1

DAFTAR ISI

Halaman Judul............................................................................................... Daftar Isi........................................................................................................ Kata Pengantar............................................................................................... BAB I Pendahuluan....................................................................................... BAB II Isi II.1 Psikoterapi 1.1 Definisi.................................................................................... 1.2 Klasifikasi................................................................................ II.2 Neurosa Depresif 2.1 Definisi.................................................................................... 2.2 Etiologi.................................................................................... 2.3 Gejala....................................................................................... II.3 Hipnoterapi pada Pasien Neurosa Depresi 3.1 Proses Hipnosis pada Hipnoterapi........................................... 3.2 Prinsip Kerja Hipnoterapi........................................................ 3.3 Peranan Hipnoterapi................................................................ BAB III Penutup............................................................................................ Daftar Pustaka................................................................................................

1 2 3 4

5 5 16 16 17 17 19 21 22 23

2

Makalah ini masih jauh dari sempurna karena pengalaman penulis di bidang ini masih kurang. Februari 2010 Penulis 3 . pada pasien neurosa depresi. saran. oleh sebab itu kritik.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai psikoterapi suportif sebagai salah satu pemenuhan tugas Blok 16 Kedokteran Jiwa. Palembang. pada pasien neurosa depresif. Dalam makalah ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu. hipnoterapi. Makalah yang penulis susun ini diharapkan dapat berguna bagi semua orang dan dapat dimengerti sehingga pengetahuan masyarakat bertambah tentang psikoterapi suportif. hipnoterapi. penulis memberikan informasi tentang psikoterapi suportif. dan masukan-masukan lain dari teman sejawat dan para dosen serta para pembaca umum senantiasa penulis harapkan.

Pada pasien neurosa depresi. dan membuat pasien mengeluarkan semua masalahnya tanpa berupaya untuk mengubah kepribadian pasien. Hipnoterapi sering digunakan untuk mengubah perilaku. pengembangan diri seseorang. Psikoterapi dapat juga didefenisikan dengan metode pengobatan terhadap gangguan kesulitan yang bersifat emosional dengan cara psikologi. Pada makalah ini akan dibahas tentang hipnoterapi yang merupakan bagian dari psikoterapi suportif pada pasien neurosa depresi. pengobatan nyeri. Dengan memberi sugesti. maka ada psikoterapi individual dan psikoterapi kelompok. neurosa cemas. emosional. dan rekonstruktif. dan juga neurosa depresi.BAB I PENDAHULUAN Psikoterapi merupakan metode pengobatan terhadap gangguan emosional dengan cara merubah pola berpikir dan pola perasaan agar terjadi keseimbangan di dalam diri individu tersebut dengan model ilmu kedokteran. Psikoterapi dapat diklasifikasikan menurut prosesnya yaitu psikoterapi suportif. reedukatif. menanamkan pikiran pada pasien (sugesti). Bila berdasarkan lamanya ada psikoterapi jangka pendek dan jangka panjang. Terapis sendiri harus mempunyai sikap yang meyakinkan dan otoritas profesional serta menunjukkan empati terhadap keadaan atau masalah pasien. terapis menggunakan teknik menenangkan pasien. Hipnoterapi memberikan hasil yang baik pada subjek yang dalam keadaan tegang. memilliki kebiasaan buruk. 4 . Dalam psikoterapi sangat diperlukan hubungan yang baik antara pasien dan dokter. Bila dilihat dari jumlah pasiennya. dan tingkah laku pasien. seseorang terapis dapat membangun berbagai kondisi emosional positif berkenaan dengan masalah yang dihadapi oleh pasien.

1. yang terutama dilakukan adalah menekan ataupun mengontrol gejala-gejala yang terjadi dan untuk menstabilkan pasien ke dalam suasana yang aman dan terlindungi untuk melawan ataupun menghadapi tekanan yang mungkin saja berat naik yang datang dari luar maupun dari dalam dirinya. atau menghambat gejala-gejala yang ada. mengubah. Psikoterapi suportif (juga disebut psikoterapi berorientasi hubungan) menawarkan dukungan kepada pasien oleh seorang tokoh yang berkuasa selama periode penyakit. yaitu psikoterapi suportif dan psikoterapi genetik-dinamik. Untuk mengembalikan keadaan jiwa yang rapuh ataupun mengalami gangguan ke arah keseimbangan. mengoreksi perilaku yang terganggu dan mengembangkan pertunbuhan kepribadian secara positif. kekacauan atau dekompensasi sementara.2. Pendekatan ini juga memiliki tujuan untuk memulihkan dan memperkuat pertahanan pasien dan 5 .BAB II ISI II. atau non-spesifik) Psikoterapi suportif adalah suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya.1 1. 1. dengan maksud hendak menghilangkan.2 Klasifikasi Cara-cara psikoterapi dapat dibagi menjadi dua kelompok besar.1 Psikoterapi Definisi Psikoterapi ialah suatu cara pengobatan terhadap masalah emosional seorang pasien yang dilakukan oleh seorang yang terlatih dalam hubungan profesional secara sukarela.1 Psikoterapi Suportif (atau supresif.

6 . malu dan kecemasan dan dalam menghadapi frustasi atau tekanan eksternal yang mungkin terlalu kuat untuk dihadapi. Terapi suportif menggunakan sejumlah metoda. diterima. Psikoterapi suportif cocok untuk berbagai penyakit psikogenik. hobi) • istirahat dan penghiburan yang adekuat menghilangkan ketegangan eksternal yang berlebihan. hangat. Cara ini rnenggunakan teknik yang membantu pasien merasa aman. terdorong dan tidak merasa cemas. terlindungi. Terapi ini dapat dipilih jika penilaian diagnostik menyatakan bahwa proses kematangan yang bertahap didasarkan pada perluasan sasaran baru untuk identifikasi. baik sendiri-sendiri atau konbinasi.mengintegrasikan kapasitas yang telah terganggu. adalah jalan yang paling menjanjikan untuk perbaikan. termasuk : • • • kepemimpinan yang kuat.jika • mungkin • • • perawatan di rumah sakit jika diindikasikan medikasi untuk menghilangkan gejala bimbingan dan nasehat dalam menghadapi masalah sekarang. dan ramah pemuasan kebutuhan tergantungan mendukung perkembangan kemandirian yang sah pada akhirnya • membantu mengembangkan sublimasi yang menyenangkan (sebagai contohnya. Cara ini memberikan suatu periode penerimaan dan ketergantungan bagi pasien yang membutuhkan bantuan untuk menghadapi rasa bersalah.

Indikasi psikoterapi suportif : Secara umum psikoterapi suportif diindikasikan pada pada pasien yang mana kontraindikasi terhadap psikoanalisi ataupun psikoterapi insight-oriented psychoanalitic. perceraian. Menaikkan fungsi psikologi dan sosial. keterbatasannya. kemampuan untuk menyelesaikan kecemasan berat suatu dan yang menghasilkan kebingungan (contoh. Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri. i. Memindahkan dukungan. g. mempunyai pertahanan ego yang kurang. h. c.. atau kehilangan pekerjaan 7 . Seseorang yang dalam keadaan kritis dan kacau serta tidak mempunyai masalah. Secara garis besar terapi ini diindikasikan terhadap : a. Mengembalikan keseimbangan adaptif (dapat menyesuaikan diri). ataupun membuat seseorang tahu dan mengerti tentang dirinya. Menyokong harga dirinya dan keyakinan dirinya sebanyak mungkin. Menyadari realitas. d. Mencegah ketergantungan pada dokter. Mencegah terjadinya relaps. dengan kata lain membuat seseorang itu bahagia dan sejahtera. Bertujuan agar penyesuaian baik.Tujuan psikoterapi jenis ini ialah: a. kesakitan. Menguatkan daya tahan mental yang ada. orang yang mengalami kesedihan yang berat. agar dapat diterima. e. f. j. b.

Gangguan bersifat sedang. pasien psikosomatik). Pasien dengan defisit kognitif dan gejala-gejala fisik yang membuat mereka menjadi lemah dan tidak cocok dilakukan pendekatan insight-oriented (contoh. Pasien dengan taraf pendidikan yang tidak begitu tinggi. Pasien dengan penyakit yang berat dan kronik disertai dengan kerapuhan ataupun kelemahan fungsi ego (contoh. gangguan kepribadian berat). i. e. b. bencana alam. penganiayaan. f. d. mereka dengan psikosis yang laten. g. ataupun kecelakaan). Pasien yang mengalami gangguan berat dalam hubungan interpersonal. Pasien dengan toleransi kecemasan yang rendah dan kesulitan mengendalikan frustasi. gangguan impuls. Mereka yang kesulitan membedakan kenyataan luar dengan dari dalam dirinya. h. Pasien dengan intelegensia yang kurang dan kapasitas yang lemah terhadap pengamatan dirinya sendiri. Kepribadian premorbid pasien yang kuat disertai dengan adanya pemulihan diri. b. c. 8 . Syarat pemberian psikoterapi suportif : a. Pasien yang memiliki keterbatasan yang berat untuk mengadakan hubungan terapeutik dengan terapis. Mereka yang mengalami kelemahan dalam mengontrol impuls dan akhirnya mereka melakukan tindakan yang buruk. c. j. Pasien dengan kelemahan psikologi yang sesuai dengan fungsi kognitifnya.ataupun mereka yang pernah menjadi korban kejahatan.

perasaan. Sikap terapis yaitu menjadi pendengar yang baik dan penuh pengertian. dan menguatkan impuls tertentu serta membebaskannya dari impuls yang mengganggu secara masuk akal dan sesuai hati nurani.Komponen psikoterapi suportif antara lain ialah sebagai berikut: a. impuls-impuls. kecemasan. Pasien pelan-pelan menjadi yakin bahwa gejala-gejalanya akan hilang. Persuasi atau bujukan (“persuasion”) Psikoterapi suportif yang dilakukan dengan menerangkan secara masuk akal tentang gejala-gejala penyakitnya yang timbul akibat cara berpikir. Sesudahnya biasanya ia merasa legadan kecemasannya (tentang penyakitnya) berkurang. Ventilasi atau (psiko-) katarsis Terapis membiarkan pasien mengeluarkan isi hati sesukanya. b. mengubah. Terapis berusaha membangun. diubah atau diperkuat dan impuls-impuls yang lain dihilangkan atau dikurangi. 9 . Impuls-impuls yang tertentu dibangkitkan. Berusaha menyakinkan pasien dengan alasan yang masuk akal bahwa gejalanya akan hilang. Jangan terlalu banyak memotong bicaranya (menginterupsi). karena ia lalu dapat melihat masalahnya dalam proporsi yang sebenarnya. serta pasien dibebaskan dari impuls-impuls yang sangat menganggu. perasaan salah atau berdosa. dan sikapnya terhadap masalah yang dihadapinya. Topik pembicaraan yaitu permasalahan yang menjadi stress utama. masalah keluarga. Hal ini dibantu oleh dokter dengan sikap yang penuh pengertian (empati) dan dengan anjuran. Yang dibicarakan ialah kekhawatiran.

Anak-anak dan orang dengan inteligensi yang sedikit kurang serta pasien yang berkepribadian tak matang atau histerik lebih mudah disugesti. Bila tidak terdapat gangguan kepribadian yang mendalam. Jadi sugesti harus diikuti dengan reeduksi. Sugesti Sugesti ialah secara halus dan tidak langsung menanamkan pikiran pada pasien atau membangkitkan kepercayaan padanya bahwa gejala-gejala akan hilang. Jangan menganggu rasa harga diri pasien. hal itu terjadi karena ia sendiri mengenal maksud gejala-gejala itu dan bahwa timbulnya gejala itu tidak logis. Jangan memaksa-maksa pasien dan jangan memberikan kesan bahwa dokter menganggap ia membesar-besarkan gejalanya. Pasien percaya pada dokter sehingga kritiknya berkurang dan emosinya terpengaruh serta perhatiannya menjadi sempit. karena pasien menganggap pengobatan itu datang dari luar dirinya. Ia mengharap-harapkan sesuatu dan ia mulai percaya. meyakinkan dengan tegas bahwa gejala pasien akan hilang. Ia harus diyakinkan bahwa bila gejala-gejala itu hilang. maka sugesti akan efektif. Dokter sendiri harus mempunyai sikap yang meyakinkan dan otoritas profesional serta menunjukkan empati. tetapi perbaikan itu cenderung untuk tidak menjadi tetap. Pasien harus percaya bahwa gejalagejalanya akan hilang dan bahwa tidak terdapat kerusakan organik sebagai penyebab gejala-gejala itu. Sugesti dengan aliran listrik (faradisasi) atau dengan masasi kadang-kadang juga menolong. umpamanya pada reaksi konversi yang baru dan dengan konflik yang dangkal atau pada neurosa cemas sesudah kecelakaan. 10 .c. Sikap terapis.

cara berkomunikasi. cara hubungan antar manusia. 11 . Topik pembicaraan. Sikap terapis. Penyuluhan Penyuluhan atau konseling (counseling) ialah suatu bentuk wawancara untuk membantu pasien mengerti dirinya sendiri lebih baik. dan cara belajar yang baik. bahwa pasien mampu berfungsi secara adekuat (cukup. memadai).Topik pembicaraan. d. agar ia dapat mengatasi suatu masalah lingkungan atau dapat menyesuaikan diri. cara bekerja yang baik. Bimbingan Bimbingan ialah memberi nasehat-nasehat yang praktis dan khusus (spesifik) yang berhubungan dengan masalah kesehatan (jiwa) pasien agar ia lebih sanggup mengatasinya.. cara berkomunikasi. e. menyampaikan nesehat dengan penuh wibawa dan pengertian. Penjaminan kembali (“reassurance”) Penjaminan kembali atau reassurance dilakukan melalui komentar yang halus atau sambil lalu dan pertanyaan yang hati-hati. dan sebagainya. Topik pembicaraan. bekerja dan belajar. Sikap terapis. pengalaman pasien yang berhasil nyata. f. gejala-gejala bukan karena kerusakan organik/fisik dan timbulnya gejala-gejala tersebut adalah tidak logis. umpamanya tentang cara mengadakan hubungan antar manusia. meyakinkan secara tegas dengan menunjukkan hasil-hasil yang telah dicapai pasien. Dapat juga diberi secara tegas berdasarkan kenyataan atau dengan menekankan pada apa yang telah dicapai oleh pasien.

pekerjaan. Pasien dalam keadaan trance mungkin menggambarkan suatu peristiwa dengan intensitas yang mirip dengan peristiwa yang terjadi (abreaksi) dan merasakan peringanan sebagai hasilnya. dan pribadi. pekerjaan. Terapi kerja Terapi kerja yaitu berupa sekedar memberi kesibukan kepada pasien ataupun berupa latihan kerja tertentu agar ia terampil dalam hal itu dan berguna baginya untuk mencari nafkah kelak. walaupun klinis harus menyadari bahwa mungkin berbahaya untuk membawa ingatan yang direpresi ke dalam 12 . selama mana mereka mengalami kembali peristiwa yang terjadi pada kehidupan yang lebih awal. pembicaraan. Topik g. Ingatan tersebut dapat digunakan dalam terapi untuk memperkuat hipotesis psikoanalitik terlepas dari dinamika pasien menggunakan ingatan tersebut sebagai katalis untuk asosiasi baru. Beberapa pasien dapat menginduksi regresi usia. pernikahan dan pribadi. Apakah pasien mengalami peristiwa seakan-akan terjadi adalah kontroversial. material yang diungkapakan dapat digunakan untuk terapi lebih lanjut.Konseling biasanya dilakukan sekitar masalah pendidikan. h. pernikahan. tetapi. masalah pendidikan. menyampaikan secara halus dan penuh kearifan. Hipno-terapi Pasien yang dalam trance hipnotik dapat mengingat ingatan yang tidak ada dalam kesadaran dalam keadaan nonhipnotik. Keadaan trance memainkan peranan dalam terapi gangguan amnestik dan fuga disosiatif. Sikap terapis.

ditandai oleh perlekatan positif yang harus dihormati dan diinterpretasikan. dan gangguan konversi. Hipnosis juga telah digunakan untuk menangani gangguan nyeri kronis. pruritus. Dalam keadaan lain dapat terjadi transferensi negatif pada pasien yang rapuh atau yang memiliki kesulitan dalam tes realitas. dan sehingga suatu transferensi yang kuat dapat berkembang. dan pembedahan besar telah dilakukan tanpa anestetik kecuali hipnosis. kutil. Pasien yang memiliki kesulitan dengan kepercayaan dasar. Sistem nilai etik yang kuat adalah penting untuk semua terapi dan khususnya untuk hipnoterapi. seperti pasien obsesif-kompulsif. seperti penyalahgunaan alkohol dan ketergantungan nikotin. asma.kesadaran secara cepat. Relaksasi dapat dicapai dengan mudah dengan hipnosis. dengan berbagai tingkat keberhasilan. untuk mengendalikan obesitas dan gangguan berhubungan zat. Kontraindikasi Pasien yang dihipnosis berada dalam ketergantungan atipikal dengan ahli terapi. atau yang memiliki masalah pengendalian. Hipnosis juga telah digunakan untuk menginduksi relaksasi dalam desensitisasi sistematik. Indikasi dan Pemakaian Hipnosis telah digunakan. afonia. sehingga pasien dapat mengatasi fobia dengan mengendalikan kecemasan mereka. Cara ini telah digunakan untuk menginduksi anestesia. dimana pasien (khususnya mereka yang berada dalam trance dalam) adalah sangat mudah disugesti dan 13 . karena pasien dapat terlanda oleh kecemasan. seperti pasien paranoid. adalah bukan calon yang baik untuk hipnosis.

jika dibandingkan dengan terapi individual. adalah (1) kesempatan untuk mendapatkan umpan balik segera dan teman sebaya pasien dan (2) kesempatan bagi pasien dan ahli terapi untuk mengobservasi respon psikologis. keluarga. konflik dianalisa. dan perilaku pasien terhadap berbagai orang. Dalam keadaan setengah tidur pasien diwawancarai. j. kognitif perilaku. interpersonal. terbatas waktu (sebagai contohnya. mendapatkan berbagai transferensi. terstruktur. Dua kekuatan utama terapi kelompok. 14 . emosional. i. Narkoterapi Narkoterapi secara intravena disuntikkan suatu hipnotikum dengan efek yang pendek (umpamanya penthothal atau amital natrium). pembimbing menggunakan interaksi anggota kelompok untuk membuat perubahan tersebut. Psikoterapi kelompok meliputi spektruin terapi teoritik dalam psikiatri suportif. Dengan menggunakan berbagai manuver teknik dan gagasan teoritis.ditundukkan. Terdapat pertentangan tentang apakah pasien akan melakukan tindakan selama keadaan trance yang mereka rasakan menjijikan pada keadaan lain atau yang bertentangan dengan kode moral mereka. lalu disintesa. Bahan yang timbul sewaktu narkoterapi dapat juga dipakai dalam sintesa sesudah pasien sadar kembali. dan kelompok berorientasi analitik. Psikoterapi kelompok Psikoterapi kelompok adalah terapi di mana orang yang memiliki penyakit emosional yang telah dipilih secara cermat ditempatkan ke dalam kelompok yang dibimbing oleh ahli terapi yang terlatih untuk membantu satu sama lainnya dalarn menjalani perubahan kepribadian. kelornpok dengan orang psikotik yang kronis).

2. Terapi hubungan antar-manusia (“relationship therapy”) Terapi sikap (“attitude therapy”) Terapi wawancara (“intervew therapy”) Analisa dan sintesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf Meyer) Konseling terapetik Terapi “case-work” “Reconditioning” Terapi kelompok yang reedukatif Terapi somatik Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya di alam tak-sadar. 1.2.2 Psikoterapi Wawasan Psikoterapi Wawasan atau genetik-dinamik dibagi menjadi psikoterapi reedukatif dan psikoterapi rekonstruktif.2. menyesuaikan dan diri kembali. dengan usaha untuk tujuan. e. i. Terapi perilaku Terapi perilaku.2. dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur kepribadian dan pengluasan daripada pertumbuhan 15 1. c. g. f. Cara-cara psikoterapi reedukatif antara lain sebagai berikut : a. b.2 Psikoterapi rekonstruktif . berusaha untuk menghilangkan masalah perilaku khusus secepat-cepatnya dengan mengawasi perilaku belajar pasien.1 Psikoterapi reedukatif Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar.2. d. serta membangkitkan berencana memodifikasi mempergunakan potensi kreatif yang ada.k. 1. h.

Burns (1988 : 6). Dan penafsiran ini bisa keliru bahkan bertentangan dengan realitas sebenarnya. Burns berpendapat bahwa persepsi individu terhadap realitas tidak selalu bersifat objektif. gangguan tidur dan makan. Individu memahami realitas bukan bagaimana sebenarnya realitas tersebut. hipnoanalisa/sintesa. menyalahkan diri sendiri. bahwa depresi tidak didasarkan pada persepsi akurat tentang kenyataan. terapi kelompok analitik. melainkan bagaimana realitas tersebut ditafsirkan.kepribadaian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.1 Neurosa Depresif Definisi Neurosa depersif ialah suatu gangguan perasaan dengan ciri-ciri semangat berkurang. 2. analisa mimpi. c. bahwa depresi bukanlah suatu gangguan emosional sama sekali. melainkan akibat dari adanya distorsi kognitif atau pemikiran yang negatif. yang kemudian menciptakan suasana jiwa. 16 .2 2. terapi seni. terutama perasaan yang negatif pula. II. b. terapi main. rasa harga diri rendah. tetapi merupakan produk “keterpelesetan’ mental.2 Etiologi Menurut hasil riset mutakhir sebagaimana dilakukan oleh David D. narkoterapi. Psikoanalisa Freud Psikoanalisa non-Freud Psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa Cara :asosiasi bebas. Cara-cara psikoterapi antara lain ialah sebagai berikut : a.

Hipnotis tidak seperti cara pengobatan lain yang mengobati gejala (simptom) atau akibat yang muncul. nafsu bekerja dan bergaul berkurang. rasa sedih.1 Proses Hipnotis dalam Hipnoterapi 1. Hipnosis telah terbukti secara medis bisa mengatasi berbagai macam gangguan psikologis. Bicara dan gerak-geriknya pelan dan kurang hidup.1 Gejala psiokologi Menjadi pendiam.3 Hipnoterapi pada Pasien Neurosa Depresif Psikoterapi suportif selalu diindikasikan untuk terapi neurosa depresif salah satunya ialah hipnoterapi atau clinical hypnosis. maupun fisik. 2. tak bersemangat atau apatis. Dengan menghilangkan penyebab depresi maka secara otomatis akibat yang ditimbulkan akan lenyap atau tersembuhkan. memahami masalah pasien. salah satunya depresi. tidak dapt mengambil keputusan. serta rancangan bunuh diri sering. Pada saat interview. Terdapat anoreksia (kadang-kadang makan terlalu banyak sebagai pelarian).2 Gejala somatik Penderita kelihatan tak senang. lelah. putus asa. pesimistik.3. Perlu dibedakan antara perasaan yang kadang-kadang timbul bawa hidup inni tidak ada gunanya dan pikiran khusus tentang bunuh diri. dan konstipasi. Tujuan dari interview antara lain menjalin keakraban antara terapis dan pasien. insomnia (sukar tidur). menentukan tujuan terapi. Hipnotis pada pasien depresi berurusan langsung dengan penyebab dari depresinya. II. 3. lekas lupa.3 Gejala 2. timbul pikiran-pikiran bunuh diri. Interview Setiap proses hipnotis dan hipnoterapi selalu dimulai dengan percakapan antara hypnotist dan subyek.2.3. pasien diharapkan tidak malu untuk bertanya tentang apa saja yang 17 . dan menjelaskan kepada pasien tentang prosedur terapi yang akan dilakukan.

Deepening Deepening merupakan kelanjutan dari induksi. Syarat utama agar seorang pasien bisa sembuh/berubah melalui hipnotis yaitu pasien harus punya keinginan untuk sembuh/berubah dari dirinya sendiri. Oleh karena itu. 3. terapi pikiran akan dimulai. bukan karena paksaan orang lain. 2. hypnotist/hypnotherapist perlu melakukan deepening untuk membimbing pasien menuju kondisi somnambulism. Banyak hypnotist pemula yang kurang memahami bahwa dalam melakukan hipnoterapi. deep trance atau somnambulism. Bentuk terapinya bisa berupa pemberian sugesti yang sudah dirancang sedemikian rupa atau menggali akar masalah untuk dinetralisir pengaruhnya. apabila setelah induksi pasien ternyata belum mencapai kondisi somnambulism. Induksi Induksi adalah cara yang digunakan oleh hypnotist/hypnotherapist untuk membimbing pasien menuju kondisi hipnotis. maka dia merasa sudah 18 . medium trance. Terapi Pikiran Setelah pasien mencapai level kedalam hipnotis yang ideal. Teknik deepening digunakan untuk memperdalam level hipnotis yang dialami klien. 4.mengganjal di hatinya agar proses hipnotis atau hipnoterapi dapat berlangsung lancar. Seorang hypnotist/hypnotherapist harus memahami tipe pikiran pasiennya sehingga dia bisa menggunakan teknik induksi yang tepat. Level somnambulism merupakan kondisi ideal untuk terapi. Sering kali ada hypnotist pemula yang karena sudah bisa melakukan induksi dan bisa memberi sugesti secara langsung (direct suggestion). Seorang hypnotist/hypnotherapist tidak berhak memaksakan hipnotis kepada orang lain. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk induksi. Secara sederhana kita bisa membagi level kondisi hipnotis menjadi light trance. ada teknik-teknik tertentu yang harus dikuasai.

atau teknik-teknik terapi lainnya. Pikiran Bawah Sadar adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga tidak disadari dan sulit untuk dikendalikan secara sengaja. Chair Therapy. Dalam beberapa kasus. yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Time Line Therapy. 5. Padahal teknik induksi dan direct suggestion hanyalah bagian kecil dari keseluruhan ilmu terapi hipnotis. 19 . memberi sugesti secara langsung (direct suggestion) memang sangat efektif dan bisa membuat pasien mengalami perubahan drastis.2 Prinsip Kerja Hipnoterapi Pikiran atau kesadaran kita itu seperti bawang yang berlapis-lapis. Terminasi Membangunkan pasien dari hipnotis adalah hal yang paling mudah dan menyenangkan. maka diperlukan teknik terapi khusus seperti Age Regression. Hypnoanalysis. Secara garis besar manusia punya satu pikiran/kesadaran yang terdiri dari dua bagian. 3.menguasai seluruh ilmu hipnotis. Namun apabila masalah yang dihadapi klien disebabkan oleh peristiwa traumatik di masa lalu. Forgiveness Therapy. Pikiran Sadar adalah proses mental yang bisa kendalikan dengan sengaja. lebih mudah dari membangunkan anakanak di hari libur.

sehingga efeknya sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali karena ditolak mentah-mentah oleh Critical Factor. kreativitas. kepribadian. dan kemudian memutuskan respon spesifik terhadap informasi tersebut. Saat melakukan hipnotis. yaitu: mengenali informasi yang masuk dari panca indra. Apabila terjadi pertentangan keinginan antara pikiran sadar dan bawah sadar. Untuk mengubah kebiasaan. Sugesti yang diucapkan dalam kondisi sadar terhalang oleh Critical Factor. memori permanen. dan keyakinan. intuisi. kepribadian. keyakinan yang negatif. informasi. Sedangkan pikiran bawah sadar berfungsi memproses kebiasaan. maka yang harus diubah adalah "program pikiran" yang ada dipikiran bawah sadar. sugesti atau bentuk pikiran lain yang bisa mengubah program pikiran yang sudah tertanam di bawah sadar. Critical Factor akan menghalangi afirmasi atau sugesti yang ingin kita tanamkan ke pikiran bawah sadar. maka pikiran bawah sadar selalu menjadi pemenangnya. Critical Factor ini melindungi pikiran bawah sadar dari ide.Gambar Model Pikiran Manusia Pikiran sadar mempunyai 4 fungsi utama. perasaan. mengendalikan emosi. Pengaruh pikiran bawah sadar terhadap diri kita adalah 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar. menganalisa. yang 20 . Critical Factor adalah bagian dari pikiran yang selalu menganalisis segala informasi yang masuk dan menentukan tindakan rasional seseorang. membandingkan dengan memori kita.

akan diterima oleh pikiran bawah sadar sebagai kebenaran. kemudian disimpan sebagai program pikiran. akan menjadi pemicu perubahan yang permanen. Seorang terapis menanamkan pikran-pikiran positif dan juga memotivasi kepada pasien supaya pasien mampu menghadapi setiap masalah yang ada. semua sugesti . 3. Maka dari itu.selama tidak bertentangan dengan sistem kepercayaan dan nilai-nilai dasar yang dianut seseorang . Hasilnya adalah pikiran pada pasien depresi dapat di program ulang. bingung (tidak memahami) atau lelah sehingga pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar. yaitu Critical Factor terbuka atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 21 . Induksi bisa dilakukan dengan cara membuat pikiran sadar pasien dibuat sibuk. seorang terapis mampu mengubah program pikiran pasien neurosa depresif terhadap setiap faktor pencetus yang berpotensi menimbulkan masalah yang akan mengakibatkan timbulnya gejala-gejala depresi yang akan sangat mangganggu kehidupan pasien. Menembus Critical Factor ini dilakukan dengan suatu teknik induksi. lengah. Critical Factor menjadi tidak aktif ketika seseorang dalam kondisi hipnotis. bosan.3 Peranan Hipnoterapi pada Pasien Neurosa Depresif Dengan hipnoterapi. Karena Critical Factor terbuka atau pengawasannya lemah maka sugesti akan langsung menjangkau pikiran bawah sadar.terjadi adalah by-pass terhadap Critical Factor pasien depresi (orang yang dihipnotis) dan langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar pasien. Program pikiran yang sudah ditanamkan melalui sugesti dalam kondisi hipnotis. Jika hipnoterapi ini berhasil akan terlihat pada saat tahap akhir hipnosis yaitu di tahap terminasi dimana akan terlihat wajah pasien yang ceria dengan mata yang berbinar.

afonia. psikoterapi suportif seperti hipnoterapi bermanfaat untuk mengubah program pikiran pasien tanpa mengubah kepribadian pasien sebelum mengalami depresi. Pada hipnoterapi juga harus terdapat rapport yang baik untuk keberhasilan metode ini. 22 . Hipnoterapi yang dilakukan oleh seorang terapis ahli melibatkan alam bawah sadar pasien. fobia. Salah satu syarat dilakukannya hipnoterapi adalah pasein yang mengalami gangguan jiwa yang ringan dan yang memiliki kepribadian premorbid yang kuat.BAB III PENUTUP Bagi setiap pasien yang mengalami neurosa depresif. cemas. Seseorang yang hendak dihipnoterapi juga harus memiliki motivasi atau keinginan yang kuat dari dalam dirinya sendiri untuk berubah ataupun sembuh jika motivasi itu tidak ada dari dalam dirinya sendiri atau karena dorongan oleh orang lain manfaat hipnoterapi akan sulit tercapai atau tidak akan tercapai sama sekali. gangguan kebiasaan yang buruk. Selain pada pasien depresi hipnoterapi juga bermanfaat bagi seseorang yang mengalami ketegangan. Jadi hipnoterapi dapat menjadi alternatif psikoterapi bagi pasien-pasien yang mengalami gangguan jiwa yang ringan dan juga fisik selain psikoterapi yang lainnya dan juga bisa dikombinasi dengan terapi farmakologi (yang mungkin akan lebih banyak menyebabkan gangguan baik pada psikologi pasien maupun fisik pasien karena efek samping pemakaian obat). kutil. pruritus. dan juga ketergantungan narkotik. gangguan nyeri kronis. penyalahgunaan alkohol. asma.

Ingram. dkk.html http://thehypnotist.depression-therapist.html http://www.html 23 .depression-hypnosis.uk/suggestionvshypnoanalysis.com/clinical-depression.hypnosisdownloads.wendi.com/article/role_and_basics_of_individual_supportive_psycho therapy-484.htm http://www.id/articles/hipnoterapi-untuk-penyakitkejiwaan-nyeri-hingga-melangsingkan-tubuh.wikipedia. PPDGJ III.com/ http://www.caps. Jakarta : EGC http://health. Catatan Kuliah Psikiatri Edisi 6.avonhypnotherapy.co.html http://www. Tomb.html http://www.. Jakarta : Binarupa Aksara Publisher.worldwidehealth. Harold I.pro-vclinic.avonhypnotherapy. 2010.html http://www.com/2009/05/12/neurosis/ http://www. 2004.htm http://www. Jakarta : EGC.hypnos. Diagnosis Gangguan Jiwa.org/wiki/Hipnoterapi http://yumizone.DAFTAR PUSTAKA Kaplan.htm http://www. A.com/read/2009/07/17/141957/1167103/770/psikoter api-suportif http://en.co. Buku Saku Psikiatri Edisi 6.ca/Services-Offered/IndividualPsychotherapy/Supportive-Psychotherapy.co.detik. 2001. Rusdi. Jakarta : PT.net23.wikipedia.uk/hypnomag/howard2. Rujukan Ringkas. Maslim.com/health-article-Treating-Depressionwith-Hypnotherapy.htm http://ndri.org/wiki/Psychotherapy http://www.alchemyinstitute.co. dkk.com/cat/depression-treatment.utoronto. 1995.uk/depression.uk/page2.wordpress. Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis.net/ http://id.htm http://www.com/html/depression1. Nuh Jaya.com/2009/07/22/psikoterapi/ http://ebekunt.web. David.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful