BAB SATU PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Kedatangan Islam yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW, bertujuan untuk membawa rahmat bagi mahkluk seisi bumi. Ini sesuai dengan watak dari agama tersebut sebagaimana tersirat dari makna Islam itu sendiri, yaitu salam (keselamatan dan kedamaian). Menurut ajaran Islam, manusia tidak hanya menjadi objek tapi sekaligus sebagai subyek bagi terciptanya keselamatan dan kedamaian. Karena itu setiap muslim dituntut pertanggung jawaban atas keselamatan diri dan lingkungannya. Seorang muslim harus dapat memberikan rasa aman bagi orang lain baik dari ucapan maupun tindakan. Dalam Al-Qur’an berisi semua petunjuk bagi manusia, memberikan penjelasan-penjelasan tentang petunjuk, dan berbeda antara yang hak dan bathil (furqan). Diantara petunjuk yang diberikan Al-Qur’an itu adalah mengenai manusia itu sendiri dan bagaimana ia berperan di tengah jagad raya ini, sebagai makhluk yang terpilih untuk mengemban amanah (khalifah) Allah di bumi, kepadanya Allah pikulkan berbagai tugas dan tanggung jawab untuk melakukan reformasi dan mencegah bermacam tindakan pengerusakan yang tidak disukai oleh-Nya. Untuk terlaksananya tugas dan tanggung jawab dalam misinya sebagai khalifah, kepadanya Allah memberikan sejumlah hak yang harus dipelihara dengan sebaik-baiknya serta dihormati. Hak-hak tersebut bersifat sangat

1

2

mendasar, dan diberikan langsung oleh Allah sejak kehadirannya di muka bumi ini. Manusia pada dasarnya berasal dari satu ayah dan satu ibu, kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, membentuk aneka ragam suku dan bangsa serta bahasa dan warna kulit yang berbeda-beda. Karena itu bersaudara yang saling mengasihi dan sama derajatnya, manusia tidak boleh diperbudak oleh manusia. Untuk memelihara Al-umurudh-dharuriyah dalam kehidupan manusia. Yakni hal-hal yang menjadi sendi eksitensi kehidupan manusia yang harus ada demi kemaslahatan mereka, menjadi kacau, kemaslahatan tidak tercapai dan kebahagiaan ukhrawi tidak bakal dapat dinikmati. Ada lima macam urusan dharruri, yakni: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta1. Islam sebagai agama yang benar dan sempurna memandang harta tidak lebih dari sekedar anugerah Allah SWT, yang dititipkan kepada manusia. Untuk menjaga hak-hak individu dan masyarakat, di dalam Islam tidak dikenal adanya kepemilikan mutlak pada diri manusia. Kepemilikkan mutlak itu hanyalah di tangan Allah. Oleh karena itu, dalam Syariat Islam apabila disebut hak Allah, maka yang dimaksud ialah hak masyarakat atau hak umum. Allah adalah pemilik sesungguhnya terhadap alam semesta, termasuk apa yang dimiliki oleh manusia itu sendiri.2 Hal ini ditegaskan dalam firman Allah surat Yunus ayat 55 yaitu “ketahuilah bahwa milik Allahlah apa-apa yang ada dilangit dan bumi”. Walaupun demikian Islam juga mengakui adanya harta benda perorangan terhadap harta yang dihasilkan dengan cara yang tidak melanggar hukum syara’.
1 Mukhtar Yahya & Fatchur Rahman, Dasar-dasar Pembinaan Fiqh Islam,(Bandung, Alma’arif, 1986), hal. 334

Ahmad Kosasih, HAM dalam perspektif ISLAM menyingkap persamaan dan persamaan dan perbedaan artara Islam dan Barat,( Jakarta, Salemba Diniyah,2003), hal.33

2

3

Dalam hal ini Islam juga menetapkan cara melindungi harta benda, baik melindungi dari pencurian, perampokan, perampasan yang disertai sanksinya. Juga seorang pemilik harta mempunyai hak menasarufkan hartanya dangan cara menjual, menyewakan, mewasiatkan, mengadaikan, memberikan dan sebagainya dari hak-hak tasaruf yang diperkenankan syara’ dan hak-hak pengambilan manfaatnya, pembuktian adanya harta benda perorangan dengan ini terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 38 yaitu:

           
Artinya: Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Di samping itu, hak-hak untuk mendapatkan warisan dan hak-hak mewarisi juga membuktikan adanya harta benda perseorangan. Hanya Islam memberikan batas-batas tentang harta benda perseorangan ini agar manusia mendapat kemaslahatan dalam pengembangan harta baik menafkahkan maupun perputarannya. Harta benda adalah suatu yang manusiawi, fitrah yang melekat dalam setiap individu yang tidak bisa di hilangkan, karena telah menjadi kebutuhan jiwa dalam hidup. Al-Qur’an memandang harta dengan pandangan yang realistis. Di nyatakan harta itu sebagai kebutuhan hidup dan kecintaan terhadap harta ini tentunya sudah menjadi tabiat manusia. Manusia merupakan makhluk yang memilki naluri yang selalu ingin mengumpulkan harta yang lebih banyak dan

4).(Yogyakarta: Pustaka Pelajar. hlm. Berdasarkan perkataan Ibn Manzur bahwa harta itu dikenali dikalangan orangorang Arab.4 enggan disaingi.Fayruuz Abaadi. apakah termasuk kedalam barang atau benda berwujud atau kedalam barang 3 Abdul Halim Barkatullah & Teguh Prasetyo. dengan memberikan sanksi bagi orang yang mencoba merampas harta benda orang lain. Daar Ihyaa al-turaath al-‘Arabii. misalnya selalu mempersoalkan masalah harta benda yang tidak berkesudahan. timbulnya hubungan antara manusia secara kodrati. Islam telah menetapkan adanya harta benda perseorangan terhadap harta yang di hasilkan dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum syara’. kemudian digunakan pada barang yang berwujud dan kebanyakan perkataan harta yang digunakan oleh orang Arab adalah unta. Hal ini menyebutkan bahwa perkataan harta merujuk pada kebiasaan orang Arab. sebab perbedaan pendapat itu kembali pada pemilihan dan penentuan “illah” untuk harta.4 Para fuqaha’ telah berbeda pendapat dalam mendefinisikan harta. 70 4 . Harta pada asalnya yaitu apa yang dimiliki dari emas dan perak. baik itu individu maupun kelompok. Ibn Manzur mendefinisikan harta sebagai sesuatu yang dikenali. hal.3 Sebagai makhluk sosial setiap manusia selalu mengadakan hubungan dengan manusia lain. Al-Qaamuus Al-Muhiit. dan apa yang kamu miliki dari keseluruhan benda. Hubungan ini terjadi sejak manusia dilahirkan sampai meninggal dunia. jil. karena waktu itu hanya unta yang menjadi harta mereka. 2006).221 Al. (Beiruut. artinya manusia sebagai makhluk hidup mempunyai kodrat untuk hidup bersama. Oleh karena itu. Dalam al-Qaamuus al-Muhiit juga dikatakan bahwa harta adalah apa yang kamu miliki dari semua benda. 1991/ 1412 H. Islam juga menetapkan cara melindungi harta benda. HUKUM ISLAM Menjawab Tantangan Zaman yang terus Berkembang .

berdasarkan keterangan diatas para fuqaha’ berbeda pendapat dalam mendefinisikan harta. Arti sempit. . harta benda kebendaan sudah jelas disebutkan dalam KUHPerdata. Benda. nyata dan dapat dilihat/ dipegang. (Pasal 499 KUHPer) tiap-tiap barang dan tiaptiap hak yang dapat dikuasai oleh harta benda. Hambali. segala sesuatu yang dapat dihaki atau dijadikan objek harta benda.5 atau benda tak berwujud. yaitu harta benda pribadi baik itu hak atas sesuatu benda yang hakikatnya selalu bersifat sempurna walaupun dalam kenyataannya tidak demikian. Dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 46 bahwa harta merupakan perhiasan hidup. Sedangkan pendapat yang kedua muncul dari kalangan fuqaha’ muta’akhirin dari mazhab Hanafi dan para fuqaha’ bermazhab Syafi’i. dan Maliki yang mengatakan bahwa harta tidak hanya dilekatkan kepada atau benda yang berwujud tetapi juga merangkum hak (perkara ma’nawi). Hal ini sehubungan dengan dimungkinkannya hak-hak lain melekat pada benda yang berstatus.                      Artinya: Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalanamalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. Dalam hukum positif. hal ini dapat dilihat dari munculnya dua pendapat. Pendapat pertama muncul dari fuqaha’ mutaqaddimin dari mazhab Hanafi bahwa mereka mengatakan harta dilekatkan kepada barang atau benda yang berwujud.

oleh seorang baik harta itu yang berwujud dan mengandung manfaat. Berdasarkan latar belakang masalah di atas terdapat perbedaan dalam perlindungan hukum terhadap hak milik atas benda dalam hukum Islam dan hukum positif. Harta menurut hukum Islam setiap orang atau sesuatu yang benar-benar dimiliki. misalnya memiliki rumah.” . dan benda-benda lainnya yang menjadi pelengkap dari benda pokoknya (tanah) pengaturan dan perlakuan yang berbeda terhadap benda bergerak dan tidak bergerak pengaturan dan perlakuan dapat disimpulkan dari cara membedakan antara benda bergerak dengan benda tidak bergerak serta manfaat atau pentingnya pembedaan antara kedua jenis benda tersebut. Menurut hukum positif. seseorang memiliki sebuah rumah. Contoh Piutang dan penagihan. hak paten dan hak merek. maka penulis mengambil judul yaitu: “PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK MILIK ATAS BENDA (Studi Komparatif Hukum Islam dan Hukum Positif). Yang dimaksud dengan “objek hukum” yaitu benda (zaak) ialah segala sesuatu yang menjadi bagian dari keadaan yang dapat dikuasai dan mempunyai nilai uang. dalam asas totalitas ini mencakup suatu asas perlekatan. kunci. gerbang. hewan. maka otomatis dia adalah pemilik jendela. Hak kebendaan selalu benda yang dapat ditentukan secara individu.6 Berwujud Hasil karena alam (natuurlijke vruchten) Tidak berwujud Timbul karena hubungan hukum tertentu atau hasil perdata. artinya berwujud dan merupakan satu kesatuan bukan benda yang ditentukan menurut jenis jumlahnya. hukum kekayaan merupakan ketentuan-ketentuan yang mengatur mengenai hubungan antara subjek hukum dan objek hukum dalam suatu peristiwa hukum. diawasi dan dimanfaatkan.penagihan lainnya tidak berwujud hak cipta. pintu.

. Untuk mengetahui bagaimana perlindungan hak milik atas benda menurut hukum Islam dan hukum positif. berpijak dari latar belakang masalah. Tujuan Penelitian Setiap penelitian memerlukan kepada tujuan dimana tujuan tersebut berperan agar pelaksanaan kajian lebih terarah dan tidak menyimpang dari tujuan sebenarnya dan akan mendapat manfaat dari penelitian tersebut. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas.1. Perlindungan Hukum Perlindungan hukum adalah sesuatu yang diberikan tersangka atau terdakwa yang diduga melakukan sesuatu pelanggaran harus merujuk ke peraturan yang berlaku.7 1.2.4.3.1.2. Oleh karena itu.1. maka yang menjadi tujuan penelitian adalah sebagai berikut : 1. Dalam penulisan ini yang diartiakan perlindungan hukum adalah jaminan yang diberikan kepada sipemilik harta baik oleh agama maupun pemerintah.3. penulis tertarik untuk mengkaji dan meneliti lebih lanjut perihal tersebut.2. Bagaimanakah perlindungan hak milik atas benda menurut hukum Islam dan hukum positif ? 1. Bagaimanakah konsep dan batasan hak milik atas benda menurut hukum Islam dan hukum positif ? 1.3. 1.2.2.4. 1. dalam penelitian ini. Untuk mengetahui konsep dan batasan hak milik atas benda menurut hukum Islam dan hukum positif. 1. Penjelasan Istilah 1.

(pasal 570 KUHAPerdata) 1. Benda Benda adalah segala yang ada di alam yang berwujud atau berjasa( bukan roh). Harta Harta adalah barang atau uang dan sebagainya yang menjadi kekayaan.8 1. Sedangkan dalam hukum positif adalah hak untuk menikmati manfaat suatu kebendaan dengan leluasa.4. Hak Milik Hak milik adalah kepunyaan barang-barang.2.4. barang milik seseorang. 1.5. kesemuanya itu dengan tidak mengurangi kemungkinan pencabutan hak tersebut demi kepentingan umum berdasarkan atas ketentuan Undang-undang dan dengan pembayaran sejumlah ganti rugi.4. batasan penggunaan hak milik (studi komperatif . Dalam hukum Islam hak milik adalah sesuatu ketentuan yang digunakan oleh syara’ untuk menetapkan sesuatu kekuasaan atau suatu beban hukum. asal tidak bertentangan dengan Undang-undang atau peraturan umum yang ditetapkan oleh penguasa yang berwenang dan tidak mengganggu hak-hak orang lain.4. Kajian Pustaka Kajian tentang perlindungan hukum terhadap hak milik atas benda menurut hukum Islam dan hukum positif. 1. Dalam penertian yang lain harta juga bisa diartikan segala sesuatu yang dapat disimpan untuk digunakan ketika dibutuhkan. dan dengan kedaulatan sepenuhnya berbuat bebas terhadap kebendaan itu.3. ini bukanlah hal asing lagi untuk dikaji karena sebelumnya sudah ada beberapa judul penelitian yang ada kaitannya dengan judul skripsi ini seperti.

6. 1. Dalam penulisan ini beliau juga mengungkapkan dasar-dasar hukum serta argumennya mengenai hal tersebut seingga kejelasannya dapat diterima.9 antara sistem Kapitalis dan Islam). Metode Penelitian Setiap penulisan karya ilmiah selalu memerlukan data yang kongkrit dan sistematis. karena metode yang dipakai mempengaruhi mutu dan kualitas penulis serta mempunyai metode-metode tersendiri. Dalam penulisan dan pembahasan skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) yaitu dengan membaca dan menelaah buku-buku. 220 5 . Penulis akan mencoba menjelaskan masalah ini dengan menggunakan dasar-dasar hukum yang akan diambil dari beberapa buku-buku dan kitab yang berkaitan dengannya topik kajian. Dalam hal ini penulis menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu studi perbandingan antara Abdul Halim Barkatullah & Teguh prasetyo. Sedangkan pembahasan yang ingin penulis jelaskan dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep dan batasan hak milik atas benda serta bagaimana perlindungan hukum terhadap hak milik atas benda dalam pandangan hukum Islam dan hukum Positif. hal. oleh Nur Aisiah dan dasar filosofi hak milik menurut hukum Islam dan ekonomi Kapitalis oleh Ridha Muasinah. Nur Aisiah mencoba membahas pencabutan hak milik individu dan Ridha Muasinah dalam judul skripsinya filosofi hak milik. Hukum Islam Menjawab Tantangan Zaman yang terus Berkembang. dan kitab-kitab yang berkaitan dengan penelitian ini dan juga mengkaji dokumen-dokumen yang ada yang berhubungan dengan permasalahan hak milik atas benda.5 Penelitian mencoba menelusuri bagaimana batasan penggunaan hak milik.

A. sedangkan untuk penulisan Al-Qur’an dan terjemahannya penulis berpedoman pada Al-Qur’an Karim yang diterbitkan oleh PT. oleh Hendi Suhendi. Dasardasar pembinaan figh Islam oleh Muhtar Yahya & fatchur dan buku-buku lain yang berkaitan dengan penulisan skripsi ini. Hukum Islam menjawab tantangan zaman yang terus berkembang oleh Abdul Halim barkatullah & Teguh Prasetyo juga buku HAM dalam perspektif Islam menyikap persamaan dan perbedaan antara Islam dan Barat oleh Ahmad Kosasih. oleh Frieda Husni Hasbullah juga buku Fiqh muamalah. penulis menggunakan buku pedoman karya tulis ilmiah mahasiswa fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri Ar-raniry tahun 2010. rumusan masalah. sebagaimana tersebut di bawah ini: Bab satu berisi tentang Pendahuluan. Abdoel Djamali. 1. Sedangkan data sekunder penulis dan menelaah buku-buku yang tersedia diperpustakaan seperti. Sebagai data primer yang menjadi rujukan dasar dalam penelitian ini diantaranya: Hukum kebendaan perdata. Djazuli dan pengantar hukum indonesia. Sistematika Pembahasan Untuk memudahkan para pembaca dalam mengikuti pembahasan skripsi ini. Fiqh Siyasah Implementasi kemaslahatan umat dalam rambu-rambu syariah.6. Adapun sebagai pedoman penulisan karya ilmiah ini. tujuan . R.10 hukum Islam dan hukum Positif. Revisi terjemah oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an Depertemen Agama Republik Indonesia. dalam bab ini diuraikan tentang persoalan yang menjadi latar belakang masalah ini. maka digunakan sistem pembahasan dalam empat bab. SyamilCipta Media.

Bab kedua berisi tentang Landasan teoritis.11 penelitian. metode penelitian dan sistematika pembahasan. batasan hak milik atas benda dalam hukum Islam dan hukum positif dan analisis penulis. bagian ini akan menghasilkan masalah yang dibahas. Bab empat sebagai bab penutup akan berisikan kesimpulan dan saransaran yang dianggap perlu ditawarkan untuk perkembangan dan perubahan di masa depan. macam-macam hak milik atas benda menurut Islam dan hukum positif. konsep hak milik atas benda dalam hukum Islam dan hukum positif dan landasan hukum pengakuan terhadap hak milik atas benda. perlidungan hak milik atas benda dalam hukum positif. Berisi kerangka pemikiran atau teori-teori yang berkaitan dengan pokok masalah yang akan diteliti yang memuat. Pengertian Hak milik atas Benda menurut hukum Islam dan hukum positif. kajian pustaka. Bab tiga berisi tentang perlindungan hukum terhadap hak milik atas benda dalam Islam. BAB DUA . penjelasan istilah.

32 Gemala Dewi.8 Sedangan milik dalam hukum kebendaan Islam. Jakarta.12 LANDASAN TEORITIS PERLINDUNGAN HAK MILIK ATAS BENDA 2.1. Menurut Ibnu Nujaim : hak adalah sesuatu kekhususan yang terlindungi. Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam. Hukum Perikatan Islam di Indonesia. Jakarta. pengertian hak anatara lain. Jakarta. Raja Grafido Persada. 2005. 3 9 Hendi Suhendi. 2003. Pengertian Hak Milik Atas Benda Menurut Hukum Islam Hak adalah Sesuatu ketentuan yang digunakan oleh syara’ untuk menetapkan sesuatu kekuasaan atau beban hukum. a. Kencana. 2007. PT Raja Grafindo Persada. figh muamalah.1. Menurut sebagian para ulama mutaakhirin: “hak adalah sesuatu hukum yang telah ditetapkan secara syara’ b. 65 7 M.1.7 Menurut ulama fiqih.” d. terdapat banyak sekali pengertian dari dari kata hak .6 Dalam kamus. 33 8 . Menurut syekh Ali Al-Khafifi : “hak adalah kemaslahatan yang diperoleh secara syara’ c. hlm.9 6 Hendi Suhendi. hlm. hlm. Ali Hasan. salah satu arti dari kata “hak” menurut bahasa adalah kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu wewenang menurut hukum. Pengertian Hak Milik atas Benda menurut Hukum Islam dan Hukum Positif 2. hlm. Menurut ustadz Mustafa Az-Zarqa “ hak adalah sesuatu kekhususan yang padanya ditetapkan syara’ sesuatu kekuasaan atau taklif. Figh Muamalah. didefinisikan sebagai kekhususan terdapat pemilik suatu barang menurut syara’ untuk bertindak secara bebas bertujuan mengambil manfaatnya selama tidak ada penghalang syara’.

dan istilah domein yang berarti daerah atau wilayah atau Negara.2. Berdasarkan definisi milik tersebut. baik dia sendiri maupun dengan perantara orang lain. baik akan dijual maupun akan di gadaikan. Dengan kata lain dapat dikatakan” tidak semua yang memiliki berhak menggunakan dan tidak semua yang punya hak penggunaan dapat memiliki”. Eigen berarti diri atau pribadi. munkin perlu kita merujuk pada kata domaniaal yang dalam kamus umum Belanda Indonesia karya Wojowasito diartikan sebagai milik. Dari penjelasan di atas dapat didefinisikan bahwa hak milik adalah kekuasaan atas benda untuk mengambil manfaat selama tidak bertentangan dengan syara’. sedangkan eigendom srecht berarti hak milik pribadi. Jadi eigendom dapat diartikan sebagai milik pribadi. sedangkan dom. pengampu punya hak untuk membelanjakan harta itu dan pemiliknya adalah orang yang berada di bawah ampuannya. Pengertian Hak Milik Menurut Hukum Positif Hak milik dalam hukum kebendaan barat lebih dikenal dengan sebutan hak eigendom. 2.1.13 Apabila seseorang telah memiliki suatu benda yang sah menurut syara’ orang tersebut bertindak terhadap benda tersebut. untuk lebih jelas dicontohkan sebagai berikut. seorang pengampu berhak menggunakan harta orang yang berada di bawah ampuannya. kiranya dapat dibedakan antara hak dan milik. Oleh Karena itu dalam sistem KUHPerdata hak .

asal tidak bersalahan dengan undang-undang atau peraturan umum yang ditetapkan oleh sesuatu kekuasaan yang berhak menetapkanya. dan karena Prieda Husni Hasbullah. Kencana.12 Selanjutnya hak milik atas suatu kebendaan tidak dapat deperoleh dengan cara lain. karena daluarsa. Hil-co. hak milik adalah hak untuk menikmati kegunaan suatu benda dengan leluasa dan untuk berbuat bebas terhadap kebendaan itu dengan kedaulatan sepenuhnya. 131-132 . karena pewarisan. Jakarta Selatan. baik menurut undang-undang maupun surat wasiat. hlm. Hukum Kebendaan Perdata Hak-Hak Yang Member Kenikmatan. 131 12 11 10 Ibid. hlm.10 Menurut ketentuan pasal 570 kitab undang-undang hukum perdata. pasal 574 kitab undang-undang hukum perdata menentukan bahwa: tiap-tiap pemilik suatu kebendaan. kesemuanya itu dengan tak mengurangi kemungkinan akan pencabutan hak itu demi kepentingan umum berdasarkan atas ketentuan undangundang dengan pembayaran ganti rugi. melainkan dengan pemilikan. akan pengembalian kebendaan itu dalam keadaan beradanya. 2005. memanfaatkan serta menggunakan benda tersebut.11 Dengan dikuasinya suatu benda berdasarkan hak ini. Ind. Kedudukan Berkuasa dan Hak Milik Dalam Sudut Pandang KUHPerdata. dan tidak mengganggu hakhak orang lain. 86 Kartini Muljadi & Gunawan Widjaja. berhak menutut kepada siapa pun juga menguasainya. Sehubungan dengan hal tersebut. hlm. Jakarta. 2002. karena perlekatan. maka seseorang pemegang hak milik diberikan kewenangan untuk menguasainya secara tentram dan untuk mempertahankanya terhadap siapa pun yang bermaksud untuk menggangu ketentramannya dalam menguasai.14 eigedom adalah hak atas sesuatu benda yang pada hakikatnya selalu bersifat sempurna walaupun dalam kenyataannya tidak demikian.

Menurut ulama figh hak milik atas benda dapat dibedakan dalam beberapa macam. yaitu. Hak-hak Allah ini disebut juga dengan hak masyarakat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam pasal 584 KUHPerdata. Dilihat dari segi pemilik hak terbagi dalam tiga macam.15 penunjukkan atau penyerahan berdasarkan atas suatu peristiwa perdata untuk memindahkan hak milik. Dari rumusan pasal diatas. Macam-macam hak milik menurut hukum Islam. 1. Hak Manusia Hak manusia ini pada hakikatnya ditunjukkan untuk memelihara kemaslahatan setiap pribadi manusia. Hak Allah Hak Allah. dan amar makruf nahi mungkar.2. Macam-macam Hak Milik atas Benda menurut Hukum Islam dan Hukum Positif 2.2. jihat. seperti melalui berbagai macam ibadah. maupun pemanfaatan dan tidak boleh diubah. baik melalui perdamaian. b. dilakukan oleh seorang yang berhak untuk berbuat bebas terhadap kebendaan itu. mengagungkan-Nya.1. 2. karena hak Allah ini bertujuan untuk kemanfaatan umat manusia pada umumnya dan tidak dikhususkan bagi orang-orang tertentu. Hak ini ada yang bersifat umum dan ada . dapat diketahui bahwa pemilik suatu benda berhak untuk memilih hak miliknya tersebut kepada pihak lain. yaitu seluruh bentuk yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Seluruh hak Allah tidak dapat digugurkan. a.

65-66 . Sedangkan hak manusia lebih menonjol dari hak Allah adalah seperti dalam pidana Qisas dalam pembunuhan atau penganiayaan dengan sengaja . hak ibu memelihara anaknya dan hak bapak menjadi wali dari anakanaknya. Hak Gabungan antara hak Allah dan hak Manusia Mengenai hak gabungan ini. memanfaatkannya dan mengubahnya. hlm. meleyapkan tindakan kekerasan. dalam hal ini hak Allah terdapat pada ketentuan adanya pidana Qisas yang dimaksudkan untuk menjerakan si pelaku dan untuk memberi pelajaran bagi orang lain agar jangan melakukan pembunuhan atau penganiayaan. Disini. namun dalam waktu yang sama pada keluarga yang terbunuh atau pihak teraniaya diberi hak untuk menggugurkan pidana Qisas. dan hak berusaha. seperti menjamin hak milik seseorang. 2. masalah “iddah” dan dalam hal hukuman atas menuduh zina tanpa bukti yang cukup. adakalanya hak Allah yang lebih dominan dan adakalanya hak manusia yang lebih dominan. menjaga ketentraman. diganti dengan diyat yang berupa pembayaran sejumlah harta oleh pihak pelakunya sebagai pengganti kerugian bagi pihak si korban. dan boleh pula mewariskannya kepada ahli waris. seseorang boleh menggugurkan haknya. Dari segi objek hak 13 Gemala Dewi. dan tindakan-tindakan lain yang dapat merusak tatanan masyarakat pada umumnya. dan lain-lain yang sifatnya untuk kepentingan pribadi. Yang bersifat umum seperti: menjaga sarana kesehatan. tanpa adanya kebebasan berbuat dan bertindak atas dirinya sendiri.16 yang bersifat khusus. Hukum Perikatan Islam di Indonesia. hak istri mendapat nafkah dari suaminya.13 c. Mengenai hak manusia ini. Dan yang bersifat khusus. sebagai contoh.

17 Menurut ulama fiqih. Hak al-‘aini Hak al-‘Aini adalah hak seseorang yang ditetapkan syara’ terhadap suatu zat sehingga ia memiliki kekuasaan penuh untuk menggunakan dan mengembangkan haknya itu. c. hak terbagi atas: a. Hak Ghairu Maali Hak ghairu maali adalah hak yang berkaitan dengan benda sebagai contoh adalah hak Qisas. Hak Maali Hak maali adalah hak yang berhubungan dengan harta. dari segi objeknya.seperti jalan. Demikain pula hak seseorang terhadap utang. saluran air dan hak terhadap benda yang dijadikan sabagai jaminan utang. hak wanita dalam talak karena suaminya tidak memberi nafkah. Sebagai contoh yaitu: hak untuk memiliki sesuatu benda. dan lain sebagainya. hak irtifaq pemanfaatan sesuatu. dan lain sebagainya. sebagai contoh dari hak ini adalah hak penjual terhadap harga barang yang dijualnya dan hak pembeli terhadap barang yang dibelinya atau hak orang yang menyewakanya terhadap uang sewa atas benda yang disewakanya dan hak penyewa terhadap manfaat atas benda yang disewakanya. hak untuk menerima ganti rugi kerena hartanya dirampas atau dirusak. dan hak pembeli terhadap barang yang dibelinya. Hak asy-Sakhsyi Asy sakhsyi adalah hak yang ditetapkan syara’ bagi pribadi berupa kewajiban terhadap orang lain. seluruh hak asasi manusia. . seperti penjual untuk menerima harga barang yang dijualnya. b. d.

banyak tanggung jawab tidak boleh digugurkan. bukan berkaitan langsung. kemudian dijual kepada orang lain. tidak gugur dengan musnah hak milik orang yang berutang. hak seseorang dalam haqq al-‘aini. yang dipinjam musnah. utang itu berkaitan dengan tanggung jawab seseorang untuk membayarnya. Dalam haqq al-‘aini dapat berpindah tangan. sedangkan hak asysyakhsyi tidak dapat berpindah tangan dari pemiliknya. 2) Haqq al-‘aini menjadi gugur apabila materinya hancur. Kemudian ada beberapa macam haqq al-aini yang berkaitan dengan benda seperti: a) Haqq al-Milkiyah adalah sesuatu hak yang memberikan kepada pihak yang memilikinya kekuasaan atau kewenangan atas sesuatu . Umpamanya : apabila harta seseorang dicuri. Hal ini berarti. maka hak pemilik barang yang dicuri itu tetap ada dan dia berhak untuk menuntut agar hartanya itu dikembalikan. Hal ini disebabkan. Sedangkan hak seperti ini tidak berlaku dalam haqq asy-sakhsyi.18 Ada baberapa keistimewaan atas haqq al-aini dan hak terhadap benda yang dijadikan sabagai jaminan utang. sekalipun benda itu berada di tangan orang lain. Sedangkan hak seperti ini tidak berlaku dalam dikembalikan. 1) Haqq al-‘aini bersifat permanen dan mengikuti pemiliknya. kecuali pemilik hak itu meninggal. sedangkan haqq asysyakhsyi hak yang berkaitan dengan tanggung jawab seseorang yang telah mukallaf. kerena hak itu terdapat dalam diri seseorang. hak syakhsyi pemberi utang tetap utuh. Perbedaan antara kedua hak tersebut adalah. sedangkan haqq asy- syakhsyi tidak dapat digugurkan. Umpamanya haqq-syakhsyi yang berkaitan dengan uangnya.

wakaf. Sejauh ini yang membedakan antara hak irtifaq dengan hak intifa’ adalah. hak irtifaq dapat berlaku untuk kepentingan pribadi maupun milik umum. sedang hak intifa’ terbatas waktu. Kedua. Hak irtifaq ini melekat pada benda-benda tidak bergerak yang saling berdampingan dan sama sekali tidak bergantung pada perubahan pemilikan atasnya. Hak irtifaq berlaku tidak terbatas dan dapat diwariskan. melaui ibahah. b) Haqq Irtifa’ yaitu hak untuk memanfaatkan harta benda orang lain melalui sebab-sebab yang dibenarkan oleh syara’. Melaui I’arah . ijarah. Hak irtifaq selalu terkait dengan benda tidak bergerak. Wahbab al Zuhaily mencatat lima sebab yang menimbulkan hak irtifa’. Hak mujjarrad dan ghairu mujarrad 1) Hak mujjarrad Hak mujjarrad adalah hak murni yang tidak meninggalkan bekas apabila digugurkan melaui perdamaian atau pemanfaatan. Umpamanya: dalam persoalan . sedangkan hak intifa’ biasanya berlaku pada benda bergerak dan tidak bergerak. sedangkan hak intifa’ berlaku pada pemanfaatan benda pada pribadi tertentu. pertama. e.19 sehingga ia mempuyai kewenangan mutlak untuk menggunakan dan mengambil manfaat sepanjang tidak menimbulkan kerugian terhadap pihak lain. c) Haqq al-Irtifaq adalah hak yang berlaku atas sesuatu benda tidak bergerak untuk kepentingan benda tidak bergerak milik pihak lain.

ini menurut ulama Mazhab Hanafi. Karena telah dimaafkan oleh ahli warisnya. 2007. Hak milik bersama 14 Urip Santoso.2. pembunuh yang tadinya halal di bunuh.Macam Hak Milik Menurut Hukum Positif Dalam ketentuan hukum agraria pembagian hak milik dapat dilihat dalam jumlah pemiliknya. Apabila ahli waris terbunuh memaafkan pembunuh. Hal ini berarti. Jika pemberi utang menggugurkan utang tersebut. Macam. hlm. pembunuh yang tadinya berhak dibunuh menjadi tidak berhak lagi. Jakarta.20 utang.2.14 2. Umpamanya: dalam hak qisas. Sedangkan hak mujarrad. tidak boleh dilakukan perdamaian dengan ganti rugi. Haqq ghairu mujarrad ini boleh dilakukan perdamaian dengan pemberian ganti rugi. Inilah yang dimaksudkan berbekas bagi yang dimaafkan. yaitu 1. Hak milik perseorangan Hanya warga Negara Indonesia yang dapat mempunyai hak milik (pasal 21 ayat (1) UUPA). dalam pergertian tidak menuntut penggembalian utang itu. Ketentuan ini menentukan perseorangan yang hanya berkewarganegaraan Indonesia yang dapat mempunyai tanah hak milik. 2) Haqq ghairu mujarrad Hak ghairu mujarrad adalah suatu hak yang apabila digugurkan atau dimaafkan meninggalkan bekas terhadap orang yang dimaafkan. Kencana. 93 . maka hal itu tidak memberi bekas sedikit pun bagi yang berutang. menjadi haram. 2. Hukum Agrarian dan Hak-Hak Atas Tanah.

adalah tujuan dari para pihak. sejak semula memang tidak bermaksud untuk memiliki sesuatu benda secara bersama. bahwa atas bagian mereka masingmasing dalam harta bersama yang bebas. dengan mmpergunakan uang besama.21 Dalam ketentuan kitab undang-undang hukum perdata. baik untuk membebaninya dengan hak kebendaan yang terbatas maupun untuk menyerahkan atau mengalihkanya kepada pihak lain. masing-masing adalah bebas untuk berbuat atas bagian mereka masing-masing. a. mereka (orang-orang yang memiliki benda tersebut secara bersama). Dari rumusan tersebut tampak jelas. maka setiap orang (dalam hal ini para calon ahli warisanya) tidak diperkenankan untuk berbuat sesuatu dengan warisan yang belum terbuka tersebut. misalnya dengan cara membeli benda tersebut. Khusus mengenai warisan yang belum terbuka. Kartini Muljadi & Gunawan Widjaja. bahwa mereka ini bermaksud untuk memiliki secara besama suatu benda. Hak milik bersama yang bebas Jika pada milik bersama yang terikat.15 Dalam hukum benda yang mengatur mengenai hal yang diartikan dengan benda dan hak-hak yang melekat di atasnya. hak milik bersama ini dapat dibagi dalam dua bagian. yaitu. maka dalam milik bersama yang bebas ini. 200-201 15 . b. Hak milik bersama yang terikat Hak milik bersama yang terikat adalah ibarat suatu warisan yang sudah terbuka tapi belum dibagi. dengan kesadaran mereka. Hukum perdata Eropa mengenal perbedaan tentang benda dalam beberapa macam. Kedudukan Berkuasa dan Hak Milik Dalam Sudut pandang KUHPerdata. hlm.

Hukum adat membedakan benda ini antara “ benda tetap yaitu tanah dan benda lepas” bukan tanah. 1. d. Dalam pembagian ini yang paling penting adalah mengenai “benda bergerak dan benda tetap” karena mempunyai akibat hukum tersendiri. Hak guna usaha ialah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara dalam jangka waktu paling lama 25 tahun. Benda tetap yang diatur di dalam kitab undang-undang Hukum perdata Buku II telah diganti oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960. Benda yang dapat diperdagangkan dan benda yang tidak dapat diperdagangkan. 2. 3. b. Hak guna bangunan ialah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan di atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka . Hak-hak itu diuraikan dibawah ini. Undang-undang ini mengatur mengenai hak-hak atas tanah di Indonesia. Hak milik itu dapat berpindah atau dipindahkan kepada pihak lain dari setiap warga Negara Indonesia. Benda yang dapat diganti dan benda yang tidak dapat diganti. c. terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah dengan mengingat adanya fungsi sosial.22 a. tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Hak milik ialah hak turun-temurun. Benda bergerak dan benda tidak bergerak. Benda yang dapat dibagi dan benda yang tidak dapat dibagi. Yang dapat mempunyai hak guna usaha ini selain warga Negara Indonesia dan bekedudukan di Indonesia.

Yang dapat mempunyai hak pakai ialah warga Negara Indonesia. Hak guna air ialah hak memperoleh air untuk keperluan tertentu dan atau mengalirkan air itu di atas tanah orang lain. pemeliharaan dan penangkapan ikan. orang asing di Indonesia.23 waktu paling lama 30 tahun. Hak pakai ini diberikan dalam jangka waktu selama digunakan untuk keperluan tertentu. . dan pribadi hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia. 4. 6. selain bagi warga Negara Indonesia juga pribadi hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. 7. Hak sewa untuk bangunan ialah penyewaan tanah dari orang lain untuk kepeluan bangunan melalui perjanjiaan sewa-menyewa tanah. Hak membuka tanah dan memungut hasil hutan dapat dilakukan oleh setiap warga Negara Indonesia yang ditentukan oleh peraturan pemerintah tanpa dapat memiliki tanahnya. Hak guna air. 5. termasuk pribadi hukum Indonesia dan pribadi hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia. baik dengan sewa maupun tanpa sewa. Hak-hak ini ketentuannya diatur menurut peraturan pemerintah. pribadi hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. Hak pakai ialah hak untuk menggunakan dan atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langung oleh Negara atau tanah milik orang lain dengan memberikan wewenang dan kewajiban tertentu. Hak sewa ini dapat dilakukan oleh setiap orang sebagai penghuni di Indonesia. Yang dapat mempunyai hak guna bangunan ini.

Hak atas rumah. c. Hukum benda bergerak sebagai benda lepas yang menciptakan hak-hak diatasnya menurut hukum adat.Qur’an surat Al-Baqarah ayat 284.3. Hak-hak tanah untuk kepentingan suci dan sosial. diakui dan dilindungi. air dan kekayaan alam Indonesia. d. Hak atas tumbuh-tumbuhan. b. Hak atas ternak.1.3. Raja Grafido Persada.24 8. hal ini dapat dilihat dari firman Allah dalam Al. Hak atas benda bergerak lainya Semua hak ini berasaskan kepada adanya suatu pengertian yang terpisah dari hak atas tanah dari rumah yang melekat atau tumbuhan yang ada diatasnya. Pengantar Hukum Indonesia. 162 16 . Jakarta. 9. Konsep Hak Milik Atas Benda Dalam Hukum Islam Menurut ajaran Islam. 2006. hm. Allah SWT adalah pemilik yang sesungguhnya dan mutlak atas alam semesta. Hak milik tanah dari lembaga keagamaan dan sosial sepanjang digunakan untuk usaha dalam bidangnya. memberikan wewenang untuk menggunakan tenaga dan unsur-unsur lainnya dalam usaha memelihara kepentingan tanah. Konsep Hak Milik Atas Benda Dalam Hukum Islam dan Hukum Positif 2. Hak-hak itu meliputi: a.16 2. Hak guna ruang angkasa. Abdoel Djamil.           R. PT.

Allah lah yang memberikan manusia karunia dan rezeki yang tak terhitung jumlahnya. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan. Ekonomi Islam: Telaah Analitik Terhadap Fungsi Sistem Ekonomi Islam. kewajiban datang lebih dahulu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. hlm. baru setelah itu adalah Hak. Manusia menggunakan harta berdasarkan kedudukannya sebagai pemegang amanah dan bukan sebagai pemilik yang kekal. masyarakat dan negara memiliki kewajiban tertentu. niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan sebagai hasil dari pelaksanaan kewajiban tersebut. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ikhtiyar dalam bentuk bekerja. 45 17 .25                                Artinya. Manusia dengan kepemilikannya adalah pemegang amanah dan khalifah Semua kekayaan dan harta benda merupakan milik Allah. Yogyakarta. Setiap Individu. bisnis dan usaha lain yang halal adalah merupakan sarana untuk mencapai kepemilikan pribadi. Pustaka Pelajar. semata-mata sebagai suatu amanah atau pemberian dari Allah. 1997.17 Karena manusia mengemban amanah mengelola hasil kekayaan di dunia. manusia memilikinya hanya sementara. Dalam Islam. maka manusia harus bisa menjamin kesejahteraan bersama dan dapat mempertanggung jawabkannya dihadapan Allah SWT. setiap orang akan memperoleh hak-hak Monzer Kahf.

Dalam kepemilikan Pribadi ada hak-hak umum yang harus dipenuhi. dimanfaatkan tidak dengan cara yang berlebihan dan menyimpang. Keempat. 1996. Islam mengakui hak milik pribadi dan menghargai pemiliknya. diperoleh melalui cara yang dibenarkan syara’. menunaikan hak Allah atas barang tersebut berupa zakat dan perbuatan baik lainnya. Selain itu. hlm.93 . Dalam Islam ada lima syarat pemilikan yang dibenarkan sistem ekonomi Islam. seperti anak yatim dan wanita. Bairut Dar Al-Fikr. terlebih lagi kalau pemilik harta itu adalah kaum yang lemah. Juga hak-hak kemasyarakatan lainnya yang memberikan manfaat bagi kemaslahatan umum. baik perorangan. selama harta itu diperoleh dengan jalan yang halal. kelompok dan ummat. Pertama. 223-224 19 20 18 http://Dimel2002.Multiply. Kita diharuskan untuk mencari harta kekayaan dengan cara ikhtiyar tetapi dengan jalan yang halal dan tidak menzalimi orang lain. Islam sangat peduli dalam masalah hak dan kewajiban ini. tidak dimanfaatkan dengan tujuan yang memberikan mudharat kepada pihak lain. Hukum Islam Menjawab Tantangan Zaman Yang Terus Berkembang. Kedua.Com/Journal/Item/11 Muhammad Al-Mubarak. hal. barang tersebut halal dan baik. Pemanfaatan hak milik umum dilakukan atau diatur oleh Abdul Halim Barkatullah & Teguh Prasetyo.19 Hak milik umum ialah pemilikan oleh umum dan manfaatnya untuk seluruh individu20. Kelima.18 Islam melarang setiap orang menzalimi dan merampas hak milik orang lain dengan azab yang pedih. Nizam Al-Islam Al-Iqtisad. Kita juga tidak dibiarkan bekerja keras membanting tulang untuk memberikan manfaat kepada masyarakat tanpa balasan yang setimpal. Ketiga.26 tertentu.

wakaf. bahkan tambang. Hak milik Negara atau sumber kekayaan dan pendapatan Negara diadakan untuk penyelenggaraan tugas atau kewajiban Negara seperti.27 Negara.pendistribusi dan penanggung jawab hak milik umum. Oleh Ibnu Taimiyah. Pengelolaan hak milik umum bisa dilakukan oleh pihak swasta atau Negara. Dalam hak milik umum ini ada pandangan yang berlaku dan berjalan parallel dan bersifat komplementer. Pandangan seperti ini dianut oleh Ibnu Taimiyah dan Taqiyuddin al-Nabhani Pandangan kedua menyebutkan. dimana Negara hanya bertindak sebagai pengatur. air sungai dan air laut. distribusi dan pemanfaatanya. Hak milik umum ditetapkan berdasarkan atas manfaat umum. Negara bertindak sebagai caretaker atau pemegang amanat publik. dalam hal ini menjaga kepentingan antara individu dengan masyarakat yang terdapat dalam objek yang menjadi hak milik umum tersebut. sebab pemilikan atau penguasaan oleh sekelompok orang biasa berdampak negatif. hak milik umum adalah hak milik Negara. . Dalam hak umum ini. Menurutnya. penyenggaraan pendidikan dan penegakan keadilan. Pandangan seperti ini berlaku umum dikalangan para ahli dan pemikir Islam. Pandangan pertama melihat hak milik umum ini adalah milik sosial. hadiah. Di dalam hak milik umum terdapat hak-hak individu dan masyarakat. Pandangan ini menyebut fasilitas umum seperti jalan. danau. karena Negara disini menjadi penanggung jawab atas keberadaan. harta rampasan perang. hak milik Negara itu meliputi zakat. pajak kekayaan tak bertuan benda. Namun mendapatkan izin Negara terlebih dahulu selaku penanggung jawab. hak milik seperti ini adalah hak milik sosial. Negara. tanah dan hamparan rumput merupakan hak milik Negara.

Tidak selamanya hak selalu mengambil manfaat keatas harta orang lain. b. Definisi ini tidak menggambarkan jenis-jenis hak secara keseluruhan. tidak terlepas dari hak Allah SWT. Sedangkan Al-Shaatibii ulama ushul malkiyyah mengatakan bahwa setiap hukum syara’. Selain itu hak bukanlah kuasa yang diberikan. . karena selain ada hak pribadi juga ada hak komunal.3. Mengabdikan diri kepada-Nya adalah dengan melaksanakan perintah-Nya dengan mutlak. Dan sesungguhnya hak Allah SWT terhadap hamba-Nya ialah untuk pengbdian kepada-Nya dan tidak mempersukutukan-Nya dengan yang lain. yaitu dari aspek pengabdian.28 Menurut Al-Ghazali bahwa hak ialah suatu pengibaratan dari apa yang menjadi kuasa seorang manusia dengan cara mengambil manfaat dan hak keatas orang lain.2 Konsep hak milik dalam hukum positif Pemahaman konsep hak milik atas benda eksternal di luar diri manusia. hal ini di contohkan kepada hak perwalian seorang ayah keatas anak kandungnya. Al-Qaadi husein dari fuqaha’ Syafi’iyyah mendefinisikan hak sebagai suatu kuasa yang mewujudkan apa yang dimaksud oleh syara’Menurut ulama ushul hanafiyyah bahwa hak adalah sesuatu yang wujud dari segala aspek yang tidak boleh diragukan kewujudanya. maka seseorang telah mempunyai hak. karena ia hanya di khususkan pada hak individu saja. hanya saja telah diberikan kepada seseorang. Pendapat ini lebih condong kepada penjelasan hak bukan definisi dari pada hak. Hal ini akan menjadi penting. seperti anggota tubuh memengang peranan penting dalam pandangan hukum. Definisi ini juga mempunyai beberapa kelemahan dan masih sangat jauh dari yang dinginkan.

individu tidak dapat dipaksa untuk mengulurkan belas kasihan atau kedermawannya. Si miskin hanya dapat melakukan himbauan secara persuasif atau menggugah nurani rasa belas kasihan si kaya. yaitu keadilan eksplesif dan keadilan atributif. karena kembali lagi manusia hidup dalam masyarakat secara kodrati harus di dukung oleh hak pribadi sehingga dapat bertahan. baik secara keseluruhan maupun secara individu. Hal ini banyak terkait dengan kualitas moral yang implementasinya tidak dapat dituntut atau dipaksakan. juga orang miskin atau tertindas tidak dapat memaksa orang kaya untuk mengulurkan kedermawanannya. Berangkat dari hak sempurna dan hak tidak sempurna tersebut Grotius mengklasifikasikan keadilan kedalam dua jenis keadilan. Selain pandangan tersebut. Aturan jenis kedua ini dikenal dengan istilah hak-hak tidak sempurna (imperfect rights). Grotius menekankan bahwa setiap orang wajib melindungi warga lainnya. Hak eksklusif mengandung makna bahwa pemilik barang itu mempunyai hak sedemikian rupa sehingga ia mempunyai kekuasaan untuk mempertahankan dan menggunakannya secara eksklusif dengan tidak memberikan kemungkinan bagi orang lain untuk menuntut hak yang sama atas barang tersebut. Dan untuk menyumbangkan secara pribadi hal-hal yang perlu untuk orang lain dan yang perlu untuk seluruh masyarakat. Keadilan yang pertama merupakan konsep keadilan yang .29 Mengapa demikian. tertindas. Grotius berpendapat bahwa hak milik pibadi sebagai hak eksklusif bukannya hak inklusif sebagai di unggkapkan Thomas. sementara di sisi lain manusia secara kodrati hidup bermasyarakat. Sebagai contoh apabila dalam suatu komonitas yang hidup miskin.

maka hak milik juga akan hilang atau tamat.30 sebenarnya. milik menandakan . dan tidak diberikan jangka waktunya. sedangkan keadilan kedua distributif atau keadilan ekonomi dan tidak termasuk keadilan sebenarnya. kuasa barang yang dimiliki.suatu benda menjadi kepunyaan saya yang sah. Konsep pemilikan kesan dari pertumbuhan social. Selanjutnya milik bukan hanya sekedar hak. berdasarkan analisa milik mengadung sekumpulan tuntutan. pendapat ini tertolak karena: milik bukan hanya satu hak tetapi adalah sekumpulan hak. Keadilan ekonomi tidak bias dipaksakan dan hanya diserahkan kepada kemauan baik setiap orang dan tidak ada seorang pun untuk menuntut atas itu terhadap individu lainnya. Oleh karena itu definisi hak milik menurut Austin sangat perlu dibicarakan. keistimewaan. apabila saya mempunyai hubungan yang rapat sekali dengan benda itu. hak milik juga juga tidak berujud. tetapi ia juga dikatakan hubungan antara seseorang dengan barang. tanpa masyarakat kepemilikan tidak akan wujud. Namun ada pendapat Austin yang mengatakan bahwa milik adalah suatu yang tidak ditetapkan penggunaanya. Dari hal itu menggangap bahwa milik adalah hak mutlak atas barang. sehingga orang lain yang menggunakannya tanpa seizin saya akan mengakibatkan kerugian pada pihak saya. Hubungan benda dengan pemiliknya dinamakan hak milik. Oleh karena itu. Perwujudan hak milik seiring dengan terujudnya masyarakat dan undang-undang telah lahir bersama dan mati bersama. tidak dibatasi kecendrungannya. Austin mengatakan bahwa milik itu adalah satu hak. Ketika undang-undang di hapus.

2. atau membelanjakannya secara tidak benar. Keniscayaan atau keperluan dasar manusia yang harus diwujudkan dan dijaga eksistensinya adalah agama (ad-dîn). baik di dunia maupun di akhirat. dan membelanjakannya secara benar. Dalam hal yang terakhir yakni tentang harta sebagai bahasan utama dalam hal ini Islam mendukung umatnya untuk memperoleh. Islam mencegah tindakan-tindakan yang merusak dan menghilangkan harta benda ini. tetapi hubungan seseorang dengan hak. ‘Abasa. yang antara lain disebutkan dalam Q. agar bisa memperoleh keselamatan. memeliharanya. Sebaliknya. dan kelengkapannya (tahqîq mashâlih al-nâs bi tawfîr dharûriyyâtihim wa hâjiyyâtihim wa tahsîniyyâtihim). Petunjuk Allah yang terakhir berbentuk ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Oleh karenanya. Allah menciptakan semua yang ada di atas bumi ini untuk dimanfaatkan bagi kepentingan umat manusia. Hak milik pribadi (individu) memang diakui oleh Islam. ini bermakna milik bukanya hak. kehormatan (al-‘irdh).3 Landasan Hukum Pengakuan Hak Milik atas Benda Allah telah menjadikan manusia sebagai wakilnya (khalifah) di atas bumi. jiwa (an-nafs). akal (al-‘aql). maka para ulama merumuskan bahwa tujuan umum syari’at Islam adalah untuk mewujudkan kemaslahatan umat manusia dengan memberikan perlindungan dan kecukupan bagi semua hal yang menjadi keniscayaan. Atas dasar ini.3.31 hubungan antara seseorang dengan barang yang terletak hak padanya. Melalui pertanian. yang dapat diperoleh melalui tiga bentuk aktivitas ekonomi. . yakni: 1. Pemberian status ini dilengkapi dengan pemberian pedoman atau petunjuk bagi mereka. kebutuhannya. dan harta benda (al-mâl).S.

S. Kepemilikan individu ini akan sangat kondusif bagi upaya untuk mendinamisasikan kehidupan keduniaan (ekonomi) umat.32 2. Oleh karena itu. Melalui industri. maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. yang berarti juga harus halal. Islam mengakui adanya ketidaksamaan pemilikan harta di antara mereka. karena hal ini berarti memberikan kebebasan kepada mereka untuk dapat menikmati hasil sesuai dengan jerih payah mereka. al-Mulk [67]: 15).S. yang dititipkan kepada manusia (delegated and restricted ownership). 3. yang antara lain disebutkan dalam Q. Sejalan dengan pengakuan hak individu tersebut. Memang pada hakikatnya harta itu milik Allah (real and absolute ownership). sebagaimana firman Allah: Kami telah menentukan ekonomi mereka dalam kehidupan dunia. agar sebagian mereka dapat memanfaatkan lainnya. Quraisy: 1-4. yang antara lain disebutkan dalam Q. hak milik juga dapat diperoleh melalui warisan atau pemberian dari orang lain. (az-Zukhruf [43]: 32) . sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu. dan Kami telah melebihkan sebagian mereka atas lainnya beberapa tingkat. Di samping itu. al-Hadîd: 25.S. Melalui perdagangan dan jasa. (Q. pencarian harta atau aktivitas ekonomi harus diniatkan untuk memperoleh karunia dan keridhaan Allah. termasuk kewajibankewajiban yang telah ditetapkan-Nya berkaitan dengan pemilikan harta ini. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. Islam pun tidak membatasi pemilikan individu ini selama tidak menjadikan seseorang lupa kepada Allah.

al-Mâ’ûn [107]: 1-3).33 Pengakuan akan hak milik individu tersebut diimbangi dengan kewajiban dalam bentuk kewajiban zakat serta anjuran (sunnah) infak dan sedekah bagi orang yang mampu. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin (Q. sebagaimana firman Allah: Tahukah kamu orang yang mendustakan agama ? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Islam mencela orang egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak memiliki solidaritas sosial. Namun. .S. Dengan kata lain. seperti anak yatim dan fakir miskin. nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. (al-Baqarah [2]: 267). (al-Hasyr [59]: 7). Orang yang demikian ini tidak mau mendermakan sebagian dari kekayaannya kepada orang yang membutuhkan bantuan. yang dilakukan oleh kelompok atau negara. upaya pemerataan yang paling efektif adalah penciptaan sistem dan kebijakan ekonomi suatu negara yang mendukung pemerataan (income distribution) ini. agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang yang kaya saja di antara kamu. …. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesenjangan ekonomi yang besar antara orang kaya dan orang miskin. Upaya pemerataan harus dilaksanakan oleh umat Islam. upaya mewujudkan pemerataan tersebut sebenarnya tidak hanya bersifat karitatif. melainkan yang lebih penting adalah adanya kebijakan negara yang membela kepentingan masyarakat bawah (lemah). baik secara individual maupun secara kolektif. Allah menegaskan dalam firman-Nya: Hai orang yang beriman.

Ayat tersebut mengandung pengertian bahwa penggunaan harta itu tidak dibenarkan untuk membantu kemaksiatan dan permusuhan di antara sesama manusia. Dan janganlah kamu menghamburhamburkan hartamu secara mubadzir. Di samping itu. . juga kepada orang miskin dan orang dalam perjalanan. serta permusuhan terhadap kelompok lain yang tidak disukai. Hal ini didasarkan karena manusia pada dasarnya bersaudara. Firman Allah menyebutkan: Tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan ketakwaan. (al-Isrâ’ [17]: 26-27). yang berarti ia saling membutuhkan antara satu sama lainnya. Sesungguhnya orang-orang yang mempergunakan harta meraka secara mubadzir itu adalah saudara-saudara syetan. dan syetan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. Islam sangat mendorong prinsip saling membantu dan bekerjasama. Di samping itu. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (alMâidah [5]: 2). yakni sama-sama sebagai anak keturunan Nabi Adam As. bertakwalah kamu kepada Allah. karena ia tidak bisa mencukupi semua kebutuhannya sendiri. misalnya untuk pembangunan tempat-tempat perzinaan dan perjudian. Allah menegaskan dalam firman-Nya: Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga dekat hak mereka. Dan. harta juga tidak diperbolehkan dipergunakan untuk hal-hal yang tidak berguna. Hal ini dalam Islam disebut sebagai mubadzir. dan janganlah tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. manusia adalah mahluk sosial.34 Dengan demikian. dan sebagainya.

Hukum Kebendaan Perdata. . Ali. (Yogyakarta: UGM. 1. Memahami Syari’at Islam. Departemen Pendiddikan Nasional. 2002). (Jakarta: RajaGrafindo Persada. Cet. (Jakarta: Kencana. 2000). Ahmad Azhar Basyir. Muhammad Daud. Frieda Husni Hasbullah. (Jakarta: Salemba Diniyah. 2000). Ed. Basyir. (Jakarta Selatan: Ind. Ed. 2003). Abdul Djamali. Ahmad Kosasih. Revisi. Ahmad Azhar. 1977). Garis-garis Besar Sistem Ekonomi.35 DAFTAR KEPUSTAKA Ash Shiddieqy Teungku Muhammad Hasbi. 1978). Hukum Islam. 2003). 2000). A. Asas-asas Hukum Muamalat (Hukum Perdata Islam). (Yogyakarta: UII Press Yogyakarta. HAM dalam Perspektif Islam. 8. (Bandung: Mandar Maju. 2. (Jakarta: Balai Pustaka. Cet. Kamus Besar Indonesia. Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. (Semarang: Pustaka Rizki Putra. Hil-Co). Fiqih Siayasah. Hak-Hak yang Memberi Kenikmatan. Djazuli.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Praja. M. Fiqh Muamalah. Pengantar Hukum Indonesia. 2004). (Jakarta: Kencana. (Bandung: Pusat Penerbitan universitas LPPM Universitas Islam Bandung. 2006) Hendi suhendi. 1995). . 2007). S. Hukum Perikatan Islam Di Indonesia. Juhaya.36 Gemala Dewi. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta: Grafindo Persada. (Jakarta: Pradya Paramitha. R. Ade Maman. 2006). 1982). Berbagai Macam Transaksi dalam Islam. Kuntjoro Purbopranoto. (Jakarta: RajaGrafindo Persada.(Jakarta. (Jakarta: Balai Pustaka. Ali Hasan. Filsafat Hukum Islam. 2002). RajaGrafindo Persada. Pengantar Perbandingan Sistem Hukum. Suherman. (Jakarta: RajaGrafindo Persada. Abdoel Djamali. 2003. Edisi ketiga. Hak-Hak Asasi Manusia dan Pancasila.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful