BAB IV BA B I V PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG DIWILAYAH STUDI DIWILAYAH STUDI

Dalam rangka pembuatan materi untuk menyusun skenario Film Layanan Masyarakat yang menggambarkan proses penyelenggaraan penataan ruang, selain mengacu kepada bahanbahan terkait seperti grand scenario gerakan kepedulian publik dalam penataan ruang serta peraturan perundang-undangan tentang penataan ruang juga dilakukan kajian tentang proses penyelenggaraan penataan ruang di wilayah studi. Sehubungan dengan kajian yang dilakukan, yang hasilnya akan digunakan sebagai materi untuk membuat Film Layanan Masyarakat dalam penyelenggaraan penataan ruang, maka sebagai kasus studi diadakan tinjauan terhadap 7 tujuh) kota, yakni: Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kota Pontianak, dan Kota Manado. Data-data dari ketujuh kota tersebut berupa data sekunder, yakni berupa dokumen tertulis/buku laporan; serta data primer, seperti pengamatan langsung di lapangan, wawancara/penyebaran kuesioner di lapangan. Kajian yang dilakukan tidak lepas dari hal-hal yang berhubungan dengan tipologi wilayah, nilai–nilai lokalitas wilayah, dan karakteristik kawasan yang terkait dengan penataan ruang. Dalam kaitannya dengan tipologi suatu wilayah/kota, dilihat dari aspek fisik geografisnya, maka terdapat adanya kota pantai/pesisir, kota pegunungan, kota di dataran rendah, kota di dataran tinggi. Kemudian dari fungsinya, maka antara lain terdapat adanya kota perdagangan, jasa, kota pariwisata, kota industri, kota pendidikan. Dengan adanya kondisi fisik yang berbeda, fungsi yang berbeda, adat istiadat setiap suku yang berbeda, maka akan memberi warna tertentu pada nilai lokalitas suatu wilayah/kota. Mengenai karakteristik kawasan, maka terdapat adanya: kawasan berkembang, kawasan

sedang berkembang, dan kawasan pengembangan baru. Dari perwujudan fisiknya, maka intensitas pembangunan di kawasan berkembang lebih besar dari pada kawasan sedang berkembang, dan intensitas pembangunan di kawasan sedang berkembang lebih besar dari pada kawasan pengembangan baru. Jika dilihat wilayah Indonesia secara keseluruhan, maka kawasan berkembang meliputi: Pulau Sumatera, Pulau Jawa; kawasan sedang berkembang:meliputi: Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi; dan wilayah di Indonesia bagian timur termasuk kawasan pengembangan baru.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Di samping kajian di atas, dilakukan juga kajian yang berhubungan dengan pemahaman (masyarakat) terhadap penyelenggaraan penataan ruang. Untuk memperoleh informasi sehubungan dengan kajian tersebut, maka dilakukan penyebaran kuesioner/wawancara kepada pihak yang relevan. Pihak yang dimaksud dikelompokkan atas 2 (dua) kelompok responden, yaitu: aparat pemda dan masyarakat umum. Materi yang ditanyakan/diajukan pada dasarnya untuk memperoleh jawaban yang berhubungan dengan: tingkat pengetahuan masyarakat sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang, pendapat masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang yang ada, tingkat kesadaran masyarakat terhadap masalah penataan ruang serta pandangan masyarakat mengenai informasi penataan ruang.

4.1

Gambaran Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota: Medan, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Pontianak, Manado

4.1.1 Kota Medan 4.1.1.1. Gambaran Umum Kota Medan A. Kondisi Umum Kota Medan berada pada 3º 30' - 3º 43' Lintang Utara dan 98º 35' - 98º 44' Bujur Timur dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Batas administrasi Kota Medan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang
Kawasan pusat kota dengan ciri khasnya gedung Kantor Pos yang dibangun Thn 1911 dan Tugu

: Kabupaten Deli Serdang dan Selat Malaka

B. Kondisi Fisik Luas Kota Medan 30.028,8 hektar (300,288 km²). Kota Medan merupakan salah satu dari 25 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dan merupakan pusat pemerintahan provinsi tersebut. Berdasarkan kondisi topografinya, Kota Medan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kota Medan merupakaan dataran rendah yang merupakan tempat pertemuan dua sungai penting, yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli.

IV - 2
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Secara geografis Kota Medan juga merupakan jalur sungai. Paling tidak ada 8 (delapan) sungai yang melintasinya. Adapun manfaat terbesar dari sungai-sungai ini adalah sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Penggunaan lahan di kota Medan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.1.1.1.1 Prosentase Luas Penggunaan Lahan di Kota Medan

Penggunaan Lahan Pemukiman Perkebunan Lahan jasa Sawah Perusahaan Kebun campuran Industri Hutan rawa

Prosentase (%) 36,3 3,1 1,9 6,1 4,2 45,4 1,5 1,8

Sumber : Kota Medan dalam Angka Tahun 2003, BPS Kota Medan

Kawasan Kota Medan yang termasuk dalam kawasan perkotaan Mebidang (Medan-BinjaiDeli Serdang) mencakup kawasan pantai timur berbatasan dengan Selat Malaka menuju arah selatan yang merupakan kaki Bukit Barisan. Dari segi morfologi, kawasan tersebut merupakan wilayah datar sampai landai dengan kelerengan kurang dari 3%, hingga daerah berbukit di bagian selatan dengan kelerengan lebih dari 16%. Kota Medan dikelilingi Kabupaten Deli Serdang, yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA), khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Di samping Kabupaten Deli Serdang, secara geografis Kota Medan didukung oleh daerah-daerah lainnya yang juga Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli kaya akan SDA. Daerah-daerah tersebut adalah:

Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini menjadikan Kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan dan saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya. Disamping itu, sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Dari posisi geografis ini, secara fisik telah mendorong perkembangan Kota Medan kedalam 2 (dua) kutub pertumbuhan, yaitu daerah terbangun Belawan dan pusat Kota Medan saat ini.
IV - 3
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

Pertambahan penduduk Kota Medan dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003 sebanyak 151.340 jiwa total penduduk yang bekerja.67%.88%.53%).639 jiwa/km². Sosial dan Perorangan Jumlah Sumber: Kota Medan Dalam Angka 2003. pertanian 6.5% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. tercermin dari perekonomiannya.602 jiwa. Dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003.1. peternakan dan perikanan Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik.2 Jumlah Penduduk Yang Bekerja dan Terdaftar Menurut Lapangan Usaha Di Kota Medan Tahun 2003 Lapangan Usaha Pertanian.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. yaitu sebanyak 1.010 jiwa dari 1. Pada tahun 2002. jumlah penduduk yang bekerja tersebut meningkat tajam sebesar 23. BPS Kota Medan 2003 0 0 1. listrik. IV .842. gas dan air 6.340 D.1. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Medan pada tahun 2003 adalah 1.130 jiwa per tahun (jumlah penduduk Kota Medan tahun 1993 adalah 1.95 % (tahun 1993 penduduk yang bekerja berjumlah 321 jiwa).42%. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Kota Medan yang telah terdaftar di Departemen Tenaga Kerja adalah di sektor industri pengolahan. Gas dan Air Bangunan Perdagangan. Usaha Persewaan bangunan/tanah dan Jasa Perusahaan Jasa Kemasyarakatan. hotel dan Restoran Angkutan. Pergudangan dan Komunikasi Keuangan.010 0 0 224 0 0 86 1.6%. laju pertumbuhan ekonomi Kota Medan terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 4.1. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Medan.993. dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 6. Beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata yakni sektor penggalian 9. Tabel 4.300 jiwa).4 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .302 jiwa atau rata-rata 15. Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap pendapatan regional. keuangan 7. Asuransi. pada tahun 2002 sektor perdagangan memberikan kontribusi yang sangat dominan (34.

1.75 886. 2.538. Peta-peta Blad yang merupakan rencana teknis dan telah ada sejak lama.85 271.001.156. IV .97 833.59 1.985.275.87 1.54 259.3 PDRB Kota Medan Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian Penggalian Industri Pengolahan Listrik.191.534.971. Rencana Umum Tata Ruang Kota Medan (RUTRK) Tahun 1995 – 2005.52 5.31 228.044.107. Tahun 2003.093. yang saat ini sedang direvisi untuk masa 2005-2015.21 1999 292.984. Tanah dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB 404.52 973.689.82 763.40 1.07 5.19 5.5 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .126.000 (setingkat RDTRK) sebanyak 66 lembar.274.390.1.000.79 1.853.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Medan A.54 640.799.453.15.568.30 764.05 197. 4 tahun 1995.752.101.1.78 273. merupakan bagian dari Pola Dasar Pembangunan Kota Medan dalam aspek fisik yang disahkan dalam Peraturan Daerah No.272.549.83 1.25 260.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan Jumlah Penduduk.14 2000 320.952.062.1.479.651. Produk Rencana Tata Ruang Kota Medan Produk Rencana Tata Ruang yang menjadi pedoman dalam penataan kota dan bangunan saat ini terdiri dari: a. mencakup wilayah pusat Kota Medan.49 829.29 2002 358. BPS Kota Medan 4. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 5.045.497.97 5.095. Rencana Sub Sub Wilayah (RSSW) yang telah ada sejak tahun 1978.65 588. b. Tabel 4.173.041.353. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. Assuransi.18 425.938.884. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Medan menurut lapangan usaha tahun 2002 atas dasar harga konstan tahun 1993 mencapai Rp.957.66 Sumber: Kota Medan Dalam Angka.222.71 471.521.20 447.590.07 717.558. Usaha Persewaan Bangunan.64 1.08 701.782.52 789.68 434.85 708.878.873.010. c.67 818.282.1.33 2001 335.501.003. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 1.59 247. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 20.03 292.000.

tentang Penyempurnaan Surat Keputusan Walikota Medan No. Gambar 4. 3.2.1 Salah satu contoh Produk RTR Kawasan Mebidang Selain Perda tentang RTRW Kota Medan. peraturan lainnya yang berkaitan dengan penataan ruang adalah : 1. Surat Keputusan Walikota Medan No. 4. 188. 2. Perda RTRW Kota Medan menjadi pedoman dalam penyusunan Perda-Perda dan Surat Keputusan Walikota yang mengatur tentang penataan ruang kota Medan.1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain ketiga produk hukum tersebut.342/3017/SK/2000. 9 Tahun 2002 tentang Izin Mendirikan Bangunan. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan dalam Daerah Kota Medan.342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No. 188. 188.1. IV . Kota Medan termasuk dalam Kawasan Perkotaan Mebidang. Surat Keputusan Walikota Medan No.6 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sehingga dalam penyusunan rencana tata ruang untuk kawasan Mebidang tersebut dikoordinasikan oleh Gubernur Propinsi Sumatera Utara sesuai dengan Pasal 8 ayat (3) UU No. Perda No. 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Perda No. 17 Tahun 2002 tentang Peruntukan Penggunaan Tanah.342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan Dalam Daerah Kotamadya DT II Medan.

• • Penataan pedagang Buku Titi Gantung sebagai kesatuan ruang Kesawan (fungsi Wisata). • Penataan pasar ikan lama: pengembalian fungsi Jl. dilakukan melalui kegiatankegiatan sektoral maupun terintegrasi. antara lain: • Pembangunan jalan lingkar luar dan jalan-jalan penghubung (Jl. Pemanfaatan Ruang Kota Medan Dalam hal pelaksanaan penataan ruang (pemanfaatan ruang). maka perkembangan kawasan perkotaan Mebidang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. Titi Gantung dan Mesjid Raya Istana Maimoon) serta revisi perda. baik ditinjau dari segi homogenitas maupun fungsi ekonominya. dan Kabupaten Deli Serdang. untuk menghindari perkembangan perkotaan yang terus meluas sejalan dengan kecenderungan perkembangan saat ini. Penataan kawasan kumuh dan lalu lintas. Pada tahap II akan dikembangkan pula di Jl. IV . Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya struktur ruang tersebut adalah: • Pengembangan Kawasan Polonia di Kota Medan sebagai pusat Bisnis dan Keuangan • Pengembangan Kota Binjai dan Lubuk Pakam sebagai kota mandiri yang mengimbangi perkembangan Kota Medan • Pengembangan kawasan-kawasan prospektif ekonomi di Kawasan Pelabuhan Laut Belawan dan Bandar Udara baru Kuala Namu • Pengembangan jalan tol Medan-Binjai dan Medan-Kuala Namu • Perkembangan memita (ribbon development) antara pusat-pusat kegiatan Melihat perkembangan Kota Medan yang semakin pesat. Salah satu kawasan kumuh dibantaran sungai Jalan Suprapto Salah satu gedung bersejarah di Jalan Imam Bonjol Selain pemanfaatan lahan untuk penataan ruang di atas. Kota Binjai. Ahmad Yani II dan relokasi pedagang/penjahit yang menggunakan jalan tersebut. Wazir. • Penataan kawasan Jl.7 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Ahmad Yani/Kesawan menjadi pusat jajan malam hari. • Pelestarian bangunan/lingkungan bersejarah yang dilakukan melalui revitalisasi (Kesawan. Lingkup wilayah MMA atau Kawasan Perkotaan Mebidang ini meliputi Kota Medan. terkait dengan proyek MMUDP yang telah rampung pada tahun 2003/2004. Setia Budi dan Jl. diarahkan membentuk pola ribbon (pita) dengan desentralisasi pusat-pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan perlunya penetapan wilayah Metropolitan Medan (Medan Metropolitan Area/MMA) sebagai satu kesatuan wilayah pengembangan. Marelan). khususnya Kota Medan.

penghapusan rencana jalan. 9 tahun 2002). Peningkatan estetika kota f. Kegiatan ini dilakukan dalam kajian khusus di Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kota Medan melalui upaya perubahan peruntukan. Belawan (industri dan pelabuhan laut). Rencana perluasan Kota Medan c. 17/2002 tentang pengendalian perubahan peruntukan tanah/penghapusan rencana jalan dan dispensasi GSB melalui pemberatan retribusi menjadi jauh lebih tinggi (berdasar SK Walikota Medan mengenai harga dasar tanah tahun 1995 menjadi berdasar NJOP) • Mempermudah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi rencana kota melalui : IV . • • • • Pengawasan dan penindakan (pembongkaran) bangunan bermasalah (tidak memiliki ataupun menyimpang IMB). Pengendalian rencana tata ruang e. Meminimalisir pembangunan rumah petak/ruko 4 (empat) lantai melalui cara disinsentif retribusi yakni tarif dua kali dari ketentuan (Perda No. Untuk segi pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. C. Pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan juga dengan pemberian perizinan yaitu melalui Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. dispensasi GSB maupun aspek lainnya. Peningkatan pelayanan umum Dengan pengembangan di atas. dan Kuala Namu (bandar udara).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Penataan dan penyediaan wadah/ruang-ruang bagi kegiatan yang akan menunjang Kota Metropolitan dilakukan melalui: b. Perda No.8 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . maka pemanfaatan ruang di Kota Medan sebagian besar dimanfaatkan sebagai pusat-pusat kegiatan perekonomian. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Medan Pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait. Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus. Pelaksanaan penataan ruang d. Pengendalian rencana/pemanfataan ruang dilakukan dalam bentuk: • Penyesuaian dan evaluasi secara parsial rencana tata ruang dengan perkembangan kota yang terjadi. dimana kegiatan ekonomi yang prospektif adalah di Medan kota inti (pusat bisnis dan keuangan). Pengendalian kawasan resapan air (selatan) dengan koefisien Dasar Bangunan di Bagian Selatan Kota.

berwarna dan berbau (akibat pencemaran).100 Ha.1. b.Jaringan jalan yang belum terstruktur menurut kebutuhan hirarki jalan .3 Isu Permasalahan Kota Medan Selain memiliki potensi perkembangan kota.Pembangunan tanggul 25 tahunan yang menghadapi kendala teknis dari segi kapasitas konstruksi serta sarana bantuannya.Kemacetan lalu lintas .Kualitas air sumur dangkal yang masih rendah: asin. 17/2002). Permasalahan Kota Medan meliputi : • Bidang Transportasi .1.Penurunan kapasitas jalan lokal karena lokasi terminal angkutan antar kota di pusat kota . IV . dimana tarifnya telah dipermurah (Perda No.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan a.Ketersediaan air dan kapasitas distribusinya masih rendah . masyarakat umum. . Drainase/Pengendalian Banjir .Beban lalu lintas terusan . akibat aliran air yang lamban ke arah muara karena rendahnya beda ketinggian dan tingkat presipitasi setempat. . melanda areal seluas ± 1. 4.Tingkat kesadaran masyarakat untuk memelihara prasarana drainase masih rendah.9 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu banjir di Kota Medan yaitu di Jalan Putri Hijau akibat sistem drainase yang kurang baik Salah Satu kemacetan di kota Medan .Masih rendahnya tingkat pelayanan air bersih perpipaan .Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi (30%) . Kota Medan juga memiliki beberapa permasalahan di dalam penataan ruang.Manajemen lalu lintas belum mendukung rencana integrasi ruang ke dalam kawasan perkotaan Mebidang • Bidang Sarana dan Prasarana a.Banjir di Kota Medan bagian utara.Penurunan kapasitas Bandara Polonia . b. Informasi secara formal melalui Keterangan Rencana Peruntukan (KRP). dunia usaha di kantor DTK dan TB lantai II. Air Bersih . Informasi secara informal untuk mahasiswa.

Banyaknya permukiman kumuh yang timbul di sepanjang kali/sungai yang tidak tertangani dengan baik.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Bidang Struktur Ruang Kota . . Kawasan kumuh yang berada di Jalan Kejaksaan dan Jalan Suprapto. Kawasan perdagangan yang tidak tertata dengan baik. .Pemanfaatan ruang kota yang tidak tertata dengan baik. Kota Medan .Perkembangan linier sepanjang rute yang memanjang. seperti pemanfaatan fungsi perkantoran yang dicampur dengan fungsi perdagangan. dimana pemanfaatannya juga terdapat fungsi perkantoran Lokasi permukiman di Padang Bulan yang dekat dengan Bandar Udara Polonia yang berjarak ± 300 meter IV . sehingga keberadaan permukiman sangat mengganggu ruang gerak penerbangan di bandar udara tersebut.10 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .Perkembangan kawasan kota yang cenderung ekstensif. .pemanfaatan lahan untuk permukiman yang ada di dekat bandar udara Polonia jaraknya sangat dekat (± 300 m). fungsi pemerintahan dan perkantoran atau sebaliknya.

1 Gambaran Umum Kota Bandar Lampung A. Letaknya yang strategis.105º 37' Bujur Timur.18 km² dengan jumlah kecamatan sebanyak 13 kecamatan. Kegagalan pengembangan kota-kota kecil mandiri yang menyebabkan meningkatnya ketergantungan terhadap kota-kota utama (Medan.Sebelah Barat .2 Kota Bandar Lampung 4.Sebelah Timur : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan.1. yang disertai dengan pusat pelayanan dan permukiman skala besar tanpa kawasan penyangga antara Kota Medan dan Kuala Namu. karena sebagai daerah transit kegiatan perekonomian antar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.2.5º 30' Lintang Selatan dan 105º 28' . Beberapa faktor yang mempengaruhinya dan perlu diantisipasi dalam pengembangan perkotaan tersebut antara lain: • • • Pengembangan beberapa kota baru dan permukiman skala besar yang berada terlalu dekat dengan Kota Medan. • • • Pengembangan jalan tol baru yang menghubungkan Binjai-Medan-Kuala Namu Pengembangan jalan lingkar luar Kota Medan. Pengembangan jaringan jalan yang merangsang pengisian ruang secara ekstensif. Luas wilayah Kota Lampung adalah 192. Kota bandar Lampung berada pada Teluk Lampung. Secara geografis Kota Bandar Lampung terletak pada 5º 20' .1.11 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu pintu masuk Kota Bandar Lampung dan Ciri Khas Kota Bandar Lampung .Sebelah Selatan . di ujung selatan Pulau Sumatera. Teluk Lampung : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan IV . Kondisi Umum Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung. 4.Sebelah Utara .batas administrasi Kota Bandar Lampung adalah: . industri dan pariwisata. Batas.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pengembangan kawasan perkotaan Mebidang cenderung untuk membentuk suatu pola ruang yang ekstensif. Binjai. sehingga menguntungkan bagi pertumbuhan dan pengembangan Kota Bandar Lampung sebagai pusat perdagangan. dan Lubuk Pakam). Pengembangan bandara baru di Kuala Namu.

landai sampai miring 35%. 3. 6.07 54.201. Selain itu wilayah Kota Bandar Lampung sebagian merupakan perbukitan.01 9. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4. sangat miring sampai curam 4%.447. dimana daerah hulu sungai berada di bagian barat.1. daerah hilir sungai berada di selatan yaitu pada dataran pantai.55 256. 4. Tabel 4.1. Luas (Ha) 5.85 1. Teluk Lampung dan pulau-pulau kecil bagian selatan Kondisi fisik Kota Bandar Lampung yang Berbukit Batu Di bagian tengah Kota Bandar Lampung mengalir sungai-sungai. Luas wilayah yang datar sampai landai 60%.67 10. Tahun 2003.1 Luas Penggunaan Lahan Di Kota Bandar Lampung Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan 1.1.5% dari luas lahan seluruhnya.2.75 406.33 1. 2.95 6.39 38. 5.218. 7.30 375.477. Daerah pantai yaitu sekitar Teluk Betung bagian selatan dan Panjang 2.51 0. 9.55 % 31.12 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .52 2.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. Kondisi Fisik Kawasan perkotaan Kota Bandar Lampung terletak pada ketinggian 0 – 700 m di atas permukaan laut dengan topografinya terdiri dari: 1.01 Ha atau 54.01 482.12 1.971. Daerah dataran tinggi serta sedikit bergelombang terdapat di sekitar Tanjung Karang bagian barat yang dipengaruhi oleh gunung Balau serta perbukitan Batu Serampok dibagian timur selatan 4.25 0.1. Permukiman Pertanian Hutan Rawa Perusahaan Industri Jasa-jasa lainnya Tanah Kosong tidak diperuntukan Jumlah Sumber: Kota Bandar Lampung Dalam Angka. Penggunaan lahan di Kota Bandar lampung sebagian besar dimanfaatkan sebagai lahan pertanian seluas 10. 8.02 19.1.05 2.2.20 100 IV . Daerah perbukitan yaitu sekitar Teluk Betung bagian utara 3.

532 394.695.176 406.487 8.715 260.788 269. perdagangan. sedangkan untuk tahun 2003 laju pertumbuhannya sebesar 6.10%. D.941. Salah satu pusat perbelanjaan Kota Bandar Lampung Kawasan kegiatan perekonomian Kota Bandar Lampung Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan jumlah penduduk. 5.877 251.94. serta pengangkutan dan komunikasi 8. 2. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.748.079 166.010 1.870 1.188 8. dan Jasa erusahaan Jasa-jasa PDRB 2000 53.563 2002 46.41%. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Bandar Lampung adalah 790.199 171. Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap PDRB Kota Bandar Lampung.427 316. 2.796 323. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Bandar Lampung pada tahun 2003 mencapai Rp.078 346.1. 4. persewaan & jasa perusahaan 27%. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.258 41. 3. pada tahun 2003 masih sangat dominan berasal dari sektor perdagangan.909.548 378.782 40.454.2 PDRB Kota Bandar Lampung Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung.Tabel 4.841 242.276 48.272 2003 46.083 183. 6. Pada tahun 2003.095 43.96%.361 132.52% dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003.011 322. hotel dan restoran 10.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C.217 402.267 407.049 jiwa.189 173. hotel dan restoran sebesar 23. 7.13 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .441 144. 8.330 2001 45.711 123.524 1. Persewaan. Pertambahan penduduk Kota Bandar Lampung dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 rata-rata pertahunnya adalah 16. laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 14. Sumber: Pemerintah Kota Bandar Lampung. Peternakan.010 35. tercermin dari perekonomiannya.895 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 41 jiwa/km².611 9.542 441.1. 9.576 1.26%.473 180. IV . Tahun 2003.2.596 8.869 326. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik. Ada beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata pada tahun 2003 yakni sektor keuangan.815.814 1.

1 Gambaran Umum Kota Semarang A. Semarang sangat berperan. lada dan pisang.3.Permukiman Kumuh . yang terdiri dari: . Dalam perkembangan dan pertumbuhan Jawa Tengah.Supremasi Hukum • Lingkungan dan Tata Ruang .2 Isu Permasalahan Kota Bandar Lampung Isu permasalahan pembangunan Kota Bandar Lampung berkaitan dengan penataan ruang. Salah satu pelabuhan yang ada di Kota Bandar Lampung 4.Penyelenggaraan Pemerintahan . yang terdiri dari: . Kondisi Umum Kota Semarang termasuk dalam kawasan strategis Kedungsepur (Kabupaten Kendal.Kualitas Lingkungan Permukiman • Manajemen Kota.Sanitasi Wilayah Pantai 4. Kabupaten Grobogan).Pengerukan Bukit .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Ekspor produk hasil bumi yang menjadi andalan Kota Bandar Lampung adalah kopi.1. Kabupaten Demak. jaringan transport darat (jalur kereta api dan jalan) serta transpor udara yang merupakan potensi bagi simpul transport Regional Jawa Tengah dan kota transit Regional Jawa Tengah. Kota Salatiga.Penyelenggaraan Pembangunan Kota Berbasis Masyarakat dan Keswadayaan . IV . antara lain adalah: • Kemiskinan Kota.Penyelenggaraan Pelayanan Umum .1. terutama dengan adanya pelabuhan. di mana pelabuhan ini merupakan pelabuhan satu-satunya pelabuhan ekspor yang dimiliki oleh Kota Bandar Lampung. Kota Semarang.3 Kota Semarang 4. Sarana ini merupakan salah satu penunjang kelancaran perdagangan di Kota Bandar Lampung. Pengiriman ekspor hasil bumi ini dilakukan melalui Pelabuhan Panjang.Drainase .1.2.14 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu cirri khas Kota SEmarang .

711.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Posisi lain yang tak kalah pentingnya adalah kekuatan hubungan dengan luar Jawa. agak curam (16. curam (3. yang merupakan pantai dan dataran rendah.00 diatas permukaan laut (DPL).05%).15 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . koridor Timur ke arah Kabupaten Demak/Grobogan dan Barat menuju Kabupaten Kendal.93 Ha. Di bagian Utara. Kondisi Fisik Ditinjau dari topografinya. IV . secara langsung sebagai pusat wilayah nasional bagian tengah. Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu. Kota Semarang terletak di pantai Utara Jawa Tengah. Letak geografi Kota Semarang ini dalam koridor pembangunan Jawa Tengah dan merupakan simpul empat pintu gerbang. yakni koridor pantai Utara.6 Km : Kabupaten Semarang : Kabupaten Kendal : Kabupaten Demak B. Dilihat dari kemiringan lereng di Kota Semarang sebagian besar wilayahnya memiliki tingkat kemiringan lereng yang datar dan landai (78.2% sedang ketinggiannya bervariasi antara 0-3.110º 5' Bujur Timur. yang melibatkan variabel jarak dan jumlah penduduk Kondisi lahan terbangun. luas wilayah Metropolitan Semarang adalah sekitar 33. Penentuan batas wilayah metropolitan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Pendekatan titik henti. sebagai bahan pertimbangan pengaruh langsung kedekatan Kota Semarang dengan hinterlandnya. dengan kemiringan 2 .27%). yang terdiri dari 16 wilayah kecamatan.40% dan ketinggian antara 90 . wilayah Kota Semarang terdiri dari dataran rendah (daerah pantai) dan dataran tinggi (daerah perbukitan).5 M DPL.7º 10' Lintang Selatan dan 109º 35' . dengan pertimbangan teori tempat pusat (central place). Kota Semarang terletak pada ketinggian antara 0.200 M DPL.75 sampai dengan 384. tepatnya pada garis 6º 5' . Secara keseluruhan. Kondisi lahan terbangun di Kota Semarang dan daerah sekitarnya menunjukkan adanya aglomerasi kegiatan dan fasilitas yang cukup tinggi di satu pusat (pusat pertumbuhan/growth centre) Adapun batas-batas administrasi Kota Semarang: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Laut Jawa dengan panjang garis pantai meliputi 13.57%).11%). dan terjal/sangat curam (2. memiliki kemiringan 0 . koridor Selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang. Di bagian Selatan merupakan daerah perbukitan.

yaitu sebesar 39.1 Luas Penggunaan Lahan Kota Semarang.07 9.377.93 C.711.03 33. Dengan komposisi struktur pendidikan demikian ini cukup mendukung perkembangan Kota Semarang.45% dari lahan bukan sawah.3.658 Ha (9.378. Tabel 4.298. bahkan tidak sedikit yang lulus SLTA dan Sarjana.68%) dan terendah adalah pendidikan Akademi/D3 sebanyak 46. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan hasil registrasi penduduk tahun 2003. dapat kita lihat bahwa rata-rata anak usia sekolah di Kota Semarang dapat melanjutkan hingga batas wajib belajar sembilan tahun.79%) tanah sawah dan 3.81 1. dimana pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah pendidikan SD sebanyak 294.1.21%) bukan tanah sawah. mencapai 1. Tahun 2002 Penggunaan Lahan Pekarangan & Bangunan Tegalan & Kebun Padang Gembala Tambak/Kolam Rawa Lain-Lain Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka.06 651. apalagi peningkatan kualitas penduduk yang selalu mendapat prioritas utama didalam upaya peningkatan kesejahteraan. dengan pertumbuhan penduduk sejak tahun 2001 sebesar 2. Luas (Ha) 13.1.243.34 8. namun demikian dapat dicatat bahwa pada tahun 2001 penduduk Kota Semarang telah bebas dari 3 (tiga) buta: buta aksara. buta angka dan buta pengetahuan dasar. Jumlah usia produktif di Kota Semarang sekitar 68. penduduk lebih terpusat di pusat kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari luas wilayah yang ada.388.894 jiwa. Tahun 2002. Meskipun masih ada sebagian yang tidak mengenyam pendidikan formal.089 jiwa.16 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .371 Ha (90. lahan kering sebagian besar digunakan untuk tanah pekarangan/tanah untuk bangunan dan halaman sekitar. Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan sebanyak 1. Tingkat kepadatan penduduk memang belum merata.435 jiwa (23.193 jiwa ada.62 115.25% dari jumlah penduduk yang IV .09%. Menurut penggunaannya. Dari aspek pendidikan. terdiri dari 3.881.

302 77.3. sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor pertanian sebesar -9.56 26.95 11.805 % 2.1.01 23.-.45 3.5 100 D.417 28.1.III Tamat Universitas Jumlah Jumlah 74.405.3.894 47. pertumbuhan.398 87.824 179.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.27 2. jumlah penduduk yang bekerja sebesar 818.2 Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Di Kota Semarang Tahun 2003 Tingkat Pendidikan Tidak Sekolah Belum Tamat SD Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat Akademi/D.089 Prosentase 5. Hampir seluruh paling sektor besar ekonomi pada Sedangkan PDRB menurut tahun 2001 mengalami sektor lapangan usaha tahun 2002 berdasarkan atas dasar harga konstan tahun 1993 sebesar Rp.394.26 10.315 1.634 818.435 252.1.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Semarang Tahun 2003 Mata Pencaharian Petani Sendiri Buruh Tani Nelayan Pengusaha Buruh Industri Buruh Bangunan Pedagang Angkutan PNS & ABRI Pensiunan Lain-Lainnya Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Jumlah 22.41%.055 2. Perekonomian Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2003 sebesar 5.26 3. 5.227 17.243.547 124. IV .208 19.7 4.833 132.27 21. dimana terbesar adalah bekerja pada sektor industri sebanyak 179. Tabel 4.68 20.11%.585 37.030 139.322 216.47 10.475 294.314 46. Sektor yang mengalami pertumbuhan adalah pertambangan dan penggalian sebesar 8.079 264.18 22 16.20 9.833 jiwa.66%.805 jiwa.1.33 0.80 100 Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Dilihat dari mata pencaharian/lapangan kerja.17 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .77 3.239.71 2.

400 1.070 196.410 340.615. dan Jasa Perusahaan 9. Prasarana dan sarana perhubungan juga memegang peranan penting dalam rangka pengembangan perekonomian Kota Semarang.124. Surabaya. Cilacap.349 1. Denpasar. seperti: Tegal.628.074. laut.142. Untuk perhubungan udara. Jakarta. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik. dan kota-kota di pulau Sumatera.1.403 671.132 1.755.230.802.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4. Malang. 5. Pelabuhan laut Kota Semarang. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia.657 12.210 1.431.304 714.566 350.260.083 364.476. Jasa-jasa PDRB 1.950. Magelang.847. Untuk angkutan penumpang.904 2001 36. dan Indonesia bagian timur (Makassar).4 PDRB Kota Semarang Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2001 Lapangan Usaha Pertanian.039. yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada.085. Peternakan.643 14.532.903.277 77.331. Purwokerto.900. Cirebon. maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur). Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. yaitu: Bandara Ahmad Yani. Jakarta. dengan intensitas tinggi.838. Kalimantan. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang–Karimunjawa. Melihat pola pergerakan yang dihubungkan dengan moda darat. Persewaan.767. termasuk kapal turis luar negeri. Surakarta. 8. melayani: Semarang. 3.163. 4. 4. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Semarang pada tahun 2003 sebesar Rp. 2000 40.705. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.-.088. 7. Yogyakarta.523. Tahun 2002. udara.913. IV .800 74. Bandung. Madiun. Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar.194 5.974 5.1. 6.3. 2.239. Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang.825 183. melayani angkutan penumpang dan barang.18 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . PDRB per kapita.405.394 Sumber: Pemerintah Kota Semarang.001 397. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas.

maka Bappeda berperan sebagai koordinator perencanaan pembangunan kota.24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang yang menyebutkan bahwa ’rencana tata ruang ditinjau kembali dan atau disempurnakan sesuai dengan jenis perencanaannya secara berkala’.3. Mengembangkan karakteristik dan potensi ruang kota sesuai dengan kondisi fisik gegrafis yang berciri perbukitan kota atas. Evaluasi/revisi rencana tata ruang ini sejalan dengan pasal 13 ayat (2) UU R. ekonomi yang berpengaruh pada pemanfaatan ruang wilayah. dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing global.1. IV . Mengembangkan ruang kota yang memacu perkembangan regional segitiga Semarang. dan budaya yang berkualitas. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). ekonomi. Pemanfaatan ruang kota yang memberikan potensi bagi tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan dan sumber daya lokal.19 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik mampu . dengan hutan dan pertanian serta kawasan kota bawah dengan pengembangan garis pantai (water front development). Konsepsi pengembangan tata ruang wilayah Kota Semarang.I No. Mengendalikan pemanfaatan ruang di kawasan lindung dan budidaya unuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.2010 yang merupakan arahan bagi pemanfaatan ruang di wilayah Kota Semarang. Penyusunan RTRWK Semarang Tahun 2000 – 2010 dilakukan dengan adanya masukanmasukan dari dinamika perkembangan aspek-aspek sosial. Memelihara dan merevitalisasi semua potensi kesejarahan ruang kota yang menciptakan kehidupan sosial.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. merupakan hasil evaluasi/revisi RTRWK Semarang yang disusun tahun 1994/1995. Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu menciptakan perkembangan keterikatan potensi dan pusat pengembangan timbal balik dengan daerah metropolitannya (Kedungsepur). dengan masukan materi berasal dari berbagai dinas atau sektor. Perencanaan Tata Ruang Kota Semarang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Semarang Tahun 2000 . Solo dan Jogyakarta (Joglosemar). adalah: Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu memanfaatkan dan mengembangkan potensi sebagai simpul perkembangan nasional dan regional. Peranan Bappeda ini termasuk juga dalam hal menyusun rencana tata ruang kota Semarang. fungsi Kota Semarang adalah sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Kota Semarang beserta kota/kabupaten lain/wilayah di sekitarnya termasuk dalam wilayah Pengembangan Kawasan Semarang-Demak.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Semarang A. Dari segi kelembagaan. Dalam hal ini.

Kabupaten Semarang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kemudian kota lainnnya. yaitu Mranggen. Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak. perdagangan dan jasa. Salatiga berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Purwodadi berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Kaliwungu. Kota Salatiga. Genuk. Pemanfaatan Ruang yang digunakan untuk Bangunan Bersejarah Di Kota Semarang Wilayah pinggiran ini merupakan kota transisi. Ungaran. Untuk perkembangan daerah industri lebih condong dipusatkan pada daerah Kaliwungu (Kabupaten Kendal) karena letaknya yang strategis dan didukung oleh sarana transportasi yang baik. Sayung. Demak berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Metropolitan Semarang termasuk dalam Wilayah Pembangunan I.Solo. maka dari jaringan transportasi (jalan) Kota Semarang meliputi: Arteri primer utama : Kota Semarang – Bawen .20 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Sedangkan terminal Kota Semarang terdiri atas: - . Boja. Ungaran berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Terminal tipe B dan C tersebar di kota kecamatan. Kolektor primer : Semarang . Selain itu. Keterbatasan lahan perumahan yang ada di Semarang menyebabkan disediakannya lahan cadangan untuk perumahan di sekitar Mranggen (Kabupaten Demak) dan daerah Boja (Kabupaten Kendal) yang mempunyai daerah terbuka yang cukup luas dan merupakan daerah cadangan resapan air tanah. yang mencakup wilayah Kota Semarang. Terminal tipe A (antar kota antar provinsi). Terminal Pangkalan Truk Mangkang.Purwodadi.Yogyakarta. perkembangan industri diarahkan pula di daerah Sayung (Kabupaten Demak) yaitu industri pengolahan. Adanya keterbatasan lahan di wilayah Kota Semarang. Arteri primer bagian utara : Weleri – Kendal – Semarang – Demak. Semarang – Bawen . dimana terjadi peralihan dari struktur pertanian menuju industri. Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Perkembangan Metropolitan Semarang terjadi seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk dan tuntutan akan fasilitas pelayanan yang dibutuhkan. yaitu: Kendal. industri kimia dan aneka industri. berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). B. Pringapus dan Bergas. Watugong. Berdasarkan sistem perkotaan Jawa Tengah. sehingga menyebabkan terjadinya ekspansi ke daerah pinggiran Kota Semarang. IV . Sejalan dengan struktur pemanfaatan ruang.

Kalimantan. Dalam pengendalian pemanfaatan Kota Semarang. Untuk perhubungan udara. Pengarahan jenis dan intensitas pemanfaatan ruang sesuai dengan struktur dan pola pemanfaatan ruang yang hendak dicapai. Cilacap. madiun. Bandung. sasarannya adalah: Perlindungan terhadap kawasan lindung dari budidaya yang tidak diijinkan di atasnya. Surabaya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pelabuhan laut Kota Semarang. Yogyakarta. dan kota-kota di pulau Sumatera. termasuk kapal turis luar negeri. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang kota Semarang meliputi: Proses pengawasan/pemantauan. Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang. terutama terhadap bentuk-bentuk pemanfaatan yang 4. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang – Karimunjawa.3. Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar. Melihat pola pergerakan yang dhubungkan dengan moda darat. dan Indonesia bagian timur (Makasar). yang mana pada proses ini terjadi penyaringan atau pengaturan agar pemanfaatan ruang sejalan/sesuai dengan kebijakan. maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur). melayani rute Semarang. C. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas. udara. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. yaitu bentuk pengendalian terhadap melanggar peraturan perundangan yang berlaku. peraturan yang berlaku. melayani angkutan penumpang dan barang. terdapat Bandara Ahmad Yani. laut.21 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . IV . pemanfaatan ruang yang sudah terjadi. Jakarta. Denpasar. Magelang. Purwokerto. Surakarta. Malang. yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada.3 Isu Permasalahan Kota Semarang • Transportasi Ketidakmampuan jalan kota dalam menampung pergerakan penduduk Tingkat kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan jasa angkutan umum mulai terganggu. seperti: Tegal. Untuk angkutan penumpang.1. Proses penertiban/perijinan. Jakarta. Cirebon. dengan intensitas tinggi.

yang bergerak di bidang jasa/perdagangan. Sanitasi . Persampahan . sebagai lokasi permukiman penduduk miskin perkotaan.Kurang optimalnya pengelolaan DAS dan tingkat sedimentasi yang tinggi c.Terbatasnya kemampuan pemerintah kota dalam penanganan sampah kota .22 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Air Bersih . menyebabkan aliran air menjadi lebih panjang.Terbatasnya lahan untuk TPA d. saluran terbuka air hujan digunakan pula sebagai saluran air limbah . menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan air . dan lain-lain) b. • Sarana dan Prasarana a.Tingginya tingkat kepadatan penduduk serta kondisi tanah dan air yang tidak cocok untuk penggunaan septic tank (muka air tanah yang tinggi dan tanah kedap air) • Timbulnya kawasan-kawasan kumuh kota. • Munculnya pedagang kaki lima. di beberapa ruas jalan kota. IV . Drainase/Pengendalian Banjir .Belum adanya sistem perpipaan air limbah.Masih belum jelasnya distribusi tugas dalam pengumpulan sampah . bendungan. menyebabkan kemampuan dan kinerja sistem drainase semakin menurun . • Banyaknya lokasi permukiman yang tidak sesuai dengan tata ruang (terutama perumahan informal yang dibangun oleh masyarakat).Timbulnya banjir kiriman.Terbatasnya kapasitas sumber daya air dan masih minimnya upaya untuk memobilisasi sumber daya air potensial lainnya (sungai.Terbatasnya sumber air baku yang berkualitas .Naiknya muka air pasang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Keterbatasan dana untuk kegiatan pemeliharaan/peningkatan kualitas fisik badan jalan.Perubahan garis pantai.Masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih .Kurangnya pemeliharaan terhadap jaringan drainase kota.Perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas. naiknya muka air banjir dan pendangkalan di saluran drainase utama . sebagai dampak dari perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas . menimbulkan rob di Semarang Utara .

perencanaan dan penanganannya perlu diintegrasikan dengan Kota Semarang. yaitu Busan (Korsel). Kochi (Jepang) dan Seattle (AS). Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. Kota Surabaya juga merupakan pusat kegiatan dan pelayanan dalam lingkup regional. Kota Surabaya merupakan Pusat Perkembangan Wilayah Indonesia Timur.23 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Timur. IV .1. diantaranya dalam bidang manajemen perkotaan dan perlindungan lingkungan hidup. 4. Kesamaan geografis dan aktivitas kota mendorong terwujudnya kerjasama tersebut. Batas-batas administrasi Kota Surabaya adalah: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Selat Madura : Kabupaten Sidoarjo : Kabupaten Gresik : Selat Madura Sebagai kota metropolitan Surabaya juga telah menjalin kerjasama Sister City dengan 3 kota di dunia. yang umumnya masih memanfaatkan fasilitas dan prasarana Kota Semarang. Buaya dan Ikan Hiu sebagai lambang Kota Surabaya Wilayah Kota Surabaya terdiri atas 326 km2 daratan dan 226 km2 wilayah laut dengan total luas wilayah sekitar 552 km2 yang terbagi atas 31 Kecamatan dan 163 Kelurahan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Permasalahan Ruang: .Perkembangan Kota Semarang yang melampaui batas administrasinya menyebabkan adanya pemanfaatan ruang yang tidak terkendali. peningkatan luas lahan terbangun.4. maka acapkali menimbulkan masalah.4 Kota Surabaya 4.Karena pola pengendalian maupun sistem perencanaan yang belum jelas. dan tundaan lalu lintas. adalah kota terbesar kedua dan kota pelabuhan terbesar kedua di Indonesia. . Kondisi Umum Kota Surabaya.1. .Kegiatan yang timbul di daerah-daerah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang.1 Gambaran Umum Kota Surabaya A.

pertokoan. pabrik/kegiatan industri.711.26 9. hanya saja hunian liar merupakan rumah kumuh yang dibangun diatas tanah yang tidak diperuntukkan IV . sebenarnya hunian liar identik dengan rumah kumuh. Yang paling banyak adalah di wilayah Kenjeran dengan 6 lokasi kumuh. sampai dengan tahun 2001 kawasan terbangun di Kota Surabaya mencapai 63% sedangkan sisanya merupakan kawasan tak terbangun meliputi sawah.90 4.1.982.13 1. Kondisi Fisik Dari segi penggunaan lahan. tambak dan tanah kosong (jenis-jenis penggunaan lahan Kota Surabaya dapat dilihat pada Tabel 4.26 5. Dilihat dari kondisi fisik aspek permukiman.370. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Tanah Perumahan Sawah Tegalan Tambak Jasa Perdagangan Industri/Gudang Tanah Kosong Lain-Lain Jumlah Luas 13.506. tegalan.637. Berdasarkan studi yang pernah dilakukan oleh Laboratorium Permukiman ITS.982.90 918.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B.4. Kecamatan Benowo sebelah utara Surabaya yang juga dipesisir pantai dengan 5 lokasi kumuh Mengenai hunian liar. maka terlihat bahwa rumah-rumah kumuh di Kota Surabaya paling banyak terdapat di sepanjang pantai dengan mayoritas penduduknya adalah nelayan.1 Luas Penggunaan Lahan Per Kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2001 No. Tabel 4. Dari hasil pengamatan.74 5.71 2.46 2. rumahrumah kumuh ini sebagian besar berada di dekat pusat kegiatan.1.00 3.81 99.75 7.06 573.32 2.38 1.1. Rumah kumuh merupakan jenis hunian yang menempati tanah legal milik pemerintah dengan kondisi fisik yang dapat dikatakan kurang baik dan dalam tata ruang biasa disebut slum.24 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .95 Sumber: BPN Kota Surabaya.784. seperti: di sekitar pasar.29 32.808. Kota Surabaya masih memiliki permukiman dengan kondisi yang kumuh dan liar (hunian liar).19 1.75 % 42. Tahun 2001 Keberadaan rumah-rumah kumuh telah menyebar di seluruh kecamatan.4.54 15.1.1).00 10.

Keberadaan hunian liar sangat mengganggu penataan ruang Surabaya. Wonorejo dan Kali Rungkut). sektor industri memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kota Surabaya (34. Perekonomian Dilihat dari struktur perekonomian. Gubeng (Ngagel Rejo). C. Sukolilo (Jangkungan dan Medokan Semampir). Akademi Angkatan Laut (AAL). dan tempat-tempat yang peruntukan lahannya bukan untuk bangunan. maritim. Hunian liar biasanya dibangun dekat dengan tempat usaha/kerja para penghuninya.Lokasi hunian liar di Kota Surabaya diantaranya terdapat di bantaran sungai Kalimas daerah Benowo dan Rungkut yang didominasi oleh perindustrian.50%. industri dan perdagangan yang mengalami perkembangan pesat. dan disusul sektor jasa. pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai 4.272 jiwa. pangkalan Armada TNIAL.62%). Pada tahun 2004. obyek-obyek pariwisata yang menarik. masih ada hunian-hunian liar yang tersebar dalam skala kecil seperti: ditepi rel kereta api. dengan demikian maka pertumbuhan penduduk Kota Surabaya selama kurun waktu 10 tahun tersebut (1990 . pelabuhan laut. Penyebaran hunian liar terdapat di Kecamatan Benowo (Tambak Oso Wilangun). Wonokromo (Jagir). Saat ini Kota Surabaya dikenal sebagai kota budaya. D. Selain tempat-tempat tersebut.2000) adalah sebesar 0.31 %. kawasan industri dan pusat-pusat perbelanjaan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan untuk bangunan (misalnya daerah bantaran sungai). Pebjaringansari. perguruan tinggi-perguruan tinggi terkemuka. Surabaya tempo dulu dari ketinggian dan Gedung Grahadi Surabaya memiliki masyarakat yang multi-etnis. perdagangan. pariwisata. serta Kecamatan Wonocolo (Sidoresmo).473. Pada 10 tahun sebelumnya (tahun 1990) penduduk Kota Surabaya adalah 2.966 jiwa/km².25 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .796 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 7.22%). dan hotel (32.599. IV . pendidikan. Rungkut (Kedung Beruk. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Surabaya berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2000 adalah 2.

4.495. Basuki Rahmat. 7.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Status yang dimiliki Kota Surabaya sebagai kota industri dan perdagangan memang cukup pantas jika dilihat dari persentase kegiatan ekonomi daerah ini setiap tahunnya. Persewaan.17 4.91 5.067.562.20 4.421.580.526. memberikan kontribusi terbesar bagi PDRB Kota Surabaya.95 502.52 4.396.04 dan sektor perdagangan.55 14.04 1.06 1. 8.355.1.1. Pertanian.32 1. Proses penyusunan rencana tata ruang dikoordinasikan oleh BKPRD yang terdiri dari berbagai instansi terkait diantaranya Bappeko.4.282.214.345. 6. Kota Surabaya telah mengacu pada Permendagri Nomor 8 tahun 1998 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah.87 4.719.272.132. Jl.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1. 4. dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Surabaya Dalam Angka.389. 4.52 2.160.40 977. Pada tahun 2003 sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar Rp.707.26 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 2002 28. Tahun 2003. 5.614. hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar Rp.148.176. Peternakan. 3.396.18 990.447.76 1.645.60 2003 27. dan sektor perdagangan. 2.1. kawasan bisnis paling strategis di Surabaya Maket jadi jembatan Suramandu Tabel 4. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.320.962. hotel dan restoran. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.492.76 973.962.996.2 PDRB Kota Surabaya Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 .707.174.360.022.52 terhadap PDRB Kota Surabaya (atas dasar harga konstan tahun 1993).66 4.101. 9. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik.181. Bappeko menyusun rencana tata ruang IV .87 1.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Surabaya Dalam proses penyelenggaraan penataan ruang. Sektor industri pengolahan.04 545.4.447.16 2.

4. dunia usaha. Selain itu Bagian Hukum juga dilibatkan dalam proses legalisasi rencana tata ruang. baik oleh orang seorang. Berkaitan dengan penataan ruang di Kota Surabaya terdapat juga Perda No. Rancangan Perda tentang RTRW yang disusun diajukan Walikota untuk dibahas oleh DPRD dan kemudian dijadikan Perda tentang RTRW Kota Surabaya. Pengikutsertaan masyarakat ini mengacu kepada Permendagri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata Ruang. organisasi masyarakat.1 Perspektif Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Di sisi Jembatan Suramadu DI SISI SURABAYA IV . Pasal 3 Permendagri tersebut menyebutkan bahwa: penyusunan dan penetapan rencana tata ruang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan peranserta masyarakat. perguruan tinggi. yang menyebutkan bahwa RTRW memiliki hirarki tertinggi. kelompok orang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dengan melibatkan instansi terkait.2. Pedoman penyusunan RTRW Kota Surabaya mengacu pada Permendagri No. 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah.27 DI SISI MADURA Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 2 Tahun 1987. tentang Pedoman penyusunan Rencana Kota yang menyebutkan bahwa hirarki perencanaan dalam lingkup kota adalah RUTRK. 13 Tahun 1999 tentang Retribusi Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah yang dapat menciptakan potensi untuk mengakomodasi perubahan peruntukan lahan dan itu dapat berarti proses legalisasi dari penyimpangan rencana tata ruang. peranserta masyarakat telah diakomodasikan.1. Dalam proses penyusunan rencana tata ruang Kota Surabaya. masyarakat hukum adat. Disamping produk RTRW Kota Surabaya Tahun 2005 yang ada saat ini. kelompok minat. dan badan hukum. Selain itu mengacu juga pada Permendagri No. Gambar 4. dan pada saat ini sedang disusun pula RTRW Kota Surabaya untuk tahun 2013. kemudian diikuti dengan penyusunan RDTR dan kemudian RTR. Produk Rencana Tata Ruang Kota Surabaya Produk dari RTRW Kota Surabaya berupa Buku RTRW Kota Surabaya Tahun 2005. A. RDTRK dan terakhir RTRK. kelompok profesi. terdapat juga RDTR dan RTRK yang mengacu pada RTRW dan berpedoman pada RUTR Kota Surabaya.

Selain itu dilakukan dalam rangka mendukung pengembangan water front city. antara tahun 1999 hingga tahun 2001. Untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas akan dikembangkan angkutan massal dan selain itu akan dibangun jalan tol. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang. rekreasi pantai. Dalam rangka penataan S. Lahan tak terbangun lainnya (sawah) mengalami penyempitan. Apartemen. di mana terdapat permukiman kumuh. Penataan dan revitalisasi S. hotel. Jika IMB sebagai dasar pembangunan fisik dilapangan tidak terkait secara langsung dengan RTRW Surabaya. Kampung percontohan Jl. Dilain pihak lahan tak terbangun (berupa tanah kosong) mengalami peningkatan. perkantoran.28 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . IMB sendiri akan diterbitkan oleh Dinas Bangunan setelah permohonan pemanfaatan ruangnya disetujui oleh Dinas Tata Kota melalui sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektural. Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Berdasarkan data dari BPN. Kalimas. Dari segi transportasi akan dikembangkan sistem transportasi yang terpadu antara darat. perdagangan dan industri). dunia fantasi dengan fasilitas parkir. Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan penataan ruang Kota Surabaya adalah penyusunan rencana pengembangan Kawasan Jembatan Suramadu. convention centre. pemanfaatan ruang Kota Surabaya mengalami perubahan. Bubutan serta Rumah susun Menanggal C. Kalimas. Hal ini terjadi karena lahan tersebut telah beralih fungsi menjadi kawasan terbangun seperti untuk permukiman dan kegiatan komersial lainnya. laut dan udara. IV . Kalimas sepanjang ± 12 km bertujuan untuk peningkatan kualitas lingkungan dan estetika kota serta kualitas sumber daya air.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. Kawasan tersebut akan dikembangkan untuk kegiatan pertokoan. Hal ini terjadi karena adanya pemekaran Kota Surabaya di bagian timur. Persetujuan Dinas Tata Kota diwujudkan dalam bentuk penerbitan syarat zoning yang selanjutnya diteruskan ke Dinas Bangunan untuk memproses IMB. akan dilakukan revitalisasi S. maka persoalannya menjadi jelas bahwa setiap pelaksanaan pembangunan fisik di kota Surabaya tidak berpedoman langsung kepada RTRW Surabaya. yaitu terjadinya pertambahan luas lahan untuk kawasan terbangun (terutama untuk permukiman. salah satunya adalah dengan penerbitan IMB.

Hal ini terlihat sampai saat ini tidak pernah ada catatan aktivitas Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang terkait dengan pengawasan dan pengendalian ruang.000 yang dimanfaatkan sebagai IV . tindakan yang dapat diberikan adalah sanksi administratif. Hal tersebut dipertegas dengan adanya Sub Dinas Perencanaan Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan program dan perencanaan tata ruang. sanksi pidana dan sanksi perdata. Luas inkonsistensinya adalah sekitar 350 ha. pembatasan sarana prasarana dan penolakan ijin. Dinas Teknis dan anggota Masyarakat.300 Ha. Sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektur yang bertugas melakukan pelayanan tata ruang. Seperti dinyatakan dalam SK Walikota No. Sedangkan penertiban tidak langsung dapat dilakukan dengan pengenaan pajak/retribusi. Dinas Tata Kota. Luasan inkonsistensinya adalah sekitar 220 Ha. akan tetapi dalam rencana yang telah disusun terdapat beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang dominan. Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan RDTRK di kota Surabaya mencapai lebih dari 3. peninjauan lapangan serta tindakan penertiban yang dapat berupa penertiban langsung dan penertiban tidak langsung. evaluasi dan pelaporan pemanfaatan ruang. 35 Tahun 2001 tentang rincian tugas Dinas Tata Kota yang dinyatakan secara tegas bahwa tugas-tugas perencanaan pelaksanaan dan pengendalian tata ruang dilakukan hanya oleh Dinas Tata Kota Surabaya. maka pihak-pihak yang terlibat antara lain BAPPEKO.17. Pada penertiban langsung. Untuk operasional telah disusun rencana parsial.29 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .18 akan meliputi kegiatan-kegiatan monitoring. Kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang seperti dinyatakan dalam Permendagri Nomor 8 Tahun 1998 pasal 16. Instansi Penyelenggara Perijinan Tata Ruang. Sementara itu ditemukan pula inkonsistensi lainnya disepanjang Jalan Wiyung . Rencana parsial disusun oleh Dinas Tata Kota untuk memenuhi melonjaknya permintaan pengembangan lahan di kota Surabaya. sementara aktivitas evaluasi tata ruang justru lebih sering dilakukan. Kedalaman rencana parsial adalah sama dengan RTRK namun produk utamanya adalah peta skala 1 : 1. Di Kota Surabaya kegiatan penataan ruang sebagian besar dilakukan oleh Dinas Tata Kota dan BAPPEKO. Pada tahapan pengendalian pemanfaatan ruang.Menganti dimana RTRW merekomendasikannya sebagai kawasan mixed use/hunian sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian. Penyidik Pegawai Negeri Sipil.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pada saat ini rencana tata ruang yang ada di Kota Surabaya tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk menjadi pedoman dan arahan bagi setiap kegiatan pemanfaatan ruang. misalnya pada pengembangan Kawasan Gunung Anyar. Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan pengendalian dan evaluasi tata ruang. dimana di dalam RTRW arahannya mixed use sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian.

Berdasarkan hasil wawancara terhadap responden yang dipilih dari kelompok-kelompok masyarakat.70 D. apabila pembangunan yang dilaksanakan mampu membuka peluang kerja.00 30. karena luasan yang direncanakan dalam format rencana parsial relatif kecil.1 Luasan Inkonsistensi Data Ruang RTRW dengan Rencana Parsial Di Kota Surabaya No 1 2 3 4 Jeruk Semolowaru Semampir Kedung Cowek Lokasi RTRW 2005 Hunian Fasum Hunian Hunian Jumlah Sumber : RTRW Kota Surabaya Partial Plan RTH Komersial Fasum Industri Dimensi (Ha) 51. Tabel 4. bukan dokumen RTRK seperti ketentuan Permendagri No. 2 Tahun 1987. Kegiatan pembangunan yang dimaksud. Beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang ditemukan tidak seekstensif dan seintensif inkonsistensi yang terjadi antara RTRW – RDTRK – RTRK. Jadi dalam hal ini keterlibatan masyarakat terhadap pembangunan lebih ditujukan bagi kepentingan finansial. keterlibatan terhadap pembangunan selalu dikaitkan dengan segi finansial. Tetapi jika menyangkut pembangunan yang bersifat kegamaan.00 103. sehingga pelaksanaan pembangunan (pengambilan kebijaksanaan) harus mampu merespon keinginan/aspirasi dan kebutuhan masyarakat. hampir semua responden bersedia terlibat. Kegiatan rencana penyusunan parsial baru dimulai tahun 1999 lalu dan sampai sekarang baru 7 kawasan yang telah disusun tata ruangnya.00 5.70 17.2. Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Kota Surabaya Keberhasilan pembangunan kota sangat tergantung pada keterlibatan masyarakat kota Surabaya.1. Kesediaan mereka untuk berperanserta dalam kegiatan pembangunan terlihat sangat tinggi. tidak ada perbedaan antara kegiatan yang bersifat rohani atau bukan.30 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Untuk kegiatan pembangunan yang menyangkut lingkungan tempat tinggal. maka diperoleh gambaran mengenai seberapa besar kesediaan/partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Surabaya. Pembangunan kota akan mampu melibatkan masyarakat jika pembangunan tesebut memberikan manfaat atau paling tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. mereka mau berpartisipasi tanpa mementingkan segi finansial. Khusus untuk Etnis Cina.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan acuan pengembangan lahan di lapangan. Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan rencana parsial di kota Surabaya mencapai lebih dari 130 Ha. IV .4. Gambaran yang diperoleh adalah: • Sebagian besar responden menjawab bahwa mereka mau berpartisipasi terhadap pembangunan kota.

3 Isu Permasalahan Kota Surabaya • Hidrologi/Pengairan . . khususnya container relatif lambat (3 hari).Masih belum memadainya kapasitas dan kualitas pelayanan sistem angkutan massal intra urban (Gresik. 4. Bangkalan.4. pengadaan lampu jalan. . peringatan hari-hari besar. Untuk kegiatan-kegiatan seperti ini masyarakat akan bersedia secara swadana. Pelayanan bongkar muat di pelabuhan.Kondisi lalu lintas: macet.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan seperti: membuat jalan kampung. swakarsa dan tenaga.Wilayah datar. . IV . pembuatan tempat sampah. Mojokerto. • Transportasi .Sumber air sungai tidak mengalir ke wilayah Surabaya. hal ini berkaitan dengan terbatasnya lahan untuk pelabuhan.Pelayanan pelabuhan Tanjung Perak sudah padat. Surabaya dan Lamongan). rendah (pantai) dan menjadi daerah banjir di sebagian wilayah Kota Surabaya . dimana beberapa perencanaan tidak terealisasi antara lain karena keterbatasan dana dan pembebasan lahan.Tingkat kepadatan di Bandara Juanda sudah tinggi. memelihara kebersihan kampung. • • • • Perumahan/Permukiman Permukiman Kumuh/liar Sampah dan Pencemaran Banjir/genangan Kebersihan dan Lingkungan Drainase Kota Lingkungan Hidup Masih rendahnya kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan kreativitas masyarakat kota Surabaya.31 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Penataan Ruang Penataan ruang berkaitan dengan perencanaan.1. • Utilitas Kota Masih belum terpenuhinya kapasitas dan kualitas utilitas kota yang memenuhi standar (internasional). pada umumnya air sungai sudah tidak layak untuk air minum.

Kondisi Fisik Dilihat dari topografinya. Persentase terbesar luas wilayah dengan kemiringan 0-2% seluas 22.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Kecamatan Balikpapan Selatan. kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional.57 ha atau 503. dari kemiringan lerengnya.1.895% dari luas total wilayah. Kemiringan Lereng yang bervariasi IV .181. Daerah diantara perbukitan umumnya berupa dataran yang sempit.1. A. sekitar 85% wilayah Kota Balikpapan merupakan daerah yang berbukit-bukit. Topografi Ditinjau daerah perbukitan bergelombang dengan kemiringan rata-rata 10-15% dengan relief kurang dari 100 m.330.24% dari luas Provinsi Kalimantan Timur.5.1 Gambaran Umum Kota Balikpapan merupakan salah satu kota terbesar di Kalimantan Timur dan merupakan pusat pertumbuhan nasional di Kawasan Timur Indonesia. Kecamatan Balikpapan Tengah.35 km² terdiri dari 5 kecamatan Pada tahun 1997 Kota Balikpapan secara resmi dimekarkan dari 3 kecamatan menjadi 5 kecamatan.32 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Salah satu tugu di Kota Balikpapan Batas. sedangkan sisanya berupa dataran landai yang berada di tepi laut. Luas wilayahnya 0. Kecamatan Balikpapan Barat. yaitu: Kecamatan Balikpapan Timur. Balikpapan memiliki kemiringan lereng yang bervariasi antara 0% (di wilayah pantai) sampai lebih dari 40% di daerah pedalaman yang berbukit. Dalam konteks rencana tata ruang nasional.batas administrasi Kota Balikpapan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : : : : Kabupaten Kutai Kartanegara Selat Makasar Selat Makasar Kabupaten Pasir Luas wilayah Kota Balikpapan seluruhnya adalah 50. Kecamatan Balikpapan Utara.19 Ha atau 43.5 Kota Balikpapan 4.

133.65 2 9.578.1 Penggunaan Lahan Kota Balikpapan Tahun 2005 No 1 Jenis Penggunaan Tanah Pemukiman.75 18. meliputi Teluk Balikpapan dan pesisir yang berhadapan dengan Selat Makassar.5.pertokoan Kawasan pertamina Bandara Sepinggan Lapangan Golf Land clearing Pertanian.05 .1 Tabel 4. Penggunaan lahan Penggunaan lahan di kota Balikpapan sebagian besar didominasi oleh penggunaan lain-lain.33 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih Luas 5. Potensi air tanah termasuk dalam klasifikasi cukup baik.50 (%) 10.5.4 km. terdiri dari : Perumahan Perusahaan Perkantoran.1. memiliki garis pantai sepanjang 80. Sebagian besar wilayah terbangun kota Balikpapan berada pada ketinggian 20 meter dpl. terdiri dari : Sawah Kebun campuran Kebun kelapa Karet Tegalan Ladang Tambak waduk IV .1. Potensi hidrologi yang terdapat di kota Balikpapan meliputi air tanah dan air permukaan (waduk dan sungai). Potensi air permukaan berupa Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih kota Balikpapan dengan kapasitas 500 liter/detik dan baru dapat memenuhi kebutuhan air bersih 56% penduduk kota. Ditinjau dari ketinggiannya.1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Balikpapan yang terletak di tepi pantai. menyebabkan pola aliran tanah yang terbentuk mengalir dari wilayah bagian utara menuju ke arah bagian selatan kota. Wilayah terbangun kota Balikpapan umumnya terletak pada ketinggian 0-80 meter dari permukaan laut. B. kota Balikpapan memiliki ketinggian yang beragam dari 0 sampai 100 meter di atas permukaan laut.1. Kondisi topografi dan fisiografi wilayah yang berbukit. dapat dilihat pada Tabel 4.

586 26. Kepadatan penduduk dan warga sekitar di Kecamatan Balikpapan Selatan Tabel 4.5.192 285.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan No 3 4 Jenis Penggunaan Tanah Hutan.360 537. diambil dari Lap.168 251.425 54.595 100. Jumlah penduduk serta kepadatan penduduk per kecamatan tahun 2004 dapat dilihat pada Tabel 4.583 186.921 Jumlah 85.1. dan masih memusat di Kecamatan Balikpapan Selatan (± 35% dari jumlah total penduduk).479 jiwa (Laporan Interim Penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015.78 50.808 53.894 764 378 500 515 Sumber : Monografi Kelurahan Tahun 2004.94 42. terdiri dari : hutan belukar hutan rawa Lain-lain.593 60. terdiri dari : semak alang-alang danau rawa pasang surut jalan. Jumlah penduduk tidak/belum terdistribusi secara merata.923 50. Penduduk Jumlah penduduk mencapai 537.75 21.1.479 Kepadatan (jiwa/Km²) 170 3.053.1.331.35 100.5. sungai Total Luas 14.34 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . pekerjaan dan etnis yang heterogen. saluran.204 86.379 99.565.00 Sumber: Bappeda.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk Kota Balikpapan Tahun 2004 No 1 2 3 4 5 Kecamatan Balikpapan Barat Balikpapan Selatan Balikpapan Utara Balikpapan Timur Balikpapan Tengah Total Laki-laki 45. tahun 2005).2.787 47.018 114.1.558 Perempuan 40. Kota Balikpapan 2005 C.337 23.24 (%) 28. dengan struktur penduduk yang berlatar pendidikan. Interim RTRW Kota Balikpapan 2005 IV .

753. dan jasa perusahaan sebesar 13. Pendapatan per kapita Kota Balikpapan pada tahun 2003 mencapai Rp.1.416. Kota Balikpapan telah memiliki rencana tata ruang yang berdimensi jangka panjang (20 tahun) yaitu tahun 19741994 dan jangka menengah (10 tahun) yaitu tahun 1994 – 2004.. Penggalian dan Pertambangan 3. Perdagangan.07 273.39 916.43%.585.430.88 314.73%. Persewaan. 2002 44.35 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .84%. 8.1.12%.1.890. IV .86 123. dan Jasa Perusahaan 9.262. dimana dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2002 laju pertumbuhan ekonominya sebesar 54.52 4.25 493.88 141. persewaan. Sedangkan untuk tahun 2002 sendiri pertumbuhan ekonomi naik sebesar 6. Peternakan.70 293.666.314.83 Pendapatan Kota Balikpapan pada tahun 2003 sebesar Rp.59 1. 1. dan Perikanan 2.80 130. Perda Kota Balikpapan No 24 Tahun 2000 tentang Bangunan.924.768.180.Tabel 4. Hotel dan Restoran 7. Sedangkan laju pertumbuhan terbesar diberikan oleh sektor keuangan.953.526.5.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1.28 2003 47. Tahun 2002.104. Gas dan Air Minum 5. Bangunan 6.99%.049.50 32. Industri Pengolahan tanpa Migas 4.905.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Balikpapan Sejak diresmikannya sebagai wilayah administrasi pada tahun 1959.dengan persentase terbesar diterima dari sektor industri pengolahan sebesar 37.878.291.816.20 985.392.000.823. Perekonomian Perkembangan PDRB Kota Balikpapan pada tahun 2002 berdasarkan harga konstan 1993 cenderung mengalami peningkatan. Jasa-jasa PDRB Sumber: Bappeda Kota Balikpapan .742. PDRB Kota Balikpapan didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar Rp.971. 4. Pemerintah Kota Balikpapan dalam melaksanakan kebijakan penataan ruangnya telah mempunyai beberapa Perda Kota Balikpapan tentang penataan ruang.878.232.987.17 1.5.3 PDRB Kota Balikpapan Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 . 435.69 298.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D.958.72 141.325.00 451. Listrik.776. yaitu : a.38 4. Pengangkutan dan Komunikasi 8.51 29. Keuangan.266.768 (juta) atau 43. Pertanian.

A. Dengan visinya tersebut kota Balikpapan sangat tergantung pada aktivitas eksploitasi sumur migas oleh beberapa perusahaan minyak. Perda No.36 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Jasa dan Pariwisata Dalam Nuansa Kota Beriman”. mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan pendekatan berbasis pada DAS (Daerah Aliran Sungai) dan prosesnya diperkaya dengan melibatkan publik/masyarakat melalui konsultasi publik. yaitu wilayah yang terletak di Selat Makassar dan Laut Sulawesi. Oleh karena itu dalam menyusun RTRW-nya. pesisir dan laut serta industri pariwisata. Selain memiliki potensi alam migas. Perda No. Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai d. Sehingga aktivitas yang akan terjadi di perairan pesisir dan laut Balikpapan ditambah dengan keberadaan aktivitas di hulu akan sangat besar. Pemerintah Kota Balikpapan menyusun RTRW 2005-2015 dengan muatan materi yang berbeda dan prosesnya yang lain dari sebelumnya. Perdagangan. Diharapkan dengan peranserta publik/masyarakat melalui konsultasi IV . Balikpapan merupakan pusat industri pengilangan minyak wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang mensuplai kurang lebih 30% kebutuhan BBM nasional untuk Indonesia bagian timur. Aktivitas pembangunan tersebut perlu dikelola secara benar sesuai dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.2015 RTRW Kota Balikpapan pelaksanaannya dimulai tahun 2004. data yang digunakan berbasis pada sistem informasi geografis (SIG). Dalam Penyusunan penyusunannya terdapat 4 hal yang baru penyusunannya yaitu mengintegrasikan tata ruang darat dan laut.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan b. Visi Balikpapan dalam jangka panjang adalah”Terwujudnya Balikpapan Sebagai Kota Industri. sehingga dalam penyelenggaraannya perlu dilaksanakan dengan prinsip lestari. Kegiatan pembangunan di bagian hulu kota Balikpapan selama ini diwarnai dengan kegiatan pembukaan lahan untuk pembangunan pemukiman/perumahan dan kepentingan ekonomi seperti pusat-pusat perbelanjaan serta perkantoran. 27 Tahun 2001 tentang Garis Sempadan Sungai. Perda No. Selain itu di sisi sebelah utara ke selatan Laut Jawa terbentang pantai yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi pelabuhan samudera. 15 Tahun 2001 tentang RTRW Kota Balikpapan Tahun 2000-2010 c. 4 Tahun 2002 Tentang Larangan dan Pengawasan Hutan Mangrove Pada saat ini RTRW Kota Balikpapan tahun 2005-2015 sedang disusun untuk menggantikan RTRW Kota Balikpapan tahun 1994-2004 yang telah habis masa berlakunya. Penyusunan RTRW Kota Balikpapan tahun 2005 . potensi kelautan Balikpapan cukup besar yaitu meliputi sumberdaya perikanan. masyarakat turut dilibatkan sejak dari awal prosesnya dan prinsip optimalisasi smber daya baik di hulu maupun di hilir. Daerah Manfaat Sungai.

Pemanfaatan ruang di kota Balikpapan haruslah sesuai dengan kaidah pengelolaan lingkungan/lahan yang baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang sangat merugikan. f. Oleh karena itu rencana tata ruang yang disusun harus dapat mengakomodasikan kepentingan-kepentingan investasi agar dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi warganya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan publik ini dapat dihasilkan RTRW yang sesuai dengan harapan masyarakat. dalam pengaturan rencana tata ruang. Penyusunan RTRW ini memuat hal yang relatif baru. Tantangan tersebut antara lain: a. Penyusunan RTRW Balikpapan memiliki tantangan yang cukup berat sesuai dengan perkembangan dan kedudukan kota Balikpapan dalam konteks nasional. permukiman kumuh. yaitu tata ruang yang mengintegrasikan aspek daratan dan aspek pesisir laut (coastal-marine). Kawasan kota Balikpapan 85 % wilayahnya terdiri atas kawasan perbukitan. regional maupun lokal. Kendala limitasi atau keterbatasan wilayah. Sebagai kota yang pernah menduduki peringkat kedua kota paling kondusif untuk investor. khususnya wilayah darat. kegiatan industri di kawasan pesisir dan lainnya. Konsekuensi dari kedudukan tersebut ialah bahwa pembangunan prasarana atau infrastruktur kota setidaknya harus memiliki hirarki pelayanan regional bahkan nasional. Dalam konteks nasional kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai salah satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional. zoning peruntukan untuk kawasan sekitarnya harus jelas dan tidak boleh bertentangan dengan keberadaan kedua hutan lindung tersebut. Oleh karena itu. c. Oleh karena itu tantangan dengan yang dihadapi ialah bagaimana harus mengakomodasikan berbagai kepentingan pengelolaan kawasan pesisir dan pantai yang menjadi kewenangan kota berbagai permasalahan yang dihadapi seperti polusi. Keberadaan Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan Lindung Manggar yang tetap harus terus dijaga keberadaannya. sehingga perlu dilakukan pengaturan tata ruang yang sebaik-baiknya. meskipun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan baik dalam substansi maupun prosesnya. Oleh karena itu pengaturan tata ruang harus dapat memprediksi pertumbuhan penduduk dan perkiraan jumlah penduduk pada setiap IV . b. maka kota Balikpapan banyak dilirik oleh para investor untuk menanamkan modalnya sesuai dengan potensi kotanya. pengrusakan mangrove.37 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . d. seperti terjadinya longsor dan banjir. e. Pertumbuhan penduduk yang tinggi yang diakibatkan adanya pendatang (migrasi dari luar daerah) di Provinsi Kalimantan Timur termasuk di Balikpapan sebagai konsekuensi bagi daerah yang sedang berkembang.

Suasana lomba gambar bagi pelajar SD Tentang harapan mereka untuk kotanya. Diskusi dilakukan juga di mushola IV . di mana masyarakat dilibatkan sejak tahap awal perencanaan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan kawasan. Selain itu diadakan berbagai pameran. Jadi. dilaksanakan oleh masyarakat dan pelaksanaannya diawasi juga oleh masyarakat. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan aspirasi masyarakat. Dengan demikian. Karena pemanfaatan ruang dilakukan oleh berbagai pelaku pembangunan dimana masingmasing dapat berperan sebagai pelaku utama pembangunan. Kebijakan yang berhubungan dengan penataan dan pemanfaatan ruang kota tergolong pada kebijakan publik karena mempengaruhi publik baik secara langsung maupun tidak langsung. namun juga dalam pengambilan keputusan pemanfaatan ruang oleh pelaku utama masyarakat dan swasta. pelibatan masyarakat dan swasta tidak hanya dalam proses pengambilan keputusan pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh pemerintah. Pelibatan masyarakat dilakukan dengan mengadakan konsultasi publik. maka pelibatan masyarakat dan swasta dalam pemanfaatan ruang kota berarti mengikutsertakan masyarakat dan swasta dalam perumusan dan penetapan kebijakan yang terkait dengan pemanfaatan ruang perkotaan yang dilakukan oleh pelaku utama. Kegiatan konsultasi publik dilakukan dengan berbagai kegiatan mulai dari diskusi komunitas kecil sampai dengan diskusi terbuka dengan jumlah peserta yang cukup banyak. B. Proses Konsultasi Publik Dalam Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Dalam penyusunan rencana tata ruangnya Pemerintah Kota Balikpapan melibatkan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam UU 24 Tahun 1992 dan PP 69 Tahun 1996.38 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . lomba bagi pelajar dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan. sehingga tidak terjadi pemusatan penduduk hanya berada pada satu kawasan yang tidak sesuai dengan daya dukung fisik lingkungan dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. keterlibatan publik dalam kegiatan yang terkait dengan kebijakan publik akan sangat penting.

Wilayah berdasar DAS dan Kelompok Kepentingan (Stakeholders) Penelitian Fisik dan Sosek Input Masyarakat PERSIAPAN ARAHAN Pemerintah Inception Report Konsultasi Publik (KP) 1 KONSULTAN Draft Interim Konsultasi Publik (KP) 2 Pembahasan draft interim (Klarifikasi Input) DRAFT FINAL KP Perda LEGALISASI PERDA Sumber : Bappeda Kota Balikpapan.39 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tahapan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan dapat dilihat pada Diagram 4.1. Suasana Pembelajaran dalam proses konsultasi publik dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan Diagram 4. Pemda Kota Balikpapan membangun kemitraan dengan Ditjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP serta Mitra Pesisir untuk menyusun RTRW tersebut.2.2.5. KP melalui media. Dalam konsultasi publik pelaksanaannya dibantu oleh Mitra Pesisir.1. 2005 IV .5. pembagian KP.1 Tahapan Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Tahun 2005-2015 • Pembuatan Acuan oleh Bappeda • Proposal • Tender Penjabaran Visi Misi Kota. Program / masukan dari masing-masing instansi pemerintah Input awal arahan Pemkot 10 tahun ke depan.1.

b. Masyarakat dan Swasta ditempatkan sebagai salah satu stakeholder dalam proses penataan kota. sehingga mengurangi kesenjangan antara masyarakat dengan Suasana dalam pelaksanaan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan. Akomodatif pemerintah terhadap pendapat dan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat. - Bagi Masyarakat dan Stakeholder lainnya a. b. dalam proses perumusan issue permasalahan kota Balikpapan. Mulai membuka diri/transparansi dalam proses perencanaan sehingga akan dapat mengurangi terjadinya konflik dalam pelaksanaan/implementasinya. c. Mengetahui dan memahami proses perencanaan tata kota secara utuh. D. c. Keuntungan/Hal – Hal Positif Bagi Pemerintah Pelaksanaan Kegiatan Konsultasi Publik (KP) dan Penyusunan RTRW dirasakan sebagai suatu hal yang positif dan merupakan implementasi dari Komitmen Pemerintah Kota untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (Good Governance). Beberapa Hambatan Perlunya pelatihan tentang tata ruang wilayah/ kota untuk memberi dasar dalam menjembatani proses konsultasi public ke masyarakat Keterbatasan keterlibatan narasumber. Mulai aspiratif dalam pembuatan kebijakan pemerintah kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. Kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi dalam proses penataan kota. Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan. IV . d. Mengetahui dan memahami proses pengambilan keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam suatu penataan ruang kota.40 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Beberapa hal yang positif tersebut antara lain pemerintah : a. d.

d. dan berkurangnya pelanggaran terhadap peraturan perundang- . seperti : peta. Dengan proses ini diharapkan akan meningkat kepercayaan dirinya. Faktor ketepatan memilih perwakilan dan proses penggalian ide dan masukan menjadi penting karena akan berpengaruh pada keterwakilan suara kelompok masyarakat serta kualitas ide dan masukan yang diberikan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya alat Bantu yang memudahkan proses KP. b. Kawasan rawan bencana. Kawasan suaka alam hayati dan cagar alam. kawasan sekitar danau/waduk.5 Ha.049. Kesimpulan Pembelajaran Proses Konsultasi Publik Proses konsultasi publik adalah salah satu cara melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi masyarakat secara aktif dalam pembangunan.8 Ha dan kawasan Hutan Lindung Sungai Manggar (HLSM) yang termasuk dalam Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur dengan luas 5. leaflet dll (terutama bagi masyarakat umum). sempadan pantai. ditandai dengan adanya peningkatan jumlah masyarakat yang berpartisipasi. yaitu hutan lindung. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya.782. Kawasan perlindungan setempat. undangan. gambar. Kawasan lindung di kota Balikpapan meliputi: a. Dalam kawasan HLSM IV . Pemanfaatan Ruang di Kota Balikpapan Pemanfaatan ruang meliputi pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya dan kawasan lindung.41 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik masyarakat. Ruang terbuka kota/taman. Di kota Balikpapan terdapat 2 kawasan lindung yaitu Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Balikpapan Utara seluas 9. e. dan perubahan sikap menjadi lebih peduli pada setiap langkah pembangunan Kemauan untuk terbuka dalam memberikan informasi dan keterangan pembangunan oleh Pemerintah akan membuahkan hasil pada bertambahnya wawasan dan pengetahuan Pemerintahan. c. meningkatnya kualitas dan kunatitas masukan yang diberikan untuk pembangunan. F. Metodologi KP terdahulu memungkinkan aspirasi dari para stakeholder kurang terarah E. terdiri atas kawasan sempadan sungai. kawasan sekitar mata air dan kawasan terbuka hijau kota. Dalam menetapkan kawasan lindung yang dijadikan acuannya adalah Keppres 32/1990. peningkatan meningkatnya jumlah kepercayaan yang masyarakat terhadap dalam masyarakat berpartisipasi pembangunan.

Penggunaan lahan HLSW didominasi oleh hutan primer (49 %) dan alang-alang (43. Jalan inspeksi berfungsi untuk pengawasan dan pengendalian terhadap penduduk yang bermukim secara sporadis.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan berada Waduk Manggar yang menjadi salah satu pemasok air bersih untuk warga kota Balikpapan. Pengalihan fungsi lahan. sehingga mengakibatkan terjadi perubahan fungsi lahan menjadi tegalan. selain itu terdapat sawah. Wain dengan Sub DAS Bugis.3%). Penggunaan lahan di kawasan tersebut berupa hutan lindung. Permasalahan tersebut dapat mengganggu fungsinya sebagai hutan lindung. Penambangan batu bara di sekitar hutan lindung yang berakibat rusaknya dan hilangnya air tanah di kawasan Waduk Manggar. Belum ada jalan inspeksi dan masyarakat yang bermukim di sana berbatasan langsung dengan hutan lindung. Wain. kebun campuran serta sawah semakbelukar/alang-alang. Kawasan Hutan Lindung di Balikpapan Permasalahan pada kawasan hutan lindung di kota Balikpapan adalah : Rawan kebakaran hutan. tetapi sangat strategis karena mensuplai kebutuhan air bersih kota Balikpapan yaitu bagi 70 % penduduk kota.42 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Penebangan liar. meskipun demikian pada kawasan ini terdapat penduduk yang bermukim baik di sekitar maupun di dalam kawasan hutan. HLSM meskipun tidak sepopuler S. IV . Kawasan HLSW merupakan DAS S. Hutan Lindung DAS Manggar sebagai salah satu penyangga kota Balikpapan yaitu sebagai daerah tangkapan air untuk Waduk Manggar. Masyarakat melakukan kegiatan perambahan kawasan areal berhutan dengan melakukan penebangan liar dan perladangan. sehingga masyarakat belum tahu persis keberadaan dan fungsi hutan lindung.9%). ladang dan hutan mangrove (0. Belum adanya batas penegasan hutan lindung dan kawasan penyangga (buffer zone).

agro wisata dan lainnya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Pada musim hujan terjadi erosi. Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota. Potensial sebagai kawasan wisata. perumahan. misalnya taman wisata alam. Penyeimbang ekologi kawasan maupun kota. masih jauh dari standar berdasarkan PP No. Terjadinya lingkungan. industri dan pembangunan infrastruktur tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung IV .4071 Ha. yang terdiri dari 5 jenis : • Hutan kota Hutan mangrove Hutan wisata/wana wisata Agrowisata Green belt kawasan Belt Unocal Balikpapan Luas hutan kota tersebut bervariasi. Sepinggan seluas 0. Pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan lingkungan yang melewati hutan kota. mengakibatkan terjadinya kerusakan ekologi hutan kota. Hutan Kota di Balikpapan • Permasalahan berkaitan dengan hutan kota : Terjadinya kebakaran hutan dan pemukiman penduduk dalam kawasan hutan kota. Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota. konversi lahan menjadi permukiman. dan musim kemarau lahan tersebut kering dan rawan akan kebakaran Di Balikpapan terdapat 14 hutan kota dengan luas total 62. Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai. Luas total hutan kota hanya 0. yang terluas Selatan seluas 29.574 Ha dan yang terkecil hutan kota di Kel. 63/2002 yang menyatakan bahwa hutan kota luasnya 10 % dari wilayah perkotaan. Rawan erosi akibat pembukaan lahan. Tempat hidup/habitat bermacam-macam hewan. • Hutan kota berfungsi sebagai : Paru-paru kota. Sebagai pelindung keberadaan cadangan air.12 % dari luas total.43 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .2920 Ha.

Pendangkalan di muara sungai di Balikpapan. mengakibatnya terjadinya alih fungsi lahan di kawasan DAS sungai. tambak. diantaranya : Kawasan pantai di kota Balikpapan kawasan permukiman terutama nelayan dan merupakan kawasan permukiman lama. Misalnya di DAS Ampal yang sebagian telah berubah fungsinya menjadi kawasan perumahan. Rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran. Kota Balikpapan terletak di tepi pantai. kawasan industri dan IV .4 km. Selain itu prasarana pada DAS belum tertata dengan baik. yang mengakibatkan terjadinya banjir. Berbagai permasalahan berkaitan dengan ruang pantai akibat pemanfaatan tersebut. karena masih merupakan drainase alam yang tidak beraturan.44 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . kawasan wisata. dan memiliki garis pantai sepanjang 80. antara lain disebabkan : Profil saluran belum teratur. Pesatnya pembangunan kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat. sebagai pelabuhan. Saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Pemanfataan ruang sepanjang pantai sebagai kawasan konservasi. Kawasan lindung merupakan sempadan pantai sepanjang 100 meter. Sungai di Kota Balikpapan berfungsi pula sebagai alat transportasi air Permasalahan yang berkaitan dengan sistem drainase di kota Balikpapan yaitu terjadi banjir dan genangan. di mana terdapat 19 buah sungai di kota Balikpapan dan sebagian sungai menjadi sumber air baku bagi air minum penduduk kota. Kawasan lindung lainnya yaitu sempadan sungai. Eksploitasi yang telah dilakukan belum diikuti dengan kegiatan reboisasi yang seimbang. Pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan.

Hilang dan rusaknya tanaman pantai di pantai selatan Balikpapan. Kawasan sempadan waduk berfungsi mengamankan waduk yang terdapat di kota Balikpapan. Kawasan suaka alam di Kota Balikpapan IV . pencegah intrusi air laut dan terutama sebagai pendukung kehidupan biota laut. Terjadinya abrasi pada kawasan pantai di permukiman nelayan Manggar dan pantai Lamaru. Kawasan suaka alam di kota Balikpapan merupakan hutan mangrove. kawasan penyangga waduk Balikpapan mengalami pengurangan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kawasan permukiman cenderung kumuh. penyerap limbah. potensi sebagai pengembangan wisata air dan budidaya perikanan. Akibat perluasan dan pengembangan waduk Manggar. yang terdapat di sepanjang garis pantai (15 mil) dan berfungsi sebagai penahan abrasi. Waduk yang digunakan sebagai sumber air bersih dan pengendali banjir sebagai waduk penampung air untuk menampung kebutuhan air bersih dan juga untuk kegiatan Permasalahan yang berkaitan dengan waduk antara lain adalah: Waduk sangat bergantung pada besar kecilnya kapasitas air hujan. Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Balikpapan selatan.45 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Bagian hilir DAS Wain dimanfaatkan industri. Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota. Kapasitas waduk belum mampu mencukupi kebutuhan air bersih. Fungsi waduk selain sebagai sumber air bersih juga sebagai pengendali banjir kawasan perkotaan. Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai. penahan amukan angin topan.

Penyiapan Balikpapan. industri dan eksploitasi tak terkendali. akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. angin dan lainnya. Abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut. Kawasan perbukitan dengan tingkat pelapukan tinggi juga merupakan daerah rawan erosi. Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong bukit (cut & fill). tingkat erosi/longsor sangat tinggi karena lapisan tanah pada umumnya terdiri dari tanah alluvial dan pasir dengan butir sangat mudah lepas. Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam. Curah hujan yang terlalu tinggi. kayu bakar dan arang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove. longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi. Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga. gelombang.46 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Selain itu di Kota Balikpapan terdapat berbagai permasalahan di kawasan rawan bencana yaitu : Kawasan lahan kritis atau daerah bencana akibat erosi. Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas di perbukitan terutama Kecamatan Balikpapan Barat dan Timur. yang diakibatkan antara oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu. permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit di seluruh wilayah kota IV . Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah. Hilang/punah/pindah-nya primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosistem mangrove. Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir. Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air. fisik lahan untuk kawasan industri. arus. Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak. Banjir. permukiman. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan. Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan. Ketidaklancaran aliran sungai. Kepemilikan lahan.

Perlu pengaturan debit air irigasi sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan air. Kawasan permukiman di kota Balikpapan diklasifikasikan : Permukiman nelayan di atas air/pantai. Keberadaan kawasan ini sebagai lahan cadangan perkotaan. Kegiatan perikanan meliputi perikanan tangkap dan budidaya. Kawasan permukiman Kawasan perdagangan dan jasa Kawasan perkantoran. yang diakibatkan : Persentase hujan kurang. Perlu pemeliharaan sumber air untuk kelangsungan irigasi. Sedangkan perikanan darat yang berada di darat dalam bentuk tambak.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kebakaran hutan. Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. dengan kondisi : IV . perkebunan. Permasalahan yang berkaitan dengan kawasan ini adalah : Terdapat lahan pertanian dan holtikultura yang terletak di lokasi strategis seperti di jalan utama. sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air. baik di pantai. Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air. peternakan dan perikanan. Akses untuk menjual hasil pertanian masih kurang. kawasan wisata.47 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya pertanian cukup menonjol di kota Balikpapan. Kawasan industri Kawasan pariwisata Kawasan khusus. mengingat wilayah yang belum terbangun masih cukup luas. tepi sungai maupun darat. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. Perikanan tangkap terutama terkonsentrasi di sepanjang pesisir Balikpapan. Kekeringan. Mengendalikan permukiman dan budidaya lainnya. Penggunaan lahan sebagian untuk sawah dan bukan sawah yaitu tanaman palawija serta sayuran. Kawasan budidaya meliputi : Kawasan budidaya sektoral meliputi kawasan pertanian. Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah.

Merupakan permukiman ilegal. Pola permukiman teratur. jauh dari sistem dan hirarki pelayanan kota. merupakan cikal bakal pertumbuhan suatu kawasan. Perumahan terencana dan disiapkan untuk kebutuhan karyawan pabrik. Terdapat di : Pantai Balikpapan Selatan Pantai Balikpapan Barat. cenderung tidak tertata/kumuh. dengan sarana dan prasarana yang memadai Permukiman instansi/perkantoran swasta/pemerintahan Permukiman real estate/developer Permukiman swadaya masyarakat dalam kota Permukiman transmigrasi Salah satu permukiman di darat dan permukiman di atas air Potensi dan permasalahan permukiman di atas air : Terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali IV . umumnya terdapat di dalam hutan atau di sekitar hutan. Terletak di pinggir kota. Permukiman industri/pabrik.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tumbuh secara sprawl linier mengikuti garis pantai dan sungai. Permukiman cenderung berpindah-pindah. Cenderung tumbuh memanjang sepanjang garis pantai dari batas jalan kota sampai batas kedalaman pantai yang masih memungkinkan didirikan bangunan. tumbuh tidak teratur baik berkelompok maupun perseorangan. Permukiman di darat. terdiri dari: Permukiman berpindah. Permukiman berladang.48 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Pantai Balikpapan Timur. Umumnya merupakan hunian lama/asli.

Permukiman berpindah sangat merusak lingkungan serta terdapat di dalam hutan. Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayani infrastruktur/prasarana kota (jalan.49 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . drainase. Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan. Permukiman nelayan umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas. Kondisi sosial budaya . persampahan. Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan. Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. Fasos dan fasum yang ada kurang memadai. banjir dan lainnya). belum dikelola secara terencana. Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan perumahan yang kurang memperhitungkan kondisi lingkungan. lain dengan permukiman instansi/industri/real estate dan permukiman swadaya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan melalui laut. Potensi dan permasalahan permukiman darat : Pemukiman berpindah kurang terintegrasi dengan sistem pelayanan kota. Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana. cenderung jadi permukiman kumuh. IV . Pada kawasan perkotaan di mana nilai tanah sangat tinggi menyebabkan kepadatan permukiman sangat tinggi. Misalnya kawasan Margasari merupakan cikal bakal kota Balikpapan. kecuali permukiman di atas air di Kecamatan Balikpapan Timur (Manggar) yang berada di tepi jalan utama kota Balikpapan. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai. dan kurang didukung oleh penyediaan fasos dan fasum oleh Pemda. Permukiman tumbuh cenderung kumuh dan akan menimbulkan kerawanan sosial. sehingga dapat menimbulkan bencana (misal longsor. menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensuplai kebutuhan penduduk akan ikan. Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna. limbah/sanitasi).air bersih.

karena di beberapa lokasi menempati bahu jalan atau trotoar. Kondisi bangunan bervariasi. dari yang kurang representatif atau rusak. Salah satu kawasan perkantoran di Kota Balikpapan Salah satu kawasan perdagangan di Kota Balikpapan IV . Tidak ada TPS.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Di kota Balikpapan terdapat permukiman lama yang tertata dengan baik.50 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sebaran pertokoan besar sebagian terpusat di Kecamatan Balikpapan Selatan yang merupakan kawasan pusat kota. modern dan perdagangan informal. yaitu kawasan perumahan Pertamina. KDB dan KLB). Konsentrasi kawasan perkantoran terutama di jalan utama pusat kota. sehingga banyak pedagang yang berjualan di lahan parkir dan tepi jalan. Sebaran pasar tradisional sudah cukup merata. hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen. Kawasan perkantoran industri terletak di kawasan industrinya. Permasalahan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir. Menimbulkan masalah memacetan transportasi. Perdagangan di kota Balikpapan yang berkembang terutama perdagangan eceran. Kotor dan kumuh. Perdagangan informal cenderung belum tertata dan mengganggu aktifitas pergerakan. Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak. Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada. Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang. Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. Permukiman yang berada di kota banyak mengalami perubahan fungsi menjadi kawasan perdagangan Kawasan perdagangan meliputi perdagangan tradisional. Kawasan perkantoran di Kota Balikpapan bersatu dengan kawasan perdagangan dan jasa serta kawasan perumahan. Permasalahan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut.

Ijin prinsip dikeluarkan oleh Walikota. dibahas di Bappeda. Kemudian apabila sesuai dengan RTR baru ijin dikeluarkan. Kawasan industri pendukung pengelolaan tambang/migas di kawasan Batakan Kawasan khusus industri yang dikelola secara terpadu yaitu Kawasan Industri Kariangau (KIK). terdiri dari berbagai obyek : Pantai. Masyarakat kota Balikpapan dilibatkan dalam proses pengendalian pemanfaatan ruang. Dalam proses pengesahan site plan Bappeda dan PU dilibatkan. Dalam proses perijinan kota Balikpapan menggunakan sistem satu atap (one door policy).51 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kawasan industri di kota Balikpapan terdiri dari : Kawasan industri kilang minyak milik Pertamina. terletak di tepi panyai sepanjang jalan Yos Sudarso di areal seluas 250 Ha. Keadaan Buruh Industri dan Kawasan Industri di Kota Balikpapan Kawasan pariwisata di kota Balikpapan. Sanksi yang diberikan untuk pelanggaran berupa pembongkaran serta sanksi administratif. IV . sehingga dengan dipusatkan diharapkan tidak akan terjadi pencemaran lingkungan. tempat bersejarah. Pusat kegiatan. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pengendalian pemanfaatan ruang di kota Balikpapan dibawah koordinasi Bappeda Kota Balikpapan. monumen. Tugu. Hutan dan taman alam. Pengawasan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Penataan Kota dan Permukiman serta BPLH untuk permasalahan lingkungan hidup. dengan melakukan kontrol terhadap kegiatan penataan ruang. Ijin site plan (RTBL) dikeluarkan oleh Dinas Penataan Kota dan Permukiman. sedang dilakukan relokasi industri pengrajin tahu tempe di daerah Penajam. G. Untuk menampung industri kecil yang tersebar di berbagai kawasan. Bangunan unik.

Kawasan ini tadinya merupakan permukiman kumuh. infrastruktur tidak memenuhi persyaratan. Pemerintah Kota Balikpapanpun melibatkan masyarakat dalam kegiatan penataan ruang. Kelurahan Gunung Sari Ilir Bersama dengan masyarakat membuat rencana kerja (1) Swadaya masyarakat di dalam proses pengerjaan (2) Pemukiman di bantaran sungai yang belum tertata (3) Pemukiman setelah melalui proses penataan (4) IV . agar masyarakatnya turut serta dalam proses penataan ruang. Dalam kegiatan ini penduduk dilibatkan sepenuhnya mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunannya. Proyek Peremajaan Perumahan Kota Kelurahan Gunung Sari Ilir Kecamatan Balikpapan Tengah. H.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam pengendalian pemanfaatan ruang perlu menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota serta mengendalikan pertumbuhan penduduk dan konsentrasi pembangunan kawasan terbangun dan permukiman di kawasan pesisir (Kota Balikpapan). Dalam koran setempat ada sebuah rubik tentang kegiatan penataan ruang di Kota Balikpapan. Masyarakat baik melalui LSM bisa setiap waktu datang ke kantor Bappeda untuk berdiskusi mengenai permasalahan penataan ruang. sehingga kondisi sungai akan tetap terjaga kebersihannya. Proses Proyek Peremajaan Perumahan Kawasan kumuh. Diresmikan pada tanggal 27 Mei 1997 oleh Walikota Balikpapan. Peremajaan perumahan ini menjadikan sungai sebagai halaman rumah mereka.52 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Beberapa contoh kasus dalam pelibatan masyarakat di kota Balikpapan : Konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015. Dalam perbaikan lingkungan ini dilakukan dengan jalan konsolidasi lahan serta tidak ada penggusuran terhadap penduduk. Kegiatan ini merupakan proyek percontohan peremajaan perumahan kawasan kumuh dan menjadikan sungai sebagai halaman depan rumah. Dengan konsolidasi lahan penduduk menyumbangkan sebagian tanahnya untuk fasilitas permukiman seperti jalan setapak serta ruang terbuka. dengan kepadatan yang cukup tinggi. mengingat dalam pada saat ini masyarakat sudah dilibatkan dalam proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan. Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan Ruang Pemahaman masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang sudah cukup baik.

yaitu perlunya pertimbangan yang matang terhadap dampak yang akan ditimbulkan jika akan melakukan reklamasi pantai. g. • • Kepemilikan lahan. Penataan kawasan pantai Balikpapan dengan jalan reklamasi pantai mulai dari Pelabuhan Semayang hingga Bandar Udara Sepinggan sepanjang 8 km dengan lebar 500 m ke arah laut. Dalam hal ini Balikpapan yang terletak di pantai. sehingga arus lalu lintas bisa menyebar. jaringan jalan linier yang hanya tertuju atau melalui pusat kota akan menimbulkan kepadatan.1. memiliki hutan mangrove yang perlu dilindungi keberadaannya. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Partisipasi masyarakat dalam merintis Daerah Perlindungan Mangrove dan Laut (DPML) di Kelurahan Teritip Partisipasi masyarakat memegang peranan penting dalam pengelolaan kawasan konservasi. sehingga tidak akan menimbulkan/menambah permasalahan di masa yang akan datang. c. f.5. Pengelolaan kawasan tanpa melibatkan masyarakat sering menemui kegagalan. b. kemacetan di daerah-daerah tertentu. sebab pantai merupakan milik publik dan publik juga berhak untuk menikmatinya. e. d.53 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Pencemaran lingkungan. Kerusakan terumbu karang akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dan penambangan karang. Tumpang tindih pemanfaatan dengan daerah eksplorasi minyak. sehingga masyarakat setempat akan memegang peranan penting dalam proses perencanaan sejak dari awal. Penebangan magrove secara liar. Pembentukan DPML di Kelurahan Teritip. Dan juga perlu dipikirkan mengenai pembangunan jalan lingkar. Abrasi pantai. antara lain : a.3 Isu Permasalahan Kota Balikpapan Di Kota Balikpapan isu permasalahan yang dapat diperoleh dan diantisipasi adalah dalam hal: • Penggunaan lahan/pembangunan di tepi pantai. Inisiatif pembentukan DPML bersamaan dan dalam rangka mendukung proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015. sehingga akan menjadi salah satu masukan bagi RTRW . karena ada berbagai isu dan permasalahan. Pendangkalan sungai. • Untuk bidang transportasi. • Pengembangan Jalan Trans Kalimantan IV . 4. yaitu perlu segera adanya pembenahan dalam hal kepemilikan lahan.

Sebelah Selatan : .1. Manggar untuk kegiatan pertambakan Terjadinya abrasi pantai kawasan Manggar Kerusakan Mangrove di kawasan tepi sungai Somber Kawasan Rawan Bencana Patahan terletak dikawasan perkotaan Permasalahan drainase. Kondisi Umum Kota Pontianak merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • • • • • • • • • • Rencana pengembangan Bandara Sepinggan Pengembangan Kawasan Industri di Kariangau Pengembangan Pelabuhan Kontainer/Cargo di Kariangau Perubahan jalan minyak di kawasan Pertamina Balikpapan Penataan Kawasan Permukiman Atas Air di Balikpapan Barat Penyusunan dan Penataan Kawasan Teluk Balikpapan Mengintegrasikan tata ruang laut dengan tata ruang darat Konversi kawasan Mangrove di Kariangau untuk kawasan Industri Kerusakan Mangrove di Kawasan Teritip. Kota Pontianak dilintasi oleh garis khatulistiwa yaitu pada 0º 02’ 24” Lintang Utara .1. yaitu: . 4. sehingga diharapkan memperkuat rasa kepemilikan terhadap kotanya. Kecamatan Sungai Kakap dan Kecamatan Siantan. Lamaru. Batas-batas administrasi Kota Pontianak. transportasi (kemacetan) Selain permasalahan yang perlu diantisipasi. terdapat juga hal-hal positif yang dapat dicontoh.54 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu sudut Tugu Khatulistiwa .6.6 Kota Pontianak 4. antara lain: • • Keterbukaan aparat pemerintah pemerintah dalam memberi informasi mengenai pengembangan kotanya.1 Gambaran Umum Kota Pontianak A.0º 05' 37” Lintang Selatan dan 109º 16' 25” 109º 23' 01” Bujur Timur. perumahan kumuh. Luas wilayahnya adalah 10. sampah.782 Ha. terdiri dari 5 Kecamatan dan 24 kelurahan. IV . Diikutsertakannya masyarakat dalam proses pembangunan/penyelenggaraan penataan ruang.Sebelah Utara : Kecamatan Siantan Kecamatan Sungai Raya.

953. dimana sebagian besar diperuntukkan bagi perumahan sebesar 5.Sebelah Barat . Akan tetapi. di sisi lain.55 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kota Pontianak dapat dikategorikan sebagai kawasan budidaya. Untuk penggunaan lahan. karena daerah yang relatif datar.807. B. perindustrian. Sistem drainase di Kota Pontianak dapat dikatakan belum begitu bagus.86%) – jauh di atas penggunaan lahan untuk perekebunan karet dan kebun campuran sebesar 2.50 m di atas permukaan laut. yang sebelumnya pada tahun 1998 penggunaan lahan untuk kebun karet dan kebun campuran merupakan pengguna lahan tertinggi.10 – 1. berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan nasional Provinsi Kalimantan Barat terlihat bahwa sebagian besar penggunaan lahan di Kota Pontianak pada tahun 2003 sudah mengalami perkembangan. Selain itu juga mendatangkan kemudahan dalam pengembangan kawasan budidaya.60 ha (53.2 %.93 ha (27. Adapun kemiringan lahan di Kota Pontianak seluruhnya berkisar 0 .4%). Dengan ketinggian seperti ini. maupun darat. permukiman maupun kawasan berbagai aktivitas produktif lainnya. Dari kedua indikator topografi ini dan ditunjang dengan keberadaan dua buah sungai besartergambar dengan jelas bahwa wilayah Kota Pontianak relatif datar. Disatu sisi kondisi seperti itu mudah diakses. sehingga apabila air laut pasang hampir separuh dari luas wilayah Kota Pontianak tergenang oleh air pasang. Kota Pontianak tampak dari Udara/atas IV . Kondisi Fisik Kondisi topografi Kota Pontianak secara umum terletak pada ketinggian 0. sehingga sangat potensial untuk pengembangan kawasan budidaya.Sebelah Timur : : Kecamatan Sungai Kakap Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Ambawang (seluruh kecamatan di atas termasuk dalam wilayah Kabupaten Pontianak). baik berupa kawasan pertanian. laut/sungai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan . maka Kota Pontianak mengalami kesulitan dalam pengembangan sistem drainase. baik melalui udara.

782 (%) 53.1.43%.17 683.289 311 1.1.64 27.1.8 119.43 37.93 320.04 40. Tahun 1998 Lahan Terbangun (ha) (1) 1. Olahan Peta Penggunaan Lahan 1999/2000.2 Perbandingan Luas Lahan Terbangun dengan Luas Wilayah dan Penduduk Di Kota Pontianak.009 Luas Wilayah (ha) (2) 2.184 4.807.5 160.97 6.44 10.995 3. yakni mencapai 44.667 50.31 131.894 1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.2 ) Tabel 4.86 1.18 90.782 Jumlah Rasio Rasio Penduduk [(1)/(2)]*100 (3)/(1) (Jiwa) (3) (4) (5) 116. 2003 Luas (ha) 5. maka rasio terbesar terjadi di Kecamatan Pontianak Selatan.1 Jenis Penggunaan Lahan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan Permukiman Perdagangan dan Jasa Perkantoran Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Industri dan Pergudangan Kebun Karet dan Campuran Hutan Lainnya/sungai dan parit Total Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka.90 30.891 10. intensitas penggunaan lahan di Kota Pontianak menunjukkan kinerja yang cukup bervariatif (Lihat Tabel 4.6.8 168.4 Kecamatan Pontianak Selatan Pontianak Timur Pontianak Barat Pontianak Utara Kota Pontianak Sumber: Kantor Wilayah BPN Prov.002 2.36 565.54 31.08 69.24 1.4 81.6.25 0.34 100 Secara keseluruhan.800 44. IV .22 5. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa dari segi keruangan. Kalbar.18%.225 1.266 96.13 2.56 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .847 478.4 2.020 206.1.6.1.60 133.953.54% dan terkecil untuk Kecamatan Pontianak Utara mencapai 30. besarnya rasio antara luas lahan terbangun dan luas lahan administratif di Kota Pontianak pada Tahun 1998 adalah 37.1. Apabila dirinci untuk setiap kecamatan.

146 85.14 15.460 % 8. Bentuk Kesenian Masyarakat di Kota Pontianak Meriam Karbit Di Tepi Sungai Kapuas Perahu Lancang Kuning Jumlah penduduk Kota Pontianak berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan berjumlah 448.465 99.308 jiwa/Km2. Dengan kata lain.990 jiwa.1. Kependudukan Jumlah penduduk tetap Kota Pontianak hasil Pendataan Pemilih dan Pendaftaran Penduduk Berkelanjutan kondisi tahun 2003 berjumlah 492.1. sedangkan dari hasil Sensus Penduduk tahun 2000 penduduk kota Pontianak berjumlah 464.534 jiwa.11 19.19 100 IV .54 28.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C.57 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .017 jiwa.6.495 jiwa.460 jiwa dengan pendidikan terbesar yang ditamatkan adalah tamatan SLTA yaitu berjumlah 126. Jumlah 37.495 18. sedangkan akademi/D1-D3 adalah pendidikan terendah yang ditamatkan yaitu berjumlah 11.3 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan Di Kota Pontianak.56 4.820 448. hal ini berarti bahwa telah terjadi peningkatan penduduk selama 3 tahun terakhir (tahun 2000-2003) yaitu sebesar 2% pertahunnya.10%.834 69.10 2. Kepadatan penduduk Kota Pontianak pada tahun 2000 yang sekitar 4. kepadatan penduduk Kota Pontianak periode 1990–2000 meningkat sebesar 629 jiwa/Km2 atau bertambah sebesar 17. Tabel 4. Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 Pendidikan yang Ditamatkan Tidak Sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SLTA Akademi/D1-D3 Perguruan Tinggi Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003.683 126.017 11.35 22.

Perekonomian Berdasarkan penghitungan PDRB atas dasar harga konstan tahun 1993.67 100 D. Hampir seluruh sektor ekonomi pada tahun 2003 mengalami pertumbuhan. Sektor jasa-jasa yang mengalami peningkatan peran dalam pembentukan PDRB tahun 2003 antara lain adalah sektor perdagangan. Sebagaimana layaknya daerah perkotaan. sedangkan yang lainnya pertumbuhannya dibawah rata-rata bahkan ada sektor yang mengalami penurunan antara lin adalah sektor bangunan sebesar -1.830 % 5. dimana lapangan pekerjaan perdagangan.715 15. Lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.1.947 484 14. pada tahun 2003 di Kota Pontianak terdapat 173.3 % dari jumlah penduduk di Kota Pontianak.054 173.830 jiwa penduduk yang bekerja yaitu 35. Tabel 4.72 2. Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan yang cukup nyata dan di atas rata-rata hanya sektor perdagangan. Jumlah 10.55%.83 8.159 3.044 166 13.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Untuk jumlah penduduk yang bekerja.58 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .44%.78 0. Restoran dan Rumah Makan Angkutan dan Komunikasi Bank dan Lembaga Keuangan Jasa dan lainnya Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003. restoran dan rumah makan adalah lapangan pekerjaan terbesar yaitu 60.448 60.6. sedangkan terendah bekerja pada sektor pertambangan sebanyak 166 jiwa.1.02 0.715 jiwa. laju pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak tahun 2003 adalah sebesar 4. hotel dan restoran yang meningkat perannya dari 22. Nilai PDRB (atas dasar harga konstan tahun 1993) pada tahun 2003 sebesar 2.234 milyar rupiah.19 31.812 55. dan restoran sebesar 13. Gas dan Air Minum Bangunan dan Kontruksi Perdagangan.28 8.01 %.31 % IV .44% dan sektor industri pengolahan sebesar -0.72 % pada tahun 2002 menjadi 24. maka pergeseran sektor dari sektor produksi ke sektor jasa juga terjadi di Kota Pontianak. perhotelan. hotel.4 Jumlah Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Lapangan Pekerjaan Pertanian Pertambangan Industri Listrik.09 8. Perhotelan.31 34.

Persewaan & Jasa Perusahaan 9.501.83 279. Perkembangan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Kota Pontianak dalam beberapa tahun ke belakang. Tahun 2001 – 2003 (Jutaan Rupiah). Selain itu terdapat juga RDTRK Kecamatan Pontianak Barat Tahun 2002 dan sudah diperdakan (Perda No.812.510.23 266. Sementara sektor lainnya mengalami penurunan peran.- Tabel 4.59 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .445.1.953.816.95 293. Lapangan Usaha 1. yaitu: 1. Keuangan. 4 Tahun 2002).73 279.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Pontianak A.770.68 416.1. Perdagangan.059. gas.86 93.15 511.511.47 2003 12.293.6.533.99 47. Banyaknya perkembangan spasial dan aspasial yang tidak lagi terakomodasi dalam RUTRK Pontianak Tahun 1994-2004. dan Air Minum 5.312.919.75 42.071. Industri Pengolahan 4.952.404. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Pontianak pada tahun 2003 sebesar Rp 4.234.490.67 259.1.148.68 588. Pengangkutan dan Komunikasi 8. persewaan.822.77 578.59 594.152.798. 2.48 2002 12.707.061. Hotel. Produk yang dihasilkan dalam proses perencanaan adalah Buku Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Pontianak Tahun 2002 yang merupakan revisi dari RUTRK Pontianak Tahun 19942004.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan pada tahun 2003.963. IV . kelembagaan yang menangani proses perencanaan tata ruang adalah Bappeda dan Dinas Tata Kota Pontianak.285.47 2.47 45.77 91. Bangunan 6.53 %.21 404.31 % menjadi 11. begitu juga sektor keuangan. Secara garis besar ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan RTRW Kota Pontianak Tahun 2002-2012.701. PDRB per kapita.71 2.36 394.42 402. Pertanian 2.36 450.59 4. Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka.37 2. dan jasa perusahaan yang meningkat perannya dari 10. Pertambangan dan Penggalian 3. 2003 2001 11.26 91.549.515.5 PDRB Kota Pontianak Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha. dan Restoran 7.406.6.233.191. Listrik.26 267. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Pontianak Dalam penataan ruang di Kota Pontianak.

Untuk menangani kendala tersebut diadakan diskusi. Kawasan WFC yang direncanakan untuk Kota Pontianak merupakan satu kesatuan yang terdiri dari pusatpusat kegiatan yang bervariasi dengan lokasi menyebar di sepanjang Sungai Kapuas. Water Front City yang berada di Kawasan Pusat Kota. 5. 6. Perkembangan ini menuntut adanya pengkajian ulang mengenai peranan kota Pontianak dalam berbagai posisi yang dimiliki.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. sehingga nantinya pusat kota mencakup keempat wilayah kecamatan. Dalam penyusunan perencanaan tata ruang. dimana semua kecamatan memiliki akses yang merata ke pusat kota. legislatif maupun eksekutif. sumber daya manusia. Tinjauan yang lebih detail mengenai potensi-potensi yang dimiliki Kota Pontianak. • Pengembangan lebih lanjut dari konsep Water Front City (WFC) yang berada di kawasan pusat kota. baik dari masyarakat. dan tantangan yang dihadapi Kota Pontianak dalam rangka mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang dimiliki. Hal ini disebabkan karena apresiasi ruang masyarakat belum satu persepsi tentang peran dan fungsi tata ruang. lokakarya dan sosialisasi tentang penataan ruang. Sebagian besar rencana yang terdapat dalam RTRW Kota Pontianak meliputi: • Perluasan kawasan pusat kota. nasional. Perlunya pengkajian ulang mengenai kesesuaian penggunaan lahan saat ini. kelemahan. dimana kawasan pusat kota yang ada saat ini akan diperluas ke arah utara dan timur dari pusat kota yang ada saat ini. aparat pemda menemui kendala yaitu dalam hal peranserta masyarakat. Perlunya mengkaji kembali kekuatan.60 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Semakin dinamisnya perkembangan pembangunan. dimana pengembangannya melebar ke arah barat maupun timur dari pusat kota IV . Penyusunan rencana tata ruang juga tidak lepas dari peran pemerintah pusat yaitu dalam bentuk pembinaan teknis. maupun infrastruktur. dan internasional. baik di dalam wilayah kota Pontianak sendiri maupun di tingkat regional. 4. peluang. baik sumber daya alam. dimana pada masa mendatang diharapkan pengembangan WFC semakin melebar dari kawasan pusat kota ke arah barat maupun timur.

sudah seharusnya Kota Pontianak memelihara dan memanfaatkan identitasnya sebagai Kota Tepian Air.Kawasan pusat olahraga (sports centre).Boulevard yang di bagian tengahnya (yang tepat dilalui garis khatulistiwa) dipergunakan untuk pepohonan/jalur hijau. menempati Pelabuhan Seng Hie untuk kegiatan Kecamatan Pontianak Utara. terutama pelabuhan untuk kegiatan industri dan pelabuhan barang. sehingga lebih memungkinkan untuk berkembang lebih besar. atau dengan kata lain bagian muka bangunan menghadap sungai. Di samping itu. walaupun lokasinya tidak berhubungan secara langsung. .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Sebagai kota yang terbelah oleh aliran sungai. atau sebaliknya. seperti : . Kawasan tersebut dicirikan dengan orientasi bangunan yang menghadap ke sungai. Kedua lokasi ini dipilih karena ketersediaan lahan yang relatif lebih luas. Kawasan WFC di sini merupakan kawasan yang berorientasi ke badan perairan (dalam hal ini berupa sungai) membentuk karakter koridor sungai. sedangkan pelabuhan barang menempati Kecamatan Pontianak Barat. saling berseberangan. Kawasan wisata khatulistiwa yang telah ada perlu lebih diperluas. Lokasi pengembangan kawasan wisata khatulistiwa Tugu Khatulistiwa Pontianak diarahkan pada wilayah yang tepat dilalui garis lintang 00 0’ 0” di sebelah timur laut dari lokasi tugu khatulistiwa sekarang ini. Pada kawasan wisata ini akan dikembangkan beragam objek wisata. tepatnya Pelabuhan di sebelah barat Pulau industri Batulayang. • Pengembangan Kawasan wisata (khususnya di Kecamatan Pontianak Utara) yaitu dengan lebih menonjolkan keunikan wilayah yang dilalui garis khatulistiwa.Lapangan golf. kalaupun suatu saat akan IV . Karena itu. dengan keunikan dapat memukul bola dari belahan bumi bagian utara ke belahan bumi bagian selatan. . konsep pengembangan kota yang mengarah pada WFC perlu diterapkan dengan pengelolaan yang profesional. diarahkan berlokasi di sebelah barat kota atau di bagian hilir Sungai Kapuas.Kawasan rekreasi yang dilengkapi dengan tempat penjualan makanan dan cindera mata khas Kota Pontianak.61 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Pengembangan pelabuhan. .

tersebut diarahkan peruntukannya bagi kawasan industri. • Di sebelah utara lokasi (rencana) pelabuhan untuk industri. Aksesibilitasnya yang tinggi ke pelabuhan menjadikan lokasi tersebut cukup menguntungkan bagi pasar induk untuk beroperasi. Dengan beberapa keuntungan.2. kawasan industri yang semula berlokasi di pinggir Sungai Kapuas secara berangsur dapat berubah fungsi menjadi kawasan WFC. juga terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana pelabuhan tersebut dimana lahannya masih cukup luas dan saat ini merupakan lahan nonterbangun.6. seperti aksesibilitas yang tinggi ke pelabuhan. khususnya kapal yang memiliki crane. • Di sebelah selatan lokasi rencana pelabuhan untuk melayani kegiatan perdagangan. Di samping itu.1.1 IV . terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi (rencana) pelabuhan tersebut yang masih cukup luas dan saat ini merupakan Sungai lahan nonterbangun Wilayah serta dialiri akan Konsep pengembangan Pelabuhan Seng Hie Kunyit Baru. sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 4. serta luasnya area yang memungkinkan terciptanya keuntungan dalam memanfaatkan infrastruktur secara bersama (misalnya IPAL bersama).62 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Rencana struktur tata ruang akan mendatangkan implikasi terhadap pembangunan Kota Pontianak di masa-masa mendatang. adanya aliran sungai sebagai sumber air dan sebagai badan penerima limbah cairnya. Dengan beberapa keuntungan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi investor dan pelaku kegiatan industri untuk menempati kawasan tersebut.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dibangun jembatan yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut (Pontianak Barat dan Pontianak Utara melalui Pulau Batulayang) tidak mendatangkan masalah yang besar bagi pelayaran kapal-kapal. karena pelabuhan sungai berlokasi sebelum jembatan. termasuk di dalamnya pasar induk. Wilayah tersebut akan diarahkan peruntukannya untuk kegiatan perdagangan.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Tabel 4.1.6.2.1 Implikasi Rencana Struktur Tata Ruang Kota Pontianak 2002-2012 No 1 Aspek Penyediaan Lapangan Kerja Pertumbuhan Ekonomi Implikasi Penyediaan lapangan kerja akan lebih menyebar di kelima kecamatan karena pengalokasian jenis dan skala kegiatan ekonomi lebih menyebar di keempat kecamatan Dengan alokasi aktivitas yang disebarkan di seluruh wilayah, maka potensi seluruh Wilayah tersebut akan lebih dikembangkan. Diharapkan tingkat pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan menjadi lebih optimal dan merata. Dengan dialokasikannya pusat kota pada wilayah di keempat kecamatan, ditambah dengan lebih mengembangkan keunikan di wilayah utara dan historis di wilayah timur, diharapkan percepatan pertumbuhan pembangunan akan lebih menyebar. Pengembangan kawasan-kawasan yang menyebar ke seluruh wilayah Kota Pontianak akan meningkatkan pendapatan, perekonomian, dan pendidikan masyarakat di seluruh wilayah, sehingga diharapkan kesenjangan sosial dapat dikurangi atau bahkan dihindari. Pemanfaatan lahan untuk kawasan terbangun yang lebih menyebar (tentunya dengan tetap memperhatikan kesesuaian fisiknya) membuat beban daya dukung lingkungan yang lebih proporsional, sehingga tidak akan terjadi kerusakan lingkungan.

2

3

Percepatan Pertumbuhan Pembangunan Kesenjangan Sosial

4

5

Sumber : Fakta dan Analisa RTRW Kota Pontianak

Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan

Berkaitan dengan pemanfaatan ruang, rencana pelaksanaan tata ruang di Kota Pontianak sudah seluruhnya dilaksanakan, hanya belum optimal terutama kebijakan insentif dan disinfektif.

B.

Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak

Pemanfaatan ruang di Kota Pontianak sebagian besar mengacu pada struktur ruang yang ada pada RTRW Kota Pontianak. Pada umumnya pemanfaatan ruang ada telah banyak terjadi perubahan terutama perubahan terhadap struktur tata ruang pada RUTRK Pontianak 1994-2004. Dalam hal pemanfaatan ruang, Kota Pontianak telah dimanfaatkan ruangnya sebagai: • Kawasan pusat kota, dimana saat ini kawasan pusat kota berada di sebagian wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sebagian wilayah Pontianak Selatan. • Pusat-pusat kegiatan tersebut meliputi: a. Kawasan Makam Batu Layang Merupakan kawasan bersejarah di Kecamatan Pontianak Utara. Kegiatan yang direncanakan mendominasi kawasan ini adalah wisata sejarah. Kegiatan lainnya yang
IV - 63
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

akan dialokasikan di sekitar kawasan tersebut berupa kegiatan perdagangan, pelabuhan, dan industri. Untuk memelihara nilai estetika kegiatan wisata Makam Batu Layang, maka kegiatan industri harus tetap menyediakan area yang ditanami pepohonan di sekelilingnya, yang juga berfungsi sebagai penyangga (buffer). b. Kawasan Tugu Khatulistiwa Merupakan kawasan wisata dengan land mark berupa tugu khatulistiwa. Kawasan ini direncanakan memiliki aksesibilitas dan keterkaitan dengan rencana Zona Wisata Khatulistiwa (ZWK) yang direncanakan berlokasi di sebelah timur laut Tugu Khatulistiwa tersebut. c. Kawasan di sekitar Siantan Merupakan kawasan dengan dominasi kegiatan komersial yang heterogen, meliputi jasa-jasa perdagangan (pertokoan, ruko, pasar) dan industri. Untuk memberikan sentuhan estetika dan peningkatan kualitas udara dari kawasan yang dipenuhi oleh kegiatan komersial tersebut, kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas jalur hijau berupa taman di tepi Sungai Kapuas d. Kawasan di sekitar kaki jembatan Sungai Landak dan Sungai Kapuas Kecil. Kawasan ini merupakan kawasan yang tidak diperuntukkan bagi lahan terbangun. Walaupun dalam tata ruangnya dialokasikan untuk kawasan permukiman, namun khusus di kaki jembatan-jembatan ini perlu disediakan ruang terbuka hijau (public

park) untuk alasan keamanan dan estetika lingkungan.
e. Kawasan Cagar Budaya di sekitar Mesjid Jami dan Keraton Kadriah (Tanjung Pulo/Beting) dengan kawasan permukiman di sekitarnya.

Mesjid Jami Pontianak

Kraton Kadariyah Pontianak

f. g.

Kawasan wisata khususnya berada di Kecamatan Pontianak Utara Kawasan Senghie Kegiatan yang berlangsung di sekitar kawasan ini didominasi oleh kegiatan komersial. Namun demikian, pada lokasi yang langsung berbatasan dengan sungai direncanakan untuk dijadikan ruang terbuka hijau atau taman, yang memiliki multifungsi, selain sebagai taman dan pedestrian tempat orang bisa berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan ke arah sungai, sebagai media untuk meningkatkan

IV - 64
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

kualitas udara karena keberadaan pepohonannya, penambah nilai estetika, serta sebagai sempadan sungai yang diharapkan turut membantu menjaga kualitas perairan sungai. h. Kawasan Taman Alun Kapuas Ciri yang menonjol dari kawasan ini adalah keberadaan kantor pemerintahan (kantor walikota) yang bisa langsung terlihat dari arah Sungai Kapuas. Taman di tepi Sungai Kapuas (Taman Alun Kapuas) direncanakan untuk dapat menampung berbagai kegiatan yang meliputi dermaga wisata air yang melayani pemakaian perahu-perahu wisata (cruise), olah raga air, tempat berjualan seperti kios, cafe, tempat bermain, dan taman kota. i. Kawasan Jeruju Merupakan kawasan komersial dengan aktivitas utamanya berupa perdagangan. Wisata, industri, jasa perkantoran, dan pergudangan. j. Kawasan di sekitar Pelabuhan Nipah Kuning Kawasan ini merupakan pintu masuk (gate way) menuju kawasan Water Front City. Di samping keberadaan pelabuhan, aktivitas lain yang direncanakan berlokasi di sekitar kawasan ini meliputi pergudangan, permukiman, dan kawasan konservasi. • Pelabuhan, dimana pelabuhan yang ada saat ini terbagi menjadi lima, yaitu pelabuhan untuk melayani kegiatan industri, pelabuhan penyeberangan (ferry), pelabuhan yang melayani penumpang, pelabuhan ikan, dan pelabuhan barang untuk mendukung kegiatan perdagangan. Dalam pemanfaatan ruang di Kota Pontianak ditemui beberapa kendala yaitu dalam hal perijinan, dimana umumnya masalah yang terjadi adalah pada pembangunan yang tidak didahului dengan perijinan, sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan. Pengaturan intensitas pemanfaatan ruang untuk Kota Pontianak perlu dilakukan guna menata penggunaan lahan secara optimal dengan memperhatikan bentuk-bentuk ruang yang akan terjadi serta pergerakan dari aktivitas yang terjadi. Pemanfaatan dan pengaturan lahan perkotaan yang baik akan memberikan bentuk serta struktur tata ruang yang baik pula kepada “wajah” Kota Pontianak. Keberadaan sungai Kapuas sebagai salah satu potensi yang ada di Kota Pontianak harus diekspos, terutama dengan cara pengarahan terhadap ketinggian bangunan. Untuk membentuk pola tata ruang yang baik, perlu pengaturan terhadap luas pemanfaatan lahan serta ketinggian bangunan.

IV - 65
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

perdagangan. Kegiatan yang termasuk kategori ini adalah permukiman (perumahan beserta segala fasilitas penunjangnya. pariwisata. kegiatan yang berorientasi pada pengembangan Kota Pontianak menjadi kota internasional. Kesesuaian fisik bagi setiap kegiatan yang akan ditempatkan di Kota Pontianak. dan pelayanan umum). IV . peribadatan. Kecuali yang termasuk kawasan lindung. Ada dua kegiatan utama yang akan dipertimbangkan. maka bisa saja pemanfaatan yang ada tersebut tidak dipindahkan. Sementara itu. Kegiatan (mengindikasikan jenis peruntukan/pemanfaatan) yang akan dikembangkan pada kawasan budidaya. disamping itu juga pengendalian berkaitan dengan: 1. dan kawasan sekitar cagar budaya. Kawasan lindung dan kawasan budidaya Dengan mengacu pada kriteria kawasan lindung (Keppres No. Akan tetapi. kegiatan yang sifatnya memenuhi kebutuhan mendasar bagi penduduk. dengan memberdayakan segenap pihak yang mendirikan dan menggunakan bangunan di kawasan sempadan sungai tersebut untuk tetap menjaga sungai dari kemungkinan sedimentasi. dan sebagainya. pelabuhan. sempadan sungai. 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung). serta memelihara kualitas perairan sungai (dengan tidak membuang sampah ke sungai dan membersihkan sampah di perairan yang berada di sekitar bangunan tempat mereka tinggal/berusaha). kawasan selebihnya merupakan kawasan budidaya. pendidikan. seperti fasilitas perbelanjaan. Misalnya.66 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan industri beserta fasilitas-fasilitas yang dibutuhkannya. pengendalian pemanfaatan ruang untuk sempadan sungai terutama sempadan sungai di sepanjang pinggiran Sungai Kapuas. olahraga dan ruang terbuka. Faktor yang dipertimbangkan di sini meliputi kemiringan lereng. 2. hiburan. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak Pada dasarnya pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Pontianak meliputi pengendalian pada kawasan-kawasan yang memiliki potensi. jenis tanah. Misalnya. kawasan yang dapat dikategorikan sebagai kawasan yang perlu dilindungi di Kota Pontianak meliputi kawasan berhutan bakau. Kedua. sedangkan proses pemindahan itu sendiri mendatangkan permasalahan yang sangat kompleks.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. kesehatan. Pertama. Sungai Kapuas Kecil. tetapi fungsi dan tujuan ditetapkannya sempadan sungai diusahakan tetap dapat berlangsung. lahan yang terkena pengaruh pasang surut. dan fungsinya diperuntukkan bagi kawasan hijau. keberadaan sungai. 3. dan Sungai Landak adalah selebar kurang lebih 100 meter dari tepi sungai. dan industri. kegiatan perdagangan. mengingat hampir di sebagian besar kawasan tersebut telah dipergunakan untuk perumahan.

terutama pada daerah-daerah berkepadatan bangunan tinggi. dan kelengkapan infrastruktur. Wilayah di sebelah utara dan selatan kota yang saat ini didominasi pepohonan dipertahankan untuk menjaga keseimbangan air dalam konteks DAS. lokasi-lokasi tersebut diperuntukan bagi kegiatan-kegiatan bisnis. misalnya untuk hutan bakau di sebelah barat yang sebagian terkena rencana pengembangan pelabuhan. Demikian juga halnya dengan keberadaan hutan bakau yang tetap dipertahankan. Untuk mengantisipasi hal ini. 5. Lokasi-lokasi strategis yang biasanya menjadi lokasi pilihan para pelaku bisnis Umumnya lokasi-lokasi ini dicirikan dengan kemudahan aksesibilitas. Keberadaan pepohonan ini dapat memperbaiki kualitas udara karena dapat menyerap gas-gas beracun (kontaminan) yang beterbangan di udara serta menurunkan temperatur di siang hari (dengan menyerap CO2 dan memproduksi O2). Status dan harga lahan Status lahan menunjukkan kepemilikan atas lahan. Kriteria-kriteria teknis Contoh dari kriteria teknis di sini antara lain misalnya harus dibatasinya peruntukan kegiatan yang mengakses langsung ke jalan arteri primer. 6. Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan karena pemilik lahan memiliki kewenangan atas pemanfaatan lahannya. 7. dan tinggi minimal jembatan. meliputi ekosistem perairan (sungai) beserta kualitas perairannya. Kelestarian fungsi ekosistem.67 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Di samping itu. 8. kecuali dengan alasan yang mendesak. Kualitas udara dan estetika lingkungan Mengingat temperatur udara Kota Pontianak yang cukup panas. juga memberikan dampak yang positif bagi estetika lingkungan di sekitarnya. IV . Sedangkan harga lahan mengindikasikan besar kecilnya biaya bagi suatu kawasan untuk dikembangkan. dan ekosistem hutan bakau. maka untuk meningkatkan kualitas udara dikembangkan konsep kota tropis dengan mempertahankan kawasan hijau yang ada dan menyebarkan taman-taman kota dan jalur hijau ke seluruh wilayah.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Lokasi berbagai aktivitas saat ini yang berada di tepian sungai dan rencana alokasi berbagai peruntukan yang ditempatkan di tepian sungai perlu mempertimbangkan kelestarian fungsi ekosistem sungai. Peruntukan lahan industri lebih diarahkan menuju ke hilir. jarak terhadap pusat keramaian atau aktivitas.

baik untuk pengembangan kegiatan perekonomian. masyarakat lebih memilih untuk membuang air hujan ke sumur resapan dan ke saluran jalan dibandingkan untuk manfaat lainnya. Siantan. pariwisata.1. Peranserta Masyarakat Keterlibatan (pendapat) masyarakat dalam memberi masukan rencana penataan ruang terlihat pada rencana penggunaan lahan. masyarakat) dapat dikatakan belum optimal. Sungai Raya. dimana kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Selatan memperlihatkan pertumbuhan dan kesejahteraan yang jauh lebih baik dibandingkan Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur. Selain itu masyarakat juga menyarankan agar lebih memperhatikan tempat-tempat untuk rekreasi dengan memanfaatkan lahan kosong atau lahan rawa. Sungai Kakap. pemafaatan terminal kota.6. • Didudukannya Kota Pontianak sebagai pusat Kawasan Andalan POKUSIKARANG (Pontianak. 4. industri. • • Belum tergalinya potensi dan peluang sumberdaya alam yang dimiliki.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. Selain itu juga bentuk keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan ruang adalah pemberian ijin pemanfaatan ruang jika sesuai dengan RTRW yang berlaku. misalnya untuk penggunaan permukiman. IV . serta tidak berfungsinya terminal induk Gajah Mada dan terminal antar negara. banyaknya aktifitas sosial dan pendidikan yang berkembang pada zoning perdagngan dan jasa. Fungsi baru ini tentu saja berimplikasi pada perlunya disusun tata ruang yang luas cakupan wilayahnya. sementara regulasi (peraturan) tidak berkembang seiring dengan dinamika pembangunan kota yang semakin pesat. lahan untuk bangunan perumahan disisakan untuk taman (lahan hijau). bahkan law enforcement masih lemah.3 Isu Permasalahan Kota Pontianak Permasalahan dalam pembangunan/penataan ruang di kota Pontianak antara lain: • Adanya penyimpangan dalam pemanfaatan lahan. Kuala Mandor. masih tersisanya lahan untuk zoning pemerintahan. dan Sungai Ambawang) maupun sentral dari Kawasan Metropolitan Pontianak.68 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Begitu pula halnya dengan distribusi dan kepadatan penduduk. pasar tradisional dan pengaturan lalu lintas yang juga belum terselesaikan. dan lain-lain. Untuk perencanaan sistem drainase air hujan. swasta. • Peranan kelembagaan (pemerintah. Masih belum tertatanya kawasan Kota Pontianak secara baik karena masih banyaknya permasalahan yang berkaitan dengan persampahan. • Tidak seimbangnya perkembangan ekonomi antar kecamatan. seperti dimanfaatkannya kawasan hijau oleh masyarakat untuk pembangunan perumahan. bahwa sebaiknya permukiman tidak berada di dekat Bandar udara.

perumahan dan perdagangan. Demikian pula sisi utara sepanjang jalan Yos Sudarso yang guna lahannya diperuntukan sebagai kawasan industri. kebun karet rakyat. yang seharusnya sebagai kawasan konservasi hutan bakau. Basis data yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan kota masih minim. tepatnya di kawasan yang diapit oleh sungai Landak dan Jalan Gusti Situt Mahmud. • Guna lahan di sisi utara wilayah Kelurahan Tanjung Hilir (Kecamatan Pontianak Timur) direncanakan untuk industri. karena dapat menimbulkan dampak yang merugikan dimasa yang akan datang. IV . tapi saat ini masih terdapat beberapa kelompok perumahan penduduk. dan di beberapa lokasi masih terdapat semak yang rimbun.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • Penurunan kualitas lingkungan akibat – antara lain – eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan dan daya dukung lahan yang terlalu berat. kenyataannya saat ini sebagian kawasannya telah dibangun perumahan. Ketidaksesuaian penggunaan lahan yang diperuntukan untuk kawasan lindung/konservasi. antara lain sebagai berikut: • Di sisi barat wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sisi selatan Kecamatan Pontianak. dan sebagian lagi berupa semak. Kondisi serupa juga terdapat di wilayah Kecamatan Pontianak Utara. termasuk dalam penyimpangan kategori tinggi. saat ini merupakan kawasan campuran (mix use) antara industri. yang ternyata dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya kebun dan semak. Berbagai persoalan keruangan (spasial) dan sektoral (aspasial) lainnya belum teridentifikasi hingga saat ini. perumahan. perkantoran. • Peruntukan kawasan industri yang berlokasi di sepanjang koridor Jalan Khatulistiwa dan Sungai Kapuas Besar saat ini pemanfaatannya masih campuran antara industri. Selain itu permasalahan lainnya terjadi pada ketidaksesuaian penggunaan lahan. tepatnya antara tepi sungai Kapuas dan Jalan Yos Sudarso. lahan yang seharusnya untuk kawasan konservasi ternyata saat ini dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan campuran.69 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Berkembangnya sistem kota-kota secara global melalui berbagai bentuk kerangka kerjasama bilateral maupun multilateral. • Di sisi utara Kecamatan Pontianak Barat.

57% dari luas wilayah Sulawesi Utara. Sea. Wori dan Tiwoho di Kecamatan Wori) dan Selat Mantehage. Manado telah mengalami dua fase perkembangan kota. Kamangta. Pineleng Satu di Kecamatan Dari letak geografisnya Kota Manado mempunyai posisi yang sangat strategis. Bantik.1 Gambaran Umum Kota Manadon A.1.Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Minahasa (desa Talawaan. Koka.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. berbatasan dengan Teluk Manado.1. dengan Kabupaten Minahasa (desa Sawangan. desa Maumbi di Kecamatan Airmadidi).70 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .369 Ha. Saat ini luas Manado adalah 15. Minahasa (desa Paniki Atas dan Mapanget di Kecamatan Dimembe. luas Manado adalah 2. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. berdasarkan perkembangan wilayah administrasinya. Sebelah Timur Sebelah Barat : : berbatasan dengan Kab.7. Laut merupakan jalur pelayaran lalu lintas di Kota Manado Kota Manado yang terletak di bibir pasifik IV . Sejak saat berdirinya yaitu pada tanggal 14 Juli 1623 sampai sekarang. Adapun batas-batas administrasi Kota Manado adalah sebagai berikut: .22 Tahun 1988. yakni suatu kawasan di dunia yang semakin berkembang dan sangat potensiil untuk menjadi pusat kegiatan perekonomian dunia. Kondisi Umum Kota Manado terletak di jazirah utara pulau Sulawesi dan berada pada posisi 10 40’ Lintang Utara dan 1240 35’ Bujur Timur.7 Kota Manado 4. Kalasey.726 Ha atau 0. yaitu: • Terletak di bibir Pasifik Secara langsung Kota Manado terletak pada bibir Pasifik. Sebelah Selatan : berbatasan Pineleng).

dan New Zealand. Singkil.Laut Arafura ke Selat Torres. Wenang. yaitu Kecamatan Molas. sehingga jumlah kecamatan di Kota Manado menjadi 9. Sejalan dengan lalu lintas tersebut.71 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Asia Selatan. Tuminting. dengan ketinggian tanah berkisar pada 600 – 650 meter diatas permukaan laut. Sampai dengan tahun 1999 Kota Manado terdiri dari 5 kecamatan.Laut Banda . 15 – 25%. Mapanget. dan Kecamatan Malalayang. 8 – 15%. Australia. Wenang.Wetar . Garis kontur terendah berada di sepanjang pesisir pantai kota. Amerika Utara. yaitu dengan adanya Gunung Manado Tua (650 m) dan Gunung Tumpa (600m). Sario. • Keberadaan Bandara Sam Ratulangi juga menempatkan Manado sebagai jalur lalu lintas udara bagi pesawat militer/penumpang dari dan atau ke Filipina. maka Manado membentuk jalur pelayaran sebagai berikut: jalur Selat Makasar-Selat Lombok. Tikala. Pantai barat Amerika. dan > 40%.Halmahera.Laut Sulu . Wanea. Selat Buru . Wilayah dengan topografi tertinggi tersebut tepatnya berada di Kecamatan Bunaken. Australia. IV . B. Manado terletak pada jalur lalu lintas pelayaran internasional yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi dunia. Kota Manado dapat dikelompokkan atas wilayah-wilayah dengan kemiringan tanah: 0 – 3%. Kondisi Fisik Ketinggian tanah di Kota Manado bervariasi mulai dari titik 0 (nol) diatas permukaan laut sampai ketinggian 650 meter diatas permukaan laut.P.Laut Banda Selat Buru terus ke utara ke Samudera Pasifik dan cabang lainnya menuju ke Laut Sulu. dan Selandia Baru. jalur dari Pasifik . Sario.Laut Sulawesi . 25 – 40%. jalur Selat Ombay . Kemudian pada tahun 2000 terjadi pemekaran. 3 – 8%.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Terletak pada posisi silang mata rantai lalu lintas pelayaran internasional. Pasifik barat Daya. dan Kecamatan Malalayang. Mapanget. sedangkan garis kontur tertinggi berada di bagian utara kota. Berdasarkan kemiringan tanahnya. Terletak pada jalur lalu lintas udara antar negara. Australia. yaitu: Kecamatan Bunaken. dan Selandia Baru. Dengan demikian Manado dapat berperan sebagai salah satu simpul mata rantai jaringan penerbangan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan Pasifik barat daya. • Terletak di daerah perbatasan antar negara Manado berada pada daerah perbatasan yang terletak pada jalur lalu lintas pelayaran untuk kapal perang dari Samudera Pasifik ke samudera Indonesia. mulai dari Timur Tengah.

726 Sumber: Kota Manado Dalam Angka.75 0. Tahun 2001.475 165 575 10. yang terdiri dari: Latosol. kemudian diikuti oleh Entisol.730 626 54 22. maka wilayah (kecamatan) yang sebagian besar tanahnya memiliki kemiringan 0 – 15% terdapat di Kecamatan Mapanget. yang terdiri dari Mediteran. Hidromorf kelabu.05 0. Perkebunan 5.1. yang terdiri dari: Kalsik Brown . dan asosiasi peralihannya . Ultisol.10 4. Tabel 4. Inceptisol merupakan tanah yang terluas penyebarannya di Kota Manado.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dilihat dari kemiringan tanah tersebut. Tegalan 3.Ultisol. Wilayah dengan kemiringan tanah > 40% tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk dibangun. tanah sedang berkembang. yang terdiri dari: Regosol.Inceptisol.00 3.25 91. Untuk tanah dengan kemiringan > 40% tersebar di seluruh kecamatan yang terdapat di Kota Manado.Alfisol. kecamatan yang sebagaian besar wilayahnya memiliki kemiringan tanah diatas 15% adalah Kecamatan Malalayang dan Kecamatan Bunaken.60 2001 Ha % Jumlah 15. dan Kecamatan Sario. Kemudian.65 68. maka di Kota Manado antara lain terdapat: .10 1. Hutan 4.00 0.Entisol.1. dan Alfisol. Tanah Basah Lahan Kering 1. Wilayah Kota Manado. Sawah 2. IV . Permukiman 2. yaitu tanah muda. Fasilitas Umum 6. memiliki variasi tanah menurut usianya. dan tanah tua.72 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Wenang. Lain-lain 3.1 Luas dan Jenis Penggunaan Lahan Kota Manado Tahun 2001 Jenis Penggunaan Lahan Lahan Sawah 1. Podzolik.5 100 9. dengan formasi batuan gunung api muda dan iklim basah. dan Aluvial .7. Berdasarkan jenis tanah.

dan jasa. tamatan SLTA dan SLTP 55. suku Gorontalo dan keturunan Cina. yaitu sebesar 68. terdiri dari tamatan perguruan tinggi 9. Kota Manado memiliki tingkat pertumbuhan alamiah (faktor kelahiran) sebanyak ± 1. menyusul suku Sangihe Talaud. Kependudukan Kota Manado adalah wilayah urban terbesar di Provinsi Sulawesi Utara. namun masyarakat Manado sangat menghargai sikap hidup toleran. yakni diperkirakan sekitar 40.13%. tanah kosong. Agama yang dianut adalah Kristen Protestan. Berdasarkan data Pada tahun 2001.8 % terdiri dari ruang terbuka. usaha. terbuka dan dinamis. Maluku. Karena itu tingkat pendidikan penduduknya cukup tinggi. jumlah penduduk usia 10 tahun keatas 347. Penduduk Kota Manado cukup heterogen baik latar belakang etnik maupun agamanya. keturunan Arab. tamatan SD 22. adapun faktor lainnya yang menyebabkan percepatan pertumbuhan jumlah penduduk adalah pengaruh faktor urbanisasi (inmigrasi). industri. Selain itu kecenderungan migrasi sirkuler atau arus ulang alik juga cukup menonjol. Faktor tersebut mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari jenis penggunaan lahan Kota Manado tahun 2001. Islam.50% per tahun. Mayoritas penduduk berasal dari suku Minahasa.000 orang yang berdomisili di luar kota melakukan aktivitas sehari-harinya di Kota Manado. Kota Manado memiliki latar tradisi yang kuat. bahkan di Kawasan Timur Indonesia belahan utara.31%.73 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .70%. terlihat bahwa Kota Manado masih didominasi oleh tanah pertanian/perkebunan. Karenanya kota Manado memiliki lingkungan sosial yang relatif kondusif dan dikenal sebagai salah satu kota yang relatif aman di Indonesia. penduduknya berjumlah 395.57%. Pada akhir tahun 2002. Batak. Meski heterogen. Katolik.308 jiwa. alang-alang serta sungai dan jalan. IV . Budha dan Hindu. Selain itu terdapat pula penduduk suku Jawa. Makasar dan sebagainya. hutan dan hutan bakau.10 %. Dibidang pendidikan.10 % dan kawasan permukiman sebesar 22. suku Bolaang Mongondow. Sisanya sebanyak 9. rukun.29% dan yang tidak/belum bersekolah 0. belum tamat SD 12.515 jiwa. C.

343 % 9.1.282 25.2 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Di Kota Manado.326 347. 2001 Jumlah 18.5 100 Sedangkan jumlah penduduk menurut mata pencaharian. Perekonomian Pembangunan kota Manado diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki dalam mengambil peran yang lebih besar dalam memanfaatkan peluang-peluang ekonomi baik di tingkat nasional maupun global.866 13.615 41.615 jiwa.242 1.1.5 7.00 100 D.44 20.6 17.610 82. Jumlah 1.7 31.1.85 41.012 17.340 18.2 30.6 11.308 % 0.96 7.520 43.Tahun 2001. Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 7 Tingkat Pendidikan Tdk/Belum pernah sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SMU/Kejuruan Diploma/PT S2/S3 Jumlah Sumber: Kota Manado Dalam Angka.813 29. yang bekerja sebagai PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta cukup besar yaitu sebesar 82.840 77.57 8.7.227 75.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Manado Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 Jenis Mata Pencaharian Petani/Peternak/Nelayan Pedagang PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta Wiraswasta/Industri kecil Buruh/Tukang/Tibo-tibo Jasa dan lain-lain Jumlah Sumber: BPS Kota Manado.17 12.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.74 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .1.958 199. IV .8 0. Untuk lebih jelasnya jumlah penduduk kota Manado menurut mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.7.

yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. Sektor yang paling besar atau pertumbuhannya dan hotel adalah sebesar perdagangan. sektor pertanian. Disamping itu sektor angkutan dan komunikasi juga termasuk besar kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002. Dilihat dari kontribusi sektor-sektor (menurut lapangan usaha) bagi PDRB Kota Manado tahun 2002. mengalami pertumbuhan.29 %. seperti: sektor jasa. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam Kawasan wisata yang ada di Bunaken Kawasan perekonomian Kota Manado sekitar ½ sampai dengan 2 jam menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi. Bandara Internasional Sam Ratulangi b. IV . 4%.0%. Akses Regional Trans Sulawesi Hampir lebih seluruh dominan sektor ekonomi pada tahun 2003 sektor 0. 1%. restoran sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor angkutan dan komunikasi sebesar – 0. 9%. Primadona pariwisata Kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken. Pelabuhan Samudera Bitung c. sektor bangunan. maka sektor perdagangan. Untuk sektor pariwisata. antara lain adalah: • • • • Pusat Pengembangan Wilayah Sulut KAPET Manado-Bitung Gateway ke Asia-Pasifik Dukungan Infrastruktur: a. 8%. Sektor-sektor lainnya. yaitu sebesar 26% dari total PDRB tahun 2002. 4%. sektor banklembaga keuangan-jasa perusahaan. sektor industri pengolahan.41%. yakni 25% dari total PDRB tahun 2002.75 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Manado dalam pengembangannya memiliki kekuatan yang menjadi landasan baik dalam pembangunan maupun pengembangan Kota Manado. sektor pertambangan-penggalian kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002 secara berturut-turut (dalam %) adalah: 23%. sektor llistrik-gas-air minum. kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota. hotel dan restoran memberikan kontribusi terbesar dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. dalam kurun waktu dua dekade terakhir.

Panorama pegunungan dan Danau Tondano. terdapat 67 buah hotel/penginapan. Vulcano Area di Tomohon. Pembangunan di Kota Manado terus berlangsung. perdagangan. Bersamaan dengan Bitung. yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d 3 jam dari kota Manado.1.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Manado A. salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland.7.76 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Desa Agrowisata Rurukan-Tomohon. Berkaitan dengan pelaksanaan fungsi Kota Manado sebagai kota jasa. 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas. Pada saat itu wilayah Kota Manado masih terdiri dari 5 (lima) kecamatan. infrastruktur jalan dibenahi. Untuk mendukung perkembangan Kota Manado. terjadi perubahan/perkembangan di segenap sektor. Batu Pinabetengan dan Waruga di Sawangan. khususnya di Minahasa. kemudian juga untuk menghadapi perkembangan global. yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya. dimana bandara tersebut merupakan sarana penunjang transportasi udara dan masuk kategori terbaik di Indonesia. Produk rencana yang telah ada tertinggal dari pembangunan yang ada. Sejalan dengan kondisi tersebut. 5/Tahun 1991. Objek-objek wisata tersebut antara lain. Sampai tahun akhir tahun 2001.4 km. yaitu Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kota Manado Tahun 19902010. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Manado Pada tahun 1989/1990 telah disusun rencana tata ruang bagi Kota Manado dengan masa berlaku 20 tahun. 15 buah travel biro. dan pariwisata. selain itu membangun sarana pendukung seluas 5 . Pesat dan dinamisnya pembangunan di Kota Manado sangat berpengaruh kepada pemanfaatan lahan/ruang kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik. Salah satu infrastruktur jalan Di Kota Manado 4. Operasional rencana tata ruang tersebut mengacu pada Perda No. maka dibutuhkan suatu rencana tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.10 Ha yang dimaksudkan untuk mengantisipasi pertumbuhan aktivitas kargo dari Pelabuhan Bitung dan bandara Sam Ratulangi. misalnya dengan pembuatan jalan tol menuju bandara sepanjang 8. maka pada tahun 1999/2000 rencana tata ruang yang ada direview dan hasil review (peninjauan kembali) tersebut adalah dengan tersusunnya IV . Karena potensi wisata yang besar tersebut maka industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang. Kota Manado menjadi salah satu Kapet di KTI.

Tahun 1997 operasional baru bisa dimulai. Kegiatan ini dimulai tahun 1994 yaitu dengan rencana reklamasi seluas 67-68 Ha dan telah ditangani seluas 50 Ha.77 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . terdapat juga hutan kota. disamping untuk bisnis. Bahu. 2. sedangkan untuk pelaksanaan dilakukan oleh kota. yaitu: . maka dirasakan kembali bahwa rencana tata ruang yang ada mengalami ketertinggalan dari kondisi yang berlangsung. yakni kebutuhan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Manado.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado Tahun 2000-2010. Dengan adanya pertimbangan bahwa awalnya bibir pantai berada sejauh 50 M dari yang ada sekarang (untuk reklamasi dilakukan pengurugan sejauh 10-20 M). maka bagi penanganan limbah digunakan treatment process. Kota Manado yang semula terdiri dari 5 kecamatan. Pemerintah tidak merugikan masyarakat dalam hal tanah. Oleh sebab itu. 3. Dengan terjadinya perubahan-perubahan beserta perkembangan di berbagai sektor. Manado Convention Center/MCC). Dan hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan reklamasi pantai ini disusun oleh provinsi. saat ini sedang dilakukan revisi rencana tata ruang tersebut melalui penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 2006-2016. setelah disetujui oleh Menteri Lingkungan Hidup baru bisa berjalan.Kawasan pusat kota: Pasar’45 . adalah: 1. Penekanan lebih ditujukan pada aspek ekonomi. Tanah untuk urugan diperoleh/diambil dari bukit-bukit sekitar kota. Pemanfaatan Ruang Kota Manado kegiatan yang cukup besar dalam hal pemanfaatan ruang di Kota Manado Salah satu adalah reklamasi pantai. Pada tahun 2001 terjadi pemekaran kecamatan. B. Untuk reklamasi pantai tahap kedua dilakukan di bagian utara Kota Manado. setelah pemekaran wilayahnya terdiri dari 9 kecamatan. Di Kota Manado terdapat Kawasan Khusus.Bandara Sam Ratulangi IV . Daerah reklamasi terdiri dari 5 kawasan (Mega. Dari segi penggunaan lahan di kawasan reklamasi ini. Dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. Masa berlaku RTRW Kota Manado 2000-2010 adalah 10 tahun. Beberapa alasan melakukan reklamasi pantai di Kota Manado.

1.3 Isu Permasalahan Kota Manado • Terjadinya longsor di beberapa daerah yang disebabkan oleh pembangunan di berbukit-bukit. ada tim dan sebagai koordinator adalah Kepala Badan Perencana Kota. LSM. untuk itu perlu diadakan pendekatan ke masyarakat. dengan tugas pengawasan di sektor lingkungan hidup. disamping juga ada bagian hukum (di Setda). Disamping itu ada BPLH. • Proses penyusunan (revisi) Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 20002010. Dalam proses penyusunan diadakan seminar dan masyarakat dilibatkan di dalamnya. IV . Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Manado pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban. Disediakan tambatan kapal nelayan (di mega Mal). • Pembangunan dengan memapas lapisan tanah subur/bukit-bukit. Setiap blok berbeda cara penyelesaiannya. Demikan pula hal yang berkaitan dengan reklamasi pantai. mengacu kepada rencana tata ruang. Pengendalian Pengendalian dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait. Swasta.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam mengeluarkan ijin-ijin yang berkaitan dengan penataan ruang. Selain itu diadakan juga konsultasi publik yang melibatkan unsur pemerintah. antara lain dapat menyebabkan berkurangnya daerah-daerah subur. Sampai saat ini telah dilakukan konsultasi publik yang kedua (pertama adalah pada saat penyusunan Laporan Pendahuluan). Dari segi penataan ruang pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota. Peranserta Masyarakat Dilibatkannya masyarakat alam penyelenggaraan penataan ruang di Kota Manado antara lain dapat dilihat pada kegiatan yang berhubungan dengan: • Reklamasi Pantai Dalam usaha reklamasi pantai dihadapi banyak hambatan. ijin dikeluarkan setelah ditelaah oleh tim. Kegiatan ini dikelola oleh Bapeko Manado. D. C. 4.7. dan nelayan beralih profesi. Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus.78 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik lahan . Dimana dalam mengeluarkan ijin lokasi. Ada yang membayar perahu-perahu nelayan. Perguruan Tinggi. seperti kepada masyarakat nelayan.

IV . Penguasaan tanah masyarakat di wilayah ring road Citra Land-Bandara. Kemacetan di daerah-daerah tertentu.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Pendangkalan di sekitar pelabuhan. adalah RUTRK. • Masih kurang intensifnya sosialisasi penataan ruang kepada masyarakat masyarakat lebih tahu dan sadar akan manfaat penataan ruang). sebagian besar menyebutkan: Bappeda. • Berkembangnya permukiman. RDTR.79 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan.2. air limbah. • Masih kurangnya faktor koordinasi antar instansi terkait sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang (yakni instansi yang tugasnya berhubungan dengan penyusunan rencana. perijinan. • Dari sektor transpotasi: Tidak jelasnya pola/sistem jaringan jalan. RTRWK. • Penyediaan fasum-fasos beberapa permukiman masih kurang memadai (terutama yang dibangun pengembang).2 Pemahaman Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang 4. Dinas Tata Kota dan disamping itu ada yang menjawab: Dinas PU. kegiatan dengan tidak mengindahkan garis sempadan sungai di DAS Tondano yang melintasi Kota Manado. pengendalian) . (agar 4. persampahan. Kelembagaan formal Para responden (aparat) menjawab mengetahui bahwa ada lembaga/instansi yang menangani rencana tata ruang Mengenai lembaga/instansi yang menangani perencanaan tata ruang. drainase. Substansi Tata Ruang Semua responden menjawab: ada rencana tata ruang yang telah disusun di kota masing-masing.1 Pemahaman Aparat Pemda Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. pantai. serta BPN. • Teluk Manado mempunyai resiko pendangkalan atau sedimentasi yang serius. Perlu segera disusun RTBL Kawasan Ring Road tersebut dan Rencana Tata Ruang Kawasan Bandara. seperti: air bersih. terdapat berbagai jawaban. 2. Dinas Tata Ruang. Berbagai (tingkatan) rencana tata ruang tersebut. • Masih kurang memadainya usaha pengelolaan prasarana dan sarana kota. Perencanaan 1. yang antara lain disebabkan oleh kurang baiknya sistem manajemen transportasi kota.

penyuluhan. 3. baik dari keterlibatan pihak-pihak yang berkompeten dalam penyusunan rencana.80 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Rencana tata ruang (kota) tersebut ada yang telah diperdakan dan ada yang belum. kualitas rencana. Disamping itu ada juga yang berpendapat bahwa masyarakat tidak dilibatkan/ diikutsertakan dalam penyusunan rencana tata ruang. akademisi. Keterlibatan ini dalam bentuk: diskusi. kurang profesionalnya SDM yang terlibat. pakar. konsultasi publik. dan sebagian kecil yang menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut hanya kadang-kadang menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. Yang terlibat: semua stakeholder. suka berganti/mutasi. ketepatan waktu mulai disusunnya rencana dan dihasilkannya dokumen rencana . Kendalanya-kendala yang dihadapi: Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat langsung dalam penyusunan rencana terlalu kecil. Apresiasi ruang SDM belum satu persepsi (tentang peran dan fungsi RTR). informasi jika akan ada pembangunan. perangkat lurah. kurangnya koordinasi antar instansi/pihak yang terkait dalam penyusunan rencana tata ruang. LSM. sosialisasi melalui pertemuan-pertemuan dengan masyarakat. Pendanaan: keterbatasan dana mempengaruhi proses penyusunan rencana. tokoh-tokoh masyarakat. 4. Dalam bidang kelembagaan: tidak adanya lembaga yang khusus. legislatif dan eksekutif. PP No. baik itu masyarakat. pihak perguruan tinggi. Sebagian besar responden menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. 69 tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak IV . Permasalahan Sebagian besar responden menjawab: dalam penyusunan Rencana Tata Ruang ditemui permasalahan/kendala-kendala. Pembinaan Yang dilakukan pemerintah pusat dalam hal Penataan Ruang adalah: sebagian besar dalam hal Pembinaan Teknis. lokakarya. Peranserta Masyarakat Seluruh responden menjawab bahwa masyarakat diikutsertakan dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang. juga Bantuan Teknis. karena (menurut responden) rencana tata ruang masih bersifat top down sehingga masyarakat tidak terlibat secara langsung dalam proses penyusunan. lembaga kemasyarakatan. Ormas. kemudian Advokasi/Penasehatan 5.

Pelaksanaan rencana tata ruang dilaksanakan hanya pada beberapa aspek. seperti: kawasan peruntukan untuk perumahan. pelaku bisnis. masyarakat dan LSM. Dinas Kimpraswil. Dinas Pertanian. Dinas Tata Kota & Tata Bangunan. sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi proses perijinan pemanfaatan ruang Dalam hal kebijakan: ada kebijakan pimpinan yang tidak sesuai tata ruang IV .Dinas Perindag. Diskes. terutama kebijakan insentif dan disinsentif Rencana Tata Ruang dilaksanakan sebagian saja. ada yang tidak sesuai peruntukan: lahan parkir untuk jualan. BPLHD. B. Dinas Perkim PU. Alasan lain: sebagian besar pelaksanaan di lapangan belum mencerminkan RTR yang telah disusun sebelumnya. Pelaksanaan Mengenai pelaksanaan rencana tata ruang. Rencana Tata Ruang belum dilaksanakan. DTKTB Kotamadya. karena rencana yang disusun masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat. terdapat jawaban-jawaban sebagai berikut: Rencana Tata Ruang : telah dilakukan/dilaksanakan seluruhnya. alasannya kurang transformasi kepada birokrat. 2. Sudah seluruhnya dilaksanakan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dan Kewajiban Serta Bentuk dan Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Penataan Ruang belum tersosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat. Dinas PU. hanya belum optimal. Dishub. bahwa ada kelembagaan/instansi yang menangani Pemanfaatan Ruang di kota mereka. 3. Dinas Perhubungan. Tim . Lembaga/instansi yang menangani: Bappeda. Dispenda. Dinas Lingkungan Hidup. Dinas Perkebunan. Permasalahan Ditemui permasalahan/kendala dalam Pemanfaatan Ruang Peruntukan yang tidak sesuai dengan rencana: Rekomendasi tata ruang sesuai Perda kalah oleh faktor eksternal Perijinan: Umumnya terjadi pada pembangunan yang tidak didahului dengan ijin. Dinas Pariwisata. Kelembagaan Formal Semua responden menjawab. BPN. ada yang mendapat tantangan dari masyarakat bahkan ada infiltrasi pejabat. Koordinasi Penataan Ruang Daerah. Pemanfaatan Ruang 1. Dinas Tata Kota.81 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik PLN.

tokoh masyarakat. pemilik lahan yang terkena rencana kota. pengguna lahan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. usaha pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan berupa: pemantauan. Dinas Kimpraswil. Kurang koordinasi antar aparat Kepentingan politik dan interest pengusaha & penguasa lebih kuat daripada dokumen perencanaan RTRW yang sudah di Perdakan atau belum. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1. Pemantauan yaitu berbentuk pengawasan IMB sesuai RTRW IV . Peran Serta Masyarakat Responden sebagian besar menjawab. Dinas . Kapedalda. Agraria. masyarakat belum paham. Beberapa Faktor Penyebab Pelanggaran Pemahaman zona-zona tata ruang oleh pejabat tidak sama. bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang. Pemantauan dilakukan mulai dari proses perijinan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Meliputi: masyarakat. Dinas TKTB. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang.dan Instansi Teknis. Kelembagaan Formal Sebagaian besar responden menjawab. Kantor Perijinan Terpadu. Satpol Pamong Praja. pelaporan. LSM. Sebagian responden menjawab. institusi akademis. Disamping itu sebagaian kecil menjawab. BPN. Pariwisata. bahwa: secara khusus belum ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang. 5. Kurangnya sosialisasi Masyarakat tidak mengerti Adanya kerja sama masyarakat dengan aparat. sehingga ijin dilanggar Rencana Tata Ruang sudah perlu dievaluasi Masyarakat tidak peduli dengan himbauan pemerintah. PU. Pengawasan dan Penertiban Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang.82 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Bappeda. bahwa ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang . masyarakat bermacam keinginannya tanpa memperhatikan lingkungannya. pakar perguruan tinggi. 2. swasta. asosiasi profesi. dan evaluasi. Alasannya: karena keinginan masyarakat terlalu beragam. C. Lembaga yang menangani adalah: Dinas Tata Kota. Pengawasan tidak ketat.

komponen masyarakat peduli kota Mereka terlibat dalam bentuk/jenis kegiatan: laporan-laporan dan partisipasi langsung dilapangan. bentuk sanksi yang dikenakan terhadap pelanggaran Rencana Tata Ruang berupa peringatan. Dalam kaitannya dengan penertiban. 2. kebutuhan dan keinginan masyarakat terlalu beragam. melaporkan apabila di lapangan ada bangunan yang tidak memiliki IMB atau melanggar IMB. hasil evaluasi harus digunakan sebagai bahan utama koreksi perencanaan tata ruang ke 4. Sebagian besar responden memberi jawaban. LSM. IV . Peran Serta Masyarakat Responden menjawab. kemudian 20% menjawab untuk kenyamanan dan keasrian kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pemantauan. dan 15% dari buku. dan evaluasi rutin. Pengendalian pemanfaatan ruang jika hanya sampai pada Pemantauan dan Pelaporan.83 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . maka pengendalian belum maksimal. bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang. pemantauan secara reguler. pemantauan/ pengawasan langsung oleh masyarakat dalam pembangunan. bahwa mereka pernah mendengar istilah/informasi tentang penataan ruang. pelaporan dan juga evaluasi yaitu berbentuk koordinasi dan konsistensi sesuai RTRW. pembekuan/pencabutan IMB. seminar. depan. sekitar 40% menjawab untuk mengatur tata kota. 3. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikut sertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang.2. Persepsi Tentang Penataan Ruang 1. denda. pengaduan masyarakat.2 Pemahaman Masyarakat (Umum) Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat dalam rangka pengendalian RTR tersebut. 10% menyebutkan dari teman/saudara. bahwa penataan ruang bermanfaat dan mengenai manfaat penataan ruang. sanksi administratif dan pembongkaran. kontrol masyarakat melalui media massa. Yang terlibat semua stakeholder. informasi. memberi kritik dan saran. konsultan. 15% menjawab untuk membuat peta lokasi perumahan dan 5% untuk menghindari bahaya alam. Sebagian besar (50%) menjawab bahwa informasi tersebut diperoleh dari media massa dan kemudian dari pemerintah (25%). Sebagian kecil responden menjawab. Dapat dikatakan seluruh responden menjawab.

45% menjawab 7-10 m.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. Dari jawaban responden mengenai penataan ruang kota diperoleh gambaran bahwa sebagian besar berpendapat bahwa penataan ruang kota cukup baik (50%). 2. nyaman dan asri dipandang dan dirasakan. 20% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan permukiman penduduk. sekitar 50% menjawab 70 m2.84 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 5% menjawab 250 m. Untuk pertanyaan jarak antar rumah terdapat variasi jawaban dan jika dikelompokkan maka: 35% menjawab 1-4 m. kemudian 25% menjawab 50-60 m2. besar sekali manfaatnya karena untuk masyarakat kota agar kota dapat tertata dengan baik agar tercipta lingkungan yang nyaman dan sehat rencana tata ruang wilayah sangat bermanfaat agar kota menjadi rapi. 10% tidak menjawab dan sisanya menyebutkan belum bermanfaat. menghindari bahaya alam. asri dan terkendali. Sekitar 60% responden menjawab bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) adalah strategi pelaksanaan pemanfaatan ruang wilayah (kota). Perencanaan 1. kemudian sekitar 30% responden berpendapat kurang baik dan 20% baik. Sekitar 85% menyebutkan Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) bermanfaat. disebutkan: untuk anak cucu/generasi mendatang besar sekali manfaatnya dalam rangka pemanfaatan dan pengelolaan ruang karena akan menyangkut kenyamanan hidup warga efisiensi pemanfaatan ruang ketertiban penggunaan lahan peningkatan PAD manfaatnya agar kota terlihat lebih indah manfaatnya agar kota terlihat enak. sekitar 10% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan tanah dan sisanya menyebutkan tidak tahu. IV . aman. untuk mengatur tata kota agar tertib sesuai peruntukannya untuk perencanaan pengembangan wilayah dan pemukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota 3. Sebagai jawaban manfaat Rencana Tata Ruang (Kota). 15% menjawab 100-300 m2 dan sisanya tidak menjawab/tidak tahu. 4. B. dan 15% menjawab tidak menjawab/tidak tahu. Mengenai luas lahan yang cukup untuk mendirikan rumah.

kenyamanannya). 10% responden berpendapat bahwa jalan di kota mereka sudah memadai (lebar. dan selebihnya menjawab tidak apa-apa dan tidak menjawab. 25% bersikap tidak tahu. 50% responden menjawab jarak antara permukiman penduduk dengan bandara sebaiknya 500 – 1000 m. 35% bersikap melarang karena melanggar peruntukan lahan. 15% menjawab semua benar. 60% menyebutkan: menggunakan lahan rawa dikembangkan untuk diubah menjadi tempat pemancingan dan taman rekreasi kota. dan 10% bersikap mendukung. 9. Mengenai tanggapan responden jika ada warga mendirikan tempat usaha. 7. 10% menyebutkan: semua benar/tidak menjawab.85 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik menyebutkan: menggunakan semua lahan rawa di kota untuk pembangunan gedung pusat perbelanjaan. Dari 4(empat) pilihan mengenai pemanfaatan lahan (perencanaan bangunan). sehingga secara ekonomi lahan yang tadinya bernilai murah menjadi lahan yang bernilai tinggi. 40% menjawab cukup memadai. IV . karena rawa mengurangi keindahan .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 5. 90% responden menyatakan permukiman penduduk di dekat Bandar Udara/ Lapangan Terbang berbahaya. 6. 15% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan semua dengan 1 basement untuk parkir dan 4 lantai dimana masing-masing lantai dilengkapi dengan tanaman dalam pot di bagian tepi dan atap beton sebagai taman/kebun. dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 35% menjawab > 1000 m. sedangkan 50% menjawab tidak memadai. maka: 10% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya 400 m2 untuk halaman parkir ditutup dengan beton agar terlihat rapi dan bersih. 8. 5% menjawab < 500 m. 30% menjawab membiarkan (hak asasi manusia). 20% menyebutkan: menimbun semua lahan rawa di kota untuk dijadikan perumahan elite dan apartemen. 10. Mengenai pemahaman para responden dalam hal perlakuan terhadap lahan rawa di kota: 10% kota. ketersediaan pedestrian/jalur pejalan kaki. 55% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya sebagai taman dan halaman parkir dari conblok.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

11.

Mengenai pemanfaatan lahan perkebunan/hutan, beberapa pendapat responden adalah: 5% Mengubah lahan perkebunan di daerah perbukitan menjadi lahan perumahan 25% untuk mendapatkan penghasilan ganda dan menghindari polusi di kota, maka perlu dilakukan pemanfaatan lahan hutan di pinggir kota untuk dijadikan kawasan pabrik 50% menggunakan lahan hutan di pinggir kota untuk tempat rekreasi 10% semua benar 10% tidak menjawab

C. Pemanfaatan Ruang 1. Dari berbagai pilihan fasilitas umum (kota) yang dibutuhkan masyarakat, maka pilihan terbanyak jatuh pada fasilitas: Balai Kesehatan, Taman Bermain/Taman Kota, Pasar, Tempat Ibadah. 2. Hampir 100% responden menjawab, bahwa kegunaan trotoar adalah: tempat pejalan kaki. 3. Menurut responden, jika rumahnya memiliki halaman, maka pemanfaatannnya adalah: 20% menjawab: untuk tempat bermain 50% menjawab: untuk menambah asri 20% menjawab: untuk tanaman obat 10% menjawab: untuk parkir kendaraan

Untuk pertanyaan cukup tidaknya taman yang dimiliki kota, maka 30% responden menjawab cukup, 50% menjawab tidak/belum cukup, dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 4. 90% responden menyebutkan bahwa ketersediaan saluran pembuangan air belum memadai, sedangkan 10% menyebutkan memadai dan sisanya tidak menjawab. 5. Pendapat responden tentang perencanaan buang limbah cair pabrik dan rumah sakit: 10% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sungai agar menjadi segar/encer sehingga tidak terlihat pekat 40% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sumur resapan agar dapat tersaring oleh tanah
IV - 86
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

25% menyebutkan: limbah cair dibuang ke saluran jalan setelah melalui proses pengolahan limbah 10% menjawab: semua benar 15%: tidak menjawab 10% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran jalan 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran irigasi. 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke sumur resapan dan limpasannya ke saluran jalan. 20% menjawab: semua benar 10% tidak menjawab

6. Pendapat responden tentang perencanaan drainase air hujan:

D. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1. Berbagai jawaban responden mengenai adanya larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai. Lebih dari 70% responden memberi alasan karena berbahaya jika banjir, 15% menjawab karena akan menyempitkan sungai, 15% menjawab karena akan mengotori sungai dan mengganggu keindahan. 2. Informasi mengenai larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai, 55% responden memperolehnya dari media massa, 15% dari buku pelajaran, 15% dari tetangga/teman, 10% pemerintah/petugas kelurahan, dan selebihnya dari dosen, konsultan. 3. Masih banyaknya warga yang mendirikan bangunan di bantaran sungai padahal ada larangan, 80% responden menyebutkan karena warga terpaksa, 10% menjawab karena tidak tahu ada larangan, dan selebihnya (10%) menjawab karena karena ada ijin dari RT setempat, sengaja melanggar. 4. Jawaban responden mengenai penggunaan lahan di bantaran sungai: 20% menjawab bahwa menggunakan lahan bantaran sungai dapat diijinkan jika bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada warga yang kurang mampu agar dapat tempat berteduh. 10% menjawab bahwa menggunakan bantaran sungai dibolehkan karena cukup membantu ekonomi penduduk dengan memanfaatkan lahan yang subur setiap pasca banjir. 60% menjawab bahwa menggunakan lahan di bantaran sungai tidak diijinkan karena membuat sempit lahan tampungan sehingga dapat menyebabkan air melimpah ke daratan dn terjadi banjir.

IV - 87
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

10% menjawab bahwa pernyataan (c) kurang tepat dan kurang dapat diterapkan, karena tidak ada rasa sosial dan perikemanusiaan. 10% tidak menjawab.

5. Menurut responden alasan pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah: 30% menjawab untuk menarik pajak 10% menjawab untuk keselamatan warga 60% menjawab untuk penataan ruang

6. Jawaban responden sehubungan dengan: jika di pemukiman sekitar responden ada pengusaha yang akan mendirikan bangunan (rumah sakit/supermarket/ pabrik), apakah memerlukan ijin dari responden,adalah: 50% menjawab ya, harus 30% menjawab tidak perlu 20% tidak menjawab/tidak tahu

4.3 Rangkuman Isu Permasalahan Dari pengamatan terhadap 7 (tujuh) kota sebagai kasus studi, yang mewakili kawasan berkembang (Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya) kawasan sedang berkembang (Balikpapan, Pontianak, Manado), maka dapat diambil/dirangkum isu permasalahan yang terjadi pada kota-kota tersebut dan kota-kota di Indonesia pada umumnya, yaitu:

A. Ditinjau dari aspek Prasarana dan Sarana • Transportasi • Struktur jaringan (hirarkhi) jalan belum jelas; Kemacetan lalu lintas; Manajemen lalu lintas (integrasi ruang); Tidak mampu menampung pergerakan penduduk, perjalanan terganggu/tidak nyaman, pemeliharaan/peningkatan kualitas, keterbatasan dana; Jaringan jalan: terpusat, sehingga menimbulkan kemacetan; Tidak jelasnya sistem/pola jaringan jalan.

Drainase & Sanitasi Kurang pemeliharaan; Aliran tidak lancar (beda ketinggian, presipitasi rendah, pemeliharaan kurang);
IV - 88
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

89 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . perumahan) Pembukaan lahan tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung lingkungan: • • • • • Konversi lahan menjadi permukiman. B. Ditinjau dari aspek Ruang/Lahan & Lingkungan Hidup • • • Permasalahan kepemilikan lahan Penyimpangan pemanfaatan ruang/lahan: pemanfaatan tidak sesuai rencana (kawasan Konservasi digunakan untuk perkebunan campuran. keterbatasan lahan (TPA). saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. sanitasi wilayah pantai. Air bersih Tingkat pelayanan masih rendah. pendangkalan di muara sungai. drainase Bantaran sungai: pembangunan di bantaran sungai tanpa mengindahkan garis sempadan sungai Struktur ruang: perkembangan linier. kumuh. kebun karet rakyat. Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai. pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan. • Permukiman Kualitas lingkungan permukiman rendah. • Persampahan Terbatasnya kemampuan penanganan sampah kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Banjir dan genangan (antara lain disebabkan: kemiringan kurang. kinerja pelayanan rendah. kemiskinan. rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran). Penyediaan fasilitas umum. profil saluran belum teratur. perkembangan ekstensif C.Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota IV . industri dan pembangunan infrastruktur. • Sanitasi: sistem belum sempurna (air hujan dan air limbah jadi satu). Kapasitas terbatas. fasilitas sosial yang tidak/belum memadai. Pembangunan di daerah-daerah subur / berbukit-bukit Pengerukan/pemapasan bukit Reklamasi pantai. Ditinjau dari Sektor/Kegiatan • Hutan kota . perumahan.

Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. arus. Terjadinya abrasi pada kawasan pantai Hilang dan rusaknya tanaman pantai Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Untuk kota-kota pesisir: abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut. permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas IV . Penyiapan fisik lahan untuk kawasan industri. industri dan eksploitasi tak terkendali. Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah.Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga. Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong dan bukit (cut & fill).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat • Ruang pantai/pesisir Kawasan permukiman cenderung kumuh. kayu bakar dan arang. • Hutan Mangrove Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove. Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir. angin dan lainnya. Hilang/punah/pindah primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosaistem mangrove. Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menuntut publik untuk menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai. Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan. Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota. permukiman. Kepemilikan lahan. .90 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . gelombang. • Kawasan rawan longsor Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam.

Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana. Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah. Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air. akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. • Permukiman Nelayan Umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas. • Permukiman di atas air Permasalahan yang dapat timbul dari permukiman di atas air terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali melalui laut Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan.91 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . IV . Curah hujan yang terlalu tinggi. belum dikelola secara terencana. oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu. Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Banjir Diakibatkan. cenderung jadi permukiman kumuh. • Kekeringan Diakibatkan antara lain oleh: Prosentase hujan kurang. Ketidaklancaran aliran sungai. Pengaruh yang dapat ditimbulkannya antara lain: Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna. sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air. antara lain. longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi.

limbah/sanitasi). Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. persampahan. Menimbulkan masalah kemacetan transportasi. Kondisi bangunan bervariasi. Perdagangan Modern Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir. KDB dan KLB). Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada. dari yang kurang representatif atau rusak. • Pasar Tradisional Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut. Kotor dan kumuh. Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. - Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayaninya infrastruktur/prasarana kota (jalan. menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensupplai kebutuhan penduduk akan ikan. - Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan.92 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kondisi sosial budaya . IV . Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak. Tidak ada TPS. Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen. Fasos dan fasum yang ada kurang memadai. Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang.air bersih. sehingga banyak pedagang yang berjaualan di lahan parkir dan tepi jalan. drainase.

Keterbukaan aparat: masalah dalam hal keterbukaan aparat dalam memberi informasi pengembangan kota Peran serta masyarakat: keikutsertaan dalam penataan ruang masih kurang Law enforcement: masih rendah Koordinasi antar instansi/pihakterkait dalam penyelenggaraan penataan ruang (baik dalam tahap perencanaan.93 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat dalam penyusunan rencana masih terlalu sedikit. SDM yang terlibat kurang profesional. IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. pemanfaatan maupun pengendalian penataan ruang) masih kurang. kesulitan dalam pembebasan lahan. • Sosialisasi penataan ruang masih kurang/belum terlaksana. Lain-lain • • • • • • Rencana tidak jalan/terealisasi: karena hambatan dana. suka berganti/mutasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful