P. 1
karangan ilmiah

karangan ilmiah

|Views: 234|Likes:
Published by Imam Abdiansyah

More info:

Published by: Imam Abdiansyah on Dec 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Didalam perusahaan harga atau nilai serta kegunaan merupakan hal-hal yang sangat berkaitan. Barang-barang dan jasa mempunyai harga atau nilai tukar karena barang diperlukan oleh pembeli, ada manfaatnya, langka dan oleh perusahaan tidak dapat disediakan dalam jumlah yang tidak terbatas. Dalam masyarakat yang sudah menggunakan uang sebagai alat tukar menukar atau pengukur nilai, pertukar barang dinyatakan dalam satuan uang. Jumlah yang dipergunakan dalam pertukaran tersebut mencerminkan tingkat harga dari suatu barang. Dalam praktek, terjadinya harga ditentukan oleh penjual atau perusahaan dan pembeli. Makin besar daya beli konsumen, semakin besar pula kemungkinan bagi perusahaan untuk menetapkan tingkat harga lebih tinggi. Dengan demikian perusahaan mempunyai harapan untuk mendapatkan keuntungan maksimum sesuai dengan kondisi yang ada, melalui penetapan harga jual. Penentuan harga jual produk dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya biaya. Walaupun demikian pengaruh biaya terhadap harga jual tidak dapat diabaikan. Penetapan harga jual yang berorientasi biaya adalah penetapan harga jual dengan menjadikan biaya masa datang sebagai dasar perhitungan, dan dalam jangka panjang harga jual harus cukup untuk menutup biaya produksi dan non produksi. Biaya masa datang merupakan biaya yang diprediksi akan terjadi jika suatu keputusan diambil. Perusahaan perlu mengetahui seberapa besar harga jual yang ditentukan sehingga dapat memberikan imbalan jasa atas usahanya, oleh karena itu semua biaya

1

yang telah digunakan untuk memproduksi barang dan jasa harus diketahui agar dapat ditentukan tingkat harga minimalnya atau batas bawah suatu harga jual harus ditentukan. Suatu tingkat harga yang tidak dapat menutup biaya-biaya akan mengakibatkan kerugian. Suhubungan dengan hal tersebut diatas, maka penulis mencoba mengambil sebuah judul ” PERBANDINGAN METODE FULL COSTING DAN VARIABEL COSTING DALAM PENENTUAN KEBIJAKAN HARGA JUAL PRODUK PADA BAKSO CAK LAN)”.

1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang yang telah diuraikan diatas, penulis berpendapat bahwa yang menjadi pokok permasalahan adalah, ”Apakah ada perbedaan yang signifikan dalam penentuan kebijakan harga jual produk antara perhitungann menurut metode full costing dengan variable costing”.

1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut 1. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai penetapan harga jual

bakso yang dilakukan oleh Cak Lan
2. Untuk mengetahui apakah penerapan perhitungan dengan metode full costing

dalam penentuan harga jual yang dilakukan kios bakso Cak Lan sudah dapat menutup biaya-biaya yang telah dikeluarkan serta memperoleh laba yang diharapkan.

2

3. Untuk mengetahui apakah penerapan perhitungan dengan metode variable

costing dalam penentuan harga jual yang dilakukan kios bakso Cak Lan sudah dapat menutup biaya-biaya yang telah dikeluarkan serta memperoleh laba yang diharapkan.

1.4 Manfaat Penelitian Dalam penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat antara lain:
1.

Bagi perusahaan yang diteliti, sebagai masukan yang dapat membantu

perusahaan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan, strategi yang digunakan manajemen untuk menentukan kebijaksanaan bagi kepentingan dalam menghadapi persaingan
2.

Bagi pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai bahan masukan dan

perbandingan dalam pembahasan masalah yang berkaitan dengan penelitian ini
3.

Bagi peneliti, sebagai wadah untuk melatih penulis dalam memecahkan

masalah secara metode ilmiah berdasarkan disiplin ilmu yang telah penulis peroleh selama perkuliahan.

3

(Abdul Halim. Hansen dan Mowen (2001:633) mendefinisikan “harga jual adalah jumlah moneter yang dibebankan oleh suatu unit usaha kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa yang dijual atau diserahkan”. Perusahaan selalu menetapkan harga produknya dengan harapan produk tersebut laku terjual dan boleh memperoleh laba yang maksimal. 4 . 2001 : 3) Akuntansi Manajemen atau Akuntansi Manajerial adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi control 2. Harga jual sama dengan biaya produksi ditambah mark-up”.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Harga Jual Harga jual adalah sejumlah kompensasi (uang ataupun barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi barang atau jasa.2 Harga Jual 2.2. Menurut Mulyadi (2001:78) “pada prinsipnya harga jual harus dapat menutupi biaya penuh ditambah dengan laba yang wajar.1 Pengertian Akuntansi Manajemen Akuntansi manajemen adalah suatu kegiatan (proses) yang menghasilkan informasi keuangan bagi manajemen untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam melaksanakan fungsi manajemen.

dan harga persaingan. perusahaan menentukan harga untuk sebuah produk dengan mengestimasi biaya per unit untuk memproduksi produk tersebut dan menambahkan suatu kenaikan. karena itu untuk mencapai laba yang diinginkan oleh perusahaan salah satu cara yang dilakukan untuk menarik minat konsumen adalah dengan cara menentukan harga yang tepat untuk produk yang terjual.2. harga harus cukup rendah agar dapat mencapai volume tingkat penjualan yang tinggi sehingga biaya produksi mengalami penurunan. 2. Jika metode ini digunakan. Harga yang tepat adalah harga yang sesuai dengan kualitas produk suatu barang dan harga tersebut dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. perusahaan harus mencatat semua biaya yang melengkapi produksi sebuah produk dan diupayakan agar harga tersebut dapat menutupi semua biaya tersebut.Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa harga jual adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi suatu barang atau jasa ditambah dengan persentase laba yang diinginkan perusahaan.Sebuah strategi harga harus menghitung skala ekonomis. Bagi produk atau jasa yang berada di dalam skala ekonomis. Perusahaan menentukan harga jual produknya dengan tiga dasar pertimbangan yaitu biaya produksi. Penentuan harga berdasarkan biaya produksi Pada strategi ini.2 Strategi Penentuan Harga Jual Harga yang ditentukan untuk sebuah produk akan mempengaruhi pendapatan perusahaan dan pada akhirnya tingkat laba. 5 . suplai persediaan. 1.

Keberhasilan penentuan harga penetrasi tergantung pada seberapa besar tanggapan konsumen terhadap penurunan harga dan juga perusahaan tidak perlu menggunakan strategi ini bila produknya tidak elastic terhadap harga karena kebanyakan konsumen tidak akan beralih ke produk pesaing untuk mengambil keuntungan dari harga yang lebuh rendah. Penentuan harga berdasarkan harga pesaing Penentuan harga berdasarkan harga pesaing dibagi atas tiga yaitu: a. c. b. dimana perusahaan menrunkan harga produk untuk mempertahankan pangsa pasarnya. dimana perusahaan menentukan harga yang lebih rendah dari harga pesaing agar dapat menembus pasar. Penentuan harga defensive. Penentuan harga prestise. Penentuan harga penetrasi. disebut dengan biaya predatori. Penentuan harga berdasarkan suplai persediaan Pada umumnya perusahaan cenderung menurunkan harga jika mereka harus mengurangi persediaan 3. Selain itu beberapa perusahaan juga menurunkan harga untuk menyerang pesaing baru yang masuk ke dalam pasar. 6 . Perusahaan yang memiliki diversifikasi bauran produk akan menggunakan strategi penetrasi harga pada beberapa produk dan penentuan harga prestise untuk produk lainnya.2. harga prestise ditentukan dengan tujuan untuk memberikan kesan lini terbaik bagi produk perusahaan.

Mark-up yang diinginkan pada metode ini lebih tinggi dari mark-up dengan basis full cost. Hal ini disebabkan biaya variabel selalu lebih rendah daripada full cost. Proyeksi harga diperoleh dengan menambahkan mark-up laba yang diinginkan. Biaya variabel plus tambahan tertentu (variable cos plus mark-up) Dengan metode ini budgeter menggunakan basis variblel cost. yaitu: 1. Untuk menetapkan profit. Required profit margin dapat juga ditetapkan dalam persentase. Biaya penuh plus tambahan tertentu (full cost plus mark-up) Dalam metode ini budgeter harus mengetahui berapa proyeksi full cost untuk produk tertentu.3 Metode Penetapan Harga Menurut Herman (2006:175) ada beberapa metode penetapan harga (methods of price determination) yang dapat dilakukan budgeter dalam perusahaan. 2. Hasil penjumlahan antara full cost dengan tingkat keuntungan yang diharapkan (required profit margin) yang ditentukan oleh direktur pemasaran atau personalia yang diberikan wewenang dalam penetapan harga.2. Full cost adalah seluruh biaya yang dikeluarkan dan atau dibebankan sejak bahan baku mulai diproses sampai produk jadi siap untuk dijual. budgeter harus mengalikan full cost dengan persentase required profit margin. b. Penjumlahan antara profit dengan full cost akan menghasilkan proyeksi harga. akan membentuk proyeksi harga untuk produk itu pada tahun anggaran mendatang. Metode taksiran (judgemental method) 7 . Metode berbasis biaya (cost-based pricing) a.2.

yaitu hasil modifikasi dari produk yang lama. ketahanan. Akan tetapi tingkat kekuatan prediksi sangat rendah karena ditetapkan oleh instink. rasa. Perbedaannya menetapkan harga produknya dengan mereplikasi langsung harga produk perusahaan saingannya untuk produk yang sama atau berkaitan. seperti kualitas. 8 . b. Ini dapat terjadi apabila produk perusahaan tidak mampu menyaingi produk pesaing dalam hal kualitas. Dengan metode perusahaan berpotensi mengalami kehilangan pangsa pasar karena dianggap sebagai pemalsu. 3. dan sebagainya. Penggunaan metode ini murah dan cepat. Pnetapan harga dilakukan dengan menggunakan instink saja walaupun market survey telah dilakukan. Perusahaan akan menetapkan produk baru tersebut seharga dengan produk yang lama. Biasanya metode ini digunakn oleh para pengusaha yang tidak terbiasa dengan data statistik. rasa. Harga pesaing (competitor price) Metode ini hampir sama dengan metode harga pasar saat ini. dan sebagainya. Harga pasar saat ini (current market price) Metode ini dipakai apabila perusahaan mengeluarkan produk baru.Perusahaan yang baru saja berdiri biasanya memakai metode ini. Metode berbasis pasar (market-based pricing) a. Penggunaan metode ini sangat murah karena perusahaan tidak memerlukan konsultan untuk surveyor. Akan tetapi pangsa pasar yang didapat pada tahun pertama relative kecil karena konsumen belum mengetahui profil produk baru perusahaan tersebut.

Faktor internalnya yaitu kemungkinan kenaikan gaji dan upah.3 Harga Pokok Produksi 2. tingkat keuntungan yang diharapkan (required rate of return). Penetapan jumlah harga pokok produksi diawali dengan jumlah harga pokok produksi barang dalam proses pada awal periode. perusahaan mengidentifikasi harga pasar yang berlaku pada saat penyiapan anggaran dengan melakukan survey pasar atau memperoleh data sekunder. dan sebagainya. biaya upah yang 9 . Dengan metode ini. Menurut Rybun (1999:31) harga pokok produksi meliputi keseluruhan bahan langsung. suku bunga perbankan. Harga pasar yang disesuaikan (adjusted current marker price) Penyesuaian dapat dilakukan berdasarkan pada faktor eksternal dan internal. 2. Indeks 87 berarti 87/100. Jumlah ini kemudian ditambah dengan biaya bahan baku yang dimasukkan dalam produksi. peluncuran produk baru. perubahan dalam trend consumer spendling.c.3. tenaga kerja langsung dan overhead pabrik yang dikeluarkan untuk memproduksi barang atau jasa. peningkatan efisiensi produk atau operasi. dan sebagainya. nilai tukar mata uang. tingkat pertumbuhan ekonomi nasional atau internasional.1 Pengertian Harga Pokok Produksi Harga pokok produksi adalah biaya produksi setelah memperhitungkan barang dalam proses atau barang setengah jadi. siklus dalam trendi dan model. Harga yang berlaku tersebut dikalikan dengan penyesuaian (price adjustment) setelah mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang ditetapkan dalam angka indeks (persentase). perubahan cuaca. penarikan produk lama dari pasar. Faktor eksternal tersebut dapat berupa antisipasi terhadap inflasi.

Upah langsung dan overhead pabrik digabung dalam kelompok biaya konversi (conversion cost). Bahan baku yang digunakan dalam suatu proses produksi biasanya dikelompokkan atas bahan baku langsung dan bahan baku tidak langsung atau bahan penolong.3. yang mencerminkan biaya pengubahan bahan baku langsung menjadi barang jadi.3. amortisasi paten. upah tak langsung. Biaya bahan baku langsung dan upah langsung digabungkan dalam kelompok biaya utama (prime cost).1 Biaya bahan baku Bahan baku adalah bahan yang menjadi bagian utama dan dapat diidentifikasikan secara langsung pada produk jadi. penerangan. Pada saaat dijual. pemakaian bahan pembantu pabrik. pembangkit pabrik.2 Unsur-unsur Harga Pokok Produksi Unsur-unsur harga pokok produksi adalah biaya bahan baku langsung. pemanasan. biaya konversi. dinyatakan bahwa biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian. upah langsung dan biaya tidak langsung pabrik atau biaya overhead pabrik. Pertimbangan utama dalam 10 . 2.diperlukan untuk memproses bahan baku dan seluruh biaya lainnya untuk jasa.jasa dan fasilitas yang digunakan dalam produksi. Dalam Standar Akuntansi Keuangan (2002:14).2. Biaya-biaya ini merupakan produk cost yang akan tetap melekat pada nilai persediaan sampai produk tersebut dijual. Berikut ini peneliti akan membahas unsur-unsur biaya produksi 2. dan biaya lain yang timbul sampai persediaan barang dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dijual atau dipakai. termasuk supervisi pabrik. nilai persediaan barang jadi akan ditransfer menjadi harga pokok penjualan.

mendefinisikan “biaya tenaga kerja adalah harga yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja manusia tersebut”.2 Biaya tenaga kerja langsung Mulyadi (2001:343). Bahan baku tidak langsung disebut juga biaya bahan penolong. 2. Secara teoritis. biaya bongkar muat. Syarat jual beli dan potongan pembelian juga harus diperhatikan. misalnya biaya pengangkutan. yaitu bahan baku yang jumlahnya relatif kecil untuk menghasilkan produk. Atau dengan kata lain merupakan komponen biaya yang jumlahnya relative besar dalam menghasilkan output dan biasanya merupakan bagian integral dari output tersebut. yaitu biaya yang bergerak secara proporsional sesuai dengan perubahan volume kegiatan. biaya gudang dan biaya asuransi.pengelompokkan bahan baku ini adalah kemudahan penelusuran bahan tersebut sampai menjadi barang jadi. Biaya tenaga kerja pada fungsi produksi diklasifikasikan atas biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung. Biaya tenaga kerja langsung adalah jumlah upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja yang secara langsung menangani pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. biaya bahan baku langsung terdiri dari harga pokok pembelian bahan baku langsung ditambah semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menyiapkannya untuk memasuki proses produksi.3. sedangkan biaya tenaga kerja tidak langsung adalah jumlah gaji yang 11 . Walaupun penggunaan bahan ini relatif kecil tetapi merupakan bagian dari barang jadi. Bahan baku langsung merupakan keseluruhan bahan baku yang diolah menjadi barang jadi dan dapat ditetapkan langsung pada harga pokok dari barang jadi. Biaya bahan baku langsung ini biasanya dianggap sebagai biaya variabel.2.

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa biaya overhead adalah keseluruhan biaya yang terjadi pada departemen produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. yang membebankan seluruh biaya produksi baik yang berprilaku tetap maupun periodik kepada produk.3. 2. 2.2.metode penilaian harga pokok produksi adalah cara memperhitungkan unsur-unsur biaya kebutuhan dalam harga pokok produksi. yaitu: 2.3 Metode Penilaian Harga Pokok Produksi Menurut Mulyadi (2001:18). pekerja tidak langsung dan semua biaya pabrikasi lainnya tidak dapat dibebankan langsung ke pabrik tertentu. Harga pokok produksi menurut metode full costing terdiri dari: • Biaya bahan baku • Biaya tenaga kerja • Overhead pabrik-biaya tetap • Overhead pabrik-biaya variabel 12 .3.3 Biaya pabrik tidak langsung Biaya tidak langsung merupakan biaya bahan tidak langsung.dibayarkan kepada tenaga kerja yang secara tidak langsung menangani pengolahan bahan. Dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi terdapat dua pendekatan.1 Metode pembiayaan penuh (full costing) Metode pembiayaan penuh (full costing) atau sering pula disebut absorption costing atau conventional costing adalah metode penentuan harga pokok produksi.3.3.

maka jika dalam suatu periode overhead pabrik sesungguhnya berbeda dengan yang dibebankan tersebut akan terjadi pembebanan biaya overhead lebih (overapplied factory overhead) atau pembebanan biaya overhead pabrik kurang (underapplied factory overhead). overhead pabrik tetap akan melekat pada harga pokok persediaan produk dalam proses dan persediaan produk jadi yang belum laku dijual dan baru dianggap sebagai biaya (periode harga pokok penjualan) apabila produk jadi tersebut telah terjadi. maka biaya overhead pabrik tetap tidak mempunyai pengaruh terhadap perhitungan laba-rugi sebelum produk dijual. Jadi overhead pabrik yang terjadi baik yang berprilaku tetap maupun yang variabel. dibebankan kepada produk yang diproduksi atas dasar periode yang telah ditentukan pada kapasitas normal atas dasar overhead pabrik sesungguhnya. Namun jika dalam suatu periode akuntansi tidak terjadi pembebanan overhead lebih atau kurang. Oleh karena itu. 13 . Karena overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar periode yang ditentukan di muka pada kapasitas normal.Dalam metode full costing overhead pabrik. Jika semua produk yang diolah dalam periode tersebut belum laku dijual maka pembebanan overhead lebih atau kurang tersebut digunakan untuk mengurangi atau menambah harga pokok produk yang masih dalam persediaan tersebut (baik yang berupa persediaan produk dalam proses maupun produk jadi). masih dianggap sebagai aktiva (karena melekat pada persediaan) sebelum persediaan tersebut dijual. Metode full costing menunda pembebenan overhead pabrik tetap sebagai biaya sampai saat produk yang bersangkutan dijual. baik yang berprilaku tetap maupun variabel.

2 Metode pembiayaan variabel (vaiable costing) Metode pembiayaan variabel (vaiable costing) atau periodic costing atau sering pula disebut direct costing adalah metode penentuan harga pokok produksi. Dengan demikian overhead pabrik tetap dalam metode variable costing tidak melekat pada persediaan produk yang belum laku dijual. 14 . tetapi langsung dianggap sebagai biaya dalam periode terjadinya. konsep ini masih diragukan. yang hanya membebankan biaya-biaya produksi periodik saja ke dalam harga pokok produk. sehingga overhead pabrik tetap dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya.3. Jika metode full costing menunda pembebanan overhead pabrik tetap maka metode variable costing sebaliknya tidak menyetujui penundaan pembebanan biaya overhead pabrik tetap tersebut. Misalnya. penundaan pembebanan suatu biaya hanya bermanfaat juka dengan penundaan tersebut diharapkan dapat dihindati terjadinya biaya yang sama dalam periode yang akan datang. Menurut metode variable costing.3. Tatapi di luar kebutuhan manajemen tersebut. Harga pokok produk menurut metode variable costing terdiri dari: • Biaya bahan baku • Biaya tenaga kerja • Overhead pabrik variabel Dalam metode variable costing overhead pabrik tetap diberlakukan sebagai periode harga pokok produk. Apabila diperhatikan. terutama dalam penilaian aset dan penentuan laba periodic.2. maka metode pembiayaan variabel ini mempunyai keuntungan bagi manajemen untuk membuat keputusan dan juga untuk pengendalian biaya. menentukan penerimaan pesanan khusus.

4 Pengembangan Hipotesis H1: Diduga penggunaan metode variable costing berpengaruh signifikan terhadap Penentuan kebijakan harga jual produk.3.3.5 Kerangka Konsep VARIABLE COSTING → FULL COSTING PENENTUAN KEBIJAKAN HARGA JUAL PRODUK 15 . 2. H2: Diduga penggunaan metode full costing berpengaruh signifikan terhadap Penentuan harga jual produk.2.

sehingga dalam pemilihan alternatif tindakan dan perumusan kebijakan untuk masa yang akan datang manajemen memerlukan informasi untuk menilai berbagai macam kemungkinan yang berakibat terhadap laba yang akan datang. hubungan antara biaya. 3. yaitu : volume produk yang dijual.2. Laba terutama dipengaruhi oleh tiga faktor. dan metode full costing. 16 . Sedangkan variabel – variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode variable costing. • harga jual mempengaruhi volume penjualanr' volume penjualan langsung mempengaruhi volume produksi.1 Identifikasi Variabel Variabel dependen dari penelitian ini adalah variabel penentuan kebijakan harga jual produk. Oleh karena itu dalam perencanaan laba jangka pendek. volume dan laba memegang peranan yang sangat penting.2 Definisi Operasional Dan Pengukuran Variabel 3.1 penentuan kebijakan harga jual produk Ukuran yang seringkali dipakai untuk menilai berhasil atau tidaknya manajemen suatu perusahaan adalah laba yang diperoleh perusahaan. • Biaya menentukan harga jual untuk mencapai tingkat laba yang dikehendaki. • volume produksi mempengaruhi biaya.BAB III METODA PENELITIAN 3. Terlihat jelas ketiga faktor tersebut berkaitan erat satu sama lain. harga jual produk dan biaya.

manajemen memerlukan informasi total harga pokok pesanan yang akan diterima tersebut. dan biaya factory overhead.3.2 metode variable costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi variable ke dalam harga pokok produksi. yang terdiri dari biaya bahan baku.2.3 Metode Full Costing Merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang membebankan seluruh biaya produksi sebagai harga pokok produksi. biaya tenaga kerja langsung. sehingga keputusan yang perlu dilakukan oleh manajemen adalah menerima atau menolak pesanan. Untuk itu memungkinkan pengambilan keputusan tersebut. Dengan demikian harga pokok produksi menurut metode full costing terdiri dari : Biaya bahan baku langsung Biaya tenaga kerja langsung Biaya FOH variable Biaya FOH tetap Harga pokok produksi xx xx xx xx xx + 17 . biaya tenaga kerja langsung. dan biaya overhead pabrik baik variable maupun tetap. yang terdiri dari biaya bahan baku. Maka perhitungan harga pokok produksi menurut metode variable costing adalah sebagai berikut : Biaya bahan bakuu variable Biaya tenaga kerja variable Biaya factory overhead variable Harga pokok produksi xx xx xx xx + Adakalanya produk yang dipesan oleh pemesan telah tebentuk di pasar. 3.2.

2005. Yang bersumber dari data primer dan data sekunder.3. dan sumber lainnya. Bandung. 2. 3. artikel. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik-teknik pengumpulan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini penulis melakukan beberapa hal meliputi : 1. hlm.3 Sumber Data Data yang digunakan digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data kualitatif yang bersifat induktif dalam arti cara menerangkannya dari data ke arah teori (sugiyono. sedangkan data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data (peneliti) atau data yang diambil peeliti sebagai pendukung atas penelitian dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan di pertanggungjawabkan secara ilmiah (Ibid.4 Tempat Penelitian Dalam penelitian yang ingin dilakukan oleh penulis bertempat di Kios Bakso Cak Lan. hal 42). Alfabeta. 3. Teori-teori yang penulis ambil dari berbagai literature Data-data yang diambil dari kios Bakso Cak Lan tempat penelitian Penelasan secara lisan yang penulis terima. Yaitu dengan melakukan studi pustaka melalui buku. Data-data yang digunakan diantaranya adalah 1.”memahami penelitian kualitatif”. observasi /pengamatan langsung 18 . internet. jurnal. 42). Data primer berupa sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (peneliti) atau data yang diperoleh langsung dari lapangan (objek penelitian).

Studi pustaka Salah satu jenis kegiatan yang dilakukan penulis dalam rangka pengumpulan bahanbahan penelitian adalah dengan studi pustaka. Yang merupakan suatu studi dokumentasi dengan cara menelaah buku-buku. Wawancara atau interview Metode ini digunakan untuk mendapatkan informasi secara langsung tentang kebijakan penentuan harga jual produk bakso yang ada di Kios Bakso Cak Lan dimana informasi yang diperoleh adalah dari internal perusahaan yang mengetahui secara jelas bagaimana kebijakan penentuan harga jual produk itu diberikan. 3. 19 . 2. maupun dengan penelusuran melalui internet dan literature-literatur lain yang relevan dengan permasalahan yang akan diteliti oleh penulis.Dimana penulis melakukan pengamatan langsung kelapangan terhadap praktek penerapan kebijakan penentuan harga (marjin) jual beli bakso.

modal yang dikucurkan oleh pemilik sebesar Rp 600. rental komputer dan internet.1 Sejarah Singkat Bakso Cak Lan Kios Bakso Cak Lan ini merupakan salah satu cabang usaha CV Yasmin. atau biaya belanja bahan-bahan bakso sehingga bakso siap dihidangkan untuk konsumen. percetakan.1.000. 20 .BAB IV PEMBAHASAN 4. kios bakso pun dibuka kembali di daerah Bendang Raya. dan fotocopy center. Berkenaan kios Bakso Cak Lan. Selang beberapa minggu kemudian. Modal tersebut merupakan biaya operasional kios. tepatnya di Bendang Raya Ujung yang berdekatan dengan Yasmin bawah.1 Gambaran Umum Kios Bakso Cak Lan 4. sementara usaha yang lain bergerak di bidang jasa yakni digital printing.00. namun kemudian tutup. yang sebelumnya kios bakso telah dibuka di Teluk Dalam berdekatan dengan kantor pusat CV Yasmin. yaitu pada tanggal 9 Januari 2008. sebenarnya kios ini merupakan usaha lanjutan. Bagi CV Yasmin. Untuk mengawali usaha Bakso Cak Lan ini. hanya kios inilah yang bergerak dalam bidang makanan. rental komputer dan internet (salah satu cabang CV Yasmin).

hanya satu pengelola untuk menangani Kios Bakso Cak Lan. yaitu Mas Wahidi. Mas Wahidi menjelaskan. Seperti yang dipaparkan sebelumnya. Sehingga struktur organisasi digambarkan sebagai berikut: Gambar 1 Struktur Organisasi PEMILIK CV YASMIN ↓ PENGELOLA KIOS BAKSO CAK LAN → Garis Perintah Garis Pertanggung Jawaban Dan Pelaporan 21 .1.4. berhubungan langsung dengan pemilik CV Yasmin setiap bulannya.2 Struktur Organisasi Cukup sederhana untuk menggambarkan struktur organisasi Kios Bakso Cak Lan. dalam hal pertanggungjawaban usaha dan laporan keuangan.

penyusun mengkategorikan peralatan tersebut menjadi dua bagian. Bahan Secara umum bahan-bahan untuk pembuatan semangkok bakso bukan suatu hal yang bersifat rahasia. Bahan utama untuk membuat bakso urat yaitu daging yang dicampur urat.4. Alat Berkenaan dengan peralatan yang digunakan pada usaha Kios Bakso Cak Lan ini.3 Bahan dan Alat Produksi a. sawi. Secara terperinci bahan yang digunakan untuk membuat bakso adalah: Tabel 1 Bahan pembuatan bakso No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Keterangan Daging Urat Mie kuning Mie putih Sayuran (toge. pasti mengetahuinya. yaitu alat produksi dan alat/item pendukung. ada rahasia tersendiri bagi para pedagang bakso untuk meracik bumbu-bumbu bakso tersebut.1. Hampir semua penikmat dan penggemar bakso. Hanya saja. seledri. 22 . dll) Saos Kecap Cuka Cabe Bawang goreng Garam Penyedap rasa Bahan penolong (air) b.

Alat produksi tersebut adalah : Tabel 2 Alat Produksi No Keterangan 1 Kompor gas + tabung 2 Kompor 3 Panci air baso 4 Panci masak air 5 Baskom besar 6 Wajan 7 Pisau 8 Talenan 9 Sendok baso 10 Saringan 11 Wadah bumbu Adapun peralatan dan item pendukung yang digunakan adalah : Tabel 3 Alat/item pendukung No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Keterangan Gerobak bakso Rak piring Lap Meja Kursi Mangkok Sendok Garpu Tempat Sendok Gelas Wadah tisu Dispenser Asbak 23 .Alat produksi ini berhubungan langsung dengan proses pembuatan bakso.

000 20. siklus ini dimulai dari belanja bahan-bahan.000 5.000 30. Data Biaya Tabel 4 Biaya bahan-bahan No Keterangan 1 Daging 2 Urat 3 Mie kuning 4 Mie putih 5 Toge.1.000 10. 4.000 2. seledri 6 Saos 7 Kecap 8 Cuka 9 Cabe 10 Bawang goreng 11 Garam 12 Penyedap rasa 13 Biaya giling total Harga 255. hingga kios tutup. sayur.000 24 .4.1. a. buka kios. Dengan kata lain.500 23.500 21.4 Siklus Produksi Asumsi dasar yang penyusun gunakan berkenaan dengan siklus produksi dalam penelitian ini adalah siklus penjualan harian.5 Data Biaya dan Volume Produksi Untuk perlu diketahui. sehingga untuk biaya tenaga kerja ditiadakan.000 21.000 508.000 20.000 4.000 12.000 84. bahwa usaha Kios Bakso Cak Lan ini merupakan usaha yang menggunakan model usaha bagi hasil. penjualan bakso.

000 5.000 40.000 100.Tabel 5 Biaya Peralatan Penyusutan Per Bulan Perhari (Rp) (Rp) 8.042 1.000 30.000 17.333 3.000 2.539.000 75.000 20.000 10.000 475.000 10.333 417 117.000 7.167 3.500 22.333 13.000 200.000 2.333 8.000 35.000 23.000 2.125 729 729 667 1.000 275.000 368.333 15.194 12.000 100.917 833 417 833 833 2.5 1 1 1 1 2 0.00 0 Masa Pakai 5 3 1 1 1 1 1 0.500 5.000 3.5 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 Total Keterangan : *) per tahun dan habis pakai **) metode yang digunakan adalah metode rata-rata ***) kapasitas produksi 500 unit 25 .000 2.500 17.000 275.000 50.500 100.000 50.000 35.000 10.000 5.000 75.917 4.000 5.000 10.500 583 583 4.500 16.667 8.500 Total (Rp) 500.500 4.736 278 440 417 764 139 14 97 28 14 28 28 83 139 111 278 511 104 24 24 22 35 56 278 14 3.000 5.000 10.000 475.000 25.000 100.925 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Keterangan Gerobak bakso 1 Kompor gas + tabung Kompor Panci air baso Panci masak air Baskom besar Wajan Pisau Talenan Sendok baso Saringan Wadah bumbu Rak piring Lap Meja Kursi Mangkok Sendok Garpu Tempat Sendok Gelas Wadah tisu Dispenser Asbak Banyak 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 4 1 6 4 16 30 30 30 4 30 4 1 4 Harga (Rp) 500.000 833 10.000 150.167 417 2.333 50.

055 4.000 150.000 . sehingga HPP total yang dimaksud dalam penelitian ini adalah HPP per hari.500 22.Biaya Penyusutan Total 17.BBM .925 559.000 22.6 Perhitungan HPP Total Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa asumsi dasar yang digunakan adalah asumsi penjualan harian.222 3. Tabel 7 HPP Total No 1 2 Keterangan Biaya bahan-bahan Biaya Overhead Per hari 508.667 100.000 17.1.333 5.Biaya Air 5.Biaya sewa gedung .500 48.980 26 .333 3.222 3.Tabel 6 Biaya lain-lain Per bulan (Rp) No 1 2 3 4 Keterangan Per hari (Rp) Biaya sewa gedung Biaya listrik Biaya Air BBM Total 666.Biaya listrik .000 .

Perhitungannya adalah: 559.980. Perhitungannya dapat dirumuskan sebagai berikut: HPP Per Satuan = HPP Total Harian Jumlah Bakso dalam Satuan Mangkok Sementara.00. 4. Dari data di atas maka dapat diketahui bahwa HPP per satuan pada Kios Bakso Cak Lan adalah sebesar Rp4.00. dapat menghasilkan rata-rata 125 mangkok bakso.480 27 .7 Perhitungan HPP Per Satuan Untuk HPP per satuan yang penyusun maksudkan disini adalah HPP untuk menghasilkan semangkok bakso.980 125 HPP Per Satuan = =4. untuk jumlah bakso yang dihasilkan dengan bahan-bahan yang dipaparkan di atas. sehingga perhitungan HPP per satuan untuk Kios Bakso Cak Lan adalah HPP total harian dibagi dengan jumlah bakso yang dihasilkan dalam satuan mangkok.Dari tabel 7 dapat diketahui bahwa HPP total pada Kios Bakso Cak Lan adalah sebesar Rp559.480.1.

000 Rp. Rp Rp 4. Disinilah peran manajemen perusahaan dibutuhkan dalam menentukan kebijakan harga jual tersebut menerima atau menolak pesanannya.500 x 250 Dikurangi: Biaya bahan baku Biaya listrik Variabel Biaya air Variabel Laba operasi Rp 1. per mangkok. pemilik kios bakso cak lan ini menerima pesanan khusus.000 103.125. fungsi pemasaran dan fungsi administrasi dan umum. Untuk menambah pendapatan. pelanggan tersebut meminta harga Rp 4.500. Perhitungannya sebagai berikut: Pendapatan Rp 4. Seperti contoh kasus dibawah ini: Kios bakso cak lan menerima pesanan dari tetangganya yang mengadakan suatu acara sebanyak 250 mangkok bakso.000 28 . Fungsi-fungi tersebut bagi manajemen.000 2.016. Biasanya pelanggan meminta harga yang lebih rendah daripada harga normal yang ditentukan perusahaan. Apakah penawaran tersebut diterima atau di tolak oleh manajemen kios bakso cak lan. yaitu fungsi produksi. salah satunya adalah sebagai batasan harga jual produk bakso dalam menentukan laba yang diinginkan oleh perusahaan.Dalam perhitungan tersebut menyajikan biaya-biaya menurut hubungan biaya dengan fungsi pokok dalam kios Bakso Cak Lan.000 Rp 1.

Salah satu unit usaha dari CV Yasmin yaitu Kios Bakso Cak Lan yang terletak di Teluk Dalam. Dengan penjualan dengan harga Rp5. dan HPP per satuan atau HPP per mangkoknya adalah Rp4.00 per mangkoknya. Oleh karena perhitungan HPP pun menjadi satu hal penting untuk dilakukan bagi setiap perusahaan.00. setelah dilakukan penelitian sederhana berkenaan dengan perhitungan HPP dengan metode full costing.00. 29 . Kios Bakso Cak Lan masih mendapatkan keuntungan sebesar Rp520.480.BAB V KESIMPULAN Kesalahan dalam perhitungan HPP dapat mengakibatkan penentuan harga jual pada suatu perusahaan menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah.00. telah diketahui bahwa HPP total hariannya adalah Rp559.980.000.

kios bakso cak lan masih mendapatkan laba total sebesar Rp 103. 30 .Sedangkan dalam kasus pesanan khusus kios bakso cak lan menggunakan perhitungan hpp dengan metode variable costing dalam pengambilan keputusannya menerima atau menolak pesanan tersebut. seperti menerima atau menolak pesanan khusus.000.500 per mangkok. Untuk memudahkan penerapan analisis harga jual sebaiknya perusahaan menerapkan metode variabel costing dalam penentuan harga pokok produksinya sehingga dapat dipisahkan biayabiaya yang terjadi secara tegas ke dalam biaya tetap dan biaya variabel. Adanya kapasitas yang menganggur juga menjadi pertimbangan yang penting untuk keputusan jangka pendek.Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa analisis penentuan harga jual penting untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan jangka pendek seperti menerima atau menolak pesanan khusus. Dengan pesanan khusus berjumlah 250 mangkok dengan harga Rp 4.

et al. Akuntansi Biaya : Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok. 1997. diterjemahkan oleh Ancella A. Almilia Spica Luciana 2004. Yogyakarta.1999. PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI “Metode Variable Costing & Full Costing”. Hal: 66-77. Simposium Nasional Akuntansi II Ikatan Akuntan Indonesia.( Desember ) : pp 1202 – 1222 Budi Tutik. Hermawan. Penerbit Erlangga Supriyono. “Penentuan harga jual cost plus pricing dengan metode full costing 31 . Hilmi utari. 2006. Akuntansi Manajemen jilid 2.” PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) DENGAN METODE FULL COSTING”. BPFE YOGYAKARTA. Simposium Nasional Akuntansi VII. Jakarta. 2004.DAFTAR PUSTAKA Hansen dan Mowen.

wingko babat cap Gading di Gading Kidul Surakarta”.( Desember ) : pp 897 – 910 32 . Simposium Nasional Akuntansi VII.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->