P. 1
Gunung Berapi

Gunung Berapi

|Views: 136|Likes:
Published by Arief Farhan Rizki

More info:

Published by: Arief Farhan Rizki on Dec 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

Gunung Berapi Penjelasan gunung berapi

Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus. Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu. Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik. Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya daripada suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.

Letusan gunung api merupakan suatu gejala alam yang menakutkan dan amat berbahaya. Kepunahan sekelompok manusia dan kehidupannya pada masa lampau seringkali di sebabkan bencana alam yang hebat, diantaranya gunung api. Hal ini ditunjukkan ditemukannya fosil-fosil manusia purba dan peninggalan- peninggalan zaman purbakala yang tertumpuk batuan dan tanah.

1

Keuntungan gunung berapi
Walaupun gunung api merupakan sumber dari bahaya yang besar, yang merugikan tetapi di lain hal gunung api juga memberi banyak manfaat. Lapukan batuan gunung api mendatangkan kesuburan bagi tanaman. Mineral-mineral yang masih segar yang membawa abu gunung api, seolah-olah merupakan pupuk yang tak henti-hentinya ditabur dari langit. Selain kesuburan tanah, gunung api juga mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia, antara lain;

A. Sebagai tempat wisata
Gunung api mampu menyuguhkan kepada kita keadaan alam yang unik. Topografinya yang menjulang memberikan kepada kita pemandangan yang luas didaerah sekitarnya. Contohnya Gunung Bromo, Matahari terbit disini amat menakjubkan karena dapat dipandang lepas dari ketinggian, lalu dipuncak gunung api kita bisa menyaksikan alam yang gersang, berbatu - batu, alam yang keras. Sangat berbeda dengan pemandangan yang lembut, yang terdapat di sekitarnya. Dikaki dan lereng gunung api lubang kawah yang menganga yang ditingkahi dengan letupan - letupan yang tak kenal henti membuat setiap insan bergetar, bau belerang yang menyeruak kesegaran hawa pegunungan akan memberikan kenangan tersendiri kepada setiap pendaki atau wisatawan.

B. Sebagai Tempat Petualangan
Menjelajahi gunung api memang banyak resiko batuan yang tajam terkadang dapat merenggut nyawa dan itulah tantangan bagi pendakian gunung api. Petualangan digunung api di Indonesia masih memerlukan pengembangan karena masih sering terdengar pemuda pemuda kita yang tersesat dalam petualangan menjelajahi gunung api antara lain Gunung Gede - Pangrango, Gunung Salak, Gunung Semeru, Gunung Ceremai atau Gunung Slamet seringkali menjadi berita karena telah menelan korban. Gunung api memang bisa buas bila kita tidak siap berkawan dengannya, bukan saja pengetahuan dan kemampuan fisik yang cukup, tetapi juga lapangannya disiapkan termasuk kebutuhan-kebutuhan berpetualang di gunung api.

C. Sebagai pengobatan dan tempat peninggalan sejarah
Air panas acapkali terdapat disekitar gunung api, oleh karena panas gunung api merambat kedalam air tanah. Dalam perjalannya ke permukaan air yang panas tersebut melarutkan berbagai mineral yang berguna untuk kesehatan. Air panas yang keluar dapat dipergunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit antara lain koreng sampai kolesterol, tetapi sebelum berendam di air panas gunung api harus tetap waspada akan kandungan racun yang ada. Jumlah gunung api aktif = 129 bh Jumlah gunung api yang meletus dalam 400 th terahkir = 70 bh Luas daerah yang terancam = 16.670 km Jumlah jiwa yang terancam = 5.000.000 orang

2

Penyebaran gunung api di Indonesia merentang sepanjang 700 Km dari Aceh sampai di Sulawesi utara melalui Bukit barisan. A. Dalam musibah itu dapat mengalihkan letak kerajaan dan menjadikan kerajaan yang baru. Golongan B yaitu Gunung api yang memperlihatkan aktivitas fumarola tetapi sejak tahun 1600 tidak meletus. Untuk menentukan pemilihan Prioritas pengamatan gunung api di Indonesia dapat di bagi dalam 3 (tiga) golongan yang di dasarkan pada tingkat aktivitasnya. bom pijar. jumlahnya 76 buah.porandakan kerajaan mataram. Sejumlah 129 buah gunung api ini bergantian meletus sepanjang sabuk gunung api ini dan menewaskan hampir 5 juta penduduk yang bermukim di sekitar daerah bahaya. antara lain. Pada umumnya suatau daerah yang terancam bahaya gunung api di seluruh Indonesia dapat di perkirakan oleh jawatan Vulkanologi.Penyebaran Gunung Api di Indonesia Sumatra : 30 buah Jawa : 35 buah Bali dan Nusa Tenggara: 30 buah Maluku : 16 buah Sulawesi : 18 buah Jumlah : 129 buah Letusan gunung api dapat merubah jalannya sejarah dan mempengaruhi kebudayaan manusia. jumlahnya 29 buah. Abu gunung api dapat menyebar sejauh ratusan kilometer dan mengancam keamanan penerbangan serta mempengaruhi suhu seluruh muka bumi. candi . Selain peranan penting diatas gunung api juga mendorong IPTEK di Indonesia. Letusan gunung api dapat berupa awan pijar. B. Berikut jumlah prakiraan jumlah penduduk yang terancam oleh gunung api. Letusan suatu gunung api dapat menyapu daerah seluas lebih kurang 10 sampai 20 kilometer di sekitarnya. demikian letusan Gunung Kelud.Golongan A yaitu gunung api yang pernah meletus atau memperlihatkan kenaikan aktivitas magnetik di hitung sejak tahun 1680. Golongan C yaitu Lapangan Solfatara atau fumarola tetapi tidak memperlihatkan bentuk gunung api. misalnya Gunung Merapi di Jawa Tengah yang meletus hebat pada tahun 1806. Banyak peninggalan kejayaan masa lalu terkubur dalam batuan gunung api. Semua anggota kerajaan meninggal dunia. debu dan lahar serta gas .gas beracun. 3 .candi banyak di gali di sekitar Gunung Merapi. maka dapat di fahami bahwa tingkat bahaya gunung api di Pulau Jawa relatif lebih besar. Nusa Tenggara dan Maluku. Gunung Kelud juga merupakan saksi bisu sejarah kerajaan Majapahit. telah memporak . Dari gambaran di atas tampak bahwa Pulau Jawa memiliki gunung api terbanyak dan bila hal ini di bandingkan dengan luas Pulau Jawa yang hanya 7 % dari seluruh dataran Indonesia serta jumlah penduduknya yang padat yaitu lebih kurang 70 % dari seluruh penduduk Indonesia. jumlahnya 24 buah. pasir. C. Bahaya lahar bisa mencapai puluhan kilometer dari pusat letusan. Pulau Jawa.

B. Lava dapat melongsor dan menimbulkan awan pijar serta letusan gas (degasing). Pasir dan Lapili Pasir dan lapili adalah lemparan material letusan yang lebih kecil dari bom. Semua benda yang di lalui hancur terbakar. Bom Gunung Api Bom gunung api dapat terlempar dari pusat letusan sejauh radius 10 Km. Awan panas ini mencapai jarak sampai 10 km dari pusat longsoran. E. Pasir berukuran lebih kecil dari 2 mm sedangkan lapili lebih besar dari pasir sampai berukuran beberapa cm. Lava mengalir melalui lereng dan dapat memcapai beberapa kilometer. Kadar gas yang keluar terlampau tinggi dari letusan suatu gunung api dapat pula menyebabkan kematian. Pada umumnya suhunya tidak panas lagi. Lava Lava adalah aliran batuan cair yang meleleh karena suhunya tinggi (sampai 1200oC). 4 . baik pada rumah maupun hutan. Abu Gunung Api dan Gas beracun Abu merupakan lemparan material yang paling halus dari suatu letusan gunung api. Jawa Tengah awan pijar disebut juga "Wedus Gembel" terjadi karena keluarnya gas dan lemparan material halus dari longsoran kubah yang membara (Jenis Merapi). D.Ancaman Gunung Berapi A. Awan Pijar Awan Pijar ini adalah Suspensi dari material yang halus yang dihembuskan oleh suatu gunung api dan merupakan campuran yang pekat dari gas uap dan materi yang halus tadi. Di Gunung Merapi. biasanya panas atau pijar dan dapat menimbulkan kebakaran. Bom ini berukuran dari 10 0C lebih sampai ukuran 1/2 atau 2 sampai 3 m. C.bahan tersebut di Dinas Vulkanologi yang memantau gunung api tersebut. Jika kita mendaki suatu gunung api kita dapat mempelajari bahan . juga pasir dan lapili dapat menghancurkan hutan dan pepohonan. Selain menghancurkan atap rumah karena bebannya.

Kaldera Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam). Perisai Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair. karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini. Gunung Bromo merupakan jenis ini. dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. kadang-kadang bentuknya tidak beraturan. bentuknya akan berlereng landai. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa).Jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya Stratovolcano Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan. 5 . Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya. Cinder Cone Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung.

tektonik dan hidrotermal NORMAL   Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma Level aktivitas dasar 6 . letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu WASPADA     Ada aktivitas apa pun bentuknya Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma.Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia AW AWAS    Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam SIAGA     Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana Peningkatan intensif kegiatan seismik Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana Jika tren peningkatan berlanjut.

Namun gangguan terhadap sumberdaya hutan terus berlangsung bahkan intensitasnya makin meningkat. 7 . kebudayaan. Kebakaran hutan merupakan salah satu bentuk gangguan yang makin sering terjadi. perubahan iklim mikro maupun global. dan asapnya mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu transportasi baik darat. Tercatat beberapa kebakaran cukup besar berikutnya yaitu tahun 1987.KEBAKARAN HUTAN Penjelasan Kebakaran Hutan Hutan merupakan sumberdaya alam yang tidak ternilai karena didalamnya terkandung keanekaragaman hayati sebagai sumber plasma nutfah. UU No. Sejak kebakaran hutan yang cukup besar tahun 1982/83 di Kalimantan Timur. danau. PP No 28 tahun 1985 dan beberapa keputusan Menteri Kehutanan serta beberapa keputusan Dirjen PHPA dan Dirjen Pengusahaan Hutan. Gangguan asap karena kebakaran hutan Indonesia akhir-akhir ini telah melintasi batas negara. perlindungan alam hayati untuk kepentingan ilmu pengetahuan. dan SK Menteri sampai Dirjen). 1991. rekreasi. pengatur tata air. laut dan udara. sungai. 41 tahun 1999. Berbagai upaya pencegahan dan perlindungan kebakaran hutan telah dilakukan termasuk mengefektifkan perangkat hukum (undang-undang. 1994 dan 1997 hingga 2003. Oleh karena itu perlu pengkajian yang mendalam untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan. Tulisan ini merupakan sintesa dari berbagai pengetahuan tentang hutan. merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah. UU No 23 tahun 1997. PP. kebakaran hutan dan penanggulangannya yang dikumpulkan dari berbagai sumber dengan harapan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi para peneliti. 5 tahun 1990. pariwisata dan sebagainya. pencegah banjir dan erosi serta kesuburan tanah. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan cukup besar mencakup kerusakan ekologis. menurunnya keanekaragaman hayati. UU No. namun belum memberikan hasil yang optimal. pengambil kebijakan dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi para pencinta lingkungan dan kehutanan. Karena itu pemanfaatan hutan dan perlindungannya telah diatur dalam UUD 45. sumber hasil hutan kayu dan non-kayu. intensitas kebakaran hutan makin sering terjadi dan sebarannya makin meluas.

tetapi hampir di seluruh propinsi. meningkatkan kualitas lahan pengembalaan. 1999). Menurut Danny (2001). Glover. Kebakaran hutan besar terpicu pula oleh munculnya fenomena iklim El-Nino seperti kebakaran yang terjadi pada tahun 1987. maka api dianggap sebagai modal dasar bagi perkembangan manusia karena dapat digunakan untuk membuka hutan. 1994 dan 1997 (Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan UNDP. Sistem perladangan tradisional dari penduduk setempat yang berpindah-pindah. J. penyebab utama terjadinya kebakaran hutan di Kalimantan Timur adalah karena aktivitas manusia dan hanya sebagian kecil yang disebabkan oleh kejadian alam. mengusir satwa liar. 1997). memburu satwa liar. benturan longsuran batu. 1998). Analisis terhadap arang dari tanah Kalimantan menunjukkan bahwa hutan telah terbakar secara berkala dimulai. Proses kebakaran alami menurut Soeriaatmadja (1997). Namun. setidaknya sejak 17. Sejak manusia mengenal dan menguasai teknologi api.000 tahun lalu.000-700. manusia juga telah membakar hutan lebih dari 10 ribu tahun yang lalu untuk mempermudah perburuan dan membuka lahan pertanian. 2.Kebakaran Hutan dan Faktor Penyebabnya Api sebagai alat atau teknologi awal yang dikuasai manusia untuk mengubah lingkungan hidup dan sumberdaya alam dimulai pada pertengahan hingga akhir zaman Paleolitik.500 tahun yang lalu. singkapan batu bara. 1991. 8 . Perkembangan kebakaran tersebut juga memperlihatkan terjadinya perluasan penyebaran lokasi kebakaran yang tidak hanya di Kalimantan Timur. Kebakaran besar kemungkinan terjadi secara alamiah selama periode iklim yang lebih kering dari iklim saat itu. 1. bisa terjadi karena sambaran petir.400. apakah karena alami atau karena kegiatan manusia. Pembukaan hutan oleh para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) untuk insdustri kayu maupun perkebunan kelapa sawit. Catatan tertulis satu abad yang lalu dan sejarah lisan dari masyarakat yang tinggal di hutan membenarkan bahwa kebakaran hutan bukanlah hal yang baru bagi hutan Indonesia (Schweithelm. berkomunikasi sosial disekitar api unggun dan sebagainya (Soeriaatmadja. dan tumpukan srasahan. Penyebab kebakaran hutan sampai saat ini masih menjadi topik perdebatan. dan D. Namun berdasarkan beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kebakaran hutan adalah faktor manusia yang berawal dari kegiatan atau permasalahan sebagai berikut: 1. Namun menurut Saharjo dan Husaeni (1998). kebakaran karena proses alam tersebut sangat kecil dan untuk kasus Kalimatan kurang dari 1 %. serta tidak hanya terjadi di kawasan hutan tetapi juga di lahan non hutan.

Kebakaran liar mungkin terjadi karena kegiatan perladangan hanya sebagai kamuflasa dari penebang liar yang memanfaatkan jalan HPH dan berada di kawasan HPH. dengan penduduk asli yang merasa kepemilikan tradisional (adat) mereka atas lahan. umumnya berawal dari suatu konflik antara para pemilik modal industri perkayuan maupun pertambangan. mudah dan cepat.3. yaitu kombinasi antara kemiskinan. 1988). Perladangan berpindah merupakan upaya pertanian tradisional di kawasan hutan dimana pembukaan lahannya selalu dilakukan dengan cara pembakaran karena cepat. Pembukaan hutan oleh pemegang HPH dan perusahaan perkebunan untuk pengembangan tanaman industri dan perkebunan umumnya mencakup areal yang cukup luas. sehingga menimbulkan konflik antar hukum adat dan hukum positif negara. Metoda pembukaan lahan dengan cara tebang habis dan pembakaran merupakan alternatif pembukaan lahan yang paling murah. murah dan praktis. tetapi meluas ke hutan lindung. Namun metoda ini sering berakibat kebakaran tidak hanya terbatas pada areal yang disiapkan untuk pengembangan tanaman industri atau perkebunan. hutan produksi dan lahan lainnya. 9 . kebijakan pembangunan dan tata pemerintahan. Penyebab struktural. Disini kemiskinan dan ketidak adilan menjadi pemicu kebakaran hutan dan masyarakat tidak akan mau berpartisipasi untuk memadamkannya. Namun pembukaan lahan untuk perladangan tersebut umumnya sangat terbatas dan terkendali karena telah mengikuti aturan turun temurun (Dove. Akibatnya kekesalan masyarakat dilampiaskan dengan melakukan pembakaran demi mempertahankan lahan yang telah mereka miliki secara turun temurun. Sedangkan penyebab struktural. hutan dan tanah dikuasai oleh para investor yang diberi pengesahan melalui hukum positif negara.

Pada tahun 1982/83 kebakaran telah menghanguskan hutan sekitar 3. Data dari Direktotar Jenderal Perlindungan hutan dan Konservasi Alam menunjukkan bahwa kebakaran hutan yang terjadi tiap tahun sejak tahun 1998 hingga tahun 2002 tercatat berkisar antara 3 ribu hektar sampai 515 ribu hektar (Direktotar Jenderal Perlindungan hutan dan Konservasi Alam. Papua Barat. Selanjutnya kebakaran hutan Indonesia terus berlangsung setiap tahun meskipun luas areal yang terbakar dan kerugian yang ditimbulkannya relatif kecil dan umumnya tidak terdokumentasi dengan baik. biaya pengendalian dan sebagainya serta biaya yang terkait dengan kabut asap seperti kesehatan. kematian pohon. Kebakaran tahun 1997/98 mengakibatkan degradasi hutan dan deforestasi menelan biaya ekonomi sekitar US $ 1. 2003). 2003).7 juta hektar.6-2. 1 juta hektar.84 milayar sampai US $ 4.86 milyar yang meliputi kerugian yang dinilai dengan uang dan kerugian yang tidak dinilai dengan uang.Kerugian dan Dampak Kebakaran Hutan Areal hutan yang terbakar Beberapa tahun terakhir kebakaran hutan terjadi hampir setiap tahun. 400 ribu hektar dan 100 ribu hektar (Tacconi. 10 .5 juta hektar di Kalimantan Timur dan ini merupakan rekor terbesar kebakaran hutan dunia setelah kebakaran hutan di Brazil yang mencapai 2 juta hektar pada tahun 1963 (Soeriaatmadja. HTI. Kerugian tersebut mencakup kerusakan yang terkait dengan kebakaran seperti kayu. Hasil perhitungan ulang kerugian ekonomi yang dihimpun Tacconi (2003). 1997). Kerugian yang diderita akibat kebakaran hutan tersebut kemungkinan jauh lebih besar lagi karena perkiraan dampak ekonomi bagi kegiatan bisnis di Indonesia tidak tersedia. kebun. khususnya pada musim kering.8 milyar (Tacconi. disusul Sumatera.13 juta hektar. pariwisata dan transportasi. Valuasi biaya yang terkait dengan emisi karbon kemungkinan mencapai US $ 2. 2003). bangunan. Kerugian yang ditimbulkannya Kebakaran hutan akhir-akhir ini menjadi perhatian internasional sebagai isu lingkungan dan ekonomi khususnya setelah terjadi kebakaran besar di berbagai belahan dunia tahun 1997/98 yang menghanguskan lahan seluas 25 juta hektar. Kebakaran terluas terjadi di Kalimantan dengan total lahan terbakar 8.7 milyar dan biaya akibat pencemaran kabut sekitar US $ 674-799 juta. menunjukkan bahwa kebakaran hutan Indonesia telah menelan kerugian antara US $ 2. Kebakaran yang cukup besar terjadi di Kalimantan Timur yaitu pada tahun 1982/83 dan tahun 1997/98.07 juta hektar. Kemudian rekor tersebut dipecahkan lagi oleh kebakaran hutan Indonesia pada tahun 1997/98 yang telah menghanguskan seluas 11. Sulawesi dan Jawa masing-masing 2.

sering muncul bencana banjir pada musim hujan di berbagai daerah yang hutannya terbakar. dan tidak dapat lagi menahan banjir. Meskipun demikian. Sementara pada transportasi darat. penundaan atau pembatalan penerbangan. Pada saat kebakaran hutan yang cukup besar banyak kasus penerbangan terpaksa ditunda atau dibatalkan. Dampak kebakaran hutan Indonesia berupa asap tersebut telah melintasi batas negara terutama Singapura. sungai. dan laut.Dampak Kebakaran Hutan Kebakaran hutan yang cukup besar seperti yang terjadi pada tahun 1997/98 menimbulkan dampak yang sangat luas disamping kerugian material kayu. Hilangnya tumbuh-tumbuhan menyebabkan lahan terbuka. bahkan dampak tersebut sampai ke negara tetangga. Dampak negatif yang sampai menjadi isu global adalah asap dari hasil pembakaran yang telah melintasi batas negara. pengetahuan tentang ekosistem yang rumit belum berkembang dengan baik dan informasi berupa ambang kritis perubahan ekologis berkaitan dengan kebakaran sangat terbatas. Selain itu asap tebal juga mengganggu transportasi khususnya tranportasi udara disamping transportasi darat. sehingga mudah tererosi. dan kecelakaan transportasi di darat. 11 . Brunai Darussalam. Sisa pembakaran selain menimbulkan kabut juga mencemari udara dan meningkatkan gas rumah kaca. tetapi dapat dipastikan cukup besar membebani masyarakat dan pelaku bisnis. Asap tebal dari kebakaran hutan berdampak negatif karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat terutama gangguan saluran pernapasan. karena struktur tanahnya mengalami kerusakan. Dampak lainnya adalah kerusakan hutan setelah terjadi kebakaran dan hilangnya margasatwa. non kayu dan hewan. Kerugian karena terganggunya kesehatan masyarakat. dan di air memang tidak bisa diperhitungkan secara tepat. Kerugian akibat banjir tersebut juga sulit diperhitungkan. sungai. Karena itu setelah hutan terbakar. berdasarkan perhitungan kasar yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa kebakaran hutan menimbulkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat sekitarnya. Analisis dampak kebakaran hutan masih dalam tahap pengembangan awal. danau dan laut terjadi beberapa kasus tabrakan atau kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa dan harta benda. sehingga dampak kebakaran hutan sulit diperhitungkan secara tepat. Hutan yang terbakar berat akan sulit dipulihkan. Malaysia dan Thailand. danau.

1997): (a) Memantapkan kelembagaan dengan membentuk dengan membentuk Sub Direktorat Kebakaran Hutan dan Lembaga non struktural berupa Pusdalkarhutnas. Melengkapi perangkat keras berupa peralatan pencegah dan pemadam kebakaran hutan. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat pusat melalui PUSDALKARHUTNAS dan di tingkat daerah melalui PUSDALKARHUTDA Tk I dan SATLAK kebakaran hutan dan lahan. dan jajaran Pemda oleh Menteri Kehutanan dan Menteri Negara Lingkungan Hidup. serta melakukan pembinaan mengenai hal-hal yang harus dilakukan selama siaga I dan II. peralatan & dana) di semua tingkatan. (b) (c) (d) (e) (f) (g) Upaya Penanggulangan Disamping melakukan pencegahan. maupun perusahaanperusahaan. Kanwil Dephut. Kampanye dan penyuluhan melalui berbagai Apel Siaga pengendalian kebakaran hutan. pemerintah juga nelakukan penanggulangan melalui berbagai kegiatan antara lain (Soemarsono. perkebunan dan Transmigrasi). tenaga BUMN dan perusahaan kehutanan serta masyarakat sekitar hutan. Upaya Pencegahan Upaya yang telah dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dilakukan antara lain (Soemarsono. 1997): (a) (b) Memberdayakan posko-posko kebakaran hutan di semua tingkat. (c) 12 . Melakukan pelatihan pengendalian kebakaran hutan bagi aparat pemerintah. sebenarnya telah dilaksanakan beberapa langkah. Pusdalkarhutda dan Satlak serta Brigade-brigade pemadam kebakaran hutan di masing-masing HPH dan HTI. Mobilitas semua sumberdaya (manusia. Melengkapi perangkat lunak berupa pedoman dan petunjuk teknis pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan. HTI. Pemberian pembekalan kepada pengusaha (HPH.Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan Sejak kebakaran hutan yang cukup besar yang terjadi pada tahun 1982/83 yang kemudian diikuti rentetan kebakaran hutan beberapa tahun berikutnya. baik bersifat antisipatif (pencegahan) maupun penanggulangannya. baik di jajaran Departemen Kehutanan maupun instansi lainnya. selalu disyaratkan pembukaan hutan tanpa bakar. Dalam setiap persetujuan pelepasan kawasan hutan bagi pembangunan non kehutanan.

Pembukaan program studi penanggulangan kebakaran hutan merupakan alternatif yang bisa ditawarkan. Peningkatan Upaya Penanggulangan Pencegahan dan Upaya pencegahan dan penanggulangan yang telah dilakukan selama ini ternyata belum memberikan hasil yang optimal dan kebakaran hutan masih terus terjadi pada setiap musim kemarau. dan minimnya fasilitas untuk penanggulangan kebakaran. Sumsel dan Kalbar. (d) Hasil identifikasi dari serentetan kebakaran hutan menunjukkan bahwa penyebab utama kebakaran hutan adalah faktor manusia dan faktor yang memicu meluasnya areal kebakaran adalah kegiatan perladangan. Bantuan pesawat AT 130 dari Australia dan Herkulis dari USA untuk kebakaran di Lampung. pembukaan HTI dan perkebunan serta konflik hukum adat dengan hukum negara. memberikan penyuluhan untuk kesadaran masyarakat. atau merevisi hukum negara dengan mengadopsi hukum adat. Melengkapi fasilitas untuk menanggulagi kebakaran hutan. Memberikan penghargaan terhadap hukum adat sama seperti hukum negara. maka untuk meningkatkan efektivitas dan optimasi kegiatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan perlu upaya penyelesaian masalah yang terkait dengan faktor-faktor tersebut. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor antara lain: (a) (b) (c) Kemiskinan dan ketidak adilan bagi masyarakat pinggiran atau dalam kawasan hutan. b. Bantuan masker. Peningkatan kemampuan sumberdaya aparat pemerintah melalui pelatihan maupun pendidikan formal. Jambi. terbatasnya kemampuan aparat. c. Cina dan lain-lain. 13 . Di sisi lain belum efektifnya penanggulangan kebakaran disebabkan oleh faktor kemiskinan dan ketidak adilan. dan melakukan upaya pemadaman kebakaran semak belukar dan hutan masih rendah. e. maka untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan di masa depan antara lain: a.(d) Meminta bantuan luar negeri untuk memadamkan kebakaran antara lain: pasukan BOMBA dari Malaysia untuk kebakaran di Riau. sekaligus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan semak belukar. rendahnya kesadaran masyarakat. obat-obatan dan sebagainya dari negara-negara Asean. Kemampuan aparatur pemerintah khususnya untuk koordinasi. Penerapan sangsi hukum pada pelaku pelanggaran dibidang lingkungan khususnya yang memicu atau penyebab langsung terjadinya kebakaran. Kesadaran semua lapisan masyarakat terhadap bahaya kebakaran masih rendah. d. Korea Selatan. Upaya pendidikan baik formal maupun informal untuk penanggulangan kebakaran hutan belum memadai. Melakukan pembinaan dan penyuluhan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pinggiran atau dalam kawasan hutan. baik perangkat lunak maupun perangkat kerasnya.

Berbagai upaya perbaikan yang perlu dilakukan antara lain dibidang penyuluhan kepada masyarakat khususnya yang berkaitan dengan faktor-faktor penyebab kebakaran hutan. peningkatan fasilitas untuk mencegah dan menanggulagi kebakaran hutan. Di sisi lain upaya pencegahan dan pengendalian yang dilakukan selama ini masih belum memberikan hasil yang optimal. Hutan merupakan sumberdaya alam yang tidak ternilai harganya karena didalamnya terkandung keanekaragaman hayati sebagai sumber plasma nutfah. pembenahan bidang hukum dan penerapan sangsi secara tegas. bahkan melintasi batas negara. Kebakaran merupakan salah satu bentuk gangguan terhadap sumberdaya hutan dan akhir-akhir ini makin sering terjadi. 14 .Sebagai penutup. Oleh karena itu perlu perbaikan secara menyeluruh. 2. Karena itu pemanfaatan dan perlindungannya diatur oleh Undangundang dan peraturan pemerintah. sumber hasil hutan kayu dan non-kayu. Kebakaran hutan menimbulkan kerugian yang sangat besar dan dampaknya sangat luas. peningkatan kemampuan aparatur pemerintah terutama dari Departemen Kehutanan. kebakaran hutan dapat dikemukakan beberapa hal sebagai berikut: 1. pengatur tata air. pencegah banjir dan erosi serta kesuburan tanah. 3. terutama yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat pinggiran atau dalam kawasan hutan. dan sebagainya.

Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang dan bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut semula. 15 . Setelah inti bintang yang sudah tua berhenti menghasilkan energi. Ada beberapa jenis Supernova.Supernova Penjelasan supernova Supernova 1987A yang terjadi di Awan Magellan Besar. dan melepaskan energi potensial gravitasi yang memanaskan dan menghancurkan lapisan terluar bintang. beberapa minggu atau bulan sebelum suatu bintang mengalami supernova bintang tersebut akan melepaskan energi setara dengan energi matahari yang dilepaskan matahari seumur hidupnya. Selanjutnya gelombang kejut dari ledakan supernova mampu membentuk formasi bintang baru. Rata-rata supernova terjadi setiap 50 tahun sekali di galaksi seukuran galaksi Bima Sakti. Supernova memiliki peran dalam memperkaya medium antarbintang dengan elemenelemen massa yang lebih besar. Tanda panah di bagian kanan menunjukkan bintang sebelum meledak Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi lebih banyak dari nova. Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang.000 km/s (10% kecepatan cahaya)dan melepaskan gelombang kejut yang mampu memusnahkan medium antarbintang. ledakan ini meruntuhkan sebagian besar material bintang pada kecepatan 30. baik menghentikan atau mengaktifkan produksi energi melalui fusi nuklir. Tipe I dan II bisa dipicu dengan satu dari dua cara. maka bintang tersebut akan mengalami keruntuhan gravitasi secara tiba-tiba menjadi lubang hitam atau bintang neutron.

o Ledakan menghancurkan bintang tanpa sisa o Energi ledakan berasal dari pembakaran Karbon (C) dan Oksigen (O) 16 .  Supernova Termonuklir (Thermonuclear Supernovae) o Berasal dari bintang yang memiliki massa kecil o Berasal dari bintang yang telah berevolusi lanjut o Bintang yang meledak merupakan anggota dari sistem bintang ganda. tidak ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen ataupun Helium saat pengamatan. Berdasarkan pada sumber energi supernova. maka didapatkan jenis supernova sebagai berikut. Energi ini jauh lebih besar dibandingkan energi saat supernova tipe yang lain terjadi. ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen saat pengamatan.Jenis-jenis Supernova Supernova Keples Berdasarkan pada garis spektrum pada supernova. maka didapatkan beberapa jenis supernova :  Supernova Tipe Ia Pada supernova ini.  Hipernova Supernova tipe ini melepaskan energi yang amat besar saat meledak.  Supernova Tipe Ib/c Pada supernova ini. tidak ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen saat pengamatan.  Supernova Tipe II Pada supernova ini.

 Supernova Runtuh-inti (Core-collapse Supernovae) o Berasal dari bintang yang memiliki massa besar o Berasal dari bintang yang memiliki selubung bintang yang besar dan masih membakar Hidrogen di dalamnya. o Energi ledakan berasal dari tekanan 17 . o Bintang yang meledak merupakan bintang tunggal (seperti Supernova Tipe II). dan bintang ganda (seperti supernova Tipe Ib/c) o Ledakan bintang menghasilkan objek mampat berupa bintang neutron ataupun lubang hitam (black hole).

Urutan kejadian terjadinya supernova adalah sebagai berikut. dan yang tertinggal di dalam hanyalah unsur besi. maka kurang dari satu detik kemudian suatu bintang memasuki tahap akhir dari kehancurannya. inti bintang akan semakin meyusut.  Pembengkakan Bintang membengkak karena mengirimkan inti Helium di dalamnya ke permukaan. Dikarenakan penyusutan ini. Di bagian dalamnya.  Inti Besi Saat semua bagian inti bintang telah hilang.  Pelontaran Gelombang kejut akan melontarkan material-material bintang ke ruang angkasa 18 . maka material tersebut menjadi panas. suhu pada inti bintang semakin bertambah hingga mencapai 100 miliar derajat celcius. Kemudian energi dari inti ini ditransfer menyelimuti bintang yang kemudian meledak dan menyebarkan gelombang kejut.Tahapan terjadinya Supernova Suatu bintang yang telah habis masa hidupnya. dan berwarna merah. material ini berfusi dan menjadi elemen-elemen baru dan isotop-isotop radioaktif. Saat gelombang ini menerpa material pada lapisan luar bintang. Sehingga bintang akan menjadi sebuah bintang raksasa yang amat besar. Pada suhu tertentu. Ini dikarenakan struktur nuklir besi tidak memungkinkan atomatom dalam bintang untuk melakukan reaksi fusi untuk menjadi elemen yang lebih berat. maka bintang semakin panas dan padat. biasanya akan melakukan supernova.  Peledakan Pada tahap ini.

Dampak dari Supernova Supernova memiliki dampak bagi kehidupan di luar bintang tersebut. terjadi reaksi fusi nuklir.  Menciptakan Kehidupan di Alam Semesta Supernova melontarkan unsur-unsur tertentu ke ruang angkasa. unsur-unsur ini dilontarkan keluar bintang dan memperkaya awan antar bintang di sekitarnya dengan unsur-unsur berat. di antaranya:  Menghasilkan Logam Pada inti bintang. Diasumsikan bahwa unsur atau materi tersebut kemudian bergabung membentuk suatu bintang baru atau bahkan planet di alam semesta 19 . Saat supernova terjadi. Unsur-unsur ini kemudian berpindah ke bagian-bagian lain yang jauh dari bintang yang meledak tersebut. Pada reaksi ini dilahirkan unsur-unsur yang lebih berat dari Hidrogen dan Helium.

sebuah bintang meledak di tempat yang amat jauh dari bumi. Walaupun begitu.Peristiwa Supernova yang teramati Supernova 1994D Ada satu bintang yang melakukan supernova di ruang angkasa tiap satu detik kehidupan di bumi. di antaranya:  Supernova 1994D Dahulu kala. Sinar yang dipancarkannya selama beberapa minggu setelah ledakan tersebut menunjukkan bahwa supernova tersebut merupakan Supernova Tipe Ia. untuk menemukan bintang yang akan melakukan supernova tersebut amatlah sulit. Hanya saja. Ini terjadi di bagian luar dari galaksi NGC 4526. ada beberapa peristiwa supernova yang telah teramati oleh manusia. 20 . dan dinamakan Supernova 1994D. Ledakan itu tampak seperti sebuah titik terang. Banyak faktor yang memengaruhi dalam pengamatan supernova.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->