Gerak merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.

Gerak muncul dan terjadi pada hampir seluruh benda dari benda yang memiliki ukuran sangat kecil seperti elektron yang bergerak mengelilingi inti atom hingga benda-benda masiv yang memiliki ukuran sangat besar seperti planet-planet dan galaksi. Pengetahuan tentang gerak benda-benda merupakan inti pengembangan ilmu pengetahuan yang menjadi fokus utama dari zaman Aristoteles hingga Galileo. Teka-teki ilmiah yang muncul pada masa awal adalah mengenai gerakan matahari yang terlihat bergerak dari timur ke barat, juga gerakan benda-benda langit lainnya. Jauh sebelum Sir Isaac Newton memformulasikan konsep gerak universalnya yang sangat terkenal, gerak telah dipelajari dalam kerangka konsep ilmiah misalnya seperti gerak benda yang jatuh. Mekanika adalah salah satu cabang fisika yang mempelajari tentang kinematika dan dinamika gerak. Kita akan mengawali pembahasan kinematika dengan mempelajari gerak benda sepanjang garis lurus.

Bab yang akan dipelajari:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Medan Magnet pada Muatan Bergerak Medan Magnet pada Kawat Berarus Medan Magnet pada Konduktor Berarus Lurus Gaya antara Konduktor Berarus Medan Magnet pada Loop Berarus Pusar Hukum Ampere Aplikasi Hukum Ampere

Tujuan Pembelajaran:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Sifat dasar medan magnet yang dihasilkan partikel tunggal bermuatan yang bergerak. Mendeskripsikan medan magnet yang dihasilkan elemen konduktor berarus. Menghitung medan magnet yang dihasilkan kawat lurus panjang dan berarus. Menganalisa bagaimana interaksi antar dua kawat berarus searah berlawanan arah. Menghitung medan magnet yang dihasilkan kawat melingkar berarus. Mendefinisikan hukum Ampere dan penjelasannya tentang medan magnet. Menggunakan hukum Ampere untuk menghitung medan magnet dari muatan terdistribusi simetrik.

Rosari Saleh dan Sutarto

Rosari Saleh dan Sutarto

Sebuah eksperimen lainnya menunjukkan bahwa sebuah kawat berarus listrik yang di sekitarnya ditaburi serbuk-serbuk besi. Kita juga telah mempelajari mengenai efek medan magnet terhadap kawat berarus. ternyata. Hal ini mengingatkan kembali pada fenomena partikel bermuatan yang bergerak dengan kecepatan Rosari Saleh dan Sutarto  .  Berdasarkan hasil eksperimen lainnya kemudian dibuktikan bahwa kawat listrik berarus dapat menghasilkan medan magnet. Untuk partikel-partikel yang bersifat individual. namun efek Hall telah membuktikan bahwa muatan-muatan pembawa arus listrik pada plat konduktor dapat mengalami perubahan orientasi gerak ketika konduktor tersebut diletakkan pada daerah yang mengandung medan magnet. Pada dasarnya.Bab 7 Sumber Medan Magnet | 157   Medan magnet memberikan pengaruh yang signifikan terhadap partikel bermuatan yang bergerak. Pada bab ini kita akan mempelajari mengenai sumber medan magnet. dengan kata lain kawat-kawat tersebut selalu berada dalam keadaan netral. arus listrik pada kawat penghantar merupakan pergerakan partikel bermuatan juga sehingga secara prinsip efek pembelokan lintasan partikel pembawa arus listrik juga muncul. Sejak penemuan Hans Christian Oersted antara tahun 1819 hingga 1820. seperti halnya magnet. menghasilkan pola garis-garis seperti yang dihasilkan ketika serbuk besi tersebut ditaburkan di sekitar kutub magnet! Perhatikan Gambar 7. Oersted dan Ampere. medan magnet menghasilkan gaya yang menyebabkan pembelokan lintasan gerak partikel tersebut. Medan magnet dapat dihasilkan oleh sumber natural yaitu magnet. pengkajian mengenai keterkaitan antara fenomena kemagnetan dan fenomena kelistrikan terus dilakukan. dalam eksperimen-eksperimen yang mereka lakukan.1! Pola yang sama juga terbentuk ketika serbuk besi ditaburkan di sekitar magnet. Kita telah mendiskusikan beberapa gejala fisika yang terkait dengan medan magnet dan pengaruhnya. pada penghantar partikel-partikel bermuatan tersebut tidak membentuk lintasan berupa lingkaran karena memang partikelpartikel pembawa arus itu terikat pada material.1 Pola garis medan magnet yang terbentuk ketika serbuk besi ditaburkan di sekitar kawat listrik berarus. Hal ini menunjukkan bahwa ada gejala yang koheren yang ditimbulkan medan magnet dan medan di sekitar kawat berarus. Walaupun tidak dapat dideteksi dengan mudah. Adalah suatu hal yang wajar apabila suatu konsep ilmu pengetahuan muncul didahului dengan pengamatan terhadap fenomena-fenomena alam. Gambar 7. berhasil mengamati bahwa dua kawat berarus yang didekatkan satu sama lain menghasilkan suatu gaya. Gaya tersebut tidak mungkin dihasilkan oleh interaksi elektrostatik karena pada kawat penghantar muatan total pada setiap kawat adalah nol. Tidak seperti pada partikel bermuatan tunggal.

karena medan magnet dapat dihasilkan dari arus listrik. Muatan tersebut dipengaruhi oleh medan magnet. Arah medan magnet adalah masuk bidang kertas. Sudut θ merupakan sudut antara vektor kecepatan v dan perpindahan posisi r.0 µC bergerak dalam arah sumbu x (+) dengan kecepatan 5 x 107 m/s. µ0 = 4π x 10-7 N/m2.158 | Bab 7 Sumber Medan Magnet   tertentu di dalam medan magnet. Gambar 7. 7–1 Medan Magnet pada Muatan Bergerak Partikel bermuatan q yang bergerak dengan kecepatan v pada arah r menghasilkan medan magnet B sebesar: B= µ0 ⎛ v × r ⎞ q⎜ ⎟ 4π ⎝ r 2 ⎠ (7–1) Gambar 7. dimana arus listrik tersebut tidak lain merupakan pergerakan muatan. Arah medan magnet B dapat ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kanan.  µ0 merupakan konstanta permeabilitas ruang hampa. Perhatikan bahwa medan magnet B merupakan besaran vektor yang arahnya dipengaruhi oleh vektor kecepatan v dan posisi r. maka medan magnet tentu bisa dihasilkan dari pergerakan muatan tunggal. Contoh soal 1: Sebuah partikel q = 1. Mengacu pada ilustrasi Gambar 7. seperti yang telah dijabarkan pada Bab 6.2. menunjukkan sebuah partikel q yang bergerak dengan kecepatan v.2 Sebuah partikel bermuatan bergerak dengan kecepatan tertentu dan menghasilkan medan magnet di sekitarnya.1. Penyelesaian: B= µ0 ⎛ v × r ⎞ q⎜ ⎟ 4π ⎝ r 2 ⎠ v = 5 x 107 i m/s dan r = (8 m i + 10 m j) v × r = 5 × 10 7 i × (8)i + (10 ) j = 5 × 10 k m /s r 2 = 8 2 + 10 2 = 164 m 2 8 2 ( ) [ ] Rosari Saleh dan Sutarto  . 10 m). Tentukan medan magnet B yang dihasilkan ketika muatan tersebut berada pada koordinat (8 m.

Medan magnet juga dapat dihasilkan untuk distribusi partikel bermuatan yang bergerak pada permukaan suatu material tertentu. Pada kasus jarum kompas di bawah pengaruh medan magnet. Perubahan arah jarum kompas juga dengan amat gamblang memberikan petunjuk pada kita mengenai interaksi antar medan magnet. kita telah membuktikan bahwa muatan tunggal yang bergerak dengan kecepatan tertentu dapat menghasilkan medan magnet.3 menunjukkan bahwa medan magnet hanya dapat dihasilkan oleh kawat jika ada arus listrik yang mengalir. Sebuah kawat yang diberi arus listrik menghasilkan gaya magnet yang diberikan oleh persamaan (7–14).3. Hal ini sama dengan bahwa medan magnet hanya jika dihasilkan jika terdapat muatan-muatan yang bergerak dengan kecepatan tertentu.3 Kompas di bawah pengaruh medan magnet yang dihasilkan oleh kawat yang dialiri arus listrik.1. Jarum kompas tidak lain adalah salah satu bentuk magnet. jarum kompas mengalami perubahan arah. Ketika arus listrik dialirkan pada kawat. Dalam eksperimen lainnya diketahui bahwa jarum kompas mengalami perubahan orientasi ketika didekatkan dengan kawat yang dialiri arus listrik. Ilustrasi pada Gambar 7. Hal ini dikarenakan pengaruh medan magnet bumi pada jarum kompas tersebut. Berdasarkan konsep mekanika yang telah dipelajari pada Bab 3. Pada sub bab 7. kawat berarus listrik dapat menghasilkan medan magnet. Kompas. Jarum kompas mengalami pembelokan orientasi ketika arus listrik dialirkan pada kawat.05 × 10 −7 T 7–2 Medan Magnet pada Kawat Berarus Seperti tampak pada Gambar 7. Rosari Saleh dan Sutarto  (a) (b) Gambar 7. Interaksi tersebut menghasilkan efek mekanik berupa pergeseran jarum kompas. dalam keadaan dimana kawat tidak diberi arus listrik menunjuk ke utara. Hal ini dikarenakan ada interaksi yang bersifat magnetik antara jarum kompas dan arus listrik yang mengalir pada kawat. lihat kembali pembahasan Bab 6.  . Perhatikan Gambar 7.1. kita dapat menyimpulkan bahwa interaksi antar sumber medan tersebut menghasilkan gaya yang disebut sebagai gaya magnet. yang menjadi sumber medan magnet adalah kawat yang dialiri arus listrik sedangkan gaya magnet yang dihasilkan merupakan interaksi antara kawat dan jarum kompas.Bab 7 Sumber Medan Magnet | 159   B= 4π × 10 −7 −6 ⎛ 5 × 10 8 ⎞ ⎟ 10 ⎜ ⎜ 164 ⎟ 4π ⎝ ⎠ = 3.

newton (N) = arus listrik yang mengalir pada kawat (1). beberapa minggu setelah Oersted mempublikasikan hasil temuannya mengenai arus listrik yang menghasilkan efek magnetik. Solusi persamaan (7–4) dapat kita gunakan untuk kasus-kasus spesifik.4 Kawat yang dialiri arus listrik menghasilkan medan magnet yang arahnya ditunjukkan seperti pada gambar di samping. ampere (A) = panjang kawat (1).4. Berdasarkan persamaan (7–2) dan (7–3). ibu jari menunjukkan arah arus listrik sedangkan keempat jari lainnya meunjukkan arah medan magnet yang dihasilkan kawat tersebut. F1 = ⎧ dL × [dL × (r − r )]⎫ µ0 ⎪ 2 2 1 ⎪ I1 I 2 ∫ ∫ ⎨ 1 ⎬ 3 4π 12⎪ r2 − r1 ⎪ ⎩ ⎭ Gambar 7.5 Dua kawat yang dialiri arus listrik menghasilkan medan magnet. dengan mengambil segmen Rosari Saleh dan Sutarto  Gambar 7.5. medan magnet yang dihasilkan oleh kawat L2 adalah: F1 = I1 L1 × B2 ⎡µ ⎧ dL × (r − r ) ⎫⎤ ⎪ 2 1 ⎪⎥ = I1 ∫ dL1 × ⎢ 0 I 2 ∫ ⎨ 2 ⎬ 3 4π 2 ⎪ ⎢ 1 r2 − r1 ⎪⎥ ⎭⎦ ⎩ ⎣ ⎧ dL × (r − r ) ⎫ µ ⎪ 2 1 ⎪ B2 = 0 I 2 ∫ ⎨ 2 ⎬ 3 4π 2 ⎪ r2 − r1 ⎪ ⎭ ⎩ [ ] [ ] (8–4) Persamaan (7–4) disebut dengan persamaan Biot – Savart. meter (m) I1 I2 L1 L2 r2 − r1 = jarak antara kawat (1) dan (2). untuk melihat efek medan magnet yang dihasilkan oleh kawat listrik berarus. ampere (A) = arus listrik yang mengalir pada kawat (2). dan hasilnya adalah bahwa dua rangkaian yang dialiri arus listrik yang berada pada jarak tertentu menghasilkan gaya magnet yang besarnya sebanding dengan kuat arus yang mengalir pada kawat dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak yang memisahkan keduanya. kawat L2 mengalami gaya yang besarnya F1 yang dihasilkan oleh medan magnet B1 yang dihasilkan oleh kawat L1  . meter (m) = panjang kawat (2). medan magnet yang dihasilkan memiliki arah melingkar seolah-olah menyelubungi kawat.3) merupakan bentuk rumit untuk menyatakan gaya magnet yang dihasilkan dari interaksi antara kawat yang dialiri arus listrik. Dari sudut pandang sebaliknya. Andre Marie Ampere melakukan sederetan percobaan. Dengan aturan tangan kanan. Pada kawat lurus. Untuk kasus kawat lurus panjang.160 | Bab 7 Sumber Medan Magnet   FB = IL × B (7–2) Perhatikan Gambar 7. meter (m) Persamaan (7. walaupun persamaan tersebut berlaku secara general.  (7–3) Yang mana: F1 = Gaya magnet yang dihasilkan pada kawat (1) oleh medan magnet yang dihasilkan oleh kawat (2). Fenomena interaksi antara dua kawat listrik dapat diilustrasikan seperti pada Gambar 7. Kawat L1 mengalami gaya sebesar F1 oleh medan magnet B2 yang dihasilkan oleh kawat L2.

6 Medan magnet kawat L2 pada titik P di kawat L1. Kita dapat membuat model sederhana sebagai berikut: y P r2 – r1 d Arus listrik I2 H θ Kawat L2 Kawat L1 i x (r2 – r1) r x z Medan magnet B2 Gambar 7. Vektor dL kita ganti menjadi dH dimana dH dHi. Dengan meletakkan kawat L1 dan L2 pada bidang xy kita peroleh bahwa jarak (r1–r2) berada pula pada bidang xy. diperoleh: tersebut ke B2 = µ0 π I 2 ∫ sin θ dθ k 4πr 0 µ π = 0 I 2 (− cos θ ) 0 k 4πr µ I = 0 2k 2πr (7–6) Rosari Saleh dan Sutarto  . Dengan demikian vektor jarak (r1–r2) dapat dituliskan sebagai: i x (r1–r2) = |r1–r2| sin θ k Dengan menggunakan relasi trigonometri. tan (π − θ ) = r H r H r2 − r1 = r csc(π − θ ) tan θ = − r2 − r1 = r csc θ Dengan menyisipkan persamaan-persamaan persamaan (7–3). dan tentu saja dengan melihat Gambar 7. kita dapat menuliskan nilai dari |r1–r2| dalam variabel skalar r. medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik I2 mempengaruhi setiap titik pada kawat L1.5.Bab 7 Sumber Medan Magnet | 161   kawat L2. Kita ambil segmen kawat L2 sepanjang H dimana arah H adalah pada sumbu x (+).

162 | Bab 7 Sumber Medan Magnet   Yang mana: B2 = medan magnet yang dihasilkan oleh kawat (2). (µ0 ≡ 4π x 10-7 T m/A) r = jarak dua kawat. daerah di sekitar kawat yang berjarak r dari kawat akan merasakan pengaruh medan magnet B yang besarnya: B (r ) = µ0 I 2πr (7–7) Interaksi medan magnet pada kawat lurus sejajar yang arah arus listriknya searah Perhatikan dua kawat lurus panjang sejajar yang dialiri arus listrik dalam arah yang sama. (A) Secara umum. untuk kawat lurus panjang yang dialiri arus listrik I.7 Dua kawat sejajar yang dialiri arus listrik dalam arah yang sama menghasilkan medan magnet yang berlawanan arah satu sama lain di daerah antara kedua kawat. (T) µ0 = konstanta permeabilitas ruang hampa. B1 Medan magnet B2 Arus listrik I1 Kawat L1 B1 B1 ( 1 r ) = 2 µ 0 I1 πr µ I B2 ( 1 r ) = 0 2 2 πr r B2 P Arus listrik I2 Kawat L2 B2 Medan magnet B2 Gambar 7. Rosari Saleh dan Sutarto  . (m) I2 = arus listrik pada kawat (2).

Interaksi medan magnet pada kawat lurus sejajar yang arah arus listriknya berlawanan Medan magnet di titik P merupakan penjumlahan medan magnet yang dihasilkan oleh kawat pertama dan kedua: BP = B1 + B2 = µ0 (I 1 + I 2 ) πr Untuk medan magnet di sembarang titik di antara dua kawat dapat ditentukan dengan persamaan: Rosari Saleh dan Sutarto  .Bab 7 Sumber Medan Magnet | 163   Medan magnet di titik P merupakan selisih medan magnet yang dihasilkan oleh kawat pertama dan kedua: BP = B1 − B2 = µ0 (I − I ) πr 1 2 Untuk medan magnet di sembarang titik di antara dua kawat dapat ditentukan dengan persamaan: B = B1 − B2 = = µ 0 I1 µ 0 I 2 − 2πr1 2πr2 µ0 2π ⎛ I1 I 2 ⎞ ⎜ − ⎟ ⎜r r ⎟ 2 ⎠ ⎝ 1 Perhatikan kembali gambar di atas. Untuk daerah di luar kawat. masing-masing. medan magnet kawat pertama dan kedua adalah saling menguatkan satu sama lain sehingga medan magnet di sembarang titik di luar kawat (di daerah R > r) adalah: B = B1 + B2 = = µ 0 I1 µ 0 I 2 + 2πR1 2πR2 (7–8) µ0 2π ⎛ I1 I 2 ⎞ ⎜ + ⎜R R ⎟ ⎟ 2 ⎠ ⎝ 1 Yang mana R1 dan R2 merupakan jarak suatu titik diukur dari. kawat pertama dan kedua.

medan magnet kawat pertama dan kedua adalah berlawanan arah sehingga medan magnet di sembarang titik di luar kawat (di daerah R > r) adalah selisih dari medan magnet oleh kawat pertama dan kedua: B = B1 − B2 = = µ 0 I1 µ 0 I 2 − 2πR1 2πR2 (7–10) µ 0 ⎛ I1 I 2 ⎞ ⎜ − ⎟ 2π ⎜ R1 R2 ⎟ ⎝ ⎠ Yang mana R1 dan R2 merupakan jarak suatu titik diukur dari.9 Dua kawat sejajar yang dialiri arus listrik dalam arah yang berlawanan menghasilkan medan magnet yang searah satu sama lain di daerah antara kedua kawat. Rosari Saleh dan Sutarto  . Perhatikan kembali gambar di atas. Untuk daerah di luar kawat. masing-masing.164 | Bab 7 Sumber Medan Magnet   B = B1 + B2 = = µ 0 I1 µ 0 I 2 + 2πr1 2πr2 (7–9) (8–9)  µ0 2π ⎛ I1 I 2 ⎞ ⎜ + ⎟ ⎜r ⎟ ⎝ 1 r2 ⎠ B1 Medan magnet B2 Arus listrik I1 Kawat L1 B1 ( 1 r ) = 2 µ 0 I1 πr µ I B2 ( 1 r ) = 0 2 2 πr r B2 B1 P Arus listrik I2 Kawat L2 B2 Medan magnet B2 Gambar 7. kawat pertama dan kedua.

Dengan aturan tangan kana kita dapat mengetahui bahwa medan magnet B1 yang dihasilkan oleh kawat tersebut adalah menunju ke pengamat. spiral. Berdasarkan Gambar 7. Sebuah titik yang terletak secara konsentris terhadap lingkaran akan merasakan medan magnet yang besarnya dapat ditentukan dengan persamaan Biot–Savart. Pada sumbu y jumlah total medan magnet adalah nol karena medan magent pada komponen tersebut saling menghilangkan satu sama lain. Jika diperhatikan dengan seksama.  dL tegak lurus dengan r maka dLcincin × (r2 − r1 ) = x 2 + R 2 dLcincin sin θ = R x + R2 Rosari Saleh dan Sutarto  2 . pada saat menurunkan solusi persamaan Biot–Savart suku integral bergantung sepenuhnya pada geometri kawat. Medan magnet total hanya dihasilkan pada sumbu x dimana untuk setiap segmen dihasilkan medan magnet sebesar dB sin θ .9. adalah: Gambar 7. 7–2–1 Medan Magnet pada Kawat Berarus Berbentuk Lingkaran R  Perhatikan sebuah kawat yang berbentuk lingkaran dengan jarijari R diberi arus listrik I dalam arah seperti terlihat pada Gambar 7. dapat diketahui bahwa medan magnet yang dihasilkan oleh cincin tersebut dapat diuraikan dalam dua komponen sumbu koordinat yaitu sumbu x dan y. Kawat menghasilkan medan magnet sebesar B1 yang arahnya menuju ke pengamat. Dari setiap konfigurasi tersebut memiliki karakteristik medan magnet yang berbeda-beda. Perhatikan bahwa arus listrik pada setiap segmen kawat menghasilkan medan magnet pada titik P. Berikut ini akan kita bahas mengenai medan magnet yang dihasilkan oleh beberapa konfigurasi kawat yang berbeda-beda. ditandai dengan simbol ●.Bab 7 Sumber Medan Magnet | 165   Kawat berarus dapat memiliki bentuk dan konfigurasi yang bermacam-macam misalnya lingkaran. Dengan menggunakan persamaa (7–4) medan magnet pada sumbu x. ( Bx ). dan toroid. tengok kembali proses penurunan persamaan (7–6).10 Medan magnet di titik P yang berjarak r dari setiap segmen kawat terdiri dari komponen Bx dan By.9 Kawat berbentuk lingkaran yang diberi arus listrik I.6.  Bx = ⎧ [dL µ0 × (r2 − r1 )]⎫ ⎪ ⎪ I cincin ∫ ⎨ cincin ⎬ 3 4π r2 − r1 ⎪ ⎪ ⎩ ⎭ (7–11) Dengan: x  r2 − r1 = r = x 2 + R 2 Karena Gambar 7.

Medan magnet pada titik tersebut adalah: Rosari Saleh dan Sutarto  . Pada saat x >> R.11 Berikut ini adalah visualisasi medan magnet yang dihasilkan oleh cincin berarus. titik berada pada jarak yang sangat jauh dari titik pusat lingkaran.166 | Bab 7 Sumber Medan Magnet   Sehingga: ⎛µ ⎧ dL × (r2 − r1 ) ⎫ ⎞ ⎪⎟ ⎪ B x = ⎜ 0 I cincin ∫ ⎨ cincin ⎬ ⎟ sin θ 3 ⎜ 4π ⎜ r2 − r1 ⎪⎟ ⎪ ⎭⎠ ⎩ ⎝ µ 1 R = 0 I cincin 2 ∫ dLcincin 2 2 4π x +R x + R2 [ ] ( ( ) ) = µ0 R I cincin 4π x2 + R2 2π 3/ 2 0 ∫ Rdθ → ∫ Rdθ = 2πR 0 2π Bx = = µ0 2πR 2 I cincin 4π x2 + R2 ( ) 3/ 2 µ0 ⎛ R2 I cincin ⎜ ⎜ x2 + R2 2 ⎝ ( ) 3/ 2 ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ Jadi medan magnet pada komponen x adalah: Bx = µ0 ⎛ R2 I cincin ⎜ ⎜ x2 + R2 2 ⎝ ( ) 3/ 2 ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ (7–12) Perhatikan dengan seksama bahwa medan magnet yang dihasilkan pada suatu titik bergantung pada jarak suatu titik tersebut (x) terhadap titik pusat lingkaran. Ada dua keadaan yang patut kita ketahui antara lain: Pada saat x = 0 Pada x = 0 berarti titik tersebut berada pada pusat lingkaran. Berdasarkan persamaan yang telah kita turunkan sebelumnya medan magnet pada titik ini adalah: B( x =0 ) = ⎛ R2 I cincin ⎜ ⎜ 02 + R 2 2 ⎝ µ 0 I cincin = 2R µ0 ( ) 3/ 2 ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ - Pada saat x >> R Gambar 7.

Sebuah solenoid dialiri arus listrik I. Dalam bidang kemagnetan. Solenida yang ideal. yang menghasilkan medan magnet yang benar-benar konstan dan homogen di dalam silindernya.13 Diagram geometris solenoid yang membawa arus listrik I. Perhatikanlah diagram geometris dari solenoid pada Gambar 7.14 Pola medan magnet yang dihasilkan oleh solenoida yang membawa arus listrik sebesar I.Bab 7 Sumber Medan Magnet | 167   B( x >> R ) = = = µ0 ⎛ R2 I cincin ⎜ ⎜ x2 + R2 2 ⎝ ( ) 3/ 2 ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ µ0 2 I cincin R2 x3 ⎛ 1 ⎜ ⎜ 1+ R2 x2 ⎝ ( ) 3/ 2 ⎞ ⎟ → R2 x2 ≈ 0 ⎟ ⎠ µ 0 I cincin R 2 ⎛ 1 ⎞ 2 ⎜ 3⎟ ⎝x ⎠ 7–2–2 Medan magnet pada solenoid Solenoida merupakan kawat panjang yang digulung sehingga membentuk silinder lingkaran. kapasitor plat sejajar digunakan untuk menghasilkan medan listrik konstan dan homogen antara dua plat.  Solenoida Medan magnet Gambar 7. terbuat dari lilitan kawat homogen yang sangat panjang yang dialiri arus listrik I. Pada Bab 5.12. Medan magnet di dalam solenoida Gambar 7.jari penampang Rosari Saleh dan Sutarto  . Alat ini dapat menghasilkan medan magnet konstan dan seragam di dalam silinder lingkaran. Gambar 7.12 Medan magnet yang dihasilkan oleh solenoid.13. Jari. lihat Gambar 7. hal serupa dilakukan oleh solenoid.

Bsolenoida = ⎧ [dL × (r − r )]⎫ µ0 ⎪ ⎪ I solenoida ∫ ⎨ solenoida 32 1 ⎬ sin θ 4π r2 − r1 ⎪ ⎪ ⎩ ⎭ (7–13) Dalam hal ini dL sama dengan dx yang menunjukkan segmen solenoid. yaitu cincin tadi. Jarak (r2 − r1 ) untuk sembarang titik sepanjang sumbu x yang dibatasi oleh –p dan q dapat diekspresikan sebagai: (r2 − r1 ) = r = x2 + a2 Karena dx tegak lurus dengan r maka: dLsolenoida × (r2 − r1 ) = dx solenoida × r = x 2 + a 2 dx sin θ = R x2 + R2 Dengan mensubstitusikan relasi I solenoida = nIdx ke persamaan (7–13) diperoleh: Bsolenoida = = ⎛ 2π adθ µ0 q ∫ nIdx⎜ ∫ 2 ⎜ x + a2 4π − p ⎝0 ( ) ⎞⎛ a ⎟⎜ ⎟⎜ 2 ⎠⎝ x + a 2 ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ q µ0 dx 2πnIa 2 ∫ 2 2 4π −p x + a ( ) ( ) 32 q x ⎞ ⎛ 1 ⎞⎛ = nIa ⎜ 2 ⎟⎜ 2 2 ⎟ 2 ⎝ a ⎠⎝ x + a ⎠ − p 2 µ0 ( ) = µ 0 nI ⎛ q p ⎞ ⎜ 2 ⎟ ⎜ q + a2 + p2 + a2 ⎟ 2 ⎝ ⎠ Pada kasus dimana solenoid sangat panjang sehingga |– p| >> a dan q >> a maka persamaan di atas dapat didekati dengan: Rosari Saleh dan Sutarto  . Setiap segmen solenoid. dimana n = N/L.168 | Bab 7 Sumber Medan Magnet   solenoid adalah a dan solenoida diletakkan sepanjang sumbu x.13. terlihat bahwa dx memiliki batas-batas di (– p) dan q. dapat dianggap membawa arus listrik sebesar di yang sebanding dengan nIdx. Kawat yang digunakan untuk membuat solenoid memiliki panjang L dengan jumlah lilitan yang dapat dibuat adalah N. Kita dapat mengaplikasikan persamaan (7–11) untuk menentukan medan magnet yang dihasilkan oleh solenoid tersebut. Kita dapat mengasumsikan bahwa solenoid merupakan kumpulan dari banyak cincin berarus yang masing-masing menghasilkan medan magnet. tentu saja dengan sedikit modifikasi. Pada Gambar 7.

Medan magnet yang dihasilkan oleh toroida dapat ditentukan dengan persamaan berikut ini: B= µ 0 nI N →n= 2πR L µ IN = 0 2πRL (7–15) 7–3 Gambar 7.1). medan magnet yang dihasilkan adalah sama dengan medan magnet yang dihasilkan oleh solenoid.15. Dari sudut pandang sebaliknya.  = µ 0 IN L N L (7–14) 7–2–3 Medan magnet pada toroida Toroida adalah solenoid yang dibentuk menjadi lingkaran. sebuah toroida dengan jarijari R (diukur dari pusat solenoid). Pada prinsipnya. muatan-muatan negatif (elektron) dapat bergerak bebas dari satu kutub potensial Rosari Saleh dan Sutarto  .15 Toroida dengan jari-jari R diukur relatif terhadap pusat solenoid dan berjari-jari R’ diukur dari tepi solenoid bagian dalam. Pada material konduktor. mirip dengan donut.5 Dua kawat yang dialiri arus listrik menghasilkan medan magnet. Kawat L1 mengalami gaya sebesar F1 oleh medan magnet B2 yang dihasilkan oleh kawat L2. Toroida diberi arus listrik sebesar I dan menghasilkan medan magent di dalam solenoid sebesar B. Jari-jari solenoid adalah r0’. Partikel bermuatan dapat bergerak secara individual atau bergerak secara kolektif pada suatu permukaan material tertentu. Perhatikan Gambar 7. Medan magnet yang berinteraksi dengan partikel bermuatan yang bergerak akan menghasilkan gaya magnet yang dinyatakan dalam persamaan (7.Bab 7 Sumber Medan Magnet | 169   Bsolenoida = 2 ⎜ q2 + a2 ⎝ q → ≈ 1 dan 2 q + a2 = µ 0 nI ⎛ ⎜ q + ⎞ ⎟ 2 2 ⎟ p +a ⎠ p ≈1 2 p + a2 p µ 0 nI 2 = µ 0 nI 2 Jadi medan magnet di dalam solenoid adalah: B = µ 0 nI → n = Gambar 7. kawat L2 mengalami gaya yang besarnya F1 yang dihasilkan oleh medan magnet B1 yang dihasilkan oleh kawat L1  Gaya antara konduktor berarus Pada Bab 6 kita telah mempelajari tentang gaya magnet.

partikel bermuatan yang bergerak ternyata dapat menghasilkan medan magnet. lihat gambar di samping. Gaya magnet yang dihasilkan oleh kawat kedua terhadap kawat pertama dapat ditentukan dengan persamaan (7–3). yang juga dialiri arus listrik.170 | Bab 7 Sumber Medan Magnet   ke kutub potensial lainnya. perhatikan dengan seksama persamaan untuk F1 dan F2. Pada pembahasan berikutnya juga telah ditunjukkan bahwa kawat berarus dapat menghasilkan medan magnet.  Sedangkan gaya magnet yang dihasilkan oleh kawat pertama terhadap kawat kedua adalah: F2 = B1 I 2 L2 → B1 = = µ 0 I1 I 2 L2 2πr µ 0 I1 2πr Dengan mengasumsikan bahwa panjang kedua kawat adalah sama.5. seperti halnya gaya magnet yang dihasillkan oleh muatan tunggal yang bergerak. Dalam hal ini kita melihat kawat kedua sebagai sumber gaya magnet.16 Interaksi gaya yang dihasilkan dua kawat yang dialiri arus listrik dalam arah yang sama. Pada kawat pertama. muatan-muatan pembawa arus listrik yang mengalir pada kawat tersebut merasakan gaya magnet yang dihasilkan oleh medan magnet B2. yang sering kita sebut sebagai arus listrik. (ditunjukkan kembali): Kawat kedua menghasilkan medan magnet B2. yang dalam bentuk sederhananya dapat dituliskan: F1 = B2 I1 L1 → B2 = = µ0 I 2 I1 L1 2πr µ0 I 2 2πr Gambar 7. Jika sudut pandang terhadap sistem tersebut kita ubah. dengan menganggap kawat pertama sebagai sumber medan magnet maka kawat kedua akan mengalami gaya magnet yang dihasilkan oleh kawat pertama. Perhatikan Gambar 7. L1 = L2 = L maka gaya magnet F1 sama dengan gaya magnet F2. Hal ini kemudian membawa pada kesimpulan bahwa jika dua kawat konduktor berarus didekatkan satu sama lain maka pada kedua kawat tersebut akan bekerja gaya magnet. Namun demikian. jika berinteraksi dengan medan magnet maka akan menghasilkan gaya magnet. seperti yang telah kita ungkap pada sub bab 7–1. Pergerakan elektron ini. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya magnet antara dua kawat lurus panjang berarus dapat ditentukan dengan persaman: Rosari Saleh dan Sutarto  .

maka ∫ B • ds sama dengan: Rosari Saleh dan Sutarto  .17 kawat lurus panjang yang diberi arus listrik I. vektor ds selalu sejajar dengan vektor meda magnet B sehingga B●ds = Bds. medan magnet yang dihasilkan oleh baik muatan tunggal maupun arus listrik memiliki sebaran yang simetris. Perhatikan bahwa pada loop tertutup berjari-jari r. persamaan (7–7). Sifat ini dapat digunakan untuk mencari formulasi alternatif dari persamaan Biot–Savart. Kawat menghasilkan medan magnet B.Bab 7 Sumber Medan Magnet | 171   F = BIL → B adalah medan magnet sumber = µ 0 I1 I2L 2πr (7–16) Yang mana: B = medan magnet yang dihasilkan oleh sumber (T) I = arus listrik yang mengalir pada kawat yang dikenai medan magnet B (A) L = panajng kawat (m) I1 = arus listrik pada kawat pertama yang menjadi sumber medan magnet B (A) I2 = arus listrik pada kawat kedua yang dikenai medan magnet B (A) 7–4 Hukum Ampere Lintasan H ds  Pada Bab 3 kita telah mempelajari perilaku sistem simetris menggunakan hukum Gauss dimana hukum tersebut lebih mudah diterapkan untuk analisis sistem yang terdiri dari muatan listrik tunggal atau distribusi dari banyak muatan dibanding menggunakan hukum Coulomb. Perhatikanlah contoh kasus sederhana berikut ini. Segmen medan magnet diambil pada jari-jari r. Seperti yang telah kita bahas pada sub bab sebelumnya. lihat gambar di samping.  ∫ B • ds = B ∫ ds = B ∫ rdθ 0 2π = 2πrB Dengan menggunakan persamaan medan magnet pada kawat lurus. Jika r adalah konstan maka medan magnet B di daerah tersebut juga konstan sehingga: Gambar 7. sebuah kawat yang diberi arus listrik akan menghasilkan medan magnet di sekitar kawat.

Jika pada sekitar kawat dibuat lintasan selain H yaitu lintasan P yang bentuknya seperti terlihat pada Gambar 7.172 | Bab 7 Sumber Medan Magnet   ∫ B • ds = 2πrB → B = ⎛µ I⎞ = 2πr ⎜ 0 ⎟ ⎝ 2πr ⎠ = µ0 I µ0 I 2πr Sekarang perhatikan ilustrasi berikutnya. Loop P dan P’ saling terhubung satu sama lain melalui celah yang sangat sempit dimana dalam kasus ini dapat kita asumsikan bahwa celah tersebut tertutup.18 Loop P dan P’ yang melingkupi kawat lurus berarus listrik yang menghasilkan medan magnet B. Rosari Saleh dan Sutarto  .18 Jumlah total integral ∫ B • ds dari loop P dan P’ adalah: P ∫ B • ds = B ∫ ds P = B ∫ r1 dθ 0 2π = 2πr1 B1 → B1 = µ0 I 2πr1 P' ∫ B • ds = B ∫ ds P' = B ∫ r2 dθ 0 2π = 2πr2 B2 → B2 = µ0 I 2πr2 r1 Lintasan P Lintasan P’ r2 Gambar 7. masih dengan kasus yang sama yaitu medan magnet yang dihasilkan oleh kawat lurus berarus.

Secara umum persamaan: hukum Ampere dapat dinyatakan dalam ∫ B • ds = µ 7–5 0 I (7–17) Aplikasi Hukum Ampere Hukum Ampere dapat diterapkan untuk menganalisis medan magnet yang dihasilkan dari arus listrik yang mengalir pada material yang membentuk berbagai konfigurasi. medan magnet yang dihasilkan oleh solenoid. Kita dapat menyimpulkan bahwa medan magnet dihasilkan pada daerah tertutup yang melingkupi sumber medan magnet atau arus listrik. Jika terdapat suatu permukaan tertutup yang tidak menyelebungi sumber medan magnet maka tidak ada medan magnet yang dihasilkan pada permukaan tersebut.18. Belakangan. Perhatikan kembali solenoid pada Gambar 7. walaupun ada dua loop. konsep tersebut terkenal dengan nama hukum Ampere. Sebagai contoh. Dengan menggunakan hukum Ampere: ∫ B • ds = µ 0 I Rosari Saleh dan Sutarto  .Bab 7 Sumber Medan Magnet | 173   Jadi jumlah integral ∫ B • ds adalah: P ∫ B • ds + ∫ B • ds = µ 0 I − µ 0 I P' Perhatikan bahwa medan magnet yang dihasilkan oleh pada loop P dan P’ saling berlawanan arah sehingga secara otomatis jumlah dari integral: P ∫ B • ds + ∫ B • ds = µ 0 I − µ 0 I = 0 P' Jika kita perhatikan dengan seksama. loop H merupakan loop tertutup yang melingkupi sumber medan magnet.15. bukanlah jenis loop tertutup yang melingkupi sumber medan magnet. loop P dan P’. Berbeda dengan loop pada Gambar 7. dalam hal ini kawat berarus listrik. Kesimpulan ini dicetuskan pertama kali oleh Andre Marie Ampere pada tahun 1820-an disela-sela kesibukannya melakukan riset dalam bidang magnetik.

hasilnya adalah sama. Bagaimana dengan Toroida? Silahkan tengok gambar skematik toroida. Dengan menggunakan hukum Ampere: ∫ B • ds = µ 0 I → I = NI toroida ∫ B • ds = B 2πR = µ 0 NI toroida B 2πR = µ 0 NI toroida µ NI B = 0 toroida 2πR Rosari Saleh dan Sutarto  .16. Gambar 7.174 | Bab 7 Sumber Medan Magnet   ∫ B • ds = BL = µ 0 I → I = NI solenoida BL = µ 0 NI solenoida µ 0 NI solenoida N B= B = µ 0 nI solenoida L → L ≡n Bandingkan dengan persamaan (7–14).

A and Faughn.    Sumber Serway..  Dengan  aturan  tangan  kanan. R. Physics For  Scientist and Engineers: Extended  Version.5  Dua  kawat  yang  dialiri  arus  listrik  menghasilkan  medan  magnet.A and Faughn. 1999. R.      Gambar  7.  College Physics. J.1  Pola  garis  medan  magnet  yang  terbentuk ketika serbuk besi ditaburkan di sekitar  kawat listrik berarus. R. 1999. W.  Gambar  7.Bab 7 Energi Potensial Dan Hukum Kekekalan Energi Gambar Cover Bab 7 Energi Potensial dan Hukum Kekekalan Energi Sumber: http://www. USA:  Harcourt Brace College Publisher.      Gambar  7.S.  ibu  jari  menunjukkan arah arus listrik sedangkan keempat  jari lainnya meunjukkan arah medan magnet yang  dihasilkan  kawat  tersebut. Jarum kompas mengalami pembelokan  orientasi ketika arus listrik dialirkan pada kawat.  Dokumentasi Penulis. 7th Edition.    Gambar  7.7  Dua  kawat  sejajar  yang  dialiri  arus  listrik dalam arah yang sama menghasilkan medan  magnet  yang  berlawanan  arah  satu  sama  lain  di  daerah antara kedua kawat.A.2  Sebuah  partikel  bermuatan  bergerak  dengan  kecepatan  tertentu  dan  menghasilkan  medan magnet di sekitarnya.S. and Mosca. © Richard Megna.  College Physics..wayfaring.  kawat  L2  mengalami  gaya  yang  besarnya  F1  yang  dihasilkan  oleh  medan  magnet  B1 yang dihasilkan oleh kawat L1      Gambar 7..      Gambar  7. J. Page:  640.3  Kompas  di  bawah  pengaruh  medan  magnet  yang  dihasilkan  oleh  kawat  yang  dialiri  arus listrik. Dari sudut pandang  sebaliknya. G.  Tipler. USA:  Harcourt Brace College Publisher. P. Page:  643. Page:  640.H.    Gambar  7.8  Dua  kawat  sejajar  yang  dialiri  arus  listrik  dalam  arah  yang  berlawanan  menghasilkan  medan  magnet  yang  searah  satu  sama  lain  di  daerah antara kedua kawat. J.  medan  magnet  yang  dihasilkan  memiliki  arah  melingkar seolah‐olah menyelubungi kawat.A and Faughn.  Kawat  menghasilkan  medan  magnet  sebesar  B1  yang  arahnya  menuju  ke  pengamat.S. 7th Edition.info Gambar    Gambar  7. 5th Edition.      Gambar  7.  College Physics. Page:  644. 7th Edition. Fundamental  Photogrpahs.  College Physics..  Pada  kawat  lurus.  . 1999.  Serway.6 Medan magnet kawat L2 pada titik P  di kawat L1. Freeman &  Company. Page: 884.A and Faughn. USA:  Harcourt Brace College Publisher. USA:  Harcourt Brace College Publisher.  Dokumentasi Penulis  Dokumentasi Penulis  Dokumentasi Penulis  Serway.  Kawat  L1  mengalami gaya sebesar F1 oleh medan magnet B2  yang dihasilkan oleh kawat L2.4  Kawat  yang  dialiri  arus  listrik  menghasilkan  medan  magnet  yang  arahnya  ditunjukkan  seperti  pada  gambar  di  samping. 7th Edition.S. R. J. 1999.  Serway.9  Kawat  berbentuk  lingkaran  yang  diberi  arus  listrik  I.

H.  Dokumentasi Penulis  Dokumentasi Penulis  Serway.S.  College Physics. J.10    Medan  magnet  di  titik  P  yang  berjarak  r  dari  setiap  segmen  kawat  terdiri  dari  komponen Bx dan By.      Gambar 7. W.      Gambar 7.A and Faughn.18 Loop P dan P’ yang melingkupi kawat  lurus berarus listrik yang menghasilkan medan   magnet B. Page:  646.A and Faughn. R.12 Medan magnet yang dihasilkan oleh  solenoid. P.A and Faughn.  Serway. and Mosca..  College Physics.A and Faughn.11  Berikut  ini  adalah  visualisasi  medan  magnet yang dihasilkan oleh cincin berarus.    Gambar  7. P. Physics For  Scientist and Engineers: Extended  Version.A. R. 1999.      Gambar  7.      Gambar  7. Freeman &  Company. R.. 1999. Page: 886.  lihat  gambar  di  samping. Loop P dan P’ saling terhubung satu  sama lain melalui celah yang sangat sempit  dimana dalam kasus ini dapat kita asumsikan  bahwa celah tersebut tertutup.. 1999.  College Physics.S.  Tipler.  Toroida  diberi  arus  listrik  sebesar  I  dan  menghasilkan  medan  magent  di  dalam solenoid sebesar B. Perhatikan bahwa arus listrik  pada  setiap  segmen  kawat  menghasilkan  medan  magnet pada titik P.H.16  Interaksi  gaya  yang  dihasilkan  dua  kawat  yang  dialiri  arus  listrik  dalam  arah  yang  sama. 1999. Physics For  Scientist and Engineers: Extended  Version. 7th Edition. Page:  642. 7th Edition.      Gambar  7. and Mosca. USA:  Harcourt Brace College Publisher. Page: 890.A.      Gambar 7. W.S. R..  Serway.  Kawat  menghasilkan  medan  magnet  B. USA:  Harcourt Brace College Publisher.      Gambar  7. J.S. G. J. G.17 kawat lurus panjang yang diberi arus  listrik  I.  College Physics. 7th Edition. 7th Edition.    Gambar 7. Page:  642. R.A and Faughn. USA:  Harcourt Brace College Publisher. 7th Edition.  Jari‐jari  solenoid  adalah  r0’.  Segmen  medan  magnet  diambil pada jari‐jari r.. Page:  645.  College Physics. USA:  Harcourt Brace College Publisher. USA:  Harcourt Brace College Publisher.S.13  Diagram  geometris  solenoid  yang  membawa arus listrik I. Page:  643. Freeman &  Company.  Serway.    Tipler. 5th Edition. 1999.14 Pola medan magnet yang dihasilkan  oleh solenoida yang membawa arus listrik sebesar  I.15  Toroida  dengan  jari‐jari  R  diukur  relatif  terhadap  pusat  solenoid  dan  berjari‐jari  R’  diukur  dari  tepi  solenoid  bagian  dalam.  Serway. J. J.    . 5th Edition.

Electricity and Magnetism. Etna. 1999.com. Chichester.com. Canada: McGraw-Hill Ryerson. Fundamental of Physics.lightandmatter. Canada: McGraw-Hill Ryerson. Physics For Scientist and Engineers: Extended Version. Merril. H. P. 3rd Edition. Inc. USA: Brooks/Cole Publisher Co.M.J. 2005. et. Greg. Dick. Holton. Huggins. and Thorne. W. Mason. G. 2000.W. J. and Rutherford. D. Physics for Scientists and Engineers with Modern Physics. The Atrium. 7th Edition. Cassidy. 5th Edition. Springer– Verlag New York. 7th Edition.. Understanding Physics. The Physics of Vibrations and Waves. 2002. Dick. P. England.R.. New Hampshire 03750.al. J.J. B. 1997. Physics 11. Greg. Physics for Scientist and Engineers. Free Download at: http://www. Moose Mountain Digital Press.S. 6th Edition. and Mosca. 2003. R. Pearson Education Inc. 1st Edition. Sears and Zemanky’s University Physics with Modern Physics. Physics 12. Walker. G.. West Sussex PO19 8SQ. B.A and Faughn. Crowell.. Pain. et. John Wiley & Sons Ltd.A. J. J.A. New Jersey: Prentice Hall. 2005. Freeman & Company.lightandmatter. and Jewet. R. 12th Edition. 1st Edition. College Physics. 2001. Mason. Inc. J. et. Young. Optics. USA: John Wiley & Sons. 2005. R. G. 2008.T. Inc.H. Serway. Crowell. 2nd Edition. 2001. USA: Harcourt Brace College Publisher. 6th Edition.M. Published by Grant W. E.... Tipler.. Freedman.Daftar Pustaka Serway.al. Brigham Young University Press. Halliday. Southern Gate. . 2005. Free Download at: http://www. D. Physics 2000.al. Fishbane. Griffen. Physical Science Concept. 2006.

2nd. Classical Electromagnetic Theory. L. 3rd Edition.R. How Everything Works: Making Physics Out of The Ordinary. Prentice Hall. F. and Christy. Inc. W. Griffith. Dordrecht. Kluwer Academic Publisher.. 1993. 1999. 2005. J. Bloomfield. USA: Addison-Wesley Publishing Company. New Jersey 07458.J.J. Milford..Vanderlinde. USA: John Wiley & Sons. Reitz. 4th Edition. Foundations of Electromagnetic Theory. R. J. D. Introduction to Electrodynamics. . Upper Saddle River. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful