DRAPING, TEKNIK MEMBUAT POLA BUSANA TANPA PENGUKURAN Oleh: Sugiyem Ff Universitas Negeri Yogyakarta Abstract Elementary forms

of fashion do not have many experiencing of changes, it can be developed or be varied to get desired model, therefore in every year it can found the variety of fashion models. By its variation and development, the methods or techniques and the completion of making fashion models can be observed. It also give knowledge and completion techniques to the fashion development. Pattern represent a part of making fashion techniques. Fashion pattern can be made in 2 techniques: by draping or by construction. Those techniques involved some parts, which are blouse pattern, selves, collar, skirt and pants each can be changed into desired model. Keywords: Draping, Pattern Dress

A. PENDAHULUAN 1. Analisis Situasi Menurut sejarah pakaian, asal mulanya manusia mengenakan pakaian bernpa sehelai kain berbentuk segi empat. Pada tengahnya diberi lubang untuk kepala, sehingga sehelai kain itu dapat jatuh ke badan. Peninggalan bentuk pakaian tersebut sekarang dinamakan baju kurung, tetapi bagian sisi dibentuk jahitan memanjang ke 1engan dengan bentuk ketiak membulat. Kemudian, berkembang menjadi baju kaftan, yakni bagian tengah muka terbuka karen a baju kurung (bentuk pertama) dibelah dari leher terns ke 52

bawah. Bentuk pakaian yang sederhana sekali ialah sehelai kain panjang dan dibelit-belit ke badan, sehingga menjadi pakaian bungkus. Pada masa kini masih terlihat pakaian semacam itu seperti pakaian sari dari India dan kain panjang dad Indonesia. Kemajuan zaman menuntut suatu bentuk lebih feminin yang harus ditonjolkan dari seorang wanita. Untuk itu, mode-mode kaum bangsawan zaman dahulu diambil guna menciptakan model garis princess dan garis empire, dimana lipit kup dapat dimasukkan, sehingga bentuk buah dada Iebih menonjol

Pembuatan pola dengan memulir yaitu pola diperoleh dengan cara melangsaikan kain atau kertas pada boneka-jahit. belakang. PEMBAHASAN 1. Fungsi pola sangat penting artinya bagi seseorang yang ingin manjahit pakaian dengan bentuk serasi mengikuti Iekuk-lekuk tubuh. Sambungan pada bahu dan sisi disebut garis bahu dan garis sisi. pola dasar busana maupun busana dapat secara langsung dibuat pada boneka. Draping. Cara membuat pola ada dua macam.53 yang merupakan suatu keistimewaan pada wanita. Dengan dernikian. Teknik Membuat Pola Busana tanpa Pengukuran . Tanpa ukuran. dengan draping juga dapat diciptakan busana yang langsung dengan kain yang dililitkan (disarnpirkan) pada model tanpa pengukuran guntingan. Dengan demikian. perlu dibuat poJa. kerah dan sebagainya. kerung leher dan garis pinggang. digunting tepat menurut bentuknya. Landasan Teori Pola atau pattern adalah suatu potongan kain atau kertas yang dipakai sebagai contoh untuk membuat baju ketika bahan digunting. Jiplakan bentuk badan ini menjadi dasar pola pakaian. Potongan kain atau kertas tersebut mengikuti ukuran bentuk badan tertentu. lengan. Pengertian Draping Draping berasal dari kata to drape (Inggris) yang berarti menyampirkan sesuatu. Di samping itu. draping dapat diartikan sebagai cara pembuatan pola dasar ataupun pola busana dengan menyampirkan kertas atau kain pada manequin ataupun model dengan sematan dan tanpa pengukuran. Penyampiran ini berhubungan dengan busana yang tujuannya untuk membuat pola dasar busana. 2. a. Lipit bentuk yang terjadi disebut lipit kup atau lipit pantas. yaitu dengan konstruksi dan dengan draping (memulir). dan jahitan namun cukup disemat dengan peniti (Widjiningsih. Sesuatu yang disampirkan dapat berupa kertas tela maupun kain. draping memiliki kelebihan dalam bidang busana antara lain sebagai berikut. Pada tempat-tempat seperti kerung Ie- B. kemudian ukuran-ukuran tersebut diperhitungkan secara matematika dan digambar pada kertas sehingga tergambar bentuk badan muka. Pola konstruksi adalah pola yang dibuat dengan diawali proses pengukuran.1990). rok. Untuk mendapat hasil pakaian yang menunjukkan bagianbagian keistimewaan wanita. kemudian mernbuat beberapa lipit agar bahan yang datar itu mengikuti bentuk badan. pola busana dan menciptakan busana. ngan. serta membuat potongan-potongan lain dengan beraneka model yang dikehendaki. baik pada boneka maupun langsung pada tubuh seseorang (model).

