P. 1
MAKALAH an Peserta Didik

MAKALAH an Peserta Didik

|Views: 1,199|Likes:
Published by Rendy Oktora

More info:

Published by: Rendy Oktora on Dec 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

MAKALAH

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
TENGAH SEMESTER GENAP
Dosen Pengampu : Dr. Tjipto Subadi, M.Si

OLEH :

Nama NIM Kelas

: HAMID ARIFIN : A410102012 : II RSBI

Jurusan : Pendidikan Matematika

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2011

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr wb Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah swt karena dengan ridha-Nya makalah “Perkembangan Peserta Didik” ini dapat terselesaikan tepat waktu. Makalah ini kami tulis guna memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik (PPD) pada tengah semester 2 tahun 2011 ini. Semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat menjadi manfaat bagi pembaca sekalian. Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan makalah ini, khususnya kepada : 1. Ibu Dra. Sri Sutarni, M.Pd serta segenap jajarannya yang telah memberikan kemudahankemudahan baik berupa moril maupun materiil selama mengikuti pendidikan di Progdi Matematika FKIP Universitas Muhamadiyah Surakarta. 2. Bapak Dr. Tjipto Subadi, M.Si selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah “Perkembangan Peserta Didik” Jurusan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. 3. Rekan-rekan kelas Mathematics RSBI 4. Secara khusus penulis mengucapkan terimakasih kepada keluarga tercinta yang telah memberi dorongan dan bantuan dalam penyelesaian makalah ini. 5. Semua pihak yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, maka kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna penyempurnaan makalah ini. Wassalamu’alaikium wr wb Surakarta, April 2011 Penulis

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………………………. 1 KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………. 2 DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………….. 3 BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………. 4 A. Latar Belakang ……………………………………………………………………………………….. 4 B. Rumusan Masalah …………………………………………………………………………………… 4 C. Tujuan …………………………………………………………………………………………………… …4 BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………… 6 A. Peserta Didik ……………………………………………………………………………………………. 6 1. Hakekat Peserta Didik ………………………………………………………………………………. 6 2. Hakekat Peserta Didik menurut pandangan Antropolgi …………………………… 6 3. Hakekat Peserta Didik menurut pandangan Islam ……………………………………. 7 4. Kedudukan Peserta Didik dalam Pembelajaran ………………………………………… 7 B. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik ………………………………………. 8 1. Hakekat Pertumbuhan dan Perkembangan ……………………………………………….. 8 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan ……… 8 3. Hukum-hukum Pertumbuhan dan Perkembangan …………………………………….. 9

. Perkembangan Sosial. 12 3.. Karakteristik Anak Usia Sekolah Dasar ……………………………………………………. Kesimpulan ………………………………………………………………………………………. Perkembangan Anak Usia Dini ………………………………………………………………. Permasalahan Perkembangan Anak Usia Dini …………………………………………. 15 D. Moral dan Sikap …………………………………………………… 18 BAB III PENUTUP ……………………………………………………………………………………… 20 A. 20 B. 17 3. 16 1.. Perkembangan Anak Usia Dini ……………………………………………………………….C... Kritik dan Saran ………………………………………………………………………………. 20 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………………… 21 . 10 1. Karakteristik Anak Usia Dini …………………………………………………………………… 10 2. 16 2. Pertumbuhan Jasmani ………………………………………………………………………………. Perkembangan Intelektual dan Emosional ………………………………………………. Perkembangan Bahasa ……………………………………………………………………………… 18 4..

Mengetahui permasalahan perkembangan anak usia dini 8. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini adalah : 1. Mempelajari karakteristik anak usia sekolah dasar . Bagaimana karakteristik anak usia dini? 7. Apa kedudukan peserta didik dalam proses pembelajaran? 3. Mengetahui hakekat peserta didik dalam pandangan anthropologi maupun dalam pandangan islam 2. Latar Belakang Dewasa ini banyak para pendidik yang kurang perhatian dalam mempelajari pola pertumbuhan maupun perkembangan peserta didik yang sebenarnya sangat berguna demi kelancaran proses pembelajaran. Bagaimana karakteristik anak usia sekolah dasar? C. Mengetahui hakekat pertumbuhan dan perkembangan 4. Mengetahui kedudukan peserta didik 3. Mengetahui hukum-hukum pertumbuhan dan perkembangan 6. kami membuat makalah ini dengan harapan agar penulis dapat lebih mendalam lagi dalam mempelajari perkembangan peserta didik guna mendukung metode pembelajaran kelak. Apa saja hukum-hukum pertumbuhan dan perkembangan? 6.BAB I PENDAHULUAN A. Apa hakekat pertumbuhan dan perkembangan? 4. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan? 5. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan 5. Mempelajari karakteristik anak usia dini 7. Tujuan Tujuan dari makalah ini adalah : 1. Dengan kurang fahamnya pendidik dengan pola pertumbuhan maupun perkembangan peserta didikinya maka akan terjadi beberapa hambatan dalam proses pembelajaran seperti : kurang difahaminya materi yang disampaikan pendidik. Disamping itu. Apa saja yang menjadi masalah perkembangan anak usia dini? 8. Apa hakekat peserta didik dalam pandangan anthropologi maupun dalam pandangan islam? 2.

Sedangkan perkembangan adalah perubahan aspek psikis secara lebih jelas. Peserta didik sebagai makhluk yang bermasyarakat dan dapat dimasyarakatkan. Ketiga. menyeluruh. Perubahan jasmani biasa disebut pertumbuhan. Hakekat Peserta Didik Hakekat peserta didik menurut ilmu filosofi adalah menuntut pemikiran secara dalam. missal kaki. simpanse dan gorila yang telah mengalami evolusi. artinya makhluk hidup yang telah mengalami evolusi paling sempurna. peserta didik dipandang memiliki moralitas. peserta didik dipandang sebagai individualistis. . peserta didik adalah makhluk social yang hidup bersama-sama. Peserta Didik 1. ialah terdapatnya perubahan aspek jasmani menuju kearah kematangan fungsi. lengkap. Kedua. sebab pada waktu lahir dia dalam kondsi yang lemah. Johan Amos Comenius (abad ke-17) mempelopori kajian tentang anak bahwa anak harus dipelajari bukan sebagai embrio orang dewasa melainkan sosok alami anak. 2. 1978:2). 2. yakni mampu menampilkan kepribadian yang khas yang berbeda dengan individu yang lain. artinya kerabat kera besar. Sedang pandangan baru mengatakan bahwa peserta didik adalah homosapien. Sedangkan menurut pandangan tradisionil. Peserta didik sebagai organism yang harus ditolong.BAB II PEMBAHASAN A. tuntas serta mengarah pada pemahaman tentang peserta didik.Hurlock. Pengikut Comenius mengembangkan pendapat bahwa mengamati anak secara langsung akan memberi manfaat ketimbang mempelajari secara filosofis. tangan sudah mulai berfungsi secarea sempurna. Pandangan Anthropologi tentang Peserta Didik Pandangan lama mengatakan bahwa manusia adalah primat. Imran Manan (1989: 12-13) menjelaskan bahwa dari dimensi Anthropologi peserta didik dapat dijelaskan dari tiga dimensi: Pertama. luas. Dari tinjauan Anthopologi hakekat peserta didik dapat ditafsirkan sebagai berikut: 1. Pandangan menurut ilmu psikolog tentang peserta didik adalah individu yang sedang berkembang baik jasmani maupun rohani. anak (peserta didik) adalah miniatur manusia dewasa (Elizabeth B.

4. peserta didik dapat dipandang sebagai objek didik. Guru berfungsi sebagai fasilitator. menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga peserta didik terjadi proses belajar. pikiran. An-Nas. nafsu. Dalam pandangan konvensional. Beberapa sebutan manusia dalam Al-Qur’an antara lain Al-Basyr. Pandangan Islam tentang Peserta Didik Islam menjelaskan bahwa manusia (peserta didik) adalah makhluk Allah swt sesuai firman-Nya dalam Al-Qur’an surat At-Tin : 4 “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. ia merespon. 4.” Manusia dibekali potensi berupa fitrah kecenderungan jahat dan kecenderungan baik sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Asy-Syams : 8 “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Kholifah fil Ard. Hakekat Pertumbuhan dan Perkembangan . 2. ia aktif mengembangkan potensinya. ialah sebagai wadah yang harus diisi dengan pengetahuan. Cirri khas peserta didik adalah : 1. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik 1.3. Kedudukan Peserta Didik dalam Pembelajaran Dalam pembelajaran. hal tersebut dijelaskan dalam surat Al-Anbiya’ : 12-17 dan juga surat Al-A’raf : 179. Dalam banyak ayat peserta didik berpotensi untuk diperlakukan sebagai subjek didik yang harus dididik.” Agar dapat menjalankan fungsinya selain dibekali dengan kodrat tersebut juga dibekali akal. Sebagai individu yang memiliki potensi fisik dan psikis Sebagai individu yang sedang berkembang baik potensi fisik maupun psikis Dalam pengembangan potensi tersebut peserta didik membutuhkan bantuan orang lain Memiliki kemampuan untuk mandiri. peserta didik dipandang sebagai objek didik. ia harus menereima semua yang diberikan guru. 3. bertanya dan menanggapi keterangan guru pada saat berlangsungnya pembelajaran. dan ketrampilan. peserta didik dipandang sebagai subjek yang memiliki potensi tersendiri. Abdullah. dan sebagai subjek dan objek didik sekaligus. B. Peserta didik diperlakukan pasif. Dalam pandangan modern. subjek didik.

antara lain bentuk tubuh. terarah. Hasil pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran kuantitatif badan anak (dari misalnya 100 cm menjadi 110 cm). sehingga istilahnya pertumbuhan adalah proses perubahan dan pematangan fisik. Jadi di sini kita menganggap bahwa tingkah laku manusia adalah pencerminan dari seluruh pribadinya. kekuatan fisiknya. sifat-sifat atau watak dan penyakit. dll). Warisan atau turunan yang dibawa anak sejak lahir dari kandungan sebagian besar berasal dari kedua orang tuanya dan selebihnya berasal dari nenek dan moyangnya dari kedua belah pihak (ibu dan ayahnya). progresif dan berkesinambungan baik fisik maupun psikis. artinya saling bergantung.Pertumbuhan diartikan sebagai perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi jasmaniah atau fisik dan atau menunjukkan kepada suatu fungsi tertentu yang baru (yang tadinya belum tampak) dari organisme atau individu. Kemudian berarti stempel atau gambaran yang ditinggalkan oleh stempel itu. Pertumbuhan juga menyangkut perubahan yang semakin sempurna tentang fungsi suatu aspek jasmani (fungsi tangan pada anak 2 tahun untuk memegang benda. system jaringan syaraf. Ini telah lama sekali dikenal oleh manusia. atau gorasan. yang berarti ilmu. berasal dari kata karakter. Ilmu watak (karakterologi) Karakterologi adalah istilah Belanda. terorganisasi dan terintegrasi meningkat secara bertahap menuju kesempurnaan. 2. Perkembangan diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya yang berlangsung secara sistematis. yang berarti (mula-mula) coretan. Inteligensi (kecerdasan) . Proses pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara interdependensi. c. saling mempengaruhi dan tidak dapat dipisahkan. Kata Belanda karakter. warna kulit. dll. Faktor turunan (warisan) Turunan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia lahir ke dunia ini membawa berbagai ragam warisan yang berasal dari kedua Ibu-Bapak atau nenek dan kakek. bakat. semakin dewasa dapat dipergunakan untuk menulis. Hal ini sesuai dengan hukum Mendel yang dicetuskan Gregor Mendel (1857). yang berarti watak dan logos. inteligensi. b. raut muka. Jadi karkaterologi dapat kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi ilmu watak. itu berasal dari kata Yunani charassein. Warisan (turunan atau pembawaan) tersebut yang terpenting. Perkembangan juga bias diartikan suatu perubahan aspek psikis dari kurang terdeferensiasi menuju deferensiasi. menari. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan antara lain : a.

tajam atau tidakkah? Membicarakan tentang tajam atau tidaknya kemampuan berpikir tidak lain kita membicarakan inteligensi (kecerdasan). c. Intelek adalah (pikiran) dengan intelek ornag dapat menimbang. Inteligensi adalah (kecerdasan pikiran). • • • Masa pra-lahir Masa bayi (0-2 tahun) Masa kanak-kanak (3-5 tahun) Masa sekolah (6-12 tahun) Masa remaja (13-24 tahun) Masa awal remaja (13-15 tahun) Masa remaja (16-20 tahun) Masa akhir remaja (21-24) Masa dewasa (25-60 tahun) vi. b. iii. Hukum Proximodistal Hukum ini berlaku pada pertumbuhan fisik yang mengatakan bahwa pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi. . Bagian kepala tumbuh terlebih dahulu baru menuju ke bagian kaki. Dengan lain perkataan inteligensi adalah situasi kecerdasan berpikir. ii. iv. kemudian sedikit demi sedikit menuju ke hal yang bersifat khusus. menghubunghubungkan pengertian satu dengan yang lain dan menarik kesimpulan. dengan inteligensi fungsi pikir dapat digunakan dengan cepat dan tepat untuk mengatasi suatu situasi/untuk memecahkan suatu masalah. d. Perkembangan terjadi dari umum ke khusus Pada setiap aspek pertumbuhan dan perkembangan dimulai dari hal-hal yang bersifat umum. Hukum Pertumbuhan dan Perkembangan Hukum-hukum tersebut antara lain : a. bagaimanakah kualitas dari senjata itu. sifat-sifat perbuatan cerdas (inteligen). v. menguraikan. Hukum Chepalocoudal Bahwa dalam pertumbuhan fisik khususnya dimulai dari kepala ke arah kaki. Perkembangan berlangsung sesuai dengan tahap perkembangan Pada umumnya para ahli membagi tahap-tahap perkembangan manusia sebagai berikut : i.Andaikata pikiran kita umpamakan sebagai senjata. 3. Sehubungan dengan ini perlu diketahui lebih dahulu apakah intelek dan apakah inteligensi itu.

meraba. Secara lebih rinci akan diuraikan karakteristik anak usia dini sebagai berikut : 1. Bayi yang baru lahir telah siap melaksanakan kontrak sosial dengan lingkungannya. Usia 2 – 3 tahun . Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik. Karakteristik Anak Usia Dini Anak usia dini (0 – 8 tahun) adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Mempelajari komunikasi sosial. Cepat lambatnya waktu perkembangan sesuai dengan irama masing-masing individu. Perkembangan Anak Usia Dini 1. Hukum tempo dan irama perkembangan Tahap perkembangan berlangsung secara berurutan. Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi. mencium dan mengecap dengan memasukkan setiap benda ke mulutnya. Usia 0 – 1 tahun Pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan luar biasa. 2. tetap. paling cepat dibanding usia selanjutnya. Beberapa karakteristik anak usia bayi dapat dijelaskan antara lain : a. C. duduk. berdiri dan berjalan. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar tersebut merupakan modal penting bagi anak untuk menjalani proses perkembangan selanjutnya. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan karena itulah maka usia dini dikatakan sebagai golden age (usia emas) yaitu usia yang sangat berharga dibanding usia-usia selanjutnya.• • • Masa awal dewasa (25-30 tahun) Masa dewasa (31-45) Masa akhir dewasa (46-60 tahun) Masa tua (61 tahun ke atas) Masa lansia (71 tahun ke atas) vii. viii. merangkak. Setiap aspek perkembangan memiliki tempo dan irama perkembangan masing-masing. e. berlaku secara umum dalam suatu tempo dan irama perkembangan tertentu. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar dipelajari anak pada usia ini. c. Mempelajari ketrampilan menggunakan panca indera. terus menerus. Mempelajari ketrampilan motorik mulai dari berguling. mendengar. b. seperti melihat atau mengamati.

Bentuk permainan anak masih bersifat individu. c. 4. Perkembangan sosial anak mulai ingin melepaskan diri dari otoritas orangtuanya. Hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan anak untuk selalu bermain di luar rumah bergaul dengan teman sebaya. Anak mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Ia memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa. memahami pembicaraan orang lain dan belajar mengungkapkan isi hati dan pikiran. Motivasi belajar anak pada usia tersebut menempati grafik tertinggi dibanding sepanjang usianya bila tidak ada hambatan dari lingkungan. bukan permainan sosial. Anak mulai belajar mengembangkan emosi. Walaupun pada usia ini masih pada taraf pembentukan.Anak pada usia ini memiliki beberapa kesamaan karakteristik dengan masa sebelumnya. Eksplorasi yang dilakukan oleh anak terhadap benda-benda apa saja yang ditemui merupakan proses belajar yang sangat efektif. 3. d. d. Perkembangan kognitif anak masih berada pada masa yang cepat. Perkembangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia. Usia 7 – 8 tahun Karakteristik perkembangan anak usia 7 – 8 tahun antara lain : a. deduktif dan induktif. Anak sudah mampu memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikirannya dalam batas-batas tertentu. Beberapa karakteristik khusus yang dilalui anak usia 2 – 3 tahun antara lain : a. Perkembangan bahasa juga semakin baik. Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan otot-otot kecil maupun besar. Bentuk permainan yang melibatkan banyak orang dengan saling berinteraksi. kemudian satu dua kata dan kalimat yang belum jelas maknanya. Berkaitan dengan perkembangan fisik. Diawali dengan berceloteh. Walaupun aktifitas bermain dilakukan anak secara bersama. ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Usia 4 – 6 tahun Anak usia 4 – 6 tahun memiliki karakteristik antara lain : a. b. b. Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Anak mulai menyukai permainan sosial. Sebab emosi bukan ditemukan oleh bawaan namun lebih banyak pada lingkungan. namun pengalaman anak sebenarnya telah menampakkan hasil. Perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat. c. Dari segi kemampuan. Perkembangan emosi anak sudah mulai berbentuk dan tampak sebagai bagian dari kepribadian anak. c. Anak terus belajar dan berkomunikasi. Artinya anak sudah mampu berpikir analisis dan sintesis. Hl itu terlihat dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat. anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Secara fisik anak masih mengalami pertumbuhan yang pesat. b. secara kognitif anak sudah mampu berpikir bagian per bagian. .

jantung.2. kecekatan. Perkembangan kognitif Menurut Jean Piaget. tangan dan kaki. Misalnya. Dari sel yang sama bentuk dan fungsinya berkembang manjadi sel yang bersifat khusus seperti sel syaraf . anak sering kali menjadi frustasi bila disuruh . ketahanan. Sel-sel tersebut membentuk jaringan. Perkembangan fisik-motorik Meliputi perkembangan badan. c. Pada tahap ini anak akan menemui kesulitan bila diberi tugas sekolah yang menuntutnya untuk mencari sesuatu yang tersembunyi. keseimbangan. 2. Aspek-aspek perkembangan anak usia dini meliputi : 1. mereka mengaplikasikannya dengan menerapkannya pada objek-objek yang nyata. seperti jaringan saraf. jaringan otot. Perkembangan Anak Usia Dini Perkembangan anak dimulai sejak dalam kandungan. Pada saat anak mencapai kematangan dan mulai memperoleh keterampilan berbahasa. otot kasar dan otot halus. karena hanya itulah yang nampak pada mereka saat mereka menengadah dan melihatnya terbang di angkasa. Anak biasanya mengambil kesimpulan dari sebagian kecil yang diketahuinya. Lambang-lambang bahasa yang dipergunakan untuk menunjukkan benda-benda nyata bertambah dengan pesatnya. sel otot. sel darah. Anak mulai memahami hubungan antara benda dengan nama yang diberikan kepada benda tersebut. kehidupan anak dimulai saat sel telur dibuahi oleh sel sperma. . Kegiatan intelektual pada tahap ini hampir seluruhnya mencakup gejala yang diterima secara langsung melalui indra. jaringan epitel. Tahap operasional konkrit (7 – 11) Kemampuan berpikir logis muncul pada tahap ini.mencapai pemecahan masalah. mata. jaringan darah. Mereka dapat berpikir secara sistematis untuk . Pada tahap ini permasalahan yang dihadapinya adalah permasalahan yang konkret. semua anak memiliki pola perkembangan kognitif yang sama yaitu : a. b. jaringan membentuk organ. sel tulang. Tahap sensor motor (0 – 2 tahun) . bukannya berdasarkan annlisis rasional. telinga. Menurut pendapat mereka pesawat terbang adalah benda kecil yang berukuran 30 cm. dan jaringan tulang. dari suatu keseluruhan yang besar. yang selanjutnya disebut motorik kasar dan motorik halus. Tahap praoperasional (2 – 7 tahun) Pada tahap ini perkembangan sangat pesat. seperti otak. Keputusan yang dianbil hanya berdasarkan intuisi. Perkembangan anak meliputi 4 unsur yaitu : kekuatan.

Tahap Intiative vs Guilt (4-5 tahun) Pada masa ini anak harus dapat menunjukkan sikap mulai lepas dari orang tua. Pada tahap ini anak sudah dapet memikirkan buah pikirannya. c. individual kearah interaktif. d. dalam merespon rangsangan anak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan akan tumbuh rasa percaya diri. norma. 4.harga diri.etika Ditandai dengan kemampuan anak untuk memahami aturan. harga diri pada anak usia dini dimulai dengan a.mencari arti tersembunyi dari suati kata dalam tulisan tertentu. . Perkembangan moral.kerjasama Pasa tahap ini perkembangan sosial anak dimulai dari sifat egosentrik. 3. Perkembangan sosial. Mereka dapat mengaplikasikan cara berpikir terhadap permasalahan dari semua kategor baik yang abstrak maupun yang konkret. Tahap Autonomy vs Doumt (2-3 tahun) Anak sudah harus mampu menguasai kegiatan meregang atau melemaskan seluruh otot tubuhnya. komunal. Perkembangan emosional. Mereka menyukai soal-soal yang tersedia jawabannya. dan etika yang berlaku. Tahap Basic Trust vs Mistrust (0-1 tahun) Anak mendapat rangsangan dari lingkungan.aktualisasi diri. dapat membentuk ide-ide. 6. Tahap operasional formal (11 -15 tahun) Tahap ini ditandai dengan pola berpikir orang dewasa. anak harus dapat bergerak bebas dan berinteraksi dengan lingkungannya. b. berpikir tentang masa depan secara realistis.disiplin. Perkembangan emosional. perilaku anak sangat dipengaruhi oleh konsekwensi fisik maupun hidonistik yang diterima anak sebagai balasan atas perilakunya. tetapi kalau anak tidak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan akan menimbulkan rasa curiga. Perkembangan bahasa dan literasi Perkembangan bahasa anak dimulai dari menangis untuk mengekspresikan responnya terhadap bermacam-macam stimuli.empati. 5.

Bahaya psikologis a. eksplorasi secara ekspansif dan eksesif Rasa ingin tahunya besarnya Bersifat spontan menyatakan pikiran dan perasaannya Suka berpetualang Suka melakukan eksperimen Jarang merasa bosan Mempunyai daya imajinasi yang tinggi. Perkembangan kreativitas dan daya cipta Perilaku mencerminkan kreativitas alamiah pada anak usia dini dapat diidentifikasikan dengan ciri-ciri sebagai berikut : • • • • • • • • Senang menjajaki lingkungannya Mengamati dan memegang segala sesuatu. gagap. Bahaya emosional Bahaya emosional awal masa kanak-kanak yang besar kelihatan pada dominasi emosi yang kurang baik. pelat atau berbahasa dua. Dalam awal masa kanak-kanak. e. 3.7. Berbahasa dua merupakan hambatan yang serius dalam perkembangan sosial anak. Bahaya fisik a. c. Bahaya dalam berbicara Ada tiga bahaya sehubungan dengan masalah kemampuan anak berkomunikasi. Permasalahan Perkembangan Anak Usia Dini Permasalahan-permasalahan yang muncul adalah : 1. yakni: • • • Orang lain tidak dapat mengharapkan anak-anak untuk mengerti apa yang dikatakan apabila orang lain memakai kata-kata yang tidak dimengerti oleh anak-anak. b. c. terutama amarah. Kematian Penyakit Kecelakaan Kejanggalan Tangan kidal 2. mutu pembicaraan yang buruk dapat disebabkan salah ucap atau kesalahan tata bahasa. b. Bahaya sosial . d.

Bahaya kepribadian Bahaya kepribadian yang paling serius adalah perkembangan konsep diri yang kurang baik yang dapat disebabkan perilaku anggota keluarga dan teman-teman. d. Nutrisi dan kesehatan amat mempengaruhi perkembangan fisik anak. Perkembangan fisik atau jasmani anak sangat berbeda satu sama lain. panas. Sedangkan pertumbuhan anak-anak berbeda ras juga menunjukkan perbedaan yang menyolok. pergaulan dan pembinaan orang tua. ia tidak hanya akan merasa kesepian tapi yang lebih penting ia kurang mempunyai kesempatan untuk belajar. kebiasaan hidup dan lain-lain. lingkungan yang menunjang. Karakteristik Anak Usia Dini Sekolah Dasar 1. kurang berdaya dan tidak aktif. Sebaliknya anak yang memperoleh makanan yang bergizi. dan lain-lain. perlakuan orang tua serta kebiasaan hidup yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif dalam pergaulan maupun dalam berkomunikasi dengan teman-temannya. 2. . Orang tua harus selalu memperhatikan berbagai macam penyakit yang sering kali diderita anak. Perkembangan Intelektual dan Emosional a. D. misalnya bertalian dengan kesehatan penglihatan (mata). lingkungan. Olahraga juga merupakan faktor penting pada pertumbuhan fisik anak. Akibat terganggunya perkembangan intelektual tersebut anak kurang dapat berpikir operasional. Perkembangan intelektual anak sangat tergantung pada berbagai faktor utama. antara lain kesehatan gizi. d. Hal ini antara lain disebabkan perbedaan gizi. Anak yang kurang berolahraga atau tidak aktif sering kali menderita kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan anak. kebugaran jasmani. c. Oleh karena itu orang tua selalu memperhatikan kebutuhan utama anak. misal: kalau pembicaraan atau perilaku anak menyebabkan ia tidak populer diantara teman-teman sebaya. bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. Pertumbuhan Fisik atau Jasmani a. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban. gigi. antara lain kebutuhan gizi. e. b. Bahaya moral Pada masa ini anak usia dini mempunyai kecenderungan disiplin yang kurang konsisten akan memperlambat proses untuk belajar menyesuaikan diri. kesehatan dan kebugaran jasmani yang dapat dilakukan setiap hari sekalipun sederhana. perlakuan orang tua terhadap anak. sekalipun anakanak tersebut usianya relatif sama.Ada sejumlah bahaya terhadap perkembangannya penyesuaian sosial yang baik pada awal masa kanak-kanak.

3. . Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal. (e) untuk dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. psikolog dan sebagainya. Orang tua yang bijak selalu membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa. Perlakuan saudara serumah (kakak-adik). Oleh karena itu bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesediaan orang tua membimbing anaknya. Perbedaan perkembangan emosional tersebut juga dapat dilihat berdasarkan ras. pergaulan dan pembinaan orang tua maupun guru di sekolah. anak disuruh melakukan sesuatu di luar kesanggupannya menyesuaikan diri dengan lingkungan. (c) adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak. biasanya orang tua berkonsultasi dengan para ahli. (b) sebagai alat untuk menarik orang lain. (b) kesiapan mental. (c) sebagai alat untuk membina hubungan sosial. (e) motivasi untuk belajar dan berlatih dan (f) bimbingan dari orang tua. frustasi dan ketidakhadiran orang tua. rasa takut dan faktor-faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumnya oleh anak yang sedang tumbuh. e. terlalu banyak larangan karena terlalu mencintai anaknya. (d) kesempatan berlatih. Perkembangan emosional berbeda satu sama lain karena adanya perbedaan jenis kelamin. yaitu: (a) anak cengeng. Di samping adanya berbagai dukungan tersebut juga terdapat gangguan perkembangan berbicara bagi anak. psikiatri. Perkembangan Bahasa Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4 – 5 bulan. Akan tetapi sikap orang tua yang sangat keras. Fungsi dan tujuan berbicara antara lain: (a) sebagai pemuas kebutuhan. budaya. keamanan dan kekacauan yang sering kali timbul. lingkungan. usia. (b) anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain. Yaitu: (a) kematangan alat berbicara. c. keadaan ekonomi orang tua. misalnya dokter anak. sering kali mendapat marah bahkan sampai menderita siksaan jasmani. (f) untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Dalam mengatasi berbagai masalah yang sering kali dihadapi oleh orang tua dan anak. Misalnya sangat dimanjakan. Sedangkan dari pihak orang tua yang menyebabkan stres pada anak biasanya kurang perhatian orang tua. Perkembangan emosional juga dapat dipengaruhi oleh adanya gangguan kecemasan. penerimaan lingkungan serta berbagai pengalaman yang bersifat positif selama anak melakukan berbagai aktivitas dalam masyarakat. Dengan berkonsultasi tersebut orang tua akan dapat melakukan pembinaan anak dengan sebaik mungkin dan dapat menghindarkan segala sesuatu yang dapat merugikan bahkan memperlambat perkembangan mental dan emosional anak. suka menekan dan selalu menghukum anak sekalipun anak membuat kesalahan sepele juga dapat mempengaruhi keseimbangan emosional anak. d. (d) sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri.b. orang lain yang sering kali bertemu dan bergaul juga memegang peranan penting pada perkembangan emosional anak. f. etnik dan bangsa. Stres juga dapat disebabkan oleh penyakit. Namun sering kali juga adanya tindakan orang tua yang sering kali tidak dapat mempengaruhi perkembangan emosional anak.

(f) sebagai alat kontrol diri. dan Sikap a.4. Hadiah tersebut diberikan dengan maksud agar pada kemudian hari anak berperilaku lebih positif dan dapat diterima dalam masyarakat luas. b. (g) diberikan pada tempat dan waktu yang tepat. Fungsi hukuman yang diberikan kepada anak adalah: (a) fungsi restruktif. . Kepada orang tua sangat dianjurkan bahwa selain memberikan bimbingan juga harus mengajarkan bagaimana anak bergaul dalam masyarakat dengan tepat. (b) konsisten. (e) harus disertai alasan. e. Syarat pemberian hukuman adalah: (a) segera diberikan. (b) memberikan motivasi kepada anak. d. Fungsi hadiah bagi anak. (c) memperkuat perilaku dan (d) memberikan dorongan agar anak berbuat lebih baik lagi. Perkembangan Moral. (c) sebagai penguat motivasi. c. (d) impresional artinya tidak ditujukan kepada pribadi anak melainkan kepada perbuatannya. Terdapat bermacam hadiah yang sering kali diberikan kepada anak. antara lain: (a) memiliki nilai pendidikan. yaitu yang berupa materiil dan non materiil. mengembangkan keterampilan anak dalam bergaul dan memberikan penguatan melalui pemberian hadiah kepada ajak apabila berbuat atau berperilaku yang positif. (b) fungsi pendidikan. dan dituntut menjadi teladan yang baik bagi anak. (c) konstruktif. Sosial.

3. Peserta didik dipandang miniature orang dewasa 2. B. bahkan dalam kondisi yang relatif sama pula. Islam memandang peserta didik sebagai individu yang diberi potensi berkecenderungan berbuat jelek dan baik. Kritik dan Saran Pembaca yang budiman. meskipun anak-anak tersebut usianya tersebut usianya relatif sama. semoga makalah ini dapat dijadikan salah satu referensi dalam pembelajaran Perkembangan Peserta Didik khususnya pada pembahasan Bab Peserta Didik. Perkembangan fisik atau jasmani anak sangat berbeda satu sama lain.BAB III PENUTUP A. Perkembangan adalah perubahan aspek psikis karena kematangan fungsi psikis dari yang sifatnya kurang terdeferensiasi menuju ke deferensiasi. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik. Perubahan-perubahan pada diri individu merupakan bagian dari pertumbuhan dan perkembangan. 5. dan Krakteristik Anak Usia Sekolah Dasar. 6. Pertumbuhan adalah perubahan kuantitas fisik akibat pematangan fungsi fisik. 4. Perkembangan Anak Usia Dini. Kesimpulan 1. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sekalian sangat penulis harapkan guna kesempurnaan makalah ini di masa mendatang. .

(http://dachun91. di akses tanggal 14 April 2011). 1996. 2009. di akses tanggal 13 April 2011). Ralqis. “Perkembangan Peserta Didik”.wordpress. “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan” (online). (http://www.duniaremaja. 2008. Karya Toha Putra Marsudi. Dhini Ferry.com/2010/11/22/karakteristik-anak-usia-dini. dkk.wordpress.com/2008/04/25/hakikat-pertumbuhan-dan-perkembangan-pesertadidik. (http://massofa. “Karakteristik Anak Usia SD” (online).com/2008/01/25/karakteristik-anak-usia-sekolah-dasar. di akses tanggal 14 April 2011). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. “Karakteristik Anak Usia Dini” (online). 2010. Universitas Sebelas Maret. Hidayah. (http://massofa. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Saring. Ozon Station. Sofa. “Hakikat Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik” (online). Perkembangan Peserta Didik. 2010. 2008. Sofa. 2008.org/t154-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perkembangan. Makalah.wordpress.DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an dan Terjemah. 14 April 2011) Makalah Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik 13 Agu 2011 Komentar Dimatikan . Semarang: PT.

Si Kons UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011 Kata Pengantar Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua rahmat dan karuniaNya.Maksud dan tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai pemenuhan syarat ketuntasan mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. Terakhir. Makalah Perkembangan Inteligensi Remaja ini berisi materi tentang inteligensi dan hal-hal menyangkut inteligensi itu sendiri. yaitu kepada teman-teman yang telah memberi masukan dan dukungan. yaitu kepada orangtua penulis yang telah melahirkan dan membesarkan dengan kasih sayang yang tiada hingga.by Zettry Sains in Umum Makalah Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik “Perkembangan Inteligensi Remaja” Diajukan sebagai pemenuhan salah satu syarat ketuntasan mata kuliah Perkembangan Peserta Didik (PPD) semester genap tahun 2011 Di susun oleh Nama NIM Jurusan Prodi Dosen Pembimbing . Selain itu. yaitu kepada penulis buku referensi yang penulis gunakan dalam penulisan makalah ini. sehingga baiklah makalah ini.Indra Ibrahim. Ketiga. sehingga makalah untuk mata kuliah Perkembangan Peserta Didik ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. sehingga penulis bisa berada di dunia ini hingga sekarang. yaitu kepada semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan namanya satu persatu. sehingga mempermudah penulis dalam menyusun materi makalah ini.M. . juga untuk berbagi pengetahuan kepada pembaca tentang kondisi inteligensi perkembangan pada fase remaja. : Zettry : 17514 : Kimia : Pendidikan Kimia 2011 : Drs. Kedua.Pertama. Materi dalam makalah ini di susun secara runtut dan bersumber dari sumber terpercaya.Sehingga tidak ada hal-hal yang di reka-reka. Tak lupa ucapan terima kasih penulis kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini.

penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar terjadi perbaikan dimasa yang akan datang. Oleh sebab itulah. dan bagaimana guru dan orangtua memotivasi anak agar terus berusaha mengoptimalkan kapasitas kemampuan otak yang dia miliki.Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik.Sebagai persiapan pengetahuan sebagai calon pendidik.Daftar Isi Judul Kata Pengantar Pendahuluan Latar belakang . Dengan akalnya itulah manusia dapat berfikir untuk hidup dan kehidupan selanjutnya. apakah hak atau batil.Karena anak tersebut dapat berprestasi seperti hal nya anak ber inteligensi tinggi. Seorang guru harus mampu mengayomi anak yang berinteligensi kurang seperti hal nya anak pada umumnya.Dalam hal ini.Tujuan Tujuan penulisan makalah Perkembangan Inteligensi Remaja ini adalah : *. Disinilah letak manusia yang harus saling membantu dan saling membutuhkan satu sama lain. Ada yang di anugerahi otak superior dan ada juga yang di anugerahi atok yang sangat lemah. Dengan akal dan fikiran itu juga lah manusia dapat menimbang-nimbang perbuatannya. Namun Tuhan tak memberi keseragaman dalam kapasitas otak kita.Hal itu tergantung pada dukungan lingkungan sekitar nya.guru berperan sebagai motivator dan fasilitator dalam proses perkembangan inteligensi anak.Penulis sadar. *. seperti penderita idiot.Latar Belakang Setiap individu manusia di anugerahi suatu substansi yang tidak di miliki makhluk lain. tak ada gading yang tak retak. yaitu akal fikiran. 3. 2. *. Sebagaimana hakikat manusia sebagai makhluk social(homo socius). Padang. Mei 2011 Zettry Pendahuluan 1.Sebagai sarana berbagi informasi dan pengetahuan dengan para pembaca sekalian.

*.Menurut David Wechsler.Menurut Alfred Binet. intelegensi terdiri dari tiga komponen.(2)Kemampuan untuk mengubah arah tindakan setelah tindakan tersebut dilaksanakan. bahwa tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen.Guilford.Tujuan Daftar isi Isi Pengertian inteligensi Perkembangan inteligensi pada remaja Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan inteligensi remaja Hubungan antara inteligensi dan hasil belajar Usaha guru dan orangtua dalam membantu perkembangan inteligensi remaja Penutup Kesimpulan Saran Daftar Pustaka Isi 1.(3)Kemampuan untuk mengkritik diri sendiri atau melakukan auto criticism. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Sedangkan kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen.Pengertian Inteligensi Berikut adalah pendapat para ahli dari dalam dan luar negeri tentang konsep inteligensi. yaitu (1)Kemampuan untuk mengarahkan pikiran dan tindakan.P. *.Menurut Super dan Cities. inteligensi adalah kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau belajar dari pengalaman. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban . berpikir secara rasional. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. *. *. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah.Menurut J.

Thorndike sebagai seorang tokoh koneksionisme mengemukakan pendapatnya bahwa orang dianggap intelegen apabila responnya merupakan respon yang baik atau sesuai terhadap stimulus yang diterimanya. Lebih jauh. *. intelegensi adalah kapasitas yang bersifat umum dari individu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi-situasi baru atau problem yang sedang dihadapi. Buhler. *. psikolog Amerika.Menurut Garett. *. *. dan kemampuan untuk berpikir abstrak. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. *. *. *. intelegensi adalah daya menyesuaikan diri dengan keadaan baru dengan menggunakan alat-alat berpikir menurut tujuannya. Guilford menyatakan bahwa intelegensi merupakan perpaduan dari banyak faktor khusus.Menurut Lewis Hedison Terman. *. diarahkan pada tujuan. *.Freeman memandang intelegensi sebagai kemampuan untuk menyatukan pengalamanpengalaman.Menurut Heidenrich. kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan aspek psikologis dan intelektual. abstrak. ekonomis. mengandung kesukaran. inteligensi adalah kemampuan untuk belajar dan menggunakan apa yang telah dipelajari dalam usaha untuk menyesuaikan terhadap situasi-situasi yang kurang dikenal atau dalam pemecahan masalah. intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian. inteligensi setidak-tidaknya mencakup kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah yang memerlukan pengertian serta menggunakan simbol-simbol. kemampuan untuk belajar dengan lebih baik. . bernilai sosial.Menurut Suryabrata.berdasarkan informasi yang diberikan. komplek. *. belajar merespon dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Stoddard.Menurut Sorenson.Menurut George D. intelegensi adalah kemampuan untuk berpikir abstrak.Menurut Bischof. *. berpikir secara rasional. *.Menurut K. intelegensi adalah kemampuan untuk berfikir secara abstrak dengan baik. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah.Menurut David Wechsler.Menurut William Stern.inteligensi adalah kemampuan untuk memecahkan segala jenis masalah. intelegensi adalah kemampuan untuk memahami masalahmasalah yang bercirikan.

Kemampuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajari 6.Santrock. bertujuan. 2.Kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan aspek psikologis dan intelektual 8.Kemampuan untuk belajar dengan lebih baik 7. dan rasional 4.Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya. Akan tetapi. inteligensi sebenarnya tidak dapat diamati secara langsung.*Menurut Walters dan Gardnes.Perkembangan Inteligensi Pada Remaja Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri . melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri intelegensi yaitu : 1.Kemampuan berfikir secara abstrak 3.Menurut John W. Oleh karena itu. intelegensi adalah serangkaian kemampuan-kemampuan yang memungkinkan individu memecahkan masalah atau produk sebagai konsekuensi eksistensi suatu budaya tertentu.Kemampuan berfikir dan bertindak secara terarah. Jadi.Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung). *. 2. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah : 1. inteligensi berkenaan dengan kemampuan untuk belajar dari dan menyesuaikan diri terhadap pengalaman dalam kehidupan keseharian.Kemampuan untuk berfikir secara konvergen (memusat) dan divergen (menyebar) 2.Kemampuan untuk menyatukan pengalaman-pengalaman 5.Kemampuan untuk memahami masalah dan memecahkannya. inteligensi adalah kemampuan verbal dan keterampilan memecahkan masalah. Karena intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional.Kemampuan untuk menyesuaikan diri dan merespon terhadap situasi-situasi baru 9.

remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. kemanusiaan. Tapi bila rasa ingin tahu itu disalurkan dengan cara yang negatiffe maka hal itu bisa merusak dirinya sendiri. tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Dengan kata lain. para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. yaitu tanpa bantahan. berpikir operasi formal lebih bersifat hipotetis dan abstrak serta sistematis dan ilmiah dalam memecahkan masalah daripada berpikir konkrit. menonton . daya pikir anak sudah mencapai tahap operasi formal. terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. Bila rasa ingin tahu itu diarahkan ke hal-hal yang positif (misalnya : penelitian ilmiah.Karena dia sudah bisa merasakan apa yang menonjol dalam dirinya. Para remaja pada fase usia ini tidak lagi menerima informasi apa adanya. tidak lagi atas dasar pilihan orang tua. maka remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar.Sehingga dia mulai mampu mengasah kemampuan nya tersebut. Tidak sedikit anak remaja yang berupaya menentukan pilihan-pilihan kegiatannya atas dasar pertimbangan yang rasional. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya kenyataan lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat. lintas alam. Dengan kata lain. Dengan kemampuan operasional formal ini. Pada usia ini secara mental anak telah dapat berpikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak. misalnya politik. baik dari sisi kompetensi pribadi dan minatnya terhadap pilihan tersebut. bila di sekolah terdapat bermacam-macam program ekstra kurikuler. sederhana. dan sebagainya) maka itu akan sangat membentuk dirinya dengan baik.Hal ini juga persiapan hidup masa depan yang membutuhkan kesiapan keterampilan dalam hal pemenuhan kebutuhan keseharian. perang. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi atau kesimpulan. Sebagai contoh. Rokok. idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. maka anak tersebut berupaya memilih salah satu ekstra kurikuler yang diminatinya serta sesuai dengan kemampuan dirinya. Dalam pandangan Jean Piaget (ahli perkembangan kognitif). Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku. keadaan sosial. dan rencana untuk masa depan kehidupannya. narkoba. sebab dan hasil suatu proses pemecahan masalah. Pada periode ini. pada masa remaja awal. Remaja mempuyai rasa ingin tahu yang besar.mereka dapat mengikuti perubahan yang terjadi dalam lingkungannya. karena remaja berada pada perkembangan kognitif yang fleksibel.mereka.Secara kritis. dan sebagainya. dan absolut yang diberikan pada mereka sebagaimana yang terjadi pada fase sebelumnya. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka. prediksi atau perkiraan. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain.

seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah. Sebagai akibat dari proses berfikir secara abstrak dan hipotesis tersebut.Penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak. 5. maka pola pikir remaja menunjukan kekhususan sebagai berikut: 1. 4.Dapat berfikir rasional.Mulai mampu berfikir tentang masalah yang tidak konkret.03 0.Makin berkembangnya rasa toleransi terhadap orang lain yang berbeda pendapat dengannya. dan ada yang tergolong tinggi. 2. 8. Semestinya.Mampu mengambil manfaat dari sebuah pengalaman. Untuk itu sekolah. 6.film porno. sda. 9. melakukan seks bebas merupakan tindakan yang dilakukan remaja karena berawal dari rasa ingin tahu yang besar. Perbedaan itu telah ada sejak dari lahir . ada yang rendah.Pengklasifikasian inteligensi di perjelas oleh Binet dan Wais-R sebagai berikut : IQ 160-169 150-159 140-149 Persentase 0.Mampu memahami nilai dan norma yang berlaku di lingkungan. .Mulai memikirkan bayangan tentang dirinya pada masa yang akan datang. sedang.10 Klasifikasi Sangat Superior sda. namun tidak di sertai dengan pertambahan keyakinan nilai-nilai beragama. keluarga. 7. sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik. lingkungan punya tanggung jawab untuk membina remaja dengan benar. 3.Berfikir kritis terhadap berbagai masalah yang di hadapi. sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. 10. Taraf kecerdasan masing-masing individu tidak sama.Mampu mengaplikasikan ilmu yang telah dia pahami.20 1.Dapat mengasimilasi fakta baru dengan fakta lama.Timbul kesadaran berfikir tentang berbagai kemungkinan tentang dirinya. namun perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.

Perkembangan intelegensi baik dari segi kualitas dan kuantitas tidak terlepas dari faktor gizi.Jadi. Piagen membuat empat penahapan kematangan dalam perkembangan intelegensi. sda. sda. *. dan tahap ke empat disebut periode operasional formal (11-16 tahun).Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Inteligensi Remaja. 3. perkembangan intelegensi disini tidak lagi . faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan inteligensi seorang remaja adalah : *.Faktor gizi.50 23. Pendapat Piaget tersebut membuktikan bahwa semakin bertambah usia seseorang .03 Superior sda.10 8. Teori konvergensi mengemukakan bahwa anak yang lahir telah mempunyai potensi bawaan.20 18. Menurut Ngalim Purwanto.130-139 120-129 110-119 100-109 90-99 80-89 70-79 60-69 50-59 40-49 30-39 3. Rata-Rata Rendah Batas Lemah Lemah Mental sda.00 0. sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.Faktor pembawa (genetik). maka intelegensinya makin berfungsi dengan matang.50 5. Banyak teori menyatakan kapasitas inteligensi tergantung oleh gen orang tua.Baiknya asupan gizi tentu akan membantu pertumbuhan dan perkembangan dengan baik dan sewajarnya. Rata-Rata Tinggi Rata-Rata sda. tahap pertama disebut periode sensorik motorik (0 – 2 tahun ).60 2. tahap ketiga disebut periode operasional kongkret (7-10 tahun). tahap kedua disebut periode pre operasional ( 2-7 tahun ). tetapi potensi tidak dapat berkembang dengan baik tanpa mendapat pendidikan dan latihan atau sentuhan dari lingkungan.20 0. Perkembangan fungsi intelegensi dipengaruhi oleh kematangan organ intelegensi itu sendiri.10 23. Kuat dan lemahnya fungsi intelegensi juga ditentukan oleh gizi yang memberikan energi bagi anak.Faktor kematangan.40 0.00 14. *.

Pada beberapa teori mengatakan bahwa tingkat inteligensi seseorang sangat berpengaruh terhadap hasil belajarnya. 4.tapi suatu anugrah yang Tuhan berikan padanya. semua itu dapat membentuk inteligensi anak agar dapar berfungsi dan meningkatkan kualitas pikirannya. Dalam realitas kehidupan keseharian. dan juga psikologis yang meliputi (a)variabel non-kognitif. seni. prestasi kerja.Bertambahnya informasi yang disimpan ( dalam otak ) seseorang sehingga ia mampu berfikir selektif. Hubungan Antara Intelegensi dan Hasil Belajar.karena remaja meyakini bahwa minat yang dia punya bukan hal yang lumrah.maka ada dorongan dalam diri untuk terus mengembangkan minat tersebut. Hal ini mempunyai sumbangan yang berarti dalam perkembangan intelelgensi.Sehingga hal itu dapat di yakini sebagai kelebihan dari pribadi lain. olahraga. *. hal ini menyangkut minat. Minat merupakann suatu substansi dalam setiap diri individu untuk mau dan mampu melekukan sesuatu yang tidak banyak orang bisa melakukannya dengan mudah. agar intelegensinya dapat berkembang dengan baik.Minat dan pembawaan yang khas. yaitu sebesar 30%– 80%. yaitu: *. Hal ini tidak sepenuhnya benar.Kebebasan Psikologi Perlu dikembangkan kebebasan psikologi pada anak.dalam setiap kegiatan yang menuntut prestasi. seperti kondisi panca indera dan fisik umumnya. *. Misalnya orang tua yang menyediakan fasilitas sarana seperti bahan bacaan majalah anak-anak dan sarana bemain yang memadai.aspek ini menyangkut kemampuan khusus dan kemampuan umum (intelegensi). hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan intelegensi remaja. Ada sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap potensi belajar peserta didik. *.Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang dapat befikir proporsional. Menurut Anastasi dan Willeam. *. Kita telah mengetahui bahwa inteligensi ini adalah sebuah . dan kepribadian(b)kemampuan kognitif.Dengan adanya minat. seperti dukungan sosial dan pengaruh budaya. *.Faktor pembentukan.Hasil-hasil penelitian menunjukkan adanya sumbangan antara intelegensi terhadap prestasi belajar akademik. Faktor eksternal mencakup (a)fisik. Pendidikan dan latihan yang bersifat kognitif dapat memberikan sumbangan terhadap fungsi intelegensi seseorang.Adanya kebebasan berfikir menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis yang radikal dan menunjang keberanian anak memecahkan masalah dan menarik kesimpulan yang baru dan benar. intelegensi sangat memegang peranan yang sangat penting. Menurut Andi Mappiare. yaitu faktor internal yang mencakup aspek fisik.di segi kuantiitas dan strukturnya . teori-teori tak selalu benar. baik itu prestasi belajar. tetapi lebih dari segi kualitas yaitu kemampuan menganalisis dengan baik. kondisi tempat belajar(b)sosial. motifasi. dan sebagainya.

tentu dia akan putus asa untuk berusaha. mengetahui tingkat inteligensi diri itu sangat lah penting. Tentu hal ini terjadi jika hasil tes inteligensi itu mengatakan bahwa dia adalah individu berinteligensi superior misalnya. misalnya bahan bacaan.Lain halnya dengan anak berinteligensi superior tadi. Kita dapat menilik dari dua sisi.Semuanya butuh proses yang baik.Dalam proses belajar mengajar hendaknya orang tua atau guru lebih mengutamakan proses dari pada hasil.Tergantung individu mengasah kemampuan dan kapasitas yang ada dalam diri setiap individu.semua nya bergantung pada lingkungan dan bagaimana proses pemanfaatan anugerah kapasitas potensi tersebut.Karena. seberapa keraspun dia berusaha.Namun apa yang terjadi jika hasil yang di dapat menunjukan bahwa individu bersangkutan mempunyai tingkat inteligensi di bawah ratarata.anak ber inteligensi normal bisa lebih bagus hasil belajarnya di banding anak berinteligensi superior. dan lainnya. *. keluarga dan sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkan kecerdasan anak.si anak berinteligensi normal tadi menyadari keterbatasannya dalam belajar. permainan. Misalnya metode penemuan (inquiri) diskusi atau sejenisnya.lebih baik hasil belajarnya di banding anak ber inteligensi superior.Menyediakan fasilitas yang memadai untuk menumbuhkembangkan kecerdasan anak. orangtua dan guru harus bertindak tepat mengembalikan kepercayadirian si anak.Mungkin saja.Disinilah sisi kedua pandangan tentang urgensi mengetahui tingkat inteligensi didi tadi.Jelas tentu hasil belajar si anak ber inteligensi normal rata-rata tadi lah yang akan lebih baik. dan masing-masingnya itu mempunyai kapasitasnya. Sekarang kita bertanya-tanya tentang seberapa urgensinya kita mengetahui tingkat inteligensi kita. lebih yang penting adalah keberaniannya.walaupun pisau dari bahan bagus tapi tidak di asah.Sehingga terjadi tekanan psikologis dalam diri yang bersangkutan.sehingga pengetahuannya tak bertambah.Usaha Orangtua dan Guru Dalam Membantu Perkembangan Intelegensi Remaja. Misalnya dalam memberikan pertanyaan kepada peserta didik tidak mengutamakan betul atau salah jawaban semata tetapi.mungkin dia terlalu mengganggap remeh pelajaran.jika rutin di asah. *. Karena dengan mengetahuinya kita akan termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan tersebut. peralatan labor. Karena itu tergantung pada lingkungan dan bagaimana pemanfaatan kapasitas inteligensi yang ada. . Adapun ayng dapat dilakukan adalah: *.Guru membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak.Namun.Seperti yang di katakana tadi.walau hanya dari bahan dasar tembaga.Jika hal ini terjadi.potensi yang ada dalam diri setiap manusia.tentu tak kan bisa memotong apa-apa.Jadi tak selalu anak ber inteligensi tinggi akan lebih baik hasil belajar nya jika di bandingkan dengan anak berinteligensi sedang. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa potensi intelektual tidak dapat berkembang dengan sempurna tanpa mendapatkan perlakuan dari lingkungan. Pertama.Menggunakan metode pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir. Oleh karena itu.tentu akan lebih bermanfaat dan dapat di gunakan dengan semestinya. tak kan berhasil dengan baik. Karena dengan mengetahui bahwa dirinya mempunyai inteligensi di bawah rata-rata.Analoginya. *. Karena dia berfikir.dan dia hanya puas dengan materi yang di sampaikan guru di sekolah.Dengan memberikan pemahaman bahwa tingkat inteligensi tinggi saja tak mutlak membuat hasil belajar seseorang jadi baik. 5.Mungkin saja seorang anak berinteligensi sedang(normal).namun dengan giat dia terus berusaha belajar mengasah kemampuannya.

2003.Adolescence Perkembangan Remaja.2003.abstrak.Kesimpulan *.*. *.Kebebasan psikologis 6. oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan masukan dari pembaca sekalian. Daftar Pustaka Mudjiran dkk. *.Inteligensi adalah suatu kemampuan untuk berfikir secara terarah.The University of Texas at Dallas: Amerika Serikat . karena inteligensi tak hanya sekedar anugerah.Tingginya inteligensi tak selalu membuat orang jadi pintar.dapat menjadikan pengalaman sebagai pelajaran. W John.Memberikan tugas sekolah dengan berbagai macam metode yang dapat merangsang dan mengembangkan daya pikir.Memotivasi siswa agar terus berusaha mengoptimalkan kapasitas otak yang dia miliki.Minat dan pembawaan yang khas *. tapi juga perlu pengasahan agar dapat mencapai kemampuan optimalnya.Saran *.Jadi gunakan lah anugerah kapasitas yang ada dalam diri kita masing-masing. *.Direktorat Jendral pendidikan Tinggi:Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan Santrock.Kematangan 4.Gizi 3.Penulis menyadari bahwa malalah ini jauh dari kesempurnaan. tapi bagaimana proses memaksimalkan pemanfaatan kapasitas yang ada dalam diri individu.Pembentukan 5.Faktor-faktor tang dapat mempengaruhi perkembangan inteligensi adalah : 1. Penutup 1.Hasil belajar tidak sepenuhnya di pengaruhi oleh tingkat inteligensi seseorang. 2.Genetik 2.Perkembangan Peserta Didik.

com/pendidikan/pendidikan-anak/intelegensi-dan-iq.blogspot.com/artikel/artikel-ilmu-sosial/pengertian-intelegensi/ http://de-kill.html http://sutisna.http://keluargacemara.html .com/2008/03/perkembangan-inteligensi-pada-remaja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->