P. 1
MODUL-IMPLEMENTASI STRATEGI

MODUL-IMPLEMENTASI STRATEGI

|Views: 1,380|Likes:
Published by Okta Riani

More info:

Published by: Okta Riani on Dec 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2013

pdf

text

original

IMPLEMENTASI STRATEGI : STRUKTUR, KEPEMIMPINAN, BUDAYA DAN IMBALAN Meskipun sasaran tahunan, strategi fungsional dan kebijakan-kebijakan

spesifik menyediakan sarana penting yang diperlukan untuk mengkomunikasikan apa yang dilakukan guna mengimplementasikan strategi perusahaan, masih ada hal lain yang diperlukan untuk dapat mengimplementasikan strategi dengan berhasil, yakni strategi harus merasuk ke dalam kehidupan perusahaan sehari-hari. Sarana fundamental untuk membuat strategi merasuk dalam kehidupan sehari-hari perusahaan adalah empat elemen organisasi, yaitu: Struktur, Kepemimpinan, Budaya/kultur dan Imbalan Elemen-elemen tersebut mengacu kerangka McKinsey yang menunjukkan bahwa terdapat tujuh komponen utama (the seven S’s) yang saling terkait menentukan efektivitas implementasi strategi

Struktur

Strategi

Sistem

Nilai

Gaya

Keahlian

Staf

Gambar Kerangka 7-S McKinsey Ke tujuh komponen tersebut, yaitu: 1. Struktur (structure). Bagan organisasi dan perangkat yang menyertainya yang menunjukkan siapa pelapor kepada siapa dan cara pembagian dan pengintegrasian tugas. 2. Strategi (strategy). Serangkaian tindakan logis yang ditujukan untuk memperoleh keunggulan bersaing yang dapat dipertahankan, memperkuat posisi terhadap konsumen, atau mengalokasikan sumber daya. 3. Staf (staff). Orang-orang didalam organisasi, yaitu menyangkut demografik perusahaan.

1

Keahlian (skills). Kemampuan yang dimiliki oleh organisasi secara keseluruhan. Imbalan : system imbalan atas kinerja IMPLEMENTASI MELALUI STRUKTUR 1. IMPLEMENTASI MELALUI STRUKTUR Keberhasilan implementasi strategi tergantung pada struktur organisasi perusahaan. yang menciptakan norma-norma perilaku individu dan warna organisasi. dan komunikasi yang menghubungkan secara bersama pekerjaan individual dan kelompok. sering diperlukan susunan struktur organisasi yang baru. Nilai yang berada diluar. Fungsi utama dari sebuah struktur adalah membantu mengidentifikasi kegiatankegiatan kunci perusahaan dan cara kegiatan-kegiatan itu dikoordinasi untuk mencapai tujuan strategik perusahaan. Sejumlah proses dan arus yang memperlihatkan cara suatu perusahaan melaksanakan sesuatu dari hari kehari (sistem informasi. 2 . 7. 4. Jadi. sebuah struktur organisasi hendaknya mmenggambarkan alokasi pekerjaan melalui sebuah divisi pekerjaan dan menyediakan koordinasi dari hasil-hasil kinerja sehingga sasaran organisasi terlaksana dengan baik. Ia menyimpulkan bahwa struktur mengikuti strategi. Nilai bersama (shared values). dan sistem pengukuran prestasi ). proses pabrikasi. Budaya/kultur-nilai bersama. Sistem dan prosedur (system and procedures).4. pada bagian selanjutnya akan dibahas secara khusus pelaksanaan (implementasi) strategi yang ditinjau dari : Struktur : cara berbagai kegiatan diorganisasikan. Dalam hal ini bukan hal yang dikatakan manajemen. dan bukan keahlian perorangan. Ketika perusahaan mengubah strateginya dan tumbuh dalam penjualan dan diversifikasi. Dari struktur organisasi akan nampak sistem atau jaringan kerja terhadap tugas-tugas. sistem pengendalian mutu. Berdasarkan kerangka McKinsey tersebut. Kepemimpinan :. Bentuk dari pengalokasian pekerjaan tersebut dapat digambarkan kedalam suatu struktur organisasi atau bagan organisasi. tetapi yang dapat mencakup pernyataan tujuan sederhana dalam menentukan nasib perusahaan. 3. Gaya manajemen (management style). Semua organisasi atau perusahaan memerlukan suatu bentuk struktur organisasi untuk menerapkan dan mengelola strategi yang dirumuskan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Chandler pada perusahaan-perusahaan industri di Amerika menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara strategi dan struktur. 2. Struktur akan membantu mengidentifikasi kegiatan-kegiatan kunci perusahaan dan cara kegiatan-kegiatan ini dikordinasikan untuk mencapai tujuan strategik perusahaan. Perusahaan akan lebih efektif apabila strategi dilaksanakan dengan tepat dan dengan struktur organisasi yang tepat pula. Oleh karena itu. 6. prioritas utama dalam pelaksanaan suatu hasil perumusan strategi adalah merencanakan struktur organisasi. Apa yang dianggap penting oleh manajemen melalui penggunaan waktu dan perhatian serta perilaku simbolik. sistem penganggaran modal. tetapi cara mereka berprilaku. yaitu kebutuhan untuk menentukan gaya/style yang efektif sdisamping staf dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan strategi. sistem pelaporan. 5.

Keunggulan dan kelemahan dari struktur fungsioanal dapat dirinci sebagai berikut: Kelebihan : 1. Fungsi-fungsi pokok yang diacu yakni: fungsi pemasaran. Kelemahan : 1. Meningkatkan pengembangan keahlian fungsional. 2. 2. Bentuk struktur organisasi fungsional seperti ditunjukkan pada Gambar 1 Presiden Direktur Fungsi Pemasaran Fungsi Produksi Fungsi Personalia Fungsi Keuangan Gambar 1 : struktur organisasi fungsional Walaupun struktur ini diyakini dapat memaksimalkan skala ekonomis dan spesialisasi. produksi dan operasi. Kesulitan dalam koordinasi fungsional dan pengambilan keputusan antar fungsi. akuntansi dan keuangan. 2) Struktur organisasi divisi. Efisiensi dapat dicapai melalui spesialisasi. Kelima struktur tersebut adalah : 1) Struktur organisasi fungsional. Menjaga pemusatan pengendalian keputusan strategik. dan lain-lain. Untuk memilih bentuk struktur organisasi mana yang dianggap tepat. Tugas-tugas yang ada dibagi berdasarkan pada jenis pekerjaan yang dilakukan dalam perusahaan. Struktur Organisasi Fungsional Jenis struktur ini banyak dijumpai pada perusahaan-perusahaan kecil atau yang mempunyai produk tunggal dan lini produk terbatas. Menyebabkan spesialisasi yang sempit dan persaingan atau konflik fungsional. maka penyusun strategi harus mempertimbangkan beberapa keunggulan dan kelemahannya. 3 . namun koordinasi dan integrasi unit-unit sering menjadi masalah. 4.Secara umum terdapat lima struktur utama yang perlu dipertimbangkan oleh penyusun strategi. 3. yakni menurut spesialisasi fungsional yang memungkinkan orang-orang dalam perusahaan memusatkan perhatian hanya pada satu aspek dari tugas yang perlu dilaksanakan. dan 5) Struktur organisasi matriks. Membedakan dan mengendalikan keputusan-keputusan operasional lainnya. personalia. 4) Struktur organisasi unit usaha (UBS). Perusahaan dengan tipe ini memerlukan adanya spesialisasi dan tingkat keterampilan yang jelas untuk dapat membangun keunggulan bersaing dalam menyediakan produk atau jasa. penelitian dan pengembangan.

Dengan demikian akan mempercepat proses pengambilan keputusan dalam menanggapai berbagai lingkungan persaingan dan memungkinkan manajemen puncak memusatkan perhatian pada keputusan-keputusan strategik tingkat perusahaan. 4. Perencanaan Personalia Akuntansi Div.3. Perencanaan Pemasaran Pemasaran Pemasaran Produksi Produksi Produksi Gambar 2 : Struktur Organisasi Divisi 4 . Adanya batasan pengembangan imternal para manajer umum. Administrasi Wakil Presdir Bid. Operasi Manajer Umum Divisi A Manajer Umum Divisi B Manajer Umum Divisis C Personalia Akuntansi Div. tidak mencukupi lagi Sturktur divisi memungkinkan manajemen puncak mendelegasikan wewenang kepada manajemen unit bisnis strategiknya. Presiden Direktur Wakil Presdir Bid. Gambar 2 mengilustrasikan suatu struktur organisasi divisi dan merinci kelebihan dan kelemahan strategikdari struktur itu. Perencanaan Personalia Akuntansi Div. manajer fungsional mungkin tidak mampu lagi mengelola produksi atau pemasaran produk atau jasa yang jumlahnya sangat banyak dan bermacammacam jenisnya. Struktur Organisasi Divisi Struktur organisasi divisi diperlukan apabila perusahaan mengalami perkembangan secara geografis atau menurut kelompok produknya. Konflik lini-staf. Dalam perkembangan seperti itu. sehingga struktur fungsional.

Adapun kelebihan utama dari struktur UBS adalah bahwa struktur ini memberikan cara bagi perusahaan -perusahaan besar untuk kembali memusatkan perhatian pada berbagai komponen bisnis mereka yang sangat penting bagi sukses awal tetapi mulai terlupakandengan bertambahnya kompleksitas dan ukuran perusahaan. 3. Dalam struktur ini. dan akhirnya divisi-divisi yang dikelompokkan oleh keterkaitan dalam masingmasing UBS. Struktur seperti itu memberi keuntungan besar bagi presiden direktur dalam perencanaan strategis dan kontrol operasional. perusahaan mengorganisasi portfolio bisnisnya menjadi bisnis yang saling berhubungan kedalam satu kelompok UBS dan bisnis yang tak berhubungan kedalam kelompok UBS yang lain. Seringkali matrik portfolio. Gambar 10. Dalam struktur UBS. 5. yaitu presiden direktur pada tingkat pertama. Memudahkan koordinasi dan memberikan tanggapan yang cepat karena wewenang telah dilimpahkan kebawah. 4. penerapan teknik portfolio mungkin menghasilkan konflik tujuan antara kelompok UBS dan corporate. Akan tetapi. 5 . Struktur Organisasi Unit Bisnis (UBS) Struktur unit bisnis (SBU=Strategic business unit) terdiri dari paling tidak tiga tingkatan. tetapi antar kelompok-kelompok yang ada bisa jadi tidak saling berhubungan satu sama lainnya. kelompok UBS pada tingkat yang kedua. Permintaan tanggung jawab pelaksanaan lebih jelas. Struktur seperti itu memungkinkan masing-masing divisi bereaksi lebih cepat terhadap perubahan lingkungan yang sebelumnya telah meminta perhatian corporat.Beberapa keunggulan dan kelemahan dari struktur organisasi divisi dapat dirinci sebagai berikut : Keunggulan : 1.4 mengilustrasikan sebuah struktur organisasi UBS. Terpeliharanya spesialisasi fungsional dalam setiap divisi. 2. Menimbulkan masalah mengenai seberapa besar wewenang yang harus diberikan kepada manajer divisi. diterapkan dalam struktur SBU. Menimbulkan kemungkinan tidak konsistennya kebijakan diantara divisi. Pengambilan keputusan strategik dapat lebih cepat dan tepat. Jadi. divisi-divisi dalam satu kelompok itu saling berkaitan. Memupuk persaingan tak sehat untuk memperebutkan sumber daya tingkat perusahaan. Kelemahan : 1. 2. 3. 4. Menempatkan pengembangan strategi dan implementasinya pada tingkat divisi dengan lingkungan yang khas. Menimbulkan masalah pendistribusian biaya overhead korporat yang dapat diterima oleh manajer yang bertanggung jawab atas laba. divisi-divisi dengan produk atau teknologi serupa dapat diorganisir untuk mencapai sinergi. seperti yang diterapkan oleh Boston Consulting Group.

Alur wewenang dan pertanggung -jawaban bersifat vertikal. 2. berlaku pada lini pertama dan kedua. Meningkatkan koordinasi antara divisi yang mempunyai masalah strategik serupa dan menghadapi lingkungan produk-pasar yang sama. Dapat menimbulkan kesulitan dalam mendefinisikan peran wakil presiden group. yang pelimpahan wewenang bersifat fungsional dan divisional. Pertama. Menyalurkan tanggung jawab ke berbagai unit usaha yang berbeda. Sifat dan alur wewenang serta tanggung jawab adalah vertikal dan horisontal. Kedua. Artinya. Administrasi Wakil Presdir Bid. Administrasi Unit Bisnis Strategi (1) Unit Bisnis Strategi (2) Unit Bisnis Strategi (3) Divisi Divisi Divisi A B C A B C A B C Gambar 3: Struktur Organisasi Unit Bisnis (UBS) Keunggulan dan kelemahan dari struktur organisasi unit usaha dapat dirangkum sebagai berikut : Keunggulan : 1. 3. para staf 6 . 3. 2. Struktur Organisasi Matriks Organisasi matriks adalah organisasi yang susunannya ditandai dengan adanya dua klasifikasi. berlaku pada lini staf yang berada di bawah. Memperketat majemen dan pengendalian strategik dari perusahaan yang bisnisnya beragam. Membentuk lapisan manajemen baru di antara divisi dan manajemen korporat. 4. Dapat menimbulkan persaingan tak sehat memperebutkan sumber daya korporat. Kelemahan : 1.Presiden Direktur Wakil Presdir Bid. Memudahkan perencanaan bisnis yang mendalam di tingkat korporat dan bisnis.

Menegosiasikan tanggung jawab bersama. Presiden Direktur Manajer Dep teknis Manajer Dep Produksi Manajer Dep Pembelian Manajer Dep Administrasi Lain Manajer Dep. 7 . dan prioritas dapat menimbulkan salah paham atau kebingungan di kalangan bawahan. Memberikan leksibilitas kepada organisasi dan membantu perkembangan kreatifitas serta melipat gandakan sumber-sumber yang beraneka ragam. Seperti halnya stuktur organisasi lainnya. Bentuk struktur organisasi matrik adalah seperti disajikan pada Gambar 4. Fungsi Manajer Proyek A Staf teknis Staf Produksi Staf Pembelian Staf Administrasi ManajerP royek B Staf teknis Staf Produksi Staf Pembelian Staf Administrasi ManajerP royek C Staf teknis Staf Produksi Staf Pembelian Staf Administrasi Gambar 4 : Struktur organisasi Matriks Walaupun struktur nampaknya mudah dirancang. Mengembangkan keterampilan-keterampilan karyawan dan merupakan tempat latihan yang baik bagi manajer-manajer strategik 4. Memupuk kreatifitas dan banyak sumber keragaman. Keunggulan: 1. struktur organisasi matrik juga memiliki keunggulan dan kelemahan yang dirinci berikut. Jalur komando ganda merupakan tantangan bagi orientasi organisasi yang mendasar. namun pada kenyataanya struktur ini sukar untuk diterapkan. Menstimulasikan kerja sama antar disiplin dan mempermudah kegiatan perusahaan yang bermacam-macam yang berorientasi proyek 3. sehingga mereka berada dibawah dua wewenang.memiliki dua atasan. 2. penggunaan sumber daya.

Dapat menimbulkan lalulintas informasi dan pelaporan yang berlebihan Pemilihan struktur organisasi yang efektif Banyak riset telah dilakukan untuk mengetahui mana struktur yang tepat untuk suatu perusahaan. Pertanggungjawaban ganda dapat menciptakan kebingungan dan kebijaksanaan yang kontradiktif. pada bagian ini akan diuraikan secara khusus tentang kepemimpinan strategis dalam perusahaan. IMPLEMENTASI MELALUI KEPEMIMPINAN Kepemimpinan berkaitan dengan proses mempengaruhi orang lain sehingga mereka dapat mencapai sasaran dalam keadaan tertentu.Kelamahan. Kepemimpinan strategis dapat 8 . Oleh karena itu. 2. bila perusahaan bergerak dari produk tunggal ke produk yang berkaitan. Mendorong pertentangan kekuasaan dan mengarah pada konflik antar bagian 4. Kemampuan dan ketrampilan kepemimpinan (leadership) untuk mengarahkan merupakan faktor penting dalam efektifitas manajer. mengikat suatu kelompok bersama dan memberi motivasi untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan organisasi sebelumnya. maka perusahaan yang efektif bergerak dari struktur organisasi fungsional menuju struktur organisasi divisional 2. Sangat memerlukan kootrdinasi horisontal dan vertikal 3. 1. Hal ini juga dapat diartikan. seterusnya ke diversifikasi yang tidak berkaitan. organisasi kecil yang beroperasi dalam lingkungan yang stabil. dan mempunyai proyek atau produk jangka pendek. kepemimpinan merupakan elemen kunci dari implementasi strategi. dan mempunyai lingkup produk/pasar tunggal akan lebih efektif dengan struktur organisasi fungsional 3. Banyak terjadi organisasi bisnis yang tampaknya akan bangkrut. Manajemen adalah suatu faktor kemanusiaan. bila perusahaan mengubah strateginya maka struktur organisasinya perlu disesuaikan agar strategi dapat dilaksanakan dengan efektif. Hasilnya bahwa struktur organisasi sangat bergantung pada strategi perusahaan. kemudian mendapat kekuatan baru ketika pimpinan puncaknya diganti. Peran CEO Dalam konteks manajemen strategik. organisasi besar yang beroperasi dalam lingkungan yang dinamis. akan efektif dengan struktur organisasi matrik. Untuk menunjang keberhasilan fungsi manajemen dalam organisasi perusahaan tentunya membutuhkan seorang pemimpin yang dapat melaksanakan tugas atau fungsi manajemen. dan mempunyai usaha yang secara teknologis intensif. Dua permasalahan utama yang terkait dengan kepemimpinan dalam manajemen strategik adalah : 1) Kemampuan apa yang harus dimiliki oleh pemimpin strategik dalam hal ini adalah peran CEO (chief exceutive officier) dan 2) Siapa yang pantas menjadi pemimpin atu penunjukkan manaer-manajer kunci. di mana skala ekonomis tidak penting. seperti berikut ini: 1.

Pemimpin-pemimpin strategis yang efektif juga harus mampu mengambil keputusan berani. yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Melalui kepemimpinan strategis yang efektif. keuangan. Menentukan arah strategis. Menentukan arah strategis perusahaan mengacu pada pengembangan pendapatan jangka panjang tujuan strategis perusahaan yang secara normalnya menjangkau pandangan perusahaan paling tidak 5 sampai 10 tahun ke depan. dan sistem informasi dan pengendalian. mempertahankan. Pandangan ini mencakup strategi. memiliki visi. Akan tetapi juga menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat strategis. yaitu CEO. banyak pemimpin strategis berusaha memperjuangkan inovasi. Untuk mencapai tingkat inovasi yang diharapkan. 2. Sehingga sulit bagi perusahaan untuk menemukan seorang pemimpin yang secara totalitas memenuhi tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang ada. Masing-masing tugas strategis yang dilaksanakan oleh pemimpin strategis meliputi : 1. dan subsistemnya. desain organisasi. namun pragmatis. Gaya manajemen CEO dapat mempengaruhi tingkat kinerja dari perusahaannya.diartikan sebagai suatu kemampuan mengantisipasi. dan memberi kuasa kepada orang-orang lain untuk menciptakan perubahan strategis yang perlu. Memanfaatkan dan mempertahankan kompetensi inti. Dalam perusahaan-perusahaan yang bersaing di pasar global. Ketika mengambil keputusan berat. mempertahankan fleksibilitas. pemasaran. pemimpin strategis yang efektif meminta masukan dari rekan-rekan dan karyawannya tentang bobot keputusan mereka melalui komunikasi timbal balik. tanggung jawab utama implementasi strategi yang efektif terletak pada pemimpin puncak sebuah organisasi. Dalam pandangan para CEO. dan memanfaatkan kompetensi inti. mereka tentu berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda-beda dan pengalaman yang berbeda pula. Pemimpin-pemimpin strategis (manajemen puncak/CEO) harus dapat mengambil suatu keputusan yang dimaksudkan untuk membantu perusahaan mengembangkan. Kemampuan dan pengetahuan kepemimpinan pada masing-masing CEO sangatlah bervariasi. seperti manufaktur. Alasannya. mendongrak. karyawan merupakan sumber utama keunggulan bersaing perusahaan. Modal manusia mengacu pada pengetahuan dan kemampuan tenaga kerja 9 . Sementara itu. manajer tingkat menengah harus membangun koalisi efektif diantara rekan-rekan dan bawahan mereka dan dengan manajer tingkat lebih atas untuk mendapatkan dukungan. Kompetensi inti berkaitan dengan kemampuan funsional perusahaan. Mengembangkan modal manusia. organisasi diharapkan mampu memanfaatkan proses manajemen strategis dengan sukses. Kepemimpinan strategis menuntut kemampuan mengakomodasi dan mengintegrasikan kondisi-kondisi eksternal maupun internal dan kemampuan untuk mengelola ambiquitas dan terlibat dalam pemrosesan informasi yang kompleks. Pelaksanaan Kepemimpinan Strategis Tugas penting yang diemban oleh seorang pemimpin tidak hanya menyangkut pengarahan orang-orang yang ada dalam perusahaan. 3. memperkuat. yang meliputi perencanaan. maka perusahaan harus memiliki tim manajemen puncak yang berpendidikan tinggi dan dengan keahlian fungsional yang lebih beragam. Selain itu. penelitian dan pengembangan ekonomisnya.

dan nilai yang dimiliki bersama dalam perusahaan dan yang mempengaruhi cara perusahaan itu menjalankan usahanya. yakni: 1) kemampuan dan 10 . Selain itu. Siapa orang-orang atau manajer kunci yang akan menduduki posisi kepemimpinan untuk pelaksanaan strategi? 2. Perbedaan-perbedaan itu menuntut karakteristik manajerial yang berbeda pula. Akhirnya. ada dua pertanyaan mendasar bagi seorang manajer. Apakah orang-orang tersebut memenuhi berbagai persyaratan dan memilki berbagai ciri kepemimpinan yang menjamin bahwa strategi yang telah ditetapkan akan dilaksanakan dengan baik? Untuk mendapatkan orang yang dapat memenuhi persyaratan yang diinginkan dan berlaku pada semua kondisi dirasakan oleh manajemen perusahaan sangatlah sulit. Misalnya. pemimpin-pemimpin strategis harus mengembangkan dan mempertahankan budaya perusahaan yang tepat yang nantinya dapat menumbuhkan semangat wirausaha. Akibatnya. yaitu: 1. pemimpin strategis mengembangkan penggunaan pengendalian strategis dan otonomi yang serentak. simbol. Tugas CEO atau manajer terkait dalam hal ini adalah merekrut karyawan yang mempunyai nilai-nilai etis yang cocok dengan nilai perusahaan. Budaya perusahaan adalah seperangkat ideologi kompleks. 5. Program pengembangan manajemen dapat membantu menambah nilai inti dan pandangan sistematis perusahaan. satu perusahaan menginginkan adanya profitabilitas yang meningkat. Mempertahankan budaya perusahaan yang efektif. sedangkan perusahaan lainnya mengharapkan adanya pertumbuhan perusahaan. dan menciptakan penekanan pada tindakan strategis yang dikaitkan dengan produksi barang dan jasa berkualitas tinggi. Hal ini didasarkan pada suatu pemikiran bahwa masing-masing perusahaan memiliki strategistrategi yang berbeda dan menghadapi situasi lingkungan yang khas. Mengembangkan pengendalian strategis. 4. otonomi yang diberikan memungkinkan fleksibilitas dan inovasi yang perlu untuk mengambil keuntungan dari peluang-peluang pasar tertentu. manajer harus dapat menghargai perilaku karyawan yang sesuai dengan etika dalam perusahaan. 5. Menanamkan etika bisnis. mereka lebih mungkin untuk memiliki karyawan yang terlibat dalam praktek etika. Budaya perusahaan membantu mengatur dan mengontrol perilaku karyawan.perusahaan. Penugasan Manajer Kunci Agar terjamin strategi yang telah ditetapkan dapat berasil secara baik. Dengan melakukan hal ini. Dalam hal ini. mengembangkan dan membantu visi jangka panjang. Penggunaan pengendalian strategis yang efektif oleh CEO sering dipadukan dengan otonom yang tepat di berbagai sub-unit sehingga dapat memperoleh keunggulan bersaing pada masing-masing pasar. Sekalipun sulit untuk menemukan orang-orang yang sesuai dengan tuntutan tersebut. secara umum manajer kunci yang diharapkan itu minimal memilki tiga kriteria utama. Salah satu sarana untuk mengembangkan modal manusia adalah melalui program pelatihan dan pengembangan.

b. Memerlukan waktu yang cukup untuk menyesuaikan diri dengan budaya kerja perusahaan. Apalagi posisi yang ditempati tenaga baru itu adalah posisi yang diharapkan oleh karyawan yang telah ada. pemasok. Memiliki hubungan yang mengakar dengan rekan. Kekurangan: a. Diperlukan biya yang mahal untuk menggunakan tenaga dari luar. c. bawahan. Kelebihan: a. 11 . Kekurangan : a. b. Jika perusahaan menggunkan tenaga dari luar. Bagi setiap perusahaan. Sulit untuk mendapatkan tenaga yang dimaksud karena tidak tersedia di berbagai sumber rekrutmen. c. b. biasanya akan menimbulkan sentimen atau kecemburuan bagi karyawan yang sudah ada. Kurang adaptif terhadap perubahan strategi yang besar karena pengetahuan. Kualitas pribadi manajer dari dalam lebih dan dipahami oleh rekan-rekannya. 2. Adapun kelebihan dan kekurangan menggunakan manajer dari luar perusahaan adalah sebagai berikut : 1. Menunjukkan manajemen memperhatikan karir anggota karyawannya. Tenaga dari dalam telah mengenal karyawan dan kondisi yang ada. pembeli. Biaya itu meliputi biaya perekrutan dan kompensasi. Masing-masing alternatif tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. serta3) kepribadian dan temperamen. d. d. 2. Biasanya mereka yang berasal dari luar memiliki komitmen dan semangat yang tinggi dalam menjalankan tugasnya. atau mencari dan memperkerjakan manajer baru yang direkrut dari luar perusahaan. Tenaga dari luar biasanya tidak terbebani oleh komitmen terhadap karyawan. sikap. c. b. c. Kelebihan : a. apakah memanfaatkan manajer yang sudah ada untuk menjalankan tugas-tugas strategis. Kurang memilki kemampuan untuk secara kredibel mengemban tugas pembaharuan. Kelebihan dan kekurangan menggunakan manajer dari dalam perusahaan adalah sebagai berikut : 1. tiga kriteria utama tadi mengharuskan manajemen untuk mencari alternatif.pendidikan. d. Kehadiran tenaga dari luar diharapkan akan mampu membawa perubahan yang diharapkan. Tenaga yang berasal dari luar akan memainkan peranan penting dalam pelaksanaan strategi baru terutama apabila mereka telah memiliki pengalaman dalam menerapkan strategi sejenis di tempat mereka pernah bekerja. Komitmen yang dibuat para manajer pada masa lalu menghambat penggunaan gaya manajerial baru yang dituntut oleh pelaksanaan suatu strategi baru. 2) jalur karir dan pengalaman sebelumnya. dan sebagainya. dan nilai-nilai mereka.

12 .

perilaku yang sesuai dengan kultur perusahaan akan berakibat tidak hanya pengakuan atas keberadaan seseorang sebagai anggota perusahaan yang terhormat. dan karyawan yang membawa pola asumsi mereka sendiri ketika mereka bergabung dengan perusahaan. simbol. Sehingga. Meskipun demikian. dan mematuhinya. akan tetapi juga akan mendapatkan imbalan dan penghargaan. manusia. Kultur dapat menumbuhkan rasa memiliki perusahaan dikalangan para karyawan. dan gaya manajemen dapat mempengaruhi cara pelaksanaan tugas-tugas manajerial dan bagaimana 13 . Keberadaan dari kultur perusahaan sangat memberikan peran yang berarti bagi kehidupan suatu perusahaan. mana yang sah dan tidak sah dan sebagainya. manajer juga menyadari bahwa elemen-elemen kunci perusahaan seperti : struktur. staf. dan nilai yang dimiliki bersama seluruh organisasi yang mempengaruhi cara perusahaan itu menjalankan bisnisnya. Fungsi-fungsi lain dari keberadaan budaya atau kultur dalam suatu organisasi dan perusahaan dapat disebutkan sebagai berikut : 1. Antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya memiliki ciriciri. Berfungsi untuk memelihara stabilitas sosial dalam perusahaan. Melalui suatu pemahaman kultur perusahaan. kepribadian. Kultur berfungsi sebagai alat pengendali perilaku bawahan. sistem nilai. Kultur akan menentukan tata cara dan batasan perilaku dalam berorganisasi. 4. pendiri. Suatu perusahaan merupakan kumpulan orang-orang yang bekerja melalui sistem-sistem tertentu. 5. sistem. Akan tetapi.IMPLEMENTASI MELALUI KULTUR Budaya perusahaan merupakan seperangkat ideologi kompleks. Isi atau kandungan dari kultur suatu perusahaan biasanya dapat dikelompokkan menjadi tiga sumber utama : 1) pengaruh lingkungan bisnis pada umumnya dan industri pada khususnya. Misalnya dalam hal apa yang boleh dan tidak. kondisi. keyakinan dan masalah yang khusus yang berbeda-beda. 2.dan 3) asumsi bersama (shared assumption) yang dibentuk oleh pengalaman lapangan yang dijumpai karyawan di perusahaan ketika mereka mencari pemecahan atas masalah yang dihadapi. Sangat sulit bagai manajer untuk mengaitkan antara kultur perusahaan dan faktorfaktor kritikal yang menentukan strategi. Artinya. Meningkatkan komitmen bersama antara anggota demi keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kultur akan menjadi pengikat sekaligus pendorong rasa kebersamaan para anggota melalui pemahaman yang sama tentang cara bertindak dan berperilaku. 3. Keyakinan dan nilai-nilai itu akan memiliki makna pribadi jika anggota dalam suatu perusahaan memandang mereka sebagai pedoman bagi perilaku yang layak dalam perusahaan itu. anggota suatu perusahaan bisa saja menyadari adanya keyakinan dan nilai-nilai perusahaan tanpa penyerapannya secara pribadi. 2) budaya yang berasal dari pemimpin. maka setiap anggota yang terlibat dalam perusahaan tersebut harus melakukan berbagai bentuk penyesuaian sehingga anggota tersebut menunjukkan perilaku yang menggambarkan sistem nilai. keyakinan dan etos kerja yang dianut oleh perusahaan. karyawan akan merasa bangga menjadi anggota perusahaan dimana ia berkarya.

khususnya di tingkat operasional perusahaan. Adil. Tidak ada sistem imbalan yang sempurna. 3. sistem imbalan harus secara jelas dikaitkan dengan prestasi strategik. Memotivasi dan menghargai prestasi individu dan unit organisasi yang baik merupakan bahan penting dalam implementasi strategi. demosi. 9. insentif. kenaikan gaji. tunjangan. akurat. promosi. Sistem imbalan dapat berbeda-beda di antara perusahaan yang berbeda. kenaikan gaji. IMPLEMENTASI MELALUI SISTEM IMBALAN (REWARD) Pelaksanaan strategi pada akhirnya bergantung pada anggota-anggota organisasi. Sistem imbalan yang dirancang menurut pedoman-pedoman tersebut akan menimbulkan perbedaan besar. 4. Jika pencapaian strategi merupakan prioritas . Oleh karena itu.. Keputusan-keputusan mengenai kompensasi isentif. Beri imbalan bagi setiap orang dan bersikap pekalah terhadap perbedaan antara bagian atas dan bawah organisasi. serta fasilitas. bukan berdasarkanb posisi dalam hirarki. penghargaan. 14 . Terbuka untuk mengubah sistem imbalan. Sistem imbalan haruslah dikaitkan dengan tindakan dan sasaran individual dan unit dengan sasaran dan kebutuhan strategi perusahaan. 7. 8. Pemahaman yang baik terhadap elemen-elemen yang mempengaruhi pelaksanaan tugas manajerial itu akan lebih menjamin implementasi dengan tingkat efektivitas yang tinggi. Pedoman untuk menyusun Struktur Sistem Imbalan yang fektif: 1. Menggunakan insentif variabel dan menjadikan bagian penting dalam kompensasi setiap karyawan. 6. dan penugasan. bonus. Berilah imbalan berdasarkan prestasi dan peran bagi keberhasilan. pujian. Mekanisme dan pengendalian personil manajerial dalam pelaksanaan strategi dilakukan melalui mekanisme imbalan seperti: kompensasi. dan informatif. minimal jika tidak. 5. Imbalan dan insentif harus terkait dengan pekerjaan seseorang dan hasil yang memang dalam kendali orang tersebut. utamanya manajer kunci. Berilah imbalan secara royal bila berhasil. tugas pokok dalam pelaksanaan strategi adalah mengupayakan terwujudnya kesesuaian antara perubahan yang perlu terjadi dengan kultur perusahaan. Mengaitkan imbalan secara erat dengan rencana strategik 2. promosi.pola hubungan manajemen terbentuk. saham. Jangan remehkan nilai lingkungan yang menyenangkan dan memotivasi. pujian dan penghargaan merupakan alat penghasil komitmen di kalangan manajer operasional. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->