Jaket adalah pakaian yang dipakai di atas rok dan blus atau gaun. Tidak memerlukan waktu yang ban yak. c. yaitu : a. sehingga harus memaharru desam busananya. sedangkan bagian panggul ke bawah jatuhnya longgar. ber1engan pendek atau panjang. Proses pembuatan pola busana secara draping merupakan pengetahuan yang bentuk perpaduan pikir (kognitif) dan tindakan nyata. 2. Model rok juga bermacammacam dalam pembuatannya. pas garis pingg~~ ataupun garis pinggul (Chodijah & Mamdy.54 b. Volume 12. Dapat membuat langsung busana yang diinginkan. rok drapir (draped skirt). 1982:39). penggan. perlu adanya saling hubungan dan kesesuaian dengan teori-teori lain sebagai dasar pengetahuan terse but seperti penget~huan tekstil. dan evaluasi. Inotek. b. kapur jahit. Proporsi garis-garis desain langsung dapat dilihat. pola busana yang sudah langsung diubah modelnya dan langsung membuat busana tanpa guntingan hanya dengan sematan. pelaksanaan. BIus adalah pakaian bagian atas. dan d. dan sebagainya. anatomi. draping memiliki peranan yang sangat penting karena draping dapat membuat pola dasar busana. pita pen~ukur. dan sebagainya. desam busana. begitu pula keseimbangann ya. ada yang harus menggunakan pola dan ada pula yang tidak menggunakan pola. pengetahuan busana. teknologi busana. rok lingkar (circular skirt). Dalam pembuatan pola. fisika. rok lurus (straight skirt). menentukan garis-garis desain pada boneka sesuai proporsi dan dilanjutkan d~ngan menyiapkan peralatan seperti: jarum pentul. gunting. Kemudian. pola lengan dan pola rok. pensil. baik di atas garis pinggang. Februari 2008 . yang panjangnya bervariasi. Meskipun demikian. Pola busana yang dapat dibuat secara draping antara lain adalah pola badan (blus). Dalam perencanaan ini sudah meng~ubungkan pengetahuan lain.a. Untuk itu. Nomor I. Rok dapat dikelompokkan menjadi empat golongan. Perencanaan adalah merencanakan pola busana yang akan dibuat apakah pola dasar bus ana atau pol~ busan. pola kerah. c. d. Proses pembuatan pola busana secara draping terdiri dari tiga un sur pokok yaitu: perencanaan. Pola Busana Pola badan (blus) tak lepas dari dasar blus dan jaket.s. Rok lurus adalah rok yang dalam membuatnya tidak memerlukan pola sehingga cukup memberi tanda-tanda tertentu pada bah an yang akan dibuat. pengetahuan tekstil. prin~ip dasar dalam membuat rok yaitu bagian pinggang sampai pang?ul pas pada badan. rok pias (gore skirt). seperti teknologi busana. sejarah mode. dan menyiapkan bahan berupa kam muslim atau kertas tela.

yaitu rok yang pada garis panggul dan kelim sejajar. Rok lingkar adalah rok pada bagian pinggang pas dan makin ke bawah makin lebar. Rok pias adalah rok yang terdiri dari beberapa bagian (pias). rok lingkar gelombang sedikit / rok dikembangkan rok lingkar gelombang banyak / rok setengah lingkar (the greater than normal circular-skirt) dan rok lingkar penuh (full circular skirt). baik di bagian muka maupun bagian belakang (Hillhouse & Mansfield. rok pias 8. tanpa tahun : 60-79). Rok bungkus. Rok kerut. Ciri dari rok pias yaitu bagian pinggang dan panggul licin (pas) dan dari panggul ke bawah melebar. Arah benang dari ping gang sampai kelim bawah menurut lungsin. Lengan setali adalah lengan yang polanya me- (the less than normal circular skirt). Lengan ini ada dua macam. Pada dasarnya. lengan terdiri dari 2 golongan. yaitu lengan yang dipasangkan dan lengan yang setalilmenyatu dengan badan (Jaffe & Relis. sehingga pengembangan sudah dimulai dari pinggang. Rok ini ada 4 jenis. sedangkan kelebihan pada pinggang dibuat kup 2 di muka. yaitu rok yang berkerut pada bagian pinggang. 2 di sisi kiri dan kanan serta 2 di bagian belakang. bagian pinggul ke bawah lurus dan arah benang dari pinggang sampai kelim bawah menu rut lungsin. Draping. yaitu rok lingkar gelombang sedang (normal circular skirt). rok pias 6. c. Misalnya. 1973). lipit hadap. rok pias 4. Rok lipit.55 Adapun yang termasuk dalam rok lurus adalah sebagai berikut. yaitu lengan raglan adalah lengan yang polanya menyatu dengan badan dan terdapat jahitan di bawah garis bahu bagian muka dan belakang dari kerung leher menuju sisi bawah lengan. Ada beberapa mac am rok lipit. lipit sungkup. b. Lengan adalah bagian dari busana yang menutupi tangan baik pendek maupun panjang dan dapat menyatu dengan badan ataupun dipasangkan. Jumlah pias yang ada akan menentukan nama piasnya. dan sebagainya. yaitu lengan yang terdiri dari dari satu bagian saja dengan satu jahitan (lengan licin) dan lengan yang terdiri dari dua bagian dengan dua jahitan yang terletak pada bagian muka dan belakang (lengan tailor). Lengan dipasangkan adalah lengan yang polanya dibuat tersendiri dan dijahitkan (dipasangkan) pada kerung lengan yang ada pada bagian badan. yaitu: lipit searah. a. Teknik Membuat Pola Busana tanpa Pengukuran . Rok drapir adalah rok yang pada bagian pinggang ke panggul membentuk draperi (lipit-lipit yang akhimya menghilang ke arah samping). Lengan yang digunting jadi satu dengan badan terdiri atas dua macam. yaitu rok yang pada bagian pinggang sampai kelim bawah membentuk lipit-lipit.

Pola dibuat dengan menyemat bahan dari tengah muka ke sisi. lnotek. a. Pada proses pembuatan pola busana secara draping ini perlu dilakukan berulang-ulang supaya kompetensi yang dicapai dapat lebih dikuasai dikembangkan. yang selanjutnya pola tersebut dapat digrading sesuai ukuran peragawati. Garis model yaitu tepi bagian luar kerah. Sumber sejarah dan penduduk asli yang berupa pakaian nasional maupun pakaian daerah dari suatu negara. Kerah dipasangkan adalah kerah yang polanya dibuat sendiri. Berdirinya kerah yaitu menunjukkan tingginya kerah sampai garis lipatan. yaitu tentang grading. Cara Membuat Pola secara Draping Pelaksanaan proses pembuatan pola busana secara draping adalah melakukan pembuatan pola dasar busana ataupun pola busana langsung pada boneka dengan langkah-Iangkah sesuai desainnya. digambar garis-garis polanya. c. Lapel yaitu bagian baik kerah yang menyatu dengan badan dan dilipat keluar (kerah tailor). di sini juga menerapkan pengetahuan lain.56 nyatu dengan badan yang diperoleh dengan memanjangkan garis bahu serta ada jahitan pada garis bahunya. antara lain sebagai berikut. kerah tegak dan kerah berpenegak. Setelah garis pola ditandai semua. e. pola dapat dilepas untuk disempumakan bentuk-bentuk garis. Pada dasamya. Garis patah yaitu tempat lapel dilipat (kerah tailor). Nomor I. Fcbruari 2008 . d. Dari berbagai bagian bus ana yang telah dikemukakan dapat diciptakan berbagai bus ana. Dari dasar lengan tersebut. baik pendek maupun panjang. kemudian dipasangkanJdijahitkan pada kerung leher. yang macamnya banyak sekali yang sudah merupakan pengembangan dari kerah rebah. b. dari tengah belakang ke sisi dengan cara disemat pada boneka dan dipertemukan pada bagian sisi. Lipatan yaitu tempat kerah melipat. Kerah setali adalah kerah yang polanya dibuat menyatu dengan pola badan yang pada bagian tengah belakang terdapat jahitan sambungan. yaitu kerah yang dipasangkan dan kerah setali. yang masing-masing akan memiliki nama yang berbeda. a. Dengan demikian. Volume 12. kerah dapat digolongkan menjadi dua kelompok. Kerah adalah bagian busana yang menempel pada garis leher dan mempunyai bagian-bagian seperti berikut. yang langsung dapat digunakan untuk memo tong bahan. dapat dibuat berbagai bentuk lengan lain. 3. baik menggunakan pola busana maupun langsung menggunakan bahan tanpa guntingan dan jahitan dan menerapkan berbagai sumber ide yang dapat diambil dari berbagai benda ataupun peristiwa.

Kain yang digunakan minimal 3 meter. Dengan sumber ide uu pun dapat diterapkan dalam menclrap bonekafseseorang dengan menggunakan kain tanpa guntingan dan jahitan. antara lain sebagai berikut. Sumber dari pakaian kerja yaitu busana yang ada hubungannya dengan profesi atau jabatan (Kamil. Penyemat pada boneka menggunakan jarum pentul dan untuk orang rnenggunakan peniti kecil. Pelengkap busana baik yang praktis maupun estetis. binatang maupun benda-benda alamo C. -d 1.57 b. Untuk mendrap kain tanpa guntingan dan jahitan. C. ada beberapa Draping pola badan (blus) Alat dan bahan Bonekalmodel Jarum pentul panjang Peter ban Meteran Kapur jahit Pensil Penggaris Guntin Kertas telalkain ketentuan yang harus diketahui. n~~\ cd -j-\ 1-' . e. garis pinggang dan bahu pada boneka menggunakan kapur jahit 2. garis leher. f. a. Beri tanda Tengah Muka (TM) dan Tengah Belakang (TB). b. Orang yang di drape harus dapat berjalan dengan bebas. garis kerung lengan. Kain harus bersifat melangsai. 1986 : 29-32). Kain terdiri dari dua sampai riga bagian dan warna. Ukur TM ke sisi melalui titik dada dam dari bahu pangkal leher menuju ke pinggang melalui titk dada Draping. Teknik Membuat Pola Busana tanpa Pengukuran . Sumber dari alam yaitu segala sesuatu yang ada di alam baik tumbuh-tumbuhan. d.

supaya pakaian pas pada badan. masingmasing sisi + 2 em 2cm Ukur tinggi dada dari garis pinggang. Kup bahu pada pertengahan lebar bahu dan sedapat rnungkin satu baris dengan kup pinggang yang letaknya ± 1/8 lingkar pinggang. dan rnasingrnasing sisi atas dan bawah + 2 em lebar = ukur TM ke sisi. buah dada dan sisi 4. dan lipatan letakkan tepat pada TM 6. Sernat kertas bagian TM pada pangkal leher. Volume 12. Kelebihan pada bentuk badan dibuat kup. Tinggi kup dari pinggang ± 2 em di bawah puncakdada Inotek. dada. 7. Gunting kertas dengan ukuran: panjang = ukuran bahu pangkal leher ke pinggang. Besar kecilnya kup tergantung pada perbedaan besar dada dan pinggang 8. pinggang. Nomor 1. untuk menentukan garis dada 5.58 3. Februari 2008 . Tambahkan 2 em pada TM dilipat ke dalam.

Pita centimeter dilingkarkan sekeliling kerung lengan. Mengukur Iingkar lengan. Teknik Membuat Pola Busana tanpa Pengukuran . Untuk orang gemuk perlu diberi kup bahu di pola belakang 11. dari batas lingkar lengan pada boneka turun 3 em 14. Mengukur pinggang. Diukur sekeliling pinggang menu rut batas yang telah ditentukan 3an 13.59 9. ini dilakukan setelah kertas dipasangkan pada bagian belakang. Untuk menghindari tumpang tindih pada bahu dan sisi. kertas bagian belakang harus dilipat \ \ 1 Draping Pola Krah Rebah Alat dan bahan Bonekalmodel Jarum pentul panjang Metlin Pensil Gunting Kertas tela Langkah kerj a Draping. Pola belakang cara mendrapnya sama dengan bagian muka. sehingga merupakan garis lurus dari bahu kesisi 12. Mengukur bahu. Pita centimeter diletakkan pada bahu lurus ke sisi. Pada bagian Ieher diberi guntingan. Guntingan harus tegak Iurus pada kerung leher 10.

Tambahkan kampuh 3/8 inci. dan beri tanda TB. Draping Pola Dasar Rok Alat dan bahan Boneka Peter ban Jarum pentul panjang Metlin Pensil Kapur j ahit Gunting Kertas tela Langkah kerja Inotek. Semat kertas bagian muka pada kerung leher. Lepaskan kertas dari boneka dan betulkan garis-garisnya\lipat bahan pada garis TB dan buat krah yang sarna pada sisi sebelahnya. 4. 5. dan gunting 3/8 inci di atas kerung Ie her serta beri guntingan tegak Iurus pada kerung leher. Beri tanda garis Iuar krah sesuai dengan model. 3. 6. Nomor I. Beri tanda kerung lehernya dan beri guntingan tegak lurus pada garis leher. Teruskan memberi tanda lebar kerah pada bagian muka sesuai model. Semat kertas di bagian belakang boneka. Ratakan kertas kea rah muka. Fcbruari 2008 . 2.60 1. Volume 12.

8. Garis mendatar pada sisi dibuat lipit. Semat pula pada panggul bagian sisi. 2. Lepaskan kertas dari boneka dan bentangkan untuk disempumakan dan garis diperjelas supaya rapi Draping. r--'\)-I--~_ 61 _"~qC f Pola Depan 1. Gunting garis vertical. sehingga terbentuklah kup pada pinggang.. Beri tanda garis pinggang dengan pensil.\ . Beri tanda garis sisi dengan pensil atau dilipat ke dalam pada bagian tengah sisi. panjang sampai 3 ern di atas panggul. 3. Teknik Membuat Pola Busana tanpa Pengukuran .». Siapkan boneka dan beri tanda dengan kapur jahit pada bagian pinggang dan panggul. 4. 6. Pola belakang . Beri gambar garis vertikal pada tempat yang akan dibuat kup ± 1/8 Jingkar pimggang dari tengah muka.i»: I J ! 9. Tempelkan kertas tela pada bagian muka sebelah kanan dengan disemat pada TM bagian pinggang dan panggul. 7. 5. Pola belakang dibuat dengan langkah seperti dalam membuat pola rok muka 10.

N. lengan maupun krah dapat disesuaikan dengan selera. Februari 2008 .A.A. USA: Michigan State College. Volume 12. (tt). Virginia: A Prantice Hall Company Resort. S. Yogyakarta: FPTK IKIP Yogyakarta. 1982. 2006. M. Jakarta: Gunung Mulia. Dress Design Draping and Flat Pattern Making. 1986. H. Muliawan. Jakarta: Dikmenjur Dekdikbud. Inotek. Kreativitas dalam membuat dan meletakkan lipit atau kupnat akan menghasilkan beraneka model yang kadang tidak pemah kita bayangkan. W. Desain Busana. Kamil. Nornor I. Pengembangan model baik blus. 1973. Baru. dan langsung dapat dikerjakan ketika proses draping berlangsung.A. Draping. 1990.S & Mansfield. DAFTAR PUSTAKA Chodijah & Mamdi. Widjiningsih.62 lipi! C. & Relis. Jakarta: C. P. Fashion Design. rok.KESIMPULAN Pembuatan pola secara draping merupakan salah satu cara membuat pola busana tanpa perhitungan ukuran yang diambil sebelumnya. Konstruksi Pola Busana Wanita.V. E. Dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat busana dengan sistem draping uu akan semakin menambah wawasan dan kemahiran dalam membuat suatu busana. Draping for Fashion Design. Hillhouse. Jaffe.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful