IMPLEMENTASI STRATEGI : STRUKTUR, KEPEMIMPINAN, BUDAYA DAN IMBALAN Meskipun sasaran tahunan, strategi fungsional dan kebijakan-kebijakan

spesifik menyediakan sarana penting yang diperlukan untuk mengkomunikasikan apa yang dilakukan guna mengimplementasikan strategi perusahaan, masih ada hal lain yang diperlukan untuk dapat mengimplementasikan strategi dengan berhasil, yakni strategi harus merasuk ke dalam kehidupan perusahaan sehari-hari. Sarana fundamental untuk membuat strategi merasuk dalam kehidupan sehari-hari perusahaan adalah empat elemen organisasi, yaitu: Struktur, Kepemimpinan, Budaya/kultur dan Imbalan Elemen-elemen tersebut mengacu kerangka McKinsey yang menunjukkan bahwa terdapat tujuh komponen utama (the seven S’s) yang saling terkait menentukan efektivitas implementasi strategi

Struktur

Strategi

Sistem

Nilai

Gaya

Keahlian

Staf

Gambar Kerangka 7-S McKinsey Ke tujuh komponen tersebut, yaitu: 1. Struktur (structure). Bagan organisasi dan perangkat yang menyertainya yang menunjukkan siapa pelapor kepada siapa dan cara pembagian dan pengintegrasian tugas. 2. Strategi (strategy). Serangkaian tindakan logis yang ditujukan untuk memperoleh keunggulan bersaing yang dapat dipertahankan, memperkuat posisi terhadap konsumen, atau mengalokasikan sumber daya. 3. Staf (staff). Orang-orang didalam organisasi, yaitu menyangkut demografik perusahaan.

1

sebuah struktur organisasi hendaknya mmenggambarkan alokasi pekerjaan melalui sebuah divisi pekerjaan dan menyediakan koordinasi dari hasil-hasil kinerja sehingga sasaran organisasi terlaksana dengan baik. Gaya manajemen (management style). Bentuk dari pengalokasian pekerjaan tersebut dapat digambarkan kedalam suatu struktur organisasi atau bagan organisasi. sistem penganggaran modal. Keahlian (skills). Imbalan : system imbalan atas kinerja IMPLEMENTASI MELALUI STRUKTUR 1. Perusahaan akan lebih efektif apabila strategi dilaksanakan dengan tepat dan dengan struktur organisasi yang tepat pula. dan sistem pengukuran prestasi ). Berdasarkan kerangka McKinsey tersebut. Apa yang dianggap penting oleh manajemen melalui penggunaan waktu dan perhatian serta perilaku simbolik. sistem pelaporan. Dari struktur organisasi akan nampak sistem atau jaringan kerja terhadap tugas-tugas. pada bagian selanjutnya akan dibahas secara khusus pelaksanaan (implementasi) strategi yang ditinjau dari : Struktur : cara berbagai kegiatan diorganisasikan. 6. 4. proses pabrikasi.4. Nilai bersama (shared values). Kemampuan yang dimiliki oleh organisasi secara keseluruhan. dan bukan keahlian perorangan. Struktur akan membantu mengidentifikasi kegiatan-kegiatan kunci perusahaan dan cara kegiatan-kegiatan ini dikordinasikan untuk mencapai tujuan strategik perusahaan. Kepemimpinan :. 2 . dan komunikasi yang menghubungkan secara bersama pekerjaan individual dan kelompok. Oleh karena itu. sering diperlukan susunan struktur organisasi yang baru. tetapi yang dapat mencakup pernyataan tujuan sederhana dalam menentukan nasib perusahaan. 5. Dalam hal ini bukan hal yang dikatakan manajemen. Jadi. Ia menyimpulkan bahwa struktur mengikuti strategi. Sejumlah proses dan arus yang memperlihatkan cara suatu perusahaan melaksanakan sesuatu dari hari kehari (sistem informasi. sistem pengendalian mutu. Nilai yang berada diluar. Ketika perusahaan mengubah strateginya dan tumbuh dalam penjualan dan diversifikasi. 7. Fungsi utama dari sebuah struktur adalah membantu mengidentifikasi kegiatankegiatan kunci perusahaan dan cara kegiatan-kegiatan itu dikoordinasi untuk mencapai tujuan strategik perusahaan. Semua organisasi atau perusahaan memerlukan suatu bentuk struktur organisasi untuk menerapkan dan mengelola strategi yang dirumuskan. 2. Budaya/kultur-nilai bersama. yang menciptakan norma-norma perilaku individu dan warna organisasi. tetapi cara mereka berprilaku. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Chandler pada perusahaan-perusahaan industri di Amerika menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara strategi dan struktur. yaitu kebutuhan untuk menentukan gaya/style yang efektif sdisamping staf dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan strategi. IMPLEMENTASI MELALUI STRUKTUR Keberhasilan implementasi strategi tergantung pada struktur organisasi perusahaan. prioritas utama dalam pelaksanaan suatu hasil perumusan strategi adalah merencanakan struktur organisasi. 3. Sistem dan prosedur (system and procedures).

penelitian dan pengembangan. Kesulitan dalam koordinasi fungsional dan pengambilan keputusan antar fungsi. 3. 2. 2) Struktur organisasi divisi. 3 . Bentuk struktur organisasi fungsional seperti ditunjukkan pada Gambar 1 Presiden Direktur Fungsi Pemasaran Fungsi Produksi Fungsi Personalia Fungsi Keuangan Gambar 1 : struktur organisasi fungsional Walaupun struktur ini diyakini dapat memaksimalkan skala ekonomis dan spesialisasi. namun koordinasi dan integrasi unit-unit sering menjadi masalah. produksi dan operasi. maka penyusun strategi harus mempertimbangkan beberapa keunggulan dan kelemahannya. Struktur Organisasi Fungsional Jenis struktur ini banyak dijumpai pada perusahaan-perusahaan kecil atau yang mempunyai produk tunggal dan lini produk terbatas. Menjaga pemusatan pengendalian keputusan strategik. Tugas-tugas yang ada dibagi berdasarkan pada jenis pekerjaan yang dilakukan dalam perusahaan. 2. Meningkatkan pengembangan keahlian fungsional. dan 5) Struktur organisasi matriks. Menyebabkan spesialisasi yang sempit dan persaingan atau konflik fungsional. Untuk memilih bentuk struktur organisasi mana yang dianggap tepat. yakni menurut spesialisasi fungsional yang memungkinkan orang-orang dalam perusahaan memusatkan perhatian hanya pada satu aspek dari tugas yang perlu dilaksanakan. Fungsi-fungsi pokok yang diacu yakni: fungsi pemasaran. 4. dan lain-lain. Keunggulan dan kelemahan dari struktur fungsioanal dapat dirinci sebagai berikut: Kelebihan : 1. 4) Struktur organisasi unit usaha (UBS). personalia.Secara umum terdapat lima struktur utama yang perlu dipertimbangkan oleh penyusun strategi. akuntansi dan keuangan. Kelemahan : 1. Membedakan dan mengendalikan keputusan-keputusan operasional lainnya. Kelima struktur tersebut adalah : 1) Struktur organisasi fungsional. Efisiensi dapat dicapai melalui spesialisasi. Perusahaan dengan tipe ini memerlukan adanya spesialisasi dan tingkat keterampilan yang jelas untuk dapat membangun keunggulan bersaing dalam menyediakan produk atau jasa.

3. Perencanaan Personalia Akuntansi Div. Administrasi Wakil Presdir Bid. Struktur Organisasi Divisi Struktur organisasi divisi diperlukan apabila perusahaan mengalami perkembangan secara geografis atau menurut kelompok produknya. sehingga struktur fungsional. Operasi Manajer Umum Divisi A Manajer Umum Divisi B Manajer Umum Divisis C Personalia Akuntansi Div. Adanya batasan pengembangan imternal para manajer umum. Dalam perkembangan seperti itu. Perencanaan Pemasaran Pemasaran Pemasaran Produksi Produksi Produksi Gambar 2 : Struktur Organisasi Divisi 4 . Perencanaan Personalia Akuntansi Div. Konflik lini-staf. Presiden Direktur Wakil Presdir Bid. tidak mencukupi lagi Sturktur divisi memungkinkan manajemen puncak mendelegasikan wewenang kepada manajemen unit bisnis strategiknya. manajer fungsional mungkin tidak mampu lagi mengelola produksi atau pemasaran produk atau jasa yang jumlahnya sangat banyak dan bermacammacam jenisnya. 4. Dengan demikian akan mempercepat proses pengambilan keputusan dalam menanggapai berbagai lingkungan persaingan dan memungkinkan manajemen puncak memusatkan perhatian pada keputusan-keputusan strategik tingkat perusahaan. Gambar 2 mengilustrasikan suatu struktur organisasi divisi dan merinci kelebihan dan kelemahan strategikdari struktur itu.

Dalam struktur ini. Permintaan tanggung jawab pelaksanaan lebih jelas. kelompok UBS pada tingkat yang kedua. divisi-divisi dalam satu kelompok itu saling berkaitan.Beberapa keunggulan dan kelemahan dari struktur organisasi divisi dapat dirinci sebagai berikut : Keunggulan : 1. Menempatkan pengembangan strategi dan implementasinya pada tingkat divisi dengan lingkungan yang khas. 3. penerapan teknik portfolio mungkin menghasilkan konflik tujuan antara kelompok UBS dan corporate. Gambar 10. Terpeliharanya spesialisasi fungsional dalam setiap divisi. Pengambilan keputusan strategik dapat lebih cepat dan tepat. Memudahkan koordinasi dan memberikan tanggapan yang cepat karena wewenang telah dilimpahkan kebawah. Kelemahan : 1. perusahaan mengorganisasi portfolio bisnisnya menjadi bisnis yang saling berhubungan kedalam satu kelompok UBS dan bisnis yang tak berhubungan kedalam kelompok UBS yang lain. 4. diterapkan dalam struktur SBU. yaitu presiden direktur pada tingkat pertama. Memupuk persaingan tak sehat untuk memperebutkan sumber daya tingkat perusahaan. 5. tetapi antar kelompok-kelompok yang ada bisa jadi tidak saling berhubungan satu sama lainnya.4 mengilustrasikan sebuah struktur organisasi UBS. Akan tetapi. Struktur seperti itu memungkinkan masing-masing divisi bereaksi lebih cepat terhadap perubahan lingkungan yang sebelumnya telah meminta perhatian corporat. Seringkali matrik portfolio. Dalam struktur UBS. 5 . Menimbulkan kemungkinan tidak konsistennya kebijakan diantara divisi. divisi-divisi dengan produk atau teknologi serupa dapat diorganisir untuk mencapai sinergi. Adapun kelebihan utama dari struktur UBS adalah bahwa struktur ini memberikan cara bagi perusahaan -perusahaan besar untuk kembali memusatkan perhatian pada berbagai komponen bisnis mereka yang sangat penting bagi sukses awal tetapi mulai terlupakandengan bertambahnya kompleksitas dan ukuran perusahaan. 2. 4. Jadi. 3. Struktur Organisasi Unit Bisnis (UBS) Struktur unit bisnis (SBU=Strategic business unit) terdiri dari paling tidak tiga tingkatan. Menimbulkan masalah mengenai seberapa besar wewenang yang harus diberikan kepada manajer divisi. seperti yang diterapkan oleh Boston Consulting Group. dan akhirnya divisi-divisi yang dikelompokkan oleh keterkaitan dalam masingmasing UBS. 2. Menimbulkan masalah pendistribusian biaya overhead korporat yang dapat diterima oleh manajer yang bertanggung jawab atas laba. Struktur seperti itu memberi keuntungan besar bagi presiden direktur dalam perencanaan strategis dan kontrol operasional.

2. para staf 6 . Administrasi Wakil Presdir Bid. Kedua. Meningkatkan koordinasi antara divisi yang mempunyai masalah strategik serupa dan menghadapi lingkungan produk-pasar yang sama. yang pelimpahan wewenang bersifat fungsional dan divisional. berlaku pada lini staf yang berada di bawah. Pertama. Sifat dan alur wewenang serta tanggung jawab adalah vertikal dan horisontal. Artinya. Dapat menimbulkan persaingan tak sehat memperebutkan sumber daya korporat. Alur wewenang dan pertanggung -jawaban bersifat vertikal. Memudahkan perencanaan bisnis yang mendalam di tingkat korporat dan bisnis. Struktur Organisasi Matriks Organisasi matriks adalah organisasi yang susunannya ditandai dengan adanya dua klasifikasi. berlaku pada lini pertama dan kedua. Menyalurkan tanggung jawab ke berbagai unit usaha yang berbeda. Dapat menimbulkan kesulitan dalam mendefinisikan peran wakil presiden group. Administrasi Unit Bisnis Strategi (1) Unit Bisnis Strategi (2) Unit Bisnis Strategi (3) Divisi Divisi Divisi A B C A B C A B C Gambar 3: Struktur Organisasi Unit Bisnis (UBS) Keunggulan dan kelemahan dari struktur organisasi unit usaha dapat dirangkum sebagai berikut : Keunggulan : 1. 4. Kelemahan : 1. 3. 2.Presiden Direktur Wakil Presdir Bid. Memperketat majemen dan pengendalian strategik dari perusahaan yang bisnisnya beragam. 3. Membentuk lapisan manajemen baru di antara divisi dan manajemen korporat.

sehingga mereka berada dibawah dua wewenang. Memberikan leksibilitas kepada organisasi dan membantu perkembangan kreatifitas serta melipat gandakan sumber-sumber yang beraneka ragam. Menstimulasikan kerja sama antar disiplin dan mempermudah kegiatan perusahaan yang bermacam-macam yang berorientasi proyek 3. Jalur komando ganda merupakan tantangan bagi orientasi organisasi yang mendasar. struktur organisasi matrik juga memiliki keunggulan dan kelemahan yang dirinci berikut. 7 . Menegosiasikan tanggung jawab bersama. dan prioritas dapat menimbulkan salah paham atau kebingungan di kalangan bawahan. Keunggulan: 1. 2. Memupuk kreatifitas dan banyak sumber keragaman. namun pada kenyataanya struktur ini sukar untuk diterapkan. Presiden Direktur Manajer Dep teknis Manajer Dep Produksi Manajer Dep Pembelian Manajer Dep Administrasi Lain Manajer Dep. Bentuk struktur organisasi matrik adalah seperti disajikan pada Gambar 4. Mengembangkan keterampilan-keterampilan karyawan dan merupakan tempat latihan yang baik bagi manajer-manajer strategik 4.memiliki dua atasan. Seperti halnya stuktur organisasi lainnya. penggunaan sumber daya. Fungsi Manajer Proyek A Staf teknis Staf Produksi Staf Pembelian Staf Administrasi ManajerP royek B Staf teknis Staf Produksi Staf Pembelian Staf Administrasi ManajerP royek C Staf teknis Staf Produksi Staf Pembelian Staf Administrasi Gambar 4 : Struktur organisasi Matriks Walaupun struktur nampaknya mudah dirancang.

kepemimpinan merupakan elemen kunci dari implementasi strategi. pada bagian ini akan diuraikan secara khusus tentang kepemimpinan strategis dalam perusahaan. organisasi besar yang beroperasi dalam lingkungan yang dinamis. dan mempunyai lingkup produk/pasar tunggal akan lebih efektif dengan struktur organisasi fungsional 3. Peran CEO Dalam konteks manajemen strategik. kemudian mendapat kekuatan baru ketika pimpinan puncaknya diganti. mengikat suatu kelompok bersama dan memberi motivasi untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan organisasi sebelumnya. dan mempunyai usaha yang secara teknologis intensif. dan mempunyai proyek atau produk jangka pendek. IMPLEMENTASI MELALUI KEPEMIMPINAN Kepemimpinan berkaitan dengan proses mempengaruhi orang lain sehingga mereka dapat mencapai sasaran dalam keadaan tertentu. Mendorong pertentangan kekuasaan dan mengarah pada konflik antar bagian 4. bila perusahaan mengubah strateginya maka struktur organisasinya perlu disesuaikan agar strategi dapat dilaksanakan dengan efektif. Untuk menunjang keberhasilan fungsi manajemen dalam organisasi perusahaan tentunya membutuhkan seorang pemimpin yang dapat melaksanakan tugas atau fungsi manajemen. Manajemen adalah suatu faktor kemanusiaan. 1. Oleh karena itu. Hal ini juga dapat diartikan. Dua permasalahan utama yang terkait dengan kepemimpinan dalam manajemen strategik adalah : 1) Kemampuan apa yang harus dimiliki oleh pemimpin strategik dalam hal ini adalah peran CEO (chief exceutive officier) dan 2) Siapa yang pantas menjadi pemimpin atu penunjukkan manaer-manajer kunci. Hasilnya bahwa struktur organisasi sangat bergantung pada strategi perusahaan. maka perusahaan yang efektif bergerak dari struktur organisasi fungsional menuju struktur organisasi divisional 2. Kepemimpinan strategis dapat 8 . Sangat memerlukan kootrdinasi horisontal dan vertikal 3. akan efektif dengan struktur organisasi matrik. 2. Kemampuan dan ketrampilan kepemimpinan (leadership) untuk mengarahkan merupakan faktor penting dalam efektifitas manajer. Dapat menimbulkan lalulintas informasi dan pelaporan yang berlebihan Pemilihan struktur organisasi yang efektif Banyak riset telah dilakukan untuk mengetahui mana struktur yang tepat untuk suatu perusahaan. seperti berikut ini: 1. seterusnya ke diversifikasi yang tidak berkaitan. organisasi kecil yang beroperasi dalam lingkungan yang stabil. Pertanggungjawaban ganda dapat menciptakan kebingungan dan kebijaksanaan yang kontradiktif. Banyak terjadi organisasi bisnis yang tampaknya akan bangkrut. bila perusahaan bergerak dari produk tunggal ke produk yang berkaitan.Kelamahan. di mana skala ekonomis tidak penting.

Sementara itu. mereka tentu berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda-beda dan pengalaman yang berbeda pula. yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Kompetensi inti berkaitan dengan kemampuan funsional perusahaan. namun pragmatis. dan subsistemnya. Melalui kepemimpinan strategis yang efektif. Pemimpin-pemimpin strategis (manajemen puncak/CEO) harus dapat mengambil suatu keputusan yang dimaksudkan untuk membantu perusahaan mengembangkan. mendongrak. dan sistem informasi dan pengendalian. tanggung jawab utama implementasi strategi yang efektif terletak pada pemimpin puncak sebuah organisasi. pemimpin strategis yang efektif meminta masukan dari rekan-rekan dan karyawannya tentang bobot keputusan mereka melalui komunikasi timbal balik. Kemampuan dan pengetahuan kepemimpinan pada masing-masing CEO sangatlah bervariasi. Modal manusia mengacu pada pengetahuan dan kemampuan tenaga kerja 9 . dan memberi kuasa kepada orang-orang lain untuk menciptakan perubahan strategis yang perlu. Akan tetapi juga menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat strategis. Untuk mencapai tingkat inovasi yang diharapkan. Masing-masing tugas strategis yang dilaksanakan oleh pemimpin strategis meliputi : 1. mempertahankan fleksibilitas. Mengembangkan modal manusia.diartikan sebagai suatu kemampuan mengantisipasi. Memanfaatkan dan mempertahankan kompetensi inti. Pemimpin-pemimpin strategis yang efektif juga harus mampu mengambil keputusan berani. manajer tingkat menengah harus membangun koalisi efektif diantara rekan-rekan dan bawahan mereka dan dengan manajer tingkat lebih atas untuk mendapatkan dukungan. Sehingga sulit bagi perusahaan untuk menemukan seorang pemimpin yang secara totalitas memenuhi tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang ada. mempertahankan. Pelaksanaan Kepemimpinan Strategis Tugas penting yang diemban oleh seorang pemimpin tidak hanya menyangkut pengarahan orang-orang yang ada dalam perusahaan. banyak pemimpin strategis berusaha memperjuangkan inovasi. keuangan. memperkuat. Kepemimpinan strategis menuntut kemampuan mengakomodasi dan mengintegrasikan kondisi-kondisi eksternal maupun internal dan kemampuan untuk mengelola ambiquitas dan terlibat dalam pemrosesan informasi yang kompleks. 3. yaitu CEO. Pandangan ini mencakup strategi. Selain itu. penelitian dan pengembangan ekonomisnya. desain organisasi. Menentukan arah strategis perusahaan mengacu pada pengembangan pendapatan jangka panjang tujuan strategis perusahaan yang secara normalnya menjangkau pandangan perusahaan paling tidak 5 sampai 10 tahun ke depan. Menentukan arah strategis. seperti manufaktur. maka perusahaan harus memiliki tim manajemen puncak yang berpendidikan tinggi dan dengan keahlian fungsional yang lebih beragam. Dalam perusahaan-perusahaan yang bersaing di pasar global. yang meliputi perencanaan. pemasaran. Alasannya. Gaya manajemen CEO dapat mempengaruhi tingkat kinerja dari perusahaannya. memiliki visi. 2. Dalam pandangan para CEO. organisasi diharapkan mampu memanfaatkan proses manajemen strategis dengan sukses. Ketika mengambil keputusan berat. karyawan merupakan sumber utama keunggulan bersaing perusahaan. dan memanfaatkan kompetensi inti.

Budaya perusahaan membantu mengatur dan mengontrol perilaku karyawan. Akhirnya. Program pengembangan manajemen dapat membantu menambah nilai inti dan pandangan sistematis perusahaan. Misalnya. Selain itu. yakni: 1) kemampuan dan 10 . 4. Menanamkan etika bisnis. Mengembangkan pengendalian strategis. Budaya perusahaan adalah seperangkat ideologi kompleks. 5. pemimpin-pemimpin strategis harus mengembangkan dan mempertahankan budaya perusahaan yang tepat yang nantinya dapat menumbuhkan semangat wirausaha. Hal ini didasarkan pada suatu pemikiran bahwa masing-masing perusahaan memiliki strategistrategi yang berbeda dan menghadapi situasi lingkungan yang khas. ada dua pertanyaan mendasar bagi seorang manajer. Penugasan Manajer Kunci Agar terjamin strategi yang telah ditetapkan dapat berasil secara baik. Mempertahankan budaya perusahaan yang efektif. Penggunaan pengendalian strategis yang efektif oleh CEO sering dipadukan dengan otonom yang tepat di berbagai sub-unit sehingga dapat memperoleh keunggulan bersaing pada masing-masing pasar.perusahaan. sedangkan perusahaan lainnya mengharapkan adanya pertumbuhan perusahaan. Apakah orang-orang tersebut memenuhi berbagai persyaratan dan memilki berbagai ciri kepemimpinan yang menjamin bahwa strategi yang telah ditetapkan akan dilaksanakan dengan baik? Untuk mendapatkan orang yang dapat memenuhi persyaratan yang diinginkan dan berlaku pada semua kondisi dirasakan oleh manajemen perusahaan sangatlah sulit. Perbedaan-perbedaan itu menuntut karakteristik manajerial yang berbeda pula. secara umum manajer kunci yang diharapkan itu minimal memilki tiga kriteria utama. Dengan melakukan hal ini. Dalam hal ini. manajer harus dapat menghargai perilaku karyawan yang sesuai dengan etika dalam perusahaan. mengembangkan dan membantu visi jangka panjang. satu perusahaan menginginkan adanya profitabilitas yang meningkat. Salah satu sarana untuk mengembangkan modal manusia adalah melalui program pelatihan dan pengembangan. Sekalipun sulit untuk menemukan orang-orang yang sesuai dengan tuntutan tersebut. Tugas CEO atau manajer terkait dalam hal ini adalah merekrut karyawan yang mempunyai nilai-nilai etis yang cocok dengan nilai perusahaan. otonomi yang diberikan memungkinkan fleksibilitas dan inovasi yang perlu untuk mengambil keuntungan dari peluang-peluang pasar tertentu. Akibatnya. pemimpin strategis mengembangkan penggunaan pengendalian strategis dan otonomi yang serentak. Siapa orang-orang atau manajer kunci yang akan menduduki posisi kepemimpinan untuk pelaksanaan strategi? 2. mereka lebih mungkin untuk memiliki karyawan yang terlibat dalam praktek etika. dan nilai yang dimiliki bersama dalam perusahaan dan yang mempengaruhi cara perusahaan itu menjalankan usahanya. simbol. yaitu: 1. dan menciptakan penekanan pada tindakan strategis yang dikaitkan dengan produksi barang dan jasa berkualitas tinggi. 5.

Biaya itu meliputi biaya perekrutan dan kompensasi. tiga kriteria utama tadi mengharuskan manajemen untuk mencari alternatif. Kekurangan: a. b. Kehadiran tenaga dari luar diharapkan akan mampu membawa perubahan yang diharapkan. Bagi setiap perusahaan. Jika perusahaan menggunkan tenaga dari luar. Biasanya mereka yang berasal dari luar memiliki komitmen dan semangat yang tinggi dalam menjalankan tugasnya. Kelebihan : a. 2) jalur karir dan pengalaman sebelumnya. Kelebihan: a. 2. c. pemasok. Kurang adaptif terhadap perubahan strategi yang besar karena pengetahuan. b. Memerlukan waktu yang cukup untuk menyesuaikan diri dengan budaya kerja perusahaan. c. Tenaga dari dalam telah mengenal karyawan dan kondisi yang ada. atau mencari dan memperkerjakan manajer baru yang direkrut dari luar perusahaan. dan nilai-nilai mereka. b. b. Sulit untuk mendapatkan tenaga yang dimaksud karena tidak tersedia di berbagai sumber rekrutmen. Memiliki hubungan yang mengakar dengan rekan. dan sebagainya. apakah memanfaatkan manajer yang sudah ada untuk menjalankan tugas-tugas strategis. c. Tenaga dari luar biasanya tidak terbebani oleh komitmen terhadap karyawan.pendidikan. Kekurangan : a. d. biasanya akan menimbulkan sentimen atau kecemburuan bagi karyawan yang sudah ada. sikap. d. Komitmen yang dibuat para manajer pada masa lalu menghambat penggunaan gaya manajerial baru yang dituntut oleh pelaksanaan suatu strategi baru. Diperlukan biya yang mahal untuk menggunakan tenaga dari luar. bawahan. Apalagi posisi yang ditempati tenaga baru itu adalah posisi yang diharapkan oleh karyawan yang telah ada. c. 2. d. 11 . Adapun kelebihan dan kekurangan menggunakan manajer dari luar perusahaan adalah sebagai berikut : 1. pembeli. Masing-masing alternatif tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. serta3) kepribadian dan temperamen. Kurang memilki kemampuan untuk secara kredibel mengemban tugas pembaharuan. Menunjukkan manajemen memperhatikan karir anggota karyawannya. Tenaga yang berasal dari luar akan memainkan peranan penting dalam pelaksanaan strategi baru terutama apabila mereka telah memiliki pengalaman dalam menerapkan strategi sejenis di tempat mereka pernah bekerja. Kualitas pribadi manajer dari dalam lebih dan dipahami oleh rekan-rekannya. Kelebihan dan kekurangan menggunakan manajer dari dalam perusahaan adalah sebagai berikut : 1.

12 .

dan nilai yang dimiliki bersama seluruh organisasi yang mempengaruhi cara perusahaan itu menjalankan bisnisnya. keyakinan dan masalah yang khusus yang berbeda-beda. Keyakinan dan nilai-nilai itu akan memiliki makna pribadi jika anggota dalam suatu perusahaan memandang mereka sebagai pedoman bagi perilaku yang layak dalam perusahaan itu. perilaku yang sesuai dengan kultur perusahaan akan berakibat tidak hanya pengakuan atas keberadaan seseorang sebagai anggota perusahaan yang terhormat. staf. Kultur berfungsi sebagai alat pengendali perilaku bawahan.IMPLEMENTASI MELALUI KULTUR Budaya perusahaan merupakan seperangkat ideologi kompleks. Isi atau kandungan dari kultur suatu perusahaan biasanya dapat dikelompokkan menjadi tiga sumber utama : 1) pengaruh lingkungan bisnis pada umumnya dan industri pada khususnya. Suatu perusahaan merupakan kumpulan orang-orang yang bekerja melalui sistem-sistem tertentu. dan mematuhinya. maka setiap anggota yang terlibat dalam perusahaan tersebut harus melakukan berbagai bentuk penyesuaian sehingga anggota tersebut menunjukkan perilaku yang menggambarkan sistem nilai. Keberadaan dari kultur perusahaan sangat memberikan peran yang berarti bagi kehidupan suatu perusahaan. manajer juga menyadari bahwa elemen-elemen kunci perusahaan seperti : struktur. akan tetapi juga akan mendapatkan imbalan dan penghargaan. 5. Meningkatkan komitmen bersama antara anggota demi keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi-fungsi lain dari keberadaan budaya atau kultur dalam suatu organisasi dan perusahaan dapat disebutkan sebagai berikut : 1. keyakinan dan etos kerja yang dianut oleh perusahaan. kondisi. Sangat sulit bagai manajer untuk mengaitkan antara kultur perusahaan dan faktorfaktor kritikal yang menentukan strategi. Kultur akan menentukan tata cara dan batasan perilaku dalam berorganisasi.dan 3) asumsi bersama (shared assumption) yang dibentuk oleh pengalaman lapangan yang dijumpai karyawan di perusahaan ketika mereka mencari pemecahan atas masalah yang dihadapi. dan gaya manajemen dapat mempengaruhi cara pelaksanaan tugas-tugas manajerial dan bagaimana 13 . pendiri. 4. 2) budaya yang berasal dari pemimpin. Sehingga. Kultur akan menjadi pengikat sekaligus pendorong rasa kebersamaan para anggota melalui pemahaman yang sama tentang cara bertindak dan berperilaku. Kultur dapat menumbuhkan rasa memiliki perusahaan dikalangan para karyawan. anggota suatu perusahaan bisa saja menyadari adanya keyakinan dan nilai-nilai perusahaan tanpa penyerapannya secara pribadi. dan karyawan yang membawa pola asumsi mereka sendiri ketika mereka bergabung dengan perusahaan. Akan tetapi. simbol. Misalnya dalam hal apa yang boleh dan tidak. 3. Artinya. 2. kepribadian. karyawan akan merasa bangga menjadi anggota perusahaan dimana ia berkarya. Berfungsi untuk memelihara stabilitas sosial dalam perusahaan. Meskipun demikian. Antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya memiliki ciriciri. sistem nilai. Melalui suatu pemahaman kultur perusahaan. mana yang sah dan tidak sah dan sebagainya. manusia. sistem.

kenaikan gaji. Mengaitkan imbalan secara erat dengan rencana strategik 2. Memotivasi dan menghargai prestasi individu dan unit organisasi yang baik merupakan bahan penting dalam implementasi strategi. 1. bukan berdasarkanb posisi dalam hirarki. serta fasilitas. insentif. tugas pokok dalam pelaksanaan strategi adalah mengupayakan terwujudnya kesesuaian antara perubahan yang perlu terjadi dengan kultur perusahaan. 8. Imbalan dan insentif harus terkait dengan pekerjaan seseorang dan hasil yang memang dalam kendali orang tersebut. promosi. 3. tunjangan. saham. 4. Adil. demosi..pola hubungan manajemen terbentuk. Mekanisme dan pengendalian personil manajerial dalam pelaksanaan strategi dilakukan melalui mekanisme imbalan seperti: kompensasi. bonus. dan informatif. kenaikan gaji. Terbuka untuk mengubah sistem imbalan. promosi. 7. 14 . dan penugasan. khususnya di tingkat operasional perusahaan. sistem imbalan harus secara jelas dikaitkan dengan prestasi strategik. 5. Keputusan-keputusan mengenai kompensasi isentif. Berilah imbalan secara royal bila berhasil. Pemahaman yang baik terhadap elemen-elemen yang mempengaruhi pelaksanaan tugas manajerial itu akan lebih menjamin implementasi dengan tingkat efektivitas yang tinggi. 6. minimal jika tidak. IMPLEMENTASI MELALUI SISTEM IMBALAN (REWARD) Pelaksanaan strategi pada akhirnya bergantung pada anggota-anggota organisasi. Sistem imbalan haruslah dikaitkan dengan tindakan dan sasaran individual dan unit dengan sasaran dan kebutuhan strategi perusahaan. Berilah imbalan berdasarkan prestasi dan peran bagi keberhasilan. pujian. 9. utamanya manajer kunci. Menggunakan insentif variabel dan menjadikan bagian penting dalam kompensasi setiap karyawan. Tidak ada sistem imbalan yang sempurna. Sistem imbalan dapat berbeda-beda di antara perusahaan yang berbeda. Jika pencapaian strategi merupakan prioritas . penghargaan. Jangan remehkan nilai lingkungan yang menyenangkan dan memotivasi. akurat. Sistem imbalan yang dirancang menurut pedoman-pedoman tersebut akan menimbulkan perbedaan besar. Beri imbalan bagi setiap orang dan bersikap pekalah terhadap perbedaan antara bagian atas dan bawah organisasi. pujian dan penghargaan merupakan alat penghasil komitmen di kalangan manajer operasional. Pedoman untuk menyusun Struktur Sistem Imbalan yang fektif: 1. Oleh karena itu.