BAB IV BA B I V PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG DIWILAYAH STUDI DIWILAYAH STUDI

Dalam rangka pembuatan materi untuk menyusun skenario Film Layanan Masyarakat yang menggambarkan proses penyelenggaraan penataan ruang, selain mengacu kepada bahanbahan terkait seperti grand scenario gerakan kepedulian publik dalam penataan ruang serta peraturan perundang-undangan tentang penataan ruang juga dilakukan kajian tentang proses penyelenggaraan penataan ruang di wilayah studi. Sehubungan dengan kajian yang dilakukan, yang hasilnya akan digunakan sebagai materi untuk membuat Film Layanan Masyarakat dalam penyelenggaraan penataan ruang, maka sebagai kasus studi diadakan tinjauan terhadap 7 tujuh) kota, yakni: Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kota Pontianak, dan Kota Manado. Data-data dari ketujuh kota tersebut berupa data sekunder, yakni berupa dokumen tertulis/buku laporan; serta data primer, seperti pengamatan langsung di lapangan, wawancara/penyebaran kuesioner di lapangan. Kajian yang dilakukan tidak lepas dari hal-hal yang berhubungan dengan tipologi wilayah, nilai–nilai lokalitas wilayah, dan karakteristik kawasan yang terkait dengan penataan ruang. Dalam kaitannya dengan tipologi suatu wilayah/kota, dilihat dari aspek fisik geografisnya, maka terdapat adanya kota pantai/pesisir, kota pegunungan, kota di dataran rendah, kota di dataran tinggi. Kemudian dari fungsinya, maka antara lain terdapat adanya kota perdagangan, jasa, kota pariwisata, kota industri, kota pendidikan. Dengan adanya kondisi fisik yang berbeda, fungsi yang berbeda, adat istiadat setiap suku yang berbeda, maka akan memberi warna tertentu pada nilai lokalitas suatu wilayah/kota. Mengenai karakteristik kawasan, maka terdapat adanya: kawasan berkembang, kawasan

sedang berkembang, dan kawasan pengembangan baru. Dari perwujudan fisiknya, maka intensitas pembangunan di kawasan berkembang lebih besar dari pada kawasan sedang berkembang, dan intensitas pembangunan di kawasan sedang berkembang lebih besar dari pada kawasan pengembangan baru. Jika dilihat wilayah Indonesia secara keseluruhan, maka kawasan berkembang meliputi: Pulau Sumatera, Pulau Jawa; kawasan sedang berkembang:meliputi: Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi; dan wilayah di Indonesia bagian timur termasuk kawasan pengembangan baru.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Di samping kajian di atas, dilakukan juga kajian yang berhubungan dengan pemahaman (masyarakat) terhadap penyelenggaraan penataan ruang. Untuk memperoleh informasi sehubungan dengan kajian tersebut, maka dilakukan penyebaran kuesioner/wawancara kepada pihak yang relevan. Pihak yang dimaksud dikelompokkan atas 2 (dua) kelompok responden, yaitu: aparat pemda dan masyarakat umum. Materi yang ditanyakan/diajukan pada dasarnya untuk memperoleh jawaban yang berhubungan dengan: tingkat pengetahuan masyarakat sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang, pendapat masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang yang ada, tingkat kesadaran masyarakat terhadap masalah penataan ruang serta pandangan masyarakat mengenai informasi penataan ruang.

4.1

Gambaran Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota: Medan, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Pontianak, Manado

4.1.1 Kota Medan 4.1.1.1. Gambaran Umum Kota Medan A. Kondisi Umum Kota Medan berada pada 3º 30' - 3º 43' Lintang Utara dan 98º 35' - 98º 44' Bujur Timur dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Batas administrasi Kota Medan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang
Kawasan pusat kota dengan ciri khasnya gedung Kantor Pos yang dibangun Thn 1911 dan Tugu

: Kabupaten Deli Serdang dan Selat Malaka

B. Kondisi Fisik Luas Kota Medan 30.028,8 hektar (300,288 km²). Kota Medan merupakan salah satu dari 25 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dan merupakan pusat pemerintahan provinsi tersebut. Berdasarkan kondisi topografinya, Kota Medan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kota Medan merupakaan dataran rendah yang merupakan tempat pertemuan dua sungai penting, yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli.

IV - 2
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Secara geografis Kota Medan juga merupakan jalur sungai. Paling tidak ada 8 (delapan) sungai yang melintasinya. Adapun manfaat terbesar dari sungai-sungai ini adalah sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Penggunaan lahan di kota Medan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.1.1.1.1 Prosentase Luas Penggunaan Lahan di Kota Medan

Penggunaan Lahan Pemukiman Perkebunan Lahan jasa Sawah Perusahaan Kebun campuran Industri Hutan rawa

Prosentase (%) 36,3 3,1 1,9 6,1 4,2 45,4 1,5 1,8

Sumber : Kota Medan dalam Angka Tahun 2003, BPS Kota Medan

Kawasan Kota Medan yang termasuk dalam kawasan perkotaan Mebidang (Medan-BinjaiDeli Serdang) mencakup kawasan pantai timur berbatasan dengan Selat Malaka menuju arah selatan yang merupakan kaki Bukit Barisan. Dari segi morfologi, kawasan tersebut merupakan wilayah datar sampai landai dengan kelerengan kurang dari 3%, hingga daerah berbukit di bagian selatan dengan kelerengan lebih dari 16%. Kota Medan dikelilingi Kabupaten Deli Serdang, yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA), khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Di samping Kabupaten Deli Serdang, secara geografis Kota Medan didukung oleh daerah-daerah lainnya yang juga Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli kaya akan SDA. Daerah-daerah tersebut adalah:

Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini menjadikan Kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan dan saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya. Disamping itu, sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Dari posisi geografis ini, secara fisik telah mendorong perkembangan Kota Medan kedalam 2 (dua) kutub pertumbuhan, yaitu daerah terbangun Belawan dan pusat Kota Medan saat ini.
IV - 3
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

340 D. Beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata yakni sektor penggalian 9.5% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. hotel dan Restoran Angkutan. pada tahun 2002 sektor perdagangan memberikan kontribusi yang sangat dominan (34.010 jiwa dari 1.1.67%.302 jiwa atau rata-rata 15.53%). Gas dan Air Bangunan Perdagangan.42%.88%.602 jiwa.300 jiwa).1.010 0 0 224 0 0 86 1. listrik. dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 6. laju pertumbuhan ekonomi Kota Medan terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 4. Dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003. tercermin dari perekonomiannya.1. Pertambahan penduduk Kota Medan dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003 sebanyak 151. yaitu sebanyak 1.4 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . jumlah penduduk yang bekerja tersebut meningkat tajam sebesar 23.6%. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Kota Medan yang telah terdaftar di Departemen Tenaga Kerja adalah di sektor industri pengolahan. Pergudangan dan Komunikasi Keuangan. pertanian 6.95 % (tahun 1993 penduduk yang bekerja berjumlah 321 jiwa). Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap pendapatan regional. gas dan air 6. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Medan pada tahun 2003 adalah 1. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Medan. Pada tahun 2002.340 jiwa total penduduk yang bekerja.842. Asuransi. Usaha Persewaan bangunan/tanah dan Jasa Perusahaan Jasa Kemasyarakatan.993. Tabel 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. BPS Kota Medan 2003 0 0 1.130 jiwa per tahun (jumlah penduduk Kota Medan tahun 1993 adalah 1. Sosial dan Perorangan Jumlah Sumber: Kota Medan Dalam Angka 2003.2 Jumlah Penduduk Yang Bekerja dan Terdaftar Menurut Lapangan Usaha Di Kota Medan Tahun 2003 Lapangan Usaha Pertanian.639 jiwa/km². keuangan 7. peternakan dan perikanan Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik. IV .

884.59 247.1.000 (setingkat RDTRK) sebanyak 66 lembar.1.54 640.31 228. 4 tahun 1995. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. Tabel 4.64 1.568.453.274.71 471.873.97 833.799.044.041. Peta-peta Blad yang merupakan rencana teknis dan telah ada sejak lama.938.83 1.03 292. Rencana Umum Tata Ruang Kota Medan (RUTRK) Tahun 1995 – 2005.045.66 Sumber: Kota Medan Dalam Angka.87 1.156.5 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .001.79 1.3 PDRB Kota Medan Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian Penggalian Industri Pengolahan Listrik.85 708. Tahun 2003.651.000.78 273. Assuransi.957.15.985.85 271.82 763.191.1. merupakan bagian dari Pola Dasar Pembangunan Kota Medan dalam aspek fisik yang disahkan dalam Peraturan Daerah No.984. 2. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 1.1.971.19 5.21 1999 292.65 588. Tanah dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB 404.272. Produk Rencana Tata Ruang Kota Medan Produk Rencana Tata Ruang yang menjadi pedoman dalam penataan kota dan bangunan saat ini terdiri dari: a.010.67 818.25 260. Rencana Sub Sub Wilayah (RSSW) yang telah ada sejak tahun 1978.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Medan A.558.20 447.853. IV .54 259.095.52 789.878.05 197.14 2000 320.282. yang saat ini sedang direvisi untuk masa 2005-2015.52 5.538. BPS Kota Medan 4.534. b.08 701.003. mencakup wilayah pusat Kota Medan. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 20.093.75 886.222.590.49 829.30 764.390. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Medan menurut lapangan usaha tahun 2002 atas dasar harga konstan tahun 1993 mencapai Rp.107.97 5.59 1.000.521. Usaha Persewaan Bangunan.275. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.18 425.29 2002 358. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 5.101.689. c.68 434.952.52 973.549.1.479.353.752.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan Jumlah Penduduk.07 717.062.07 5.782.501.126.173.40 1.33 2001 335.497.

1. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan dalam Daerah Kota Medan. sehingga dalam penyusunan rencana tata ruang untuk kawasan Mebidang tersebut dikoordinasikan oleh Gubernur Propinsi Sumatera Utara sesuai dengan Pasal 8 ayat (3) UU No.2.1. 2.342/3017/SK/2000. 188. 3. 188. 4. Gambar 4.342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No. 17 Tahun 2002 tentang Peruntukan Penggunaan Tanah. Perda RTRW Kota Medan menjadi pedoman dalam penyusunan Perda-Perda dan Surat Keputusan Walikota yang mengatur tentang penataan ruang kota Medan. peraturan lainnya yang berkaitan dengan penataan ruang adalah : 1. 9 Tahun 2002 tentang Izin Mendirikan Bangunan. tentang Penyempurnaan Surat Keputusan Walikota Medan No.6 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Surat Keputusan Walikota Medan No. IV . Perda No. Perda No.1 Salah satu contoh Produk RTR Kawasan Mebidang Selain Perda tentang RTRW Kota Medan. Kota Medan termasuk dalam Kawasan Perkotaan Mebidang. 188.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain ketiga produk hukum tersebut. Surat Keputusan Walikota Medan No. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan Dalam Daerah Kotamadya DT II Medan.342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No. 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang.

Ahmad Yani/Kesawan menjadi pusat jajan malam hari. Pada tahap II akan dikembangkan pula di Jl. Penataan kawasan kumuh dan lalu lintas.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. baik ditinjau dari segi homogenitas maupun fungsi ekonominya. dan Kabupaten Deli Serdang. diarahkan membentuk pola ribbon (pita) dengan desentralisasi pusat-pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi. • Penataan kawasan Jl.7 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . antara lain: • Pembangunan jalan lingkar luar dan jalan-jalan penghubung (Jl. Lingkup wilayah MMA atau Kawasan Perkotaan Mebidang ini meliputi Kota Medan. Pemanfaatan Ruang Kota Medan Dalam hal pelaksanaan penataan ruang (pemanfaatan ruang). Setia Budi dan Jl. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan perlunya penetapan wilayah Metropolitan Medan (Medan Metropolitan Area/MMA) sebagai satu kesatuan wilayah pengembangan. • Pelestarian bangunan/lingkungan bersejarah yang dilakukan melalui revitalisasi (Kesawan. Titi Gantung dan Mesjid Raya Istana Maimoon) serta revisi perda. Ahmad Yani II dan relokasi pedagang/penjahit yang menggunakan jalan tersebut. Kota Binjai. khususnya Kota Medan. IV . Marelan). • • Penataan pedagang Buku Titi Gantung sebagai kesatuan ruang Kesawan (fungsi Wisata). maka perkembangan kawasan perkotaan Mebidang. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya struktur ruang tersebut adalah: • Pengembangan Kawasan Polonia di Kota Medan sebagai pusat Bisnis dan Keuangan • Pengembangan Kota Binjai dan Lubuk Pakam sebagai kota mandiri yang mengimbangi perkembangan Kota Medan • Pengembangan kawasan-kawasan prospektif ekonomi di Kawasan Pelabuhan Laut Belawan dan Bandar Udara baru Kuala Namu • Pengembangan jalan tol Medan-Binjai dan Medan-Kuala Namu • Perkembangan memita (ribbon development) antara pusat-pusat kegiatan Melihat perkembangan Kota Medan yang semakin pesat. terkait dengan proyek MMUDP yang telah rampung pada tahun 2003/2004. • Penataan pasar ikan lama: pengembalian fungsi Jl. Salah satu kawasan kumuh dibantaran sungai Jalan Suprapto Salah satu gedung bersejarah di Jalan Imam Bonjol Selain pemanfaatan lahan untuk penataan ruang di atas. Wazir. dilakukan melalui kegiatankegiatan sektoral maupun terintegrasi. untuk menghindari perkembangan perkotaan yang terus meluas sejalan dengan kecenderungan perkembangan saat ini.

dan Kuala Namu (bandar udara). Rencana perluasan Kota Medan c. 17/2002 tentang pengendalian perubahan peruntukan tanah/penghapusan rencana jalan dan dispensasi GSB melalui pemberatan retribusi menjadi jauh lebih tinggi (berdasar SK Walikota Medan mengenai harga dasar tanah tahun 1995 menjadi berdasar NJOP) • Mempermudah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi rencana kota melalui : IV . Pengendalian kawasan resapan air (selatan) dengan koefisien Dasar Bangunan di Bagian Selatan Kota. C.8 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kegiatan ini dilakukan dalam kajian khusus di Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kota Medan melalui upaya perubahan peruntukan. Pengendalian rencana tata ruang e. Belawan (industri dan pelabuhan laut). 9 tahun 2002).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Penataan dan penyediaan wadah/ruang-ruang bagi kegiatan yang akan menunjang Kota Metropolitan dilakukan melalui: b. Meminimalisir pembangunan rumah petak/ruko 4 (empat) lantai melalui cara disinsentif retribusi yakni tarif dua kali dari ketentuan (Perda No. Untuk segi pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. Pengendalian rencana/pemanfataan ruang dilakukan dalam bentuk: • Penyesuaian dan evaluasi secara parsial rencana tata ruang dengan perkembangan kota yang terjadi. penghapusan rencana jalan. Perda No. • • • • Pengawasan dan penindakan (pembongkaran) bangunan bermasalah (tidak memiliki ataupun menyimpang IMB). Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus. dispensasi GSB maupun aspek lainnya. dimana kegiatan ekonomi yang prospektif adalah di Medan kota inti (pusat bisnis dan keuangan). Peningkatan estetika kota f. Pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan juga dengan pemberian perizinan yaitu melalui Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. Pelaksanaan penataan ruang d. Peningkatan pelayanan umum Dengan pengembangan di atas. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Medan Pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait. maka pemanfaatan ruang di Kota Medan sebagian besar dimanfaatkan sebagai pusat-pusat kegiatan perekonomian.

Kemacetan lalu lintas . Kota Medan juga memiliki beberapa permasalahan di dalam penataan ruang. b.100 Ha. IV . dimana tarifnya telah dipermurah (Perda No.Ketersediaan air dan kapasitas distribusinya masih rendah . dunia usaha di kantor DTK dan TB lantai II. 17/2002).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan a. Drainase/Pengendalian Banjir .Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi (30%) .Penurunan kapasitas jalan lokal karena lokasi terminal angkutan antar kota di pusat kota .Kualitas air sumur dangkal yang masih rendah: asin. Informasi secara formal melalui Keterangan Rencana Peruntukan (KRP).Jaringan jalan yang belum terstruktur menurut kebutuhan hirarki jalan . Permasalahan Kota Medan meliputi : • Bidang Transportasi . melanda areal seluas ± 1.Manajemen lalu lintas belum mendukung rencana integrasi ruang ke dalam kawasan perkotaan Mebidang • Bidang Sarana dan Prasarana a. .9 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu banjir di Kota Medan yaitu di Jalan Putri Hijau akibat sistem drainase yang kurang baik Salah Satu kemacetan di kota Medan .Pembangunan tanggul 25 tahunan yang menghadapi kendala teknis dari segi kapasitas konstruksi serta sarana bantuannya.Masih rendahnya tingkat pelayanan air bersih perpipaan .Beban lalu lintas terusan .Banjir di Kota Medan bagian utara.3 Isu Permasalahan Kota Medan Selain memiliki potensi perkembangan kota. b. .Penurunan kapasitas Bandara Polonia .1. masyarakat umum. berwarna dan berbau (akibat pencemaran). 4.1. akibat aliran air yang lamban ke arah muara karena rendahnya beda ketinggian dan tingkat presipitasi setempat. Air Bersih .Tingkat kesadaran masyarakat untuk memelihara prasarana drainase masih rendah. Informasi secara informal untuk mahasiswa.

. seperti pemanfaatan fungsi perkantoran yang dicampur dengan fungsi perdagangan. fungsi pemerintahan dan perkantoran atau sebaliknya.Pemanfaatan ruang kota yang tidak tertata dengan baik. .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Bidang Struktur Ruang Kota . Kota Medan .Perkembangan kawasan kota yang cenderung ekstensif.Banyaknya permukiman kumuh yang timbul di sepanjang kali/sungai yang tidak tertangani dengan baik. .10 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .pemanfaatan lahan untuk permukiman yang ada di dekat bandar udara Polonia jaraknya sangat dekat (± 300 m). Kawasan perdagangan yang tidak tertata dengan baik.Perkembangan linier sepanjang rute yang memanjang. sehingga keberadaan permukiman sangat mengganggu ruang gerak penerbangan di bandar udara tersebut. Kawasan kumuh yang berada di Jalan Kejaksaan dan Jalan Suprapto. dimana pemanfaatannya juga terdapat fungsi perkantoran Lokasi permukiman di Padang Bulan yang dekat dengan Bandar Udara Polonia yang berjarak ± 300 meter IV .

Teluk Lampung : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan IV . sehingga menguntungkan bagi pertumbuhan dan pengembangan Kota Bandar Lampung sebagai pusat perdagangan.1. karena sebagai daerah transit kegiatan perekonomian antar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Kegagalan pengembangan kota-kota kecil mandiri yang menyebabkan meningkatnya ketergantungan terhadap kota-kota utama (Medan. dan Lubuk Pakam). di ujung selatan Pulau Sumatera. Luas wilayah Kota Lampung adalah 192.105º 37' Bujur Timur.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pengembangan kawasan perkotaan Mebidang cenderung untuk membentuk suatu pola ruang yang ekstensif. Pengembangan bandara baru di Kuala Namu. Pengembangan jaringan jalan yang merangsang pengisian ruang secara ekstensif. Kota bandar Lampung berada pada Teluk Lampung. Letaknya yang strategis.batas administrasi Kota Bandar Lampung adalah: . Binjai.5º 30' Lintang Selatan dan 105º 28' .1. industri dan pariwisata.Sebelah Barat .Sebelah Selatan .1 Gambaran Umum Kota Bandar Lampung A. Beberapa faktor yang mempengaruhinya dan perlu diantisipasi dalam pengembangan perkotaan tersebut antara lain: • • • Pengembangan beberapa kota baru dan permukiman skala besar yang berada terlalu dekat dengan Kota Medan.Sebelah Timur : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan. Kondisi Umum Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung.Sebelah Utara .18 km² dengan jumlah kecamatan sebanyak 13 kecamatan.2 Kota Bandar Lampung 4. yang disertai dengan pusat pelayanan dan permukiman skala besar tanpa kawasan penyangga antara Kota Medan dan Kuala Namu. Batas. 4. Secara geografis Kota Bandar Lampung terletak pada 5º 20' .11 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu pintu masuk Kota Bandar Lampung dan Ciri Khas Kota Bandar Lampung .2. • • • Pengembangan jalan tol baru yang menghubungkan Binjai-Medan-Kuala Namu Pengembangan jalan lingkar luar Kota Medan.

07 54.01 Ha atau 54. Penggunaan lahan di Kota Bandar lampung sebagian besar dimanfaatkan sebagai lahan pertanian seluas 10.02 19. 5.33 1.218.2. 8.25 0. Kondisi Fisik Kawasan perkotaan Kota Bandar Lampung terletak pada ketinggian 0 – 700 m di atas permukaan laut dengan topografinya terdiri dari: 1. Luas wilayah yang datar sampai landai 60%.5% dari luas lahan seluruhnya. 6.477.67 10.55 % 31.39 38. Teluk Lampung dan pulau-pulau kecil bagian selatan Kondisi fisik Kota Bandar Lampung yang Berbukit Batu Di bagian tengah Kota Bandar Lampung mengalir sungai-sungai. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4. Permukiman Pertanian Hutan Rawa Perusahaan Industri Jasa-jasa lainnya Tanah Kosong tidak diperuntukan Jumlah Sumber: Kota Bandar Lampung Dalam Angka.12 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .1 Luas Penggunaan Lahan Di Kota Bandar Lampung Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan 1. Daerah pantai yaitu sekitar Teluk Betung bagian selatan dan Panjang 2.75 406. dimana daerah hulu sungai berada di bagian barat.201. sangat miring sampai curam 4%.52 2.1. 2.1.971.12 1. 3. landai sampai miring 35%.55 256.51 0. 9. daerah hilir sungai berada di selatan yaitu pada dataran pantai.30 375. Luas (Ha) 5.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B.85 1.1.01 9. 4.447.1. Tabel 4.05 2. Daerah perbukitan yaitu sekitar Teluk Betung bagian utara 3.1.2. Daerah dataran tinggi serta sedikit bergelombang terdapat di sekitar Tanjung Karang bagian barat yang dipengaruhi oleh gunung Balau serta perbukitan Batu Serampok dibagian timur selatan 4. Tahun 2003. 7. Selain itu wilayah Kota Bandar Lampung sebagian merupakan perbukitan.20 100 IV .95 6.01 482.

258 41.454. 9.94. D.611 9.267 407.869 326.083 183. 7.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. serta pengangkutan dan komunikasi 8.1. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Bandar Lampung adalah 790. Ada beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata pada tahun 2003 yakni sektor keuangan.10%.711 123.542 441. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik.895 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 41 jiwa/km². 2.1.96%.011 322.441 144.715 260. perdagangan.563 2002 46.189 173. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Bandar Lampung pada tahun 2003 mencapai Rp.548 378. sedangkan untuk tahun 2003 laju pertumbuhannya sebesar 6.276 48. IV . laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 14. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.095 43. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.199 171. Peternakan. dan Jasa erusahaan Jasa-jasa PDRB 2000 53.788 269.532 394.078 346.217 402. 3.487 8.188 8.576 1.877 251.2 PDRB Kota Bandar Lampung Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian. Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap PDRB Kota Bandar Lampung. 2. hotel dan restoran sebesar 23.Tabel 4.26%.272 2003 46. tercermin dari perekonomiannya. Pertambahan penduduk Kota Bandar Lampung dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 rata-rata pertahunnya adalah 16. 6.41%.814 1.841 242.079 166.748. Persewaan. 4.2.695.796 323. pada tahun 2003 masih sangat dominan berasal dari sektor perdagangan.010 35.473 180.815.524 1.941.13 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .782 40. Salah satu pusat perbelanjaan Kota Bandar Lampung Kawasan kegiatan perekonomian Kota Bandar Lampung Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan jumlah penduduk.427 316.049 jiwa. persewaan & jasa perusahaan 27%.909.330 2001 45. Sumber: Pemerintah Kota Bandar Lampung.176 406. Pada tahun 2003. 8. Tahun 2003.010 1.52% dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003. hotel dan restoran 10.870 1.596 8. 5.361 132.

Kabupaten Demak. Kondisi Umum Kota Semarang termasuk dalam kawasan strategis Kedungsepur (Kabupaten Kendal.Permukiman Kumuh .3. Semarang sangat berperan.Penyelenggaraan Pemerintahan .Kualitas Lingkungan Permukiman • Manajemen Kota. Dalam perkembangan dan pertumbuhan Jawa Tengah.1. Pengiriman ekspor hasil bumi ini dilakukan melalui Pelabuhan Panjang.1. Kota Semarang. lada dan pisang. yang terdiri dari: .Sanitasi Wilayah Pantai 4.3 Kota Semarang 4.Pengerukan Bukit .2 Isu Permasalahan Kota Bandar Lampung Isu permasalahan pembangunan Kota Bandar Lampung berkaitan dengan penataan ruang. Kabupaten Grobogan).Penyelenggaraan Pelayanan Umum .1 Gambaran Umum Kota Semarang A. IV . Sarana ini merupakan salah satu penunjang kelancaran perdagangan di Kota Bandar Lampung.Penyelenggaraan Pembangunan Kota Berbasis Masyarakat dan Keswadayaan . di mana pelabuhan ini merupakan pelabuhan satu-satunya pelabuhan ekspor yang dimiliki oleh Kota Bandar Lampung. jaringan transport darat (jalur kereta api dan jalan) serta transpor udara yang merupakan potensi bagi simpul transport Regional Jawa Tengah dan kota transit Regional Jawa Tengah.1.Supremasi Hukum • Lingkungan dan Tata Ruang . terutama dengan adanya pelabuhan. Salah satu pelabuhan yang ada di Kota Bandar Lampung 4. Kota Salatiga.14 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu cirri khas Kota SEmarang . antara lain adalah: • Kemiskinan Kota.2. yang terdiri dari: .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Ekspor produk hasil bumi yang menjadi andalan Kota Bandar Lampung adalah kopi.Drainase .

luas wilayah Metropolitan Semarang adalah sekitar 33. Di bagian Utara. tepatnya pada garis 6º 5' .00 diatas permukaan laut (DPL).6 Km : Kabupaten Semarang : Kabupaten Kendal : Kabupaten Demak B. Kondisi lahan terbangun di Kota Semarang dan daerah sekitarnya menunjukkan adanya aglomerasi kegiatan dan fasilitas yang cukup tinggi di satu pusat (pusat pertumbuhan/growth centre) Adapun batas-batas administrasi Kota Semarang: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Laut Jawa dengan panjang garis pantai meliputi 13. curam (3. dan terjal/sangat curam (2. Penentuan batas wilayah metropolitan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Pendekatan titik henti.27%).711. Dilihat dari kemiringan lereng di Kota Semarang sebagian besar wilayahnya memiliki tingkat kemiringan lereng yang datar dan landai (78.11%). yakni koridor pantai Utara. dengan kemiringan 2 . Secara keseluruhan.75 sampai dengan 384.05%). agak curam (16.2% sedang ketinggiannya bervariasi antara 0-3.15 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . koridor Selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang.40% dan ketinggian antara 90 . Di bagian Selatan merupakan daerah perbukitan. wilayah Kota Semarang terdiri dari dataran rendah (daerah pantai) dan dataran tinggi (daerah perbukitan). Kondisi Fisik Ditinjau dari topografinya. IV . dengan pertimbangan teori tempat pusat (central place). Letak geografi Kota Semarang ini dalam koridor pembangunan Jawa Tengah dan merupakan simpul empat pintu gerbang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Posisi lain yang tak kalah pentingnya adalah kekuatan hubungan dengan luar Jawa.200 M DPL.57%).5 M DPL.7º 10' Lintang Selatan dan 109º 35' . koridor Timur ke arah Kabupaten Demak/Grobogan dan Barat menuju Kabupaten Kendal. memiliki kemiringan 0 . Kota Semarang terletak di pantai Utara Jawa Tengah. yang melibatkan variabel jarak dan jumlah penduduk Kondisi lahan terbangun. secara langsung sebagai pusat wilayah nasional bagian tengah.110º 5' Bujur Timur. yang merupakan pantai dan dataran rendah. Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu. sebagai bahan pertimbangan pengaruh langsung kedekatan Kota Semarang dengan hinterlandnya.93 Ha. yang terdiri dari 16 wilayah kecamatan. Kota Semarang terletak pada ketinggian antara 0.

68%) dan terendah adalah pendidikan Akademi/D3 sebanyak 46.62 115.658 Ha (9. Tahun 2002 Penggunaan Lahan Pekarangan & Bangunan Tegalan & Kebun Padang Gembala Tambak/Kolam Rawa Lain-Lain Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka.243. Tabel 4.93 C.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari luas wilayah yang ada. lahan kering sebagian besar digunakan untuk tanah pekarangan/tanah untuk bangunan dan halaman sekitar. buta angka dan buta pengetahuan dasar. bahkan tidak sedikit yang lulus SLTA dan Sarjana. namun demikian dapat dicatat bahwa pada tahun 2001 penduduk Kota Semarang telah bebas dari 3 (tiga) buta: buta aksara. Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan sebanyak 1.1. Dari aspek pendidikan. Tahun 2002.193 jiwa ada. Tingkat kepadatan penduduk memang belum merata.06 651. Meskipun masih ada sebagian yang tidak mengenyam pendidikan formal. dimana pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah pendidikan SD sebanyak 294.25% dari jumlah penduduk yang IV . yaitu sebesar 39.09%.81 1. mencapai 1.378.089 jiwa.377.298.435 jiwa (23. Dengan komposisi struktur pendidikan demikian ini cukup mendukung perkembangan Kota Semarang.3.371 Ha (90. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan hasil registrasi penduduk tahun 2003. Menurut penggunaannya.894 jiwa. penduduk lebih terpusat di pusat kota.16 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Jumlah usia produktif di Kota Semarang sekitar 68. dengan pertumbuhan penduduk sejak tahun 2001 sebesar 2.34 8. Luas (Ha) 13.79%) tanah sawah dan 3.45% dari lahan bukan sawah.388.711.03 33.07 9.881.1 Luas Penggunaan Lahan Kota Semarang.21%) bukan tanah sawah. terdiri dari 3.1. apalagi peningkatan kualitas penduduk yang selalu mendapat prioritas utama didalam upaya peningkatan kesejahteraan. dapat kita lihat bahwa rata-rata anak usia sekolah di Kota Semarang dapat melanjutkan hingga batas wajib belajar sembilan tahun.

805 % 2.71 2.585 37. Perekonomian Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2003 sebesar 5.95 11.079 264.547 124.302 77.805 jiwa.-.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.01 23.315 1.208 19. Tabel 4.77 3.11%.322 216.089 Prosentase 5.405.227 17.833 132. sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor pertanian sebesar -9.055 2.20 9.III Tamat Universitas Jumlah Jumlah 74.239.3.314 46. IV .2 Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Di Kota Semarang Tahun 2003 Tingkat Pendidikan Tidak Sekolah Belum Tamat SD Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat Akademi/D.1.27 2.45 3.1.894 47.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Semarang Tahun 2003 Mata Pencaharian Petani Sendiri Buruh Tani Nelayan Pengusaha Buruh Industri Buruh Bangunan Pedagang Angkutan PNS & ABRI Pensiunan Lain-Lainnya Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Jumlah 22.824 179. dimana terbesar adalah bekerja pada sektor industri sebanyak 179.634 818.5 100 D.833 jiwa.394.435 252. jumlah penduduk yang bekerja sebesar 818.68 20. pertumbuhan.3. 5. Hampir seluruh paling sektor besar ekonomi pada Sedangkan PDRB menurut tahun 2001 mengalami sektor lapangan usaha tahun 2002 berdasarkan atas dasar harga konstan tahun 1993 sebesar Rp.80 100 Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Dilihat dari mata pencaharian/lapangan kerja.56 26. Sektor yang mengalami pertumbuhan adalah pertambangan dan penggalian sebesar 8.417 28.18 22 16.1.41%.33 0.7 4.26 10.475 294.030 139.1.26 3.47 10.27 21.398 87.243.17 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .66%.

-.394 Sumber: Pemerintah Kota Semarang. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang–Karimunjawa.802.913.532.3.331.431. Purwokerto.403 671.083 364.260. Prasarana dan sarana perhubungan juga memegang peranan penting dalam rangka pengembangan perekonomian Kota Semarang. Kalimantan.566 350. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik.349 1.705.523.1. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. PDRB per kapita. Bandung. Magelang. 3.070 196.800 74. 4. Denpasar. Malang. Jakarta.194 5.643 14.755.001 397. seperti: Tegal. maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur). Yogyakarta. dan Jasa Perusahaan 9. Peternakan. dan kota-kota di pulau Sumatera. melayani angkutan penumpang dan barang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4. 8. melayani: Semarang. Madiun.410 340.142.132 1. Melihat pola pergerakan yang dihubungkan dengan moda darat.088. Pelabuhan laut Kota Semarang. 2000 40. Untuk perhubungan udara. Cilacap. dan Indonesia bagian timur (Makassar).230. Cirebon. yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada.210 1.085.847.18 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . udara.039. Surabaya. 2.405.657 12. 4. 6. 5. yaitu: Bandara Ahmad Yani. Surakarta.900. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.4 PDRB Kota Semarang Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2001 Lapangan Usaha Pertanian. Tahun 2002.825 183. Untuk angkutan penumpang.904 2001 36. Jakarta.476. Persewaan.400 1. Jasa-jasa PDRB 1.615. IV .950.124.628.1.163. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.239.974 5.767. 7. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas.277 77. Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar. dengan intensitas tinggi. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Semarang pada tahun 2003 sebesar Rp.838. Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang. termasuk kapal turis luar negeri.903.304 714.074. laut.

Pemanfaatan ruang kota yang memberikan potensi bagi tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan dan sumber daya lokal.I No. ekonomi. Penyusunan RTRWK Semarang Tahun 2000 – 2010 dilakukan dengan adanya masukanmasukan dari dinamika perkembangan aspek-aspek sosial. fungsi Kota Semarang adalah sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). dengan hutan dan pertanian serta kawasan kota bawah dengan pengembangan garis pantai (water front development).2010 yang merupakan arahan bagi pemanfaatan ruang di wilayah Kota Semarang. maka Bappeda berperan sebagai koordinator perencanaan pembangunan kota.24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang yang menyebutkan bahwa ’rencana tata ruang ditinjau kembali dan atau disempurnakan sesuai dengan jenis perencanaannya secara berkala’.3. Peranan Bappeda ini termasuk juga dalam hal menyusun rencana tata ruang kota Semarang. Solo dan Jogyakarta (Joglosemar). dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing global. IV .2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Semarang A. Perencanaan Tata Ruang Kota Semarang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Semarang Tahun 2000 .1. Dalam hal ini. Kota Semarang beserta kota/kabupaten lain/wilayah di sekitarnya termasuk dalam wilayah Pengembangan Kawasan Semarang-Demak. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). adalah: Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu memanfaatkan dan mengembangkan potensi sebagai simpul perkembangan nasional dan regional.19 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik mampu . Konsepsi pengembangan tata ruang wilayah Kota Semarang. Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu menciptakan perkembangan keterikatan potensi dan pusat pengembangan timbal balik dengan daerah metropolitannya (Kedungsepur). Dari segi kelembagaan. Evaluasi/revisi rencana tata ruang ini sejalan dengan pasal 13 ayat (2) UU R. ekonomi yang berpengaruh pada pemanfaatan ruang wilayah. Mengembangkan ruang kota yang memacu perkembangan regional segitiga Semarang. dengan masukan materi berasal dari berbagai dinas atau sektor. Mengendalikan pemanfaatan ruang di kawasan lindung dan budidaya unuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. dan budaya yang berkualitas. Memelihara dan merevitalisasi semua potensi kesejarahan ruang kota yang menciptakan kehidupan sosial. Mengembangkan karakteristik dan potensi ruang kota sesuai dengan kondisi fisik gegrafis yang berciri perbukitan kota atas. merupakan hasil evaluasi/revisi RTRWK Semarang yang disusun tahun 1994/1995.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4.

Metropolitan Semarang termasuk dalam Wilayah Pembangunan I. Semarang – Bawen . Ungaran. Kota Salatiga. Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak. Demak berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Ungaran berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Watugong. IV . Adanya keterbatasan lahan di wilayah Kota Semarang.Purwodadi. perkembangan industri diarahkan pula di daerah Sayung (Kabupaten Demak) yaitu industri pengolahan. Pemanfaatan Ruang yang digunakan untuk Bangunan Bersejarah Di Kota Semarang Wilayah pinggiran ini merupakan kota transisi. Berdasarkan sistem perkotaan Jawa Tengah. Sayung. B. Sejalan dengan struktur pemanfaatan ruang. industri kimia dan aneka industri. yang mencakup wilayah Kota Semarang. yaitu: Kendal. Pringapus dan Bergas. maka dari jaringan transportasi (jalan) Kota Semarang meliputi: Arteri primer utama : Kota Semarang – Bawen .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kemudian kota lainnnya. Terminal Pangkalan Truk Mangkang. Arteri primer bagian utara : Weleri – Kendal – Semarang – Demak. Terminal tipe B dan C tersebar di kota kecamatan. Genuk. yaitu Mranggen. sehingga menyebabkan terjadinya ekspansi ke daerah pinggiran Kota Semarang. Keterbatasan lahan perumahan yang ada di Semarang menyebabkan disediakannya lahan cadangan untuk perumahan di sekitar Mranggen (Kabupaten Demak) dan daerah Boja (Kabupaten Kendal) yang mempunyai daerah terbuka yang cukup luas dan merupakan daerah cadangan resapan air tanah. berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Terminal tipe A (antar kota antar provinsi). perdagangan dan jasa. Untuk perkembangan daerah industri lebih condong dipusatkan pada daerah Kaliwungu (Kabupaten Kendal) karena letaknya yang strategis dan didukung oleh sarana transportasi yang baik. Selain itu. Kolektor primer : Semarang .Yogyakarta. Salatiga berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Purwodadi berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Perkembangan Metropolitan Semarang terjadi seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk dan tuntutan akan fasilitas pelayanan yang dibutuhkan.Solo. dimana terjadi peralihan dari struktur pertanian menuju industri. Kabupaten Semarang. Boja. Kaliwungu.20 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Sedangkan terminal Kota Semarang terdiri atas: - .

Bandung. terdapat Bandara Ahmad Yani. Pengarahan jenis dan intensitas pemanfaatan ruang sesuai dengan struktur dan pola pemanfaatan ruang yang hendak dicapai. Purwokerto.3. Proses penertiban/perijinan. yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada. Magelang. Untuk angkutan penumpang. yang mana pada proses ini terjadi penyaringan atau pengaturan agar pemanfaatan ruang sejalan/sesuai dengan kebijakan. Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang. dengan intensitas tinggi. Jakarta. peraturan yang berlaku. yaitu bentuk pengendalian terhadap melanggar peraturan perundangan yang berlaku. dan kota-kota di pulau Sumatera. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. pemanfaatan ruang yang sudah terjadi. Malang. Untuk perhubungan udara. seperti: Tegal. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas. sasarannya adalah: Perlindungan terhadap kawasan lindung dari budidaya yang tidak diijinkan di atasnya. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang kota Semarang meliputi: Proses pengawasan/pemantauan.3 Isu Permasalahan Kota Semarang • Transportasi Ketidakmampuan jalan kota dalam menampung pergerakan penduduk Tingkat kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan jasa angkutan umum mulai terganggu. terutama terhadap bentuk-bentuk pemanfaatan yang 4. dan Indonesia bagian timur (Makasar). laut. Jakarta.21 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pelabuhan laut Kota Semarang. Cirebon. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang – Karimunjawa. melayani rute Semarang. Yogyakarta. termasuk kapal turis luar negeri. Surabaya. Denpasar. Melihat pola pergerakan yang dhubungkan dengan moda darat. maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur). IV . Cilacap. C.1. udara. Kalimantan. madiun. Surakarta. Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar. Dalam pengendalian pemanfaatan Kota Semarang. melayani angkutan penumpang dan barang.

Air Bersih .Perubahan garis pantai. menyebabkan kemampuan dan kinerja sistem drainase semakin menurun . menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan air . yang bergerak di bidang jasa/perdagangan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Keterbatasan dana untuk kegiatan pemeliharaan/peningkatan kualitas fisik badan jalan. Persampahan .Terbatasnya kapasitas sumber daya air dan masih minimnya upaya untuk memobilisasi sumber daya air potensial lainnya (sungai. IV . • Sarana dan Prasarana a.Tingginya tingkat kepadatan penduduk serta kondisi tanah dan air yang tidak cocok untuk penggunaan septic tank (muka air tanah yang tinggi dan tanah kedap air) • Timbulnya kawasan-kawasan kumuh kota. sebagai dampak dari perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas . dan lain-lain) b.Perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas.Timbulnya banjir kiriman.Masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih . naiknya muka air banjir dan pendangkalan di saluran drainase utama .Belum adanya sistem perpipaan air limbah. menimbulkan rob di Semarang Utara .22 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sebagai lokasi permukiman penduduk miskin perkotaan. • Munculnya pedagang kaki lima.Terbatasnya kemampuan pemerintah kota dalam penanganan sampah kota . • Banyaknya lokasi permukiman yang tidak sesuai dengan tata ruang (terutama perumahan informal yang dibangun oleh masyarakat).Kurang optimalnya pengelolaan DAS dan tingkat sedimentasi yang tinggi c.Kurangnya pemeliharaan terhadap jaringan drainase kota. saluran terbuka air hujan digunakan pula sebagai saluran air limbah .Terbatasnya lahan untuk TPA d. Drainase/Pengendalian Banjir . bendungan. di beberapa ruas jalan kota.Masih belum jelasnya distribusi tugas dalam pengumpulan sampah .Naiknya muka air pasang. Sanitasi . menyebabkan aliran air menjadi lebih panjang.Terbatasnya sumber air baku yang berkualitas .

yang umumnya masih memanfaatkan fasilitas dan prasarana Kota Semarang.23 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .Karena pola pengendalian maupun sistem perencanaan yang belum jelas.1.1. yaitu Busan (Korsel). . 4.4. Batas-batas administrasi Kota Surabaya adalah: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Selat Madura : Kabupaten Sidoarjo : Kabupaten Gresik : Selat Madura Sebagai kota metropolitan Surabaya juga telah menjalin kerjasama Sister City dengan 3 kota di dunia. perencanaan dan penanganannya perlu diintegrasikan dengan Kota Semarang. Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. . IV .Perkembangan Kota Semarang yang melampaui batas administrasinya menyebabkan adanya pemanfaatan ruang yang tidak terkendali. Kota Surabaya juga merupakan pusat kegiatan dan pelayanan dalam lingkup regional. maka acapkali menimbulkan masalah. Kondisi Umum Kota Surabaya.1 Gambaran Umum Kota Surabaya A. Kota Surabaya merupakan Pusat Perkembangan Wilayah Indonesia Timur. Buaya dan Ikan Hiu sebagai lambang Kota Surabaya Wilayah Kota Surabaya terdiri atas 326 km2 daratan dan 226 km2 wilayah laut dengan total luas wilayah sekitar 552 km2 yang terbagi atas 31 Kecamatan dan 163 Kelurahan. Kesamaan geografis dan aktivitas kota mendorong terwujudnya kerjasama tersebut. Kochi (Jepang) dan Seattle (AS). diantaranya dalam bidang manajemen perkotaan dan perlindungan lingkungan hidup. peningkatan luas lahan terbangun.4 Kota Surabaya 4. yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Timur.Kegiatan yang timbul di daerah-daerah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang. adalah kota terbesar kedua dan kota pelabuhan terbesar kedua di Indonesia. dan tundaan lalu lintas.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Permasalahan Ruang: .

1). Berdasarkan studi yang pernah dilakukan oleh Laboratorium Permukiman ITS. pertokoan. tambak dan tanah kosong (jenis-jenis penggunaan lahan Kota Surabaya dapat dilihat pada Tabel 4.90 918. Kota Surabaya masih memiliki permukiman dengan kondisi yang kumuh dan liar (hunian liar). sampai dengan tahun 2001 kawasan terbangun di Kota Surabaya mencapai 63% sedangkan sisanya merupakan kawasan tak terbangun meliputi sawah.32 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Tanah Perumahan Sawah Tegalan Tambak Jasa Perdagangan Industri/Gudang Tanah Kosong Lain-Lain Jumlah Luas 13.71 2.784.1.24 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .54 15. Yang paling banyak adalah di wilayah Kenjeran dengan 6 lokasi kumuh. Kecamatan Benowo sebelah utara Surabaya yang juga dipesisir pantai dengan 5 lokasi kumuh Mengenai hunian liar.06 573.19 1. rumahrumah kumuh ini sebagian besar berada di dekat pusat kegiatan.1. hanya saja hunian liar merupakan rumah kumuh yang dibangun diatas tanah yang tidak diperuntukkan IV . pabrik/kegiatan industri. Tabel 4. Rumah kumuh merupakan jenis hunian yang menempati tanah legal milik pemerintah dengan kondisi fisik yang dapat dikatakan kurang baik dan dalam tata ruang biasa disebut slum.4. Tahun 2001 Keberadaan rumah-rumah kumuh telah menyebar di seluruh kecamatan. seperti: di sekitar pasar.81 99.982. Kondisi Fisik Dari segi penggunaan lahan.1. sebenarnya hunian liar identik dengan rumah kumuh.29 32.75 7. maka terlihat bahwa rumah-rumah kumuh di Kota Surabaya paling banyak terdapat di sepanjang pantai dengan mayoritas penduduknya adalah nelayan.75 % 42. Dari hasil pengamatan.982. Dilihat dari kondisi fisik aspek permukiman.506.74 5.00 3.4.38 1.26 9.1.90 4.711.370.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B.26 5. tegalan.1 Luas Penggunaan Lahan Per Kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2001 No.95 Sumber: BPN Kota Surabaya.46 2.00 10.808.13 1.637.

Pada tahun 2004.796 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 7. sektor industri memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kota Surabaya (34. dan tempat-tempat yang peruntukan lahannya bukan untuk bangunan. pariwisata. serta Kecamatan Wonocolo (Sidoresmo). Penyebaran hunian liar terdapat di Kecamatan Benowo (Tambak Oso Wilangun). Keberadaan hunian liar sangat mengganggu penataan ruang Surabaya. dan disusul sektor jasa. perguruan tinggi-perguruan tinggi terkemuka. IV . Gubeng (Ngagel Rejo).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan untuk bangunan (misalnya daerah bantaran sungai). dengan demikian maka pertumbuhan penduduk Kota Surabaya selama kurun waktu 10 tahun tersebut (1990 . Hunian liar biasanya dibangun dekat dengan tempat usaha/kerja para penghuninya.50%. dan hotel (32. perdagangan.25 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Wonokromo (Jagir). Akademi Angkatan Laut (AAL). Wonorejo dan Kali Rungkut). Pada 10 tahun sebelumnya (tahun 1990) penduduk Kota Surabaya adalah 2.473. Selain tempat-tempat tersebut. Pebjaringansari.Lokasi hunian liar di Kota Surabaya diantaranya terdapat di bantaran sungai Kalimas daerah Benowo dan Rungkut yang didominasi oleh perindustrian. Sukolilo (Jangkungan dan Medokan Semampir).599. Surabaya tempo dulu dari ketinggian dan Gedung Grahadi Surabaya memiliki masyarakat yang multi-etnis. Rungkut (Kedung Beruk. C. pangkalan Armada TNIAL.22%). D.272 jiwa. maritim. pendidikan. Perekonomian Dilihat dari struktur perekonomian. masih ada hunian-hunian liar yang tersebar dalam skala kecil seperti: ditepi rel kereta api. obyek-obyek pariwisata yang menarik.62%). pelabuhan laut. industri dan perdagangan yang mengalami perkembangan pesat.966 jiwa/km².31 %.2000) adalah sebesar 0. pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai 4. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Surabaya berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2000 adalah 2. Saat ini Kota Surabaya dikenal sebagai kota budaya. kawasan industri dan pusat-pusat perbelanjaan.

1.132. 4.16 2.389.20 4. 4.421. Peternakan.52 2.32 1.160.04 545.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1.396.1.562. Bappeko menyusun rencana tata ruang IV .40 977.282. Kota Surabaya telah mengacu pada Permendagri Nomor 8 tahun 1998 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah. dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Surabaya Dalam Angka. kawasan bisnis paling strategis di Surabaya Maket jadi jembatan Suramandu Tabel 4.580. 8.52 terhadap PDRB Kota Surabaya (atas dasar harga konstan tahun 1993).176.17 4.148.707.4. Tahun 2003.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Surabaya Dalam proses penyelenggaraan penataan ruang. Pada tahun 2003 sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar Rp. 2002 28. 3.91 5.2 PDRB Kota Surabaya Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 .66 4.1. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik. Basuki Rahmat.87 4.76 1. Proses penyusunan rencana tata ruang dikoordinasikan oleh BKPRD yang terdiri dari berbagai instansi terkait diantaranya Bappeko.345.4.52 4. dan sektor perdagangan.447. 4.996.067.320.645.526. 6. Pertanian. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.181.60 2003 27. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.18 990.272.04 1.95 502.04 dan sektor perdagangan.396.06 1.495. memberikan kontribusi terbesar bagi PDRB Kota Surabaya. Persewaan.87 1.214.962. 9.101.360. Jl. 7.447. Sektor industri pengolahan. 2.55 14. hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar Rp. hotel dan restoran.355.614.76 973.26 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .707.962.022.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Status yang dimiliki Kota Surabaya sebagai kota industri dan perdagangan memang cukup pantas jika dilihat dari persentase kegiatan ekonomi daerah ini setiap tahunnya. 5.174.492.719.

baik oleh orang seorang. yang menyebutkan bahwa RTRW memiliki hirarki tertinggi. kemudian diikuti dengan penyusunan RDTR dan kemudian RTR. Dalam proses penyusunan rencana tata ruang Kota Surabaya.2. Gambar 4. kelompok orang. A. Disamping produk RTRW Kota Surabaya Tahun 2005 yang ada saat ini. kelompok minat. organisasi masyarakat.1 Perspektif Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Di sisi Jembatan Suramadu DI SISI SURABAYA IV . terdapat juga RDTR dan RTRK yang mengacu pada RTRW dan berpedoman pada RUTR Kota Surabaya. tentang Pedoman penyusunan Rencana Kota yang menyebutkan bahwa hirarki perencanaan dalam lingkup kota adalah RUTRK.1. peranserta masyarakat telah diakomodasikan.27 DI SISI MADURA Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 13 Tahun 1999 tentang Retribusi Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah yang dapat menciptakan potensi untuk mengakomodasi perubahan peruntukan lahan dan itu dapat berarti proses legalisasi dari penyimpangan rencana tata ruang. Berkaitan dengan penataan ruang di Kota Surabaya terdapat juga Perda No. Selain itu Bagian Hukum juga dilibatkan dalam proses legalisasi rencana tata ruang. perguruan tinggi. dunia usaha. Pengikutsertaan masyarakat ini mengacu kepada Permendagri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata Ruang. dan badan hukum.4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dengan melibatkan instansi terkait. Selain itu mengacu juga pada Permendagri No. dan pada saat ini sedang disusun pula RTRW Kota Surabaya untuk tahun 2013. 2 Tahun 1987. Rancangan Perda tentang RTRW yang disusun diajukan Walikota untuk dibahas oleh DPRD dan kemudian dijadikan Perda tentang RTRW Kota Surabaya. RDTRK dan terakhir RTRK. Pedoman penyusunan RTRW Kota Surabaya mengacu pada Permendagri No. kelompok profesi. 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah. Pasal 3 Permendagri tersebut menyebutkan bahwa: penyusunan dan penetapan rencana tata ruang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan peranserta masyarakat. masyarakat hukum adat. Produk Rencana Tata Ruang Kota Surabaya Produk dari RTRW Kota Surabaya berupa Buku RTRW Kota Surabaya Tahun 2005.

convention centre. rekreasi pantai. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang. di mana terdapat permukiman kumuh. IMB sendiri akan diterbitkan oleh Dinas Bangunan setelah permohonan pemanfaatan ruangnya disetujui oleh Dinas Tata Kota melalui sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektural. Dalam rangka penataan S. Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan penataan ruang Kota Surabaya adalah penyusunan rencana pengembangan Kawasan Jembatan Suramadu. Untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas akan dikembangkan angkutan massal dan selain itu akan dibangun jalan tol. Hal ini terjadi karena lahan tersebut telah beralih fungsi menjadi kawasan terbangun seperti untuk permukiman dan kegiatan komersial lainnya. hotel. Penataan dan revitalisasi S. pemanfaatan ruang Kota Surabaya mengalami perubahan. Jika IMB sebagai dasar pembangunan fisik dilapangan tidak terkait secara langsung dengan RTRW Surabaya. Lahan tak terbangun lainnya (sawah) mengalami penyempitan. IV . Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Berdasarkan data dari BPN. perdagangan dan industri). maka persoalannya menjadi jelas bahwa setiap pelaksanaan pembangunan fisik di kota Surabaya tidak berpedoman langsung kepada RTRW Surabaya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. Apartemen. salah satunya adalah dengan penerbitan IMB. Persetujuan Dinas Tata Kota diwujudkan dalam bentuk penerbitan syarat zoning yang selanjutnya diteruskan ke Dinas Bangunan untuk memproses IMB. Dari segi transportasi akan dikembangkan sistem transportasi yang terpadu antara darat. akan dilakukan revitalisasi S. Kampung percontohan Jl. antara tahun 1999 hingga tahun 2001. Bubutan serta Rumah susun Menanggal C. Dilain pihak lahan tak terbangun (berupa tanah kosong) mengalami peningkatan. dunia fantasi dengan fasilitas parkir. yaitu terjadinya pertambahan luas lahan untuk kawasan terbangun (terutama untuk permukiman.28 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Selain itu dilakukan dalam rangka mendukung pengembangan water front city. perkantoran. Kawasan tersebut akan dikembangkan untuk kegiatan pertokoan. Kalimas. laut dan udara. Hal ini terjadi karena adanya pemekaran Kota Surabaya di bagian timur. Kalimas. Kalimas sepanjang ± 12 km bertujuan untuk peningkatan kualitas lingkungan dan estetika kota serta kualitas sumber daya air.

sementara aktivitas evaluasi tata ruang justru lebih sering dilakukan. Instansi Penyelenggara Perijinan Tata Ruang. Sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektur yang bertugas melakukan pelayanan tata ruang. peninjauan lapangan serta tindakan penertiban yang dapat berupa penertiban langsung dan penertiban tidak langsung. Rencana parsial disusun oleh Dinas Tata Kota untuk memenuhi melonjaknya permintaan pengembangan lahan di kota Surabaya. dimana di dalam RTRW arahannya mixed use sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian. Untuk operasional telah disusun rencana parsial.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pada saat ini rencana tata ruang yang ada di Kota Surabaya tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk menjadi pedoman dan arahan bagi setiap kegiatan pemanfaatan ruang. Sementara itu ditemukan pula inkonsistensi lainnya disepanjang Jalan Wiyung . maka pihak-pihak yang terlibat antara lain BAPPEKO. evaluasi dan pelaporan pemanfaatan ruang. 35 Tahun 2001 tentang rincian tugas Dinas Tata Kota yang dinyatakan secara tegas bahwa tugas-tugas perencanaan pelaksanaan dan pengendalian tata ruang dilakukan hanya oleh Dinas Tata Kota Surabaya. Di Kota Surabaya kegiatan penataan ruang sebagian besar dilakukan oleh Dinas Tata Kota dan BAPPEKO. akan tetapi dalam rencana yang telah disusun terdapat beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang dominan.300 Ha. sanksi pidana dan sanksi perdata. Hal ini terlihat sampai saat ini tidak pernah ada catatan aktivitas Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang terkait dengan pengawasan dan pengendalian ruang.17. Hal tersebut dipertegas dengan adanya Sub Dinas Perencanaan Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan program dan perencanaan tata ruang. Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan RDTRK di kota Surabaya mencapai lebih dari 3.000 yang dimanfaatkan sebagai IV .Menganti dimana RTRW merekomendasikannya sebagai kawasan mixed use/hunian sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian. Dinas Teknis dan anggota Masyarakat. pembatasan sarana prasarana dan penolakan ijin. misalnya pada pengembangan Kawasan Gunung Anyar.29 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kedalaman rencana parsial adalah sama dengan RTRK namun produk utamanya adalah peta skala 1 : 1. Kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang seperti dinyatakan dalam Permendagri Nomor 8 Tahun 1998 pasal 16. Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan pengendalian dan evaluasi tata ruang. Sedangkan penertiban tidak langsung dapat dilakukan dengan pengenaan pajak/retribusi. Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pada tahapan pengendalian pemanfaatan ruang.18 akan meliputi kegiatan-kegiatan monitoring. Luasan inkonsistensinya adalah sekitar 220 Ha. Dinas Tata Kota. Seperti dinyatakan dalam SK Walikota No. Luas inkonsistensinya adalah sekitar 350 ha. Pada penertiban langsung. tindakan yang dapat diberikan adalah sanksi administratif.

00 103. • Untuk kegiatan pembangunan yang menyangkut lingkungan tempat tinggal. hampir semua responden bersedia terlibat. Tabel 4.1. sehingga pelaksanaan pembangunan (pengambilan kebijaksanaan) harus mampu merespon keinginan/aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Tetapi jika menyangkut pembangunan yang bersifat kegamaan. maka diperoleh gambaran mengenai seberapa besar kesediaan/partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Surabaya. Kesediaan mereka untuk berperanserta dalam kegiatan pembangunan terlihat sangat tinggi. Kegiatan pembangunan yang dimaksud. Kegiatan rencana penyusunan parsial baru dimulai tahun 1999 lalu dan sampai sekarang baru 7 kawasan yang telah disusun tata ruangnya. Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Kota Surabaya Keberhasilan pembangunan kota sangat tergantung pada keterlibatan masyarakat kota Surabaya.1 Luasan Inkonsistensi Data Ruang RTRW dengan Rencana Parsial Di Kota Surabaya No 1 2 3 4 Jeruk Semolowaru Semampir Kedung Cowek Lokasi RTRW 2005 Hunian Fasum Hunian Hunian Jumlah Sumber : RTRW Kota Surabaya Partial Plan RTH Komersial Fasum Industri Dimensi (Ha) 51. bukan dokumen RTRK seperti ketentuan Permendagri No. 2 Tahun 1987. keterlibatan terhadap pembangunan selalu dikaitkan dengan segi finansial. tidak ada perbedaan antara kegiatan yang bersifat rohani atau bukan. Pembangunan kota akan mampu melibatkan masyarakat jika pembangunan tesebut memberikan manfaat atau paling tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. apabila pembangunan yang dilaksanakan mampu membuka peluang kerja.00 30.70 17. Jadi dalam hal ini keterlibatan masyarakat terhadap pembangunan lebih ditujukan bagi kepentingan finansial. karena luasan yang direncanakan dalam format rencana parsial relatif kecil. Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan rencana parsial di kota Surabaya mencapai lebih dari 130 Ha.2. Khusus untuk Etnis Cina.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan acuan pengembangan lahan di lapangan. Gambaran yang diperoleh adalah: • Sebagian besar responden menjawab bahwa mereka mau berpartisipasi terhadap pembangunan kota.70 D.4.30 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .00 5. Beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang ditemukan tidak seekstensif dan seintensif inkonsistensi yang terjadi antara RTRW – RDTRK – RTRK. mereka mau berpartisipasi tanpa mementingkan segi finansial. Berdasarkan hasil wawancara terhadap responden yang dipilih dari kelompok-kelompok masyarakat. IV .

dimana beberapa perencanaan tidak terealisasi antara lain karena keterbatasan dana dan pembebasan lahan.Wilayah datar.Pelayanan pelabuhan Tanjung Perak sudah padat. 4. . pembuatan tempat sampah.1. swakarsa dan tenaga. IV . khususnya container relatif lambat (3 hari). • Utilitas Kota Masih belum terpenuhinya kapasitas dan kualitas utilitas kota yang memenuhi standar (internasional). Bangkalan. • Penataan Ruang Penataan ruang berkaitan dengan perencanaan. rendah (pantai) dan menjadi daerah banjir di sebagian wilayah Kota Surabaya . pada umumnya air sungai sudah tidak layak untuk air minum. • • • • Perumahan/Permukiman Permukiman Kumuh/liar Sampah dan Pencemaran Banjir/genangan Kebersihan dan Lingkungan Drainase Kota Lingkungan Hidup Masih rendahnya kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan kreativitas masyarakat kota Surabaya. .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan seperti: membuat jalan kampung.Masih belum memadainya kapasitas dan kualitas pelayanan sistem angkutan massal intra urban (Gresik.Sumber air sungai tidak mengalir ke wilayah Surabaya. Mojokerto.4.3 Isu Permasalahan Kota Surabaya • Hidrologi/Pengairan . Surabaya dan Lamongan).Kondisi lalu lintas: macet. .31 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Transportasi . hal ini berkaitan dengan terbatasnya lahan untuk pelabuhan. Untuk kegiatan-kegiatan seperti ini masyarakat akan bersedia secara swadana. memelihara kebersihan kampung. pengadaan lampu jalan. Pelayanan bongkar muat di pelabuhan. peringatan hari-hari besar.Tingkat kepadatan di Bandara Juanda sudah tinggi.

895% dari luas total wilayah.330.1. sedangkan sisanya berupa dataran landai yang berada di tepi laut. dari kemiringan lerengnya. Daerah diantara perbukitan umumnya berupa dataran yang sempit. sekitar 85% wilayah Kota Balikpapan merupakan daerah yang berbukit-bukit. Kecamatan Balikpapan Barat. Kondisi Fisik Dilihat dari topografinya. Kecamatan Balikpapan Utara.19 Ha atau 43.batas administrasi Kota Balikpapan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : : : : Kabupaten Kutai Kartanegara Selat Makasar Selat Makasar Kabupaten Pasir Luas wilayah Kota Balikpapan seluruhnya adalah 50. kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional. Kecamatan Balikpapan Tengah.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Balikpapan memiliki kemiringan lereng yang bervariasi antara 0% (di wilayah pantai) sampai lebih dari 40% di daerah pedalaman yang berbukit. Kecamatan Balikpapan Selatan. Salah satu tugu di Kota Balikpapan Batas. Kemiringan Lereng yang bervariasi IV .5.181. Luas wilayahnya 0. Dalam konteks rencana tata ruang nasional. Topografi Ditinjau daerah perbukitan bergelombang dengan kemiringan rata-rata 10-15% dengan relief kurang dari 100 m. A.1.57 ha atau 503.35 km² terdiri dari 5 kecamatan Pada tahun 1997 Kota Balikpapan secara resmi dimekarkan dari 3 kecamatan menjadi 5 kecamatan.24% dari luas Provinsi Kalimantan Timur.5 Kota Balikpapan 4.1 Gambaran Umum Kota Balikpapan merupakan salah satu kota terbesar di Kalimantan Timur dan merupakan pusat pertumbuhan nasional di Kawasan Timur Indonesia. yaitu: Kecamatan Balikpapan Timur. Persentase terbesar luas wilayah dengan kemiringan 0-2% seluas 22.32 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

Potensi hidrologi yang terdapat di kota Balikpapan meliputi air tanah dan air permukaan (waduk dan sungai). B.578.pertokoan Kawasan pertamina Bandara Sepinggan Lapangan Golf Land clearing Pertanian.133. terdiri dari : Sawah Kebun campuran Kebun kelapa Karet Tegalan Ladang Tambak waduk IV .65 2 9.33 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih Luas 5.1 Tabel 4. Kondisi topografi dan fisiografi wilayah yang berbukit.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Balikpapan yang terletak di tepi pantai. kota Balikpapan memiliki ketinggian yang beragam dari 0 sampai 100 meter di atas permukaan laut.75 18.5. dapat dilihat pada Tabel 4. Ditinjau dari ketinggiannya. Potensi air tanah termasuk dalam klasifikasi cukup baik. Wilayah terbangun kota Balikpapan umumnya terletak pada ketinggian 0-80 meter dari permukaan laut. terdiri dari : Perumahan Perusahaan Perkantoran. Potensi air permukaan berupa Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih kota Balikpapan dengan kapasitas 500 liter/detik dan baru dapat memenuhi kebutuhan air bersih 56% penduduk kota. memiliki garis pantai sepanjang 80.50 (%) 10.1.5.05 .1.1 Penggunaan Lahan Kota Balikpapan Tahun 2005 No 1 Jenis Penggunaan Tanah Pemukiman.4 km.1. menyebabkan pola aliran tanah yang terbentuk mengalir dari wilayah bagian utara menuju ke arah bagian selatan kota. meliputi Teluk Balikpapan dan pesisir yang berhadapan dengan Selat Makassar. Sebagian besar wilayah terbangun kota Balikpapan berada pada ketinggian 20 meter dpl.1. Penggunaan lahan Penggunaan lahan di kota Balikpapan sebagian besar didominasi oleh penggunaan lain-lain.

923 50.00 Sumber: Bappeda.586 26.894 764 378 500 515 Sumber : Monografi Kelurahan Tahun 2004.425 54. Kota Balikpapan 2005 C. pekerjaan dan etnis yang heterogen.1.24 (%) 28. saluran.331. sungai Total Luas 14. Jumlah penduduk tidak/belum terdistribusi secara merata. dengan struktur penduduk yang berlatar pendidikan. diambil dari Lap. Kepadatan penduduk dan warga sekitar di Kecamatan Balikpapan Selatan Tabel 4. dan masih memusat di Kecamatan Balikpapan Selatan (± 35% dari jumlah total penduduk).558 Perempuan 40.479 jiwa (Laporan Interim Penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015.337 23.808 53.78 50.34 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .204 86.583 186.2.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk Kota Balikpapan Tahun 2004 No 1 2 3 4 5 Kecamatan Balikpapan Barat Balikpapan Selatan Balikpapan Utara Balikpapan Timur Balikpapan Tengah Total Laki-laki 45. Interim RTRW Kota Balikpapan 2005 IV . tahun 2005).75 21.379 99.1.35 100. terdiri dari : semak alang-alang danau rawa pasang surut jalan.565.192 285.5. Penduduk Jumlah penduduk mencapai 537.595 100.787 47.479 Kepadatan (jiwa/Km²) 170 3.94 42.593 60.018 114.1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan No 3 4 Jenis Penggunaan Tanah Hutan.1. terdiri dari : hutan belukar hutan rawa Lain-lain. Jumlah penduduk serta kepadatan penduduk per kecamatan tahun 2004 dapat dilihat pada Tabel 4.168 251.5.053.360 537.921 Jumlah 85.

00 451. Perdagangan. Perekonomian Perkembangan PDRB Kota Balikpapan pada tahun 2002 berdasarkan harga konstan 1993 cenderung mengalami peningkatan.180.80 130. Penggalian dan Pertambangan 3.666.51 29.768. Pengangkutan dan Komunikasi 8.43%. Pemerintah Kota Balikpapan dalam melaksanakan kebijakan penataan ruangnya telah mempunyai beberapa Perda Kota Balikpapan tentang penataan ruang.99%. 4.314.262. Bangunan 6.35 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .07 273.776.585.232.52 4.890. Hotel dan Restoran 7. Jasa-jasa PDRB Sumber: Bappeda Kota Balikpapan . dan Perikanan 2.971.526. Pertanian.dengan persentase terbesar diterima dari sektor industri pengolahan sebesar 37. Kota Balikpapan telah memiliki rencana tata ruang yang berdimensi jangka panjang (20 tahun) yaitu tahun 19741994 dan jangka menengah (10 tahun) yaitu tahun 1994 – 2004.1. Industri Pengolahan tanpa Migas 4.5.25 493. IV .38 4.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Balikpapan Sejak diresmikannya sebagai wilayah administrasi pada tahun 1959. dimana dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2002 laju pertumbuhan ekonominya sebesar 54. persewaan. Pendapatan per kapita Kota Balikpapan pada tahun 2003 mencapai Rp.50 32.17 1.416. PDRB Kota Balikpapan didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar Rp.325.958. Tahun 2002. Keuangan.049.Tabel 4.753.5.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D.88 314. Persewaan.905.392. Listrik. Sedangkan laju pertumbuhan terbesar diberikan oleh sektor keuangan.69 298.768 (juta) atau 43.1. Perda Kota Balikpapan No 24 Tahun 2000 tentang Bangunan.73%. yaitu : a. 2002 44.104.291..12%.83 Pendapatan Kota Balikpapan pada tahun 2003 sebesar Rp.924.1. 8. dan Jasa Perusahaan 9. dan jasa perusahaan sebesar 13.86 123.953.266. Sedangkan untuk tahun 2002 sendiri pertumbuhan ekonomi naik sebesar 6.39 916.72 141. Peternakan.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1.20 985. 435. Gas dan Air Minum 5.70 293.823.000. 1.28 2003 47.816.84%.88 141.59 1.3 PDRB Kota Balikpapan Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 .430.742.987.878.878.

Perdagangan. Perda No. Dalam Penyusunan penyusunannya terdapat 4 hal yang baru penyusunannya yaitu mengintegrasikan tata ruang darat dan laut. Penyusunan RTRW Kota Balikpapan tahun 2005 . Perda No. yaitu wilayah yang terletak di Selat Makassar dan Laut Sulawesi. Pemerintah Kota Balikpapan menyusun RTRW 2005-2015 dengan muatan materi yang berbeda dan prosesnya yang lain dari sebelumnya.2015 RTRW Kota Balikpapan pelaksanaannya dimulai tahun 2004. A. pesisir dan laut serta industri pariwisata. Selain itu di sisi sebelah utara ke selatan Laut Jawa terbentang pantai yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi pelabuhan samudera. 4 Tahun 2002 Tentang Larangan dan Pengawasan Hutan Mangrove Pada saat ini RTRW Kota Balikpapan tahun 2005-2015 sedang disusun untuk menggantikan RTRW Kota Balikpapan tahun 1994-2004 yang telah habis masa berlakunya. Diharapkan dengan peranserta publik/masyarakat melalui konsultasi IV .36 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . masyarakat turut dilibatkan sejak dari awal prosesnya dan prinsip optimalisasi smber daya baik di hulu maupun di hilir. Oleh karena itu dalam menyusun RTRW-nya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan b. Aktivitas pembangunan tersebut perlu dikelola secara benar sesuai dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Kegiatan pembangunan di bagian hulu kota Balikpapan selama ini diwarnai dengan kegiatan pembukaan lahan untuk pembangunan pemukiman/perumahan dan kepentingan ekonomi seperti pusat-pusat perbelanjaan serta perkantoran. 27 Tahun 2001 tentang Garis Sempadan Sungai. 15 Tahun 2001 tentang RTRW Kota Balikpapan Tahun 2000-2010 c. potensi kelautan Balikpapan cukup besar yaitu meliputi sumberdaya perikanan. Visi Balikpapan dalam jangka panjang adalah”Terwujudnya Balikpapan Sebagai Kota Industri. Dengan visinya tersebut kota Balikpapan sangat tergantung pada aktivitas eksploitasi sumur migas oleh beberapa perusahaan minyak. data yang digunakan berbasis pada sistem informasi geografis (SIG). sehingga dalam penyelenggaraannya perlu dilaksanakan dengan prinsip lestari. Sehingga aktivitas yang akan terjadi di perairan pesisir dan laut Balikpapan ditambah dengan keberadaan aktivitas di hulu akan sangat besar. Balikpapan merupakan pusat industri pengilangan minyak wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang mensuplai kurang lebih 30% kebutuhan BBM nasional untuk Indonesia bagian timur. Jasa dan Pariwisata Dalam Nuansa Kota Beriman”. Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai d. Perda No. Selain memiliki potensi alam migas. mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan pendekatan berbasis pada DAS (Daerah Aliran Sungai) dan prosesnya diperkaya dengan melibatkan publik/masyarakat melalui konsultasi publik. Daerah Manfaat Sungai.

maka kota Balikpapan banyak dilirik oleh para investor untuk menanamkan modalnya sesuai dengan potensi kotanya. Oleh karena itu tantangan dengan yang dihadapi ialah bagaimana harus mengakomodasikan berbagai kepentingan pengelolaan kawasan pesisir dan pantai yang menjadi kewenangan kota berbagai permasalahan yang dihadapi seperti polusi. dalam pengaturan rencana tata ruang. e. pengrusakan mangrove. zoning peruntukan untuk kawasan sekitarnya harus jelas dan tidak boleh bertentangan dengan keberadaan kedua hutan lindung tersebut. Pertumbuhan penduduk yang tinggi yang diakibatkan adanya pendatang (migrasi dari luar daerah) di Provinsi Kalimantan Timur termasuk di Balikpapan sebagai konsekuensi bagi daerah yang sedang berkembang. sehingga perlu dilakukan pengaturan tata ruang yang sebaik-baiknya. c. Oleh karena itu rencana tata ruang yang disusun harus dapat mengakomodasikan kepentingan-kepentingan investasi agar dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi warganya. Pemanfaatan ruang di kota Balikpapan haruslah sesuai dengan kaidah pengelolaan lingkungan/lahan yang baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang sangat merugikan. d. permukiman kumuh. Penyusunan RTRW ini memuat hal yang relatif baru. Sebagai kota yang pernah menduduki peringkat kedua kota paling kondusif untuk investor. Konsekuensi dari kedudukan tersebut ialah bahwa pembangunan prasarana atau infrastruktur kota setidaknya harus memiliki hirarki pelayanan regional bahkan nasional. b. yaitu tata ruang yang mengintegrasikan aspek daratan dan aspek pesisir laut (coastal-marine). kegiatan industri di kawasan pesisir dan lainnya. Kawasan kota Balikpapan 85 % wilayahnya terdiri atas kawasan perbukitan. Dalam konteks nasional kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai salah satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional. Oleh karena itu.37 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Penyusunan RTRW Balikpapan memiliki tantangan yang cukup berat sesuai dengan perkembangan dan kedudukan kota Balikpapan dalam konteks nasional. Tantangan tersebut antara lain: a.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan publik ini dapat dihasilkan RTRW yang sesuai dengan harapan masyarakat. meskipun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan baik dalam substansi maupun prosesnya. Kendala limitasi atau keterbatasan wilayah. regional maupun lokal. seperti terjadinya longsor dan banjir. Oleh karena itu pengaturan tata ruang harus dapat memprediksi pertumbuhan penduduk dan perkiraan jumlah penduduk pada setiap IV . f. Keberadaan Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan Lindung Manggar yang tetap harus terus dijaga keberadaannya. khususnya wilayah darat.

Suasana lomba gambar bagi pelajar SD Tentang harapan mereka untuk kotanya. Kegiatan konsultasi publik dilakukan dengan berbagai kegiatan mulai dari diskusi komunitas kecil sampai dengan diskusi terbuka dengan jumlah peserta yang cukup banyak.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan kawasan. Karena pemanfaatan ruang dilakukan oleh berbagai pelaku pembangunan dimana masingmasing dapat berperan sebagai pelaku utama pembangunan. keterlibatan publik dalam kegiatan yang terkait dengan kebijakan publik akan sangat penting. dilaksanakan oleh masyarakat dan pelaksanaannya diawasi juga oleh masyarakat. Proses Konsultasi Publik Dalam Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Dalam penyusunan rencana tata ruangnya Pemerintah Kota Balikpapan melibatkan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam UU 24 Tahun 1992 dan PP 69 Tahun 1996. di mana masyarakat dilibatkan sejak tahap awal perencanaan.38 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sehingga tidak terjadi pemusatan penduduk hanya berada pada satu kawasan yang tidak sesuai dengan daya dukung fisik lingkungan dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. pelibatan masyarakat dan swasta tidak hanya dalam proses pengambilan keputusan pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan aspirasi masyarakat. Pelibatan masyarakat dilakukan dengan mengadakan konsultasi publik. Dengan demikian. namun juga dalam pengambilan keputusan pemanfaatan ruang oleh pelaku utama masyarakat dan swasta. maka pelibatan masyarakat dan swasta dalam pemanfaatan ruang kota berarti mengikutsertakan masyarakat dan swasta dalam perumusan dan penetapan kebijakan yang terkait dengan pemanfaatan ruang perkotaan yang dilakukan oleh pelaku utama. Jadi. Selain itu diadakan berbagai pameran. lomba bagi pelajar dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan. Kebijakan yang berhubungan dengan penataan dan pemanfaatan ruang kota tergolong pada kebijakan publik karena mempengaruhi publik baik secara langsung maupun tidak langsung. Diskusi dilakukan juga di mushola IV . B.

Dalam konsultasi publik pelaksanaannya dibantu oleh Mitra Pesisir. Wilayah berdasar DAS dan Kelompok Kepentingan (Stakeholders) Penelitian Fisik dan Sosek Input Masyarakat PERSIAPAN ARAHAN Pemerintah Inception Report Konsultasi Publik (KP) 1 KONSULTAN Draft Interim Konsultasi Publik (KP) 2 Pembahasan draft interim (Klarifikasi Input) DRAFT FINAL KP Perda LEGALISASI PERDA Sumber : Bappeda Kota Balikpapan.39 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .1 Tahapan Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Tahun 2005-2015 • Pembuatan Acuan oleh Bappeda • Proposal • Tender Penjabaran Visi Misi Kota.2. pembagian KP.1. Program / masukan dari masing-masing instansi pemerintah Input awal arahan Pemkot 10 tahun ke depan.1. Suasana Pembelajaran dalam proses konsultasi publik dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan Diagram 4. Pemda Kota Balikpapan membangun kemitraan dengan Ditjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP serta Mitra Pesisir untuk menyusun RTRW tersebut.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tahapan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan dapat dilihat pada Diagram 4.5.2. 2005 IV .1.5. KP melalui media.

Akomodatif pemerintah terhadap pendapat dan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat. dalam proses perumusan issue permasalahan kota Balikpapan. sehingga mengurangi kesenjangan antara masyarakat dengan Suasana dalam pelaksanaan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan. Mengetahui dan memahami proses pengambilan keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam suatu penataan ruang kota. c. c. Mengetahui dan memahami proses perencanaan tata kota secara utuh. Kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi dalam proses penataan kota. D. - Bagi Masyarakat dan Stakeholder lainnya a. IV . Mulai membuka diri/transparansi dalam proses perencanaan sehingga akan dapat mengurangi terjadinya konflik dalam pelaksanaan/implementasinya. b.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. b. d. Masyarakat dan Swasta ditempatkan sebagai salah satu stakeholder dalam proses penataan kota. Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan. d. Keuntungan/Hal – Hal Positif Bagi Pemerintah Pelaksanaan Kegiatan Konsultasi Publik (KP) dan Penyusunan RTRW dirasakan sebagai suatu hal yang positif dan merupakan implementasi dari Komitmen Pemerintah Kota untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (Good Governance). Mulai aspiratif dalam pembuatan kebijakan pemerintah kota.40 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Beberapa Hambatan Perlunya pelatihan tentang tata ruang wilayah/ kota untuk memberi dasar dalam menjembatani proses konsultasi public ke masyarakat Keterbatasan keterlibatan narasumber. Beberapa hal yang positif tersebut antara lain pemerintah : a.

Dalam menetapkan kawasan lindung yang dijadikan acuannya adalah Keppres 32/1990. Faktor ketepatan memilih perwakilan dan proses penggalian ide dan masukan menjadi penting karena akan berpengaruh pada keterwakilan suara kelompok masyarakat serta kualitas ide dan masukan yang diberikan. undangan. e. d.5 Ha. c. sempadan pantai. Pemanfaatan Ruang di Kota Balikpapan Pemanfaatan ruang meliputi pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya dan kawasan lindung. dan perubahan sikap menjadi lebih peduli pada setiap langkah pembangunan Kemauan untuk terbuka dalam memberikan informasi dan keterangan pembangunan oleh Pemerintah akan membuahkan hasil pada bertambahnya wawasan dan pengetahuan Pemerintahan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya alat Bantu yang memudahkan proses KP. Ruang terbuka kota/taman. yaitu hutan lindung. Di kota Balikpapan terdapat 2 kawasan lindung yaitu Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Balikpapan Utara seluas 9. ditandai dengan adanya peningkatan jumlah masyarakat yang berpartisipasi. Kesimpulan Pembelajaran Proses Konsultasi Publik Proses konsultasi publik adalah salah satu cara melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi masyarakat secara aktif dalam pembangunan. kawasan sekitar danau/waduk. terdiri atas kawasan sempadan sungai. seperti : peta. Dengan proses ini diharapkan akan meningkat kepercayaan dirinya. gambar. b. peningkatan meningkatnya jumlah kepercayaan yang masyarakat terhadap dalam masyarakat berpartisipasi pembangunan. Kawasan lindung di kota Balikpapan meliputi: a. dan berkurangnya pelanggaran terhadap peraturan perundang- . Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya. meningkatnya kualitas dan kunatitas masukan yang diberikan untuk pembangunan.41 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik masyarakat. Kawasan perlindungan setempat. Kawasan suaka alam hayati dan cagar alam.782. Metodologi KP terdahulu memungkinkan aspirasi dari para stakeholder kurang terarah E.8 Ha dan kawasan Hutan Lindung Sungai Manggar (HLSM) yang termasuk dalam Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur dengan luas 5.049. F. Dalam kawasan HLSM IV . leaflet dll (terutama bagi masyarakat umum). kawasan sekitar mata air dan kawasan terbuka hijau kota. Kawasan rawan bencana.

Belum ada jalan inspeksi dan masyarakat yang bermukim di sana berbatasan langsung dengan hutan lindung. selain itu terdapat sawah. tetapi sangat strategis karena mensuplai kebutuhan air bersih kota Balikpapan yaitu bagi 70 % penduduk kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan berada Waduk Manggar yang menjadi salah satu pemasok air bersih untuk warga kota Balikpapan. ladang dan hutan mangrove (0. Kawasan Hutan Lindung di Balikpapan Permasalahan pada kawasan hutan lindung di kota Balikpapan adalah : Rawan kebakaran hutan. Hutan Lindung DAS Manggar sebagai salah satu penyangga kota Balikpapan yaitu sebagai daerah tangkapan air untuk Waduk Manggar. HLSM meskipun tidak sepopuler S. Jalan inspeksi berfungsi untuk pengawasan dan pengendalian terhadap penduduk yang bermukim secara sporadis. sehingga mengakibatkan terjadi perubahan fungsi lahan menjadi tegalan.3%). sehingga masyarakat belum tahu persis keberadaan dan fungsi hutan lindung. meskipun demikian pada kawasan ini terdapat penduduk yang bermukim baik di sekitar maupun di dalam kawasan hutan. Kawasan HLSW merupakan DAS S. kebun campuran serta sawah semakbelukar/alang-alang. Penambangan batu bara di sekitar hutan lindung yang berakibat rusaknya dan hilangnya air tanah di kawasan Waduk Manggar. Pengalihan fungsi lahan.9%). IV . Penggunaan lahan di kawasan tersebut berupa hutan lindung. Wain dengan Sub DAS Bugis. Masyarakat melakukan kegiatan perambahan kawasan areal berhutan dengan melakukan penebangan liar dan perladangan. Belum adanya batas penegasan hutan lindung dan kawasan penyangga (buffer zone).42 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Penggunaan lahan HLSW didominasi oleh hutan primer (49 %) dan alang-alang (43. Penebangan liar. Permasalahan tersebut dapat mengganggu fungsinya sebagai hutan lindung. Wain.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Pada musim hujan terjadi erosi. • Hutan kota berfungsi sebagai : Paru-paru kota. Sepinggan seluas 0. dan musim kemarau lahan tersebut kering dan rawan akan kebakaran Di Balikpapan terdapat 14 hutan kota dengan luas total 62. industri dan pembangunan infrastruktur tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung IV .12 % dari luas total. yang terdiri dari 5 jenis : • Hutan kota Hutan mangrove Hutan wisata/wana wisata Agrowisata Green belt kawasan Belt Unocal Balikpapan Luas hutan kota tersebut bervariasi.4071 Ha. Terjadinya lingkungan. mengakibatkan terjadinya kerusakan ekologi hutan kota. Sebagai pelindung keberadaan cadangan air. Rawan erosi akibat pembukaan lahan. Potensial sebagai kawasan wisata. konversi lahan menjadi permukiman. yang terluas Selatan seluas 29. masih jauh dari standar berdasarkan PP No. 63/2002 yang menyatakan bahwa hutan kota luasnya 10 % dari wilayah perkotaan. perumahan. Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai. Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota. Penyeimbang ekologi kawasan maupun kota. misalnya taman wisata alam. Luas total hutan kota hanya 0. Hutan Kota di Balikpapan • Permasalahan berkaitan dengan hutan kota : Terjadinya kebakaran hutan dan pemukiman penduduk dalam kawasan hutan kota. agro wisata dan lainnya. Tempat hidup/habitat bermacam-macam hewan. Pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan lingkungan yang melewati hutan kota.574 Ha dan yang terkecil hutan kota di Kel.43 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .2920 Ha. Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota.

Pendangkalan di muara sungai di Balikpapan. Rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran. Kota Balikpapan terletak di tepi pantai. Sungai di Kota Balikpapan berfungsi pula sebagai alat transportasi air Permasalahan yang berkaitan dengan sistem drainase di kota Balikpapan yaitu terjadi banjir dan genangan. di mana terdapat 19 buah sungai di kota Balikpapan dan sebagian sungai menjadi sumber air baku bagi air minum penduduk kota. kawasan wisata.4 km. Eksploitasi yang telah dilakukan belum diikuti dengan kegiatan reboisasi yang seimbang. sebagai pelabuhan. diantaranya : Kawasan pantai di kota Balikpapan kawasan permukiman terutama nelayan dan merupakan kawasan permukiman lama. dan memiliki garis pantai sepanjang 80. Kawasan lindung lainnya yaitu sempadan sungai. Pemanfataan ruang sepanjang pantai sebagai kawasan konservasi. kawasan industri dan IV .44 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan. karena masih merupakan drainase alam yang tidak beraturan. Saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Kawasan lindung merupakan sempadan pantai sepanjang 100 meter. Pesatnya pembangunan kota. yang mengakibatkan terjadinya banjir. Misalnya di DAS Ampal yang sebagian telah berubah fungsinya menjadi kawasan perumahan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat. antara lain disebabkan : Profil saluran belum teratur. mengakibatnya terjadinya alih fungsi lahan di kawasan DAS sungai. tambak. Berbagai permasalahan berkaitan dengan ruang pantai akibat pemanfaatan tersebut. Selain itu prasarana pada DAS belum tertata dengan baik.

Fungsi waduk selain sebagai sumber air bersih juga sebagai pengendali banjir kawasan perkotaan. Hilang dan rusaknya tanaman pantai di pantai selatan Balikpapan. Kawasan suaka alam di Kota Balikpapan IV . penahan amukan angin topan. Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota. Waduk yang digunakan sebagai sumber air bersih dan pengendali banjir sebagai waduk penampung air untuk menampung kebutuhan air bersih dan juga untuk kegiatan Permasalahan yang berkaitan dengan waduk antara lain adalah: Waduk sangat bergantung pada besar kecilnya kapasitas air hujan. kawasan penyangga waduk Balikpapan mengalami pengurangan. Kawasan sempadan waduk berfungsi mengamankan waduk yang terdapat di kota Balikpapan.45 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai. Kapasitas waduk belum mampu mencukupi kebutuhan air bersih.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kawasan permukiman cenderung kumuh. yang terdapat di sepanjang garis pantai (15 mil) dan berfungsi sebagai penahan abrasi. pencegah intrusi air laut dan terutama sebagai pendukung kehidupan biota laut. Kawasan suaka alam di kota Balikpapan merupakan hutan mangrove. penyerap limbah. potensi sebagai pengembangan wisata air dan budidaya perikanan. Akibat perluasan dan pengembangan waduk Manggar. Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Balikpapan selatan. Terjadinya abrasi pada kawasan pantai di permukiman nelayan Manggar dan pantai Lamaru. Bagian hilir DAS Wain dimanfaatkan industri.

Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir. Selain itu di Kota Balikpapan terdapat berbagai permasalahan di kawasan rawan bencana yaitu : Kawasan lahan kritis atau daerah bencana akibat erosi. Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah. Banjir. gelombang. Kawasan perbukitan dengan tingkat pelapukan tinggi juga merupakan daerah rawan erosi. yang diakibatkan antara oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu. Abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak. angin dan lainnya. fisik lahan untuk kawasan industri. Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam. Penyiapan Balikpapan. Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air. Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas di perbukitan terutama Kecamatan Balikpapan Barat dan Timur. tingkat erosi/longsor sangat tinggi karena lapisan tanah pada umumnya terdiri dari tanah alluvial dan pasir dengan butir sangat mudah lepas. akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit di seluruh wilayah kota IV . arus. Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga. Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan. industri dan eksploitasi tak terkendali. Ketidaklancaran aliran sungai. Kepemilikan lahan. Curah hujan yang terlalu tinggi. kayu bakar dan arang. Hilang/punah/pindah-nya primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosistem mangrove. Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong bukit (cut & fill). longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove.46 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . permukiman.

Kawasan budidaya meliputi : Kawasan budidaya sektoral meliputi kawasan pertanian. sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air. Permasalahan yang berkaitan dengan kawasan ini adalah : Terdapat lahan pertanian dan holtikultura yang terletak di lokasi strategis seperti di jalan utama. yang diakibatkan : Persentase hujan kurang. Kawasan permukiman Kawasan perdagangan dan jasa Kawasan perkantoran. Sedangkan perikanan darat yang berada di darat dalam bentuk tambak. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. tepi sungai maupun darat. Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah. Kekeringan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kebakaran hutan. Kawasan industri Kawasan pariwisata Kawasan khusus. kawasan wisata. Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air. peternakan dan perikanan. Perlu pemeliharaan sumber air untuk kelangsungan irigasi. mengingat wilayah yang belum terbangun masih cukup luas. perkebunan. baik di pantai. Mengendalikan permukiman dan budidaya lainnya. Perlu pengaturan debit air irigasi sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan air. Pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya pertanian cukup menonjol di kota Balikpapan. Kegiatan perikanan meliputi perikanan tangkap dan budidaya. Penggunaan lahan sebagian untuk sawah dan bukan sawah yaitu tanaman palawija serta sayuran. Akses untuk menjual hasil pertanian masih kurang. dengan kondisi : IV .47 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Perikanan tangkap terutama terkonsentrasi di sepanjang pesisir Balikpapan. Kawasan permukiman di kota Balikpapan diklasifikasikan : Permukiman nelayan di atas air/pantai. Keberadaan kawasan ini sebagai lahan cadangan perkotaan.

Pantai Balikpapan Timur. Permukiman cenderung berpindah-pindah. Cenderung tumbuh memanjang sepanjang garis pantai dari batas jalan kota sampai batas kedalaman pantai yang masih memungkinkan didirikan bangunan. Pola permukiman teratur. merupakan cikal bakal pertumbuhan suatu kawasan. Umumnya merupakan hunian lama/asli. dengan sarana dan prasarana yang memadai Permukiman instansi/perkantoran swasta/pemerintahan Permukiman real estate/developer Permukiman swadaya masyarakat dalam kota Permukiman transmigrasi Salah satu permukiman di darat dan permukiman di atas air Potensi dan permasalahan permukiman di atas air : Terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali IV . Merupakan permukiman ilegal. umumnya terdapat di dalam hutan atau di sekitar hutan. tumbuh tidak teratur baik berkelompok maupun perseorangan. Terdapat di : Pantai Balikpapan Selatan Pantai Balikpapan Barat. jauh dari sistem dan hirarki pelayanan kota. Permukiman industri/pabrik. cenderung tidak tertata/kumuh.48 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Permukiman di darat. Permukiman berladang. terdiri dari: Permukiman berpindah. Terletak di pinggir kota. Perumahan terencana dan disiapkan untuk kebutuhan karyawan pabrik.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tumbuh secara sprawl linier mengikuti garis pantai dan sungai.

belum dikelola secara terencana. menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensuplai kebutuhan penduduk akan ikan. Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan perumahan yang kurang memperhitungkan kondisi lingkungan. Kondisi sosial budaya . Misalnya kawasan Margasari merupakan cikal bakal kota Balikpapan.49 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayani infrastruktur/prasarana kota (jalan. Permukiman berpindah sangat merusak lingkungan serta terdapat di dalam hutan. Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana. Potensi dan permasalahan permukiman darat : Pemukiman berpindah kurang terintegrasi dengan sistem pelayanan kota. Permukiman tumbuh cenderung kumuh dan akan menimbulkan kerawanan sosial. IV . Fasos dan fasum yang ada kurang memadai.air bersih. Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan. Permukiman nelayan umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas. sehingga dapat menimbulkan bencana (misal longsor. Pada kawasan perkotaan di mana nilai tanah sangat tinggi menyebabkan kepadatan permukiman sangat tinggi. Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. lain dengan permukiman instansi/industri/real estate dan permukiman swadaya. kecuali permukiman di atas air di Kecamatan Balikpapan Timur (Manggar) yang berada di tepi jalan utama kota Balikpapan. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai. Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan. Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. drainase. dan kurang didukung oleh penyediaan fasos dan fasum oleh Pemda. Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan melalui laut. limbah/sanitasi). persampahan. cenderung jadi permukiman kumuh. banjir dan lainnya).

modern dan perdagangan informal. Permasalahan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut. Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. Perdagangan di kota Balikpapan yang berkembang terutama perdagangan eceran. karena di beberapa lokasi menempati bahu jalan atau trotoar. Permasalahan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir. Menimbulkan masalah memacetan transportasi. Konsentrasi kawasan perkantoran terutama di jalan utama pusat kota. yaitu kawasan perumahan Pertamina. Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada. sehingga banyak pedagang yang berjualan di lahan parkir dan tepi jalan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Di kota Balikpapan terdapat permukiman lama yang tertata dengan baik. Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang. dari yang kurang representatif atau rusak. Kawasan perkantoran di Kota Balikpapan bersatu dengan kawasan perdagangan dan jasa serta kawasan perumahan. Perdagangan informal cenderung belum tertata dan mengganggu aktifitas pergerakan. hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen. KDB dan KLB). Kawasan perkantoran industri terletak di kawasan industrinya. Tidak ada TPS. Permukiman yang berada di kota banyak mengalami perubahan fungsi menjadi kawasan perdagangan Kawasan perdagangan meliputi perdagangan tradisional.50 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sebaran pertokoan besar sebagian terpusat di Kecamatan Balikpapan Selatan yang merupakan kawasan pusat kota. Salah satu kawasan perkantoran di Kota Balikpapan Salah satu kawasan perdagangan di Kota Balikpapan IV . Kondisi bangunan bervariasi. Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak. Sebaran pasar tradisional sudah cukup merata. Kotor dan kumuh.

terletak di tepi panyai sepanjang jalan Yos Sudarso di areal seluas 250 Ha.51 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Untuk menampung industri kecil yang tersebar di berbagai kawasan. Keadaan Buruh Industri dan Kawasan Industri di Kota Balikpapan Kawasan pariwisata di kota Balikpapan. Pengawasan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Penataan Kota dan Permukiman serta BPLH untuk permasalahan lingkungan hidup. sehingga dengan dipusatkan diharapkan tidak akan terjadi pencemaran lingkungan. Pusat kegiatan. Sanksi yang diberikan untuk pelanggaran berupa pembongkaran serta sanksi administratif. tempat bersejarah. Tugu. monumen. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pengendalian pemanfaatan ruang di kota Balikpapan dibawah koordinasi Bappeda Kota Balikpapan. Masyarakat kota Balikpapan dilibatkan dalam proses pengendalian pemanfaatan ruang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kawasan industri di kota Balikpapan terdiri dari : Kawasan industri kilang minyak milik Pertamina. Dalam proses pengesahan site plan Bappeda dan PU dilibatkan. sedang dilakukan relokasi industri pengrajin tahu tempe di daerah Penajam. dibahas di Bappeda. Ijin prinsip dikeluarkan oleh Walikota. Hutan dan taman alam. Dalam proses perijinan kota Balikpapan menggunakan sistem satu atap (one door policy). terdiri dari berbagai obyek : Pantai. G. Kawasan industri pendukung pengelolaan tambang/migas di kawasan Batakan Kawasan khusus industri yang dikelola secara terpadu yaitu Kawasan Industri Kariangau (KIK). IV . Kemudian apabila sesuai dengan RTR baru ijin dikeluarkan. Bangunan unik. Ijin site plan (RTBL) dikeluarkan oleh Dinas Penataan Kota dan Permukiman. dengan melakukan kontrol terhadap kegiatan penataan ruang.

Dalam perbaikan lingkungan ini dilakukan dengan jalan konsolidasi lahan serta tidak ada penggusuran terhadap penduduk. Beberapa contoh kasus dalam pelibatan masyarakat di kota Balikpapan : Konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015. Dalam kegiatan ini penduduk dilibatkan sepenuhnya mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunannya. Proyek Peremajaan Perumahan Kota Kelurahan Gunung Sari Ilir Kecamatan Balikpapan Tengah.52 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Diresmikan pada tanggal 27 Mei 1997 oleh Walikota Balikpapan. Kelurahan Gunung Sari Ilir Bersama dengan masyarakat membuat rencana kerja (1) Swadaya masyarakat di dalam proses pengerjaan (2) Pemukiman di bantaran sungai yang belum tertata (3) Pemukiman setelah melalui proses penataan (4) IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam pengendalian pemanfaatan ruang perlu menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota serta mengendalikan pertumbuhan penduduk dan konsentrasi pembangunan kawasan terbangun dan permukiman di kawasan pesisir (Kota Balikpapan). Kawasan ini tadinya merupakan permukiman kumuh. Peremajaan perumahan ini menjadikan sungai sebagai halaman rumah mereka. H. infrastruktur tidak memenuhi persyaratan. agar masyarakatnya turut serta dalam proses penataan ruang. Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan Ruang Pemahaman masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang sudah cukup baik. Pemerintah Kota Balikpapanpun melibatkan masyarakat dalam kegiatan penataan ruang. Kegiatan ini merupakan proyek percontohan peremajaan perumahan kawasan kumuh dan menjadikan sungai sebagai halaman depan rumah. Dalam koran setempat ada sebuah rubik tentang kegiatan penataan ruang di Kota Balikpapan. Masyarakat baik melalui LSM bisa setiap waktu datang ke kantor Bappeda untuk berdiskusi mengenai permasalahan penataan ruang. Dengan konsolidasi lahan penduduk menyumbangkan sebagian tanahnya untuk fasilitas permukiman seperti jalan setapak serta ruang terbuka. dengan kepadatan yang cukup tinggi. Proses Proyek Peremajaan Perumahan Kawasan kumuh. mengingat dalam pada saat ini masyarakat sudah dilibatkan dalam proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan. sehingga kondisi sungai akan tetap terjaga kebersihannya.

Pembentukan DPML di Kelurahan Teritip. • Untuk bidang transportasi. c. b. sehingga arus lalu lintas bisa menyebar. antara lain : a. sehingga tidak akan menimbulkan/menambah permasalahan di masa yang akan datang. Pendangkalan sungai. f.3 Isu Permasalahan Kota Balikpapan Di Kota Balikpapan isu permasalahan yang dapat diperoleh dan diantisipasi adalah dalam hal: • Penggunaan lahan/pembangunan di tepi pantai. sebab pantai merupakan milik publik dan publik juga berhak untuk menikmatinya. Dalam hal ini Balikpapan yang terletak di pantai. e. Kerusakan terumbu karang akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dan penambangan karang. yaitu perlu segera adanya pembenahan dalam hal kepemilikan lahan. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.5. • • Kepemilikan lahan. memiliki hutan mangrove yang perlu dilindungi keberadaannya. Penataan kawasan pantai Balikpapan dengan jalan reklamasi pantai mulai dari Pelabuhan Semayang hingga Bandar Udara Sepinggan sepanjang 8 km dengan lebar 500 m ke arah laut. d.1. Abrasi pantai. g. sehingga masyarakat setempat akan memegang peranan penting dalam proses perencanaan sejak dari awal. yaitu perlunya pertimbangan yang matang terhadap dampak yang akan ditimbulkan jika akan melakukan reklamasi pantai. • Pengembangan Jalan Trans Kalimantan IV . Tumpang tindih pemanfaatan dengan daerah eksplorasi minyak. Pengelolaan kawasan tanpa melibatkan masyarakat sering menemui kegagalan. Penebangan magrove secara liar.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Partisipasi masyarakat dalam merintis Daerah Perlindungan Mangrove dan Laut (DPML) di Kelurahan Teritip Partisipasi masyarakat memegang peranan penting dalam pengelolaan kawasan konservasi. karena ada berbagai isu dan permasalahan. kemacetan di daerah-daerah tertentu. Inisiatif pembentukan DPML bersamaan dan dalam rangka mendukung proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015. 4. sehingga akan menjadi salah satu masukan bagi RTRW . Pencemaran lingkungan. Dan juga perlu dipikirkan mengenai pembangunan jalan lingkar.53 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . jaringan jalan linier yang hanya tertuju atau melalui pusat kota akan menimbulkan kepadatan.

perumahan kumuh. 4.782 Ha. Kondisi Umum Kota Pontianak merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat. transportasi (kemacetan) Selain permasalahan yang perlu diantisipasi.1 Gambaran Umum Kota Pontianak A. Kota Pontianak dilintasi oleh garis khatulistiwa yaitu pada 0º 02’ 24” Lintang Utara . Diikutsertakannya masyarakat dalam proses pembangunan/penyelenggaraan penataan ruang. IV . Manggar untuk kegiatan pertambakan Terjadinya abrasi pantai kawasan Manggar Kerusakan Mangrove di kawasan tepi sungai Somber Kawasan Rawan Bencana Patahan terletak dikawasan perkotaan Permasalahan drainase. sehingga diharapkan memperkuat rasa kepemilikan terhadap kotanya. sampah. yaitu: .6.0º 05' 37” Lintang Selatan dan 109º 16' 25” 109º 23' 01” Bujur Timur.54 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu sudut Tugu Khatulistiwa . Luas wilayahnya adalah 10.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • • • • • • • • • • Rencana pengembangan Bandara Sepinggan Pengembangan Kawasan Industri di Kariangau Pengembangan Pelabuhan Kontainer/Cargo di Kariangau Perubahan jalan minyak di kawasan Pertamina Balikpapan Penataan Kawasan Permukiman Atas Air di Balikpapan Barat Penyusunan dan Penataan Kawasan Teluk Balikpapan Mengintegrasikan tata ruang laut dengan tata ruang darat Konversi kawasan Mangrove di Kariangau untuk kawasan Industri Kerusakan Mangrove di Kawasan Teritip.Sebelah Selatan : . Batas-batas administrasi Kota Pontianak. Lamaru. Kecamatan Sungai Kakap dan Kecamatan Siantan. terdiri dari 5 Kecamatan dan 24 kelurahan.6 Kota Pontianak 4.1. terdapat juga hal-hal positif yang dapat dicontoh.Sebelah Utara : Kecamatan Siantan Kecamatan Sungai Raya.1. antara lain: • • Keterbukaan aparat pemerintah pemerintah dalam memberi informasi mengenai pengembangan kotanya.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan . Kondisi Fisik Kondisi topografi Kota Pontianak secara umum terletak pada ketinggian 0. maka Kota Pontianak mengalami kesulitan dalam pengembangan sistem drainase. Dari kedua indikator topografi ini dan ditunjang dengan keberadaan dua buah sungai besartergambar dengan jelas bahwa wilayah Kota Pontianak relatif datar.Sebelah Barat . Adapun kemiringan lahan di Kota Pontianak seluruhnya berkisar 0 . Untuk penggunaan lahan. sehingga sangat potensial untuk pengembangan kawasan budidaya.55 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . perindustrian. Dengan ketinggian seperti ini.4%). Disatu sisi kondisi seperti itu mudah diakses. Selain itu juga mendatangkan kemudahan dalam pengembangan kawasan budidaya.10 – 1. B. Kota Pontianak tampak dari Udara/atas IV .807. sehingga apabila air laut pasang hampir separuh dari luas wilayah Kota Pontianak tergenang oleh air pasang.2 %. maupun darat. permukiman maupun kawasan berbagai aktivitas produktif lainnya. yang sebelumnya pada tahun 1998 penggunaan lahan untuk kebun karet dan kebun campuran merupakan pengguna lahan tertinggi.93 ha (27. Akan tetapi. baik melalui udara. laut/sungai.953. Sistem drainase di Kota Pontianak dapat dikatakan belum begitu bagus.Sebelah Timur : : Kecamatan Sungai Kakap Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Ambawang (seluruh kecamatan di atas termasuk dalam wilayah Kabupaten Pontianak). baik berupa kawasan pertanian. di sisi lain. dimana sebagian besar diperuntukkan bagi perumahan sebesar 5.50 m di atas permukaan laut. berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan nasional Provinsi Kalimantan Barat terlihat bahwa sebagian besar penggunaan lahan di Kota Pontianak pada tahun 2003 sudah mengalami perkembangan. karena daerah yang relatif datar.86%) – jauh di atas penggunaan lahan untuk perekebunan karet dan kebun campuran sebesar 2. Kota Pontianak dapat dikategorikan sebagai kawasan budidaya.60 ha (53.

04 40.4 2. Apabila dirinci untuk setiap kecamatan.36 565.43 37.782 (%) 53.1.184 4.54 31.020 206.86 1.18%.995 3. 2003 Luas (ha) 5.17 683.6.266 96.08 69. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa dari segi keruangan.22 5. Tahun 1998 Lahan Terbangun (ha) (1) 1. intensitas penggunaan lahan di Kota Pontianak menunjukkan kinerja yang cukup bervariatif (Lihat Tabel 4.1. yakni mencapai 44.782 Jumlah Rasio Rasio Penduduk [(1)/(2)]*100 (3)/(1) (Jiwa) (3) (4) (5) 116. Kalbar.8 119.289 311 1.31 131.64 27. maka rasio terbesar terjadi di Kecamatan Pontianak Selatan.25 0. Olahan Peta Penggunaan Lahan 1999/2000.90 30.225 1.667 50.894 1.43%.97 6. besarnya rasio antara luas lahan terbangun dan luas lahan administratif di Kota Pontianak pada Tahun 1998 adalah 37.54% dan terkecil untuk Kecamatan Pontianak Utara mencapai 30.1.953.2 ) Tabel 4.891 10. IV .2 Perbandingan Luas Lahan Terbangun dengan Luas Wilayah dan Penduduk Di Kota Pontianak.34 100 Secara keseluruhan.002 2.13 2.1 Jenis Penggunaan Lahan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan Permukiman Perdagangan dan Jasa Perkantoran Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Industri dan Pergudangan Kebun Karet dan Campuran Hutan Lainnya/sungai dan parit Total Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka.44 10.4 Kecamatan Pontianak Selatan Pontianak Timur Pontianak Barat Pontianak Utara Kota Pontianak Sumber: Kantor Wilayah BPN Prov.18 90.24 1.807.009 Luas Wilayah (ha) (2) 2.800 44.60 133.8 168.93 320.1.6.1.1.6.5 160.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.56 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .4 81.847 478.

57 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Bentuk Kesenian Masyarakat di Kota Pontianak Meriam Karbit Di Tepi Sungai Kapuas Perahu Lancang Kuning Jumlah penduduk Kota Pontianak berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan berjumlah 448.683 126.19 100 IV .308 jiwa/Km2.834 69. sedangkan dari hasil Sensus Penduduk tahun 2000 penduduk kota Pontianak berjumlah 464.56 4. Jumlah 37.534 jiwa.495 jiwa.14 15.460 % 8. Kependudukan Jumlah penduduk tetap Kota Pontianak hasil Pendataan Pemilih dan Pendaftaran Penduduk Berkelanjutan kondisi tahun 2003 berjumlah 492.820 448.465 99.10 2. Dengan kata lain.3 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan Di Kota Pontianak. Tabel 4. Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 Pendidikan yang Ditamatkan Tidak Sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SLTA Akademi/D1-D3 Perguruan Tinggi Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003.146 85.1.10%.017 jiwa.1. Kepadatan penduduk Kota Pontianak pada tahun 2000 yang sekitar 4. kepadatan penduduk Kota Pontianak periode 1990–2000 meningkat sebesar 629 jiwa/Km2 atau bertambah sebesar 17.11 19.017 11.495 18.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C.54 28.460 jiwa dengan pendidikan terbesar yang ditamatkan adalah tamatan SLTA yaitu berjumlah 126. hal ini berarti bahwa telah terjadi peningkatan penduduk selama 3 tahun terakhir (tahun 2000-2003) yaitu sebesar 2% pertahunnya.990 jiwa.6.35 22. sedangkan akademi/D1-D3 adalah pendidikan terendah yang ditamatkan yaitu berjumlah 11.

1. sedangkan terendah bekerja pada sektor pertambangan sebanyak 166 jiwa.448 60. perhotelan. Sektor jasa-jasa yang mengalami peningkatan peran dalam pembentukan PDRB tahun 2003 antara lain adalah sektor perdagangan. Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan yang cukup nyata dan di atas rata-rata hanya sektor perdagangan. maka pergeseran sektor dari sektor produksi ke sektor jasa juga terjadi di Kota Pontianak.28 8. sedangkan yang lainnya pertumbuhannya dibawah rata-rata bahkan ada sektor yang mengalami penurunan antara lin adalah sektor bangunan sebesar -1. laju pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak tahun 2003 adalah sebesar 4.159 3. Restoran dan Rumah Makan Angkutan dan Komunikasi Bank dan Lembaga Keuangan Jasa dan lainnya Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003.31 % IV .1.830 % 5. pada tahun 2003 di Kota Pontianak terdapat 173.947 484 14.812 55. Perekonomian Berdasarkan penghitungan PDRB atas dasar harga konstan tahun 1993.6. Nilai PDRB (atas dasar harga konstan tahun 1993) pada tahun 2003 sebesar 2. restoran dan rumah makan adalah lapangan pekerjaan terbesar yaitu 60.715 jiwa.55%.31 34.44% dan sektor industri pengolahan sebesar -0.234 milyar rupiah.715 15.44%.83 8. Tabel 4. Perhotelan. dimana lapangan pekerjaan perdagangan. dan restoran sebesar 13.3 % dari jumlah penduduk di Kota Pontianak. Sebagaimana layaknya daerah perkotaan.72 % pada tahun 2002 menjadi 24. Hampir seluruh sektor ekonomi pada tahun 2003 mengalami pertumbuhan.67 100 D.78 0. hotel.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Untuk jumlah penduduk yang bekerja.09 8. Gas dan Air Minum Bangunan dan Kontruksi Perdagangan.044 166 13. Lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.830 jiwa penduduk yang bekerja yaitu 35. Jumlah 10.4 Jumlah Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Lapangan Pekerjaan Pertanian Pertambangan Industri Listrik. hotel dan restoran yang meningkat perannya dari 22.19 31.02 0.054 173.01 %.58 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .72 2.

Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka. IV .059.812.73 279.152.26 91. persewaan.77 578.59 594.99 47.77 91. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Pontianak pada tahun 2003 sebesar Rp 4.952. Persewaan & Jasa Perusahaan 9.47 2003 12. yaitu: 1.404. dan Restoran 7.67 259.701.071. 4 Tahun 2002).26 267.6.501.59 4.293.953.515.5 PDRB Kota Pontianak Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha.31 % menjadi 11.191.510.37 2. kelembagaan yang menangani proses perencanaan tata ruang adalah Bappeda dan Dinas Tata Kota Pontianak.53 %.1.406. Hotel.816.59 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Keuangan.445.86 93. Banyaknya perkembangan spasial dan aspasial yang tidak lagi terakomodasi dalam RUTRK Pontianak Tahun 1994-2004.95 293.549.68 588.490.148.21 404.511. Bangunan 6. Pengangkutan dan Komunikasi 8.061.- Tabel 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan pada tahun 2003. Produk yang dihasilkan dalam proses perencanaan adalah Buku Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Pontianak Tahun 2002 yang merupakan revisi dari RUTRK Pontianak Tahun 19942004.71 2.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Pontianak A. PDRB per kapita. Tahun 2001 – 2003 (Jutaan Rupiah).83 279. Selain itu terdapat juga RDTRK Kecamatan Pontianak Barat Tahun 2002 dan sudah diperdakan (Perda No. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Pontianak Dalam penataan ruang di Kota Pontianak.533. dan jasa perusahaan yang meningkat perannya dari 10. 2.312. Pertambangan dan Penggalian 3.23 266. gas. Listrik.1. Perkembangan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Kota Pontianak dalam beberapa tahun ke belakang.6.285.42 402.707.770.15 511.48 2002 12.47 2.36 394. Industri Pengolahan 4. 2003 2001 11.822. Sementara sektor lainnya mengalami penurunan peran.1. begitu juga sektor keuangan. dan Air Minum 5. Secara garis besar ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan RTRW Kota Pontianak Tahun 2002-2012.47 45.233.68 416.963. Perdagangan. Lapangan Usaha 1.75 42.798.919.234. Pertanian 2.36 450.

60 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Water Front City yang berada di Kawasan Pusat Kota. kelemahan. Penyusunan rencana tata ruang juga tidak lepas dari peran pemerintah pusat yaitu dalam bentuk pembinaan teknis. baik dari masyarakat. Kawasan WFC yang direncanakan untuk Kota Pontianak merupakan satu kesatuan yang terdiri dari pusatpusat kegiatan yang bervariasi dengan lokasi menyebar di sepanjang Sungai Kapuas. aparat pemda menemui kendala yaitu dalam hal peranserta masyarakat. peluang. dimana semua kecamatan memiliki akses yang merata ke pusat kota. Sebagian besar rencana yang terdapat dalam RTRW Kota Pontianak meliputi: • Perluasan kawasan pusat kota. nasional. dimana kawasan pusat kota yang ada saat ini akan diperluas ke arah utara dan timur dari pusat kota yang ada saat ini. Hal ini disebabkan karena apresiasi ruang masyarakat belum satu persepsi tentang peran dan fungsi tata ruang. Untuk menangani kendala tersebut diadakan diskusi. baik di dalam wilayah kota Pontianak sendiri maupun di tingkat regional. • Pengembangan lebih lanjut dari konsep Water Front City (WFC) yang berada di kawasan pusat kota. dan internasional. dimana pada masa mendatang diharapkan pengembangan WFC semakin melebar dari kawasan pusat kota ke arah barat maupun timur. 6. 4. sumber daya manusia. dimana pengembangannya melebar ke arah barat maupun timur dari pusat kota IV . Perlunya pengkajian ulang mengenai kesesuaian penggunaan lahan saat ini. Semakin dinamisnya perkembangan pembangunan. Perkembangan ini menuntut adanya pengkajian ulang mengenai peranan kota Pontianak dalam berbagai posisi yang dimiliki.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. dan tantangan yang dihadapi Kota Pontianak dalam rangka mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang dimiliki. maupun infrastruktur. Dalam penyusunan perencanaan tata ruang. sehingga nantinya pusat kota mencakup keempat wilayah kecamatan. legislatif maupun eksekutif. baik sumber daya alam. Perlunya mengkaji kembali kekuatan. lokakarya dan sosialisasi tentang penataan ruang. Tinjauan yang lebih detail mengenai potensi-potensi yang dimiliki Kota Pontianak. 5.

diarahkan berlokasi di sebelah barat kota atau di bagian hilir Sungai Kapuas. atau dengan kata lain bagian muka bangunan menghadap sungai. sedangkan pelabuhan barang menempati Kecamatan Pontianak Barat. Kedua lokasi ini dipilih karena ketersediaan lahan yang relatif lebih luas. Di samping itu. . menempati Pelabuhan Seng Hie untuk kegiatan Kecamatan Pontianak Utara. Lokasi pengembangan kawasan wisata khatulistiwa Tugu Khatulistiwa Pontianak diarahkan pada wilayah yang tepat dilalui garis lintang 00 0’ 0” di sebelah timur laut dari lokasi tugu khatulistiwa sekarang ini. Kawasan tersebut dicirikan dengan orientasi bangunan yang menghadap ke sungai. sehingga lebih memungkinkan untuk berkembang lebih besar. Kawasan wisata khatulistiwa yang telah ada perlu lebih diperluas. Kawasan WFC di sini merupakan kawasan yang berorientasi ke badan perairan (dalam hal ini berupa sungai) membentuk karakter koridor sungai. . dengan keunikan dapat memukul bola dari belahan bumi bagian utara ke belahan bumi bagian selatan. tepatnya Pelabuhan di sebelah barat Pulau industri Batulayang. Karena itu.Kawasan pusat olahraga (sports centre).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Sebagai kota yang terbelah oleh aliran sungai. kalaupun suatu saat akan IV . seperti : . terutama pelabuhan untuk kegiatan industri dan pelabuhan barang.Lapangan golf. . saling berseberangan. sudah seharusnya Kota Pontianak memelihara dan memanfaatkan identitasnya sebagai Kota Tepian Air.61 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Pengembangan Kawasan wisata (khususnya di Kecamatan Pontianak Utara) yaitu dengan lebih menonjolkan keunikan wilayah yang dilalui garis khatulistiwa.Kawasan rekreasi yang dilengkapi dengan tempat penjualan makanan dan cindera mata khas Kota Pontianak.Boulevard yang di bagian tengahnya (yang tepat dilalui garis khatulistiwa) dipergunakan untuk pepohonan/jalur hijau. walaupun lokasinya tidak berhubungan secara langsung. atau sebaliknya. • Pengembangan pelabuhan. Pada kawasan wisata ini akan dikembangkan beragam objek wisata. konsep pengembangan kota yang mengarah pada WFC perlu diterapkan dengan pengelolaan yang profesional.

• Di sebelah utara lokasi (rencana) pelabuhan untuk industri.2. Rencana struktur tata ruang akan mendatangkan implikasi terhadap pembangunan Kota Pontianak di masa-masa mendatang. kawasan industri yang semula berlokasi di pinggir Sungai Kapuas secara berangsur dapat berubah fungsi menjadi kawasan WFC. termasuk di dalamnya pasar induk.62 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . adanya aliran sungai sebagai sumber air dan sebagai badan penerima limbah cairnya.1 IV . Dengan beberapa keuntungan.6. Di samping itu. terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi (rencana) pelabuhan tersebut yang masih cukup luas dan saat ini merupakan Sungai lahan nonterbangun Wilayah serta dialiri akan Konsep pengembangan Pelabuhan Seng Hie Kunyit Baru. tersebut diarahkan peruntukannya bagi kawasan industri. serta luasnya area yang memungkinkan terciptanya keuntungan dalam memanfaatkan infrastruktur secara bersama (misalnya IPAL bersama).1. Dengan beberapa keuntungan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi investor dan pelaku kegiatan industri untuk menempati kawasan tersebut. juga terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana pelabuhan tersebut dimana lahannya masih cukup luas dan saat ini merupakan lahan nonterbangun. khususnya kapal yang memiliki crane. karena pelabuhan sungai berlokasi sebelum jembatan. • Di sebelah selatan lokasi rencana pelabuhan untuk melayani kegiatan perdagangan. Aksesibilitasnya yang tinggi ke pelabuhan menjadikan lokasi tersebut cukup menguntungkan bagi pasar induk untuk beroperasi. seperti aksesibilitas yang tinggi ke pelabuhan. Wilayah tersebut akan diarahkan peruntukannya untuk kegiatan perdagangan. sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dibangun jembatan yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut (Pontianak Barat dan Pontianak Utara melalui Pulau Batulayang) tidak mendatangkan masalah yang besar bagi pelayaran kapal-kapal.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Tabel 4.1.6.2.1 Implikasi Rencana Struktur Tata Ruang Kota Pontianak 2002-2012 No 1 Aspek Penyediaan Lapangan Kerja Pertumbuhan Ekonomi Implikasi Penyediaan lapangan kerja akan lebih menyebar di kelima kecamatan karena pengalokasian jenis dan skala kegiatan ekonomi lebih menyebar di keempat kecamatan Dengan alokasi aktivitas yang disebarkan di seluruh wilayah, maka potensi seluruh Wilayah tersebut akan lebih dikembangkan. Diharapkan tingkat pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan menjadi lebih optimal dan merata. Dengan dialokasikannya pusat kota pada wilayah di keempat kecamatan, ditambah dengan lebih mengembangkan keunikan di wilayah utara dan historis di wilayah timur, diharapkan percepatan pertumbuhan pembangunan akan lebih menyebar. Pengembangan kawasan-kawasan yang menyebar ke seluruh wilayah Kota Pontianak akan meningkatkan pendapatan, perekonomian, dan pendidikan masyarakat di seluruh wilayah, sehingga diharapkan kesenjangan sosial dapat dikurangi atau bahkan dihindari. Pemanfaatan lahan untuk kawasan terbangun yang lebih menyebar (tentunya dengan tetap memperhatikan kesesuaian fisiknya) membuat beban daya dukung lingkungan yang lebih proporsional, sehingga tidak akan terjadi kerusakan lingkungan.

2

3

Percepatan Pertumbuhan Pembangunan Kesenjangan Sosial

4

5

Sumber : Fakta dan Analisa RTRW Kota Pontianak

Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan

Berkaitan dengan pemanfaatan ruang, rencana pelaksanaan tata ruang di Kota Pontianak sudah seluruhnya dilaksanakan, hanya belum optimal terutama kebijakan insentif dan disinfektif.

B.

Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak

Pemanfaatan ruang di Kota Pontianak sebagian besar mengacu pada struktur ruang yang ada pada RTRW Kota Pontianak. Pada umumnya pemanfaatan ruang ada telah banyak terjadi perubahan terutama perubahan terhadap struktur tata ruang pada RUTRK Pontianak 1994-2004. Dalam hal pemanfaatan ruang, Kota Pontianak telah dimanfaatkan ruangnya sebagai: • Kawasan pusat kota, dimana saat ini kawasan pusat kota berada di sebagian wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sebagian wilayah Pontianak Selatan. • Pusat-pusat kegiatan tersebut meliputi: a. Kawasan Makam Batu Layang Merupakan kawasan bersejarah di Kecamatan Pontianak Utara. Kegiatan yang direncanakan mendominasi kawasan ini adalah wisata sejarah. Kegiatan lainnya yang
IV - 63
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

akan dialokasikan di sekitar kawasan tersebut berupa kegiatan perdagangan, pelabuhan, dan industri. Untuk memelihara nilai estetika kegiatan wisata Makam Batu Layang, maka kegiatan industri harus tetap menyediakan area yang ditanami pepohonan di sekelilingnya, yang juga berfungsi sebagai penyangga (buffer). b. Kawasan Tugu Khatulistiwa Merupakan kawasan wisata dengan land mark berupa tugu khatulistiwa. Kawasan ini direncanakan memiliki aksesibilitas dan keterkaitan dengan rencana Zona Wisata Khatulistiwa (ZWK) yang direncanakan berlokasi di sebelah timur laut Tugu Khatulistiwa tersebut. c. Kawasan di sekitar Siantan Merupakan kawasan dengan dominasi kegiatan komersial yang heterogen, meliputi jasa-jasa perdagangan (pertokoan, ruko, pasar) dan industri. Untuk memberikan sentuhan estetika dan peningkatan kualitas udara dari kawasan yang dipenuhi oleh kegiatan komersial tersebut, kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas jalur hijau berupa taman di tepi Sungai Kapuas d. Kawasan di sekitar kaki jembatan Sungai Landak dan Sungai Kapuas Kecil. Kawasan ini merupakan kawasan yang tidak diperuntukkan bagi lahan terbangun. Walaupun dalam tata ruangnya dialokasikan untuk kawasan permukiman, namun khusus di kaki jembatan-jembatan ini perlu disediakan ruang terbuka hijau (public

park) untuk alasan keamanan dan estetika lingkungan.
e. Kawasan Cagar Budaya di sekitar Mesjid Jami dan Keraton Kadriah (Tanjung Pulo/Beting) dengan kawasan permukiman di sekitarnya.

Mesjid Jami Pontianak

Kraton Kadariyah Pontianak

f. g.

Kawasan wisata khususnya berada di Kecamatan Pontianak Utara Kawasan Senghie Kegiatan yang berlangsung di sekitar kawasan ini didominasi oleh kegiatan komersial. Namun demikian, pada lokasi yang langsung berbatasan dengan sungai direncanakan untuk dijadikan ruang terbuka hijau atau taman, yang memiliki multifungsi, selain sebagai taman dan pedestrian tempat orang bisa berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan ke arah sungai, sebagai media untuk meningkatkan

IV - 64
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

kualitas udara karena keberadaan pepohonannya, penambah nilai estetika, serta sebagai sempadan sungai yang diharapkan turut membantu menjaga kualitas perairan sungai. h. Kawasan Taman Alun Kapuas Ciri yang menonjol dari kawasan ini adalah keberadaan kantor pemerintahan (kantor walikota) yang bisa langsung terlihat dari arah Sungai Kapuas. Taman di tepi Sungai Kapuas (Taman Alun Kapuas) direncanakan untuk dapat menampung berbagai kegiatan yang meliputi dermaga wisata air yang melayani pemakaian perahu-perahu wisata (cruise), olah raga air, tempat berjualan seperti kios, cafe, tempat bermain, dan taman kota. i. Kawasan Jeruju Merupakan kawasan komersial dengan aktivitas utamanya berupa perdagangan. Wisata, industri, jasa perkantoran, dan pergudangan. j. Kawasan di sekitar Pelabuhan Nipah Kuning Kawasan ini merupakan pintu masuk (gate way) menuju kawasan Water Front City. Di samping keberadaan pelabuhan, aktivitas lain yang direncanakan berlokasi di sekitar kawasan ini meliputi pergudangan, permukiman, dan kawasan konservasi. • Pelabuhan, dimana pelabuhan yang ada saat ini terbagi menjadi lima, yaitu pelabuhan untuk melayani kegiatan industri, pelabuhan penyeberangan (ferry), pelabuhan yang melayani penumpang, pelabuhan ikan, dan pelabuhan barang untuk mendukung kegiatan perdagangan. Dalam pemanfaatan ruang di Kota Pontianak ditemui beberapa kendala yaitu dalam hal perijinan, dimana umumnya masalah yang terjadi adalah pada pembangunan yang tidak didahului dengan perijinan, sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan. Pengaturan intensitas pemanfaatan ruang untuk Kota Pontianak perlu dilakukan guna menata penggunaan lahan secara optimal dengan memperhatikan bentuk-bentuk ruang yang akan terjadi serta pergerakan dari aktivitas yang terjadi. Pemanfaatan dan pengaturan lahan perkotaan yang baik akan memberikan bentuk serta struktur tata ruang yang baik pula kepada “wajah” Kota Pontianak. Keberadaan sungai Kapuas sebagai salah satu potensi yang ada di Kota Pontianak harus diekspos, terutama dengan cara pengarahan terhadap ketinggian bangunan. Untuk membentuk pola tata ruang yang baik, perlu pengaturan terhadap luas pemanfaatan lahan serta ketinggian bangunan.

IV - 65
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

perdagangan. Misalnya. dengan memberdayakan segenap pihak yang mendirikan dan menggunakan bangunan di kawasan sempadan sungai tersebut untuk tetap menjaga sungai dari kemungkinan sedimentasi. 2. 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung). keberadaan sungai. pengendalian pemanfaatan ruang untuk sempadan sungai terutama sempadan sungai di sepanjang pinggiran Sungai Kapuas. Pertama. dan industri.66 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan pelayanan umum). Kawasan lindung dan kawasan budidaya Dengan mengacu pada kriteria kawasan lindung (Keppres No. dan sebagainya. kesehatan. Faktor yang dipertimbangkan di sini meliputi kemiringan lereng. dan kawasan sekitar cagar budaya. maka bisa saja pemanfaatan yang ada tersebut tidak dipindahkan. Ada dua kegiatan utama yang akan dipertimbangkan. pariwisata. Kedua. lahan yang terkena pengaruh pasang surut. Misalnya. kegiatan yang sifatnya memenuhi kebutuhan mendasar bagi penduduk. sedangkan proses pemindahan itu sendiri mendatangkan permasalahan yang sangat kompleks. serta memelihara kualitas perairan sungai (dengan tidak membuang sampah ke sungai dan membersihkan sampah di perairan yang berada di sekitar bangunan tempat mereka tinggal/berusaha). pelabuhan. kegiatan yang berorientasi pada pengembangan Kota Pontianak menjadi kota internasional. Akan tetapi. seperti fasilitas perbelanjaan. dan fungsinya diperuntukkan bagi kawasan hijau. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak Pada dasarnya pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Pontianak meliputi pengendalian pada kawasan-kawasan yang memiliki potensi. kawasan yang dapat dikategorikan sebagai kawasan yang perlu dilindungi di Kota Pontianak meliputi kawasan berhutan bakau. pendidikan. jenis tanah. IV . Kesesuaian fisik bagi setiap kegiatan yang akan ditempatkan di Kota Pontianak. Sementara itu. mengingat hampir di sebagian besar kawasan tersebut telah dipergunakan untuk perumahan. kegiatan perdagangan. Kegiatan yang termasuk kategori ini adalah permukiman (perumahan beserta segala fasilitas penunjangnya. peribadatan. Sungai Kapuas Kecil. hiburan. sempadan sungai. kawasan selebihnya merupakan kawasan budidaya. dan industri beserta fasilitas-fasilitas yang dibutuhkannya. tetapi fungsi dan tujuan ditetapkannya sempadan sungai diusahakan tetap dapat berlangsung. dan Sungai Landak adalah selebar kurang lebih 100 meter dari tepi sungai. disamping itu juga pengendalian berkaitan dengan: 1. 3. Kegiatan (mengindikasikan jenis peruntukan/pemanfaatan) yang akan dikembangkan pada kawasan budidaya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. Kecuali yang termasuk kawasan lindung. olahraga dan ruang terbuka.

dan tinggi minimal jembatan. Lokasi berbagai aktivitas saat ini yang berada di tepian sungai dan rencana alokasi berbagai peruntukan yang ditempatkan di tepian sungai perlu mempertimbangkan kelestarian fungsi ekosistem sungai. Demikian juga halnya dengan keberadaan hutan bakau yang tetap dipertahankan. 8. Status dan harga lahan Status lahan menunjukkan kepemilikan atas lahan. Kelestarian fungsi ekosistem. 7. Lokasi-lokasi strategis yang biasanya menjadi lokasi pilihan para pelaku bisnis Umumnya lokasi-lokasi ini dicirikan dengan kemudahan aksesibilitas. 6. Keberadaan pepohonan ini dapat memperbaiki kualitas udara karena dapat menyerap gas-gas beracun (kontaminan) yang beterbangan di udara serta menurunkan temperatur di siang hari (dengan menyerap CO2 dan memproduksi O2). Di samping itu. meliputi ekosistem perairan (sungai) beserta kualitas perairannya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Kualitas udara dan estetika lingkungan Mengingat temperatur udara Kota Pontianak yang cukup panas. terutama pada daerah-daerah berkepadatan bangunan tinggi. Kriteria-kriteria teknis Contoh dari kriteria teknis di sini antara lain misalnya harus dibatasinya peruntukan kegiatan yang mengakses langsung ke jalan arteri primer. lokasi-lokasi tersebut diperuntukan bagi kegiatan-kegiatan bisnis. IV . Peruntukan lahan industri lebih diarahkan menuju ke hilir.67 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . maka untuk meningkatkan kualitas udara dikembangkan konsep kota tropis dengan mempertahankan kawasan hijau yang ada dan menyebarkan taman-taman kota dan jalur hijau ke seluruh wilayah. dan kelengkapan infrastruktur. juga memberikan dampak yang positif bagi estetika lingkungan di sekitarnya. kecuali dengan alasan yang mendesak. Wilayah di sebelah utara dan selatan kota yang saat ini didominasi pepohonan dipertahankan untuk menjaga keseimbangan air dalam konteks DAS. misalnya untuk hutan bakau di sebelah barat yang sebagian terkena rencana pengembangan pelabuhan. Untuk mengantisipasi hal ini. 5. jarak terhadap pusat keramaian atau aktivitas. Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan karena pemilik lahan memiliki kewenangan atas pemanfaatan lahannya. Sedangkan harga lahan mengindikasikan besar kecilnya biaya bagi suatu kawasan untuk dikembangkan. dan ekosistem hutan bakau.

3 Isu Permasalahan Kota Pontianak Permasalahan dalam pembangunan/penataan ruang di kota Pontianak antara lain: • Adanya penyimpangan dalam pemanfaatan lahan. dimana kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Selatan memperlihatkan pertumbuhan dan kesejahteraan yang jauh lebih baik dibandingkan Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. Siantan.68 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Begitu pula halnya dengan distribusi dan kepadatan penduduk. dan Sungai Ambawang) maupun sentral dari Kawasan Metropolitan Pontianak. sementara regulasi (peraturan) tidak berkembang seiring dengan dinamika pembangunan kota yang semakin pesat. Sungai Kakap. • Tidak seimbangnya perkembangan ekonomi antar kecamatan. baik untuk pengembangan kegiatan perekonomian. Sungai Raya. • Peranan kelembagaan (pemerintah. bahwa sebaiknya permukiman tidak berada di dekat Bandar udara. industri. Selain itu masyarakat juga menyarankan agar lebih memperhatikan tempat-tempat untuk rekreasi dengan memanfaatkan lahan kosong atau lahan rawa. pemafaatan terminal kota. pariwisata. pasar tradisional dan pengaturan lalu lintas yang juga belum terselesaikan.6. Fungsi baru ini tentu saja berimplikasi pada perlunya disusun tata ruang yang luas cakupan wilayahnya. IV . Peranserta Masyarakat Keterlibatan (pendapat) masyarakat dalam memberi masukan rencana penataan ruang terlihat pada rencana penggunaan lahan. misalnya untuk penggunaan permukiman. lahan untuk bangunan perumahan disisakan untuk taman (lahan hijau). bahkan law enforcement masih lemah. Masih belum tertatanya kawasan Kota Pontianak secara baik karena masih banyaknya permasalahan yang berkaitan dengan persampahan. serta tidak berfungsinya terminal induk Gajah Mada dan terminal antar negara. masyarakat lebih memilih untuk membuang air hujan ke sumur resapan dan ke saluran jalan dibandingkan untuk manfaat lainnya. Kuala Mandor. banyaknya aktifitas sosial dan pendidikan yang berkembang pada zoning perdagngan dan jasa.1. seperti dimanfaatkannya kawasan hijau oleh masyarakat untuk pembangunan perumahan. • Didudukannya Kota Pontianak sebagai pusat Kawasan Andalan POKUSIKARANG (Pontianak. masyarakat) dapat dikatakan belum optimal. 4. Untuk perencanaan sistem drainase air hujan. masih tersisanya lahan untuk zoning pemerintahan. dan lain-lain. • • Belum tergalinya potensi dan peluang sumberdaya alam yang dimiliki. Selain itu juga bentuk keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan ruang adalah pemberian ijin pemanfaatan ruang jika sesuai dengan RTRW yang berlaku. swasta.

• Di sisi utara Kecamatan Pontianak Barat. tapi saat ini masih terdapat beberapa kelompok perumahan penduduk. dan sebagian lagi berupa semak. kebun karet rakyat. lahan yang seharusnya untuk kawasan konservasi ternyata saat ini dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan campuran. yang ternyata dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya kebun dan semak. saat ini merupakan kawasan campuran (mix use) antara industri. tepatnya di kawasan yang diapit oleh sungai Landak dan Jalan Gusti Situt Mahmud. termasuk dalam penyimpangan kategori tinggi. Selain itu permasalahan lainnya terjadi pada ketidaksesuaian penggunaan lahan. Basis data yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan kota masih minim.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • Penurunan kualitas lingkungan akibat – antara lain – eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan dan daya dukung lahan yang terlalu berat. dan di beberapa lokasi masih terdapat semak yang rimbun. • Guna lahan di sisi utara wilayah Kelurahan Tanjung Hilir (Kecamatan Pontianak Timur) direncanakan untuk industri.69 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . yang seharusnya sebagai kawasan konservasi hutan bakau. perumahan. Demikian pula sisi utara sepanjang jalan Yos Sudarso yang guna lahannya diperuntukan sebagai kawasan industri. perkantoran. Kondisi serupa juga terdapat di wilayah Kecamatan Pontianak Utara. Berbagai persoalan keruangan (spasial) dan sektoral (aspasial) lainnya belum teridentifikasi hingga saat ini. antara lain sebagai berikut: • Di sisi barat wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sisi selatan Kecamatan Pontianak. tepatnya antara tepi sungai Kapuas dan Jalan Yos Sudarso. perumahan dan perdagangan. kenyataannya saat ini sebagian kawasannya telah dibangun perumahan. IV . karena dapat menimbulkan dampak yang merugikan dimasa yang akan datang. • Peruntukan kawasan industri yang berlokasi di sepanjang koridor Jalan Khatulistiwa dan Sungai Kapuas Besar saat ini pemanfaatannya masih campuran antara industri. Ketidaksesuaian penggunaan lahan yang diperuntukan untuk kawasan lindung/konservasi. Berkembangnya sistem kota-kota secara global melalui berbagai bentuk kerangka kerjasama bilateral maupun multilateral.

7 Kota Manado 4. Laut merupakan jalur pelayaran lalu lintas di Kota Manado Kota Manado yang terletak di bibir pasifik IV .7. Sebelah Selatan : berbatasan Pineleng). berdasarkan perkembangan wilayah administrasinya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.1.70 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Wori dan Tiwoho di Kecamatan Wori) dan Selat Mantehage.1. Koka. dengan Kabupaten Minahasa (desa Sawangan.22 Tahun 1988. Kalasey. Kamangta. Sejak saat berdirinya yaitu pada tanggal 14 Juli 1623 sampai sekarang. Kondisi Umum Kota Manado terletak di jazirah utara pulau Sulawesi dan berada pada posisi 10 40’ Lintang Utara dan 1240 35’ Bujur Timur.57% dari luas wilayah Sulawesi Utara. Manado telah mengalami dua fase perkembangan kota. Bantik.Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Minahasa (desa Talawaan. Saat ini luas Manado adalah 15. Adapun batas-batas administrasi Kota Manado adalah sebagai berikut: . yaitu: • Terletak di bibir Pasifik Secara langsung Kota Manado terletak pada bibir Pasifik.369 Ha.1 Gambaran Umum Kota Manadon A.726 Ha atau 0. Sebelah Timur Sebelah Barat : : berbatasan dengan Kab. desa Maumbi di Kecamatan Airmadidi). Sea. berbatasan dengan Teluk Manado. Pineleng Satu di Kecamatan Dari letak geografisnya Kota Manado mempunyai posisi yang sangat strategis. luas Manado adalah 2. Minahasa (desa Paniki Atas dan Mapanget di Kecamatan Dimembe. yakni suatu kawasan di dunia yang semakin berkembang dan sangat potensiil untuk menjadi pusat kegiatan perekonomian dunia.

dan New Zealand.71 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . yaitu Kecamatan Molas. Garis kontur terendah berada di sepanjang pesisir pantai kota. • Terletak di daerah perbatasan antar negara Manado berada pada daerah perbatasan yang terletak pada jalur lalu lintas pelayaran untuk kapal perang dari Samudera Pasifik ke samudera Indonesia. Sario. dan Kecamatan Malalayang.Halmahera. Amerika Utara. Sampai dengan tahun 1999 Kota Manado terdiri dari 5 kecamatan. sehingga jumlah kecamatan di Kota Manado menjadi 9. jalur Selat Ombay . yaitu: Kecamatan Bunaken. dan Kecamatan Malalayang. Terletak pada jalur lalu lintas udara antar negara. • Keberadaan Bandara Sam Ratulangi juga menempatkan Manado sebagai jalur lalu lintas udara bagi pesawat militer/penumpang dari dan atau ke Filipina. Kemudian pada tahun 2000 terjadi pemekaran. Australia. 15 – 25%. jalur dari Pasifik . Berdasarkan kemiringan tanahnya. IV . Manado terletak pada jalur lalu lintas pelayaran internasional yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi dunia. Tuminting. dan Selandia Baru.Laut Banda .Laut Sulu . Pantai barat Amerika. Tikala. 25 – 40%. Asia Selatan.P.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Terletak pada posisi silang mata rantai lalu lintas pelayaran internasional. Sejalan dengan lalu lintas tersebut. 8 – 15%. Wenang. maka Manado membentuk jalur pelayaran sebagai berikut: jalur Selat Makasar-Selat Lombok. Australia. 3 – 8%. dan > 40%.Laut Banda Selat Buru terus ke utara ke Samudera Pasifik dan cabang lainnya menuju ke Laut Sulu. sedangkan garis kontur tertinggi berada di bagian utara kota. Mapanget.Laut Sulawesi .Wetar . Singkil. Sario. Kondisi Fisik Ketinggian tanah di Kota Manado bervariasi mulai dari titik 0 (nol) diatas permukaan laut sampai ketinggian 650 meter diatas permukaan laut. Kota Manado dapat dikelompokkan atas wilayah-wilayah dengan kemiringan tanah: 0 – 3%. B. Pasifik barat Daya.Laut Arafura ke Selat Torres. Wenang. Australia. Dengan demikian Manado dapat berperan sebagai salah satu simpul mata rantai jaringan penerbangan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan Pasifik barat daya. Wanea. Selat Buru . dan Selandia Baru. mulai dari Timur Tengah. Wilayah dengan topografi tertinggi tersebut tepatnya berada di Kecamatan Bunaken. Mapanget. yaitu dengan adanya Gunung Manado Tua (650 m) dan Gunung Tumpa (600m). dengan ketinggian tanah berkisar pada 600 – 650 meter diatas permukaan laut.

maka di Kota Manado antara lain terdapat: . yaitu tanah muda.1.7.72 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . kemudian diikuti oleh Entisol.475 165 575 10.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dilihat dari kemiringan tanah tersebut.25 91.5 100 9. Podzolik.75 0. dan Kecamatan Sario. yang terdiri dari: Regosol. Wilayah Kota Manado.10 4. yang terdiri dari: Kalsik Brown .Alfisol. Lain-lain 3. tanah sedang berkembang. Berdasarkan jenis tanah.1 Luas dan Jenis Penggunaan Lahan Kota Manado Tahun 2001 Jenis Penggunaan Lahan Lahan Sawah 1. dan asosiasi peralihannya . dengan formasi batuan gunung api muda dan iklim basah.60 2001 Ha % Jumlah 15.10 1. Fasilitas Umum 6. memiliki variasi tanah menurut usianya.05 0.730 626 54 22. Kemudian. kecamatan yang sebagaian besar wilayahnya memiliki kemiringan tanah diatas 15% adalah Kecamatan Malalayang dan Kecamatan Bunaken. Permukiman 2. maka wilayah (kecamatan) yang sebagian besar tanahnya memiliki kemiringan 0 – 15% terdapat di Kecamatan Mapanget.Entisol.1. Perkebunan 5.65 68. Wenang. Ultisol. Inceptisol merupakan tanah yang terluas penyebarannya di Kota Manado. Untuk tanah dengan kemiringan > 40% tersebar di seluruh kecamatan yang terdapat di Kota Manado. Hidromorf kelabu. yang terdiri dari Mediteran. Tegalan 3. Tanah Basah Lahan Kering 1.00 0. yang terdiri dari: Latosol.00 3.Ultisol. Tahun 2001. IV . dan Alfisol. Sawah 2. Tabel 4.Inceptisol. Hutan 4. Wilayah dengan kemiringan tanah > 40% tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk dibangun. dan tanah tua.726 Sumber: Kota Manado Dalam Angka. dan Aluvial .

Mayoritas penduduk berasal dari suku Minahasa.515 jiwa. IV . Makasar dan sebagainya. Selain itu kecenderungan migrasi sirkuler atau arus ulang alik juga cukup menonjol. adapun faktor lainnya yang menyebabkan percepatan pertumbuhan jumlah penduduk adalah pengaruh faktor urbanisasi (inmigrasi). C. usaha.8 % terdiri dari ruang terbuka. suku Bolaang Mongondow. namun masyarakat Manado sangat menghargai sikap hidup toleran.50% per tahun.000 orang yang berdomisili di luar kota melakukan aktivitas sehari-harinya di Kota Manado. menyusul suku Sangihe Talaud. tanah kosong. terlihat bahwa Kota Manado masih didominasi oleh tanah pertanian/perkebunan. Kota Manado memiliki latar tradisi yang kuat. Maluku. Kependudukan Kota Manado adalah wilayah urban terbesar di Provinsi Sulawesi Utara. yakni diperkirakan sekitar 40. dan jasa. bahkan di Kawasan Timur Indonesia belahan utara. Karena itu tingkat pendidikan penduduknya cukup tinggi. Dibidang pendidikan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari jenis penggunaan lahan Kota Manado tahun 2001.29% dan yang tidak/belum bersekolah 0.57%. Batak. jumlah penduduk usia 10 tahun keatas 347.13%. Pada akhir tahun 2002. hutan dan hutan bakau. terdiri dari tamatan perguruan tinggi 9. alang-alang serta sungai dan jalan. rukun. Meski heterogen.10 %. belum tamat SD 12.308 jiwa.70%. Faktor tersebut mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk. Agama yang dianut adalah Kristen Protestan. Selain itu terdapat pula penduduk suku Jawa.73 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . terbuka dan dinamis.31%. penduduknya berjumlah 395. Budha dan Hindu. Berdasarkan data Pada tahun 2001. suku Gorontalo dan keturunan Cina. yaitu sebesar 68. tamatan SLTA dan SLTP 55. keturunan Arab. Islam.10 % dan kawasan permukiman sebesar 22. Karenanya kota Manado memiliki lingkungan sosial yang relatif kondusif dan dikenal sebagai salah satu kota yang relatif aman di Indonesia. Sisanya sebanyak 9. Penduduk Kota Manado cukup heterogen baik latar belakang etnik maupun agamanya. Kota Manado memiliki tingkat pertumbuhan alamiah (faktor kelahiran) sebanyak ± 1. tamatan SD 22. Katolik. industri.

Untuk lebih jelasnya jumlah penduduk kota Manado menurut mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.958 199.7.340 18.813 29. IV .012 17. yang bekerja sebagai PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta cukup besar yaitu sebesar 82.5 100 Sedangkan jumlah penduduk menurut mata pencaharian.44 20.74 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .1. 2001 Jumlah 18.57 8.242 1.00 100 D.610 82.96 7. Perekonomian Pembangunan kota Manado diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki dalam mengambil peran yang lebih besar dalam memanfaatkan peluang-peluang ekonomi baik di tingkat nasional maupun global.6 17.227 75.7 31.343 % 9.5 7. Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 7 Tingkat Pendidikan Tdk/Belum pernah sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SMU/Kejuruan Diploma/PT S2/S3 Jumlah Sumber: Kota Manado Dalam Angka.6 11.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.615 jiwa.282 25.866 13.17 12.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Manado Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 Jenis Mata Pencaharian Petani/Peternak/Nelayan Pedagang PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta Wiraswasta/Industri kecil Buruh/Tukang/Tibo-tibo Jasa dan lain-lain Jumlah Sumber: BPS Kota Manado.7.Tahun 2001.1.85 41.8 0.326 347. Jumlah 1.308 % 0.840 77.1.520 43.1.2 30.615 41.2 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Di Kota Manado.

4%. 9%. Disamping itu sektor angkutan dan komunikasi juga termasuk besar kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002. IV .75 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Akses Regional Trans Sulawesi Hampir lebih seluruh dominan sektor ekonomi pada tahun 2003 sektor 0. 4%. antara lain adalah: • • • • Pusat Pengembangan Wilayah Sulut KAPET Manado-Bitung Gateway ke Asia-Pasifik Dukungan Infrastruktur: a. kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota. mengalami pertumbuhan. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam Kawasan wisata yang ada di Bunaken Kawasan perekonomian Kota Manado sekitar ½ sampai dengan 2 jam menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi. 1%. Dilihat dari kontribusi sektor-sektor (menurut lapangan usaha) bagi PDRB Kota Manado tahun 2002. yakni 25% dari total PDRB tahun 2002. Pelabuhan Samudera Bitung c.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Manado dalam pengembangannya memiliki kekuatan yang menjadi landasan baik dalam pembangunan maupun pengembangan Kota Manado. yaitu sebesar 26% dari total PDRB tahun 2002. Untuk sektor pariwisata. 8%. sektor industri pengolahan. sektor llistrik-gas-air minum. Sektor yang paling besar atau pertumbuhannya dan hotel adalah sebesar perdagangan. maka sektor perdagangan. Bandara Internasional Sam Ratulangi b. Sektor-sektor lainnya. dalam kurun waktu dua dekade terakhir. sektor bangunan. yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. seperti: sektor jasa.0%. sektor pertanian.41%. hotel dan restoran memberikan kontribusi terbesar dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya.29 %. Primadona pariwisata Kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken. restoran sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor angkutan dan komunikasi sebesar – 0. sektor pertambangan-penggalian kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002 secara berturut-turut (dalam %) adalah: 23%. sektor banklembaga keuangan-jasa perusahaan.

Pembangunan di Kota Manado terus berlangsung. khususnya di Minahasa. 5/Tahun 1991. maka pada tahun 1999/2000 rencana tata ruang yang ada direview dan hasil review (peninjauan kembali) tersebut adalah dengan tersusunnya IV . Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Manado Pada tahun 1989/1990 telah disusun rencana tata ruang bagi Kota Manado dengan masa berlaku 20 tahun.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Manado A. Untuk mendukung perkembangan Kota Manado. Produk rencana yang telah ada tertinggal dari pembangunan yang ada. terdapat 67 buah hotel/penginapan. selain itu membangun sarana pendukung seluas 5 . Panorama pegunungan dan Danau Tondano. Desa Agrowisata Rurukan-Tomohon.7. dimana bandara tersebut merupakan sarana penunjang transportasi udara dan masuk kategori terbaik di Indonesia. salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland. kemudian juga untuk menghadapi perkembangan global. Pesat dan dinamisnya pembangunan di Kota Manado sangat berpengaruh kepada pemanfaatan lahan/ruang kota. Bersamaan dengan Bitung. yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d 3 jam dari kota Manado. dan pariwisata. maka dibutuhkan suatu rencana tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. terjadi perubahan/perkembangan di segenap sektor.1. Objek-objek wisata tersebut antara lain. yaitu Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kota Manado Tahun 19902010.4 km. Salah satu infrastruktur jalan Di Kota Manado 4. Batu Pinabetengan dan Waruga di Sawangan. Kota Manado menjadi salah satu Kapet di KTI. Berkaitan dengan pelaksanaan fungsi Kota Manado sebagai kota jasa. Operasional rencana tata ruang tersebut mengacu pada Perda No.10 Ha yang dimaksudkan untuk mengantisipasi pertumbuhan aktivitas kargo dari Pelabuhan Bitung dan bandara Sam Ratulangi. perdagangan. Sampai tahun akhir tahun 2001.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik. 15 buah travel biro.76 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . misalnya dengan pembuatan jalan tol menuju bandara sepanjang 8. Vulcano Area di Tomohon. Pada saat itu wilayah Kota Manado masih terdiri dari 5 (lima) kecamatan. Karena potensi wisata yang besar tersebut maka industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang. 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas. yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya. Sejalan dengan kondisi tersebut. infrastruktur jalan dibenahi.

maka dirasakan kembali bahwa rencana tata ruang yang ada mengalami ketertinggalan dari kondisi yang berlangsung. Oleh sebab itu. terdapat juga hutan kota. sedangkan untuk pelaksanaan dilakukan oleh kota. saat ini sedang dilakukan revisi rencana tata ruang tersebut melalui penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 2006-2016. Daerah reklamasi terdiri dari 5 kawasan (Mega. 2.Bandara Sam Ratulangi IV . B. Dengan adanya pertimbangan bahwa awalnya bibir pantai berada sejauh 50 M dari yang ada sekarang (untuk reklamasi dilakukan pengurugan sejauh 10-20 M). Beberapa alasan melakukan reklamasi pantai di Kota Manado. Dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. Penekanan lebih ditujukan pada aspek ekonomi. Pemanfaatan Ruang Kota Manado kegiatan yang cukup besar dalam hal pemanfaatan ruang di Kota Manado Salah satu adalah reklamasi pantai. yaitu: .Kawasan pusat kota: Pasar’45 . Bahu. Kota Manado yang semula terdiri dari 5 kecamatan. setelah disetujui oleh Menteri Lingkungan Hidup baru bisa berjalan. Pemerintah tidak merugikan masyarakat dalam hal tanah. Dari segi penggunaan lahan di kawasan reklamasi ini. Tahun 1997 operasional baru bisa dimulai. Untuk reklamasi pantai tahap kedua dilakukan di bagian utara Kota Manado. Kegiatan ini dimulai tahun 1994 yaitu dengan rencana reklamasi seluas 67-68 Ha dan telah ditangani seluas 50 Ha. yakni kebutuhan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Manado.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado Tahun 2000-2010. 3. Masa berlaku RTRW Kota Manado 2000-2010 adalah 10 tahun. Pada tahun 2001 terjadi pemekaran kecamatan. maka bagi penanganan limbah digunakan treatment process. adalah: 1. Manado Convention Center/MCC). Dan hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan reklamasi pantai ini disusun oleh provinsi. Di Kota Manado terdapat Kawasan Khusus. Tanah untuk urugan diperoleh/diambil dari bukit-bukit sekitar kota.77 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Dengan terjadinya perubahan-perubahan beserta perkembangan di berbagai sektor. disamping untuk bisnis. setelah pemekaran wilayahnya terdiri dari 9 kecamatan.

1. ijin dikeluarkan setelah ditelaah oleh tim. Swasta. Selain itu diadakan juga konsultasi publik yang melibatkan unsur pemerintah. Sampai saat ini telah dilakukan konsultasi publik yang kedua (pertama adalah pada saat penyusunan Laporan Pendahuluan).7. Disamping itu ada BPLH. Dalam proses penyusunan diadakan seminar dan masyarakat dilibatkan di dalamnya. disamping juga ada bagian hukum (di Setda). Setiap blok berbeda cara penyelesaiannya. ada tim dan sebagai koordinator adalah Kepala Badan Perencana Kota. Demikan pula hal yang berkaitan dengan reklamasi pantai. Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus. Kegiatan ini dikelola oleh Bapeko Manado. Dari segi penataan ruang pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota. Peranserta Masyarakat Dilibatkannya masyarakat alam penyelenggaraan penataan ruang di Kota Manado antara lain dapat dilihat pada kegiatan yang berhubungan dengan: • Reklamasi Pantai Dalam usaha reklamasi pantai dihadapi banyak hambatan. IV . LSM.78 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik lahan . mengacu kepada rencana tata ruang. Disediakan tambatan kapal nelayan (di mega Mal). • Proses penyusunan (revisi) Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 20002010. untuk itu perlu diadakan pendekatan ke masyarakat. C.3 Isu Permasalahan Kota Manado • Terjadinya longsor di beberapa daerah yang disebabkan oleh pembangunan di berbukit-bukit. dengan tugas pengawasan di sektor lingkungan hidup. Ada yang membayar perahu-perahu nelayan. seperti kepada masyarakat nelayan. dan nelayan beralih profesi. Pengendalian Pengendalian dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait. Dimana dalam mengeluarkan ijin lokasi. antara lain dapat menyebabkan berkurangnya daerah-daerah subur.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam mengeluarkan ijin-ijin yang berkaitan dengan penataan ruang. 4. • Pembangunan dengan memapas lapisan tanah subur/bukit-bukit. Perguruan Tinggi. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Manado pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban. D.

RTRWK.79 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . yang antara lain disebabkan oleh kurang baiknya sistem manajemen transportasi kota. perijinan. IV . pantai. • Penyediaan fasum-fasos beberapa permukiman masih kurang memadai (terutama yang dibangun pengembang). terdapat berbagai jawaban. Penguasaan tanah masyarakat di wilayah ring road Citra Land-Bandara. pengendalian) . (agar 4. Kelembagaan formal Para responden (aparat) menjawab mengetahui bahwa ada lembaga/instansi yang menangani rencana tata ruang Mengenai lembaga/instansi yang menangani perencanaan tata ruang. drainase.2. • Masih kurang intensifnya sosialisasi penataan ruang kepada masyarakat masyarakat lebih tahu dan sadar akan manfaat penataan ruang). • Masih kurangnya faktor koordinasi antar instansi terkait sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang (yakni instansi yang tugasnya berhubungan dengan penyusunan rencana.2 Pemahaman Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang 4. • Dari sektor transpotasi: Tidak jelasnya pola/sistem jaringan jalan. • Berkembangnya permukiman. • Masih kurang memadainya usaha pengelolaan prasarana dan sarana kota. Substansi Tata Ruang Semua responden menjawab: ada rencana tata ruang yang telah disusun di kota masing-masing. RDTR. Dinas Tata Ruang. seperti: air bersih. Kemacetan di daerah-daerah tertentu. Perencanaan 1. serta BPN. 2. sebagian besar menyebutkan: Bappeda. kegiatan dengan tidak mengindahkan garis sempadan sungai di DAS Tondano yang melintasi Kota Manado. Perlu segera disusun RTBL Kawasan Ring Road tersebut dan Rencana Tata Ruang Kawasan Bandara. Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan.1 Pemahaman Aparat Pemda Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. Dinas Tata Kota dan disamping itu ada yang menjawab: Dinas PU. Berbagai (tingkatan) rencana tata ruang tersebut. • Teluk Manado mempunyai resiko pendangkalan atau sedimentasi yang serius. air limbah. adalah RUTRK. persampahan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Pendangkalan di sekitar pelabuhan.

pakar. 4. pihak perguruan tinggi. Ormas.80 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . legislatif dan eksekutif. suka berganti/mutasi. baik itu masyarakat. Pembinaan Yang dilakukan pemerintah pusat dalam hal Penataan Ruang adalah: sebagian besar dalam hal Pembinaan Teknis. Disamping itu ada juga yang berpendapat bahwa masyarakat tidak dilibatkan/ diikutsertakan dalam penyusunan rencana tata ruang. Yang terlibat: semua stakeholder. Peranserta Masyarakat Seluruh responden menjawab bahwa masyarakat diikutsertakan dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang. PP No. konsultasi publik. informasi jika akan ada pembangunan. Permasalahan Sebagian besar responden menjawab: dalam penyusunan Rencana Tata Ruang ditemui permasalahan/kendala-kendala. Kendalanya-kendala yang dihadapi: Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat langsung dalam penyusunan rencana terlalu kecil.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Rencana tata ruang (kota) tersebut ada yang telah diperdakan dan ada yang belum. kurangnya koordinasi antar instansi/pihak yang terkait dalam penyusunan rencana tata ruang. Keterlibatan ini dalam bentuk: diskusi. baik dari keterlibatan pihak-pihak yang berkompeten dalam penyusunan rencana. akademisi. karena (menurut responden) rencana tata ruang masih bersifat top down sehingga masyarakat tidak terlibat secara langsung dalam proses penyusunan. penyuluhan. Sebagian besar responden menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. Apresiasi ruang SDM belum satu persepsi (tentang peran dan fungsi RTR). 3. Dalam bidang kelembagaan: tidak adanya lembaga yang khusus. lokakarya. lembaga kemasyarakatan. LSM. sosialisasi melalui pertemuan-pertemuan dengan masyarakat. dan sebagian kecil yang menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut hanya kadang-kadang menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. ketepatan waktu mulai disusunnya rencana dan dihasilkannya dokumen rencana . kemudian Advokasi/Penasehatan 5. Pendanaan: keterbatasan dana mempengaruhi proses penyusunan rencana. juga Bantuan Teknis. kurang profesionalnya SDM yang terlibat. 69 tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak IV . perangkat lurah. tokoh-tokoh masyarakat. kualitas rencana.

81 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik PLN. DTKTB Kotamadya. B. BPN. Dinas Lingkungan Hidup. Dishub. Pemanfaatan Ruang 1. Diskes. ada yang tidak sesuai peruntukan: lahan parkir untuk jualan. karena rencana yang disusun masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat. alasannya kurang transformasi kepada birokrat. Dinas Pertanian. Permasalahan Ditemui permasalahan/kendala dalam Pemanfaatan Ruang Peruntukan yang tidak sesuai dengan rencana: Rekomendasi tata ruang sesuai Perda kalah oleh faktor eksternal Perijinan: Umumnya terjadi pada pembangunan yang tidak didahului dengan ijin. Dinas Perkebunan. Dinas Kimpraswil. Alasan lain: sebagian besar pelaksanaan di lapangan belum mencerminkan RTR yang telah disusun sebelumnya. masyarakat dan LSM. hanya belum optimal. Dinas PU. pelaku bisnis.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dan Kewajiban Serta Bentuk dan Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Penataan Ruang belum tersosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat. sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi proses perijinan pemanfaatan ruang Dalam hal kebijakan: ada kebijakan pimpinan yang tidak sesuai tata ruang IV . Lembaga/instansi yang menangani: Bappeda. Pelaksanaan Mengenai pelaksanaan rencana tata ruang. Kelembagaan Formal Semua responden menjawab. seperti: kawasan peruntukan untuk perumahan. Dinas Perkim PU. Dinas Pariwisata. Koordinasi Penataan Ruang Daerah. Pelaksanaan rencana tata ruang dilaksanakan hanya pada beberapa aspek. Dinas Tata Kota & Tata Bangunan. BPLHD. terutama kebijakan insentif dan disinsentif Rencana Tata Ruang dilaksanakan sebagian saja. Dinas Tata Kota. Sudah seluruhnya dilaksanakan. Rencana Tata Ruang belum dilaksanakan. bahwa ada kelembagaan/instansi yang menangani Pemanfaatan Ruang di kota mereka. 3. terdapat jawaban-jawaban sebagai berikut: Rencana Tata Ruang : telah dilakukan/dilaksanakan seluruhnya. Tim . ada yang mendapat tantangan dari masyarakat bahkan ada infiltrasi pejabat. Dispenda.Dinas Perindag. 2. Dinas Perhubungan.

bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang. Peran Serta Masyarakat Responden sebagian besar menjawab. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1. pemilik lahan yang terkena rencana kota. institusi akademis. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang. pakar perguruan tinggi. Kapedalda. Satpol Pamong Praja. Dinas . Kantor Perijinan Terpadu. bahwa: secara khusus belum ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Pariwisata. bahwa ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang . Kurangnya sosialisasi Masyarakat tidak mengerti Adanya kerja sama masyarakat dengan aparat. Pengawasan tidak ketat. pelaporan. masyarakat belum paham. Meliputi: masyarakat. Kurang koordinasi antar aparat Kepentingan politik dan interest pengusaha & penguasa lebih kuat daripada dokumen perencanaan RTRW yang sudah di Perdakan atau belum. pengguna lahan. Alasannya: karena keinginan masyarakat terlalu beragam. Sebagian responden menjawab. Dinas Kimpraswil.82 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Bappeda. LSM. masyarakat bermacam keinginannya tanpa memperhatikan lingkungannya. Beberapa Faktor Penyebab Pelanggaran Pemahaman zona-zona tata ruang oleh pejabat tidak sama. 5. BPN. Kelembagaan Formal Sebagaian besar responden menjawab. PU. usaha pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan berupa: pemantauan. Lembaga yang menangani adalah: Dinas Tata Kota. Disamping itu sebagaian kecil menjawab. C. Agraria. sehingga ijin dilanggar Rencana Tata Ruang sudah perlu dievaluasi Masyarakat tidak peduli dengan himbauan pemerintah. dan evaluasi. Pengawasan dan Penertiban Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang. Dinas TKTB. Pemantauan dilakukan mulai dari proses perijinan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan. tokoh masyarakat.dan Instansi Teknis. swasta. asosiasi profesi. 2. Pemantauan yaitu berbentuk pengawasan IMB sesuai RTRW IV .

Sebagian besar (50%) menjawab bahwa informasi tersebut diperoleh dari media massa dan kemudian dari pemerintah (25%). bahwa penataan ruang bermanfaat dan mengenai manfaat penataan ruang. LSM. melaporkan apabila di lapangan ada bangunan yang tidak memiliki IMB atau melanggar IMB. 10% menyebutkan dari teman/saudara. 3. sanksi administratif dan pembongkaran. Sebagian kecil responden menjawab. hasil evaluasi harus digunakan sebagai bahan utama koreksi perencanaan tata ruang ke 4. kebutuhan dan keinginan masyarakat terlalu beragam. bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang. Sebagian besar responden memberi jawaban.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pemantauan. Dalam kaitannya dengan penertiban. pembekuan/pencabutan IMB. dan 15% dari buku. denda. sekitar 40% menjawab untuk mengatur tata kota. komponen masyarakat peduli kota Mereka terlibat dalam bentuk/jenis kegiatan: laporan-laporan dan partisipasi langsung dilapangan. bentuk sanksi yang dikenakan terhadap pelanggaran Rencana Tata Ruang berupa peringatan. Persepsi Tentang Penataan Ruang 1. kemudian 20% menjawab untuk kenyamanan dan keasrian kota. Peran Serta Masyarakat Responden menjawab. pengaduan masyarakat. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikut sertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang. maka pengendalian belum maksimal. konsultan. pelaporan dan juga evaluasi yaitu berbentuk koordinasi dan konsistensi sesuai RTRW. memberi kritik dan saran. Pengendalian pemanfaatan ruang jika hanya sampai pada Pemantauan dan Pelaporan. IV . pemantauan secara reguler.2 Pemahaman Masyarakat (Umum) Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat dalam rangka pengendalian RTR tersebut. 2. depan.2. Yang terlibat semua stakeholder. pemantauan/ pengawasan langsung oleh masyarakat dalam pembangunan.83 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . informasi. 15% menjawab untuk membuat peta lokasi perumahan dan 5% untuk menghindari bahaya alam. dan evaluasi rutin. kontrol masyarakat melalui media massa. seminar. bahwa mereka pernah mendengar istilah/informasi tentang penataan ruang. Dapat dikatakan seluruh responden menjawab.

Sekitar 60% responden menjawab bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) adalah strategi pelaksanaan pemanfaatan ruang wilayah (kota). sekitar 10% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan tanah dan sisanya menyebutkan tidak tahu. Sekitar 85% menyebutkan Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) bermanfaat. 2. kemudian 25% menjawab 50-60 m2. dan 15% menjawab tidak menjawab/tidak tahu. Mengenai luas lahan yang cukup untuk mendirikan rumah.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. asri dan terkendali. kemudian sekitar 30% responden berpendapat kurang baik dan 20% baik. Sebagai jawaban manfaat Rencana Tata Ruang (Kota). IV . sekitar 50% menjawab 70 m2. untuk mengatur tata kota agar tertib sesuai peruntukannya untuk perencanaan pengembangan wilayah dan pemukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota 3. aman. 20% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan permukiman penduduk. nyaman dan asri dipandang dan dirasakan. Untuk pertanyaan jarak antar rumah terdapat variasi jawaban dan jika dikelompokkan maka: 35% menjawab 1-4 m. 4.84 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 5% menjawab 250 m. Dari jawaban responden mengenai penataan ruang kota diperoleh gambaran bahwa sebagian besar berpendapat bahwa penataan ruang kota cukup baik (50%). disebutkan: untuk anak cucu/generasi mendatang besar sekali manfaatnya dalam rangka pemanfaatan dan pengelolaan ruang karena akan menyangkut kenyamanan hidup warga efisiensi pemanfaatan ruang ketertiban penggunaan lahan peningkatan PAD manfaatnya agar kota terlihat lebih indah manfaatnya agar kota terlihat enak. 45% menjawab 7-10 m. Perencanaan 1. besar sekali manfaatnya karena untuk masyarakat kota agar kota dapat tertata dengan baik agar tercipta lingkungan yang nyaman dan sehat rencana tata ruang wilayah sangat bermanfaat agar kota menjadi rapi. B. 15% menjawab 100-300 m2 dan sisanya tidak menjawab/tidak tahu. 10% tidak menjawab dan sisanya menyebutkan belum bermanfaat. menghindari bahaya alam.

35% bersikap melarang karena melanggar peruntukan lahan. 20% menyebutkan: menimbun semua lahan rawa di kota untuk dijadikan perumahan elite dan apartemen. maka: 10% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya 400 m2 untuk halaman parkir ditutup dengan beton agar terlihat rapi dan bersih. 10% responden berpendapat bahwa jalan di kota mereka sudah memadai (lebar. dan selebihnya menjawab tidak apa-apa dan tidak menjawab. kenyamanannya). dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 50% responden menjawab jarak antara permukiman penduduk dengan bandara sebaiknya 500 – 1000 m. IV .85 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik menyebutkan: menggunakan semua lahan rawa di kota untuk pembangunan gedung pusat perbelanjaan. 10% menyebutkan: semua benar/tidak menjawab. sehingga secara ekonomi lahan yang tadinya bernilai murah menjadi lahan yang bernilai tinggi. 40% menjawab cukup memadai. 8. karena rawa mengurangi keindahan . 5% menjawab < 500 m. 90% responden menyatakan permukiman penduduk di dekat Bandar Udara/ Lapangan Terbang berbahaya. 6. Mengenai pemahaman para responden dalam hal perlakuan terhadap lahan rawa di kota: 10% kota. 7. sedangkan 50% menjawab tidak memadai. ketersediaan pedestrian/jalur pejalan kaki. 30% menjawab membiarkan (hak asasi manusia). Dari 4(empat) pilihan mengenai pemanfaatan lahan (perencanaan bangunan). 60% menyebutkan: menggunakan lahan rawa dikembangkan untuk diubah menjadi tempat pemancingan dan taman rekreasi kota. 25% bersikap tidak tahu. 9. 15% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan semua dengan 1 basement untuk parkir dan 4 lantai dimana masing-masing lantai dilengkapi dengan tanaman dalam pot di bagian tepi dan atap beton sebagai taman/kebun. dan 10% bersikap mendukung.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 5. 10. 55% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya sebagai taman dan halaman parkir dari conblok. 35% menjawab > 1000 m. 15% menjawab semua benar. Mengenai tanggapan responden jika ada warga mendirikan tempat usaha.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

11.

Mengenai pemanfaatan lahan perkebunan/hutan, beberapa pendapat responden adalah: 5% Mengubah lahan perkebunan di daerah perbukitan menjadi lahan perumahan 25% untuk mendapatkan penghasilan ganda dan menghindari polusi di kota, maka perlu dilakukan pemanfaatan lahan hutan di pinggir kota untuk dijadikan kawasan pabrik 50% menggunakan lahan hutan di pinggir kota untuk tempat rekreasi 10% semua benar 10% tidak menjawab

C. Pemanfaatan Ruang 1. Dari berbagai pilihan fasilitas umum (kota) yang dibutuhkan masyarakat, maka pilihan terbanyak jatuh pada fasilitas: Balai Kesehatan, Taman Bermain/Taman Kota, Pasar, Tempat Ibadah. 2. Hampir 100% responden menjawab, bahwa kegunaan trotoar adalah: tempat pejalan kaki. 3. Menurut responden, jika rumahnya memiliki halaman, maka pemanfaatannnya adalah: 20% menjawab: untuk tempat bermain 50% menjawab: untuk menambah asri 20% menjawab: untuk tanaman obat 10% menjawab: untuk parkir kendaraan

Untuk pertanyaan cukup tidaknya taman yang dimiliki kota, maka 30% responden menjawab cukup, 50% menjawab tidak/belum cukup, dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 4. 90% responden menyebutkan bahwa ketersediaan saluran pembuangan air belum memadai, sedangkan 10% menyebutkan memadai dan sisanya tidak menjawab. 5. Pendapat responden tentang perencanaan buang limbah cair pabrik dan rumah sakit: 10% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sungai agar menjadi segar/encer sehingga tidak terlihat pekat 40% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sumur resapan agar dapat tersaring oleh tanah
IV - 86
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

25% menyebutkan: limbah cair dibuang ke saluran jalan setelah melalui proses pengolahan limbah 10% menjawab: semua benar 15%: tidak menjawab 10% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran jalan 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran irigasi. 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke sumur resapan dan limpasannya ke saluran jalan. 20% menjawab: semua benar 10% tidak menjawab

6. Pendapat responden tentang perencanaan drainase air hujan:

D. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1. Berbagai jawaban responden mengenai adanya larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai. Lebih dari 70% responden memberi alasan karena berbahaya jika banjir, 15% menjawab karena akan menyempitkan sungai, 15% menjawab karena akan mengotori sungai dan mengganggu keindahan. 2. Informasi mengenai larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai, 55% responden memperolehnya dari media massa, 15% dari buku pelajaran, 15% dari tetangga/teman, 10% pemerintah/petugas kelurahan, dan selebihnya dari dosen, konsultan. 3. Masih banyaknya warga yang mendirikan bangunan di bantaran sungai padahal ada larangan, 80% responden menyebutkan karena warga terpaksa, 10% menjawab karena tidak tahu ada larangan, dan selebihnya (10%) menjawab karena karena ada ijin dari RT setempat, sengaja melanggar. 4. Jawaban responden mengenai penggunaan lahan di bantaran sungai: 20% menjawab bahwa menggunakan lahan bantaran sungai dapat diijinkan jika bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada warga yang kurang mampu agar dapat tempat berteduh. 10% menjawab bahwa menggunakan bantaran sungai dibolehkan karena cukup membantu ekonomi penduduk dengan memanfaatkan lahan yang subur setiap pasca banjir. 60% menjawab bahwa menggunakan lahan di bantaran sungai tidak diijinkan karena membuat sempit lahan tampungan sehingga dapat menyebabkan air melimpah ke daratan dn terjadi banjir.

IV - 87
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

10% menjawab bahwa pernyataan (c) kurang tepat dan kurang dapat diterapkan, karena tidak ada rasa sosial dan perikemanusiaan. 10% tidak menjawab.

5. Menurut responden alasan pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah: 30% menjawab untuk menarik pajak 10% menjawab untuk keselamatan warga 60% menjawab untuk penataan ruang

6. Jawaban responden sehubungan dengan: jika di pemukiman sekitar responden ada pengusaha yang akan mendirikan bangunan (rumah sakit/supermarket/ pabrik), apakah memerlukan ijin dari responden,adalah: 50% menjawab ya, harus 30% menjawab tidak perlu 20% tidak menjawab/tidak tahu

4.3 Rangkuman Isu Permasalahan Dari pengamatan terhadap 7 (tujuh) kota sebagai kasus studi, yang mewakili kawasan berkembang (Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya) kawasan sedang berkembang (Balikpapan, Pontianak, Manado), maka dapat diambil/dirangkum isu permasalahan yang terjadi pada kota-kota tersebut dan kota-kota di Indonesia pada umumnya, yaitu:

A. Ditinjau dari aspek Prasarana dan Sarana • Transportasi • Struktur jaringan (hirarkhi) jalan belum jelas; Kemacetan lalu lintas; Manajemen lalu lintas (integrasi ruang); Tidak mampu menampung pergerakan penduduk, perjalanan terganggu/tidak nyaman, pemeliharaan/peningkatan kualitas, keterbatasan dana; Jaringan jalan: terpusat, sehingga menimbulkan kemacetan; Tidak jelasnya sistem/pola jaringan jalan.

Drainase & Sanitasi Kurang pemeliharaan; Aliran tidak lancar (beda ketinggian, presipitasi rendah, pemeliharaan kurang);
IV - 88
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

drainase Bantaran sungai: pembangunan di bantaran sungai tanpa mengindahkan garis sempadan sungai Struktur ruang: perkembangan linier. • Permukiman Kualitas lingkungan permukiman rendah. kebun karet rakyat. profil saluran belum teratur. Air bersih Tingkat pelayanan masih rendah. fasilitas sosial yang tidak/belum memadai.89 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . kemiskinan. pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan. Ditinjau dari Sektor/Kegiatan • Hutan kota . perkembangan ekstensif C. saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. sanitasi wilayah pantai. Ditinjau dari aspek Ruang/Lahan & Lingkungan Hidup • • • Permasalahan kepemilikan lahan Penyimpangan pemanfaatan ruang/lahan: pemanfaatan tidak sesuai rencana (kawasan Konservasi digunakan untuk perkebunan campuran. perumahan. Pembangunan di daerah-daerah subur / berbukit-bukit Pengerukan/pemapasan bukit Reklamasi pantai. pendangkalan di muara sungai. Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai. keterbatasan lahan (TPA). • Persampahan Terbatasnya kemampuan penanganan sampah kota. kumuh. B. rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Banjir dan genangan (antara lain disebabkan: kemiringan kurang. perumahan) Pembukaan lahan tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung lingkungan: • • • • • Konversi lahan menjadi permukiman. Kapasitas terbatas. Penyediaan fasilitas umum. • Sanitasi: sistem belum sempurna (air hujan dan air limbah jadi satu).Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota IV . kinerja pelayanan rendah. industri dan pembangunan infrastruktur.

Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota. kayu bakar dan arang. Terjadinya abrasi pada kawasan pantai Hilang dan rusaknya tanaman pantai Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Untuk kota-kota pesisir: abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut. Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah. arus. Kepemilikan lahan. Penyiapan fisik lahan untuk kawasan industri. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. angin dan lainnya. • Kawasan rawan longsor Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam.Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga. Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong dan bukit (cut & fill). Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir.90 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . industri dan eksploitasi tak terkendali. . permukiman. permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas IV . Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menuntut publik untuk menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat • Ruang pantai/pesisir Kawasan permukiman cenderung kumuh. Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak. Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan. gelombang. • Hutan Mangrove Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove. Hilang/punah/pindah primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosaistem mangrove.

antara lain. Pengaruh yang dapat ditimbulkannya antara lain: Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna. Curah hujan yang terlalu tinggi. Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana. Ketidaklancaran aliran sungai. akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air.91 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . cenderung jadi permukiman kumuh. Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air. oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan. Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah. Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. IV . Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air. belum dikelola secara terencana. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Banjir Diakibatkan. longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. • Permukiman di atas air Permasalahan yang dapat timbul dari permukiman di atas air terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali melalui laut Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan. • Kekeringan Diakibatkan antara lain oleh: Prosentase hujan kurang. • Permukiman Nelayan Umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas.

- Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayaninya infrastruktur/prasarana kota (jalan. IV . limbah/sanitasi). Menimbulkan masalah kemacetan transportasi. menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensupplai kebutuhan penduduk akan ikan. • Pasar Tradisional Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut. KDB dan KLB). sehingga banyak pedagang yang berjaualan di lahan parkir dan tepi jalan. dari yang kurang representatif atau rusak. Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kondisi sosial budaya . - Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan. Kondisi bangunan bervariasi. Fasos dan fasum yang ada kurang memadai. persampahan. Kotor dan kumuh. drainase. Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak. Perdagangan Modern Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir. hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen. Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. Tidak ada TPS. Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada.air bersih.92 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

• Sosialisasi penataan ruang masih kurang/belum terlaksana. SDM yang terlibat kurang profesional. suka berganti/mutasi. Lain-lain • • • • • • Rencana tidak jalan/terealisasi: karena hambatan dana.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. kesulitan dalam pembebasan lahan. pemanfaatan maupun pengendalian penataan ruang) masih kurang. Keterbukaan aparat: masalah dalam hal keterbukaan aparat dalam memberi informasi pengembangan kota Peran serta masyarakat: keikutsertaan dalam penataan ruang masih kurang Law enforcement: masih rendah Koordinasi antar instansi/pihakterkait dalam penyelenggaraan penataan ruang (baik dalam tahap perencanaan. Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat dalam penyusunan rencana masih terlalu sedikit.93 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . IV .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful