BAB IV BA B I V PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG DIWILAYAH STUDI DIWILAYAH STUDI

Dalam rangka pembuatan materi untuk menyusun skenario Film Layanan Masyarakat yang menggambarkan proses penyelenggaraan penataan ruang, selain mengacu kepada bahanbahan terkait seperti grand scenario gerakan kepedulian publik dalam penataan ruang serta peraturan perundang-undangan tentang penataan ruang juga dilakukan kajian tentang proses penyelenggaraan penataan ruang di wilayah studi. Sehubungan dengan kajian yang dilakukan, yang hasilnya akan digunakan sebagai materi untuk membuat Film Layanan Masyarakat dalam penyelenggaraan penataan ruang, maka sebagai kasus studi diadakan tinjauan terhadap 7 tujuh) kota, yakni: Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kota Pontianak, dan Kota Manado. Data-data dari ketujuh kota tersebut berupa data sekunder, yakni berupa dokumen tertulis/buku laporan; serta data primer, seperti pengamatan langsung di lapangan, wawancara/penyebaran kuesioner di lapangan. Kajian yang dilakukan tidak lepas dari hal-hal yang berhubungan dengan tipologi wilayah, nilai–nilai lokalitas wilayah, dan karakteristik kawasan yang terkait dengan penataan ruang. Dalam kaitannya dengan tipologi suatu wilayah/kota, dilihat dari aspek fisik geografisnya, maka terdapat adanya kota pantai/pesisir, kota pegunungan, kota di dataran rendah, kota di dataran tinggi. Kemudian dari fungsinya, maka antara lain terdapat adanya kota perdagangan, jasa, kota pariwisata, kota industri, kota pendidikan. Dengan adanya kondisi fisik yang berbeda, fungsi yang berbeda, adat istiadat setiap suku yang berbeda, maka akan memberi warna tertentu pada nilai lokalitas suatu wilayah/kota. Mengenai karakteristik kawasan, maka terdapat adanya: kawasan berkembang, kawasan

sedang berkembang, dan kawasan pengembangan baru. Dari perwujudan fisiknya, maka intensitas pembangunan di kawasan berkembang lebih besar dari pada kawasan sedang berkembang, dan intensitas pembangunan di kawasan sedang berkembang lebih besar dari pada kawasan pengembangan baru. Jika dilihat wilayah Indonesia secara keseluruhan, maka kawasan berkembang meliputi: Pulau Sumatera, Pulau Jawa; kawasan sedang berkembang:meliputi: Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi; dan wilayah di Indonesia bagian timur termasuk kawasan pengembangan baru.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Di samping kajian di atas, dilakukan juga kajian yang berhubungan dengan pemahaman (masyarakat) terhadap penyelenggaraan penataan ruang. Untuk memperoleh informasi sehubungan dengan kajian tersebut, maka dilakukan penyebaran kuesioner/wawancara kepada pihak yang relevan. Pihak yang dimaksud dikelompokkan atas 2 (dua) kelompok responden, yaitu: aparat pemda dan masyarakat umum. Materi yang ditanyakan/diajukan pada dasarnya untuk memperoleh jawaban yang berhubungan dengan: tingkat pengetahuan masyarakat sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang, pendapat masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang yang ada, tingkat kesadaran masyarakat terhadap masalah penataan ruang serta pandangan masyarakat mengenai informasi penataan ruang.

4.1

Gambaran Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota: Medan, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Pontianak, Manado

4.1.1 Kota Medan 4.1.1.1. Gambaran Umum Kota Medan A. Kondisi Umum Kota Medan berada pada 3º 30' - 3º 43' Lintang Utara dan 98º 35' - 98º 44' Bujur Timur dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Batas administrasi Kota Medan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang
Kawasan pusat kota dengan ciri khasnya gedung Kantor Pos yang dibangun Thn 1911 dan Tugu

: Kabupaten Deli Serdang dan Selat Malaka

B. Kondisi Fisik Luas Kota Medan 30.028,8 hektar (300,288 km²). Kota Medan merupakan salah satu dari 25 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dan merupakan pusat pemerintahan provinsi tersebut. Berdasarkan kondisi topografinya, Kota Medan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kota Medan merupakaan dataran rendah yang merupakan tempat pertemuan dua sungai penting, yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli.

IV - 2
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Secara geografis Kota Medan juga merupakan jalur sungai. Paling tidak ada 8 (delapan) sungai yang melintasinya. Adapun manfaat terbesar dari sungai-sungai ini adalah sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Penggunaan lahan di kota Medan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.1.1.1.1 Prosentase Luas Penggunaan Lahan di Kota Medan

Penggunaan Lahan Pemukiman Perkebunan Lahan jasa Sawah Perusahaan Kebun campuran Industri Hutan rawa

Prosentase (%) 36,3 3,1 1,9 6,1 4,2 45,4 1,5 1,8

Sumber : Kota Medan dalam Angka Tahun 2003, BPS Kota Medan

Kawasan Kota Medan yang termasuk dalam kawasan perkotaan Mebidang (Medan-BinjaiDeli Serdang) mencakup kawasan pantai timur berbatasan dengan Selat Malaka menuju arah selatan yang merupakan kaki Bukit Barisan. Dari segi morfologi, kawasan tersebut merupakan wilayah datar sampai landai dengan kelerengan kurang dari 3%, hingga daerah berbukit di bagian selatan dengan kelerengan lebih dari 16%. Kota Medan dikelilingi Kabupaten Deli Serdang, yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA), khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Di samping Kabupaten Deli Serdang, secara geografis Kota Medan didukung oleh daerah-daerah lainnya yang juga Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli kaya akan SDA. Daerah-daerah tersebut adalah:

Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini menjadikan Kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan dan saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya. Disamping itu, sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Dari posisi geografis ini, secara fisik telah mendorong perkembangan Kota Medan kedalam 2 (dua) kutub pertumbuhan, yaitu daerah terbangun Belawan dan pusat Kota Medan saat ini.
IV - 3
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

hotel dan Restoran Angkutan.6%.010 0 0 224 0 0 86 1. tercermin dari perekonomiannya.1. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Kota Medan yang telah terdaftar di Departemen Tenaga Kerja adalah di sektor industri pengolahan.1. Beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata yakni sektor penggalian 9.993. Sosial dan Perorangan Jumlah Sumber: Kota Medan Dalam Angka 2003. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Medan.302 jiwa atau rata-rata 15. Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap pendapatan regional.4 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .340 D.1. pertanian 6. Tabel 4. dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 6.5% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. BPS Kota Medan 2003 0 0 1. jumlah penduduk yang bekerja tersebut meningkat tajam sebesar 23. Gas dan Air Bangunan Perdagangan.639 jiwa/km².602 jiwa.2 Jumlah Penduduk Yang Bekerja dan Terdaftar Menurut Lapangan Usaha Di Kota Medan Tahun 2003 Lapangan Usaha Pertanian. peternakan dan perikanan Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik.010 jiwa dari 1. Dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003.130 jiwa per tahun (jumlah penduduk Kota Medan tahun 1993 adalah 1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. listrik.53%). keuangan 7. Usaha Persewaan bangunan/tanah dan Jasa Perusahaan Jasa Kemasyarakatan.88%.300 jiwa). Pertambahan penduduk Kota Medan dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003 sebanyak 151.842. Pada tahun 2002. Asuransi. yaitu sebanyak 1.42%. gas dan air 6.340 jiwa total penduduk yang bekerja.95 % (tahun 1993 penduduk yang bekerja berjumlah 321 jiwa).67%. Pergudangan dan Komunikasi Keuangan. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Medan pada tahun 2003 adalah 1. IV . pada tahun 2002 sektor perdagangan memberikan kontribusi yang sangat dominan (34. laju pertumbuhan ekonomi Kota Medan terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 4.

68 434.05 197.010.18 425.689.52 5.49 829.82 763.282.590.497.274. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.107.873. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 5.878.752.272. Tanah dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB 404.64 1. 4 tahun 1995. Peta-peta Blad yang merupakan rencana teknis dan telah ada sejak lama. yang saat ini sedang direvisi untuk masa 2005-2015.20 447.78 273.549.453. Rencana Sub Sub Wilayah (RSSW) yang telah ada sejak tahun 1978. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 20.65 588.1. Usaha Persewaan Bangunan.938.85 708.156.000.001.095.000 (setingkat RDTRK) sebanyak 66 lembar.093.33 2001 335.85 271. BPS Kota Medan 4.101.853.985.044.651.041.045.126.538.1. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.1.952.71 471.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan Jumlah Penduduk. b.54 259. Tahun 2003.353.08 701.957.31 228.275. c.19 5.062.884.07 717.558. Tabel 4. IV . memiliki ketelitian Peta skala 1 : 1.782.59 247. mencakup wilayah pusat Kota Medan.79 1. Produk Rencana Tata Ruang Kota Medan Produk Rencana Tata Ruang yang menjadi pedoman dalam penataan kota dan bangunan saat ini terdiri dari: a.66 Sumber: Kota Medan Dalam Angka.03 292.40 1.59 1.97 5.67 818.984.390.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Medan A.971.3 PDRB Kota Medan Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian Penggalian Industri Pengolahan Listrik.83 1.52 973.534.07 5.54 640.799.521.568.000.501.30 764. merupakan bagian dari Pola Dasar Pembangunan Kota Medan dalam aspek fisik yang disahkan dalam Peraturan Daerah No. Assuransi.52 789.1.21 1999 292.003. Rencana Umum Tata Ruang Kota Medan (RUTRK) Tahun 1995 – 2005.29 2002 358.1.5 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .14 2000 320.15.222.75 886. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Medan menurut lapangan usaha tahun 2002 atas dasar harga konstan tahun 1993 mencapai Rp.97 833.25 260.173.191.479. 2.87 1.

188. peraturan lainnya yang berkaitan dengan penataan ruang adalah : 1. 3. IV . 2.6 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 188. 4. 9 Tahun 2002 tentang Izin Mendirikan Bangunan. 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Perda No. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan dalam Daerah Kota Medan. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan Dalam Daerah Kotamadya DT II Medan. tentang Penyempurnaan Surat Keputusan Walikota Medan No.2.1 Salah satu contoh Produk RTR Kawasan Mebidang Selain Perda tentang RTRW Kota Medan.1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain ketiga produk hukum tersebut. 17 Tahun 2002 tentang Peruntukan Penggunaan Tanah. Surat Keputusan Walikota Medan No. sehingga dalam penyusunan rencana tata ruang untuk kawasan Mebidang tersebut dikoordinasikan oleh Gubernur Propinsi Sumatera Utara sesuai dengan Pasal 8 ayat (3) UU No. 188.342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No.1. Surat Keputusan Walikota Medan No.342/3017/SK/2000. Gambar 4. Perda No. Perda RTRW Kota Medan menjadi pedoman dalam penyusunan Perda-Perda dan Surat Keputusan Walikota yang mengatur tentang penataan ruang kota Medan.342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No. Kota Medan termasuk dalam Kawasan Perkotaan Mebidang.

Pada tahap II akan dikembangkan pula di Jl. IV . • Penataan pasar ikan lama: pengembalian fungsi Jl. dan Kabupaten Deli Serdang. dilakukan melalui kegiatankegiatan sektoral maupun terintegrasi. khususnya Kota Medan. Pemanfaatan Ruang Kota Medan Dalam hal pelaksanaan penataan ruang (pemanfaatan ruang). • • Penataan pedagang Buku Titi Gantung sebagai kesatuan ruang Kesawan (fungsi Wisata).7 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Lingkup wilayah MMA atau Kawasan Perkotaan Mebidang ini meliputi Kota Medan. diarahkan membentuk pola ribbon (pita) dengan desentralisasi pusat-pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi. Titi Gantung dan Mesjid Raya Istana Maimoon) serta revisi perda. Wazir. maka perkembangan kawasan perkotaan Mebidang. Marelan). Kota Binjai. baik ditinjau dari segi homogenitas maupun fungsi ekonominya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya struktur ruang tersebut adalah: • Pengembangan Kawasan Polonia di Kota Medan sebagai pusat Bisnis dan Keuangan • Pengembangan Kota Binjai dan Lubuk Pakam sebagai kota mandiri yang mengimbangi perkembangan Kota Medan • Pengembangan kawasan-kawasan prospektif ekonomi di Kawasan Pelabuhan Laut Belawan dan Bandar Udara baru Kuala Namu • Pengembangan jalan tol Medan-Binjai dan Medan-Kuala Namu • Perkembangan memita (ribbon development) antara pusat-pusat kegiatan Melihat perkembangan Kota Medan yang semakin pesat. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan perlunya penetapan wilayah Metropolitan Medan (Medan Metropolitan Area/MMA) sebagai satu kesatuan wilayah pengembangan. antara lain: • Pembangunan jalan lingkar luar dan jalan-jalan penghubung (Jl.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. • Penataan kawasan Jl. Ahmad Yani II dan relokasi pedagang/penjahit yang menggunakan jalan tersebut. terkait dengan proyek MMUDP yang telah rampung pada tahun 2003/2004. Ahmad Yani/Kesawan menjadi pusat jajan malam hari. Salah satu kawasan kumuh dibantaran sungai Jalan Suprapto Salah satu gedung bersejarah di Jalan Imam Bonjol Selain pemanfaatan lahan untuk penataan ruang di atas. Setia Budi dan Jl. • Pelestarian bangunan/lingkungan bersejarah yang dilakukan melalui revitalisasi (Kesawan. Penataan kawasan kumuh dan lalu lintas. untuk menghindari perkembangan perkotaan yang terus meluas sejalan dengan kecenderungan perkembangan saat ini.

Belawan (industri dan pelabuhan laut). Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Medan Pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait. Pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan juga dengan pemberian perizinan yaitu melalui Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. Pengendalian rencana tata ruang e. Untuk segi pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. dispensasi GSB maupun aspek lainnya. • • • • Pengawasan dan penindakan (pembongkaran) bangunan bermasalah (tidak memiliki ataupun menyimpang IMB). dimana kegiatan ekonomi yang prospektif adalah di Medan kota inti (pusat bisnis dan keuangan). C. Rencana perluasan Kota Medan c. Meminimalisir pembangunan rumah petak/ruko 4 (empat) lantai melalui cara disinsentif retribusi yakni tarif dua kali dari ketentuan (Perda No. Pengendalian rencana/pemanfataan ruang dilakukan dalam bentuk: • Penyesuaian dan evaluasi secara parsial rencana tata ruang dengan perkembangan kota yang terjadi. 17/2002 tentang pengendalian perubahan peruntukan tanah/penghapusan rencana jalan dan dispensasi GSB melalui pemberatan retribusi menjadi jauh lebih tinggi (berdasar SK Walikota Medan mengenai harga dasar tanah tahun 1995 menjadi berdasar NJOP) • Mempermudah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi rencana kota melalui : IV . Peningkatan estetika kota f. Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus. Kegiatan ini dilakukan dalam kajian khusus di Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kota Medan melalui upaya perubahan peruntukan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Penataan dan penyediaan wadah/ruang-ruang bagi kegiatan yang akan menunjang Kota Metropolitan dilakukan melalui: b. 9 tahun 2002). Perda No. Pengendalian kawasan resapan air (selatan) dengan koefisien Dasar Bangunan di Bagian Selatan Kota. maka pemanfaatan ruang di Kota Medan sebagian besar dimanfaatkan sebagai pusat-pusat kegiatan perekonomian.8 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Peningkatan pelayanan umum Dengan pengembangan di atas. penghapusan rencana jalan. dan Kuala Namu (bandar udara). Pelaksanaan penataan ruang d.

3 Isu Permasalahan Kota Medan Selain memiliki potensi perkembangan kota. Drainase/Pengendalian Banjir .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan a. Informasi secara informal untuk mahasiswa. dimana tarifnya telah dipermurah (Perda No. . akibat aliran air yang lamban ke arah muara karena rendahnya beda ketinggian dan tingkat presipitasi setempat.Masih rendahnya tingkat pelayanan air bersih perpipaan .Manajemen lalu lintas belum mendukung rencana integrasi ruang ke dalam kawasan perkotaan Mebidang • Bidang Sarana dan Prasarana a.Beban lalu lintas terusan . 17/2002).Penurunan kapasitas jalan lokal karena lokasi terminal angkutan antar kota di pusat kota .1.Kemacetan lalu lintas .1.Banjir di Kota Medan bagian utara. Permasalahan Kota Medan meliputi : • Bidang Transportasi .Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi (30%) . dunia usaha di kantor DTK dan TB lantai II. . Air Bersih . berwarna dan berbau (akibat pencemaran).Kualitas air sumur dangkal yang masih rendah: asin.Jaringan jalan yang belum terstruktur menurut kebutuhan hirarki jalan .9 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu banjir di Kota Medan yaitu di Jalan Putri Hijau akibat sistem drainase yang kurang baik Salah Satu kemacetan di kota Medan . b. melanda areal seluas ± 1.Tingkat kesadaran masyarakat untuk memelihara prasarana drainase masih rendah.Penurunan kapasitas Bandara Polonia .Ketersediaan air dan kapasitas distribusinya masih rendah . 4.100 Ha. Informasi secara formal melalui Keterangan Rencana Peruntukan (KRP). masyarakat umum. Kota Medan juga memiliki beberapa permasalahan di dalam penataan ruang. IV . b.Pembangunan tanggul 25 tahunan yang menghadapi kendala teknis dari segi kapasitas konstruksi serta sarana bantuannya.

sehingga keberadaan permukiman sangat mengganggu ruang gerak penerbangan di bandar udara tersebut. . .pemanfaatan lahan untuk permukiman yang ada di dekat bandar udara Polonia jaraknya sangat dekat (± 300 m).Pemanfaatan ruang kota yang tidak tertata dengan baik.Perkembangan kawasan kota yang cenderung ekstensif. Kawasan perdagangan yang tidak tertata dengan baik.10 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . fungsi pemerintahan dan perkantoran atau sebaliknya.Banyaknya permukiman kumuh yang timbul di sepanjang kali/sungai yang tidak tertangani dengan baik.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Bidang Struktur Ruang Kota . Kawasan kumuh yang berada di Jalan Kejaksaan dan Jalan Suprapto. Kota Medan .Perkembangan linier sepanjang rute yang memanjang. . seperti pemanfaatan fungsi perkantoran yang dicampur dengan fungsi perdagangan. dimana pemanfaatannya juga terdapat fungsi perkantoran Lokasi permukiman di Padang Bulan yang dekat dengan Bandar Udara Polonia yang berjarak ± 300 meter IV .

Kota bandar Lampung berada pada Teluk Lampung. Beberapa faktor yang mempengaruhinya dan perlu diantisipasi dalam pengembangan perkotaan tersebut antara lain: • • • Pengembangan beberapa kota baru dan permukiman skala besar yang berada terlalu dekat dengan Kota Medan.11 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu pintu masuk Kota Bandar Lampung dan Ciri Khas Kota Bandar Lampung .Sebelah Utara . di ujung selatan Pulau Sumatera.Sebelah Timur : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan.18 km² dengan jumlah kecamatan sebanyak 13 kecamatan.batas administrasi Kota Bandar Lampung adalah: . Pengembangan bandara baru di Kuala Namu. Luas wilayah Kota Lampung adalah 192. 4.1. industri dan pariwisata. Kegagalan pengembangan kota-kota kecil mandiri yang menyebabkan meningkatnya ketergantungan terhadap kota-kota utama (Medan. Binjai.2. Batas. dan Lubuk Pakam). • • • Pengembangan jalan tol baru yang menghubungkan Binjai-Medan-Kuala Namu Pengembangan jalan lingkar luar Kota Medan. yang disertai dengan pusat pelayanan dan permukiman skala besar tanpa kawasan penyangga antara Kota Medan dan Kuala Namu.1. Letaknya yang strategis.105º 37' Bujur Timur. Kondisi Umum Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung.2 Kota Bandar Lampung 4.1 Gambaran Umum Kota Bandar Lampung A.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pengembangan kawasan perkotaan Mebidang cenderung untuk membentuk suatu pola ruang yang ekstensif.5º 30' Lintang Selatan dan 105º 28' . Teluk Lampung : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan IV .Sebelah Barat . karena sebagai daerah transit kegiatan perekonomian antar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Secara geografis Kota Bandar Lampung terletak pada 5º 20' . Pengembangan jaringan jalan yang merangsang pengisian ruang secara ekstensif. sehingga menguntungkan bagi pertumbuhan dan pengembangan Kota Bandar Lampung sebagai pusat perdagangan.Sebelah Selatan .

02 19.01 9. 7. Tabel 4.12 1.30 375.1. Daerah dataran tinggi serta sedikit bergelombang terdapat di sekitar Tanjung Karang bagian barat yang dipengaruhi oleh gunung Balau serta perbukitan Batu Serampok dibagian timur selatan 4.447. Luas (Ha) 5.51 0. Selain itu wilayah Kota Bandar Lampung sebagian merupakan perbukitan.52 2.201.5% dari luas lahan seluruhnya. 3.05 2.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. Kondisi Fisik Kawasan perkotaan Kota Bandar Lampung terletak pada ketinggian 0 – 700 m di atas permukaan laut dengan topografinya terdiri dari: 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.1.477.95 6. 9.218.1. dimana daerah hulu sungai berada di bagian barat. Daerah perbukitan yaitu sekitar Teluk Betung bagian utara 3.25 0.55 % 31. 2. Permukiman Pertanian Hutan Rawa Perusahaan Industri Jasa-jasa lainnya Tanah Kosong tidak diperuntukan Jumlah Sumber: Kota Bandar Lampung Dalam Angka.33 1.01 Ha atau 54. daerah hilir sungai berada di selatan yaitu pada dataran pantai. 5.85 1.75 406. 4.67 10.55 256.20 100 IV . Daerah pantai yaitu sekitar Teluk Betung bagian selatan dan Panjang 2. Tahun 2003. Luas wilayah yang datar sampai landai 60%.1.39 38. Penggunaan lahan di Kota Bandar lampung sebagian besar dimanfaatkan sebagai lahan pertanian seluas 10. Teluk Lampung dan pulau-pulau kecil bagian selatan Kondisi fisik Kota Bandar Lampung yang Berbukit Batu Di bagian tengah Kota Bandar Lampung mengalir sungai-sungai.12 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 6.2. sangat miring sampai curam 4%.07 54.971.2. 8.01 482.1 Luas Penggunaan Lahan Di Kota Bandar Lampung Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan 1. landai sampai miring 35%.1.

IV .10%. Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap PDRB Kota Bandar Lampung. dan Jasa erusahaan Jasa-jasa PDRB 2000 53.695.188 8.010 35. hotel dan restoran 10. laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 14.330 2001 45.267 407.Tabel 4.869 326.276 48. persewaan & jasa perusahaan 27%.441 144. 9.095 43.272 2003 46.877 251.427 316.049 jiwa. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.94.199 171.454. 2.748.010 1.524 1.611 9. 3. Persewaan. pada tahun 2003 masih sangat dominan berasal dari sektor perdagangan.576 1. hotel dan restoran sebesar 23. 2. Tahun 2003.176 406. Salah satu pusat perbelanjaan Kota Bandar Lampung Kawasan kegiatan perekonomian Kota Bandar Lampung Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan jumlah penduduk. Peternakan.548 378.909.715 260.563 2002 46. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. D.532 394.814 1.96%.52% dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003. Ada beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata pada tahun 2003 yakni sektor keuangan.1. 8.815.870 1. serta pengangkutan dan komunikasi 8. 5. Sumber: Pemerintah Kota Bandar Lampung.258 41. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Bandar Lampung pada tahun 2003 mencapai Rp.796 323. tercermin dari perekonomiannya.596 8.895 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 41 jiwa/km². sedangkan untuk tahun 2003 laju pertumbuhannya sebesar 6. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Bandar Lampung adalah 790.078 346.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C.788 269.1. 7.542 441.217 402. Pada tahun 2003.083 183. 4. 6.41%.361 132.189 173.487 8.26%. Pertambahan penduduk Kota Bandar Lampung dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 rata-rata pertahunnya adalah 16.782 40. perdagangan. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik.011 322.473 180.941.079 166.13 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .711 123.2.841 242.2 PDRB Kota Bandar Lampung Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian.

2.Kualitas Lingkungan Permukiman • Manajemen Kota.Penyelenggaraan Pelayanan Umum . yang terdiri dari: .3. Kota Semarang. Dalam perkembangan dan pertumbuhan Jawa Tengah. Kabupaten Grobogan). yang terdiri dari: .Pengerukan Bukit .2 Isu Permasalahan Kota Bandar Lampung Isu permasalahan pembangunan Kota Bandar Lampung berkaitan dengan penataan ruang. Sarana ini merupakan salah satu penunjang kelancaran perdagangan di Kota Bandar Lampung.Penyelenggaraan Pemerintahan .3 Kota Semarang 4. IV . lada dan pisang.Drainase .Supremasi Hukum • Lingkungan dan Tata Ruang .Sanitasi Wilayah Pantai 4.1. jaringan transport darat (jalur kereta api dan jalan) serta transpor udara yang merupakan potensi bagi simpul transport Regional Jawa Tengah dan kota transit Regional Jawa Tengah.Permukiman Kumuh .1. antara lain adalah: • Kemiskinan Kota. terutama dengan adanya pelabuhan. Kondisi Umum Kota Semarang termasuk dalam kawasan strategis Kedungsepur (Kabupaten Kendal. di mana pelabuhan ini merupakan pelabuhan satu-satunya pelabuhan ekspor yang dimiliki oleh Kota Bandar Lampung. Semarang sangat berperan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Ekspor produk hasil bumi yang menjadi andalan Kota Bandar Lampung adalah kopi. Pengiriman ekspor hasil bumi ini dilakukan melalui Pelabuhan Panjang.14 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu cirri khas Kota SEmarang . Kabupaten Demak. Kota Salatiga.1.Penyelenggaraan Pembangunan Kota Berbasis Masyarakat dan Keswadayaan .1 Gambaran Umum Kota Semarang A. Salah satu pelabuhan yang ada di Kota Bandar Lampung 4.

dengan pertimbangan teori tempat pusat (central place). agak curam (16. tepatnya pada garis 6º 5' .00 diatas permukaan laut (DPL). IV .15 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . luas wilayah Metropolitan Semarang adalah sekitar 33. Kota Semarang terletak pada ketinggian antara 0. memiliki kemiringan 0 . Letak geografi Kota Semarang ini dalam koridor pembangunan Jawa Tengah dan merupakan simpul empat pintu gerbang. Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu. sebagai bahan pertimbangan pengaruh langsung kedekatan Kota Semarang dengan hinterlandnya. yang terdiri dari 16 wilayah kecamatan. yakni koridor pantai Utara.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Posisi lain yang tak kalah pentingnya adalah kekuatan hubungan dengan luar Jawa. koridor Selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang. Kondisi Fisik Ditinjau dari topografinya. secara langsung sebagai pusat wilayah nasional bagian tengah. Kondisi lahan terbangun di Kota Semarang dan daerah sekitarnya menunjukkan adanya aglomerasi kegiatan dan fasilitas yang cukup tinggi di satu pusat (pusat pertumbuhan/growth centre) Adapun batas-batas administrasi Kota Semarang: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Laut Jawa dengan panjang garis pantai meliputi 13.75 sampai dengan 384.7º 10' Lintang Selatan dan 109º 35' . Secara keseluruhan. Di bagian Utara. Penentuan batas wilayah metropolitan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Pendekatan titik henti.40% dan ketinggian antara 90 .711. dan terjal/sangat curam (2.27%).11%).200 M DPL.57%).05%). dengan kemiringan 2 .6 Km : Kabupaten Semarang : Kabupaten Kendal : Kabupaten Demak B. Kota Semarang terletak di pantai Utara Jawa Tengah. yang melibatkan variabel jarak dan jumlah penduduk Kondisi lahan terbangun.5 M DPL. wilayah Kota Semarang terdiri dari dataran rendah (daerah pantai) dan dataran tinggi (daerah perbukitan). koridor Timur ke arah Kabupaten Demak/Grobogan dan Barat menuju Kabupaten Kendal. yang merupakan pantai dan dataran rendah.110º 5' Bujur Timur.2% sedang ketinggiannya bervariasi antara 0-3. Di bagian Selatan merupakan daerah perbukitan. curam (3. Dilihat dari kemiringan lereng di Kota Semarang sebagian besar wilayahnya memiliki tingkat kemiringan lereng yang datar dan landai (78.93 Ha.

34 8.711. yaitu sebesar 39. lahan kering sebagian besar digunakan untuk tanah pekarangan/tanah untuk bangunan dan halaman sekitar. Meskipun masih ada sebagian yang tidak mengenyam pendidikan formal. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan hasil registrasi penduduk tahun 2003.377. Luas (Ha) 13.881.07 9.68%) dan terendah adalah pendidikan Akademi/D3 sebanyak 46.1.378. buta angka dan buta pengetahuan dasar.1 Luas Penggunaan Lahan Kota Semarang. namun demikian dapat dicatat bahwa pada tahun 2001 penduduk Kota Semarang telah bebas dari 3 (tiga) buta: buta aksara. Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan sebanyak 1. dimana pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah pendidikan SD sebanyak 294.79%) tanah sawah dan 3. bahkan tidak sedikit yang lulus SLTA dan Sarjana.81 1.089 jiwa. apalagi peningkatan kualitas penduduk yang selalu mendapat prioritas utama didalam upaya peningkatan kesejahteraan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari luas wilayah yang ada. Tahun 2002. Tabel 4. Tahun 2002 Penggunaan Lahan Pekarangan & Bangunan Tegalan & Kebun Padang Gembala Tambak/Kolam Rawa Lain-Lain Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka.25% dari jumlah penduduk yang IV .1.62 115. Tingkat kepadatan penduduk memang belum merata.435 jiwa (23.93 C. dengan pertumbuhan penduduk sejak tahun 2001 sebesar 2.03 33.243.658 Ha (9.45% dari lahan bukan sawah. penduduk lebih terpusat di pusat kota. dapat kita lihat bahwa rata-rata anak usia sekolah di Kota Semarang dapat melanjutkan hingga batas wajib belajar sembilan tahun. mencapai 1.388.894 jiwa.371 Ha (90.21%) bukan tanah sawah. terdiri dari 3. Dengan komposisi struktur pendidikan demikian ini cukup mendukung perkembangan Kota Semarang. Menurut penggunaannya. Jumlah usia produktif di Kota Semarang sekitar 68. Dari aspek pendidikan.3.298.06 651.16 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .193 jiwa ada.09%.

585 37.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.1.47 10.322 216.33 0.7 4.III Tamat Universitas Jumlah Jumlah 74.894 47.1.27 2.56 26. Perekonomian Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2003 sebesar 5.239.208 19.079 264.315 1.18 22 16. dimana terbesar adalah bekerja pada sektor industri sebanyak 179.833 jiwa.3.394.2 Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Di Kota Semarang Tahun 2003 Tingkat Pendidikan Tidak Sekolah Belum Tamat SD Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat Akademi/D.417 28.68 20.80 100 Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Dilihat dari mata pencaharian/lapangan kerja.77 3. Sektor yang mengalami pertumbuhan adalah pertambangan dan penggalian sebesar 8.17 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .66%. pertumbuhan.314 46.227 17.-.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Semarang Tahun 2003 Mata Pencaharian Petani Sendiri Buruh Tani Nelayan Pengusaha Buruh Industri Buruh Bangunan Pedagang Angkutan PNS & ABRI Pensiunan Lain-Lainnya Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Jumlah 22.405. sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor pertanian sebesar -9.243.27 21.634 818.5 100 D. IV .11%.01 23.805 % 2.1. Tabel 4.824 179.41%.3. Hampir seluruh paling sektor besar ekonomi pada Sedangkan PDRB menurut tahun 2001 mengalami sektor lapangan usaha tahun 2002 berdasarkan atas dasar harga konstan tahun 1993 sebesar Rp.26 3.45 3. 5.055 2.302 77.435 252.1.71 2. jumlah penduduk yang bekerja sebesar 818.547 124.030 139.20 9.805 jiwa.833 132.398 87.475 294.95 11.26 10.089 Prosentase 5.

903. Jasa-jasa PDRB 1.124. dan Indonesia bagian timur (Makassar).085.532.410 340. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. Cirebon. Surabaya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.431.088.705.142. 2. 2000 40. Surakarta.615. Untuk angkutan penumpang. Tahun 2002.304 714. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.163. dengan intensitas tinggi.132 1.913. Yogyakarta. 4. IV . Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar. 3. 5.403 671.643 14.277 77. Untuk perhubungan udara. Madiun. Prasarana dan sarana perhubungan juga memegang peranan penting dalam rangka pengembangan perekonomian Kota Semarang.1.18 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .039.974 5. Melihat pola pergerakan yang dihubungkan dengan moda darat. Magelang.331. Jakarta.838.3. seperti: Tegal. Kalimantan. 4.900. melayani angkutan penumpang dan barang. dan Jasa Perusahaan 9.476. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang–Karimunjawa. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas.083 364. maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur).825 183.767. udara.405.802.1. dan kota-kota di pulau Sumatera. Bandung.523. melayani: Semarang. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik. yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada.800 74.070 196. PDRB per kapita.239. termasuk kapal turis luar negeri.230.755. Purwokerto.4 PDRB Kota Semarang Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2001 Lapangan Usaha Pertanian.260.001 397.950. Malang. Jakarta. 6.349 1.194 5.394 Sumber: Pemerintah Kota Semarang.566 350. Persewaan. Cilacap. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.-. Peternakan.400 1. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Semarang pada tahun 2003 sebesar Rp.628.904 2001 36. yaitu: Bandara Ahmad Yani.657 12.074. 7. Pelabuhan laut Kota Semarang. laut. Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang.847. Denpasar.210 1. 8.

1. dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing global. Peranan Bappeda ini termasuk juga dalam hal menyusun rencana tata ruang kota Semarang. Evaluasi/revisi rencana tata ruang ini sejalan dengan pasal 13 ayat (2) UU R. merupakan hasil evaluasi/revisi RTRWK Semarang yang disusun tahun 1994/1995. Kota Semarang beserta kota/kabupaten lain/wilayah di sekitarnya termasuk dalam wilayah Pengembangan Kawasan Semarang-Demak. ekonomi yang berpengaruh pada pemanfaatan ruang wilayah. fungsi Kota Semarang adalah sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). dan budaya yang berkualitas. Konsepsi pengembangan tata ruang wilayah Kota Semarang.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Semarang A. Perencanaan Tata Ruang Kota Semarang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Semarang Tahun 2000 . Penyusunan RTRWK Semarang Tahun 2000 – 2010 dilakukan dengan adanya masukanmasukan dari dinamika perkembangan aspek-aspek sosial. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang yang menyebutkan bahwa ’rencana tata ruang ditinjau kembali dan atau disempurnakan sesuai dengan jenis perencanaannya secara berkala’.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Mengendalikan pemanfaatan ruang di kawasan lindung dan budidaya unuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. ekonomi. Dalam hal ini. dengan masukan materi berasal dari berbagai dinas atau sektor.3. Mengembangkan karakteristik dan potensi ruang kota sesuai dengan kondisi fisik gegrafis yang berciri perbukitan kota atas. IV .I No. adalah: Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu memanfaatkan dan mengembangkan potensi sebagai simpul perkembangan nasional dan regional. maka Bappeda berperan sebagai koordinator perencanaan pembangunan kota.19 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik mampu . Memelihara dan merevitalisasi semua potensi kesejarahan ruang kota yang menciptakan kehidupan sosial. Dari segi kelembagaan. dengan hutan dan pertanian serta kawasan kota bawah dengan pengembangan garis pantai (water front development). Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu menciptakan perkembangan keterikatan potensi dan pusat pengembangan timbal balik dengan daerah metropolitannya (Kedungsepur).2010 yang merupakan arahan bagi pemanfaatan ruang di wilayah Kota Semarang. Solo dan Jogyakarta (Joglosemar). Pemanfaatan ruang kota yang memberikan potensi bagi tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan dan sumber daya lokal. Mengembangkan ruang kota yang memacu perkembangan regional segitiga Semarang.

perdagangan dan jasa. berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak. B. Terminal Pangkalan Truk Mangkang. Pemanfaatan Ruang yang digunakan untuk Bangunan Bersejarah Di Kota Semarang Wilayah pinggiran ini merupakan kota transisi. yaitu Mranggen. Kaliwungu. Demak berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Sejalan dengan struktur pemanfaatan ruang.20 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Sedangkan terminal Kota Semarang terdiri atas: - . Ungaran.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kemudian kota lainnnya. Kota Salatiga. Adanya keterbatasan lahan di wilayah Kota Semarang. maka dari jaringan transportasi (jalan) Kota Semarang meliputi: Arteri primer utama : Kota Semarang – Bawen . IV . Selain itu. Pringapus dan Bergas. Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Perkembangan Metropolitan Semarang terjadi seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk dan tuntutan akan fasilitas pelayanan yang dibutuhkan.Solo. sehingga menyebabkan terjadinya ekspansi ke daerah pinggiran Kota Semarang. industri kimia dan aneka industri. Arteri primer bagian utara : Weleri – Kendal – Semarang – Demak. perkembangan industri diarahkan pula di daerah Sayung (Kabupaten Demak) yaitu industri pengolahan. Genuk. dimana terjadi peralihan dari struktur pertanian menuju industri. Metropolitan Semarang termasuk dalam Wilayah Pembangunan I. yang mencakup wilayah Kota Semarang. Kolektor primer : Semarang . Berdasarkan sistem perkotaan Jawa Tengah. Terminal tipe B dan C tersebar di kota kecamatan. Terminal tipe A (antar kota antar provinsi). Salatiga berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Purwodadi berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Kabupaten Semarang.Purwodadi. Boja.Yogyakarta. Sayung. Watugong. Untuk perkembangan daerah industri lebih condong dipusatkan pada daerah Kaliwungu (Kabupaten Kendal) karena letaknya yang strategis dan didukung oleh sarana transportasi yang baik. yaitu: Kendal. Ungaran berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Keterbatasan lahan perumahan yang ada di Semarang menyebabkan disediakannya lahan cadangan untuk perumahan di sekitar Mranggen (Kabupaten Demak) dan daerah Boja (Kabupaten Kendal) yang mempunyai daerah terbuka yang cukup luas dan merupakan daerah cadangan resapan air tanah. Semarang – Bawen .

yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada. Yogyakarta. Purwokerto. dan Indonesia bagian timur (Makasar). udara. Denpasar. Untuk angkutan penumpang. Dalam pengendalian pemanfaatan Kota Semarang. Untuk perhubungan udara. dengan intensitas tinggi. termasuk kapal turis luar negeri. yaitu bentuk pengendalian terhadap melanggar peraturan perundangan yang berlaku. Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar. Jakarta. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang kota Semarang meliputi: Proses pengawasan/pemantauan. terutama terhadap bentuk-bentuk pemanfaatan yang 4.3. C. pemanfaatan ruang yang sudah terjadi. melayani rute Semarang. seperti: Tegal.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pelabuhan laut Kota Semarang. madiun. Proses penertiban/perijinan. Malang. Magelang. sasarannya adalah: Perlindungan terhadap kawasan lindung dari budidaya yang tidak diijinkan di atasnya. Cilacap. yang mana pada proses ini terjadi penyaringan atau pengaturan agar pemanfaatan ruang sejalan/sesuai dengan kebijakan. melayani angkutan penumpang dan barang. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas. Surabaya.1. Jakarta. terdapat Bandara Ahmad Yani. Pengarahan jenis dan intensitas pemanfaatan ruang sesuai dengan struktur dan pola pemanfaatan ruang yang hendak dicapai. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang – Karimunjawa. Bandung. IV . Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang. laut. Kalimantan. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. Melihat pola pergerakan yang dhubungkan dengan moda darat. peraturan yang berlaku.21 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Cirebon.3 Isu Permasalahan Kota Semarang • Transportasi Ketidakmampuan jalan kota dalam menampung pergerakan penduduk Tingkat kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan jasa angkutan umum mulai terganggu. maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur). dan kota-kota di pulau Sumatera. Surakarta.

bendungan. menimbulkan rob di Semarang Utara . IV . menyebabkan aliran air menjadi lebih panjang. Drainase/Pengendalian Banjir . Air Bersih . naiknya muka air banjir dan pendangkalan di saluran drainase utama .Terbatasnya kapasitas sumber daya air dan masih minimnya upaya untuk memobilisasi sumber daya air potensial lainnya (sungai. yang bergerak di bidang jasa/perdagangan. • Munculnya pedagang kaki lima. sebagai lokasi permukiman penduduk miskin perkotaan.Kurangnya pemeliharaan terhadap jaringan drainase kota. menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan air . saluran terbuka air hujan digunakan pula sebagai saluran air limbah .Terbatasnya sumber air baku yang berkualitas . • Sarana dan Prasarana a. sebagai dampak dari perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas .Terbatasnya lahan untuk TPA d. • Banyaknya lokasi permukiman yang tidak sesuai dengan tata ruang (terutama perumahan informal yang dibangun oleh masyarakat).Kurang optimalnya pengelolaan DAS dan tingkat sedimentasi yang tinggi c. menyebabkan kemampuan dan kinerja sistem drainase semakin menurun .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Keterbatasan dana untuk kegiatan pemeliharaan/peningkatan kualitas fisik badan jalan.Terbatasnya kemampuan pemerintah kota dalam penanganan sampah kota .Naiknya muka air pasang.22 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . di beberapa ruas jalan kota.Timbulnya banjir kiriman.Belum adanya sistem perpipaan air limbah.Tingginya tingkat kepadatan penduduk serta kondisi tanah dan air yang tidak cocok untuk penggunaan septic tank (muka air tanah yang tinggi dan tanah kedap air) • Timbulnya kawasan-kawasan kumuh kota.Perubahan garis pantai. Persampahan . dan lain-lain) b. Sanitasi .Perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas.Masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih .Masih belum jelasnya distribusi tugas dalam pengumpulan sampah .

Kegiatan yang timbul di daerah-daerah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang. Kochi (Jepang) dan Seattle (AS). diantaranya dalam bidang manajemen perkotaan dan perlindungan lingkungan hidup. peningkatan luas lahan terbangun.1. yang umumnya masih memanfaatkan fasilitas dan prasarana Kota Semarang. Kota Surabaya juga merupakan pusat kegiatan dan pelayanan dalam lingkup regional. Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. adalah kota terbesar kedua dan kota pelabuhan terbesar kedua di Indonesia. yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Timur. dan tundaan lalu lintas. perencanaan dan penanganannya perlu diintegrasikan dengan Kota Semarang. maka acapkali menimbulkan masalah.Karena pola pengendalian maupun sistem perencanaan yang belum jelas.1. Batas-batas administrasi Kota Surabaya adalah: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Selat Madura : Kabupaten Sidoarjo : Kabupaten Gresik : Selat Madura Sebagai kota metropolitan Surabaya juga telah menjalin kerjasama Sister City dengan 3 kota di dunia. IV . Buaya dan Ikan Hiu sebagai lambang Kota Surabaya Wilayah Kota Surabaya terdiri atas 326 km2 daratan dan 226 km2 wilayah laut dengan total luas wilayah sekitar 552 km2 yang terbagi atas 31 Kecamatan dan 163 Kelurahan. Kesamaan geografis dan aktivitas kota mendorong terwujudnya kerjasama tersebut.4.23 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . yaitu Busan (Korsel).4 Kota Surabaya 4. Kota Surabaya merupakan Pusat Perkembangan Wilayah Indonesia Timur. Kondisi Umum Kota Surabaya.Perkembangan Kota Semarang yang melampaui batas administrasinya menyebabkan adanya pemanfaatan ruang yang tidak terkendali.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Permasalahan Ruang: . . 4. .1 Gambaran Umum Kota Surabaya A.

1.4.1.71 2.982. Tahun 2001 Keberadaan rumah-rumah kumuh telah menyebar di seluruh kecamatan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. tambak dan tanah kosong (jenis-jenis penggunaan lahan Kota Surabaya dapat dilihat pada Tabel 4.32 2.982.74 5. Yang paling banyak adalah di wilayah Kenjeran dengan 6 lokasi kumuh. sampai dengan tahun 2001 kawasan terbangun di Kota Surabaya mencapai 63% sedangkan sisanya merupakan kawasan tak terbangun meliputi sawah.784. Tabel 4.46 2.1. Kecamatan Benowo sebelah utara Surabaya yang juga dipesisir pantai dengan 5 lokasi kumuh Mengenai hunian liar. Kondisi Fisik Dari segi penggunaan lahan. rumahrumah kumuh ini sebagian besar berada di dekat pusat kegiatan.4.06 573. maka terlihat bahwa rumah-rumah kumuh di Kota Surabaya paling banyak terdapat di sepanjang pantai dengan mayoritas penduduknya adalah nelayan. pabrik/kegiatan industri. sebenarnya hunian liar identik dengan rumah kumuh.54 15.711.81 99.19 1.38 1.1. Berdasarkan studi yang pernah dilakukan oleh Laboratorium Permukiman ITS.00 10. hanya saja hunian liar merupakan rumah kumuh yang dibangun diatas tanah yang tidak diperuntukkan IV .90 4. Rumah kumuh merupakan jenis hunian yang menempati tanah legal milik pemerintah dengan kondisi fisik yang dapat dikatakan kurang baik dan dalam tata ruang biasa disebut slum.24 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kota Surabaya masih memiliki permukiman dengan kondisi yang kumuh dan liar (hunian liar).75 7. pertokoan. tegalan.808.637.29 32.1 Luas Penggunaan Lahan Per Kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2001 No.00 3.370.26 5. Dari hasil pengamatan.13 1. seperti: di sekitar pasar.75 % 42.95 Sumber: BPN Kota Surabaya.1). 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Tanah Perumahan Sawah Tegalan Tambak Jasa Perdagangan Industri/Gudang Tanah Kosong Lain-Lain Jumlah Luas 13.506.90 918. Dilihat dari kondisi fisik aspek permukiman.26 9.

Hunian liar biasanya dibangun dekat dengan tempat usaha/kerja para penghuninya. Pada 10 tahun sebelumnya (tahun 1990) penduduk Kota Surabaya adalah 2.473. Pebjaringansari.25 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kependudukan Jumlah penduduk Kota Surabaya berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2000 adalah 2. D. IV . Selain tempat-tempat tersebut.22%). Rungkut (Kedung Beruk. Sukolilo (Jangkungan dan Medokan Semampir). maritim. industri dan perdagangan yang mengalami perkembangan pesat. Wonorejo dan Kali Rungkut). Akademi Angkatan Laut (AAL).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan untuk bangunan (misalnya daerah bantaran sungai). dan tempat-tempat yang peruntukan lahannya bukan untuk bangunan. dan disusul sektor jasa. perguruan tinggi-perguruan tinggi terkemuka.272 jiwa. sektor industri memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kota Surabaya (34.Lokasi hunian liar di Kota Surabaya diantaranya terdapat di bantaran sungai Kalimas daerah Benowo dan Rungkut yang didominasi oleh perindustrian. dan hotel (32. pangkalan Armada TNIAL. Gubeng (Ngagel Rejo). perdagangan. masih ada hunian-hunian liar yang tersebar dalam skala kecil seperti: ditepi rel kereta api. Penyebaran hunian liar terdapat di Kecamatan Benowo (Tambak Oso Wilangun).966 jiwa/km². Saat ini Kota Surabaya dikenal sebagai kota budaya. dengan demikian maka pertumbuhan penduduk Kota Surabaya selama kurun waktu 10 tahun tersebut (1990 . kawasan industri dan pusat-pusat perbelanjaan.599.796 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 7. pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai 4. pelabuhan laut. C. pendidikan. Wonokromo (Jagir). Perekonomian Dilihat dari struktur perekonomian. serta Kecamatan Wonocolo (Sidoresmo). Pada tahun 2004.50%.2000) adalah sebesar 0. pariwisata. Surabaya tempo dulu dari ketinggian dan Gedung Grahadi Surabaya memiliki masyarakat yang multi-etnis. obyek-obyek pariwisata yang menarik. Keberadaan hunian liar sangat mengganggu penataan ruang Surabaya.62%).31 %.

2 PDRB Kota Surabaya Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 .707.76 973.40 977.396.1. 6.04 545. Sektor industri pengolahan.492.4.1.16 2.421.32 1. Bappeko menyusun rencana tata ruang IV .719.26 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .52 2.614.176. memberikan kontribusi terbesar bagi PDRB Kota Surabaya. Tahun 2003.996.214. dan sektor perdagangan. 5.91 5.148.396.06 1. 4. Peternakan.101. 9.272. Proses penyusunan rencana tata ruang dikoordinasikan oleh BKPRD yang terdiri dari berbagai instansi terkait diantaranya Bappeko.447. 4.76 1.962. hotel dan restoran. Basuki Rahmat. kawasan bisnis paling strategis di Surabaya Maket jadi jembatan Suramandu Tabel 4.87 1.345.174.181.360.87 4.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1. Kota Surabaya telah mengacu pada Permendagri Nomor 8 tahun 1998 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah.707. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik.52 terhadap PDRB Kota Surabaya (atas dasar harga konstan tahun 1993).562. hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar Rp.962.282.526.18 990.447.17 4.067.1. Pertanian. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.580.132. Pada tahun 2003 sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar Rp.355. 2002 28. Persewaan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Status yang dimiliki Kota Surabaya sebagai kota industri dan perdagangan memang cukup pantas jika dilihat dari persentase kegiatan ekonomi daerah ini setiap tahunnya.95 502.52 4. 2.55 14. 7. Jl.66 4.4. 8.60 2003 27.20 4. 4.495.022. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.320.160.04 dan sektor perdagangan.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Surabaya Dalam proses penyelenggaraan penataan ruang.645.04 1.389. dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Surabaya Dalam Angka. 3.

4. 2 Tahun 1987. Selain itu mengacu juga pada Permendagri No. A. 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah. perguruan tinggi. kelompok minat. tentang Pedoman penyusunan Rencana Kota yang menyebutkan bahwa hirarki perencanaan dalam lingkup kota adalah RUTRK. Rancangan Perda tentang RTRW yang disusun diajukan Walikota untuk dibahas oleh DPRD dan kemudian dijadikan Perda tentang RTRW Kota Surabaya. terdapat juga RDTR dan RTRK yang mengacu pada RTRW dan berpedoman pada RUTR Kota Surabaya. Selain itu Bagian Hukum juga dilibatkan dalam proses legalisasi rencana tata ruang. kelompok profesi. Pedoman penyusunan RTRW Kota Surabaya mengacu pada Permendagri No. dunia usaha. yang menyebutkan bahwa RTRW memiliki hirarki tertinggi. kemudian diikuti dengan penyusunan RDTR dan kemudian RTR. RDTRK dan terakhir RTRK. dan pada saat ini sedang disusun pula RTRW Kota Surabaya untuk tahun 2013.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dengan melibatkan instansi terkait.2. 13 Tahun 1999 tentang Retribusi Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah yang dapat menciptakan potensi untuk mengakomodasi perubahan peruntukan lahan dan itu dapat berarti proses legalisasi dari penyimpangan rencana tata ruang. Disamping produk RTRW Kota Surabaya Tahun 2005 yang ada saat ini. peranserta masyarakat telah diakomodasikan. dan badan hukum. organisasi masyarakat. Dalam proses penyusunan rencana tata ruang Kota Surabaya. masyarakat hukum adat. kelompok orang.1. Pasal 3 Permendagri tersebut menyebutkan bahwa: penyusunan dan penetapan rencana tata ruang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan peranserta masyarakat.27 DI SISI MADURA Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Pengikutsertaan masyarakat ini mengacu kepada Permendagri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata Ruang.1 Perspektif Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Di sisi Jembatan Suramadu DI SISI SURABAYA IV . Produk Rencana Tata Ruang Kota Surabaya Produk dari RTRW Kota Surabaya berupa Buku RTRW Kota Surabaya Tahun 2005. Gambar 4. baik oleh orang seorang. Berkaitan dengan penataan ruang di Kota Surabaya terdapat juga Perda No.

antara tahun 1999 hingga tahun 2001. Persetujuan Dinas Tata Kota diwujudkan dalam bentuk penerbitan syarat zoning yang selanjutnya diteruskan ke Dinas Bangunan untuk memproses IMB. Dari segi transportasi akan dikembangkan sistem transportasi yang terpadu antara darat. perkantoran. maka persoalannya menjadi jelas bahwa setiap pelaksanaan pembangunan fisik di kota Surabaya tidak berpedoman langsung kepada RTRW Surabaya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. Kawasan tersebut akan dikembangkan untuk kegiatan pertokoan. Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Berdasarkan data dari BPN. Hal ini terjadi karena adanya pemekaran Kota Surabaya di bagian timur. perdagangan dan industri). akan dilakukan revitalisasi S. Kalimas. IV . convention centre. yaitu terjadinya pertambahan luas lahan untuk kawasan terbangun (terutama untuk permukiman. Dilain pihak lahan tak terbangun (berupa tanah kosong) mengalami peningkatan. Selain itu dilakukan dalam rangka mendukung pengembangan water front city. salah satunya adalah dengan penerbitan IMB. rekreasi pantai. di mana terdapat permukiman kumuh. pemanfaatan ruang Kota Surabaya mengalami perubahan. dunia fantasi dengan fasilitas parkir. Kalimas sepanjang ± 12 km bertujuan untuk peningkatan kualitas lingkungan dan estetika kota serta kualitas sumber daya air. laut dan udara. IMB sendiri akan diterbitkan oleh Dinas Bangunan setelah permohonan pemanfaatan ruangnya disetujui oleh Dinas Tata Kota melalui sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektural. Apartemen. Dalam rangka penataan S. Jika IMB sebagai dasar pembangunan fisik dilapangan tidak terkait secara langsung dengan RTRW Surabaya. Lahan tak terbangun lainnya (sawah) mengalami penyempitan. Untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas akan dikembangkan angkutan massal dan selain itu akan dibangun jalan tol. Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan penataan ruang Kota Surabaya adalah penyusunan rencana pengembangan Kawasan Jembatan Suramadu. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang.28 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Penataan dan revitalisasi S. hotel. Kampung percontohan Jl. Hal ini terjadi karena lahan tersebut telah beralih fungsi menjadi kawasan terbangun seperti untuk permukiman dan kegiatan komersial lainnya. Bubutan serta Rumah susun Menanggal C. Kalimas.

000 yang dimanfaatkan sebagai IV .Menganti dimana RTRW merekomendasikannya sebagai kawasan mixed use/hunian sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian. Dinas Teknis dan anggota Masyarakat. tindakan yang dapat diberikan adalah sanksi administratif. peninjauan lapangan serta tindakan penertiban yang dapat berupa penertiban langsung dan penertiban tidak langsung. Luasan inkonsistensinya adalah sekitar 220 Ha. sementara aktivitas evaluasi tata ruang justru lebih sering dilakukan. akan tetapi dalam rencana yang telah disusun terdapat beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang dominan. sanksi pidana dan sanksi perdata. Sementara itu ditemukan pula inkonsistensi lainnya disepanjang Jalan Wiyung . Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan pengendalian dan evaluasi tata ruang.18 akan meliputi kegiatan-kegiatan monitoring. 35 Tahun 2001 tentang rincian tugas Dinas Tata Kota yang dinyatakan secara tegas bahwa tugas-tugas perencanaan pelaksanaan dan pengendalian tata ruang dilakukan hanya oleh Dinas Tata Kota Surabaya. Seperti dinyatakan dalam SK Walikota No. Rencana parsial disusun oleh Dinas Tata Kota untuk memenuhi melonjaknya permintaan pengembangan lahan di kota Surabaya.29 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Pada tahapan pengendalian pemanfaatan ruang. Sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektur yang bertugas melakukan pelayanan tata ruang. Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan RDTRK di kota Surabaya mencapai lebih dari 3. Instansi Penyelenggara Perijinan Tata Ruang. pembatasan sarana prasarana dan penolakan ijin. evaluasi dan pelaporan pemanfaatan ruang. Kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang seperti dinyatakan dalam Permendagri Nomor 8 Tahun 1998 pasal 16. misalnya pada pengembangan Kawasan Gunung Anyar. Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Dinas Tata Kota. Sedangkan penertiban tidak langsung dapat dilakukan dengan pengenaan pajak/retribusi. Pada penertiban langsung. Hal ini terlihat sampai saat ini tidak pernah ada catatan aktivitas Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang terkait dengan pengawasan dan pengendalian ruang. Luas inkonsistensinya adalah sekitar 350 ha. maka pihak-pihak yang terlibat antara lain BAPPEKO. Untuk operasional telah disusun rencana parsial. Kedalaman rencana parsial adalah sama dengan RTRK namun produk utamanya adalah peta skala 1 : 1.17.300 Ha. dimana di dalam RTRW arahannya mixed use sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian. Hal tersebut dipertegas dengan adanya Sub Dinas Perencanaan Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan program dan perencanaan tata ruang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pada saat ini rencana tata ruang yang ada di Kota Surabaya tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk menjadi pedoman dan arahan bagi setiap kegiatan pemanfaatan ruang. Di Kota Surabaya kegiatan penataan ruang sebagian besar dilakukan oleh Dinas Tata Kota dan BAPPEKO.

maka diperoleh gambaran mengenai seberapa besar kesediaan/partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Surabaya. Gambaran yang diperoleh adalah: • Sebagian besar responden menjawab bahwa mereka mau berpartisipasi terhadap pembangunan kota.1. Kegiatan pembangunan yang dimaksud. Tetapi jika menyangkut pembangunan yang bersifat kegamaan. mereka mau berpartisipasi tanpa mementingkan segi finansial.2. Jadi dalam hal ini keterlibatan masyarakat terhadap pembangunan lebih ditujukan bagi kepentingan finansial. Tabel 4. bukan dokumen RTRK seperti ketentuan Permendagri No.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan acuan pengembangan lahan di lapangan. hampir semua responden bersedia terlibat. tidak ada perbedaan antara kegiatan yang bersifat rohani atau bukan. keterlibatan terhadap pembangunan selalu dikaitkan dengan segi finansial.00 103. IV . Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan rencana parsial di kota Surabaya mencapai lebih dari 130 Ha.30 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .4.00 5. Khusus untuk Etnis Cina. Pembangunan kota akan mampu melibatkan masyarakat jika pembangunan tesebut memberikan manfaat atau paling tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. apabila pembangunan yang dilaksanakan mampu membuka peluang kerja.70 D. Kesediaan mereka untuk berperanserta dalam kegiatan pembangunan terlihat sangat tinggi. Kegiatan rencana penyusunan parsial baru dimulai tahun 1999 lalu dan sampai sekarang baru 7 kawasan yang telah disusun tata ruangnya. sehingga pelaksanaan pembangunan (pengambilan kebijaksanaan) harus mampu merespon keinginan/aspirasi dan kebutuhan masyarakat. 2 Tahun 1987. karena luasan yang direncanakan dalam format rencana parsial relatif kecil. Berdasarkan hasil wawancara terhadap responden yang dipilih dari kelompok-kelompok masyarakat. Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Kota Surabaya Keberhasilan pembangunan kota sangat tergantung pada keterlibatan masyarakat kota Surabaya. Beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang ditemukan tidak seekstensif dan seintensif inkonsistensi yang terjadi antara RTRW – RDTRK – RTRK.1 Luasan Inkonsistensi Data Ruang RTRW dengan Rencana Parsial Di Kota Surabaya No 1 2 3 4 Jeruk Semolowaru Semampir Kedung Cowek Lokasi RTRW 2005 Hunian Fasum Hunian Hunian Jumlah Sumber : RTRW Kota Surabaya Partial Plan RTH Komersial Fasum Industri Dimensi (Ha) 51.70 17. • Untuk kegiatan pembangunan yang menyangkut lingkungan tempat tinggal.00 30.

Pelayanan bongkar muat di pelabuhan. Bangkalan. memelihara kebersihan kampung.4. Mojokerto.Tingkat kepadatan di Bandara Juanda sudah tinggi. IV . . swakarsa dan tenaga.3 Isu Permasalahan Kota Surabaya • Hidrologi/Pengairan . 4. • Penataan Ruang Penataan ruang berkaitan dengan perencanaan. pembuatan tempat sampah. • Transportasi .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan seperti: membuat jalan kampung.Pelayanan pelabuhan Tanjung Perak sudah padat.Wilayah datar. khususnya container relatif lambat (3 hari). • Utilitas Kota Masih belum terpenuhinya kapasitas dan kualitas utilitas kota yang memenuhi standar (internasional). .1.Kondisi lalu lintas: macet.Sumber air sungai tidak mengalir ke wilayah Surabaya.31 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . . Surabaya dan Lamongan). pengadaan lampu jalan. peringatan hari-hari besar. rendah (pantai) dan menjadi daerah banjir di sebagian wilayah Kota Surabaya . • • • • Perumahan/Permukiman Permukiman Kumuh/liar Sampah dan Pencemaran Banjir/genangan Kebersihan dan Lingkungan Drainase Kota Lingkungan Hidup Masih rendahnya kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan kreativitas masyarakat kota Surabaya. dimana beberapa perencanaan tidak terealisasi antara lain karena keterbatasan dana dan pembebasan lahan.Masih belum memadainya kapasitas dan kualitas pelayanan sistem angkutan massal intra urban (Gresik. hal ini berkaitan dengan terbatasnya lahan untuk pelabuhan. pada umumnya air sungai sudah tidak layak untuk air minum. Untuk kegiatan-kegiatan seperti ini masyarakat akan bersedia secara swadana.

Topografi Ditinjau daerah perbukitan bergelombang dengan kemiringan rata-rata 10-15% dengan relief kurang dari 100 m.57 ha atau 503. Balikpapan memiliki kemiringan lereng yang bervariasi antara 0% (di wilayah pantai) sampai lebih dari 40% di daerah pedalaman yang berbukit.5 Kota Balikpapan 4. Luas wilayahnya 0. sedangkan sisanya berupa dataran landai yang berada di tepi laut. Salah satu tugu di Kota Balikpapan Batas.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4.1.24% dari luas Provinsi Kalimantan Timur.330. dari kemiringan lerengnya. A. Kecamatan Balikpapan Utara. sekitar 85% wilayah Kota Balikpapan merupakan daerah yang berbukit-bukit.batas administrasi Kota Balikpapan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : : : : Kabupaten Kutai Kartanegara Selat Makasar Selat Makasar Kabupaten Pasir Luas wilayah Kota Balikpapan seluruhnya adalah 50. Dalam konteks rencana tata ruang nasional. kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional. Daerah diantara perbukitan umumnya berupa dataran yang sempit. Kondisi Fisik Dilihat dari topografinya.35 km² terdiri dari 5 kecamatan Pada tahun 1997 Kota Balikpapan secara resmi dimekarkan dari 3 kecamatan menjadi 5 kecamatan.1.895% dari luas total wilayah. yaitu: Kecamatan Balikpapan Timur. Kecamatan Balikpapan Tengah. Kemiringan Lereng yang bervariasi IV .19 Ha atau 43.181. Kecamatan Balikpapan Barat.5. Kecamatan Balikpapan Selatan.1 Gambaran Umum Kota Balikpapan merupakan salah satu kota terbesar di Kalimantan Timur dan merupakan pusat pertumbuhan nasional di Kawasan Timur Indonesia. Persentase terbesar luas wilayah dengan kemiringan 0-2% seluas 22.32 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

Wilayah terbangun kota Balikpapan umumnya terletak pada ketinggian 0-80 meter dari permukaan laut.50 (%) 10.133.05 . Ditinjau dari ketinggiannya.578.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Balikpapan yang terletak di tepi pantai.1. Sebagian besar wilayah terbangun kota Balikpapan berada pada ketinggian 20 meter dpl.1.pertokoan Kawasan pertamina Bandara Sepinggan Lapangan Golf Land clearing Pertanian. Potensi air tanah termasuk dalam klasifikasi cukup baik.5.1.1 Penggunaan Lahan Kota Balikpapan Tahun 2005 No 1 Jenis Penggunaan Tanah Pemukiman.65 2 9.1. terdiri dari : Sawah Kebun campuran Kebun kelapa Karet Tegalan Ladang Tambak waduk IV . kota Balikpapan memiliki ketinggian yang beragam dari 0 sampai 100 meter di atas permukaan laut. Potensi hidrologi yang terdapat di kota Balikpapan meliputi air tanah dan air permukaan (waduk dan sungai). terdiri dari : Perumahan Perusahaan Perkantoran. dapat dilihat pada Tabel 4.4 km.33 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih Luas 5.5. Penggunaan lahan Penggunaan lahan di kota Balikpapan sebagian besar didominasi oleh penggunaan lain-lain. Kondisi topografi dan fisiografi wilayah yang berbukit.1 Tabel 4. menyebabkan pola aliran tanah yang terbentuk mengalir dari wilayah bagian utara menuju ke arah bagian selatan kota. Potensi air permukaan berupa Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih kota Balikpapan dengan kapasitas 500 liter/detik dan baru dapat memenuhi kebutuhan air bersih 56% penduduk kota.75 18. B. memiliki garis pantai sepanjang 80. meliputi Teluk Balikpapan dan pesisir yang berhadapan dengan Selat Makassar.

Kota Balikpapan 2005 C. diambil dari Lap. Jumlah penduduk serta kepadatan penduduk per kecamatan tahun 2004 dapat dilihat pada Tabel 4.923 50.34 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .337 23.379 99.018 114.00 Sumber: Bappeda. saluran.1.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk Kota Balikpapan Tahun 2004 No 1 2 3 4 5 Kecamatan Balikpapan Barat Balikpapan Selatan Balikpapan Utara Balikpapan Timur Balikpapan Tengah Total Laki-laki 45.360 537.24 (%) 28.586 26.1. Interim RTRW Kota Balikpapan 2005 IV .425 54.787 47. dengan struktur penduduk yang berlatar pendidikan.053.479 jiwa (Laporan Interim Penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015.1.78 50.5. Kepadatan penduduk dan warga sekitar di Kecamatan Balikpapan Selatan Tabel 4.593 60. terdiri dari : hutan belukar hutan rawa Lain-lain.808 53. pekerjaan dan etnis yang heterogen.894 764 378 500 515 Sumber : Monografi Kelurahan Tahun 2004. terdiri dari : semak alang-alang danau rawa pasang surut jalan.192 285.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan No 3 4 Jenis Penggunaan Tanah Hutan. dan masih memusat di Kecamatan Balikpapan Selatan (± 35% dari jumlah total penduduk).595 100. sungai Total Luas 14. Penduduk Jumlah penduduk mencapai 537. Jumlah penduduk tidak/belum terdistribusi secara merata. tahun 2005).331.2.479 Kepadatan (jiwa/Km²) 170 3.168 251.583 186.204 86.75 21.921 Jumlah 85.558 Perempuan 40.565.5.94 42.35 100.1.

435.325.52 4.816.35 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan Perikanan 2. dimana dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2002 laju pertumbuhan ekonominya sebesar 54. Peternakan. dan Jasa Perusahaan 9. Penggalian dan Pertambangan 3.776. Perekonomian Perkembangan PDRB Kota Balikpapan pada tahun 2002 berdasarkan harga konstan 1993 cenderung mengalami peningkatan.51 29.28 2003 47.104.416.958.971. Keuangan.768. Industri Pengolahan tanpa Migas 4. Tahun 2002.526.17 1.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Balikpapan Sejak diresmikannya sebagai wilayah administrasi pada tahun 1959.1.585. dan jasa perusahaan sebesar 13.88 314.987.291.38 4. Bangunan 6.753.50 32.924.20 985.1. Hotel dan Restoran 7. Perda Kota Balikpapan No 24 Tahun 2000 tentang Bangunan.905.5.266.953.12%. 4.83 Pendapatan Kota Balikpapan pada tahun 2003 sebesar Rp.80 130.5.000. 2002 44. PDRB Kota Balikpapan didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar Rp.99%.84%.823. Gas dan Air Minum 5.878.73%. yaitu : a.72 141. Sedangkan laju pertumbuhan terbesar diberikan oleh sektor keuangan. IV . Listrik.43%. Persewaan.86 123.768 (juta) atau 43.dengan persentase terbesar diterima dari sektor industri pengolahan sebesar 37.39 916.314.049.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D..Tabel 4.392.430. Kota Balikpapan telah memiliki rencana tata ruang yang berdimensi jangka panjang (20 tahun) yaitu tahun 19741994 dan jangka menengah (10 tahun) yaitu tahun 1994 – 2004.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1.1. 1.890.70 293.88 141. Pendapatan per kapita Kota Balikpapan pada tahun 2003 mencapai Rp.232.878. Sedangkan untuk tahun 2002 sendiri pertumbuhan ekonomi naik sebesar 6.25 493. Jasa-jasa PDRB Sumber: Bappeda Kota Balikpapan . Pertanian.69 298. persewaan.262. Pengangkutan dan Komunikasi 8.742. 8. Pemerintah Kota Balikpapan dalam melaksanakan kebijakan penataan ruangnya telah mempunyai beberapa Perda Kota Balikpapan tentang penataan ruang.59 1.180.07 273.00 451.3 PDRB Kota Balikpapan Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 .666. Perdagangan.

2015 RTRW Kota Balikpapan pelaksanaannya dimulai tahun 2004.36 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan b. Dengan visinya tersebut kota Balikpapan sangat tergantung pada aktivitas eksploitasi sumur migas oleh beberapa perusahaan minyak. potensi kelautan Balikpapan cukup besar yaitu meliputi sumberdaya perikanan. Daerah Manfaat Sungai. A. 15 Tahun 2001 tentang RTRW Kota Balikpapan Tahun 2000-2010 c. Perda No. Dalam Penyusunan penyusunannya terdapat 4 hal yang baru penyusunannya yaitu mengintegrasikan tata ruang darat dan laut. Selain memiliki potensi alam migas. mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan pendekatan berbasis pada DAS (Daerah Aliran Sungai) dan prosesnya diperkaya dengan melibatkan publik/masyarakat melalui konsultasi publik. Aktivitas pembangunan tersebut perlu dikelola secara benar sesuai dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu di sisi sebelah utara ke selatan Laut Jawa terbentang pantai yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi pelabuhan samudera. Sehingga aktivitas yang akan terjadi di perairan pesisir dan laut Balikpapan ditambah dengan keberadaan aktivitas di hulu akan sangat besar. sehingga dalam penyelenggaraannya perlu dilaksanakan dengan prinsip lestari. Kegiatan pembangunan di bagian hulu kota Balikpapan selama ini diwarnai dengan kegiatan pembukaan lahan untuk pembangunan pemukiman/perumahan dan kepentingan ekonomi seperti pusat-pusat perbelanjaan serta perkantoran. data yang digunakan berbasis pada sistem informasi geografis (SIG). Oleh karena itu dalam menyusun RTRW-nya. Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai d. Pemerintah Kota Balikpapan menyusun RTRW 2005-2015 dengan muatan materi yang berbeda dan prosesnya yang lain dari sebelumnya. Visi Balikpapan dalam jangka panjang adalah”Terwujudnya Balikpapan Sebagai Kota Industri. yaitu wilayah yang terletak di Selat Makassar dan Laut Sulawesi. Balikpapan merupakan pusat industri pengilangan minyak wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang mensuplai kurang lebih 30% kebutuhan BBM nasional untuk Indonesia bagian timur. masyarakat turut dilibatkan sejak dari awal prosesnya dan prinsip optimalisasi smber daya baik di hulu maupun di hilir. Perda No. 4 Tahun 2002 Tentang Larangan dan Pengawasan Hutan Mangrove Pada saat ini RTRW Kota Balikpapan tahun 2005-2015 sedang disusun untuk menggantikan RTRW Kota Balikpapan tahun 1994-2004 yang telah habis masa berlakunya. Perdagangan. Jasa dan Pariwisata Dalam Nuansa Kota Beriman”. Penyusunan RTRW Kota Balikpapan tahun 2005 . Perda No. 27 Tahun 2001 tentang Garis Sempadan Sungai. Diharapkan dengan peranserta publik/masyarakat melalui konsultasi IV . pesisir dan laut serta industri pariwisata.

sehingga perlu dilakukan pengaturan tata ruang yang sebaik-baiknya. Oleh karena itu tantangan dengan yang dihadapi ialah bagaimana harus mengakomodasikan berbagai kepentingan pengelolaan kawasan pesisir dan pantai yang menjadi kewenangan kota berbagai permasalahan yang dihadapi seperti polusi. d. Pemanfaatan ruang di kota Balikpapan haruslah sesuai dengan kaidah pengelolaan lingkungan/lahan yang baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang sangat merugikan. khususnya wilayah darat. Keberadaan Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan Lindung Manggar yang tetap harus terus dijaga keberadaannya. Pertumbuhan penduduk yang tinggi yang diakibatkan adanya pendatang (migrasi dari luar daerah) di Provinsi Kalimantan Timur termasuk di Balikpapan sebagai konsekuensi bagi daerah yang sedang berkembang. seperti terjadinya longsor dan banjir. dalam pengaturan rencana tata ruang. Kendala limitasi atau keterbatasan wilayah. regional maupun lokal. Oleh karena itu pengaturan tata ruang harus dapat memprediksi pertumbuhan penduduk dan perkiraan jumlah penduduk pada setiap IV . Oleh karena itu rencana tata ruang yang disusun harus dapat mengakomodasikan kepentingan-kepentingan investasi agar dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi warganya. Konsekuensi dari kedudukan tersebut ialah bahwa pembangunan prasarana atau infrastruktur kota setidaknya harus memiliki hirarki pelayanan regional bahkan nasional. Tantangan tersebut antara lain: a. permukiman kumuh. pengrusakan mangrove. Penyusunan RTRW Balikpapan memiliki tantangan yang cukup berat sesuai dengan perkembangan dan kedudukan kota Balikpapan dalam konteks nasional. Kawasan kota Balikpapan 85 % wilayahnya terdiri atas kawasan perbukitan. e.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan publik ini dapat dihasilkan RTRW yang sesuai dengan harapan masyarakat. Sebagai kota yang pernah menduduki peringkat kedua kota paling kondusif untuk investor. yaitu tata ruang yang mengintegrasikan aspek daratan dan aspek pesisir laut (coastal-marine). f. Penyusunan RTRW ini memuat hal yang relatif baru.37 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . maka kota Balikpapan banyak dilirik oleh para investor untuk menanamkan modalnya sesuai dengan potensi kotanya. b. meskipun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan baik dalam substansi maupun prosesnya. kegiatan industri di kawasan pesisir dan lainnya. Oleh karena itu. c. Dalam konteks nasional kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai salah satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional. zoning peruntukan untuk kawasan sekitarnya harus jelas dan tidak boleh bertentangan dengan keberadaan kedua hutan lindung tersebut.

Diskusi dilakukan juga di mushola IV . sehingga tidak terjadi pemusatan penduduk hanya berada pada satu kawasan yang tidak sesuai dengan daya dukung fisik lingkungan dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. lomba bagi pelajar dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan. di mana masyarakat dilibatkan sejak tahap awal perencanaan. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan aspirasi masyarakat. Selain itu diadakan berbagai pameran. Proses Konsultasi Publik Dalam Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Dalam penyusunan rencana tata ruangnya Pemerintah Kota Balikpapan melibatkan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam UU 24 Tahun 1992 dan PP 69 Tahun 1996. Karena pemanfaatan ruang dilakukan oleh berbagai pelaku pembangunan dimana masingmasing dapat berperan sebagai pelaku utama pembangunan. namun juga dalam pengambilan keputusan pemanfaatan ruang oleh pelaku utama masyarakat dan swasta. keterlibatan publik dalam kegiatan yang terkait dengan kebijakan publik akan sangat penting.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan kawasan. Pelibatan masyarakat dilakukan dengan mengadakan konsultasi publik. dilaksanakan oleh masyarakat dan pelaksanaannya diawasi juga oleh masyarakat. Dengan demikian. Kegiatan konsultasi publik dilakukan dengan berbagai kegiatan mulai dari diskusi komunitas kecil sampai dengan diskusi terbuka dengan jumlah peserta yang cukup banyak. B. Jadi. pelibatan masyarakat dan swasta tidak hanya dalam proses pengambilan keputusan pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh pemerintah.38 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . maka pelibatan masyarakat dan swasta dalam pemanfaatan ruang kota berarti mengikutsertakan masyarakat dan swasta dalam perumusan dan penetapan kebijakan yang terkait dengan pemanfaatan ruang perkotaan yang dilakukan oleh pelaku utama. Kebijakan yang berhubungan dengan penataan dan pemanfaatan ruang kota tergolong pada kebijakan publik karena mempengaruhi publik baik secara langsung maupun tidak langsung. Suasana lomba gambar bagi pelajar SD Tentang harapan mereka untuk kotanya.

2. Pemda Kota Balikpapan membangun kemitraan dengan Ditjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP serta Mitra Pesisir untuk menyusun RTRW tersebut. 2005 IV .5. Program / masukan dari masing-masing instansi pemerintah Input awal arahan Pemkot 10 tahun ke depan.39 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Dalam konsultasi publik pelaksanaannya dibantu oleh Mitra Pesisir.1 Tahapan Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Tahun 2005-2015 • Pembuatan Acuan oleh Bappeda • Proposal • Tender Penjabaran Visi Misi Kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tahapan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan dapat dilihat pada Diagram 4.2.5.1. Wilayah berdasar DAS dan Kelompok Kepentingan (Stakeholders) Penelitian Fisik dan Sosek Input Masyarakat PERSIAPAN ARAHAN Pemerintah Inception Report Konsultasi Publik (KP) 1 KONSULTAN Draft Interim Konsultasi Publik (KP) 2 Pembahasan draft interim (Klarifikasi Input) DRAFT FINAL KP Perda LEGALISASI PERDA Sumber : Bappeda Kota Balikpapan. KP melalui media.1. pembagian KP.1. Suasana Pembelajaran dalam proses konsultasi publik dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan Diagram 4.

Mengetahui dan memahami proses pengambilan keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam suatu penataan ruang kota. Mulai aspiratif dalam pembuatan kebijakan pemerintah kota. dalam proses perumusan issue permasalahan kota Balikpapan. d. Mengetahui dan memahami proses perencanaan tata kota secara utuh. IV . - Bagi Masyarakat dan Stakeholder lainnya a.40 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Mulai membuka diri/transparansi dalam proses perencanaan sehingga akan dapat mengurangi terjadinya konflik dalam pelaksanaan/implementasinya. Kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi dalam proses penataan kota. Beberapa hal yang positif tersebut antara lain pemerintah : a. D.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. b. Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan. Beberapa Hambatan Perlunya pelatihan tentang tata ruang wilayah/ kota untuk memberi dasar dalam menjembatani proses konsultasi public ke masyarakat Keterbatasan keterlibatan narasumber. Keuntungan/Hal – Hal Positif Bagi Pemerintah Pelaksanaan Kegiatan Konsultasi Publik (KP) dan Penyusunan RTRW dirasakan sebagai suatu hal yang positif dan merupakan implementasi dari Komitmen Pemerintah Kota untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (Good Governance). Akomodatif pemerintah terhadap pendapat dan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat. c. c. d. sehingga mengurangi kesenjangan antara masyarakat dengan Suasana dalam pelaksanaan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan. Masyarakat dan Swasta ditempatkan sebagai salah satu stakeholder dalam proses penataan kota. b.

Kawasan perlindungan setempat.049. c. e. Di kota Balikpapan terdapat 2 kawasan lindung yaitu Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Balikpapan Utara seluas 9.41 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik masyarakat. peningkatan meningkatnya jumlah kepercayaan yang masyarakat terhadap dalam masyarakat berpartisipasi pembangunan. F. kawasan sekitar mata air dan kawasan terbuka hijau kota. terdiri atas kawasan sempadan sungai. dan perubahan sikap menjadi lebih peduli pada setiap langkah pembangunan Kemauan untuk terbuka dalam memberikan informasi dan keterangan pembangunan oleh Pemerintah akan membuahkan hasil pada bertambahnya wawasan dan pengetahuan Pemerintahan. Faktor ketepatan memilih perwakilan dan proses penggalian ide dan masukan menjadi penting karena akan berpengaruh pada keterwakilan suara kelompok masyarakat serta kualitas ide dan masukan yang diberikan. Kawasan rawan bencana. Kawasan suaka alam hayati dan cagar alam. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya. Dengan proses ini diharapkan akan meningkat kepercayaan dirinya. Dalam kawasan HLSM IV . yaitu hutan lindung. Metodologi KP terdahulu memungkinkan aspirasi dari para stakeholder kurang terarah E.8 Ha dan kawasan Hutan Lindung Sungai Manggar (HLSM) yang termasuk dalam Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur dengan luas 5.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya alat Bantu yang memudahkan proses KP. dan berkurangnya pelanggaran terhadap peraturan perundang- . Kawasan lindung di kota Balikpapan meliputi: a. d.782.5 Ha. leaflet dll (terutama bagi masyarakat umum). seperti : peta. kawasan sekitar danau/waduk. undangan. Dalam menetapkan kawasan lindung yang dijadikan acuannya adalah Keppres 32/1990. Ruang terbuka kota/taman. Kesimpulan Pembelajaran Proses Konsultasi Publik Proses konsultasi publik adalah salah satu cara melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi masyarakat secara aktif dalam pembangunan. Pemanfaatan Ruang di Kota Balikpapan Pemanfaatan ruang meliputi pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya dan kawasan lindung. sempadan pantai. gambar. meningkatnya kualitas dan kunatitas masukan yang diberikan untuk pembangunan. ditandai dengan adanya peningkatan jumlah masyarakat yang berpartisipasi. b.

selain itu terdapat sawah. sehingga mengakibatkan terjadi perubahan fungsi lahan menjadi tegalan. Belum adanya batas penegasan hutan lindung dan kawasan penyangga (buffer zone). Pengalihan fungsi lahan. Penggunaan lahan HLSW didominasi oleh hutan primer (49 %) dan alang-alang (43.3%). Hutan Lindung DAS Manggar sebagai salah satu penyangga kota Balikpapan yaitu sebagai daerah tangkapan air untuk Waduk Manggar. Belum ada jalan inspeksi dan masyarakat yang bermukim di sana berbatasan langsung dengan hutan lindung. Wain. Masyarakat melakukan kegiatan perambahan kawasan areal berhutan dengan melakukan penebangan liar dan perladangan. HLSM meskipun tidak sepopuler S.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan berada Waduk Manggar yang menjadi salah satu pemasok air bersih untuk warga kota Balikpapan.9%). tetapi sangat strategis karena mensuplai kebutuhan air bersih kota Balikpapan yaitu bagi 70 % penduduk kota.42 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Jalan inspeksi berfungsi untuk pengawasan dan pengendalian terhadap penduduk yang bermukim secara sporadis. Penggunaan lahan di kawasan tersebut berupa hutan lindung. kebun campuran serta sawah semakbelukar/alang-alang. IV . Permasalahan tersebut dapat mengganggu fungsinya sebagai hutan lindung. Kawasan Hutan Lindung di Balikpapan Permasalahan pada kawasan hutan lindung di kota Balikpapan adalah : Rawan kebakaran hutan. Penambangan batu bara di sekitar hutan lindung yang berakibat rusaknya dan hilangnya air tanah di kawasan Waduk Manggar. Wain dengan Sub DAS Bugis. sehingga masyarakat belum tahu persis keberadaan dan fungsi hutan lindung. Penebangan liar. Kawasan HLSW merupakan DAS S. ladang dan hutan mangrove (0. meskipun demikian pada kawasan ini terdapat penduduk yang bermukim baik di sekitar maupun di dalam kawasan hutan.

• Hutan kota berfungsi sebagai : Paru-paru kota. Rawan erosi akibat pembukaan lahan.2920 Ha. Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota. Sebagai pelindung keberadaan cadangan air. masih jauh dari standar berdasarkan PP No. dan musim kemarau lahan tersebut kering dan rawan akan kebakaran Di Balikpapan terdapat 14 hutan kota dengan luas total 62. Hutan Kota di Balikpapan • Permasalahan berkaitan dengan hutan kota : Terjadinya kebakaran hutan dan pemukiman penduduk dalam kawasan hutan kota. Sepinggan seluas 0. Tempat hidup/habitat bermacam-macam hewan. yang terdiri dari 5 jenis : • Hutan kota Hutan mangrove Hutan wisata/wana wisata Agrowisata Green belt kawasan Belt Unocal Balikpapan Luas hutan kota tersebut bervariasi.12 % dari luas total. 63/2002 yang menyatakan bahwa hutan kota luasnya 10 % dari wilayah perkotaan.43 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai. yang terluas Selatan seluas 29. Luas total hutan kota hanya 0. Pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan lingkungan yang melewati hutan kota.574 Ha dan yang terkecil hutan kota di Kel. agro wisata dan lainnya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Pada musim hujan terjadi erosi.4071 Ha. Penyeimbang ekologi kawasan maupun kota. Terjadinya lingkungan. misalnya taman wisata alam. industri dan pembangunan infrastruktur tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung IV . Potensial sebagai kawasan wisata. perumahan. konversi lahan menjadi permukiman. Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota. mengakibatkan terjadinya kerusakan ekologi hutan kota.

diantaranya : Kawasan pantai di kota Balikpapan kawasan permukiman terutama nelayan dan merupakan kawasan permukiman lama. Kawasan lindung lainnya yaitu sempadan sungai. di mana terdapat 19 buah sungai di kota Balikpapan dan sebagian sungai menjadi sumber air baku bagi air minum penduduk kota.44 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Berbagai permasalahan berkaitan dengan ruang pantai akibat pemanfaatan tersebut. Pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan. Sungai di Kota Balikpapan berfungsi pula sebagai alat transportasi air Permasalahan yang berkaitan dengan sistem drainase di kota Balikpapan yaitu terjadi banjir dan genangan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat. Misalnya di DAS Ampal yang sebagian telah berubah fungsinya menjadi kawasan perumahan. kawasan wisata. Pemanfataan ruang sepanjang pantai sebagai kawasan konservasi. Selain itu prasarana pada DAS belum tertata dengan baik. Pendangkalan di muara sungai di Balikpapan. Pesatnya pembangunan kota. Kota Balikpapan terletak di tepi pantai. karena masih merupakan drainase alam yang tidak beraturan. antara lain disebabkan : Profil saluran belum teratur. yang mengakibatkan terjadinya banjir. Eksploitasi yang telah dilakukan belum diikuti dengan kegiatan reboisasi yang seimbang. mengakibatnya terjadinya alih fungsi lahan di kawasan DAS sungai. sebagai pelabuhan. Saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.4 km. Rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran. kawasan industri dan IV . dan memiliki garis pantai sepanjang 80. Kawasan lindung merupakan sempadan pantai sepanjang 100 meter. tambak.

Bagian hilir DAS Wain dimanfaatkan industri. Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kawasan permukiman cenderung kumuh. Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Balikpapan selatan. Hilang dan rusaknya tanaman pantai di pantai selatan Balikpapan. Kapasitas waduk belum mampu mencukupi kebutuhan air bersih. Kawasan suaka alam di kota Balikpapan merupakan hutan mangrove. penahan amukan angin topan. pencegah intrusi air laut dan terutama sebagai pendukung kehidupan biota laut. Kawasan suaka alam di Kota Balikpapan IV . penyerap limbah. Kawasan sempadan waduk berfungsi mengamankan waduk yang terdapat di kota Balikpapan. Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota. potensi sebagai pengembangan wisata air dan budidaya perikanan. kawasan penyangga waduk Balikpapan mengalami pengurangan. yang terdapat di sepanjang garis pantai (15 mil) dan berfungsi sebagai penahan abrasi. Fungsi waduk selain sebagai sumber air bersih juga sebagai pengendali banjir kawasan perkotaan. Akibat perluasan dan pengembangan waduk Manggar.45 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Waduk yang digunakan sebagai sumber air bersih dan pengendali banjir sebagai waduk penampung air untuk menampung kebutuhan air bersih dan juga untuk kegiatan Permasalahan yang berkaitan dengan waduk antara lain adalah: Waduk sangat bergantung pada besar kecilnya kapasitas air hujan. Terjadinya abrasi pada kawasan pantai di permukiman nelayan Manggar dan pantai Lamaru.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove. Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah. Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong bukit (cut & fill). Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan. Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas di perbukitan terutama Kecamatan Balikpapan Barat dan Timur. yang diakibatkan antara oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu. Kawasan perbukitan dengan tingkat pelapukan tinggi juga merupakan daerah rawan erosi. Abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut. Ketidaklancaran aliran sungai. permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit di seluruh wilayah kota IV . Banjir. gelombang. kayu bakar dan arang. tingkat erosi/longsor sangat tinggi karena lapisan tanah pada umumnya terdiri dari tanah alluvial dan pasir dengan butir sangat mudah lepas. Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam. angin dan lainnya. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan. fisik lahan untuk kawasan industri. permukiman. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. arus. Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga. akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. industri dan eksploitasi tak terkendali. Kepemilikan lahan. Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak. Selain itu di Kota Balikpapan terdapat berbagai permasalahan di kawasan rawan bencana yaitu : Kawasan lahan kritis atau daerah bencana akibat erosi. longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi. Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air.46 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Curah hujan yang terlalu tinggi. Penyiapan Balikpapan. Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir. Hilang/punah/pindah-nya primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosistem mangrove.

Perikanan tangkap terutama terkonsentrasi di sepanjang pesisir Balikpapan. Kawasan permukiman di kota Balikpapan diklasifikasikan : Permukiman nelayan di atas air/pantai. Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air. Perlu pengaturan debit air irigasi sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan air. yang diakibatkan : Persentase hujan kurang. Kegiatan perikanan meliputi perikanan tangkap dan budidaya. Sedangkan perikanan darat yang berada di darat dalam bentuk tambak. sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air. kawasan wisata. Perlu pemeliharaan sumber air untuk kelangsungan irigasi. Pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya pertanian cukup menonjol di kota Balikpapan.47 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kawasan industri Kawasan pariwisata Kawasan khusus. perkebunan. Kawasan budidaya meliputi : Kawasan budidaya sektoral meliputi kawasan pertanian. Penggunaan lahan sebagian untuk sawah dan bukan sawah yaitu tanaman palawija serta sayuran. peternakan dan perikanan. Permasalahan yang berkaitan dengan kawasan ini adalah : Terdapat lahan pertanian dan holtikultura yang terletak di lokasi strategis seperti di jalan utama. baik di pantai. Keberadaan kawasan ini sebagai lahan cadangan perkotaan. Kawasan permukiman Kawasan perdagangan dan jasa Kawasan perkantoran. mengingat wilayah yang belum terbangun masih cukup luas.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kebakaran hutan. Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah. dengan kondisi : IV . Akses untuk menjual hasil pertanian masih kurang. Kekeringan. tepi sungai maupun darat. Mengendalikan permukiman dan budidaya lainnya. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.

jauh dari sistem dan hirarki pelayanan kota. terdiri dari: Permukiman berpindah. Pola permukiman teratur. Merupakan permukiman ilegal. merupakan cikal bakal pertumbuhan suatu kawasan. dengan sarana dan prasarana yang memadai Permukiman instansi/perkantoran swasta/pemerintahan Permukiman real estate/developer Permukiman swadaya masyarakat dalam kota Permukiman transmigrasi Salah satu permukiman di darat dan permukiman di atas air Potensi dan permasalahan permukiman di atas air : Terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali IV .48 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tumbuh secara sprawl linier mengikuti garis pantai dan sungai. Terdapat di : Pantai Balikpapan Selatan Pantai Balikpapan Barat. Umumnya merupakan hunian lama/asli. Permukiman cenderung berpindah-pindah. Cenderung tumbuh memanjang sepanjang garis pantai dari batas jalan kota sampai batas kedalaman pantai yang masih memungkinkan didirikan bangunan. Permukiman industri/pabrik. cenderung tidak tertata/kumuh. tumbuh tidak teratur baik berkelompok maupun perseorangan. Permukiman di darat. Terletak di pinggir kota. Perumahan terencana dan disiapkan untuk kebutuhan karyawan pabrik. Permukiman berladang. Pantai Balikpapan Timur. umumnya terdapat di dalam hutan atau di sekitar hutan.

Kondisi sosial budaya . persampahan. Pada kawasan perkotaan di mana nilai tanah sangat tinggi menyebabkan kepadatan permukiman sangat tinggi. Fasos dan fasum yang ada kurang memadai. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai. Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan perumahan yang kurang memperhitungkan kondisi lingkungan. Permukiman nelayan umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas. menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensuplai kebutuhan penduduk akan ikan. IV . Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayani infrastruktur/prasarana kota (jalan. drainase. Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna. cenderung jadi permukiman kumuh. kecuali permukiman di atas air di Kecamatan Balikpapan Timur (Manggar) yang berada di tepi jalan utama kota Balikpapan. Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan. lain dengan permukiman instansi/industri/real estate dan permukiman swadaya.air bersih.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan melalui laut. Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. sehingga dapat menimbulkan bencana (misal longsor. Permukiman tumbuh cenderung kumuh dan akan menimbulkan kerawanan sosial. banjir dan lainnya). Permukiman berpindah sangat merusak lingkungan serta terdapat di dalam hutan. Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. limbah/sanitasi). Potensi dan permasalahan permukiman darat : Pemukiman berpindah kurang terintegrasi dengan sistem pelayanan kota. Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana. belum dikelola secara terencana. Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan. Misalnya kawasan Margasari merupakan cikal bakal kota Balikpapan.49 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan kurang didukung oleh penyediaan fasos dan fasum oleh Pemda.

karena di beberapa lokasi menempati bahu jalan atau trotoar. Permukiman yang berada di kota banyak mengalami perubahan fungsi menjadi kawasan perdagangan Kawasan perdagangan meliputi perdagangan tradisional. Permasalahan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut. Sebaran pasar tradisional sudah cukup merata. Perdagangan informal cenderung belum tertata dan mengganggu aktifitas pergerakan. Sebaran pertokoan besar sebagian terpusat di Kecamatan Balikpapan Selatan yang merupakan kawasan pusat kota. dari yang kurang representatif atau rusak. Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. Kondisi bangunan bervariasi. hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Di kota Balikpapan terdapat permukiman lama yang tertata dengan baik. Permasalahan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir. Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada. Perdagangan di kota Balikpapan yang berkembang terutama perdagangan eceran. Menimbulkan masalah memacetan transportasi. Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak. Kotor dan kumuh. sehingga banyak pedagang yang berjualan di lahan parkir dan tepi jalan. Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang. KDB dan KLB). Kawasan perkantoran industri terletak di kawasan industrinya. modern dan perdagangan informal.50 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kawasan perkantoran di Kota Balikpapan bersatu dengan kawasan perdagangan dan jasa serta kawasan perumahan. Salah satu kawasan perkantoran di Kota Balikpapan Salah satu kawasan perdagangan di Kota Balikpapan IV . Tidak ada TPS. yaitu kawasan perumahan Pertamina. Konsentrasi kawasan perkantoran terutama di jalan utama pusat kota.

Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pengendalian pemanfaatan ruang di kota Balikpapan dibawah koordinasi Bappeda Kota Balikpapan. Dalam proses perijinan kota Balikpapan menggunakan sistem satu atap (one door policy). G. terdiri dari berbagai obyek : Pantai. Hutan dan taman alam. Bangunan unik. terletak di tepi panyai sepanjang jalan Yos Sudarso di areal seluas 250 Ha. monumen. Untuk menampung industri kecil yang tersebar di berbagai kawasan. Masyarakat kota Balikpapan dilibatkan dalam proses pengendalian pemanfaatan ruang. dibahas di Bappeda. Pengawasan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Penataan Kota dan Permukiman serta BPLH untuk permasalahan lingkungan hidup. Tugu. Ijin prinsip dikeluarkan oleh Walikota. dengan melakukan kontrol terhadap kegiatan penataan ruang. Pusat kegiatan. Keadaan Buruh Industri dan Kawasan Industri di Kota Balikpapan Kawasan pariwisata di kota Balikpapan. IV . sehingga dengan dipusatkan diharapkan tidak akan terjadi pencemaran lingkungan.51 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sanksi yang diberikan untuk pelanggaran berupa pembongkaran serta sanksi administratif. Ijin site plan (RTBL) dikeluarkan oleh Dinas Penataan Kota dan Permukiman. tempat bersejarah. Kemudian apabila sesuai dengan RTR baru ijin dikeluarkan. Kawasan industri pendukung pengelolaan tambang/migas di kawasan Batakan Kawasan khusus industri yang dikelola secara terpadu yaitu Kawasan Industri Kariangau (KIK).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kawasan industri di kota Balikpapan terdiri dari : Kawasan industri kilang minyak milik Pertamina. sedang dilakukan relokasi industri pengrajin tahu tempe di daerah Penajam. Dalam proses pengesahan site plan Bappeda dan PU dilibatkan.

infrastruktur tidak memenuhi persyaratan. mengingat dalam pada saat ini masyarakat sudah dilibatkan dalam proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan. Kawasan ini tadinya merupakan permukiman kumuh. Diresmikan pada tanggal 27 Mei 1997 oleh Walikota Balikpapan. Dengan konsolidasi lahan penduduk menyumbangkan sebagian tanahnya untuk fasilitas permukiman seperti jalan setapak serta ruang terbuka. Kegiatan ini merupakan proyek percontohan peremajaan perumahan kawasan kumuh dan menjadikan sungai sebagai halaman depan rumah. Dalam perbaikan lingkungan ini dilakukan dengan jalan konsolidasi lahan serta tidak ada penggusuran terhadap penduduk. Kelurahan Gunung Sari Ilir Bersama dengan masyarakat membuat rencana kerja (1) Swadaya masyarakat di dalam proses pengerjaan (2) Pemukiman di bantaran sungai yang belum tertata (3) Pemukiman setelah melalui proses penataan (4) IV . agar masyarakatnya turut serta dalam proses penataan ruang. Masyarakat baik melalui LSM bisa setiap waktu datang ke kantor Bappeda untuk berdiskusi mengenai permasalahan penataan ruang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam pengendalian pemanfaatan ruang perlu menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota serta mengendalikan pertumbuhan penduduk dan konsentrasi pembangunan kawasan terbangun dan permukiman di kawasan pesisir (Kota Balikpapan). Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan Ruang Pemahaman masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang sudah cukup baik. Peremajaan perumahan ini menjadikan sungai sebagai halaman rumah mereka. Proyek Peremajaan Perumahan Kota Kelurahan Gunung Sari Ilir Kecamatan Balikpapan Tengah. Pemerintah Kota Balikpapanpun melibatkan masyarakat dalam kegiatan penataan ruang. Beberapa contoh kasus dalam pelibatan masyarakat di kota Balikpapan : Konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015. dengan kepadatan yang cukup tinggi.52 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . H. sehingga kondisi sungai akan tetap terjaga kebersihannya. Dalam koran setempat ada sebuah rubik tentang kegiatan penataan ruang di Kota Balikpapan. Dalam kegiatan ini penduduk dilibatkan sepenuhnya mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunannya. Proses Proyek Peremajaan Perumahan Kawasan kumuh.

1. • Untuk bidang transportasi. Tumpang tindih pemanfaatan dengan daerah eksplorasi minyak. sehingga akan menjadi salah satu masukan bagi RTRW . karena ada berbagai isu dan permasalahan. sehingga masyarakat setempat akan memegang peranan penting dalam proses perencanaan sejak dari awal. antara lain : a.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Partisipasi masyarakat dalam merintis Daerah Perlindungan Mangrove dan Laut (DPML) di Kelurahan Teritip Partisipasi masyarakat memegang peranan penting dalam pengelolaan kawasan konservasi. sehingga tidak akan menimbulkan/menambah permasalahan di masa yang akan datang. Inisiatif pembentukan DPML bersamaan dan dalam rangka mendukung proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Pembentukan DPML di Kelurahan Teritip. c. memiliki hutan mangrove yang perlu dilindungi keberadaannya. yaitu perlu segera adanya pembenahan dalam hal kepemilikan lahan. f. Penebangan magrove secara liar. yaitu perlunya pertimbangan yang matang terhadap dampak yang akan ditimbulkan jika akan melakukan reklamasi pantai. • • Kepemilikan lahan. • Pengembangan Jalan Trans Kalimantan IV . Kerusakan terumbu karang akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dan penambangan karang. sehingga arus lalu lintas bisa menyebar. Pendangkalan sungai. g. Pengelolaan kawasan tanpa melibatkan masyarakat sering menemui kegagalan. Penataan kawasan pantai Balikpapan dengan jalan reklamasi pantai mulai dari Pelabuhan Semayang hingga Bandar Udara Sepinggan sepanjang 8 km dengan lebar 500 m ke arah laut. b.5. Dalam hal ini Balikpapan yang terletak di pantai. 4. jaringan jalan linier yang hanya tertuju atau melalui pusat kota akan menimbulkan kepadatan. Pencemaran lingkungan. sebab pantai merupakan milik publik dan publik juga berhak untuk menikmatinya. Dan juga perlu dipikirkan mengenai pembangunan jalan lingkar. e.53 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . kemacetan di daerah-daerah tertentu. Abrasi pantai.3 Isu Permasalahan Kota Balikpapan Di Kota Balikpapan isu permasalahan yang dapat diperoleh dan diantisipasi adalah dalam hal: • Penggunaan lahan/pembangunan di tepi pantai. d.

Diikutsertakannya masyarakat dalam proses pembangunan/penyelenggaraan penataan ruang.1 Gambaran Umum Kota Pontianak A.1. Kota Pontianak dilintasi oleh garis khatulistiwa yaitu pada 0º 02’ 24” Lintang Utara . terdapat juga hal-hal positif yang dapat dicontoh. Kecamatan Sungai Kakap dan Kecamatan Siantan.54 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu sudut Tugu Khatulistiwa . perumahan kumuh. Luas wilayahnya adalah 10. Kondisi Umum Kota Pontianak merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • • • • • • • • • • Rencana pengembangan Bandara Sepinggan Pengembangan Kawasan Industri di Kariangau Pengembangan Pelabuhan Kontainer/Cargo di Kariangau Perubahan jalan minyak di kawasan Pertamina Balikpapan Penataan Kawasan Permukiman Atas Air di Balikpapan Barat Penyusunan dan Penataan Kawasan Teluk Balikpapan Mengintegrasikan tata ruang laut dengan tata ruang darat Konversi kawasan Mangrove di Kariangau untuk kawasan Industri Kerusakan Mangrove di Kawasan Teritip.6 Kota Pontianak 4.6. transportasi (kemacetan) Selain permasalahan yang perlu diantisipasi.Sebelah Selatan : . yaitu: .0º 05' 37” Lintang Selatan dan 109º 16' 25” 109º 23' 01” Bujur Timur. antara lain: • • Keterbukaan aparat pemerintah pemerintah dalam memberi informasi mengenai pengembangan kotanya.782 Ha. sehingga diharapkan memperkuat rasa kepemilikan terhadap kotanya.1. Lamaru. IV . Manggar untuk kegiatan pertambakan Terjadinya abrasi pantai kawasan Manggar Kerusakan Mangrove di kawasan tepi sungai Somber Kawasan Rawan Bencana Patahan terletak dikawasan perkotaan Permasalahan drainase. terdiri dari 5 Kecamatan dan 24 kelurahan. Batas-batas administrasi Kota Pontianak. 4. sampah.Sebelah Utara : Kecamatan Siantan Kecamatan Sungai Raya.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan . maupun darat.93 ha (27. Dengan ketinggian seperti ini.60 ha (53. sehingga sangat potensial untuk pengembangan kawasan budidaya. baik melalui udara. yang sebelumnya pada tahun 1998 penggunaan lahan untuk kebun karet dan kebun campuran merupakan pengguna lahan tertinggi. laut/sungai.55 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Dari kedua indikator topografi ini dan ditunjang dengan keberadaan dua buah sungai besartergambar dengan jelas bahwa wilayah Kota Pontianak relatif datar.953.86%) – jauh di atas penggunaan lahan untuk perekebunan karet dan kebun campuran sebesar 2. Selain itu juga mendatangkan kemudahan dalam pengembangan kawasan budidaya. baik berupa kawasan pertanian. Adapun kemiringan lahan di Kota Pontianak seluruhnya berkisar 0 . Kota Pontianak dapat dikategorikan sebagai kawasan budidaya.4%). berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan nasional Provinsi Kalimantan Barat terlihat bahwa sebagian besar penggunaan lahan di Kota Pontianak pada tahun 2003 sudah mengalami perkembangan. permukiman maupun kawasan berbagai aktivitas produktif lainnya. B. perindustrian. Kota Pontianak tampak dari Udara/atas IV . Kondisi Fisik Kondisi topografi Kota Pontianak secara umum terletak pada ketinggian 0. dimana sebagian besar diperuntukkan bagi perumahan sebesar 5.807.Sebelah Barat .50 m di atas permukaan laut. Sistem drainase di Kota Pontianak dapat dikatakan belum begitu bagus.10 – 1. Akan tetapi.Sebelah Timur : : Kecamatan Sungai Kakap Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Ambawang (seluruh kecamatan di atas termasuk dalam wilayah Kabupaten Pontianak).2 %. di sisi lain. maka Kota Pontianak mengalami kesulitan dalam pengembangan sistem drainase. Untuk penggunaan lahan. Disatu sisi kondisi seperti itu mudah diakses. karena daerah yang relatif datar. sehingga apabila air laut pasang hampir separuh dari luas wilayah Kota Pontianak tergenang oleh air pasang.

667 50.894 1.54% dan terkecil untuk Kecamatan Pontianak Utara mencapai 30.8 119.782 (%) 53.1 Jenis Penggunaan Lahan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan Permukiman Perdagangan dan Jasa Perkantoran Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Industri dan Pergudangan Kebun Karet dan Campuran Hutan Lainnya/sungai dan parit Total Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka.782 Jumlah Rasio Rasio Penduduk [(1)/(2)]*100 (3)/(1) (Jiwa) (3) (4) (5) 116.18 90.891 10.54 31.4 2.34 100 Secara keseluruhan. intensitas penggunaan lahan di Kota Pontianak menunjukkan kinerja yang cukup bervariatif (Lihat Tabel 4. IV .807.847 478.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.800 44.6.1.289 311 1. 2003 Luas (ha) 5.08 69.6. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa dari segi keruangan.995 3.1.266 96. maka rasio terbesar terjadi di Kecamatan Pontianak Selatan.4 Kecamatan Pontianak Selatan Pontianak Timur Pontianak Barat Pontianak Utara Kota Pontianak Sumber: Kantor Wilayah BPN Prov.4 81.44 10.2 Perbandingan Luas Lahan Terbangun dengan Luas Wilayah dan Penduduk Di Kota Pontianak.1.86 1.1.18%.225 1.184 4. Olahan Peta Penggunaan Lahan 1999/2000.953.43 37.8 168.97 6.2 ) Tabel 4.13 2.64 27.43%.5 160.1.17 683.009 Luas Wilayah (ha) (2) 2.1.56 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . yakni mencapai 44.002 2.020 206. Kalbar.36 565.90 30.60 133.24 1.25 0. Apabila dirinci untuk setiap kecamatan.22 5.93 320.31 131.6. Tahun 1998 Lahan Terbangun (ha) (1) 1. besarnya rasio antara luas lahan terbangun dan luas lahan administratif di Kota Pontianak pada Tahun 1998 adalah 37.04 40.

sedangkan akademi/D1-D3 adalah pendidikan terendah yang ditamatkan yaitu berjumlah 11. hal ini berarti bahwa telah terjadi peningkatan penduduk selama 3 tahun terakhir (tahun 2000-2003) yaitu sebesar 2% pertahunnya.10 2.017 jiwa.19 100 IV . Kependudukan Jumlah penduduk tetap Kota Pontianak hasil Pendataan Pemilih dan Pendaftaran Penduduk Berkelanjutan kondisi tahun 2003 berjumlah 492.56 4.54 28.534 jiwa. Dengan kata lain.35 22.683 126.460 jiwa dengan pendidikan terbesar yang ditamatkan adalah tamatan SLTA yaitu berjumlah 126.495 jiwa.990 jiwa. Kepadatan penduduk Kota Pontianak pada tahun 2000 yang sekitar 4.57 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .017 11.820 448.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 Pendidikan yang Ditamatkan Tidak Sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SLTA Akademi/D1-D3 Perguruan Tinggi Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003.1.834 69.11 19. Bentuk Kesenian Masyarakat di Kota Pontianak Meriam Karbit Di Tepi Sungai Kapuas Perahu Lancang Kuning Jumlah penduduk Kota Pontianak berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan berjumlah 448.146 85.14 15.495 18.10%. sedangkan dari hasil Sensus Penduduk tahun 2000 penduduk kota Pontianak berjumlah 464. Tabel 4.308 jiwa/Km2. kepadatan penduduk Kota Pontianak periode 1990–2000 meningkat sebesar 629 jiwa/Km2 atau bertambah sebesar 17.1.460 % 8. Jumlah 37.465 99.3 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan Di Kota Pontianak.6.

715 jiwa. Sektor jasa-jasa yang mengalami peningkatan peran dalam pembentukan PDRB tahun 2003 antara lain adalah sektor perdagangan.4 Jumlah Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Lapangan Pekerjaan Pertanian Pertambangan Industri Listrik.044 166 13.58 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Nilai PDRB (atas dasar harga konstan tahun 1993) pada tahun 2003 sebesar 2. Restoran dan Rumah Makan Angkutan dan Komunikasi Bank dan Lembaga Keuangan Jasa dan lainnya Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Untuk jumlah penduduk yang bekerja.947 484 14. Perhotelan.28 8.31 % IV .6. Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan yang cukup nyata dan di atas rata-rata hanya sektor perdagangan. Hampir seluruh sektor ekonomi pada tahun 2003 mengalami pertumbuhan.83 8.3 % dari jumlah penduduk di Kota Pontianak. hotel dan restoran yang meningkat perannya dari 22. restoran dan rumah makan adalah lapangan pekerjaan terbesar yaitu 60.1. hotel. Gas dan Air Minum Bangunan dan Kontruksi Perdagangan.234 milyar rupiah. Tabel 4.55%.19 31.72 % pada tahun 2002 menjadi 24. sedangkan terendah bekerja pada sektor pertambangan sebanyak 166 jiwa. Perekonomian Berdasarkan penghitungan PDRB atas dasar harga konstan tahun 1993.09 8.72 2.812 55.67 100 D.02 0.715 15. pada tahun 2003 di Kota Pontianak terdapat 173.830 jiwa penduduk yang bekerja yaitu 35.159 3. Sebagaimana layaknya daerah perkotaan.44%. perhotelan. Jumlah 10.830 % 5.31 34. Lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.44% dan sektor industri pengolahan sebesar -0.1.78 0. dan restoran sebesar 13.054 173. dimana lapangan pekerjaan perdagangan. sedangkan yang lainnya pertumbuhannya dibawah rata-rata bahkan ada sektor yang mengalami penurunan antara lin adalah sektor bangunan sebesar -1. maka pergeseran sektor dari sektor produksi ke sektor jasa juga terjadi di Kota Pontianak.01 %.448 60. laju pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak tahun 2003 adalah sebesar 4.

Pengangkutan dan Komunikasi 8.191. Perdagangan.953. Pertambangan dan Penggalian 3.47 2003 12. Bangunan 6.816.59 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .445. kelembagaan yang menangani proses perencanaan tata ruang adalah Bappeda dan Dinas Tata Kota Pontianak.99 47. Banyaknya perkembangan spasial dan aspasial yang tidak lagi terakomodasi dalam RUTRK Pontianak Tahun 1994-2004. Selain itu terdapat juga RDTRK Kecamatan Pontianak Barat Tahun 2002 dan sudah diperdakan (Perda No.59 594.- Tabel 4.233.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Pontianak A.67 259. 4 Tahun 2002).75 42.701.1.963.404.501. Pertanian 2.511. dan jasa perusahaan yang meningkat perannya dari 10.798.707.152.822.95 293. begitu juga sektor keuangan. Lapangan Usaha 1.293. dan Air Minum 5. Produk yang dihasilkan dalam proses perencanaan adalah Buku Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Pontianak Tahun 2002 yang merupakan revisi dari RUTRK Pontianak Tahun 19942004.510.285.1.36 450. 2.812. Persewaan & Jasa Perusahaan 9.770. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Pontianak pada tahun 2003 sebesar Rp 4. Keuangan.148.77 578. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Pontianak Dalam penataan ruang di Kota Pontianak.59 4.47 2. Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka.6.26 267.83 279. Tahun 2001 – 2003 (Jutaan Rupiah).490.21 404.71 2.549.059. 2003 2001 11. Industri Pengolahan 4.36 394.53 %. gas.919.071.23 266. Secara garis besar ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan RTRW Kota Pontianak Tahun 2002-2012.26 91.061.68 588.234.6. persewaan. Perkembangan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Kota Pontianak dalam beberapa tahun ke belakang.48 2002 12.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan pada tahun 2003.86 93.406. IV . yaitu: 1.47 45.77 91.42 402. PDRB per kapita.15 511. Sementara sektor lainnya mengalami penurunan peran.1.515.952. Listrik.31 % menjadi 11.312.37 2.5 PDRB Kota Pontianak Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha.68 416.533. Hotel. dan Restoran 7.73 279.

Hal ini disebabkan karena apresiasi ruang masyarakat belum satu persepsi tentang peran dan fungsi tata ruang. Tinjauan yang lebih detail mengenai potensi-potensi yang dimiliki Kota Pontianak. lokakarya dan sosialisasi tentang penataan ruang. 4. Kawasan WFC yang direncanakan untuk Kota Pontianak merupakan satu kesatuan yang terdiri dari pusatpusat kegiatan yang bervariasi dengan lokasi menyebar di sepanjang Sungai Kapuas. nasional. Untuk menangani kendala tersebut diadakan diskusi. maupun infrastruktur. 6.60 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Perlunya pengkajian ulang mengenai kesesuaian penggunaan lahan saat ini. sehingga nantinya pusat kota mencakup keempat wilayah kecamatan. dimana pada masa mendatang diharapkan pengembangan WFC semakin melebar dari kawasan pusat kota ke arah barat maupun timur. baik dari masyarakat. peluang. sumber daya manusia. dimana semua kecamatan memiliki akses yang merata ke pusat kota. 5. dimana kawasan pusat kota yang ada saat ini akan diperluas ke arah utara dan timur dari pusat kota yang ada saat ini.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. dan internasional. Perkembangan ini menuntut adanya pengkajian ulang mengenai peranan kota Pontianak dalam berbagai posisi yang dimiliki. Dalam penyusunan perencanaan tata ruang. Semakin dinamisnya perkembangan pembangunan. baik di dalam wilayah kota Pontianak sendiri maupun di tingkat regional. kelemahan. aparat pemda menemui kendala yaitu dalam hal peranserta masyarakat. • Pengembangan lebih lanjut dari konsep Water Front City (WFC) yang berada di kawasan pusat kota. legislatif maupun eksekutif. baik sumber daya alam. Perlunya mengkaji kembali kekuatan. Sebagian besar rencana yang terdapat dalam RTRW Kota Pontianak meliputi: • Perluasan kawasan pusat kota. Penyusunan rencana tata ruang juga tidak lepas dari peran pemerintah pusat yaitu dalam bentuk pembinaan teknis. dan tantangan yang dihadapi Kota Pontianak dalam rangka mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang dimiliki. Water Front City yang berada di Kawasan Pusat Kota. dimana pengembangannya melebar ke arah barat maupun timur dari pusat kota IV .

Kawasan rekreasi yang dilengkapi dengan tempat penjualan makanan dan cindera mata khas Kota Pontianak. • Pengembangan pelabuhan. sudah seharusnya Kota Pontianak memelihara dan memanfaatkan identitasnya sebagai Kota Tepian Air. saling berseberangan. . dengan keunikan dapat memukul bola dari belahan bumi bagian utara ke belahan bumi bagian selatan. Di samping itu. Kawasan WFC di sini merupakan kawasan yang berorientasi ke badan perairan (dalam hal ini berupa sungai) membentuk karakter koridor sungai. Pada kawasan wisata ini akan dikembangkan beragam objek wisata. • Pengembangan Kawasan wisata (khususnya di Kecamatan Pontianak Utara) yaitu dengan lebih menonjolkan keunikan wilayah yang dilalui garis khatulistiwa. seperti : .Kawasan pusat olahraga (sports centre). terutama pelabuhan untuk kegiatan industri dan pelabuhan barang. Lokasi pengembangan kawasan wisata khatulistiwa Tugu Khatulistiwa Pontianak diarahkan pada wilayah yang tepat dilalui garis lintang 00 0’ 0” di sebelah timur laut dari lokasi tugu khatulistiwa sekarang ini.61 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . menempati Pelabuhan Seng Hie untuk kegiatan Kecamatan Pontianak Utara. atau dengan kata lain bagian muka bangunan menghadap sungai. sehingga lebih memungkinkan untuk berkembang lebih besar. diarahkan berlokasi di sebelah barat kota atau di bagian hilir Sungai Kapuas.Lapangan golf. sedangkan pelabuhan barang menempati Kecamatan Pontianak Barat. atau sebaliknya. konsep pengembangan kota yang mengarah pada WFC perlu diterapkan dengan pengelolaan yang profesional. kalaupun suatu saat akan IV . . Karena itu. . walaupun lokasinya tidak berhubungan secara langsung. tepatnya Pelabuhan di sebelah barat Pulau industri Batulayang. Kawasan tersebut dicirikan dengan orientasi bangunan yang menghadap ke sungai.Boulevard yang di bagian tengahnya (yang tepat dilalui garis khatulistiwa) dipergunakan untuk pepohonan/jalur hijau. Kedua lokasi ini dipilih karena ketersediaan lahan yang relatif lebih luas. Kawasan wisata khatulistiwa yang telah ada perlu lebih diperluas.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Sebagai kota yang terbelah oleh aliran sungai.

termasuk di dalamnya pasar induk. khususnya kapal yang memiliki crane. sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 4. seperti aksesibilitas yang tinggi ke pelabuhan.1 IV . tersebut diarahkan peruntukannya bagi kawasan industri.1. adanya aliran sungai sebagai sumber air dan sebagai badan penerima limbah cairnya. Aksesibilitasnya yang tinggi ke pelabuhan menjadikan lokasi tersebut cukup menguntungkan bagi pasar induk untuk beroperasi. Di samping itu. • Di sebelah selatan lokasi rencana pelabuhan untuk melayani kegiatan perdagangan. • Di sebelah utara lokasi (rencana) pelabuhan untuk industri. karena pelabuhan sungai berlokasi sebelum jembatan.6. kawasan industri yang semula berlokasi di pinggir Sungai Kapuas secara berangsur dapat berubah fungsi menjadi kawasan WFC. Dengan beberapa keuntungan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi investor dan pelaku kegiatan industri untuk menempati kawasan tersebut. juga terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana pelabuhan tersebut dimana lahannya masih cukup luas dan saat ini merupakan lahan nonterbangun. Dengan beberapa keuntungan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dibangun jembatan yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut (Pontianak Barat dan Pontianak Utara melalui Pulau Batulayang) tidak mendatangkan masalah yang besar bagi pelayaran kapal-kapal. Rencana struktur tata ruang akan mendatangkan implikasi terhadap pembangunan Kota Pontianak di masa-masa mendatang. Wilayah tersebut akan diarahkan peruntukannya untuk kegiatan perdagangan.62 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi (rencana) pelabuhan tersebut yang masih cukup luas dan saat ini merupakan Sungai lahan nonterbangun Wilayah serta dialiri akan Konsep pengembangan Pelabuhan Seng Hie Kunyit Baru. serta luasnya area yang memungkinkan terciptanya keuntungan dalam memanfaatkan infrastruktur secara bersama (misalnya IPAL bersama).2.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Tabel 4.1.6.2.1 Implikasi Rencana Struktur Tata Ruang Kota Pontianak 2002-2012 No 1 Aspek Penyediaan Lapangan Kerja Pertumbuhan Ekonomi Implikasi Penyediaan lapangan kerja akan lebih menyebar di kelima kecamatan karena pengalokasian jenis dan skala kegiatan ekonomi lebih menyebar di keempat kecamatan Dengan alokasi aktivitas yang disebarkan di seluruh wilayah, maka potensi seluruh Wilayah tersebut akan lebih dikembangkan. Diharapkan tingkat pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan menjadi lebih optimal dan merata. Dengan dialokasikannya pusat kota pada wilayah di keempat kecamatan, ditambah dengan lebih mengembangkan keunikan di wilayah utara dan historis di wilayah timur, diharapkan percepatan pertumbuhan pembangunan akan lebih menyebar. Pengembangan kawasan-kawasan yang menyebar ke seluruh wilayah Kota Pontianak akan meningkatkan pendapatan, perekonomian, dan pendidikan masyarakat di seluruh wilayah, sehingga diharapkan kesenjangan sosial dapat dikurangi atau bahkan dihindari. Pemanfaatan lahan untuk kawasan terbangun yang lebih menyebar (tentunya dengan tetap memperhatikan kesesuaian fisiknya) membuat beban daya dukung lingkungan yang lebih proporsional, sehingga tidak akan terjadi kerusakan lingkungan.

2

3

Percepatan Pertumbuhan Pembangunan Kesenjangan Sosial

4

5

Sumber : Fakta dan Analisa RTRW Kota Pontianak

Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan

Berkaitan dengan pemanfaatan ruang, rencana pelaksanaan tata ruang di Kota Pontianak sudah seluruhnya dilaksanakan, hanya belum optimal terutama kebijakan insentif dan disinfektif.

B.

Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak

Pemanfaatan ruang di Kota Pontianak sebagian besar mengacu pada struktur ruang yang ada pada RTRW Kota Pontianak. Pada umumnya pemanfaatan ruang ada telah banyak terjadi perubahan terutama perubahan terhadap struktur tata ruang pada RUTRK Pontianak 1994-2004. Dalam hal pemanfaatan ruang, Kota Pontianak telah dimanfaatkan ruangnya sebagai: • Kawasan pusat kota, dimana saat ini kawasan pusat kota berada di sebagian wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sebagian wilayah Pontianak Selatan. • Pusat-pusat kegiatan tersebut meliputi: a. Kawasan Makam Batu Layang Merupakan kawasan bersejarah di Kecamatan Pontianak Utara. Kegiatan yang direncanakan mendominasi kawasan ini adalah wisata sejarah. Kegiatan lainnya yang
IV - 63
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

akan dialokasikan di sekitar kawasan tersebut berupa kegiatan perdagangan, pelabuhan, dan industri. Untuk memelihara nilai estetika kegiatan wisata Makam Batu Layang, maka kegiatan industri harus tetap menyediakan area yang ditanami pepohonan di sekelilingnya, yang juga berfungsi sebagai penyangga (buffer). b. Kawasan Tugu Khatulistiwa Merupakan kawasan wisata dengan land mark berupa tugu khatulistiwa. Kawasan ini direncanakan memiliki aksesibilitas dan keterkaitan dengan rencana Zona Wisata Khatulistiwa (ZWK) yang direncanakan berlokasi di sebelah timur laut Tugu Khatulistiwa tersebut. c. Kawasan di sekitar Siantan Merupakan kawasan dengan dominasi kegiatan komersial yang heterogen, meliputi jasa-jasa perdagangan (pertokoan, ruko, pasar) dan industri. Untuk memberikan sentuhan estetika dan peningkatan kualitas udara dari kawasan yang dipenuhi oleh kegiatan komersial tersebut, kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas jalur hijau berupa taman di tepi Sungai Kapuas d. Kawasan di sekitar kaki jembatan Sungai Landak dan Sungai Kapuas Kecil. Kawasan ini merupakan kawasan yang tidak diperuntukkan bagi lahan terbangun. Walaupun dalam tata ruangnya dialokasikan untuk kawasan permukiman, namun khusus di kaki jembatan-jembatan ini perlu disediakan ruang terbuka hijau (public

park) untuk alasan keamanan dan estetika lingkungan.
e. Kawasan Cagar Budaya di sekitar Mesjid Jami dan Keraton Kadriah (Tanjung Pulo/Beting) dengan kawasan permukiman di sekitarnya.

Mesjid Jami Pontianak

Kraton Kadariyah Pontianak

f. g.

Kawasan wisata khususnya berada di Kecamatan Pontianak Utara Kawasan Senghie Kegiatan yang berlangsung di sekitar kawasan ini didominasi oleh kegiatan komersial. Namun demikian, pada lokasi yang langsung berbatasan dengan sungai direncanakan untuk dijadikan ruang terbuka hijau atau taman, yang memiliki multifungsi, selain sebagai taman dan pedestrian tempat orang bisa berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan ke arah sungai, sebagai media untuk meningkatkan

IV - 64
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

kualitas udara karena keberadaan pepohonannya, penambah nilai estetika, serta sebagai sempadan sungai yang diharapkan turut membantu menjaga kualitas perairan sungai. h. Kawasan Taman Alun Kapuas Ciri yang menonjol dari kawasan ini adalah keberadaan kantor pemerintahan (kantor walikota) yang bisa langsung terlihat dari arah Sungai Kapuas. Taman di tepi Sungai Kapuas (Taman Alun Kapuas) direncanakan untuk dapat menampung berbagai kegiatan yang meliputi dermaga wisata air yang melayani pemakaian perahu-perahu wisata (cruise), olah raga air, tempat berjualan seperti kios, cafe, tempat bermain, dan taman kota. i. Kawasan Jeruju Merupakan kawasan komersial dengan aktivitas utamanya berupa perdagangan. Wisata, industri, jasa perkantoran, dan pergudangan. j. Kawasan di sekitar Pelabuhan Nipah Kuning Kawasan ini merupakan pintu masuk (gate way) menuju kawasan Water Front City. Di samping keberadaan pelabuhan, aktivitas lain yang direncanakan berlokasi di sekitar kawasan ini meliputi pergudangan, permukiman, dan kawasan konservasi. • Pelabuhan, dimana pelabuhan yang ada saat ini terbagi menjadi lima, yaitu pelabuhan untuk melayani kegiatan industri, pelabuhan penyeberangan (ferry), pelabuhan yang melayani penumpang, pelabuhan ikan, dan pelabuhan barang untuk mendukung kegiatan perdagangan. Dalam pemanfaatan ruang di Kota Pontianak ditemui beberapa kendala yaitu dalam hal perijinan, dimana umumnya masalah yang terjadi adalah pada pembangunan yang tidak didahului dengan perijinan, sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan. Pengaturan intensitas pemanfaatan ruang untuk Kota Pontianak perlu dilakukan guna menata penggunaan lahan secara optimal dengan memperhatikan bentuk-bentuk ruang yang akan terjadi serta pergerakan dari aktivitas yang terjadi. Pemanfaatan dan pengaturan lahan perkotaan yang baik akan memberikan bentuk serta struktur tata ruang yang baik pula kepada “wajah” Kota Pontianak. Keberadaan sungai Kapuas sebagai salah satu potensi yang ada di Kota Pontianak harus diekspos, terutama dengan cara pengarahan terhadap ketinggian bangunan. Untuk membentuk pola tata ruang yang baik, perlu pengaturan terhadap luas pemanfaatan lahan serta ketinggian bangunan.

IV - 65
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

Kegiatan (mengindikasikan jenis peruntukan/pemanfaatan) yang akan dikembangkan pada kawasan budidaya. kegiatan yang berorientasi pada pengembangan Kota Pontianak menjadi kota internasional. 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung). Akan tetapi. lahan yang terkena pengaruh pasang surut. dan fungsinya diperuntukkan bagi kawasan hijau. kegiatan perdagangan. Kecuali yang termasuk kawasan lindung. pendidikan. 3. Pertama. jenis tanah. hiburan. disamping itu juga pengendalian berkaitan dengan: 1. Misalnya. tetapi fungsi dan tujuan ditetapkannya sempadan sungai diusahakan tetap dapat berlangsung. Faktor yang dipertimbangkan di sini meliputi kemiringan lereng. Sungai Kapuas Kecil. sedangkan proses pemindahan itu sendiri mendatangkan permasalahan yang sangat kompleks. dan industri beserta fasilitas-fasilitas yang dibutuhkannya. pelabuhan. peribadatan. olahraga dan ruang terbuka. Kedua. maka bisa saja pemanfaatan yang ada tersebut tidak dipindahkan. kawasan selebihnya merupakan kawasan budidaya. sempadan sungai. kawasan yang dapat dikategorikan sebagai kawasan yang perlu dilindungi di Kota Pontianak meliputi kawasan berhutan bakau. pengendalian pemanfaatan ruang untuk sempadan sungai terutama sempadan sungai di sepanjang pinggiran Sungai Kapuas. perdagangan. dan sebagainya. Kegiatan yang termasuk kategori ini adalah permukiman (perumahan beserta segala fasilitas penunjangnya. serta memelihara kualitas perairan sungai (dengan tidak membuang sampah ke sungai dan membersihkan sampah di perairan yang berada di sekitar bangunan tempat mereka tinggal/berusaha). mengingat hampir di sebagian besar kawasan tersebut telah dipergunakan untuk perumahan.66 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dengan memberdayakan segenap pihak yang mendirikan dan menggunakan bangunan di kawasan sempadan sungai tersebut untuk tetap menjaga sungai dari kemungkinan sedimentasi. pariwisata. keberadaan sungai. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak Pada dasarnya pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Pontianak meliputi pengendalian pada kawasan-kawasan yang memiliki potensi. dan Sungai Landak adalah selebar kurang lebih 100 meter dari tepi sungai. 2. dan kawasan sekitar cagar budaya. Sementara itu. kegiatan yang sifatnya memenuhi kebutuhan mendasar bagi penduduk. kesehatan. dan pelayanan umum). Ada dua kegiatan utama yang akan dipertimbangkan. IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. dan industri. seperti fasilitas perbelanjaan. Kesesuaian fisik bagi setiap kegiatan yang akan ditempatkan di Kota Pontianak. Kawasan lindung dan kawasan budidaya Dengan mengacu pada kriteria kawasan lindung (Keppres No. Misalnya.

maka untuk meningkatkan kualitas udara dikembangkan konsep kota tropis dengan mempertahankan kawasan hijau yang ada dan menyebarkan taman-taman kota dan jalur hijau ke seluruh wilayah. Demikian juga halnya dengan keberadaan hutan bakau yang tetap dipertahankan. jarak terhadap pusat keramaian atau aktivitas. Kualitas udara dan estetika lingkungan Mengingat temperatur udara Kota Pontianak yang cukup panas. dan ekosistem hutan bakau. Keberadaan pepohonan ini dapat memperbaiki kualitas udara karena dapat menyerap gas-gas beracun (kontaminan) yang beterbangan di udara serta menurunkan temperatur di siang hari (dengan menyerap CO2 dan memproduksi O2). Lokasi-lokasi strategis yang biasanya menjadi lokasi pilihan para pelaku bisnis Umumnya lokasi-lokasi ini dicirikan dengan kemudahan aksesibilitas. 6. Kriteria-kriteria teknis Contoh dari kriteria teknis di sini antara lain misalnya harus dibatasinya peruntukan kegiatan yang mengakses langsung ke jalan arteri primer. misalnya untuk hutan bakau di sebelah barat yang sebagian terkena rencana pengembangan pelabuhan. juga memberikan dampak yang positif bagi estetika lingkungan di sekitarnya. Kelestarian fungsi ekosistem. 7. Wilayah di sebelah utara dan selatan kota yang saat ini didominasi pepohonan dipertahankan untuk menjaga keseimbangan air dalam konteks DAS. Status dan harga lahan Status lahan menunjukkan kepemilikan atas lahan. Lokasi berbagai aktivitas saat ini yang berada di tepian sungai dan rencana alokasi berbagai peruntukan yang ditempatkan di tepian sungai perlu mempertimbangkan kelestarian fungsi ekosistem sungai. IV . Peruntukan lahan industri lebih diarahkan menuju ke hilir. lokasi-lokasi tersebut diperuntukan bagi kegiatan-kegiatan bisnis. Di samping itu. dan kelengkapan infrastruktur. meliputi ekosistem perairan (sungai) beserta kualitas perairannya.67 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sedangkan harga lahan mengindikasikan besar kecilnya biaya bagi suatu kawasan untuk dikembangkan. terutama pada daerah-daerah berkepadatan bangunan tinggi. 8.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. kecuali dengan alasan yang mendesak. Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan karena pemilik lahan memiliki kewenangan atas pemanfaatan lahannya. dan tinggi minimal jembatan. Untuk mengantisipasi hal ini. 5.

dan Sungai Ambawang) maupun sentral dari Kawasan Metropolitan Pontianak. • • Belum tergalinya potensi dan peluang sumberdaya alam yang dimiliki. Kuala Mandor. Siantan. industri. Fungsi baru ini tentu saja berimplikasi pada perlunya disusun tata ruang yang luas cakupan wilayahnya. misalnya untuk penggunaan permukiman. Masih belum tertatanya kawasan Kota Pontianak secara baik karena masih banyaknya permasalahan yang berkaitan dengan persampahan. Sungai Kakap.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. bahkan law enforcement masih lemah. 4. banyaknya aktifitas sosial dan pendidikan yang berkembang pada zoning perdagngan dan jasa. • Didudukannya Kota Pontianak sebagai pusat Kawasan Andalan POKUSIKARANG (Pontianak. Selain itu masyarakat juga menyarankan agar lebih memperhatikan tempat-tempat untuk rekreasi dengan memanfaatkan lahan kosong atau lahan rawa.6. Peranserta Masyarakat Keterlibatan (pendapat) masyarakat dalam memberi masukan rencana penataan ruang terlihat pada rencana penggunaan lahan. sementara regulasi (peraturan) tidak berkembang seiring dengan dinamika pembangunan kota yang semakin pesat. bahwa sebaiknya permukiman tidak berada di dekat Bandar udara. Untuk perencanaan sistem drainase air hujan. seperti dimanfaatkannya kawasan hijau oleh masyarakat untuk pembangunan perumahan. pariwisata. masih tersisanya lahan untuk zoning pemerintahan. lahan untuk bangunan perumahan disisakan untuk taman (lahan hijau). • Tidak seimbangnya perkembangan ekonomi antar kecamatan. dimana kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Selatan memperlihatkan pertumbuhan dan kesejahteraan yang jauh lebih baik dibandingkan Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur. IV . masyarakat lebih memilih untuk membuang air hujan ke sumur resapan dan ke saluran jalan dibandingkan untuk manfaat lainnya. pemafaatan terminal kota. baik untuk pengembangan kegiatan perekonomian. pasar tradisional dan pengaturan lalu lintas yang juga belum terselesaikan. swasta. • Peranan kelembagaan (pemerintah. masyarakat) dapat dikatakan belum optimal. Sungai Raya.3 Isu Permasalahan Kota Pontianak Permasalahan dalam pembangunan/penataan ruang di kota Pontianak antara lain: • Adanya penyimpangan dalam pemanfaatan lahan. dan lain-lain. Begitu pula halnya dengan distribusi dan kepadatan penduduk. Selain itu juga bentuk keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan ruang adalah pemberian ijin pemanfaatan ruang jika sesuai dengan RTRW yang berlaku. serta tidak berfungsinya terminal induk Gajah Mada dan terminal antar negara.68 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .1.

Berkembangnya sistem kota-kota secara global melalui berbagai bentuk kerangka kerjasama bilateral maupun multilateral. yang ternyata dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya kebun dan semak. antara lain sebagai berikut: • Di sisi barat wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sisi selatan Kecamatan Pontianak. Demikian pula sisi utara sepanjang jalan Yos Sudarso yang guna lahannya diperuntukan sebagai kawasan industri. Selain itu permasalahan lainnya terjadi pada ketidaksesuaian penggunaan lahan. IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • Penurunan kualitas lingkungan akibat – antara lain – eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan dan daya dukung lahan yang terlalu berat. kebun karet rakyat. dan sebagian lagi berupa semak. tapi saat ini masih terdapat beberapa kelompok perumahan penduduk. Basis data yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan kota masih minim. Ketidaksesuaian penggunaan lahan yang diperuntukan untuk kawasan lindung/konservasi. kenyataannya saat ini sebagian kawasannya telah dibangun perumahan. perumahan. perkantoran. Berbagai persoalan keruangan (spasial) dan sektoral (aspasial) lainnya belum teridentifikasi hingga saat ini. termasuk dalam penyimpangan kategori tinggi. tepatnya di kawasan yang diapit oleh sungai Landak dan Jalan Gusti Situt Mahmud. tepatnya antara tepi sungai Kapuas dan Jalan Yos Sudarso. perumahan dan perdagangan.69 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan di beberapa lokasi masih terdapat semak yang rimbun. saat ini merupakan kawasan campuran (mix use) antara industri. lahan yang seharusnya untuk kawasan konservasi ternyata saat ini dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan campuran. Kondisi serupa juga terdapat di wilayah Kecamatan Pontianak Utara. yang seharusnya sebagai kawasan konservasi hutan bakau. karena dapat menimbulkan dampak yang merugikan dimasa yang akan datang. • Guna lahan di sisi utara wilayah Kelurahan Tanjung Hilir (Kecamatan Pontianak Timur) direncanakan untuk industri. • Di sisi utara Kecamatan Pontianak Barat. • Peruntukan kawasan industri yang berlokasi di sepanjang koridor Jalan Khatulistiwa dan Sungai Kapuas Besar saat ini pemanfaatannya masih campuran antara industri.

Bantik. yakni suatu kawasan di dunia yang semakin berkembang dan sangat potensiil untuk menjadi pusat kegiatan perekonomian dunia. luas Manado adalah 2. Sejak saat berdirinya yaitu pada tanggal 14 Juli 1623 sampai sekarang.1 Gambaran Umum Kota Manadon A. desa Maumbi di Kecamatan Airmadidi). Minahasa (desa Paniki Atas dan Mapanget di Kecamatan Dimembe.369 Ha. Laut merupakan jalur pelayaran lalu lintas di Kota Manado Kota Manado yang terletak di bibir pasifik IV . Kondisi Umum Kota Manado terletak di jazirah utara pulau Sulawesi dan berada pada posisi 10 40’ Lintang Utara dan 1240 35’ Bujur Timur. Adapun batas-batas administrasi Kota Manado adalah sebagai berikut: . Wori dan Tiwoho di Kecamatan Wori) dan Selat Mantehage.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. yaitu: • Terletak di bibir Pasifik Secara langsung Kota Manado terletak pada bibir Pasifik. Saat ini luas Manado adalah 15.Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Minahasa (desa Talawaan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.22 Tahun 1988. Koka. berdasarkan perkembangan wilayah administrasinya.7. Sebelah Timur Sebelah Barat : : berbatasan dengan Kab. Manado telah mengalami dua fase perkembangan kota. Kamangta.726 Ha atau 0.1. Pineleng Satu di Kecamatan Dari letak geografisnya Kota Manado mempunyai posisi yang sangat strategis.70 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . berbatasan dengan Teluk Manado. Sebelah Selatan : berbatasan Pineleng). dengan Kabupaten Minahasa (desa Sawangan.57% dari luas wilayah Sulawesi Utara. Sea.1. Kalasey.7 Kota Manado 4.

Dengan demikian Manado dapat berperan sebagai salah satu simpul mata rantai jaringan penerbangan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan Pasifik barat daya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Terletak pada posisi silang mata rantai lalu lintas pelayaran internasional. 3 – 8%. yaitu: Kecamatan Bunaken. dan Selandia Baru.Laut Sulu . 25 – 40%. Singkil. Wenang.Laut Arafura ke Selat Torres. Wilayah dengan topografi tertinggi tersebut tepatnya berada di Kecamatan Bunaken. yaitu dengan adanya Gunung Manado Tua (650 m) dan Gunung Tumpa (600m). IV . • Terletak di daerah perbatasan antar negara Manado berada pada daerah perbatasan yang terletak pada jalur lalu lintas pelayaran untuk kapal perang dari Samudera Pasifik ke samudera Indonesia. Kondisi Fisik Ketinggian tanah di Kota Manado bervariasi mulai dari titik 0 (nol) diatas permukaan laut sampai ketinggian 650 meter diatas permukaan laut. dengan ketinggian tanah berkisar pada 600 – 650 meter diatas permukaan laut. dan Selandia Baru. Selat Buru . Manado terletak pada jalur lalu lintas pelayaran internasional yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi dunia. 8 – 15%. Wanea. Sario. Pantai barat Amerika. Tikala. jalur Selat Ombay . Terletak pada jalur lalu lintas udara antar negara.Halmahera. sehingga jumlah kecamatan di Kota Manado menjadi 9. 15 – 25%. maka Manado membentuk jalur pelayaran sebagai berikut: jalur Selat Makasar-Selat Lombok. Kota Manado dapat dikelompokkan atas wilayah-wilayah dengan kemiringan tanah: 0 – 3%. dan New Zealand. Australia. dan Kecamatan Malalayang. jalur dari Pasifik . Sampai dengan tahun 1999 Kota Manado terdiri dari 5 kecamatan. Kemudian pada tahun 2000 terjadi pemekaran. Amerika Utara. Sario. yaitu Kecamatan Molas.Laut Banda Selat Buru terus ke utara ke Samudera Pasifik dan cabang lainnya menuju ke Laut Sulu. Australia. Berdasarkan kemiringan tanahnya. Australia. dan > 40%.Laut Sulawesi . • Keberadaan Bandara Sam Ratulangi juga menempatkan Manado sebagai jalur lalu lintas udara bagi pesawat militer/penumpang dari dan atau ke Filipina. Asia Selatan. B.P.Laut Banda . Mapanget. Sejalan dengan lalu lintas tersebut.Wetar . Wenang.71 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan Kecamatan Malalayang. Mapanget. mulai dari Timur Tengah. Tuminting. sedangkan garis kontur tertinggi berada di bagian utara kota. Garis kontur terendah berada di sepanjang pesisir pantai kota. Pasifik barat Daya.

Inceptisol. maka di Kota Manado antara lain terdapat: .1 Luas dan Jenis Penggunaan Lahan Kota Manado Tahun 2001 Jenis Penggunaan Lahan Lahan Sawah 1. Berdasarkan jenis tanah.72 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .00 0.10 4.1. Hutan 4.25 91. Tabel 4. Fasilitas Umum 6. memiliki variasi tanah menurut usianya.65 68. tanah sedang berkembang. Wilayah Kota Manado. Permukiman 2.730 626 54 22. dan tanah tua. Lain-lain 3. Tahun 2001. Sawah 2. dan Aluvial . Kemudian.726 Sumber: Kota Manado Dalam Angka. dan asosiasi peralihannya . Inceptisol merupakan tanah yang terluas penyebarannya di Kota Manado. dan Kecamatan Sario. Untuk tanah dengan kemiringan > 40% tersebar di seluruh kecamatan yang terdapat di Kota Manado. yang terdiri dari Mediteran. maka wilayah (kecamatan) yang sebagian besar tanahnya memiliki kemiringan 0 – 15% terdapat di Kecamatan Mapanget. Tanah Basah Lahan Kering 1. yang terdiri dari: Kalsik Brown . Ultisol. Hidromorf kelabu. kecamatan yang sebagaian besar wilayahnya memiliki kemiringan tanah diatas 15% adalah Kecamatan Malalayang dan Kecamatan Bunaken.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dilihat dari kemiringan tanah tersebut. Podzolik. Perkebunan 5. yaitu tanah muda. yang terdiri dari: Regosol.Entisol.Ultisol.7.5 100 9.1. Wenang.475 165 575 10. Wilayah dengan kemiringan tanah > 40% tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk dibangun. yang terdiri dari: Latosol. dengan formasi batuan gunung api muda dan iklim basah. IV .00 3.10 1.60 2001 Ha % Jumlah 15. Tegalan 3.05 0.Alfisol. dan Alfisol. kemudian diikuti oleh Entisol.75 0.

suku Bolaang Mongondow.31%. Islam. hutan dan hutan bakau. Karenanya kota Manado memiliki lingkungan sosial yang relatif kondusif dan dikenal sebagai salah satu kota yang relatif aman di Indonesia. Kota Manado memiliki tingkat pertumbuhan alamiah (faktor kelahiran) sebanyak ± 1. IV .000 orang yang berdomisili di luar kota melakukan aktivitas sehari-harinya di Kota Manado. usaha. yaitu sebesar 68. Batak. tamatan SD 22. tamatan SLTA dan SLTP 55. terlihat bahwa Kota Manado masih didominasi oleh tanah pertanian/perkebunan. Dibidang pendidikan. Berdasarkan data Pada tahun 2001.57%.8 % terdiri dari ruang terbuka.70%. Karena itu tingkat pendidikan penduduknya cukup tinggi. yakni diperkirakan sekitar 40.10 % dan kawasan permukiman sebesar 22. Maluku. Penduduk Kota Manado cukup heterogen baik latar belakang etnik maupun agamanya.73 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kota Manado memiliki latar tradisi yang kuat.515 jiwa. Faktor tersebut mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk. tanah kosong. belum tamat SD 12. terdiri dari tamatan perguruan tinggi 9. Mayoritas penduduk berasal dari suku Minahasa. menyusul suku Sangihe Talaud. Kependudukan Kota Manado adalah wilayah urban terbesar di Provinsi Sulawesi Utara. terbuka dan dinamis. dan jasa. keturunan Arab. industri. C. Selain itu terdapat pula penduduk suku Jawa. namun masyarakat Manado sangat menghargai sikap hidup toleran. Selain itu kecenderungan migrasi sirkuler atau arus ulang alik juga cukup menonjol.29% dan yang tidak/belum bersekolah 0. suku Gorontalo dan keturunan Cina. adapun faktor lainnya yang menyebabkan percepatan pertumbuhan jumlah penduduk adalah pengaruh faktor urbanisasi (inmigrasi). Sisanya sebanyak 9.10 %. rukun. Budha dan Hindu.13%. penduduknya berjumlah 395. Makasar dan sebagainya. Katolik.50% per tahun. Pada akhir tahun 2002.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari jenis penggunaan lahan Kota Manado tahun 2001. Meski heterogen. Agama yang dianut adalah Kristen Protestan. bahkan di Kawasan Timur Indonesia belahan utara. alang-alang serta sungai dan jalan. jumlah penduduk usia 10 tahun keatas 347.308 jiwa.

6 11.44 20. Untuk lebih jelasnya jumlah penduduk kota Manado menurut mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.7 31.2 30.340 18.85 41.958 199.840 77. 2001 Jumlah 18.7. IV .615 41.343 % 9.1. yang bekerja sebagai PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta cukup besar yaitu sebesar 82.326 347.813 29.1. Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 7 Tingkat Pendidikan Tdk/Belum pernah sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SMU/Kejuruan Diploma/PT S2/S3 Jumlah Sumber: Kota Manado Dalam Angka.308 % 0.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.615 jiwa.227 75.74 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Manado Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 Jenis Mata Pencaharian Petani/Peternak/Nelayan Pedagang PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta Wiraswasta/Industri kecil Buruh/Tukang/Tibo-tibo Jasa dan lain-lain Jumlah Sumber: BPS Kota Manado.5 100 Sedangkan jumlah penduduk menurut mata pencaharian.2 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Di Kota Manado.866 13.96 7.57 8.8 0.242 1.00 100 D.5 7.282 25.1.1.17 12.6 17.520 43. Jumlah 1. Perekonomian Pembangunan kota Manado diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki dalam mengambil peran yang lebih besar dalam memanfaatkan peluang-peluang ekonomi baik di tingkat nasional maupun global.Tahun 2001.610 82.012 17.7.

Bandara Internasional Sam Ratulangi b. hotel dan restoran memberikan kontribusi terbesar dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Primadona pariwisata Kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken. sektor pertambangan-penggalian kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002 secara berturut-turut (dalam %) adalah: 23%. 9%. 4%. Sektor yang paling besar atau pertumbuhannya dan hotel adalah sebesar perdagangan. Sektor-sektor lainnya. kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam Kawasan wisata yang ada di Bunaken Kawasan perekonomian Kota Manado sekitar ½ sampai dengan 2 jam menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi. maka sektor perdagangan. yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. dalam kurun waktu dua dekade terakhir. Untuk sektor pariwisata. yakni 25% dari total PDRB tahun 2002. 1%. mengalami pertumbuhan. antara lain adalah: • • • • Pusat Pengembangan Wilayah Sulut KAPET Manado-Bitung Gateway ke Asia-Pasifik Dukungan Infrastruktur: a. sektor banklembaga keuangan-jasa perusahaan. sektor pertanian.29 %.75 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .0%. restoran sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor angkutan dan komunikasi sebesar – 0.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Manado dalam pengembangannya memiliki kekuatan yang menjadi landasan baik dalam pembangunan maupun pengembangan Kota Manado. seperti: sektor jasa. 4%. 8%. sektor industri pengolahan. Disamping itu sektor angkutan dan komunikasi juga termasuk besar kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002. Akses Regional Trans Sulawesi Hampir lebih seluruh dominan sektor ekonomi pada tahun 2003 sektor 0. sektor llistrik-gas-air minum. Dilihat dari kontribusi sektor-sektor (menurut lapangan usaha) bagi PDRB Kota Manado tahun 2002. Pelabuhan Samudera Bitung c.41%. sektor bangunan. yaitu sebesar 26% dari total PDRB tahun 2002. IV .

Kota Manado menjadi salah satu Kapet di KTI. Pembangunan di Kota Manado terus berlangsung. terdapat 67 buah hotel/penginapan. Panorama pegunungan dan Danau Tondano. yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d 3 jam dari kota Manado. infrastruktur jalan dibenahi. terjadi perubahan/perkembangan di segenap sektor. dimana bandara tersebut merupakan sarana penunjang transportasi udara dan masuk kategori terbaik di Indonesia. Pada saat itu wilayah Kota Manado masih terdiri dari 5 (lima) kecamatan. kemudian juga untuk menghadapi perkembangan global. Berkaitan dengan pelaksanaan fungsi Kota Manado sebagai kota jasa. Bersamaan dengan Bitung. dan pariwisata.1. Produk rencana yang telah ada tertinggal dari pembangunan yang ada. yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Manado A. Desa Agrowisata Rurukan-Tomohon. maka pada tahun 1999/2000 rencana tata ruang yang ada direview dan hasil review (peninjauan kembali) tersebut adalah dengan tersusunnya IV . selain itu membangun sarana pendukung seluas 5 . Vulcano Area di Tomohon. Objek-objek wisata tersebut antara lain. Batu Pinabetengan dan Waruga di Sawangan. Sampai tahun akhir tahun 2001. yaitu Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kota Manado Tahun 19902010. perdagangan. Salah satu infrastruktur jalan Di Kota Manado 4. Operasional rencana tata ruang tersebut mengacu pada Perda No. misalnya dengan pembuatan jalan tol menuju bandara sepanjang 8. salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland.4 km.76 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Karena potensi wisata yang besar tersebut maka industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang. 15 buah travel biro. Untuk mendukung perkembangan Kota Manado. 5/Tahun 1991. Sejalan dengan kondisi tersebut. Pesat dan dinamisnya pembangunan di Kota Manado sangat berpengaruh kepada pemanfaatan lahan/ruang kota. 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas. khususnya di Minahasa.10 Ha yang dimaksudkan untuk mengantisipasi pertumbuhan aktivitas kargo dari Pelabuhan Bitung dan bandara Sam Ratulangi. maka dibutuhkan suatu rencana tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Manado Pada tahun 1989/1990 telah disusun rencana tata ruang bagi Kota Manado dengan masa berlaku 20 tahun.7.

Pada tahun 2001 terjadi pemekaran kecamatan. Dan hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan reklamasi pantai ini disusun oleh provinsi. disamping untuk bisnis. Tanah untuk urugan diperoleh/diambil dari bukit-bukit sekitar kota. Manado Convention Center/MCC). Bahu. 3. yaitu: .Bandara Sam Ratulangi IV .Kawasan pusat kota: Pasar’45 . sedangkan untuk pelaksanaan dilakukan oleh kota. Dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. setelah disetujui oleh Menteri Lingkungan Hidup baru bisa berjalan. Masa berlaku RTRW Kota Manado 2000-2010 adalah 10 tahun. maka bagi penanganan limbah digunakan treatment process. 2. Di Kota Manado terdapat Kawasan Khusus. Untuk reklamasi pantai tahap kedua dilakukan di bagian utara Kota Manado. Tahun 1997 operasional baru bisa dimulai. Pemerintah tidak merugikan masyarakat dalam hal tanah. Daerah reklamasi terdiri dari 5 kawasan (Mega. Dengan terjadinya perubahan-perubahan beserta perkembangan di berbagai sektor. Oleh sebab itu. Dengan adanya pertimbangan bahwa awalnya bibir pantai berada sejauh 50 M dari yang ada sekarang (untuk reklamasi dilakukan pengurugan sejauh 10-20 M). Penekanan lebih ditujukan pada aspek ekonomi. B. maka dirasakan kembali bahwa rencana tata ruang yang ada mengalami ketertinggalan dari kondisi yang berlangsung. saat ini sedang dilakukan revisi rencana tata ruang tersebut melalui penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 2006-2016. setelah pemekaran wilayahnya terdiri dari 9 kecamatan. Kegiatan ini dimulai tahun 1994 yaitu dengan rencana reklamasi seluas 67-68 Ha dan telah ditangani seluas 50 Ha.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado Tahun 2000-2010. adalah: 1. yakni kebutuhan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Manado. Beberapa alasan melakukan reklamasi pantai di Kota Manado. terdapat juga hutan kota. Pemanfaatan Ruang Kota Manado kegiatan yang cukup besar dalam hal pemanfaatan ruang di Kota Manado Salah satu adalah reklamasi pantai. Kota Manado yang semula terdiri dari 5 kecamatan.77 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Dari segi penggunaan lahan di kawasan reklamasi ini.

4. ijin dikeluarkan setelah ditelaah oleh tim.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam mengeluarkan ijin-ijin yang berkaitan dengan penataan ruang.7. LSM. Peranserta Masyarakat Dilibatkannya masyarakat alam penyelenggaraan penataan ruang di Kota Manado antara lain dapat dilihat pada kegiatan yang berhubungan dengan: • Reklamasi Pantai Dalam usaha reklamasi pantai dihadapi banyak hambatan. • Pembangunan dengan memapas lapisan tanah subur/bukit-bukit. mengacu kepada rencana tata ruang.78 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik lahan . D. Demikan pula hal yang berkaitan dengan reklamasi pantai. Dalam proses penyusunan diadakan seminar dan masyarakat dilibatkan di dalamnya. disamping juga ada bagian hukum (di Setda). antara lain dapat menyebabkan berkurangnya daerah-daerah subur. Setiap blok berbeda cara penyelesaiannya. dengan tugas pengawasan di sektor lingkungan hidup. C. Perguruan Tinggi. Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus. • Proses penyusunan (revisi) Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 20002010. Pengendalian Pengendalian dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait. seperti kepada masyarakat nelayan.3 Isu Permasalahan Kota Manado • Terjadinya longsor di beberapa daerah yang disebabkan oleh pembangunan di berbukit-bukit. Selain itu diadakan juga konsultasi publik yang melibatkan unsur pemerintah. Swasta. Disamping itu ada BPLH. Sampai saat ini telah dilakukan konsultasi publik yang kedua (pertama adalah pada saat penyusunan Laporan Pendahuluan). dan nelayan beralih profesi. untuk itu perlu diadakan pendekatan ke masyarakat. Dari segi penataan ruang pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota. Kegiatan ini dikelola oleh Bapeko Manado. Ada yang membayar perahu-perahu nelayan. Disediakan tambatan kapal nelayan (di mega Mal). ada tim dan sebagai koordinator adalah Kepala Badan Perencana Kota. Dimana dalam mengeluarkan ijin lokasi. IV .1. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Manado pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban.

2. (agar 4. pantai. • Teluk Manado mempunyai resiko pendangkalan atau sedimentasi yang serius. adalah RUTRK. Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. Kelembagaan formal Para responden (aparat) menjawab mengetahui bahwa ada lembaga/instansi yang menangani rencana tata ruang Mengenai lembaga/instansi yang menangani perencanaan tata ruang. Perlu segera disusun RTBL Kawasan Ring Road tersebut dan Rencana Tata Ruang Kawasan Bandara. drainase. • Berkembangnya permukiman. air limbah. Substansi Tata Ruang Semua responden menjawab: ada rencana tata ruang yang telah disusun di kota masing-masing. RDTR. • Masih kurang memadainya usaha pengelolaan prasarana dan sarana kota. Berbagai (tingkatan) rencana tata ruang tersebut. perijinan. yang antara lain disebabkan oleh kurang baiknya sistem manajemen transportasi kota. persampahan. • Dari sektor transpotasi: Tidak jelasnya pola/sistem jaringan jalan. kegiatan dengan tidak mengindahkan garis sempadan sungai di DAS Tondano yang melintasi Kota Manado.1 Pemahaman Aparat Pemda Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. Perencanaan 1. Penguasaan tanah masyarakat di wilayah ring road Citra Land-Bandara. seperti: air bersih. Dinas Tata Ruang. • Masih kurang intensifnya sosialisasi penataan ruang kepada masyarakat masyarakat lebih tahu dan sadar akan manfaat penataan ruang).79 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Masih kurangnya faktor koordinasi antar instansi terkait sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang (yakni instansi yang tugasnya berhubungan dengan penyusunan rencana. IV .2. terdapat berbagai jawaban. Kemacetan di daerah-daerah tertentu.2 Pemahaman Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang 4. sebagian besar menyebutkan: Bappeda. RTRWK.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Pendangkalan di sekitar pelabuhan. pengendalian) . • Penyediaan fasum-fasos beberapa permukiman masih kurang memadai (terutama yang dibangun pengembang). Dinas Tata Kota dan disamping itu ada yang menjawab: Dinas PU. serta BPN.

Ormas. Keterlibatan ini dalam bentuk: diskusi. Kendalanya-kendala yang dihadapi: Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat langsung dalam penyusunan rencana terlalu kecil. konsultasi publik. Yang terlibat: semua stakeholder. legislatif dan eksekutif. penyuluhan.80 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Peranserta Masyarakat Seluruh responden menjawab bahwa masyarakat diikutsertakan dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang. lokakarya. karena (menurut responden) rencana tata ruang masih bersifat top down sehingga masyarakat tidak terlibat secara langsung dalam proses penyusunan. 4. perangkat lurah. baik itu masyarakat. LSM. kualitas rencana. dan sebagian kecil yang menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut hanya kadang-kadang menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. lembaga kemasyarakatan. baik dari keterlibatan pihak-pihak yang berkompeten dalam penyusunan rencana. Disamping itu ada juga yang berpendapat bahwa masyarakat tidak dilibatkan/ diikutsertakan dalam penyusunan rencana tata ruang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Rencana tata ruang (kota) tersebut ada yang telah diperdakan dan ada yang belum. Sebagian besar responden menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. pakar. suka berganti/mutasi. Dalam bidang kelembagaan: tidak adanya lembaga yang khusus. ketepatan waktu mulai disusunnya rencana dan dihasilkannya dokumen rencana . sosialisasi melalui pertemuan-pertemuan dengan masyarakat. PP No. 69 tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak IV . kurang profesionalnya SDM yang terlibat. Apresiasi ruang SDM belum satu persepsi (tentang peran dan fungsi RTR). pihak perguruan tinggi. kurangnya koordinasi antar instansi/pihak yang terkait dalam penyusunan rencana tata ruang. Permasalahan Sebagian besar responden menjawab: dalam penyusunan Rencana Tata Ruang ditemui permasalahan/kendala-kendala. kemudian Advokasi/Penasehatan 5. Pendanaan: keterbatasan dana mempengaruhi proses penyusunan rencana. juga Bantuan Teknis. 3. informasi jika akan ada pembangunan. Pembinaan Yang dilakukan pemerintah pusat dalam hal Penataan Ruang adalah: sebagian besar dalam hal Pembinaan Teknis. akademisi. tokoh-tokoh masyarakat.

Dinas Perkebunan. 2. terdapat jawaban-jawaban sebagai berikut: Rencana Tata Ruang : telah dilakukan/dilaksanakan seluruhnya. Diskes. Dinas Perhubungan. Alasan lain: sebagian besar pelaksanaan di lapangan belum mencerminkan RTR yang telah disusun sebelumnya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dan Kewajiban Serta Bentuk dan Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Penataan Ruang belum tersosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat. B. terutama kebijakan insentif dan disinsentif Rencana Tata Ruang dilaksanakan sebagian saja. Tim . Rencana Tata Ruang belum dilaksanakan. BPN.Dinas Perindag. bahwa ada kelembagaan/instansi yang menangani Pemanfaatan Ruang di kota mereka. DTKTB Kotamadya. Pemanfaatan Ruang 1. Pelaksanaan Mengenai pelaksanaan rencana tata ruang. 3. Koordinasi Penataan Ruang Daerah. hanya belum optimal. Dinas Kimpraswil. Permasalahan Ditemui permasalahan/kendala dalam Pemanfaatan Ruang Peruntukan yang tidak sesuai dengan rencana: Rekomendasi tata ruang sesuai Perda kalah oleh faktor eksternal Perijinan: Umumnya terjadi pada pembangunan yang tidak didahului dengan ijin. alasannya kurang transformasi kepada birokrat.81 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik PLN. ada yang tidak sesuai peruntukan: lahan parkir untuk jualan. Dishub. Dispenda. Dinas Lingkungan Hidup. Sudah seluruhnya dilaksanakan. ada yang mendapat tantangan dari masyarakat bahkan ada infiltrasi pejabat. BPLHD. Dinas Perkim PU. Dinas PU. masyarakat dan LSM. Dinas Tata Kota. Pelaksanaan rencana tata ruang dilaksanakan hanya pada beberapa aspek. Dinas Pariwisata. sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi proses perijinan pemanfaatan ruang Dalam hal kebijakan: ada kebijakan pimpinan yang tidak sesuai tata ruang IV . seperti: kawasan peruntukan untuk perumahan. pelaku bisnis. Dinas Tata Kota & Tata Bangunan. Lembaga/instansi yang menangani: Bappeda. Dinas Pertanian. karena rencana yang disusun masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Kelembagaan Formal Semua responden menjawab.

Pemantauan dilakukan mulai dari proses perijinan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Dinas Kimpraswil. Kelembagaan Formal Sebagaian besar responden menjawab. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1. Dinas TKTB. usaha pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan berupa: pemantauan.82 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Bappeda. asosiasi profesi. LSM. Pengawasan tidak ketat. Pengawasan dan Penertiban Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang. Kantor Perijinan Terpadu. masyarakat bermacam keinginannya tanpa memperhatikan lingkungannya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Meliputi: masyarakat. pemilik lahan yang terkena rencana kota. Agraria. pelaporan. masyarakat belum paham. Pemantauan yaitu berbentuk pengawasan IMB sesuai RTRW IV . Pariwisata. Satpol Pamong Praja. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang. Lembaga yang menangani adalah: Dinas Tata Kota. pakar perguruan tinggi. Kurangnya sosialisasi Masyarakat tidak mengerti Adanya kerja sama masyarakat dengan aparat. 2. Disamping itu sebagaian kecil menjawab. swasta. BPN. Dinas . Alasannya: karena keinginan masyarakat terlalu beragam. bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang. bahwa ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang . Sebagian responden menjawab. PU. Peran Serta Masyarakat Responden sebagian besar menjawab. Kapedalda. Beberapa Faktor Penyebab Pelanggaran Pemahaman zona-zona tata ruang oleh pejabat tidak sama.dan Instansi Teknis. 5. Kurang koordinasi antar aparat Kepentingan politik dan interest pengusaha & penguasa lebih kuat daripada dokumen perencanaan RTRW yang sudah di Perdakan atau belum. bahwa: secara khusus belum ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang. sehingga ijin dilanggar Rencana Tata Ruang sudah perlu dievaluasi Masyarakat tidak peduli dengan himbauan pemerintah. institusi akademis. dan evaluasi. C. tokoh masyarakat. pengguna lahan.

komponen masyarakat peduli kota Mereka terlibat dalam bentuk/jenis kegiatan: laporan-laporan dan partisipasi langsung dilapangan. pemantauan/ pengawasan langsung oleh masyarakat dalam pembangunan. pengaduan masyarakat. pemantauan secara reguler. 15% menjawab untuk membuat peta lokasi perumahan dan 5% untuk menghindari bahaya alam.2 Pemahaman Masyarakat (Umum) Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. kemudian 20% menjawab untuk kenyamanan dan keasrian kota. dan 15% dari buku. karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat dalam rangka pengendalian RTR tersebut. dan evaluasi rutin. 2. 10% menyebutkan dari teman/saudara. pembekuan/pencabutan IMB.83 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .2. LSM. bahwa penataan ruang bermanfaat dan mengenai manfaat penataan ruang. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikut sertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang. Sebagian besar responden memberi jawaban. Pengendalian pemanfaatan ruang jika hanya sampai pada Pemantauan dan Pelaporan. bentuk sanksi yang dikenakan terhadap pelanggaran Rencana Tata Ruang berupa peringatan. Yang terlibat semua stakeholder.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pemantauan. bahwa mereka pernah mendengar istilah/informasi tentang penataan ruang. Dapat dikatakan seluruh responden menjawab. IV . Dalam kaitannya dengan penertiban. kebutuhan dan keinginan masyarakat terlalu beragam. bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang. sekitar 40% menjawab untuk mengatur tata kota. hasil evaluasi harus digunakan sebagai bahan utama koreksi perencanaan tata ruang ke 4. 3. Sebagian besar (50%) menjawab bahwa informasi tersebut diperoleh dari media massa dan kemudian dari pemerintah (25%). denda. informasi. pelaporan dan juga evaluasi yaitu berbentuk koordinasi dan konsistensi sesuai RTRW. Persepsi Tentang Penataan Ruang 1. maka pengendalian belum maksimal. Sebagian kecil responden menjawab. konsultan. depan. sanksi administratif dan pembongkaran. melaporkan apabila di lapangan ada bangunan yang tidak memiliki IMB atau melanggar IMB. Peran Serta Masyarakat Responden menjawab. seminar. memberi kritik dan saran. kontrol masyarakat melalui media massa.

10% tidak menjawab dan sisanya menyebutkan belum bermanfaat. Perencanaan 1. Sekitar 85% menyebutkan Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) bermanfaat. kemudian sekitar 30% responden berpendapat kurang baik dan 20% baik. dan 15% menjawab tidak menjawab/tidak tahu. IV . disebutkan: untuk anak cucu/generasi mendatang besar sekali manfaatnya dalam rangka pemanfaatan dan pengelolaan ruang karena akan menyangkut kenyamanan hidup warga efisiensi pemanfaatan ruang ketertiban penggunaan lahan peningkatan PAD manfaatnya agar kota terlihat lebih indah manfaatnya agar kota terlihat enak. 45% menjawab 7-10 m.84 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sebagai jawaban manfaat Rencana Tata Ruang (Kota). 2. Dari jawaban responden mengenai penataan ruang kota diperoleh gambaran bahwa sebagian besar berpendapat bahwa penataan ruang kota cukup baik (50%). Untuk pertanyaan jarak antar rumah terdapat variasi jawaban dan jika dikelompokkan maka: 35% menjawab 1-4 m. 15% menjawab 100-300 m2 dan sisanya tidak menjawab/tidak tahu. asri dan terkendali. 20% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan permukiman penduduk. sekitar 50% menjawab 70 m2. aman. menghindari bahaya alam. 4. untuk mengatur tata kota agar tertib sesuai peruntukannya untuk perencanaan pengembangan wilayah dan pemukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota 3. Mengenai luas lahan yang cukup untuk mendirikan rumah. sekitar 10% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan tanah dan sisanya menyebutkan tidak tahu. B.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. kemudian 25% menjawab 50-60 m2. Sekitar 60% responden menjawab bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) adalah strategi pelaksanaan pemanfaatan ruang wilayah (kota). besar sekali manfaatnya karena untuk masyarakat kota agar kota dapat tertata dengan baik agar tercipta lingkungan yang nyaman dan sehat rencana tata ruang wilayah sangat bermanfaat agar kota menjadi rapi. nyaman dan asri dipandang dan dirasakan. 5% menjawab 250 m.

50% responden menjawab jarak antara permukiman penduduk dengan bandara sebaiknya 500 – 1000 m. 90% responden menyatakan permukiman penduduk di dekat Bandar Udara/ Lapangan Terbang berbahaya. dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 55% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya sebagai taman dan halaman parkir dari conblok.85 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik menyebutkan: menggunakan semua lahan rawa di kota untuk pembangunan gedung pusat perbelanjaan. 25% bersikap tidak tahu. sehingga secara ekonomi lahan yang tadinya bernilai murah menjadi lahan yang bernilai tinggi. 10% menyebutkan: semua benar/tidak menjawab. sedangkan 50% menjawab tidak memadai. Mengenai pemahaman para responden dalam hal perlakuan terhadap lahan rawa di kota: 10% kota. maka: 10% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya 400 m2 untuk halaman parkir ditutup dengan beton agar terlihat rapi dan bersih. 6. 30% menjawab membiarkan (hak asasi manusia).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 5. 60% menyebutkan: menggunakan lahan rawa dikembangkan untuk diubah menjadi tempat pemancingan dan taman rekreasi kota. 8. Dari 4(empat) pilihan mengenai pemanfaatan lahan (perencanaan bangunan). 15% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan semua dengan 1 basement untuk parkir dan 4 lantai dimana masing-masing lantai dilengkapi dengan tanaman dalam pot di bagian tepi dan atap beton sebagai taman/kebun. 7. dan selebihnya menjawab tidak apa-apa dan tidak menjawab. kenyamanannya). karena rawa mengurangi keindahan . 5% menjawab < 500 m. IV . 40% menjawab cukup memadai. 10% responden berpendapat bahwa jalan di kota mereka sudah memadai (lebar. 10. 9. 35% menjawab > 1000 m. ketersediaan pedestrian/jalur pejalan kaki. 15% menjawab semua benar. dan 10% bersikap mendukung. Mengenai tanggapan responden jika ada warga mendirikan tempat usaha. 35% bersikap melarang karena melanggar peruntukan lahan. 20% menyebutkan: menimbun semua lahan rawa di kota untuk dijadikan perumahan elite dan apartemen.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

11.

Mengenai pemanfaatan lahan perkebunan/hutan, beberapa pendapat responden adalah: 5% Mengubah lahan perkebunan di daerah perbukitan menjadi lahan perumahan 25% untuk mendapatkan penghasilan ganda dan menghindari polusi di kota, maka perlu dilakukan pemanfaatan lahan hutan di pinggir kota untuk dijadikan kawasan pabrik 50% menggunakan lahan hutan di pinggir kota untuk tempat rekreasi 10% semua benar 10% tidak menjawab

C. Pemanfaatan Ruang 1. Dari berbagai pilihan fasilitas umum (kota) yang dibutuhkan masyarakat, maka pilihan terbanyak jatuh pada fasilitas: Balai Kesehatan, Taman Bermain/Taman Kota, Pasar, Tempat Ibadah. 2. Hampir 100% responden menjawab, bahwa kegunaan trotoar adalah: tempat pejalan kaki. 3. Menurut responden, jika rumahnya memiliki halaman, maka pemanfaatannnya adalah: 20% menjawab: untuk tempat bermain 50% menjawab: untuk menambah asri 20% menjawab: untuk tanaman obat 10% menjawab: untuk parkir kendaraan

Untuk pertanyaan cukup tidaknya taman yang dimiliki kota, maka 30% responden menjawab cukup, 50% menjawab tidak/belum cukup, dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 4. 90% responden menyebutkan bahwa ketersediaan saluran pembuangan air belum memadai, sedangkan 10% menyebutkan memadai dan sisanya tidak menjawab. 5. Pendapat responden tentang perencanaan buang limbah cair pabrik dan rumah sakit: 10% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sungai agar menjadi segar/encer sehingga tidak terlihat pekat 40% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sumur resapan agar dapat tersaring oleh tanah
IV - 86
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

25% menyebutkan: limbah cair dibuang ke saluran jalan setelah melalui proses pengolahan limbah 10% menjawab: semua benar 15%: tidak menjawab 10% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran jalan 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran irigasi. 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke sumur resapan dan limpasannya ke saluran jalan. 20% menjawab: semua benar 10% tidak menjawab

6. Pendapat responden tentang perencanaan drainase air hujan:

D. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1. Berbagai jawaban responden mengenai adanya larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai. Lebih dari 70% responden memberi alasan karena berbahaya jika banjir, 15% menjawab karena akan menyempitkan sungai, 15% menjawab karena akan mengotori sungai dan mengganggu keindahan. 2. Informasi mengenai larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai, 55% responden memperolehnya dari media massa, 15% dari buku pelajaran, 15% dari tetangga/teman, 10% pemerintah/petugas kelurahan, dan selebihnya dari dosen, konsultan. 3. Masih banyaknya warga yang mendirikan bangunan di bantaran sungai padahal ada larangan, 80% responden menyebutkan karena warga terpaksa, 10% menjawab karena tidak tahu ada larangan, dan selebihnya (10%) menjawab karena karena ada ijin dari RT setempat, sengaja melanggar. 4. Jawaban responden mengenai penggunaan lahan di bantaran sungai: 20% menjawab bahwa menggunakan lahan bantaran sungai dapat diijinkan jika bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada warga yang kurang mampu agar dapat tempat berteduh. 10% menjawab bahwa menggunakan bantaran sungai dibolehkan karena cukup membantu ekonomi penduduk dengan memanfaatkan lahan yang subur setiap pasca banjir. 60% menjawab bahwa menggunakan lahan di bantaran sungai tidak diijinkan karena membuat sempit lahan tampungan sehingga dapat menyebabkan air melimpah ke daratan dn terjadi banjir.

IV - 87
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

10% menjawab bahwa pernyataan (c) kurang tepat dan kurang dapat diterapkan, karena tidak ada rasa sosial dan perikemanusiaan. 10% tidak menjawab.

5. Menurut responden alasan pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah: 30% menjawab untuk menarik pajak 10% menjawab untuk keselamatan warga 60% menjawab untuk penataan ruang

6. Jawaban responden sehubungan dengan: jika di pemukiman sekitar responden ada pengusaha yang akan mendirikan bangunan (rumah sakit/supermarket/ pabrik), apakah memerlukan ijin dari responden,adalah: 50% menjawab ya, harus 30% menjawab tidak perlu 20% tidak menjawab/tidak tahu

4.3 Rangkuman Isu Permasalahan Dari pengamatan terhadap 7 (tujuh) kota sebagai kasus studi, yang mewakili kawasan berkembang (Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya) kawasan sedang berkembang (Balikpapan, Pontianak, Manado), maka dapat diambil/dirangkum isu permasalahan yang terjadi pada kota-kota tersebut dan kota-kota di Indonesia pada umumnya, yaitu:

A. Ditinjau dari aspek Prasarana dan Sarana • Transportasi • Struktur jaringan (hirarkhi) jalan belum jelas; Kemacetan lalu lintas; Manajemen lalu lintas (integrasi ruang); Tidak mampu menampung pergerakan penduduk, perjalanan terganggu/tidak nyaman, pemeliharaan/peningkatan kualitas, keterbatasan dana; Jaringan jalan: terpusat, sehingga menimbulkan kemacetan; Tidak jelasnya sistem/pola jaringan jalan.

Drainase & Sanitasi Kurang pemeliharaan; Aliran tidak lancar (beda ketinggian, presipitasi rendah, pemeliharaan kurang);
IV - 88
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

drainase Bantaran sungai: pembangunan di bantaran sungai tanpa mengindahkan garis sempadan sungai Struktur ruang: perkembangan linier. industri dan pembangunan infrastruktur. Ditinjau dari Sektor/Kegiatan • Hutan kota . profil saluran belum teratur. perumahan. B.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Banjir dan genangan (antara lain disebabkan: kemiringan kurang. kumuh. rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran).89 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota IV . Penyediaan fasilitas umum. pendangkalan di muara sungai. Kapasitas terbatas. Pembangunan di daerah-daerah subur / berbukit-bukit Pengerukan/pemapasan bukit Reklamasi pantai. • Persampahan Terbatasnya kemampuan penanganan sampah kota. Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai. perkembangan ekstensif C. pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan. kemiskinan. • Sanitasi: sistem belum sempurna (air hujan dan air limbah jadi satu). perumahan) Pembukaan lahan tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung lingkungan: • • • • • Konversi lahan menjadi permukiman. • Permukiman Kualitas lingkungan permukiman rendah. kebun karet rakyat. sanitasi wilayah pantai. saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. kinerja pelayanan rendah. keterbatasan lahan (TPA). Ditinjau dari aspek Ruang/Lahan & Lingkungan Hidup • • • Permasalahan kepemilikan lahan Penyimpangan pemanfaatan ruang/lahan: pemanfaatan tidak sesuai rencana (kawasan Konservasi digunakan untuk perkebunan campuran. Air bersih Tingkat pelayanan masih rendah. fasilitas sosial yang tidak/belum memadai.

Terjadinya abrasi pada kawasan pantai Hilang dan rusaknya tanaman pantai Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Untuk kota-kota pesisir: abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. angin dan lainnya. • Hutan Mangrove Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove. gelombang. .Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga. Kepemilikan lahan. permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas IV . Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan. Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak. arus.90 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Penyiapan fisik lahan untuk kawasan industri.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat • Ruang pantai/pesisir Kawasan permukiman cenderung kumuh. Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menuntut publik untuk menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai. kayu bakar dan arang. permukiman. Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah. industri dan eksploitasi tak terkendali. Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota. Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir. Hilang/punah/pindah primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosaistem mangrove. Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong dan bukit (cut & fill). • Kawasan rawan longsor Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam.

Curah hujan yang terlalu tinggi. Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air. Ketidaklancaran aliran sungai. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. cenderung jadi permukiman kumuh. • Permukiman di atas air Permasalahan yang dapat timbul dari permukiman di atas air terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali melalui laut Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan. Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. antara lain. oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu. sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air. Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Banjir Diakibatkan. belum dikelola secara terencana. • Permukiman Nelayan Umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas.91 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan. Pengaruh yang dapat ditimbulkannya antara lain: Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna. IV . Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air. • Kekeringan Diakibatkan antara lain oleh: Prosentase hujan kurang. longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi.

Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang. Kondisi bangunan bervariasi. Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. Tidak ada TPS. menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensupplai kebutuhan penduduk akan ikan. persampahan. - Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayaninya infrastruktur/prasarana kota (jalan. IV . KDB dan KLB). sehingga banyak pedagang yang berjaualan di lahan parkir dan tepi jalan. Kotor dan kumuh.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kondisi sosial budaya . • Pasar Tradisional Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut. Fasos dan fasum yang ada kurang memadai. Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. dari yang kurang representatif atau rusak.air bersih. Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada.92 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . - Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan. hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen. Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak. limbah/sanitasi). drainase. Perdagangan Modern Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir. Menimbulkan masalah kemacetan transportasi.

93 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . IV . pemanfaatan maupun pengendalian penataan ruang) masih kurang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. kesulitan dalam pembebasan lahan. SDM yang terlibat kurang profesional. Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat dalam penyusunan rencana masih terlalu sedikit. suka berganti/mutasi. • Sosialisasi penataan ruang masih kurang/belum terlaksana. Keterbukaan aparat: masalah dalam hal keterbukaan aparat dalam memberi informasi pengembangan kota Peran serta masyarakat: keikutsertaan dalam penataan ruang masih kurang Law enforcement: masih rendah Koordinasi antar instansi/pihakterkait dalam penyelenggaraan penataan ruang (baik dalam tahap perencanaan. Lain-lain • • • • • • Rencana tidak jalan/terealisasi: karena hambatan dana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful