Pedoman untuk Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi

Buku Saku

Kebijakan Mutu dan K3 PT Jasa Marga (Persero) Tbk. sebagai perusahaan jalan tol yang memiliki visi menjadi perusahaan yang modern dalam bidang pengembangan dan pengoperasian jalan tol, berkeyakinan bahwa Mutu Hasil & Proses Kerja, Mutu Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Mutu Etika berusaha, termasuk pengelolaan lingkungan adalah syarat utama bagi tumbuh dan berkembangnya perusahaan secara berkelanjutan. Oleh karena itu perusahaan menerapkan suatu sistem manajemen mutu, keselamatan dan kesehatan kerja. serta pengelolaan lingkungan, dengan tujuan agar perusahaan menghasilkan produk bermutu tinggi, yang memberikan kepuasan pelanggan melebihi harapannya, melalui suatu proses kerja yang bermutu dan beretika, serta melindungi karyawan, pelanggan, aset, mitra kerja dan lingkungan dari dampak negatif yang mungkin terjadi. Sehubungan dengan hal itu dibuatlah suatu Kebijakan Mutu dan K3 sebagai berikut: 1. Mutu harus diartikan sebagai mutu secara menyeluruh, yaitu Mutu Produk/Jasa, Mutu Proses yang tercermin pada konsistensi dan efisiensi cara kerja, Mutu Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Mutu Etika Usaha yang meliputi juga kepedulian terhadap Lingkungan dan seluruh pemangku Kepentingan. 2. Semua aspek mutu harus memiliki standar yang diketahui dan dimengerti seluruh karyawan perusahaan.

3. 4.

Penerapan manajemen mutu merupakan tanggungjawab direksi, manajemen dan seluruh karyawan serta juga mitra usaha perusahaan. Untuk terus meningkatkan daya saing perusahaan, standar mutu harus terus ditingkatkan dengan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Pengantar Buku Saku PT Jasa Marga (Persero) Tbk. berkeyakinan bahwa sasaran nihil kecelakaan dan sakit akibat kerja dapat dicapai dengan cara-cara yang sistimatis dan petunjuk sederhana lewat sebuah buku saku yang bisa dibawa dan setiap saat dimanapun bisa dibaca. Buku Saku ini berisi Pedoman untuk Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi terkait dengan pekerjaan pengadaan jalan Tol baru ataupun penambahan, pelebaran, dan perbaikan serta pemeliharaan jalan Tol. Buku Saku ini dapat digunakan oleh siapapun yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi diatas baik sebagai petugas/ pengawas/penanggungjawab kegiatan proyek konstruksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, Kontraktor serta untuk kegiatan swakelola. Buku Saku ini berisi petunjuk-petunjuk sederhana yang harus dilakukan seperti persiapan pribadi, pekerjaan, bahan, peralatan dan metode kerja yang aman dn selamat. Didalamnya juga termasuk K3 untuk banyak macam jenis pekerjaan konstruksi, uraian dalam bentuk kalimat dan perintah sederhana dan gambar/foto yang dapat membantu pemahaman pembaca terhadap apa yang salah dan benar dalam sikap/perilaku/kondisi yang dapat berakibat celaka dan sakit. Buku Saku ini ditutup dengan lembar akhir berisi pernyataan paham dan bersedia menjalankannya bagi pemilik buku, sebagai bentuk tanggungjawab dan kepedulian terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi. Selamat Menggunakan………. Unggul Cariawan Kepala Biro Manajemen Mutu dan Risiko

Direksi bertanggungjawab untuk memastikan agar Kebijakan Mutu dan K3 ini disosialisasikan, diimplementasikan dan ditinjau efektifitasnya secara berkala. Jakarta, 22 Juli 2010

Catatan: SK Direksi PT Jasa Marga Nomor: 129/KPTS/2010

Sadar. Pekerjaan Pengecoran/Pengerasan Beton 11. Fasilitas Umum 4. 3. Pengoperasion Tower Crane 18. Penggerindaan 25.Daftar Isi Kebijakan K3 PT Jasa Marga (Persero) Tbk Pengantar Daftar Isi 1. maka saya berusaha untuk cari tahu. Bekerja di Ketinggian 19. Pengangkatan Beban secara Manual 15. Senang. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan 29. Kecerobohan dan kelalaian sebab utama kecelakaan kerja. Pencegahan Bahaya Kebakaran 26. Lift Penumpang 16. Penanganan Material Berbahaya 14. Kebersihan dan Kerapihan 5. Periksalah alat-alat sebelum dipergunakan. Alat Pelindung Diri 3. Bekerja di Air 13. Pengelasan 24. tidak ada keraguan saya saat ini ? 5. Pemadatan agregat/aspal 10. Perancah 21. Hindarilah kecelakaan kerja. Kesiapan Pribadi (mental dan phisik) 2. SLOGAN K3 1. Penghamparan. adanya potensi bahaya disekitar saya ? 6. Pengoperasian Crane 17. berusaha berubah hingga saya menjawab “ya” untuk siap mulai bekerja hari ini. Alat Pelindung Diri yang saya gunakan sesuai untuk mengatasi potensi bahaya ? 7. Jenis Pekerjaan yang perlu Ijin Kerja 6. Pekerjaan Pengelupasan. 6. Sehat. telah saya pahami ? 8. Bekerja di Ruang Terbatas 22. Prosedur dan Cara Kerja yang aman. Pastikan kerjaan anda benar. 1 2 4 5 6 8 10 13 15 16 17 20 21 22 24 25 26 27 29 30 33 34 36 37 39 41 43 50 57 Kelengkapan Alat Pelindung Diri 1 . Rambu-rambu K3 28. Bersyukur atas nikmat yang saya terima ? 2. Pengoperasian Alat Berat Mekanis 9. Pikirkanlah kesehatan dan keselamatan sebelum bekerja. Bekerja di Galian / Penggalian 12. tidak emosi saat ini ? 4. Lembar Pemahaman dan Kesediaan KESIAPAN PRIBADI (MENTAL dan FISIK) Sebelum memulai pekerjaan. Jika ada yang saya jawab “tidak”. Berhubungan dengan Aliran Listrik 23. keluarga anda menunggu dirumah. Tenang. 4. Tangga Kerja 20. Jika semua pertanyaan diatas saya jawab “ya” maka saya boleh memulai pekerjaan hari ini 9. Perkakas Tangan 27. apakah saya : 1. Akses Kerja di Proyek 7. 2. kondisi badan saya saat ini ? 3. Bekerja di Lajur Jalan Tol 8. 5. Mulailah kesehatan dan keselamatan dari lingkungan terdekat.

Safety Briefing oleh kontraktor dilakukan sebelum pekerjaan dimulai Alat pelindung diri selalu tersedia di dekat pintu akses proyek 2 3 . Terdiri dari: 1. diterpa panas dan hujan 2. benturan benda keras.ALAT PELINDUNG DIRI Alat pelindung diri harus sesuai dengan potensi bahaya yang dapat terjadi dan kualitas standar yang ditetapkan. Safety belt/ harness Melindungi dari bahaya jatuh dari ketinggian kerja diatas 2 meter dan sekeliling bangunan. benda tajam/kasar. udara terkontaminasi. Safety Shoes/Pelindung kaki Melindungi kaki dari benda tajam. tersandung benda keras. Helmet/Topi/Pelindung kepala Melindungi dari kejatuhan benda. asap. 5. debu. dengan batas kebisingan diatas 85 db. 6. Sarung Tangan/karet/kulit/kain/plastik Melindungi tangan dari bahan kimia yang korosif. cipratan cairan berbahaya 4. lincir dan berlumpur. tidak dapat berenang. menjaga kebersihan bahan. 8. tenggelam. Earplug/Pelindung telinga/Earmuff Melindungi dari suara yang menyakitkan terlalu lama. partikel beterbangan. Masker Mulut/hidung/oksigen Melindungi dari pekerjaan yang menggunakan bahan/serbuk kimia. 7. disesuaikan dengan jenis bahayanya 3. tekanan dan pukulan. kadar oksigen kurang. Jaket pelampung Melindungi dari bahaya jatuh keair. tersengat listrik. radiasi. silau. lantai yang basah. serbuk terpental. Safety Glasses/ Kaca mata/Kedok Las Melindungi dari sinar las.

4 5. 6. semuanya yang dapat membahayakan Jumlah bahan/material yang tersedia di lapangan untuk digunakan hari ini tidak berlebihan. 2. selama kerja dan setelah jam kerja Alat kerja. minyak. bau dan lainnya yang sejenis Tersedia dan terpasang rambu peringatan seperti “JAGALAH KEBERSIHAN” Ada tempat tersendiri untuk pekerja yang merokok. kawat/besi menonjol. harus ada jadual dan pembersihan yang rutin Air bersih dan Toilet yang selalu tersedia 4. tempat ganti pakaian dan penyimpanan pakaian yang aman Tersedia tempat untuk beribadah dan dilengkapi sarana yang dibutuhkan Tempat kerja memiliki ventilasi/lubang angin sirkulasi udara untuk menekan bahaya debu. perkakas lainnya yang digunakan tidak boleh merintangi dan membahayakan akses kerja dan disimpan setelah selesai jam kerja Tempat sampah sesuai jenis sampah dan volume yang terjadi. 8. 6. material yang berserakan harus dirapihkan baik sebelum. terpisah dengan tempat umum lainnya. potongan logam yang tajam. 3. 3.FASILITAS UMUM 1. Tersedia air minum untuk pekerja. 2. Tempat Kerja yang licin karena air. 5. Bahan. 5 . 4. 7. uap. 7. Denah lokasi tempat fasilitas umum tersedia dan dipasang agar mudah dilihat dan dibaca oleh semua pekerja dan yang berkepentingan Ada tempat istirahat dan tempat makan serta jumlah toilet yang memadai bagi pekerja Ada tersedia bak air bersih dengan ukuran cukup untuk cuci tangan demi menjaga kebersihan KEBERSIHAN dan KERAPIHAN 1. selalu dibersihkan dan dikumpulkan serta siap diangkut keluar proyek Sampah tidak boleh dibiarkan menumpuk. atau zat lainnya harus segera dibersihkan Semua orang wajib menyingkirkan paku yang berserakan. agar tidak mengganggu dan membahayakan akses kerja (selebihnya dikembalikan ke gudang umum). asap.

sempit. 11. gorong-gorong 6 Pastikan mendapatkan persetujuan dari pimpinan proyek 7 . 4. 9. 6. bongkar. 3. Bekerja diruang terbatas (confined area). pindah perancah (scaffolding) Memindahkan barang/benda berat Pekerjaan pembongkaran Bekerja diluar jam kerja normal tanpa pengawas Penggalian lebih dari 2 (dua) meter Bekerja di ketinggian Pastikan memiliki surat ijin untuk bekerja Menjaga tempat bekerja selalu bersih dan rapih JENIS PEKERJAAN YANG PERLU IJIN KERJA Beberapa jenis pekerjaan yang memerlukan Ijin kerja khusus seperti pekerjaan yang belum pernah dilakukan dan beberapa contoh dibawah ini : 1. 7. 5.2. 8. pembersihan. 10. Mencabut paku dari sisa kayu Hindari genangan untuk menghindari terpeleset Bekerja terkait dengan pemeliharaan. 12. bersinggungan langsung dengan jalan Tol yang sedang digunakan Menggunakan bahan kimia berbahaya Menggunakan bahan mudah terbakar Menggunakan bahan mudah meledak Bekerja berhubungan dengan listrik Bekerja dengan cara menyelam Pasang. 13.

Jalan dan jalur lintas pekerja diberi batas dan pengaman serta tanda peringatan yang jelas. Lubang yang terbuka diberi tutup sementara dan ada tanda peringatan agar pekerja berhati-hati dan tidak terperosok Material dan peralatan yang berada di jalur lintas pekerja harus dipindahkan (harus bebas.AKSES KERJA DI PROYEK Akses kerja adalah area kantor proyek. 7. area yang dikerjakan dan akses/jalur yang menghubungkan ketiga-tiganya. terutama yang bersinggungan dengan pengguna jalan Tol dan atau masyarakat umum 8 9 . 6. Ada batas atau tanda peringatan atau pagar yang memberi tanda area kerja kantor proyek. 5. 3. baik untuk rutin dan darurat di kantor proyek serta terjaga dengan baik 2. Direncanakan dan disiapkan terlebih dulu sebelum digunakan. pabrikasi area kerja lapangan dan jalur/akses penghubung terhadap area umum masyarakat 4. Tersedia pintu masuk dan pintu keluar. area pabrikasi. bersih dan tidak licin) Penerangan yang cukup baik siang (jika gelap) maupun malam pada jalur lintas pekerja. 1. lampu pembatas antara area kerja proyek dan jalur Tol yang sedang dimanfaatkan pengguna jalan Tangga kerja yang memadai dan aman untuk akses dan jalur pekerja pada kondisi area kerja yang curam/terjal dan tinggi.

sisa. tidak dapat menduga gerakan tersebut 6. Pengemudi dilarang melakukan manuver/berputar balik/berlawanan arah yang menyebabkan pengguna jalan Tol terperanjat. pemeliharaan dan pembersihan. tanda darurat 3. bergerak maju ke depan mengikuti arus lalu lintas 4. 5. mobilisasi pekerja harus menggunakan kendaraan tertutup 2. sampah yang menempel pada kendaraan harus dibersihkan sebelum menuju/ dari jalur Tol Urutan memasang rubbercon: dimulai dari paling belakang. 1. kaget. 7. Semua pekerja/tamu harus memakai rompi yang berwarna terang dari/menuju jalur Tol (pekerjaan penambahan/pelebaran) dan selama berada/ bekerja ditempat ini Penerangan yang cukup baik siang (jika gelap) maupun malam pada jalur lintas pekerja. pembatas antara area kerja proyek dan jalur Tol yang sedang dimanfaatkan pengguna jalan Jumlah bahan/material yang tersedia di lapangan untuk digunakan hari ini tidak berlebihan. lampu 10 Urutan mengambil rubbercon: dimulai dari paling depan. agar tidak mengganggu dan membahayakan akses kerja (selebihnya dikembalikan ke gudang umum) Kotoran.BEKERJA DI LAJUR JALAN TOL Jalan Tol yang sedang dimanfaatkan oleh pengguna jasa tetap harus berfungsi baik dan aman walaupun pada saat yang sama sedang ada pekerjaan konstruksi pelebaran. penambahan. Kendaraan/mobil angkutan yang digunakan dari/menuju jalur Tol (pekerjaan penambahan/ pelebaran) harus laik jalan dan dilengkapi lampu hazard. bergerak mundur ke belakang melawan arus lalu lintas 11 . Akses kerja dari/menuju jalur Tol (pekerjaan penambahan/pelebaran/pemeliharaan).

wheel loader. yang menyangkut keselamatan: rem. kaca spion. Hal yang perlu dipahami dan disikapi adalah : 1. bulldozer. gerakan lengan. kemudi. motor grader. dump truck dll. Setiap persiapan pengoperasian alat harus dilakukan uji coba tanpa beban lebih dulu.PENGOPERASIAN ALAT BERAT MEKANIS Peralatan berat mekanis umumnya seperti : excavator. ada inspeksi dan dinyatakan oleh Mekanik/petugas yang kompeten serta alat dijalankan operator mempunyai kompetensi (SIO) yang masih berlaku Gunakan alat berat dengan penuh rasa tanggung jawab Alat berat bukan untuk mengangkut manusia 8.lampu sein jika semuanya baik maka boleh beroperasi 13 . pneumatic tire roller. vibro roller. gigi. Kelaikan Peralatan Berat Mekanis. 12 2. alarm dan tanda mundur. Pekerja harus menghadap berlawanan dengan arah kendaraan pengguna jalan Tol (tidak boleh membelakangi karena berbahaya) dalam menjalankan pekerjaannya seperti pemeliharaan dan perbaikan tepi jalan Tol.

Tertabrak lalu lintas kendaraan. b. PEMADATAN AGREGAT/ASPAL 1. maka Operator harus bekerja/bergerak searah (tidak berlawanan) supaya tidak terperanjat. PENGHAMPARAN. kaget. b. Jika bekerja pada jalur lintas Tol (baik pelebaran / penambahan) dimana ada pengguna jasa layanan Tol. Potensi bahaya yang perlu diperhatikan adalah: a. c. d. pekerja terlalu dekat. 9. 2. Tertimbun pada saat dump truck menurunkan agregat. Terperosok akibat tanah di pinggir bahu ja lan tidak stabil. mesin dalam keadaan mati. posisi alat harus aman: gigi netral. Barikade/rambu/tanda pembatas antara area kerja dan area luar yang aman bagi pekerja disekitarnya Tidak boleh mengisi bahan bakar saat mesin hidup dan tidak boleh ada pekerja yang duduk/ berdiri diatas platform/kabin/disebelah operator Jika bekerja malam hari harus ada penerangan yang cukup. jika tidak maka harus ada pemandu operasi alat. e. termasuk jika bekerja diarea yang sempit dan padat lalu-lintasnya 7. PEKERJAAN PENGELUPASAN. 5. tidak dapat menduga gerakan tersebut Saat selesai operasi. Terluka oleh mesin penghampar (Grader). 4. bucket diturunkan. 14 15 . (dalam jarak aman dari pengguna jalan Tol) Terpasang tanda peringatan untuk tidak boleh istirahat didalam dan disekitar alat baik bagi operator atau pekerja lainnya. demikian pula jika siang hari namun gelap Operator harus dapat melihat jelas area tempat kerja. Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan : a. Penyiraman terhadap agregat yang telah dihampar sebelum ditutup. Pemasangan rambu-rambu dan petugas pengatur lalu lintas. 6.3. ruang kabin dan panel dalam keadaan tertutup. Iritasi pada kulit dan paru-paru akibat debu agregat yang kering. 8. parkir ditempat yang ditentukan.

Penimbunan material harus di tempat yang aman atau material agar segera di hampar d. Terluka oleh mesin pemompa beton. sarung tangan dan kacamata safety a. Lakukan uji stabilitas tanah dilokasi galian dan lingkungan sekitar rencana galian Ada tanda/patok yang jelas untuk instalasi yang Gunakanlah alat pelindung diri safety boots. h. PEKERJAAN PENGECORAN/PENGERASAN BETON Potensi bahaya yang perlu diperhatikan adalah : d. Terluka oleh ambruknya beton yang sedang mengeras akibat getaran. 2. f. 16 Framework untuk lahan kerja Proteksi dinding galian 17 . Iritasi kulit dan mata akibat percikan adukan semen. c. Terluka atau celaka akibat papan acuan pengecoran tidak kuat atau rusak. Terluka mesin penghampar dan pengaduk beton. g. Dilakukan pemeriksaan stabilitas tanah terutama pada pinggir bahu jalan. e. bahan kimia atau pembebanan. b. Terluka oleh mesin penggetar ketika pengecoran dilakukan. Terluka oleh mesin Water Tanker. i. Terluka akibat percikan beton saat penuangan beton dari bak muatan.c. BEKERJA di GALIAN/PENGGALIAN 1. Terluka akibat papan lantai kerja sementara roboh.

Drainase untuk mengalirkan air d. pipa air bersih. diperlukan pengaturan kerja khusus agar tidak membahayakan. Barikade/rambu/tanda pembatas antara galian dan diluar galian Menumpuk hasil galian diatas permukaan minimum berjarak 0.3. pipa gas. Jika menggunakan alat berat. kabel telepon. banjir. Proteksi jaringan/kabel/pipa di lokasi galian 4. 6. Tangga kerja pada galian yang dalam lebih dari 2 (dua) meter dan berjarak terjauh dari pekerja 8 (delapan) meter h. Proteksi kemungkinan adanya gas beracun f. Jarak urukan minimal 50 cm dari galian 5. Gunakan boots karet dalam bekerja di tempat yang becek Penahan dinding galian OK 18 19 . Proteksi kemungkinan kekurangan udara segar/oksigen g.6 meter dari tepi galian Ada inspeksi rutin oleh petugas pengawas dan inspeksi khusus keadaan setelah hujan. gempa dan keadaan alam lainnya. pipa minyak. Terpasang Framework untuk lahan kerja b. e. pengamanan dan kordinasi pihak terkait Ada sistim perlindungan dari bahaya longsor : a. sudah ada seperti kabel listrik. Proteksi dinding galian c.

PENANGANAN MATERIAL BERBAHAYA Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat. Tanda peringatan bagi pekerja dan terhadap bahan berbahaya dan beracun. air pasang Ada perahu/boat dan pengemudi yang kompeten untuk tindakan penyelamatan dalam keadaan darurat APD yang sesuai seperti pelampung dan peralatan lain yang selalu diperiksa setiap 3 (tiga) bulanan. terpasang dan mudah dibaca 4. kedinginan. 4. untuk memberikan keyakinan diri pekerja. Alat pelindung diri yang sesuai dengan potensi bahaya dan racun. Pelatihan penanganan keadaan darurat jika terjadi kecelakaan atau kejadian penting yang menyangkut bahan berbahaya beracun 5. bahan kimia. penggunaan dan pemusnahan (jika ada) untuk bahan/material berbahaya 2. sesuatu yang dengan sendiri atau bercampur. penyimpanan. instalasi. penerimaan. lingkungan kerja. Potensi bahaya telah di identifikasi seperti contoh: tenggelam. Perhatikan peringatan bahaya dan alat pelindung diri yang sesuai untuk bekerja pada penanganan material berbahaya 20 21 . binatang berbahaya. Memastikan pelatihan menggunakan life jacket dan berenang menuju perahu/boat penyelamat. sangat reaktif dan mudah meledak. Pelihara tempat Penyimpanan yang aman serta suhu yang sesuai 3. Penangananya sebagai berikut : 1. terseret arus. 2. akibatnya berbahaya terhadap manusia.BEKERJA di AIR 1. Golongan : beracun. Pelajari prosedur pengiriman. 3.

seolah-olah duduk dan siap mengangkat c. Pertahankan barang dekat dengan tubuh pada saat membawa dan memindahkan h. Kemampuan maksimum pekerja dalam mengangkat beban dipundak secara manual seberat 50kg. membahayakan. periksa dan goyangkan sedikit e. Jangan melakukan gerak melintir pada waktu mengangkat beban g. 2. Pegang barang kuat-kuat. serta pekerja menggunakan sepatu dan sarung tangan yang sesuai Menjaga dan memelihara posisi tubuh dalam memindahkan barang seperti langkah berikut : Pastikan badan tetap tegak ketika mengangkat beban 22 23 . Jaga punggung tetap lurus. tetapi miring kedepan secukupnya untuk lengan dapat mengangkat beban kearah vertical d. Tarik nafas dalam-dalam. angkat dan luruskan kaki dan tubuh serta gerakan lengan yang nyaman f. ukurannya. a. Tekuk lutut separuh. stabilitasnya.PENGANGKUTAN BEBAN SECARA MANUAL 1. Kaki pada posisi kuda-kuda (jarak 30-40cm) dengan satu kaki didepan kaki lainnya b. sifatnya dalam mengangkat dan memindahkannya harus menggunakan alat angkut yang sesuai Jalur atau lintasan yang dilalui pekerja dipastikan bebas dari rintangan dan hal lain yang 3. sedangkan ditangan hanya 15kg Berat beban lebih dan bentuknya berbahaya. Menurunkan/meletakan barang sesuai dengan gerakan semula (pembalikan gerak) Memperhitungkan dan menyesuaikan beban yang akan dibawa 4.

PENGOPERASIAN CRANE 1. 3. 5. 6. kondisi tanah cukup kuat dan rata menanggung beban crane. indicator pada panel. jika baik maka boleh beroperasi Saat pengoperasian. 3. Kelaikan pakai peralatan dan perlengkapan lift mempunyai ijin Depnaker serta dijalankan hanya oleh operator mempunyai kompetensi Maksimal beban/orang dan Tanda/kartu/log tercantum atau tertulis pada lift dan dapat dibaca dengan jelas Jembatan penghubung (landing gate) antara platform dan lantai bangunan harus rata dan lebar minimum sama dengan pintu sangkar lift dan dilengkapi hand rail Tersedia tanda peringatan/larangan baik bagi operator dan pengguna lift dan dapat dibaca dengan jelas Alat Pelindung Diri untuk operator : Helm. melepas kait dengan sling harus dipastikan Jika menggunakan mobil-crane : pastikan kaki penahan (outrigger) digunakan saat mengangkat beban Tersedia pagar pembatas/area aman untuk radius swing bagi siapapun yang berada disekitar crane Ada petugas pemandu operasi crane yang 2. 4. Sepatu dan sarung tangan tersedia dan digunakan Pintu lift/hoist selalu tertutup selama saat operasi naik/turun.LIFT PENUMPANG 1. 5. 6. 2. 4. Kelaikan pakai telah dinyatakan oleh mekanik serta dicoba dan dijalankan hanya oleh operator mempunyai kompetensi (SIM-P) yang masih berlaku Setiap persiapan pengoperasian Crane harus dilakukan uji coba seluruh gerakan. Lift manusia yang digunakan dalam proyek Pastikan tali/sliding dan rantai cukup kuat untuk mengangkat beban 24 25 .

ruang kabin dan panel dalam keadaan tertutup. 3. serta alat pelindung diri yang sesuai.7. matikan breaker dan pasang travel lock pada roda Ada petugas pemandu operasi TC dibawah yang kompeten menggunakan isyarat tangan dan alat komunikasi (HT) (kebisingan dan jarak pandang dapat mengganggu). 6. platform. 1. 5. tali pengaman. posisi jip harus searah dengan arah angin. Pekerja berada di daerah terlindung dan cukup jauh dari gerak crane. memasang tanda peringatan untuk tidak beristirahat di dalam dan disekitar crane. posisi trolly diatas dan dekat kabin. tidak diperkenankan menarik beban kearah samping dan jika bekerja malam 26 2. Peralatan kerja yang sering digunakan : railing. Kondisi pekerja harus sehat dan tidak ada rasa PENGOPERASIAN TOWER CRANE 1. Pastikan selalu ada komunikasi antara operator crane dan petugas dibawah. BEKERJA DI KETINGGIAN Bekerja diketinggian. Gunakanlah carabiner apabila bekerja di ketinggian 27 . wajib memeriksa peralatan kerja dan mental phisik dan ketrampilan pekerja. 4. kantong perkakas. sambungan listrik dalam keadaan mati. kompeten menggunakan isyarat tangan (kebisingan sangat mengganggu) Saat selesai operasi. hari harus ada penerangan yang cukup Saat selesai operasi. jika baik maka boleh beroperasi Saat pengoperasian. Kelaikan pakai peralatan dan perlengkapan lift mempunyai ijin Depnaker serta dijalankan hanya oleh operator mempunyai kompetensi (SIO) yang masih berlaku Maksimal beban dan tanda tercantum atau tertulis pada lengan TC dan dapat dibaca dengan jelas dari bawah Setiap persiapan pengoperasian TC harus dilakukan uji coba tanpa beban. tidak boleh menggantung beban.

4. 2. Bahan tangga harus kuat dan jika menggunakan kayu tidak boleh dicat karena menutup tanda dan gejala keretakan Tangga dengan kemiringan 30-50 derajat. safety belt/harness dikaitkan Platform harus kuat dan bersih serta diberi railing/ pembatas yang sanggup menahan benturan/ dorongan minimal 100kg Pastikan carabiner terpasang dengan baik untuk melindungi pekerja dari risiko jatuh TANGGA KERJA Tangga kerja (sementara) diperlukan untuk jalur lalu lintas pekerja ke tempat yang lebih tinggi (beda elevasi 60cm sudah harus ada anak tangga) Jangan ada lubang/celah melebihi ukuran kaki pekerja 1.2. Jika ada lubang yang melebihi besar telapak sepatu pekerja makan harus ditutup Jaring pengaman harus dipasang jika dipersyaratkan dan dipandang perlu Penumpukan material sementara harus dibatasi bebannya dan disusun sedemikian rupa agar tidak mudah jatuh dan masih menyisakan ruang bekerja yang cukup. 28 3. dan menggunakan APD yang sesuai seperti helmet. 5. 4. sepatu. atau perbandingan vertical 4 dan horizontal 1 Harus dipasang railing/pegangan setinggi 120cm jika anak tanggal minimal 4 (empat) atau lebih panjang dari 80 cm Jarak antara anak tangga 25-35cm dan tinggi tanjakan 17-22cm serta tapak tangga berukuran lebar 23-30cm Kemampuan beban tangga minimal 2 (dua) kali 29 . 3. takut atau trauma ketinggian. 5.

beban yang ditumpunya dan pastikan tumpuan tangga stabil dan ada penahan geseran pada kaki-kakinya Tidak boleh naik tangga dengan cara mundur atau muka menatap kearah bawah tangga c. e. dengan melalui uji coba/pelatihan terlebih dulu. Kondisi tanah atau dudukan rata dan pipa support mampu mendukung beban 4 (empat) kali lipat. Pemasangan harus diawasi oleh ahli perancah hingga selesai c. pembuatan/bahan. Platform/papan harus kuat dari bahan yang sama dan rata. Pengunci atau clam berfungsi baik d.6. cacat permukaan. 2. Perancah perlu perencanaan. jika menggunakan papan kayu maksimal mata kayu yang diperbolehkan hanya 2 (dua) buah dan tidak boleh dicat. pemasangan dan pemeriksaan dan penyimpanan serta pengesahan oleh petugas ahli perancah Bahan yang akan digunakan harus melalui pemeriksaan : a. Pemasangan perancah harus melalui tahapan : a. Perancah bukan merupakan tangga kerja. Tumpuan terakhir anak tangga dengan bagian atas bukan sebagai pijakan. 8. b. PERANCAH 1. Tersedia tangga untuk menuju lantai kerja diatasnya. 7. Kualitas dan jaminan produk sesuai ukuran dan beban yang dikeluarkan pabrikan atau rencana awal. bengkok 30 3. Jika ketinggiannya mencapai 4 (empat) kali maka harus ada pengikatan/support pada bangunan atau tiang untuk menjaga kestabilan 31 . maka harus dilebihkan minimal 1 meter Ada tanda peringatan dan tanda pengesahan bahwa tangga memang layak digunakan oleh pengawas kerja. Bebas dari keretakan. lengkap dengan menggunakan APD b. Perijinan dan sesuai dengan gambar kerja.

tangki. Tidak boleh menaiki perancah lewat crossbrace/silang d. yang terakhir harus melebihi support minimal 15cm Pengunaan perancah. dll Gunakan tali untuk orang yang bekerja di tempat tertutup Perhatikan kemungkinan bahaya apa saja yang mungkin terjadi pada tempat tertutup Jangan mendorong / memindahkan perancah jika ada orang diatasnya Pastikan roda terkunci Tali 32 33 .4. 5. Pengertian ruang terbatas (confined space) adalah : a. gempa bumi atau getaran yang menyebabkan kestabilan berubah Dipasang jaring pengaman sekeliling perancah untuk pengamanan tambahan BEKERJA di RUANG TERBATAS 1. kurang ventilasi dan oksigen d. Ruang kerja yang tidak direncanakan atau tidak diperkirakan atau tidak diharapkan sebelumnya b. Bebas dari instalasi listrik karena umumnya percancah dari bahan logan c. pipa. Diperiksa ulang jika terjadi angin kencang. Terbatas area saat masuk ataupun saat keluar bagi pekerja c. ruang pendingin. d. Papan platform dipasang rapat. Ada label/kartu yang digantung menyatakan perancah boleh digunakan oleh ahli perancah b. silo. Contohnya : lubang/sumur/terowongan. Dipengaruhi oleh suhu udara. yang harus diperhatikan : a. tangga putar. Ada kemungkinan terkontaminasi zat/gas bebahaya e. saluran pembuangan.

5. 4. mendapatkan kode. 8. BERHUBUNGAN DENGAN ALIRAN LISTRIK 1. 2. tali. 7. 3. pastikan aliran listrik putus/dimatikan. Memasang blower/fan untuk udara segar masuk dan adanya ventilasi atau aliran udara keluar Tidak boleh bekerja sendirian. tangga. jika terkelupas segera perbaiki (dibungkus dengan bahan isolator Aliran udara segar Gunakan tali untuk orang yang bekerja di tempat tertutup 6. 4. 3. menjaga. alat komunikasi. dalam arti harus ada pekerja lain yang mengawasi. alat pelindung diri sesuai dengan potensi bahaya yang diperkirakan Diadakan pelatihan terlebih dulu sebelum dinyatakan mampu dan diijinkan bekerja pada area terbatas tersebut. 5. Ada alat penangkal petir pada lokasi kerjja yang terbuka atau tinggi Tangan dan kaki tidak dalam keadaan basah saat bekerja yang berhubungan dengan instalasi listrik 34 9. Ukuran dan kualitas kabel sesuai dengan kebutuhan atau tenaga listrik yang dihasilkan Tanda peringatan pada setiap instalasi yang mengandung risiko voltase tinggi Saat memperbaiki instalasi listrik. pastikan aliran listrik dalam keadaan mati/putus dan dipasang label “jangan dikontak/dihidupkan” agar yang lain tahu Saat selesai pekerjaan.2. Sistem grounding/pentanahan untuk panel dan instalasi listrik terpasang dan bekerja dengan baik Panel listrik dalam keadaan tertutup dan hanya dioperasikan oleh petugas yang ditetapkan (tidak sembarang orang) Kabel listrik dalam keadaan terisolasi. tanda tertentu bahwa pekerja tetap sadar dalam bekerja Penerangan yang cukup. 35 .

. Gerinda adalah salat satu alat yang sering digunakan untuk menghaluskan. jika kosong berikan label “kosong”. meratakan dan bahkan memotong dalam konstruksi. pastikan tidak mudah bergerak apalagi jatuh kebawah 9. 3. 5. pelindung mata. masker muka dan sarung tangan serta sepatu harus digunakan 37 2. 6. Tukang las bersertifikat dan kompeten sesuai dengan tingkat kesulitan pengelasan serta menggunakan APD 8. apalagi jika digunakan ditempat ketinggiian. 4. Mesin las harus dimatikan jika tidak digunakan 10. Alat-alat dan perlengkapan harus dalam posisi stabil saat digunakan. pasir atau serbuk gergaji basah) pada tempat yang mudah dijangkau Jarak tabung oksigen dan acetylin minimum 3 meter 36 Pengawas selalu mengingatkan tersedianya alat pelindung diri dan pengaman kerja PENGGERINDAAN 1. 7. Tidak melakukan pengelasan di daerah yang mudah terbakar dan mudah meledak Kabel grounding/tanah berjarak ideal 3 meter dari lokasi kerja dan mudah dilihat Tabung gas yang berisi harus dalam posisi tegak (tidak boleh digulingkan). Periksa selalu tekanan tabung sebelum digunakan Kawat las yang digunakan sesuai dengan besarnya ampere yang dihasilkan oleh mesin las Alat pemadam kebakaran (tabung. Percikan butiran sisa bahan logam dan api merupakan potensi bahaya utama Instruksi kerja harus diikuti dan dijalankan oleh orang yang telah diuji kemampuannya dalam menggunakan gerinda. 2.PENGELASAN 1. Kabel las tidak boleh dililitkan pada badan tukang las pada saat pengelasan.

periksa kekencangan baut dan alat pelindung mata gerinda terpasang dengan baik.3. ukuran. dan dalam keadaan off. Denah/peta situasi dan posisi Alat Pemadam Kebakaran ada dan orang yang kompeten dalam menggunakan alat tersebut 2. cara-cara komunikasi internal dan eksternal yang melibatkan Dinas kebakaran dan RS (nomor telepon dan pejabat yang harus dihubungi) Keadaan alat pemadam kebakaran selalu siap 39 . panas pada titik nyala api dan oksigen. mata gerinda tidak retak dan tidak cacat Bahan dan lingkungan yang mudah terbakar dan mudah meledak harus dihindari. ada Petunjuk peringatan bahaya kebakaran. PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN Ditempat kerja dan penyimpanan barang yang mempunyai potensi bahaya kebakaran selalu disediakan alat pemadam kebakaran (sesuai dengan jenis. klasifikasi kebakaran) 1. Gunakan alat pelindung diri yang tepat untuk pekerjaan gerinda 5. 4. Memeriksa gerinda sebelum disambung kealiran listrik. Memahami teori dasar api. 5. karena setiap percikan apa dapat menyebabkan kebakaran dan peledakan Alat pemadam kebakaran ringan yang dekat jangkauan kerja petugas. 38 Lokasi aman untuk jalur evakuasi dan tempat berkumpul jika terjadi kebakaran. akan terjadi kebakaran jika pertemuan antara bahan. Sehingga untuk memadamkannya meniadakn salah satu dari ketiga unsur tersebut Denah jalur evakuasi tersedia dan mudah dipahami Tersedia alat pemadam kebakaran disekitar tempat kerja 3. 4.

6. berbahan peledak. obeng. dan yang digunakan secara manual seperti palu. PERKAKAS TANGAN Perkakas tangan adalah semua alat kerja yang dioperasikan langsung dengan tangan yang elektrik. Setiap perkakas diperuntukan sesuai dengan standard penggunaan dan batas kekuatannya. Caranya : setiap tabung yang akan habis masa berlakunya digunakan untuk latihan kebakaran. tang. 1. gergaji tangan dan lain lain. bertekanan udara. catut . jika dipaksakan maka akan cepat rusak dan berbahaya karena patahan dan terpelanting Gunakan alat pelindung diri yang benar Pemadaman / semprotan searah dengan arah angin Karung basahpun bisa digunakan 40 41 . digunakan dan petugas yang kompeten selalu siap bekerja lewat pelatihan keadaan darurat kebakaran dan pemeriksaan berkala Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai pemadam awal kebakaran harus dipahami dan dapat digunakan setiap orang.

jangan dipaksakan jika tidak maka akan cepat rusak (tang bukan untuk mengencangkan baut. ingat kecelakaan hanya butuh sepersekian detik Semua perkakas tangan dibersihkan setelah selesai digunakan pada hari itu dan disimpan rapi. seharusnya menggunakan palu) Alat pelindung diri selalu digunakan.2. (kunci pas bukan untuk memalu atau memukul benda. seharusnya menggunakan kunci pas). yang menggunakan aliran listrik harus dalam keadaan lepas. 5. 42 43 . Setiap perkakas harus diperiksa sebelum digunakan. tidak boleh dilepas walaupun sekejap selama masih aktif menggunakan perkakas. Setiap perkakas diperuntukan sesuai dengan kegunaannya. 4. kemudian dicoba terlebih dulu dalam keadaan tanpa beban atau sasaran obyek RAMBU-RAMBU K3 Mengenal rambu-rambu K3 konstruksi yang sering digunakan Tanda Larangan Jangan memindahkan alat yang sedang bekerja 3.

44 45 .

Tanda Peringatan atau Berhati-hati 46 47 .

Tanda Petunjuk Tanda Wajib Penggunaan APD Pelindung kepala Pelindung kaki 48 49 .

Setelah telentang maka lakukan prosedur pemeriksaan nafas seperti diatas 3) Berikan dua kali nafas efektif dengan cara : a. dan dengarkan suara nafas yang keluar dari mulut korban b. tetap posisi tengadah d. Bila pendarahan bertambah atau terus berlangsung. Jika bernafas tidak normal (satu-satu atau gapsing) dan lemah. kram. Gangguan Pernafasan a. Angkat bagian tubuh yang terluka b. segera kembali dan bantu pernafasan buatan 2) Jika posisi korban tertelungkup. Buka mulut korban. tinggalkan dan cari bantuan. 50 . langkah berikut adalah : 1) Posisikan miring (posisi stabil) untuk memastikan jalan nafas tetap terbuka 2) Segera minta bantuan. Bila korban pingsan. Tutup hidung korban dengan ibu jari dan telunjuk didahi c. Bersihkan luka dengan kapan atau kain bersih yang diberi cairan steril dan menutupnya dengan pembalut c. Rasakan udara yang keluar dengan mendekatkan pipi ke hidung korban c. dan segera bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat Kelelahan a. sebelumnya pastikan tidak ada yang menyumbat mulut korban 2. Tarik nafas anda untuk mengisi oksigen pada paru-paru dan tempelkan bibir anda untuk menutup mulut korban e. pastikan kepala dan punggung tetap lurus. Waktu tidak lebih sepuluh detik untuk memastikan korban bernafas secara normal atau tidak d. Bila kondisi korban masih sadar. Lakukan bantuan pernafasan ulang. Kepala korban ditengadahkan dan dagu ditopang b. telentangkan dan posisi kaki lebih tinggi 20-30 cm 51 3. jika anda sendirian. Lihat gerakan (naik/turun) dada korban. Tiup mulut korban secara perlahan dan teratur sambil perhatikan pekembangan nafasnya seperti orang normal f. Perhatikan posisi turunnya dada korban saat udara keluar dari paru-paru g. sambil memeriksa ulang kondisi pernafasan korban e. diare dan muntah maka berikan larutan ½ sendok teh garam dicampur 1 liter air d. Pendarahan a. Bila korban banyak berkeringat. Jika bernafas normal. Pindahkan korban ketempat sejuk b. lakukan langkah berikut : 1) Minta orang lain mencari bantuan.PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN Beberapa kecelakaan dibawah ini perlu dan dapat diberikan pertolongan pertama seperti : 1. balikan secara perlahan. berikan air dingin c. tetap posisikan bagian tubuh yang luka lebih tinggi dari posisi jantung.

Kirim segera korban ke klinik atau rumah sakit terdekat 5. 8. Tersengat aliran listrik a. Menutup bagian luka dengan kain bersih d. untuk mengurangi rasa panas c. Segera bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat. Menyiram air dingin ke pakaian korban hingga basah saja.e. berikan minum air gula d. Luka Bakar a. Gunakan alat pelindung non logam seperti : kertas Koran. kayu. segera bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat 7. Bila korban sadar. Segera bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat. Patah bagian tubuh a. Menutup anggota tubuh yang terbakar dengan kain bersih yang telah dibasahi. Siram/rendam dengan air dingin selama 10-15 menit b. berikan air minum e. Jika kondisi masih juga belum membaik. Ambil penyanggah bisa kayu atau logam atau lainnya. Berikan minuman air putih e. Serangan Jantung a. peralatan dan kendaraan untuk P3K. karena akan merusak jaringan tubuh. Bagian tubuh kemasukan benda asing Jangan mencoba mengeluarkan benda asing tersebut jika anda tidak yakin. Segera bahwa ke rumah sakit menggunakan ambulance daripada kendaraan pribadi Selalu tersedia petugas. segera bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat 4. segera bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat 6. Amati dan kenali kondisi sekitar yang masih berbahaya. 52 53 . Baringkan korban dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki d. Ikatkan sisi-sisinya agar tulang yang patah disanggah dan menahan rasa sakit c. Bila korban belum membaik. Baringkan korban dengn posisi kepala lebih rendah dari kaki c. 9. bersihkan atau bungkus dengan kain bersih b. matikan aliran listrik. Bila keadaan sebaliknya/pingsan. karet untuk melepas korban dari sumber listrik b. Bila korban sadar. untuk mengurangi luka bakar b. Terkena Petir a. Beri obat penawar rasa nyeri c. lakukan bantuan pernafasan e. Bila korban belum membaik.

Jika korban sadar. Terkena gigitan ular Tetap tenang. ular apa yang mengigit. Longgarkan pakaian korbann dan kendurkan ikat pinggang d. seperti makanan atau minuman yang digunakan atau termakan. Keracunan makanan Segera bawa korban ke klinik atau rumah sakit terdekat. berikan air minum e. 11. Iritasi kena bahan kimia a.b. berikan informasi yang jelas kepda dokter. Lindungi korban dari kondisi kedinginan 10. dan ganti pakaian korban b. 12. Segera basuh kulit yang terpapar bahan kimia dengan air sebanyak mungkin. Jika kondisi parah. yakinkan korban dan segera bawa korban ke klinik atau rumah sakit terdekat. Tetap tenang dan yakinkan korban c. baringkan korban dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki d. berikan informasi yang jelas kepada dokter. Tutup bagian tubuh yang terpapar dengan kain bersih c. Segera bawa korban ke rumah sakit untuk pertolongan lanjutan Petugas yang kompeten dan terlatih selalu tersedia untuk P3K 54 55 .

LEMBAR PEMAHAMAN DAN KESEDIAAN Nama : Pekerjaan : Nomor ID : Jika terjadi kecelakaan hubungi segera : Nama : Nomor Tel : Setelah membaca dan merenungkan buku ini. Tandatangan. saya dapat memahaminya dan berusaha untuk mempelajarinya lebih dalam untuk meningkatkan kemampuan pribadi maupun kelompok kerja saya.. 57 . -----------------------------------------------------------------------Saya Telah Menerima Buku Saku. Jangan sampai kecerobohan merenggut kebahagiaan mereka” 56 Nama ………………. Saya bersedia dengan senang hati untuk menjalankannya demi tanggungjawab dan kepedulian terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Tandatangan ………………. demi keluarga. Pada Tanggal “Keselamatan dan kesehatan anda merupakan doa keluarga yang menunggu di rumah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful