P. 1
Bab 4

Bab 4

|Views: 223|Likes:
Published by Ken Prahara

More info:

Published by: Ken Prahara on Dec 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2015

pdf

text

original

BAB IV BA B I V PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG DIWILAYAH STUDI DIWILAYAH STUDI

Dalam rangka pembuatan materi untuk menyusun skenario Film Layanan Masyarakat yang menggambarkan proses penyelenggaraan penataan ruang, selain mengacu kepada bahanbahan terkait seperti grand scenario gerakan kepedulian publik dalam penataan ruang serta peraturan perundang-undangan tentang penataan ruang juga dilakukan kajian tentang proses penyelenggaraan penataan ruang di wilayah studi. Sehubungan dengan kajian yang dilakukan, yang hasilnya akan digunakan sebagai materi untuk membuat Film Layanan Masyarakat dalam penyelenggaraan penataan ruang, maka sebagai kasus studi diadakan tinjauan terhadap 7 tujuh) kota, yakni: Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kota Pontianak, dan Kota Manado. Data-data dari ketujuh kota tersebut berupa data sekunder, yakni berupa dokumen tertulis/buku laporan; serta data primer, seperti pengamatan langsung di lapangan, wawancara/penyebaran kuesioner di lapangan. Kajian yang dilakukan tidak lepas dari hal-hal yang berhubungan dengan tipologi wilayah, nilai–nilai lokalitas wilayah, dan karakteristik kawasan yang terkait dengan penataan ruang. Dalam kaitannya dengan tipologi suatu wilayah/kota, dilihat dari aspek fisik geografisnya, maka terdapat adanya kota pantai/pesisir, kota pegunungan, kota di dataran rendah, kota di dataran tinggi. Kemudian dari fungsinya, maka antara lain terdapat adanya kota perdagangan, jasa, kota pariwisata, kota industri, kota pendidikan. Dengan adanya kondisi fisik yang berbeda, fungsi yang berbeda, adat istiadat setiap suku yang berbeda, maka akan memberi warna tertentu pada nilai lokalitas suatu wilayah/kota. Mengenai karakteristik kawasan, maka terdapat adanya: kawasan berkembang, kawasan

sedang berkembang, dan kawasan pengembangan baru. Dari perwujudan fisiknya, maka intensitas pembangunan di kawasan berkembang lebih besar dari pada kawasan sedang berkembang, dan intensitas pembangunan di kawasan sedang berkembang lebih besar dari pada kawasan pengembangan baru. Jika dilihat wilayah Indonesia secara keseluruhan, maka kawasan berkembang meliputi: Pulau Sumatera, Pulau Jawa; kawasan sedang berkembang:meliputi: Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi; dan wilayah di Indonesia bagian timur termasuk kawasan pengembangan baru.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Di samping kajian di atas, dilakukan juga kajian yang berhubungan dengan pemahaman (masyarakat) terhadap penyelenggaraan penataan ruang. Untuk memperoleh informasi sehubungan dengan kajian tersebut, maka dilakukan penyebaran kuesioner/wawancara kepada pihak yang relevan. Pihak yang dimaksud dikelompokkan atas 2 (dua) kelompok responden, yaitu: aparat pemda dan masyarakat umum. Materi yang ditanyakan/diajukan pada dasarnya untuk memperoleh jawaban yang berhubungan dengan: tingkat pengetahuan masyarakat sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang, pendapat masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang yang ada, tingkat kesadaran masyarakat terhadap masalah penataan ruang serta pandangan masyarakat mengenai informasi penataan ruang.

4.1

Gambaran Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota: Medan, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Pontianak, Manado

4.1.1 Kota Medan 4.1.1.1. Gambaran Umum Kota Medan A. Kondisi Umum Kota Medan berada pada 3º 30' - 3º 43' Lintang Utara dan 98º 35' - 98º 44' Bujur Timur dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Batas administrasi Kota Medan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang
Kawasan pusat kota dengan ciri khasnya gedung Kantor Pos yang dibangun Thn 1911 dan Tugu

: Kabupaten Deli Serdang dan Selat Malaka

B. Kondisi Fisik Luas Kota Medan 30.028,8 hektar (300,288 km²). Kota Medan merupakan salah satu dari 25 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dan merupakan pusat pemerintahan provinsi tersebut. Berdasarkan kondisi topografinya, Kota Medan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kota Medan merupakaan dataran rendah yang merupakan tempat pertemuan dua sungai penting, yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli.

IV - 2
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Secara geografis Kota Medan juga merupakan jalur sungai. Paling tidak ada 8 (delapan) sungai yang melintasinya. Adapun manfaat terbesar dari sungai-sungai ini adalah sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Penggunaan lahan di kota Medan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.1.1.1.1 Prosentase Luas Penggunaan Lahan di Kota Medan

Penggunaan Lahan Pemukiman Perkebunan Lahan jasa Sawah Perusahaan Kebun campuran Industri Hutan rawa

Prosentase (%) 36,3 3,1 1,9 6,1 4,2 45,4 1,5 1,8

Sumber : Kota Medan dalam Angka Tahun 2003, BPS Kota Medan

Kawasan Kota Medan yang termasuk dalam kawasan perkotaan Mebidang (Medan-BinjaiDeli Serdang) mencakup kawasan pantai timur berbatasan dengan Selat Malaka menuju arah selatan yang merupakan kaki Bukit Barisan. Dari segi morfologi, kawasan tersebut merupakan wilayah datar sampai landai dengan kelerengan kurang dari 3%, hingga daerah berbukit di bagian selatan dengan kelerengan lebih dari 16%. Kota Medan dikelilingi Kabupaten Deli Serdang, yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA), khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Di samping Kabupaten Deli Serdang, secara geografis Kota Medan didukung oleh daerah-daerah lainnya yang juga Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli kaya akan SDA. Daerah-daerah tersebut adalah:

Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini menjadikan Kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan dan saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya. Disamping itu, sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Dari posisi geografis ini, secara fisik telah mendorong perkembangan Kota Medan kedalam 2 (dua) kutub pertumbuhan, yaitu daerah terbangun Belawan dan pusat Kota Medan saat ini.
IV - 3
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

6%. IV . Gas dan Air Bangunan Perdagangan. gas dan air 6. hotel dan Restoran Angkutan.340 jiwa total penduduk yang bekerja.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C.1. Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap pendapatan regional.88%. tercermin dari perekonomiannya.993. Usaha Persewaan bangunan/tanah dan Jasa Perusahaan Jasa Kemasyarakatan. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Medan.010 jiwa dari 1.1.130 jiwa per tahun (jumlah penduduk Kota Medan tahun 1993 adalah 1. pertanian 6. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Kota Medan yang telah terdaftar di Departemen Tenaga Kerja adalah di sektor industri pengolahan.639 jiwa/km².5% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Asuransi.53%). Pada tahun 2002. listrik. laju pertumbuhan ekonomi Kota Medan terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 4. Beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata yakni sektor penggalian 9. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Medan pada tahun 2003 adalah 1.1.42%. Pertambahan penduduk Kota Medan dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003 sebanyak 151.300 jiwa).302 jiwa atau rata-rata 15. keuangan 7. yaitu sebanyak 1.67%. Sosial dan Perorangan Jumlah Sumber: Kota Medan Dalam Angka 2003. Pergudangan dan Komunikasi Keuangan.2 Jumlah Penduduk Yang Bekerja dan Terdaftar Menurut Lapangan Usaha Di Kota Medan Tahun 2003 Lapangan Usaha Pertanian. peternakan dan perikanan Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik. pada tahun 2002 sektor perdagangan memberikan kontribusi yang sangat dominan (34.602 jiwa.842. BPS Kota Medan 2003 0 0 1. dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 6.95 % (tahun 1993 penduduk yang bekerja berjumlah 321 jiwa). Tabel 4. jumlah penduduk yang bekerja tersebut meningkat tajam sebesar 23.010 0 0 224 0 0 86 1. Dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003.340 D.4 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

07 5.538.08 701.87 1.107.782.15.5 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .799.65 588.003.191.78 273.54 640.40 1.549.222.521.21 1999 292.83 1.52 5.52 973.062.095.884. Produk Rencana Tata Ruang Kota Medan Produk Rencana Tata Ruang yang menjadi pedoman dalam penataan kota dan bangunan saat ini terdiri dari: a. Rencana Sub Sub Wilayah (RSSW) yang telah ada sejak tahun 1978.3 PDRB Kota Medan Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian Penggalian Industri Pengolahan Listrik.59 247. 4 tahun 1995.97 5. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 20.85 271.282.25 260.274.479.71 471.173.590.093.971.010.68 434. IV . Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.03 292.044.497.1.275.353.1.85 708. mencakup wilayah pusat Kota Medan.18 425. Peta-peta Blad yang merupakan rencana teknis dan telah ada sejak lama.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan Jumlah Penduduk. Tabel 4. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Medan menurut lapangan usaha tahun 2002 atas dasar harga konstan tahun 1993 mencapai Rp.501.984. 2.07 717.873.82 763. Rencana Umum Tata Ruang Kota Medan (RUTRK) Tahun 1995 – 2005.29 2002 358. Tahun 2003.752. merupakan bagian dari Pola Dasar Pembangunan Kota Medan dalam aspek fisik yang disahkan dalam Peraturan Daerah No.156.49 829.853.126.14 2000 320.272. Usaha Persewaan Bangunan.79 1. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. c. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 5.000.31 228.52 789.001.75 886.041.453.30 764.534.101. b.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Medan A.1.05 197.390.59 1.985.689.000 (setingkat RDTRK) sebanyak 66 lembar.64 1. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 1.19 5.1.20 447.66 Sumber: Kota Medan Dalam Angka.000.67 818.33 2001 335.54 259. Assuransi. Tanah dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB 404.97 833.651.045.1.938.952.558.957. yang saat ini sedang direvisi untuk masa 2005-2015. BPS Kota Medan 4.878.568.

Kota Medan termasuk dalam Kawasan Perkotaan Mebidang. Surat Keputusan Walikota Medan No.6 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 188. 188. 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang.1. 9 Tahun 2002 tentang Izin Mendirikan Bangunan. Perda No. 3.2. tentang Penyempurnaan Surat Keputusan Walikota Medan No. peraturan lainnya yang berkaitan dengan penataan ruang adalah : 1. Gambar 4. Perda RTRW Kota Medan menjadi pedoman dalam penyusunan Perda-Perda dan Surat Keputusan Walikota yang mengatur tentang penataan ruang kota Medan. 4.342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No.342/3017/SK/2000. 2.342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan Dalam Daerah Kotamadya DT II Medan.1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain ketiga produk hukum tersebut. 17 Tahun 2002 tentang Peruntukan Penggunaan Tanah. Perda No. 188.1 Salah satu contoh Produk RTR Kawasan Mebidang Selain Perda tentang RTRW Kota Medan. IV . sehingga dalam penyusunan rencana tata ruang untuk kawasan Mebidang tersebut dikoordinasikan oleh Gubernur Propinsi Sumatera Utara sesuai dengan Pasal 8 ayat (3) UU No. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan dalam Daerah Kota Medan. Surat Keputusan Walikota Medan No.

Marelan). maka perkembangan kawasan perkotaan Mebidang. • Penataan kawasan Jl. • Penataan pasar ikan lama: pengembalian fungsi Jl. • • Penataan pedagang Buku Titi Gantung sebagai kesatuan ruang Kesawan (fungsi Wisata). Titi Gantung dan Mesjid Raya Istana Maimoon) serta revisi perda. Ahmad Yani/Kesawan menjadi pusat jajan malam hari. diarahkan membentuk pola ribbon (pita) dengan desentralisasi pusat-pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi. • Pelestarian bangunan/lingkungan bersejarah yang dilakukan melalui revitalisasi (Kesawan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan perlunya penetapan wilayah Metropolitan Medan (Medan Metropolitan Area/MMA) sebagai satu kesatuan wilayah pengembangan. antara lain: • Pembangunan jalan lingkar luar dan jalan-jalan penghubung (Jl. terkait dengan proyek MMUDP yang telah rampung pada tahun 2003/2004. dilakukan melalui kegiatankegiatan sektoral maupun terintegrasi.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. Pemanfaatan Ruang Kota Medan Dalam hal pelaksanaan penataan ruang (pemanfaatan ruang). Pada tahap II akan dikembangkan pula di Jl. khususnya Kota Medan. Setia Budi dan Jl. Ahmad Yani II dan relokasi pedagang/penjahit yang menggunakan jalan tersebut. Kota Binjai. Lingkup wilayah MMA atau Kawasan Perkotaan Mebidang ini meliputi Kota Medan.7 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . baik ditinjau dari segi homogenitas maupun fungsi ekonominya. Penataan kawasan kumuh dan lalu lintas. dan Kabupaten Deli Serdang. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya struktur ruang tersebut adalah: • Pengembangan Kawasan Polonia di Kota Medan sebagai pusat Bisnis dan Keuangan • Pengembangan Kota Binjai dan Lubuk Pakam sebagai kota mandiri yang mengimbangi perkembangan Kota Medan • Pengembangan kawasan-kawasan prospektif ekonomi di Kawasan Pelabuhan Laut Belawan dan Bandar Udara baru Kuala Namu • Pengembangan jalan tol Medan-Binjai dan Medan-Kuala Namu • Perkembangan memita (ribbon development) antara pusat-pusat kegiatan Melihat perkembangan Kota Medan yang semakin pesat. Wazir. IV . untuk menghindari perkembangan perkotaan yang terus meluas sejalan dengan kecenderungan perkembangan saat ini. Salah satu kawasan kumuh dibantaran sungai Jalan Suprapto Salah satu gedung bersejarah di Jalan Imam Bonjol Selain pemanfaatan lahan untuk penataan ruang di atas.

• • • • Pengawasan dan penindakan (pembongkaran) bangunan bermasalah (tidak memiliki ataupun menyimpang IMB). Rencana perluasan Kota Medan c. Untuk segi pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. Meminimalisir pembangunan rumah petak/ruko 4 (empat) lantai melalui cara disinsentif retribusi yakni tarif dua kali dari ketentuan (Perda No. Perda No. 9 tahun 2002). Belawan (industri dan pelabuhan laut). dan Kuala Namu (bandar udara). Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus. Peningkatan estetika kota f. maka pemanfaatan ruang di Kota Medan sebagian besar dimanfaatkan sebagai pusat-pusat kegiatan perekonomian. 17/2002 tentang pengendalian perubahan peruntukan tanah/penghapusan rencana jalan dan dispensasi GSB melalui pemberatan retribusi menjadi jauh lebih tinggi (berdasar SK Walikota Medan mengenai harga dasar tanah tahun 1995 menjadi berdasar NJOP) • Mempermudah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi rencana kota melalui : IV . dimana kegiatan ekonomi yang prospektif adalah di Medan kota inti (pusat bisnis dan keuangan). Pelaksanaan penataan ruang d. C. Pengendalian rencana tata ruang e. penghapusan rencana jalan.8 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Penataan dan penyediaan wadah/ruang-ruang bagi kegiatan yang akan menunjang Kota Metropolitan dilakukan melalui: b. Pengendalian rencana/pemanfataan ruang dilakukan dalam bentuk: • Penyesuaian dan evaluasi secara parsial rencana tata ruang dengan perkembangan kota yang terjadi. Pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan juga dengan pemberian perizinan yaitu melalui Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. Peningkatan pelayanan umum Dengan pengembangan di atas. dispensasi GSB maupun aspek lainnya. Kegiatan ini dilakukan dalam kajian khusus di Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kota Medan melalui upaya perubahan peruntukan. Pengendalian kawasan resapan air (selatan) dengan koefisien Dasar Bangunan di Bagian Selatan Kota. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Medan Pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait.

Jaringan jalan yang belum terstruktur menurut kebutuhan hirarki jalan .1.Kemacetan lalu lintas . 4. dimana tarifnya telah dipermurah (Perda No. Permasalahan Kota Medan meliputi : • Bidang Transportasi . IV .Tingkat kesadaran masyarakat untuk memelihara prasarana drainase masih rendah.Ketersediaan air dan kapasitas distribusinya masih rendah . Informasi secara formal melalui Keterangan Rencana Peruntukan (KRP).Kualitas air sumur dangkal yang masih rendah: asin.Penurunan kapasitas jalan lokal karena lokasi terminal angkutan antar kota di pusat kota . . akibat aliran air yang lamban ke arah muara karena rendahnya beda ketinggian dan tingkat presipitasi setempat. Drainase/Pengendalian Banjir .Pembangunan tanggul 25 tahunan yang menghadapi kendala teknis dari segi kapasitas konstruksi serta sarana bantuannya.9 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu banjir di Kota Medan yaitu di Jalan Putri Hijau akibat sistem drainase yang kurang baik Salah Satu kemacetan di kota Medan .3 Isu Permasalahan Kota Medan Selain memiliki potensi perkembangan kota. Informasi secara informal untuk mahasiswa. dunia usaha di kantor DTK dan TB lantai II.1.100 Ha.Banjir di Kota Medan bagian utara. b. masyarakat umum.Manajemen lalu lintas belum mendukung rencana integrasi ruang ke dalam kawasan perkotaan Mebidang • Bidang Sarana dan Prasarana a. 17/2002). Air Bersih .Beban lalu lintas terusan . b. melanda areal seluas ± 1.Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi (30%) . Kota Medan juga memiliki beberapa permasalahan di dalam penataan ruang. .Masih rendahnya tingkat pelayanan air bersih perpipaan .Penurunan kapasitas Bandara Polonia .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan a. berwarna dan berbau (akibat pencemaran).

. . Kawasan kumuh yang berada di Jalan Kejaksaan dan Jalan Suprapto. Kawasan perdagangan yang tidak tertata dengan baik.Pemanfaatan ruang kota yang tidak tertata dengan baik.Perkembangan linier sepanjang rute yang memanjang. Kota Medan .pemanfaatan lahan untuk permukiman yang ada di dekat bandar udara Polonia jaraknya sangat dekat (± 300 m).10 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sehingga keberadaan permukiman sangat mengganggu ruang gerak penerbangan di bandar udara tersebut. dimana pemanfaatannya juga terdapat fungsi perkantoran Lokasi permukiman di Padang Bulan yang dekat dengan Bandar Udara Polonia yang berjarak ± 300 meter IV . . seperti pemanfaatan fungsi perkantoran yang dicampur dengan fungsi perdagangan.Perkembangan kawasan kota yang cenderung ekstensif.Banyaknya permukiman kumuh yang timbul di sepanjang kali/sungai yang tidak tertangani dengan baik.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Bidang Struktur Ruang Kota . fungsi pemerintahan dan perkantoran atau sebaliknya.

Sebelah Timur : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan.Sebelah Barat . Teluk Lampung : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan IV . sehingga menguntungkan bagi pertumbuhan dan pengembangan Kota Bandar Lampung sebagai pusat perdagangan.2 Kota Bandar Lampung 4. karena sebagai daerah transit kegiatan perekonomian antar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.105º 37' Bujur Timur. Kota bandar Lampung berada pada Teluk Lampung.5º 30' Lintang Selatan dan 105º 28' . Beberapa faktor yang mempengaruhinya dan perlu diantisipasi dalam pengembangan perkotaan tersebut antara lain: • • • Pengembangan beberapa kota baru dan permukiman skala besar yang berada terlalu dekat dengan Kota Medan.batas administrasi Kota Bandar Lampung adalah: .Sebelah Utara . Pengembangan bandara baru di Kuala Namu. dan Lubuk Pakam). di ujung selatan Pulau Sumatera.2. Letaknya yang strategis.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pengembangan kawasan perkotaan Mebidang cenderung untuk membentuk suatu pola ruang yang ekstensif.11 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu pintu masuk Kota Bandar Lampung dan Ciri Khas Kota Bandar Lampung . Pengembangan jaringan jalan yang merangsang pengisian ruang secara ekstensif. Kondisi Umum Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung. yang disertai dengan pusat pelayanan dan permukiman skala besar tanpa kawasan penyangga antara Kota Medan dan Kuala Namu. Kegagalan pengembangan kota-kota kecil mandiri yang menyebabkan meningkatnya ketergantungan terhadap kota-kota utama (Medan. industri dan pariwisata.1. Secara geografis Kota Bandar Lampung terletak pada 5º 20' . • • • Pengembangan jalan tol baru yang menghubungkan Binjai-Medan-Kuala Namu Pengembangan jalan lingkar luar Kota Medan.1 Gambaran Umum Kota Bandar Lampung A. Binjai. Luas wilayah Kota Lampung adalah 192.18 km² dengan jumlah kecamatan sebanyak 13 kecamatan. 4.1.Sebelah Selatan . Batas.

05 2.33 1. 7. daerah hilir sungai berada di selatan yaitu pada dataran pantai. 4.51 0.2. Teluk Lampung dan pulau-pulau kecil bagian selatan Kondisi fisik Kota Bandar Lampung yang Berbukit Batu Di bagian tengah Kota Bandar Lampung mengalir sungai-sungai. Tahun 2003.477.01 482. Selain itu wilayah Kota Bandar Lampung sebagian merupakan perbukitan.55 256. Kondisi Fisik Kawasan perkotaan Kota Bandar Lampung terletak pada ketinggian 0 – 700 m di atas permukaan laut dengan topografinya terdiri dari: 1.55 % 31.1.20 100 IV . 6.1.971.39 38. 5. Daerah pantai yaitu sekitar Teluk Betung bagian selatan dan Panjang 2. Daerah perbukitan yaitu sekitar Teluk Betung bagian utara 3. landai sampai miring 35%.85 1. dimana daerah hulu sungai berada di bagian barat. 9.12 1.1. Daerah dataran tinggi serta sedikit bergelombang terdapat di sekitar Tanjung Karang bagian barat yang dipengaruhi oleh gunung Balau serta perbukitan Batu Serampok dibagian timur selatan 4.01 9. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.52 2.447. Permukiman Pertanian Hutan Rawa Perusahaan Industri Jasa-jasa lainnya Tanah Kosong tidak diperuntukan Jumlah Sumber: Kota Bandar Lampung Dalam Angka. 3.75 406.2. 2.01 Ha atau 54.1. sangat miring sampai curam 4%.67 10.201.95 6.1.07 54. Tabel 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B.218. Luas wilayah yang datar sampai landai 60%.02 19.1 Luas Penggunaan Lahan Di Kota Bandar Lampung Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan 1.5% dari luas lahan seluruhnya.12 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Penggunaan lahan di Kota Bandar lampung sebagian besar dimanfaatkan sebagai lahan pertanian seluas 10.30 375. 8.25 0. Luas (Ha) 5.

454.010 1.548 378. hotel dan restoran 10. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.078 346.788 269.079 166.611 9. hotel dan restoran sebesar 23.011 322. 2.427 316.748.010 35.715 260.1. persewaan & jasa perusahaan 27%.189 173.524 1.258 41. perdagangan.13 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . pada tahun 2003 masih sangat dominan berasal dari sektor perdagangan.52% dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003. 2. 8.895 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 41 jiwa/km². 3.2 PDRB Kota Bandar Lampung Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian.941.909. Sumber: Pemerintah Kota Bandar Lampung.083 183.877 251.199 171. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Bandar Lampung pada tahun 2003 mencapai Rp. Pada tahun 2003. serta pengangkutan dan komunikasi 8.272 2003 46. 9.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. 7.870 1.576 1.176 406. dan Jasa erusahaan Jasa-jasa PDRB 2000 53.441 144. 6. sedangkan untuk tahun 2003 laju pertumbuhannya sebesar 6.330 2001 45.41%.94. Salah satu pusat perbelanjaan Kota Bandar Lampung Kawasan kegiatan perekonomian Kota Bandar Lampung Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan jumlah penduduk.815. Ada beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata pada tahun 2003 yakni sektor keuangan.563 2002 46. laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 14.217 402. Tahun 2003. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik. IV .711 123.869 326.473 180.596 8.049 jiwa. Persewaan.796 323.1.814 1. Peternakan. 5. Pertambahan penduduk Kota Bandar Lampung dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 rata-rata pertahunnya adalah 16.487 8.26%. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.532 394.188 8. D. Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap PDRB Kota Bandar Lampung.267 407.695. tercermin dari perekonomiannya.276 48. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Bandar Lampung adalah 790.542 441.96%.2.361 132.095 43.10%.Tabel 4.782 40. 4. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung.841 242.

Sarana ini merupakan salah satu penunjang kelancaran perdagangan di Kota Bandar Lampung. lada dan pisang.Kualitas Lingkungan Permukiman • Manajemen Kota. yang terdiri dari: .1. di mana pelabuhan ini merupakan pelabuhan satu-satunya pelabuhan ekspor yang dimiliki oleh Kota Bandar Lampung. Kota Semarang.Penyelenggaraan Pemerintahan .Pengerukan Bukit .14 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu cirri khas Kota SEmarang .Sanitasi Wilayah Pantai 4.2. Kondisi Umum Kota Semarang termasuk dalam kawasan strategis Kedungsepur (Kabupaten Kendal. Kabupaten Grobogan). Pengiriman ekspor hasil bumi ini dilakukan melalui Pelabuhan Panjang.3 Kota Semarang 4.Permukiman Kumuh .Drainase . antara lain adalah: • Kemiskinan Kota. Dalam perkembangan dan pertumbuhan Jawa Tengah.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Ekspor produk hasil bumi yang menjadi andalan Kota Bandar Lampung adalah kopi. Semarang sangat berperan. Salah satu pelabuhan yang ada di Kota Bandar Lampung 4. Kabupaten Demak. terutama dengan adanya pelabuhan. yang terdiri dari: .Penyelenggaraan Pelayanan Umum .3. IV .1.2 Isu Permasalahan Kota Bandar Lampung Isu permasalahan pembangunan Kota Bandar Lampung berkaitan dengan penataan ruang. jaringan transport darat (jalur kereta api dan jalan) serta transpor udara yang merupakan potensi bagi simpul transport Regional Jawa Tengah dan kota transit Regional Jawa Tengah.1 Gambaran Umum Kota Semarang A. Kota Salatiga.1.Supremasi Hukum • Lingkungan dan Tata Ruang .Penyelenggaraan Pembangunan Kota Berbasis Masyarakat dan Keswadayaan .

11%). Letak geografi Kota Semarang ini dalam koridor pembangunan Jawa Tengah dan merupakan simpul empat pintu gerbang. wilayah Kota Semarang terdiri dari dataran rendah (daerah pantai) dan dataran tinggi (daerah perbukitan).00 diatas permukaan laut (DPL). IV . curam (3. yang terdiri dari 16 wilayah kecamatan. dan terjal/sangat curam (2. Di bagian Selatan merupakan daerah perbukitan.200 M DPL. luas wilayah Metropolitan Semarang adalah sekitar 33. Kota Semarang terletak di pantai Utara Jawa Tengah. Kondisi Fisik Ditinjau dari topografinya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Posisi lain yang tak kalah pentingnya adalah kekuatan hubungan dengan luar Jawa.711. yakni koridor pantai Utara.15 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .75 sampai dengan 384.05%).5 M DPL. yang merupakan pantai dan dataran rendah.93 Ha. tepatnya pada garis 6º 5' . Di bagian Utara. koridor Timur ke arah Kabupaten Demak/Grobogan dan Barat menuju Kabupaten Kendal. Secara keseluruhan.27%).2% sedang ketinggiannya bervariasi antara 0-3. koridor Selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang.110º 5' Bujur Timur. Penentuan batas wilayah metropolitan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Pendekatan titik henti. Kondisi lahan terbangun di Kota Semarang dan daerah sekitarnya menunjukkan adanya aglomerasi kegiatan dan fasilitas yang cukup tinggi di satu pusat (pusat pertumbuhan/growth centre) Adapun batas-batas administrasi Kota Semarang: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Laut Jawa dengan panjang garis pantai meliputi 13. dengan kemiringan 2 . dengan pertimbangan teori tempat pusat (central place). sebagai bahan pertimbangan pengaruh langsung kedekatan Kota Semarang dengan hinterlandnya. Dilihat dari kemiringan lereng di Kota Semarang sebagian besar wilayahnya memiliki tingkat kemiringan lereng yang datar dan landai (78.57%).40% dan ketinggian antara 90 . Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu. secara langsung sebagai pusat wilayah nasional bagian tengah. Kota Semarang terletak pada ketinggian antara 0.6 Km : Kabupaten Semarang : Kabupaten Kendal : Kabupaten Demak B. agak curam (16. yang melibatkan variabel jarak dan jumlah penduduk Kondisi lahan terbangun. memiliki kemiringan 0 .7º 10' Lintang Selatan dan 109º 35' .

Tabel 4.62 115.371 Ha (90. Dari aspek pendidikan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari luas wilayah yang ada. Jumlah usia produktif di Kota Semarang sekitar 68. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan hasil registrasi penduduk tahun 2003.21%) bukan tanah sawah.81 1. penduduk lebih terpusat di pusat kota. mencapai 1. Meskipun masih ada sebagian yang tidak mengenyam pendidikan formal.711.388.089 jiwa. Tahun 2002. terdiri dari 3. Luas (Ha) 13.03 33.658 Ha (9.79%) tanah sawah dan 3.09%.243.34 8.25% dari jumlah penduduk yang IV . buta angka dan buta pengetahuan dasar.377.435 jiwa (23.894 jiwa. Dengan komposisi struktur pendidikan demikian ini cukup mendukung perkembangan Kota Semarang.3. namun demikian dapat dicatat bahwa pada tahun 2001 penduduk Kota Semarang telah bebas dari 3 (tiga) buta: buta aksara.1. apalagi peningkatan kualitas penduduk yang selalu mendapat prioritas utama didalam upaya peningkatan kesejahteraan.06 651. Tingkat kepadatan penduduk memang belum merata. dengan pertumbuhan penduduk sejak tahun 2001 sebesar 2. Tahun 2002 Penggunaan Lahan Pekarangan & Bangunan Tegalan & Kebun Padang Gembala Tambak/Kolam Rawa Lain-Lain Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka. yaitu sebesar 39.68%) dan terendah adalah pendidikan Akademi/D3 sebanyak 46.1.378. bahkan tidak sedikit yang lulus SLTA dan Sarjana.193 jiwa ada. dimana pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah pendidikan SD sebanyak 294.93 C. lahan kering sebagian besar digunakan untuk tanah pekarangan/tanah untuk bangunan dan halaman sekitar.16 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan sebanyak 1.45% dari lahan bukan sawah.298.07 9. dapat kita lihat bahwa rata-rata anak usia sekolah di Kota Semarang dapat melanjutkan hingga batas wajib belajar sembilan tahun. Menurut penggunaannya.881.1 Luas Penggunaan Lahan Kota Semarang.

3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Semarang Tahun 2003 Mata Pencaharian Petani Sendiri Buruh Tani Nelayan Pengusaha Buruh Industri Buruh Bangunan Pedagang Angkutan PNS & ABRI Pensiunan Lain-Lainnya Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Jumlah 22.1.405.66%.01 23.475 294.417 28.208 19.26 10.322 216. Hampir seluruh paling sektor besar ekonomi pada Sedangkan PDRB menurut tahun 2001 mengalami sektor lapangan usaha tahun 2002 berdasarkan atas dasar harga konstan tahun 1993 sebesar Rp.95 11.833 132.41%.77 3.315 1.III Tamat Universitas Jumlah Jumlah 74.1.80 100 Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Dilihat dari mata pencaharian/lapangan kerja.3.227 17.33 0.11%.243.239.394.56 26. Sektor yang mengalami pertumbuhan adalah pertambangan dan penggalian sebesar 8.302 77.634 818.27 2.3.833 jiwa.1. dimana terbesar adalah bekerja pada sektor industri sebanyak 179.055 2.2 Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Di Kota Semarang Tahun 2003 Tingkat Pendidikan Tidak Sekolah Belum Tamat SD Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat Akademi/D.547 124.805 jiwa. IV .20 9.7 4. jumlah penduduk yang bekerja sebesar 818.17 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .435 252.089 Prosentase 5.398 87.-.1.894 47.27 21.030 139.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.585 37.824 179.079 264.314 46.45 3.71 2.18 22 16.5 100 D. Tabel 4.68 20. Perekonomian Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2003 sebesar 5.805 % 2. pertumbuhan.47 10. 5.26 3. sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor pertanian sebesar -9.

Denpasar.405.210 1. Jakarta. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. yaitu: Bandara Ahmad Yani. Persewaan.132 1. 7. Cirebon.074. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik. Jasa-jasa PDRB 1.566 350.523. Magelang.230. dan kota-kota di pulau Sumatera. Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang. termasuk kapal turis luar negeri.085.163.088.838.1.913. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang–Karimunjawa. Cilacap.039.431. 4. Tahun 2002.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4. seperti: Tegal.260. IV .124.767.628.643 14.410 340. Untuk angkutan penumpang.705.903.349 1.-. Jakarta. 2000 40. melayani: Semarang.142.800 74. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas.950. 6. 8.755.532.331. Surakarta.070 196.403 671. Melihat pola pergerakan yang dihubungkan dengan moda darat.847.083 364. Purwokerto. Pelabuhan laut Kota Semarang. 5. Untuk perhubungan udara. PDRB per kapita. udara.4 PDRB Kota Semarang Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2001 Lapangan Usaha Pertanian. maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur). Bandung.974 5.394 Sumber: Pemerintah Kota Semarang.304 714.825 183.194 5. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. Madiun.1.239.615. Surabaya. 3.400 1. yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada.904 2001 36.657 12. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Semarang pada tahun 2003 sebesar Rp.900.277 77. dan Jasa Perusahaan 9. dan Indonesia bagian timur (Makassar).476.001 397. melayani angkutan penumpang dan barang. Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar. laut. dengan intensitas tinggi.802. Peternakan. Malang. Kalimantan. 4. 2.18 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Yogyakarta.3. Prasarana dan sarana perhubungan juga memegang peranan penting dalam rangka pengembangan perekonomian Kota Semarang.

Peranan Bappeda ini termasuk juga dalam hal menyusun rencana tata ruang kota Semarang. Perencanaan Tata Ruang Kota Semarang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Semarang Tahun 2000 . Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). Evaluasi/revisi rencana tata ruang ini sejalan dengan pasal 13 ayat (2) UU R.1. Kota Semarang beserta kota/kabupaten lain/wilayah di sekitarnya termasuk dalam wilayah Pengembangan Kawasan Semarang-Demak. Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu menciptakan perkembangan keterikatan potensi dan pusat pengembangan timbal balik dengan daerah metropolitannya (Kedungsepur). fungsi Kota Semarang adalah sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN).2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Semarang A. Pemanfaatan ruang kota yang memberikan potensi bagi tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan dan sumber daya lokal. dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing global.24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang yang menyebutkan bahwa ’rencana tata ruang ditinjau kembali dan atau disempurnakan sesuai dengan jenis perencanaannya secara berkala’. Konsepsi pengembangan tata ruang wilayah Kota Semarang. Mengendalikan pemanfaatan ruang di kawasan lindung dan budidaya unuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. maka Bappeda berperan sebagai koordinator perencanaan pembangunan kota. Mengembangkan karakteristik dan potensi ruang kota sesuai dengan kondisi fisik gegrafis yang berciri perbukitan kota atas. IV . ekonomi.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. adalah: Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu memanfaatkan dan mengembangkan potensi sebagai simpul perkembangan nasional dan regional. Dalam hal ini. dengan masukan materi berasal dari berbagai dinas atau sektor. dan budaya yang berkualitas. ekonomi yang berpengaruh pada pemanfaatan ruang wilayah. Penyusunan RTRWK Semarang Tahun 2000 – 2010 dilakukan dengan adanya masukanmasukan dari dinamika perkembangan aspek-aspek sosial. Mengembangkan ruang kota yang memacu perkembangan regional segitiga Semarang.I No.19 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik mampu . Dari segi kelembagaan. merupakan hasil evaluasi/revisi RTRWK Semarang yang disusun tahun 1994/1995.2010 yang merupakan arahan bagi pemanfaatan ruang di wilayah Kota Semarang.3. dengan hutan dan pertanian serta kawasan kota bawah dengan pengembangan garis pantai (water front development). Solo dan Jogyakarta (Joglosemar). Memelihara dan merevitalisasi semua potensi kesejarahan ruang kota yang menciptakan kehidupan sosial.

Genuk. Berdasarkan sistem perkotaan Jawa Tengah.Yogyakarta. Ungaran berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Kota Salatiga. B. Sejalan dengan struktur pemanfaatan ruang. Metropolitan Semarang termasuk dalam Wilayah Pembangunan I. IV . Demak berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). yaitu: Kendal. yaitu Mranggen. Selain itu. Boja. yang mencakup wilayah Kota Semarang. Kaliwungu.Solo. Arteri primer bagian utara : Weleri – Kendal – Semarang – Demak. perdagangan dan jasa. sehingga menyebabkan terjadinya ekspansi ke daerah pinggiran Kota Semarang. maka dari jaringan transportasi (jalan) Kota Semarang meliputi: Arteri primer utama : Kota Semarang – Bawen .20 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Sedangkan terminal Kota Semarang terdiri atas: - . Adanya keterbatasan lahan di wilayah Kota Semarang. Salatiga berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Purwodadi berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Terminal Pangkalan Truk Mangkang. perkembangan industri diarahkan pula di daerah Sayung (Kabupaten Demak) yaitu industri pengolahan. Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak. Watugong. Kabupaten Semarang. Sayung. Pringapus dan Bergas. Semarang – Bawen . industri kimia dan aneka industri. Kolektor primer : Semarang . Pemanfaatan Ruang yang digunakan untuk Bangunan Bersejarah Di Kota Semarang Wilayah pinggiran ini merupakan kota transisi. dimana terjadi peralihan dari struktur pertanian menuju industri. Terminal tipe A (antar kota antar provinsi). Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Perkembangan Metropolitan Semarang terjadi seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk dan tuntutan akan fasilitas pelayanan yang dibutuhkan. Keterbatasan lahan perumahan yang ada di Semarang menyebabkan disediakannya lahan cadangan untuk perumahan di sekitar Mranggen (Kabupaten Demak) dan daerah Boja (Kabupaten Kendal) yang mempunyai daerah terbuka yang cukup luas dan merupakan daerah cadangan resapan air tanah. berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Untuk perkembangan daerah industri lebih condong dipusatkan pada daerah Kaliwungu (Kabupaten Kendal) karena letaknya yang strategis dan didukung oleh sarana transportasi yang baik. Terminal tipe B dan C tersebar di kota kecamatan.Purwodadi.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kemudian kota lainnnya. Ungaran.

termasuk kapal turis luar negeri. Dalam pengendalian pemanfaatan Kota Semarang. peraturan yang berlaku. Untuk perhubungan udara. Cirebon. Cilacap.3 Isu Permasalahan Kota Semarang • Transportasi Ketidakmampuan jalan kota dalam menampung pergerakan penduduk Tingkat kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan jasa angkutan umum mulai terganggu. dan Indonesia bagian timur (Makasar). Untuk angkutan penumpang. Melihat pola pergerakan yang dhubungkan dengan moda darat. yaitu bentuk pengendalian terhadap melanggar peraturan perundangan yang berlaku. yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang kota Semarang meliputi: Proses pengawasan/pemantauan. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas. Yogyakarta. Proses penertiban/perijinan. laut. terutama terhadap bentuk-bentuk pemanfaatan yang 4. seperti: Tegal. melayani rute Semarang. Jakarta. Kalimantan. Jakarta. Pengarahan jenis dan intensitas pemanfaatan ruang sesuai dengan struktur dan pola pemanfaatan ruang yang hendak dicapai. IV . maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur). Malang. melayani angkutan penumpang dan barang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pelabuhan laut Kota Semarang. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang – Karimunjawa. madiun. Denpasar. Surabaya. Surakarta. sasarannya adalah: Perlindungan terhadap kawasan lindung dari budidaya yang tidak diijinkan di atasnya. C.21 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . terdapat Bandara Ahmad Yani. yang mana pada proses ini terjadi penyaringan atau pengaturan agar pemanfaatan ruang sejalan/sesuai dengan kebijakan. Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar.3. udara. Bandung. pemanfaatan ruang yang sudah terjadi.1. Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. dengan intensitas tinggi. dan kota-kota di pulau Sumatera. Purwokerto. Magelang.

Terbatasnya kapasitas sumber daya air dan masih minimnya upaya untuk memobilisasi sumber daya air potensial lainnya (sungai. saluran terbuka air hujan digunakan pula sebagai saluran air limbah . Air Bersih .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Keterbatasan dana untuk kegiatan pemeliharaan/peningkatan kualitas fisik badan jalan.Perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas.Belum adanya sistem perpipaan air limbah.Tingginya tingkat kepadatan penduduk serta kondisi tanah dan air yang tidak cocok untuk penggunaan septic tank (muka air tanah yang tinggi dan tanah kedap air) • Timbulnya kawasan-kawasan kumuh kota.Masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih . di beberapa ruas jalan kota. yang bergerak di bidang jasa/perdagangan.Masih belum jelasnya distribusi tugas dalam pengumpulan sampah .Terbatasnya kemampuan pemerintah kota dalam penanganan sampah kota .Terbatasnya sumber air baku yang berkualitas . Drainase/Pengendalian Banjir . IV . bendungan. Persampahan . sebagai lokasi permukiman penduduk miskin perkotaan. • Munculnya pedagang kaki lima. naiknya muka air banjir dan pendangkalan di saluran drainase utama . dan lain-lain) b. menimbulkan rob di Semarang Utara . • Sarana dan Prasarana a.Terbatasnya lahan untuk TPA d.Kurangnya pemeliharaan terhadap jaringan drainase kota.Perubahan garis pantai. Sanitasi . • Banyaknya lokasi permukiman yang tidak sesuai dengan tata ruang (terutama perumahan informal yang dibangun oleh masyarakat).22 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .Timbulnya banjir kiriman. menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan air . menyebabkan aliran air menjadi lebih panjang.Naiknya muka air pasang.Kurang optimalnya pengelolaan DAS dan tingkat sedimentasi yang tinggi c. sebagai dampak dari perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas . menyebabkan kemampuan dan kinerja sistem drainase semakin menurun .

Kegiatan yang timbul di daerah-daerah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang.1 Gambaran Umum Kota Surabaya A.4 Kota Surabaya 4. yaitu Busan (Korsel). adalah kota terbesar kedua dan kota pelabuhan terbesar kedua di Indonesia. 4. IV . . perencanaan dan penanganannya perlu diintegrasikan dengan Kota Semarang. yang umumnya masih memanfaatkan fasilitas dan prasarana Kota Semarang.4. Kochi (Jepang) dan Seattle (AS). maka acapkali menimbulkan masalah.Perkembangan Kota Semarang yang melampaui batas administrasinya menyebabkan adanya pemanfaatan ruang yang tidak terkendali. Kota Surabaya juga merupakan pusat kegiatan dan pelayanan dalam lingkup regional.1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Permasalahan Ruang: . peningkatan luas lahan terbangun.1.23 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kesamaan geografis dan aktivitas kota mendorong terwujudnya kerjasama tersebut. Kondisi Umum Kota Surabaya. . Buaya dan Ikan Hiu sebagai lambang Kota Surabaya Wilayah Kota Surabaya terdiri atas 326 km2 daratan dan 226 km2 wilayah laut dengan total luas wilayah sekitar 552 km2 yang terbagi atas 31 Kecamatan dan 163 Kelurahan. diantaranya dalam bidang manajemen perkotaan dan perlindungan lingkungan hidup. Batas-batas administrasi Kota Surabaya adalah: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Selat Madura : Kabupaten Sidoarjo : Kabupaten Gresik : Selat Madura Sebagai kota metropolitan Surabaya juga telah menjalin kerjasama Sister City dengan 3 kota di dunia. yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Timur. Kota Surabaya merupakan Pusat Perkembangan Wilayah Indonesia Timur. dan tundaan lalu lintas.Karena pola pengendalian maupun sistem perencanaan yang belum jelas. Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur.

06 573.1. seperti: di sekitar pasar. sampai dengan tahun 2001 kawasan terbangun di Kota Surabaya mencapai 63% sedangkan sisanya merupakan kawasan tak terbangun meliputi sawah.81 99.711.24 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .75 7.637. pabrik/kegiatan industri. maka terlihat bahwa rumah-rumah kumuh di Kota Surabaya paling banyak terdapat di sepanjang pantai dengan mayoritas penduduknya adalah nelayan.4. tegalan. Tabel 4.13 1.982.1). Dari hasil pengamatan. hanya saja hunian liar merupakan rumah kumuh yang dibangun diatas tanah yang tidak diperuntukkan IV .95 Sumber: BPN Kota Surabaya.71 2. Kondisi Fisik Dari segi penggunaan lahan.784. Berdasarkan studi yang pernah dilakukan oleh Laboratorium Permukiman ITS.75 % 42.370.19 1.90 4.4.26 9.506. pertokoan.26 5.1.808. sebenarnya hunian liar identik dengan rumah kumuh.46 2.00 3. tambak dan tanah kosong (jenis-jenis penggunaan lahan Kota Surabaya dapat dilihat pada Tabel 4.74 5.00 10. Kecamatan Benowo sebelah utara Surabaya yang juga dipesisir pantai dengan 5 lokasi kumuh Mengenai hunian liar. Yang paling banyak adalah di wilayah Kenjeran dengan 6 lokasi kumuh.29 32. Dilihat dari kondisi fisik aspek permukiman.1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B.54 15. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Tanah Perumahan Sawah Tegalan Tambak Jasa Perdagangan Industri/Gudang Tanah Kosong Lain-Lain Jumlah Luas 13. Rumah kumuh merupakan jenis hunian yang menempati tanah legal milik pemerintah dengan kondisi fisik yang dapat dikatakan kurang baik dan dalam tata ruang biasa disebut slum.38 1.1.32 2. rumahrumah kumuh ini sebagian besar berada di dekat pusat kegiatan. Kota Surabaya masih memiliki permukiman dengan kondisi yang kumuh dan liar (hunian liar).1 Luas Penggunaan Lahan Per Kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2001 No.982.90 918. Tahun 2001 Keberadaan rumah-rumah kumuh telah menyebar di seluruh kecamatan.

serta Kecamatan Wonocolo (Sidoresmo). Rungkut (Kedung Beruk. Pada tahun 2004. Hunian liar biasanya dibangun dekat dengan tempat usaha/kerja para penghuninya. dan hotel (32. Selain tempat-tempat tersebut. pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai 4. kawasan industri dan pusat-pusat perbelanjaan. dan disusul sektor jasa.Lokasi hunian liar di Kota Surabaya diantaranya terdapat di bantaran sungai Kalimas daerah Benowo dan Rungkut yang didominasi oleh perindustrian. dengan demikian maka pertumbuhan penduduk Kota Surabaya selama kurun waktu 10 tahun tersebut (1990 . Gubeng (Ngagel Rejo).31 %.22%). Saat ini Kota Surabaya dikenal sebagai kota budaya.796 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 7.473. sektor industri memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kota Surabaya (34. perguruan tinggi-perguruan tinggi terkemuka. Perekonomian Dilihat dari struktur perekonomian. C. Penyebaran hunian liar terdapat di Kecamatan Benowo (Tambak Oso Wilangun). masih ada hunian-hunian liar yang tersebar dalam skala kecil seperti: ditepi rel kereta api. Wonorejo dan Kali Rungkut). Kependudukan Jumlah penduduk Kota Surabaya berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2000 adalah 2. IV . pangkalan Armada TNIAL.966 jiwa/km².62%). Akademi Angkatan Laut (AAL). pelabuhan laut. Pebjaringansari.25 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan tempat-tempat yang peruntukan lahannya bukan untuk bangunan. Surabaya tempo dulu dari ketinggian dan Gedung Grahadi Surabaya memiliki masyarakat yang multi-etnis. obyek-obyek pariwisata yang menarik. D.50%.2000) adalah sebesar 0. maritim.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan untuk bangunan (misalnya daerah bantaran sungai). pendidikan. Keberadaan hunian liar sangat mengganggu penataan ruang Surabaya.599. Wonokromo (Jagir). Pada 10 tahun sebelumnya (tahun 1990) penduduk Kota Surabaya adalah 2. industri dan perdagangan yang mengalami perkembangan pesat.272 jiwa. Sukolilo (Jangkungan dan Medokan Semampir). perdagangan. pariwisata.

17 4.707. 3.04 1.04 dan sektor perdagangan.495.87 4. 2. Pertanian. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik. dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Surabaya Dalam Angka.396.214. Peternakan.60 2003 27.962.389. Basuki Rahmat.614.272.320.022. 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Status yang dimiliki Kota Surabaya sebagai kota industri dan perdagangan memang cukup pantas jika dilihat dari persentase kegiatan ekonomi daerah ini setiap tahunnya. Tahun 2003. memberikan kontribusi terbesar bagi PDRB Kota Surabaya. 2002 28. 9.355.645.20 4.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1.396. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.719. 6.52 terhadap PDRB Kota Surabaya (atas dasar harga konstan tahun 1993).101. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.55 14.962. kawasan bisnis paling strategis di Surabaya Maket jadi jembatan Suramandu Tabel 4.526. hotel dan restoran.148.996.76 973. 4. 7. 4. Proses penyusunan rencana tata ruang dikoordinasikan oleh BKPRD yang terdiri dari berbagai instansi terkait diantaranya Bappeko.4.580.447.707.160. 8.492.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Surabaya Dalam proses penyelenggaraan penataan ruang.421. Bappeko menyusun rencana tata ruang IV . Jl. hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar Rp.52 4.1.176.32 1.95 502. 5.2 PDRB Kota Surabaya Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 . Kota Surabaya telah mengacu pada Permendagri Nomor 8 tahun 1998 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah.345.174. dan sektor perdagangan.40 977.4.132.26 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .76 1.181.52 2.16 2. Pada tahun 2003 sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar Rp.87 1.562.06 1.04 545.282.91 5.18 990.447.067. Sektor industri pengolahan. Persewaan.360.66 4.1.1.

Pedoman penyusunan RTRW Kota Surabaya mengacu pada Permendagri No. kelompok minat. kemudian diikuti dengan penyusunan RDTR dan kemudian RTR. 13 Tahun 1999 tentang Retribusi Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah yang dapat menciptakan potensi untuk mengakomodasi perubahan peruntukan lahan dan itu dapat berarti proses legalisasi dari penyimpangan rencana tata ruang. terdapat juga RDTR dan RTRK yang mengacu pada RTRW dan berpedoman pada RUTR Kota Surabaya.2. Produk Rencana Tata Ruang Kota Surabaya Produk dari RTRW Kota Surabaya berupa Buku RTRW Kota Surabaya Tahun 2005. 2 Tahun 1987. A. 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah.27 DI SISI MADURA Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Selain itu Bagian Hukum juga dilibatkan dalam proses legalisasi rencana tata ruang. masyarakat hukum adat.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dengan melibatkan instansi terkait. yang menyebutkan bahwa RTRW memiliki hirarki tertinggi.1 Perspektif Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Di sisi Jembatan Suramadu DI SISI SURABAYA IV . Pasal 3 Permendagri tersebut menyebutkan bahwa: penyusunan dan penetapan rencana tata ruang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan peranserta masyarakat. dan pada saat ini sedang disusun pula RTRW Kota Surabaya untuk tahun 2013. kelompok orang. kelompok profesi. Rancangan Perda tentang RTRW yang disusun diajukan Walikota untuk dibahas oleh DPRD dan kemudian dijadikan Perda tentang RTRW Kota Surabaya. baik oleh orang seorang. perguruan tinggi. organisasi masyarakat. Pengikutsertaan masyarakat ini mengacu kepada Permendagri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata Ruang. Dalam proses penyusunan rencana tata ruang Kota Surabaya. Selain itu mengacu juga pada Permendagri No. peranserta masyarakat telah diakomodasikan. Gambar 4. Berkaitan dengan penataan ruang di Kota Surabaya terdapat juga Perda No. RDTRK dan terakhir RTRK. dan badan hukum.4. dunia usaha. Disamping produk RTRW Kota Surabaya Tahun 2005 yang ada saat ini.1. tentang Pedoman penyusunan Rencana Kota yang menyebutkan bahwa hirarki perencanaan dalam lingkup kota adalah RUTRK.

maka persoalannya menjadi jelas bahwa setiap pelaksanaan pembangunan fisik di kota Surabaya tidak berpedoman langsung kepada RTRW Surabaya. Apartemen. Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan penataan ruang Kota Surabaya adalah penyusunan rencana pengembangan Kawasan Jembatan Suramadu. Kalimas. Selain itu dilakukan dalam rangka mendukung pengembangan water front city. di mana terdapat permukiman kumuh. salah satunya adalah dengan penerbitan IMB. Dari segi transportasi akan dikembangkan sistem transportasi yang terpadu antara darat. Jika IMB sebagai dasar pembangunan fisik dilapangan tidak terkait secara langsung dengan RTRW Surabaya. akan dilakukan revitalisasi S. antara tahun 1999 hingga tahun 2001. Lahan tak terbangun lainnya (sawah) mengalami penyempitan. perdagangan dan industri). Persetujuan Dinas Tata Kota diwujudkan dalam bentuk penerbitan syarat zoning yang selanjutnya diteruskan ke Dinas Bangunan untuk memproses IMB. Bubutan serta Rumah susun Menanggal C. Dilain pihak lahan tak terbangun (berupa tanah kosong) mengalami peningkatan. hotel. Kalimas.28 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dunia fantasi dengan fasilitas parkir. pemanfaatan ruang Kota Surabaya mengalami perubahan. Dalam rangka penataan S. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang. Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Berdasarkan data dari BPN. perkantoran. Untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas akan dikembangkan angkutan massal dan selain itu akan dibangun jalan tol. Hal ini terjadi karena lahan tersebut telah beralih fungsi menjadi kawasan terbangun seperti untuk permukiman dan kegiatan komersial lainnya. laut dan udara.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. IMB sendiri akan diterbitkan oleh Dinas Bangunan setelah permohonan pemanfaatan ruangnya disetujui oleh Dinas Tata Kota melalui sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektural. Hal ini terjadi karena adanya pemekaran Kota Surabaya di bagian timur. convention centre. Penataan dan revitalisasi S. Kalimas sepanjang ± 12 km bertujuan untuk peningkatan kualitas lingkungan dan estetika kota serta kualitas sumber daya air. rekreasi pantai. Kawasan tersebut akan dikembangkan untuk kegiatan pertokoan. Kampung percontohan Jl. yaitu terjadinya pertambahan luas lahan untuk kawasan terbangun (terutama untuk permukiman. IV .

akan tetapi dalam rencana yang telah disusun terdapat beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang dominan. Kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang seperti dinyatakan dalam Permendagri Nomor 8 Tahun 1998 pasal 16. evaluasi dan pelaporan pemanfaatan ruang.Menganti dimana RTRW merekomendasikannya sebagai kawasan mixed use/hunian sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian.000 yang dimanfaatkan sebagai IV . pembatasan sarana prasarana dan penolakan ijin.300 Ha. Hal tersebut dipertegas dengan adanya Sub Dinas Perencanaan Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan program dan perencanaan tata ruang. Sedangkan penertiban tidak langsung dapat dilakukan dengan pengenaan pajak/retribusi.18 akan meliputi kegiatan-kegiatan monitoring. sementara aktivitas evaluasi tata ruang justru lebih sering dilakukan.17. Hal ini terlihat sampai saat ini tidak pernah ada catatan aktivitas Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang terkait dengan pengawasan dan pengendalian ruang. 35 Tahun 2001 tentang rincian tugas Dinas Tata Kota yang dinyatakan secara tegas bahwa tugas-tugas perencanaan pelaksanaan dan pengendalian tata ruang dilakukan hanya oleh Dinas Tata Kota Surabaya. sanksi pidana dan sanksi perdata. Penyidik Pegawai Negeri Sipil.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pada saat ini rencana tata ruang yang ada di Kota Surabaya tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk menjadi pedoman dan arahan bagi setiap kegiatan pemanfaatan ruang. Luasan inkonsistensinya adalah sekitar 220 Ha. misalnya pada pengembangan Kawasan Gunung Anyar. Instansi Penyelenggara Perijinan Tata Ruang. Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan RDTRK di kota Surabaya mencapai lebih dari 3.29 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan pengendalian dan evaluasi tata ruang. Luas inkonsistensinya adalah sekitar 350 ha. Seperti dinyatakan dalam SK Walikota No. Dinas Tata Kota. Sementara itu ditemukan pula inkonsistensi lainnya disepanjang Jalan Wiyung . Pada tahapan pengendalian pemanfaatan ruang. Pada penertiban langsung. Rencana parsial disusun oleh Dinas Tata Kota untuk memenuhi melonjaknya permintaan pengembangan lahan di kota Surabaya. Kedalaman rencana parsial adalah sama dengan RTRK namun produk utamanya adalah peta skala 1 : 1. dimana di dalam RTRW arahannya mixed use sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian. Untuk operasional telah disusun rencana parsial. tindakan yang dapat diberikan adalah sanksi administratif. Sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektur yang bertugas melakukan pelayanan tata ruang. peninjauan lapangan serta tindakan penertiban yang dapat berupa penertiban langsung dan penertiban tidak langsung. Di Kota Surabaya kegiatan penataan ruang sebagian besar dilakukan oleh Dinas Tata Kota dan BAPPEKO. maka pihak-pihak yang terlibat antara lain BAPPEKO. Dinas Teknis dan anggota Masyarakat.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan acuan pengembangan lahan di lapangan. keterlibatan terhadap pembangunan selalu dikaitkan dengan segi finansial. Kegiatan rencana penyusunan parsial baru dimulai tahun 1999 lalu dan sampai sekarang baru 7 kawasan yang telah disusun tata ruangnya.00 5. Berdasarkan hasil wawancara terhadap responden yang dipilih dari kelompok-kelompok masyarakat.00 103. sehingga pelaksanaan pembangunan (pengambilan kebijaksanaan) harus mampu merespon keinginan/aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Jadi dalam hal ini keterlibatan masyarakat terhadap pembangunan lebih ditujukan bagi kepentingan finansial.4. Tabel 4. Kesediaan mereka untuk berperanserta dalam kegiatan pembangunan terlihat sangat tinggi. Khusus untuk Etnis Cina. Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan rencana parsial di kota Surabaya mencapai lebih dari 130 Ha. hampir semua responden bersedia terlibat. karena luasan yang direncanakan dalam format rencana parsial relatif kecil. 2 Tahun 1987. IV . Tetapi jika menyangkut pembangunan yang bersifat kegamaan.70 17.70 D. Gambaran yang diperoleh adalah: • Sebagian besar responden menjawab bahwa mereka mau berpartisipasi terhadap pembangunan kota.1 Luasan Inkonsistensi Data Ruang RTRW dengan Rencana Parsial Di Kota Surabaya No 1 2 3 4 Jeruk Semolowaru Semampir Kedung Cowek Lokasi RTRW 2005 Hunian Fasum Hunian Hunian Jumlah Sumber : RTRW Kota Surabaya Partial Plan RTH Komersial Fasum Industri Dimensi (Ha) 51. apabila pembangunan yang dilaksanakan mampu membuka peluang kerja. Pembangunan kota akan mampu melibatkan masyarakat jika pembangunan tesebut memberikan manfaat atau paling tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang ditemukan tidak seekstensif dan seintensif inkonsistensi yang terjadi antara RTRW – RDTRK – RTRK. bukan dokumen RTRK seperti ketentuan Permendagri No.1. maka diperoleh gambaran mengenai seberapa besar kesediaan/partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Surabaya.00 30.2. Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Kota Surabaya Keberhasilan pembangunan kota sangat tergantung pada keterlibatan masyarakat kota Surabaya. • Untuk kegiatan pembangunan yang menyangkut lingkungan tempat tinggal.30 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kegiatan pembangunan yang dimaksud. tidak ada perbedaan antara kegiatan yang bersifat rohani atau bukan. mereka mau berpartisipasi tanpa mementingkan segi finansial.

Wilayah datar. hal ini berkaitan dengan terbatasnya lahan untuk pelabuhan. • • • • Perumahan/Permukiman Permukiman Kumuh/liar Sampah dan Pencemaran Banjir/genangan Kebersihan dan Lingkungan Drainase Kota Lingkungan Hidup Masih rendahnya kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan kreativitas masyarakat kota Surabaya. dimana beberapa perencanaan tidak terealisasi antara lain karena keterbatasan dana dan pembebasan lahan.4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan seperti: membuat jalan kampung. • Transportasi . Mojokerto.3 Isu Permasalahan Kota Surabaya • Hidrologi/Pengairan . Untuk kegiatan-kegiatan seperti ini masyarakat akan bersedia secara swadana.1. 4. . IV . Surabaya dan Lamongan). • Penataan Ruang Penataan ruang berkaitan dengan perencanaan. peringatan hari-hari besar. . Bangkalan. pada umumnya air sungai sudah tidak layak untuk air minum. pengadaan lampu jalan. Pelayanan bongkar muat di pelabuhan. swakarsa dan tenaga. rendah (pantai) dan menjadi daerah banjir di sebagian wilayah Kota Surabaya .Masih belum memadainya kapasitas dan kualitas pelayanan sistem angkutan massal intra urban (Gresik. . pembuatan tempat sampah.Sumber air sungai tidak mengalir ke wilayah Surabaya. memelihara kebersihan kampung. khususnya container relatif lambat (3 hari).Tingkat kepadatan di Bandara Juanda sudah tinggi.Pelayanan pelabuhan Tanjung Perak sudah padat.Kondisi lalu lintas: macet.31 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Utilitas Kota Masih belum terpenuhinya kapasitas dan kualitas utilitas kota yang memenuhi standar (internasional).

32 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kondisi Fisik Dilihat dari topografinya. Kecamatan Balikpapan Selatan. Daerah diantara perbukitan umumnya berupa dataran yang sempit. A. kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional.5.5 Kota Balikpapan 4.35 km² terdiri dari 5 kecamatan Pada tahun 1997 Kota Balikpapan secara resmi dimekarkan dari 3 kecamatan menjadi 5 kecamatan.1.1 Gambaran Umum Kota Balikpapan merupakan salah satu kota terbesar di Kalimantan Timur dan merupakan pusat pertumbuhan nasional di Kawasan Timur Indonesia. Kemiringan Lereng yang bervariasi IV .57 ha atau 503. Kecamatan Balikpapan Tengah.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4.19 Ha atau 43. yaitu: Kecamatan Balikpapan Timur.batas administrasi Kota Balikpapan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : : : : Kabupaten Kutai Kartanegara Selat Makasar Selat Makasar Kabupaten Pasir Luas wilayah Kota Balikpapan seluruhnya adalah 50.181. Balikpapan memiliki kemiringan lereng yang bervariasi antara 0% (di wilayah pantai) sampai lebih dari 40% di daerah pedalaman yang berbukit. Dalam konteks rencana tata ruang nasional.1. Luas wilayahnya 0.24% dari luas Provinsi Kalimantan Timur. sedangkan sisanya berupa dataran landai yang berada di tepi laut.330. Salah satu tugu di Kota Balikpapan Batas. sekitar 85% wilayah Kota Balikpapan merupakan daerah yang berbukit-bukit. dari kemiringan lerengnya.895% dari luas total wilayah. Topografi Ditinjau daerah perbukitan bergelombang dengan kemiringan rata-rata 10-15% dengan relief kurang dari 100 m. Kecamatan Balikpapan Barat. Kecamatan Balikpapan Utara. Persentase terbesar luas wilayah dengan kemiringan 0-2% seluas 22.

pertokoan Kawasan pertamina Bandara Sepinggan Lapangan Golf Land clearing Pertanian. terdiri dari : Perumahan Perusahaan Perkantoran.65 2 9.50 (%) 10. Kondisi topografi dan fisiografi wilayah yang berbukit. Potensi air tanah termasuk dalam klasifikasi cukup baik.1. Potensi hidrologi yang terdapat di kota Balikpapan meliputi air tanah dan air permukaan (waduk dan sungai).1. menyebabkan pola aliran tanah yang terbentuk mengalir dari wilayah bagian utara menuju ke arah bagian selatan kota. kota Balikpapan memiliki ketinggian yang beragam dari 0 sampai 100 meter di atas permukaan laut.5.5.1. meliputi Teluk Balikpapan dan pesisir yang berhadapan dengan Selat Makassar. Potensi air permukaan berupa Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih kota Balikpapan dengan kapasitas 500 liter/detik dan baru dapat memenuhi kebutuhan air bersih 56% penduduk kota.33 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih Luas 5.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Balikpapan yang terletak di tepi pantai. Wilayah terbangun kota Balikpapan umumnya terletak pada ketinggian 0-80 meter dari permukaan laut.1.1 Tabel 4. Sebagian besar wilayah terbangun kota Balikpapan berada pada ketinggian 20 meter dpl. B.1 Penggunaan Lahan Kota Balikpapan Tahun 2005 No 1 Jenis Penggunaan Tanah Pemukiman. terdiri dari : Sawah Kebun campuran Kebun kelapa Karet Tegalan Ladang Tambak waduk IV . dapat dilihat pada Tabel 4.578.75 18.4 km. Ditinjau dari ketinggiannya. memiliki garis pantai sepanjang 80.05 . Penggunaan lahan Penggunaan lahan di kota Balikpapan sebagian besar didominasi oleh penggunaan lain-lain.133.

terdiri dari : semak alang-alang danau rawa pasang surut jalan.923 50.331. Interim RTRW Kota Balikpapan 2005 IV . tahun 2005).583 186.595 100.360 537.425 54. dan masih memusat di Kecamatan Balikpapan Selatan (± 35% dari jumlah total penduduk).1.921 Jumlah 85. Jumlah penduduk serta kepadatan penduduk per kecamatan tahun 2004 dapat dilihat pada Tabel 4. terdiri dari : hutan belukar hutan rawa Lain-lain. Penduduk Jumlah penduduk mencapai 537.337 23.565.558 Perempuan 40.894 764 378 500 515 Sumber : Monografi Kelurahan Tahun 2004.75 21.168 251.2.94 42.586 26.204 86.1.35 100.34 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .018 114.808 53. Jumlah penduduk tidak/belum terdistribusi secara merata. pekerjaan dan etnis yang heterogen. sungai Total Luas 14.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan No 3 4 Jenis Penggunaan Tanah Hutan.479 Kepadatan (jiwa/Km²) 170 3.593 60.1.053.5. dengan struktur penduduk yang berlatar pendidikan.787 47.5.479 jiwa (Laporan Interim Penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015.24 (%) 28.00 Sumber: Bappeda. saluran.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk Kota Balikpapan Tahun 2004 No 1 2 3 4 5 Kecamatan Balikpapan Barat Balikpapan Selatan Balikpapan Utara Balikpapan Timur Balikpapan Tengah Total Laki-laki 45.78 50.1.192 285. diambil dari Lap. Kepadatan penduduk dan warga sekitar di Kecamatan Balikpapan Selatan Tabel 4. Kota Balikpapan 2005 C.379 99.

753.70 293.924.39 916.262.Tabel 4.1.07 273.3 PDRB Kota Balikpapan Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 .180.971.38 4. Penggalian dan Pertambangan 3. Hotel dan Restoran 7. Gas dan Air Minum 5.99%. Industri Pengolahan tanpa Migas 4.816. Sedangkan untuk tahun 2002 sendiri pertumbuhan ekonomi naik sebesar 6.52 4.416.049. Pendapatan per kapita Kota Balikpapan pada tahun 2003 mencapai Rp. 8. Keuangan.266.51 29. Persewaan.84%.69 298. Perda Kota Balikpapan No 24 Tahun 2000 tentang Bangunan. 435.1. Kota Balikpapan telah memiliki rencana tata ruang yang berdimensi jangka panjang (20 tahun) yaitu tahun 19741994 dan jangka menengah (10 tahun) yaitu tahun 1994 – 2004.80 130.232. Pengangkutan dan Komunikasi 8. dan Perikanan 2.585. Bangunan 6.314.905.666.890.00 451.12%.86 123. Sedangkan laju pertumbuhan terbesar diberikan oleh sektor keuangan.25 493. PDRB Kota Balikpapan didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar Rp.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. dan jasa perusahaan sebesar 13. yaitu : a. persewaan.83 Pendapatan Kota Balikpapan pada tahun 2003 sebesar Rp. Perdagangan.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1.953.17 1.325.59 1.35 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Listrik.88 314.88 141.1.768 (juta) atau 43. dimana dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2002 laju pertumbuhan ekonominya sebesar 54.5.987.878.958. 1.776. Pemerintah Kota Balikpapan dalam melaksanakan kebijakan penataan ruangnya telah mempunyai beberapa Perda Kota Balikpapan tentang penataan ruang. Pertanian. dan Jasa Perusahaan 9.291. Tahun 2002.5.878. 2002 44.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Balikpapan Sejak diresmikannya sebagai wilayah administrasi pada tahun 1959.dengan persentase terbesar diterima dari sektor industri pengolahan sebesar 37.768..526.72 141. Peternakan. Jasa-jasa PDRB Sumber: Bappeda Kota Balikpapan .392.28 2003 47.823.20 985.73%.104.430. 4. Perekonomian Perkembangan PDRB Kota Balikpapan pada tahun 2002 berdasarkan harga konstan 1993 cenderung mengalami peningkatan.742.43%.000.50 32. IV .

pesisir dan laut serta industri pariwisata. Visi Balikpapan dalam jangka panjang adalah”Terwujudnya Balikpapan Sebagai Kota Industri. Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai d. Oleh karena itu dalam menyusun RTRW-nya. Perdagangan. Jasa dan Pariwisata Dalam Nuansa Kota Beriman”. Pemerintah Kota Balikpapan menyusun RTRW 2005-2015 dengan muatan materi yang berbeda dan prosesnya yang lain dari sebelumnya. Perda No. 15 Tahun 2001 tentang RTRW Kota Balikpapan Tahun 2000-2010 c. data yang digunakan berbasis pada sistem informasi geografis (SIG). Selain memiliki potensi alam migas. masyarakat turut dilibatkan sejak dari awal prosesnya dan prinsip optimalisasi smber daya baik di hulu maupun di hilir. Sehingga aktivitas yang akan terjadi di perairan pesisir dan laut Balikpapan ditambah dengan keberadaan aktivitas di hulu akan sangat besar. 27 Tahun 2001 tentang Garis Sempadan Sungai. Dalam Penyusunan penyusunannya terdapat 4 hal yang baru penyusunannya yaitu mengintegrasikan tata ruang darat dan laut. potensi kelautan Balikpapan cukup besar yaitu meliputi sumberdaya perikanan. 4 Tahun 2002 Tentang Larangan dan Pengawasan Hutan Mangrove Pada saat ini RTRW Kota Balikpapan tahun 2005-2015 sedang disusun untuk menggantikan RTRW Kota Balikpapan tahun 1994-2004 yang telah habis masa berlakunya. Selain itu di sisi sebelah utara ke selatan Laut Jawa terbentang pantai yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi pelabuhan samudera. Diharapkan dengan peranserta publik/masyarakat melalui konsultasi IV . Aktivitas pembangunan tersebut perlu dikelola secara benar sesuai dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Penyusunan RTRW Kota Balikpapan tahun 2005 . A. Dengan visinya tersebut kota Balikpapan sangat tergantung pada aktivitas eksploitasi sumur migas oleh beberapa perusahaan minyak. Perda No.2015 RTRW Kota Balikpapan pelaksanaannya dimulai tahun 2004. Daerah Manfaat Sungai. yaitu wilayah yang terletak di Selat Makassar dan Laut Sulawesi. mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan pendekatan berbasis pada DAS (Daerah Aliran Sungai) dan prosesnya diperkaya dengan melibatkan publik/masyarakat melalui konsultasi publik.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan b. sehingga dalam penyelenggaraannya perlu dilaksanakan dengan prinsip lestari. Perda No. Kegiatan pembangunan di bagian hulu kota Balikpapan selama ini diwarnai dengan kegiatan pembukaan lahan untuk pembangunan pemukiman/perumahan dan kepentingan ekonomi seperti pusat-pusat perbelanjaan serta perkantoran.36 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Balikpapan merupakan pusat industri pengilangan minyak wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang mensuplai kurang lebih 30% kebutuhan BBM nasional untuk Indonesia bagian timur.

permukiman kumuh. c. Kendala limitasi atau keterbatasan wilayah.37 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . e. sehingga perlu dilakukan pengaturan tata ruang yang sebaik-baiknya. Oleh karena itu rencana tata ruang yang disusun harus dapat mengakomodasikan kepentingan-kepentingan investasi agar dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi warganya. regional maupun lokal. Oleh karena itu pengaturan tata ruang harus dapat memprediksi pertumbuhan penduduk dan perkiraan jumlah penduduk pada setiap IV . maka kota Balikpapan banyak dilirik oleh para investor untuk menanamkan modalnya sesuai dengan potensi kotanya. seperti terjadinya longsor dan banjir. dalam pengaturan rencana tata ruang. kegiatan industri di kawasan pesisir dan lainnya. f. khususnya wilayah darat. Sebagai kota yang pernah menduduki peringkat kedua kota paling kondusif untuk investor. zoning peruntukan untuk kawasan sekitarnya harus jelas dan tidak boleh bertentangan dengan keberadaan kedua hutan lindung tersebut. Oleh karena itu. Kawasan kota Balikpapan 85 % wilayahnya terdiri atas kawasan perbukitan. Penyusunan RTRW Balikpapan memiliki tantangan yang cukup berat sesuai dengan perkembangan dan kedudukan kota Balikpapan dalam konteks nasional.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan publik ini dapat dihasilkan RTRW yang sesuai dengan harapan masyarakat. d. Keberadaan Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan Lindung Manggar yang tetap harus terus dijaga keberadaannya. yaitu tata ruang yang mengintegrasikan aspek daratan dan aspek pesisir laut (coastal-marine). Tantangan tersebut antara lain: a. Konsekuensi dari kedudukan tersebut ialah bahwa pembangunan prasarana atau infrastruktur kota setidaknya harus memiliki hirarki pelayanan regional bahkan nasional. Penyusunan RTRW ini memuat hal yang relatif baru. b. Pertumbuhan penduduk yang tinggi yang diakibatkan adanya pendatang (migrasi dari luar daerah) di Provinsi Kalimantan Timur termasuk di Balikpapan sebagai konsekuensi bagi daerah yang sedang berkembang. Dalam konteks nasional kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai salah satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional. Pemanfaatan ruang di kota Balikpapan haruslah sesuai dengan kaidah pengelolaan lingkungan/lahan yang baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang sangat merugikan. pengrusakan mangrove. meskipun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan baik dalam substansi maupun prosesnya. Oleh karena itu tantangan dengan yang dihadapi ialah bagaimana harus mengakomodasikan berbagai kepentingan pengelolaan kawasan pesisir dan pantai yang menjadi kewenangan kota berbagai permasalahan yang dihadapi seperti polusi.

Pelibatan masyarakat dilakukan dengan mengadakan konsultasi publik. pelibatan masyarakat dan swasta tidak hanya dalam proses pengambilan keputusan pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh pemerintah.38 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . B. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan aspirasi masyarakat. namun juga dalam pengambilan keputusan pemanfaatan ruang oleh pelaku utama masyarakat dan swasta. Suasana lomba gambar bagi pelajar SD Tentang harapan mereka untuk kotanya. di mana masyarakat dilibatkan sejak tahap awal perencanaan. Selain itu diadakan berbagai pameran. Diskusi dilakukan juga di mushola IV . Jadi. lomba bagi pelajar dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan. dilaksanakan oleh masyarakat dan pelaksanaannya diawasi juga oleh masyarakat. keterlibatan publik dalam kegiatan yang terkait dengan kebijakan publik akan sangat penting. Dengan demikian.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan kawasan. Proses Konsultasi Publik Dalam Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Dalam penyusunan rencana tata ruangnya Pemerintah Kota Balikpapan melibatkan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam UU 24 Tahun 1992 dan PP 69 Tahun 1996. Kebijakan yang berhubungan dengan penataan dan pemanfaatan ruang kota tergolong pada kebijakan publik karena mempengaruhi publik baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena pemanfaatan ruang dilakukan oleh berbagai pelaku pembangunan dimana masingmasing dapat berperan sebagai pelaku utama pembangunan. Kegiatan konsultasi publik dilakukan dengan berbagai kegiatan mulai dari diskusi komunitas kecil sampai dengan diskusi terbuka dengan jumlah peserta yang cukup banyak. sehingga tidak terjadi pemusatan penduduk hanya berada pada satu kawasan yang tidak sesuai dengan daya dukung fisik lingkungan dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. maka pelibatan masyarakat dan swasta dalam pemanfaatan ruang kota berarti mengikutsertakan masyarakat dan swasta dalam perumusan dan penetapan kebijakan yang terkait dengan pemanfaatan ruang perkotaan yang dilakukan oleh pelaku utama.

2. Dalam konsultasi publik pelaksanaannya dibantu oleh Mitra Pesisir. KP melalui media. 2005 IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tahapan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan dapat dilihat pada Diagram 4. Wilayah berdasar DAS dan Kelompok Kepentingan (Stakeholders) Penelitian Fisik dan Sosek Input Masyarakat PERSIAPAN ARAHAN Pemerintah Inception Report Konsultasi Publik (KP) 1 KONSULTAN Draft Interim Konsultasi Publik (KP) 2 Pembahasan draft interim (Klarifikasi Input) DRAFT FINAL KP Perda LEGALISASI PERDA Sumber : Bappeda Kota Balikpapan.5.5.1. pembagian KP.1 Tahapan Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Tahun 2005-2015 • Pembuatan Acuan oleh Bappeda • Proposal • Tender Penjabaran Visi Misi Kota.1.1. Pemda Kota Balikpapan membangun kemitraan dengan Ditjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP serta Mitra Pesisir untuk menyusun RTRW tersebut.39 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Program / masukan dari masing-masing instansi pemerintah Input awal arahan Pemkot 10 tahun ke depan. Suasana Pembelajaran dalam proses konsultasi publik dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan Diagram 4.2.

Mulai membuka diri/transparansi dalam proses perencanaan sehingga akan dapat mengurangi terjadinya konflik dalam pelaksanaan/implementasinya. Mulai aspiratif dalam pembuatan kebijakan pemerintah kota. Masyarakat dan Swasta ditempatkan sebagai salah satu stakeholder dalam proses penataan kota. b. d. b. Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan. c. Beberapa Hambatan Perlunya pelatihan tentang tata ruang wilayah/ kota untuk memberi dasar dalam menjembatani proses konsultasi public ke masyarakat Keterbatasan keterlibatan narasumber. d. Beberapa hal yang positif tersebut antara lain pemerintah : a. Keuntungan/Hal – Hal Positif Bagi Pemerintah Pelaksanaan Kegiatan Konsultasi Publik (KP) dan Penyusunan RTRW dirasakan sebagai suatu hal yang positif dan merupakan implementasi dari Komitmen Pemerintah Kota untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (Good Governance). Mengetahui dan memahami proses perencanaan tata kota secara utuh. Akomodatif pemerintah terhadap pendapat dan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat. - Bagi Masyarakat dan Stakeholder lainnya a. dalam proses perumusan issue permasalahan kota Balikpapan. IV .40 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Mengetahui dan memahami proses pengambilan keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam suatu penataan ruang kota. Kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi dalam proses penataan kota. D. sehingga mengurangi kesenjangan antara masyarakat dengan Suasana dalam pelaksanaan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan. c.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C.

Kawasan suaka alam hayati dan cagar alam. Kawasan rawan bencana. dan berkurangnya pelanggaran terhadap peraturan perundang- . ditandai dengan adanya peningkatan jumlah masyarakat yang berpartisipasi. d. b. Ruang terbuka kota/taman. Dengan proses ini diharapkan akan meningkat kepercayaan dirinya. e. yaitu hutan lindung. Metodologi KP terdahulu memungkinkan aspirasi dari para stakeholder kurang terarah E. Dalam kawasan HLSM IV .5 Ha. F. terdiri atas kawasan sempadan sungai. Pemanfaatan Ruang di Kota Balikpapan Pemanfaatan ruang meliputi pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya dan kawasan lindung. seperti : peta. peningkatan meningkatnya jumlah kepercayaan yang masyarakat terhadap dalam masyarakat berpartisipasi pembangunan. kawasan sekitar mata air dan kawasan terbuka hijau kota. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya. Kesimpulan Pembelajaran Proses Konsultasi Publik Proses konsultasi publik adalah salah satu cara melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi masyarakat secara aktif dalam pembangunan. dan perubahan sikap menjadi lebih peduli pada setiap langkah pembangunan Kemauan untuk terbuka dalam memberikan informasi dan keterangan pembangunan oleh Pemerintah akan membuahkan hasil pada bertambahnya wawasan dan pengetahuan Pemerintahan.049. sempadan pantai. kawasan sekitar danau/waduk. undangan. Dalam menetapkan kawasan lindung yang dijadikan acuannya adalah Keppres 32/1990. gambar. Kawasan perlindungan setempat.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya alat Bantu yang memudahkan proses KP. meningkatnya kualitas dan kunatitas masukan yang diberikan untuk pembangunan. c. leaflet dll (terutama bagi masyarakat umum).41 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik masyarakat. Kawasan lindung di kota Balikpapan meliputi: a.782. Faktor ketepatan memilih perwakilan dan proses penggalian ide dan masukan menjadi penting karena akan berpengaruh pada keterwakilan suara kelompok masyarakat serta kualitas ide dan masukan yang diberikan.8 Ha dan kawasan Hutan Lindung Sungai Manggar (HLSM) yang termasuk dalam Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur dengan luas 5. Di kota Balikpapan terdapat 2 kawasan lindung yaitu Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Balikpapan Utara seluas 9.

Pengalihan fungsi lahan. HLSM meskipun tidak sepopuler S. ladang dan hutan mangrove (0.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan berada Waduk Manggar yang menjadi salah satu pemasok air bersih untuk warga kota Balikpapan. Belum adanya batas penegasan hutan lindung dan kawasan penyangga (buffer zone). Hutan Lindung DAS Manggar sebagai salah satu penyangga kota Balikpapan yaitu sebagai daerah tangkapan air untuk Waduk Manggar. Wain.42 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . IV . Penambangan batu bara di sekitar hutan lindung yang berakibat rusaknya dan hilangnya air tanah di kawasan Waduk Manggar. Kawasan Hutan Lindung di Balikpapan Permasalahan pada kawasan hutan lindung di kota Balikpapan adalah : Rawan kebakaran hutan. Permasalahan tersebut dapat mengganggu fungsinya sebagai hutan lindung. Penggunaan lahan di kawasan tersebut berupa hutan lindung. kebun campuran serta sawah semakbelukar/alang-alang. selain itu terdapat sawah. Penggunaan lahan HLSW didominasi oleh hutan primer (49 %) dan alang-alang (43. Jalan inspeksi berfungsi untuk pengawasan dan pengendalian terhadap penduduk yang bermukim secara sporadis. Penebangan liar. Wain dengan Sub DAS Bugis. Masyarakat melakukan kegiatan perambahan kawasan areal berhutan dengan melakukan penebangan liar dan perladangan. meskipun demikian pada kawasan ini terdapat penduduk yang bermukim baik di sekitar maupun di dalam kawasan hutan. Kawasan HLSW merupakan DAS S. tetapi sangat strategis karena mensuplai kebutuhan air bersih kota Balikpapan yaitu bagi 70 % penduduk kota. Belum ada jalan inspeksi dan masyarakat yang bermukim di sana berbatasan langsung dengan hutan lindung. sehingga masyarakat belum tahu persis keberadaan dan fungsi hutan lindung.9%). sehingga mengakibatkan terjadi perubahan fungsi lahan menjadi tegalan.3%).

Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota. • Hutan kota berfungsi sebagai : Paru-paru kota. Terjadinya lingkungan. agro wisata dan lainnya. Tempat hidup/habitat bermacam-macam hewan.2920 Ha. perumahan.43 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . mengakibatkan terjadinya kerusakan ekologi hutan kota. industri dan pembangunan infrastruktur tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung IV . yang terluas Selatan seluas 29. Sepinggan seluas 0. Rawan erosi akibat pembukaan lahan. Pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan lingkungan yang melewati hutan kota. Luas total hutan kota hanya 0. Sebagai pelindung keberadaan cadangan air. 63/2002 yang menyatakan bahwa hutan kota luasnya 10 % dari wilayah perkotaan. yang terdiri dari 5 jenis : • Hutan kota Hutan mangrove Hutan wisata/wana wisata Agrowisata Green belt kawasan Belt Unocal Balikpapan Luas hutan kota tersebut bervariasi. Potensial sebagai kawasan wisata. Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Pada musim hujan terjadi erosi.12 % dari luas total. Penyeimbang ekologi kawasan maupun kota. Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota. misalnya taman wisata alam. dan musim kemarau lahan tersebut kering dan rawan akan kebakaran Di Balikpapan terdapat 14 hutan kota dengan luas total 62. Hutan Kota di Balikpapan • Permasalahan berkaitan dengan hutan kota : Terjadinya kebakaran hutan dan pemukiman penduduk dalam kawasan hutan kota.574 Ha dan yang terkecil hutan kota di Kel. konversi lahan menjadi permukiman. masih jauh dari standar berdasarkan PP No.4071 Ha.

kawasan wisata. Berbagai permasalahan berkaitan dengan ruang pantai akibat pemanfaatan tersebut. antara lain disebabkan : Profil saluran belum teratur. Selain itu prasarana pada DAS belum tertata dengan baik. kawasan industri dan IV . Saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. sebagai pelabuhan. Pendangkalan di muara sungai di Balikpapan. mengakibatnya terjadinya alih fungsi lahan di kawasan DAS sungai. diantaranya : Kawasan pantai di kota Balikpapan kawasan permukiman terutama nelayan dan merupakan kawasan permukiman lama.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat. karena masih merupakan drainase alam yang tidak beraturan. Kawasan lindung lainnya yaitu sempadan sungai. dan memiliki garis pantai sepanjang 80. di mana terdapat 19 buah sungai di kota Balikpapan dan sebagian sungai menjadi sumber air baku bagi air minum penduduk kota. Sungai di Kota Balikpapan berfungsi pula sebagai alat transportasi air Permasalahan yang berkaitan dengan sistem drainase di kota Balikpapan yaitu terjadi banjir dan genangan. yang mengakibatkan terjadinya banjir. Misalnya di DAS Ampal yang sebagian telah berubah fungsinya menjadi kawasan perumahan.4 km. Kawasan lindung merupakan sempadan pantai sepanjang 100 meter. Eksploitasi yang telah dilakukan belum diikuti dengan kegiatan reboisasi yang seimbang. Pesatnya pembangunan kota. tambak. Pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan. Rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran. Kota Balikpapan terletak di tepi pantai.44 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Pemanfataan ruang sepanjang pantai sebagai kawasan konservasi.

pencegah intrusi air laut dan terutama sebagai pendukung kehidupan biota laut. Kapasitas waduk belum mampu mencukupi kebutuhan air bersih. Terjadinya abrasi pada kawasan pantai di permukiman nelayan Manggar dan pantai Lamaru.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kawasan permukiman cenderung kumuh. Kawasan suaka alam di kota Balikpapan merupakan hutan mangrove.45 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Balikpapan selatan. Akibat perluasan dan pengembangan waduk Manggar. penahan amukan angin topan. kawasan penyangga waduk Balikpapan mengalami pengurangan. Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai. Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota. Fungsi waduk selain sebagai sumber air bersih juga sebagai pengendali banjir kawasan perkotaan. Kawasan sempadan waduk berfungsi mengamankan waduk yang terdapat di kota Balikpapan. Waduk yang digunakan sebagai sumber air bersih dan pengendali banjir sebagai waduk penampung air untuk menampung kebutuhan air bersih dan juga untuk kegiatan Permasalahan yang berkaitan dengan waduk antara lain adalah: Waduk sangat bergantung pada besar kecilnya kapasitas air hujan. Bagian hilir DAS Wain dimanfaatkan industri. potensi sebagai pengembangan wisata air dan budidaya perikanan. yang terdapat di sepanjang garis pantai (15 mil) dan berfungsi sebagai penahan abrasi. Kawasan suaka alam di Kota Balikpapan IV . penyerap limbah. Hilang dan rusaknya tanaman pantai di pantai selatan Balikpapan.

kayu bakar dan arang. Kawasan perbukitan dengan tingkat pelapukan tinggi juga merupakan daerah rawan erosi. Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir. Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan. Ketidaklancaran aliran sungai. yang diakibatkan antara oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu. Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas di perbukitan terutama Kecamatan Balikpapan Barat dan Timur. Kepemilikan lahan. Penyiapan Balikpapan. Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan. Curah hujan yang terlalu tinggi. industri dan eksploitasi tak terkendali.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove. longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi. Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong bukit (cut & fill). Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air. angin dan lainnya. Banjir. gelombang. Hilang/punah/pindah-nya primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosistem mangrove. Selain itu di Kota Balikpapan terdapat berbagai permasalahan di kawasan rawan bencana yaitu : Kawasan lahan kritis atau daerah bencana akibat erosi. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit di seluruh wilayah kota IV . fisik lahan untuk kawasan industri. akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga. arus.46 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut. tingkat erosi/longsor sangat tinggi karena lapisan tanah pada umumnya terdiri dari tanah alluvial dan pasir dengan butir sangat mudah lepas. Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah. permukiman. Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak.

Perlu pemeliharaan sumber air untuk kelangsungan irigasi. Kawasan permukiman Kawasan perdagangan dan jasa Kawasan perkantoran. kawasan wisata. peternakan dan perikanan. Kawasan budidaya meliputi : Kawasan budidaya sektoral meliputi kawasan pertanian. Kekeringan. Pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya pertanian cukup menonjol di kota Balikpapan. Kawasan industri Kawasan pariwisata Kawasan khusus.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kebakaran hutan. Kegiatan perikanan meliputi perikanan tangkap dan budidaya. Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Perlu pengaturan debit air irigasi sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan air. Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah. tepi sungai maupun darat. Perikanan tangkap terutama terkonsentrasi di sepanjang pesisir Balikpapan. Keberadaan kawasan ini sebagai lahan cadangan perkotaan. Penggunaan lahan sebagian untuk sawah dan bukan sawah yaitu tanaman palawija serta sayuran. Permasalahan yang berkaitan dengan kawasan ini adalah : Terdapat lahan pertanian dan holtikultura yang terletak di lokasi strategis seperti di jalan utama. Kawasan permukiman di kota Balikpapan diklasifikasikan : Permukiman nelayan di atas air/pantai. Mengendalikan permukiman dan budidaya lainnya. Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air. baik di pantai.47 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sedangkan perikanan darat yang berada di darat dalam bentuk tambak. mengingat wilayah yang belum terbangun masih cukup luas. Akses untuk menjual hasil pertanian masih kurang. perkebunan. yang diakibatkan : Persentase hujan kurang. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air. dengan kondisi : IV .

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tumbuh secara sprawl linier mengikuti garis pantai dan sungai. Terletak di pinggir kota. Umumnya merupakan hunian lama/asli. Permukiman cenderung berpindah-pindah. jauh dari sistem dan hirarki pelayanan kota. Permukiman industri/pabrik. merupakan cikal bakal pertumbuhan suatu kawasan. umumnya terdapat di dalam hutan atau di sekitar hutan. terdiri dari: Permukiman berpindah. Cenderung tumbuh memanjang sepanjang garis pantai dari batas jalan kota sampai batas kedalaman pantai yang masih memungkinkan didirikan bangunan. Terdapat di : Pantai Balikpapan Selatan Pantai Balikpapan Barat.48 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . tumbuh tidak teratur baik berkelompok maupun perseorangan. Merupakan permukiman ilegal. dengan sarana dan prasarana yang memadai Permukiman instansi/perkantoran swasta/pemerintahan Permukiman real estate/developer Permukiman swadaya masyarakat dalam kota Permukiman transmigrasi Salah satu permukiman di darat dan permukiman di atas air Potensi dan permasalahan permukiman di atas air : Terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali IV . Permukiman di darat. Pola permukiman teratur. cenderung tidak tertata/kumuh. Permukiman berladang. Perumahan terencana dan disiapkan untuk kebutuhan karyawan pabrik. Pantai Balikpapan Timur.

Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan perumahan yang kurang memperhitungkan kondisi lingkungan. limbah/sanitasi). Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. cenderung jadi permukiman kumuh. Permukiman berpindah sangat merusak lingkungan serta terdapat di dalam hutan. Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna. persampahan. kecuali permukiman di atas air di Kecamatan Balikpapan Timur (Manggar) yang berada di tepi jalan utama kota Balikpapan. Permukiman nelayan umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas. sehingga dapat menimbulkan bencana (misal longsor. Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan. Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. dan kurang didukung oleh penyediaan fasos dan fasum oleh Pemda. Kondisi sosial budaya . Pada kawasan perkotaan di mana nilai tanah sangat tinggi menyebabkan kepadatan permukiman sangat tinggi. banjir dan lainnya).air bersih. Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayani infrastruktur/prasarana kota (jalan. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai. Potensi dan permasalahan permukiman darat : Pemukiman berpindah kurang terintegrasi dengan sistem pelayanan kota. Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana. lain dengan permukiman instansi/industri/real estate dan permukiman swadaya.49 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . belum dikelola secara terencana. drainase. Permukiman tumbuh cenderung kumuh dan akan menimbulkan kerawanan sosial. Misalnya kawasan Margasari merupakan cikal bakal kota Balikpapan. IV . Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan. menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensuplai kebutuhan penduduk akan ikan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan melalui laut. Fasos dan fasum yang ada kurang memadai.

Kotor dan kumuh. Sebaran pasar tradisional sudah cukup merata. yaitu kawasan perumahan Pertamina. Salah satu kawasan perkantoran di Kota Balikpapan Salah satu kawasan perdagangan di Kota Balikpapan IV . Permukiman yang berada di kota banyak mengalami perubahan fungsi menjadi kawasan perdagangan Kawasan perdagangan meliputi perdagangan tradisional. dari yang kurang representatif atau rusak. Kawasan perkantoran di Kota Balikpapan bersatu dengan kawasan perdagangan dan jasa serta kawasan perumahan. Kawasan perkantoran industri terletak di kawasan industrinya. Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada. KDB dan KLB). modern dan perdagangan informal. sehingga banyak pedagang yang berjualan di lahan parkir dan tepi jalan. Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang. Permasalahan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir. Perdagangan informal cenderung belum tertata dan mengganggu aktifitas pergerakan. Konsentrasi kawasan perkantoran terutama di jalan utama pusat kota. Menimbulkan masalah memacetan transportasi. Perdagangan di kota Balikpapan yang berkembang terutama perdagangan eceran. karena di beberapa lokasi menempati bahu jalan atau trotoar. Sebaran pertokoan besar sebagian terpusat di Kecamatan Balikpapan Selatan yang merupakan kawasan pusat kota. Permasalahan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Di kota Balikpapan terdapat permukiman lama yang tertata dengan baik.50 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen. Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak. Tidak ada TPS. Kondisi bangunan bervariasi.

terletak di tepi panyai sepanjang jalan Yos Sudarso di areal seluas 250 Ha. Sanksi yang diberikan untuk pelanggaran berupa pembongkaran serta sanksi administratif. sedang dilakukan relokasi industri pengrajin tahu tempe di daerah Penajam. Kawasan industri pendukung pengelolaan tambang/migas di kawasan Batakan Kawasan khusus industri yang dikelola secara terpadu yaitu Kawasan Industri Kariangau (KIK). Kemudian apabila sesuai dengan RTR baru ijin dikeluarkan. IV . Untuk menampung industri kecil yang tersebar di berbagai kawasan. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pengendalian pemanfaatan ruang di kota Balikpapan dibawah koordinasi Bappeda Kota Balikpapan. terdiri dari berbagai obyek : Pantai. Ijin prinsip dikeluarkan oleh Walikota. Dalam proses pengesahan site plan Bappeda dan PU dilibatkan. Pengawasan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Penataan Kota dan Permukiman serta BPLH untuk permasalahan lingkungan hidup. dibahas di Bappeda. Hutan dan taman alam. dengan melakukan kontrol terhadap kegiatan penataan ruang. Bangunan unik. G. monumen. Masyarakat kota Balikpapan dilibatkan dalam proses pengendalian pemanfaatan ruang. Dalam proses perijinan kota Balikpapan menggunakan sistem satu atap (one door policy). Pusat kegiatan. Ijin site plan (RTBL) dikeluarkan oleh Dinas Penataan Kota dan Permukiman. Tugu. Keadaan Buruh Industri dan Kawasan Industri di Kota Balikpapan Kawasan pariwisata di kota Balikpapan. tempat bersejarah.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kawasan industri di kota Balikpapan terdiri dari : Kawasan industri kilang minyak milik Pertamina.51 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sehingga dengan dipusatkan diharapkan tidak akan terjadi pencemaran lingkungan.

Proyek Peremajaan Perumahan Kota Kelurahan Gunung Sari Ilir Kecamatan Balikpapan Tengah. Dalam kegiatan ini penduduk dilibatkan sepenuhnya mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunannya. Peremajaan perumahan ini menjadikan sungai sebagai halaman rumah mereka. Dengan konsolidasi lahan penduduk menyumbangkan sebagian tanahnya untuk fasilitas permukiman seperti jalan setapak serta ruang terbuka. mengingat dalam pada saat ini masyarakat sudah dilibatkan dalam proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan. Kegiatan ini merupakan proyek percontohan peremajaan perumahan kawasan kumuh dan menjadikan sungai sebagai halaman depan rumah. Dalam perbaikan lingkungan ini dilakukan dengan jalan konsolidasi lahan serta tidak ada penggusuran terhadap penduduk. dengan kepadatan yang cukup tinggi. Kelurahan Gunung Sari Ilir Bersama dengan masyarakat membuat rencana kerja (1) Swadaya masyarakat di dalam proses pengerjaan (2) Pemukiman di bantaran sungai yang belum tertata (3) Pemukiman setelah melalui proses penataan (4) IV . Dalam koran setempat ada sebuah rubik tentang kegiatan penataan ruang di Kota Balikpapan. H. Beberapa contoh kasus dalam pelibatan masyarakat di kota Balikpapan : Konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015. Pemerintah Kota Balikpapanpun melibatkan masyarakat dalam kegiatan penataan ruang. sehingga kondisi sungai akan tetap terjaga kebersihannya.52 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Proses Proyek Peremajaan Perumahan Kawasan kumuh. Kawasan ini tadinya merupakan permukiman kumuh. infrastruktur tidak memenuhi persyaratan. Masyarakat baik melalui LSM bisa setiap waktu datang ke kantor Bappeda untuk berdiskusi mengenai permasalahan penataan ruang. Diresmikan pada tanggal 27 Mei 1997 oleh Walikota Balikpapan. Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan Ruang Pemahaman masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang sudah cukup baik. agar masyarakatnya turut serta dalam proses penataan ruang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam pengendalian pemanfaatan ruang perlu menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota serta mengendalikan pertumbuhan penduduk dan konsentrasi pembangunan kawasan terbangun dan permukiman di kawasan pesisir (Kota Balikpapan).

• • Kepemilikan lahan.53 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . jaringan jalan linier yang hanya tertuju atau melalui pusat kota akan menimbulkan kepadatan. f. • Untuk bidang transportasi. Abrasi pantai. Tumpang tindih pemanfaatan dengan daerah eksplorasi minyak. c.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Partisipasi masyarakat dalam merintis Daerah Perlindungan Mangrove dan Laut (DPML) di Kelurahan Teritip Partisipasi masyarakat memegang peranan penting dalam pengelolaan kawasan konservasi. Penebangan magrove secara liar. Dalam hal ini Balikpapan yang terletak di pantai. memiliki hutan mangrove yang perlu dilindungi keberadaannya. sebab pantai merupakan milik publik dan publik juga berhak untuk menikmatinya. kemacetan di daerah-daerah tertentu. Pengelolaan kawasan tanpa melibatkan masyarakat sering menemui kegagalan. Pencemaran lingkungan. yaitu perlu segera adanya pembenahan dalam hal kepemilikan lahan.3 Isu Permasalahan Kota Balikpapan Di Kota Balikpapan isu permasalahan yang dapat diperoleh dan diantisipasi adalah dalam hal: • Penggunaan lahan/pembangunan di tepi pantai.5. Penataan kawasan pantai Balikpapan dengan jalan reklamasi pantai mulai dari Pelabuhan Semayang hingga Bandar Udara Sepinggan sepanjang 8 km dengan lebar 500 m ke arah laut. e. Dan juga perlu dipikirkan mengenai pembangunan jalan lingkar. yaitu perlunya pertimbangan yang matang terhadap dampak yang akan ditimbulkan jika akan melakukan reklamasi pantai. sehingga tidak akan menimbulkan/menambah permasalahan di masa yang akan datang. sehingga arus lalu lintas bisa menyebar. 4. • Pengembangan Jalan Trans Kalimantan IV . d. Inisiatif pembentukan DPML bersamaan dan dalam rangka mendukung proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015.1. Pembentukan DPML di Kelurahan Teritip. sehingga akan menjadi salah satu masukan bagi RTRW . sehingga masyarakat setempat akan memegang peranan penting dalam proses perencanaan sejak dari awal. antara lain : a. b. karena ada berbagai isu dan permasalahan. Pendangkalan sungai. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Kerusakan terumbu karang akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dan penambangan karang. g.

Sebelah Selatan : . perumahan kumuh. Diikutsertakannya masyarakat dalam proses pembangunan/penyelenggaraan penataan ruang. yaitu: . Manggar untuk kegiatan pertambakan Terjadinya abrasi pantai kawasan Manggar Kerusakan Mangrove di kawasan tepi sungai Somber Kawasan Rawan Bencana Patahan terletak dikawasan perkotaan Permasalahan drainase.782 Ha. Batas-batas administrasi Kota Pontianak. antara lain: • • Keterbukaan aparat pemerintah pemerintah dalam memberi informasi mengenai pengembangan kotanya. Kota Pontianak dilintasi oleh garis khatulistiwa yaitu pada 0º 02’ 24” Lintang Utara . IV . Luas wilayahnya adalah 10. transportasi (kemacetan) Selain permasalahan yang perlu diantisipasi.6. Kondisi Umum Kota Pontianak merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat. 4. Lamaru.1.0º 05' 37” Lintang Selatan dan 109º 16' 25” 109º 23' 01” Bujur Timur.54 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu sudut Tugu Khatulistiwa . terdapat juga hal-hal positif yang dapat dicontoh. sampah. sehingga diharapkan memperkuat rasa kepemilikan terhadap kotanya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • • • • • • • • • • Rencana pengembangan Bandara Sepinggan Pengembangan Kawasan Industri di Kariangau Pengembangan Pelabuhan Kontainer/Cargo di Kariangau Perubahan jalan minyak di kawasan Pertamina Balikpapan Penataan Kawasan Permukiman Atas Air di Balikpapan Barat Penyusunan dan Penataan Kawasan Teluk Balikpapan Mengintegrasikan tata ruang laut dengan tata ruang darat Konversi kawasan Mangrove di Kariangau untuk kawasan Industri Kerusakan Mangrove di Kawasan Teritip. Kecamatan Sungai Kakap dan Kecamatan Siantan.Sebelah Utara : Kecamatan Siantan Kecamatan Sungai Raya.1. terdiri dari 5 Kecamatan dan 24 kelurahan.1 Gambaran Umum Kota Pontianak A.6 Kota Pontianak 4.

Adapun kemiringan lahan di Kota Pontianak seluruhnya berkisar 0 . perindustrian. Kota Pontianak dapat dikategorikan sebagai kawasan budidaya.4%).55 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sehingga apabila air laut pasang hampir separuh dari luas wilayah Kota Pontianak tergenang oleh air pasang.60 ha (53. maka Kota Pontianak mengalami kesulitan dalam pengembangan sistem drainase.953.86%) – jauh di atas penggunaan lahan untuk perekebunan karet dan kebun campuran sebesar 2. berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan nasional Provinsi Kalimantan Barat terlihat bahwa sebagian besar penggunaan lahan di Kota Pontianak pada tahun 2003 sudah mengalami perkembangan. Dengan ketinggian seperti ini. dimana sebagian besar diperuntukkan bagi perumahan sebesar 5. maupun darat. baik berupa kawasan pertanian. B.2 %. Kota Pontianak tampak dari Udara/atas IV . Kondisi Fisik Kondisi topografi Kota Pontianak secara umum terletak pada ketinggian 0. Selain itu juga mendatangkan kemudahan dalam pengembangan kawasan budidaya. baik melalui udara. Disatu sisi kondisi seperti itu mudah diakses. sehingga sangat potensial untuk pengembangan kawasan budidaya. Sistem drainase di Kota Pontianak dapat dikatakan belum begitu bagus.10 – 1.Sebelah Barat .Sebelah Timur : : Kecamatan Sungai Kakap Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Ambawang (seluruh kecamatan di atas termasuk dalam wilayah Kabupaten Pontianak). Akan tetapi.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan . karena daerah yang relatif datar.93 ha (27. permukiman maupun kawasan berbagai aktivitas produktif lainnya. laut/sungai. yang sebelumnya pada tahun 1998 penggunaan lahan untuk kebun karet dan kebun campuran merupakan pengguna lahan tertinggi. Dari kedua indikator topografi ini dan ditunjang dengan keberadaan dua buah sungai besartergambar dengan jelas bahwa wilayah Kota Pontianak relatif datar.807. Untuk penggunaan lahan.50 m di atas permukaan laut. di sisi lain.

24 1.86 1.009 Luas Wilayah (ha) (2) 2.44 10.800 44.782 (%) 53.64 27.97 6.4 Kecamatan Pontianak Selatan Pontianak Timur Pontianak Barat Pontianak Utara Kota Pontianak Sumber: Kantor Wilayah BPN Prov.4 81.43%.8 168. maka rasio terbesar terjadi di Kecamatan Pontianak Selatan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa dari segi keruangan.266 96.04 40.36 565.90 30.289 311 1. Apabila dirinci untuk setiap kecamatan.1.995 3.18 90.847 478.5 160. Kalbar.1.1.54% dan terkecil untuk Kecamatan Pontianak Utara mencapai 30.18%.891 10.2 ) Tabel 4.894 1.56 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .807.953.60 133.225 1.34 100 Secara keseluruhan.6.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.13 2. Olahan Peta Penggunaan Lahan 1999/2000.54 31.782 Jumlah Rasio Rasio Penduduk [(1)/(2)]*100 (3)/(1) (Jiwa) (3) (4) (5) 116. intensitas penggunaan lahan di Kota Pontianak menunjukkan kinerja yang cukup bervariatif (Lihat Tabel 4.1 Jenis Penggunaan Lahan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan Permukiman Perdagangan dan Jasa Perkantoran Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Industri dan Pergudangan Kebun Karet dan Campuran Hutan Lainnya/sungai dan parit Total Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka.93 320. yakni mencapai 44.184 4.1. Tahun 1998 Lahan Terbangun (ha) (1) 1.667 50.4 2.2 Perbandingan Luas Lahan Terbangun dengan Luas Wilayah dan Penduduk Di Kota Pontianak.17 683.22 5.25 0. besarnya rasio antara luas lahan terbangun dan luas lahan administratif di Kota Pontianak pada Tahun 1998 adalah 37.1.002 2. 2003 Luas (ha) 5.6. IV .43 37.6.8 119.08 69.1.020 206.31 131.

6. kepadatan penduduk Kota Pontianak periode 1990–2000 meningkat sebesar 629 jiwa/Km2 atau bertambah sebesar 17. Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 Pendidikan yang Ditamatkan Tidak Sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SLTA Akademi/D1-D3 Perguruan Tinggi Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003.308 jiwa/Km2.683 126. Kependudukan Jumlah penduduk tetap Kota Pontianak hasil Pendataan Pemilih dan Pendaftaran Penduduk Berkelanjutan kondisi tahun 2003 berjumlah 492.57 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .495 jiwa.460 jiwa dengan pendidikan terbesar yang ditamatkan adalah tamatan SLTA yaitu berjumlah 126.017 jiwa.14 15. hal ini berarti bahwa telah terjadi peningkatan penduduk selama 3 tahun terakhir (tahun 2000-2003) yaitu sebesar 2% pertahunnya.990 jiwa. sedangkan dari hasil Sensus Penduduk tahun 2000 penduduk kota Pontianak berjumlah 464. Jumlah 37.11 19.35 22.56 4. Bentuk Kesenian Masyarakat di Kota Pontianak Meriam Karbit Di Tepi Sungai Kapuas Perahu Lancang Kuning Jumlah penduduk Kota Pontianak berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan berjumlah 448.495 18. sedangkan akademi/D1-D3 adalah pendidikan terendah yang ditamatkan yaitu berjumlah 11.1.1. Dengan kata lain.465 99.534 jiwa. Tabel 4.146 85.834 69.10 2.10%.3 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan Di Kota Pontianak.19 100 IV .54 28.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. Kepadatan penduduk Kota Pontianak pada tahun 2000 yang sekitar 4.460 % 8.820 448.017 11.

715 15. Sektor jasa-jasa yang mengalami peningkatan peran dalam pembentukan PDRB tahun 2003 antara lain adalah sektor perdagangan. sedangkan terendah bekerja pada sektor pertambangan sebanyak 166 jiwa.044 166 13. Jumlah 10. Perekonomian Berdasarkan penghitungan PDRB atas dasar harga konstan tahun 1993.159 3.3 % dari jumlah penduduk di Kota Pontianak.054 173.28 8.44%.830 jiwa penduduk yang bekerja yaitu 35.6. Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan yang cukup nyata dan di atas rata-rata hanya sektor perdagangan.830 % 5.78 0. Gas dan Air Minum Bangunan dan Kontruksi Perdagangan. laju pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak tahun 2003 adalah sebesar 4.31 34.09 8. Nilai PDRB (atas dasar harga konstan tahun 1993) pada tahun 2003 sebesar 2.02 0.83 8.55%.1.812 55.31 % IV . perhotelan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Untuk jumlah penduduk yang bekerja.4 Jumlah Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Lapangan Pekerjaan Pertanian Pertambangan Industri Listrik.72 % pada tahun 2002 menjadi 24. hotel dan restoran yang meningkat perannya dari 22.715 jiwa. Sebagaimana layaknya daerah perkotaan. dimana lapangan pekerjaan perdagangan.58 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Tabel 4.72 2. Perhotelan. sedangkan yang lainnya pertumbuhannya dibawah rata-rata bahkan ada sektor yang mengalami penurunan antara lin adalah sektor bangunan sebesar -1. maka pergeseran sektor dari sektor produksi ke sektor jasa juga terjadi di Kota Pontianak.19 31.947 484 14.44% dan sektor industri pengolahan sebesar -0. Restoran dan Rumah Makan Angkutan dan Komunikasi Bank dan Lembaga Keuangan Jasa dan lainnya Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003. hotel.67 100 D.1. Hampir seluruh sektor ekonomi pada tahun 2003 mengalami pertumbuhan.234 milyar rupiah.448 60.01 %. restoran dan rumah makan adalah lapangan pekerjaan terbesar yaitu 60. dan restoran sebesar 13. pada tahun 2003 di Kota Pontianak terdapat 173. Lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.

798. Sementara sektor lainnya mengalami penurunan peran. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Produk yang dihasilkan dalam proses perencanaan adalah Buku Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Pontianak Tahun 2002 yang merupakan revisi dari RUTRK Pontianak Tahun 19942004.59 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .511. Pertambangan dan Penggalian 3. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Pontianak Dalam penataan ruang di Kota Pontianak.36 450.293. kelembagaan yang menangani proses perencanaan tata ruang adalah Bappeda dan Dinas Tata Kota Pontianak. gas.1.53 %. Perkembangan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Kota Pontianak dalam beberapa tahun ke belakang. begitu juga sektor keuangan. persewaan.510.707.816. Bangunan 6.68 588. Hotel.952. IV .963. Keuangan.501.77 578.770. Perdagangan.285.59 594. PDRB per kapita. Tahun 2001 – 2003 (Jutaan Rupiah).404. 2. 2003 2001 11. dan Air Minum 5.1.533.822.68 416.148. Pertanian 2.152.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan pada tahun 2003.059.71 2.47 2.061.233.191.515.701.48 2002 12.919.234.42 402.86 93.312.83 279.47 2003 12. 4 Tahun 2002). Persewaan & Jasa Perusahaan 9.1.95 293.071. Industri Pengolahan 4.15 511.- Tabel 4.67 259.36 394. dan Restoran 7.31 % menjadi 11. Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka.445.73 279.5 PDRB Kota Pontianak Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha. Listrik.406.21 404.75 42.6.37 2.26 267.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Pontianak A.812.77 91. Lapangan Usaha 1.26 91. Secara garis besar ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan RTRW Kota Pontianak Tahun 2002-2012.59 4.490. dan jasa perusahaan yang meningkat perannya dari 10. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Pontianak pada tahun 2003 sebesar Rp 4.99 47.6.23 266.953.47 45. yaitu: 1. Banyaknya perkembangan spasial dan aspasial yang tidak lagi terakomodasi dalam RUTRK Pontianak Tahun 1994-2004.549. Selain itu terdapat juga RDTRK Kecamatan Pontianak Barat Tahun 2002 dan sudah diperdakan (Perda No.

dan tantangan yang dihadapi Kota Pontianak dalam rangka mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang dimiliki. Semakin dinamisnya perkembangan pembangunan. • Pengembangan lebih lanjut dari konsep Water Front City (WFC) yang berada di kawasan pusat kota. kelemahan. peluang. dimana semua kecamatan memiliki akses yang merata ke pusat kota. Tinjauan yang lebih detail mengenai potensi-potensi yang dimiliki Kota Pontianak. dan internasional. Water Front City yang berada di Kawasan Pusat Kota. legislatif maupun eksekutif.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. Dalam penyusunan perencanaan tata ruang. Hal ini disebabkan karena apresiasi ruang masyarakat belum satu persepsi tentang peran dan fungsi tata ruang. dimana pada masa mendatang diharapkan pengembangan WFC semakin melebar dari kawasan pusat kota ke arah barat maupun timur.60 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Perlunya pengkajian ulang mengenai kesesuaian penggunaan lahan saat ini. baik dari masyarakat. baik sumber daya alam. sumber daya manusia. lokakarya dan sosialisasi tentang penataan ruang. nasional. 6. Kawasan WFC yang direncanakan untuk Kota Pontianak merupakan satu kesatuan yang terdiri dari pusatpusat kegiatan yang bervariasi dengan lokasi menyebar di sepanjang Sungai Kapuas. aparat pemda menemui kendala yaitu dalam hal peranserta masyarakat. dimana pengembangannya melebar ke arah barat maupun timur dari pusat kota IV . 5. sehingga nantinya pusat kota mencakup keempat wilayah kecamatan. dimana kawasan pusat kota yang ada saat ini akan diperluas ke arah utara dan timur dari pusat kota yang ada saat ini. 4. Untuk menangani kendala tersebut diadakan diskusi. Perkembangan ini menuntut adanya pengkajian ulang mengenai peranan kota Pontianak dalam berbagai posisi yang dimiliki. Penyusunan rencana tata ruang juga tidak lepas dari peran pemerintah pusat yaitu dalam bentuk pembinaan teknis. Perlunya mengkaji kembali kekuatan. baik di dalam wilayah kota Pontianak sendiri maupun di tingkat regional. Sebagian besar rencana yang terdapat dalam RTRW Kota Pontianak meliputi: • Perluasan kawasan pusat kota. maupun infrastruktur.

• Pengembangan Kawasan wisata (khususnya di Kecamatan Pontianak Utara) yaitu dengan lebih menonjolkan keunikan wilayah yang dilalui garis khatulistiwa. atau dengan kata lain bagian muka bangunan menghadap sungai. seperti : .Boulevard yang di bagian tengahnya (yang tepat dilalui garis khatulistiwa) dipergunakan untuk pepohonan/jalur hijau. . Kawasan wisata khatulistiwa yang telah ada perlu lebih diperluas. kalaupun suatu saat akan IV .Lapangan golf. Kedua lokasi ini dipilih karena ketersediaan lahan yang relatif lebih luas. • Pengembangan pelabuhan. . sudah seharusnya Kota Pontianak memelihara dan memanfaatkan identitasnya sebagai Kota Tepian Air. tepatnya Pelabuhan di sebelah barat Pulau industri Batulayang. Karena itu.61 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . atau sebaliknya. Kawasan tersebut dicirikan dengan orientasi bangunan yang menghadap ke sungai. . Pada kawasan wisata ini akan dikembangkan beragam objek wisata. terutama pelabuhan untuk kegiatan industri dan pelabuhan barang. sedangkan pelabuhan barang menempati Kecamatan Pontianak Barat. Di samping itu. saling berseberangan. dengan keunikan dapat memukul bola dari belahan bumi bagian utara ke belahan bumi bagian selatan. diarahkan berlokasi di sebelah barat kota atau di bagian hilir Sungai Kapuas. walaupun lokasinya tidak berhubungan secara langsung. menempati Pelabuhan Seng Hie untuk kegiatan Kecamatan Pontianak Utara. konsep pengembangan kota yang mengarah pada WFC perlu diterapkan dengan pengelolaan yang profesional. Kawasan WFC di sini merupakan kawasan yang berorientasi ke badan perairan (dalam hal ini berupa sungai) membentuk karakter koridor sungai.Kawasan rekreasi yang dilengkapi dengan tempat penjualan makanan dan cindera mata khas Kota Pontianak. Lokasi pengembangan kawasan wisata khatulistiwa Tugu Khatulistiwa Pontianak diarahkan pada wilayah yang tepat dilalui garis lintang 00 0’ 0” di sebelah timur laut dari lokasi tugu khatulistiwa sekarang ini.Kawasan pusat olahraga (sports centre). sehingga lebih memungkinkan untuk berkembang lebih besar.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Sebagai kota yang terbelah oleh aliran sungai.

6. khususnya kapal yang memiliki crane. adanya aliran sungai sebagai sumber air dan sebagai badan penerima limbah cairnya.1 IV . • Di sebelah utara lokasi (rencana) pelabuhan untuk industri. kawasan industri yang semula berlokasi di pinggir Sungai Kapuas secara berangsur dapat berubah fungsi menjadi kawasan WFC. • Di sebelah selatan lokasi rencana pelabuhan untuk melayani kegiatan perdagangan. tersebut diarahkan peruntukannya bagi kawasan industri. Dengan beberapa keuntungan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi investor dan pelaku kegiatan industri untuk menempati kawasan tersebut.1. Wilayah tersebut akan diarahkan peruntukannya untuk kegiatan perdagangan.62 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . karena pelabuhan sungai berlokasi sebelum jembatan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dibangun jembatan yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut (Pontianak Barat dan Pontianak Utara melalui Pulau Batulayang) tidak mendatangkan masalah yang besar bagi pelayaran kapal-kapal.2. Di samping itu. seperti aksesibilitas yang tinggi ke pelabuhan. terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi (rencana) pelabuhan tersebut yang masih cukup luas dan saat ini merupakan Sungai lahan nonterbangun Wilayah serta dialiri akan Konsep pengembangan Pelabuhan Seng Hie Kunyit Baru. Dengan beberapa keuntungan. Rencana struktur tata ruang akan mendatangkan implikasi terhadap pembangunan Kota Pontianak di masa-masa mendatang. juga terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana pelabuhan tersebut dimana lahannya masih cukup luas dan saat ini merupakan lahan nonterbangun. serta luasnya area yang memungkinkan terciptanya keuntungan dalam memanfaatkan infrastruktur secara bersama (misalnya IPAL bersama). termasuk di dalamnya pasar induk. sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 4. Aksesibilitasnya yang tinggi ke pelabuhan menjadikan lokasi tersebut cukup menguntungkan bagi pasar induk untuk beroperasi.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Tabel 4.1.6.2.1 Implikasi Rencana Struktur Tata Ruang Kota Pontianak 2002-2012 No 1 Aspek Penyediaan Lapangan Kerja Pertumbuhan Ekonomi Implikasi Penyediaan lapangan kerja akan lebih menyebar di kelima kecamatan karena pengalokasian jenis dan skala kegiatan ekonomi lebih menyebar di keempat kecamatan Dengan alokasi aktivitas yang disebarkan di seluruh wilayah, maka potensi seluruh Wilayah tersebut akan lebih dikembangkan. Diharapkan tingkat pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan menjadi lebih optimal dan merata. Dengan dialokasikannya pusat kota pada wilayah di keempat kecamatan, ditambah dengan lebih mengembangkan keunikan di wilayah utara dan historis di wilayah timur, diharapkan percepatan pertumbuhan pembangunan akan lebih menyebar. Pengembangan kawasan-kawasan yang menyebar ke seluruh wilayah Kota Pontianak akan meningkatkan pendapatan, perekonomian, dan pendidikan masyarakat di seluruh wilayah, sehingga diharapkan kesenjangan sosial dapat dikurangi atau bahkan dihindari. Pemanfaatan lahan untuk kawasan terbangun yang lebih menyebar (tentunya dengan tetap memperhatikan kesesuaian fisiknya) membuat beban daya dukung lingkungan yang lebih proporsional, sehingga tidak akan terjadi kerusakan lingkungan.

2

3

Percepatan Pertumbuhan Pembangunan Kesenjangan Sosial

4

5

Sumber : Fakta dan Analisa RTRW Kota Pontianak

Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan

Berkaitan dengan pemanfaatan ruang, rencana pelaksanaan tata ruang di Kota Pontianak sudah seluruhnya dilaksanakan, hanya belum optimal terutama kebijakan insentif dan disinfektif.

B.

Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak

Pemanfaatan ruang di Kota Pontianak sebagian besar mengacu pada struktur ruang yang ada pada RTRW Kota Pontianak. Pada umumnya pemanfaatan ruang ada telah banyak terjadi perubahan terutama perubahan terhadap struktur tata ruang pada RUTRK Pontianak 1994-2004. Dalam hal pemanfaatan ruang, Kota Pontianak telah dimanfaatkan ruangnya sebagai: • Kawasan pusat kota, dimana saat ini kawasan pusat kota berada di sebagian wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sebagian wilayah Pontianak Selatan. • Pusat-pusat kegiatan tersebut meliputi: a. Kawasan Makam Batu Layang Merupakan kawasan bersejarah di Kecamatan Pontianak Utara. Kegiatan yang direncanakan mendominasi kawasan ini adalah wisata sejarah. Kegiatan lainnya yang
IV - 63
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

akan dialokasikan di sekitar kawasan tersebut berupa kegiatan perdagangan, pelabuhan, dan industri. Untuk memelihara nilai estetika kegiatan wisata Makam Batu Layang, maka kegiatan industri harus tetap menyediakan area yang ditanami pepohonan di sekelilingnya, yang juga berfungsi sebagai penyangga (buffer). b. Kawasan Tugu Khatulistiwa Merupakan kawasan wisata dengan land mark berupa tugu khatulistiwa. Kawasan ini direncanakan memiliki aksesibilitas dan keterkaitan dengan rencana Zona Wisata Khatulistiwa (ZWK) yang direncanakan berlokasi di sebelah timur laut Tugu Khatulistiwa tersebut. c. Kawasan di sekitar Siantan Merupakan kawasan dengan dominasi kegiatan komersial yang heterogen, meliputi jasa-jasa perdagangan (pertokoan, ruko, pasar) dan industri. Untuk memberikan sentuhan estetika dan peningkatan kualitas udara dari kawasan yang dipenuhi oleh kegiatan komersial tersebut, kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas jalur hijau berupa taman di tepi Sungai Kapuas d. Kawasan di sekitar kaki jembatan Sungai Landak dan Sungai Kapuas Kecil. Kawasan ini merupakan kawasan yang tidak diperuntukkan bagi lahan terbangun. Walaupun dalam tata ruangnya dialokasikan untuk kawasan permukiman, namun khusus di kaki jembatan-jembatan ini perlu disediakan ruang terbuka hijau (public

park) untuk alasan keamanan dan estetika lingkungan.
e. Kawasan Cagar Budaya di sekitar Mesjid Jami dan Keraton Kadriah (Tanjung Pulo/Beting) dengan kawasan permukiman di sekitarnya.

Mesjid Jami Pontianak

Kraton Kadariyah Pontianak

f. g.

Kawasan wisata khususnya berada di Kecamatan Pontianak Utara Kawasan Senghie Kegiatan yang berlangsung di sekitar kawasan ini didominasi oleh kegiatan komersial. Namun demikian, pada lokasi yang langsung berbatasan dengan sungai direncanakan untuk dijadikan ruang terbuka hijau atau taman, yang memiliki multifungsi, selain sebagai taman dan pedestrian tempat orang bisa berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan ke arah sungai, sebagai media untuk meningkatkan

IV - 64
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

kualitas udara karena keberadaan pepohonannya, penambah nilai estetika, serta sebagai sempadan sungai yang diharapkan turut membantu menjaga kualitas perairan sungai. h. Kawasan Taman Alun Kapuas Ciri yang menonjol dari kawasan ini adalah keberadaan kantor pemerintahan (kantor walikota) yang bisa langsung terlihat dari arah Sungai Kapuas. Taman di tepi Sungai Kapuas (Taman Alun Kapuas) direncanakan untuk dapat menampung berbagai kegiatan yang meliputi dermaga wisata air yang melayani pemakaian perahu-perahu wisata (cruise), olah raga air, tempat berjualan seperti kios, cafe, tempat bermain, dan taman kota. i. Kawasan Jeruju Merupakan kawasan komersial dengan aktivitas utamanya berupa perdagangan. Wisata, industri, jasa perkantoran, dan pergudangan. j. Kawasan di sekitar Pelabuhan Nipah Kuning Kawasan ini merupakan pintu masuk (gate way) menuju kawasan Water Front City. Di samping keberadaan pelabuhan, aktivitas lain yang direncanakan berlokasi di sekitar kawasan ini meliputi pergudangan, permukiman, dan kawasan konservasi. • Pelabuhan, dimana pelabuhan yang ada saat ini terbagi menjadi lima, yaitu pelabuhan untuk melayani kegiatan industri, pelabuhan penyeberangan (ferry), pelabuhan yang melayani penumpang, pelabuhan ikan, dan pelabuhan barang untuk mendukung kegiatan perdagangan. Dalam pemanfaatan ruang di Kota Pontianak ditemui beberapa kendala yaitu dalam hal perijinan, dimana umumnya masalah yang terjadi adalah pada pembangunan yang tidak didahului dengan perijinan, sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan. Pengaturan intensitas pemanfaatan ruang untuk Kota Pontianak perlu dilakukan guna menata penggunaan lahan secara optimal dengan memperhatikan bentuk-bentuk ruang yang akan terjadi serta pergerakan dari aktivitas yang terjadi. Pemanfaatan dan pengaturan lahan perkotaan yang baik akan memberikan bentuk serta struktur tata ruang yang baik pula kepada “wajah” Kota Pontianak. Keberadaan sungai Kapuas sebagai salah satu potensi yang ada di Kota Pontianak harus diekspos, terutama dengan cara pengarahan terhadap ketinggian bangunan. Untuk membentuk pola tata ruang yang baik, perlu pengaturan terhadap luas pemanfaatan lahan serta ketinggian bangunan.

IV - 65
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

dan Sungai Landak adalah selebar kurang lebih 100 meter dari tepi sungai. pelabuhan. Pertama.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. tetapi fungsi dan tujuan ditetapkannya sempadan sungai diusahakan tetap dapat berlangsung. jenis tanah. IV . Kecuali yang termasuk kawasan lindung. 3. Sungai Kapuas Kecil.66 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . pariwisata. mengingat hampir di sebagian besar kawasan tersebut telah dipergunakan untuk perumahan. Sementara itu. olahraga dan ruang terbuka. disamping itu juga pengendalian berkaitan dengan: 1. keberadaan sungai. 2. sedangkan proses pemindahan itu sendiri mendatangkan permasalahan yang sangat kompleks. dan industri. dengan memberdayakan segenap pihak yang mendirikan dan menggunakan bangunan di kawasan sempadan sungai tersebut untuk tetap menjaga sungai dari kemungkinan sedimentasi. kesehatan. dan industri beserta fasilitas-fasilitas yang dibutuhkannya. kegiatan yang berorientasi pada pengembangan Kota Pontianak menjadi kota internasional. serta memelihara kualitas perairan sungai (dengan tidak membuang sampah ke sungai dan membersihkan sampah di perairan yang berada di sekitar bangunan tempat mereka tinggal/berusaha). maka bisa saja pemanfaatan yang ada tersebut tidak dipindahkan. Misalnya. kegiatan yang sifatnya memenuhi kebutuhan mendasar bagi penduduk. perdagangan. Kedua. Ada dua kegiatan utama yang akan dipertimbangkan. Kesesuaian fisik bagi setiap kegiatan yang akan ditempatkan di Kota Pontianak. pengendalian pemanfaatan ruang untuk sempadan sungai terutama sempadan sungai di sepanjang pinggiran Sungai Kapuas. Kegiatan yang termasuk kategori ini adalah permukiman (perumahan beserta segala fasilitas penunjangnya. peribadatan. Misalnya. Kawasan lindung dan kawasan budidaya Dengan mengacu pada kriteria kawasan lindung (Keppres No. Faktor yang dipertimbangkan di sini meliputi kemiringan lereng. Akan tetapi. kawasan yang dapat dikategorikan sebagai kawasan yang perlu dilindungi di Kota Pontianak meliputi kawasan berhutan bakau. dan kawasan sekitar cagar budaya. seperti fasilitas perbelanjaan. 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung). dan sebagainya. hiburan. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak Pada dasarnya pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Pontianak meliputi pengendalian pada kawasan-kawasan yang memiliki potensi. pendidikan. dan pelayanan umum). sempadan sungai. lahan yang terkena pengaruh pasang surut. Kegiatan (mengindikasikan jenis peruntukan/pemanfaatan) yang akan dikembangkan pada kawasan budidaya. kawasan selebihnya merupakan kawasan budidaya. dan fungsinya diperuntukkan bagi kawasan hijau. kegiatan perdagangan.

terutama pada daerah-daerah berkepadatan bangunan tinggi. jarak terhadap pusat keramaian atau aktivitas. Lokasi berbagai aktivitas saat ini yang berada di tepian sungai dan rencana alokasi berbagai peruntukan yang ditempatkan di tepian sungai perlu mempertimbangkan kelestarian fungsi ekosistem sungai. maka untuk meningkatkan kualitas udara dikembangkan konsep kota tropis dengan mempertahankan kawasan hijau yang ada dan menyebarkan taman-taman kota dan jalur hijau ke seluruh wilayah. 6. Untuk mengantisipasi hal ini. Sedangkan harga lahan mengindikasikan besar kecilnya biaya bagi suatu kawasan untuk dikembangkan. kecuali dengan alasan yang mendesak. IV . Demikian juga halnya dengan keberadaan hutan bakau yang tetap dipertahankan.67 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 8. 7. juga memberikan dampak yang positif bagi estetika lingkungan di sekitarnya. Keberadaan pepohonan ini dapat memperbaiki kualitas udara karena dapat menyerap gas-gas beracun (kontaminan) yang beterbangan di udara serta menurunkan temperatur di siang hari (dengan menyerap CO2 dan memproduksi O2). meliputi ekosistem perairan (sungai) beserta kualitas perairannya. lokasi-lokasi tersebut diperuntukan bagi kegiatan-kegiatan bisnis. dan kelengkapan infrastruktur. Kualitas udara dan estetika lingkungan Mengingat temperatur udara Kota Pontianak yang cukup panas. misalnya untuk hutan bakau di sebelah barat yang sebagian terkena rencana pengembangan pelabuhan. dan tinggi minimal jembatan. Status dan harga lahan Status lahan menunjukkan kepemilikan atas lahan. Kelestarian fungsi ekosistem. Peruntukan lahan industri lebih diarahkan menuju ke hilir.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Di samping itu. Kriteria-kriteria teknis Contoh dari kriteria teknis di sini antara lain misalnya harus dibatasinya peruntukan kegiatan yang mengakses langsung ke jalan arteri primer. Wilayah di sebelah utara dan selatan kota yang saat ini didominasi pepohonan dipertahankan untuk menjaga keseimbangan air dalam konteks DAS. 5. dan ekosistem hutan bakau. Lokasi-lokasi strategis yang biasanya menjadi lokasi pilihan para pelaku bisnis Umumnya lokasi-lokasi ini dicirikan dengan kemudahan aksesibilitas. Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan karena pemilik lahan memiliki kewenangan atas pemanfaatan lahannya.

Selain itu juga bentuk keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan ruang adalah pemberian ijin pemanfaatan ruang jika sesuai dengan RTRW yang berlaku. • Peranan kelembagaan (pemerintah. Masih belum tertatanya kawasan Kota Pontianak secara baik karena masih banyaknya permasalahan yang berkaitan dengan persampahan. serta tidak berfungsinya terminal induk Gajah Mada dan terminal antar negara.6. 4. dimana kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Selatan memperlihatkan pertumbuhan dan kesejahteraan yang jauh lebih baik dibandingkan Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur. Sungai Raya. Siantan.1. seperti dimanfaatkannya kawasan hijau oleh masyarakat untuk pembangunan perumahan. Kuala Mandor. IV . masih tersisanya lahan untuk zoning pemerintahan. Begitu pula halnya dengan distribusi dan kepadatan penduduk. sementara regulasi (peraturan) tidak berkembang seiring dengan dinamika pembangunan kota yang semakin pesat. masyarakat) dapat dikatakan belum optimal. pasar tradisional dan pengaturan lalu lintas yang juga belum terselesaikan. pariwisata. • Didudukannya Kota Pontianak sebagai pusat Kawasan Andalan POKUSIKARANG (Pontianak. bahkan law enforcement masih lemah. banyaknya aktifitas sosial dan pendidikan yang berkembang pada zoning perdagngan dan jasa. Sungai Kakap. Untuk perencanaan sistem drainase air hujan. dan lain-lain.68 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . masyarakat lebih memilih untuk membuang air hujan ke sumur resapan dan ke saluran jalan dibandingkan untuk manfaat lainnya. Peranserta Masyarakat Keterlibatan (pendapat) masyarakat dalam memberi masukan rencana penataan ruang terlihat pada rencana penggunaan lahan. Selain itu masyarakat juga menyarankan agar lebih memperhatikan tempat-tempat untuk rekreasi dengan memanfaatkan lahan kosong atau lahan rawa.3 Isu Permasalahan Kota Pontianak Permasalahan dalam pembangunan/penataan ruang di kota Pontianak antara lain: • Adanya penyimpangan dalam pemanfaatan lahan. Fungsi baru ini tentu saja berimplikasi pada perlunya disusun tata ruang yang luas cakupan wilayahnya. • Tidak seimbangnya perkembangan ekonomi antar kecamatan. dan Sungai Ambawang) maupun sentral dari Kawasan Metropolitan Pontianak. swasta. misalnya untuk penggunaan permukiman. pemafaatan terminal kota. bahwa sebaiknya permukiman tidak berada di dekat Bandar udara. • • Belum tergalinya potensi dan peluang sumberdaya alam yang dimiliki.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. industri. baik untuk pengembangan kegiatan perekonomian. lahan untuk bangunan perumahan disisakan untuk taman (lahan hijau).

IV . Selain itu permasalahan lainnya terjadi pada ketidaksesuaian penggunaan lahan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • Penurunan kualitas lingkungan akibat – antara lain – eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan dan daya dukung lahan yang terlalu berat. kenyataannya saat ini sebagian kawasannya telah dibangun perumahan. Kondisi serupa juga terdapat di wilayah Kecamatan Pontianak Utara. antara lain sebagai berikut: • Di sisi barat wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sisi selatan Kecamatan Pontianak. tepatnya di kawasan yang diapit oleh sungai Landak dan Jalan Gusti Situt Mahmud. Demikian pula sisi utara sepanjang jalan Yos Sudarso yang guna lahannya diperuntukan sebagai kawasan industri. yang seharusnya sebagai kawasan konservasi hutan bakau. Ketidaksesuaian penggunaan lahan yang diperuntukan untuk kawasan lindung/konservasi. dan di beberapa lokasi masih terdapat semak yang rimbun. tapi saat ini masih terdapat beberapa kelompok perumahan penduduk. lahan yang seharusnya untuk kawasan konservasi ternyata saat ini dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan campuran. Basis data yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan kota masih minim. perumahan dan perdagangan. • Guna lahan di sisi utara wilayah Kelurahan Tanjung Hilir (Kecamatan Pontianak Timur) direncanakan untuk industri. Berbagai persoalan keruangan (spasial) dan sektoral (aspasial) lainnya belum teridentifikasi hingga saat ini. • Peruntukan kawasan industri yang berlokasi di sepanjang koridor Jalan Khatulistiwa dan Sungai Kapuas Besar saat ini pemanfaatannya masih campuran antara industri.69 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . perkantoran. yang ternyata dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya kebun dan semak. karena dapat menimbulkan dampak yang merugikan dimasa yang akan datang. dan sebagian lagi berupa semak. saat ini merupakan kawasan campuran (mix use) antara industri. kebun karet rakyat. Berkembangnya sistem kota-kota secara global melalui berbagai bentuk kerangka kerjasama bilateral maupun multilateral. tepatnya antara tepi sungai Kapuas dan Jalan Yos Sudarso. • Di sisi utara Kecamatan Pontianak Barat. perumahan. termasuk dalam penyimpangan kategori tinggi.

Kamangta. yaitu: • Terletak di bibir Pasifik Secara langsung Kota Manado terletak pada bibir Pasifik.369 Ha. Saat ini luas Manado adalah 15. berbatasan dengan Teluk Manado.7.1. Manado telah mengalami dua fase perkembangan kota. Kalasey. Sejak saat berdirinya yaitu pada tanggal 14 Juli 1623 sampai sekarang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. berdasarkan perkembangan wilayah administrasinya.726 Ha atau 0. luas Manado adalah 2. Sebelah Timur Sebelah Barat : : berbatasan dengan Kab.22 Tahun 1988. desa Maumbi di Kecamatan Airmadidi). Minahasa (desa Paniki Atas dan Mapanget di Kecamatan Dimembe.1 Gambaran Umum Kota Manadon A. Pineleng Satu di Kecamatan Dari letak geografisnya Kota Manado mempunyai posisi yang sangat strategis. Adapun batas-batas administrasi Kota Manado adalah sebagai berikut: .7 Kota Manado 4. Kondisi Umum Kota Manado terletak di jazirah utara pulau Sulawesi dan berada pada posisi 10 40’ Lintang Utara dan 1240 35’ Bujur Timur.Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Minahasa (desa Talawaan. Wori dan Tiwoho di Kecamatan Wori) dan Selat Mantehage. Laut merupakan jalur pelayaran lalu lintas di Kota Manado Kota Manado yang terletak di bibir pasifik IV . Bantik.70 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Koka. dengan Kabupaten Minahasa (desa Sawangan. yakni suatu kawasan di dunia yang semakin berkembang dan sangat potensiil untuk menjadi pusat kegiatan perekonomian dunia. Sea.1.57% dari luas wilayah Sulawesi Utara. Sebelah Selatan : berbatasan Pineleng). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.

Australia. Sejalan dengan lalu lintas tersebut. 3 – 8%. Wilayah dengan topografi tertinggi tersebut tepatnya berada di Kecamatan Bunaken. Kota Manado dapat dikelompokkan atas wilayah-wilayah dengan kemiringan tanah: 0 – 3%. dan > 40%. dan Selandia Baru.Laut Sulu . Garis kontur terendah berada di sepanjang pesisir pantai kota. Sampai dengan tahun 1999 Kota Manado terdiri dari 5 kecamatan. dan Kecamatan Malalayang. B. mulai dari Timur Tengah. Kemudian pada tahun 2000 terjadi pemekaran. Australia. Wenang. Terletak pada jalur lalu lintas udara antar negara. Wanea. Wenang. yaitu: Kecamatan Bunaken.P. 25 – 40%. Tikala. Mapanget. Australia. Selat Buru . Manado terletak pada jalur lalu lintas pelayaran internasional yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi dunia. dengan ketinggian tanah berkisar pada 600 – 650 meter diatas permukaan laut. Pasifik barat Daya. dan Kecamatan Malalayang. jalur dari Pasifik . Pantai barat Amerika. jalur Selat Ombay .Laut Banda Selat Buru terus ke utara ke Samudera Pasifik dan cabang lainnya menuju ke Laut Sulu. Berdasarkan kemiringan tanahnya. Asia Selatan.71 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sedangkan garis kontur tertinggi berada di bagian utara kota. Tuminting.Halmahera.Laut Sulawesi . Mapanget. yaitu dengan adanya Gunung Manado Tua (650 m) dan Gunung Tumpa (600m).Laut Arafura ke Selat Torres.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Terletak pada posisi silang mata rantai lalu lintas pelayaran internasional. Sario. dan New Zealand. sehingga jumlah kecamatan di Kota Manado menjadi 9. IV . 8 – 15%. Kondisi Fisik Ketinggian tanah di Kota Manado bervariasi mulai dari titik 0 (nol) diatas permukaan laut sampai ketinggian 650 meter diatas permukaan laut. yaitu Kecamatan Molas.Wetar . • Keberadaan Bandara Sam Ratulangi juga menempatkan Manado sebagai jalur lalu lintas udara bagi pesawat militer/penumpang dari dan atau ke Filipina. • Terletak di daerah perbatasan antar negara Manado berada pada daerah perbatasan yang terletak pada jalur lalu lintas pelayaran untuk kapal perang dari Samudera Pasifik ke samudera Indonesia. maka Manado membentuk jalur pelayaran sebagai berikut: jalur Selat Makasar-Selat Lombok. Sario. Amerika Utara.Laut Banda . Dengan demikian Manado dapat berperan sebagai salah satu simpul mata rantai jaringan penerbangan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan Pasifik barat daya. dan Selandia Baru. 15 – 25%. Singkil.

yang terdiri dari: Latosol.10 4.1.Ultisol.00 0. Wilayah dengan kemiringan tanah > 40% tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk dibangun. yang terdiri dari: Kalsik Brown . Fasilitas Umum 6.Alfisol. Inceptisol merupakan tanah yang terluas penyebarannya di Kota Manado. memiliki variasi tanah menurut usianya. Kemudian. maka di Kota Manado antara lain terdapat: . kecamatan yang sebagaian besar wilayahnya memiliki kemiringan tanah diatas 15% adalah Kecamatan Malalayang dan Kecamatan Bunaken.1 Luas dan Jenis Penggunaan Lahan Kota Manado Tahun 2001 Jenis Penggunaan Lahan Lahan Sawah 1.65 68.730 626 54 22. Sawah 2.10 1. Tegalan 3.Entisol. dan Alfisol.5 100 9.726 Sumber: Kota Manado Dalam Angka. dan asosiasi peralihannya . dan Kecamatan Sario. Ultisol. Tahun 2001. tanah sedang berkembang.Inceptisol. Tabel 4. Permukiman 2.00 3. Perkebunan 5. Hutan 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dilihat dari kemiringan tanah tersebut. Tanah Basah Lahan Kering 1. Wilayah Kota Manado. yang terdiri dari Mediteran.05 0. kemudian diikuti oleh Entisol. maka wilayah (kecamatan) yang sebagian besar tanahnya memiliki kemiringan 0 – 15% terdapat di Kecamatan Mapanget.475 165 575 10. Untuk tanah dengan kemiringan > 40% tersebar di seluruh kecamatan yang terdapat di Kota Manado. dan tanah tua. yang terdiri dari: Regosol.72 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan Aluvial . Hidromorf kelabu.7.75 0.60 2001 Ha % Jumlah 15. IV . Berdasarkan jenis tanah. yaitu tanah muda.1. Wenang. Lain-lain 3. dengan formasi batuan gunung api muda dan iklim basah.25 91. Podzolik.

Agama yang dianut adalah Kristen Protestan. bahkan di Kawasan Timur Indonesia belahan utara.31%. yakni diperkirakan sekitar 40. tanah kosong.308 jiwa.13%. Selain itu terdapat pula penduduk suku Jawa.10 % dan kawasan permukiman sebesar 22. Kependudukan Kota Manado adalah wilayah urban terbesar di Provinsi Sulawesi Utara. keturunan Arab. Sisanya sebanyak 9. usaha.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari jenis penggunaan lahan Kota Manado tahun 2001.515 jiwa. Budha dan Hindu. IV . Islam.000 orang yang berdomisili di luar kota melakukan aktivitas sehari-harinya di Kota Manado. Mayoritas penduduk berasal dari suku Minahasa. menyusul suku Sangihe Talaud. Karena itu tingkat pendidikan penduduknya cukup tinggi. Meski heterogen. hutan dan hutan bakau.29% dan yang tidak/belum bersekolah 0. suku Gorontalo dan keturunan Cina.10 %.70%. terdiri dari tamatan perguruan tinggi 9. Dibidang pendidikan. Selain itu kecenderungan migrasi sirkuler atau arus ulang alik juga cukup menonjol. terbuka dan dinamis. Katolik. alang-alang serta sungai dan jalan. terlihat bahwa Kota Manado masih didominasi oleh tanah pertanian/perkebunan. belum tamat SD 12. dan jasa. Berdasarkan data Pada tahun 2001. namun masyarakat Manado sangat menghargai sikap hidup toleran.57%. Batak. adapun faktor lainnya yang menyebabkan percepatan pertumbuhan jumlah penduduk adalah pengaruh faktor urbanisasi (inmigrasi). tamatan SLTA dan SLTP 55. yaitu sebesar 68. Makasar dan sebagainya. industri. Pada akhir tahun 2002.8 % terdiri dari ruang terbuka. suku Bolaang Mongondow. Faktor tersebut mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk. Karenanya kota Manado memiliki lingkungan sosial yang relatif kondusif dan dikenal sebagai salah satu kota yang relatif aman di Indonesia.73 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Maluku. rukun. penduduknya berjumlah 395. Penduduk Kota Manado cukup heterogen baik latar belakang etnik maupun agamanya. jumlah penduduk usia 10 tahun keatas 347. Kota Manado memiliki tingkat pertumbuhan alamiah (faktor kelahiran) sebanyak ± 1.50% per tahun. Kota Manado memiliki latar tradisi yang kuat. C. tamatan SD 22.

2001 Jumlah 18. IV .5 7. Perekonomian Pembangunan kota Manado diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki dalam mengambil peran yang lebih besar dalam memanfaatkan peluang-peluang ekonomi baik di tingkat nasional maupun global.6 11.74 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Jumlah 1. Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 7 Tingkat Pendidikan Tdk/Belum pernah sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SMU/Kejuruan Diploma/PT S2/S3 Jumlah Sumber: Kota Manado Dalam Angka.00 100 D.5 100 Sedangkan jumlah penduduk menurut mata pencaharian.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Manado Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 Jenis Mata Pencaharian Petani/Peternak/Nelayan Pedagang PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta Wiraswasta/Industri kecil Buruh/Tukang/Tibo-tibo Jasa dan lain-lain Jumlah Sumber: BPS Kota Manado.282 25.866 13. Untuk lebih jelasnya jumlah penduduk kota Manado menurut mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.840 77.2 30.1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.520 43.1.57 8.Tahun 2001.8 0. yang bekerja sebagai PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta cukup besar yaitu sebesar 82.44 20.615 41.813 29.17 12.326 347.958 199.343 % 9.615 jiwa.96 7.012 17.7.6 17.1.2 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Di Kota Manado.610 82.85 41.308 % 0.7.1.7 31.242 1.340 18.227 75.

maka sektor perdagangan. kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota. dalam kurun waktu dua dekade terakhir. 8%. yaitu sebesar 26% dari total PDRB tahun 2002. restoran sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor angkutan dan komunikasi sebesar – 0. sektor pertanian. Bandara Internasional Sam Ratulangi b. sektor industri pengolahan. Akses Regional Trans Sulawesi Hampir lebih seluruh dominan sektor ekonomi pada tahun 2003 sektor 0. 9%.41%. sektor bangunan. sektor pertambangan-penggalian kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002 secara berturut-turut (dalam %) adalah: 23%. sektor llistrik-gas-air minum. Dilihat dari kontribusi sektor-sektor (menurut lapangan usaha) bagi PDRB Kota Manado tahun 2002.0%. mengalami pertumbuhan. Sektor yang paling besar atau pertumbuhannya dan hotel adalah sebesar perdagangan. antara lain adalah: • • • • Pusat Pengembangan Wilayah Sulut KAPET Manado-Bitung Gateway ke Asia-Pasifik Dukungan Infrastruktur: a.75 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sektor banklembaga keuangan-jasa perusahaan. IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Manado dalam pengembangannya memiliki kekuatan yang menjadi landasan baik dalam pembangunan maupun pengembangan Kota Manado. seperti: sektor jasa. Sektor-sektor lainnya. yakni 25% dari total PDRB tahun 2002. Pelabuhan Samudera Bitung c. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam Kawasan wisata yang ada di Bunaken Kawasan perekonomian Kota Manado sekitar ½ sampai dengan 2 jam menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi. 4%. 4%. hotel dan restoran memberikan kontribusi terbesar dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. 1%. Untuk sektor pariwisata. yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. Disamping itu sektor angkutan dan komunikasi juga termasuk besar kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002. Primadona pariwisata Kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken.29 %.

Karena potensi wisata yang besar tersebut maka industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang. perdagangan.7. Panorama pegunungan dan Danau Tondano. infrastruktur jalan dibenahi. yaitu Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kota Manado Tahun 19902010. terdapat 67 buah hotel/penginapan. Sampai tahun akhir tahun 2001. 15 buah travel biro. Desa Agrowisata Rurukan-Tomohon. dimana bandara tersebut merupakan sarana penunjang transportasi udara dan masuk kategori terbaik di Indonesia.1. maka pada tahun 1999/2000 rencana tata ruang yang ada direview dan hasil review (peninjauan kembali) tersebut adalah dengan tersusunnya IV . 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Manado Pada tahun 1989/1990 telah disusun rencana tata ruang bagi Kota Manado dengan masa berlaku 20 tahun. selain itu membangun sarana pendukung seluas 5 . Kota Manado menjadi salah satu Kapet di KTI. terjadi perubahan/perkembangan di segenap sektor. yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya. Batu Pinabetengan dan Waruga di Sawangan. 5/Tahun 1991. Objek-objek wisata tersebut antara lain. kemudian juga untuk menghadapi perkembangan global. yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d 3 jam dari kota Manado. maka dibutuhkan suatu rencana tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Berkaitan dengan pelaksanaan fungsi Kota Manado sebagai kota jasa.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Manado A. khususnya di Minahasa. Pembangunan di Kota Manado terus berlangsung.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik.76 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . misalnya dengan pembuatan jalan tol menuju bandara sepanjang 8. Sejalan dengan kondisi tersebut. salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland. dan pariwisata.10 Ha yang dimaksudkan untuk mengantisipasi pertumbuhan aktivitas kargo dari Pelabuhan Bitung dan bandara Sam Ratulangi. Produk rencana yang telah ada tertinggal dari pembangunan yang ada. Pesat dan dinamisnya pembangunan di Kota Manado sangat berpengaruh kepada pemanfaatan lahan/ruang kota. Pada saat itu wilayah Kota Manado masih terdiri dari 5 (lima) kecamatan. Untuk mendukung perkembangan Kota Manado. Bersamaan dengan Bitung. Salah satu infrastruktur jalan Di Kota Manado 4.4 km. Vulcano Area di Tomohon. Operasional rencana tata ruang tersebut mengacu pada Perda No.

Masa berlaku RTRW Kota Manado 2000-2010 adalah 10 tahun. Bahu. Dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. yakni kebutuhan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Manado. 3. maka bagi penanganan limbah digunakan treatment process. yaitu: . Pemerintah tidak merugikan masyarakat dalam hal tanah. Dan hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan reklamasi pantai ini disusun oleh provinsi. adalah: 1. Dengan terjadinya perubahan-perubahan beserta perkembangan di berbagai sektor.Bandara Sam Ratulangi IV . terdapat juga hutan kota. setelah disetujui oleh Menteri Lingkungan Hidup baru bisa berjalan. Dengan adanya pertimbangan bahwa awalnya bibir pantai berada sejauh 50 M dari yang ada sekarang (untuk reklamasi dilakukan pengurugan sejauh 10-20 M). Penekanan lebih ditujukan pada aspek ekonomi. 2. Oleh sebab itu. saat ini sedang dilakukan revisi rencana tata ruang tersebut melalui penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 2006-2016.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado Tahun 2000-2010. Untuk reklamasi pantai tahap kedua dilakukan di bagian utara Kota Manado. Tahun 1997 operasional baru bisa dimulai. Beberapa alasan melakukan reklamasi pantai di Kota Manado. Kegiatan ini dimulai tahun 1994 yaitu dengan rencana reklamasi seluas 67-68 Ha dan telah ditangani seluas 50 Ha. setelah pemekaran wilayahnya terdiri dari 9 kecamatan. Dari segi penggunaan lahan di kawasan reklamasi ini. sedangkan untuk pelaksanaan dilakukan oleh kota. Pada tahun 2001 terjadi pemekaran kecamatan. maka dirasakan kembali bahwa rencana tata ruang yang ada mengalami ketertinggalan dari kondisi yang berlangsung. Pemanfaatan Ruang Kota Manado kegiatan yang cukup besar dalam hal pemanfaatan ruang di Kota Manado Salah satu adalah reklamasi pantai.77 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . B. Daerah reklamasi terdiri dari 5 kawasan (Mega. disamping untuk bisnis. Tanah untuk urugan diperoleh/diambil dari bukit-bukit sekitar kota. Kota Manado yang semula terdiri dari 5 kecamatan. Manado Convention Center/MCC). Di Kota Manado terdapat Kawasan Khusus.Kawasan pusat kota: Pasar’45 .

Dimana dalam mengeluarkan ijin lokasi. Setiap blok berbeda cara penyelesaiannya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam mengeluarkan ijin-ijin yang berkaitan dengan penataan ruang. • Pembangunan dengan memapas lapisan tanah subur/bukit-bukit. Dari segi penataan ruang pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota.78 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik lahan . Disamping itu ada BPLH. dan nelayan beralih profesi. ijin dikeluarkan setelah ditelaah oleh tim. Kegiatan ini dikelola oleh Bapeko Manado.1. C. Disediakan tambatan kapal nelayan (di mega Mal). Swasta.3 Isu Permasalahan Kota Manado • Terjadinya longsor di beberapa daerah yang disebabkan oleh pembangunan di berbukit-bukit. disamping juga ada bagian hukum (di Setda). D. • Proses penyusunan (revisi) Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 20002010. Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus. Ada yang membayar perahu-perahu nelayan. antara lain dapat menyebabkan berkurangnya daerah-daerah subur. dengan tugas pengawasan di sektor lingkungan hidup. Perguruan Tinggi. mengacu kepada rencana tata ruang. Demikan pula hal yang berkaitan dengan reklamasi pantai. 4. ada tim dan sebagai koordinator adalah Kepala Badan Perencana Kota. LSM. seperti kepada masyarakat nelayan. Dalam proses penyusunan diadakan seminar dan masyarakat dilibatkan di dalamnya. Pengendalian Pengendalian dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Manado pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban. Sampai saat ini telah dilakukan konsultasi publik yang kedua (pertama adalah pada saat penyusunan Laporan Pendahuluan). untuk itu perlu diadakan pendekatan ke masyarakat. Selain itu diadakan juga konsultasi publik yang melibatkan unsur pemerintah.7. Peranserta Masyarakat Dilibatkannya masyarakat alam penyelenggaraan penataan ruang di Kota Manado antara lain dapat dilihat pada kegiatan yang berhubungan dengan: • Reklamasi Pantai Dalam usaha reklamasi pantai dihadapi banyak hambatan. IV .

air limbah. kegiatan dengan tidak mengindahkan garis sempadan sungai di DAS Tondano yang melintasi Kota Manado.1 Pemahaman Aparat Pemda Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. persampahan. Perencanaan 1. IV . • Masih kurangnya faktor koordinasi antar instansi terkait sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang (yakni instansi yang tugasnya berhubungan dengan penyusunan rencana. adalah RUTRK.2. • Penyediaan fasum-fasos beberapa permukiman masih kurang memadai (terutama yang dibangun pengembang).79 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Masih kurang memadainya usaha pengelolaan prasarana dan sarana kota. • Teluk Manado mempunyai resiko pendangkalan atau sedimentasi yang serius. Perlu segera disusun RTBL Kawasan Ring Road tersebut dan Rencana Tata Ruang Kawasan Bandara. perijinan. sebagian besar menyebutkan: Bappeda. Kemacetan di daerah-daerah tertentu. yang antara lain disebabkan oleh kurang baiknya sistem manajemen transportasi kota. serta BPN. 2. Dinas Tata Kota dan disamping itu ada yang menjawab: Dinas PU. • Masih kurang intensifnya sosialisasi penataan ruang kepada masyarakat masyarakat lebih tahu dan sadar akan manfaat penataan ruang). RDTR. Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. terdapat berbagai jawaban. pengendalian) . Penguasaan tanah masyarakat di wilayah ring road Citra Land-Bandara. seperti: air bersih. Substansi Tata Ruang Semua responden menjawab: ada rencana tata ruang yang telah disusun di kota masing-masing. drainase. • Berkembangnya permukiman. (agar 4. RTRWK.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Pendangkalan di sekitar pelabuhan. • Dari sektor transpotasi: Tidak jelasnya pola/sistem jaringan jalan. pantai. Kelembagaan formal Para responden (aparat) menjawab mengetahui bahwa ada lembaga/instansi yang menangani rencana tata ruang Mengenai lembaga/instansi yang menangani perencanaan tata ruang. Berbagai (tingkatan) rencana tata ruang tersebut.2 Pemahaman Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang 4. Dinas Tata Ruang.

karena (menurut responden) rencana tata ruang masih bersifat top down sehingga masyarakat tidak terlibat secara langsung dalam proses penyusunan. Yang terlibat: semua stakeholder. Sebagian besar responden menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. perangkat lurah.80 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . legislatif dan eksekutif. 69 tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak IV . dan sebagian kecil yang menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut hanya kadang-kadang menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. PP No. Dalam bidang kelembagaan: tidak adanya lembaga yang khusus. kemudian Advokasi/Penasehatan 5. informasi jika akan ada pembangunan. penyuluhan. suka berganti/mutasi. baik itu masyarakat. Kendalanya-kendala yang dihadapi: Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat langsung dalam penyusunan rencana terlalu kecil. akademisi. Keterlibatan ini dalam bentuk: diskusi. Ormas. lembaga kemasyarakatan. Peranserta Masyarakat Seluruh responden menjawab bahwa masyarakat diikutsertakan dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang. baik dari keterlibatan pihak-pihak yang berkompeten dalam penyusunan rencana. tokoh-tokoh masyarakat. ketepatan waktu mulai disusunnya rencana dan dihasilkannya dokumen rencana . pihak perguruan tinggi. kurangnya koordinasi antar instansi/pihak yang terkait dalam penyusunan rencana tata ruang. Permasalahan Sebagian besar responden menjawab: dalam penyusunan Rencana Tata Ruang ditemui permasalahan/kendala-kendala. 3. pakar. lokakarya. juga Bantuan Teknis.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Rencana tata ruang (kota) tersebut ada yang telah diperdakan dan ada yang belum. 4. Pendanaan: keterbatasan dana mempengaruhi proses penyusunan rencana. Disamping itu ada juga yang berpendapat bahwa masyarakat tidak dilibatkan/ diikutsertakan dalam penyusunan rencana tata ruang. konsultasi publik. sosialisasi melalui pertemuan-pertemuan dengan masyarakat. LSM. kualitas rencana. Apresiasi ruang SDM belum satu persepsi (tentang peran dan fungsi RTR). kurang profesionalnya SDM yang terlibat. Pembinaan Yang dilakukan pemerintah pusat dalam hal Penataan Ruang adalah: sebagian besar dalam hal Pembinaan Teknis.

DTKTB Kotamadya. Dinas Perhubungan. Dinas Pariwisata. ada yang mendapat tantangan dari masyarakat bahkan ada infiltrasi pejabat. Dinas Tata Kota. Dinas Lingkungan Hidup. Dinas PU. Alasan lain: sebagian besar pelaksanaan di lapangan belum mencerminkan RTR yang telah disusun sebelumnya. Pemanfaatan Ruang 1. Dinas Pertanian. Dinas Perkebunan. Rencana Tata Ruang belum dilaksanakan. hanya belum optimal. Tim . B. Sudah seluruhnya dilaksanakan. Kelembagaan Formal Semua responden menjawab. seperti: kawasan peruntukan untuk perumahan. ada yang tidak sesuai peruntukan: lahan parkir untuk jualan.Dinas Perindag. Diskes. 2. 3. masyarakat dan LSM. Dispenda.81 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik PLN. alasannya kurang transformasi kepada birokrat.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dan Kewajiban Serta Bentuk dan Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Penataan Ruang belum tersosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat. sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi proses perijinan pemanfaatan ruang Dalam hal kebijakan: ada kebijakan pimpinan yang tidak sesuai tata ruang IV . bahwa ada kelembagaan/instansi yang menangani Pemanfaatan Ruang di kota mereka. BPN. terdapat jawaban-jawaban sebagai berikut: Rencana Tata Ruang : telah dilakukan/dilaksanakan seluruhnya. BPLHD. Pelaksanaan rencana tata ruang dilaksanakan hanya pada beberapa aspek. pelaku bisnis. terutama kebijakan insentif dan disinsentif Rencana Tata Ruang dilaksanakan sebagian saja. Dinas Perkim PU. Koordinasi Penataan Ruang Daerah. Dinas Tata Kota & Tata Bangunan. karena rencana yang disusun masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Lembaga/instansi yang menangani: Bappeda. Pelaksanaan Mengenai pelaksanaan rencana tata ruang. Dishub. Permasalahan Ditemui permasalahan/kendala dalam Pemanfaatan Ruang Peruntukan yang tidak sesuai dengan rencana: Rekomendasi tata ruang sesuai Perda kalah oleh faktor eksternal Perijinan: Umumnya terjadi pada pembangunan yang tidak didahului dengan ijin. Dinas Kimpraswil.

82 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Bappeda. Pengawasan dan Penertiban Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang. Pariwisata. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1. 2. Sebagian responden menjawab. institusi akademis. pemilik lahan yang terkena rencana kota. Dinas . Meliputi: masyarakat. pakar perguruan tinggi. Kurangnya sosialisasi Masyarakat tidak mengerti Adanya kerja sama masyarakat dengan aparat. Lembaga yang menangani adalah: Dinas Tata Kota. PU. bahwa: secara khusus belum ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang. 5. Pemantauan dilakukan mulai dari proses perijinan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan. dan evaluasi. usaha pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan berupa: pemantauan. bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang. Kurang koordinasi antar aparat Kepentingan politik dan interest pengusaha & penguasa lebih kuat daripada dokumen perencanaan RTRW yang sudah di Perdakan atau belum. Alasannya: karena keinginan masyarakat terlalu beragam. pelaporan. Disamping itu sebagaian kecil menjawab. Dinas TKTB. Kapedalda. Kantor Perijinan Terpadu. sehingga ijin dilanggar Rencana Tata Ruang sudah perlu dievaluasi Masyarakat tidak peduli dengan himbauan pemerintah.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4.dan Instansi Teknis. Pemantauan yaitu berbentuk pengawasan IMB sesuai RTRW IV . bahwa ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang . Dinas Kimpraswil. tokoh masyarakat. Peran Serta Masyarakat Responden sebagian besar menjawab. masyarakat belum paham. Satpol Pamong Praja. asosiasi profesi. LSM. C. pengguna lahan. Agraria. masyarakat bermacam keinginannya tanpa memperhatikan lingkungannya. swasta. Kelembagaan Formal Sebagaian besar responden menjawab. Pengawasan tidak ketat. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang. Beberapa Faktor Penyebab Pelanggaran Pemahaman zona-zona tata ruang oleh pejabat tidak sama. BPN.

pemantauan/ pengawasan langsung oleh masyarakat dalam pembangunan. Sebagian besar (50%) menjawab bahwa informasi tersebut diperoleh dari media massa dan kemudian dari pemerintah (25%). hasil evaluasi harus digunakan sebagai bahan utama koreksi perencanaan tata ruang ke 4. informasi. sekitar 40% menjawab untuk mengatur tata kota. Pengendalian pemanfaatan ruang jika hanya sampai pada Pemantauan dan Pelaporan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pemantauan. 2. pelaporan dan juga evaluasi yaitu berbentuk koordinasi dan konsistensi sesuai RTRW. LSM. denda. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikut sertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang. Dalam kaitannya dengan penertiban. bahwa penataan ruang bermanfaat dan mengenai manfaat penataan ruang. sanksi administratif dan pembongkaran. komponen masyarakat peduli kota Mereka terlibat dalam bentuk/jenis kegiatan: laporan-laporan dan partisipasi langsung dilapangan. melaporkan apabila di lapangan ada bangunan yang tidak memiliki IMB atau melanggar IMB. Peran Serta Masyarakat Responden menjawab. dan evaluasi rutin. Dapat dikatakan seluruh responden menjawab.2. bahwa mereka pernah mendengar istilah/informasi tentang penataan ruang. maka pengendalian belum maksimal. konsultan. pengaduan masyarakat.2 Pemahaman Masyarakat (Umum) Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. 15% menjawab untuk membuat peta lokasi perumahan dan 5% untuk menghindari bahaya alam. depan. IV . 3. pembekuan/pencabutan IMB. kemudian 20% menjawab untuk kenyamanan dan keasrian kota. Sebagian kecil responden menjawab. pemantauan secara reguler. seminar. Sebagian besar responden memberi jawaban. karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat dalam rangka pengendalian RTR tersebut. dan 15% dari buku. Persepsi Tentang Penataan Ruang 1. kebutuhan dan keinginan masyarakat terlalu beragam. bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang. memberi kritik dan saran. 10% menyebutkan dari teman/saudara. bentuk sanksi yang dikenakan terhadap pelanggaran Rencana Tata Ruang berupa peringatan. kontrol masyarakat melalui media massa. Yang terlibat semua stakeholder.83 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

45% menjawab 7-10 m. sekitar 50% menjawab 70 m2. Perencanaan 1. IV . disebutkan: untuk anak cucu/generasi mendatang besar sekali manfaatnya dalam rangka pemanfaatan dan pengelolaan ruang karena akan menyangkut kenyamanan hidup warga efisiensi pemanfaatan ruang ketertiban penggunaan lahan peningkatan PAD manfaatnya agar kota terlihat lebih indah manfaatnya agar kota terlihat enak. Untuk pertanyaan jarak antar rumah terdapat variasi jawaban dan jika dikelompokkan maka: 35% menjawab 1-4 m. menghindari bahaya alam. Mengenai luas lahan yang cukup untuk mendirikan rumah. nyaman dan asri dipandang dan dirasakan. Sebagai jawaban manfaat Rencana Tata Ruang (Kota). 15% menjawab 100-300 m2 dan sisanya tidak menjawab/tidak tahu. asri dan terkendali. dan 15% menjawab tidak menjawab/tidak tahu. Sekitar 60% responden menjawab bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) adalah strategi pelaksanaan pemanfaatan ruang wilayah (kota).84 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. B. 10% tidak menjawab dan sisanya menyebutkan belum bermanfaat. untuk mengatur tata kota agar tertib sesuai peruntukannya untuk perencanaan pengembangan wilayah dan pemukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota 3. 2. 4. 20% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan permukiman penduduk. kemudian sekitar 30% responden berpendapat kurang baik dan 20% baik. kemudian 25% menjawab 50-60 m2. aman. besar sekali manfaatnya karena untuk masyarakat kota agar kota dapat tertata dengan baik agar tercipta lingkungan yang nyaman dan sehat rencana tata ruang wilayah sangat bermanfaat agar kota menjadi rapi. Dari jawaban responden mengenai penataan ruang kota diperoleh gambaran bahwa sebagian besar berpendapat bahwa penataan ruang kota cukup baik (50%). Sekitar 85% menyebutkan Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) bermanfaat. sekitar 10% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan tanah dan sisanya menyebutkan tidak tahu. 5% menjawab 250 m.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 5. sehingga secara ekonomi lahan yang tadinya bernilai murah menjadi lahan yang bernilai tinggi. dan 10% bersikap mendukung. 5% menjawab < 500 m. 10% menyebutkan: semua benar/tidak menjawab. 40% menjawab cukup memadai. Mengenai pemahaman para responden dalam hal perlakuan terhadap lahan rawa di kota: 10% kota. 35% bersikap melarang karena melanggar peruntukan lahan. sedangkan 50% menjawab tidak memadai. 20% menyebutkan: menimbun semua lahan rawa di kota untuk dijadikan perumahan elite dan apartemen. 25% bersikap tidak tahu. 35% menjawab > 1000 m. 15% menjawab semua benar. 6. maka: 10% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya 400 m2 untuk halaman parkir ditutup dengan beton agar terlihat rapi dan bersih. 9. dan selebihnya menjawab tidak apa-apa dan tidak menjawab. IV . 8. 7. 15% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan semua dengan 1 basement untuk parkir dan 4 lantai dimana masing-masing lantai dilengkapi dengan tanaman dalam pot di bagian tepi dan atap beton sebagai taman/kebun. 60% menyebutkan: menggunakan lahan rawa dikembangkan untuk diubah menjadi tempat pemancingan dan taman rekreasi kota.85 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik menyebutkan: menggunakan semua lahan rawa di kota untuk pembangunan gedung pusat perbelanjaan. 10. 90% responden menyatakan permukiman penduduk di dekat Bandar Udara/ Lapangan Terbang berbahaya. 50% responden menjawab jarak antara permukiman penduduk dengan bandara sebaiknya 500 – 1000 m. dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 30% menjawab membiarkan (hak asasi manusia). karena rawa mengurangi keindahan . 10% responden berpendapat bahwa jalan di kota mereka sudah memadai (lebar. kenyamanannya). 55% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya sebagai taman dan halaman parkir dari conblok. ketersediaan pedestrian/jalur pejalan kaki. Dari 4(empat) pilihan mengenai pemanfaatan lahan (perencanaan bangunan). Mengenai tanggapan responden jika ada warga mendirikan tempat usaha.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

11.

Mengenai pemanfaatan lahan perkebunan/hutan, beberapa pendapat responden adalah: 5% Mengubah lahan perkebunan di daerah perbukitan menjadi lahan perumahan 25% untuk mendapatkan penghasilan ganda dan menghindari polusi di kota, maka perlu dilakukan pemanfaatan lahan hutan di pinggir kota untuk dijadikan kawasan pabrik 50% menggunakan lahan hutan di pinggir kota untuk tempat rekreasi 10% semua benar 10% tidak menjawab

C. Pemanfaatan Ruang 1. Dari berbagai pilihan fasilitas umum (kota) yang dibutuhkan masyarakat, maka pilihan terbanyak jatuh pada fasilitas: Balai Kesehatan, Taman Bermain/Taman Kota, Pasar, Tempat Ibadah. 2. Hampir 100% responden menjawab, bahwa kegunaan trotoar adalah: tempat pejalan kaki. 3. Menurut responden, jika rumahnya memiliki halaman, maka pemanfaatannnya adalah: 20% menjawab: untuk tempat bermain 50% menjawab: untuk menambah asri 20% menjawab: untuk tanaman obat 10% menjawab: untuk parkir kendaraan

Untuk pertanyaan cukup tidaknya taman yang dimiliki kota, maka 30% responden menjawab cukup, 50% menjawab tidak/belum cukup, dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 4. 90% responden menyebutkan bahwa ketersediaan saluran pembuangan air belum memadai, sedangkan 10% menyebutkan memadai dan sisanya tidak menjawab. 5. Pendapat responden tentang perencanaan buang limbah cair pabrik dan rumah sakit: 10% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sungai agar menjadi segar/encer sehingga tidak terlihat pekat 40% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sumur resapan agar dapat tersaring oleh tanah
IV - 86
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

25% menyebutkan: limbah cair dibuang ke saluran jalan setelah melalui proses pengolahan limbah 10% menjawab: semua benar 15%: tidak menjawab 10% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran jalan 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran irigasi. 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke sumur resapan dan limpasannya ke saluran jalan. 20% menjawab: semua benar 10% tidak menjawab

6. Pendapat responden tentang perencanaan drainase air hujan:

D. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1. Berbagai jawaban responden mengenai adanya larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai. Lebih dari 70% responden memberi alasan karena berbahaya jika banjir, 15% menjawab karena akan menyempitkan sungai, 15% menjawab karena akan mengotori sungai dan mengganggu keindahan. 2. Informasi mengenai larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai, 55% responden memperolehnya dari media massa, 15% dari buku pelajaran, 15% dari tetangga/teman, 10% pemerintah/petugas kelurahan, dan selebihnya dari dosen, konsultan. 3. Masih banyaknya warga yang mendirikan bangunan di bantaran sungai padahal ada larangan, 80% responden menyebutkan karena warga terpaksa, 10% menjawab karena tidak tahu ada larangan, dan selebihnya (10%) menjawab karena karena ada ijin dari RT setempat, sengaja melanggar. 4. Jawaban responden mengenai penggunaan lahan di bantaran sungai: 20% menjawab bahwa menggunakan lahan bantaran sungai dapat diijinkan jika bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada warga yang kurang mampu agar dapat tempat berteduh. 10% menjawab bahwa menggunakan bantaran sungai dibolehkan karena cukup membantu ekonomi penduduk dengan memanfaatkan lahan yang subur setiap pasca banjir. 60% menjawab bahwa menggunakan lahan di bantaran sungai tidak diijinkan karena membuat sempit lahan tampungan sehingga dapat menyebabkan air melimpah ke daratan dn terjadi banjir.

IV - 87
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

10% menjawab bahwa pernyataan (c) kurang tepat dan kurang dapat diterapkan, karena tidak ada rasa sosial dan perikemanusiaan. 10% tidak menjawab.

5. Menurut responden alasan pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah: 30% menjawab untuk menarik pajak 10% menjawab untuk keselamatan warga 60% menjawab untuk penataan ruang

6. Jawaban responden sehubungan dengan: jika di pemukiman sekitar responden ada pengusaha yang akan mendirikan bangunan (rumah sakit/supermarket/ pabrik), apakah memerlukan ijin dari responden,adalah: 50% menjawab ya, harus 30% menjawab tidak perlu 20% tidak menjawab/tidak tahu

4.3 Rangkuman Isu Permasalahan Dari pengamatan terhadap 7 (tujuh) kota sebagai kasus studi, yang mewakili kawasan berkembang (Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya) kawasan sedang berkembang (Balikpapan, Pontianak, Manado), maka dapat diambil/dirangkum isu permasalahan yang terjadi pada kota-kota tersebut dan kota-kota di Indonesia pada umumnya, yaitu:

A. Ditinjau dari aspek Prasarana dan Sarana • Transportasi • Struktur jaringan (hirarkhi) jalan belum jelas; Kemacetan lalu lintas; Manajemen lalu lintas (integrasi ruang); Tidak mampu menampung pergerakan penduduk, perjalanan terganggu/tidak nyaman, pemeliharaan/peningkatan kualitas, keterbatasan dana; Jaringan jalan: terpusat, sehingga menimbulkan kemacetan; Tidak jelasnya sistem/pola jaringan jalan.

Drainase & Sanitasi Kurang pemeliharaan; Aliran tidak lancar (beda ketinggian, presipitasi rendah, pemeliharaan kurang);
IV - 88
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

kumuh. Penyediaan fasilitas umum. kebun karet rakyat. pendangkalan di muara sungai. Ditinjau dari aspek Ruang/Lahan & Lingkungan Hidup • • • Permasalahan kepemilikan lahan Penyimpangan pemanfaatan ruang/lahan: pemanfaatan tidak sesuai rencana (kawasan Konservasi digunakan untuk perkebunan campuran. keterbatasan lahan (TPA). kinerja pelayanan rendah. sanitasi wilayah pantai. Kapasitas terbatas. • Persampahan Terbatasnya kemampuan penanganan sampah kota. Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai. fasilitas sosial yang tidak/belum memadai. industri dan pembangunan infrastruktur. • Permukiman Kualitas lingkungan permukiman rendah. kemiskinan. B. Ditinjau dari Sektor/Kegiatan • Hutan kota . pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan. perumahan) Pembukaan lahan tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung lingkungan: • • • • • Konversi lahan menjadi permukiman.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Banjir dan genangan (antara lain disebabkan: kemiringan kurang. profil saluran belum teratur. Pembangunan di daerah-daerah subur / berbukit-bukit Pengerukan/pemapasan bukit Reklamasi pantai. drainase Bantaran sungai: pembangunan di bantaran sungai tanpa mengindahkan garis sempadan sungai Struktur ruang: perkembangan linier. perkembangan ekstensif C. Air bersih Tingkat pelayanan masih rendah. perumahan.89 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Sanitasi: sistem belum sempurna (air hujan dan air limbah jadi satu). saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota IV . rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran).

• Kawasan rawan longsor Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam. Kepemilikan lahan. arus. • Hutan Mangrove Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat • Ruang pantai/pesisir Kawasan permukiman cenderung kumuh. Penyiapan fisik lahan untuk kawasan industri. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. angin dan lainnya.90 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Terjadinya abrasi pada kawasan pantai Hilang dan rusaknya tanaman pantai Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Untuk kota-kota pesisir: abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut. gelombang. . industri dan eksploitasi tak terkendali. Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan. Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menuntut publik untuk menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai. permukiman. permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas IV . Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong dan bukit (cut & fill). Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah. Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota. Hilang/punah/pindah primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosaistem mangrove. Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak. kayu bakar dan arang. Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir.Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga.

akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana. Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah. Ketidaklancaran aliran sungai. antara lain.91 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Kekeringan Diakibatkan antara lain oleh: Prosentase hujan kurang. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan. Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Banjir Diakibatkan. • Permukiman di atas air Permasalahan yang dapat timbul dari permukiman di atas air terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali melalui laut Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan. cenderung jadi permukiman kumuh. sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air. Curah hujan yang terlalu tinggi. Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai. • Permukiman Nelayan Umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas. oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu. longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi. Pengaruh yang dapat ditimbulkannya antara lain: Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna. IV . belum dikelola secara terencana.

92 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen. Menimbulkan masalah kemacetan transportasi. dari yang kurang representatif atau rusak. Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada. - Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayaninya infrastruktur/prasarana kota (jalan. Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak. Kotor dan kumuh. menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensupplai kebutuhan penduduk akan ikan. limbah/sanitasi). • Pasar Tradisional Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut. Perdagangan Modern Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir. Fasos dan fasum yang ada kurang memadai. IV . sehingga banyak pedagang yang berjaualan di lahan parkir dan tepi jalan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kondisi sosial budaya .air bersih. Kondisi bangunan bervariasi. persampahan. Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang. KDB dan KLB). drainase. - Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan. Tidak ada TPS.

pemanfaatan maupun pengendalian penataan ruang) masih kurang. suka berganti/mutasi.93 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Sosialisasi penataan ruang masih kurang/belum terlaksana. Lain-lain • • • • • • Rencana tidak jalan/terealisasi: karena hambatan dana. kesulitan dalam pembebasan lahan. Keterbukaan aparat: masalah dalam hal keterbukaan aparat dalam memberi informasi pengembangan kota Peran serta masyarakat: keikutsertaan dalam penataan ruang masih kurang Law enforcement: masih rendah Koordinasi antar instansi/pihakterkait dalam penyelenggaraan penataan ruang (baik dalam tahap perencanaan. Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat dalam penyusunan rencana masih terlalu sedikit.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. SDM yang terlibat kurang profesional. IV .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->