KELOMPOK 6

SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

BAB II PEMBAHASAN
Ikhtisar Ringkas
Secara umum perbedaan antara ED PSAK 7 (revisi 2009): Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa dengan PSAK 7 (1994): Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa adalah sebagai berikut:

1 | P S A K 7 - Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN 2 | P S A K 7 .

KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN 3 | P S A K 7 .Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .

Hal ini untuk konsistensi pengaturan dengan PSAK 4 (revisi 2009) sebagaimana dijelaskan di angka 2. 4 | P S A K 7 . dimana hal ini berbeda dengan IAS 27 Consolidated and Separate Financial Statements. IAS 24 paragraf 28 yang menjadi ED PSAK 7 paragraf 27 mengenai tanggal efektif dengan tidak mengijinkan penerapan dini. 3. 2. Hal ini untuk konsistensi pengaturan dengan PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. 4. IAS 24 paragraf 16 mengenai entitas induk mana yang menyajikan laporan keuangan konsolidasian dalam suatu kelompok usaha tidak diadopsi. Hal ini untuk konsistensi pengaturan dengan PSAK 4 (revisi 2009) yang mengharuskan semua entitas induk untuk menyajikan laporan keuangan konsolidasian.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . kecuali: 1. karena penerapan dini tersebut hanya akan dapat dilakukan dengan tepat jika seluruh pengaturan dalam IFRS diadopsi secara bersamaan menjadi SAK. Adopsi IFRS menjadi SAK di Indonesia dilakukan secara bertahap.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN Perbedaan EDPSAK 7 (revisi 2009): Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa dengan IAS24 (2009): Related Party Disclosures ED PSAK 7 (revisi 2009): Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 24 Related Party Disclosures per 4 November 2009. IAS 24 paragraf 03 yang menjadi ED PSAK 7 (revisi 2009) paragraf 03 mengenai ruang lingkup dengan menghilangkan penerapan ED PSAK 7 (revisi 2009) atas laporan keuangan tersendiri venturer dan investor. IAS 24 paragraf 13 yang menjadi ED PSAK 7 (revisi 2009) paragraf 13 mengenai entitas induk yang tidak menyajikan laporan keuangan konsolidasian.

................................................................................................KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN Daftar isi Paragraf PENDAHULUAN .... 29 Contoh Ilustrasi 5 | P S A K 7 ........................................ 25 ......................................................................................................... 09-12 PENGUNGKAPAN.................27 Seluruh Entitas .................................. 02-04 Tujuan Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa ................................................................................................................ 13 .................................................24 Entitas yang Mempunyai Hubungan Istimewa Dengan Pemerintah ....... .............................................................................. 05-08 Definisi ........... . 13 ............................................................................ 01-12 Tujuan................................................................................................................................................................. 01 Ruang Lingkup ....Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa ......................................................................... ................................................................................................... 28 PENARIKAN ..........27 TANGGAL EFEKTIF...................................................................................

7 (revisi 2009) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. termasuk komitmen antara entitas dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK No. Transaksi dan saldo intra kelompok usaha dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dieliminasi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi kelompok entitas. Transaksi dan saldo pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan entitas lain dalam satu kelompok usaha entitas diungkapkan dalam laporan keuangan entitas. Tujuan dari Pernyataan ini adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan entitas berisi pengungkapan yang diperlukan untuk dijadikan perhatian terhadap kemungkinan bahwa laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi telah dipengaruhi oleh keberadaan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan oleh transaksi dan saldo (outstanding balances). Pernyataan ini mensyaratkan pengungkapan hubungan. dalam laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri entitas induk. (b) mengidentifikasi saldo. (c) mengidentifikasi keadaan pengungkapan butir (a) dan (b) diperlukan. 04. 03. yang disajikan sesuai PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. termasuk komitmen dengan pihak-pihak tersebut. Pernyataan ini akan diterapkan dalam: (a) mengidentifikasi hubungan dan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. dan (d) menentukan pengungkapan yang harus dilakukan mengenai butir butir tersebut. 7 Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PENDAHULUAN Tujuan 01. 6 | P S A K 7 . termasuk komitmen. Ruang Lingkup 02.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . transaksi dan saldo pihak-pihak yang mempunyai hubungan instimewa. Pernyataan ini juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual.

Misalnya. entitas yang menjual barang kepada entitas induknya pada harga perolehan. Selain itu. Selain itu. Misalnya. saldo. memimpin dan mengendalikan aktivitas entitas. 06. 07. (b) anak dari pasangan hidup individu. pada saat terjadinya akuisisi oleh entitas induk terhadap sesama entitas anak (fellow subsidiaries) yang terlibat dalam kegiatan yang sama seperti mitra dagang sebelumnya. mungkin sudah cukup untuk mempengaruhi transaksi entitasdengan pihak lain. Hanya dengan keberadaan hubungan istimewa itu saja. Mereka dapat termasuk: (a) pasangan hidup dan anak dari individu. ventura bersama dan entitas asosiasi.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . atau dipengaruhi oleh. Suatu hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dapat berpengaruh terhadap laba atau rugi dan posisi keuangan entitas. Anggota manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan. secara langsung 7 | P S A K 7 . Karena alasan tersebut. seperti dengan pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa. transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa mungkin tidak dilakukan dalam jumlah yang sama. entitas anak dapat mengakhiri hubungan dengan mitra dagangnya. satu pihak dapat menahan diri untuk bertindak. Definisi 09. Istilah berikut yang digunakan dalam Pernyataan ini: Anggota keluarga dekat dari individu adalah anggota keluarga yang mungkin mempengaruhi. entitas sering melaksanakan bagian dari kegiatan mereka melalui entitas anak. pengetahuan mengenai transaksi entitas.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN Tujuan Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 05.misalnya. Misalnya. Dalam keadaan ini. orang dalam hubungan mereka dengan entitas. dan (c) tanggungan dari individu atau pasangan hidup individu. termasuk penilaian risiko dan kesempatan yang dihadapi entitas. termasuk komitmen. dan hubungan antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dapat mempengaruhi penilaian dari operasi entitas oleh pengguna laporan keuangan. entitas anak dapat diminta oleh entitas induk untuk tidak terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan. mungkin tidak menjual dengan persyaratan tersebut kepada pelanggan lain. entitas memiliki kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan keuangan dan operasi investee melalui adanya pengendalian. 08. Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dapat menyepakati transaksi di mana pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa tidak dapat melakukannya. pengendalian bersama atau pengaruh signifikan. Laba atau rugi dan posisi keuangan entitas dapat dipengaruhi oleh pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa bahkan jika transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa tidak terjadi sekalipun. Hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa merupakan suatu karakteristik (feature) normal dari perdagangan dan bisnis. karena pengaruh signifikan dari yang lain .

(c) imbalan kerja jangka panjang lainnya. (b) imbalan pasca-kerja seperti pensiun. cuti tahunan dan cuti sakit yang dibayar. Entitas pemerintah yang mempunyai hubungan istimewa adalah entitas yang dikendalikan. termasuk cuti masa kerja panjang (long-service leave or sabbatical leave). atau dipengaruhi secara signifikan oleh pemerintah. Pemerintah merujuk kepada pemerintahan. Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas tertentu dalam menyiapkan laporan keuangannya (dalam Pernyataan ini dirujuk sebagai “entitas pelapor”).KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN atau tidak langsung. gaji dan kontribusi jaminan sosial. terutang atau diberikan oleh entitas. atau untuk kepentingan entitas. instansi pemerintah dan badan yang serupa baik lokal. mobil dan barang atau jasa gratis atau disubsidi) bagi karyawan saat ini. Kompensasi termasuk seluruh imbalan kerja (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 24 (revisi 2004): Imbalan Kerja) termasuk imbalan kerja yang berlaku pada PSAK 53: Akuntansi Pembayaran Berbasis Saham. bagi hasil dan bonus (jika dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah akhir periode) dan imbalan nonkeuangan (seperti perawatan kesehatan. asuransi jiwa pasca-kerja dan perawatan medis pasca-kerja. tetapi tidak mengendalikan kebijakan tersebut. termasuk direktur dan komisaris (baik eksekutif maupun tidak) dari entitas. Hal ini juga mencakup imbalan yang dibayarkan untuk kepentingan entitas induk terkait dengan entitas. imbalan cacat jangka panjang dan. Pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasi dari suatu entitas sehingga memperoleh manfaat dari aktivitas tersebut. bonus dan kompensasi yang ditangguhkan. Imbalan kerja adalah seluruh bentuk imbalan yang dibayar. Kompensasi meliputi: (a) imbalan kerja jangka pendek. Pengaruh signifikan dapat diperoleh dengan kepemilikan saham. Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasi dari suatu entitas. dan (e) pembayaran berbasis saham. bagi hasil. atas imbalan jasa yang diberikan kepada entitas. perumahan. jika tidak dibayar sepenuhnya dalam waktu dua belas bulan setelah akhir periode. anggaran dasar atau perjanjian. (d) pesangon pemutusan kontrak kerja. 8 | P S A K 7 . jubilee (perayaan masa kerja panjang) atau imbalan masa kerja panjang lainnya. nasional maupun internasional. manfaat pensiun lain.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . seperti upah. Pengendalian bersama adalah persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian terhadap suatu aktivitas ekonomi. dikendalikan bersama.

(ii) serikat dagang. perhatian diarahkan pada substansi hubungan dan tidak hanya dalam bentuk hukum. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut. (i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk. (ii) memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor. (b) dua venturer hanya karena mereka mengendalikan bersama atas ventura bersama. pihak-pihak berikut bukan sebgai pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa: (a) dua entitas hanya karena mereka memiliki direktur atau anggota manajemen kunci yang sama. jasa atau kewajiban antara entitas pelapor dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. semata-mata dalam pelaksanaan urusan normal dengan entitas pelapor (meskipun pihak-pihak tersebut 9 | P S A K 7 . dimana entitas lain tersebut adalah anggotanya. Dalam Pernyataan ini. (iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. (vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam butir (a). Dalam mempertimbangkan setiap kemungkinan hubungan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. entitas sponsor juga terkait dengan entitas pelapor. (ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama bagi entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN (a) Orang atau anggota keluarga terdekat terkait entitas pelopor jika orang tersebut: (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor. Transaksi pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah suatu pengalihan sumber daya. atau (iii) personal manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor (b) Suatu entitas terkait dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . 10. mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor. (vii) Orang yang diidentifikasi dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas atau anggota menejemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). 11. (iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama daripihak ketiga yang sama. (iii) entitas pelayanan publik. terlepas apakah ada harga yang dibebankan. atau karena anggota dari manejemen kunci dari satu entitas mempunyai pengaruh signifikan terhadap entitas lain. (c) (i) penyandang dana. entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain. (v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. dan (iv)departemen dan instansi pemerintah yang tidak mengendalikan.

12. terlepas dari apakah telah terjadi transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN dapat membatasi kebebasan suatu entitas atau ikut serta dalam proses pengambilan keputusan). pemegang hak waralaba (franchise).Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . Pengungkapan Seluruh Entitas 13. semata-mata karena ketergantungan ekonomis yang diakibatkan oleh keadaan. maka entitas mengungkapkan sifat dari hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa serta informasi mengenai transaksi dan saldo. suatu entitas asosiasi termasuk entitas anak dari entitas asosiasi tersebut dan suatu ventura bersama termasuk entitas anak dari ventura bersama tersebut. (d) pelanggan. PSAK 12 (revisi 2009): Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama dan PSAK 15 (revisi 2009): Investasi pada Entitas Asosiasi. dan (e) pembayaran berbasis saham. Dalam definisi pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 14. 16. nama entitas induk berikutnya (next most senior parent) yang paling pertama menghasilkan laporan keuangan diungkapkan. 17. (c) imbalan kerja jangka panjang lainnya. 15. Jika entitas induk maupun pihak pengendali paling akhir tidak melaporkan laporan keuangan konsolidasian yang tersedia untuk keperluan umum. atau perwakilan/agen umum dengan siapa entitas mengadakan transaksi usaha dengan volume signifikan. (b) imbalan pasca-kerja. yang diperlukan untuk memahami potensi dampak 10 | P S A K 7 . Persyaratan pengungkapan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa antara entitas induk dengan entitas anak adalah tambahan pengungkapan dalam PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. distributor. pemasok. Jika entitas memiliki transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa selama periode yang dicakup dalam laporan keuangan. Untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami adanya dampak pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada suatu entitas. termasuk komitmen. entitas anak dari entitas asosiasi dan investor yang memiliki pengaruh signifikan atas entitas asosiasi tersebut mempunyai hubungan istimewa satu dengan yang lainnya. Hubungan antara entitas induk dan entitas anak harus diungkapkan terlepas dari apakah telah terjadi transaksi antara mereka. maka sangat tepat untuk mengungkapkan pihak yang mempunyai hubungan istimewa ketika pengendalian itu ada. (d) imbalan pemutusan hubungan kerja. misalnya. Entitas mengungkapkan kompensasi anggota manajemen kunci secara total dan untuk masing-masing kategori berikut: (a) imbalan kerja jangka pendek. Oleh karena itu.

termasuk apakah terdapat jaminan. (c) penyisihan piutang ragu-ragu terkait dengan jumlah saldo tersebut.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN hubungan tersebut dalam laporan keuangan. (b) jumlah saldo. (e) ventura bersama dimana entitas merupakan venturer. 11 | P S A K 7 . dan sifat dari imbalan diberikan pada saat penyelesaian. Klasifikasi jumlah yang terutang dari. dan (g) pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya. pengungkapan meliputi: (a) nilai transaksi. (b) entitas dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan terhadap entitas. termasuk komitmen dan: (i) persyaratan dan ketentuan terkait. dan (d) beban yang diakui selama periode dalam hal piutang ragu-ragu atau penghapusan piutang dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. (d) sewa. Persyaratan pengungkapan ini adalah tambahan persyaratan dalam paragraf 16. (f) anggota manajemen kunci dari entitas atau entitas induknya. dan (ii) rincian jaminan yang diberikan atau diterima. (f) pengalihan di bawah perjanjian lisensi. Kategori tersebut diperluas untuk menyediakan analisa yang lebih komprehensif atas saldo dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan berlaku untuk transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. (g) pengalihan di bawah perjanjian pembiayaan (termasuk pinjaman dan kontribusi ekuitas dalam bentuk tunai atau dalam bentuk natura). (d) entitas asosiasi. (b) pembelian atau penjualan properti dan aset lainnya. 19. dan tagihan kepada. pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam berbagai kategori seperti yang disyaratkan dalam paragraf 18 merupakan perluasan dari persyaratan pengungkapan dalam PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan untuk informasi yang akan disajikan baik dalam laporan posisi keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan. (c) menyediakan atau menerima jasa. (c) entitas anak. Sekurang-kurangnya. Berikut ini adalah contoh transaksi yang diungkapkan jika pihak tersebut adalah pihak yang mempunyai hubunganistimewa: (a) pembelian atau penjualan barang (barang jadi atau setengah jadi). 18. (e) pengalihan penelitian dan pengembangan. Pengungkapan yang disyaratkan oleh paragraf 17 dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut: (a) entitas induk. 20.

termasuk kontrak eksekutori* (diakui atau tidak diakui). pengendalian. pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas entitas pelapor dan entitas lain. Pos yang memiliki sifat yang serupa dapat diungkapkan secara agregat kecuali ketika pengungkapan terpisah diperlukan untuk memahami pengaruh transaksi pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada laporan keuangan entitas. dan 12 | P S A K 7 . Aset Kontinjensi mendefinisikan kontrak eksekutori sebagai kontrak dimana kedua belah pihak terkaitnya belum melaksanakan kewajiban kontrak atau telah melaksanakan sebagian kewajiban mereka dengan proporsi yang sama. Jika entitas pelapor menerapkan pengecualian dalam paragraf 24. Pengungkapan bahwa transaksi pihak hubungan istimewa dilakukan dengan ketentuan yang setara dengan yang berlaku dalam transaksi yang wajar dapat dilakukan hanya jika hal tersebut dapat dibuktikan. pengendalian bersama atau pengaruh signifikan). termasuk komitmen dengan: (a) pemerintah yang memiliki pengendalian. dan (j) penyelesaian liabilitas atas nama entitas atau pihak yang mempunyai hubungan istimewa. yaitu: (a) nama departemen atau instansi pemerintah dan sifat hubungannya dengan entitas pelapor (misalnya. *PSAK 57: Provisi. Partisipasi oleh entitas induk atau entitas anak dalam program pensiun imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas dalam kelompok usaha adalah suatu transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (lihat PSAK 24 (revisi 2004): Imbalan Kerja). Entitas pelapor dikecualikan dari persyaratan pengungkapan dalam paragraf 17 atas transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan saldo. 25. 22. 23. dan (i) komitmen untuk berbuat sesuatu jika peristiwa khusus terjadi atau tidak terjadi dimasa depan. pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas entitas pelapor. Entitas yang Mempunyai Hubungan Istimewa dengan Pemerintah 24. Liabilitas Kontinjensi. 21. maka entitas mengungkapkan mengenai transaksi-transaksi dan saldo terkait yang dirujuk paragraf 24.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . dan (b) entitas lain yang memiliki hubungan istimewa karena sama-sama dikendalikan oleh pemerintah. (b) informasi berikut dengan rincian yang cukup yang memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami dampak transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa dalam laporan keuangan: (i) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual signifikan.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN (h) provisi atas jaminan atau agunan.

Dalam menggunakan pertimbangan untuk menentukan seberapa rinci pengungkapan yang disyaratkan sesuai paragraf 25(b). (e) dilaporkan oleh manajemen senior. 26. Tanggal Efektif 27. misalnya sebagai pembelian dan penjualan suatu bisnis usaha. merujuk kepada “laporan keuangan”terkait untuk individual. Jenis transaksi tersebut termasuk yang dijelaskan dalam paragraf 20. Pengecualian Parsial untuk Entitas yang Memiliki Hubungan Istimewa dengan Pemerintah Contoh 1 – Pengecualian Pengungkapan (paragraf 24) 13 | P S A K 7 . Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. (f) tergantung kepada persetujuan pemegang saham. (c) di luar bisnis yang normal. Contoh Ilustrasi Contoh berikut melengkapi. (d) diungkapkan oleh regulator atau otoritas regulator. dan • Bagaimana definisi hubungan istimewa dapat diterapkan dalam kondisi yang telah ditentukan Contohnya. entitas pelapor mempertimbangkan kedekatan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan faktor lainyang relevan dalam menentukan tingkat signifikansi suatu transaksi. Contoh berikut mengilustrasikan: • Pengecualian parsial untuk entitas yang memiliki hubungan istimewa dengan pemerintah. yang diindikasikan kualititif atau kuantitatif. Penarikan 28. (b) dilakukan di luar kondisi pasar (carried out on non-market terms). misalnya: (a) ukuran signifikan.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN (ii) untuk transaksi lain yang secara kolektif (bukan individual) signifikan. namun bukan bagian dari PSAK 7: Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. tersendiri atau konsolidasi. Pernyataan ini menggantikan PSAK 7 (1994): Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa.

dengan pinjaman setara dengan 50% dana yang dipersyaratkan.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN CI01. ukuran yang sama. Namun. dengan karakteristik yang sama. dibayar triwulan lima tahun berikutnya. dan D. Dalam laporan keuangan entitas A. Entitas utilitas dimana Pemerintah G memiliki kepemilikan secara tidak langsung sebesar 75% dari saham yang beredar. pengecualian dalam paragraf 25 diterapkan untuk: (a) Transaksi dengan pemerintah G. Pemerintah G baik secara langsung maupun tidak langsung mengendalikan entitas 1 dan 2 dan entitas A. B. Bunga yang dibebankan atas pinjaman adalah 3 persen. CI02. suatu entitas utilitas dimana pemerintah G memiliki secara tidak langsung 75% dan saham yang beredar. menjual 10 hektar lahan kepada entitas utilitas lain terkait dengan pemerintah sebesar Rp 5 juta*. Pada tanggal 15 Januari 20X1 entitas A. Persyaratan Pengungkapan Ketika Menerapkan Pengecualian (paragraf 25) CI03. Pada tanggal 31 Desember 20X0. sebidang tanah pada lokasi serupa. dan 2 dan entitas B.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . Si X adalah anggota manajemen kunci entitas 1. Tidak ada kenaikan nilai mapun penurunan nilai atas tanah pada periode tersebut. C. 14 | P S A K 7 . dijual dengan harga 3 juta. Contoh pengungkapan untuk transaksi individual signifikan karena ukuran transaksinya Pada tahun yang berakhir pada Desember 20X1 Pemerintah G menyediakan entitas A. C dan D. Laporan keuangan entitas A. contoh pengungkapan kepatuhan terhadap paragraf 25(b)(i) terhadap transaksi yang secara individual signifikan: Contoh pengungkapan transaksi individual signifikan yang dilakukan diluar kondisi yang lazim di pasar. pengendalian tersebut tidak berlaku untuk transaksi dengan X. dimana dapat dibandingkan dengan bunga yang dibebankan atas pinjaman entitas bank A **. dan (b) Transaksi dengan entitas 1.

Untuk laporan keuangan tersendiri entitas induk. 15 | P S A K 7 . [paragraf 9(b)(i) dan (ii)]. contoh pengungkapan yang patuh terhadap paragraf 25(b)(ii) atas transaksi yang secara kolektif signifikan: Pemerintah G. Entitas anak A. 2 dan 3 merupakan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN * dalam contoh ini jumlah moneter didenominasikan dalam rupiah (IDR) ** jika entitas pelapor mengakhiri transaksi dimana terdapat bantuan pemerintah maka transaksi tersebut perlu mempertimbangkan persyratan pengungkapan dalam IAS 20 Contoh pengungkapan transaksi yang secara kolektif signifikan Dalam laporan keuangan Entitas A. Definisi Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Merujuk pada definisi pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam subparagraf pada paragraf 9 PSAK 7 Contoh 2 – Entitas Asosiasi dan Entitas Anak CI04. Entitas juga memperoleh manfaat dari jaminan pemerintah G atas pinjaman banknya. Entitas anak C memiliki pengaruh signifikan atas entitas asosiasi 3. B dan C dan entitas asosiasi 1. secara tidak langsung. B dan C dan memiliki pengaruh signifikan atas entitas asosiasi 1 dan 2. dikendalikan bersama atau dipengaruhi secara signifikan oleh pemerintah G [suatu porsi yang besar atas penjualan barang dan pembelian bahan material] atau [50% atas penjualan barang dan 35% atas pembelian bahan material]. Entitas A secara signifikan melakukan transaksi dengan pemerintah G dan entitas lain yang dikendalikannya. memiliki 75% saham yang beredar entitas A.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . CI05. Entitas induk memiliki kepentingan pengendali atas entitas anak A.

CI10. Entitas asosiasi 1. Untuk laporan keuangan entitas C. CI12. entitas anak A dan B dan asosiasi 1. (paragraf 9(b)(vii) – (a)(i)) 16 | P S A K 7 . (paragraf 9(b)(vi) – (a)(iii)) CI11. Entitas B memiliki investasi 100% dalam entitas C. 2 dan 3 terkait dengan kelompok usaha (paragraf 9(b)(i) dan (ii)) Contoh 3 – Personal Manajemen Kunci CI09. 2 dan 3. CI13 Untuk laporan keuangan entitas A. (paragraf 9(b)(i) dan (ii) CI08. 2 dan 3 merupakan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. entitas A juga terkait dengan entitas C jika X adalah personel manajemen kunci pada entitas B bukan di entitas C. hasil yang digambarkan paragraf CI10 dan CI11 akan menghasilkan hasil yang sama jika X memiliki pengendalian bersama atas entitas A. Untuk entitas anak B yang membuat laporan keuangan tersendiri. Untuk laporan keuangan konsolidasian entitas induk. (paragraf 9(b)(vi) – (a)(iii)) (jika X hanya memiliki pengaruh signifikan atas entitas A dan tidak mengendalikan atau tidak mengendalikan bersama. Untuk laporan keuangan entitas C. entitas induk. entitas induk. 2 dan 3 merupakan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. entitas A terkait dengan entitas C karena X mengendalikan entitas A dan merupakan personal manejemen kunci entitas C. B dan C merupakan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN CI06. entitas anak A dan C dan Entitas asosiasi 1. entitas induk. X memiliki investasi 100% dalam entitas A dan merupakan personal manajemen kunci dari entitas C.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . entitas anak B dan C dan entitas asosiasi 1. Untuk laporan keuangan entitas asosiasi 1. Entitas induk dan enitas anak A. maka entitas A dan C tidak saling terkait satu dengan yang lainnya). (paragraf 9(b)(i) dan (ii)) CI07. 2 dan 3 merupakan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. entitas asosiasi 1. Untuk laporan keuangan entitas anak A. 2 dan 3 tidak saling terkait satu dengan yang lainnya. Untuk laporan keuangan entitas C yang membuat. entitas C terkait dengan entitas A karena X mengendalikan entitas A dan X merupakan personal manajemen kunci entitas C. Selanjutnya.

atau mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas B. Untuk laporan keuangan entitas A. (paragraf 9(b)(vi dan 9(b)(vi) – (a)(i)) CI18. Contoh 5 – Anggota Keluarga Terdekat Pemilik Investasi CI20. 17 | P S A K 7 .Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . Entitas A terkait dengan entitas B jika X mengendalikan. CI17. Jika X memiliki pengaruh signifikan atas entitas A dan entitas B. Selanjutnya. entitas A dan B tidak terkait satu dengan yang lainnya. jika X mengendalikan atau mengendalikan bersama entitas A. entitas A adalah pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan kelompok usaha jika X merupakan personal manajemen kunci dari kelompok. atau mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas B. Untuk laporan keuangan konsolidasian entitas B. X memiliki investasi dalam entitas A dan Y memiliki investasi dalam entitas B. jika X mengendalikan atau mengendalikan bersama entitas A. (paragraf 9(b)(vi dan 9(b)(vi) – (a)(i)) CI19. X adalah istri Y.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN CI14. Entitas B terkait dengan entitas A jika X mengendalikan. (paragraf 9(b)(vi) – (a)(iii)) Contoh 4 – Seseorang Sebagai Investor CI16. Untuk laporan keuangan entitas B. (paragraf 9(b)(vii) – (a)(i)) CI15. X memiliki investasi dalam entitas A dan entitas B. Seseorang. hasil yang digambarkan paragraf CI13 akan menghasilkan hasil yang sama jika X mengendalikan entitas A. Hasil yang sama akan dihasilkan jika X merupakan personel manajemen kunci atas entitas B bukan entitas C.

Untuk laporan keuangan entitas B.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN CI21. Contoh 6 – Entitas Dengan Pengendalian Bersama CI24. Entitas B terkait dengan entitas A jika Y mengendalikan. [paragraf 9(b)(iii) dan (vi)] CI26. (paragraf 9(b)(vi)-(a)(i) dan 9(b)(vi) – (a)(i)) CI22. Untuk laporan keuangan entitas. Jika X memiliki pengaruh signifikan atas entitas A dan Y memiliki pengaruh signifikan atas entitas B. jika X mengendalikan atau mengendalikan bersama entitas A. entitas C terkait dengan entitas B. atau mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas B. jika X mengendalikan atau mengendalikan bersama entitas A. untuk laporan keuangan entitas C. entitas B terkait dengan entitas C. atau mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas B. Serupa dengan hal tersebut. entitas A dan B tidak terkait satu sama dengan yang lainnya. IE21. Entitas A terkait dengan entitas B jika Y mengendalikan. Untuk laporan keuangan entitas A. Entitas A meemiliki (i) pengendalian bersama atas entitas B dan (ii) pengendalian bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas C CI25. (paragraf 9(b)(vi)-(a)(i) dan 9(b)(vi) – (a)(i)) CI23.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . (paragraf 9(b)(iii) dan (vi)) 18 | P S A K 7 .

dikendalikan bersama atau dipengaruhi secara signifikan oleh pemerintah G [suatu porsi yang besar atas penjualan barang dan pembelian bahan material] atau [50% atas penjualan barang dan 35% atas pembelian bahan material]. memiliki 75% saham yang beredar entitas A. Entitas juga memperoleh manfaat dari jaminan pemerintah G atas pinjaman banknya. Bunga yang dibebankan atas pinjaman adalah 3 persen. 19 | P S A K 7 . B dan C dan memiliki pengaruh signifikan atas entitas asosiasi 1 dan 2. Entitas induk memiliki kepentingan pengendali atas entitas anak A.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . dibayar triwulan lima tahun berikutnya. * dalam contoh ini jumlah moneter didenominasikan dalam rupiah (IDR) ** jika entitas pelapor mengakhiri transaksi dimana terdapat bantuan pemerintah maka transaksi tersebut perlu mempertimbangkan persyratan pengungkapan dalam IAS 20 Contoh pengungkapan transaksi yang secara kolektif signifikan Dalam laporan keuangan Entitas A.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN setara dengan 50% dana yang dipersyaratkan. dimana dapat dibandingkan dengan bunga yang dibebankan atas pinjaman entitas bank A **. secara tidak langsung. contoh pengungkapan yang patuh terhadap paragraf 25(b)(ii) atas transaksi yang secara kolektif signifikan: Pemerintah G. Entitas A secara signifikan melakukan transaksi dengan pemerintah G dan entitas lain yang dikendalikannya. Definisi Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Merujuk pada definisi pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam subparagraf pada paragraf 9 PSAK 7 Contoh 2 – Entitas Asosiasi dan Entitas Anak CI04. Entitas anak C memiliki pengaruh signifikan atas entitas asosiasi 3.

2 dan 3 merupakan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa. 2 dan 3 merupakan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Untuk laporan keuangan konsolidasian entitas induk. entitas asosiasi 1. Untuk laporan keuangan entitas anak A.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . [paragraf 9(b)(i) dan (ii)]. 2 dan 3 merupakan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. entitas induk. entitas induk. Entitas asosiasi 1. 2 dan 3 terkait dengan kelompok usaha (paragraf 9(b)(i) dan (ii)) Contoh 3 – Personal Manajemen Kunci CI09. Untuk laporan keuangan entitas C.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN CI05. (paragraf 9(b)(i) dan (ii)) CI07. B dan C dan entitas asosiasi 1. entitas anak A dan C dan Entitas asosiasi 1. Untuk entitas anak B yang membuat laporan keuangan tersendiri. Untuk laporan keuangan tersendiri entitas induk. CI06. entitas induk. 2 dan 3 tidak saling terkait satu dengan yang lainnya. entitas anak B dan C dan entitas asosiasi 1. 2 dan 3 merupakan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Untuk laporan keuangan entitas asosiasi 1. Entitas anak A. entitas anak A dan B dan asosiasi 1. X memiliki investasi 100% dalam entitas A dan merupakan personal manajemen kunci dari entitas C. Entitas B memiliki investasi 100% dalam entitas 20 | P S A K 7 . (paragraf 9(b)(i) dan (ii) CI08. Entitas induk dan enitas anak A. B dan C merupakan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 2 dan 3.

hasil yang digambarkan paragraf CI13 akan menghasilkan hasil yang sama jika X mengendalikan entitas A. entitas A adalah pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan kelompok usaha jika X merupakan personal manajemen kunci dari kelompok. CI13 Untuk laporan keuangan entitas A.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . entitas A juga terkait dengan entitas C jika X adalah personel manajemen kunci pada entitas B bukan di entitas C. entitas A terkait dengan entitas C karena X mengendalikan entitas A dan merupakan personal manejemen kunci entitas C. (paragraf 9(b)(vi) – (a)(iii)) CI11. (paragraf 9(b)(vi) – (a)(iii)) Contoh 4 – Seseorang Sebagai Investor CI16. entitas C terkait dengan entitas A karena X mengendalikan entitas A dan X merupakan personal manajemen kunci entitas C. maka entitas A dan C tidak saling terkait satu dengan yang lainnya). Selanjutnya. X memiliki investasi dalam entitas A dan entitas B. Untuk laporan keuangan entitas C yang membuat. (paragraf 9(b)(vii) – (a)(i)) CI14. Untuk laporan keuangan entitas C.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN C. Hasil yang sama akan dihasilkan jika X merupakan personel manajemen kunci atas entitas B bukan entitas C. (paragraf 9(b)(vii) – (a)(i)) CI15. hasil yang digambarkan paragraf CI10 dan CI11 akan menghasilkan hasil yang sama jika X memiliki pengendalian bersama atas entitas A. CI10. Untuk laporan keuangan konsolidasian entitas B. CI12. Selanjutnya. 21 | P S A K 7 . (paragraf 9(b)(vi) – (a)(iii)) (jika X hanya memiliki pengaruh signifikan atas entitas A dan tidak mengendalikan atau tidak mengendalikan bersama.

Entitas A terkait dengan entitas B jika Y 22 | P S A K 7 . IE21.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN CI17. Untuk laporan keuangan entitas A. jika X mengendalikan atau mengendalikan bersama entitas A. atau mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas B. X memiliki investasi dalam entitas A dan Y memiliki investasi dalam entitas B. entitas A dan B tidak terkait satu dengan yang lainnya. Untuk laporan keuangan entitas A. Untuk laporan keuangan entitas. atau mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas B. Jika X memiliki pengaruh signifikan atas entitas A dan entitas B. Contoh 5 – Anggota Keluarga Terdekat Pemilik Investasi CI20. (paragraf 9(b)(vi)-(a)(i) dan 9(b)(vi) – (a)(i)) CI22. Untuk laporan keuangan entitas B. atau mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas B. (paragraf 9(b)(vi dan 9(b)(vi) – (a)(i)) CI18. (paragraf 9(b)(vi dan 9(b)(vi) – (a)(i)) CI19. jika X mengendalikan atau mengendalikan bersama entitas A. Entitas A terkait dengan entitas B jika X mengendalikan.Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . Entitas B terkait dengan entitas A jika X mengendalikan. jika X mengendalikan atau mengendalikan bersama entitas A. CI21. X adalah istri Y. Entitas B terkait dengan entitas A jika Y mengendalikan. Seseorang. jika X mengendalikan atau mengendalikan bersama entitas A.

Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . entitas A dan B tidak terkait satu sama dengan yang lainnya.KELOMPOK 6 SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN mengendalikan. entitas B terkait dengan entitas C. [paragraf 9(b)(iii) dan (vi)] CI26. Entitas A meemiliki (i) pengendalian bersama atas entitas B dan (ii) pengendalian bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas C CI25. (paragraf 9(b)(iii) dan (vi)) 23 | P S A K 7 . Jika X memiliki pengaruh signifikan atas entitas A dan Y memiliki pengaruh signifikan atas entitas B. Serupa dengan hal tersebut. atau mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas B. Untuk laporan keuangan entitas B. entitas C terkait dengan entitas B. Contoh 6 – Entitas Dengan Pengendalian Bersama CI24. (paragraf 9(b)(vi)-(a)(i) dan 9(b)(vi) – (a)(i)) CI23. untuk laporan keuangan entitas C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful