P. 1
Pembelajaran Operasi Aljabar Dengan Media Daun

Pembelajaran Operasi Aljabar Dengan Media Daun

|Views: 210|Likes:
Published by rhakso

More info:

Published by: rhakso on Dec 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2015

pdf

text

original

PEMBELAJARAN OPERASI ALJABAR DENGAN MEDIA DAUN *) Oleh: Priyo Suroso, S.

Pd **) SMPN 3 Munjungan ***) Karya Tulis ini telah disajikan dalam Lomba Inovasi Pembelajaran Bidang Studi Matematika yang diadakan oleh LPMP Jatim dan meraih Juara II A. Proses Pembelajaran Proses pembelajaran yang diuraikan pada subbab ini terdiri dari dua bagian, yaitu persiapan pembelajaran dan kegiatan penyajian. 1. Persiapan Pembelajaran Pembelajaran operasi aljabar melalui pembelajaran kontekstual dengan menggunakan media daun ini dimulai dengan penyusunan program pembelajaran yang akurat. Langkah-langkahnya sebagai berikut. a) Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester. b) Penyusunan Silabus. c) Membuat Pemetaan Aspek Penilaian. d) Membuat Pengembangan Sistem Penilaian. e) Membuat Rencana Pembelajaran dan Umpan Balik Pembelajaran. f) Merancang kelompok belajar sesuai dengan pembelajaran kontekstual. g) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) Semua program di atas disusun dengan harapan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan harapan. Kompetensi dasar “Melakukan operasi pada bentuk aljabar” dialokasi dalam waktu 8 jam pelajaran. Indikator “Menyelesaikan operasi hitung (tambah, kurang, kali, dan bagi) suku sejenis dan tidak sejenis” dialokasi dalam waktu 4 jam pelajaran. Aspek yang dinilai meliputi pemahaman konsep, penalaran dan komunikasi, serta pemecahan masalah. Sistem penilaian yang digunakan adalah: jenis tagihan: tes, teknik: tes harian, bentuk instrumen: uraian. Rencana pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual dengan media daun. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan jumlah 5 siswa/kelompok. Dalam satu kelas, jumlah siswa 25 anak dibagi menjadi 5 kelompok. Pembentukan kelompok didasarkan penyebaran tingkat kemampuan, agama, etnis, dan lain-lain. Masing-masing kelompok mempunyai karakteristik yang berimbang. Kegiatan pembelajaran tertuang dalam Rencana Pembelajaran. Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dibuat khusus untuk materi operasi aljabar terdiri dari 2 bagian, yaitu penjumlahan dan pengurangan serta perkalian dan pembagian. Dalam setiap LKS terdapat soal yang harus dikerjakan secara berkelompok dan soal untuk mengetahui pemahaman anggota kelompok yang harus dikerjakan secara individual. Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya pencapaian hasil belajar dapat dilihat pada hasil penilaian. Di samping itu dapat dilihat juga dari umpan balik pembelajaran. Untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat dari angket siswa. 2. Kegiatan Penyajian Pembelajaran dilakukan pada materi “Aljabar dan Aritmetika Sosial” yang diberikan di kelas VII semester 1. Kelas VII SMP Negeri 3 Munjungan I terdiri dari 3 kelas, yaitu VII A, VII B, dan VII C dengan jumlah siswa masing-masing kelas 25 orang. Semua kelas termasuk kelas heterogen. Penyajian pembelajaran operasi pada bentuk aljabar dengan menggunakan media daun disajikan dalam 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama membahas operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan pertemuan kedua membahas operasi perkalian dan pembagian. Pada awal pembelajaran pada pertemuan pertama, guru memberikan apersepsi dengan menanyakan jumlah siswa putra dan jumlah siswa putri. Guru menanyakan jumlah dan selisih buku yang dibawa siswa putra dan siswa putri jika masing-masing membawa dengan ketentuan jumlah yang berbeda. Kemudian siswa diingatkan kembali tentang operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan serta bentuk dan unsur-unsur aljabar. Sedangkan pada awal pertemuan kedua, siswa diingatkan kembali tentang operasi perkalian dan pembagian serta sifat-sifatnya. Kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok sesuai dengan yang telah direncanakan. Tiap kelompok diberi tugas menyelesaikan Lembar Kerja yang telah disiapkan guru. Sebelum mengerjakan, siswa diberi petunjuk cara menyelesaikan Lembar Kerja dengan menggunakan media daun. Daun diperoleh di halaman sekolah. Setiap kelompok mengumpulkan tiga jenis daun dengan jumlah masing-masing 20

c). Ketentuan lain sama dengan penjumlahan. b). Pembagian variabel dilambangkan dengan pengurangan daun yang mewakili variabel yang dibagi oleh daun yang mewakili variabel pembagi. sedangkan suku dengan koefisien negatif dilambangkan dengan daun dalam posisi terbalik. hasilnya 5 daun mangga. b). b). Pengurangan a). Menjumlahkan suku sejenis tetapi berlainan koefisien berarti mengurangkan. Petunjuk menyelesaikan operasi pada bentuk aljabar dengan menggunakan media daun sebagai berikut. Ini berarti 3x + z + 2x + (– 2z) = 5x + (–z) = 5x – 2z. Hasilnya 3 daun mangga terbalik. d). gunting. Tanda pangkat dilambangkan dengan daun yang diikat dengan tali rafia sebanyak pangkatnya. Dalam mengerjakan perkalian. Mengurangkan berarti menjumlahkan dengan kebalikannya. dan 1 daun sanseivera dikurangi dengan 2 daun mangga dan 1 daun pandan wangi. y2z dilambangkan dengan satu daun pandan wangi yang diikat 2 tali dijajar dengan satu daun sanseivera. 2). Perkalian a). Penjumlahan a). maka bentuk di atas menjadi satu daun mangga dan satu daun sanseivera yang diikat dengan dua tali. Misalkan z + (–2z) berarti 1 daun sanseivera digabungkan dengan 2 daun sanseivera (posisi terbalik). koefisien dikalikan dengan koefisien sedangkan variabel dikalikan dengan variabel. Hasilnya 5 daun mangga dan 1 daun sanseivera (terbalik). Misalkan 3xz (–2z) berarti koefisiennya: 3 (–2) = –6. Daun tersebut harus dengan tangkainya. Variabel yang dibagi diletakkan di bagian atas sedangkan variabel pembagi diletakkan di bagian bawah. Misalkan xy dilambangkan dengan daun mangga dijajar dengan daun pandan wangi. dan selanjutnya dapat diwakili oleh satu daun mangga yang diikat dengan 2 tali (sama juga dengan dua daun mangga tersebut yang diikat jadi satu dengan 2 tali raffia). 3 daun pandan wanngi. Lambang Nama Daun x Daun Mangga y Daun Pandan wangi z Daun Sanseivera 1). Artinya –3y + 4z – (–2y) = –y + 4z. d). c). Variabel dilambangkan dengan daun dalam posisi berjajar. Misalkan media daun yang digunakan sebagai berikut. dan satu daun sanseivera.. hasilnya 1 daun sanseivera yang posisinya terbalik. Sedangkan –3y + 4z – (–2y) diubah menjadi –3y + 4z +2y berarti 3 daun pandan wangi (terbalik) digabungkan dengan 2 daun pandan wangi hasilnya 1 daun pandan wangi (terbalik). Koefisien tidak dilambangkan dengan jumlah daun sehingga dalam perkalian. spidol kertas. Karena daun sanseivera ada dua lembar. pisau. Suku dengan koefisien positif dilambangkan dengan daun tegak. satu daun sanseivera. koefisien dikalikan dengan koefisien seperti operasi bilangan bulat. Menjumlahkan suku tidak sejenis artinya sama dengan menggabungkan daun-daun yang sejenis. sedangkan 4 daun sanseivera tetap. 3). Misal x2y3z : x2y dilambangkan dengan 2 daun mangga. Menjumlahkan suku sejenis artinya sama dengan menggabungkan daun sejenis. Misalkan 2x – 5x diubah menjadi 2x + (–5x). Artinya 2 daun mangga digabungkan dengan 5 daun mangga (terbalik). a. Hasilnya adalah sisa pengurangan . selotif. dan bolpoin. Misalkan x x dilambangkan dengan daun mangga dijajar dengan daun mangga. Hal tersebut diartikan z + (–2z) = – 1z = –z. 4). Artinya 3xy (–2y) = [3 (–2)] [ xy y ] = –6 xy2. Pembagian a). Piranti lainnya adalah tali rafia.Artinya 3x + 2x = 5x. sedangkan variabelnya: xz z dilambangkan dengan satu daun mangga.lembar. sedangkan 1 daun sanseivera digabungkan dengan 2 daun sanseivera (terbalik). artinya 2x – 5x = –3x. Misalkan 3x + 2x berarti 3 daun mangga digabungkan dengan 2 daun mangga. Misalkan 3x + z + 2x + (–2z) berarti 3 daun mangga digabungkan dengan 2 daun mangga.

dan i terjadi diskusi kelompok karena jumlah daun yang digunakan tidak mencukupi. 2). Pengurangan Kegiatan pengurangan hanya dilakukan untuk dua suku sejenis. Pada saat diskusi pleno bisa terjadi komunikasi antar kelompok. . 3y + (–7z) + (–4y) = …. b. 4x + (–13x) = …. dan c. b. x2y3z : x2y = y2z.. b). dan pangkat disesuaikan dengan urutan pengerjaan operasi pada bilangan. c. bagi. –13y + 32z + 53y + 24x = ….. d. g. 1). d.. e dan f terjadi diskusi karena muncul suku yang tidak dapat dilambangkan dengan daun. e. a. Namun tidak ada kelompok yang tidak dapat menyelesaikannya karena materi operasi bilangan sudah pernah diajarkan.. 9y – 4y = …. LKS didesain sedemikian rupa supaya dalam penyelesaian terjadi diskusi untuk mendapatkan hasil sampai pada kesimpulan dari generalisasi pekerjaan dalam lembar kerja. 15x2 + (–24x) + 33x2 = …... Ketentuan lain sama dengan perkalian. 5). Pada saat ini bagi siswa atau kelompok yang belum dapat menemukan jawabannya diarahkan untuk menggeneralisasikan dari jawaban a. maka dua daun mangga ditempeli kertas bertuliskan angka 3 dan satu daun sanseivera ditempeli selotif bertuliskan angka –10. 2x + 9y = …. Pada saat mengerjakan soal g. Soal-soalnya sebagai berikut.... h. Pada saat mengerjakan soal d.. Sedangkan pengurangan suku tidak sejenis tidak dibahas karena konsepnya sudah dapat dipahami jika siswa tuntas pada soal-soal sebelumnya. yaitu variabel x2. Jadi. dan konstanta. i.. 2x + 3x = …. Misalkan x = 3 dan y = –10 disubstitusikan pada –2x + z.: a... 3x – 2x = …. 9y + 4y = ….. Soalnya sebagai berikut. kali. –3y + (–4y) = ….tersebut yaitu 2 daun pandan wangi dan 1 daun sanseivera. dan satu daun sanseivera Pembagi : daun mangga yang diikat dengan 2 tali. kurang. d. –3x + 2x = …. variabel xz. f.. –29xz + 45z + (–10xz) + 3z = …. Pengerjaan Lembar Kerja Siswa Lembar Kerja Siswa (LKS) dikerjakan secara berkelompok dengan harapan terjadi komunikasi antar anggota kelompok. Berikutny a diberikan soal-soal penjumlahan suku tidak sejenis... c. f. a.. 15z + 33z = …. dan satu daun pandan wangi Hasilnya sama dengan cara sebelumnya.. g. Penjumlahan Kegiatan ini dimulai dengan menjumlahkan dua suku sejenis dengan koefisien positif dan atau negatif yang mudah. b. Cara lain: x2y3z : x2y dilambangkan dengan cara berikut. b. Substitusi a).. Yang dibagi : daun mangga yang diikat dengan 2 tali. –24x + 45x = …. Soal pengurangan suku sejenis sebagai berikut. sehingga jumlah daun mencukupi untuk praktik... Pengerjaan operasi gabungan tambah.. e... h. Hasilnya adalah (–2 3) + (1 –10) = –6 + (–10) = –16. 15z – 33z = …. 4x + 10 + (–13x) + 214 = …. Substitusi dilakukan dengan menempelkan kertas yang diberi angka pada daun yang maksud. b). –7z + (–9z) = …. daun pandan wangi diikat dengan 3 tali.. –29x + (–10x) = ….

k.. y = 1.. Ada pun soal-soal substitusi pada penjumlahan dan pengurangan sebagai berikut. Soal-soal substitusi untuk perkalian dan pembagian sama dengan soal untuk penjumlahan dan pembagian.. x y = …. i. –3x – 2x = …. x21y z23 = …. tentukan nilai dari soal-soal di atas! Dalam mengerjakan substitusi. Guru mengarahkan agar siswa menggeneralisasikan dari jawaban soal-soal sebelumnya. karena jumlah media daun yang digunakan tidak mencukupi. a. x2 : x = …. Pada saat pengerjaan pengurangan tidak ada masalah yang muncul.. b.f. k. karena semua siswa sudah memahaminya berdasarkan materi penjumlahan suku sejenis sebelumnya. dan l karena jumlah media daun yang digunakan tidak mencukupi. i. h. z14 z21 = …. 24y8z : (–2y5x) = …. –29x – (–10x) = …. penggunaan koefisien tidak berpengaruh terhadap penggunaan media daun. f.. x2y : x = …. –7z – (–9z) = …. siswa mengalami kesulitan pada e. h.. dan h. g. g. . Soal-soalnya berikut. 5y2 5y2 = …. dimana koefisien dikerjakan terpisah dengan variabel. b. d. z24 : xz3 = ….. 3x2y (–y3z2) z5 = …. Suku yang dibagi diletakkan di bagian atas sedangkan suku pembagi diletakkan di bagian bawah. c. Perkalian Dalam pembelajaran perkalian. –3y – (–4y) = …. siswa mengalami kesulitan pada i. tentukan nilai dari soal-soal di atas! b.. Meskipun kesulitan sebagian siswa dalam mengerjakan perhitungan bilangan berpangkat tinggi tetap penulis perhatikan. a.b.. j. e. Pada saat pengerjaan soal pembagian ini. sebagian besar siswa dan kelompok tidak mengalami masalah karena mereka sudah tuntas pada materi “Bilangan Bulat”. Pembagian Kegiatan pembagian dilakukan dengan cara yang hampir sama dengan perkalian. x13y14z9 x32z31 = ….. l. 2x 3z = ….. x21y : z23 = …. –3y (–z) = …. Guru mengarahkan agar siswa menggeneralisasikan dari jawaban soal-soal sebelumnya. e. 12x13y14z9 : x32z31 = …. Jika x = –3. dan z = –1. g. x : x = ….. c.. Jika x = 3. x2 x = …. f. 4). karena koefisien dikerjakan dengan operasi hitung bilangan yang sudah dipelajari dalam Bab I Soal-soalnya sebagai berikut. namun hal tersebut bukan masalah pembelajaran dalam pertemuan tersebut karena tidak berhubungan dengan pemahaman konsep operasi aljabar (berhubungan dengan ketelatenan berhitung). 4y8z (–2y5x) = ….. 4x – (–13x) = …. hampir semua siswa atau kelompok tidak mengalami masalah untuk bilangan dengan pangkat tinggi. Pada saat pengerjaan soal perkalian ini.. d. c.. Dalam mengerjakan soal-soal substitusi. 3). –74x – 45x = …. 9y3z : (–3x) = …. x x = ….. sebagai a. e. y = –4. 2x 3xy = …… j. h. f. dan z = 1.

penilaian yang dilakukan adalah sebagai berikut. serta saling bertanya (questioning). 4) Hasil perkalian dan pembagian dua variabel atau lebih dapat ditulis dalam bentuk yang lebih sederhana yaitu bentuk pangkat. Penilaian yang dilakukan tidak hanya penilaian proses dan hasil tetapi juga menilai aktivitas pembelajaran. Pada saat diskusi kelompok terdapat masyarakat belajar (learning community). pengurangan. dilakukan penilaian dengan berbagai cara (penilaian otentik). c. sedangkan variabel-variabel yang dapat disederhanakan adalah variabelvariabel sejenis. saling memberi. 1) Dua suku atau lebih dapat ditambahkan atau dikurangkan jika variabelnya sama. dan substitusi. Bimbingan guru merupakan remidi untuk menuntaskan hasil belajar siswa. yaitu: a). Apabila secara kelompok telah tuntas. 5) Tingkatan operasi pada bentuk aljabar sama dengan tingkatan operasi bilangan. Penilaian Proses Hasil Pembelajaran Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran kontekstual dengan menggunakan media daun pada operasi bentuk aljabar khususnya operasi penjumlahan. Pada saat menyelesaikan tugas kelompok dinilai berdasarkan hasil kelompok atau ketuntasan secara kelompok. Hasil diskusi pleno Setelah melakukan operasi bentuk aljabar melalui diskusi kelompok. dibimbing dan dianggap belum tuntas. yaitu penjumlahan. Laporan Hasil Akhir Pembelajaran Pembelajaran yang dilakukan pada materi operasi pada bentuk aljabar ini adalah pembelajaran kontekstual. Hasil presentasi merupakan aspek penalaran dan komunikasi yang dinilai melalui rubric yang ditetapkan. Variabel yang tidak sejenis tetap eksis. Sikap kegemaran siswa terhadap model pembelajaran kontekstual b. Hasil presentasi terbaik merupakan contoh bagi kelompok yang lain (modeling). Kelompok yang tidak sedang mempresentasikan hasil diskusinya diarahkan untuk menanggapinya sehingga diperoleh kesimpulan. Kesimpulan yang diperoleh dari diskusi pleno sebagai berikut. Karena itu. kreatif. 2) Sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat juga berlaku pada bentuk aljabar. Antar siswa saling komunikasi. Setelah kegiatan diskusi pleno selesai. Pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap operasi pada bentuk aljabar. sistematis. pengurangan. Pengetahuan yang ditemukan pada kerja kelompok dibangun sendiri melalui Lembar Kerja Kelompok yang disiapkan (constructivism). 3. dan kemampuan bekerja sama apabila aktivitas pembelajaran kurang bermakna bagi siswa. Pendapat siswa apakah model pembelajaran yang diikuti masih perlu digunakan lagi. 3) Operasi perkalian dan pembagian antara dua suku atau lebih pada bentuk aljabar dikerjakan dengan cara koefisien dikali atau dibagi dengan koefisien. perkalian. Siswa dalam satu kelompok menemukan konsep (inquiry). dan saling menerima. dan pembagian.c. pangkat dan akar b) kali dan bagi c). maka diberikan tugas individu untuk mengetahui hasil belajar secara individu. tambah dan kurang B. Informasi yang diperoleh adalah: a. kritis. 1. Untuk mengetahui hasil belajar dinilai melalui tugas kelompok. dan ulangan harian. perkalian. Untuk mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran dapat diketahui dari angket umpan balik pembelajaran. siswa kembali ke kelas untuk melakukan diskusi pleno. siswa diajak merefleksikan diri (reflecting). disuruh untuk presentasi di depan kelas. Hasil belajar yang didapat dari proses pembelajaran memuat . Beberapa kelompok yang menurut penilaian guru melakukan langkah-langkah pembelajaran yang bermakna (berdasarkan penilaian otentik). Pada saat diskusi pleno antar kelompok merupakan masyarakat belajar yang lebih luas (learning community). 2. pembagian. Bagi kelompok yang masih mengalami kesulitan. Presentasi setiap operasi dilakukan oleh kelompok yang berbeda. 4. Penilaian proses dan hasil tidak dapat memonitor keberhasilan dalam membekali siswa pada kemampuan berpikir logis. Pada saat diskusi kelompok dinilai dengan penilaian informal menggunakan format penilaian kerja kelompok (aktifitas siswa dalam pembelajaran). C. analitis. tugas individu.

73 siswa tuntas belajar. Tugas individu sebanyak 75 siswa. Penyajian program pembelajaran sesuai dengan program dan penilaiannya otentik. . Dalam pembelajaran kontekstual pada operasi bentuk aljabar dengan menggunakan media daun terekam data sebagai berikut. Dari angket yang diberikan di 3 kelas. Program pembelajaran dirancang dengan matang. Sikap kegemaran siswa terhadap model pembelajaran yang telah diikuti adalah sebagai berikut. No Kelas Sangat Mudah Biasa Sulit Jumlah Mudah 1 VII A 2 15 7 1 25 2 VII B 1 14 9 1 25 3 VII C 1 13 11 0 25 Jumlah 4 42 27 2 75 c. 1.maka dilakukan penilaian otentik. a. 1 kelompok di kelas B. Pendapat siswa terhadap model pembelajaran yang telah diikuti apakah perlu digunakan lagi adalah sebagai berikut. Pada diskusi kelompok. Pengaruh model pembelajaran terhadap tingkat pemahaman konsep matematika yang telah diajarkan adalah sebagai berikut. maka hasil belajar akan optimal. 69 siswa mampu menjawab soal dengan benar (92%). jumlah kelompok yang mempunyai tingkatan nilai cukup memuaskan dari deskripsi yang dinilai pada rubrik adalah 0 kelompok di kelas A. dan 1 kelompok di kelas C. 2. Pembelajaran akan berhasil apabila penyusunan program. Ulangan harian sebanyak 75 siswa. 3. Yang mengalami kesulitan (perlu bantuan) dalam mengerjakan tugas kelompok pada masing-masing kelas hanya 1 kelompok. Pada saat diskusi pleno. No Kelas Sangat Suka Biasa Tidak Jumlah Suka Suka 1 VII A 2 15 7 1 25 2 VII B 1 12 11 1 25 3 VII C 0 17 7 1 25 Jumlah 3 44 25 3 75 Dari data di atas ternyata pembelajaran kontekstual disukai siswa dan perlu dilaksanakan kembali pada pembelajaran berikutnya. diperoleh data sebagai berikut. No Kelas Sangat Suka Biasa Tidak Jumlah Suka Suka 1 VII A 2 15 7 1 25 2 VII B 1 12 11 1 25 3 VII C 1 13 11 0 25 Jumlah 4 40 29 2 75 b. Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya pembelajaran kontekstual. penyajian program. aktivitas siswa dalam pembelajaran menunjukkan bahwa 90% siswa melakukan aktivitas yang relevan dengan aspek yang diamati. Dua siswa di kelas A tidak tuntas pada operasi pembagian.tujuh komponen pembelajaran kontekstual. dan penilaiannya berjalan sesuai dengan tuntutan kurikulum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->