HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA

Kompetensi dasar : Kemampuan untuk menganalisa hakikat bangsa dan negara
 Indikator :  Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan       

makhluk sosial Menganalisa pengertian dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisa pengertian dan terjadinya negara Menguraikan fungsi dan tujuan negara Menyimpulkan pentingnya pengakuan suatu negara oleh negara lain Menunjukkan alasan suatu negara mengakui keberadaan negara lain Menunjukkan semangat kebangsaan (nasionalitas dan patriotisme) Menerapkan semangat kebangsaan

A. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL
 Manusia merupakan makhluk MONODUALISTIS, artinya selain sebagai makhluk individu, manusia berperan sebagai makhluk sosial
 Sebagai makhluk individu, manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan YME  Sebagai makhluk sosial, manusia menurut kodratnya harus hidup bermasyarakat. Menurut Aristoteles manusia adalah ZOON POLITICON, atau makhluk yang selalu hidup bermasyarakat.

B. Analisis Keberadaan Bangsa dan Negara
1.

Pengertian dan unsur terbentuknya Bangsa
Bangsa pada hakikatnya mempunyai unsur-unsur sebagai berikut, yaitu Sekelompok manusia yang: a. memiliki cita - cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan b. mempunyai sejarah hidup bersama sehingga tercipta perasaan senasib sepenanggungan c. memiliki adat budaya serta kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama d. menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah e. terorganisir dalam suatu pemerintah yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum Bangsa adalah keseluruhan warga pendukung dari suatu negara

Polis diartikan sebagai negara kota . STATE(Inggris) NAGARI ( Bhs. Jerman).Menurut Aristoteles.2. Pengertian Negara . Sansekerta) . dalam buku Politica. Pengertian dan Terjadinya negara A.Secara Etimologis istilah “negara” = STAAT (Belanda.

Pengertian negara 1. Aristoteles Negara (Polis) adalah persekutuan dari keluarga dan desa untuk mencapai kehidupan yang sebaik-baiknya 2. George Jellineck Negara ialah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang berkediaman di wilayah tertentu .

Prof.3. Woodrow Wilson Negara adalah rakyat yang terorganisir untuk hukum dalam wilayah tertentu 5. di mana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai souvereign (kedaulatan) 4. Soenarko Negara ialah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu. Mr. Logemann Negara adalah suatu organisasi kemasyarakatan yang bertujuan dengan kekuasaannya itu mengatur serta menyelenggarakan suatu masyarakat .

Persekutuan yang mempunyai wilayah tertentu dan yang dilengkapi dengan alat perlengkapan negara 1. Organisasi yang mempunyai kekuasaan yang bersifat memaksa dan memonopoli 3. . Negara merupakan: Organisasi kekuasaan yang teratur 2. Suatu organisasi untuk mengurus kepentingan bersama dalam masyarakat 4. dapat disimpulkan.Berdasarkan beberapa pengertian tersebut.

Ada Pemerintahan yang berdaulat De Jure 4. Ada Wilayah 2. Ada Rakyat 3. Ada Pengakuan dari negara lain ( Unsur deklaratif) .Unsur-unsur Negara : Secara De facto : 1.

Asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta sejarah. misalnya : Liberia. diduduki budak-budak negro. dapat ditinjau sebagai berikut : a. Pendudukan (Occupatie) = wilayah tidak bertuan dan belum dikuasai. Teori Terjadinya negara 1. kemudian diduduki dan dikuasai. dimerdekakan th 1847 .B.

Misalnya : wilayah negara Mesir yang terbentuk dari delta Sungai Nil. d. Contoh : negara Jerman th 1871 Penyerahan ( Cessie ) Suatu wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan suatu perjanjian tertentu. . c. b. kemudian di wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuklah negara. Peleburan ( Fusi ) Negara-negara kecil melebur menjadi negara baru. diserahkan oleh Austria kepada Prusia (Jerman) Penaikan (Accesie) Suatu wilayah terbentuk akibat penaikan lumpur sungai atau timbul dari dasar laut (delta). Misal : Wilayah Sleeswijk pada PD I.

Pembentukan Baru (Inovation) e. . Suriah. negara Israel tahun 1948 mencaplok daerah Palestina. Yordania.Pencaplokan / Penguasaan (Anexatie) Suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai (dicaplok) oleh bangsa lain tanpa reaksi. Proklamasi (Proclamasi) Penduduk suatu wilayah berhasil merebut wilayahnya kembali dan menyatakan merdeka Misal : Negara Indonesia g. dan Mesir. f. Misalnya. Mis : Negara Belgia dari negara Belanda. Pemisahan (Separatise) Negara memisahkan diri dari negara yang semula menguasainya. Munculnya negara baru di atas wilayah suatu negara yang pecah karena suatu hal dan kemudian lenyap mis : Kolombia lenyap muncul negara Venezuela dan Kolombia baru h.

Tugas  Carilah Artikel di Koran atau down Load di Internet tentang negara-negara yang terjadinya berdasarkan fakta sejarah! .

John Locke. Asal mula negara berdasarkan pendekatan teoritis Teori Ketuhanan Asal mula negara terjadi atas kehendak Tuhan Penganut : Friedrich Julius Stahl. a.2. Thomas Aquinos. negara terbentuk atas dasar perjanjian antarmanusia atau masyarakat (du contracts social) teori ini di kemukakan oleh filsuf seperti ThomasHobbes. Teori Perjanjian Menurut teori perjanjian . . terjadinya suatu negara karena adanya perjanjian masyarakat. J.J Rousseau. Ludwig Von Haller. dan Agustinus b. Dengan kata lain. dan Montesquieu. Semua warga negara mengikatkan diri dalam suatu perjanjian bersama untuk mendirikan suatu organisasi yang bisa melindungi dan menjamin kelangsungan hidup bersama.

. Leon Duguwitz. Kekuasaan adalah ciptaan mereka yang paling kuat dan berkuasa. Karl Marx. Ludwig Von Gumlowigz. Teori ini di kemukakan oleh Friedrich Engels. TEORI KEKUASAAN Menurut teori kekuasaan.C. negara terbentuk atas dasar kekuasaan . negara terbentuk karena adanya kekuasaan memaksa dari pihak-pihak yang kuat dan menang kepada pihak atau golongan yang lemah dan kalah. Dangan kata lain. Terbentuknya negar tidak lebih sebagai alat pemaksa untuk kepentingan para penguasa saja. dan Frans Oppenheimer.

Aristoteles. dan Thomas Hobbes. Menurut teori hukum alam. tidak berubah. social being).D. Hugo de Groot (Grotius). negara terjadi secara alamiah dengan dasar manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon. universal. TEORI HUKUM ALAM Para penganut teori hukum alam menganggap bahwa adanya hukum yang berlaku abadi. . serta berlaku untuk setiap waktu dan tempat. Ahli pikir yang memperkenalkan asal mula terjadinyanegara menurut teori hukum alam. antara lain Plato.

setiap orang harus taat dan tunduk kepada negara sebagai suatu kesatuan tata hukum. yaitu Hans Kelsen. Oleh karena itu. . sedangkan negara merupakan penjelmaan dari hukum. hukum identik dengan negara. Salah satu tokoh teori hukum murni. Apa yang dikehendaki negara (wille de staates). TEORI HUKUM MURNI Asal mula terjadinya negara menurut teori ini adalahn bahwa negara merupakan suatu kesatuan tata hukum yang bersifat memaksa. juga dikehendaki oleh hukum atau tata hukum.E. Jadi.

Tokoh-tokoh teori modern. . serta bentuk negara. teori modern lebih menitikberatkan pada fakta atau kenyataan serta sudut pandang tertentu sehingga diperoleh kesimpulan tentang asal mula. TEORI MODERN Dalam menyelidik dan mempelajari negara. hakikat.F. R. Mr. di antaranya Prof. Kranenburg dan Logeman.

Jelaskan pengertian negara menurut Aristoteles ! a. Jelaskan pengertian negara menurut George jellineck ! b. 2.QUIZ I KELAS X 1. Apa yang dimaksud dengan mempunyai sejarah hidup bersama ? sehingga mempunyai perasaan senasib sepenanggungan? a. Apa yang dimaksud dengan Monodualistis ? Beri contoh masing-masing dua! a. Apa yang dimaksud dengan suatu negara memiliki cita-cita yang sama ? b. Apa yang dimaksud dengan Accesie ? Beri satu contoh! Asal mula negara Indonesia berdasarkan pendekatan teoritis. 5. 3. Negara Indonesia dapat digolongkan dalam teori apa saja ? . Apa yang dimaksud dengan Fusi ? Contohnya negara ? b. 4.

B. Negara (staat) : pemerintahan pusat sudah dapat menundukkan pemerintah daerah . KERAJAAN : Kepala suku yang semula berkuasa kemudian mengadakan ekspansi dengan penaklukan-penaklukan ke daerah lain. kemudian terus berkembang menjadi kelompok masyarakat hukum tertentu (suku).TERJADINYA NEGARA SECARA PRIMER A. SUKU : manusia dimulai dari keluarga. telah mengakibatkan berubahnya fungsi kepala suku menjadi seorang raja dengan cakupan wilayah yang lebih luas dalam bentuk kerajaan C.

Dictator Pemerintah yang dipimpin oleh satu orang yang dipilih rakyat. tetapi lama-kelamaan berkuasa mutlak.D. . Negara demokrasi (democratische natie) negara yang terbentuk atas dasar kesadaran akan kedaulatan rakyat E. Terjadinya negara secara sekuder Pertumbuhan negara yang dihubungkan dengan negara yang sudah ada sebelumnya.

Negara mulai berdiri. kuat akhirnya melemah dan lenyap. FJ. tanpa pemerintahan. Schmitthenner. kokoh. Gonstantin Frantz dan Bluntsehi.C. seperti manusia. Tokoh : Herbert Spencer. besar. Teori Anarkis Suatu saat negara pasti akan lenyap dan muncullah masyarakat yang penuh kebebasan dan kemerdekaan. Teori Lenyapnya Negara Teori Organis Negara dianggap atau disamakan dengan makhluk hidup. 1. tanpa paksaan. . berkembang. 2. hewan dan tumbuhan. serta tanpa negara.

 Penganut teori ini : William Godwin. Tokoh : Leo Tolstoy 3. menghapuskan atau melenyapkan “tata paksa” harus dilakukan dengan cara menghancurkan organisasi tersebut bersama perlengkapan dan pendukungnya 2. Jika syarat berdiri terpenuhi maka negara akan tetap berdiri. Joseph Proudhon. Kropotkin dan Michael Bakounin  Teori Anarkis dibedakan dua golongan : 1. bila tidak negara akan lenyap atau hilang . Masyarakat yang penuh kebebasan tanpa pemerintahan akan dapat diwujudkan melalui evolusi dan pendidikan. Teori Mati Tuanya Negara negara akan berdiri atau lenyap menurut syaratsyarat objektifnya sendiri. tanpa melalui kekerasan dan kekejaman.

Faktor-faktornya : a. penggabungan 1. persetujuan d. Misalnya : gunung meletus. terendam air laut 2.Hilang atau lenyapnya negara disebabkan oleh dua faktor. Faktor Sosial : suatu negara yang sudah ada dan diakui negara lain. yaitu: Faktor Alam : hilangnya negara karena faktor alam. revolusi (kudeta yang berhasil) b. kemudian lenyap karena faktor sosial. penaklukan c. .

Tegas (Express). pernyataan parlemennya. di antaranya sebagai berikut : 1.d. atau dengan traktat 2. Tidak Tegas (Implied). yaitu pengakuan yang dapat dilihat dari hubungan tertentu antara negara yang mengakui dan negara baru atau pemerintah baru . Pentingnya pengakuan suatu negara terhadap negara lain Menurut Starke. tindakan pemberian pengakuan dapat dilakukan melalui dua cara. yaitu pemberian pengakuan yang dinyatakan secara resmi berupa nota diplomatik. berupa pesan pribadi kepada kepala negara atau menteri luar negeri.

.Ada dua teori pengakuan : a. Teori deklaratoir atau evidenter. Teori konstitutif. yaitu teori yang menyatakan bahwa status kenegaraan atau otoritas pemerintah baru telah ada sebelum adanya pengakuan dan status ini tidak bergantung pada pengakuan. Tindakan pengakuan semata-mata hanya pengumuman resmi terhadap situasi dan fakta yang ada. yaitu teori yang menyatakan bahwa hanya tindakan pengakuan yang dapat menciptakan status kenegaraan atau yang melengkapi pemerintah baru dengan otoritasnya di lingkungan internasional b.

. 2. Adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya. maupun intervensi dari negara lain. Hal tersebut disebabkan tata hubungan internasional memerlukan status negra merdeka. baik yang timbul dari dalam (melalui kudeta).  Faktor-faktor penyebab diperlukannya pengakuan dari negara lain : 1. Suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerja sama negara lain. fakta diperlukan sebagai pernyataan (deklaratif) dalam tata hubungan internasional. Pengakuan dari negara lain bukan merupakan unsur pembentuk (konstitutif).

TUGAS Carilah 2 (dua) artikel di koran/ majalah/internet tentang kerjasama antar negara. kemudian ringkas masing-masing minimal setengah halaman ! .

Koloni ( negara jajahan) negara yang pemerintahnya dikuasai oleh pemerintah negara lain contoh : Tunisia. B. baik ke dalam maupun ke luar. Maroko ( jajahan Perancis ) Perwalian (Trusstee) Daerah-daerah yang sesudah PD II diurus oleh beberapa negara di bawah pengawasan Trusteeship Council (Dewan Perwalian) PBB. Bentuk kenegaraan seperti ini merupakan hasil dari Konferensi San Francisco pada Oktober 1945 . Serikat Negara (Konfederasi) perserikatan beberapa negara yang merdeka dan berdaulat penuh.BENTUK KENEGARAAN  A. C.

antara lain : 1. daerah yang asalnya daerah mandat 2. daerah yang dipisahkan dari negara yang kalah perang pada Perang Dunia II 3. DOMINION Negara merupakan daerah jajahan Inggris yang telah merdeka dan tergabung dalam The British Common wealth of Nation.Daerah yang termasuk pada daerah perwalian. daerah suatu negara yang oleh negara bersangkutan secara sukarela diserahkan urusan pemerintahnya ke dalam trussteeship (sistem perwalian D. .

yaitu : 1) Uni riil negara yang tergabung di dalamnya mengurus hubungan dengan negara luar melalui badan milik bersama. E. tetapi semua urusan dalam negeri maupun luar negeri diatur oleh setiap negera peserta. 2. Dalam ketatanegaraan dikenal dua macam uni. . Uni personil dua negara mempunyai seorang raja yang menagkap sebagai kepala negara. UNI Uni adalah gabungan dari beberapa negara yang dikepalai oleh seorang raja.

Contoh: .Kesultanan Zanzibar (protektorat Inggris) g. Protektorat (negara vazal) Suatu negara yang ada di bawah perlindungan negara lain yang dianggap lebih kuat. hubungan luar negeri dan pertahanan diserahkan kepada negara pelindung. Mandat Daerah mandat merupakan daerah bekas jajahan dari negara yang kalah perang pada Perang Dunia Contoh : negara Irak dan Palestina (bekas mandat Prancis) . F.Tibet ( protektorat Tiongkok) .kerajaan Monaco (Protektorat Perancis) . Biasanya.

C. yaitu membuat undang-undang 2) Eksekutif. urusan perang dan damai. . Fungsi dan Tujuan NKRI  1. Fungsi Negara : John Locke membagi fungsi negara menjadi tiga fungsi: Legislatif. 1.  a. yaitu melaksanakan undang-undang 3) Yudikatif. yaitu membuat peraturan 2) Eksekutif. yaitu melaksanakan peraturan ( termasuk fungsi mengadili) 3) Federatif. yaitu mengawasi agar semua peraturan ditaati (fungsi mengadili). b. yaitu fungsi: 1) Legislatif . Montesquie menyatakan bahwa fungsi negara mencakup tiga tugas pokok ( Trias Politica). yaitu mengatur urusan luar negeri. Pengertian.

Kusnardi. Moh. Membagi fungsi negara menjadi dua bagian : 1) Melaksanakan penertiban (law and order) 2) Menghendaki kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.H. fungsi ketertiban dan keamanan D. 4) Politie. Von Vollenhoven negara mencakup empat tugas pokok (Catur Praja). . Goodnow membagi fungsi negara menjadi dua tugas pokok (dwi praja-dichotomy) . C. S. yaitu : 1) Regeeling. yaitu : 1) Policy making ( kebijakan negara pada waktu tertentu untuk seluruh masyarakat) 2) Policy executing (kebijaksanaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai policy making) E. yaitu menyelenggarakan pemerintahan 3) Rechtspraak. yaitu fungsi mengadili. yaitu membuat peraturan 2) Bestuur.

maupun ekonomi.Tugas negara secara umum : Tugas esensial (tugas asli negara) adalah mempertahankan negara sebagai organisasi politik yang berdaulat. ketertiban dan ketentraman dalam negara serta melindungi hak milik dari setiap orang). Misalnya: memelihara fakir miskin. intelektual. Ada tugas internal yaitu memelihara perdamaian. 1) . Tugas eksternal yaitu mempertahankan kemerdekaan negara. dan pendidikan rakyat. sosial. 2) Tugas Fakultatif adalah tugas negara untuk dapat memperbesar kesejahteraan umum baik moral. kesehatan.

Fungsi NKRI  Fungsi negara dilaksanakan oleh lembaga-lembaga negara sebagaimana disebutkan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.2.” . mencerdaskan kehidupan bangsa. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan …. yaitu : “ Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

dan bersedia menghadapi segala kemungkinan. berdisiplin. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara menyiapkan tentara yang kuat. . kehormatan dan kesejahteraan rakyat.3. Tujuan Negara menurut Nicholo Machiavelli Adalah menghimpun dan memperbesar kekuasaan negara agar tercipta kemakmuran.  Tujuan negara menurut Shang Yang Mengumpulkan kekuasaan negara yang sebesar-besarnya. kebesaran. B. Tujuan Negara  A.

 C. karena negara-negara tersebut akan selalu bersaiang dan berperang. Tujuan negara menurut Kaum Sosialis memberikan kebahagiaan yang sebesarbesarnya dan merata bagi setiap manusia. . E.  Tujuan Negara menurut Dante Allieghieri Perdamaian dan ketentraman dunia tidak akan terwujud seandainnya di dunia masih terdapat negara-negara merdeka. Menghendaki Imperium Dunia D. Tujuan negara menurut Immanuel Kant Membentuk dan memelihara hak dan kemerdekaan warga negara.

perdamaian abadi dan keadilan sosial . memajukan kesejahteraan umum  c.4. mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan NKRI  Terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat: a. ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. melindungi segenap bangsa Indonesia & seluruh tumpah darah Indonesia  b. d.

Jiwa toleransi atau tenggang rasa antaragama. Semangat Kebangsaan.  D. dan Patriotisme dalam Kehidupan Bermasyarakat. Pro Patria dan Primus Patrialis. Jiwa solidaritas dan kesetiakawanan dari semua lapisan masyarakat terhadap perjuangan kemerdekaan  C. nasionalisme.  b. antarsuku. antar golongan dan antarbangsa. artinya mencintai tanah air dan mendahulukan kepentingan tanah air. berbangsa dan bernegara :  Jiwa semangat ‘45 adalah :  a. Jiwa ksatria dan kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam . Jiwa tanpa pamrih dan bertanggung jawab  E.D.

^YSZ_ WYS^SVSZYYS\S`SaV_SSSZVWZYSZSa Va\_W\W^`SZa_SWcSZVSZ`aTaSZ WYS^SaSTW^V^TW^WTSZYTW_S^[[ aS`S^Z SWWSVSZWZ S\ [[ W^TW^`\WZUW^ U``WZZW^ [Z_`SZ`Z ^SZ` VSZaZ`_W # W[^ZS^_ aS`a_SS`ZWYS^S\S_`SSZWZ S\VSZaZUaS S_ S^SS` SZY\WZaWTWTS_SZVSZ WW^VWSSZ`SZ\S\S_SSZ`SZ\S\WW^Z`SSZ _W^`S`SZ\SZWYS^S # .

O WZYSZa` `W[^ Z S [VcZ [_W\ ^[aV[Z ^[\[`ZVSZ USWS[aZZ O W[^ ZS^_ VTWVSSZ VaS Y[[ZYSZ  # # # WZYS\a_SZ S`Sa WWZ S\SZ `S`S \S_S S^a_ VSaSZ VWZYSZ US^S WZYSZUa^SZ [^YSZ_S_ `W^_WTa` TW^_SS \W^WZYS\SZ VSZ \WZVaaZYZ S S_ S^SS` SZY\WZa WTWTS_SZ `SZ\S \WW^Z`SSZ SSZ VS\S` VcaaVSZ WSa Wb[a_ VSZ \WZVVSZ`SZ\S WSa WW^S_SZ VSZ WWSSZ[[  W[[_`[ W[^ S` aSZ S WYS^S ZWYS^S SSZ TW^V^ S`Sa WZ S\ WZa^a` _ S^S` _ S^S` [TW`XZ S _WZV^ S _ S^S` TW^V^ `W^\WZa SS ZWYS^S SSZ `W`S\ TW^V^TS `VS ZWYS^S SSZ WZ S\ S`Sa SZY .

f°–ff °f½°f° –ff ¾ f f°   f€f f S`[^SSZYZ SZWYS^SS^WZSXS`[^SS _SZ SYaZaZYWW`a_`W^WZVSS^Sa` # S`[^[_S_aS`aZWYS^S SZY_aVSSVSVSZ VSaZWYS^SSZWaVSZWZ S\S^WZSXS`[^ _[_S S`[^XS`[^Z S S ^Wb[a_aVW`S SZYTW^S_ T \WZSaSZ U \W^_W`aaSZ V \WZYYSTaZYSZ # .

9 °°–°f½ °–ff°¾f° –ff  f f½° –fff° WZa^a` `S^W`ZVSSZ \WTW^SZ \WZYSaSZ VS\S` VSaSZ WSa VaS US^SV SZ`S^SZ S _WTSYS TW^a`  # WYS_  \^W__ S`a \WTW^SZ \WZYSaSZ SZY VZ S`SSZ _WUS^S ^W_ TW^a\S Z[`SV\[S` TW^a\S \W_SZ \^TSV W\SVS W\SS ZWYS^S S`Sa WZ`W^ aS^ ZWYW^\W^Z S`SSZ \S^WWZZ S S`Sa VWZYSZ `^S`S` # VS WYS_  \WV S`a \WZYSaSZ SZY VS\S` VS` VS^ aTaZYSZ `W^`WZ`a SZ`S^S ZWYS^S SZYWZYSa VSZ ZWYS^S TS^a S`Sa \WW^Z`S TS^a .

 f f ½ °–ff° S W[^[Z_``a`X S`a`W[^ SZYWZ S`SSZTScS SZ S`ZVSSZ\WZYSaSZ SZYVS\S`WZU\`SSZ _`S`a_WZWYS^SSZS`Sa SZYWWZYS\\WW^Z`S TS^aVWZYSZ[`[^`S_Z SVZYaZYSZZ`W^ZS_[ZS T W[^VWS^S`[^S`SaWbVWZ`W^ S`a`W[^ SZY WZ S`SSZTScS_`S`a_WZWYS^SSZS`Sa[`[^`S_ \WW^Z`STS^a`WSSVS_WTWaSVSZ S \WZYSaSZVSZ_`S`a_Z`VSTW^YSZ`aZY\SVS \WZYSaSZZVSSZ\WZYSaSZ_WS`SS`S SZ S\WZYaaSZ^W_`W^SVS\_`aS_VSZXS`S SZYSVS .

O WZYSaSZVS^ZWYS^SSZTaSZW^a\SSZaZ_a^ \WTWZ`a[Z_``a`XXS`SV\W^aSZ_WTSYS \W^Z S`SSZVWS^S`XVSS`S`SaTaZYSZ Z`W^ZS_[ZS S`W^_WTa`V_WTSTSZ`S`SaTaZYSZ Z`W^ZS_[ZSWW^aSZ_`S`a_ZWY^SW^VWS O S`[^XS`[^\WZ WTSTV\W^aSZZ S\WZYSaSZVS^ ZWYS^SSZ # VSZ SWScS`^SZ`W^SZUSWSZY_aZYSZ Va\Z STS SZY`TaVS^VSSWSa aVW`SSa\aZZ`W^bWZ_VS^ZWYS^SSZ # aS`aZWYS^S`VSVS\S`TW^V^_WZV^`SZ\S TSZ`aSZVSZW^S_SSZWYS^SSZ .

  S^S#VaSS^`WV[^SZÈSSSÈZ`W^ZW` `WZ`SZYW^S_SSSZ`S^ZWYS^SWaVSZ^ZYS_ S_ZYS_ZYZS_W`WZYSSSSZ .

-@D-O  W^S` WYS^S [ZXWVW^S_ \W^_W^S`SZTWTW^S\SZWYS^S SZYW^VWSVSZ TW^VSaS`\WZaTSWVSSSa\aZWaS^  [[ZZWYS^SSSSZ ZWYS^S SZY\WW^Z`SZ SVaS_S[W \WW^Z`SZWYS^SSZ U[Z`[aZ_S S^[[SSSZ W^SZU_  W^cSSZ^a__`WW SW^SVSW^S SZY_W_aVS  Va^a_[W TWTW^S\SZWYS^SVTScS\WZYScS_SZ ^a_`WW_\[aZUWcSZ W^cSSZ  WZ`aWZWYS^SSZ_W\W^`ZW^a\SSZS_ VS^ [ZXW^WZ_SZ ^SZU_U[\SVS.

`[TW^# .

SW^S SZY`W^S_a\SVSVSW^S\W^cSSZSZ`S^S SZ # VSW^S SZYS_SZ SVSW^SSZVS` # VSW^S SZYV\_SSZVS^ZWYS^S SZYSS \W^SZY\SVS W^SZYaZS # VSW^S_aS`aZWYS^S SZY[WZWYS^S TW^_SZYa`SZ_WUS^S_aS^WSV_W^SSZa^a_SZ \WW^Z`SZ SWVSS`^a__`WW_\__`W \W^cSSZ .

.

WYS^SW^a\SSZVSW^SSSSZ ZYY^_ SZY`WS W^VWSVSZ`W^YSTaZYVSSW^`_[[Z cWS`[X S`[Z .

O   ZSVSSYSTaZYSZVS^TWTW^S\SZWYS^S SZY VW\SS[W_W[^SZY^SSSSW`S`SZWYS^SSZ VWZSVaSSUSaZ S`a # Z^ ZWYS^S SZY`W^YSTaZYVVSSZ SWZYa^a_ aTaZYSZVWZYSZZWYS^SaS^WSaTSVSZ TW^_SS # Z\W^_[Z VaSZWYS^SW\aZ S_W[^SZY^SS SZY WZSYS\_WTSYSW\SSZWYS^S`W`S\_WaS a^a_SZVSSZWYW^Sa\aZaS^ZWYW^VS`a^ [W_W`S\ZWYW^S\W_W^`S .

O  ^[`W`[^S`ZWYS^SbS S aS`aZWYS^S SZYSVSVTScS\W^ZVaZYSZ ZWYS^SSZ SZYVSZYYS\WTaS`S_SZ S aTaZYSZaS^ZWYW^VSZ\W^`SSZSZV_W^SSZ W\SVSZWYS^S\WZVaZY [Z`[  W^SSSZ [ZSU[ ^[`W`[^S` W^SZU_  TW`\^[`W`[^S`[ZY[  W_a`SZSZSZ TS^\^[`W`[^S` ZYY^_ Y SZVS` SW^SSZVS`W^a\SSZVSW^STWS_SSSZ VS^ZWYS^S SZYSS\W^SZY\SVS W^SZYaZS [Z`[ZWYS^S ^SVSZ SW_`ZSTWS_SZVS` ^SZU_ .

.

9 °– f° °–¾ f°@©f°- O # O S # aZY_ WYS^S [Z [UWWTSY XaZY_ ZWYS^S WZSV `YS XaZY_ WY_S`X S`a WTaS` \W^S`a^SZ # _Wa`X S`a WS_SZSSZ \W^S`a^SZ `W^S_a XaZY_ WZYSV # WVW^S`X S`a WZYS`a^ a^a_SZ aS^ ZWYW^a^a_SZ \W^SZY VSZ VSS [Z`W_]aW WZ S`SSZ TScS XaZY_ ZWYS^S WZUSa\ `YS `aYS_ \[[ ^S_ [`US S`a XaZY_ # WY_S`X  S`a WTaS` aZVSZYaZVSZY # _Wa`X S`a WS_SZSSZ aZVSZYaZVSZY # aVS`X S`a WZYScS_ SYS^_WaS \W^S`a^SZ V`SS` XaZY_ WZYSV T .

O  [Z[WZ[bWZ ZWYS^S WZUSa\ W\S` `aYS_ \[[ S`a^ ^SS S`a  # WYWWZY S`a WTaS` \W^S`a^SZ #W_`aa^ S`a WZ WWZYYS^SSZ \WW^Z`SSZ # WU`_\^SS S`a XaZY_ WZYSV  [`WXaZY_ W`W^`TSZ VSZ WSSZSZ  [[VZ[c WTSY XaZY_ ZWYS^S WZSV VaS `aYS_ \[[ Vc \^SSVU[`[  S`a  # [U SZYWTSSZ ZWYS^S \SVS cS`a `W^`WZ`a aZ`a _Wa^a S_ S^SS` # [U W WUa`ZYWTS_SZSSZ SZYS^a_ VS_SZSSZ aZ`a WZUS\S \[U SZY  [ a_ZS^V  WTSY XaZY_ ZWYS^S WZSV VaS TSYSZ  # WS_SZSSZ \WZW^`TSZ ScSZV[^VW^ # WZYWZVS W_WS`W^SSZ VSZ WSa^SZ ^S S`Z S .

8 39073. S`a WWS^S \W^VSSSZW`W^`TSZ VSZ W`WZ`^SSZ VSS ZWYS^S _W^`S WZVaZY S  VS^ _W`S\ [^SZYaYS_ W_`W^ZS S`a W\W^`SSZSZ WW^VWSSZ ZWYS^S  aYS_ Sa`S`X SVSS `aYS_ ZWYS^S aZ`a VS\S` W\W^TW_S^ W_WS`W^SSZ aa TS [^S Z`WW`aS _[_S Sa\aZ W[Z[ _SZ S WWS^S XS^ _Z W_WS`SZ VSZ \WZVVSZ ^S S` .@–f¾° –ff¾ nff¯¯  aYS_ W_WZ_S `aYS_ S_ ZWYS^S SVSS W\W^`SSZSZ ZWYS^S _WTSYS [^YSZ_S_ \[` SZYTW^VSaS`VS 9:.

 °–¾- O aZY_ ZWYS^S VS_SZSSZ [W WTSYSWTSYS ZWYS^S _WTSYSSZS V_WTa`SZ VSS SZWS WW\S` WTaSSZ  #  S`a   WaVSZ VS^\SVS `a aZ`a WTWZ`a _aS`a \WW^Z`S WYS^S ZV[ZW_S VSZ _Wa^a `a\S VS^S ZV[ZW_S VSZ aZ`a WSaSZ W_WS`W^SSZ aa WZUW^VS_SZ WVa\SZ TSZY_S VSZ a` WS_SZSSZ W`W^`TSZ VaZS SZY TW^VS_S^SZ WW^VWSSZ  .

 @©f°- –ff O  O aaSZ ZWYS^S WZa^a` SZYSZY WZYa\aSZ WaS_SSZ ZWYS^S SZY _WTW_S^TW_S^Z S aaSZ `W^_WTa` VS\S` VUS\S VWZYSZ US^S WZ S\SZ `WZ`S^S SZY aS` TW^V_\Z VSZ TW^_WVS WZYSVS\ _WYSS WaZYZSZ  aaSZ WYS^S WZa^a` U[[ SUSbW VSS WZY\aZ VSZ W\W^TW_S^ WaS_SSZ ZWYS^S SYS^ `W^U\`S WSa^SZ WTW_S^SZ W[^S`SZ VSZ W_WS`W^SSZ ^S S` .

O  O aaSZ WYS^S WZa^a` SZ`W WYW^ W^VSSSZ VSZ W`WZ`^SSZ VaZS `VS SSZ `W^caaV _WSZVSZZ S V VaZS S_ `W^VS\S` ZWYS^SZWYS^S W^VWS S^WZS ZWYS^SZWYS^S `W^_WTa` SSZ _WSa TW^_SSZY VSZ TW^\W^SZY WZYWZVS \W^a aZS  aaSZ ZWYS^S WZa^a` SZaW SZ` WTWZ`a VSZ WWS^S S VSZ WW^VWSSZ cS^YS ZWYS^S  aaSZ ZWYS^S WZa^a` Sa [_S_ WTW^SZ WTSSYSSZ SZY _WTW_S^ TW_S^Z S VSZ W^S`S TSY _W`S\ SZa_S .

 @©f°- O W^VS\S` VSS WTaSSZ # SZWS WW\S` SWZVaZY _WYWZS\ TSZY_S ZV[ZW_S_Wa^a `a\S VS^S ZV[ZW_S O TWSaSZ W_WS`W^SSZ aa O UWZUW^VS_SZ WVa\SZ TSZY_S Va` _W^`S WS_SZSSZ W`W^`TSZ VaZS TW^VS_S^SZ WW^VWSSZ\W^VSSSZ STSV VSZ WSVSZ _[_S .

  ¯f°–f f°–¾ff° °f¾°f¾¯  f°9f¾¯  ff¯  ½f° ¯f¾fff   f°–¾f f° ° –ff O cS_WSZYS` SVSS O S ^[ S`^SVSZ ^a_ S`^S_S^`Z SWZUZ`S `SZSS^VSZWZVSaaSZW\WZ`ZYSZ`SZSS^ O T cS_[VS^`S_VSZW_W`SScSZSZVS^_WaS S\_SZS_ S^SS``W^SVS\\W^aSZYSZWW^VWSSZ O  cS`[W^SZ_S`Sa`WZYYSZY^S_SSZ`S^SYSS SZ`S^_aaSZ`S^Y[[ZYSZVSZSZ`S^TSZY_S O  cS`SZ\S\S^VSZTW^`SZYYaZYScST O  cS_S`^SVSZWTW_S^SZcS SZY`VS WZYSZVaZYTSS_VWZVS .