P. 1
Perkembangan Tumbuhan

Perkembangan Tumbuhan

|Views: 553|Likes:
Published by Wilson Al-Basri

More info:

Published by: Wilson Al-Basri on Dec 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

Hormon dan Perkembangan Tumbuhan

Kelompok: 1. Annisa Balqis 2. Enung Azizah Mulyawati 3. Mulyani 4. Wendy Achmmad M.

Instructive roles for hormones in plant development
DAVID ALABADÍ, MIGUEL A. BLÁZQUEZ*, JUAN CARBONELL, CRISTINA FERRÁNDIZ and MIGUEL A. PÉREZ-AMADOR. Instituto de Biología Molecular y Celular de Plantas (UPVCSIC), Universidad Politécnica de Valencia, Valencia, Spain

Hormon Tumbuhan
→ pengatur metabolisme, pertumbuhan, dan perkembangan. → tidak selalu seperti hormon metazoa. Salah satunya karena hormon tumbuhan tidak disintesis di organ tertentu, kemudian di transfer menuju organ target. → bisa disintesis di semua sel, dan kerjanya sangat sering ditemukan pada sel dimana ia dibuat.

→ Hormon pd tumbuhan sering disebut sebagai zat pengatur tumbuh – fungsinya tak spesifik proses fisiologi tertentu. Misal auksin untuk penambahan laju pembelahan sel, etilen u/ pematangan buah dll. → Namun, beberapa bukti menunjukkan bahwa hormon berperan sebagai sinyal instruktif bagi tumbuhan. → Yang lebih menarik lagi, sebagian peran mirip dengan apa yang terjadi pada hormon peptida & protein selama perkembangan hewan.

Hormon pada tumbuhan tidak sekedar berperan sebagai sinyal transduser atau messenger, tapi juga mengatur secara umum. Contohnya adalah pengaturan bagi kemungkinan tahapan perkembangan.

.Gradien morfogen: Auxin on the Move Auksin sangat penting untuk perkembangan tumbuhan. Distribusi asimetris dari auksin. IBA (Indol butiric acid). memiliki beberapa efek: Polarisasi embrio ● Diferensiasi vaskular ● Pola perakaran dan batang ● Tropisme dan percabangan ● Contoh auksin: IAA (Indole acetic acid).

IAA bersifat: .mampu melintasi membran .mudah larut .terdistribusi asimetrik (adanya PAT/Polar auxin transport) .IAA (Indoleacetic acid) IAA merupakan hormon auksin aktif pada tumbuhan.molekul organik kecil .

2. Transport antar sel yang memerlukan protein carrier. PAT – Polar auxin transport: dikendalikan oleh protein transport PINFORMED (PIN).Bagaimana Auksin Bergerak? 1. Floem : meristem & daun muda → floem → organ sink (akar). Pada Arabidopsis di oleh 8 gen. .

Proses Sinyalisasi Auksin → Transkripsi NB: Abu-abu=Konsentrasi rendah .

ARF: Auxin Response Factor . Pada promoter IAA. Mampu membentuk homo & heterodimer. ditemukan juga AuxRE → sensitif auksin (bisa merespon). 29 macam di Arabidopsis. ● .faktor transkripsi yang mengikat AuxRE → memicu ekspresi gen responsif auksin.Proses Sinyalisasi Auksin → Transkripsi Komponen-Komponen ● Gen Aux/IAA: membentuk protein berumur pendek.

Auksin maksimal di atur serta diberi feedback oleh gen MP/BDL.Auksin pada Perkembangan Embrio NB: Perubahan aliran auksin di atur oleh ekspresi gen dan polarisasi PIN transporter. . dan mengatur ekspresi gen PIN.

CLV repress WUS → ukuran sel SAM konstan.Mengapa Meristem tetap Eksis? SAM pada Arabidopsis dipertahankan oleh gen identitas meristem: ● ● ● WUSCHEL (WUS) CLAVATA 1-3 (CLV1-3) KNOTTED1-like Homeobox (KNOX) → Fungsi: WUS: pembesaran stem cell (meristem). .

ada SHORTMERISTEMLESS (STM) dan BREVIPEDICELLUS (BP) → cegah meristem menjadi primordia daun. . Berbagai macam gen di atas juga bekerja pada daun dengan mekanime yang berbeda.Mengapa Meristem tetap Eksis? Selain itu. Gen AS1 (ASYMMETRIC LEAVES1) ada di primordia daun → menghambat ekspresi gen identitas meristem.

Mekanisme pada Meristem & Primordia NB: Warna Coklat adalah primordia yang tumbuh .

Auksin dan Filotaksis .

. Tanda * : primordia floral baru. Warna merah: kadar tertinggi auksin.Pola filotaksis dan auksin Nomor: letak primordia bunga. Garis biru: primordia berkaitan.

maka auksin dipompa kembali menuju ke batang. Setelah primordia tumbuh. di primordia (auxin sink).Pergerakan auksin pada filotaksis Auksin di transfer ke bagian pucuk. . sehingga kemampuan akumulai auksin menurun.

Auksin dalam Filotaksis → Pola asimetris auksin bukan hanya untuk diferensiasi basal-apikal atau pembentukan meristem pada embrio. Prinsipnya. . PIN melakukan reorientasi auksin ke tempat inisiasi organ. → Penelitian terbaru: dinamika auksin di apeks menunjukkan PIN mengarahkan auksin dalam meristem. tapi arsitektur tumbuhan secara keseluruhan. saat kadar auksin mencapai ambang batas. sehingga organ baru terbentuk. → PAT penting untuk perkembangan pascaembrionik. Semisal pembentukan primordia daun.

yaitu basal apikal serta transversal. Contoh: perkembangan Gynoecium Arabidopsis. Auksin berperan dalam pembentukan pola basal-apikal. .Auksin dan Morfogenesis Selain pembentukan aksis tanaman. → perkembangan ada dua. auksin juga berperan untuk gradien morfogenesik pada beberapa organ: positional information dan pembesaran sel.

Auksin dan Pembentukan Gynoecium WT: wild type ett: mutan ETTIN (kelompok ARF) pin1: mutan PIN1 (auxin efflux transport) .

Hipotesis Gradien Auksin Kiri: Normal Kanan: mutan ett secara kimiawi atau genetik. .

Morphogenetic Switch yang Dipengaruhi oleh Cahaya dan Hormon .

Morphogenetic Switch yang distimulasi oleh Cahaya dan Hormon  Peran instruktif hormon diantaranya : pilihan rancangan pertumbuhan yang sesuai  Pilihan ini dipengaruhi cahaya  Ada 2. yaitu Skotomorfogenesis fotomorfogenesis .

dan adanya kotiledon yang terlipat pada apical.Skotomorfegenesis  Pertumbuhan embrio pada kondisi masih gelap  Embrio teretiolasi.  Bertujuan untuk melindungi embrio pada awal kemunculannya dari dalam tanah . hipokotil yang memanjang.

. pembukaan kotiledon.Fotomorfogenesis  Ketika embrio mencapai cahaya. pengekspresian gen yang terlibat pada perlindungan terhadap kerusakan oksidatif dan penggunaan cahaya sebagai sumber energy. arah pertumbuhannya berubah menjadi fotomorfogenesis  Dicirikan dengan adanya pembukaan kait pada apikal.

Senesce or develop: hormonal regulation of fruit set .

hanya jika terdapat faktor luar berupa sinyal yang dapat memberikan alternative perkembangan buah. jalur perkembangan yang normal yang diikuti oleh gynoecium akan mengarahkannya ke proses senesce yang menyebabkan kehancuran gynoecium tsb. .  Proses senesce ini akan ter represi.Keputusan terbentuk atau tidaknya buah  Faktanya.

Program ini melibatkan sequential effects. atau proses beruntun yang melibatkan berbagai macam hormone. . Hormon2 ini mungkin menyerupai sinyal instruktif yang mengawali program pembentukan buah.

. Fertilisasi bukanlah syarat mutlak untuk terjadinya perkembangan buah.  Pengaruh hormone tertentu seperti gad an auksin dapat menginduksi perkembanagn buah pada emasculated flower atau setelah aborsi dini suatu biji.  Hal tersebut dibuktikan dengan adanya buah2 yang partenokarpi.

Pembentukan buah secara partenokarpi  Dibuktikan dengan penambahan inhibitor auksin yang bernama NPA (Naphthylphthalamic acid)  NPA akan memblokir aliran auksin keluar ovarium sehingga terjadi akumulasi auksin  Peristiwa akumulasi tersebut dapat mentrigger pembentukan buah tanpa fertilisasi .

Peristiwa ini dapat diasosiasikan dengan berkurangnya sintesis GA . yang mana bisa diindikasikan sebagai ‘peran instruktf’  Selanjutnya. pengambilan ovul segera setelah fertilisasi dapat mencegah perkembangan dan differensiasi buah. meningkat setelah fertilisasi  Peningkatan ini terutama terjadi di dalam ovarium.Bagaimana dengan GA?  Ekspresi gen GA20ox yang berperan dalam biosintesis GA pada tanaman kacang-kcangan.

Hubungan antara auksin dengan GA  Akumulasi ga diinduksi oleh auksin  Pemberian auksin 4-chloroindole-3-acetic acid (4-CI- IAA) pada ovarium kacang menujukkan ekspresi gen yang terlibat dalam biosintesis GA .

.

Gray Departemen Biologi Tumbuhan. St. USA . Spartz and William M. Paul.RESEPTOR FITOHORMON Persepsi baru: reseptor hormon tumbuhan Angela K. Minnesota 55108. Universitas Minnesota–Twin Cities.

Reseptor Hormon Tumbuhan ● ● ● Fitohormon sebagai pusat regulasi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Hanya sedikit reseptor telah teridentifikasi Mekanisme penghantaran melalui sinyal kimiawi Gen intrinsik Pertumbuhan dan Perkembangan Faktor lingkungan Sinyal endogen [Sumber : Spartz & Gray 2008: 2139] .

Sinyal berasal dari apeks tumbuhan  menginisiasi pemanjangan sel di bagian bawahnya.Sejarah mengenai Fitohormon ● ● Julian von Sachs  substansi pembentuk organ spesifik  endogen mobil  sinyal Charles and Francis Darwin  fototrofisme. Pergerakanrumput saat terpapar cahaya secara lateral. .

Konsep Fitohormon ● ● ● ● Sinyal  indole-3-acetic acid (IAA atau auksin)  fitohormon pertama yang teridentifikasi Dua komponen : regulator dan reseptor kinase (kelas protein yang digunakan dalam komunikasi sinyal secara kimiawi) Definisi hormon  messenger kimiawi yang memungkinkan terjadinya komunikasi sel Reseptor : mekanisme persepsi fitohormon .

tetapi satu tipe hormon hanya bekerja pada sel/ jaringan tertentu. diferensiasi. ● Fitohormon diproduksi pada keseluruhan bagian tumbuhan dan bisa memengaruhi sel/jaringan yang berasal dari sel yang sama ● Transpor fitohormon melalui pembuluh atau komunikasi antar sel (Vieten et al. ● Kerja lokal tetapi pengaruh global ● Satu sel dapat merespons banyak tipe hormon. Mekanisme Kerja Hormon (konsep) Fitohormon dlm konsentrasi rendah saja dapat memengaruhi . ekspansi.● kontrol perkembangan  pembelahan sel. dan kematian sel. 2007).

Gambar 2. Reseptor ubiquitin-ligase [Sumber : Spartz & Gray 2008: 2139] .

Hormon IAA-model ubiquitin-mediated ● ● ● ● ● Disintesis dari L-triptofan (wild type) dan glukosinolat (mutan) Berperan dalam diferensiasi vaskular Masa induktif oleh gen 4 s.d 30 menit Terdapat >29 gen pengkode AUX/IAA pada genom Arabidopsis Bekerja karena adanya gen pengkode dan protein pembawa AUX/IAA (dalam waktu singkat) [Sumber : Hopkins & Huner 2008: 317] .

subunit protein TIR1 F-box (dari subunit SCFTIR1 ubiquitin-ligase) akan mengikat auksin. Konsentrasi auksin di bawah ambang batas  gen responsif auksin ditekan oleh protein Aux /IAA (protein tsb telah mengalami heterodimerisasi dengan faktor transkripsi ARF). 3. 2. 4. Setelah ada stimulus auksin.Hormon IAA 1. Degradasi Aux/IAA dilakukan oleh proteosom 26S shg faktor transkripsi ARF terbebaskan. . Hal tsb memungkinkan perekrutan protein Aux/IAA thd ubiquitinasi kompleks SCF.

Hormon IAA-model ubiquitin-mediated ● ● ● Protein AUX/IAA tidak dapat berikatan langsung dengan DNA  pengikatan oleh ARF (Auxin Response factor) ARF  wilayah promotor gen auksin -responsif  dapat mengaktifkan atau menekan kerja protein lain Protein AUX/IAA diketahui dapat menekan aktifitas ARF  regulator positif dan negatif .

2.Hormon IAA-model ubiquitin-mediated   1. berfungsi utk meningkatkan afinitas protein AUX/IAA Menjadi jalur pengenalan ubiquitin-26S proteosom  represor dari degradasi . TIR1 F-Box Protein : modul substrat pengenalan subunit protein Skp1–Cullin1–F-box (SCF) ubiquitin-ligase (Petroski and Deshaies 2005) Protein SCF-TIR1 : Kompleks ikatan TIR1 dan protein SCF (Scaffolding).

SCFCOI1 ubiquitin-ligase mengikat protein JAZ  proteolisis terfasilitasi oleh ubiquiti  MYC2 terbebaskan.Asam Jasmonat 1. 2. . Setelah pengikatan jasmonat. Protein JAZ memiliki regulasi negatif thd jasmonat  menekan aktivitas transkripsional MYC2.

2007).Asam Jasmonat ● ● ● Protein JAZ tidak dapat berikatan langsung dgn DNA  regulator negatif thd aktivitas faktor transkripsi  pengikatan oleh MYC2 MYC2 : faktor transkripsi yang meregulasi ekspresi gen penginsuksi jasmonat dan menekan ekspresi gen pengkode protein mutan jai3-1 (Chini et al. COI1 F-box protein : reseptor asam jasmonat  meningkatkan stabilitas pengikatan substrat protein-ligan hormonal .

Warna panah merah  efek respektif reseptor hormon Aux/IAA. PIF4. 4. Kompleks tsb dikenali oleh SCFGID2 ubiquitin-ligase. Hal tsb merupakan target degradasi terfsilitasi ubiquitin.Hormon GA 1. Protein DELLA menekan GA  regulasi negatif PIF3. termasuk reseptor GID1. Setelah pengikatan GA  reseptor GID1 berinteraksi dgn DELLA. dan DELLA . dan gen induksi GA lain. JAZ. Protein DELLA membantu ekspresi gen penekan GA (mengkode enzim biosintetis GA dan komponen jalur respons. 3. 2.

GID2 dan SLY1 F-box protein : menyusun kompleks ubiquitin-ligase  bukan reseptor GA SLY1 F-box dan SCF/GID3  menambah stabilitas pengikatan protein DELLA. germinasi biji.Hormon GA ● ● ● Fitohormon diterpenoid-tetrasiklik : regulasi pemanjangan batang. dan menginduksi pembungaan (Fleet and Sun 2005). berfungsi untuk menekan aktifitas respons GA  regulator transkripsional negatif .

Hormon GA ● ● ● Protein DELLA : berinteraksi dengan PIF3 dan PIF4  mengikat DNA  membentuk helix–loop– helix Fungsi kompleks DELLA sbg faktor transkripsi yang meregulasi ekspansi sel sebagai respons cahaya dan GA. Region pengikatan DELLA: promotor pencegah aktivasi faktor transkripsi GA represor .

Kerja Hormon ABA .

pertumbuhan akar. senesen daun. 2. Protein FCA pengikat RNA bekerjasama dgn faktor FY ending process mRNA 3’.  . dan transisi masa vegetatif-generatif.  Berfungsi : mengontrol wilayah pengkodean FLC  inhibitor pembungaan  Setelah pengikatan ABA  FCA dan FY terpisah  terjadi akumulasi FLC  mengkode MADS box  menghambat pembungaan.Asam Absisat (ABA) Berperan dalam regulasi pematangan biji dan dormansi.  Reseptor ABA bekerja pada lokasi sel berbeda  Dalam nukleus: 1. Dalam kloroplas :  Subunit Mg-chelatase H (CHLH) mengikat ABA  Berperan sebagai regulator positif  Peran CHLH : signaling dan sintesis kloroplas.

GCR1 dan RGS1 mengkode kandidat GPCR dan secara genetis memengaruhi respons ABA GPCR : reseptor ABA pada membran plasma. Pandey et al. terdiri dari GCR1. G-protein-coupled receptor (GPCR) : persepsi situs pengikatan lokalisasi plasma membran. GCR2. ● . Aktivitasnya belum diketahui. dan RGS1. 2006). 2006. (Pandey & Assmann 2004.Asam Absisat (ABA) ● ● ● FCA (FLOWERING TIME CONTROL PROTEIN A) : reseptor ABA  berperan dalam transisi masa vegetatifgeneratif. Chen et al.

6. (ROS) reactive oxygen species.Asam Absisat (ABA)   1. (SnRK) SNF1-related kinase. 5. 3. (NO) nitric oxide. . G-protein dan second messanger : (PLD) phospholipase D. 7. 4. 2. GPCR-related protein (GCR2) mengikat ABA. (PA) phosphatidic acid. (MAPK) mitogen-activated kinase. (PP2C) protein phosphatase 2C.

Kesimpulan ● Peranan fitohormon dalam pertumbuhan dan perkembangan pertumbuhan difasilitasi oleh reseptor hormon  konsep dan sarana .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->