanding the other). Psikologi Kepribadian . menghindari terjadinya konflik antara guru / konselor dengan peserta didik / klien. diantaranya adalah pemahaman mengenai perilaku manusia. 4. 3. latihan dan belajar yang efektif. Tanpa disertai dengan pema-haman yang baik tentang perilaku manusia atau tepatnya kepribadian. Pengetahuan mengenai perilaku individu-individu beserta faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan terapan atau praktik seperti psikoterapi dan programprogram bimbingan.informasi mengenai tingkah laku manusia dan kedua. 5. acuan dalam mengembangkan kepribadiannya agar mengarah ke kepribadian pendidik atau konselor ideal. baik tentang dirinya sendiri (self understanding) maupun orang lain. Pemahaman kepribadian diperlukan oleh pendidik atau konselor untuk : 1. acuan dalam mengambil tindakan preventif.

W “What a Tetapi definisi tersebut oleh Allport dipandang tidak 240) Definisi yang kemudian dirumuskan oleh Allport adalah: those psychophysical unique systems that determine his (Singgih Dirgagunarso. Pengertian Kepribadian Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan Istilah ini berasal dari bahasa Yunani. . . yang Banyak ahli yang telah merumuskan definisi kepribadian berdasarkan kembangkan. dan bagaimana tingkah laku manusia. Dan sekarang ini istilah personality oleh para ahli dipakai untuk apa. mengapa. Dengan demikian akan dijumpai banyak variasi definisi ahli yang definisinya dapat dipakai acuan dalam mempelajari kepribadian. 1998 : 11).Bab 2 A. yaitu topeng personare. karakter dari tokoh dipahami oleh para penonton. kemudian diartikan sebagai pemaiannya sendiri. GORDON ALLPORT W. semua berarti topeng. menembu berkenaan dengan salah satu atribut yang dipakai olehs para pemain diperkuat dengan gerak-gerik dan apa yang diucapkan.

dst. • Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan lingkungannya yang mengalami perubahan secara terus-menerus.J. serta kebiasaan seseorang. usahanya dalam sebagaimana dikehendakinya” . dkk Adolf Heuken S.Pendapat Allport di atas bila diterjemahkan menjadi : Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. kesehatan jasmani. his attemps at adaption to his continually changing environment. serta Heuken dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai berikut. dan yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus) b. emosional maupun yang sosial. seperti : inteligensi. serta aspek fisik. pengaruh lakunya. baik yang perbuatan jasmani. Kretch dan Crutchfield. S. KREC dan CRUTCHFIEL H David Krech DAN Richard S. dkk. . “Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan. Psikologi Kepribadian . and is modified by. sikap.” adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke (Kepribadian dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan. menyatakan sebagai berikut. minat. b. seperti : bentuk tubuh. dalam bukunya yang berjudul Tantangan Membina Kepribadian (1989 : 10).J. Crutchfield (1969) dalam bukunya D yang berjudul Elelemnts of Psychology merumuskan definsi kepribadian sebagai berikut : “Personality is the integration of all of an individual’s characteristics into a unique organization that determines. Semuanya mental. dst. sifat. dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik. yang terdiri dari aspek psikis. rohani. cita-cita. • Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks. ini telah ditatanya dalam caranya yang khas di bawah beraneka dari luar. ADOLF HEUKEN. Pola ini terwujud dalam menjadi manusia tingkah Berdasarkan definisi dari Allport.

mirip dengan sifat. 3. baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit. Interaksi antara berbagai aspek tersebut kemudian terwujud sebagai kepribadian. Konsep-konsep yang berhubungan dengan kepribadian adalah (Alwisol. • Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh individu . Pengetahuan seperti ini disebut Psikologi Kepribadian . dalam arti kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. yang tergolong pendekatan nonilmiah. yaitu penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (banar-salah. yaitu kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologis atau fisiologis. artinya selalu mengalami perubahan. 5. Usaha-usaha Mempelajari Kepribadian Usaha-usaha untuk mengerti perilaku atau menyingkap kepribadian manu-sia sudah lama dilakukan dimulai dengan cara yang paling sederhana. Dari cara-cara yang sangat sederhana lahirlah pengetahuanpengetahuan yang bersifat spekulatif. Traits (sifat-sifat). Type attribute (ciri). dst. sampai dengan cara-cara modern atau pendekatan ilmiah. yaitu respon yang senada atau sama terhadap sekolopok stimuli yang mirip. sifat-sifat. 2. merupakan respon yang sama dan cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula. tetapi dalam perubahan tersebut terdapat pola-pola yang bersifat tetap. Temperament (temperamen). Character (karakter). 4. seperti karakter. namun dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas. Habit (kebiasaan). 2005 : 8-9) : 1. Konsep-konsep yang berhubungan dengan Kepribadian Ada beberapa konsep yang berhubungan erat dengan kepribadian bahkan kadang-kadang disamakan dengan kepribadian. B.• Kepribadian bersifat dinamis. Ada beberapa pengetahuan yang menjelaskan kepribadian secara spekulatif. C. Konsep-konsep di atas sebenarnya merupakan aspek-aspek atau komponen-komponen kepribadian karena pembicaraan mengenai kepribadian senantiasa mencakup apa saja yang ada di dalamnya. berlangsung dalam kurun waktu (relatif) lama.

Psikologi Kepribadian . Phisiognomi .juga ilmu semu (pseudo science). Phrenologi . Astrologi . Onychology . Cara mempelajari kepribadian yang dipandang lebih maju (Sumadi Suryabrata. 3. 6. 2005: 7-8). adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar dominasi benda-benda angkasa terhadap apa yang sedang sedang terjadi di alam. yaitu pengetahuan yang berusaha mempelajari kepribadian manusia berdasarkan gurat-gurat tangan. 2005 : 11) menghasilkan bermacam-macam tipologi. Chirologi . Grafologi . Yang termasuk ilmu-ilmu semu antara lain sebagai berikut (Sumadi Suryabrata. Sedangkan usaha mempelajari kepribadian dengan pendekatan ilmiah menghasilkan bermacam-macam teori kepribadian. 1. 4. 5. 2. adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepriba-dian atas dasar keadaan wajah. pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar keadaan kuku. merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepri-badian berdasarkan keadaan tengkorak. merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepri-badian atas dasar tulisan tangan. termasuk waktu kelahiran seseorang.

misalnya karakteristik fisik. baik yang tampak berupa bentuk kelenjar-kelenjar. yaitu : chole b. Tipologi konstitusi merupakan tipologi yang dikembangkan atas dasar konstitusi adalah bahwa keadaan tubuh. dan De Giovani. sifat basah dimiliki oleh atau empedu hitam. Hippocrates (460-370 Sm) terpengaruh oleh pandangan unsur dasar yaitu : (panas). Hippocrates menyatakan bahwa bahwa di dalam tubuh setiap orang alam. Sigaud. pengaruh dominant B. (basah (dingin). psikis. diantaranya : Hippocrates dan Gelenus. Tipologi adalah pengetahuan yang faktor-faktor tertentu. darah. Tipologi Hippocates Gallenus Hippocates. . menentuan ciri pribadi seseorang. (kering). konstitusi.. dts. Viola.TIPOLOGI Telah dipaparkan pada bab II bahwa usaha-usaha untuk memahami dan pengetahuan yang disebut tipologi. Macam-macam tipologi.

bahwa di dalam tubuh setiap orang terdapat 4 macam cairan tersebut. keempat jenis cairan ini ada dalam tubuh dengan proporsi yang tidak selalu sama antara individu satu dengan lainnya. Galenus ( 129. Selanjutnya Galenus menyatakan bahwa cairan-carairan tersebut berada dalam tubuh manusia dalam proporsi tertentu. sanguis atau darah. dan sifat panas dimiliki oleh phlegma atau lendir.1 TIPOLOGI GALENUS CAIRAN TUBUH YANG DOMINAN HIPPOCRATES PRINSIP TIPE SIFAT-SIFAT KHAS Chole Tegangan Choleris • Penuh semangat • Optimisti •s Emosional • Keras hati Melanchole Penegaran (rigidity ) Melancholi s • Pemuram • Daya juang lemah • Mudah kecewa • pesimisti s Psikologi Kepribadian . Dominasi salah satu cairan terhadap cairan yang lain mengakibatkan sifat-sifat kejiwaan yang khas.c. Menurut Hippocrates.199 sM ) sependapat dengan Hippocrates. sifat dingin terdapat pada d. Pandangan Hippocrates yang kemudian dilengkapi oleh Galenus selanjutnya disebut tipologi Hippocrates Galenus dapat disajikan secara ringkas pada tabel berikut (Sumadi Suryabrata. Dominasi salah satu cairan tersebut yang menyebabkan timbulnya ciri-ciri khas pada setiap orang. TABEL 3. 2005: 13). Sifat-sifat kejiwaan yang khas ada pada seseorang sebagai akibat dominannya salah satu cairan tubuh tersebut oleh Galenus disebutnya temperamen (Sumadi Suryabrata (2005 : 12).

3) Tipe . mengemukakan tipologi yang didasarkan pada bentuk tubuh sebagaimana telah dilakuakn penelitian oleh De Giovani.Phlegma Plastisita s Phlegmati s • Berpenampilan • tenang Berpendirian • kuat Setia • Tidak emosional • Bersemangat • Ramah • Mudah pendirian Sanguis Ekspansivita s Sanguinis berubah b. Atas dasar pandangan di ataskemudian Sigaud menggolongkan manusia menjadi 4 tipe. yaitu : 1) Tipe muskulerdimiliki oleh orang fungsi motoriknya paling menonjol Tipe ini disbanding fungsi tubuh yang lain. yaitu bentuk tubuh yang ukuran Normosplanchnis mendatarnya selaras. pernafasan. sehingga yang bersangkutan kelihatan pendek. penecernaan. seorang ahli psikologi dari Perancis. 2) Tipe yaitu bentuk tubuh yang ukuran Macrosplanchnis. sehingga yang bersangkutan kelihatan jangkung. yaitu bentuk tubuh yang ukuran menegaknya lebih dari pada perbandingan biasa. mendatarnya lebih dari pada perbandingan biasa. Tipologi Sigaud Sigaud. yaitu : motorik. Dominasi salah satu fungsi tubuhtersebut menentukan tipe kepribadian. seorang ahli dari Italia. menyusun tipologi manusia berdasarkan 4 macam fungsi tubuh. 200518). yaitu : 1)_Tipe Microsplanchnis . c. Atas dasar aspek tersebut Viola mengemukakan tiga golongan atau tipe bentuk tubuh manusia (Sumadi Suryabrata. Tipologi Viola Viola. dengan cirri khas : tubuh Psikologi Kepribadian . sehingga tubuh kelihatan menegak dan selaras pula. dan susunan saraf sentral.

Tipologi Sheldon Sheldon berpendapat bahwa ada tiga komponen jasmaniah yang mempengaruhi bentuk tubuh manusia. daun telinga lebar. dan jantung dominan. c. dan ectoderm. Menurut Sheldon dominasi dari dari salah satu lapisan tersebut akan menyebabkan kekhasan terhadap bentuk tubuh. dan ectomorphy. 2) Tipe mesomorph Tipe mesomorph terbentuk oleh karena komponen mesomorphy yang lebih dominan dari koponen lainnya. Bentuk tubuh tipe mesomorph kelihatan kokok dan keras. ditandai oleh : alat-alat dalam dan seluruh sistem digestif memegang peran penting. maka bagian-bagian tubuh yang berasal dari mesoderm relatif berkembang lebih baik. Dengan demikian maka ada 3 tipe manusia berdasarkan bentuk tubuhnya. mata bersinar. thorax pendek dan besar. otott-otot berkembangan dengan baik. yaitu : 1) Tipe endomorph. Tipe endomorph merupakan tipe yang disebabkan oleh dominannya komponen endomorphy terhadap dua komponen lainnya. rahang serta pinggang besar. mesoderm. dan organ-oragan tubuh berkembang secara selaras. yaitu : endomorphy. Istilah-istilah tersebut oleh Sheldon dikembangkan dari istilah yang berhubungan dengan terbentuknya foetus manusia. berat badan relatif rendah. serta kaki dan tangan kecil.kokoh. mesimorphy. 4) Tipe cerebral Tipe keempat dari tipologi Sigaud ada pada orang yang memiliki susunan saraf sentral yang kuat disbanding fungsi tubuh lainnya dengan cirri-ciri : dahi menonjol ke depan dengan rambut ditengah. yang ditandai dengan otot-otot. gemuk. Bentuk tubuh tipe ini kelihatan lembut. Psikologi Kepribadian . lapisan endoderm. pembuluh darah. 3) Tipe digestif Tipe digestif terdapat pada orang yang memiliki fungsi pencernaan yang kuat dengan cirri-ciri : mata kecil. 2) Tipe respiratoris Tipe ini ada pada orang yang memiliki fungsi pernafasan yang kuatdengan cirri-ciri : muka lebar serta thorax dan leher besar.

2) Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh kemauannya. Tipologi Heymans. Bntuk tubuh tipe ectomorph terlihat jangkung. lemah. dst. yaitu kuat lemahnya kesan-kesan ada dalam kesadaran setelah faktor yang menimbulkan kesan-kesan tersebut tidak ada. 2. (2) proses pengiring . daya pikir. tipologi Bhsen. mudah tidaknya perasaan terpengaruh oleh kesankesan. Dasar pemikiran yang dipakai para tokoh yang mengembangkan tipologi temperamen adalah bahwa berbagai aspek kejiwaan seseorang seperti : emosi. namun dapat digolongkam menjadi delapan tipe atas dasar kualitas kejiwaannya. Menentukan karakteristik yang bersangkutan. yaitu : (1) emosionalitas . b. tipologi Immanual Kant. yaitu pikiran.3) Tipe ectomorph Pada tipe ini organ-organ yang berasal dari ectoderm (kulit dan sistem syaraf) yang terutama berkembang. a. kemauan. kemauan. Tipologi Heymans Heymans menyatakan bahwa manusia memiliki tipe kepribadian yang bermacam-macam. dan (3) aktivitas . Tipologi Temperamen Tipologi temperamen merupakan tipologi yang disusun berdasarkan karakteristik segi kejiwaan. dst. sesuai untuk menjadi tentara. Atas dasar hal ini Plato menggolongan manusia ke dalam 3 tipe yaitu sebagai berikut. 1) Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh pikirannya. dada kecil dan pipih. adalah banyak sedikitnya peristiwa-peristiwa kejiwaan menjelma menjadi tindakan nyata. yang sesuai untuk menjadi pemimpin dalam pemerintahan. cocok menjadi pekerja tangan. Yang tergolong tipologi jenis ini antara lain : tipologi Plato.dan hasrat. Tipologi Plato Menurut Plato kemampuan jiwa manusia terdiri dari 3 macam. 3) Tipe manusia yang dikuasai oleh hasratnya. Dominasi salah satu kemampuan inilah yang menyebabkan kekhasan pada diri manusia. Psikologi Kepribadian . dan otot-otot tidak berkembang.

2 IKHTISAR TIPOLOGI HEYMANS NO . Nerveus 5. kuat dan lemah. emosional lemah (-) lemah (-) Sanguinis 8. 1982 : 13 – 14). dan panjang) itu menunjukkan sifat-sifat dasar dari penggolongan itu. emosional kuat (+) 7. 3. (+) aktif (+) pasif (-) aktif (+) pasif (-) Flegmati s Apatis 6. EMOSIONALITAS PROSES PENGIRING AKTIVITAS TIPE 1`. 2. emosional (+) emosional (+) emosional (+) emosional (+) tidak (-) tidak (-) tidak (-) tidak (-) emosional kuat kuat lemah (-) lemah (-) kuat (+) (+) aktif (+) pasif (-) aktif (+) pasif (-) Gepasioner Sentimenti l Kholeris 4. Atas dasar hal ini menggolongan tipe manusia menjadi delapan sebagaimana disajikan dalam tabel berikut ini (Sumadi Suryabrata. emosional Amorph Untuk memperjelas serta memudahkan memahami tipologi yang dikembangkannya. lebar. 2005: 86). Heymans memberikan gambar grafik yang berupa kubus (Sagimun Mulus Dumadi. TABEL 3. Ketiga ukuran (tinggi. Psikologi Kepribadian .Masing-masing kualitas kejiwaan tersebut secara teoritis dibedakan menjadi dua macam.

Psikologi Kepribadian . 3) Hasil penelitian laboratorium. Keterangan mengenai murid-murid sekolah : 3938. Teori Heymans disusun bukan atas dasar pemikiran spekulatif tetapi atas dasar data-data empiris. dan kebangsaannya. 2005: 82-83). 1) Bahan biografis : 110 biografi orang-orang yang berbeda waktu hidupnya. Data yang dianalisis Heymans adalah sebagai berikut (Sumadi Suryabrata. Garis-garis dari muka kebelakang menunjukkan proses pengiring (semakin ke belakang). tempat tinggalnya. 2) Keturunan mengenai 458 keluarga yang terdiri dari 2523 orang. Garis-garis mendatar menunjukkan aktivitas (semakin ke kanan).2 TIPE SENTIMENTIL 1 TIPE GEPASIONER TIPE NERVEUS 4 3 TIPE KHOLERIS EMOSIONALITAS 6 TIPE APATIS 5 TIPE FLEGMATIS PROSES PENGIRING 8 TIPE AMORPH AKTIVITAS 7 TIPE SANGUINIS Gambar 1 : KUBUS HEYMANS Garis-garis tegak menggambarkan emosionalitas (makin bertambah ke atas).

Enam tipe manusia Berdasarkan pendapat bahwa ada 6 nilai kebudayaan yang mempengaruhi hidup setiap individu di mana hanya ada 1 nilai kebudayaan yang pengaruhnya bersifat dominan maka menurut Spranger terdapat 6 tipe manusia jika dilihat dari sistem nilai kebudayaan. Spranger menyatakan bahwa kebudayaan (culture) merupakan sistem nilai. yang didalamnya terdapat 2nilai budaya : 1) kemasyarakatan 2) politik b. Tipologi Berdasarkan Nilai-nilai Kebudayaan a. Pendahuluan Tipologi berdasarkan nilai-nilai kebudayaan dikembangkan oleh Eduard Spranger.3. Psikologi Kepribadian . karena kebudayaan itu tidak lain adalah kumpulan nilai-nilai budaya yang tersusun atau diatur menurut struktur tertentu. Kebudayaan sebagai sistem nilai oleh Spranger di golongkan menjadi 6 bidang yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelopok. Tipe-tipe manusia menurut Spranger secara ringkas dapat disajikan dalam tabel berikut. yaitu : 1) Bidang-bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai individu. yang didalamnya terdapat 4 nilai budaya : a) pengetahuan b) ekonomi c) kesenian d) keagamaan 2) Bidang-bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai anggota masyarakat.

2.1 TIPOLOGI ATAS DASAR NILAI-NILAI KEBUDAYAAN NOMOR NILAI KEBUDAYAAN YANG DOMINAN TIPE TINGKAH LAKU DASAR 1. 5.TABEL 3. 6. pengetahuan ekonomi kesenian keagamaan kemasyarakatan politik manusia teori manusia ekonomi manusia estetis manusia religius manusia sosial manusia kuasa berpikir bekerja menikmati keindahan memuja berkorban berkuasa / memerintah Psikologi Kepribadian . 3 4.

dan bagaimana 2. juga harus manusia di kemudian hari. Prediktif Fungsi mengapa. mengapa.Bab 4 A. Pertanyaan-pertanyaan apa. Dimensi-dimensi Teori Kepribadian pertanyaan sekitar apa. begitu juga teori kepribdian. Fungsi Teori Kepribadian dan prediktif. termasuk psikologi kepribadian. 1995 : 5-6). Tanpa teori kepribadian usaha Apakah yang dimaksud dengan teori kepribadian ? Menurut Hall dan Lindzey konsep-konsep yang satu sama lain berkaitan mengenai tingkah laku B. Dengan demikian teori kepribadian harus C. dan bagaimana tentang perilaku manusia. biasanya memiliki dimensi-dimensi sebagai berikut : . dan bagaimana tingkah laku manusia sekarang. mengapa. Pengertian Teori Kepribadian atau ilmu. Berikut penjelaskan fungsi deskriptif 1. Deskriptif Fungsi fungsi teori kepribadian dalam menjelaskan atau menggambarkan sistematis.

5. 2. Dalam konteks para teoris kepribadian. yaitu aspek-aspek kepribadian yang bersifat relatif stabil dan menetap. 6. serta berbagai faktor yang menentukannya. memiliki anggapan-anggapan dasar (basic assumtions) tertentu tentang manusia yang oleh George Boeree disebut asumsi-asumsi filosofis (Boeree. Pembahasan tentang struktur. 3. 7. anggapan-anggapan dasar ini mempengaruhi konstruksi dan isi teori kepribadian yang disusunnya. Anggapan-anggapan Dasar tentang Manusia Setiap orang. Konstitusionalisme – environmentalisme Berubah – tidak berubah Subjektivitas – objektivitas Proaktif – reaktif Homeostatis – heterostatis 9. D. 8. Dapat diketahui – tidak dapat diketahui Psikologi Kepribadian . Anggapan-anggapan dasar yang diperoleh melalui hubungan pribadi atau pengalamanpengalaman sosial ini secara nyata akan mempengaruhi persepsi dan tindakan manusia terhadap sesamanya. termasuk teoris kepribadian. 4. Rasionalitas – irasionalitas 3. perubahan-perubahan pada proses yang menyertainya. Pembahasan tentang pertumbuha dan perkembanga . yaitu hakikat gangguan kepribadian atau tingkah laku beserta asal-usul atau proses perkembangannya.1. 2005 : 23). serta yang merupakan unsur-unsur pembentuk sosok kepribadian. Pembahasan tentang perubahan tingkah . Pembahasan tentang proses . yaitu konsep-konsep tentang motivasi untuk menjelaskan dinamika tingkah laku atau kepribadian. Kebebasan – ketidak bebebasan 2. yaitu aneka n nmencapai perubahan pada struktur sejak masa bayi sampai kemasakan. 5. yaitu konsepsi tentang laku bagaimana tingkah laku bisa dimodifikasi atau diubah. Holisme – elementalisme 4. 1. Pembahasan tentang psikopatologi . Anggapan-anggapan dasar tentang manusia yang mempengaruhi atau mewarnai teori-teori kepribadian adalah sebagai berikut.

yaitu : 1. 3. yang dinyatakan sebagai kekuatan ketiga Psikologi Kepribadian . Humanistik. Klasifikasi Teori-teori Kepribadian Dewasa ini telah banyak teori-teori kepribadian untuk memudahkan mempelajari para ahli telah mengklasifikasikan teori-teori tersebut ke dalam beberapa kelompok dengan menggunakan acuan tertentu yaitu paradigma yang dipakai untuk mengembangkannya. Behavioristik yang dipandang sebagai kekuatan kedua. Psikoanalisis beserta aliran-aliran yang dikembangkan atas paradigma yang sama atau hampir sama.D. Boeree (2005 : 29) menyatakan bahwa ada 3 orientasi atau kekuatan besar dalam teori kepribadian. yang dipandang sebagai kekuatan pertama. 2.

Kunci utama untuk memahami manusia terjadinya perilaku. psikoanalisis banyak berbicara mengenai kepribadian. Dia psikoanalisis. Eric dan . dan das Ueber Ich. yaitu sadar (conscious). dan psikologi analitis. 2005 : 3-4). psikologi analitis. Struktur baru ini tidak . psikologi individual. psikoanalisis. tentang konflik kejiwaan hanya melibatkan ketiga unsur tersebut. individual. mengembangkan teori kepribadiannya. Teori Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmund Freud. seperti : Adler Anna Freud. Psikoanalisis aliran psikologi. Baru yaitu das Es. dan neo freudianisme. baik itu berupa dorongan yang disadari maupun yang Teori psikodinamika ditemukan oleh Sigmund Freud (1856-1939).Bab 5 PARADIGMA PSIKODINAMIKA Teori psikodinamika atau tradisi klinis berangkat dari dua asumsi dasar. Teori psikodinamika berkembang cepat laku sebagai penyakit (Alwisol. adalah bagian dari sistem enerji. 1. das Ich. prasadar (preconscious). Kepribadian Struktur tingkat kesadaran. Karen Horney.

2005 : 17). prinsip operasi. the Ego. dan das Ich (dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan the Id. PRINSIP OPERASI pleasure principle reality principle morality principle 5. Ueber TABEL 5. dan perlengkapan sendiri. PERLENGKAPAN 1) refleks 2) proses primer proses sekunder 1) conscientia 2) Ich ideal Psikologi Kepribadian . das Ich . Freud berpendapat bahwa kepribadian merupakan suatu sistem yang terdiri dari 3 unsur. FUNGSI mempertahankan konstansi mengarahkan individu pada realitas 1. ASPEK biologis psik ologis sosiologis 3. yaitu das Es . ASAL pembawaan hasil interak si dengan lingkungan Hasil internalisasi nilai-nilai dari figur yang berpengaruh 2. Ketiga unsur kepribadian tersebut dengan berbagai dimensinya disajikan dalam tabel berikut. Mengarahkan das Es das Ich pada perilaku yang lebih bermoral.mengganti struktur lama. DIMENSI DAS ES ( the Id ) DAS ICH ( the Ego ) DAS UEBER ICH ( the Super Ego ) 1. aspek. fungsi.1 STRUKTUR KEPRIBADIAN UNSUR NO . tetapi melengkapi gambaran mental terutama dalam fungsi dan tujuannya (Awisol. 4. Sebagai pengendali Das Es. 2. yang masing memiliki asal. dan the Super Ego).

. atau diredakan (Koeswara. Freud menyatakan bahwa enerji yang ada pada dikonsumsi.PROSES PSIKOLOGIS ENERGI DAS ICH MEMBENTUK PEMILIHAN OBJEK BARU Anti cathexis ASPEK KEPRIBADIAN Bagan 1 : b Mekanisme pertahanan ego mechanism) sebagai strategi yang digunakan individu untuk maupun untuk menghadapi tekanan das Uber Ich atas das Ich. das Ueber Ich. Melalui mekanisme yang oleh Freud disebut dan das Ueber Ich. Kepribadian Dinamika menurut Freud bagaimana energi Dinamika kepribadian. PROSES . Mekanisme perpindahan energi psikis dari das .2. 1991 : 46). hanyalah das Es saja. Bahwa enerji manusia dibedakan hanya dari enerji yang dunakan untuk aktivitas psikis disebut enerji psikis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian Perkembangan kepribadian individu menurut Freud. adalah pengalihan dorongan. 7) Regresi . Perkembangan Kepribadian a. adalah upaya mengatasi kecemasan dengan bertinkah laku yang tidak sesuai dengan tingkat perkembangannya. dalam hal ini kenyataan yang mengamcam ego. atau tingkah laku yang menimbulkan kecemasan kepada orang lain. adalah pengungkapan dorongan yang menimbulkan kecemasan kepada objek atau individu yang kurang berbahaya dibanding individu semula. 1) Represi . dengan cara berbuat sebaliknya. 5) Rasionalisasi . 3. 6) Pembentukan . adalah upaya mengatasi kecemasan reaksi karena insdividu memiliki dorongan yang bertentangan dengan norma. Rasionalissasi sering dibedakan menjadi dua : sour grape technique dan sweet orange technique . menunjuk kepada upaya individu memutarbalikkan kenyataan. 2) . Menurut Freud.Freud menyatakan bahwa mekanisme pertahanan ego itu adalah mekanisme yang rumit dan banyak macamnya. dipengauhi oleh kematangan dan cara-cara individu mengatasi ketegangan. kematangan adalah pengaruh asli dari dalam diri manusia. Upaya mengatasi ketegangan ini dilakukan individu dengan : identifikasi. Ketegangan dapat timbul karena adanya frustrasi. 4) Displacement . melalui dalih tertentu yang seakan-akan masuk akal. dan ancaman. sublimasi. dan bahkan dihargai oleh masyarakat. konflik. Berikut ini 7 macam mekanisme pertahanan ego yang menurut Freud umum dijumpai (Koeswara. dan mekanisme pertahanan ego. 2001 : 46-48). sikap. yaitu mekanisme yang dilakukan ego untuk meredakan kecemasan dengan cara menekan dorongan-dorongan yang menjadi penyebab kecemasan tersebut ke dalam ketidak sadaran. 3) Proyeksi . adalah mekanisme pertahanan ego yang ditujukan Sublimasi mencegah atau meredakan kecemasan dengan cara untuk mengubah dan menyesuaikan dorongan primitif das Es yang menjadi penyebab kecemasan ke dalam bentuk tingkah laku yang bisa diterima. Psikologi Kepribadian .

b. Konsepsi-konsepsi Psikologi Individual Menurut Adler manusia itu dilahirkan dalam keadaan tubuh yang lemah. Bagian tubuh yang sensitif pada fase falis adalah alat kelamin. 2) Fase anal (anal stage) : kira-kira usia 18 bulan sampai 3 tahun. Pada fase ini bagian tubuh yang sensitif adalah anus. 1) Fase oral (oral stage): 0 sampai kira-kira 18 bulan Bagian tubuh yang sensitif terhadap rangsangan adalah mulut. Tahap-tahap perkembangan kepribadian Menurut Freud. 3) Fase falis (phallic stage) : kira-kira usia 3 sampai 6 tahun. Pada masa ini individu telah mengalami kematangan pada organ reproduksi . Teori Psikologi Individual 1. kepribadian individu telah terbentuk pada akhir tahun ke lima. Selanjutnya Freud menyatakan bahwa perkembangan kepribadian berlangsung melalui 6 fase. Ke enam fase perkembangan kepribadian adalah sebagai berikut (Sumadi Suryabrata. 5) Fase genital (genital stage) : terjadi sejak individu memasuki pubertas dan selanjutnya. C. dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan penghalusan struktur dasar itu. 2005 : 172-173). 2. Karena ada perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan akhirnya Adler keluar dari organisasi psikoanalisis dan bersama pengikutnya dia mengembangkan aliran psikologi yang dia sebut Psikologi Individual (Idividual Psychology). yang berhubungan dengan kepekaan pada daerah-daerah erogen atau bagian tubuh tertentu yang sensitif terhadap rangsangan. yang pada mulanya bekerja sama dengan dalam mengembangkan psikoanalisis. Psikologi Kepribadian . Kondisi ketidak berdayaan ini menimbulkan perasaan inferior (merasa lemah atau tidak mampu) dan ketergantungab kepada orang lain. Pendahuluan Tokoh yang mengembangkan teori psikologi individual adalah Alfred Adler (1870-1937). 4) Fase laten (latency stage) : kira-kira usia 6 sampai pubertas Pada fase ini dorongan seks cenderung bersifat laten atau tertekan.

Perasaan bersatu dengan orang lain ada sejak manusia dilahirkan dan menjadi syarat utama kesehatan jiwanya. merasa inferior.Manusia. Adaler menyatakan bahwa gaya hidup adalah cara yang unik dari setiap orang dalam berjuang mencapai tujuan khusus yang telah ditentukan oleh yang bersangkutan dalam kehidupan tertentu di mana dia berada (Alwisol. merupakan makhluk yangh saling tergantung secara sosial. berjuang menjadi superior. c. Berdasarkan paradigma tersebut kemudian Adler mengembangkan teorinya yang secara ringkas disajikan pada uraian berikut. yaitu individualitas. Individualitas sebagai pokok persoalan Adler menekankan pentingnya sifat khas (unik) kepribadian. Namun setiap orang berusaha mewujudkan keinginan tersebut dengan gaya hidup yang berbedabeda. 2) Dorongan keakuan. yang mendorong manusia bertindak untuk kepentingan diri sendiri. dan setiap perilakunya menunjukkan corak khas gaya kehidupannya yang bersifat individual. Perasaan inilah yang kemudian menjadi pendorong agar dirinya sukses dan tidak menyerah pada inferioritasnya. menurut Adler. d. 2005 : 97). Menurut Adler setiap orang adalah suatu konfigurasi motif-motif. Gaya hidup (style of life) Menurut Adler setiap orang memiliki tujuan. b Dua dorongan pokok Dalam diri setiap individu terdapat dua dorongan pokok. Perjuan gan menjadi sukses atau ke arah superior Individu memulai hidupnya dengan kelemahan fisik yang menimbulkan perasaan inferior. serta nilai-nilai yang khas. sifat-sifat. yang mendorong manusia bertindak untuk kepentingan orang lain. a. Psikologi Kepribadian . yaitu : 1) Dorongan kemasyarakatan. yang mendorong serta melatar belakangi segala perilakunya.

dan anak tunggal berbeda. menunjukkan yang bersangkutan memiliki sifat pemberani dan bercita-cita tinggi. konsisten. kriminal. f. anak tengah.e. Bahwa semua kegagalan.abuk. h. Self kreatif. Minat sosial membuat individu mampu berjuang mengejar superioritas dengan cara yang sehat dan tidak tersesat ke salah suai. g. lingkungan memberi imresi atau kesan tertentu. Menurut Adler. pem. neurotik. kepribadian anak pertama. Kekuatan krestif self (creative power of the self) Self kreatif merupakan puncak prestasi Adler sebagai teoris kepribadian (Awisol. karena perlakuan yang diterima dari orang tua dan saudara-saudara berbeda. Dari observasi yang telah dilakukan terhadap para pasiennya Adler menarik kesimpulan bahwa ada hubungan posisi tidur seseorang dengan kepribadiannya. menyatu. menurut Adler. bersifat padu. menurut Adler. Posisi tidur dan kepribadian kejiwaan merupakan kesatuan antara aspek jiwa dan Hidup raga dan tercermin dalam keadaan terjada maupun tidur. self kreatif atau kekuatan kreatif adalah kekuatan ketiga yang paling menentukan tingkah laku (kekutatan pertama dan kedua adalah hereditas dan lingkungan). terjadi karena penderita kurang memiliki minat sosial. 2005 : 98).. Konstelasi keluarga Konstelasi berpengaruh dalam pembentukan kepribadian. Psikologi Kepribadian . dan berdaulat dalam struktur kepribadian. 1) Tidur terlentang. Minat sosial (social interest) Adler berpendapat bahwa minat sosial adalah bagian dari hakikat manusia dalam dalam besaran yang berbeda muncul pada tingkah laku setiap orang. personal dan unik. Keturunan kekmberi kemampuan tertentu. menciptakan tujuan maupun sarana untuk mencapainya. Menurt Adler. dst. Self kreatif adalah sarana yang mengolah fakta-fakta dunia dan menstranformasikan fakta-fakta itu menjadi kepribadian yang bersifat subjektif. psikotik. dinamis. Self kreatif memberi arti kepada kehidupan. anak terakhir. anak bermasalah.

dan cepat menyesuaikan diri Psikologi Kepribadian . Pendahuluan Psikologi analitis merupakan aliran psikologi dinamis yang dikembangkan oleh Carl Gustav Jung (1975 – 1959). menunjukkan sifat penakut dan lemah dalam mengambil keputusan. Pokok-pokok Teori Carl Gustav Jung a. menunjukkan orang ini menyukai petualangan. 5) Tidur dilakukan dengan mudah. kompleks beroperasi pada tingkat tak sadar pribadi. dan arsetip beroperasi pada tingkat tak sadar kolektif. D. dan intuisi). Sama halnya dengan Adler. perasaan. ramah. Dan kerana perbedaan pendapat pula keduanya lalu berpisah. Jung semula juga merupakan sahabat Freud dan termasuk tokoh terkemuka dalam organisasai psikoanalisis. menunjukkan yang bersangkutan memiliki sifat yang tidak teratur. dst. Teori Psikologi Analitis 1. Disamping sistem-sistem yang terkait dengan daerah operasinya masing-masing. pengidraan. 1) Sikap .2) Tidur bergulung (mlungker). adalah arah enerji psikis (libido) yang menjelma jiwa bentuk orientasi manusia terhadap dunianya. 3) Tidur mengeliat tidak karua. Jung kemudian mengembangkan aliran psikologi yang dia beri nama Psikologi Analistis. Sikap dalam jiwa dibedakan menjadi : a) Sikap ekstrovert libido mengalir keluar minatnya terhadap situasi sosial kuat suka bergaul. semborno. 2. Struktur kepribadian Kepribadian atau psyche (istilah yang dipakai Jung untuk kepribadian) tersusun dari sejumlah sistem yang beroperasi dalam tiga tingkat kesadaran : ogo beroperasi pada tingkat sadar. terdapat sikap jiwa (introvert dan ekstravert) dan fungsi jiwa (pikiran. berarti proses penyesuaian dirinya baik. 4) Tidur dengan kaki di atas bantal.

adalah suatu bentuk aktivitas kjiwaan yang secara teoritis tetap meskipun lingkungannya berbeda-beda. bekerja tanpa penilaian dan Psikologi Kepribadian . terdiri dari : • pengideraan : sadar indrawi • intuisi : tak sadar naluriah Menurut Jung pada dasarnya setiap individu memiliki keempat fungsi jiwa tersebut. 2005 : 65). adalah fungsi jiwa yang bekerja dengan penilaian dan terdiri dari : • pikiran : menilai benar atau salah • perasaan : menilai menyenangkan atau tak menyenangkan b) Fungsi jiwa yang irasional. b) Sikap introvert libido mengalir ke dalam. tetapi biasanya hanya salah satu fungsi saja yang berkembang atau dominan. a) Fungsi jiwa rasional. terpusat pada faktor-faktor subjektif cenderung menarik diri dari lingkungan lemah dalam penyesuaian sosial lebih menyukai kegiatan dalam rumah 2) Fungsi jiwa. Fungsi jiwa dibedakan menjadi dua . b Dinamika kepribadian menyatakan bahwa kepribadian atau psyche bersifat Jung dinamis dengan gerak yang terus-menerus.dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain berkipun ada masalah. Dinamika psyche tersebut disebabkan oleh enerji psikis yang oleh Jung disebut libido. Dalam dinamika psyche terdapat prinsip-prinsip sebagai berikut (Alwisol. Fungsi jiwa yang berkembang paling meonjol tersebut merupakan fungsi superior dan menentukan tipe individu yang bersangkutan.

c Perkembangan kepribadian Gustav Jung menyatakan bahwa manusia selalu maju Carl atau mengejar kemajuan.1) Prinsip oposisi Berbagai sistem. 2) Prinsip kompensasi Prinsip ini berfungsi untuk menjada agar kepribadian tidak mengalami gangguan. Progresi adalah terjadinya penyesuaian diri secara Psikologi Kepribadian . 3) Prinsip penggabungan Menurut Jung. saling mendukung (compensate). dan bergabung mejnadi kesatuan (synthese). ekstraversi lawan introversi. dalam tidur sikap tak sadar mengambil alih dan muncullah ekpresi mimpi. Misalnya bila sikap sadar mengalami frus-trasi. yaitu diferensiasi sempurna dan saling hubungan yang selaras antara seluruh aspek kepribadian. 2) Jalan perkembangan : progresi dan regresi Dalam prose perkembangan kepribadian dapat terjadi gerak maju (progresi) atau gerak mundur (regresi). Manusia juga selalu berusaha mencapai taraf diferensiasi yang lebih tinggi. prinsip oposisi paling sering terjadi karena kepribadian berisi berbagai kecenderungan konflik. 1) Tujuan perkembangan : aktualisasi diri Menurut Jung. sikap tak sadar akan mengambil alih. kepribadian terus-menerus berusaha menyatukan pertentangan-pertentangan yang ada agar tercapai kepribadian yang seimbang dan integral. Oposisi juga terjadi antar tipe kepribadian. Menurut Jung. dari taraf perkembangan yang kurang sempurna ke taraf yang lebih sempurna. Ketika individu tidak dapat mencapai apa yang dipilihnya. pikiran lawan perasaa. tujuan perkembangan kepribadian adalah aktuali-sasi diri. dan penginderaan lawan intuisi. sikap. yaitu : saling bertentangan (oppose). dan fungsi kepribadian saling berinteraksi dengan tiga cara.

Apabila progesi terganggu oleh sesuatu sehingga libido terha-langi untuk digunakan secara progresi maka libido membuat regresi. Proses untuk sampai ke arah tersebut oleh Jung dinamakan proses individuasi atau proses penemuan diri. kembali ke fase yang telah dilewati atau masuk ke alam tak sadar. Psikologi Kepribadian . 3) Proses individuasi Untuk mencapai kepribadian yang sehat dan terintegrasi secara kuat maka setiap aspek kepribadian harus mencapai taraf diferensiasi dan perkembangan yang optimal.memuaskan oleh aku sadar baik terhadap tuntutan dunia luar mapun kebutuhan-kebutuhan alam tak sadar.

Sama halnya dengan psikoanalisis. B. Skinner. mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap dikehendaki.B. Watson. Ketiga asumsi tersebut adalah : Ilmu adalah usaha untuk menbemukan keteraturan. menurut mereka. 2005 : 400). Asumsi Skinner yang Dipakai mana asumsi pertama dan kedua pada padasarnya menjadi asumsi pendekatan ilmiah (Alwisol. dll. Selain Watson ada beberapa orang yang Thorndika. behaviorisme juga akar sejarah yang cukup dalam. serta paling berani dan tegas dalam menjawab tantangan dan Paradigma yang dipakai untuk membangun teori behavioristik adalah laku tidak berada di dalam diri manusia tetapi bearada di lingkungan (Alwisol. Namun demikian bila orang berbicara disebut adalah Skinner mengingat dia adalah tokoh behaviorisme yang paling bewrpengaruh.F. Pendahuluan oleh J. . menunjukkan peristiwa lain.Bab 6 A. 1. diperoleh melalui belajar dari lingkungan.

Bukan hanya menangani peristiwa masa lalu tetapi juga masa yang akan dating. b.b. menjadi lebih terampil. Menurut Skinner variasi kekuatan tingkah laku tersebut disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Pokok-pokok Pandangan Skinner a. adalah respon yang dihasilkan (elicited) organisme untuk menjawab stimulus yang secara spesifik berhubungan dengan respon itu. c. Tingkah laku dapat diramalkan (behavior can be predicted). Mnurutnya. 2. Ilmu dapat melakukan antisipasi dan menentukan / membentuk tingkah laku seseorang . tetapi tingkah laku hanya dapat diubah dan dikendalikan dengan mengubah lingkungan. bagaimana individu memiliki tingkah laku baru. Dan itu bukan karena kekuatan dari dalam diri individu atau motivasi. Sedangkankan unsur kepribadian yang dipandangnya relatif tetap adalah tingkah laku itu sendiri. Psikologi Kepribadian . Bagi Skinner. Teori yang berdaya guna adalah yang memungkinkan dilakukannya prediksi mengenai tingkah laku yang akan dating dan menguji prediksi itu. Dalam situasi yang sama tingkah laku seseorang bisa berbeda-beda kekuatan dan keringan munculnya. faktor motivasional dalam tingkah laku bukan elemen struktural. adalah respon yang dimunculkan (emittes) organisme tanpa adanya stimulus spesifik yang langsung memaksa terjadinya respon itu. Ilmu bukan hanya menjelaskan tetapi juga meramalkan. mungkin dapat diperoleh illusi yang menjelaskan dan memprediksi tingkah laku berdasarkan faktor-faktor yang tetap dalam kepribadian. 2) Tingkah laku operan (operant behavior). Dinamika kepribadian 1) Kepribadian dan belajar • Kepedulian utama Skinner berkenaan dengan kepribadian adalah mengenai perubahan tingkah laku. menjadi lebih tahu dan mampu. Struktur kepribadian Skinner tidak tertarik dengan variable structural dari kepribadian. dst. Menurut Skinner ada dua klasifikasi tingkah laku yaitu : 1) Tingkah laku responden (respondent behavior). Tingkah laku dapat decontrol (behavior can be controlled). Hakikat toeri Skinner adalah teori belajar.

Cara yang efektif untuk mengubah dan mengontrol tingkah laku adalah dengan melakukan penguatan (reinforcement) .. yaitu efek yang menyebabkan tingkah laku diperkuat atau sering dilakukan. yaitu ada respon yang diberi penguatan dan ada yang tidak diberi penguatan. Reinforcement negatif. Menurut Skinner. yaitu efek yang menyebabkan tingkah laku diperlemah atau tidak diulangi lagi. mulai dari bentuk yang paling sederhana sampai bentuk yang paling kompleks. Skinner mengemukakan istilah shaping. • Upaya mendekat terus-menerus (successive approximation) yang mengacu pada pengertian bahwa hanya respon yang sesuai dengan harapan eksperimenter yang diberi penguat. Menurut Skinner terdapat 2 unsur dalam pengertian shaping. Dalam teori Skinner penguatan dianggap sangat penting untuk membentuk tingkah laku. 2) Pembentukan perilaku dan perilaku berantai Dalam melatih suatu perilaku. Psikologi Kepribadian . yaitu upaya secara bertahap untuk membentuk perilaku. yaitu : • Adanya penguatan secara berbeda-beda (diffrential reinforcement). ada dua macam penguatan : Reinforcement positif.• Menurut Skinner kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan perkembangan tingkah laku dalam hubungannya yang terus-menerus dengan lingkungannya.

dan . 2001 :112- 1. menurut eksistensialisme adalah akan keberadaannya (Koeswara. 2001 : 113).Bab 7 A. Eksistensialisme menolak ataupun lingkungan. Manusia. serta bertanggung jawab atas B. para filsuf eksistensialis percaya bahwa sendiri nasib atau wujud dari keberadaannya. tetapi mereka berpijak pada konsepsi fundamental yang modern. menyebut psikologi humanistik sebagai “kekuatan ketiga” (a third force). bukan sebagai bukan dua unsur yang terpisah tetapi bagian dari suatu kesatuan. holistik Prinsip berting-kah laku sebagai kesatuan yang utuh. Pendahuluan sekelompok ahli psikologi yang pada awal tahun 1960-an bekerja sama di teori yang sangat berpengaruh atas pemikiran intelektual dalam psikologi. yaitu eksistensialisme. Sebaliknya. Pokok-pokok Teori Abraham Maslow manusia memiliki kebebasan dan bertanggung jawab bagi tindakanpara ahli psikologi humanistik dan selanjutnya dijadikan landasan teori dikembangkan oleh Maslow adalah sebagai berikut (Koeswara. berbeda-beda.

Psikologi Kepribadian . Pandangan holistik dalam kepribadian. e. bebas memilih atau . integrasi. Individu sebagai keseluruhan yang integral. Organisme dapat dianalisis dengan membedakan tiap bagiannya. yaitu aktualisasi diri. tetapi tidak ada bagian yang dapat dipelajari dalam isolasi. danterorganisasi . 5. menentukan setiap tindakannya. Kekuatan jahat atau merusak pada diri manusia merupakan hasil atau pengaruh dari lingkungan yang buruk. Manusia tidak pernah diam. c. dan bukan merupakan bawaan. b. 3. 2. Organisme memiliki suatu dorongan yang berkuasa. Pengaruh lingkungan eksternal pada perkembangan normal bersifat minimal. konsistensi. Namun demikian perubahan tersebut membutuhkan persyaratan. Manusia pada dasarnya memiliki pembawaan yang baik atau tepatnya netral. Organisasi adalah keadaan normal dan disorganisasai adalah keadaan patologis (sakit). tetapi selalu dalam proses untuk menjadi sesuatu yang lain dari sebelumnya (becoming). d. Individu adalah penentu bagi tingkah laku dan pengalamannya sendiri Manusia adalah agen yang sada. yang terpenting adalah : a. yaitu adanya lingkungan yang bersifat mendukung. dan koherensi. Potensi organisme jika bisa terkuak di lingkungan yang tepat akan menghasilkan kepribadian yang sehat dan integral. Kepribadian normal ditandai dengan unitas. Dengan kata lain manusia adalah makhluk yang bebas dan bertanggung jawab. 4. Penelitian yang komprehensif terhadap satu orang lebih berguna dari pada penelitian ekstensif terhadap banyak orang mengenai fungsi psikologis yang diisolasi. khas.apa yang terjadi pada bagian yang satu akan mempengaruhi bagian yang lain.

Manusia memiliki potensi kreatif yang mengarahkan manusia kepada pengekspresian dirinya menjadi orang yang memiliki kemampuan atau keistimewaan dalam bidang tertentu. 8.6. Manusia memiliki bermacam-macam kebutuhan yang secara hirarki dibedakan menjadi sebagai berikut (Boeree. 2004) kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs) (1) (2) kebutuhan akan rasa aman (the safety and security needs) (3) kebutuhan akan cinta dan memiliki (the love and belonging needs) (4) kebutuhan akan harga diri (the esteem needs) (5) kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs) Gambar 2 : PIRAMIDA KEBUTUHAN MANUSIA Psikologi Kepribadian . 7. Self-fulfillment merupakan tema utama dalam hidup manusia.

2005 : 333). Pendahuluan Tokoh psikologi humanistik selain Abraham Maslow. b) Realitas subjektif Organisme menanggapi dunia seperti yang diamati atau dialaminya. proaktif. dan pekerja sosial. medan fenomena. dan self. yaitu : organisme. bimbingan. T ekniknya tersebar luas di kalangan pendidikan. heterostatis. Pokok-pokok Teori Carl Rogers a. baik yang internal maupun eksternal. Namun demikian ada tiga komponen yang dibahas bila bicara tentang struktur kepribadian menurut Rogers. yaitu terapi yang berpusat pada klien (client-centered therapy). Setiap perubahan memiliki makna pribadi atau bertujuan. rasional. 2) Medan fenomena Rogers mengartikan medan fenomena sebagai keseluruhan pengalaman. Rogers sangat kuat memegang asumsinya bahwa manusia itu bebas.lengkap dengan fungsi fisik dan psikologisnya. dan sukar dipahami (Alwisol. sehingga perubahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian lain. mencakup : a) Makhluk hidup Organisme adalah makhluk . utuh.C. adalah Carl Rogers. Rogers (1902-1987) menjadi terkenal berkat metoda terapi yang dikembangkannya. tempat semua pengalaman dan segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadar setiap saat. Medan fenomena Psikologi Kepribadian . baik yang disadari maupun yang tidak disadari. mempertahankan. Struktur kepribadian Rogers lebih mementingkan dinamika dari pada struktur kepribadian. yakni tujuan mengaktualisasi. Teori Carl Rogers 1. Realita adalah medan persepsi yang sifatnya subjektif. bukan benar-salah. 2. subjektif. mudah berubah. dan mengembangkan diri. 1) Organime. c) Holisme Organisme adalah kesatuan sistem.

b) bersifat integral dan konsisten. kebutuhan mengembangkan dan memerinci fungsi tubuh serta generasi. Ketika organisme itu matang maka ia makin berdiferensiasi. 3) Tingkah laku yang tidak meredakan ketegangan tetapi justru meningkatkan tegangan. dan makin tersosialisasikan. yaitu : 1) Tingkah laku yang berakar pada proses fisiologis. c) menganggap pengalaman yang tak sesuai dengan struktur self sebagai ancaman. organisme mengaktualisasikan dirinya menurut garis-garis yang diletakkan oleh hereditas. 1995 :136137). dalam medan sebagaimana medan itu dipersepsikan (Hall dan Lindzey. makin otonom. yang intinya adalah : a) terbentuk melalui medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu. Rogers menyatakan bahwa pada dasarnya tingkah laku adalah usaha organisme yang berarah tujuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhannya sebagaimana dialami. Psikologi Kepribadian . termasuk kebutuhan dasar (makana.merupakan seluruh pengalaman pribadi seseorang sepanjang hidupnya. yaitu tingkah laku yang motivasinya untuk berkembang dan menjadi lebih baik. makin luas. 3) Self Self merupakan konsep pokok dari teori kepribadian Rogers. 2) Tingkah laku yang berkaitan dengan motivasi psikologis untuk menjadi diri sendiri. namun dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks. b. Dinamika kepribadian Menurut Rogers. d) dapat berubah karena kematangan dan belajar.. minuman. Rogers menegaskan bahwa secara alami kecenderungan aktualisasi akan menunjukkan diri melalui rentangan luas tingkah laku. Perkembangan kepribadian Rogers tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan. dan udara). c.

Pribadi yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya. merealisasi potensinya.otonom. Rogers menggambarkan 5 ciri kepribadian yang berfungsi sepenuhnya sebagai berikut : 1) terbuka untuk mengalami (openess to experience). menyentuh semua bagian-bagian. dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya. Berkembangnya self diikuti oleh kebutuhan penerimaan positif. 5) kreativitas (creativity) Psikologi Kepribadian . 4) pengalaman kebebasan (experiental freedom). 3) keyakinan organismik (organismic trusting). sdan secara keseluruhan semakin aktualisasi diri. sosial. Rogers menyatakan bahwa self berkembang secar utuh-keseluruhan. 2) hidup menjadi (existential living). dan penyaringan tingkah laku yang disadari agar tetap sesuai dengan struktur self sehingga dirinya berkembang menjadi pribadi yang berfungsi utuh.

Adolf S. (2004) Laku. M. Boeree. David dan Crutchfield. Dan Fathiyah. (1997) . Knopf. E. Pengantar Psikologi. Kartika Nur. Pemahaman Tingkah Heuken. A. Nana Syaodih. Sagimun Mulus Dumadi. Ricahrd S. Yogyakarta : Kanisius. Sumadi Suryabrata. Jakarta : CV Rajawali. (2005) Psikologi Kepribadian. (1979) Tantangan Membina Kepribadian : Pedoman Mengenal Diri. Bandung : PT REmaja Rosdakarya. Koeswara. Malang : Penerbit Universitas Muhammadyah Malang.Jakarta : Rineka Cipta. (1978) Mulia. H. Supratiknya. (Alih bahasa : Inyiak Ridwan Muzir). Psikologi Kepribadian . (1982) Pembentukan dan Pendidikan Watak. Jakarta : Pradnya Paramita. (2005) Psikologi Kepribadian.J. Dirgagunarsa. Yogyakarta: Primasophie. CG. Kanisius : Yogyakarta. Kretch. (editor) (1993) Teori-teori Holistik : Organismik – Fenomenologis. Bandung Eresco. (1969) Elements of Psychology.Personality Theories :Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia.Daftar Pustaka Alwisol. Singgih. New York : Alfred A. (2001) Teori-teori Kepribadian. (2003) Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Jakarta : BPK Gunung Farozin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful