BAB IV BA B I V PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG DIWILAYAH STUDI DIWILAYAH STUDI

Dalam rangka pembuatan materi untuk menyusun skenario Film Layanan Masyarakat yang menggambarkan proses penyelenggaraan penataan ruang, selain mengacu kepada bahanbahan terkait seperti grand scenario gerakan kepedulian publik dalam penataan ruang serta peraturan perundang-undangan tentang penataan ruang juga dilakukan kajian tentang proses penyelenggaraan penataan ruang di wilayah studi. Sehubungan dengan kajian yang dilakukan, yang hasilnya akan digunakan sebagai materi untuk membuat Film Layanan Masyarakat dalam penyelenggaraan penataan ruang, maka sebagai kasus studi diadakan tinjauan terhadap 7 tujuh) kota, yakni: Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kota Pontianak, dan Kota Manado. Data-data dari ketujuh kota tersebut berupa data sekunder, yakni berupa dokumen tertulis/buku laporan; serta data primer, seperti pengamatan langsung di lapangan, wawancara/penyebaran kuesioner di lapangan. Kajian yang dilakukan tidak lepas dari hal-hal yang berhubungan dengan tipologi wilayah, nilai–nilai lokalitas wilayah, dan karakteristik kawasan yang terkait dengan penataan ruang. Dalam kaitannya dengan tipologi suatu wilayah/kota, dilihat dari aspek fisik geografisnya, maka terdapat adanya kota pantai/pesisir, kota pegunungan, kota di dataran rendah, kota di dataran tinggi. Kemudian dari fungsinya, maka antara lain terdapat adanya kota perdagangan, jasa, kota pariwisata, kota industri, kota pendidikan. Dengan adanya kondisi fisik yang berbeda, fungsi yang berbeda, adat istiadat setiap suku yang berbeda, maka akan memberi warna tertentu pada nilai lokalitas suatu wilayah/kota. Mengenai karakteristik kawasan, maka terdapat adanya: kawasan berkembang, kawasan

sedang berkembang, dan kawasan pengembangan baru. Dari perwujudan fisiknya, maka intensitas pembangunan di kawasan berkembang lebih besar dari pada kawasan sedang berkembang, dan intensitas pembangunan di kawasan sedang berkembang lebih besar dari pada kawasan pengembangan baru. Jika dilihat wilayah Indonesia secara keseluruhan, maka kawasan berkembang meliputi: Pulau Sumatera, Pulau Jawa; kawasan sedang berkembang:meliputi: Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi; dan wilayah di Indonesia bagian timur termasuk kawasan pengembangan baru.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Di samping kajian di atas, dilakukan juga kajian yang berhubungan dengan pemahaman (masyarakat) terhadap penyelenggaraan penataan ruang. Untuk memperoleh informasi sehubungan dengan kajian tersebut, maka dilakukan penyebaran kuesioner/wawancara kepada pihak yang relevan. Pihak yang dimaksud dikelompokkan atas 2 (dua) kelompok responden, yaitu: aparat pemda dan masyarakat umum. Materi yang ditanyakan/diajukan pada dasarnya untuk memperoleh jawaban yang berhubungan dengan: tingkat pengetahuan masyarakat sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang, pendapat masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang yang ada, tingkat kesadaran masyarakat terhadap masalah penataan ruang serta pandangan masyarakat mengenai informasi penataan ruang.

4.1

Gambaran Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota: Medan, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Pontianak, Manado

4.1.1 Kota Medan 4.1.1.1. Gambaran Umum Kota Medan A. Kondisi Umum Kota Medan berada pada 3º 30' - 3º 43' Lintang Utara dan 98º 35' - 98º 44' Bujur Timur dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Batas administrasi Kota Medan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang
Kawasan pusat kota dengan ciri khasnya gedung Kantor Pos yang dibangun Thn 1911 dan Tugu

: Kabupaten Deli Serdang dan Selat Malaka

B. Kondisi Fisik Luas Kota Medan 30.028,8 hektar (300,288 km²). Kota Medan merupakan salah satu dari 25 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dan merupakan pusat pemerintahan provinsi tersebut. Berdasarkan kondisi topografinya, Kota Medan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kota Medan merupakaan dataran rendah yang merupakan tempat pertemuan dua sungai penting, yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli.

IV - 2
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Secara geografis Kota Medan juga merupakan jalur sungai. Paling tidak ada 8 (delapan) sungai yang melintasinya. Adapun manfaat terbesar dari sungai-sungai ini adalah sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Penggunaan lahan di kota Medan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.1.1.1.1 Prosentase Luas Penggunaan Lahan di Kota Medan

Penggunaan Lahan Pemukiman Perkebunan Lahan jasa Sawah Perusahaan Kebun campuran Industri Hutan rawa

Prosentase (%) 36,3 3,1 1,9 6,1 4,2 45,4 1,5 1,8

Sumber : Kota Medan dalam Angka Tahun 2003, BPS Kota Medan

Kawasan Kota Medan yang termasuk dalam kawasan perkotaan Mebidang (Medan-BinjaiDeli Serdang) mencakup kawasan pantai timur berbatasan dengan Selat Malaka menuju arah selatan yang merupakan kaki Bukit Barisan. Dari segi morfologi, kawasan tersebut merupakan wilayah datar sampai landai dengan kelerengan kurang dari 3%, hingga daerah berbukit di bagian selatan dengan kelerengan lebih dari 16%. Kota Medan dikelilingi Kabupaten Deli Serdang, yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA), khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Di samping Kabupaten Deli Serdang, secara geografis Kota Medan didukung oleh daerah-daerah lainnya yang juga Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli kaya akan SDA. Daerah-daerah tersebut adalah:

Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini menjadikan Kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan dan saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya. Disamping itu, sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Dari posisi geografis ini, secara fisik telah mendorong perkembangan Kota Medan kedalam 2 (dua) kutub pertumbuhan, yaitu daerah terbangun Belawan dan pusat Kota Medan saat ini.
IV - 3
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

5% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertambahan penduduk Kota Medan dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003 sebanyak 151.95 % (tahun 1993 penduduk yang bekerja berjumlah 321 jiwa).842. gas dan air 6.130 jiwa per tahun (jumlah penduduk Kota Medan tahun 1993 adalah 1. Gas dan Air Bangunan Perdagangan. laju pertumbuhan ekonomi Kota Medan terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 4. peternakan dan perikanan Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik. hotel dan Restoran Angkutan.993. IV . dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 6.010 0 0 224 0 0 86 1. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Kota Medan yang telah terdaftar di Departemen Tenaga Kerja adalah di sektor industri pengolahan. listrik.1.1.639 jiwa/km².6%. Dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003.1. keuangan 7.302 jiwa atau rata-rata 15.67%. Pada tahun 2002.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. pertanian 6.88%.340 D. Usaha Persewaan bangunan/tanah dan Jasa Perusahaan Jasa Kemasyarakatan.602 jiwa. Asuransi.2 Jumlah Penduduk Yang Bekerja dan Terdaftar Menurut Lapangan Usaha Di Kota Medan Tahun 2003 Lapangan Usaha Pertanian. BPS Kota Medan 2003 0 0 1.010 jiwa dari 1. Sosial dan Perorangan Jumlah Sumber: Kota Medan Dalam Angka 2003.300 jiwa).53%).340 jiwa total penduduk yang bekerja. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Medan pada tahun 2003 adalah 1. Tabel 4. yaitu sebanyak 1. jumlah penduduk yang bekerja tersebut meningkat tajam sebesar 23. Beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata yakni sektor penggalian 9. Pergudangan dan Komunikasi Keuangan. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Medan.4 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . pada tahun 2002 sektor perdagangan memberikan kontribusi yang sangat dominan (34.42%. Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap pendapatan regional. tercermin dari perekonomiannya.

2.549. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 5.1.003. Produk Rencana Tata Ruang Kota Medan Produk Rencana Tata Ruang yang menjadi pedoman dalam penataan kota dan bangunan saat ini terdiri dari: a.651.222.1.453.30 764.52 789.75 886.353. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 1.59 1.590.54 259.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Medan A.1.001.558.71 471.878. yang saat ini sedang direvisi untuk masa 2005-2015.782.18 425.79 1. mencakup wilayah pusat Kota Medan. Assuransi.093.534.689.985. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.282.853. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Medan menurut lapangan usaha tahun 2002 atas dasar harga konstan tahun 1993 mencapai Rp. BPS Kota Medan 4.40 1.799. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 20.107.390. Tabel 4. Tanah dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB 404. IV .957. c.21 1999 292.49 829.101.1. Tahun 2003.274.67 818.938.045.05 197.29 2002 358.07 717.984.52 973.85 271.275.82 763.191.14 2000 320.07 5.884.08 701.095.041.97 833.000 (setingkat RDTRK) sebanyak 66 lembar.010. Rencana Umum Tata Ruang Kota Medan (RUTRK) Tahun 1995 – 2005.64 1.03 292.68 434.65 588.25 260.000.568.54 640.19 5.126.044.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan Jumlah Penduduk.873.97 5.156.752.1.521.272. Usaha Persewaan Bangunan.952.000.15.5 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Rencana Sub Sub Wilayah (RSSW) yang telah ada sejak tahun 1978.52 5.59 247. 4 tahun 1995.062.479.66 Sumber: Kota Medan Dalam Angka.31 228.173. merupakan bagian dari Pola Dasar Pembangunan Kota Medan dalam aspek fisik yang disahkan dalam Peraturan Daerah No.33 2001 335.3 PDRB Kota Medan Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian Penggalian Industri Pengolahan Listrik.538.497.20 447.85 708.971.83 1.87 1. Peta-peta Blad yang merupakan rencana teknis dan telah ada sejak lama.501.78 273. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. b.

Perda No.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain ketiga produk hukum tersebut. 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Perda RTRW Kota Medan menjadi pedoman dalam penyusunan Perda-Perda dan Surat Keputusan Walikota yang mengatur tentang penataan ruang kota Medan.1 Salah satu contoh Produk RTR Kawasan Mebidang Selain Perda tentang RTRW Kota Medan.342/3017/SK/2000. 4. 17 Tahun 2002 tentang Peruntukan Penggunaan Tanah. Surat Keputusan Walikota Medan No. 188. 2.6 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 9 Tahun 2002 tentang Izin Mendirikan Bangunan. Surat Keputusan Walikota Medan No. tentang Penyempurnaan Surat Keputusan Walikota Medan No.2.342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No. Perda No. Gambar 4. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan Dalam Daerah Kotamadya DT II Medan. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan dalam Daerah Kota Medan. 3.1. 188. sehingga dalam penyusunan rencana tata ruang untuk kawasan Mebidang tersebut dikoordinasikan oleh Gubernur Propinsi Sumatera Utara sesuai dengan Pasal 8 ayat (3) UU No. IV .342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No. 188. peraturan lainnya yang berkaitan dengan penataan ruang adalah : 1. Kota Medan termasuk dalam Kawasan Perkotaan Mebidang.1.

diarahkan membentuk pola ribbon (pita) dengan desentralisasi pusat-pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi. Setia Budi dan Jl. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan perlunya penetapan wilayah Metropolitan Medan (Medan Metropolitan Area/MMA) sebagai satu kesatuan wilayah pengembangan. Pemanfaatan Ruang Kota Medan Dalam hal pelaksanaan penataan ruang (pemanfaatan ruang). Kota Binjai. • Penataan kawasan Jl. • Pelestarian bangunan/lingkungan bersejarah yang dilakukan melalui revitalisasi (Kesawan. Ahmad Yani II dan relokasi pedagang/penjahit yang menggunakan jalan tersebut. baik ditinjau dari segi homogenitas maupun fungsi ekonominya. Marelan).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. Ahmad Yani/Kesawan menjadi pusat jajan malam hari. terkait dengan proyek MMUDP yang telah rampung pada tahun 2003/2004.7 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Penataan kawasan kumuh dan lalu lintas. Titi Gantung dan Mesjid Raya Istana Maimoon) serta revisi perda. • • Penataan pedagang Buku Titi Gantung sebagai kesatuan ruang Kesawan (fungsi Wisata). antara lain: • Pembangunan jalan lingkar luar dan jalan-jalan penghubung (Jl. Salah satu kawasan kumuh dibantaran sungai Jalan Suprapto Salah satu gedung bersejarah di Jalan Imam Bonjol Selain pemanfaatan lahan untuk penataan ruang di atas. • Penataan pasar ikan lama: pengembalian fungsi Jl. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya struktur ruang tersebut adalah: • Pengembangan Kawasan Polonia di Kota Medan sebagai pusat Bisnis dan Keuangan • Pengembangan Kota Binjai dan Lubuk Pakam sebagai kota mandiri yang mengimbangi perkembangan Kota Medan • Pengembangan kawasan-kawasan prospektif ekonomi di Kawasan Pelabuhan Laut Belawan dan Bandar Udara baru Kuala Namu • Pengembangan jalan tol Medan-Binjai dan Medan-Kuala Namu • Perkembangan memita (ribbon development) antara pusat-pusat kegiatan Melihat perkembangan Kota Medan yang semakin pesat. dan Kabupaten Deli Serdang. Wazir. Pada tahap II akan dikembangkan pula di Jl. Lingkup wilayah MMA atau Kawasan Perkotaan Mebidang ini meliputi Kota Medan. IV . dilakukan melalui kegiatankegiatan sektoral maupun terintegrasi. khususnya Kota Medan. untuk menghindari perkembangan perkotaan yang terus meluas sejalan dengan kecenderungan perkembangan saat ini. maka perkembangan kawasan perkotaan Mebidang.

dispensasi GSB maupun aspek lainnya. Pelaksanaan penataan ruang d. dan Kuala Namu (bandar udara). Pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan juga dengan pemberian perizinan yaitu melalui Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. dimana kegiatan ekonomi yang prospektif adalah di Medan kota inti (pusat bisnis dan keuangan).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Penataan dan penyediaan wadah/ruang-ruang bagi kegiatan yang akan menunjang Kota Metropolitan dilakukan melalui: b. Untuk segi pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus. Pengendalian kawasan resapan air (selatan) dengan koefisien Dasar Bangunan di Bagian Selatan Kota. Rencana perluasan Kota Medan c. Pengendalian rencana/pemanfataan ruang dilakukan dalam bentuk: • Penyesuaian dan evaluasi secara parsial rencana tata ruang dengan perkembangan kota yang terjadi. Meminimalisir pembangunan rumah petak/ruko 4 (empat) lantai melalui cara disinsentif retribusi yakni tarif dua kali dari ketentuan (Perda No. • • • • Pengawasan dan penindakan (pembongkaran) bangunan bermasalah (tidak memiliki ataupun menyimpang IMB). C. Pengendalian rencana tata ruang e. 9 tahun 2002). Kegiatan ini dilakukan dalam kajian khusus di Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kota Medan melalui upaya perubahan peruntukan. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Medan Pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait. Perda No. penghapusan rencana jalan. Peningkatan pelayanan umum Dengan pengembangan di atas. 17/2002 tentang pengendalian perubahan peruntukan tanah/penghapusan rencana jalan dan dispensasi GSB melalui pemberatan retribusi menjadi jauh lebih tinggi (berdasar SK Walikota Medan mengenai harga dasar tanah tahun 1995 menjadi berdasar NJOP) • Mempermudah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi rencana kota melalui : IV . maka pemanfaatan ruang di Kota Medan sebagian besar dimanfaatkan sebagai pusat-pusat kegiatan perekonomian. Peningkatan estetika kota f. Belawan (industri dan pelabuhan laut).8 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

Masih rendahnya tingkat pelayanan air bersih perpipaan .Penurunan kapasitas Bandara Polonia . 17/2002). berwarna dan berbau (akibat pencemaran).1.Kualitas air sumur dangkal yang masih rendah: asin. Air Bersih . . dunia usaha di kantor DTK dan TB lantai II. dimana tarifnya telah dipermurah (Perda No. Drainase/Pengendalian Banjir . Permasalahan Kota Medan meliputi : • Bidang Transportasi .Manajemen lalu lintas belum mendukung rencana integrasi ruang ke dalam kawasan perkotaan Mebidang • Bidang Sarana dan Prasarana a.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan a.Beban lalu lintas terusan .9 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu banjir di Kota Medan yaitu di Jalan Putri Hijau akibat sistem drainase yang kurang baik Salah Satu kemacetan di kota Medan .1. masyarakat umum.Kemacetan lalu lintas .Tingkat kesadaran masyarakat untuk memelihara prasarana drainase masih rendah.Jaringan jalan yang belum terstruktur menurut kebutuhan hirarki jalan . 4. Informasi secara informal untuk mahasiswa. Kota Medan juga memiliki beberapa permasalahan di dalam penataan ruang.Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi (30%) .100 Ha. IV .Banjir di Kota Medan bagian utara. b.3 Isu Permasalahan Kota Medan Selain memiliki potensi perkembangan kota. .Ketersediaan air dan kapasitas distribusinya masih rendah . melanda areal seluas ± 1. b. akibat aliran air yang lamban ke arah muara karena rendahnya beda ketinggian dan tingkat presipitasi setempat. Informasi secara formal melalui Keterangan Rencana Peruntukan (KRP).Pembangunan tanggul 25 tahunan yang menghadapi kendala teknis dari segi kapasitas konstruksi serta sarana bantuannya.Penurunan kapasitas jalan lokal karena lokasi terminal angkutan antar kota di pusat kota .

Perkembangan linier sepanjang rute yang memanjang.Pemanfaatan ruang kota yang tidak tertata dengan baik. sehingga keberadaan permukiman sangat mengganggu ruang gerak penerbangan di bandar udara tersebut.Perkembangan kawasan kota yang cenderung ekstensif. Kawasan perdagangan yang tidak tertata dengan baik. . . fungsi pemerintahan dan perkantoran atau sebaliknya.Banyaknya permukiman kumuh yang timbul di sepanjang kali/sungai yang tidak tertangani dengan baik. seperti pemanfaatan fungsi perkantoran yang dicampur dengan fungsi perdagangan.10 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Bidang Struktur Ruang Kota .pemanfaatan lahan untuk permukiman yang ada di dekat bandar udara Polonia jaraknya sangat dekat (± 300 m). dimana pemanfaatannya juga terdapat fungsi perkantoran Lokasi permukiman di Padang Bulan yang dekat dengan Bandar Udara Polonia yang berjarak ± 300 meter IV . Kota Medan . . Kawasan kumuh yang berada di Jalan Kejaksaan dan Jalan Suprapto.

Batas.Sebelah Timur : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan. Teluk Lampung : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan IV . Binjai. • • • Pengembangan jalan tol baru yang menghubungkan Binjai-Medan-Kuala Namu Pengembangan jalan lingkar luar Kota Medan.Sebelah Utara .18 km² dengan jumlah kecamatan sebanyak 13 kecamatan.Sebelah Selatan .105º 37' Bujur Timur.1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pengembangan kawasan perkotaan Mebidang cenderung untuk membentuk suatu pola ruang yang ekstensif.11 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu pintu masuk Kota Bandar Lampung dan Ciri Khas Kota Bandar Lampung . Pengembangan bandara baru di Kuala Namu.batas administrasi Kota Bandar Lampung adalah: . Letaknya yang strategis.1 Gambaran Umum Kota Bandar Lampung A. Kegagalan pengembangan kota-kota kecil mandiri yang menyebabkan meningkatnya ketergantungan terhadap kota-kota utama (Medan. Secara geografis Kota Bandar Lampung terletak pada 5º 20' . sehingga menguntungkan bagi pertumbuhan dan pengembangan Kota Bandar Lampung sebagai pusat perdagangan.1. Kondisi Umum Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung. Pengembangan jaringan jalan yang merangsang pengisian ruang secara ekstensif.Sebelah Barat .2. 4. di ujung selatan Pulau Sumatera. Luas wilayah Kota Lampung adalah 192.2 Kota Bandar Lampung 4.5º 30' Lintang Selatan dan 105º 28' . yang disertai dengan pusat pelayanan dan permukiman skala besar tanpa kawasan penyangga antara Kota Medan dan Kuala Namu. karena sebagai daerah transit kegiatan perekonomian antar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. industri dan pariwisata. dan Lubuk Pakam). Kota bandar Lampung berada pada Teluk Lampung. Beberapa faktor yang mempengaruhinya dan perlu diantisipasi dalam pengembangan perkotaan tersebut antara lain: • • • Pengembangan beberapa kota baru dan permukiman skala besar yang berada terlalu dekat dengan Kota Medan.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4. daerah hilir sungai berada di selatan yaitu pada dataran pantai. landai sampai miring 35%.75 406.55 256.1.01 9. Daerah pantai yaitu sekitar Teluk Betung bagian selatan dan Panjang 2.477.05 2.51 0. Teluk Lampung dan pulau-pulau kecil bagian selatan Kondisi fisik Kota Bandar Lampung yang Berbukit Batu Di bagian tengah Kota Bandar Lampung mengalir sungai-sungai.12 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 4. Tabel 4.39 38. Selain itu wilayah Kota Bandar Lampung sebagian merupakan perbukitan.1 Luas Penggunaan Lahan Di Kota Bandar Lampung Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan 1. Luas wilayah yang datar sampai landai 60%.971.52 2.447. 8.5% dari luas lahan seluruhnya. Penggunaan lahan di Kota Bandar lampung sebagian besar dimanfaatkan sebagai lahan pertanian seluas 10. Tahun 2003.07 54. Luas (Ha) 5.218.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B.201. sangat miring sampai curam 4%.1.02 19. 5.01 482.85 1.33 1.1.1.67 10. 9.01 Ha atau 54. Kondisi Fisik Kawasan perkotaan Kota Bandar Lampung terletak pada ketinggian 0 – 700 m di atas permukaan laut dengan topografinya terdiri dari: 1.20 100 IV .95 6. dimana daerah hulu sungai berada di bagian barat.55 % 31.2. 7.1.2.25 0.30 375. Permukiman Pertanian Hutan Rawa Perusahaan Industri Jasa-jasa lainnya Tanah Kosong tidak diperuntukan Jumlah Sumber: Kota Bandar Lampung Dalam Angka.12 1. 6. 3. 2. Daerah dataran tinggi serta sedikit bergelombang terdapat di sekitar Tanjung Karang bagian barat yang dipengaruhi oleh gunung Balau serta perbukitan Batu Serampok dibagian timur selatan 4. Daerah perbukitan yaitu sekitar Teluk Betung bagian utara 3.

Pertambahan penduduk Kota Bandar Lampung dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 rata-rata pertahunnya adalah 16.877 251.176 406. Peternakan.548 378.330 2001 45. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.941.10%.258 41.576 1. Pada tahun 2003. hotel dan restoran sebesar 23.52% dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003.788 269. tercermin dari perekonomiannya.909.049 jiwa.078 346.276 48. Tahun 2003.079 166.532 394. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Bandar Lampung pada tahun 2003 mencapai Rp.361 132. 5.2 PDRB Kota Bandar Lampung Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian. 4. laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 14. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik. 2.217 402.Tabel 4.695.473 180.41%.267 407.454. 7.711 123.869 326.441 144. Sumber: Pemerintah Kota Bandar Lampung.189 173.96%.596 8. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung.870 1. 9.814 1. 2. Persewaan.748. Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap PDRB Kota Bandar Lampung.715 260.199 171.2.011 322. 8. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. sedangkan untuk tahun 2003 laju pertumbuhannya sebesar 6.841 242. IV .1. persewaan & jasa perusahaan 27%.272 2003 46. pada tahun 2003 masih sangat dominan berasal dari sektor perdagangan.815.26%. dan Jasa erusahaan Jasa-jasa PDRB 2000 53.94.13 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Ada beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata pada tahun 2003 yakni sektor keuangan. Salah satu pusat perbelanjaan Kota Bandar Lampung Kawasan kegiatan perekonomian Kota Bandar Lampung Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan jumlah penduduk.895 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 41 jiwa/km².796 323.010 35.095 43. 6.611 9.782 40.083 183. serta pengangkutan dan komunikasi 8. 3.427 316. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Bandar Lampung adalah 790. hotel dan restoran 10. perdagangan.524 1.563 2002 46.487 8. D.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C.1.010 1.542 441.188 8.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Ekspor produk hasil bumi yang menjadi andalan Kota Bandar Lampung adalah kopi.Supremasi Hukum • Lingkungan dan Tata Ruang .Permukiman Kumuh . Dalam perkembangan dan pertumbuhan Jawa Tengah. Salah satu pelabuhan yang ada di Kota Bandar Lampung 4. Kota Salatiga. lada dan pisang.1 Gambaran Umum Kota Semarang A. terutama dengan adanya pelabuhan. yang terdiri dari: . antara lain adalah: • Kemiskinan Kota.Sanitasi Wilayah Pantai 4.Pengerukan Bukit .14 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu cirri khas Kota SEmarang .2.Penyelenggaraan Pembangunan Kota Berbasis Masyarakat dan Keswadayaan . Pengiriman ekspor hasil bumi ini dilakukan melalui Pelabuhan Panjang. Kabupaten Demak. Semarang sangat berperan.Penyelenggaraan Pelayanan Umum .Drainase . Kondisi Umum Kota Semarang termasuk dalam kawasan strategis Kedungsepur (Kabupaten Kendal.Penyelenggaraan Pemerintahan . IV . Sarana ini merupakan salah satu penunjang kelancaran perdagangan di Kota Bandar Lampung. yang terdiri dari: . jaringan transport darat (jalur kereta api dan jalan) serta transpor udara yang merupakan potensi bagi simpul transport Regional Jawa Tengah dan kota transit Regional Jawa Tengah.3.3 Kota Semarang 4.1.Kualitas Lingkungan Permukiman • Manajemen Kota. Kabupaten Grobogan).2 Isu Permasalahan Kota Bandar Lampung Isu permasalahan pembangunan Kota Bandar Lampung berkaitan dengan penataan ruang.1.1. Kota Semarang. di mana pelabuhan ini merupakan pelabuhan satu-satunya pelabuhan ekspor yang dimiliki oleh Kota Bandar Lampung.

yakni koridor pantai Utara. curam (3. koridor Selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang. IV .11%). Kota Semarang terletak pada ketinggian antara 0. Kondisi lahan terbangun di Kota Semarang dan daerah sekitarnya menunjukkan adanya aglomerasi kegiatan dan fasilitas yang cukup tinggi di satu pusat (pusat pertumbuhan/growth centre) Adapun batas-batas administrasi Kota Semarang: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Laut Jawa dengan panjang garis pantai meliputi 13. Di bagian Utara. Kota Semarang terletak di pantai Utara Jawa Tengah. wilayah Kota Semarang terdiri dari dataran rendah (daerah pantai) dan dataran tinggi (daerah perbukitan). dengan pertimbangan teori tempat pusat (central place). Letak geografi Kota Semarang ini dalam koridor pembangunan Jawa Tengah dan merupakan simpul empat pintu gerbang. yang melibatkan variabel jarak dan jumlah penduduk Kondisi lahan terbangun. Secara keseluruhan. yang terdiri dari 16 wilayah kecamatan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Posisi lain yang tak kalah pentingnya adalah kekuatan hubungan dengan luar Jawa. Kondisi Fisik Ditinjau dari topografinya. agak curam (16.5 M DPL.93 Ha. tepatnya pada garis 6º 5' . Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu.7º 10' Lintang Selatan dan 109º 35' . koridor Timur ke arah Kabupaten Demak/Grobogan dan Barat menuju Kabupaten Kendal. memiliki kemiringan 0 . Dilihat dari kemiringan lereng di Kota Semarang sebagian besar wilayahnya memiliki tingkat kemiringan lereng yang datar dan landai (78.110º 5' Bujur Timur.711.27%).6 Km : Kabupaten Semarang : Kabupaten Kendal : Kabupaten Demak B.75 sampai dengan 384. yang merupakan pantai dan dataran rendah.200 M DPL.05%).40% dan ketinggian antara 90 . Penentuan batas wilayah metropolitan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Pendekatan titik henti. sebagai bahan pertimbangan pengaruh langsung kedekatan Kota Semarang dengan hinterlandnya. dan terjal/sangat curam (2.2% sedang ketinggiannya bervariasi antara 0-3. Di bagian Selatan merupakan daerah perbukitan.57%). dengan kemiringan 2 . secara langsung sebagai pusat wilayah nasional bagian tengah. luas wilayah Metropolitan Semarang adalah sekitar 33.00 diatas permukaan laut (DPL).15 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

1.371 Ha (90.378. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan hasil registrasi penduduk tahun 2003.93 C.881.243.68%) dan terendah adalah pendidikan Akademi/D3 sebanyak 46. dengan pertumbuhan penduduk sejak tahun 2001 sebesar 2.62 115.377.193 jiwa ada. Jumlah usia produktif di Kota Semarang sekitar 68. yaitu sebesar 39. Tahun 2002 Penggunaan Lahan Pekarangan & Bangunan Tegalan & Kebun Padang Gembala Tambak/Kolam Rawa Lain-Lain Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka.1. Luas (Ha) 13. Dengan komposisi struktur pendidikan demikian ini cukup mendukung perkembangan Kota Semarang. Tabel 4. Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan sebanyak 1.07 9.21%) bukan tanah sawah.894 jiwa. buta angka dan buta pengetahuan dasar.3. Meskipun masih ada sebagian yang tidak mengenyam pendidikan formal. namun demikian dapat dicatat bahwa pada tahun 2001 penduduk Kota Semarang telah bebas dari 3 (tiga) buta: buta aksara.388. bahkan tidak sedikit yang lulus SLTA dan Sarjana.298. dimana pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah pendidikan SD sebanyak 294.79%) tanah sawah dan 3. terdiri dari 3.09%.45% dari lahan bukan sawah.06 651.089 jiwa. Tahun 2002. Dari aspek pendidikan.16 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dapat kita lihat bahwa rata-rata anak usia sekolah di Kota Semarang dapat melanjutkan hingga batas wajib belajar sembilan tahun. penduduk lebih terpusat di pusat kota. mencapai 1.25% dari jumlah penduduk yang IV .81 1.711.435 jiwa (23. lahan kering sebagian besar digunakan untuk tanah pekarangan/tanah untuk bangunan dan halaman sekitar.34 8. apalagi peningkatan kualitas penduduk yang selalu mendapat prioritas utama didalam upaya peningkatan kesejahteraan. Menurut penggunaannya.658 Ha (9. Tingkat kepadatan penduduk memang belum merata.1 Luas Penggunaan Lahan Kota Semarang.03 33.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari luas wilayah yang ada.

398 87.239.833 jiwa. Perekonomian Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2003 sebesar 5. sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor pertanian sebesar -9.089 Prosentase 5.27 21.805 jiwa.80 100 Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Dilihat dari mata pencaharian/lapangan kerja. IV .405.17 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .3.66%.1.56 26.77 3.1.302 77.030 139.68 20.547 124.27 2.26 3.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.71 2.26 10.7 4.45 3.3. Tabel 4.417 28. 5.11%.833 132.475 294.055 2.2 Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Di Kota Semarang Tahun 2003 Tingkat Pendidikan Tidak Sekolah Belum Tamat SD Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat Akademi/D. jumlah penduduk yang bekerja sebesar 818.18 22 16.-. pertumbuhan.314 46.III Tamat Universitas Jumlah Jumlah 74.805 % 2.824 179.47 10. dimana terbesar adalah bekerja pada sektor industri sebanyak 179.5 100 D.585 37.1.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Semarang Tahun 2003 Mata Pencaharian Petani Sendiri Buruh Tani Nelayan Pengusaha Buruh Industri Buruh Bangunan Pedagang Angkutan PNS & ABRI Pensiunan Lain-Lainnya Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Jumlah 22.435 252.33 0. Sektor yang mengalami pertumbuhan adalah pertambangan dan penggalian sebesar 8.41%.894 47.1.243.208 19.227 17.394.20 9.322 216. Hampir seluruh paling sektor besar ekonomi pada Sedangkan PDRB menurut tahun 2001 mengalami sektor lapangan usaha tahun 2002 berdasarkan atas dasar harga konstan tahun 1993 sebesar Rp.079 264.315 1.634 818.01 23.95 11.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4. Untuk perhubungan udara.210 1.705.001 397. 2.1. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.904 2001 36. IV .074. Kalimantan. dan Jasa Perusahaan 9. melayani angkutan penumpang dan barang. Cilacap. 6.085.403 671.913.523. 3. 4. Tahun 2002. Magelang. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia.400 1. yaitu: Bandara Ahmad Yani. yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada.431.532.277 77.405. 8. Surakarta.847. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar.088. 7.349 1. Malang. Surabaya. 2000 40.800 74. Peternakan.163.304 714. Persewaan. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang–Karimunjawa. Cirebon. Melihat pola pergerakan yang dihubungkan dengan moda darat.4 PDRB Kota Semarang Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2001 Lapangan Usaha Pertanian.331.628.260.476. PDRB per kapita.3.230. Bandung.070 196.838.903. Yogyakarta. dan Indonesia bagian timur (Makassar).039. Purwokerto. Prasarana dan sarana perhubungan juga memegang peranan penting dalam rangka pengembangan perekonomian Kota Semarang.767. dan kota-kota di pulau Sumatera.657 12. Jakarta.615.410 340.-. termasuk kapal turis luar negeri. Denpasar. Jakarta. Jasa-jasa PDRB 1.1.755. Pelabuhan laut Kota Semarang. udara. Untuk angkutan penumpang.194 5.900. dengan intensitas tinggi. 4.083 364.950.239. 5.132 1.124. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Semarang pada tahun 2003 sebesar Rp.566 350.825 183.802.974 5. seperti: Tegal. melayani: Semarang. laut. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik.643 14.394 Sumber: Pemerintah Kota Semarang.142. maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur). Madiun. Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang.18 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Memelihara dan merevitalisasi semua potensi kesejarahan ruang kota yang menciptakan kehidupan sosial. Evaluasi/revisi rencana tata ruang ini sejalan dengan pasal 13 ayat (2) UU R.2010 yang merupakan arahan bagi pemanfaatan ruang di wilayah Kota Semarang. Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu menciptakan perkembangan keterikatan potensi dan pusat pengembangan timbal balik dengan daerah metropolitannya (Kedungsepur). Kota Semarang beserta kota/kabupaten lain/wilayah di sekitarnya termasuk dalam wilayah Pengembangan Kawasan Semarang-Demak. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). ekonomi yang berpengaruh pada pemanfaatan ruang wilayah. Pemanfaatan ruang kota yang memberikan potensi bagi tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan dan sumber daya lokal. adalah: Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu memanfaatkan dan mengembangkan potensi sebagai simpul perkembangan nasional dan regional.I No. Penyusunan RTRWK Semarang Tahun 2000 – 2010 dilakukan dengan adanya masukanmasukan dari dinamika perkembangan aspek-aspek sosial. Mengembangkan karakteristik dan potensi ruang kota sesuai dengan kondisi fisik gegrafis yang berciri perbukitan kota atas. dan budaya yang berkualitas. dengan masukan materi berasal dari berbagai dinas atau sektor. Peranan Bappeda ini termasuk juga dalam hal menyusun rencana tata ruang kota Semarang.19 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik mampu .3. Perencanaan Tata Ruang Kota Semarang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Semarang Tahun 2000 . ekonomi. Mengendalikan pemanfaatan ruang di kawasan lindung dan budidaya unuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. IV .2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Semarang A. Dari segi kelembagaan. dengan hutan dan pertanian serta kawasan kota bawah dengan pengembangan garis pantai (water front development). Konsepsi pengembangan tata ruang wilayah Kota Semarang. merupakan hasil evaluasi/revisi RTRWK Semarang yang disusun tahun 1994/1995. fungsi Kota Semarang adalah sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN).24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang yang menyebutkan bahwa ’rencana tata ruang ditinjau kembali dan atau disempurnakan sesuai dengan jenis perencanaannya secara berkala’. Mengembangkan ruang kota yang memacu perkembangan regional segitiga Semarang. Dalam hal ini. maka Bappeda berperan sebagai koordinator perencanaan pembangunan kota.1. Solo dan Jogyakarta (Joglosemar). dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing global.

Terminal Pangkalan Truk Mangkang. Pemanfaatan Ruang yang digunakan untuk Bangunan Bersejarah Di Kota Semarang Wilayah pinggiran ini merupakan kota transisi. yaitu: Kendal. dimana terjadi peralihan dari struktur pertanian menuju industri. Terminal tipe B dan C tersebar di kota kecamatan. Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Perkembangan Metropolitan Semarang terjadi seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk dan tuntutan akan fasilitas pelayanan yang dibutuhkan. Ungaran berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Genuk. Salatiga berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Purwodadi berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). maka dari jaringan transportasi (jalan) Kota Semarang meliputi: Arteri primer utama : Kota Semarang – Bawen . Sayung. Selain itu. Demak berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Kolektor primer : Semarang . yaitu Mranggen. berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL).Purwodadi. Terminal tipe A (antar kota antar provinsi). Keterbatasan lahan perumahan yang ada di Semarang menyebabkan disediakannya lahan cadangan untuk perumahan di sekitar Mranggen (Kabupaten Demak) dan daerah Boja (Kabupaten Kendal) yang mempunyai daerah terbuka yang cukup luas dan merupakan daerah cadangan resapan air tanah. Arteri primer bagian utara : Weleri – Kendal – Semarang – Demak. Kaliwungu. Boja. Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak. Kota Salatiga. yang mencakup wilayah Kota Semarang. perkembangan industri diarahkan pula di daerah Sayung (Kabupaten Demak) yaitu industri pengolahan.Solo. Untuk perkembangan daerah industri lebih condong dipusatkan pada daerah Kaliwungu (Kabupaten Kendal) karena letaknya yang strategis dan didukung oleh sarana transportasi yang baik. Watugong. IV . Kabupaten Semarang. Ungaran. B. Sejalan dengan struktur pemanfaatan ruang.20 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Sedangkan terminal Kota Semarang terdiri atas: - . Berdasarkan sistem perkotaan Jawa Tengah. Semarang – Bawen .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kemudian kota lainnnya.Yogyakarta. Metropolitan Semarang termasuk dalam Wilayah Pembangunan I. Adanya keterbatasan lahan di wilayah Kota Semarang. sehingga menyebabkan terjadinya ekspansi ke daerah pinggiran Kota Semarang. Pringapus dan Bergas. perdagangan dan jasa. industri kimia dan aneka industri.

yang mana pada proses ini terjadi penyaringan atau pengaturan agar pemanfaatan ruang sejalan/sesuai dengan kebijakan. Untuk angkutan penumpang. dan Indonesia bagian timur (Makasar). dengan intensitas tinggi. Cirebon. Cilacap. yaitu bentuk pengendalian terhadap melanggar peraturan perundangan yang berlaku. dan kota-kota di pulau Sumatera. Surabaya. terdapat Bandara Ahmad Yani. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang – Karimunjawa. pemanfaatan ruang yang sudah terjadi. Surakarta. terutama terhadap bentuk-bentuk pemanfaatan yang 4. Kalimantan. C. IV . Purwokerto. Malang.3. Pengarahan jenis dan intensitas pemanfaatan ruang sesuai dengan struktur dan pola pemanfaatan ruang yang hendak dicapai. Melihat pola pergerakan yang dhubungkan dengan moda darat. Untuk perhubungan udara. seperti: Tegal. udara.21 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. Jakarta. Dalam pengendalian pemanfaatan Kota Semarang. sasarannya adalah: Perlindungan terhadap kawasan lindung dari budidaya yang tidak diijinkan di atasnya. Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang. Magelang. Bandung. Jakarta. madiun.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pelabuhan laut Kota Semarang. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang kota Semarang meliputi: Proses pengawasan/pemantauan. laut.1. peraturan yang berlaku. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas. Denpasar. termasuk kapal turis luar negeri. Yogyakarta. Proses penertiban/perijinan. melayani angkutan penumpang dan barang. melayani rute Semarang. yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada. maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur).3 Isu Permasalahan Kota Semarang • Transportasi Ketidakmampuan jalan kota dalam menampung pergerakan penduduk Tingkat kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan jasa angkutan umum mulai terganggu.

menimbulkan rob di Semarang Utara .Masih belum jelasnya distribusi tugas dalam pengumpulan sampah .Kurangnya pemeliharaan terhadap jaringan drainase kota. di beberapa ruas jalan kota. • Banyaknya lokasi permukiman yang tidak sesuai dengan tata ruang (terutama perumahan informal yang dibangun oleh masyarakat).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Keterbatasan dana untuk kegiatan pemeliharaan/peningkatan kualitas fisik badan jalan. Drainase/Pengendalian Banjir . • Munculnya pedagang kaki lima. sebagai dampak dari perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas . naiknya muka air banjir dan pendangkalan di saluran drainase utama . yang bergerak di bidang jasa/perdagangan.Terbatasnya lahan untuk TPA d. sebagai lokasi permukiman penduduk miskin perkotaan. Persampahan . dan lain-lain) b.Tingginya tingkat kepadatan penduduk serta kondisi tanah dan air yang tidak cocok untuk penggunaan septic tank (muka air tanah yang tinggi dan tanah kedap air) • Timbulnya kawasan-kawasan kumuh kota.Timbulnya banjir kiriman. saluran terbuka air hujan digunakan pula sebagai saluran air limbah . IV . Air Bersih .22 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Sarana dan Prasarana a.Naiknya muka air pasang. menyebabkan aliran air menjadi lebih panjang. bendungan.Belum adanya sistem perpipaan air limbah.Terbatasnya sumber air baku yang berkualitas .Terbatasnya kapasitas sumber daya air dan masih minimnya upaya untuk memobilisasi sumber daya air potensial lainnya (sungai.Masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih .Terbatasnya kemampuan pemerintah kota dalam penanganan sampah kota . Sanitasi .Perubahan garis pantai.Kurang optimalnya pengelolaan DAS dan tingkat sedimentasi yang tinggi c.Perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas. menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan air . menyebabkan kemampuan dan kinerja sistem drainase semakin menurun .

4.Perkembangan Kota Semarang yang melampaui batas administrasinya menyebabkan adanya pemanfaatan ruang yang tidak terkendali. maka acapkali menimbulkan masalah. yaitu Busan (Korsel). IV . Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. dan tundaan lalu lintas. adalah kota terbesar kedua dan kota pelabuhan terbesar kedua di Indonesia.1 Gambaran Umum Kota Surabaya A. peningkatan luas lahan terbangun.1. yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Timur. Kesamaan geografis dan aktivitas kota mendorong terwujudnya kerjasama tersebut. yang umumnya masih memanfaatkan fasilitas dan prasarana Kota Semarang. 4. Kota Surabaya merupakan Pusat Perkembangan Wilayah Indonesia Timur.Kegiatan yang timbul di daerah-daerah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang. Buaya dan Ikan Hiu sebagai lambang Kota Surabaya Wilayah Kota Surabaya terdiri atas 326 km2 daratan dan 226 km2 wilayah laut dengan total luas wilayah sekitar 552 km2 yang terbagi atas 31 Kecamatan dan 163 Kelurahan. perencanaan dan penanganannya perlu diintegrasikan dengan Kota Semarang. . diantaranya dalam bidang manajemen perkotaan dan perlindungan lingkungan hidup.4 Kota Surabaya 4.23 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kochi (Jepang) dan Seattle (AS).Karena pola pengendalian maupun sistem perencanaan yang belum jelas.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Permasalahan Ruang: . Kota Surabaya juga merupakan pusat kegiatan dan pelayanan dalam lingkup regional. .1. Kondisi Umum Kota Surabaya. Batas-batas administrasi Kota Surabaya adalah: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Selat Madura : Kabupaten Sidoarjo : Kabupaten Gresik : Selat Madura Sebagai kota metropolitan Surabaya juga telah menjalin kerjasama Sister City dengan 3 kota di dunia.

71 2. pabrik/kegiatan industri. Tahun 2001 Keberadaan rumah-rumah kumuh telah menyebar di seluruh kecamatan.1.00 3.4.00 10.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B.4.26 9.982.95 Sumber: BPN Kota Surabaya.06 573.54 15. Rumah kumuh merupakan jenis hunian yang menempati tanah legal milik pemerintah dengan kondisi fisik yang dapat dikatakan kurang baik dan dalam tata ruang biasa disebut slum. Dilihat dari kondisi fisik aspek permukiman.24 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . rumahrumah kumuh ini sebagian besar berada di dekat pusat kegiatan.1.46 2.637.74 5. Kondisi Fisik Dari segi penggunaan lahan.90 918.711.1.506.81 99.1).982. seperti: di sekitar pasar.370. hanya saja hunian liar merupakan rumah kumuh yang dibangun diatas tanah yang tidak diperuntukkan IV .808.1. Yang paling banyak adalah di wilayah Kenjeran dengan 6 lokasi kumuh.1 Luas Penggunaan Lahan Per Kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2001 No. Dari hasil pengamatan. Kecamatan Benowo sebelah utara Surabaya yang juga dipesisir pantai dengan 5 lokasi kumuh Mengenai hunian liar.29 32. tegalan. Tabel 4.38 1. Kota Surabaya masih memiliki permukiman dengan kondisi yang kumuh dan liar (hunian liar).13 1.75 % 42. pertokoan. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Tanah Perumahan Sawah Tegalan Tambak Jasa Perdagangan Industri/Gudang Tanah Kosong Lain-Lain Jumlah Luas 13.784. tambak dan tanah kosong (jenis-jenis penggunaan lahan Kota Surabaya dapat dilihat pada Tabel 4.32 2. Berdasarkan studi yang pernah dilakukan oleh Laboratorium Permukiman ITS. sampai dengan tahun 2001 kawasan terbangun di Kota Surabaya mencapai 63% sedangkan sisanya merupakan kawasan tak terbangun meliputi sawah. sebenarnya hunian liar identik dengan rumah kumuh.19 1.75 7.26 5.90 4. maka terlihat bahwa rumah-rumah kumuh di Kota Surabaya paling banyak terdapat di sepanjang pantai dengan mayoritas penduduknya adalah nelayan.

sektor industri memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kota Surabaya (34. IV .50%.2000) adalah sebesar 0. Wonorejo dan Kali Rungkut).62%). dan tempat-tempat yang peruntukan lahannya bukan untuk bangunan. perguruan tinggi-perguruan tinggi terkemuka. perdagangan.473. Akademi Angkatan Laut (AAL).31 %. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Surabaya berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2000 adalah 2. Saat ini Kota Surabaya dikenal sebagai kota budaya.966 jiwa/km². pariwisata. pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan untuk bangunan (misalnya daerah bantaran sungai).796 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 7. dan hotel (32. pelabuhan laut. Keberadaan hunian liar sangat mengganggu penataan ruang Surabaya. Pada 10 tahun sebelumnya (tahun 1990) penduduk Kota Surabaya adalah 2. industri dan perdagangan yang mengalami perkembangan pesat. C. maritim. dan disusul sektor jasa.599.272 jiwa. Hunian liar biasanya dibangun dekat dengan tempat usaha/kerja para penghuninya. Selain tempat-tempat tersebut. Sukolilo (Jangkungan dan Medokan Semampir).Lokasi hunian liar di Kota Surabaya diantaranya terdapat di bantaran sungai Kalimas daerah Benowo dan Rungkut yang didominasi oleh perindustrian. Wonokromo (Jagir). Penyebaran hunian liar terdapat di Kecamatan Benowo (Tambak Oso Wilangun). Rungkut (Kedung Beruk. D. obyek-obyek pariwisata yang menarik. dengan demikian maka pertumbuhan penduduk Kota Surabaya selama kurun waktu 10 tahun tersebut (1990 . Pebjaringansari. Perekonomian Dilihat dari struktur perekonomian.22%). pangkalan Armada TNIAL.25 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Pada tahun 2004. Surabaya tempo dulu dari ketinggian dan Gedung Grahadi Surabaya memiliki masyarakat yang multi-etnis. kawasan industri dan pusat-pusat perbelanjaan. serta Kecamatan Wonocolo (Sidoresmo). Gubeng (Ngagel Rejo). masih ada hunian-hunian liar yang tersebar dalam skala kecil seperti: ditepi rel kereta api. pendidikan.

Peternakan.18 990.52 terhadap PDRB Kota Surabaya (atas dasar harga konstan tahun 1993). Jl.962. 2. Bappeko menyusun rencana tata ruang IV .345.707.421. 8.614.04 1.76 973.1.1.04 dan sektor perdagangan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Status yang dimiliki Kota Surabaya sebagai kota industri dan perdagangan memang cukup pantas jika dilihat dari persentase kegiatan ekonomi daerah ini setiap tahunnya. Pada tahun 2003 sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar Rp. 3.282. Tahun 2003.04 545.76 1.396.4.87 4. 9.32 1.360.526. 4.2 PDRB Kota Surabaya Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 .52 2.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1.87 1. dan sektor perdagangan.174.16 2.91 5.562.55 14.962. Proses penyusunan rencana tata ruang dikoordinasikan oleh BKPRD yang terdiri dari berbagai instansi terkait diantaranya Bappeko. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. 4.389. Kota Surabaya telah mengacu pada Permendagri Nomor 8 tahun 1998 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah.645.447.181.66 4.4. hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar Rp.26 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Basuki Rahmat.067.272. hotel dan restoran. 7.396.95 502.160. 5.355.707.20 4.52 4. Pertanian.320. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik.996.1.022.148.60 2003 27.580. memberikan kontribusi terbesar bagi PDRB Kota Surabaya.40 977.447. Sektor industri pengolahan.719.132. Persewaan.176. 4.06 1.17 4. 6.495. dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Surabaya Dalam Angka.492. 2002 28.101. kawasan bisnis paling strategis di Surabaya Maket jadi jembatan Suramandu Tabel 4.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Surabaya Dalam proses penyelenggaraan penataan ruang. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.214.

kemudian diikuti dengan penyusunan RDTR dan kemudian RTR. dunia usaha. Pasal 3 Permendagri tersebut menyebutkan bahwa: penyusunan dan penetapan rencana tata ruang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan peranserta masyarakat. organisasi masyarakat. terdapat juga RDTR dan RTRK yang mengacu pada RTRW dan berpedoman pada RUTR Kota Surabaya. masyarakat hukum adat.27 DI SISI MADURA Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . A.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dengan melibatkan instansi terkait. 13 Tahun 1999 tentang Retribusi Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah yang dapat menciptakan potensi untuk mengakomodasi perubahan peruntukan lahan dan itu dapat berarti proses legalisasi dari penyimpangan rencana tata ruang. Selain itu Bagian Hukum juga dilibatkan dalam proses legalisasi rencana tata ruang.4. tentang Pedoman penyusunan Rencana Kota yang menyebutkan bahwa hirarki perencanaan dalam lingkup kota adalah RUTRK. Pedoman penyusunan RTRW Kota Surabaya mengacu pada Permendagri No. Berkaitan dengan penataan ruang di Kota Surabaya terdapat juga Perda No. peranserta masyarakat telah diakomodasikan. Selain itu mengacu juga pada Permendagri No. yang menyebutkan bahwa RTRW memiliki hirarki tertinggi. dan pada saat ini sedang disusun pula RTRW Kota Surabaya untuk tahun 2013. 2 Tahun 1987.2. kelompok orang. perguruan tinggi. Disamping produk RTRW Kota Surabaya Tahun 2005 yang ada saat ini. Gambar 4. RDTRK dan terakhir RTRK. kelompok minat.1 Perspektif Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Di sisi Jembatan Suramadu DI SISI SURABAYA IV . Rancangan Perda tentang RTRW yang disusun diajukan Walikota untuk dibahas oleh DPRD dan kemudian dijadikan Perda tentang RTRW Kota Surabaya. dan badan hukum. 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah. Pengikutsertaan masyarakat ini mengacu kepada Permendagri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata Ruang. kelompok profesi. baik oleh orang seorang. Dalam proses penyusunan rencana tata ruang Kota Surabaya. Produk Rencana Tata Ruang Kota Surabaya Produk dari RTRW Kota Surabaya berupa Buku RTRW Kota Surabaya Tahun 2005.1.

Bubutan serta Rumah susun Menanggal C. Kampung percontohan Jl. rekreasi pantai. Dilain pihak lahan tak terbangun (berupa tanah kosong) mengalami peningkatan. Dalam rangka penataan S. Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan penataan ruang Kota Surabaya adalah penyusunan rencana pengembangan Kawasan Jembatan Suramadu. Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Berdasarkan data dari BPN. Kawasan tersebut akan dikembangkan untuk kegiatan pertokoan. Kalimas sepanjang ± 12 km bertujuan untuk peningkatan kualitas lingkungan dan estetika kota serta kualitas sumber daya air. pemanfaatan ruang Kota Surabaya mengalami perubahan. antara tahun 1999 hingga tahun 2001. Dari segi transportasi akan dikembangkan sistem transportasi yang terpadu antara darat. Selain itu dilakukan dalam rangka mendukung pengembangan water front city. Apartemen. dunia fantasi dengan fasilitas parkir. IMB sendiri akan diterbitkan oleh Dinas Bangunan setelah permohonan pemanfaatan ruangnya disetujui oleh Dinas Tata Kota melalui sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektural. Kalimas. perdagangan dan industri).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B.28 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . perkantoran. Penataan dan revitalisasi S. Jika IMB sebagai dasar pembangunan fisik dilapangan tidak terkait secara langsung dengan RTRW Surabaya. IV . akan dilakukan revitalisasi S. yaitu terjadinya pertambahan luas lahan untuk kawasan terbangun (terutama untuk permukiman. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang. salah satunya adalah dengan penerbitan IMB. maka persoalannya menjadi jelas bahwa setiap pelaksanaan pembangunan fisik di kota Surabaya tidak berpedoman langsung kepada RTRW Surabaya. laut dan udara. Hal ini terjadi karena lahan tersebut telah beralih fungsi menjadi kawasan terbangun seperti untuk permukiman dan kegiatan komersial lainnya. Persetujuan Dinas Tata Kota diwujudkan dalam bentuk penerbitan syarat zoning yang selanjutnya diteruskan ke Dinas Bangunan untuk memproses IMB. convention centre. di mana terdapat permukiman kumuh. Lahan tak terbangun lainnya (sawah) mengalami penyempitan. hotel. Kalimas. Hal ini terjadi karena adanya pemekaran Kota Surabaya di bagian timur. Untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas akan dikembangkan angkutan massal dan selain itu akan dibangun jalan tol.

Sedangkan penertiban tidak langsung dapat dilakukan dengan pengenaan pajak/retribusi. Dinas Tata Kota. Hal tersebut dipertegas dengan adanya Sub Dinas Perencanaan Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan program dan perencanaan tata ruang. Luasan inkonsistensinya adalah sekitar 220 Ha. Kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang seperti dinyatakan dalam Permendagri Nomor 8 Tahun 1998 pasal 16.29 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . pembatasan sarana prasarana dan penolakan ijin. Seperti dinyatakan dalam SK Walikota No. evaluasi dan pelaporan pemanfaatan ruang. maka pihak-pihak yang terlibat antara lain BAPPEKO. misalnya pada pengembangan Kawasan Gunung Anyar.000 yang dimanfaatkan sebagai IV . Di Kota Surabaya kegiatan penataan ruang sebagian besar dilakukan oleh Dinas Tata Kota dan BAPPEKO. Rencana parsial disusun oleh Dinas Tata Kota untuk memenuhi melonjaknya permintaan pengembangan lahan di kota Surabaya.18 akan meliputi kegiatan-kegiatan monitoring. peninjauan lapangan serta tindakan penertiban yang dapat berupa penertiban langsung dan penertiban tidak langsung. Hal ini terlihat sampai saat ini tidak pernah ada catatan aktivitas Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang terkait dengan pengawasan dan pengendalian ruang. Sementara itu ditemukan pula inkonsistensi lainnya disepanjang Jalan Wiyung .300 Ha. Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan RDTRK di kota Surabaya mencapai lebih dari 3.17. dimana di dalam RTRW arahannya mixed use sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian. Pada tahapan pengendalian pemanfaatan ruang. Instansi Penyelenggara Perijinan Tata Ruang. Penyidik Pegawai Negeri Sipil.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pada saat ini rencana tata ruang yang ada di Kota Surabaya tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk menjadi pedoman dan arahan bagi setiap kegiatan pemanfaatan ruang. Sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektur yang bertugas melakukan pelayanan tata ruang. Luas inkonsistensinya adalah sekitar 350 ha. Pada penertiban langsung.Menganti dimana RTRW merekomendasikannya sebagai kawasan mixed use/hunian sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian. sanksi pidana dan sanksi perdata. Dinas Teknis dan anggota Masyarakat. 35 Tahun 2001 tentang rincian tugas Dinas Tata Kota yang dinyatakan secara tegas bahwa tugas-tugas perencanaan pelaksanaan dan pengendalian tata ruang dilakukan hanya oleh Dinas Tata Kota Surabaya. Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan pengendalian dan evaluasi tata ruang. sementara aktivitas evaluasi tata ruang justru lebih sering dilakukan. Kedalaman rencana parsial adalah sama dengan RTRK namun produk utamanya adalah peta skala 1 : 1. akan tetapi dalam rencana yang telah disusun terdapat beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang dominan. tindakan yang dapat diberikan adalah sanksi administratif. Untuk operasional telah disusun rencana parsial.

sehingga pelaksanaan pembangunan (pengambilan kebijaksanaan) harus mampu merespon keinginan/aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara terhadap responden yang dipilih dari kelompok-kelompok masyarakat. Beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang ditemukan tidak seekstensif dan seintensif inkonsistensi yang terjadi antara RTRW – RDTRK – RTRK.1 Luasan Inkonsistensi Data Ruang RTRW dengan Rencana Parsial Di Kota Surabaya No 1 2 3 4 Jeruk Semolowaru Semampir Kedung Cowek Lokasi RTRW 2005 Hunian Fasum Hunian Hunian Jumlah Sumber : RTRW Kota Surabaya Partial Plan RTH Komersial Fasum Industri Dimensi (Ha) 51.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan acuan pengembangan lahan di lapangan. Khusus untuk Etnis Cina. keterlibatan terhadap pembangunan selalu dikaitkan dengan segi finansial.70 D.2. Kegiatan rencana penyusunan parsial baru dimulai tahun 1999 lalu dan sampai sekarang baru 7 kawasan yang telah disusun tata ruangnya.00 103. Jadi dalam hal ini keterlibatan masyarakat terhadap pembangunan lebih ditujukan bagi kepentingan finansial.70 17. bukan dokumen RTRK seperti ketentuan Permendagri No. karena luasan yang direncanakan dalam format rencana parsial relatif kecil.4. tidak ada perbedaan antara kegiatan yang bersifat rohani atau bukan. maka diperoleh gambaran mengenai seberapa besar kesediaan/partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Surabaya. Tabel 4. Pembangunan kota akan mampu melibatkan masyarakat jika pembangunan tesebut memberikan manfaat atau paling tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 2 Tahun 1987. Gambaran yang diperoleh adalah: • Sebagian besar responden menjawab bahwa mereka mau berpartisipasi terhadap pembangunan kota. apabila pembangunan yang dilaksanakan mampu membuka peluang kerja. Tetapi jika menyangkut pembangunan yang bersifat kegamaan.00 30. Kesediaan mereka untuk berperanserta dalam kegiatan pembangunan terlihat sangat tinggi. mereka mau berpartisipasi tanpa mementingkan segi finansial. Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Kota Surabaya Keberhasilan pembangunan kota sangat tergantung pada keterlibatan masyarakat kota Surabaya. Kegiatan pembangunan yang dimaksud. • Untuk kegiatan pembangunan yang menyangkut lingkungan tempat tinggal. Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan rencana parsial di kota Surabaya mencapai lebih dari 130 Ha. IV . hampir semua responden bersedia terlibat.00 5.1.30 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

pembuatan tempat sampah. Bangkalan. pengadaan lampu jalan. . .31 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Transportasi . • Penataan Ruang Penataan ruang berkaitan dengan perencanaan. . 4. rendah (pantai) dan menjadi daerah banjir di sebagian wilayah Kota Surabaya .Sumber air sungai tidak mengalir ke wilayah Surabaya.Wilayah datar.3 Isu Permasalahan Kota Surabaya • Hidrologi/Pengairan . Mojokerto.Pelayanan pelabuhan Tanjung Perak sudah padat.Masih belum memadainya kapasitas dan kualitas pelayanan sistem angkutan massal intra urban (Gresik. khususnya container relatif lambat (3 hari). IV . memelihara kebersihan kampung.4. • Utilitas Kota Masih belum terpenuhinya kapasitas dan kualitas utilitas kota yang memenuhi standar (internasional). hal ini berkaitan dengan terbatasnya lahan untuk pelabuhan. Untuk kegiatan-kegiatan seperti ini masyarakat akan bersedia secara swadana. • • • • Perumahan/Permukiman Permukiman Kumuh/liar Sampah dan Pencemaran Banjir/genangan Kebersihan dan Lingkungan Drainase Kota Lingkungan Hidup Masih rendahnya kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan kreativitas masyarakat kota Surabaya. swakarsa dan tenaga.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan seperti: membuat jalan kampung. Pelayanan bongkar muat di pelabuhan.Tingkat kepadatan di Bandara Juanda sudah tinggi.1. dimana beberapa perencanaan tidak terealisasi antara lain karena keterbatasan dana dan pembebasan lahan.Kondisi lalu lintas: macet. pada umumnya air sungai sudah tidak layak untuk air minum. peringatan hari-hari besar. Surabaya dan Lamongan).

35 km² terdiri dari 5 kecamatan Pada tahun 1997 Kota Balikpapan secara resmi dimekarkan dari 3 kecamatan menjadi 5 kecamatan. yaitu: Kecamatan Balikpapan Timur. Persentase terbesar luas wilayah dengan kemiringan 0-2% seluas 22.1 Gambaran Umum Kota Balikpapan merupakan salah satu kota terbesar di Kalimantan Timur dan merupakan pusat pertumbuhan nasional di Kawasan Timur Indonesia. sedangkan sisanya berupa dataran landai yang berada di tepi laut.24% dari luas Provinsi Kalimantan Timur.19 Ha atau 43.batas administrasi Kota Balikpapan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : : : : Kabupaten Kutai Kartanegara Selat Makasar Selat Makasar Kabupaten Pasir Luas wilayah Kota Balikpapan seluruhnya adalah 50. Kecamatan Balikpapan Tengah. Kecamatan Balikpapan Barat. Salah satu tugu di Kota Balikpapan Batas.330. Kecamatan Balikpapan Selatan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Daerah diantara perbukitan umumnya berupa dataran yang sempit.1.5 Kota Balikpapan 4. Dalam konteks rencana tata ruang nasional.57 ha atau 503.895% dari luas total wilayah. sekitar 85% wilayah Kota Balikpapan merupakan daerah yang berbukit-bukit.5. dari kemiringan lerengnya. Balikpapan memiliki kemiringan lereng yang bervariasi antara 0% (di wilayah pantai) sampai lebih dari 40% di daerah pedalaman yang berbukit.32 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .181. Kecamatan Balikpapan Utara.1. kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional. Topografi Ditinjau daerah perbukitan bergelombang dengan kemiringan rata-rata 10-15% dengan relief kurang dari 100 m. Kemiringan Lereng yang bervariasi IV . Luas wilayahnya 0. Kondisi Fisik Dilihat dari topografinya. A.

1.4 km. B.1 Penggunaan Lahan Kota Balikpapan Tahun 2005 No 1 Jenis Penggunaan Tanah Pemukiman.75 18.133.50 (%) 10. Potensi hidrologi yang terdapat di kota Balikpapan meliputi air tanah dan air permukaan (waduk dan sungai).1 Tabel 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Balikpapan yang terletak di tepi pantai.1. kota Balikpapan memiliki ketinggian yang beragam dari 0 sampai 100 meter di atas permukaan laut.5. Kondisi topografi dan fisiografi wilayah yang berbukit.1. menyebabkan pola aliran tanah yang terbentuk mengalir dari wilayah bagian utara menuju ke arah bagian selatan kota. memiliki garis pantai sepanjang 80.05 .1.65 2 9. Sebagian besar wilayah terbangun kota Balikpapan berada pada ketinggian 20 meter dpl. Wilayah terbangun kota Balikpapan umumnya terletak pada ketinggian 0-80 meter dari permukaan laut. dapat dilihat pada Tabel 4. Potensi air permukaan berupa Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih kota Balikpapan dengan kapasitas 500 liter/detik dan baru dapat memenuhi kebutuhan air bersih 56% penduduk kota. Potensi air tanah termasuk dalam klasifikasi cukup baik.578.33 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih Luas 5.5. terdiri dari : Perumahan Perusahaan Perkantoran. terdiri dari : Sawah Kebun campuran Kebun kelapa Karet Tegalan Ladang Tambak waduk IV . Ditinjau dari ketinggiannya.pertokoan Kawasan pertamina Bandara Sepinggan Lapangan Golf Land clearing Pertanian. Penggunaan lahan Penggunaan lahan di kota Balikpapan sebagian besar didominasi oleh penggunaan lain-lain. meliputi Teluk Balikpapan dan pesisir yang berhadapan dengan Selat Makassar.

593 60.75 21.94 42.1.331. Kota Balikpapan 2005 C.35 100.192 285.595 100.583 186.923 50.78 50.24 (%) 28.053.1.787 47.5. saluran.565. dan masih memusat di Kecamatan Balikpapan Selatan (± 35% dari jumlah total penduduk).337 23.379 99.894 764 378 500 515 Sumber : Monografi Kelurahan Tahun 2004.921 Jumlah 85.168 251. Interim RTRW Kota Balikpapan 2005 IV .2. terdiri dari : semak alang-alang danau rawa pasang surut jalan.018 114. Jumlah penduduk tidak/belum terdistribusi secara merata. Jumlah penduduk serta kepadatan penduduk per kecamatan tahun 2004 dapat dilihat pada Tabel 4. Kepadatan penduduk dan warga sekitar di Kecamatan Balikpapan Selatan Tabel 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan No 3 4 Jenis Penggunaan Tanah Hutan.808 53.360 537.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk Kota Balikpapan Tahun 2004 No 1 2 3 4 5 Kecamatan Balikpapan Barat Balikpapan Selatan Balikpapan Utara Balikpapan Timur Balikpapan Tengah Total Laki-laki 45.1.586 26.479 jiwa (Laporan Interim Penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015.479 Kepadatan (jiwa/Km²) 170 3.558 Perempuan 40.425 54. pekerjaan dan etnis yang heterogen. terdiri dari : hutan belukar hutan rawa Lain-lain.1.00 Sumber: Bappeda. tahun 2005).5. Penduduk Jumlah penduduk mencapai 537. sungai Total Luas 14. diambil dari Lap. dengan struktur penduduk yang berlatar pendidikan.34 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .204 86.

878.5.232.5.80 130.dengan persentase terbesar diterima dari sektor industri pengolahan sebesar 37.25 493. Perdagangan.99%.291.890.38 4.430.1.905. Penggalian dan Pertambangan 3. 2002 44.392. dimana dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2002 laju pertumbuhan ekonominya sebesar 54.39 916.262. Tahun 2002.585.43%.83 Pendapatan Kota Balikpapan pada tahun 2003 sebesar Rp.666.84%.768 (juta) atau 43.768.000. Keuangan.69 298.59 1.953.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1. 4. Kota Balikpapan telah memiliki rencana tata ruang yang berdimensi jangka panjang (20 tahun) yaitu tahun 19741994 dan jangka menengah (10 tahun) yaitu tahun 1994 – 2004.51 29.52 4. 435.1.35 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sedangkan untuk tahun 2002 sendiri pertumbuhan ekonomi naik sebesar 6. IV .12%.72 141.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. 8.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Balikpapan Sejak diresmikannya sebagai wilayah administrasi pada tahun 1959. persewaan.88 141. Hotel dan Restoran 7.742. Sedangkan laju pertumbuhan terbesar diberikan oleh sektor keuangan.00 451.70 293.17 1.049.28 2003 47. Industri Pengolahan tanpa Migas 4.1. Pengangkutan dan Komunikasi 8.753. Bangunan 6.971.325.816.3 PDRB Kota Balikpapan Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 .180. dan Perikanan 2. yaitu : a.958. Peternakan. Pendapatan per kapita Kota Balikpapan pada tahun 2003 mencapai Rp. Gas dan Air Minum 5.924. Jasa-jasa PDRB Sumber: Bappeda Kota Balikpapan .. Perekonomian Perkembangan PDRB Kota Balikpapan pada tahun 2002 berdasarkan harga konstan 1993 cenderung mengalami peningkatan.86 123.20 985. dan Jasa Perusahaan 9.Tabel 4. Persewaan.88 314. 1. Pertanian.526.823.878.07 273.776.987.416. PDRB Kota Balikpapan didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar Rp. Pemerintah Kota Balikpapan dalam melaksanakan kebijakan penataan ruangnya telah mempunyai beberapa Perda Kota Balikpapan tentang penataan ruang. Perda Kota Balikpapan No 24 Tahun 2000 tentang Bangunan. Listrik.266.314.73%. dan jasa perusahaan sebesar 13.50 32.104.

15 Tahun 2001 tentang RTRW Kota Balikpapan Tahun 2000-2010 c. Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai d. Visi Balikpapan dalam jangka panjang adalah”Terwujudnya Balikpapan Sebagai Kota Industri. Dengan visinya tersebut kota Balikpapan sangat tergantung pada aktivitas eksploitasi sumur migas oleh beberapa perusahaan minyak. Perda No. Dalam Penyusunan penyusunannya terdapat 4 hal yang baru penyusunannya yaitu mengintegrasikan tata ruang darat dan laut. sehingga dalam penyelenggaraannya perlu dilaksanakan dengan prinsip lestari.36 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Pemerintah Kota Balikpapan menyusun RTRW 2005-2015 dengan muatan materi yang berbeda dan prosesnya yang lain dari sebelumnya. Aktivitas pembangunan tersebut perlu dikelola secara benar sesuai dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Balikpapan merupakan pusat industri pengilangan minyak wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang mensuplai kurang lebih 30% kebutuhan BBM nasional untuk Indonesia bagian timur. Jasa dan Pariwisata Dalam Nuansa Kota Beriman”. mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan pendekatan berbasis pada DAS (Daerah Aliran Sungai) dan prosesnya diperkaya dengan melibatkan publik/masyarakat melalui konsultasi publik. masyarakat turut dilibatkan sejak dari awal prosesnya dan prinsip optimalisasi smber daya baik di hulu maupun di hilir. Diharapkan dengan peranserta publik/masyarakat melalui konsultasi IV . Selain itu di sisi sebelah utara ke selatan Laut Jawa terbentang pantai yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi pelabuhan samudera.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan b. data yang digunakan berbasis pada sistem informasi geografis (SIG). Sehingga aktivitas yang akan terjadi di perairan pesisir dan laut Balikpapan ditambah dengan keberadaan aktivitas di hulu akan sangat besar. Kegiatan pembangunan di bagian hulu kota Balikpapan selama ini diwarnai dengan kegiatan pembukaan lahan untuk pembangunan pemukiman/perumahan dan kepentingan ekonomi seperti pusat-pusat perbelanjaan serta perkantoran. Perda No. Perdagangan. A. 4 Tahun 2002 Tentang Larangan dan Pengawasan Hutan Mangrove Pada saat ini RTRW Kota Balikpapan tahun 2005-2015 sedang disusun untuk menggantikan RTRW Kota Balikpapan tahun 1994-2004 yang telah habis masa berlakunya. pesisir dan laut serta industri pariwisata. Oleh karena itu dalam menyusun RTRW-nya. yaitu wilayah yang terletak di Selat Makassar dan Laut Sulawesi. Selain memiliki potensi alam migas. 27 Tahun 2001 tentang Garis Sempadan Sungai. Daerah Manfaat Sungai. potensi kelautan Balikpapan cukup besar yaitu meliputi sumberdaya perikanan. Penyusunan RTRW Kota Balikpapan tahun 2005 . Perda No.2015 RTRW Kota Balikpapan pelaksanaannya dimulai tahun 2004.

sehingga perlu dilakukan pengaturan tata ruang yang sebaik-baiknya. Kendala limitasi atau keterbatasan wilayah.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan publik ini dapat dihasilkan RTRW yang sesuai dengan harapan masyarakat. Kawasan kota Balikpapan 85 % wilayahnya terdiri atas kawasan perbukitan. Penyusunan RTRW Balikpapan memiliki tantangan yang cukup berat sesuai dengan perkembangan dan kedudukan kota Balikpapan dalam konteks nasional. Pertumbuhan penduduk yang tinggi yang diakibatkan adanya pendatang (migrasi dari luar daerah) di Provinsi Kalimantan Timur termasuk di Balikpapan sebagai konsekuensi bagi daerah yang sedang berkembang. e. Oleh karena itu rencana tata ruang yang disusun harus dapat mengakomodasikan kepentingan-kepentingan investasi agar dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi warganya. f. zoning peruntukan untuk kawasan sekitarnya harus jelas dan tidak boleh bertentangan dengan keberadaan kedua hutan lindung tersebut. Oleh karena itu. kegiatan industri di kawasan pesisir dan lainnya. maka kota Balikpapan banyak dilirik oleh para investor untuk menanamkan modalnya sesuai dengan potensi kotanya. regional maupun lokal. pengrusakan mangrove.37 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . b. Dalam konteks nasional kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai salah satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional. dalam pengaturan rencana tata ruang. d. Oleh karena itu tantangan dengan yang dihadapi ialah bagaimana harus mengakomodasikan berbagai kepentingan pengelolaan kawasan pesisir dan pantai yang menjadi kewenangan kota berbagai permasalahan yang dihadapi seperti polusi. Tantangan tersebut antara lain: a. yaitu tata ruang yang mengintegrasikan aspek daratan dan aspek pesisir laut (coastal-marine). Konsekuensi dari kedudukan tersebut ialah bahwa pembangunan prasarana atau infrastruktur kota setidaknya harus memiliki hirarki pelayanan regional bahkan nasional. Sebagai kota yang pernah menduduki peringkat kedua kota paling kondusif untuk investor. Penyusunan RTRW ini memuat hal yang relatif baru. seperti terjadinya longsor dan banjir. Oleh karena itu pengaturan tata ruang harus dapat memprediksi pertumbuhan penduduk dan perkiraan jumlah penduduk pada setiap IV . khususnya wilayah darat. c. meskipun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan baik dalam substansi maupun prosesnya. Pemanfaatan ruang di kota Balikpapan haruslah sesuai dengan kaidah pengelolaan lingkungan/lahan yang baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang sangat merugikan. Keberadaan Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan Lindung Manggar yang tetap harus terus dijaga keberadaannya. permukiman kumuh.

pelibatan masyarakat dan swasta tidak hanya dalam proses pengambilan keputusan pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh pemerintah. di mana masyarakat dilibatkan sejak tahap awal perencanaan. namun juga dalam pengambilan keputusan pemanfaatan ruang oleh pelaku utama masyarakat dan swasta. keterlibatan publik dalam kegiatan yang terkait dengan kebijakan publik akan sangat penting. Selain itu diadakan berbagai pameran. dilaksanakan oleh masyarakat dan pelaksanaannya diawasi juga oleh masyarakat. Suasana lomba gambar bagi pelajar SD Tentang harapan mereka untuk kotanya. Kegiatan konsultasi publik dilakukan dengan berbagai kegiatan mulai dari diskusi komunitas kecil sampai dengan diskusi terbuka dengan jumlah peserta yang cukup banyak.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan kawasan.38 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . B. lomba bagi pelajar dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan. sehingga tidak terjadi pemusatan penduduk hanya berada pada satu kawasan yang tidak sesuai dengan daya dukung fisik lingkungan dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Diskusi dilakukan juga di mushola IV . Kebijakan yang berhubungan dengan penataan dan pemanfaatan ruang kota tergolong pada kebijakan publik karena mempengaruhi publik baik secara langsung maupun tidak langsung. Pelibatan masyarakat dilakukan dengan mengadakan konsultasi publik. Dengan demikian. Karena pemanfaatan ruang dilakukan oleh berbagai pelaku pembangunan dimana masingmasing dapat berperan sebagai pelaku utama pembangunan. Proses Konsultasi Publik Dalam Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Dalam penyusunan rencana tata ruangnya Pemerintah Kota Balikpapan melibatkan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam UU 24 Tahun 1992 dan PP 69 Tahun 1996. Jadi. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan aspirasi masyarakat. maka pelibatan masyarakat dan swasta dalam pemanfaatan ruang kota berarti mengikutsertakan masyarakat dan swasta dalam perumusan dan penetapan kebijakan yang terkait dengan pemanfaatan ruang perkotaan yang dilakukan oleh pelaku utama.

Program / masukan dari masing-masing instansi pemerintah Input awal arahan Pemkot 10 tahun ke depan.5.1. 2005 IV .2.5. Dalam konsultasi publik pelaksanaannya dibantu oleh Mitra Pesisir.39 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tahapan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan dapat dilihat pada Diagram 4. Wilayah berdasar DAS dan Kelompok Kepentingan (Stakeholders) Penelitian Fisik dan Sosek Input Masyarakat PERSIAPAN ARAHAN Pemerintah Inception Report Konsultasi Publik (KP) 1 KONSULTAN Draft Interim Konsultasi Publik (KP) 2 Pembahasan draft interim (Klarifikasi Input) DRAFT FINAL KP Perda LEGALISASI PERDA Sumber : Bappeda Kota Balikpapan.1 Tahapan Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Tahun 2005-2015 • Pembuatan Acuan oleh Bappeda • Proposal • Tender Penjabaran Visi Misi Kota.2. pembagian KP.1. Suasana Pembelajaran dalam proses konsultasi publik dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan Diagram 4. KP melalui media. Pemda Kota Balikpapan membangun kemitraan dengan Ditjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP serta Mitra Pesisir untuk menyusun RTRW tersebut.1.

- Bagi Masyarakat dan Stakeholder lainnya a. Masyarakat dan Swasta ditempatkan sebagai salah satu stakeholder dalam proses penataan kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan. Akomodatif pemerintah terhadap pendapat dan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat. Beberapa Hambatan Perlunya pelatihan tentang tata ruang wilayah/ kota untuk memberi dasar dalam menjembatani proses konsultasi public ke masyarakat Keterbatasan keterlibatan narasumber. Keuntungan/Hal – Hal Positif Bagi Pemerintah Pelaksanaan Kegiatan Konsultasi Publik (KP) dan Penyusunan RTRW dirasakan sebagai suatu hal yang positif dan merupakan implementasi dari Komitmen Pemerintah Kota untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (Good Governance).40 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Mulai membuka diri/transparansi dalam proses perencanaan sehingga akan dapat mengurangi terjadinya konflik dalam pelaksanaan/implementasinya. Mulai aspiratif dalam pembuatan kebijakan pemerintah kota. Mengetahui dan memahami proses perencanaan tata kota secara utuh. c. d. D. sehingga mengurangi kesenjangan antara masyarakat dengan Suasana dalam pelaksanaan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan. d. dalam proses perumusan issue permasalahan kota Balikpapan. Kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi dalam proses penataan kota. b. Mengetahui dan memahami proses pengambilan keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam suatu penataan ruang kota. c. Beberapa hal yang positif tersebut antara lain pemerintah : a. IV . b.

ditandai dengan adanya peningkatan jumlah masyarakat yang berpartisipasi. Pemanfaatan Ruang di Kota Balikpapan Pemanfaatan ruang meliputi pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya dan kawasan lindung. c. terdiri atas kawasan sempadan sungai.8 Ha dan kawasan Hutan Lindung Sungai Manggar (HLSM) yang termasuk dalam Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur dengan luas 5. meningkatnya kualitas dan kunatitas masukan yang diberikan untuk pembangunan. leaflet dll (terutama bagi masyarakat umum). Metodologi KP terdahulu memungkinkan aspirasi dari para stakeholder kurang terarah E. yaitu hutan lindung. sempadan pantai. Dalam kawasan HLSM IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya alat Bantu yang memudahkan proses KP. seperti : peta. Kawasan lindung di kota Balikpapan meliputi: a. kawasan sekitar danau/waduk. Kawasan suaka alam hayati dan cagar alam. kawasan sekitar mata air dan kawasan terbuka hijau kota. Kesimpulan Pembelajaran Proses Konsultasi Publik Proses konsultasi publik adalah salah satu cara melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi masyarakat secara aktif dalam pembangunan. Di kota Balikpapan terdapat 2 kawasan lindung yaitu Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Balikpapan Utara seluas 9. e. Faktor ketepatan memilih perwakilan dan proses penggalian ide dan masukan menjadi penting karena akan berpengaruh pada keterwakilan suara kelompok masyarakat serta kualitas ide dan masukan yang diberikan.782. undangan. Ruang terbuka kota/taman. Dengan proses ini diharapkan akan meningkat kepercayaan dirinya.5 Ha. Kawasan perlindungan setempat.41 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik masyarakat. dan perubahan sikap menjadi lebih peduli pada setiap langkah pembangunan Kemauan untuk terbuka dalam memberikan informasi dan keterangan pembangunan oleh Pemerintah akan membuahkan hasil pada bertambahnya wawasan dan pengetahuan Pemerintahan. gambar.049. Dalam menetapkan kawasan lindung yang dijadikan acuannya adalah Keppres 32/1990. Kawasan rawan bencana. b. F. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya. d. peningkatan meningkatnya jumlah kepercayaan yang masyarakat terhadap dalam masyarakat berpartisipasi pembangunan. dan berkurangnya pelanggaran terhadap peraturan perundang- .

Penggunaan lahan di kawasan tersebut berupa hutan lindung. IV . Penggunaan lahan HLSW didominasi oleh hutan primer (49 %) dan alang-alang (43. Hutan Lindung DAS Manggar sebagai salah satu penyangga kota Balikpapan yaitu sebagai daerah tangkapan air untuk Waduk Manggar. Jalan inspeksi berfungsi untuk pengawasan dan pengendalian terhadap penduduk yang bermukim secara sporadis. Permasalahan tersebut dapat mengganggu fungsinya sebagai hutan lindung. Masyarakat melakukan kegiatan perambahan kawasan areal berhutan dengan melakukan penebangan liar dan perladangan. sehingga mengakibatkan terjadi perubahan fungsi lahan menjadi tegalan. meskipun demikian pada kawasan ini terdapat penduduk yang bermukim baik di sekitar maupun di dalam kawasan hutan. Wain.42 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Penambangan batu bara di sekitar hutan lindung yang berakibat rusaknya dan hilangnya air tanah di kawasan Waduk Manggar. Kawasan Hutan Lindung di Balikpapan Permasalahan pada kawasan hutan lindung di kota Balikpapan adalah : Rawan kebakaran hutan. sehingga masyarakat belum tahu persis keberadaan dan fungsi hutan lindung. Pengalihan fungsi lahan. HLSM meskipun tidak sepopuler S. kebun campuran serta sawah semakbelukar/alang-alang. Kawasan HLSW merupakan DAS S.9%).3%). Wain dengan Sub DAS Bugis. Penebangan liar. Belum ada jalan inspeksi dan masyarakat yang bermukim di sana berbatasan langsung dengan hutan lindung. Belum adanya batas penegasan hutan lindung dan kawasan penyangga (buffer zone).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan berada Waduk Manggar yang menjadi salah satu pemasok air bersih untuk warga kota Balikpapan. ladang dan hutan mangrove (0. tetapi sangat strategis karena mensuplai kebutuhan air bersih kota Balikpapan yaitu bagi 70 % penduduk kota. selain itu terdapat sawah.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Pada musim hujan terjadi erosi. Terjadinya lingkungan.12 % dari luas total. konversi lahan menjadi permukiman. Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota. mengakibatkan terjadinya kerusakan ekologi hutan kota.4071 Ha. perumahan. Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota. Rawan erosi akibat pembukaan lahan. Penyeimbang ekologi kawasan maupun kota. Sepinggan seluas 0. Potensial sebagai kawasan wisata. misalnya taman wisata alam. 63/2002 yang menyatakan bahwa hutan kota luasnya 10 % dari wilayah perkotaan. agro wisata dan lainnya. Pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan lingkungan yang melewati hutan kota.43 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . masih jauh dari standar berdasarkan PP No. yang terluas Selatan seluas 29. Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai. Tempat hidup/habitat bermacam-macam hewan. Sebagai pelindung keberadaan cadangan air.574 Ha dan yang terkecil hutan kota di Kel. industri dan pembangunan infrastruktur tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung IV . yang terdiri dari 5 jenis : • Hutan kota Hutan mangrove Hutan wisata/wana wisata Agrowisata Green belt kawasan Belt Unocal Balikpapan Luas hutan kota tersebut bervariasi. • Hutan kota berfungsi sebagai : Paru-paru kota.2920 Ha. Hutan Kota di Balikpapan • Permasalahan berkaitan dengan hutan kota : Terjadinya kebakaran hutan dan pemukiman penduduk dalam kawasan hutan kota. Luas total hutan kota hanya 0. dan musim kemarau lahan tersebut kering dan rawan akan kebakaran Di Balikpapan terdapat 14 hutan kota dengan luas total 62.

44 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Eksploitasi yang telah dilakukan belum diikuti dengan kegiatan reboisasi yang seimbang. Berbagai permasalahan berkaitan dengan ruang pantai akibat pemanfaatan tersebut. Sungai di Kota Balikpapan berfungsi pula sebagai alat transportasi air Permasalahan yang berkaitan dengan sistem drainase di kota Balikpapan yaitu terjadi banjir dan genangan. dan memiliki garis pantai sepanjang 80.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat. kawasan wisata. antara lain disebabkan : Profil saluran belum teratur. Kawasan lindung lainnya yaitu sempadan sungai. Pesatnya pembangunan kota. tambak. Rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran. Selain itu prasarana pada DAS belum tertata dengan baik. Pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan.4 km. Kawasan lindung merupakan sempadan pantai sepanjang 100 meter. kawasan industri dan IV . karena masih merupakan drainase alam yang tidak beraturan. Kota Balikpapan terletak di tepi pantai. diantaranya : Kawasan pantai di kota Balikpapan kawasan permukiman terutama nelayan dan merupakan kawasan permukiman lama. yang mengakibatkan terjadinya banjir. sebagai pelabuhan. di mana terdapat 19 buah sungai di kota Balikpapan dan sebagian sungai menjadi sumber air baku bagi air minum penduduk kota. Saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. mengakibatnya terjadinya alih fungsi lahan di kawasan DAS sungai. Misalnya di DAS Ampal yang sebagian telah berubah fungsinya menjadi kawasan perumahan. Pemanfataan ruang sepanjang pantai sebagai kawasan konservasi. Pendangkalan di muara sungai di Balikpapan.

Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Balikpapan selatan. yang terdapat di sepanjang garis pantai (15 mil) dan berfungsi sebagai penahan abrasi. penyerap limbah. Waduk yang digunakan sebagai sumber air bersih dan pengendali banjir sebagai waduk penampung air untuk menampung kebutuhan air bersih dan juga untuk kegiatan Permasalahan yang berkaitan dengan waduk antara lain adalah: Waduk sangat bergantung pada besar kecilnya kapasitas air hujan. Kawasan sempadan waduk berfungsi mengamankan waduk yang terdapat di kota Balikpapan. Akibat perluasan dan pengembangan waduk Manggar. Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai. Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota.45 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Terjadinya abrasi pada kawasan pantai di permukiman nelayan Manggar dan pantai Lamaru. Kawasan suaka alam di Kota Balikpapan IV . potensi sebagai pengembangan wisata air dan budidaya perikanan. Bagian hilir DAS Wain dimanfaatkan industri. Kawasan suaka alam di kota Balikpapan merupakan hutan mangrove. Hilang dan rusaknya tanaman pantai di pantai selatan Balikpapan. Fungsi waduk selain sebagai sumber air bersih juga sebagai pengendali banjir kawasan perkotaan. kawasan penyangga waduk Balikpapan mengalami pengurangan. Kapasitas waduk belum mampu mencukupi kebutuhan air bersih.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kawasan permukiman cenderung kumuh. penahan amukan angin topan. pencegah intrusi air laut dan terutama sebagai pendukung kehidupan biota laut.

Banjir. Penyiapan Balikpapan. angin dan lainnya. permukiman. kayu bakar dan arang. Abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut. Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam. Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong bukit (cut & fill). industri dan eksploitasi tak terkendali. Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga. tingkat erosi/longsor sangat tinggi karena lapisan tanah pada umumnya terdiri dari tanah alluvial dan pasir dengan butir sangat mudah lepas. Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan. Curah hujan yang terlalu tinggi. Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas di perbukitan terutama Kecamatan Balikpapan Barat dan Timur. Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah. Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air. fisik lahan untuk kawasan industri. yang diakibatkan antara oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu.46 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kepemilikan lahan. Hilang/punah/pindah-nya primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosistem mangrove. akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi. gelombang. permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit di seluruh wilayah kota IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan. Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak. Ketidaklancaran aliran sungai. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. arus. Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir. Selain itu di Kota Balikpapan terdapat berbagai permasalahan di kawasan rawan bencana yaitu : Kawasan lahan kritis atau daerah bencana akibat erosi. Kawasan perbukitan dengan tingkat pelapukan tinggi juga merupakan daerah rawan erosi.

Kawasan permukiman Kawasan perdagangan dan jasa Kawasan perkantoran. Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Kawasan permukiman di kota Balikpapan diklasifikasikan : Permukiman nelayan di atas air/pantai. Kawasan budidaya meliputi : Kawasan budidaya sektoral meliputi kawasan pertanian. Kegiatan perikanan meliputi perikanan tangkap dan budidaya. Perlu pemeliharaan sumber air untuk kelangsungan irigasi. mengingat wilayah yang belum terbangun masih cukup luas. Perikanan tangkap terutama terkonsentrasi di sepanjang pesisir Balikpapan. Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah.47 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sedangkan perikanan darat yang berada di darat dalam bentuk tambak. peternakan dan perikanan. Kawasan industri Kawasan pariwisata Kawasan khusus. Perlu pengaturan debit air irigasi sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan air. perkebunan. Pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya pertanian cukup menonjol di kota Balikpapan. sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air. baik di pantai. Kekeringan. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. yang diakibatkan : Persentase hujan kurang. Penggunaan lahan sebagian untuk sawah dan bukan sawah yaitu tanaman palawija serta sayuran. Mengendalikan permukiman dan budidaya lainnya. tepi sungai maupun darat. Akses untuk menjual hasil pertanian masih kurang. Permasalahan yang berkaitan dengan kawasan ini adalah : Terdapat lahan pertanian dan holtikultura yang terletak di lokasi strategis seperti di jalan utama. kawasan wisata.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kebakaran hutan. dengan kondisi : IV . Keberadaan kawasan ini sebagai lahan cadangan perkotaan. Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air.

Permukiman berladang. merupakan cikal bakal pertumbuhan suatu kawasan. cenderung tidak tertata/kumuh.48 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dengan sarana dan prasarana yang memadai Permukiman instansi/perkantoran swasta/pemerintahan Permukiman real estate/developer Permukiman swadaya masyarakat dalam kota Permukiman transmigrasi Salah satu permukiman di darat dan permukiman di atas air Potensi dan permasalahan permukiman di atas air : Terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali IV . jauh dari sistem dan hirarki pelayanan kota. Terdapat di : Pantai Balikpapan Selatan Pantai Balikpapan Barat. Permukiman di darat. tumbuh tidak teratur baik berkelompok maupun perseorangan. Merupakan permukiman ilegal. Pola permukiman teratur. Terletak di pinggir kota. Permukiman cenderung berpindah-pindah. Perumahan terencana dan disiapkan untuk kebutuhan karyawan pabrik. umumnya terdapat di dalam hutan atau di sekitar hutan. Cenderung tumbuh memanjang sepanjang garis pantai dari batas jalan kota sampai batas kedalaman pantai yang masih memungkinkan didirikan bangunan. Umumnya merupakan hunian lama/asli. Permukiman industri/pabrik. terdiri dari: Permukiman berpindah.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tumbuh secara sprawl linier mengikuti garis pantai dan sungai. Pantai Balikpapan Timur.

drainase. Permukiman tumbuh cenderung kumuh dan akan menimbulkan kerawanan sosial. sehingga dapat menimbulkan bencana (misal longsor. Pada kawasan perkotaan di mana nilai tanah sangat tinggi menyebabkan kepadatan permukiman sangat tinggi. banjir dan lainnya). Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan. Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan. Fasos dan fasum yang ada kurang memadai. Permukiman nelayan umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas. belum dikelola secara terencana. Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. persampahan.air bersih. Potensi dan permasalahan permukiman darat : Pemukiman berpindah kurang terintegrasi dengan sistem pelayanan kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan melalui laut. menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensuplai kebutuhan penduduk akan ikan. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai. lain dengan permukiman instansi/industri/real estate dan permukiman swadaya. Kondisi sosial budaya . Permukiman berpindah sangat merusak lingkungan serta terdapat di dalam hutan. Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan perumahan yang kurang memperhitungkan kondisi lingkungan. dan kurang didukung oleh penyediaan fasos dan fasum oleh Pemda. Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana. Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayani infrastruktur/prasarana kota (jalan. kecuali permukiman di atas air di Kecamatan Balikpapan Timur (Manggar) yang berada di tepi jalan utama kota Balikpapan. Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna. Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. Misalnya kawasan Margasari merupakan cikal bakal kota Balikpapan. IV . limbah/sanitasi). cenderung jadi permukiman kumuh.49 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

Permasalahan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir. Permasalahan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut. Kondisi bangunan bervariasi. Menimbulkan masalah memacetan transportasi. Sebaran pertokoan besar sebagian terpusat di Kecamatan Balikpapan Selatan yang merupakan kawasan pusat kota. Perdagangan di kota Balikpapan yang berkembang terutama perdagangan eceran. Konsentrasi kawasan perkantoran terutama di jalan utama pusat kota. sehingga banyak pedagang yang berjualan di lahan parkir dan tepi jalan. Sebaran pasar tradisional sudah cukup merata. Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada. KDB dan KLB). Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak. yaitu kawasan perumahan Pertamina.50 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . modern dan perdagangan informal. Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Di kota Balikpapan terdapat permukiman lama yang tertata dengan baik. Tidak ada TPS. Permukiman yang berada di kota banyak mengalami perubahan fungsi menjadi kawasan perdagangan Kawasan perdagangan meliputi perdagangan tradisional. dari yang kurang representatif atau rusak. Perdagangan informal cenderung belum tertata dan mengganggu aktifitas pergerakan. Kawasan perkantoran industri terletak di kawasan industrinya. hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen. Kawasan perkantoran di Kota Balikpapan bersatu dengan kawasan perdagangan dan jasa serta kawasan perumahan. Kotor dan kumuh. Salah satu kawasan perkantoran di Kota Balikpapan Salah satu kawasan perdagangan di Kota Balikpapan IV . karena di beberapa lokasi menempati bahu jalan atau trotoar.

monumen. tempat bersejarah. Bangunan unik. terdiri dari berbagai obyek : Pantai. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pengendalian pemanfaatan ruang di kota Balikpapan dibawah koordinasi Bappeda Kota Balikpapan. Kemudian apabila sesuai dengan RTR baru ijin dikeluarkan. Dalam proses perijinan kota Balikpapan menggunakan sistem satu atap (one door policy). Pengawasan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Penataan Kota dan Permukiman serta BPLH untuk permasalahan lingkungan hidup. terletak di tepi panyai sepanjang jalan Yos Sudarso di areal seluas 250 Ha. Untuk menampung industri kecil yang tersebar di berbagai kawasan. dibahas di Bappeda. Ijin prinsip dikeluarkan oleh Walikota. sehingga dengan dipusatkan diharapkan tidak akan terjadi pencemaran lingkungan. Dalam proses pengesahan site plan Bappeda dan PU dilibatkan. G. Hutan dan taman alam.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kawasan industri di kota Balikpapan terdiri dari : Kawasan industri kilang minyak milik Pertamina. Keadaan Buruh Industri dan Kawasan Industri di Kota Balikpapan Kawasan pariwisata di kota Balikpapan. Masyarakat kota Balikpapan dilibatkan dalam proses pengendalian pemanfaatan ruang. Sanksi yang diberikan untuk pelanggaran berupa pembongkaran serta sanksi administratif.51 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Tugu. dengan melakukan kontrol terhadap kegiatan penataan ruang. Ijin site plan (RTBL) dikeluarkan oleh Dinas Penataan Kota dan Permukiman. Pusat kegiatan. sedang dilakukan relokasi industri pengrajin tahu tempe di daerah Penajam. IV . Kawasan industri pendukung pengelolaan tambang/migas di kawasan Batakan Kawasan khusus industri yang dikelola secara terpadu yaitu Kawasan Industri Kariangau (KIK).

Masyarakat baik melalui LSM bisa setiap waktu datang ke kantor Bappeda untuk berdiskusi mengenai permasalahan penataan ruang. Kawasan ini tadinya merupakan permukiman kumuh. H. sehingga kondisi sungai akan tetap terjaga kebersihannya. Dengan konsolidasi lahan penduduk menyumbangkan sebagian tanahnya untuk fasilitas permukiman seperti jalan setapak serta ruang terbuka. Dalam kegiatan ini penduduk dilibatkan sepenuhnya mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunannya.52 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . mengingat dalam pada saat ini masyarakat sudah dilibatkan dalam proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan. agar masyarakatnya turut serta dalam proses penataan ruang. dengan kepadatan yang cukup tinggi. Beberapa contoh kasus dalam pelibatan masyarakat di kota Balikpapan : Konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015. Dalam koran setempat ada sebuah rubik tentang kegiatan penataan ruang di Kota Balikpapan. Dalam perbaikan lingkungan ini dilakukan dengan jalan konsolidasi lahan serta tidak ada penggusuran terhadap penduduk. Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan Ruang Pemahaman masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang sudah cukup baik. Kelurahan Gunung Sari Ilir Bersama dengan masyarakat membuat rencana kerja (1) Swadaya masyarakat di dalam proses pengerjaan (2) Pemukiman di bantaran sungai yang belum tertata (3) Pemukiman setelah melalui proses penataan (4) IV . Diresmikan pada tanggal 27 Mei 1997 oleh Walikota Balikpapan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam pengendalian pemanfaatan ruang perlu menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota serta mengendalikan pertumbuhan penduduk dan konsentrasi pembangunan kawasan terbangun dan permukiman di kawasan pesisir (Kota Balikpapan). infrastruktur tidak memenuhi persyaratan. Proses Proyek Peremajaan Perumahan Kawasan kumuh. Kegiatan ini merupakan proyek percontohan peremajaan perumahan kawasan kumuh dan menjadikan sungai sebagai halaman depan rumah. Proyek Peremajaan Perumahan Kota Kelurahan Gunung Sari Ilir Kecamatan Balikpapan Tengah. Pemerintah Kota Balikpapanpun melibatkan masyarakat dalam kegiatan penataan ruang. Peremajaan perumahan ini menjadikan sungai sebagai halaman rumah mereka.

Dan juga perlu dipikirkan mengenai pembangunan jalan lingkar. Pencemaran lingkungan. Pengelolaan kawasan tanpa melibatkan masyarakat sering menemui kegagalan. 4. sehingga arus lalu lintas bisa menyebar. Penataan kawasan pantai Balikpapan dengan jalan reklamasi pantai mulai dari Pelabuhan Semayang hingga Bandar Udara Sepinggan sepanjang 8 km dengan lebar 500 m ke arah laut. yaitu perlunya pertimbangan yang matang terhadap dampak yang akan ditimbulkan jika akan melakukan reklamasi pantai. • Untuk bidang transportasi. sehingga masyarakat setempat akan memegang peranan penting dalam proses perencanaan sejak dari awal.5. • • Kepemilikan lahan.1. b. memiliki hutan mangrove yang perlu dilindungi keberadaannya. e. g. c. Pembentukan DPML di Kelurahan Teritip. yaitu perlu segera adanya pembenahan dalam hal kepemilikan lahan. Pendangkalan sungai.3 Isu Permasalahan Kota Balikpapan Di Kota Balikpapan isu permasalahan yang dapat diperoleh dan diantisipasi adalah dalam hal: • Penggunaan lahan/pembangunan di tepi pantai. Inisiatif pembentukan DPML bersamaan dan dalam rangka mendukung proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015. jaringan jalan linier yang hanya tertuju atau melalui pusat kota akan menimbulkan kepadatan. Penebangan magrove secara liar. antara lain : a. • Pengembangan Jalan Trans Kalimantan IV . sebab pantai merupakan milik publik dan publik juga berhak untuk menikmatinya. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. karena ada berbagai isu dan permasalahan. kemacetan di daerah-daerah tertentu. Kerusakan terumbu karang akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dan penambangan karang. sehingga tidak akan menimbulkan/menambah permasalahan di masa yang akan datang. sehingga akan menjadi salah satu masukan bagi RTRW . Tumpang tindih pemanfaatan dengan daerah eksplorasi minyak. Dalam hal ini Balikpapan yang terletak di pantai. d. f.53 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Abrasi pantai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Partisipasi masyarakat dalam merintis Daerah Perlindungan Mangrove dan Laut (DPML) di Kelurahan Teritip Partisipasi masyarakat memegang peranan penting dalam pengelolaan kawasan konservasi.

terdiri dari 5 Kecamatan dan 24 kelurahan. Kecamatan Sungai Kakap dan Kecamatan Siantan. yaitu: . IV .54 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu sudut Tugu Khatulistiwa .1.782 Ha.1.Sebelah Utara : Kecamatan Siantan Kecamatan Sungai Raya. 4. antara lain: • • Keterbukaan aparat pemerintah pemerintah dalam memberi informasi mengenai pengembangan kotanya.6 Kota Pontianak 4.0º 05' 37” Lintang Selatan dan 109º 16' 25” 109º 23' 01” Bujur Timur.Sebelah Selatan : . Kota Pontianak dilintasi oleh garis khatulistiwa yaitu pada 0º 02’ 24” Lintang Utara . Lamaru.6. Diikutsertakannya masyarakat dalam proses pembangunan/penyelenggaraan penataan ruang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • • • • • • • • • • Rencana pengembangan Bandara Sepinggan Pengembangan Kawasan Industri di Kariangau Pengembangan Pelabuhan Kontainer/Cargo di Kariangau Perubahan jalan minyak di kawasan Pertamina Balikpapan Penataan Kawasan Permukiman Atas Air di Balikpapan Barat Penyusunan dan Penataan Kawasan Teluk Balikpapan Mengintegrasikan tata ruang laut dengan tata ruang darat Konversi kawasan Mangrove di Kariangau untuk kawasan Industri Kerusakan Mangrove di Kawasan Teritip. transportasi (kemacetan) Selain permasalahan yang perlu diantisipasi. sampah. Manggar untuk kegiatan pertambakan Terjadinya abrasi pantai kawasan Manggar Kerusakan Mangrove di kawasan tepi sungai Somber Kawasan Rawan Bencana Patahan terletak dikawasan perkotaan Permasalahan drainase. Kondisi Umum Kota Pontianak merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat.1 Gambaran Umum Kota Pontianak A. Batas-batas administrasi Kota Pontianak. sehingga diharapkan memperkuat rasa kepemilikan terhadap kotanya. terdapat juga hal-hal positif yang dapat dicontoh. Luas wilayahnya adalah 10. perumahan kumuh.

yang sebelumnya pada tahun 1998 penggunaan lahan untuk kebun karet dan kebun campuran merupakan pengguna lahan tertinggi. Kota Pontianak dapat dikategorikan sebagai kawasan budidaya.2 %. Untuk penggunaan lahan. B.93 ha (27. laut/sungai. baik melalui udara. di sisi lain.86%) – jauh di atas penggunaan lahan untuk perekebunan karet dan kebun campuran sebesar 2. Disatu sisi kondisi seperti itu mudah diakses.10 – 1.60 ha (53.807.4%). Akan tetapi. Adapun kemiringan lahan di Kota Pontianak seluruhnya berkisar 0 . maka Kota Pontianak mengalami kesulitan dalam pengembangan sistem drainase. sehingga apabila air laut pasang hampir separuh dari luas wilayah Kota Pontianak tergenang oleh air pasang. Dengan ketinggian seperti ini. Kota Pontianak tampak dari Udara/atas IV . Kondisi Fisik Kondisi topografi Kota Pontianak secara umum terletak pada ketinggian 0.50 m di atas permukaan laut. karena daerah yang relatif datar. baik berupa kawasan pertanian.Sebelah Barat . permukiman maupun kawasan berbagai aktivitas produktif lainnya.953.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan . sehingga sangat potensial untuk pengembangan kawasan budidaya. dimana sebagian besar diperuntukkan bagi perumahan sebesar 5.55 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sistem drainase di Kota Pontianak dapat dikatakan belum begitu bagus.Sebelah Timur : : Kecamatan Sungai Kakap Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Ambawang (seluruh kecamatan di atas termasuk dalam wilayah Kabupaten Pontianak). Selain itu juga mendatangkan kemudahan dalam pengembangan kawasan budidaya. maupun darat. perindustrian. berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan nasional Provinsi Kalimantan Barat terlihat bahwa sebagian besar penggunaan lahan di Kota Pontianak pada tahun 2003 sudah mengalami perkembangan. Dari kedua indikator topografi ini dan ditunjang dengan keberadaan dua buah sungai besartergambar dengan jelas bahwa wilayah Kota Pontianak relatif datar.

44 10.6. IV .8 119.8 168.953.1.1.002 2.6.54 31.782 Jumlah Rasio Rasio Penduduk [(1)/(2)]*100 (3)/(1) (Jiwa) (3) (4) (5) 116.1.782 (%) 53.2 ) Tabel 4. besarnya rasio antara luas lahan terbangun dan luas lahan administratif di Kota Pontianak pada Tahun 1998 adalah 37. 2003 Luas (ha) 5.4 81.266 96.1.04 40.800 44.56 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .225 1.009 Luas Wilayah (ha) (2) 2.54% dan terkecil untuk Kecamatan Pontianak Utara mencapai 30.289 311 1. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa dari segi keruangan.34 100 Secara keseluruhan.36 565.894 1.90 30.667 50.807.22 5.86 1.93 320. Apabila dirinci untuk setiap kecamatan.43%.4 Kecamatan Pontianak Selatan Pontianak Timur Pontianak Barat Pontianak Utara Kota Pontianak Sumber: Kantor Wilayah BPN Prov.97 6. yakni mencapai 44.18%.184 4.6.60 133.4 2.43 37.08 69.2 Perbandingan Luas Lahan Terbangun dengan Luas Wilayah dan Penduduk Di Kota Pontianak.995 3.18 90.17 683.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.13 2.891 10. Olahan Peta Penggunaan Lahan 1999/2000.1.64 27. maka rasio terbesar terjadi di Kecamatan Pontianak Selatan.847 478.25 0. Tahun 1998 Lahan Terbangun (ha) (1) 1.020 206.1 Jenis Penggunaan Lahan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan Permukiman Perdagangan dan Jasa Perkantoran Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Industri dan Pergudangan Kebun Karet dan Campuran Hutan Lainnya/sungai dan parit Total Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka.1.31 131.24 1. Kalbar.5 160. intensitas penggunaan lahan di Kota Pontianak menunjukkan kinerja yang cukup bervariatif (Lihat Tabel 4.

1.990 jiwa.460 % 8.54 28. Kependudukan Jumlah penduduk tetap Kota Pontianak hasil Pendataan Pemilih dan Pendaftaran Penduduk Berkelanjutan kondisi tahun 2003 berjumlah 492.495 jiwa.460 jiwa dengan pendidikan terbesar yang ditamatkan adalah tamatan SLTA yaitu berjumlah 126.35 22.10 2.56 4.146 85.534 jiwa.465 99.820 448.57 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .11 19.017 11.834 69. sedangkan akademi/D1-D3 adalah pendidikan terendah yang ditamatkan yaitu berjumlah 11. Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 Pendidikan yang Ditamatkan Tidak Sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SLTA Akademi/D1-D3 Perguruan Tinggi Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003.19 100 IV .6. Kepadatan penduduk Kota Pontianak pada tahun 2000 yang sekitar 4. sedangkan dari hasil Sensus Penduduk tahun 2000 penduduk kota Pontianak berjumlah 464.1.308 jiwa/Km2. Bentuk Kesenian Masyarakat di Kota Pontianak Meriam Karbit Di Tepi Sungai Kapuas Perahu Lancang Kuning Jumlah penduduk Kota Pontianak berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan berjumlah 448.3 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan Di Kota Pontianak.017 jiwa. Jumlah 37.10%.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. hal ini berarti bahwa telah terjadi peningkatan penduduk selama 3 tahun terakhir (tahun 2000-2003) yaitu sebesar 2% pertahunnya.683 126.495 18. Dengan kata lain. Tabel 4.14 15. kepadatan penduduk Kota Pontianak periode 1990–2000 meningkat sebesar 629 jiwa/Km2 atau bertambah sebesar 17.

55%.715 jiwa. Sebagaimana layaknya daerah perkotaan.830 jiwa penduduk yang bekerja yaitu 35. Perekonomian Berdasarkan penghitungan PDRB atas dasar harga konstan tahun 1993. sedangkan terendah bekerja pada sektor pertambangan sebanyak 166 jiwa.4 Jumlah Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Lapangan Pekerjaan Pertanian Pertambangan Industri Listrik. hotel dan restoran yang meningkat perannya dari 22.72 2. Perhotelan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Untuk jumlah penduduk yang bekerja.72 % pada tahun 2002 menjadi 24.28 8.234 milyar rupiah.09 8.3 % dari jumlah penduduk di Kota Pontianak. Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan yang cukup nyata dan di atas rata-rata hanya sektor perdagangan. dimana lapangan pekerjaan perdagangan.1.19 31.44%.01 %.448 60. laju pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak tahun 2003 adalah sebesar 4.830 % 5.1.02 0.31 34. dan restoran sebesar 13. maka pergeseran sektor dari sektor produksi ke sektor jasa juga terjadi di Kota Pontianak. Jumlah 10. Restoran dan Rumah Makan Angkutan dan Komunikasi Bank dan Lembaga Keuangan Jasa dan lainnya Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003. sedangkan yang lainnya pertumbuhannya dibawah rata-rata bahkan ada sektor yang mengalami penurunan antara lin adalah sektor bangunan sebesar -1.78 0. Tabel 4.947 484 14.83 8.044 166 13.715 15.67 100 D.812 55.6. Gas dan Air Minum Bangunan dan Kontruksi Perdagangan. pada tahun 2003 di Kota Pontianak terdapat 173.159 3.58 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Nilai PDRB (atas dasar harga konstan tahun 1993) pada tahun 2003 sebesar 2.31 % IV . Lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut. restoran dan rumah makan adalah lapangan pekerjaan terbesar yaitu 60. Hampir seluruh sektor ekonomi pada tahun 2003 mengalami pertumbuhan.44% dan sektor industri pengolahan sebesar -0.054 173. Sektor jasa-jasa yang mengalami peningkatan peran dalam pembentukan PDRB tahun 2003 antara lain adalah sektor perdagangan. hotel. perhotelan.

yaitu: 1.42 402.23 266. Sementara sektor lainnya mengalami penurunan peran.99 47.67 259. Keuangan. 4 Tahun 2002).47 2.21 404.501.059. Selain itu terdapat juga RDTRK Kecamatan Pontianak Barat Tahun 2002 dan sudah diperdakan (Perda No. Lapangan Usaha 1. gas.47 2003 12. Pertambangan dan Penggalian 3.15 511.6.53 %.86 93.68 416.822.701.36 450.1.233.148.953.1.5 PDRB Kota Pontianak Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha. Listrik.404. dan jasa perusahaan yang meningkat perannya dari 10. begitu juga sektor keuangan.549. Banyaknya perkembangan spasial dan aspasial yang tidak lagi terakomodasi dalam RUTRK Pontianak Tahun 1994-2004.37 2. dan Restoran 7.152. Industri Pengolahan 4.26 91. 2003 2001 11.406.798. Perdagangan.533.061.510.59 594. Hotel.071.515. Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka.191.77 578.812.75 42.31 % menjadi 11. persewaan.73 279.47 45.59 4. Perkembangan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Kota Pontianak dalam beberapa tahun ke belakang. dan Air Minum 5. Persewaan & Jasa Perusahaan 9.963. IV .511. PDRB per kapita.59 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 2.952.293.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan pada tahun 2003.919.1.95 293. Tahun 2001 – 2003 (Jutaan Rupiah).770.6.68 588. Pertanian 2. kelembagaan yang menangani proses perencanaan tata ruang adalah Bappeda dan Dinas Tata Kota Pontianak. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Pontianak pada tahun 2003 sebesar Rp 4.490.445.48 2002 12.71 2.707. Bangunan 6.234. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Secara garis besar ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan RTRW Kota Pontianak Tahun 2002-2012.36 394. Produk yang dihasilkan dalam proses perencanaan adalah Buku Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Pontianak Tahun 2002 yang merupakan revisi dari RUTRK Pontianak Tahun 19942004.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Pontianak A.816.- Tabel 4.26 267.77 91.83 279.285.312. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Pontianak Dalam penataan ruang di Kota Pontianak.

Perkembangan ini menuntut adanya pengkajian ulang mengenai peranan kota Pontianak dalam berbagai posisi yang dimiliki. 4. kelemahan. lokakarya dan sosialisasi tentang penataan ruang. maupun infrastruktur. Dalam penyusunan perencanaan tata ruang. Sebagian besar rencana yang terdapat dalam RTRW Kota Pontianak meliputi: • Perluasan kawasan pusat kota. baik di dalam wilayah kota Pontianak sendiri maupun di tingkat regional. 5. baik sumber daya alam. dan internasional.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. peluang. • Pengembangan lebih lanjut dari konsep Water Front City (WFC) yang berada di kawasan pusat kota. dimana semua kecamatan memiliki akses yang merata ke pusat kota. Semakin dinamisnya perkembangan pembangunan. Perlunya mengkaji kembali kekuatan. Water Front City yang berada di Kawasan Pusat Kota. dimana pengembangannya melebar ke arah barat maupun timur dari pusat kota IV . Tinjauan yang lebih detail mengenai potensi-potensi yang dimiliki Kota Pontianak. Perlunya pengkajian ulang mengenai kesesuaian penggunaan lahan saat ini. dimana pada masa mendatang diharapkan pengembangan WFC semakin melebar dari kawasan pusat kota ke arah barat maupun timur. sehingga nantinya pusat kota mencakup keempat wilayah kecamatan. dan tantangan yang dihadapi Kota Pontianak dalam rangka mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang dimiliki. baik dari masyarakat. aparat pemda menemui kendala yaitu dalam hal peranserta masyarakat. sumber daya manusia. Penyusunan rencana tata ruang juga tidak lepas dari peran pemerintah pusat yaitu dalam bentuk pembinaan teknis.60 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Hal ini disebabkan karena apresiasi ruang masyarakat belum satu persepsi tentang peran dan fungsi tata ruang. 6. legislatif maupun eksekutif. dimana kawasan pusat kota yang ada saat ini akan diperluas ke arah utara dan timur dari pusat kota yang ada saat ini. nasional. Kawasan WFC yang direncanakan untuk Kota Pontianak merupakan satu kesatuan yang terdiri dari pusatpusat kegiatan yang bervariasi dengan lokasi menyebar di sepanjang Sungai Kapuas. Untuk menangani kendala tersebut diadakan diskusi.

.Kawasan pusat olahraga (sports centre). Pada kawasan wisata ini akan dikembangkan beragam objek wisata. Karena itu. atau sebaliknya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Sebagai kota yang terbelah oleh aliran sungai. diarahkan berlokasi di sebelah barat kota atau di bagian hilir Sungai Kapuas. . sedangkan pelabuhan barang menempati Kecamatan Pontianak Barat. tepatnya Pelabuhan di sebelah barat Pulau industri Batulayang. Kawasan tersebut dicirikan dengan orientasi bangunan yang menghadap ke sungai.61 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . menempati Pelabuhan Seng Hie untuk kegiatan Kecamatan Pontianak Utara.Boulevard yang di bagian tengahnya (yang tepat dilalui garis khatulistiwa) dipergunakan untuk pepohonan/jalur hijau. sehingga lebih memungkinkan untuk berkembang lebih besar.Kawasan rekreasi yang dilengkapi dengan tempat penjualan makanan dan cindera mata khas Kota Pontianak. Kedua lokasi ini dipilih karena ketersediaan lahan yang relatif lebih luas. seperti : . Lokasi pengembangan kawasan wisata khatulistiwa Tugu Khatulistiwa Pontianak diarahkan pada wilayah yang tepat dilalui garis lintang 00 0’ 0” di sebelah timur laut dari lokasi tugu khatulistiwa sekarang ini. dengan keunikan dapat memukul bola dari belahan bumi bagian utara ke belahan bumi bagian selatan. Kawasan wisata khatulistiwa yang telah ada perlu lebih diperluas. • Pengembangan pelabuhan. . atau dengan kata lain bagian muka bangunan menghadap sungai. • Pengembangan Kawasan wisata (khususnya di Kecamatan Pontianak Utara) yaitu dengan lebih menonjolkan keunikan wilayah yang dilalui garis khatulistiwa. saling berseberangan. Di samping itu. kalaupun suatu saat akan IV . Kawasan WFC di sini merupakan kawasan yang berorientasi ke badan perairan (dalam hal ini berupa sungai) membentuk karakter koridor sungai. sudah seharusnya Kota Pontianak memelihara dan memanfaatkan identitasnya sebagai Kota Tepian Air. walaupun lokasinya tidak berhubungan secara langsung. terutama pelabuhan untuk kegiatan industri dan pelabuhan barang. konsep pengembangan kota yang mengarah pada WFC perlu diterapkan dengan pengelolaan yang profesional.Lapangan golf.

Di samping itu. • Di sebelah selatan lokasi rencana pelabuhan untuk melayani kegiatan perdagangan. adanya aliran sungai sebagai sumber air dan sebagai badan penerima limbah cairnya. seperti aksesibilitas yang tinggi ke pelabuhan.1. Aksesibilitasnya yang tinggi ke pelabuhan menjadikan lokasi tersebut cukup menguntungkan bagi pasar induk untuk beroperasi. sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 4. serta luasnya area yang memungkinkan terciptanya keuntungan dalam memanfaatkan infrastruktur secara bersama (misalnya IPAL bersama). karena pelabuhan sungai berlokasi sebelum jembatan.2.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dibangun jembatan yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut (Pontianak Barat dan Pontianak Utara melalui Pulau Batulayang) tidak mendatangkan masalah yang besar bagi pelayaran kapal-kapal. khususnya kapal yang memiliki crane. kawasan industri yang semula berlokasi di pinggir Sungai Kapuas secara berangsur dapat berubah fungsi menjadi kawasan WFC. terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi (rencana) pelabuhan tersebut yang masih cukup luas dan saat ini merupakan Sungai lahan nonterbangun Wilayah serta dialiri akan Konsep pengembangan Pelabuhan Seng Hie Kunyit Baru. Dengan beberapa keuntungan. Wilayah tersebut akan diarahkan peruntukannya untuk kegiatan perdagangan.6. tersebut diarahkan peruntukannya bagi kawasan industri.1 IV . Dengan beberapa keuntungan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi investor dan pelaku kegiatan industri untuk menempati kawasan tersebut.62 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . juga terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana pelabuhan tersebut dimana lahannya masih cukup luas dan saat ini merupakan lahan nonterbangun. termasuk di dalamnya pasar induk. • Di sebelah utara lokasi (rencana) pelabuhan untuk industri. Rencana struktur tata ruang akan mendatangkan implikasi terhadap pembangunan Kota Pontianak di masa-masa mendatang.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Tabel 4.1.6.2.1 Implikasi Rencana Struktur Tata Ruang Kota Pontianak 2002-2012 No 1 Aspek Penyediaan Lapangan Kerja Pertumbuhan Ekonomi Implikasi Penyediaan lapangan kerja akan lebih menyebar di kelima kecamatan karena pengalokasian jenis dan skala kegiatan ekonomi lebih menyebar di keempat kecamatan Dengan alokasi aktivitas yang disebarkan di seluruh wilayah, maka potensi seluruh Wilayah tersebut akan lebih dikembangkan. Diharapkan tingkat pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan menjadi lebih optimal dan merata. Dengan dialokasikannya pusat kota pada wilayah di keempat kecamatan, ditambah dengan lebih mengembangkan keunikan di wilayah utara dan historis di wilayah timur, diharapkan percepatan pertumbuhan pembangunan akan lebih menyebar. Pengembangan kawasan-kawasan yang menyebar ke seluruh wilayah Kota Pontianak akan meningkatkan pendapatan, perekonomian, dan pendidikan masyarakat di seluruh wilayah, sehingga diharapkan kesenjangan sosial dapat dikurangi atau bahkan dihindari. Pemanfaatan lahan untuk kawasan terbangun yang lebih menyebar (tentunya dengan tetap memperhatikan kesesuaian fisiknya) membuat beban daya dukung lingkungan yang lebih proporsional, sehingga tidak akan terjadi kerusakan lingkungan.

2

3

Percepatan Pertumbuhan Pembangunan Kesenjangan Sosial

4

5

Sumber : Fakta dan Analisa RTRW Kota Pontianak

Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan

Berkaitan dengan pemanfaatan ruang, rencana pelaksanaan tata ruang di Kota Pontianak sudah seluruhnya dilaksanakan, hanya belum optimal terutama kebijakan insentif dan disinfektif.

B.

Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak

Pemanfaatan ruang di Kota Pontianak sebagian besar mengacu pada struktur ruang yang ada pada RTRW Kota Pontianak. Pada umumnya pemanfaatan ruang ada telah banyak terjadi perubahan terutama perubahan terhadap struktur tata ruang pada RUTRK Pontianak 1994-2004. Dalam hal pemanfaatan ruang, Kota Pontianak telah dimanfaatkan ruangnya sebagai: • Kawasan pusat kota, dimana saat ini kawasan pusat kota berada di sebagian wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sebagian wilayah Pontianak Selatan. • Pusat-pusat kegiatan tersebut meliputi: a. Kawasan Makam Batu Layang Merupakan kawasan bersejarah di Kecamatan Pontianak Utara. Kegiatan yang direncanakan mendominasi kawasan ini adalah wisata sejarah. Kegiatan lainnya yang
IV - 63
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

akan dialokasikan di sekitar kawasan tersebut berupa kegiatan perdagangan, pelabuhan, dan industri. Untuk memelihara nilai estetika kegiatan wisata Makam Batu Layang, maka kegiatan industri harus tetap menyediakan area yang ditanami pepohonan di sekelilingnya, yang juga berfungsi sebagai penyangga (buffer). b. Kawasan Tugu Khatulistiwa Merupakan kawasan wisata dengan land mark berupa tugu khatulistiwa. Kawasan ini direncanakan memiliki aksesibilitas dan keterkaitan dengan rencana Zona Wisata Khatulistiwa (ZWK) yang direncanakan berlokasi di sebelah timur laut Tugu Khatulistiwa tersebut. c. Kawasan di sekitar Siantan Merupakan kawasan dengan dominasi kegiatan komersial yang heterogen, meliputi jasa-jasa perdagangan (pertokoan, ruko, pasar) dan industri. Untuk memberikan sentuhan estetika dan peningkatan kualitas udara dari kawasan yang dipenuhi oleh kegiatan komersial tersebut, kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas jalur hijau berupa taman di tepi Sungai Kapuas d. Kawasan di sekitar kaki jembatan Sungai Landak dan Sungai Kapuas Kecil. Kawasan ini merupakan kawasan yang tidak diperuntukkan bagi lahan terbangun. Walaupun dalam tata ruangnya dialokasikan untuk kawasan permukiman, namun khusus di kaki jembatan-jembatan ini perlu disediakan ruang terbuka hijau (public

park) untuk alasan keamanan dan estetika lingkungan.
e. Kawasan Cagar Budaya di sekitar Mesjid Jami dan Keraton Kadriah (Tanjung Pulo/Beting) dengan kawasan permukiman di sekitarnya.

Mesjid Jami Pontianak

Kraton Kadariyah Pontianak

f. g.

Kawasan wisata khususnya berada di Kecamatan Pontianak Utara Kawasan Senghie Kegiatan yang berlangsung di sekitar kawasan ini didominasi oleh kegiatan komersial. Namun demikian, pada lokasi yang langsung berbatasan dengan sungai direncanakan untuk dijadikan ruang terbuka hijau atau taman, yang memiliki multifungsi, selain sebagai taman dan pedestrian tempat orang bisa berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan ke arah sungai, sebagai media untuk meningkatkan

IV - 64
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

kualitas udara karena keberadaan pepohonannya, penambah nilai estetika, serta sebagai sempadan sungai yang diharapkan turut membantu menjaga kualitas perairan sungai. h. Kawasan Taman Alun Kapuas Ciri yang menonjol dari kawasan ini adalah keberadaan kantor pemerintahan (kantor walikota) yang bisa langsung terlihat dari arah Sungai Kapuas. Taman di tepi Sungai Kapuas (Taman Alun Kapuas) direncanakan untuk dapat menampung berbagai kegiatan yang meliputi dermaga wisata air yang melayani pemakaian perahu-perahu wisata (cruise), olah raga air, tempat berjualan seperti kios, cafe, tempat bermain, dan taman kota. i. Kawasan Jeruju Merupakan kawasan komersial dengan aktivitas utamanya berupa perdagangan. Wisata, industri, jasa perkantoran, dan pergudangan. j. Kawasan di sekitar Pelabuhan Nipah Kuning Kawasan ini merupakan pintu masuk (gate way) menuju kawasan Water Front City. Di samping keberadaan pelabuhan, aktivitas lain yang direncanakan berlokasi di sekitar kawasan ini meliputi pergudangan, permukiman, dan kawasan konservasi. • Pelabuhan, dimana pelabuhan yang ada saat ini terbagi menjadi lima, yaitu pelabuhan untuk melayani kegiatan industri, pelabuhan penyeberangan (ferry), pelabuhan yang melayani penumpang, pelabuhan ikan, dan pelabuhan barang untuk mendukung kegiatan perdagangan. Dalam pemanfaatan ruang di Kota Pontianak ditemui beberapa kendala yaitu dalam hal perijinan, dimana umumnya masalah yang terjadi adalah pada pembangunan yang tidak didahului dengan perijinan, sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan. Pengaturan intensitas pemanfaatan ruang untuk Kota Pontianak perlu dilakukan guna menata penggunaan lahan secara optimal dengan memperhatikan bentuk-bentuk ruang yang akan terjadi serta pergerakan dari aktivitas yang terjadi. Pemanfaatan dan pengaturan lahan perkotaan yang baik akan memberikan bentuk serta struktur tata ruang yang baik pula kepada “wajah” Kota Pontianak. Keberadaan sungai Kapuas sebagai salah satu potensi yang ada di Kota Pontianak harus diekspos, terutama dengan cara pengarahan terhadap ketinggian bangunan. Untuk membentuk pola tata ruang yang baik, perlu pengaturan terhadap luas pemanfaatan lahan serta ketinggian bangunan.

IV - 65
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

kawasan yang dapat dikategorikan sebagai kawasan yang perlu dilindungi di Kota Pontianak meliputi kawasan berhutan bakau. dan pelayanan umum). kegiatan yang sifatnya memenuhi kebutuhan mendasar bagi penduduk. pendidikan. mengingat hampir di sebagian besar kawasan tersebut telah dipergunakan untuk perumahan. dan fungsinya diperuntukkan bagi kawasan hijau. tetapi fungsi dan tujuan ditetapkannya sempadan sungai diusahakan tetap dapat berlangsung.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. perdagangan. IV . lahan yang terkena pengaruh pasang surut. olahraga dan ruang terbuka. kesehatan. Misalnya. 3. Faktor yang dipertimbangkan di sini meliputi kemiringan lereng. 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung). sedangkan proses pemindahan itu sendiri mendatangkan permasalahan yang sangat kompleks. Kecuali yang termasuk kawasan lindung. hiburan. serta memelihara kualitas perairan sungai (dengan tidak membuang sampah ke sungai dan membersihkan sampah di perairan yang berada di sekitar bangunan tempat mereka tinggal/berusaha). Sungai Kapuas Kecil. dan Sungai Landak adalah selebar kurang lebih 100 meter dari tepi sungai. 2. sempadan sungai. Kedua. peribadatan. pariwisata. Kesesuaian fisik bagi setiap kegiatan yang akan ditempatkan di Kota Pontianak. Kegiatan yang termasuk kategori ini adalah permukiman (perumahan beserta segala fasilitas penunjangnya. jenis tanah. dengan memberdayakan segenap pihak yang mendirikan dan menggunakan bangunan di kawasan sempadan sungai tersebut untuk tetap menjaga sungai dari kemungkinan sedimentasi. dan industri. pengendalian pemanfaatan ruang untuk sempadan sungai terutama sempadan sungai di sepanjang pinggiran Sungai Kapuas. seperti fasilitas perbelanjaan. maka bisa saja pemanfaatan yang ada tersebut tidak dipindahkan. pelabuhan. Kawasan lindung dan kawasan budidaya Dengan mengacu pada kriteria kawasan lindung (Keppres No. Akan tetapi. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak Pada dasarnya pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Pontianak meliputi pengendalian pada kawasan-kawasan yang memiliki potensi. dan industri beserta fasilitas-fasilitas yang dibutuhkannya. Pertama.66 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan sebagainya. disamping itu juga pengendalian berkaitan dengan: 1. Sementara itu. dan kawasan sekitar cagar budaya. kegiatan perdagangan. kegiatan yang berorientasi pada pengembangan Kota Pontianak menjadi kota internasional. Ada dua kegiatan utama yang akan dipertimbangkan. Kegiatan (mengindikasikan jenis peruntukan/pemanfaatan) yang akan dikembangkan pada kawasan budidaya. kawasan selebihnya merupakan kawasan budidaya. Misalnya. keberadaan sungai.

Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan karena pemilik lahan memiliki kewenangan atas pemanfaatan lahannya. Peruntukan lahan industri lebih diarahkan menuju ke hilir. Sedangkan harga lahan mengindikasikan besar kecilnya biaya bagi suatu kawasan untuk dikembangkan.67 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan ekosistem hutan bakau. terutama pada daerah-daerah berkepadatan bangunan tinggi. 7. maka untuk meningkatkan kualitas udara dikembangkan konsep kota tropis dengan mempertahankan kawasan hijau yang ada dan menyebarkan taman-taman kota dan jalur hijau ke seluruh wilayah. Lokasi-lokasi strategis yang biasanya menjadi lokasi pilihan para pelaku bisnis Umumnya lokasi-lokasi ini dicirikan dengan kemudahan aksesibilitas. Lokasi berbagai aktivitas saat ini yang berada di tepian sungai dan rencana alokasi berbagai peruntukan yang ditempatkan di tepian sungai perlu mempertimbangkan kelestarian fungsi ekosistem sungai. 5. Kriteria-kriteria teknis Contoh dari kriteria teknis di sini antara lain misalnya harus dibatasinya peruntukan kegiatan yang mengakses langsung ke jalan arteri primer. Kualitas udara dan estetika lingkungan Mengingat temperatur udara Kota Pontianak yang cukup panas. jarak terhadap pusat keramaian atau aktivitas. meliputi ekosistem perairan (sungai) beserta kualitas perairannya. dan kelengkapan infrastruktur. Wilayah di sebelah utara dan selatan kota yang saat ini didominasi pepohonan dipertahankan untuk menjaga keseimbangan air dalam konteks DAS. Di samping itu. Untuk mengantisipasi hal ini. lokasi-lokasi tersebut diperuntukan bagi kegiatan-kegiatan bisnis. Kelestarian fungsi ekosistem. IV . Keberadaan pepohonan ini dapat memperbaiki kualitas udara karena dapat menyerap gas-gas beracun (kontaminan) yang beterbangan di udara serta menurunkan temperatur di siang hari (dengan menyerap CO2 dan memproduksi O2). misalnya untuk hutan bakau di sebelah barat yang sebagian terkena rencana pengembangan pelabuhan. kecuali dengan alasan yang mendesak. 6. juga memberikan dampak yang positif bagi estetika lingkungan di sekitarnya. Demikian juga halnya dengan keberadaan hutan bakau yang tetap dipertahankan. 8. Status dan harga lahan Status lahan menunjukkan kepemilikan atas lahan. dan tinggi minimal jembatan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4.

pemafaatan terminal kota. masyarakat) dapat dikatakan belum optimal. IV . Begitu pula halnya dengan distribusi dan kepadatan penduduk. serta tidak berfungsinya terminal induk Gajah Mada dan terminal antar negara. dimana kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Selatan memperlihatkan pertumbuhan dan kesejahteraan yang jauh lebih baik dibandingkan Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur. • Tidak seimbangnya perkembangan ekonomi antar kecamatan. misalnya untuk penggunaan permukiman.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. masyarakat lebih memilih untuk membuang air hujan ke sumur resapan dan ke saluran jalan dibandingkan untuk manfaat lainnya. pasar tradisional dan pengaturan lalu lintas yang juga belum terselesaikan. industri. • Peranan kelembagaan (pemerintah. masih tersisanya lahan untuk zoning pemerintahan. Siantan. Fungsi baru ini tentu saja berimplikasi pada perlunya disusun tata ruang yang luas cakupan wilayahnya. • • Belum tergalinya potensi dan peluang sumberdaya alam yang dimiliki. Untuk perencanaan sistem drainase air hujan. pariwisata. 4. lahan untuk bangunan perumahan disisakan untuk taman (lahan hijau).3 Isu Permasalahan Kota Pontianak Permasalahan dalam pembangunan/penataan ruang di kota Pontianak antara lain: • Adanya penyimpangan dalam pemanfaatan lahan.68 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan lain-lain. Selain itu juga bentuk keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan ruang adalah pemberian ijin pemanfaatan ruang jika sesuai dengan RTRW yang berlaku. dan Sungai Ambawang) maupun sentral dari Kawasan Metropolitan Pontianak. bahkan law enforcement masih lemah. Selain itu masyarakat juga menyarankan agar lebih memperhatikan tempat-tempat untuk rekreasi dengan memanfaatkan lahan kosong atau lahan rawa. seperti dimanfaatkannya kawasan hijau oleh masyarakat untuk pembangunan perumahan. • Didudukannya Kota Pontianak sebagai pusat Kawasan Andalan POKUSIKARANG (Pontianak. baik untuk pengembangan kegiatan perekonomian. Peranserta Masyarakat Keterlibatan (pendapat) masyarakat dalam memberi masukan rencana penataan ruang terlihat pada rencana penggunaan lahan.1. banyaknya aktifitas sosial dan pendidikan yang berkembang pada zoning perdagngan dan jasa. Sungai Kakap. bahwa sebaiknya permukiman tidak berada di dekat Bandar udara. swasta.6. sementara regulasi (peraturan) tidak berkembang seiring dengan dinamika pembangunan kota yang semakin pesat. Kuala Mandor. Masih belum tertatanya kawasan Kota Pontianak secara baik karena masih banyaknya permasalahan yang berkaitan dengan persampahan. Sungai Raya.

tepatnya antara tepi sungai Kapuas dan Jalan Yos Sudarso. antara lain sebagai berikut: • Di sisi barat wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sisi selatan Kecamatan Pontianak. • Guna lahan di sisi utara wilayah Kelurahan Tanjung Hilir (Kecamatan Pontianak Timur) direncanakan untuk industri. tapi saat ini masih terdapat beberapa kelompok perumahan penduduk. IV . perkantoran. yang ternyata dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya kebun dan semak. lahan yang seharusnya untuk kawasan konservasi ternyata saat ini dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan campuran. perumahan dan perdagangan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • Penurunan kualitas lingkungan akibat – antara lain – eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan dan daya dukung lahan yang terlalu berat. • Peruntukan kawasan industri yang berlokasi di sepanjang koridor Jalan Khatulistiwa dan Sungai Kapuas Besar saat ini pemanfaatannya masih campuran antara industri. Ketidaksesuaian penggunaan lahan yang diperuntukan untuk kawasan lindung/konservasi. kenyataannya saat ini sebagian kawasannya telah dibangun perumahan. Kondisi serupa juga terdapat di wilayah Kecamatan Pontianak Utara. dan di beberapa lokasi masih terdapat semak yang rimbun.69 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Berkembangnya sistem kota-kota secara global melalui berbagai bentuk kerangka kerjasama bilateral maupun multilateral. dan sebagian lagi berupa semak. Berbagai persoalan keruangan (spasial) dan sektoral (aspasial) lainnya belum teridentifikasi hingga saat ini. termasuk dalam penyimpangan kategori tinggi. tepatnya di kawasan yang diapit oleh sungai Landak dan Jalan Gusti Situt Mahmud. kebun karet rakyat. • Di sisi utara Kecamatan Pontianak Barat. perumahan. Demikian pula sisi utara sepanjang jalan Yos Sudarso yang guna lahannya diperuntukan sebagai kawasan industri. Selain itu permasalahan lainnya terjadi pada ketidaksesuaian penggunaan lahan. Basis data yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan kota masih minim. saat ini merupakan kawasan campuran (mix use) antara industri. karena dapat menimbulkan dampak yang merugikan dimasa yang akan datang. yang seharusnya sebagai kawasan konservasi hutan bakau.

7.369 Ha. desa Maumbi di Kecamatan Airmadidi).726 Ha atau 0. Wori dan Tiwoho di Kecamatan Wori) dan Selat Mantehage. yakni suatu kawasan di dunia yang semakin berkembang dan sangat potensiil untuk menjadi pusat kegiatan perekonomian dunia.70 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .22 Tahun 1988. Koka. Kamangta. berdasarkan perkembangan wilayah administrasinya.7 Kota Manado 4. Sea. Saat ini luas Manado adalah 15. yaitu: • Terletak di bibir Pasifik Secara langsung Kota Manado terletak pada bibir Pasifik. Bantik.1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Minahasa (desa Talawaan. Sebelah Timur Sebelah Barat : : berbatasan dengan Kab.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4.1 Gambaran Umum Kota Manadon A. Laut merupakan jalur pelayaran lalu lintas di Kota Manado Kota Manado yang terletak di bibir pasifik IV . Kalasey. Kondisi Umum Kota Manado terletak di jazirah utara pulau Sulawesi dan berada pada posisi 10 40’ Lintang Utara dan 1240 35’ Bujur Timur.57% dari luas wilayah Sulawesi Utara. Manado telah mengalami dua fase perkembangan kota. Adapun batas-batas administrasi Kota Manado adalah sebagai berikut: . luas Manado adalah 2. Sebelah Selatan : berbatasan Pineleng). Minahasa (desa Paniki Atas dan Mapanget di Kecamatan Dimembe.1. dengan Kabupaten Minahasa (desa Sawangan. Pineleng Satu di Kecamatan Dari letak geografisnya Kota Manado mempunyai posisi yang sangat strategis. berbatasan dengan Teluk Manado. Sejak saat berdirinya yaitu pada tanggal 14 Juli 1623 sampai sekarang.

Australia. 3 – 8%.Wetar . sehingga jumlah kecamatan di Kota Manado menjadi 9. dan Selandia Baru. Wilayah dengan topografi tertinggi tersebut tepatnya berada di Kecamatan Bunaken. Pasifik barat Daya. Australia. Sario. dan Kecamatan Malalayang.71 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Garis kontur terendah berada di sepanjang pesisir pantai kota. Wanea. Pantai barat Amerika. 25 – 40%. B. yaitu Kecamatan Molas. sedangkan garis kontur tertinggi berada di bagian utara kota. Mapanget. Tikala. Dengan demikian Manado dapat berperan sebagai salah satu simpul mata rantai jaringan penerbangan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan Pasifik barat daya. 8 – 15%.Laut Banda Selat Buru terus ke utara ke Samudera Pasifik dan cabang lainnya menuju ke Laut Sulu. • Keberadaan Bandara Sam Ratulangi juga menempatkan Manado sebagai jalur lalu lintas udara bagi pesawat militer/penumpang dari dan atau ke Filipina. 15 – 25%.Laut Sulawesi . dengan ketinggian tanah berkisar pada 600 – 650 meter diatas permukaan laut. Tuminting. Wenang. yaitu: Kecamatan Bunaken. jalur Selat Ombay . Singkil. Selat Buru . Wenang. Terletak pada jalur lalu lintas udara antar negara. Mapanget. Sejalan dengan lalu lintas tersebut.Laut Arafura ke Selat Torres. Amerika Utara. Sampai dengan tahun 1999 Kota Manado terdiri dari 5 kecamatan. dan Kecamatan Malalayang. Kota Manado dapat dikelompokkan atas wilayah-wilayah dengan kemiringan tanah: 0 – 3%. • Terletak di daerah perbatasan antar negara Manado berada pada daerah perbatasan yang terletak pada jalur lalu lintas pelayaran untuk kapal perang dari Samudera Pasifik ke samudera Indonesia. dan New Zealand. Manado terletak pada jalur lalu lintas pelayaran internasional yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi dunia. yaitu dengan adanya Gunung Manado Tua (650 m) dan Gunung Tumpa (600m).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Terletak pada posisi silang mata rantai lalu lintas pelayaran internasional. Asia Selatan. Kemudian pada tahun 2000 terjadi pemekaran. IV .Laut Sulu . Kondisi Fisik Ketinggian tanah di Kota Manado bervariasi mulai dari titik 0 (nol) diatas permukaan laut sampai ketinggian 650 meter diatas permukaan laut. Sario. Berdasarkan kemiringan tanahnya.Halmahera. jalur dari Pasifik . maka Manado membentuk jalur pelayaran sebagai berikut: jalur Selat Makasar-Selat Lombok. dan > 40%.P. dan Selandia Baru. Australia.Laut Banda . mulai dari Timur Tengah.

Hidromorf kelabu. Wilayah dengan kemiringan tanah > 40% tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk dibangun.05 0. Lain-lain 3.65 68.5 100 9. Perkebunan 5. tanah sedang berkembang. dan tanah tua.475 165 575 10. Inceptisol merupakan tanah yang terluas penyebarannya di Kota Manado. yang terdiri dari: Regosol. dengan formasi batuan gunung api muda dan iklim basah. dan asosiasi peralihannya .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dilihat dari kemiringan tanah tersebut. Berdasarkan jenis tanah. maka di Kota Manado antara lain terdapat: .1. Ultisol. Sawah 2.1 Luas dan Jenis Penggunaan Lahan Kota Manado Tahun 2001 Jenis Penggunaan Lahan Lahan Sawah 1. Wenang.72 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .75 0. Untuk tanah dengan kemiringan > 40% tersebar di seluruh kecamatan yang terdapat di Kota Manado. IV . Tabel 4. Podzolik. memiliki variasi tanah menurut usianya. yang terdiri dari: Kalsik Brown . Wilayah Kota Manado. Fasilitas Umum 6.730 626 54 22.Alfisol. kecamatan yang sebagaian besar wilayahnya memiliki kemiringan tanah diatas 15% adalah Kecamatan Malalayang dan Kecamatan Bunaken. yaitu tanah muda.1. Permukiman 2. kemudian diikuti oleh Entisol.Inceptisol. Hutan 4. dan Aluvial . Tahun 2001.Ultisol.7. dan Alfisol.00 3.00 0. maka wilayah (kecamatan) yang sebagian besar tanahnya memiliki kemiringan 0 – 15% terdapat di Kecamatan Mapanget. Tegalan 3. Kemudian.10 4. Tanah Basah Lahan Kering 1.25 91.60 2001 Ha % Jumlah 15. yang terdiri dari Mediteran. dan Kecamatan Sario.10 1.726 Sumber: Kota Manado Dalam Angka. yang terdiri dari: Latosol.Entisol.

Kota Manado memiliki latar tradisi yang kuat. bahkan di Kawasan Timur Indonesia belahan utara. usaha.8 % terdiri dari ruang terbuka. belum tamat SD 12. Budha dan Hindu.50% per tahun.000 orang yang berdomisili di luar kota melakukan aktivitas sehari-harinya di Kota Manado.515 jiwa. Sisanya sebanyak 9. Agama yang dianut adalah Kristen Protestan. Penduduk Kota Manado cukup heterogen baik latar belakang etnik maupun agamanya. Faktor tersebut mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk. jumlah penduduk usia 10 tahun keatas 347. Dibidang pendidikan. Berdasarkan data Pada tahun 2001. Mayoritas penduduk berasal dari suku Minahasa. menyusul suku Sangihe Talaud.70%. Selain itu kecenderungan migrasi sirkuler atau arus ulang alik juga cukup menonjol. penduduknya berjumlah 395. alang-alang serta sungai dan jalan. Maluku.73 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . IV . yaitu sebesar 68. suku Gorontalo dan keturunan Cina. dan jasa. Kependudukan Kota Manado adalah wilayah urban terbesar di Provinsi Sulawesi Utara. keturunan Arab. Selain itu terdapat pula penduduk suku Jawa. hutan dan hutan bakau. yakni diperkirakan sekitar 40. Makasar dan sebagainya.10 % dan kawasan permukiman sebesar 22. Katolik. Islam.308 jiwa. terlihat bahwa Kota Manado masih didominasi oleh tanah pertanian/perkebunan.31%.29% dan yang tidak/belum bersekolah 0. tamatan SD 22. Batak. Kota Manado memiliki tingkat pertumbuhan alamiah (faktor kelahiran) sebanyak ± 1. tamatan SLTA dan SLTP 55. suku Bolaang Mongondow. Karenanya kota Manado memiliki lingkungan sosial yang relatif kondusif dan dikenal sebagai salah satu kota yang relatif aman di Indonesia.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari jenis penggunaan lahan Kota Manado tahun 2001.10 %. Pada akhir tahun 2002. C. Karena itu tingkat pendidikan penduduknya cukup tinggi.57%. adapun faktor lainnya yang menyebabkan percepatan pertumbuhan jumlah penduduk adalah pengaruh faktor urbanisasi (inmigrasi). terbuka dan dinamis. namun masyarakat Manado sangat menghargai sikap hidup toleran.13%. terdiri dari tamatan perguruan tinggi 9. tanah kosong. industri. rukun. Meski heterogen.

Jumlah 1. yang bekerja sebagai PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta cukup besar yaitu sebesar 82.6 17.57 8.17 12.326 347.520 43.840 77.1.343 % 9. Perekonomian Pembangunan kota Manado diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki dalam mengambil peran yang lebih besar dalam memanfaatkan peluang-peluang ekonomi baik di tingkat nasional maupun global.85 41.012 17.958 199. IV . Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 7 Tingkat Pendidikan Tdk/Belum pernah sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SMU/Kejuruan Diploma/PT S2/S3 Jumlah Sumber: Kota Manado Dalam Angka.7.1. 2001 Jumlah 18.44 20.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.1.615 jiwa.610 82. Untuk lebih jelasnya jumlah penduduk kota Manado menurut mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.7.00 100 D.866 13.813 29.5 100 Sedangkan jumlah penduduk menurut mata pencaharian.6 11.2 30.615 41.74 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .8 0.7 31.227 75.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Manado Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 Jenis Mata Pencaharian Petani/Peternak/Nelayan Pedagang PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta Wiraswasta/Industri kecil Buruh/Tukang/Tibo-tibo Jasa dan lain-lain Jumlah Sumber: BPS Kota Manado.2 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Di Kota Manado.96 7.1.308 % 0.282 25.5 7.340 18.242 1.Tahun 2001.

dalam kurun waktu dua dekade terakhir. sektor pertanian. sektor bangunan. 8%. mengalami pertumbuhan. maka sektor perdagangan. Primadona pariwisata Kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken. hotel dan restoran memberikan kontribusi terbesar dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. seperti: sektor jasa. sektor llistrik-gas-air minum. Pelabuhan Samudera Bitung c. 9%.75 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sektor-sektor lainnya. sektor pertambangan-penggalian kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002 secara berturut-turut (dalam %) adalah: 23%. 1%. Sektor yang paling besar atau pertumbuhannya dan hotel adalah sebesar perdagangan. yaitu sebesar 26% dari total PDRB tahun 2002. 4%. yakni 25% dari total PDRB tahun 2002.0%. Akses Regional Trans Sulawesi Hampir lebih seluruh dominan sektor ekonomi pada tahun 2003 sektor 0. sektor industri pengolahan. kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota. 4%. Untuk sektor pariwisata.41%. Dilihat dari kontribusi sektor-sektor (menurut lapangan usaha) bagi PDRB Kota Manado tahun 2002.29 %. yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. Bandara Internasional Sam Ratulangi b. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam Kawasan wisata yang ada di Bunaken Kawasan perekonomian Kota Manado sekitar ½ sampai dengan 2 jam menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi. antara lain adalah: • • • • Pusat Pengembangan Wilayah Sulut KAPET Manado-Bitung Gateway ke Asia-Pasifik Dukungan Infrastruktur: a. IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Manado dalam pengembangannya memiliki kekuatan yang menjadi landasan baik dalam pembangunan maupun pengembangan Kota Manado. Disamping itu sektor angkutan dan komunikasi juga termasuk besar kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002. restoran sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor angkutan dan komunikasi sebesar – 0. sektor banklembaga keuangan-jasa perusahaan.

10 Ha yang dimaksudkan untuk mengantisipasi pertumbuhan aktivitas kargo dari Pelabuhan Bitung dan bandara Sam Ratulangi. Batu Pinabetengan dan Waruga di Sawangan.1. khususnya di Minahasa. dimana bandara tersebut merupakan sarana penunjang transportasi udara dan masuk kategori terbaik di Indonesia. Kota Manado menjadi salah satu Kapet di KTI. Objek-objek wisata tersebut antara lain. terdapat 67 buah hotel/penginapan. Produk rencana yang telah ada tertinggal dari pembangunan yang ada.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Manado A. Pembangunan di Kota Manado terus berlangsung. Sejalan dengan kondisi tersebut. maka dibutuhkan suatu rencana tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Pesat dan dinamisnya pembangunan di Kota Manado sangat berpengaruh kepada pemanfaatan lahan/ruang kota. 15 buah travel biro. Untuk mendukung perkembangan Kota Manado. Berkaitan dengan pelaksanaan fungsi Kota Manado sebagai kota jasa. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Manado Pada tahun 1989/1990 telah disusun rencana tata ruang bagi Kota Manado dengan masa berlaku 20 tahun.4 km. yaitu Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kota Manado Tahun 19902010. Desa Agrowisata Rurukan-Tomohon. Salah satu infrastruktur jalan Di Kota Manado 4. Operasional rencana tata ruang tersebut mengacu pada Perda No. 5/Tahun 1991.7. 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas. Bersamaan dengan Bitung. yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d 3 jam dari kota Manado. maka pada tahun 1999/2000 rencana tata ruang yang ada direview dan hasil review (peninjauan kembali) tersebut adalah dengan tersusunnya IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik. Vulcano Area di Tomohon. kemudian juga untuk menghadapi perkembangan global. selain itu membangun sarana pendukung seluas 5 . Karena potensi wisata yang besar tersebut maka industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang. Pada saat itu wilayah Kota Manado masih terdiri dari 5 (lima) kecamatan. salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland. Sampai tahun akhir tahun 2001.76 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Panorama pegunungan dan Danau Tondano. misalnya dengan pembuatan jalan tol menuju bandara sepanjang 8. terjadi perubahan/perkembangan di segenap sektor. infrastruktur jalan dibenahi. perdagangan. yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya. dan pariwisata.

Dan hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan reklamasi pantai ini disusun oleh provinsi. Kegiatan ini dimulai tahun 1994 yaitu dengan rencana reklamasi seluas 67-68 Ha dan telah ditangani seluas 50 Ha. yaitu: . Beberapa alasan melakukan reklamasi pantai di Kota Manado. Pemanfaatan Ruang Kota Manado kegiatan yang cukup besar dalam hal pemanfaatan ruang di Kota Manado Salah satu adalah reklamasi pantai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado Tahun 2000-2010. maka bagi penanganan limbah digunakan treatment process. 3. disamping untuk bisnis. Untuk reklamasi pantai tahap kedua dilakukan di bagian utara Kota Manado. maka dirasakan kembali bahwa rencana tata ruang yang ada mengalami ketertinggalan dari kondisi yang berlangsung. Manado Convention Center/MCC).Bandara Sam Ratulangi IV . Dengan terjadinya perubahan-perubahan beserta perkembangan di berbagai sektor. B. Dari segi penggunaan lahan di kawasan reklamasi ini. Pemerintah tidak merugikan masyarakat dalam hal tanah. terdapat juga hutan kota. Dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. saat ini sedang dilakukan revisi rencana tata ruang tersebut melalui penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 2006-2016.Kawasan pusat kota: Pasar’45 . Di Kota Manado terdapat Kawasan Khusus. setelah pemekaran wilayahnya terdiri dari 9 kecamatan. sedangkan untuk pelaksanaan dilakukan oleh kota. Tahun 1997 operasional baru bisa dimulai.77 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Dengan adanya pertimbangan bahwa awalnya bibir pantai berada sejauh 50 M dari yang ada sekarang (untuk reklamasi dilakukan pengurugan sejauh 10-20 M). Oleh sebab itu. Bahu. Masa berlaku RTRW Kota Manado 2000-2010 adalah 10 tahun. adalah: 1. Daerah reklamasi terdiri dari 5 kawasan (Mega. Tanah untuk urugan diperoleh/diambil dari bukit-bukit sekitar kota. setelah disetujui oleh Menteri Lingkungan Hidup baru bisa berjalan. Pada tahun 2001 terjadi pemekaran kecamatan. Kota Manado yang semula terdiri dari 5 kecamatan. 2. yakni kebutuhan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Manado. Penekanan lebih ditujukan pada aspek ekonomi.

Perguruan Tinggi. Disediakan tambatan kapal nelayan (di mega Mal). • Pembangunan dengan memapas lapisan tanah subur/bukit-bukit. Demikan pula hal yang berkaitan dengan reklamasi pantai. D. Dari segi penataan ruang pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota. Selain itu diadakan juga konsultasi publik yang melibatkan unsur pemerintah. disamping juga ada bagian hukum (di Setda). IV . C.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam mengeluarkan ijin-ijin yang berkaitan dengan penataan ruang. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Manado pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban. mengacu kepada rencana tata ruang. untuk itu perlu diadakan pendekatan ke masyarakat. 4.78 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik lahan . seperti kepada masyarakat nelayan.1.7. Disamping itu ada BPLH. ada tim dan sebagai koordinator adalah Kepala Badan Perencana Kota. Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus. Dimana dalam mengeluarkan ijin lokasi. antara lain dapat menyebabkan berkurangnya daerah-daerah subur. Swasta. LSM. Sampai saat ini telah dilakukan konsultasi publik yang kedua (pertama adalah pada saat penyusunan Laporan Pendahuluan). ijin dikeluarkan setelah ditelaah oleh tim. dan nelayan beralih profesi. Ada yang membayar perahu-perahu nelayan. Kegiatan ini dikelola oleh Bapeko Manado. dengan tugas pengawasan di sektor lingkungan hidup. Dalam proses penyusunan diadakan seminar dan masyarakat dilibatkan di dalamnya. Pengendalian Pengendalian dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait. • Proses penyusunan (revisi) Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 20002010. Peranserta Masyarakat Dilibatkannya masyarakat alam penyelenggaraan penataan ruang di Kota Manado antara lain dapat dilihat pada kegiatan yang berhubungan dengan: • Reklamasi Pantai Dalam usaha reklamasi pantai dihadapi banyak hambatan. Setiap blok berbeda cara penyelesaiannya.3 Isu Permasalahan Kota Manado • Terjadinya longsor di beberapa daerah yang disebabkan oleh pembangunan di berbukit-bukit.

RTRWK.79 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . perijinan. Substansi Tata Ruang Semua responden menjawab: ada rencana tata ruang yang telah disusun di kota masing-masing. • Teluk Manado mempunyai resiko pendangkalan atau sedimentasi yang serius. IV .1 Pemahaman Aparat Pemda Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. Perencanaan 1. serta BPN. air limbah. • Dari sektor transpotasi: Tidak jelasnya pola/sistem jaringan jalan. seperti: air bersih. • Masih kurang memadainya usaha pengelolaan prasarana dan sarana kota. • Masih kurang intensifnya sosialisasi penataan ruang kepada masyarakat masyarakat lebih tahu dan sadar akan manfaat penataan ruang). pantai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Pendangkalan di sekitar pelabuhan. Kemacetan di daerah-daerah tertentu. RDTR. Berbagai (tingkatan) rencana tata ruang tersebut. • Masih kurangnya faktor koordinasi antar instansi terkait sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang (yakni instansi yang tugasnya berhubungan dengan penyusunan rencana. • Berkembangnya permukiman. adalah RUTRK. sebagian besar menyebutkan: Bappeda.2. Dinas Tata Kota dan disamping itu ada yang menjawab: Dinas PU. Perlu segera disusun RTBL Kawasan Ring Road tersebut dan Rencana Tata Ruang Kawasan Bandara. Penguasaan tanah masyarakat di wilayah ring road Citra Land-Bandara. terdapat berbagai jawaban. drainase. 2. yang antara lain disebabkan oleh kurang baiknya sistem manajemen transportasi kota. (agar 4.2 Pemahaman Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang 4. persampahan. Dinas Tata Ruang. kegiatan dengan tidak mengindahkan garis sempadan sungai di DAS Tondano yang melintasi Kota Manado. Kelembagaan formal Para responden (aparat) menjawab mengetahui bahwa ada lembaga/instansi yang menangani rencana tata ruang Mengenai lembaga/instansi yang menangani perencanaan tata ruang. • Penyediaan fasum-fasos beberapa permukiman masih kurang memadai (terutama yang dibangun pengembang). Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. pengendalian) .

kemudian Advokasi/Penasehatan 5. pihak perguruan tinggi. Sebagian besar responden menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. Keterlibatan ini dalam bentuk: diskusi. Permasalahan Sebagian besar responden menjawab: dalam penyusunan Rencana Tata Ruang ditemui permasalahan/kendala-kendala. legislatif dan eksekutif. konsultasi publik. baik itu masyarakat. suka berganti/mutasi. akademisi. penyuluhan. Kendalanya-kendala yang dihadapi: Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat langsung dalam penyusunan rencana terlalu kecil. perangkat lurah. lembaga kemasyarakatan. Pendanaan: keterbatasan dana mempengaruhi proses penyusunan rencana. sosialisasi melalui pertemuan-pertemuan dengan masyarakat. ketepatan waktu mulai disusunnya rencana dan dihasilkannya dokumen rencana . baik dari keterlibatan pihak-pihak yang berkompeten dalam penyusunan rencana. pakar. tokoh-tokoh masyarakat. Yang terlibat: semua stakeholder. Pembinaan Yang dilakukan pemerintah pusat dalam hal Penataan Ruang adalah: sebagian besar dalam hal Pembinaan Teknis. informasi jika akan ada pembangunan. 69 tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak IV . karena (menurut responden) rencana tata ruang masih bersifat top down sehingga masyarakat tidak terlibat secara langsung dalam proses penyusunan. dan sebagian kecil yang menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut hanya kadang-kadang menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. LSM. 3. Dalam bidang kelembagaan: tidak adanya lembaga yang khusus. kurang profesionalnya SDM yang terlibat. kualitas rencana. kurangnya koordinasi antar instansi/pihak yang terkait dalam penyusunan rencana tata ruang.80 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . lokakarya. Peranserta Masyarakat Seluruh responden menjawab bahwa masyarakat diikutsertakan dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang. juga Bantuan Teknis. Ormas. 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Rencana tata ruang (kota) tersebut ada yang telah diperdakan dan ada yang belum. Apresiasi ruang SDM belum satu persepsi (tentang peran dan fungsi RTR). Disamping itu ada juga yang berpendapat bahwa masyarakat tidak dilibatkan/ diikutsertakan dalam penyusunan rencana tata ruang. PP No.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dan Kewajiban Serta Bentuk dan Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Penataan Ruang belum tersosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat. Tim . Kelembagaan Formal Semua responden menjawab. BPLHD. karena rencana yang disusun masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Koordinasi Penataan Ruang Daerah. ada yang mendapat tantangan dari masyarakat bahkan ada infiltrasi pejabat. Alasan lain: sebagian besar pelaksanaan di lapangan belum mencerminkan RTR yang telah disusun sebelumnya. BPN. Dinas Tata Kota.Dinas Perindag. terutama kebijakan insentif dan disinsentif Rencana Tata Ruang dilaksanakan sebagian saja. Diskes. Dishub. Dinas PU. bahwa ada kelembagaan/instansi yang menangani Pemanfaatan Ruang di kota mereka. seperti: kawasan peruntukan untuk perumahan. Dinas Perkim PU. Dinas Pariwisata. DTKTB Kotamadya. Dinas Pertanian. 3. B. Pemanfaatan Ruang 1. pelaku bisnis. Pelaksanaan Mengenai pelaksanaan rencana tata ruang. Lembaga/instansi yang menangani: Bappeda. Dinas Perkebunan. terdapat jawaban-jawaban sebagai berikut: Rencana Tata Ruang : telah dilakukan/dilaksanakan seluruhnya. Permasalahan Ditemui permasalahan/kendala dalam Pemanfaatan Ruang Peruntukan yang tidak sesuai dengan rencana: Rekomendasi tata ruang sesuai Perda kalah oleh faktor eksternal Perijinan: Umumnya terjadi pada pembangunan yang tidak didahului dengan ijin. Pelaksanaan rencana tata ruang dilaksanakan hanya pada beberapa aspek. hanya belum optimal. Dispenda. Rencana Tata Ruang belum dilaksanakan. alasannya kurang transformasi kepada birokrat. sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi proses perijinan pemanfaatan ruang Dalam hal kebijakan: ada kebijakan pimpinan yang tidak sesuai tata ruang IV . Sudah seluruhnya dilaksanakan. ada yang tidak sesuai peruntukan: lahan parkir untuk jualan. Dinas Tata Kota & Tata Bangunan. 2. Dinas Lingkungan Hidup.81 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik PLN. masyarakat dan LSM. Dinas Perhubungan. Dinas Kimpraswil.

LSM. Pengawasan dan Penertiban Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang. Kapedalda. bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang. C. asosiasi profesi. pakar perguruan tinggi. Kurangnya sosialisasi Masyarakat tidak mengerti Adanya kerja sama masyarakat dengan aparat. Kurang koordinasi antar aparat Kepentingan politik dan interest pengusaha & penguasa lebih kuat daripada dokumen perencanaan RTRW yang sudah di Perdakan atau belum. Beberapa Faktor Penyebab Pelanggaran Pemahaman zona-zona tata ruang oleh pejabat tidak sama.dan Instansi Teknis. Dinas . Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1. Meliputi: masyarakat. sehingga ijin dilanggar Rencana Tata Ruang sudah perlu dievaluasi Masyarakat tidak peduli dengan himbauan pemerintah. Pariwisata. Pengawasan tidak ketat. masyarakat belum paham. masyarakat bermacam keinginannya tanpa memperhatikan lingkungannya. dan evaluasi. Satpol Pamong Praja. Pemantauan dilakukan mulai dari proses perijinan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan. pengguna lahan. Dinas TKTB. BPN. Alasannya: karena keinginan masyarakat terlalu beragam. Dinas Kimpraswil. PU. Agraria. pemilik lahan yang terkena rencana kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. 2. Peran Serta Masyarakat Responden sebagian besar menjawab. Pemantauan yaitu berbentuk pengawasan IMB sesuai RTRW IV . pelaporan. Kantor Perijinan Terpadu. Kelembagaan Formal Sebagaian besar responden menjawab. 5. tokoh masyarakat. usaha pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan berupa: pemantauan. Sebagian responden menjawab. institusi akademis.82 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Bappeda. Lembaga yang menangani adalah: Dinas Tata Kota. swasta. bahwa ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang . Disamping itu sebagaian kecil menjawab. bahwa: secara khusus belum ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pemantauan. Yang terlibat semua stakeholder. dan 15% dari buku. kemudian 20% menjawab untuk kenyamanan dan keasrian kota. sekitar 40% menjawab untuk mengatur tata kota. seminar. bahwa mereka pernah mendengar istilah/informasi tentang penataan ruang.2 Pemahaman Masyarakat (Umum) Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. 2. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikut sertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang. pemantauan secara reguler. komponen masyarakat peduli kota Mereka terlibat dalam bentuk/jenis kegiatan: laporan-laporan dan partisipasi langsung dilapangan. karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat dalam rangka pengendalian RTR tersebut. pemantauan/ pengawasan langsung oleh masyarakat dalam pembangunan. hasil evaluasi harus digunakan sebagai bahan utama koreksi perencanaan tata ruang ke 4. maka pengendalian belum maksimal. Dapat dikatakan seluruh responden menjawab. Sebagian kecil responden menjawab. bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang. pengaduan masyarakat. 10% menyebutkan dari teman/saudara. denda. pelaporan dan juga evaluasi yaitu berbentuk koordinasi dan konsistensi sesuai RTRW. Sebagian besar responden memberi jawaban. memberi kritik dan saran. kebutuhan dan keinginan masyarakat terlalu beragam. informasi. LSM.83 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sanksi administratif dan pembongkaran. 3. pembekuan/pencabutan IMB. bahwa penataan ruang bermanfaat dan mengenai manfaat penataan ruang. bentuk sanksi yang dikenakan terhadap pelanggaran Rencana Tata Ruang berupa peringatan.2. 15% menjawab untuk membuat peta lokasi perumahan dan 5% untuk menghindari bahaya alam. Pengendalian pemanfaatan ruang jika hanya sampai pada Pemantauan dan Pelaporan. Dalam kaitannya dengan penertiban. kontrol masyarakat melalui media massa. IV . konsultan. depan. dan evaluasi rutin. Persepsi Tentang Penataan Ruang 1. melaporkan apabila di lapangan ada bangunan yang tidak memiliki IMB atau melanggar IMB. Sebagian besar (50%) menjawab bahwa informasi tersebut diperoleh dari media massa dan kemudian dari pemerintah (25%). Peran Serta Masyarakat Responden menjawab.

kemudian 25% menjawab 50-60 m2. 10% tidak menjawab dan sisanya menyebutkan belum bermanfaat. disebutkan: untuk anak cucu/generasi mendatang besar sekali manfaatnya dalam rangka pemanfaatan dan pengelolaan ruang karena akan menyangkut kenyamanan hidup warga efisiensi pemanfaatan ruang ketertiban penggunaan lahan peningkatan PAD manfaatnya agar kota terlihat lebih indah manfaatnya agar kota terlihat enak. kemudian sekitar 30% responden berpendapat kurang baik dan 20% baik. 5% menjawab 250 m. nyaman dan asri dipandang dan dirasakan. Untuk pertanyaan jarak antar rumah terdapat variasi jawaban dan jika dikelompokkan maka: 35% menjawab 1-4 m. aman. 4. besar sekali manfaatnya karena untuk masyarakat kota agar kota dapat tertata dengan baik agar tercipta lingkungan yang nyaman dan sehat rencana tata ruang wilayah sangat bermanfaat agar kota menjadi rapi. sekitar 10% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan tanah dan sisanya menyebutkan tidak tahu.84 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. Sekitar 60% responden menjawab bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) adalah strategi pelaksanaan pemanfaatan ruang wilayah (kota). asri dan terkendali. Dari jawaban responden mengenai penataan ruang kota diperoleh gambaran bahwa sebagian besar berpendapat bahwa penataan ruang kota cukup baik (50%). Sebagai jawaban manfaat Rencana Tata Ruang (Kota). 45% menjawab 7-10 m. 15% menjawab 100-300 m2 dan sisanya tidak menjawab/tidak tahu. menghindari bahaya alam. Perencanaan 1. Sekitar 85% menyebutkan Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) bermanfaat. 20% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan permukiman penduduk. Mengenai luas lahan yang cukup untuk mendirikan rumah. 2. B. untuk mengatur tata kota agar tertib sesuai peruntukannya untuk perencanaan pengembangan wilayah dan pemukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota 3. IV . dan 15% menjawab tidak menjawab/tidak tahu. sekitar 50% menjawab 70 m2.

kenyamanannya). 30% menjawab membiarkan (hak asasi manusia). 35% menjawab > 1000 m. dan selebihnya menjawab tidak apa-apa dan tidak menjawab. 90% responden menyatakan permukiman penduduk di dekat Bandar Udara/ Lapangan Terbang berbahaya. IV . sehingga secara ekonomi lahan yang tadinya bernilai murah menjadi lahan yang bernilai tinggi. 15% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan semua dengan 1 basement untuk parkir dan 4 lantai dimana masing-masing lantai dilengkapi dengan tanaman dalam pot di bagian tepi dan atap beton sebagai taman/kebun. 9. dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 10% menyebutkan: semua benar/tidak menjawab. sedangkan 50% menjawab tidak memadai. 5% menjawab < 500 m.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 5. 60% menyebutkan: menggunakan lahan rawa dikembangkan untuk diubah menjadi tempat pemancingan dan taman rekreasi kota. 55% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya sebagai taman dan halaman parkir dari conblok. dan 10% bersikap mendukung. 40% menjawab cukup memadai. maka: 10% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya 400 m2 untuk halaman parkir ditutup dengan beton agar terlihat rapi dan bersih. karena rawa mengurangi keindahan . ketersediaan pedestrian/jalur pejalan kaki. Dari 4(empat) pilihan mengenai pemanfaatan lahan (perencanaan bangunan). 10. 50% responden menjawab jarak antara permukiman penduduk dengan bandara sebaiknya 500 – 1000 m. 7. 35% bersikap melarang karena melanggar peruntukan lahan. 20% menyebutkan: menimbun semua lahan rawa di kota untuk dijadikan perumahan elite dan apartemen. Mengenai tanggapan responden jika ada warga mendirikan tempat usaha. 25% bersikap tidak tahu. 10% responden berpendapat bahwa jalan di kota mereka sudah memadai (lebar. 8. 6. Mengenai pemahaman para responden dalam hal perlakuan terhadap lahan rawa di kota: 10% kota. 15% menjawab semua benar.85 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik menyebutkan: menggunakan semua lahan rawa di kota untuk pembangunan gedung pusat perbelanjaan.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

11.

Mengenai pemanfaatan lahan perkebunan/hutan, beberapa pendapat responden adalah: 5% Mengubah lahan perkebunan di daerah perbukitan menjadi lahan perumahan 25% untuk mendapatkan penghasilan ganda dan menghindari polusi di kota, maka perlu dilakukan pemanfaatan lahan hutan di pinggir kota untuk dijadikan kawasan pabrik 50% menggunakan lahan hutan di pinggir kota untuk tempat rekreasi 10% semua benar 10% tidak menjawab

C. Pemanfaatan Ruang 1. Dari berbagai pilihan fasilitas umum (kota) yang dibutuhkan masyarakat, maka pilihan terbanyak jatuh pada fasilitas: Balai Kesehatan, Taman Bermain/Taman Kota, Pasar, Tempat Ibadah. 2. Hampir 100% responden menjawab, bahwa kegunaan trotoar adalah: tempat pejalan kaki. 3. Menurut responden, jika rumahnya memiliki halaman, maka pemanfaatannnya adalah: 20% menjawab: untuk tempat bermain 50% menjawab: untuk menambah asri 20% menjawab: untuk tanaman obat 10% menjawab: untuk parkir kendaraan

Untuk pertanyaan cukup tidaknya taman yang dimiliki kota, maka 30% responden menjawab cukup, 50% menjawab tidak/belum cukup, dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 4. 90% responden menyebutkan bahwa ketersediaan saluran pembuangan air belum memadai, sedangkan 10% menyebutkan memadai dan sisanya tidak menjawab. 5. Pendapat responden tentang perencanaan buang limbah cair pabrik dan rumah sakit: 10% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sungai agar menjadi segar/encer sehingga tidak terlihat pekat 40% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sumur resapan agar dapat tersaring oleh tanah
IV - 86
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

25% menyebutkan: limbah cair dibuang ke saluran jalan setelah melalui proses pengolahan limbah 10% menjawab: semua benar 15%: tidak menjawab 10% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran jalan 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran irigasi. 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke sumur resapan dan limpasannya ke saluran jalan. 20% menjawab: semua benar 10% tidak menjawab

6. Pendapat responden tentang perencanaan drainase air hujan:

D. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1. Berbagai jawaban responden mengenai adanya larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai. Lebih dari 70% responden memberi alasan karena berbahaya jika banjir, 15% menjawab karena akan menyempitkan sungai, 15% menjawab karena akan mengotori sungai dan mengganggu keindahan. 2. Informasi mengenai larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai, 55% responden memperolehnya dari media massa, 15% dari buku pelajaran, 15% dari tetangga/teman, 10% pemerintah/petugas kelurahan, dan selebihnya dari dosen, konsultan. 3. Masih banyaknya warga yang mendirikan bangunan di bantaran sungai padahal ada larangan, 80% responden menyebutkan karena warga terpaksa, 10% menjawab karena tidak tahu ada larangan, dan selebihnya (10%) menjawab karena karena ada ijin dari RT setempat, sengaja melanggar. 4. Jawaban responden mengenai penggunaan lahan di bantaran sungai: 20% menjawab bahwa menggunakan lahan bantaran sungai dapat diijinkan jika bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada warga yang kurang mampu agar dapat tempat berteduh. 10% menjawab bahwa menggunakan bantaran sungai dibolehkan karena cukup membantu ekonomi penduduk dengan memanfaatkan lahan yang subur setiap pasca banjir. 60% menjawab bahwa menggunakan lahan di bantaran sungai tidak diijinkan karena membuat sempit lahan tampungan sehingga dapat menyebabkan air melimpah ke daratan dn terjadi banjir.

IV - 87
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

10% menjawab bahwa pernyataan (c) kurang tepat dan kurang dapat diterapkan, karena tidak ada rasa sosial dan perikemanusiaan. 10% tidak menjawab.

5. Menurut responden alasan pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah: 30% menjawab untuk menarik pajak 10% menjawab untuk keselamatan warga 60% menjawab untuk penataan ruang

6. Jawaban responden sehubungan dengan: jika di pemukiman sekitar responden ada pengusaha yang akan mendirikan bangunan (rumah sakit/supermarket/ pabrik), apakah memerlukan ijin dari responden,adalah: 50% menjawab ya, harus 30% menjawab tidak perlu 20% tidak menjawab/tidak tahu

4.3 Rangkuman Isu Permasalahan Dari pengamatan terhadap 7 (tujuh) kota sebagai kasus studi, yang mewakili kawasan berkembang (Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya) kawasan sedang berkembang (Balikpapan, Pontianak, Manado), maka dapat diambil/dirangkum isu permasalahan yang terjadi pada kota-kota tersebut dan kota-kota di Indonesia pada umumnya, yaitu:

A. Ditinjau dari aspek Prasarana dan Sarana • Transportasi • Struktur jaringan (hirarkhi) jalan belum jelas; Kemacetan lalu lintas; Manajemen lalu lintas (integrasi ruang); Tidak mampu menampung pergerakan penduduk, perjalanan terganggu/tidak nyaman, pemeliharaan/peningkatan kualitas, keterbatasan dana; Jaringan jalan: terpusat, sehingga menimbulkan kemacetan; Tidak jelasnya sistem/pola jaringan jalan.

Drainase & Sanitasi Kurang pemeliharaan; Aliran tidak lancar (beda ketinggian, presipitasi rendah, pemeliharaan kurang);
IV - 88
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan. Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai. keterbatasan lahan (TPA). perumahan.89 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . kebun karet rakyat. Pembangunan di daerah-daerah subur / berbukit-bukit Pengerukan/pemapasan bukit Reklamasi pantai. kemiskinan. industri dan pembangunan infrastruktur. perumahan) Pembukaan lahan tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung lingkungan: • • • • • Konversi lahan menjadi permukiman. Ditinjau dari Sektor/Kegiatan • Hutan kota . perkembangan ekstensif C. kinerja pelayanan rendah. • Persampahan Terbatasnya kemampuan penanganan sampah kota. drainase Bantaran sungai: pembangunan di bantaran sungai tanpa mengindahkan garis sempadan sungai Struktur ruang: perkembangan linier.Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota IV . profil saluran belum teratur. kumuh. rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran). • Permukiman Kualitas lingkungan permukiman rendah. • Sanitasi: sistem belum sempurna (air hujan dan air limbah jadi satu). Kapasitas terbatas. sanitasi wilayah pantai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Banjir dan genangan (antara lain disebabkan: kemiringan kurang. Penyediaan fasilitas umum. B. saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. pendangkalan di muara sungai. Air bersih Tingkat pelayanan masih rendah. fasilitas sosial yang tidak/belum memadai. Ditinjau dari aspek Ruang/Lahan & Lingkungan Hidup • • • Permasalahan kepemilikan lahan Penyimpangan pemanfaatan ruang/lahan: pemanfaatan tidak sesuai rencana (kawasan Konservasi digunakan untuk perkebunan campuran.

Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah. Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. Penyiapan fisik lahan untuk kawasan industri. Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir. • Kawasan rawan longsor Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam. industri dan eksploitasi tak terkendali.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat • Ruang pantai/pesisir Kawasan permukiman cenderung kumuh. permukiman. . Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong dan bukit (cut & fill). Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak. Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menuntut publik untuk menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai. gelombang. Hilang/punah/pindah primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosaistem mangrove. permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas IV . Terjadinya abrasi pada kawasan pantai Hilang dan rusaknya tanaman pantai Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Untuk kota-kota pesisir: abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut. Kepemilikan lahan. Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan.90 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . angin dan lainnya. • Hutan Mangrove Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove. arus.Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga. kayu bakar dan arang.

91 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Permukiman Nelayan Umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas. Ketidaklancaran aliran sungai. Curah hujan yang terlalu tinggi. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai. belum dikelola secara terencana. Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah. sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air. Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air. • Permukiman di atas air Permasalahan yang dapat timbul dari permukiman di atas air terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali melalui laut Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan. longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi. IV . antara lain. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. Pengaruh yang dapat ditimbulkannya antara lain: Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna. oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Banjir Diakibatkan. Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana. cenderung jadi permukiman kumuh. • Kekeringan Diakibatkan antara lain oleh: Prosentase hujan kurang. Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air.

Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. Tidak ada TPS. • Pasar Tradisional Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut. KDB dan KLB). Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. limbah/sanitasi).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kondisi sosial budaya . Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. sehingga banyak pedagang yang berjaualan di lahan parkir dan tepi jalan. Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada. hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen. Fasos dan fasum yang ada kurang memadai. - Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan. Kotor dan kumuh. menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensupplai kebutuhan penduduk akan ikan. Perdagangan Modern Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir.92 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . drainase. dari yang kurang representatif atau rusak. Menimbulkan masalah kemacetan transportasi. Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang. - Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayaninya infrastruktur/prasarana kota (jalan. persampahan. Kondisi bangunan bervariasi. IV .air bersih. Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak.

93 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Lain-lain • • • • • • Rencana tidak jalan/terealisasi: karena hambatan dana. suka berganti/mutasi. • Sosialisasi penataan ruang masih kurang/belum terlaksana. IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. SDM yang terlibat kurang profesional. pemanfaatan maupun pengendalian penataan ruang) masih kurang. Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat dalam penyusunan rencana masih terlalu sedikit. kesulitan dalam pembebasan lahan. Keterbukaan aparat: masalah dalam hal keterbukaan aparat dalam memberi informasi pengembangan kota Peran serta masyarakat: keikutsertaan dalam penataan ruang masih kurang Law enforcement: masih rendah Koordinasi antar instansi/pihakterkait dalam penyelenggaraan penataan ruang (baik dalam tahap perencanaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful