BAB IV BA B I V PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG DIWILAYAH STUDI DIWILAYAH STUDI

Dalam rangka pembuatan materi untuk menyusun skenario Film Layanan Masyarakat yang menggambarkan proses penyelenggaraan penataan ruang, selain mengacu kepada bahanbahan terkait seperti grand scenario gerakan kepedulian publik dalam penataan ruang serta peraturan perundang-undangan tentang penataan ruang juga dilakukan kajian tentang proses penyelenggaraan penataan ruang di wilayah studi. Sehubungan dengan kajian yang dilakukan, yang hasilnya akan digunakan sebagai materi untuk membuat Film Layanan Masyarakat dalam penyelenggaraan penataan ruang, maka sebagai kasus studi diadakan tinjauan terhadap 7 tujuh) kota, yakni: Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kota Pontianak, dan Kota Manado. Data-data dari ketujuh kota tersebut berupa data sekunder, yakni berupa dokumen tertulis/buku laporan; serta data primer, seperti pengamatan langsung di lapangan, wawancara/penyebaran kuesioner di lapangan. Kajian yang dilakukan tidak lepas dari hal-hal yang berhubungan dengan tipologi wilayah, nilai–nilai lokalitas wilayah, dan karakteristik kawasan yang terkait dengan penataan ruang. Dalam kaitannya dengan tipologi suatu wilayah/kota, dilihat dari aspek fisik geografisnya, maka terdapat adanya kota pantai/pesisir, kota pegunungan, kota di dataran rendah, kota di dataran tinggi. Kemudian dari fungsinya, maka antara lain terdapat adanya kota perdagangan, jasa, kota pariwisata, kota industri, kota pendidikan. Dengan adanya kondisi fisik yang berbeda, fungsi yang berbeda, adat istiadat setiap suku yang berbeda, maka akan memberi warna tertentu pada nilai lokalitas suatu wilayah/kota. Mengenai karakteristik kawasan, maka terdapat adanya: kawasan berkembang, kawasan

sedang berkembang, dan kawasan pengembangan baru. Dari perwujudan fisiknya, maka intensitas pembangunan di kawasan berkembang lebih besar dari pada kawasan sedang berkembang, dan intensitas pembangunan di kawasan sedang berkembang lebih besar dari pada kawasan pengembangan baru. Jika dilihat wilayah Indonesia secara keseluruhan, maka kawasan berkembang meliputi: Pulau Sumatera, Pulau Jawa; kawasan sedang berkembang:meliputi: Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi; dan wilayah di Indonesia bagian timur termasuk kawasan pengembangan baru.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Di samping kajian di atas, dilakukan juga kajian yang berhubungan dengan pemahaman (masyarakat) terhadap penyelenggaraan penataan ruang. Untuk memperoleh informasi sehubungan dengan kajian tersebut, maka dilakukan penyebaran kuesioner/wawancara kepada pihak yang relevan. Pihak yang dimaksud dikelompokkan atas 2 (dua) kelompok responden, yaitu: aparat pemda dan masyarakat umum. Materi yang ditanyakan/diajukan pada dasarnya untuk memperoleh jawaban yang berhubungan dengan: tingkat pengetahuan masyarakat sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang, pendapat masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang yang ada, tingkat kesadaran masyarakat terhadap masalah penataan ruang serta pandangan masyarakat mengenai informasi penataan ruang.

4.1

Gambaran Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota: Medan, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Pontianak, Manado

4.1.1 Kota Medan 4.1.1.1. Gambaran Umum Kota Medan A. Kondisi Umum Kota Medan berada pada 3º 30' - 3º 43' Lintang Utara dan 98º 35' - 98º 44' Bujur Timur dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Batas administrasi Kota Medan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang : Kabupaten Deli Serdang
Kawasan pusat kota dengan ciri khasnya gedung Kantor Pos yang dibangun Thn 1911 dan Tugu

: Kabupaten Deli Serdang dan Selat Malaka

B. Kondisi Fisik Luas Kota Medan 30.028,8 hektar (300,288 km²). Kota Medan merupakan salah satu dari 25 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dan merupakan pusat pemerintahan provinsi tersebut. Berdasarkan kondisi topografinya, Kota Medan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kota Medan merupakaan dataran rendah yang merupakan tempat pertemuan dua sungai penting, yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli.

IV - 2
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Secara geografis Kota Medan juga merupakan jalur sungai. Paling tidak ada 8 (delapan) sungai yang melintasinya. Adapun manfaat terbesar dari sungai-sungai ini adalah sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Penggunaan lahan di kota Medan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.1.1.1.1 Prosentase Luas Penggunaan Lahan di Kota Medan

Penggunaan Lahan Pemukiman Perkebunan Lahan jasa Sawah Perusahaan Kebun campuran Industri Hutan rawa

Prosentase (%) 36,3 3,1 1,9 6,1 4,2 45,4 1,5 1,8

Sumber : Kota Medan dalam Angka Tahun 2003, BPS Kota Medan

Kawasan Kota Medan yang termasuk dalam kawasan perkotaan Mebidang (Medan-BinjaiDeli Serdang) mencakup kawasan pantai timur berbatasan dengan Selat Malaka menuju arah selatan yang merupakan kaki Bukit Barisan. Dari segi morfologi, kawasan tersebut merupakan wilayah datar sampai landai dengan kelerengan kurang dari 3%, hingga daerah berbukit di bagian selatan dengan kelerengan lebih dari 16%. Kota Medan dikelilingi Kabupaten Deli Serdang, yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA), khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Di samping Kabupaten Deli Serdang, secara geografis Kota Medan didukung oleh daerah-daerah lainnya yang juga Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli kaya akan SDA. Daerah-daerah tersebut adalah:

Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini menjadikan Kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan dan saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya. Disamping itu, sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Dari posisi geografis ini, secara fisik telah mendorong perkembangan Kota Medan kedalam 2 (dua) kutub pertumbuhan, yaitu daerah terbangun Belawan dan pusat Kota Medan saat ini.
IV - 3
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

jumlah penduduk yang bekerja tersebut meningkat tajam sebesar 23.88%.42%.67%. Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap pendapatan regional.340 jiwa total penduduk yang bekerja.5% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. gas dan air 6.602 jiwa. Tabel 4.1. BPS Kota Medan 2003 0 0 1. Usaha Persewaan bangunan/tanah dan Jasa Perusahaan Jasa Kemasyarakatan. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Medan. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Kota Medan yang telah terdaftar di Departemen Tenaga Kerja adalah di sektor industri pengolahan. peternakan dan perikanan Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik.010 0 0 224 0 0 86 1. Sosial dan Perorangan Jumlah Sumber: Kota Medan Dalam Angka 2003.340 D.993. pertanian 6. listrik.1.4 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . IV .6%. Dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003. yaitu sebanyak 1.842. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Medan pada tahun 2003 adalah 1. Beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata yakni sektor penggalian 9. tercermin dari perekonomiannya. dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 6. Pergudangan dan Komunikasi Keuangan.639 jiwa/km².1. hotel dan Restoran Angkutan. Pada tahun 2002. pada tahun 2002 sektor perdagangan memberikan kontribusi yang sangat dominan (34.2 Jumlah Penduduk Yang Bekerja dan Terdaftar Menurut Lapangan Usaha Di Kota Medan Tahun 2003 Lapangan Usaha Pertanian. Pertambahan penduduk Kota Medan dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003 sebanyak 151. Asuransi. Gas dan Air Bangunan Perdagangan.300 jiwa).95 % (tahun 1993 penduduk yang bekerja berjumlah 321 jiwa).130 jiwa per tahun (jumlah penduduk Kota Medan tahun 1993 adalah 1. laju pertumbuhan ekonomi Kota Medan terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 4.53%).010 jiwa dari 1. keuangan 7.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C.302 jiwa atau rata-rata 15.

497.75 886. Tanah dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB 404. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Medan menurut lapangan usaha tahun 2002 atas dasar harga konstan tahun 1993 mencapai Rp.971.000.03 292.985.275.30 764.957.156.689. Assuransi. BPS Kota Medan 4.538. merupakan bagian dari Pola Dasar Pembangunan Kota Medan dalam aspek fisik yang disahkan dalam Peraturan Daerah No.093.101. Produk Rencana Tata Ruang Kota Medan Produk Rencana Tata Ruang yang menjadi pedoman dalam penataan kota dan bangunan saat ini terdiri dari: a.79 1. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 20.1.173.1.97 833.85 271.21 1999 292.5 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . IV .799.107.3 PDRB Kota Medan Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian Penggalian Industri Pengolahan Listrik. Usaha Persewaan Bangunan.1.272.045.191.534.010.08 701. Tabel 4.14 2000 320.67 818.15.274.66 Sumber: Kota Medan Dalam Angka. yang saat ini sedang direvisi untuk masa 2005-2015.52 5.05 197.390. 2.984.33 2001 335.54 259.501. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.71 471. Rencana Umum Tata Ruang Kota Medan (RUTRK) Tahun 1995 – 2005.49 829.003.873.044.126.651.878.97 5.853.000 (setingkat RDTRK) sebanyak 66 lembar.568.222. Peta-peta Blad yang merupakan rencana teknis dan telah ada sejak lama.40 1.782.000.1. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.85 708.52 973. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 1.062.952.83 1. mencakup wilayah pusat Kota Medan.282.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Medan A.479.549. 4 tahun 1995. memiliki ketelitian Peta skala 1 : 5.752.1.453.59 1.18 425.001. b. Rencana Sub Sub Wilayah (RSSW) yang telah ada sejak tahun 1978.82 763. c. Tahun 2003.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan Jumlah Penduduk.29 2002 358.353.65 588.884.68 434.095.20 447.590.31 228.87 1.558.52 789.521.07 5.19 5.938.25 260.54 640.59 247.78 273.64 1.041.07 717.

tentang Penyempurnaan Surat Keputusan Walikota Medan No. 2. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan dalam Daerah Kota Medan.342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No. 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang. 188. peraturan lainnya yang berkaitan dengan penataan ruang adalah : 1. Perda No. IV . sehingga dalam penyusunan rencana tata ruang untuk kawasan Mebidang tersebut dikoordinasikan oleh Gubernur Propinsi Sumatera Utara sesuai dengan Pasal 8 ayat (3) UU No. Surat Keputusan Walikota Medan No. Gambar 4.1 Salah satu contoh Produk RTR Kawasan Mebidang Selain Perda tentang RTRW Kota Medan. Surat Keputusan Walikota Medan No. 17 Tahun 2002 tentang Peruntukan Penggunaan Tanah. 9 Tahun 2002 tentang Izin Mendirikan Bangunan. 3. Perda No. Kota Medan termasuk dalam Kawasan Perkotaan Mebidang. 4. 6 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan serta Penghijauan Dalam Daerah Kotamadya DT II Medan. Perda RTRW Kota Medan menjadi pedoman dalam penyusunan Perda-Perda dan Surat Keputusan Walikota yang mengatur tentang penataan ruang kota Medan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain ketiga produk hukum tersebut.342/382/SK/1989 tentang Pelaksanaan Perda Kota Medan No.6 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .1.2. 188. 188.342/3017/SK/2000.1.

• Pelestarian bangunan/lingkungan bersejarah yang dilakukan melalui revitalisasi (Kesawan. dilakukan melalui kegiatankegiatan sektoral maupun terintegrasi. Pada tahap II akan dikembangkan pula di Jl. Marelan). khususnya Kota Medan. baik ditinjau dari segi homogenitas maupun fungsi ekonominya. • • Penataan pedagang Buku Titi Gantung sebagai kesatuan ruang Kesawan (fungsi Wisata). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya struktur ruang tersebut adalah: • Pengembangan Kawasan Polonia di Kota Medan sebagai pusat Bisnis dan Keuangan • Pengembangan Kota Binjai dan Lubuk Pakam sebagai kota mandiri yang mengimbangi perkembangan Kota Medan • Pengembangan kawasan-kawasan prospektif ekonomi di Kawasan Pelabuhan Laut Belawan dan Bandar Udara baru Kuala Namu • Pengembangan jalan tol Medan-Binjai dan Medan-Kuala Namu • Perkembangan memita (ribbon development) antara pusat-pusat kegiatan Melihat perkembangan Kota Medan yang semakin pesat. Salah satu kawasan kumuh dibantaran sungai Jalan Suprapto Salah satu gedung bersejarah di Jalan Imam Bonjol Selain pemanfaatan lahan untuk penataan ruang di atas. Penataan kawasan kumuh dan lalu lintas. untuk menghindari perkembangan perkotaan yang terus meluas sejalan dengan kecenderungan perkembangan saat ini. Ahmad Yani II dan relokasi pedagang/penjahit yang menggunakan jalan tersebut. Pemanfaatan Ruang Kota Medan Dalam hal pelaksanaan penataan ruang (pemanfaatan ruang). maka perkembangan kawasan perkotaan Mebidang. Titi Gantung dan Mesjid Raya Istana Maimoon) serta revisi perda.7 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . antara lain: • Pembangunan jalan lingkar luar dan jalan-jalan penghubung (Jl. Lingkup wilayah MMA atau Kawasan Perkotaan Mebidang ini meliputi Kota Medan. IV . • Penataan kawasan Jl. Ahmad Yani/Kesawan menjadi pusat jajan malam hari. terkait dengan proyek MMUDP yang telah rampung pada tahun 2003/2004. • Penataan pasar ikan lama: pengembalian fungsi Jl. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan perlunya penetapan wilayah Metropolitan Medan (Medan Metropolitan Area/MMA) sebagai satu kesatuan wilayah pengembangan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. diarahkan membentuk pola ribbon (pita) dengan desentralisasi pusat-pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi. Kota Binjai. dan Kabupaten Deli Serdang. Setia Budi dan Jl. Wazir.

Meminimalisir pembangunan rumah petak/ruko 4 (empat) lantai melalui cara disinsentif retribusi yakni tarif dua kali dari ketentuan (Perda No. Kegiatan ini dilakukan dalam kajian khusus di Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kota Medan melalui upaya perubahan peruntukan. Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus. Perda No. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Medan Pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait. dimana kegiatan ekonomi yang prospektif adalah di Medan kota inti (pusat bisnis dan keuangan). C. Pengendalian rencana tata ruang e. Pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan juga dengan pemberian perizinan yaitu melalui Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. Belawan (industri dan pelabuhan laut). dispensasi GSB maupun aspek lainnya. Peningkatan pelayanan umum Dengan pengembangan di atas. maka pemanfaatan ruang di Kota Medan sebagian besar dimanfaatkan sebagai pusat-pusat kegiatan perekonomian.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Penataan dan penyediaan wadah/ruang-ruang bagi kegiatan yang akan menunjang Kota Metropolitan dilakukan melalui: b. Pengendalian rencana/pemanfataan ruang dilakukan dalam bentuk: • Penyesuaian dan evaluasi secara parsial rencana tata ruang dengan perkembangan kota yang terjadi. Pengendalian kawasan resapan air (selatan) dengan koefisien Dasar Bangunan di Bagian Selatan Kota. • • • • Pengawasan dan penindakan (pembongkaran) bangunan bermasalah (tidak memiliki ataupun menyimpang IMB). penghapusan rencana jalan. Peningkatan estetika kota f. dan Kuala Namu (bandar udara). 9 tahun 2002). Pelaksanaan penataan ruang d. Untuk segi pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. Rencana perluasan Kota Medan c.8 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 17/2002 tentang pengendalian perubahan peruntukan tanah/penghapusan rencana jalan dan dispensasi GSB melalui pemberatan retribusi menjadi jauh lebih tinggi (berdasar SK Walikota Medan mengenai harga dasar tanah tahun 1995 menjadi berdasar NJOP) • Mempermudah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi rencana kota melalui : IV .

b.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan a. dunia usaha di kantor DTK dan TB lantai II. melanda areal seluas ± 1. Permasalahan Kota Medan meliputi : • Bidang Transportasi . IV .Jaringan jalan yang belum terstruktur menurut kebutuhan hirarki jalan .Manajemen lalu lintas belum mendukung rencana integrasi ruang ke dalam kawasan perkotaan Mebidang • Bidang Sarana dan Prasarana a.Kemacetan lalu lintas . akibat aliran air yang lamban ke arah muara karena rendahnya beda ketinggian dan tingkat presipitasi setempat.Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi (30%) . Drainase/Pengendalian Banjir .Banjir di Kota Medan bagian utara. Air Bersih .Tingkat kesadaran masyarakat untuk memelihara prasarana drainase masih rendah.Ketersediaan air dan kapasitas distribusinya masih rendah .1. Kota Medan juga memiliki beberapa permasalahan di dalam penataan ruang.Beban lalu lintas terusan . dimana tarifnya telah dipermurah (Perda No. Informasi secara formal melalui Keterangan Rencana Peruntukan (KRP).Pembangunan tanggul 25 tahunan yang menghadapi kendala teknis dari segi kapasitas konstruksi serta sarana bantuannya.3 Isu Permasalahan Kota Medan Selain memiliki potensi perkembangan kota. masyarakat umum. . b. berwarna dan berbau (akibat pencemaran). 4. . 17/2002).Kualitas air sumur dangkal yang masih rendah: asin.Penurunan kapasitas jalan lokal karena lokasi terminal angkutan antar kota di pusat kota .9 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu banjir di Kota Medan yaitu di Jalan Putri Hijau akibat sistem drainase yang kurang baik Salah Satu kemacetan di kota Medan .1. Informasi secara informal untuk mahasiswa.Masih rendahnya tingkat pelayanan air bersih perpipaan .Penurunan kapasitas Bandara Polonia .100 Ha.

. .pemanfaatan lahan untuk permukiman yang ada di dekat bandar udara Polonia jaraknya sangat dekat (± 300 m).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Bidang Struktur Ruang Kota . . Kawasan perdagangan yang tidak tertata dengan baik. fungsi pemerintahan dan perkantoran atau sebaliknya.Pemanfaatan ruang kota yang tidak tertata dengan baik. seperti pemanfaatan fungsi perkantoran yang dicampur dengan fungsi perdagangan.10 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .Perkembangan kawasan kota yang cenderung ekstensif. Kawasan kumuh yang berada di Jalan Kejaksaan dan Jalan Suprapto. sehingga keberadaan permukiman sangat mengganggu ruang gerak penerbangan di bandar udara tersebut. dimana pemanfaatannya juga terdapat fungsi perkantoran Lokasi permukiman di Padang Bulan yang dekat dengan Bandar Udara Polonia yang berjarak ± 300 meter IV .Perkembangan linier sepanjang rute yang memanjang. Kota Medan .Banyaknya permukiman kumuh yang timbul di sepanjang kali/sungai yang tidak tertangani dengan baik.

batas administrasi Kota Bandar Lampung adalah: . Letaknya yang strategis. di ujung selatan Pulau Sumatera.Sebelah Timur : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan. 4. Luas wilayah Kota Lampung adalah 192.18 km² dengan jumlah kecamatan sebanyak 13 kecamatan.Sebelah Barat .1. Secara geografis Kota Bandar Lampung terletak pada 5º 20' .2. Kegagalan pengembangan kota-kota kecil mandiri yang menyebabkan meningkatnya ketergantungan terhadap kota-kota utama (Medan.1. dan Lubuk Pakam). Binjai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pengembangan kawasan perkotaan Mebidang cenderung untuk membentuk suatu pola ruang yang ekstensif.1 Gambaran Umum Kota Bandar Lampung A. yang disertai dengan pusat pelayanan dan permukiman skala besar tanpa kawasan penyangga antara Kota Medan dan Kuala Namu.2 Kota Bandar Lampung 4. karena sebagai daerah transit kegiatan perekonomian antar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.11 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu pintu masuk Kota Bandar Lampung dan Ciri Khas Kota Bandar Lampung . • • • Pengembangan jalan tol baru yang menghubungkan Binjai-Medan-Kuala Namu Pengembangan jalan lingkar luar Kota Medan. Pengembangan bandara baru di Kuala Namu.Sebelah Selatan . industri dan pariwisata.105º 37' Bujur Timur.Sebelah Utara . Batas. Pengembangan jaringan jalan yang merangsang pengisian ruang secara ekstensif. Kondisi Umum Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung. sehingga menguntungkan bagi pertumbuhan dan pengembangan Kota Bandar Lampung sebagai pusat perdagangan.5º 30' Lintang Selatan dan 105º 28' . Beberapa faktor yang mempengaruhinya dan perlu diantisipasi dalam pengembangan perkotaan tersebut antara lain: • • • Pengembangan beberapa kota baru dan permukiman skala besar yang berada terlalu dekat dengan Kota Medan. Teluk Lampung : Kabupaten Lampung Selatan : Kabupaten Lampung Selatan IV . Kota bandar Lampung berada pada Teluk Lampung.

1. Daerah dataran tinggi serta sedikit bergelombang terdapat di sekitar Tanjung Karang bagian barat yang dipengaruhi oleh gunung Balau serta perbukitan Batu Serampok dibagian timur selatan 4.5% dari luas lahan seluruhnya.25 0.1 Luas Penggunaan Lahan Di Kota Bandar Lampung Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan 1. 9.447.218.39 38. 2.1.1. Daerah pantai yaitu sekitar Teluk Betung bagian selatan dan Panjang 2. 6. Teluk Lampung dan pulau-pulau kecil bagian selatan Kondisi fisik Kota Bandar Lampung yang Berbukit Batu Di bagian tengah Kota Bandar Lampung mengalir sungai-sungai. Kondisi Fisik Kawasan perkotaan Kota Bandar Lampung terletak pada ketinggian 0 – 700 m di atas permukaan laut dengan topografinya terdiri dari: 1.01 482. Penggunaan lahan di Kota Bandar lampung sebagian besar dimanfaatkan sebagai lahan pertanian seluas 10. dimana daerah hulu sungai berada di bagian barat.477. Luas wilayah yang datar sampai landai 60%.75 406.12 1. Tabel 4. 3. Tahun 2003. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4. 4. 8. Luas (Ha) 5.51 0.1. 7.20 100 IV .07 54.971. 5.55 % 31.85 1.201.95 6.2.2.02 19.67 10. Daerah perbukitan yaitu sekitar Teluk Betung bagian utara 3. Selain itu wilayah Kota Bandar Lampung sebagian merupakan perbukitan. landai sampai miring 35%.12 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .01 Ha atau 54.55 256.1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B.52 2.05 2. Permukiman Pertanian Hutan Rawa Perusahaan Industri Jasa-jasa lainnya Tanah Kosong tidak diperuntukan Jumlah Sumber: Kota Bandar Lampung Dalam Angka.33 1.01 9.30 375. sangat miring sampai curam 4%. daerah hilir sungai berada di selatan yaitu pada dataran pantai.

3. Tahun 2003.548 378. 2.427 316.049 jiwa.10%.52% dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Bandar Lampung adalah 790. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.199 171.870 1.441 144. Ada beberapa sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata pada tahun 2003 yakni sektor keuangan. pada tahun 2003 masih sangat dominan berasal dari sektor perdagangan.815.078 346.841 242. sedangkan untuk tahun 2003 laju pertumbuhannya sebesar 6.454.217 402.895 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 41 jiwa/km².____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C.330 2001 45. hotel dan restoran sebesar 23.258 41.542 441. laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung terus meningkat hingga mengalami pertumbuhan sebesar 14.2 PDRB Kota Bandar Lampung Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian.869 326.877 251. Sumber: Pemerintah Kota Bandar Lampung. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Bandar Lampung pada tahun 2003 mencapai Rp.611 9. hotel dan restoran 10. Pada tahun 2003.079 166. Persewaan.176 406. Perekonomian Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung.361 132. serta pengangkutan dan komunikasi 8. 9.487 8.1.1. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.095 43. 5. persewaan & jasa perusahaan 27%.272 2003 46.563 2002 46.596 8.011 322. Salah satu pusat perbelanjaan Kota Bandar Lampung Kawasan kegiatan perekonomian Kota Bandar Lampung Pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran masyarakat merupakan hasil pembagi antara PDRB dengan jumlah penduduk. 6. D. 7.083 183.Tabel 4. Jika dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap PDRB Kota Bandar Lampung.010 35.94.576 1.909.473 180. 8.711 123.941.524 1. 2.814 1.715 260.96%.267 407.532 394.796 323. perdagangan. Peternakan.41%.276 48.26%. tercermin dari perekonomiannya.188 8. 4. Pertambahan penduduk Kota Bandar Lampung dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 rata-rata pertahunnya adalah 16.788 269. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik.010 1.189 173.695. IV .13 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .782 40. dan Jasa erusahaan Jasa-jasa PDRB 2000 53.2.748.

Penyelenggaraan Pembangunan Kota Berbasis Masyarakat dan Keswadayaan . terutama dengan adanya pelabuhan.Permukiman Kumuh .3. Dalam perkembangan dan pertumbuhan Jawa Tengah.Sanitasi Wilayah Pantai 4.2 Isu Permasalahan Kota Bandar Lampung Isu permasalahan pembangunan Kota Bandar Lampung berkaitan dengan penataan ruang.Kualitas Lingkungan Permukiman • Manajemen Kota.1.3 Kota Semarang 4. Kota Salatiga. Pengiriman ekspor hasil bumi ini dilakukan melalui Pelabuhan Panjang.14 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu cirri khas Kota SEmarang .1. Kabupaten Demak.Drainase . Kota Semarang. Salah satu pelabuhan yang ada di Kota Bandar Lampung 4. Semarang sangat berperan.Penyelenggaraan Pelayanan Umum . jaringan transport darat (jalur kereta api dan jalan) serta transpor udara yang merupakan potensi bagi simpul transport Regional Jawa Tengah dan kota transit Regional Jawa Tengah. IV .Penyelenggaraan Pemerintahan . antara lain adalah: • Kemiskinan Kota. yang terdiri dari: .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Ekspor produk hasil bumi yang menjadi andalan Kota Bandar Lampung adalah kopi.1 Gambaran Umum Kota Semarang A. lada dan pisang.Supremasi Hukum • Lingkungan dan Tata Ruang .1. Sarana ini merupakan salah satu penunjang kelancaran perdagangan di Kota Bandar Lampung.Pengerukan Bukit . yang terdiri dari: . Kabupaten Grobogan).2. di mana pelabuhan ini merupakan pelabuhan satu-satunya pelabuhan ekspor yang dimiliki oleh Kota Bandar Lampung. Kondisi Umum Kota Semarang termasuk dalam kawasan strategis Kedungsepur (Kabupaten Kendal.

2% sedang ketinggiannya bervariasi antara 0-3. Kota Semarang terletak pada ketinggian antara 0.57%). dan terjal/sangat curam (2.110º 5' Bujur Timur. secara langsung sebagai pusat wilayah nasional bagian tengah. Di bagian Utara. yang merupakan pantai dan dataran rendah.7º 10' Lintang Selatan dan 109º 35' .27%). Kondisi Fisik Ditinjau dari topografinya. luas wilayah Metropolitan Semarang adalah sekitar 33.200 M DPL. Penentuan batas wilayah metropolitan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Pendekatan titik henti. tepatnya pada garis 6º 5' . Letak geografi Kota Semarang ini dalam koridor pembangunan Jawa Tengah dan merupakan simpul empat pintu gerbang. dengan kemiringan 2 .00 diatas permukaan laut (DPL).5 M DPL. Secara keseluruhan. koridor Timur ke arah Kabupaten Demak/Grobogan dan Barat menuju Kabupaten Kendal.6 Km : Kabupaten Semarang : Kabupaten Kendal : Kabupaten Demak B. Kota Semarang terletak di pantai Utara Jawa Tengah. Kondisi lahan terbangun di Kota Semarang dan daerah sekitarnya menunjukkan adanya aglomerasi kegiatan dan fasilitas yang cukup tinggi di satu pusat (pusat pertumbuhan/growth centre) Adapun batas-batas administrasi Kota Semarang: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Laut Jawa dengan panjang garis pantai meliputi 13. Di bagian Selatan merupakan daerah perbukitan. curam (3.711. Dilihat dari kemiringan lereng di Kota Semarang sebagian besar wilayahnya memiliki tingkat kemiringan lereng yang datar dan landai (78. dengan pertimbangan teori tempat pusat (central place). IV . memiliki kemiringan 0 .75 sampai dengan 384. yang melibatkan variabel jarak dan jumlah penduduk Kondisi lahan terbangun.93 Ha.40% dan ketinggian antara 90 .15 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . agak curam (16.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Posisi lain yang tak kalah pentingnya adalah kekuatan hubungan dengan luar Jawa. yang terdiri dari 16 wilayah kecamatan. sebagai bahan pertimbangan pengaruh langsung kedekatan Kota Semarang dengan hinterlandnya.11%). wilayah Kota Semarang terdiri dari dataran rendah (daerah pantai) dan dataran tinggi (daerah perbukitan).05%). yakni koridor pantai Utara. Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu. koridor Selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang.

34 8.62 115. Dari aspek pendidikan.25% dari jumlah penduduk yang IV .371 Ha (90.45% dari lahan bukan sawah. namun demikian dapat dicatat bahwa pada tahun 2001 penduduk Kota Semarang telah bebas dari 3 (tiga) buta: buta aksara. lahan kering sebagian besar digunakan untuk tanah pekarangan/tanah untuk bangunan dan halaman sekitar.09%. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan hasil registrasi penduduk tahun 2003. dapat kita lihat bahwa rata-rata anak usia sekolah di Kota Semarang dapat melanjutkan hingga batas wajib belajar sembilan tahun.07 9.21%) bukan tanah sawah. penduduk lebih terpusat di pusat kota.68%) dan terendah adalah pendidikan Akademi/D3 sebanyak 46.1 Luas Penggunaan Lahan Kota Semarang.658 Ha (9. Luas (Ha) 13.378.193 jiwa ada. mencapai 1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari luas wilayah yang ada.894 jiwa. Jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan sebanyak 1. dengan pertumbuhan penduduk sejak tahun 2001 sebesar 2. buta angka dan buta pengetahuan dasar. dimana pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah pendidikan SD sebanyak 294. Meskipun masih ada sebagian yang tidak mengenyam pendidikan formal. Tahun 2002 Penggunaan Lahan Pekarangan & Bangunan Tegalan & Kebun Padang Gembala Tambak/Kolam Rawa Lain-Lain Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka. Tahun 2002. terdiri dari 3. Dengan komposisi struktur pendidikan demikian ini cukup mendukung perkembangan Kota Semarang.93 C.3.388.243. Menurut penggunaannya.377.81 1. yaitu sebesar 39.79%) tanah sawah dan 3. Jumlah usia produktif di Kota Semarang sekitar 68.16 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .881.435 jiwa (23.1. Tabel 4.089 jiwa.1. apalagi peningkatan kualitas penduduk yang selalu mendapat prioritas utama didalam upaya peningkatan kesejahteraan.711. bahkan tidak sedikit yang lulus SLTA dan Sarjana.03 33. Tingkat kepadatan penduduk memang belum merata.298.06 651.

77 3.3.80 100 Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Dilihat dari mata pencaharian/lapangan kerja.208 19.18 22 16.547 124.68 20.055 2.01 23. IV .089 Prosentase 5.71 2.243.27 21.1.239.314 46.1.585 37.894 47. dimana terbesar adalah bekerja pada sektor industri sebanyak 179.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Semarang Tahun 2003 Mata Pencaharian Petani Sendiri Buruh Tani Nelayan Pengusaha Buruh Industri Buruh Bangunan Pedagang Angkutan PNS & ABRI Pensiunan Lain-Lainnya Jumlah Sumber: Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2003 Jumlah 22. Perekonomian Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2003 sebesar 5.079 264.11%.227 17.475 294.20 9.2 Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Di Kota Semarang Tahun 2003 Tingkat Pendidikan Tidak Sekolah Belum Tamat SD Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat Akademi/D.805 jiwa.17 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor pertanian sebesar -9.302 77.7 4. 5.398 87.26 3.322 216.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.435 252.47 10.1.5 100 D. pertumbuhan.315 1.41%.833 jiwa. Hampir seluruh paling sektor besar ekonomi pada Sedangkan PDRB menurut tahun 2001 mengalami sektor lapangan usaha tahun 2002 berdasarkan atas dasar harga konstan tahun 1993 sebesar Rp.030 139.833 132.95 11.33 0.417 28.56 26.805 % 2.634 818.394. Tabel 4. Sektor yang mengalami pertumbuhan adalah pertambangan dan penggalian sebesar 8.26 10.27 2.45 3.66%.3.1.-.824 179. jumlah penduduk yang bekerja sebesar 818.405.III Tamat Universitas Jumlah Jumlah 74.

PDRB per kapita. Denpasar. laut. Magelang.476. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.304 714.-.039.260. udara.18 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan Indonesia bagian timur (Makassar). Kalimantan. Jakarta.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4. Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang. 2000 40. yaitu: Bandara Ahmad Yani. Bandung.074.239.349 1. dan Jasa Perusahaan 9. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.001 397.070 196.950. 6.277 77.163.230.1.405. dan kota-kota di pulau Sumatera. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Semarang pada tahun 2003 sebesar Rp.800 74. melayani angkutan penumpang dan barang. Tahun 2002.767.088. Melihat pola pergerakan yang dihubungkan dengan moda darat. maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur).142. Untuk angkutan penumpang.628.3.755. Yogyakarta. IV .900. Malang. 8. Untuk perhubungan udara. Purwokerto. Surabaya. Surakarta.403 671. Jasa-jasa PDRB 1. Pelabuhan laut Kota Semarang. Cirebon. 5.400 1.643 14.331. termasuk kapal turis luar negeri.4 PDRB Kota Semarang Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2001 Lapangan Usaha Pertanian.532. Jakarta.657 12. seperti: Tegal.085.838. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik.431. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang–Karimunjawa. Peternakan.124.1.194 5. 7. yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada. 4.394 Sumber: Pemerintah Kota Semarang.132 1.974 5.913.083 364. Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar.825 183. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas.904 2001 36. Prasarana dan sarana perhubungan juga memegang peranan penting dalam rangka pengembangan perekonomian Kota Semarang. 3. 4. Madiun. Persewaan.410 340.802.847.705.903. Cilacap.566 350. dengan intensitas tinggi. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. melayani: Semarang.615.523. 2.210 1.

Mengembangkan karakteristik dan potensi ruang kota sesuai dengan kondisi fisik gegrafis yang berciri perbukitan kota atas. dan budaya yang berkualitas. Solo dan Jogyakarta (Joglosemar).3. Konsepsi pengembangan tata ruang wilayah Kota Semarang. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). Pemanfaatan ruang kota yang memberikan potensi bagi tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan dan sumber daya lokal.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Semarang A.24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang yang menyebutkan bahwa ’rencana tata ruang ditinjau kembali dan atau disempurnakan sesuai dengan jenis perencanaannya secara berkala’. fungsi Kota Semarang adalah sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN).19 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik mampu . maka Bappeda berperan sebagai koordinator perencanaan pembangunan kota.I No. Kota Semarang beserta kota/kabupaten lain/wilayah di sekitarnya termasuk dalam wilayah Pengembangan Kawasan Semarang-Demak.2010 yang merupakan arahan bagi pemanfaatan ruang di wilayah Kota Semarang. ekonomi. dengan hutan dan pertanian serta kawasan kota bawah dengan pengembangan garis pantai (water front development). IV . Dalam hal ini. dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing global. Dari segi kelembagaan. adalah: Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu memanfaatkan dan mengembangkan potensi sebagai simpul perkembangan nasional dan regional. Evaluasi/revisi rencana tata ruang ini sejalan dengan pasal 13 ayat (2) UU R. Peranan Bappeda ini termasuk juga dalam hal menyusun rencana tata ruang kota Semarang. ekonomi yang berpengaruh pada pemanfaatan ruang wilayah.1. Mengendalikan pemanfaatan ruang di kawasan lindung dan budidaya unuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Menciptakan kondisi ruang kota yang mampu menciptakan perkembangan keterikatan potensi dan pusat pengembangan timbal balik dengan daerah metropolitannya (Kedungsepur). Perencanaan Tata Ruang Kota Semarang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Semarang Tahun 2000 . Mengembangkan ruang kota yang memacu perkembangan regional segitiga Semarang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. dengan masukan materi berasal dari berbagai dinas atau sektor. merupakan hasil evaluasi/revisi RTRWK Semarang yang disusun tahun 1994/1995. Memelihara dan merevitalisasi semua potensi kesejarahan ruang kota yang menciptakan kehidupan sosial. Penyusunan RTRWK Semarang Tahun 2000 – 2010 dilakukan dengan adanya masukanmasukan dari dinamika perkembangan aspek-aspek sosial.

Kolektor primer : Semarang . Metropolitan Semarang termasuk dalam Wilayah Pembangunan I. Sayung. Kota Salatiga. Salatiga berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Purwodadi berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). yaitu: Kendal. Demak berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). IV . Adanya keterbatasan lahan di wilayah Kota Semarang.Solo.20 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Sedangkan terminal Kota Semarang terdiri atas: - . Sejalan dengan struktur pemanfaatan ruang. Kabupaten Semarang. B. Semarang – Bawen . Watugong. Keterbatasan lahan perumahan yang ada di Semarang menyebabkan disediakannya lahan cadangan untuk perumahan di sekitar Mranggen (Kabupaten Demak) dan daerah Boja (Kabupaten Kendal) yang mempunyai daerah terbuka yang cukup luas dan merupakan daerah cadangan resapan air tanah. Terminal tipe A (antar kota antar provinsi). Terminal tipe B dan C tersebar di kota kecamatan. Genuk. Pringapus dan Bergas. maka dari jaringan transportasi (jalan) Kota Semarang meliputi: Arteri primer utama : Kota Semarang – Bawen . berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Boja.Yogyakarta. yang mencakup wilayah Kota Semarang. dimana terjadi peralihan dari struktur pertanian menuju industri. Pemanfaatan Ruang yang digunakan untuk Bangunan Bersejarah Di Kota Semarang Wilayah pinggiran ini merupakan kota transisi. Terminal Pangkalan Truk Mangkang. yaitu Mranggen. Berdasarkan sistem perkotaan Jawa Tengah. industri kimia dan aneka industri. Kaliwungu.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kemudian kota lainnnya. sehingga menyebabkan terjadinya ekspansi ke daerah pinggiran Kota Semarang. perkembangan industri diarahkan pula di daerah Sayung (Kabupaten Demak) yaitu industri pengolahan. Ungaran berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak. perdagangan dan jasa. Untuk perkembangan daerah industri lebih condong dipusatkan pada daerah Kaliwungu (Kabupaten Kendal) karena letaknya yang strategis dan didukung oleh sarana transportasi yang baik. Arteri primer bagian utara : Weleri – Kendal – Semarang – Demak. Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Perkembangan Metropolitan Semarang terjadi seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk dan tuntutan akan fasilitas pelayanan yang dibutuhkan. Selain itu. Ungaran.Purwodadi.

Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Semarang Mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang kota Semarang meliputi: Proses pengawasan/pemantauan. Untuk perhubungan udara. yang mana pada proses ini terjadi penyaringan atau pengaturan agar pemanfaatan ruang sejalan/sesuai dengan kebijakan. Untuk angkutan penumpang. peraturan yang berlaku. Denpasar. Juga kebutuhan mendesak untuk mengembangkannya menjadi pelabuhan terpadu khusus untuk pelabuhan penumpang. dan kota-kota di pulau Sumatera. termasuk kapal turis luar negeri.1.3. Melihat pola pergerakan yang dhubungkan dengan moda darat. Jakarta. laut. Proses penertiban/perijinan. seperti: Tegal.21 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kalimantan. Pada masa mendatang pelabuhan ini mengusahakan penambahan kapal cepat untuk lintasan Semarang – Karimunjawa. melayani rute Semarang. Surakarta. sasarannya adalah: Perlindungan terhadap kawasan lindung dari budidaya yang tidak diijinkan di atasnya. terutama terhadap bentuk-bentuk pemanfaatan yang 4. terdapat Bandara Ahmad Yani. Magelang. sebagai bandar udara nasional yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. maka Semarang menjadi wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi (di kawasan Kedungsepur). udara.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pelabuhan laut Kota Semarang. Cilacap. C. Bandung. yaitu bentuk pengendalian terhadap melanggar peraturan perundangan yang berlaku.3 Isu Permasalahan Kota Semarang • Transportasi Ketidakmampuan jalan kota dalam menampung pergerakan penduduk Tingkat kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan jasa angkutan umum mulai terganggu. melayani angkutan penumpang dan barang. Surabaya. Cirebon. Jakarta. yaitu pelabuhan yang bisa menampung seluruh kapal-kapal penumpang jalur reguler yang ada. madiun. Dalam pengendalian pemanfaatan Kota Semarang. Purwokerto. yakni: Pelabuhan Tanjung Emas. IV . dengan intensitas tinggi. dan Indonesia bagian timur (Makasar). pemanfaatan ruang yang sudah terjadi. Yogyakarta. Pengarahan jenis dan intensitas pemanfaatan ruang sesuai dengan struktur dan pola pemanfaatan ruang yang hendak dicapai. Malang. Tingginya pergerakan regional ini ditunjukkan pula oleh ketersediaan jalur angkutan umum regional menuju kota-kota besar.

Timbulnya banjir kiriman. saluran terbuka air hujan digunakan pula sebagai saluran air limbah . • Banyaknya lokasi permukiman yang tidak sesuai dengan tata ruang (terutama perumahan informal yang dibangun oleh masyarakat).Terbatasnya sumber air baku yang berkualitas . • Munculnya pedagang kaki lima. naiknya muka air banjir dan pendangkalan di saluran drainase utama .Terbatasnya kapasitas sumber daya air dan masih minimnya upaya untuk memobilisasi sumber daya air potensial lainnya (sungai.Terbatasnya kemampuan pemerintah kota dalam penanganan sampah kota . menyebabkan aliran air menjadi lebih panjang. di beberapa ruas jalan kota. yang bergerak di bidang jasa/perdagangan.Masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih .Perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas. dan lain-lain) b.Belum adanya sistem perpipaan air limbah.Kurang optimalnya pengelolaan DAS dan tingkat sedimentasi yang tinggi c.Perubahan garis pantai.Kurangnya pemeliharaan terhadap jaringan drainase kota.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Keterbatasan dana untuk kegiatan pemeliharaan/peningkatan kualitas fisik badan jalan. Persampahan .Naiknya muka air pasang. Drainase/Pengendalian Banjir . Sanitasi . Air Bersih . sebagai lokasi permukiman penduduk miskin perkotaan. menyebabkan kemampuan dan kinerja sistem drainase semakin menurun .Masih belum jelasnya distribusi tugas dalam pengumpulan sampah . • Sarana dan Prasarana a. sebagai dampak dari perubahan penggunaan lahan di Semarang Atas .22 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . bendungan. menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan air .Terbatasnya lahan untuk TPA d.Tingginya tingkat kepadatan penduduk serta kondisi tanah dan air yang tidak cocok untuk penggunaan septic tank (muka air tanah yang tinggi dan tanah kedap air) • Timbulnya kawasan-kawasan kumuh kota. menimbulkan rob di Semarang Utara . IV .

4.1.4.Kegiatan yang timbul di daerah-daerah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang. maka acapkali menimbulkan masalah. Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Timur. Kota Surabaya juga merupakan pusat kegiatan dan pelayanan dalam lingkup regional. perencanaan dan penanganannya perlu diintegrasikan dengan Kota Semarang. Kota Surabaya merupakan Pusat Perkembangan Wilayah Indonesia Timur. dan tundaan lalu lintas.Karena pola pengendalian maupun sistem perencanaan yang belum jelas. yaitu Busan (Korsel). Kochi (Jepang) dan Seattle (AS). . peningkatan luas lahan terbangun. . Kesamaan geografis dan aktivitas kota mendorong terwujudnya kerjasama tersebut.23 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Batas-batas administrasi Kota Surabaya adalah: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Selat Madura : Kabupaten Sidoarjo : Kabupaten Gresik : Selat Madura Sebagai kota metropolitan Surabaya juga telah menjalin kerjasama Sister City dengan 3 kota di dunia.Perkembangan Kota Semarang yang melampaui batas administrasinya menyebabkan adanya pemanfaatan ruang yang tidak terkendali. Buaya dan Ikan Hiu sebagai lambang Kota Surabaya Wilayah Kota Surabaya terdiri atas 326 km2 daratan dan 226 km2 wilayah laut dengan total luas wilayah sekitar 552 km2 yang terbagi atas 31 Kecamatan dan 163 Kelurahan.4 Kota Surabaya 4. Kondisi Umum Kota Surabaya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Permasalahan Ruang: . diantaranya dalam bidang manajemen perkotaan dan perlindungan lingkungan hidup. IV .1. adalah kota terbesar kedua dan kota pelabuhan terbesar kedua di Indonesia.1 Gambaran Umum Kota Surabaya A. yang umumnya masih memanfaatkan fasilitas dan prasarana Kota Semarang.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B.982.74 5. sampai dengan tahun 2001 kawasan terbangun di Kota Surabaya mencapai 63% sedangkan sisanya merupakan kawasan tak terbangun meliputi sawah.90 4. Rumah kumuh merupakan jenis hunian yang menempati tanah legal milik pemerintah dengan kondisi fisik yang dapat dikatakan kurang baik dan dalam tata ruang biasa disebut slum. rumahrumah kumuh ini sebagian besar berada di dekat pusat kegiatan.06 573.90 918. hanya saja hunian liar merupakan rumah kumuh yang dibangun diatas tanah yang tidak diperuntukkan IV . tegalan.370.4.32 2. Yang paling banyak adalah di wilayah Kenjeran dengan 6 lokasi kumuh.982.1. Kota Surabaya masih memiliki permukiman dengan kondisi yang kumuh dan liar (hunian liar).4. Kondisi Fisik Dari segi penggunaan lahan.784.38 1.29 32.00 10. tambak dan tanah kosong (jenis-jenis penggunaan lahan Kota Surabaya dapat dilihat pada Tabel 4.75 7.26 5.1. maka terlihat bahwa rumah-rumah kumuh di Kota Surabaya paling banyak terdapat di sepanjang pantai dengan mayoritas penduduknya adalah nelayan.71 2.1.1 Luas Penggunaan Lahan Per Kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2001 No.46 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Tanah Perumahan Sawah Tegalan Tambak Jasa Perdagangan Industri/Gudang Tanah Kosong Lain-Lain Jumlah Luas 13.00 3.81 99.54 15. Tabel 4. Berdasarkan studi yang pernah dilakukan oleh Laboratorium Permukiman ITS. pertokoan. Dari hasil pengamatan.1). Dilihat dari kondisi fisik aspek permukiman.808.13 1.75 % 42.95 Sumber: BPN Kota Surabaya.711.1.19 1. Kecamatan Benowo sebelah utara Surabaya yang juga dipesisir pantai dengan 5 lokasi kumuh Mengenai hunian liar.637. seperti: di sekitar pasar. pabrik/kegiatan industri.506. sebenarnya hunian liar identik dengan rumah kumuh. Tahun 2001 Keberadaan rumah-rumah kumuh telah menyebar di seluruh kecamatan.26 9.24 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

perguruan tinggi-perguruan tinggi terkemuka. Hunian liar biasanya dibangun dekat dengan tempat usaha/kerja para penghuninya. serta Kecamatan Wonocolo (Sidoresmo). Pada tahun 2004. pelabuhan laut. Keberadaan hunian liar sangat mengganggu penataan ruang Surabaya. kawasan industri dan pusat-pusat perbelanjaan.599. Wonorejo dan Kali Rungkut). dan hotel (32. pendidikan.796 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 7.25 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan tempat-tempat yang peruntukan lahannya bukan untuk bangunan. Pada 10 tahun sebelumnya (tahun 1990) penduduk Kota Surabaya adalah 2. Rungkut (Kedung Beruk. pariwisata. Perekonomian Dilihat dari struktur perekonomian. dengan demikian maka pertumbuhan penduduk Kota Surabaya selama kurun waktu 10 tahun tersebut (1990 . sektor industri memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kota Surabaya (34.31 %. masih ada hunian-hunian liar yang tersebar dalam skala kecil seperti: ditepi rel kereta api. dan disusul sektor jasa. Gubeng (Ngagel Rejo).50%.62%). Pebjaringansari. D. Surabaya tempo dulu dari ketinggian dan Gedung Grahadi Surabaya memiliki masyarakat yang multi-etnis. Akademi Angkatan Laut (AAL). IV . perdagangan.22%).2000) adalah sebesar 0. Sukolilo (Jangkungan dan Medokan Semampir). maritim. Selain tempat-tempat tersebut.473. Kependudukan Jumlah penduduk Kota Surabaya berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2000 adalah 2. Wonokromo (Jagir). obyek-obyek pariwisata yang menarik.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan untuk bangunan (misalnya daerah bantaran sungai). pangkalan Armada TNIAL. industri dan perdagangan yang mengalami perkembangan pesat.Lokasi hunian liar di Kota Surabaya diantaranya terdapat di bantaran sungai Kalimas daerah Benowo dan Rungkut yang didominasi oleh perindustrian. C. Penyebaran hunian liar terdapat di Kecamatan Benowo (Tambak Oso Wilangun).966 jiwa/km². pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai 4.272 jiwa. Saat ini Kota Surabaya dikenal sebagai kota budaya.

Sektor industri pengolahan.272. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.52 2.022.04 1.067.389.95 502. 3.360.87 1.174.06 1.4.1. kawasan bisnis paling strategis di Surabaya Maket jadi jembatan Suramandu Tabel 4. hotel dan restoran.04 545.76 1.04 dan sektor perdagangan.132.52 terhadap PDRB Kota Surabaya (atas dasar harga konstan tahun 1993).20 4.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Surabaya Dalam proses penyelenggaraan penataan ruang.17 4.495. Bappeko menyusun rencana tata ruang IV . 9.148.2 PDRB Kota Surabaya Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 . Jl. 4.40 977.719.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Status yang dimiliki Kota Surabaya sebagai kota industri dan perdagangan memang cukup pantas jika dilihat dari persentase kegiatan ekonomi daerah ini setiap tahunnya.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1. Kota Surabaya telah mengacu pada Permendagri Nomor 8 tahun 1998 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah. hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar Rp.1. 2002 28.282.87 4. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.181. 7.492.421.32 1. Peternakan.396.447. Pertanian.345. 2.996.4.645. Persewaan.60 2003 27.447.962.214.1. Tahun 2003.707.16 2.614.355.526. 5. Pada tahun 2003 sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar Rp. 8. memberikan kontribusi terbesar bagi PDRB Kota Surabaya.962.18 990.580. 6.66 4.320.176.396. 4. 4.707.76 973.562. Basuki Rahmat. dan sektor perdagangan.55 14.91 5.26 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Proses penyusunan rencana tata ruang dikoordinasikan oleh BKPRD yang terdiri dari berbagai instansi terkait diantaranya Bappeko.160.101. dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Surabaya Dalam Angka. dan Perikanan Penggalian dan Pertambangan Industri Pengolahan tanpa Migas Listrik.52 4.

Dalam proses penyusunan rencana tata ruang Kota Surabaya. tentang Pedoman penyusunan Rencana Kota yang menyebutkan bahwa hirarki perencanaan dalam lingkup kota adalah RUTRK. Produk Rencana Tata Ruang Kota Surabaya Produk dari RTRW Kota Surabaya berupa Buku RTRW Kota Surabaya Tahun 2005. Pasal 3 Permendagri tersebut menyebutkan bahwa: penyusunan dan penetapan rencana tata ruang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan peranserta masyarakat. masyarakat hukum adat. organisasi masyarakat. terdapat juga RDTR dan RTRK yang mengacu pada RTRW dan berpedoman pada RUTR Kota Surabaya. peranserta masyarakat telah diakomodasikan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dengan melibatkan instansi terkait. Pedoman penyusunan RTRW Kota Surabaya mengacu pada Permendagri No.2. baik oleh orang seorang. dan badan hukum. perguruan tinggi. 13 Tahun 1999 tentang Retribusi Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah yang dapat menciptakan potensi untuk mengakomodasi perubahan peruntukan lahan dan itu dapat berarti proses legalisasi dari penyimpangan rencana tata ruang. kelompok profesi. yang menyebutkan bahwa RTRW memiliki hirarki tertinggi. Gambar 4. Berkaitan dengan penataan ruang di Kota Surabaya terdapat juga Perda No.1. kemudian diikuti dengan penyusunan RDTR dan kemudian RTR.27 DI SISI MADURA Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . dan pada saat ini sedang disusun pula RTRW Kota Surabaya untuk tahun 2013. Selain itu mengacu juga pada Permendagri No. Rancangan Perda tentang RTRW yang disusun diajukan Walikota untuk dibahas oleh DPRD dan kemudian dijadikan Perda tentang RTRW Kota Surabaya. RDTRK dan terakhir RTRK.4. 2 Tahun 1987. Disamping produk RTRW Kota Surabaya Tahun 2005 yang ada saat ini. dunia usaha. Pengikutsertaan masyarakat ini mengacu kepada Permendagri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata Ruang. A. Selain itu Bagian Hukum juga dilibatkan dalam proses legalisasi rencana tata ruang. 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah. kelompok orang.1 Perspektif Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Di sisi Jembatan Suramadu DI SISI SURABAYA IV . kelompok minat.

hotel. Untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas akan dikembangkan angkutan massal dan selain itu akan dibangun jalan tol. Penataan dan revitalisasi S.28 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Selain itu dilakukan dalam rangka mendukung pengembangan water front city. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang. Kawasan tersebut akan dikembangkan untuk kegiatan pertokoan. perkantoran. Bubutan serta Rumah susun Menanggal C. Dilain pihak lahan tak terbangun (berupa tanah kosong) mengalami peningkatan. Kalimas sepanjang ± 12 km bertujuan untuk peningkatan kualitas lingkungan dan estetika kota serta kualitas sumber daya air. Apartemen. maka persoalannya menjadi jelas bahwa setiap pelaksanaan pembangunan fisik di kota Surabaya tidak berpedoman langsung kepada RTRW Surabaya. Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan penataan ruang Kota Surabaya adalah penyusunan rencana pengembangan Kawasan Jembatan Suramadu. Persetujuan Dinas Tata Kota diwujudkan dalam bentuk penerbitan syarat zoning yang selanjutnya diteruskan ke Dinas Bangunan untuk memproses IMB. Hal ini terjadi karena lahan tersebut telah beralih fungsi menjadi kawasan terbangun seperti untuk permukiman dan kegiatan komersial lainnya. yaitu terjadinya pertambahan luas lahan untuk kawasan terbangun (terutama untuk permukiman. Dari segi transportasi akan dikembangkan sistem transportasi yang terpadu antara darat. Hal ini terjadi karena adanya pemekaran Kota Surabaya di bagian timur. Lahan tak terbangun lainnya (sawah) mengalami penyempitan. Kalimas. convention centre. rekreasi pantai. pemanfaatan ruang Kota Surabaya mengalami perubahan. IMB sendiri akan diterbitkan oleh Dinas Bangunan setelah permohonan pemanfaatan ruangnya disetujui oleh Dinas Tata Kota melalui sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektural. perdagangan dan industri). dunia fantasi dengan fasilitas parkir. laut dan udara. di mana terdapat permukiman kumuh. Jika IMB sebagai dasar pembangunan fisik dilapangan tidak terkait secara langsung dengan RTRW Surabaya. Kalimas. Dalam rangka penataan S. IV . Pemanfaatan Ruang Kota Surabaya Berdasarkan data dari BPN.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan B. salah satunya adalah dengan penerbitan IMB. Kampung percontohan Jl. akan dilakukan revitalisasi S. antara tahun 1999 hingga tahun 2001.

Kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang seperti dinyatakan dalam Permendagri Nomor 8 Tahun 1998 pasal 16. Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pada penertiban langsung. sementara aktivitas evaluasi tata ruang justru lebih sering dilakukan. dimana di dalam RTRW arahannya mixed use sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian. pembatasan sarana prasarana dan penolakan ijin. Hal tersebut dipertegas dengan adanya Sub Dinas Perencanaan Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan program dan perencanaan tata ruang. Untuk operasional telah disusun rencana parsial. Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan RDTRK di kota Surabaya mencapai lebih dari 3.000 yang dimanfaatkan sebagai IV .29 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . tindakan yang dapat diberikan adalah sanksi administratif. 35 Tahun 2001 tentang rincian tugas Dinas Tata Kota yang dinyatakan secara tegas bahwa tugas-tugas perencanaan pelaksanaan dan pengendalian tata ruang dilakukan hanya oleh Dinas Tata Kota Surabaya. Luasan inkonsistensinya adalah sekitar 220 Ha. Dinas Teknis dan anggota Masyarakat. Pada tahapan pengendalian pemanfaatan ruang. Sementara itu ditemukan pula inkonsistensi lainnya disepanjang Jalan Wiyung . Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang bertugas untuk melaksanakan pengendalian dan evaluasi tata ruang. akan tetapi dalam rencana yang telah disusun terdapat beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang dominan. Rencana parsial disusun oleh Dinas Tata Kota untuk memenuhi melonjaknya permintaan pengembangan lahan di kota Surabaya. Sub Dinas Pelayanan Tata Ruang dan Arsitektur yang bertugas melakukan pelayanan tata ruang. peninjauan lapangan serta tindakan penertiban yang dapat berupa penertiban langsung dan penertiban tidak langsung. evaluasi dan pelaporan pemanfaatan ruang. Hal ini terlihat sampai saat ini tidak pernah ada catatan aktivitas Sub Dinas Pengendalian dan Evaluasi Tata Ruang yang terkait dengan pengawasan dan pengendalian ruang. Di Kota Surabaya kegiatan penataan ruang sebagian besar dilakukan oleh Dinas Tata Kota dan BAPPEKO. Sedangkan penertiban tidak langsung dapat dilakukan dengan pengenaan pajak/retribusi. sanksi pidana dan sanksi perdata.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pada saat ini rencana tata ruang yang ada di Kota Surabaya tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk menjadi pedoman dan arahan bagi setiap kegiatan pemanfaatan ruang.300 Ha.17.18 akan meliputi kegiatan-kegiatan monitoring. maka pihak-pihak yang terlibat antara lain BAPPEKO. Instansi Penyelenggara Perijinan Tata Ruang.Menganti dimana RTRW merekomendasikannya sebagai kawasan mixed use/hunian sedangkan RDTRK merencanakan pengembangan kawasan hunian. Luas inkonsistensinya adalah sekitar 350 ha. misalnya pada pengembangan Kawasan Gunung Anyar. Dinas Tata Kota. Seperti dinyatakan dalam SK Walikota No. Kedalaman rencana parsial adalah sama dengan RTRK namun produk utamanya adalah peta skala 1 : 1.

70 17.00 5. Total luasan inkonsistensi data ruang antara RTRW dengan rencana parsial di kota Surabaya mencapai lebih dari 130 Ha. Tabel 4. Gambaran yang diperoleh adalah: • Sebagian besar responden menjawab bahwa mereka mau berpartisipasi terhadap pembangunan kota. Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Kota Surabaya Keberhasilan pembangunan kota sangat tergantung pada keterlibatan masyarakat kota Surabaya. karena luasan yang direncanakan dalam format rencana parsial relatif kecil. maka diperoleh gambaran mengenai seberapa besar kesediaan/partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Surabaya.4.1. IV . sehingga pelaksanaan pembangunan (pengambilan kebijaksanaan) harus mampu merespon keinginan/aspirasi dan kebutuhan masyarakat.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan acuan pengembangan lahan di lapangan. apabila pembangunan yang dilaksanakan mampu membuka peluang kerja. Kesediaan mereka untuk berperanserta dalam kegiatan pembangunan terlihat sangat tinggi.00 30. Pembangunan kota akan mampu melibatkan masyarakat jika pembangunan tesebut memberikan manfaat atau paling tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.00 103. bukan dokumen RTRK seperti ketentuan Permendagri No. 2 Tahun 1987. hampir semua responden bersedia terlibat.2.30 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . mereka mau berpartisipasi tanpa mementingkan segi finansial. Beberapa inkonsistensi peruntukan lahan yang ditemukan tidak seekstensif dan seintensif inkonsistensi yang terjadi antara RTRW – RDTRK – RTRK. tidak ada perbedaan antara kegiatan yang bersifat rohani atau bukan. Berdasarkan hasil wawancara terhadap responden yang dipilih dari kelompok-kelompok masyarakat. Jadi dalam hal ini keterlibatan masyarakat terhadap pembangunan lebih ditujukan bagi kepentingan finansial. Kegiatan pembangunan yang dimaksud. • Untuk kegiatan pembangunan yang menyangkut lingkungan tempat tinggal.1 Luasan Inkonsistensi Data Ruang RTRW dengan Rencana Parsial Di Kota Surabaya No 1 2 3 4 Jeruk Semolowaru Semampir Kedung Cowek Lokasi RTRW 2005 Hunian Fasum Hunian Hunian Jumlah Sumber : RTRW Kota Surabaya Partial Plan RTH Komersial Fasum Industri Dimensi (Ha) 51. Kegiatan rencana penyusunan parsial baru dimulai tahun 1999 lalu dan sampai sekarang baru 7 kawasan yang telah disusun tata ruangnya. keterlibatan terhadap pembangunan selalu dikaitkan dengan segi finansial. Khusus untuk Etnis Cina.70 D. Tetapi jika menyangkut pembangunan yang bersifat kegamaan.

1. Surabaya dan Lamongan). • Penataan Ruang Penataan ruang berkaitan dengan perencanaan. . • Utilitas Kota Masih belum terpenuhinya kapasitas dan kualitas utilitas kota yang memenuhi standar (internasional).Wilayah datar. IV . pada umumnya air sungai sudah tidak layak untuk air minum. . swakarsa dan tenaga. memelihara kebersihan kampung. pembuatan tempat sampah.Sumber air sungai tidak mengalir ke wilayah Surabaya. dimana beberapa perencanaan tidak terealisasi antara lain karena keterbatasan dana dan pembebasan lahan. khususnya container relatif lambat (3 hari).Pelayanan pelabuhan Tanjung Perak sudah padat. Mojokerto. • • • • Perumahan/Permukiman Permukiman Kumuh/liar Sampah dan Pencemaran Banjir/genangan Kebersihan dan Lingkungan Drainase Kota Lingkungan Hidup Masih rendahnya kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan kreativitas masyarakat kota Surabaya. • Transportasi . Untuk kegiatan-kegiatan seperti ini masyarakat akan bersedia secara swadana. Bangkalan. Pelayanan bongkar muat di pelabuhan. pengadaan lampu jalan. hal ini berkaitan dengan terbatasnya lahan untuk pelabuhan.Masih belum memadainya kapasitas dan kualitas pelayanan sistem angkutan massal intra urban (Gresik.Tingkat kepadatan di Bandara Juanda sudah tinggi.3 Isu Permasalahan Kota Surabaya • Hidrologi/Pengairan .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan seperti: membuat jalan kampung.31 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . peringatan hari-hari besar. rendah (pantai) dan menjadi daerah banjir di sebagian wilayah Kota Surabaya .4.Kondisi lalu lintas: macet. 4. .

Daerah diantara perbukitan umumnya berupa dataran yang sempit.24% dari luas Provinsi Kalimantan Timur.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional. Kecamatan Balikpapan Tengah. Luas wilayahnya 0.1. Balikpapan memiliki kemiringan lereng yang bervariasi antara 0% (di wilayah pantai) sampai lebih dari 40% di daerah pedalaman yang berbukit.330.5.57 ha atau 503.181. Salah satu tugu di Kota Balikpapan Batas.1. Persentase terbesar luas wilayah dengan kemiringan 0-2% seluas 22.35 km² terdiri dari 5 kecamatan Pada tahun 1997 Kota Balikpapan secara resmi dimekarkan dari 3 kecamatan menjadi 5 kecamatan. yaitu: Kecamatan Balikpapan Timur.batas administrasi Kota Balikpapan adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : : : : Kabupaten Kutai Kartanegara Selat Makasar Selat Makasar Kabupaten Pasir Luas wilayah Kota Balikpapan seluruhnya adalah 50. Kecamatan Balikpapan Selatan.5 Kota Balikpapan 4. dari kemiringan lerengnya. Kondisi Fisik Dilihat dari topografinya.895% dari luas total wilayah. Topografi Ditinjau daerah perbukitan bergelombang dengan kemiringan rata-rata 10-15% dengan relief kurang dari 100 m. sedangkan sisanya berupa dataran landai yang berada di tepi laut. sekitar 85% wilayah Kota Balikpapan merupakan daerah yang berbukit-bukit. Kecamatan Balikpapan Barat. Kecamatan Balikpapan Utara. Dalam konteks rencana tata ruang nasional.32 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .1 Gambaran Umum Kota Balikpapan merupakan salah satu kota terbesar di Kalimantan Timur dan merupakan pusat pertumbuhan nasional di Kawasan Timur Indonesia. Kemiringan Lereng yang bervariasi IV .19 Ha atau 43. A.

B.1 Penggunaan Lahan Kota Balikpapan Tahun 2005 No 1 Jenis Penggunaan Tanah Pemukiman.1. Penggunaan lahan Penggunaan lahan di kota Balikpapan sebagian besar didominasi oleh penggunaan lain-lain. Sebagian besar wilayah terbangun kota Balikpapan berada pada ketinggian 20 meter dpl.05 . Potensi air permukaan berupa Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih kota Balikpapan dengan kapasitas 500 liter/detik dan baru dapat memenuhi kebutuhan air bersih 56% penduduk kota.578.133. Wilayah terbangun kota Balikpapan umumnya terletak pada ketinggian 0-80 meter dari permukaan laut. memiliki garis pantai sepanjang 80. Potensi air tanah termasuk dalam klasifikasi cukup baik.1. terdiri dari : Sawah Kebun campuran Kebun kelapa Karet Tegalan Ladang Tambak waduk IV .75 18.65 2 9.4 km.50 (%) 10. meliputi Teluk Balikpapan dan pesisir yang berhadapan dengan Selat Makassar.1.1.5.5.1 Tabel 4. Ditinjau dari ketinggiannya. menyebabkan pola aliran tanah yang terbentuk mengalir dari wilayah bagian utara menuju ke arah bagian selatan kota. Potensi hidrologi yang terdapat di kota Balikpapan meliputi air tanah dan air permukaan (waduk dan sungai).33 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Waduk Manggar yang digunakan sebagai sumber air bersih Luas 5. kota Balikpapan memiliki ketinggian yang beragam dari 0 sampai 100 meter di atas permukaan laut. terdiri dari : Perumahan Perusahaan Perkantoran. dapat dilihat pada Tabel 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Balikpapan yang terletak di tepi pantai.pertokoan Kawasan pertamina Bandara Sepinggan Lapangan Golf Land clearing Pertanian. Kondisi topografi dan fisiografi wilayah yang berbukit.

168 251. terdiri dari : hutan belukar hutan rawa Lain-lain. diambil dari Lap.565.24 (%) 28.894 764 378 500 515 Sumber : Monografi Kelurahan Tahun 2004.558 Perempuan 40.5.75 21.583 186.34 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .479 jiwa (Laporan Interim Penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015.2.5.331. sungai Total Luas 14. Interim RTRW Kota Balikpapan 2005 IV .94 42.921 Jumlah 85. pekerjaan dan etnis yang heterogen. Kota Balikpapan 2005 C. Penduduk Jumlah penduduk mencapai 537.337 23.00 Sumber: Bappeda.586 26.360 537.923 50.1.053.593 60.192 285.35 100. terdiri dari : semak alang-alang danau rawa pasang surut jalan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan No 3 4 Jenis Penggunaan Tanah Hutan. Jumlah penduduk serta kepadatan penduduk per kecamatan tahun 2004 dapat dilihat pada Tabel 4.018 114. saluran. tahun 2005). Jumlah penduduk tidak/belum terdistribusi secara merata.808 53.1. dengan struktur penduduk yang berlatar pendidikan.78 50.787 47.1.379 99.1.204 86.425 54.595 100. Kepadatan penduduk dan warga sekitar di Kecamatan Balikpapan Selatan Tabel 4.479 Kepadatan (jiwa/Km²) 170 3. dan masih memusat di Kecamatan Balikpapan Selatan (± 35% dari jumlah total penduduk).2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk Kota Balikpapan Tahun 2004 No 1 2 3 4 5 Kecamatan Balikpapan Barat Balikpapan Selatan Balikpapan Utara Balikpapan Timur Balikpapan Tengah Total Laki-laki 45.

Pemerintah Kota Balikpapan dalam melaksanakan kebijakan penataan ruangnya telah mempunyai beberapa Perda Kota Balikpapan tentang penataan ruang.39 916.816. 435.000.924.232. Industri Pengolahan tanpa Migas 4.70 293.5. Pengangkutan dan Komunikasi 8.dengan persentase terbesar diterima dari sektor industri pengolahan sebesar 37.73%.50 32.84%.776.88 314.80 130.049.12%. PDRB Kota Balikpapan didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar Rp. dan jasa perusahaan sebesar 13.20 985.666.1.768.768 (juta) atau 43.905. Keuangan.. Sedangkan untuk tahun 2002 sendiri pertumbuhan ekonomi naik sebesar 6.72 141.07 273.392. Sedangkan laju pertumbuhan terbesar diberikan oleh sektor keuangan.86 123.99%.17 1. Listrik.878.314. Tahun 2002.52 4.Tabel 4.430.416.890.00 451.88 141. IV .291. Jasa-jasa PDRB Sumber: Bappeda Kota Balikpapan . 1. 8. Perdagangan.180.753.43%.823. dan Jasa Perusahaan 9.1. Perda Kota Balikpapan No 24 Tahun 2000 tentang Bangunan.987.585.742. Peternakan.1. Hotel dan Restoran 7.3 PDRB Kota Balikpapan Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 .25 493.51 29. persewaan.2003 (Jutaan Rupiah) Lapangan Usaha 1. 2002 44.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang di Kota Balikpapan Sejak diresmikannya sebagai wilayah administrasi pada tahun 1959.958.83 Pendapatan Kota Balikpapan pada tahun 2003 sebesar Rp. Perekonomian Perkembangan PDRB Kota Balikpapan pada tahun 2002 berdasarkan harga konstan 1993 cenderung mengalami peningkatan. dan Perikanan 2.5.325.953.28 2003 47.69 298.38 4.971. Penggalian dan Pertambangan 3. yaitu : a.266.35 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .104. 4. Pertanian.526. Kota Balikpapan telah memiliki rencana tata ruang yang berdimensi jangka panjang (20 tahun) yaitu tahun 19741994 dan jangka menengah (10 tahun) yaitu tahun 1994 – 2004.262. Pendapatan per kapita Kota Balikpapan pada tahun 2003 mencapai Rp. dimana dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2002 laju pertumbuhan ekonominya sebesar 54.59 1. Gas dan Air Minum 5. Bangunan 6.878. Persewaan.

Selain memiliki potensi alam migas. Dengan visinya tersebut kota Balikpapan sangat tergantung pada aktivitas eksploitasi sumur migas oleh beberapa perusahaan minyak. Daerah Manfaat Sungai. potensi kelautan Balikpapan cukup besar yaitu meliputi sumberdaya perikanan. 15 Tahun 2001 tentang RTRW Kota Balikpapan Tahun 2000-2010 c.36 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Visi Balikpapan dalam jangka panjang adalah”Terwujudnya Balikpapan Sebagai Kota Industri. data yang digunakan berbasis pada sistem informasi geografis (SIG). Perdagangan. Diharapkan dengan peranserta publik/masyarakat melalui konsultasi IV . Selain itu di sisi sebelah utara ke selatan Laut Jawa terbentang pantai yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi pelabuhan samudera. yaitu wilayah yang terletak di Selat Makassar dan Laut Sulawesi. Dalam Penyusunan penyusunannya terdapat 4 hal yang baru penyusunannya yaitu mengintegrasikan tata ruang darat dan laut. A. Sehingga aktivitas yang akan terjadi di perairan pesisir dan laut Balikpapan ditambah dengan keberadaan aktivitas di hulu akan sangat besar. Perda No. 4 Tahun 2002 Tentang Larangan dan Pengawasan Hutan Mangrove Pada saat ini RTRW Kota Balikpapan tahun 2005-2015 sedang disusun untuk menggantikan RTRW Kota Balikpapan tahun 1994-2004 yang telah habis masa berlakunya. masyarakat turut dilibatkan sejak dari awal prosesnya dan prinsip optimalisasi smber daya baik di hulu maupun di hilir. Pemerintah Kota Balikpapan menyusun RTRW 2005-2015 dengan muatan materi yang berbeda dan prosesnya yang lain dari sebelumnya. Perda No. pesisir dan laut serta industri pariwisata. Kegiatan pembangunan di bagian hulu kota Balikpapan selama ini diwarnai dengan kegiatan pembukaan lahan untuk pembangunan pemukiman/perumahan dan kepentingan ekonomi seperti pusat-pusat perbelanjaan serta perkantoran. Balikpapan merupakan pusat industri pengilangan minyak wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang mensuplai kurang lebih 30% kebutuhan BBM nasional untuk Indonesia bagian timur. sehingga dalam penyelenggaraannya perlu dilaksanakan dengan prinsip lestari. Aktivitas pembangunan tersebut perlu dikelola secara benar sesuai dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.2015 RTRW Kota Balikpapan pelaksanaannya dimulai tahun 2004. Perda No. 27 Tahun 2001 tentang Garis Sempadan Sungai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan b. Jasa dan Pariwisata Dalam Nuansa Kota Beriman”. Oleh karena itu dalam menyusun RTRW-nya. Penyusunan RTRW Kota Balikpapan tahun 2005 . Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai d. mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan pendekatan berbasis pada DAS (Daerah Aliran Sungai) dan prosesnya diperkaya dengan melibatkan publik/masyarakat melalui konsultasi publik.

Tantangan tersebut antara lain: a. permukiman kumuh. Dalam konteks nasional kota Balikpapan memiliki kedudukan sebagai salah satu dari 8 (delapan) kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional. zoning peruntukan untuk kawasan sekitarnya harus jelas dan tidak boleh bertentangan dengan keberadaan kedua hutan lindung tersebut. kegiatan industri di kawasan pesisir dan lainnya. Oleh karena itu rencana tata ruang yang disusun harus dapat mengakomodasikan kepentingan-kepentingan investasi agar dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi warganya. yaitu tata ruang yang mengintegrasikan aspek daratan dan aspek pesisir laut (coastal-marine). Oleh karena itu pengaturan tata ruang harus dapat memprediksi pertumbuhan penduduk dan perkiraan jumlah penduduk pada setiap IV . seperti terjadinya longsor dan banjir.37 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kendala limitasi atau keterbatasan wilayah. e. Pertumbuhan penduduk yang tinggi yang diakibatkan adanya pendatang (migrasi dari luar daerah) di Provinsi Kalimantan Timur termasuk di Balikpapan sebagai konsekuensi bagi daerah yang sedang berkembang. khususnya wilayah darat. Konsekuensi dari kedudukan tersebut ialah bahwa pembangunan prasarana atau infrastruktur kota setidaknya harus memiliki hirarki pelayanan regional bahkan nasional. Keberadaan Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan Lindung Manggar yang tetap harus terus dijaga keberadaannya. Kawasan kota Balikpapan 85 % wilayahnya terdiri atas kawasan perbukitan. maka kota Balikpapan banyak dilirik oleh para investor untuk menanamkan modalnya sesuai dengan potensi kotanya. Pemanfaatan ruang di kota Balikpapan haruslah sesuai dengan kaidah pengelolaan lingkungan/lahan yang baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang sangat merugikan. Penyusunan RTRW ini memuat hal yang relatif baru. pengrusakan mangrove. meskipun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan baik dalam substansi maupun prosesnya. Oleh karena itu. b. Oleh karena itu tantangan dengan yang dihadapi ialah bagaimana harus mengakomodasikan berbagai kepentingan pengelolaan kawasan pesisir dan pantai yang menjadi kewenangan kota berbagai permasalahan yang dihadapi seperti polusi.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan publik ini dapat dihasilkan RTRW yang sesuai dengan harapan masyarakat. d. sehingga perlu dilakukan pengaturan tata ruang yang sebaik-baiknya. Penyusunan RTRW Balikpapan memiliki tantangan yang cukup berat sesuai dengan perkembangan dan kedudukan kota Balikpapan dalam konteks nasional. f. dalam pengaturan rencana tata ruang. c. Sebagai kota yang pernah menduduki peringkat kedua kota paling kondusif untuk investor. regional maupun lokal.

Kegiatan konsultasi publik dilakukan dengan berbagai kegiatan mulai dari diskusi komunitas kecil sampai dengan diskusi terbuka dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Dengan demikian. Proses Konsultasi Publik Dalam Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Dalam penyusunan rencana tata ruangnya Pemerintah Kota Balikpapan melibatkan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam UU 24 Tahun 1992 dan PP 69 Tahun 1996.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan kawasan. Pelibatan masyarakat dilakukan dengan mengadakan konsultasi publik. Diskusi dilakukan juga di mushola IV . Jadi. Suasana lomba gambar bagi pelajar SD Tentang harapan mereka untuk kotanya. pelibatan masyarakat dan swasta tidak hanya dalam proses pengambilan keputusan pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh pemerintah. sehingga tidak terjadi pemusatan penduduk hanya berada pada satu kawasan yang tidak sesuai dengan daya dukung fisik lingkungan dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. keterlibatan publik dalam kegiatan yang terkait dengan kebijakan publik akan sangat penting. dilaksanakan oleh masyarakat dan pelaksanaannya diawasi juga oleh masyarakat. maka pelibatan masyarakat dan swasta dalam pemanfaatan ruang kota berarti mengikutsertakan masyarakat dan swasta dalam perumusan dan penetapan kebijakan yang terkait dengan pemanfaatan ruang perkotaan yang dilakukan oleh pelaku utama. B. Selain itu diadakan berbagai pameran. Karena pemanfaatan ruang dilakukan oleh berbagai pelaku pembangunan dimana masingmasing dapat berperan sebagai pelaku utama pembangunan. Kebijakan yang berhubungan dengan penataan dan pemanfaatan ruang kota tergolong pada kebijakan publik karena mempengaruhi publik baik secara langsung maupun tidak langsung. di mana masyarakat dilibatkan sejak tahap awal perencanaan.38 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan aspirasi masyarakat. namun juga dalam pengambilan keputusan pemanfaatan ruang oleh pelaku utama masyarakat dan swasta. lomba bagi pelajar dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan.

1.1. 2005 IV . KP melalui media. Program / masukan dari masing-masing instansi pemerintah Input awal arahan Pemkot 10 tahun ke depan.5.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tahapan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan dapat dilihat pada Diagram 4.2. Dalam konsultasi publik pelaksanaannya dibantu oleh Mitra Pesisir. Pemda Kota Balikpapan membangun kemitraan dengan Ditjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP serta Mitra Pesisir untuk menyusun RTRW tersebut.5. Suasana Pembelajaran dalam proses konsultasi publik dalam rangka penyusunan RTRW Kota Balikpapan Diagram 4. Wilayah berdasar DAS dan Kelompok Kepentingan (Stakeholders) Penelitian Fisik dan Sosek Input Masyarakat PERSIAPAN ARAHAN Pemerintah Inception Report Konsultasi Publik (KP) 1 KONSULTAN Draft Interim Konsultasi Publik (KP) 2 Pembahasan draft interim (Klarifikasi Input) DRAFT FINAL KP Perda LEGALISASI PERDA Sumber : Bappeda Kota Balikpapan. pembagian KP.1.1 Tahapan Penyusunan RTRW Kota Balikpapan Tahun 2005-2015 • Pembuatan Acuan oleh Bappeda • Proposal • Tender Penjabaran Visi Misi Kota.2.39 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan. Mengetahui dan memahami proses pengambilan keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam suatu penataan ruang kota. Masyarakat dan Swasta ditempatkan sebagai salah satu stakeholder dalam proses penataan kota. IV . d. D. Kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi dalam proses penataan kota. Mulai membuka diri/transparansi dalam proses perencanaan sehingga akan dapat mengurangi terjadinya konflik dalam pelaksanaan/implementasinya. Beberapa Hambatan Perlunya pelatihan tentang tata ruang wilayah/ kota untuk memberi dasar dalam menjembatani proses konsultasi public ke masyarakat Keterbatasan keterlibatan narasumber.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. Akomodatif pemerintah terhadap pendapat dan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat. c. Mengetahui dan memahami proses perencanaan tata kota secara utuh. Keuntungan/Hal – Hal Positif Bagi Pemerintah Pelaksanaan Kegiatan Konsultasi Publik (KP) dan Penyusunan RTRW dirasakan sebagai suatu hal yang positif dan merupakan implementasi dari Komitmen Pemerintah Kota untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (Good Governance). b. c. b. Mulai aspiratif dalam pembuatan kebijakan pemerintah kota. sehingga mengurangi kesenjangan antara masyarakat dengan Suasana dalam pelaksanaan konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan.40 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . - Bagi Masyarakat dan Stakeholder lainnya a. d. Beberapa hal yang positif tersebut antara lain pemerintah : a. dalam proses perumusan issue permasalahan kota Balikpapan.

Dengan proses ini diharapkan akan meningkat kepercayaan dirinya. Di kota Balikpapan terdapat 2 kawasan lindung yaitu Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Balikpapan Utara seluas 9. Dalam menetapkan kawasan lindung yang dijadikan acuannya adalah Keppres 32/1990. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya. Kawasan perlindungan setempat.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya alat Bantu yang memudahkan proses KP. gambar. Pemanfaatan Ruang di Kota Balikpapan Pemanfaatan ruang meliputi pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya dan kawasan lindung. terdiri atas kawasan sempadan sungai.5 Ha.41 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik masyarakat. Kesimpulan Pembelajaran Proses Konsultasi Publik Proses konsultasi publik adalah salah satu cara melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi masyarakat secara aktif dalam pembangunan. peningkatan meningkatnya jumlah kepercayaan yang masyarakat terhadap dalam masyarakat berpartisipasi pembangunan. dan perubahan sikap menjadi lebih peduli pada setiap langkah pembangunan Kemauan untuk terbuka dalam memberikan informasi dan keterangan pembangunan oleh Pemerintah akan membuahkan hasil pada bertambahnya wawasan dan pengetahuan Pemerintahan. Kawasan lindung di kota Balikpapan meliputi: a. undangan. c.782. d. seperti : peta. b. F. kawasan sekitar mata air dan kawasan terbuka hijau kota. Faktor ketepatan memilih perwakilan dan proses penggalian ide dan masukan menjadi penting karena akan berpengaruh pada keterwakilan suara kelompok masyarakat serta kualitas ide dan masukan yang diberikan. Kawasan suaka alam hayati dan cagar alam. e. meningkatnya kualitas dan kunatitas masukan yang diberikan untuk pembangunan. kawasan sekitar danau/waduk.8 Ha dan kawasan Hutan Lindung Sungai Manggar (HLSM) yang termasuk dalam Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur dengan luas 5. Ruang terbuka kota/taman. Kawasan rawan bencana. leaflet dll (terutama bagi masyarakat umum). dan berkurangnya pelanggaran terhadap peraturan perundang- . sempadan pantai. Metodologi KP terdahulu memungkinkan aspirasi dari para stakeholder kurang terarah E. Dalam kawasan HLSM IV . ditandai dengan adanya peningkatan jumlah masyarakat yang berpartisipasi.049. yaitu hutan lindung.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan berada Waduk Manggar yang menjadi salah satu pemasok air bersih untuk warga kota Balikpapan. Penebangan liar. Jalan inspeksi berfungsi untuk pengawasan dan pengendalian terhadap penduduk yang bermukim secara sporadis. meskipun demikian pada kawasan ini terdapat penduduk yang bermukim baik di sekitar maupun di dalam kawasan hutan. IV . Masyarakat melakukan kegiatan perambahan kawasan areal berhutan dengan melakukan penebangan liar dan perladangan.3%). Penggunaan lahan di kawasan tersebut berupa hutan lindung. Kawasan HLSW merupakan DAS S. tetapi sangat strategis karena mensuplai kebutuhan air bersih kota Balikpapan yaitu bagi 70 % penduduk kota. Kawasan Hutan Lindung di Balikpapan Permasalahan pada kawasan hutan lindung di kota Balikpapan adalah : Rawan kebakaran hutan. sehingga masyarakat belum tahu persis keberadaan dan fungsi hutan lindung. HLSM meskipun tidak sepopuler S. Hutan Lindung DAS Manggar sebagai salah satu penyangga kota Balikpapan yaitu sebagai daerah tangkapan air untuk Waduk Manggar. Wain. Pengalihan fungsi lahan.42 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . selain itu terdapat sawah. Wain dengan Sub DAS Bugis. Belum ada jalan inspeksi dan masyarakat yang bermukim di sana berbatasan langsung dengan hutan lindung. sehingga mengakibatkan terjadi perubahan fungsi lahan menjadi tegalan.9%). Belum adanya batas penegasan hutan lindung dan kawasan penyangga (buffer zone). Penambangan batu bara di sekitar hutan lindung yang berakibat rusaknya dan hilangnya air tanah di kawasan Waduk Manggar. Penggunaan lahan HLSW didominasi oleh hutan primer (49 %) dan alang-alang (43. ladang dan hutan mangrove (0. kebun campuran serta sawah semakbelukar/alang-alang. Permasalahan tersebut dapat mengganggu fungsinya sebagai hutan lindung.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Pada musim hujan terjadi erosi. Hutan Kota di Balikpapan • Permasalahan berkaitan dengan hutan kota : Terjadinya kebakaran hutan dan pemukiman penduduk dalam kawasan hutan kota. Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota. Potensial sebagai kawasan wisata. konversi lahan menjadi permukiman. dan musim kemarau lahan tersebut kering dan rawan akan kebakaran Di Balikpapan terdapat 14 hutan kota dengan luas total 62. Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota. Luas total hutan kota hanya 0. Pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan lingkungan yang melewati hutan kota. perumahan. yang terluas Selatan seluas 29. Terjadinya lingkungan. Sebagai pelindung keberadaan cadangan air. mengakibatkan terjadinya kerusakan ekologi hutan kota.574 Ha dan yang terkecil hutan kota di Kel. industri dan pembangunan infrastruktur tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung IV . misalnya taman wisata alam. Tempat hidup/habitat bermacam-macam hewan. agro wisata dan lainnya. Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai. Sepinggan seluas 0.2920 Ha.4071 Ha.43 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . • Hutan kota berfungsi sebagai : Paru-paru kota. Penyeimbang ekologi kawasan maupun kota. 63/2002 yang menyatakan bahwa hutan kota luasnya 10 % dari wilayah perkotaan. Rawan erosi akibat pembukaan lahan. masih jauh dari standar berdasarkan PP No. yang terdiri dari 5 jenis : • Hutan kota Hutan mangrove Hutan wisata/wana wisata Agrowisata Green belt kawasan Belt Unocal Balikpapan Luas hutan kota tersebut bervariasi.12 % dari luas total.

yang mengakibatkan terjadinya banjir. di mana terdapat 19 buah sungai di kota Balikpapan dan sebagian sungai menjadi sumber air baku bagi air minum penduduk kota. Kawasan lindung merupakan sempadan pantai sepanjang 100 meter. dan memiliki garis pantai sepanjang 80. Eksploitasi yang telah dilakukan belum diikuti dengan kegiatan reboisasi yang seimbang. Kota Balikpapan terletak di tepi pantai.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat. Pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan. tambak. Pemanfataan ruang sepanjang pantai sebagai kawasan konservasi. antara lain disebabkan : Profil saluran belum teratur.4 km. Sungai di Kota Balikpapan berfungsi pula sebagai alat transportasi air Permasalahan yang berkaitan dengan sistem drainase di kota Balikpapan yaitu terjadi banjir dan genangan.44 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . kawasan industri dan IV . diantaranya : Kawasan pantai di kota Balikpapan kawasan permukiman terutama nelayan dan merupakan kawasan permukiman lama. sebagai pelabuhan. Pendangkalan di muara sungai di Balikpapan. karena masih merupakan drainase alam yang tidak beraturan. Saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran. Kawasan lindung lainnya yaitu sempadan sungai. Berbagai permasalahan berkaitan dengan ruang pantai akibat pemanfaatan tersebut. kawasan wisata. Misalnya di DAS Ampal yang sebagian telah berubah fungsinya menjadi kawasan perumahan. mengakibatnya terjadinya alih fungsi lahan di kawasan DAS sungai. Pesatnya pembangunan kota. Selain itu prasarana pada DAS belum tertata dengan baik.

pencegah intrusi air laut dan terutama sebagai pendukung kehidupan biota laut. Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota. yang terdapat di sepanjang garis pantai (15 mil) dan berfungsi sebagai penahan abrasi.45 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai. Bagian hilir DAS Wain dimanfaatkan industri.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kawasan permukiman cenderung kumuh. Kawasan suaka alam di Kota Balikpapan IV . penahan amukan angin topan. Akibat perluasan dan pengembangan waduk Manggar. Kapasitas waduk belum mampu mencukupi kebutuhan air bersih. Waduk yang digunakan sebagai sumber air bersih dan pengendali banjir sebagai waduk penampung air untuk menampung kebutuhan air bersih dan juga untuk kegiatan Permasalahan yang berkaitan dengan waduk antara lain adalah: Waduk sangat bergantung pada besar kecilnya kapasitas air hujan. Terjadinya abrasi pada kawasan pantai di permukiman nelayan Manggar dan pantai Lamaru. Hilang dan rusaknya tanaman pantai di pantai selatan Balikpapan. potensi sebagai pengembangan wisata air dan budidaya perikanan. Kawasan sempadan waduk berfungsi mengamankan waduk yang terdapat di kota Balikpapan. Fungsi waduk selain sebagai sumber air bersih juga sebagai pengendali banjir kawasan perkotaan. penyerap limbah. Kawasan suaka alam di kota Balikpapan merupakan hutan mangrove. Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Balikpapan selatan. kawasan penyangga waduk Balikpapan mengalami pengurangan.

industri dan eksploitasi tak terkendali. Penyiapan Balikpapan. akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah. Banjir. Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove. fisik lahan untuk kawasan industri. gelombang. Kawasan perbukitan dengan tingkat pelapukan tinggi juga merupakan daerah rawan erosi. Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. permukiman. Curah hujan yang terlalu tinggi. tingkat erosi/longsor sangat tinggi karena lapisan tanah pada umumnya terdiri dari tanah alluvial dan pasir dengan butir sangat mudah lepas. arus. Abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut.46 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir. Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air. Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong bukit (cut & fill). Selain itu di Kota Balikpapan terdapat berbagai permasalahan di kawasan rawan bencana yaitu : Kawasan lahan kritis atau daerah bencana akibat erosi. Kepemilikan lahan. Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan. Ketidaklancaran aliran sungai. yang diakibatkan antara oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu. Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas di perbukitan terutama Kecamatan Balikpapan Barat dan Timur. permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit di seluruh wilayah kota IV . Hilang/punah/pindah-nya primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosistem mangrove. longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi. kayu bakar dan arang. angin dan lainnya. Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan.

Kawasan permukiman di kota Balikpapan diklasifikasikan : Permukiman nelayan di atas air/pantai. Pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya pertanian cukup menonjol di kota Balikpapan. Kawasan budidaya meliputi : Kawasan budidaya sektoral meliputi kawasan pertanian. Sedangkan perikanan darat yang berada di darat dalam bentuk tambak. Keberadaan kawasan ini sebagai lahan cadangan perkotaan. Penggunaan lahan sebagian untuk sawah dan bukan sawah yaitu tanaman palawija serta sayuran. Perlu pemeliharaan sumber air untuk kelangsungan irigasi. Mengendalikan permukiman dan budidaya lainnya. Kawasan industri Kawasan pariwisata Kawasan khusus. baik di pantai. Akses untuk menjual hasil pertanian masih kurang. Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Permasalahan yang berkaitan dengan kawasan ini adalah : Terdapat lahan pertanian dan holtikultura yang terletak di lokasi strategis seperti di jalan utama. Kekeringan.47 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . perkebunan. kawasan wisata. Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air. Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kebakaran hutan. Kawasan permukiman Kawasan perdagangan dan jasa Kawasan perkantoran. Perlu pengaturan debit air irigasi sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan air. yang diakibatkan : Persentase hujan kurang. peternakan dan perikanan. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. dengan kondisi : IV . sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air. Perikanan tangkap terutama terkonsentrasi di sepanjang pesisir Balikpapan. Kegiatan perikanan meliputi perikanan tangkap dan budidaya. tepi sungai maupun darat. mengingat wilayah yang belum terbangun masih cukup luas.

merupakan cikal bakal pertumbuhan suatu kawasan. Permukiman di darat.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tumbuh secara sprawl linier mengikuti garis pantai dan sungai. terdiri dari: Permukiman berpindah. cenderung tidak tertata/kumuh. Umumnya merupakan hunian lama/asli. Terletak di pinggir kota. Perumahan terencana dan disiapkan untuk kebutuhan karyawan pabrik. tumbuh tidak teratur baik berkelompok maupun perseorangan. Cenderung tumbuh memanjang sepanjang garis pantai dari batas jalan kota sampai batas kedalaman pantai yang masih memungkinkan didirikan bangunan. Terdapat di : Pantai Balikpapan Selatan Pantai Balikpapan Barat. Pantai Balikpapan Timur. dengan sarana dan prasarana yang memadai Permukiman instansi/perkantoran swasta/pemerintahan Permukiman real estate/developer Permukiman swadaya masyarakat dalam kota Permukiman transmigrasi Salah satu permukiman di darat dan permukiman di atas air Potensi dan permasalahan permukiman di atas air : Terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali IV . jauh dari sistem dan hirarki pelayanan kota. Permukiman berladang. Pola permukiman teratur. Permukiman industri/pabrik. Merupakan permukiman ilegal. umumnya terdapat di dalam hutan atau di sekitar hutan. Permukiman cenderung berpindah-pindah.48 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan perumahan yang kurang memperhitungkan kondisi lingkungan. persampahan. Kondisi sosial budaya . Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana. Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan. sehingga dapat menimbulkan bencana (misal longsor. Potensi dan permasalahan permukiman darat : Pemukiman berpindah kurang terintegrasi dengan sistem pelayanan kota. Permukiman nelayan umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas. Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna. Fasos dan fasum yang ada kurang memadai. Pada kawasan perkotaan di mana nilai tanah sangat tinggi menyebabkan kepadatan permukiman sangat tinggi. Permukiman berpindah sangat merusak lingkungan serta terdapat di dalam hutan.air bersih. drainase. Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayani infrastruktur/prasarana kota (jalan. IV . lain dengan permukiman instansi/industri/real estate dan permukiman swadaya. dan kurang didukung oleh penyediaan fasos dan fasum oleh Pemda.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan melalui laut.49 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . banjir dan lainnya). limbah/sanitasi). Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan. Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. cenderung jadi permukiman kumuh. kecuali permukiman di atas air di Kecamatan Balikpapan Timur (Manggar) yang berada di tepi jalan utama kota Balikpapan. menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensuplai kebutuhan penduduk akan ikan. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai. Permukiman tumbuh cenderung kumuh dan akan menimbulkan kerawanan sosial. belum dikelola secara terencana. Misalnya kawasan Margasari merupakan cikal bakal kota Balikpapan.

Konsentrasi kawasan perkantoran terutama di jalan utama pusat kota.50 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak. Permasalahan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir. Kawasan perkantoran industri terletak di kawasan industrinya. dari yang kurang representatif atau rusak. Kondisi bangunan bervariasi. Kotor dan kumuh. Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada. Permukiman yang berada di kota banyak mengalami perubahan fungsi menjadi kawasan perdagangan Kawasan perdagangan meliputi perdagangan tradisional. yaitu kawasan perumahan Pertamina. Sebaran pasar tradisional sudah cukup merata. Sebaran pertokoan besar sebagian terpusat di Kecamatan Balikpapan Selatan yang merupakan kawasan pusat kota. hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Di kota Balikpapan terdapat permukiman lama yang tertata dengan baik. KDB dan KLB). Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang. modern dan perdagangan informal. Tidak ada TPS. Permasalahan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut. karena di beberapa lokasi menempati bahu jalan atau trotoar. Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. Salah satu kawasan perkantoran di Kota Balikpapan Salah satu kawasan perdagangan di Kota Balikpapan IV . Menimbulkan masalah memacetan transportasi. Perdagangan di kota Balikpapan yang berkembang terutama perdagangan eceran. sehingga banyak pedagang yang berjualan di lahan parkir dan tepi jalan. Perdagangan informal cenderung belum tertata dan mengganggu aktifitas pergerakan. Kawasan perkantoran di Kota Balikpapan bersatu dengan kawasan perdagangan dan jasa serta kawasan perumahan.

sedang dilakukan relokasi industri pengrajin tahu tempe di daerah Penajam. Untuk menampung industri kecil yang tersebar di berbagai kawasan. dibahas di Bappeda. Kemudian apabila sesuai dengan RTR baru ijin dikeluarkan. sehingga dengan dipusatkan diharapkan tidak akan terjadi pencemaran lingkungan. Hutan dan taman alam. G. Pusat kegiatan. Keadaan Buruh Industri dan Kawasan Industri di Kota Balikpapan Kawasan pariwisata di kota Balikpapan. terletak di tepi panyai sepanjang jalan Yos Sudarso di areal seluas 250 Ha. Kawasan industri pendukung pengelolaan tambang/migas di kawasan Batakan Kawasan khusus industri yang dikelola secara terpadu yaitu Kawasan Industri Kariangau (KIK). Dalam proses perijinan kota Balikpapan menggunakan sistem satu atap (one door policy). Dalam proses pengesahan site plan Bappeda dan PU dilibatkan. tempat bersejarah. Ijin prinsip dikeluarkan oleh Walikota. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pengendalian pemanfaatan ruang di kota Balikpapan dibawah koordinasi Bappeda Kota Balikpapan. dengan melakukan kontrol terhadap kegiatan penataan ruang. Sanksi yang diberikan untuk pelanggaran berupa pembongkaran serta sanksi administratif. Bangunan unik. Masyarakat kota Balikpapan dilibatkan dalam proses pengendalian pemanfaatan ruang. monumen. Ijin site plan (RTBL) dikeluarkan oleh Dinas Penataan Kota dan Permukiman.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kawasan industri di kota Balikpapan terdiri dari : Kawasan industri kilang minyak milik Pertamina.51 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Tugu. Pengawasan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Penataan Kota dan Permukiman serta BPLH untuk permasalahan lingkungan hidup. terdiri dari berbagai obyek : Pantai. IV .

Dengan konsolidasi lahan penduduk menyumbangkan sebagian tanahnya untuk fasilitas permukiman seperti jalan setapak serta ruang terbuka. agar masyarakatnya turut serta dalam proses penataan ruang.52 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Dalam koran setempat ada sebuah rubik tentang kegiatan penataan ruang di Kota Balikpapan. mengingat dalam pada saat ini masyarakat sudah dilibatkan dalam proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan. Kawasan ini tadinya merupakan permukiman kumuh. Kegiatan ini merupakan proyek percontohan peremajaan perumahan kawasan kumuh dan menjadikan sungai sebagai halaman depan rumah. Masyarakat baik melalui LSM bisa setiap waktu datang ke kantor Bappeda untuk berdiskusi mengenai permasalahan penataan ruang. Diresmikan pada tanggal 27 Mei 1997 oleh Walikota Balikpapan. dengan kepadatan yang cukup tinggi. sehingga kondisi sungai akan tetap terjaga kebersihannya. Proses Proyek Peremajaan Perumahan Kawasan kumuh.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam pengendalian pemanfaatan ruang perlu menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota serta mengendalikan pertumbuhan penduduk dan konsentrasi pembangunan kawasan terbangun dan permukiman di kawasan pesisir (Kota Balikpapan). Beberapa contoh kasus dalam pelibatan masyarakat di kota Balikpapan : Konsultasi publik dalam penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015. Kelurahan Gunung Sari Ilir Bersama dengan masyarakat membuat rencana kerja (1) Swadaya masyarakat di dalam proses pengerjaan (2) Pemukiman di bantaran sungai yang belum tertata (3) Pemukiman setelah melalui proses penataan (4) IV . infrastruktur tidak memenuhi persyaratan. Peremajaan perumahan ini menjadikan sungai sebagai halaman rumah mereka. Pemerintah Kota Balikpapanpun melibatkan masyarakat dalam kegiatan penataan ruang. Proyek Peremajaan Perumahan Kota Kelurahan Gunung Sari Ilir Kecamatan Balikpapan Tengah. Dalam perbaikan lingkungan ini dilakukan dengan jalan konsolidasi lahan serta tidak ada penggusuran terhadap penduduk. Dalam kegiatan ini penduduk dilibatkan sepenuhnya mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunannya. H. Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan Ruang Pemahaman masyarakat terhadap kegiatan penataan ruang sudah cukup baik.

memiliki hutan mangrove yang perlu dilindungi keberadaannya. • Pengembangan Jalan Trans Kalimantan IV . b. Kerusakan terumbu karang akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dan penambangan karang. kemacetan di daerah-daerah tertentu. Pembentukan DPML di Kelurahan Teritip. e. 4. Dalam hal ini Balikpapan yang terletak di pantai. antara lain : a. Penataan kawasan pantai Balikpapan dengan jalan reklamasi pantai mulai dari Pelabuhan Semayang hingga Bandar Udara Sepinggan sepanjang 8 km dengan lebar 500 m ke arah laut. • • Kepemilikan lahan. Pencemaran lingkungan. Tumpang tindih pemanfaatan dengan daerah eksplorasi minyak. c. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.5. sebab pantai merupakan milik publik dan publik juga berhak untuk menikmatinya. Pengelolaan kawasan tanpa melibatkan masyarakat sering menemui kegagalan. Inisiatif pembentukan DPML bersamaan dan dalam rangka mendukung proses penyusunan RTRW Kota Balikpapan 2005-2015. yaitu perlunya pertimbangan yang matang terhadap dampak yang akan ditimbulkan jika akan melakukan reklamasi pantai. Abrasi pantai. g. Penebangan magrove secara liar. Pendangkalan sungai. yaitu perlu segera adanya pembenahan dalam hal kepemilikan lahan. • Untuk bidang transportasi. d.53 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sehingga arus lalu lintas bisa menyebar.3 Isu Permasalahan Kota Balikpapan Di Kota Balikpapan isu permasalahan yang dapat diperoleh dan diantisipasi adalah dalam hal: • Penggunaan lahan/pembangunan di tepi pantai. f.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Partisipasi masyarakat dalam merintis Daerah Perlindungan Mangrove dan Laut (DPML) di Kelurahan Teritip Partisipasi masyarakat memegang peranan penting dalam pengelolaan kawasan konservasi. sehingga masyarakat setempat akan memegang peranan penting dalam proses perencanaan sejak dari awal. sehingga akan menjadi salah satu masukan bagi RTRW . sehingga tidak akan menimbulkan/menambah permasalahan di masa yang akan datang. jaringan jalan linier yang hanya tertuju atau melalui pusat kota akan menimbulkan kepadatan. Dan juga perlu dipikirkan mengenai pembangunan jalan lingkar. karena ada berbagai isu dan permasalahan.1.

Kondisi Umum Kota Pontianak merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Batas-batas administrasi Kota Pontianak. Manggar untuk kegiatan pertambakan Terjadinya abrasi pantai kawasan Manggar Kerusakan Mangrove di kawasan tepi sungai Somber Kawasan Rawan Bencana Patahan terletak dikawasan perkotaan Permasalahan drainase. transportasi (kemacetan) Selain permasalahan yang perlu diantisipasi. Kecamatan Sungai Kakap dan Kecamatan Siantan.Sebelah Utara : Kecamatan Siantan Kecamatan Sungai Raya.Sebelah Selatan : . yaitu: .1.6 Kota Pontianak 4. 4. Diikutsertakannya masyarakat dalam proses pembangunan/penyelenggaraan penataan ruang.1 Gambaran Umum Kota Pontianak A.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • • • • • • • • • • Rencana pengembangan Bandara Sepinggan Pengembangan Kawasan Industri di Kariangau Pengembangan Pelabuhan Kontainer/Cargo di Kariangau Perubahan jalan minyak di kawasan Pertamina Balikpapan Penataan Kawasan Permukiman Atas Air di Balikpapan Barat Penyusunan dan Penataan Kawasan Teluk Balikpapan Mengintegrasikan tata ruang laut dengan tata ruang darat Konversi kawasan Mangrove di Kariangau untuk kawasan Industri Kerusakan Mangrove di Kawasan Teritip. perumahan kumuh. terdapat juga hal-hal positif yang dapat dicontoh. IV . antara lain: • • Keterbukaan aparat pemerintah pemerintah dalam memberi informasi mengenai pengembangan kotanya.1.782 Ha.0º 05' 37” Lintang Selatan dan 109º 16' 25” 109º 23' 01” Bujur Timur. sampah. terdiri dari 5 Kecamatan dan 24 kelurahan.6.54 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Salah satu sudut Tugu Khatulistiwa . Luas wilayahnya adalah 10. Kota Pontianak dilintasi oleh garis khatulistiwa yaitu pada 0º 02’ 24” Lintang Utara . Lamaru. sehingga diharapkan memperkuat rasa kepemilikan terhadap kotanya.

laut/sungai.953. berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan nasional Provinsi Kalimantan Barat terlihat bahwa sebagian besar penggunaan lahan di Kota Pontianak pada tahun 2003 sudah mengalami perkembangan. Selain itu juga mendatangkan kemudahan dalam pengembangan kawasan budidaya. Akan tetapi.55 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Untuk penggunaan lahan. Sistem drainase di Kota Pontianak dapat dikatakan belum begitu bagus.60 ha (53. baik melalui udara. permukiman maupun kawasan berbagai aktivitas produktif lainnya.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan .Sebelah Timur : : Kecamatan Sungai Kakap Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Ambawang (seluruh kecamatan di atas termasuk dalam wilayah Kabupaten Pontianak). Dengan ketinggian seperti ini. maupun darat. Disatu sisi kondisi seperti itu mudah diakses. Adapun kemiringan lahan di Kota Pontianak seluruhnya berkisar 0 . perindustrian. Dari kedua indikator topografi ini dan ditunjang dengan keberadaan dua buah sungai besartergambar dengan jelas bahwa wilayah Kota Pontianak relatif datar. di sisi lain. maka Kota Pontianak mengalami kesulitan dalam pengembangan sistem drainase.4%).2 %. sehingga apabila air laut pasang hampir separuh dari luas wilayah Kota Pontianak tergenang oleh air pasang.10 – 1. Kota Pontianak tampak dari Udara/atas IV .Sebelah Barat . Kota Pontianak dapat dikategorikan sebagai kawasan budidaya. dimana sebagian besar diperuntukkan bagi perumahan sebesar 5. karena daerah yang relatif datar. yang sebelumnya pada tahun 1998 penggunaan lahan untuk kebun karet dan kebun campuran merupakan pengguna lahan tertinggi. B. Kondisi Fisik Kondisi topografi Kota Pontianak secara umum terletak pada ketinggian 0.86%) – jauh di atas penggunaan lahan untuk perekebunan karet dan kebun campuran sebesar 2.50 m di atas permukaan laut. baik berupa kawasan pertanian.807. sehingga sangat potensial untuk pengembangan kawasan budidaya.93 ha (27.

90 30.6.782 Jumlah Rasio Rasio Penduduk [(1)/(2)]*100 (3)/(1) (Jiwa) (3) (4) (5) 116.847 478.1. 2003 Luas (ha) 5.86 1.6.36 565.54 31.020 206.24 1. besarnya rasio antara luas lahan terbangun dan luas lahan administratif di Kota Pontianak pada Tahun 1998 adalah 37.22 5.2 ) Tabel 4.807.31 131.002 2.4 81.4 Kecamatan Pontianak Selatan Pontianak Timur Pontianak Barat Pontianak Utara Kota Pontianak Sumber: Kantor Wilayah BPN Prov.2 Perbandingan Luas Lahan Terbangun dengan Luas Wilayah dan Penduduk Di Kota Pontianak.8 119.266 96.18%. Tahun 1998 Lahan Terbangun (ha) (1) 1.43%.1. maka rasio terbesar terjadi di Kecamatan Pontianak Selatan.1.800 44.44 10. Olahan Peta Penggunaan Lahan 1999/2000.97 6.5 160.953.60 133.782 (%) 53.13 2.1.4 2.56 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .25 0.6.8 168. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa dari segi keruangan. yakni mencapai 44. intensitas penggunaan lahan di Kota Pontianak menunjukkan kinerja yang cukup bervariatif (Lihat Tabel 4.08 69.18 90. IV .1 Jenis Penggunaan Lahan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Jenis Penggunaan Lahan Permukiman Perdagangan dan Jasa Perkantoran Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Industri dan Pergudangan Kebun Karet dan Campuran Hutan Lainnya/sungai dan parit Total Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka.289 311 1. Apabila dirinci untuk setiap kecamatan.1.43 37.17 683.64 27.34 100 Secara keseluruhan.009 Luas Wilayah (ha) (2) 2.995 3. Kalbar.1.891 10.54% dan terkecil untuk Kecamatan Pontianak Utara mencapai 30.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.894 1.184 4.667 50.04 40.93 320.225 1.

1.990 jiwa.1. kepadatan penduduk Kota Pontianak periode 1990–2000 meningkat sebesar 629 jiwa/Km2 atau bertambah sebesar 17.460 % 8.10%.57 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .6.834 69.683 126.534 jiwa.495 jiwa. Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 Pendidikan yang Ditamatkan Tidak Sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SLTA Akademi/D1-D3 Perguruan Tinggi Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003. sedangkan dari hasil Sensus Penduduk tahun 2000 penduduk kota Pontianak berjumlah 464.3 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan Di Kota Pontianak.54 28.465 99. sedangkan akademi/D1-D3 adalah pendidikan terendah yang ditamatkan yaitu berjumlah 11.14 15. Kependudukan Jumlah penduduk tetap Kota Pontianak hasil Pendataan Pemilih dan Pendaftaran Penduduk Berkelanjutan kondisi tahun 2003 berjumlah 492.146 85. Bentuk Kesenian Masyarakat di Kota Pontianak Meriam Karbit Di Tepi Sungai Kapuas Perahu Lancang Kuning Jumlah penduduk Kota Pontianak berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan berjumlah 448.308 jiwa/Km2.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C.495 18.017 11. Jumlah 37. Dengan kata lain. Tabel 4. hal ini berarti bahwa telah terjadi peningkatan penduduk selama 3 tahun terakhir (tahun 2000-2003) yaitu sebesar 2% pertahunnya.820 448.11 19.017 jiwa.460 jiwa dengan pendidikan terbesar yang ditamatkan adalah tamatan SLTA yaitu berjumlah 126.56 4.10 2. Kepadatan penduduk Kota Pontianak pada tahun 2000 yang sekitar 4.19 100 IV .35 22.

01 %.1. Restoran dan Rumah Makan Angkutan dan Komunikasi Bank dan Lembaga Keuangan Jasa dan lainnya Jumlah Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2003. perhotelan. Nilai PDRB (atas dasar harga konstan tahun 1993) pada tahun 2003 sebesar 2. Gas dan Air Minum Bangunan dan Kontruksi Perdagangan. Lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.234 milyar rupiah. Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan yang cukup nyata dan di atas rata-rata hanya sektor perdagangan. maka pergeseran sektor dari sektor produksi ke sektor jasa juga terjadi di Kota Pontianak.947 484 14.044 166 13. Sektor jasa-jasa yang mengalami peningkatan peran dalam pembentukan PDRB tahun 2003 antara lain adalah sektor perdagangan.812 55.78 0. Tabel 4.72 % pada tahun 2002 menjadi 24.58 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .715 jiwa. restoran dan rumah makan adalah lapangan pekerjaan terbesar yaitu 60. Sebagaimana layaknya daerah perkotaan.31 34.09 8. sedangkan yang lainnya pertumbuhannya dibawah rata-rata bahkan ada sektor yang mengalami penurunan antara lin adalah sektor bangunan sebesar -1. Jumlah 10. dan restoran sebesar 13. Perhotelan.830 % 5.159 3.715 15.44% dan sektor industri pengolahan sebesar -0.3 % dari jumlah penduduk di Kota Pontianak.55%. Perekonomian Berdasarkan penghitungan PDRB atas dasar harga konstan tahun 1993.28 8. pada tahun 2003 di Kota Pontianak terdapat 173. dimana lapangan pekerjaan perdagangan.44%.448 60. sedangkan terendah bekerja pada sektor pertambangan sebanyak 166 jiwa.02 0.67 100 D. Hampir seluruh sektor ekonomi pada tahun 2003 mengalami pertumbuhan.830 jiwa penduduk yang bekerja yaitu 35.72 2. laju pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak tahun 2003 adalah sebesar 4.19 31. hotel.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Untuk jumlah penduduk yang bekerja.31 % IV .83 8. hotel dan restoran yang meningkat perannya dari 22.054 173.1.6.4 Jumlah Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Di Kota Pontianak Tahun 2003 Lapangan Pekerjaan Pertanian Pertambangan Industri Listrik.

begitu juga sektor keuangan.510.798.67 259.822.68 416.59 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan pada tahun 2003.5 PDRB Kota Pontianak Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha.73 279.- Tabel 4.1.404.31 % menjadi 11. Perdagangan. dan Restoran 7. Tahun 2001 – 2003 (Jutaan Rupiah).963. Jasa-jasa PDRB Sumber: Kota Pontianak Dalam Angka.148.59 594.549.059.445.233. Listrik. 2003 2001 11.533.6. dan Air Minum 5. Banyaknya perkembangan spasial dan aspasial yang tidak lagi terakomodasi dalam RUTRK Pontianak Tahun 1994-2004. Pertambangan dan Penggalian 3.406.15 511.23 266. Sementara sektor lainnya mengalami penurunan peran.37 2.919.71 2. Secara garis besar ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan RTRW Kota Pontianak Tahun 2002-2012.1.312. Keuangan. yaitu: 1. Produk yang dihasilkan dalam proses perencanaan adalah Buku Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Pontianak Tahun 2002 yang merupakan revisi dari RUTRK Pontianak Tahun 19942004.47 45.21 404. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Pontianak Dalam penataan ruang di Kota Pontianak. Hotel.36 450.48 2002 12.191.86 93.515. Pertanian 2.26 91. 4 Tahun 2002).152.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Pontianak A.6.234. 2.285.47 2.77 91.770.816.812.953.707. Industri Pengolahan 4. PDRB per kapita. Lapangan Usaha 1.47 2003 12.701.83 279. Persewaan & Jasa Perusahaan 9.95 293.59 4. IV .501.42 402.293. atau rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing penduduk Kota Pontianak pada tahun 2003 sebesar Rp 4. Perkembangan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Kota Pontianak dalam beberapa tahun ke belakang.36 394.75 42. persewaan.68 588. Bangunan 6.071.952. dan jasa perusahaan yang meningkat perannya dari 10. Pengangkutan dan Komunikasi 8.99 47.511. kelembagaan yang menangani proses perencanaan tata ruang adalah Bappeda dan Dinas Tata Kota Pontianak. gas.26 267.490.1.061. Selain itu terdapat juga RDTRK Kecamatan Pontianak Barat Tahun 2002 dan sudah diperdakan (Perda No.53 %.77 578.

6. Untuk menangani kendala tersebut diadakan diskusi. dimana pada masa mendatang diharapkan pengembangan WFC semakin melebar dari kawasan pusat kota ke arah barat maupun timur. dan internasional. peluang. sehingga nantinya pusat kota mencakup keempat wilayah kecamatan. Hal ini disebabkan karena apresiasi ruang masyarakat belum satu persepsi tentang peran dan fungsi tata ruang. Sebagian besar rencana yang terdapat dalam RTRW Kota Pontianak meliputi: • Perluasan kawasan pusat kota. dimana kawasan pusat kota yang ada saat ini akan diperluas ke arah utara dan timur dari pusat kota yang ada saat ini. Perkembangan ini menuntut adanya pengkajian ulang mengenai peranan kota Pontianak dalam berbagai posisi yang dimiliki. Penyusunan rencana tata ruang juga tidak lepas dari peran pemerintah pusat yaitu dalam bentuk pembinaan teknis. dimana pengembangannya melebar ke arah barat maupun timur dari pusat kota IV . 4. maupun infrastruktur. Perlunya mengkaji kembali kekuatan. Kawasan WFC yang direncanakan untuk Kota Pontianak merupakan satu kesatuan yang terdiri dari pusatpusat kegiatan yang bervariasi dengan lokasi menyebar di sepanjang Sungai Kapuas. legislatif maupun eksekutif. Semakin dinamisnya perkembangan pembangunan. sumber daya manusia. • Pengembangan lebih lanjut dari konsep Water Front City (WFC) yang berada di kawasan pusat kota. dimana semua kecamatan memiliki akses yang merata ke pusat kota. dan tantangan yang dihadapi Kota Pontianak dalam rangka mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang dimiliki.60 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . aparat pemda menemui kendala yaitu dalam hal peranserta masyarakat. baik dari masyarakat. Perlunya pengkajian ulang mengenai kesesuaian penggunaan lahan saat ini. 5. nasional. Tinjauan yang lebih detail mengenai potensi-potensi yang dimiliki Kota Pontianak.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. baik sumber daya alam. lokakarya dan sosialisasi tentang penataan ruang. Dalam penyusunan perencanaan tata ruang. Water Front City yang berada di Kawasan Pusat Kota. kelemahan. baik di dalam wilayah kota Pontianak sendiri maupun di tingkat regional.

saling berseberangan. Kawasan WFC di sini merupakan kawasan yang berorientasi ke badan perairan (dalam hal ini berupa sungai) membentuk karakter koridor sungai. sudah seharusnya Kota Pontianak memelihara dan memanfaatkan identitasnya sebagai Kota Tepian Air. Di samping itu. tepatnya Pelabuhan di sebelah barat Pulau industri Batulayang. .Lapangan golf. atau sebaliknya. menempati Pelabuhan Seng Hie untuk kegiatan Kecamatan Pontianak Utara. kalaupun suatu saat akan IV . atau dengan kata lain bagian muka bangunan menghadap sungai. . Kawasan tersebut dicirikan dengan orientasi bangunan yang menghadap ke sungai.Boulevard yang di bagian tengahnya (yang tepat dilalui garis khatulistiwa) dipergunakan untuk pepohonan/jalur hijau. walaupun lokasinya tidak berhubungan secara langsung.Kawasan pusat olahraga (sports centre).61 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . . Pada kawasan wisata ini akan dikembangkan beragam objek wisata. Karena itu. sehingga lebih memungkinkan untuk berkembang lebih besar.Kawasan rekreasi yang dilengkapi dengan tempat penjualan makanan dan cindera mata khas Kota Pontianak. Lokasi pengembangan kawasan wisata khatulistiwa Tugu Khatulistiwa Pontianak diarahkan pada wilayah yang tepat dilalui garis lintang 00 0’ 0” di sebelah timur laut dari lokasi tugu khatulistiwa sekarang ini. dengan keunikan dapat memukul bola dari belahan bumi bagian utara ke belahan bumi bagian selatan. sedangkan pelabuhan barang menempati Kecamatan Pontianak Barat. • Pengembangan Kawasan wisata (khususnya di Kecamatan Pontianak Utara) yaitu dengan lebih menonjolkan keunikan wilayah yang dilalui garis khatulistiwa. terutama pelabuhan untuk kegiatan industri dan pelabuhan barang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Sebagai kota yang terbelah oleh aliran sungai. • Pengembangan pelabuhan. Kedua lokasi ini dipilih karena ketersediaan lahan yang relatif lebih luas. Kawasan wisata khatulistiwa yang telah ada perlu lebih diperluas. diarahkan berlokasi di sebelah barat kota atau di bagian hilir Sungai Kapuas. konsep pengembangan kota yang mengarah pada WFC perlu diterapkan dengan pengelolaan yang profesional. seperti : .

karena pelabuhan sungai berlokasi sebelum jembatan. Di samping itu.1 IV . tersebut diarahkan peruntukannya bagi kawasan industri. • Di sebelah selatan lokasi rencana pelabuhan untuk melayani kegiatan perdagangan. Dengan beberapa keuntungan. kawasan industri yang semula berlokasi di pinggir Sungai Kapuas secara berangsur dapat berubah fungsi menjadi kawasan WFC.1.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dibangun jembatan yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut (Pontianak Barat dan Pontianak Utara melalui Pulau Batulayang) tidak mendatangkan masalah yang besar bagi pelayaran kapal-kapal.6. khususnya kapal yang memiliki crane. adanya aliran sungai sebagai sumber air dan sebagai badan penerima limbah cairnya. seperti aksesibilitas yang tinggi ke pelabuhan. Wilayah tersebut akan diarahkan peruntukannya untuk kegiatan perdagangan.2. Aksesibilitasnya yang tinggi ke pelabuhan menjadikan lokasi tersebut cukup menguntungkan bagi pasar induk untuk beroperasi. terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi (rencana) pelabuhan tersebut yang masih cukup luas dan saat ini merupakan Sungai lahan nonterbangun Wilayah serta dialiri akan Konsep pengembangan Pelabuhan Seng Hie Kunyit Baru. Dengan beberapa keuntungan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi investor dan pelaku kegiatan industri untuk menempati kawasan tersebut. Rencana struktur tata ruang akan mendatangkan implikasi terhadap pembangunan Kota Pontianak di masa-masa mendatang. serta luasnya area yang memungkinkan terciptanya keuntungan dalam memanfaatkan infrastruktur secara bersama (misalnya IPAL bersama). sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 4. • Di sebelah utara lokasi (rencana) pelabuhan untuk industri. juga terdapat wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana pelabuhan tersebut dimana lahannya masih cukup luas dan saat ini merupakan lahan nonterbangun. termasuk di dalamnya pasar induk.62 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

Tabel 4.1.6.2.1 Implikasi Rencana Struktur Tata Ruang Kota Pontianak 2002-2012 No 1 Aspek Penyediaan Lapangan Kerja Pertumbuhan Ekonomi Implikasi Penyediaan lapangan kerja akan lebih menyebar di kelima kecamatan karena pengalokasian jenis dan skala kegiatan ekonomi lebih menyebar di keempat kecamatan Dengan alokasi aktivitas yang disebarkan di seluruh wilayah, maka potensi seluruh Wilayah tersebut akan lebih dikembangkan. Diharapkan tingkat pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan menjadi lebih optimal dan merata. Dengan dialokasikannya pusat kota pada wilayah di keempat kecamatan, ditambah dengan lebih mengembangkan keunikan di wilayah utara dan historis di wilayah timur, diharapkan percepatan pertumbuhan pembangunan akan lebih menyebar. Pengembangan kawasan-kawasan yang menyebar ke seluruh wilayah Kota Pontianak akan meningkatkan pendapatan, perekonomian, dan pendidikan masyarakat di seluruh wilayah, sehingga diharapkan kesenjangan sosial dapat dikurangi atau bahkan dihindari. Pemanfaatan lahan untuk kawasan terbangun yang lebih menyebar (tentunya dengan tetap memperhatikan kesesuaian fisiknya) membuat beban daya dukung lingkungan yang lebih proporsional, sehingga tidak akan terjadi kerusakan lingkungan.

2

3

Percepatan Pertumbuhan Pembangunan Kesenjangan Sosial

4

5

Sumber : Fakta dan Analisa RTRW Kota Pontianak

Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan

Berkaitan dengan pemanfaatan ruang, rencana pelaksanaan tata ruang di Kota Pontianak sudah seluruhnya dilaksanakan, hanya belum optimal terutama kebijakan insentif dan disinfektif.

B.

Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak

Pemanfaatan ruang di Kota Pontianak sebagian besar mengacu pada struktur ruang yang ada pada RTRW Kota Pontianak. Pada umumnya pemanfaatan ruang ada telah banyak terjadi perubahan terutama perubahan terhadap struktur tata ruang pada RUTRK Pontianak 1994-2004. Dalam hal pemanfaatan ruang, Kota Pontianak telah dimanfaatkan ruangnya sebagai: • Kawasan pusat kota, dimana saat ini kawasan pusat kota berada di sebagian wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sebagian wilayah Pontianak Selatan. • Pusat-pusat kegiatan tersebut meliputi: a. Kawasan Makam Batu Layang Merupakan kawasan bersejarah di Kecamatan Pontianak Utara. Kegiatan yang direncanakan mendominasi kawasan ini adalah wisata sejarah. Kegiatan lainnya yang
IV - 63
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

akan dialokasikan di sekitar kawasan tersebut berupa kegiatan perdagangan, pelabuhan, dan industri. Untuk memelihara nilai estetika kegiatan wisata Makam Batu Layang, maka kegiatan industri harus tetap menyediakan area yang ditanami pepohonan di sekelilingnya, yang juga berfungsi sebagai penyangga (buffer). b. Kawasan Tugu Khatulistiwa Merupakan kawasan wisata dengan land mark berupa tugu khatulistiwa. Kawasan ini direncanakan memiliki aksesibilitas dan keterkaitan dengan rencana Zona Wisata Khatulistiwa (ZWK) yang direncanakan berlokasi di sebelah timur laut Tugu Khatulistiwa tersebut. c. Kawasan di sekitar Siantan Merupakan kawasan dengan dominasi kegiatan komersial yang heterogen, meliputi jasa-jasa perdagangan (pertokoan, ruko, pasar) dan industri. Untuk memberikan sentuhan estetika dan peningkatan kualitas udara dari kawasan yang dipenuhi oleh kegiatan komersial tersebut, kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas jalur hijau berupa taman di tepi Sungai Kapuas d. Kawasan di sekitar kaki jembatan Sungai Landak dan Sungai Kapuas Kecil. Kawasan ini merupakan kawasan yang tidak diperuntukkan bagi lahan terbangun. Walaupun dalam tata ruangnya dialokasikan untuk kawasan permukiman, namun khusus di kaki jembatan-jembatan ini perlu disediakan ruang terbuka hijau (public

park) untuk alasan keamanan dan estetika lingkungan.
e. Kawasan Cagar Budaya di sekitar Mesjid Jami dan Keraton Kadriah (Tanjung Pulo/Beting) dengan kawasan permukiman di sekitarnya.

Mesjid Jami Pontianak

Kraton Kadariyah Pontianak

f. g.

Kawasan wisata khususnya berada di Kecamatan Pontianak Utara Kawasan Senghie Kegiatan yang berlangsung di sekitar kawasan ini didominasi oleh kegiatan komersial. Namun demikian, pada lokasi yang langsung berbatasan dengan sungai direncanakan untuk dijadikan ruang terbuka hijau atau taman, yang memiliki multifungsi, selain sebagai taman dan pedestrian tempat orang bisa berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan ke arah sungai, sebagai media untuk meningkatkan

IV - 64
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

kualitas udara karena keberadaan pepohonannya, penambah nilai estetika, serta sebagai sempadan sungai yang diharapkan turut membantu menjaga kualitas perairan sungai. h. Kawasan Taman Alun Kapuas Ciri yang menonjol dari kawasan ini adalah keberadaan kantor pemerintahan (kantor walikota) yang bisa langsung terlihat dari arah Sungai Kapuas. Taman di tepi Sungai Kapuas (Taman Alun Kapuas) direncanakan untuk dapat menampung berbagai kegiatan yang meliputi dermaga wisata air yang melayani pemakaian perahu-perahu wisata (cruise), olah raga air, tempat berjualan seperti kios, cafe, tempat bermain, dan taman kota. i. Kawasan Jeruju Merupakan kawasan komersial dengan aktivitas utamanya berupa perdagangan. Wisata, industri, jasa perkantoran, dan pergudangan. j. Kawasan di sekitar Pelabuhan Nipah Kuning Kawasan ini merupakan pintu masuk (gate way) menuju kawasan Water Front City. Di samping keberadaan pelabuhan, aktivitas lain yang direncanakan berlokasi di sekitar kawasan ini meliputi pergudangan, permukiman, dan kawasan konservasi. • Pelabuhan, dimana pelabuhan yang ada saat ini terbagi menjadi lima, yaitu pelabuhan untuk melayani kegiatan industri, pelabuhan penyeberangan (ferry), pelabuhan yang melayani penumpang, pelabuhan ikan, dan pelabuhan barang untuk mendukung kegiatan perdagangan. Dalam pemanfaatan ruang di Kota Pontianak ditemui beberapa kendala yaitu dalam hal perijinan, dimana umumnya masalah yang terjadi adalah pada pembangunan yang tidak didahului dengan perijinan, sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan. Pengaturan intensitas pemanfaatan ruang untuk Kota Pontianak perlu dilakukan guna menata penggunaan lahan secara optimal dengan memperhatikan bentuk-bentuk ruang yang akan terjadi serta pergerakan dari aktivitas yang terjadi. Pemanfaatan dan pengaturan lahan perkotaan yang baik akan memberikan bentuk serta struktur tata ruang yang baik pula kepada “wajah” Kota Pontianak. Keberadaan sungai Kapuas sebagai salah satu potensi yang ada di Kota Pontianak harus diekspos, terutama dengan cara pengarahan terhadap ketinggian bangunan. Untuk membentuk pola tata ruang yang baik, perlu pengaturan terhadap luas pemanfaatan lahan serta ketinggian bangunan.

IV - 65
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

dan sebagainya. serta memelihara kualitas perairan sungai (dengan tidak membuang sampah ke sungai dan membersihkan sampah di perairan yang berada di sekitar bangunan tempat mereka tinggal/berusaha). mengingat hampir di sebagian besar kawasan tersebut telah dipergunakan untuk perumahan. olahraga dan ruang terbuka. Pertama. Misalnya. 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung). Faktor yang dipertimbangkan di sini meliputi kemiringan lereng. lahan yang terkena pengaruh pasang surut. kawasan yang dapat dikategorikan sebagai kawasan yang perlu dilindungi di Kota Pontianak meliputi kawasan berhutan bakau. perdagangan. pengendalian pemanfaatan ruang untuk sempadan sungai terutama sempadan sungai di sepanjang pinggiran Sungai Kapuas. jenis tanah. Sementara itu. disamping itu juga pengendalian berkaitan dengan: 1. Kegiatan (mengindikasikan jenis peruntukan/pemanfaatan) yang akan dikembangkan pada kawasan budidaya. pelabuhan. Kesesuaian fisik bagi setiap kegiatan yang akan ditempatkan di Kota Pontianak. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Pontianak Pada dasarnya pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Pontianak meliputi pengendalian pada kawasan-kawasan yang memiliki potensi. kawasan selebihnya merupakan kawasan budidaya. 2. dan industri beserta fasilitas-fasilitas yang dibutuhkannya. maka bisa saja pemanfaatan yang ada tersebut tidak dipindahkan. Kedua. peribadatan. IV . dengan memberdayakan segenap pihak yang mendirikan dan menggunakan bangunan di kawasan sempadan sungai tersebut untuk tetap menjaga sungai dari kemungkinan sedimentasi. kesehatan. Kecuali yang termasuk kawasan lindung. Misalnya. sempadan sungai. Kegiatan yang termasuk kategori ini adalah permukiman (perumahan beserta segala fasilitas penunjangnya. hiburan.66 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . kegiatan perdagangan. kegiatan yang berorientasi pada pengembangan Kota Pontianak menjadi kota internasional. kegiatan yang sifatnya memenuhi kebutuhan mendasar bagi penduduk. sedangkan proses pemindahan itu sendiri mendatangkan permasalahan yang sangat kompleks. pariwisata. pendidikan. Akan tetapi. dan kawasan sekitar cagar budaya. dan Sungai Landak adalah selebar kurang lebih 100 meter dari tepi sungai. Sungai Kapuas Kecil. seperti fasilitas perbelanjaan. Ada dua kegiatan utama yang akan dipertimbangkan. dan industri. dan pelayanan umum). Kawasan lindung dan kawasan budidaya Dengan mengacu pada kriteria kawasan lindung (Keppres No. tetapi fungsi dan tujuan ditetapkannya sempadan sungai diusahakan tetap dapat berlangsung. dan fungsinya diperuntukkan bagi kawasan hijau.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan C. 3. keberadaan sungai.

maka untuk meningkatkan kualitas udara dikembangkan konsep kota tropis dengan mempertahankan kawasan hijau yang ada dan menyebarkan taman-taman kota dan jalur hijau ke seluruh wilayah. Peruntukan lahan industri lebih diarahkan menuju ke hilir. Sedangkan harga lahan mengindikasikan besar kecilnya biaya bagi suatu kawasan untuk dikembangkan. 7. Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan karena pemilik lahan memiliki kewenangan atas pemanfaatan lahannya. Wilayah di sebelah utara dan selatan kota yang saat ini didominasi pepohonan dipertahankan untuk menjaga keseimbangan air dalam konteks DAS. lokasi-lokasi tersebut diperuntukan bagi kegiatan-kegiatan bisnis. dan ekosistem hutan bakau. Lokasi berbagai aktivitas saat ini yang berada di tepian sungai dan rencana alokasi berbagai peruntukan yang ditempatkan di tepian sungai perlu mempertimbangkan kelestarian fungsi ekosistem sungai. Kualitas udara dan estetika lingkungan Mengingat temperatur udara Kota Pontianak yang cukup panas. Di samping itu. juga memberikan dampak yang positif bagi estetika lingkungan di sekitarnya. IV . Kelestarian fungsi ekosistem. terutama pada daerah-daerah berkepadatan bangunan tinggi. dan kelengkapan infrastruktur. Status dan harga lahan Status lahan menunjukkan kepemilikan atas lahan. dan tinggi minimal jembatan. Keberadaan pepohonan ini dapat memperbaiki kualitas udara karena dapat menyerap gas-gas beracun (kontaminan) yang beterbangan di udara serta menurunkan temperatur di siang hari (dengan menyerap CO2 dan memproduksi O2). 6.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Lokasi-lokasi strategis yang biasanya menjadi lokasi pilihan para pelaku bisnis Umumnya lokasi-lokasi ini dicirikan dengan kemudahan aksesibilitas.67 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Kriteria-kriteria teknis Contoh dari kriteria teknis di sini antara lain misalnya harus dibatasinya peruntukan kegiatan yang mengakses langsung ke jalan arteri primer. jarak terhadap pusat keramaian atau aktivitas. Untuk mengantisipasi hal ini. misalnya untuk hutan bakau di sebelah barat yang sebagian terkena rencana pengembangan pelabuhan. 5. kecuali dengan alasan yang mendesak. Demikian juga halnya dengan keberadaan hutan bakau yang tetap dipertahankan. meliputi ekosistem perairan (sungai) beserta kualitas perairannya. 8.

4. Peranserta Masyarakat Keterlibatan (pendapat) masyarakat dalam memberi masukan rencana penataan ruang terlihat pada rencana penggunaan lahan. Selain itu juga bentuk keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan ruang adalah pemberian ijin pemanfaatan ruang jika sesuai dengan RTRW yang berlaku. masyarakat) dapat dikatakan belum optimal. • Peranan kelembagaan (pemerintah. pasar tradisional dan pengaturan lalu lintas yang juga belum terselesaikan. dan Sungai Ambawang) maupun sentral dari Kawasan Metropolitan Pontianak.1. lahan untuk bangunan perumahan disisakan untuk taman (lahan hijau). • Tidak seimbangnya perkembangan ekonomi antar kecamatan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. Kuala Mandor. Begitu pula halnya dengan distribusi dan kepadatan penduduk. Fungsi baru ini tentu saja berimplikasi pada perlunya disusun tata ruang yang luas cakupan wilayahnya. • Didudukannya Kota Pontianak sebagai pusat Kawasan Andalan POKUSIKARANG (Pontianak. masih tersisanya lahan untuk zoning pemerintahan. Untuk perencanaan sistem drainase air hujan. misalnya untuk penggunaan permukiman. dan lain-lain. Sungai Kakap. IV . Sungai Raya. dimana kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Selatan memperlihatkan pertumbuhan dan kesejahteraan yang jauh lebih baik dibandingkan Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur. bahkan law enforcement masih lemah. serta tidak berfungsinya terminal induk Gajah Mada dan terminal antar negara. Siantan. seperti dimanfaatkannya kawasan hijau oleh masyarakat untuk pembangunan perumahan. pariwisata. industri. bahwa sebaiknya permukiman tidak berada di dekat Bandar udara. swasta. masyarakat lebih memilih untuk membuang air hujan ke sumur resapan dan ke saluran jalan dibandingkan untuk manfaat lainnya.68 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . baik untuk pengembangan kegiatan perekonomian. Masih belum tertatanya kawasan Kota Pontianak secara baik karena masih banyaknya permasalahan yang berkaitan dengan persampahan. Selain itu masyarakat juga menyarankan agar lebih memperhatikan tempat-tempat untuk rekreasi dengan memanfaatkan lahan kosong atau lahan rawa.3 Isu Permasalahan Kota Pontianak Permasalahan dalam pembangunan/penataan ruang di kota Pontianak antara lain: • Adanya penyimpangan dalam pemanfaatan lahan. pemafaatan terminal kota. • • Belum tergalinya potensi dan peluang sumberdaya alam yang dimiliki. banyaknya aktifitas sosial dan pendidikan yang berkembang pada zoning perdagngan dan jasa.6. sementara regulasi (peraturan) tidak berkembang seiring dengan dinamika pembangunan kota yang semakin pesat.

yang seharusnya sebagai kawasan konservasi hutan bakau. Berkembangnya sistem kota-kota secara global melalui berbagai bentuk kerangka kerjasama bilateral maupun multilateral. Demikian pula sisi utara sepanjang jalan Yos Sudarso yang guna lahannya diperuntukan sebagai kawasan industri. Basis data yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan kota masih minim. perumahan. • Peruntukan kawasan industri yang berlokasi di sepanjang koridor Jalan Khatulistiwa dan Sungai Kapuas Besar saat ini pemanfaatannya masih campuran antara industri. saat ini merupakan kawasan campuran (mix use) antara industri. tapi saat ini masih terdapat beberapa kelompok perumahan penduduk. karena dapat menimbulkan dampak yang merugikan dimasa yang akan datang. Selain itu permasalahan lainnya terjadi pada ketidaksesuaian penggunaan lahan. • Guna lahan di sisi utara wilayah Kelurahan Tanjung Hilir (Kecamatan Pontianak Timur) direncanakan untuk industri. Kondisi serupa juga terdapat di wilayah Kecamatan Pontianak Utara. tepatnya antara tepi sungai Kapuas dan Jalan Yos Sudarso. dan sebagian lagi berupa semak. Berbagai persoalan keruangan (spasial) dan sektoral (aspasial) lainnya belum teridentifikasi hingga saat ini. kenyataannya saat ini sebagian kawasannya telah dibangun perumahan. lahan yang seharusnya untuk kawasan konservasi ternyata saat ini dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan campuran. perkantoran. perumahan dan perdagangan. tepatnya di kawasan yang diapit oleh sungai Landak dan Jalan Gusti Situt Mahmud. • Di sisi utara Kecamatan Pontianak Barat. kebun karet rakyat. yang ternyata dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya kebun dan semak. Ketidaksesuaian penggunaan lahan yang diperuntukan untuk kawasan lindung/konservasi. dan di beberapa lokasi masih terdapat semak yang rimbun. antara lain sebagai berikut: • Di sisi barat wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan sisi selatan Kecamatan Pontianak.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • • • • Penurunan kualitas lingkungan akibat – antara lain – eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan dan daya dukung lahan yang terlalu berat.69 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . termasuk dalam penyimpangan kategori tinggi. IV .

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.369 Ha. Bantik.1. Koka. Manado telah mengalami dua fase perkembangan kota. Sebelah Selatan : berbatasan Pineleng). luas Manado adalah 2. yakni suatu kawasan di dunia yang semakin berkembang dan sangat potensiil untuk menjadi pusat kegiatan perekonomian dunia.7 Kota Manado 4. yaitu: • Terletak di bibir Pasifik Secara langsung Kota Manado terletak pada bibir Pasifik.22 Tahun 1988. Sejak saat berdirinya yaitu pada tanggal 14 Juli 1623 sampai sekarang.57% dari luas wilayah Sulawesi Utara. Minahasa (desa Paniki Atas dan Mapanget di Kecamatan Dimembe. Saat ini luas Manado adalah 15.1 Gambaran Umum Kota Manadon A. berbatasan dengan Teluk Manado.1.70 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Sea. Wori dan Tiwoho di Kecamatan Wori) dan Selat Mantehage. berdasarkan perkembangan wilayah administrasinya. Kalasey. Laut merupakan jalur pelayaran lalu lintas di Kota Manado Kota Manado yang terletak di bibir pasifik IV . Kamangta. dengan Kabupaten Minahasa (desa Sawangan. Adapun batas-batas administrasi Kota Manado adalah sebagai berikut: .726 Ha atau 0.7.Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Minahasa (desa Talawaan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. Kondisi Umum Kota Manado terletak di jazirah utara pulau Sulawesi dan berada pada posisi 10 40’ Lintang Utara dan 1240 35’ Bujur Timur. desa Maumbi di Kecamatan Airmadidi). Sebelah Timur Sebelah Barat : : berbatasan dengan Kab. Pineleng Satu di Kecamatan Dari letak geografisnya Kota Manado mempunyai posisi yang sangat strategis.

Kota Manado dapat dikelompokkan atas wilayah-wilayah dengan kemiringan tanah: 0 – 3%. B. Singkil. yaitu Kecamatan Molas. sehingga jumlah kecamatan di Kota Manado menjadi 9. Pantai barat Amerika. Pasifik barat Daya. Dengan demikian Manado dapat berperan sebagai salah satu simpul mata rantai jaringan penerbangan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan Pasifik barat daya. Wenang. Sario. Mapanget. maka Manado membentuk jalur pelayaran sebagai berikut: jalur Selat Makasar-Selat Lombok. Selat Buru . Sario. Wanea. Garis kontur terendah berada di sepanjang pesisir pantai kota. Berdasarkan kemiringan tanahnya.P. yaitu: Kecamatan Bunaken. 25 – 40%.Laut Sulawesi .Laut Banda Selat Buru terus ke utara ke Samudera Pasifik dan cabang lainnya menuju ke Laut Sulu. Mapanget. yaitu dengan adanya Gunung Manado Tua (650 m) dan Gunung Tumpa (600m). 8 – 15%. Terletak pada jalur lalu lintas udara antar negara.Laut Sulu . Australia. Wenang. dan New Zealand. dan Selandia Baru. Sejalan dengan lalu lintas tersebut. IV . dan Selandia Baru. Kemudian pada tahun 2000 terjadi pemekaran. jalur Selat Ombay . Tuminting.Halmahera. dan Kecamatan Malalayang. • Terletak di daerah perbatasan antar negara Manado berada pada daerah perbatasan yang terletak pada jalur lalu lintas pelayaran untuk kapal perang dari Samudera Pasifik ke samudera Indonesia.Laut Arafura ke Selat Torres. sedangkan garis kontur tertinggi berada di bagian utara kota. • Keberadaan Bandara Sam Ratulangi juga menempatkan Manado sebagai jalur lalu lintas udara bagi pesawat militer/penumpang dari dan atau ke Filipina. mulai dari Timur Tengah. Australia.Wetar . Wilayah dengan topografi tertinggi tersebut tepatnya berada di Kecamatan Bunaken. dengan ketinggian tanah berkisar pada 600 – 650 meter diatas permukaan laut. Sampai dengan tahun 1999 Kota Manado terdiri dari 5 kecamatan. 3 – 8%. jalur dari Pasifik . Kondisi Fisik Ketinggian tanah di Kota Manado bervariasi mulai dari titik 0 (nol) diatas permukaan laut sampai ketinggian 650 meter diatas permukaan laut. Tikala. Australia.Laut Banda . dan > 40%. Asia Selatan. Manado terletak pada jalur lalu lintas pelayaran internasional yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi dunia.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Terletak pada posisi silang mata rantai lalu lintas pelayaran internasional. dan Kecamatan Malalayang.71 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Amerika Utara. 15 – 25%.

memiliki variasi tanah menurut usianya. Hutan 4. maka di Kota Manado antara lain terdapat: .Ultisol. Tabel 4. Perkebunan 5. dan tanah tua.10 4.00 0. dan asosiasi peralihannya . Berdasarkan jenis tanah. Wilayah dengan kemiringan tanah > 40% tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk dibangun.72 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Untuk tanah dengan kemiringan > 40% tersebar di seluruh kecamatan yang terdapat di Kota Manado.475 165 575 10.Entisol.60 2001 Ha % Jumlah 15. yang terdiri dari: Kalsik Brown . Wenang.Inceptisol.Alfisol.7. Fasilitas Umum 6. Ultisol.00 3. dan Aluvial . Tegalan 3. yang terdiri dari: Regosol. yaitu tanah muda.1. kecamatan yang sebagaian besar wilayahnya memiliki kemiringan tanah diatas 15% adalah Kecamatan Malalayang dan Kecamatan Bunaken. maka wilayah (kecamatan) yang sebagian besar tanahnya memiliki kemiringan 0 – 15% terdapat di Kecamatan Mapanget.75 0. Permukiman 2.1 Luas dan Jenis Penggunaan Lahan Kota Manado Tahun 2001 Jenis Penggunaan Lahan Lahan Sawah 1. Wilayah Kota Manado. dan Kecamatan Sario.5 100 9. yang terdiri dari Mediteran. Lain-lain 3. Inceptisol merupakan tanah yang terluas penyebarannya di Kota Manado. dengan formasi batuan gunung api muda dan iklim basah. Tahun 2001. dan Alfisol. kemudian diikuti oleh Entisol.65 68.1.730 626 54 22. tanah sedang berkembang.726 Sumber: Kota Manado Dalam Angka. Kemudian. Tanah Basah Lahan Kering 1.10 1. IV .____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dilihat dari kemiringan tanah tersebut. Sawah 2. Hidromorf kelabu. Podzolik. yang terdiri dari: Latosol.25 91.05 0.

namun masyarakat Manado sangat menghargai sikap hidup toleran.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dari jenis penggunaan lahan Kota Manado tahun 2001.000 orang yang berdomisili di luar kota melakukan aktivitas sehari-harinya di Kota Manado.8 % terdiri dari ruang terbuka. tanah kosong.50% per tahun.10 % dan kawasan permukiman sebesar 22. Katolik. Sisanya sebanyak 9.31%. Kota Manado memiliki tingkat pertumbuhan alamiah (faktor kelahiran) sebanyak ± 1. belum tamat SD 12.70%. Batak. jumlah penduduk usia 10 tahun keatas 347. Islam.515 jiwa. Selain itu kecenderungan migrasi sirkuler atau arus ulang alik juga cukup menonjol. Kependudukan Kota Manado adalah wilayah urban terbesar di Provinsi Sulawesi Utara.57%. rukun. tamatan SLTA dan SLTP 55. IV . C. Pada akhir tahun 2002. terbuka dan dinamis. menyusul suku Sangihe Talaud. Penduduk Kota Manado cukup heterogen baik latar belakang etnik maupun agamanya.29% dan yang tidak/belum bersekolah 0. adapun faktor lainnya yang menyebabkan percepatan pertumbuhan jumlah penduduk adalah pengaruh faktor urbanisasi (inmigrasi). Mayoritas penduduk berasal dari suku Minahasa. dan jasa. keturunan Arab. Agama yang dianut adalah Kristen Protestan. suku Gorontalo dan keturunan Cina. tamatan SD 22. industri. Karena itu tingkat pendidikan penduduknya cukup tinggi. Kota Manado memiliki latar tradisi yang kuat. Meski heterogen. terlihat bahwa Kota Manado masih didominasi oleh tanah pertanian/perkebunan. Maluku. Dibidang pendidikan.73 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Selain itu terdapat pula penduduk suku Jawa. terdiri dari tamatan perguruan tinggi 9. alang-alang serta sungai dan jalan. Faktor tersebut mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan data Pada tahun 2001. hutan dan hutan bakau.13%. suku Bolaang Mongondow. yakni diperkirakan sekitar 40. Karenanya kota Manado memiliki lingkungan sosial yang relatif kondusif dan dikenal sebagai salah satu kota yang relatif aman di Indonesia. penduduknya berjumlah 395. Budha dan Hindu. Makasar dan sebagainya.308 jiwa. yaitu sebesar 68. usaha.10 %. bahkan di Kawasan Timur Indonesia belahan utara.

8 0. yang bekerja sebagai PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta cukup besar yaitu sebesar 82.1.866 13.958 199.242 1.7.340 18. 2001 Jumlah 18.74 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Perekonomian Pembangunan kota Manado diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki dalam mengambil peran yang lebih besar dalam memanfaatkan peluang-peluang ekonomi baik di tingkat nasional maupun global.17 12.5 7.813 29.85 41.610 82.96 7.326 347.615 41.57 8.1.7 31.7.282 25.012 17.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Tabel 4.44 20.6 17.840 77.1.2 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Di Kota Manado.Tahun 2001. IV .343 % 9.2 30.227 75.520 43.1.5 100 Sedangkan jumlah penduduk menurut mata pencaharian.615 jiwa. Jumlah 1.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Di Kota Manado Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 Jenis Mata Pencaharian Petani/Peternak/Nelayan Pedagang PNS/TNI/Polri/Guru/Pegawai Swasta Wiraswasta/Industri kecil Buruh/Tukang/Tibo-tibo Jasa dan lain-lain Jumlah Sumber: BPS Kota Manado.308 % 0. Tahun 2001 No 1 2 3 4 5 6 7 Tingkat Pendidikan Tdk/Belum pernah sekolah Belum Tamat SD SD SLTP SMU/Kejuruan Diploma/PT S2/S3 Jumlah Sumber: Kota Manado Dalam Angka.00 100 D. Untuk lebih jelasnya jumlah penduduk kota Manado menurut mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.6 11.

sektor industri pengolahan. Pelabuhan Samudera Bitung c. 1%.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Kota Manado dalam pengembangannya memiliki kekuatan yang menjadi landasan baik dalam pembangunan maupun pengembangan Kota Manado. antara lain adalah: • • • • Pusat Pengembangan Wilayah Sulut KAPET Manado-Bitung Gateway ke Asia-Pasifik Dukungan Infrastruktur: a. dalam kurun waktu dua dekade terakhir. yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. restoran sedangkan yang mengalami penurunan adalah sektor angkutan dan komunikasi sebesar – 0. maka sektor perdagangan. yaitu sebesar 26% dari total PDRB tahun 2002. 8%. 4%. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam Kawasan wisata yang ada di Bunaken Kawasan perekonomian Kota Manado sekitar ½ sampai dengan 2 jam menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi. Sektor yang paling besar atau pertumbuhannya dan hotel adalah sebesar perdagangan. yakni 25% dari total PDRB tahun 2002. 9%. sektor llistrik-gas-air minum. sektor pertanian. sektor banklembaga keuangan-jasa perusahaan.75 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . Disamping itu sektor angkutan dan komunikasi juga termasuk besar kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002. Dilihat dari kontribusi sektor-sektor (menurut lapangan usaha) bagi PDRB Kota Manado tahun 2002. IV . sektor bangunan. Akses Regional Trans Sulawesi Hampir lebih seluruh dominan sektor ekonomi pada tahun 2003 sektor 0. seperti: sektor jasa.0%. 4%. sektor pertambangan-penggalian kontribusinya terhadap PDRB Kota Manado tahun 2002 secara berturut-turut (dalam %) adalah: 23%. hotel dan restoran memberikan kontribusi terbesar dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota.41%. mengalami pertumbuhan.29 %. Bandara Internasional Sam Ratulangi b. Sektor-sektor lainnya. Primadona pariwisata Kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken. Untuk sektor pariwisata.

Salah satu infrastruktur jalan Di Kota Manado 4.1. salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland. Panorama pegunungan dan Danau Tondano. Desa Agrowisata Rurukan-Tomohon. Vulcano Area di Tomohon. Pada saat itu wilayah Kota Manado masih terdiri dari 5 (lima) kecamatan. Pembangunan di Kota Manado terus berlangsung. Sampai tahun akhir tahun 2001. dan pariwisata. 15 buah travel biro. infrastruktur jalan dibenahi. Karena potensi wisata yang besar tersebut maka industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang. selain itu membangun sarana pendukung seluas 5 . Kota Manado menjadi salah satu Kapet di KTI.2 Penyelenggaraan Penataan Ruang Kota Manado A.4 km.7. misalnya dengan pembuatan jalan tol menuju bandara sepanjang 8. Bersamaan dengan Bitung. maka pada tahun 1999/2000 rencana tata ruang yang ada direview dan hasil review (peninjauan kembali) tersebut adalah dengan tersusunnya IV .76 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . perdagangan. 5/Tahun 1991. 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas. khususnya di Minahasa. maka dibutuhkan suatu rencana tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. kemudian juga untuk menghadapi perkembangan global. Batu Pinabetengan dan Waruga di Sawangan. yaitu Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kota Manado Tahun 19902010.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik. Sejalan dengan kondisi tersebut. yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya. Objek-objek wisata tersebut antara lain. Produk rencana yang telah ada tertinggal dari pembangunan yang ada. Pesat dan dinamisnya pembangunan di Kota Manado sangat berpengaruh kepada pemanfaatan lahan/ruang kota. dimana bandara tersebut merupakan sarana penunjang transportasi udara dan masuk kategori terbaik di Indonesia. Untuk mendukung perkembangan Kota Manado. yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d 3 jam dari kota Manado.10 Ha yang dimaksudkan untuk mengantisipasi pertumbuhan aktivitas kargo dari Pelabuhan Bitung dan bandara Sam Ratulangi. terjadi perubahan/perkembangan di segenap sektor. terdapat 67 buah hotel/penginapan. Berkaitan dengan pelaksanaan fungsi Kota Manado sebagai kota jasa. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Manado Pada tahun 1989/1990 telah disusun rencana tata ruang bagi Kota Manado dengan masa berlaku 20 tahun. Operasional rencana tata ruang tersebut mengacu pada Perda No.

saat ini sedang dilakukan revisi rencana tata ruang tersebut melalui penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 2006-2016. Kota Manado yang semula terdiri dari 5 kecamatan. setelah disetujui oleh Menteri Lingkungan Hidup baru bisa berjalan. Masa berlaku RTRW Kota Manado 2000-2010 adalah 10 tahun. Daerah reklamasi terdiri dari 5 kawasan (Mega. Dengan adanya pertimbangan bahwa awalnya bibir pantai berada sejauh 50 M dari yang ada sekarang (untuk reklamasi dilakukan pengurugan sejauh 10-20 M). Beberapa alasan melakukan reklamasi pantai di Kota Manado. disamping untuk bisnis. Manado Convention Center/MCC). yaitu: . Di Kota Manado terdapat Kawasan Khusus. Dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. Pada tahun 2001 terjadi pemekaran kecamatan. maka dirasakan kembali bahwa rencana tata ruang yang ada mengalami ketertinggalan dari kondisi yang berlangsung. Tahun 1997 operasional baru bisa dimulai. setelah pemekaran wilayahnya terdiri dari 9 kecamatan. Oleh sebab itu. 2. Tanah untuk urugan diperoleh/diambil dari bukit-bukit sekitar kota. Kegiatan ini dimulai tahun 1994 yaitu dengan rencana reklamasi seluas 67-68 Ha dan telah ditangani seluas 50 Ha. Penekanan lebih ditujukan pada aspek ekonomi.Kawasan pusat kota: Pasar’45 .77 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . 3. Pemerintah tidak merugikan masyarakat dalam hal tanah. Untuk reklamasi pantai tahap kedua dilakukan di bagian utara Kota Manado.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado Tahun 2000-2010.Bandara Sam Ratulangi IV . yakni kebutuhan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Manado. Dari segi penggunaan lahan di kawasan reklamasi ini. Dan hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan reklamasi pantai ini disusun oleh provinsi. maka bagi penanganan limbah digunakan treatment process. adalah: 1. Pemanfaatan Ruang Kota Manado kegiatan yang cukup besar dalam hal pemanfaatan ruang di Kota Manado Salah satu adalah reklamasi pantai. B. terdapat juga hutan kota. Dengan terjadinya perubahan-perubahan beserta perkembangan di berbagai sektor. Bahu. sedangkan untuk pelaksanaan dilakukan oleh kota.

Demikan pula hal yang berkaitan dengan reklamasi pantai. • Pembangunan dengan memapas lapisan tanah subur/bukit-bukit. Setiap blok berbeda cara penyelesaiannya. Kegiatan ini dikelola oleh Bapeko Manado. Dalam proses penyusunan diadakan seminar dan masyarakat dilibatkan di dalamnya. mengacu kepada rencana tata ruang.78 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik lahan . Swasta.3 Isu Permasalahan Kota Manado • Terjadinya longsor di beberapa daerah yang disebabkan oleh pembangunan di berbukit-bukit. Dari segi penataan ruang pengawasan diserahkan ke Dinas Tata Kota.1. • Proses penyusunan (revisi) Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 20002010. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Manado pemanfaatan ruang yang terdiri dari pengawasan dan penertiban. C. 4. Peranserta Masyarakat Dilibatkannya masyarakat alam penyelenggaraan penataan ruang di Kota Manado antara lain dapat dilihat pada kegiatan yang berhubungan dengan: • Reklamasi Pantai Dalam usaha reklamasi pantai dihadapi banyak hambatan. Sampai saat ini telah dilakukan konsultasi publik yang kedua (pertama adalah pada saat penyusunan Laporan Pendahuluan). antara lain dapat menyebabkan berkurangnya daerah-daerah subur. D. dan nelayan beralih profesi. Ada yang membayar perahu-perahu nelayan. ada tim dan sebagai koordinator adalah Kepala Badan Perencana Kota. dengan tugas pengawasan di sektor lingkungan hidup.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Dalam mengeluarkan ijin-ijin yang berkaitan dengan penataan ruang. Pengendalian Pengendalian dilakukan oleh Bapeko dan instansi terkait. ijin dikeluarkan setelah ditelaah oleh tim. disamping juga ada bagian hukum (di Setda). Dimana dalam mengeluarkan ijin lokasi. Selain itu diadakan juga konsultasi publik yang melibatkan unsur pemerintah. LSM. seperti kepada masyarakat nelayan. Pengawasan yang dilakukan dalam rangka menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang hendaknya dilakukan secara terus menerus. Disediakan tambatan kapal nelayan (di mega Mal). Disamping itu ada BPLH.7. untuk itu perlu diadakan pendekatan ke masyarakat. IV . Perguruan Tinggi.

• Berkembangnya permukiman. • Masih kurang intensifnya sosialisasi penataan ruang kepada masyarakat masyarakat lebih tahu dan sadar akan manfaat penataan ruang). yang antara lain disebabkan oleh kurang baiknya sistem manajemen transportasi kota. • Dari sektor transpotasi: Tidak jelasnya pola/sistem jaringan jalan. perijinan. RTRWK. Dinas Tata Kota dan disamping itu ada yang menjawab: Dinas PU.79 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . seperti: air bersih. RDTR. Kelembagaan formal Para responden (aparat) menjawab mengetahui bahwa ada lembaga/instansi yang menangani rencana tata ruang Mengenai lembaga/instansi yang menangani perencanaan tata ruang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Pendangkalan di sekitar pelabuhan. kegiatan dengan tidak mengindahkan garis sempadan sungai di DAS Tondano yang melintasi Kota Manado. air limbah. persampahan. • Masih kurangnya faktor koordinasi antar instansi terkait sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang (yakni instansi yang tugasnya berhubungan dengan penyusunan rencana. adalah RUTRK.2 Pemahaman Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang 4. drainase. • Masih kurang memadainya usaha pengelolaan prasarana dan sarana kota. pengendalian) . • Teluk Manado mempunyai resiko pendangkalan atau sedimentasi yang serius. (agar 4. pantai. IV . Perencanaan 1.1 Pemahaman Aparat Pemda Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. Perlu segera disusun RTBL Kawasan Ring Road tersebut dan Rencana Tata Ruang Kawasan Bandara. 2. Substansi Tata Ruang Semua responden menjawab: ada rencana tata ruang yang telah disusun di kota masing-masing. Penguasaan tanah masyarakat di wilayah ring road Citra Land-Bandara. sebagian besar menyebutkan: Bappeda. Kemacetan di daerah-daerah tertentu.2. Berbagai (tingkatan) rencana tata ruang tersebut. terdapat berbagai jawaban. Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan. • Penyediaan fasum-fasos beberapa permukiman masih kurang memadai (terutama yang dibangun pengembang). Dinas Tata Ruang. serta BPN.

LSM. kemudian Advokasi/Penasehatan 5. sosialisasi melalui pertemuan-pertemuan dengan masyarakat. tokoh-tokoh masyarakat. Dalam bidang kelembagaan: tidak adanya lembaga yang khusus. penyuluhan. baik dari keterlibatan pihak-pihak yang berkompeten dalam penyusunan rencana. Permasalahan Sebagian besar responden menjawab: dalam penyusunan Rencana Tata Ruang ditemui permasalahan/kendala-kendala. kurangnya koordinasi antar instansi/pihak yang terkait dalam penyusunan rencana tata ruang. Pendanaan: keterbatasan dana mempengaruhi proses penyusunan rencana. kualitas rencana. legislatif dan eksekutif. Disamping itu ada juga yang berpendapat bahwa masyarakat tidak dilibatkan/ diikutsertakan dalam penyusunan rencana tata ruang. perangkat lurah. Pembinaan Yang dilakukan pemerintah pusat dalam hal Penataan Ruang adalah: sebagian besar dalam hal Pembinaan Teknis. dan sebagian kecil yang menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut hanya kadang-kadang menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. Apresiasi ruang SDM belum satu persepsi (tentang peran dan fungsi RTR). Peranserta Masyarakat Seluruh responden menjawab bahwa masyarakat diikutsertakan dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang. 69 tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak IV . 4. akademisi. 3. juga Bantuan Teknis. lembaga kemasyarakatan. ketepatan waktu mulai disusunnya rencana dan dihasilkannya dokumen rencana . informasi jika akan ada pembangunan. Ormas. Kendalanya-kendala yang dihadapi: Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat langsung dalam penyusunan rencana terlalu kecil. pihak perguruan tinggi. karena (menurut responden) rencana tata ruang masih bersifat top down sehingga masyarakat tidak terlibat secara langsung dalam proses penyusunan. pakar.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Rencana tata ruang (kota) tersebut ada yang telah diperdakan dan ada yang belum. kurang profesionalnya SDM yang terlibat.80 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . baik itu masyarakat. suka berganti/mutasi. Keterlibatan ini dalam bentuk: diskusi. Sebagian besar responden menjawab bahwa rencana tata ruang tersebut menjadi acuan/arahan dalam keterpaduan pembangunan daerah. konsultasi publik. PP No. Yang terlibat: semua stakeholder. lokakarya.

Diskes. Dispenda.81 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik PLN. Dinas Pariwisata. 2. hanya belum optimal. alasannya kurang transformasi kepada birokrat. ada yang mendapat tantangan dari masyarakat bahkan ada infiltrasi pejabat. DTKTB Kotamadya. Koordinasi Penataan Ruang Daerah. Pelaksanaan Mengenai pelaksanaan rencana tata ruang. Rencana Tata Ruang belum dilaksanakan. Pemanfaatan Ruang 1. Dinas Perkebunan. bahwa ada kelembagaan/instansi yang menangani Pemanfaatan Ruang di kota mereka. sehingga melanggar peruntukan atau ketentuan bangunan Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi proses perijinan pemanfaatan ruang Dalam hal kebijakan: ada kebijakan pimpinan yang tidak sesuai tata ruang IV . Alasan lain: sebagian besar pelaksanaan di lapangan belum mencerminkan RTR yang telah disusun sebelumnya. Dinas Perkim PU. masyarakat dan LSM. ada yang tidak sesuai peruntukan: lahan parkir untuk jualan. Dinas Kimpraswil. Dinas Pertanian.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan dan Kewajiban Serta Bentuk dan Tata Cara Peranserta Masyarakat dalam Penataan Ruang belum tersosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat. 3. B. BPN. Sudah seluruhnya dilaksanakan. Dinas Perhubungan. Permasalahan Ditemui permasalahan/kendala dalam Pemanfaatan Ruang Peruntukan yang tidak sesuai dengan rencana: Rekomendasi tata ruang sesuai Perda kalah oleh faktor eksternal Perijinan: Umumnya terjadi pada pembangunan yang tidak didahului dengan ijin. terutama kebijakan insentif dan disinsentif Rencana Tata Ruang dilaksanakan sebagian saja. Kelembagaan Formal Semua responden menjawab. karena rencana yang disusun masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Lembaga/instansi yang menangani: Bappeda. Dinas Tata Kota.Dinas Perindag. Tim . terdapat jawaban-jawaban sebagai berikut: Rencana Tata Ruang : telah dilakukan/dilaksanakan seluruhnya. Pelaksanaan rencana tata ruang dilaksanakan hanya pada beberapa aspek. pelaku bisnis. Dishub. Dinas PU. BPLHD. seperti: kawasan peruntukan untuk perumahan. Dinas Tata Kota & Tata Bangunan. Dinas Lingkungan Hidup.

Pengawasan tidak ketat. bahwa ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang . asosiasi profesi. usaha pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan berupa: pemantauan. 2. sehingga ijin dilanggar Rencana Tata Ruang sudah perlu dievaluasi Masyarakat tidak peduli dengan himbauan pemerintah. Beberapa Faktor Penyebab Pelanggaran Pemahaman zona-zona tata ruang oleh pejabat tidak sama. Meliputi: masyarakat. Disamping itu sebagaian kecil menjawab. tokoh masyarakat. PU.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 4. BPN. masyarakat belum paham. Kurang koordinasi antar aparat Kepentingan politik dan interest pengusaha & penguasa lebih kuat daripada dokumen perencanaan RTRW yang sudah di Perdakan atau belum. Pengawasan dan Penertiban Dalam hal pengendalian pemanfaatan ruang. Satpol Pamong Praja. dan evaluasi. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1.dan Instansi Teknis. Kurangnya sosialisasi Masyarakat tidak mengerti Adanya kerja sama masyarakat dengan aparat. swasta. Agraria. Dinas . C. pakar perguruan tinggi. Kelembagaan Formal Sebagaian besar responden menjawab. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang. pengguna lahan. Dinas TKTB. Dinas Kimpraswil. masyarakat bermacam keinginannya tanpa memperhatikan lingkungannya. institusi akademis. Kapedalda.82 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik Bappeda. Pemantauan dilakukan mulai dari proses perijinan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan. bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam pemanfaatan ruang. pelaporan. bahwa: secara khusus belum ada lembaga/instansi yang menangani Pengendalian Pemanfaatan Ruang. Kantor Perijinan Terpadu. pemilik lahan yang terkena rencana kota. LSM. Alasannya: karena keinginan masyarakat terlalu beragam. Pemantauan yaitu berbentuk pengawasan IMB sesuai RTRW IV . Lembaga yang menangani adalah: Dinas Tata Kota. 5. Pariwisata. Peran Serta Masyarakat Responden sebagian besar menjawab. Sebagian responden menjawab.

Persepsi Tentang Penataan Ruang 1.83 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . kontrol masyarakat melalui media massa. bahwa masyarakat tidak dilibatkan/diikut sertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang. denda. seminar. 10% menyebutkan dari teman/saudara. pemantauan secara reguler. Dapat dikatakan seluruh responden menjawab. bahwa: masyarakat dilibatkan/diikutsertakan dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang. pembekuan/pencabutan IMB. 2. Pengendalian pemanfaatan ruang jika hanya sampai pada Pemantauan dan Pelaporan. kebutuhan dan keinginan masyarakat terlalu beragam.2 Pemahaman Masyarakat (Umum) Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang A. kemudian 20% menjawab untuk kenyamanan dan keasrian kota. Sebagian besar responden memberi jawaban. bahwa penataan ruang bermanfaat dan mengenai manfaat penataan ruang. pengaduan masyarakat. bentuk sanksi yang dikenakan terhadap pelanggaran Rencana Tata Ruang berupa peringatan. sekitar 40% menjawab untuk mengatur tata kota. sanksi administratif dan pembongkaran. pelaporan dan juga evaluasi yaitu berbentuk koordinasi dan konsistensi sesuai RTRW. Sebagian besar (50%) menjawab bahwa informasi tersebut diperoleh dari media massa dan kemudian dari pemerintah (25%). 15% menjawab untuk membuat peta lokasi perumahan dan 5% untuk menghindari bahaya alam. IV . 3. bahwa mereka pernah mendengar istilah/informasi tentang penataan ruang. pemantauan/ pengawasan langsung oleh masyarakat dalam pembangunan. hasil evaluasi harus digunakan sebagai bahan utama koreksi perencanaan tata ruang ke 4.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan Pemantauan. Yang terlibat semua stakeholder. LSM. depan. memberi kritik dan saran. Peran Serta Masyarakat Responden menjawab. dan 15% dari buku. maka pengendalian belum maksimal. Dalam kaitannya dengan penertiban. konsultan. informasi.2. karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat dalam rangka pengendalian RTR tersebut. dan evaluasi rutin. Sebagian kecil responden menjawab. komponen masyarakat peduli kota Mereka terlibat dalam bentuk/jenis kegiatan: laporan-laporan dan partisipasi langsung dilapangan. melaporkan apabila di lapangan ada bangunan yang tidak memiliki IMB atau melanggar IMB.

15% menjawab 100-300 m2 dan sisanya tidak menjawab/tidak tahu. dan 15% menjawab tidak menjawab/tidak tahu. sekitar 50% menjawab 70 m2. 10% tidak menjawab dan sisanya menyebutkan belum bermanfaat. 5% menjawab 250 m. disebutkan: untuk anak cucu/generasi mendatang besar sekali manfaatnya dalam rangka pemanfaatan dan pengelolaan ruang karena akan menyangkut kenyamanan hidup warga efisiensi pemanfaatan ruang ketertiban penggunaan lahan peningkatan PAD manfaatnya agar kota terlihat lebih indah manfaatnya agar kota terlihat enak. B. sekitar 10% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan tanah dan sisanya menyebutkan tidak tahu. asri dan terkendali. Sebagai jawaban manfaat Rencana Tata Ruang (Kota). menghindari bahaya alam. 20% menyebutkan sebagai rencana pengelolaan permukiman penduduk. besar sekali manfaatnya karena untuk masyarakat kota agar kota dapat tertata dengan baik agar tercipta lingkungan yang nyaman dan sehat rencana tata ruang wilayah sangat bermanfaat agar kota menjadi rapi. aman. 2. Untuk pertanyaan jarak antar rumah terdapat variasi jawaban dan jika dikelompokkan maka: 35% menjawab 1-4 m. IV . Sekitar 85% menyebutkan Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) bermanfaat. kemudian 25% menjawab 50-60 m2. Dari jawaban responden mengenai penataan ruang kota diperoleh gambaran bahwa sebagian besar berpendapat bahwa penataan ruang kota cukup baik (50%).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 3. 4. Sekitar 60% responden menjawab bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (Kota) adalah strategi pelaksanaan pemanfaatan ruang wilayah (kota). untuk mengatur tata kota agar tertib sesuai peruntukannya untuk perencanaan pengembangan wilayah dan pemukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota 3.84 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . kemudian sekitar 30% responden berpendapat kurang baik dan 20% baik. nyaman dan asri dipandang dan dirasakan. 45% menjawab 7-10 m. Mengenai luas lahan yang cukup untuk mendirikan rumah. Perencanaan 1.

15% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan semua dengan 1 basement untuk parkir dan 4 lantai dimana masing-masing lantai dilengkapi dengan tanaman dalam pot di bagian tepi dan atap beton sebagai taman/kebun. 10% responden berpendapat bahwa jalan di kota mereka sudah memadai (lebar. kenyamanannya).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan 5. maka: 10% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya 400 m2 untuk halaman parkir ditutup dengan beton agar terlihat rapi dan bersih.85 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik menyebutkan: menggunakan semua lahan rawa di kota untuk pembangunan gedung pusat perbelanjaan. Mengenai tanggapan responden jika ada warga mendirikan tempat usaha. 8. ketersediaan pedestrian/jalur pejalan kaki. 10. 40% menjawab cukup memadai. 20% menyebutkan: menimbun semua lahan rawa di kota untuk dijadikan perumahan elite dan apartemen. sedangkan 50% menjawab tidak memadai. 15% menjawab semua benar. 6. dan selebihnya menjawab tidak apa-apa dan tidak menjawab. 60% menyebutkan: menggunakan lahan rawa dikembangkan untuk diubah menjadi tempat pemancingan dan taman rekreasi kota. Dari 4(empat) pilihan mengenai pemanfaatan lahan (perencanaan bangunan). dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 50% responden menjawab jarak antara permukiman penduduk dengan bandara sebaiknya 500 – 1000 m. dan 10% bersikap mendukung. 55% menjawab: Tanah 1000 m2 dibuat bangunan 600 m2 dan sisanya sebagai taman dan halaman parkir dari conblok. 9. karena rawa mengurangi keindahan . 10% menyebutkan: semua benar/tidak menjawab. 35% bersikap melarang karena melanggar peruntukan lahan. 5% menjawab < 500 m. 25% bersikap tidak tahu. 7. 30% menjawab membiarkan (hak asasi manusia). sehingga secara ekonomi lahan yang tadinya bernilai murah menjadi lahan yang bernilai tinggi. Mengenai pemahaman para responden dalam hal perlakuan terhadap lahan rawa di kota: 10% kota. IV . 90% responden menyatakan permukiman penduduk di dekat Bandar Udara/ Lapangan Terbang berbahaya. 35% menjawab > 1000 m.

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

11.

Mengenai pemanfaatan lahan perkebunan/hutan, beberapa pendapat responden adalah: 5% Mengubah lahan perkebunan di daerah perbukitan menjadi lahan perumahan 25% untuk mendapatkan penghasilan ganda dan menghindari polusi di kota, maka perlu dilakukan pemanfaatan lahan hutan di pinggir kota untuk dijadikan kawasan pabrik 50% menggunakan lahan hutan di pinggir kota untuk tempat rekreasi 10% semua benar 10% tidak menjawab

C. Pemanfaatan Ruang 1. Dari berbagai pilihan fasilitas umum (kota) yang dibutuhkan masyarakat, maka pilihan terbanyak jatuh pada fasilitas: Balai Kesehatan, Taman Bermain/Taman Kota, Pasar, Tempat Ibadah. 2. Hampir 100% responden menjawab, bahwa kegunaan trotoar adalah: tempat pejalan kaki. 3. Menurut responden, jika rumahnya memiliki halaman, maka pemanfaatannnya adalah: 20% menjawab: untuk tempat bermain 50% menjawab: untuk menambah asri 20% menjawab: untuk tanaman obat 10% menjawab: untuk parkir kendaraan

Untuk pertanyaan cukup tidaknya taman yang dimiliki kota, maka 30% responden menjawab cukup, 50% menjawab tidak/belum cukup, dan sisanya tidak menjawab/menjawab tidak tahu. 4. 90% responden menyebutkan bahwa ketersediaan saluran pembuangan air belum memadai, sedangkan 10% menyebutkan memadai dan sisanya tidak menjawab. 5. Pendapat responden tentang perencanaan buang limbah cair pabrik dan rumah sakit: 10% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sungai agar menjadi segar/encer sehingga tidak terlihat pekat 40% menyebutkan: limbah cair dibuang ke sumur resapan agar dapat tersaring oleh tanah
IV - 86
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

25% menyebutkan: limbah cair dibuang ke saluran jalan setelah melalui proses pengolahan limbah 10% menjawab: semua benar 15%: tidak menjawab 10% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran jalan 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke saluran irigasi. 30% menyebutkan bahwa air hujan dari talang atap dibuang ke sumur resapan dan limpasannya ke saluran jalan. 20% menjawab: semua benar 10% tidak menjawab

6. Pendapat responden tentang perencanaan drainase air hujan:

D. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1. Berbagai jawaban responden mengenai adanya larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai. Lebih dari 70% responden memberi alasan karena berbahaya jika banjir, 15% menjawab karena akan menyempitkan sungai, 15% menjawab karena akan mengotori sungai dan mengganggu keindahan. 2. Informasi mengenai larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai, 55% responden memperolehnya dari media massa, 15% dari buku pelajaran, 15% dari tetangga/teman, 10% pemerintah/petugas kelurahan, dan selebihnya dari dosen, konsultan. 3. Masih banyaknya warga yang mendirikan bangunan di bantaran sungai padahal ada larangan, 80% responden menyebutkan karena warga terpaksa, 10% menjawab karena tidak tahu ada larangan, dan selebihnya (10%) menjawab karena karena ada ijin dari RT setempat, sengaja melanggar. 4. Jawaban responden mengenai penggunaan lahan di bantaran sungai: 20% menjawab bahwa menggunakan lahan bantaran sungai dapat diijinkan jika bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada warga yang kurang mampu agar dapat tempat berteduh. 10% menjawab bahwa menggunakan bantaran sungai dibolehkan karena cukup membantu ekonomi penduduk dengan memanfaatkan lahan yang subur setiap pasca banjir. 60% menjawab bahwa menggunakan lahan di bantaran sungai tidak diijinkan karena membuat sempit lahan tampungan sehingga dapat menyebabkan air melimpah ke daratan dn terjadi banjir.

IV - 87
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

____________________________________________________________________ Kemajuan

Laporan

-

10% menjawab bahwa pernyataan (c) kurang tepat dan kurang dapat diterapkan, karena tidak ada rasa sosial dan perikemanusiaan. 10% tidak menjawab.

5. Menurut responden alasan pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah: 30% menjawab untuk menarik pajak 10% menjawab untuk keselamatan warga 60% menjawab untuk penataan ruang

6. Jawaban responden sehubungan dengan: jika di pemukiman sekitar responden ada pengusaha yang akan mendirikan bangunan (rumah sakit/supermarket/ pabrik), apakah memerlukan ijin dari responden,adalah: 50% menjawab ya, harus 30% menjawab tidak perlu 20% tidak menjawab/tidak tahu

4.3 Rangkuman Isu Permasalahan Dari pengamatan terhadap 7 (tujuh) kota sebagai kasus studi, yang mewakili kawasan berkembang (Kota Medan, Kota Bandar Lampung, Kota Semarang, Kota Surabaya) kawasan sedang berkembang (Balikpapan, Pontianak, Manado), maka dapat diambil/dirangkum isu permasalahan yang terjadi pada kota-kota tersebut dan kota-kota di Indonesia pada umumnya, yaitu:

A. Ditinjau dari aspek Prasarana dan Sarana • Transportasi • Struktur jaringan (hirarkhi) jalan belum jelas; Kemacetan lalu lintas; Manajemen lalu lintas (integrasi ruang); Tidak mampu menampung pergerakan penduduk, perjalanan terganggu/tidak nyaman, pemeliharaan/peningkatan kualitas, keterbatasan dana; Jaringan jalan: terpusat, sehingga menimbulkan kemacetan; Tidak jelasnya sistem/pola jaringan jalan.

Drainase & Sanitasi Kurang pemeliharaan; Aliran tidak lancar (beda ketinggian, presipitasi rendah, pemeliharaan kurang);
IV - 88
Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik

perumahan) Pembukaan lahan tanpa mempertimbangkan fungsi dan daya dukung lingkungan: • • • • • Konversi lahan menjadi permukiman. kemiskinan. Kapasitas terbatas. Pembangunan di daerah-daerah subur / berbukit-bukit Pengerukan/pemapasan bukit Reklamasi pantai. pendangkalan di muara sungai. rumah-rumah atau bangunan yang didirikan tanpa ijin dalam profil sungai/saluran). saluran digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. kebun karet rakyat. fasilitas sosial yang tidak/belum memadai. drainase Bantaran sungai: pembangunan di bantaran sungai tanpa mengindahkan garis sempadan sungai Struktur ruang: perkembangan linier. Ditinjau dari Sektor/Kegiatan • Hutan kota . keterbatasan lahan (TPA). • Persampahan Terbatasnya kemampuan penanganan sampah kota. profil saluran belum teratur.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Banjir dan genangan (antara lain disebabkan: kemiringan kurang. industri dan pembangunan infrastruktur. kinerja pelayanan rendah. Ditinjau dari aspek Ruang/Lahan & Lingkungan Hidup • • • Permasalahan kepemilikan lahan Penyimpangan pemanfaatan ruang/lahan: pemanfaatan tidak sesuai rencana (kawasan Konservasi digunakan untuk perkebunan campuran. • Sanitasi: sistem belum sempurna (air hujan dan air limbah jadi satu). • Permukiman Kualitas lingkungan permukiman rendah. sanitasi wilayah pantai. perkembangan ekstensif C. Penyediaan fasilitas umum. kumuh. pendangkalan oleh endapan sedimen yang terangkut oleh aliran hujan. Meningkatnya sedimentasi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai dan muara sungai. Air bersih Tingkat pelayanan masih rendah. B.Tumpang tindih kepemilikan lahan di hutan kota Berkurangnya debit aliran sungai akibat penebangan pohon di hutan kota IV . perumahan.89 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik .

kayu bakar dan arang.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya hutan kota bagi kehidupan masyarakat • Ruang pantai/pesisir Kawasan permukiman cenderung kumuh. Terjadinya alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi lahan tambak. Penyiapan fisik lahan untuk kawasan industri. • Hutan Mangrove Permasalahan yang berkaitan dengan hutan mangrove antara lain : Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pelestarian mangrove. angin dan lainnya. sehingga mudah mengkonversi mangrove untuk peruntukan lain hanya dengan surat ijin dari kelurahan. Tidak ada kebijaksanaan yang jelas mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan pesisir. gelombang. Terjadinya abrasi pada kawasan pantai Hilang dan rusaknya tanaman pantai Rusaknya terumbu karang di kawasan pantai Untuk kota-kota pesisir: abrasi/erosi pantai akibat aktivitas pasang surut. Kepemilikan lahan.Terjadinya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran limbah industri dan rumah tangga. Belum terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai baik skala kota maupun lingkungan dan kurang aksesibel terhadap sistem dan struktur kota. Pembangunan fisik jalan dengan cara memotong dan bukit (cut & fill).90 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . . permukiman maupun komersial/fasilitas perkantoran dengan cara memotong bukit Pembukaan lahan untuk eksplorasi minyak dan gas IV . • Kawasan rawan longsor Longsor akibat pembangunan fisik kawasan yang tidak/kurang memperhatikan dampak terhadap alam. Kerusakan hutan mangrove akibat penebangan mangrove sebagai material pembangunan rumah. Keberadaan dan penataan permukiman nelayan dan kawasan industri cenderung menuntut publik untuk menutupi areal pantai dan tidak mengikuti garis sempadan pantai. Kawasan rawan longsor akibat : Perambahan hutan. Hilang/punah/pindah primata jenis bekantan yang hidupnya sangat tergantung pada ekosaistem mangrove. arus. permukiman. industri dan eksploitasi tak terkendali.

____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan • Banjir Diakibatkan. Dimensi saluran yang tidak seimbang dengan volume air. antara lain. • Kekeringan Diakibatkan antara lain oleh: Prosentase hujan kurang. longsor pada kawasan perbukitan yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi.91 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . akibat rusaknya kawasan penyangga yang disebabkan penebangan hutan liar. Pengaruh yang dapat ditimbulkannya antara lain: Terhadap lingkungan Pertumbuhan cenderung merusak habitat flora (mangrove dan tanaman pantai) dan fauna. cenderung jadi permukiman kumuh. belum dikelola secara terencana. Kawasan terbangun baik di perkotaan maupun di pinggiran kota umumnya menutup permukaan tanah dengan material yang tidak tembus air. oleh : Terganggunya keseimbangan di bagian hulu. Curah hujan yang terlalu tinggi. Pencemaran dari sampah dan limbah penduduk karena merusak ekologi pantai. • Permukiman Nelayan Umumnya merupakan embrio dari kawasan/kota yang dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih luas. pembangunan fisik untuk bangunan dan infrastruktur di kawasan hutan. Ketidaklancaran aliran sungai. • Permukiman di atas air Permasalahan yang dapat timbul dari permukiman di atas air terhadap sistem kota : Pemukiman di atas air yang terletak di tepi pantai/sungai umumnya tidak terintegrasi dengan sistem kota sehingga aksesibilitas kawasan cukup sulit kecuali melalui laut Belum/kurang terlayani sistem pelayanan kota/lingkungan. sehingga air hujan yang turun tidak dapat tembus air. Akibatnya air hujan yang turun tidak terserap dengan baik oleh tanah. Kemampuan DAS mengalami gangguan dalam menyerap air hujan. Penataan bangunan dan lingkungan tidak terencana. IV . Debit air waduk tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.

Kondisi utilitas pasar tidak berfungsi dan rusak. Perdagangan Modern Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan perdagangan modern : Tidak/kurang tersedianya lahan parkir. - Terhadap sistem infrstruktur dan fasilitas kota Kurang terlayaninya infrastruktur/prasarana kota (jalan. Kondisi bangunan bervariasi. Tampilan bangunan fasilitas perdagangan modern tidak atau kurang memperhatikan masalah aturan perkotaan (GSB. Tidak ada TPS. Kotor dan kumuh. Lahan pasar tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada. Menimbulkan masalah kemacetan transportasi. Dihuni oleh etnis/suku tertentu yang berorientasi ke laut dan masih homogen sehingga memberikan ciri khas bentuk rumahnya panggung sehingga mempunyai karakter sendiri yang khas. drainase. persampahan.92 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . sehingga banyak pedagang yang berjaualan di lahan parkir dan tepi jalan. Fasos dan fasum yang ada kurang memadai. hingga tidak mempunyai bangunan/semi permanen. Tidak mempunyai tempat parkir atau lahan parkir kurang. - Terhadap sistem/aktivitas ekonomi Mata pencaharian sebagai nelayan. limbah/sanitasi).____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan - Kondisi sosial budaya . menjadikan kawasan ini merupakan kawasan permukiman produktif mensupplai kebutuhan penduduk akan ikan. • Pasar Tradisional Permasalahan yang dapat timbul dengan keberadaan pasar tradisional : Tidak tertata dengan baik cenderung semrawut. KDB dan KLB).air bersih. IV . Kurang didukung sarana dan prasarana fisik serta oleh permodalan yang dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup nelayan. dari yang kurang representatif atau rusak.

93 Penyiapan Bahan Kampanye Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik . suka berganti/mutasi. Lain-lain • • • • • • Rencana tidak jalan/terealisasi: karena hambatan dana. kesulitan dalam pembebasan lahan.____________________________________________________________________ Kemajuan Laporan D. IV . pemanfaatan maupun pengendalian penataan ruang) masih kurang. SDM yang terlibat kurang profesional. Keterbukaan aparat: masalah dalam hal keterbukaan aparat dalam memberi informasi pengembangan kota Peran serta masyarakat: keikutsertaan dalam penataan ruang masih kurang Law enforcement: masih rendah Koordinasi antar instansi/pihakterkait dalam penyelenggaraan penataan ruang (baik dalam tahap perencanaan. • Sosialisasi penataan ruang masih kurang/belum terlaksana. Dalam bidang SDM: jumlah yang terlibat dalam penyusunan rencana masih terlalu sedikit.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.