HAK ASASI MANUSIA

Makalah UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Pendidikan Kewarganegaraan yang dibina oleh Bapak Drs. Sugiharto, S.Pd.,

Oleh Kelompok 2 Cucu Dika Ratnasari Devid Purmita Dharul Handri Pranowo Dyan Nur Andyana (100331404578) (100331404576) (100331404575) (100331404574)

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MALANG Oktober 2011

Sugiharto. yang namanya mohon maaf tidak bisa kami sebutkan satu persatu. S. yang selalu aktif memberikan masukan-masukan dan membimbing kami. Semoga makalah ini dapat menjadi sarana belajar dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan khususnya bagi pembaca. 2. Dalam kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rakhmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Hak Asasi Manusia” dalam melengkapi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Oleh karena itu. 4.Pd. kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun agar makalah ini lebih baik lagi. Malang. maka pada kesempatan ini kami dengan rasa hormat menyampaikan terima kasih kepada: 1. Teman-teman offering C program studi Pendidikan Kimia. yang ikut mendukung sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan sangat baik. 18 Okober 2011 Penulis ii ..Serta. serta memberikan motivasi kepada kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. selaku dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Kedua orang tua masing-masing dari kami yang selalu memberikan do’a serta motivasi sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. memberikan bimbingan.. 3.

..................................... E......................... 10 F...... 3 B.................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................... Pelanggaran HAM dan Pengadilan HAM ............. Perkembangan Pemikiran HAM .............................. 12 DAFTAR PUSTAKA iii ................. 2 D.... .............. 12 B........................................................................... Kesimpulan ............. 2 BAB II HAK ASASI MANUSIA A............... ........... Metode Pembahasan ...................... Batasan Masalah ..................... HAM dalam Perundang-undangan Nasional ................ Pengertian Dan Ciri Pokok Hakikat HAM ................. 1 B... iii BAB I PENDAHULUAN A.. ii DAFTAR ISI ................. 4 C...................... 11 BAB III PENUTUP A..................................... Penanggung Jawab dalam Penegakan (respection).................................... Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia ............................................................................................................................................................... Pemajuan (promotion)............................. Perlindungan (protection) dan Pemenuhan (fulfill) HAM ......... Identifikasi Masalah ............................ 1 C..................................................................... 8 D......................... Latar Belakang Masalah.................. Saran ..................................................................................

3 Contoh-contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia 1 .BAB I PENDAHULUAN 1. Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak.2. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini.2.1 Latar Belakang Masalah Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi.1 Pengertian HAM 1.2 Identifikasi Masalah Dalam makalah ini penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut: 1.2 Perkembangan HAM 1.2. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri. Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk membuat makalah tentang HAM. 1. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Maka dengan ini penulis mengambil judul “Hak Asasi Manusia”. kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang lain. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh.

yaitu Penelitian yang dilakukan melalui kepustakaan.3 Batasan Masalah Agar masalah pembahasan tidak terlalu luas dan lebih terfokus pada masalah dan tujuan dalam hal ini pembuatan makalah ini. Penelitian kepustakaan. 2 . maka dengan ini penyusun membatasi masalah hanya pada ruang lingkup HAM. sebagaimana ditunjukan oleh namanya.4 Metode Pembahasan Dalam hal ini penulis menggunakan: 1. 1. pembahasan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok orang tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau lebih (Atherton dan Klemmack: 1982).1. Metode deskritif. mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan lainnya yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti. 2.

1994).2 Ciri Pokok Hakikat HAM Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas.  Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. dalam Teaching Human Rights. United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia.1 Pengertian Dan Ciri Pokok Hakikat HAM 2.  Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB). pemerintah dan setiap orang. yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.1  Pengertian HAM HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia. dijunjung tinggi. dan dilindungi oleh negara. (Mansyur Effendi. sesuai dengan kodratnya (Kaelan: 2002). demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia” 2. hukum.  John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati.1.BAB II HAK ASASI MANUSIA (HAM) 2. dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu: 3 .1.

agama. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis. 2003). o Generasi kedua pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial. hak ekonomi dan hak politik. politik dan budaya. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih. dibeli ataupun diwarisi. ras. etnis. Jadi pemikiran HAM generasi kedua menunjukan perluasan pengertian konsep dan cakupan hak asasi manusia. totaliterisme dan adanya keinginan Negara-negara yang baru merdeka untuk menciptakan sesuatu tertib hukum yang baru. HAM tidak perlu diberikan.2 Perkembangan Pemikiran HAM  Dibagi dalam 4 generasi. yaitu : o Generasi pertama berpendapat bahwa pemikiran HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik. Pada masa generasi kedua. 4 . pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.  HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia II. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. hak yuridis kurang mendapat penekanan sehingga terjadi ketidakseimbangan dengan hak sosial-budaya. ekonomi.  HAM tidak bisa dilanggar. 2.

o Generasi ketiga sebagai reaksi pemikiran HAM generasi kedua. Dalam pelaksanaannya hasil pemikiran HAM generasi ketiga juga mengalami ketidakseimbangan dimana terjadi penekanan terhadap hak ekonomi dalam arti pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama. o Generasi keempat yang mengkritik peranan negara yang sangat dominant dalam proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan menimbulkan dampak negative seperti diabaikannya aspek kesejahteraan rakyat. politik dan hukum dalam suatu keranjang yang disebut dengan hak-hak melaksanakan pembangunan. sedangkan hak lainnya terabaikan sehingga menimbulkan banyak korban. Pemikiran HAM generasi keempat dipelopori oleh Negaranegara di kawasan Asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut Declaration of the basic Duties of Asia People and Government 5 . sosial. budaya. Selain itu program pembangunan yang dijalankan tidak berdasarkan kebutuhan rakyat secara keseluruhan melainkan memenuhi kebutuhan sekelompok elit. karena banyak hak-hak rakyat lainnya yang dilanggar. Generasi ketiga menjanjikan adanya kesatuan antara hak ekonomi.

sampai ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan ia bersalah. berhak dinyatakan tidak bersalah. 6 . pada tahun 1789 lahirlah The French Declaration (Deklarasi Perancis). 3. artinya orang-orang yang ditangkap. Dalam kaitan itu berlaku prinsip presumption of innocent. kemudian ditahan dan dituduh.1994). Magna Charta Pada umumnya para pakar di Eropa berpendapat bahwa lahirnya HAM di kawasan Eropa dimulai dengan lahirnya magna Charta yang antara lain memuat pandangan bahwa raja yang tadinya memiliki kekuasaan absolute (raja yang menciptakan hukum. dimana ketentuan tentang hak lebih dirinci lagi sebagaimana dimuat dalam The Rule of Law yang antara lain berbunyi tidak boleh ada penangkapan tanpa alasan yang sah. 2. tetapi ia sendiri tidak terikat dengan hukum yang dibuatnya). The American declaration Perkembangan HAM selanjutnya ditandai dengan munculnya The American Declaration of Independence yang lahir dari paham Rousseau dan Montesquuieu. Perkembangan pemikiran HAM dunia bermula dari: 1. sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir ia harus dibelenggu. Mulailah dipertegas bahwa manusia adalah merdeka sejak di dalam perut ibunya. menjadi dibatasi kekuasaannya dan mulai dapat diminta pertanggung jawabannya dimuka hukum(Mansyur Effendi. The French declaration Selanjutnya.

hak kebebasan dari ketakutan. sehingga tidak satupun bangsa berada dalam posisi berkeinginan untuk melakukan serangan terhadap Negara lain ( Mansyur Effendi. yang meliputi usaha. Periode 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950. yaitu: 1. hak kebebasan dari kemiskinan dalam Pengertian setiap bangsa berusaha mencapai tingkat kehidupan yang damai dan sejahtera bagi penduduknya.4. berlaku konstitusi Republik Indonesia Serikat 3.  Perkembangan pemikiran HAM di Indonesia: o Pemikiran HAM periode sebelum kemerdekaan yang paling menonjol pada Indische Partij adalah hak untuk mendapatkan kemerdekaan serta mendapatkan perlakukan yang sama hak kemerdekaan. berlaku Kembali UUD 1945 7 . berlaku UUD 1950 4.1994). o Sejak kemerdekaan tahun 1945 sampai sekarang di Indonesia telah berlaku 3 UUD dalam 4 periode. pengurangan persenjataan. berlaku UUD 1945 2. Periode 5 Juli 1959 sampai sekarang. hak kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran agama yang diperlukannya. Periode 17 Agustus sampai 5 Juli 1959. Periode 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949. The four freedom Ada empat hak kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat.

Pertama. Kelebihan pengaturan HAM dalam konstitusi memberikan jaminan yang sangat kuat karena perubahan dan atau penghapusan satu pasal dalam konstitusi seperti dalam ketatanegaraan di Indonesia mengalami proses yang sangat berat dan panjang. Sementara itu bila pengaturan HAM dalam bentuk Undang-undang dan peraturan pelaksanaannya kelemahannya.4 Pelanggaran HAM dan pengadilan HAM Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi. dalam peraturan pelaksanaan perundang-undangan seperti peraturan pemerintah. pada kemungkinan seringnya mengalami perubahan. antara lain melalui amandemen dan referendum. Ketiga. Sedangkan bentuk pelanggaran HAM ringan selain dari kedua bentuk pelanggaran HAM berat itu. Keempat. Kedua. dan tidak didapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang berlaku (UU No. dalam Undang-undang. 2. 8 . dalam konstitusi (UUD Negara).2. menghalangi. membatasi dan atau mencabut HAM seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang ini. 26/2000 tentang pengadilan HAM). dalam ketetapan MPR (TAP MPR). keputusan presiden dan peraturan pelaksanaan lainnya. sedangkan kelemahannya karena yang diatur dalam konstitusi hanya memuat aturan yang masih global seperti ketentuan tentang HAM dalam konstitusi RI yang masih bersifat global.3 HAM Dalam Perundang-Undangan Nasional Dalam perundang-undangan RI paling tidak terdapat bentuk hukum tertulis yang memuat aturan tentang HAM.

ras. penghilangan orang secara paksa. jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional.Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. dan kejahatan apartheid. penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. agama. menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya. perbudakan. perkosaan. etnis. mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok. Kejahatan genosida dilakukan dengan cara membunuh anggota kelompok. pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional. perbudakan seksual. memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok. pelacuran secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. Sementara itu kejahatan kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut tujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa pembunuhan. budaya. ras. dan memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain (UU No. kelompok etnis dan kelompok agama. 26/2000 tentang pengadilan HAM). kebangsaan. penyiksaan. pemusnahan. 9 .

1 Terjadinya penganiayaan pada praja STPDN oleh seniornya dengan dalih pembinaan yang menyebabkan meninggalnya Klip Muntu pada tahun 2003. melainkan juga oleh rakyat kepada rakyat yang disebut dengan pelanggaran HAM secara horizontal. 26/2000 tentang pengadilan HAM). melainkan juga kepada individu warga negara.6 Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia 2. Karena itu. Artinya negara dan individu sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap pemajuan. 2. penghormatan dan perlindungan HAM tidak saja dibebankan kepada negara. Penindakan terhadap pelanggaran HAM mulai dari penyelidikan.6. perlindungan (protection) dan pemenuhan (fulfill) HAM. Karena itu penindakan terhadap pelanggaran HAM tidak boleh hanya ditujukan terhadap aparatur negara.6. penuntutan. tetapi juga pelanggaran yang dilakukan bukan oleh aparatur negara. 2. 10 . dan persidangan terhadap pelanggaran yang terjadi harus bersifat non-diskriminatif dan berkeadilan. pelanggaran HAM sebenarnya tidak saja dilakukan oleh negara kepada rakyatnya.1. 2.2 Dosen yang malas masuk kelas atau malas memberikan penjelasan pada suatu mata kuliah kepada mahasiswa merupakan pelanggaran HAM ringan kepada setiap mahasiswa.5 Penaggung jawab dalam penegakan (respection). Pengadilan HAM merupakan pengadilan khusus yang berada di lingkungan pengadilan umum. penghormatan dan perlindungan HAM.1. Tanggung jawab pemajuan. pemajuan (promotion).Pelanggaran terhadap HAM dapat dilakukan oleh baik aparatur negara maupun bukan aparatur negara (UU No.

3 Para pedagang yang berjualan di trotoar merupakan pelanggaran HAM terhadap para pejalan kaki. 2. 2.1.6.4 Para pedagang tradisioanal yang berdagang di pinggir jalan merupakan pelanggaran HAM ringan terhadap pengguna jalan sehingga para pengguna jalan tidak bisa menikmati arus kendaraan yang tertib dan lancar. 11 . sehingga seorang anak tidak bisa memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.1.6.2.6. sehingga menyebabkan para pejalan kaki berjalan di pinggir jalan sehingga sangat rentan terjadi kecelakaan.5 Orang tua yang memaksakan kehendaknya agar anaknya masuk pada suatu jurusan tertentu dalam kuliahnya merupakan pelanggaran HAM terhadap anak.1.

Dalam kehidupan bernegara HAM diatur dan dilindungi oleh perundangundangan RI. Jadi dalam menjaga HAM kita harus mampu menyelaraskan dan mengimbangi antara HAM kita dengan HAM orang lain.BAB III PENUTUP 3. pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM.1 Kesimpulan HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya.2 Saran-saran Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan memperjuangkan HAM kita sendiri. Dan Jangan sampai pula HAM kita dilanggar dan dinjak-injak oleh orang lain. dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang. 12 . kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM. 3. tapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa Jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain. Di samping itu kita juga harus bisa menghormati dan menjaga HAM orang lain jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM. Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi.

DAFTAR PUSTAKA .