P. 1
uts pebulisn ilmiah

uts pebulisn ilmiah

|Views: 2,903|Likes:

More info:

Published by: Frendi Dwi Wardana Putra on Dec 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

Pola hubungan ruang secara mendasar dapat dikelompokkan menjadi 4

bagian, yaitu:

1.Ruang dalam Ruang, Adalah dimana suatu ruang 3 dimensi yang
besar, memiliki lagi massa atau dimensi lain didalamnya yang bisa
disebut juga sebagai ruang. Agar konsep ini mudah dicerna, penting
adanya suatu pembeda yang jelas dalam ukurandi antara kedua
ruang,. Jika ruang yang di dalam berkembang ukurannya, ruang
yang lebih besar akan mulai kehilangan artinya sebagai rbentuk
ruang penutup. Jika ruang yang di dalam tadi terus diperluas, ruang
sisa disekitarnya akan menjadi semakin tertekan untuk berfungsi

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 15

sebagai ruang penutup. Ruang tersebut akan menjadi selaput tipis
atau kulit di sekitar ruang yang dikandungnya, sehingga gagasan
aslinya akan hilang.Untuk dapat lebih menarik perhatian, ruang
yang di dalam dapat memanfaatkan wujud luarnya, tetapi
diorientasikan dalam bentuk lain. Hal ini akan meniptakan suatu
grid sekunder dan satu set ruang sisa yang dinamis di dalam ruang
yang lebih besar. Ruang yang didalm dapat juga berbeda bentuk
dengan ruang pelingkupnya untuk memperkuat kesan sebagai
volume yang mandiri. Perlawanan bentuk ini dapat menunjukkan
suatu perbedaan fungsional antara kedua ruang atau
melambangkan kepentingan ruang yang berada di dalam.

Gambar 2.3 : contoh ruang dalam ruang

Sumber: internet

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 16

Ruang di dalam ruang juga dapat tercipta,tidak hanya dengan
dinding berbentuk statis.. tetapi juga dapat memanfaatkan bentuk-
bentuk yang lain,seperti misalnya bentuk tabung, oval, dll seperti
gambar di atas, dengan pemanfaatan bentuk seperti tabung dan di
letakkan di dalam suatu ruang yang lebih besar, maka tercipta
suatu ruang di dalam ruang..sehingga tampak perbedaab fungsi
antara kedua ruang tersebut.

2.Ruang-Ruang yang Saling Berkaitan .Suatu hubungan ruang yang
saling berkaitan dihasilkan dari overlapping dua daerah ruang dan
membentuk suatu daerah ruang bersama. Jika dua buah ruang
membentuk volume berkaitan, masing-masing ruang
mempertahankan identitasnya dan definisinya sebagai suatu ruang.
Tetapi hasil konfigurasi kedua ruang yang saling berkaitan akan
tergantung kepada sejumlah penafsiran. Bagian yang saling
berkaitan dari dua buah volume dapat digunakan bersam secara
seimbang dan merata oleh masing-masing ruang. Bagian yang
saling berkaitan dapat melebur dengan salah satu ruang dan
menjadi bagian yang menyatu dari ruang tersebut. Bagian yang
saling berkaitan dapat mengembangkan integritasnya sebagai
sebuah ruang yang berfungsi untuk menghubungkan kedua ruang
aslinya.

Gambar 2.4 : contoh ruang-ruang yang saling berkaitan

Sumber : internet

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 17

Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa keterkaitan suatu ruang
dengan ruang yang lain akan menciptakan suatu ruang baru di
dalam kedua ruangan tersebut.. dan bangunan tersebutpun dapat
dimanfaatkan untuk berbagai fungsi yang berbeda.. dari suatu
ruang ketika akan terkait dengan ruangan yang lain dengan bentuk
yang berbeda, maka akan ada ruangan yang melebur dan bersatu
dengan ruangan yang lebih mendominasi, sehingga tercipta suatu
desain baru yang bisa menampakan bentuk awal dari bangunan
yang saling terkait itu.

3.Ruang-Ruang yang Bersebelahan.Bersebelahan adalah jenis pola
hubungan ruang yang paling umum. Hal tersebut memungkinkan
definisi yang jelas dan untuk fungsi masing-masing ruang menjadi
jelas terhadap fungsi dan persyaratan simbolisnya. Tingkat
kontinuitas visual maupun ruang yang terjadi antara dua ruang
yang berdekatan akan tergantung pada sifat alami bidang yang
memisahkan sekaligus menghubungkan keduanya. Bidang pemisah
dapat:
a. Membatasi pencapaian visual maupun fisik diantara dua ruang
yang bersebelahan, memperkuat individualitas masing-masing
ruang dan menampung perbedaan-perbedaan yang ada.
b. Muncul sebagai suatu bidang yang berdiri sendiri dalam volume
ruang tunggal
c. Menjadi pembatas berupa baris kolom-kolom yang memberikan
tingkat kontinuitas visual serta kontinuitas ruang yang tinggi di
antara dua buah ruang
d. Seolah terbentuk dengan sendirinya dengan adanya perubahan
ketinggian lantai atau material permukaan atau teksturnya di
antara kedua ruang. Contoh ini dapat diartikan sebagai suatu
volume ruang tunggal yang terbagi menjadi dua daerah yang
berhubungan.

Gambar 2.5 : contoh ruang yang bersebelahan

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 18

Sumber : internet
suatu ruang dapat dikatakan bersebelahan jika ruang tersebut
memiliki bidang pembatas.Hal tersebut memungkinkan definisi
yang jelas dan untuk masing-masing ruang baik terhadap fungsi
maupun persyaratan simbolisnya.kedua ruang akan terlihat
memiliki fungsinya masing-masingtergantung dari sifat bahan alami
dari bidang atau sesuatu yang membatasi kedua ruang
tersebut,seperti gambar di atas..suatu bidang pemisah dapat
membatasi kemampuan visual atau jarak pandang dari si pengguna
ruang tersebut..sehingga dapat terlihat fungsi yang jelas.

4.Ruang-Ruang Dihubungkan oleh Sebuah Ruang Bersama Dua buah
ruang yang terpisah oleh jarak dapat dihubungkan atau dikaitkan
satu sama lain oleh ruang ketiga yaitu ruang perantara. Hubungan
visual dan hubungan keruangan antara kedua ruang tergantung
pada sifat ruang ketiga digunakan bersama-sama. Ruang perantara
dapat berbeda dalam bentuk dan orientasi dari kedua ruang lainnya
untuk menunjukkan fungsinya sebagai penghubung. Kedua ruang,
seperti juga ruang perantaranya dapat setara dalam wujud dan
ukuran dan membentuk serangkaian ruang-ruang linier. Ruang
perantara dapat berbentuk linier untuk menghubu8ngkan kedua
ruang yang berjarak, atau menghubungkan seluruh rangkaian
ruang-ruang yang tidak mempunyai hubungan langsung satu sama
lain. Ruang perantara yang cukup besar, dapat menjadi ruang yang

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 19

dominan dalam hubungannya dengan ruang-ruang lain dan mampu
mengorganisir sejumlah ruang yang terkait. Bentuk ruang perantara
dapat terjadi dengan sendirinya atau ditentukan oleh bentuk dan
orientasi dari kedua ruang yang terkait.

Gambar 2.6 : contoh ruang yang dihubungkan oleh

sebuah ruang

Sumber : internet

2.4

SIRKULASI RUANG

Kita bergerak dalam waktu, melalui suatu tahapan, dan di dalam ruang. Kita
merasakan suatu ruang dalam hubungan di mana kita berada dan ke mana
kita menetapkan tujuan.Sirkulasi menghubungkan ruang satu dengan ruang
lainnya.sirkulasi dapat dilakukan dengan ruang yang sudah ada atau ruang
sendiri. Ada 3 materi yang dibahas dalam sirkulasi antar ruang.

1.Hubungan jalan dengan ruang

a. Jalan yang melalui ruang-ruang Jalan-jalan yang melewati ruang-ruang
dihadapnya, yang dapat menjadi sirkulasi bagi ruang.
•Kesatuan tiap-tiap ruang dipertahankan.

• Konfigurasi jalan fleksibeI.

• Ruang-ruang perantara dapat diprgunakan

• untuk menghut’ungkan jalan dngan ruangruangnya

Contoh :

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 20

Gambar 2.7: contoh hubungan jalan dengan ruang

Sumber : internet

b. Jalan yang menembus ruang. Jalan-jalan menembus masuk ke dalam
sebuah ruang, namun tetap memiliki sumbu perjalanannya.
•Jalan dapat menembus sebuah ruang menurut sumbunya, miring, atau

sepanjang sisinya.
•Dalam memotong sebuah ruang, suatu jalan menimbulkan pola-pola

istirahat dan gerak di dalamnya.

Contoh :

Gambar 2.8: jalan yang menembus ruang

Sumber: internet

c. Jalan yang berakhir di dalam ruang Jalan yang menembus masuk kedalam
ruang, atau tidaki, dan memiliki ujung sumbu perjalanannya, dan berakhir
pada sebuah ruang. Contoh :

Gambar 2.9 : jalan yang berakhir dalam ruang

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 21

Sumber : internet

2. Bentuk Ruang sirkulasi.

a. Tertutup Sirkulasi ruang hanya terbatas pada ruang beberapa sisi tertutup
yang biasanya membent galeri umum atau koridor pribadi yang berkaitan
dengan ruang-ruang yang dihubungan melalui pintu-pintu masuk pada bidang
dinding.

Contoh :

Gambar 2.10: sirkkulasi tertutup

Sumber : internet
b. Terbuka pada salah satunya. Sirkulasi ruang bisa didapatkan dari salah sati
sisi ruang yang terbuka. Membentuk baIkon atau galeri yang memberikan
kontinuitas visual dan kontinuitas ruang dengan ruang-ruang yang
dihubungkannya.

Contoh :

Gambar 2.11 : sirkulasi terbuka

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 22

Sumber : internet
c. Terbuka pada kedua sisinya. Sirkulasi ruang banyak didapatkan dari
berbagai tempat, karena kedua sisi terbuka luas. Membentuk deretan kolom
untuk jalan lintas yang menjadi sebuah perluasan fisik dari ruang yang
ditembusnya.
Contoh : Gambar 2.12: Sirkulasi terbuka pada
kedua sisi

Sumber : internet

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->