1

ANGGARAN DASAR (AD) KOPERASI SIMPAN PINJAM WARGA MANDIRI
BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Koperasi ini bernama ”KOPERASI SIMPAN PINJAM MANDIRI” disingkat ”KOSPIN WARGA MANDIRI ” dan selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut Koperasi. 2. Koperasi ini berkedudukan di : ................................................................................................................................. 3. Koperasi dapat membuka cabang/perwakilan didalam maupun di luar negeri atas persetujuan dan keputusan Rapat Anggota. BAB II LANDASAN, ASAS, DAN PRINSIP Pasal 2 Koperasi berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta berdasarkan atas asas kekeluargaan. Pasal 3 1. Koperasi melakukan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi yaitu : a. pengelolaan dilakukan secara demokratis; b. keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka; c. pembagian SHU dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota; d. pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal; e. kemandirian; f. melaksanakan pendidikan perkoperasian bagi anggota; g. kerja sama antar koperasi. 2. Koperasi sebagai badan usaha dalam melaksakan kegiatannya yang mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip koperasi tersebut pada ayat (1) diatas dan kaidah-kaidah usaha ekonomi BAB III TUJUAN DAN USAHA Pasal 4 Tujuan didirikannya Koperasi adalah untuk: a. Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. b. Sebagai wadah pemberdayaan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

2 c. Sebagai gerakan ekonomi rakyat serta ikut membangun tataran perekonomian nasional. d. Sebagai alternatif pilihan model pengelolaan usaha koperasi. Pasal 5 1. Untuk mencapai sebagaimana dimaksud pasal 4, maka koperasi menyelenggarakan kegiatan usaha yang berkaitan dengan usaha anggota sebagai berikut : a. Kegiatan unit jasa keuangan syari’ah b. Kegiatan usaha perdagangan. c. Kegiatan usaha jasa. Dalam hal terdapat kelebihan kemampuan pelayanan kepada anggota, koperasi dapat membuka peluang usaha dengan non anggota. Koperasi dapat membuka cabang atau perwakilan ditempat lain, baik di dalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia, pembukaan cabang atau perwakilan harus mendapat persetujuan Rapat Anggota. Dalam melaksanakan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sampai dengan ayat (3), koperasi dapat melakukan kerja sama dengan koperasi dan Badan Usaha lainnya baik didalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia. Koperasi harus menyusun Rencana Kerja Jangka Panjang (Bussiness Plan) dan Rencana Kerja Jangka Pendek (tahunan) serta Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi dan disahkan oleh rapat anggota. BAB IV KEANGGOTAAN Pasal 6 Persyaratan untuk diterima menjadi anggota sebagai berikut: a.Mempunyai kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum (dewasa dan tidak berada dalam perwalian dan sebagainya); b. Bertempat tinggal di Kota Manado dan sekitarnya; c.Memiliki penghasilan atau yang ditetapkan khusus oleh Pembina; d. Telah menyatakan kesanggupan tertulis untuk melunasi simpanan pokok dimaksud dalam pasal 39 ayat 1; e.Telah menyetujui isi anggaran dasar dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Pasal 7 1. Keanggotaan koperasi diperoleh jika seluruh persyaratan telah dipenuhi, Simpanan Pokok telah dilunasi dan yang bersangkutan didaftar dan telah menandatangani Buku Daftar Anggota Koperasi. 2. Pengertian keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1) diatas termasuk para pendiri. 3. Keanggotaan tidak dapat dipindah tangankan kepada siapapun dengan cara apapun. 4. Koperasi secara terbuka dapat menerima anggota lain sebagai anggota luar biasa. 5. Tata cara penerimaan anggota sebagaimana dimaksud ayat (4) diatur dalam Anggaran Rumah Tangga

2. 3. 4. 5.

menghadiri dan berbicara didalam Rapat Anggota. akan tetapi secara formal belum sepenuhnya melengkapi persyaratan administratif. Pasal 9 Setiap anggota mempunyai kewajiban : 1. a. saran dan usul untuk kebaikan dan kemajuan koperasi. berpartisipasi dalam kegiatan usaha koperasi. Setiap calon anggota mempunyai kewajiban : a. Mentaati ketentuan Anggaran Dasar. b. keputusan Rapat Anggota dan ketentuan lainnya yang berlaku dalam koperasi. Membayar Simpanan Wajib sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga atau diputuskan dalam Rapat Anggota. a. Memelihara serta menjaga nama baik dan kebersamaan dalam koperasi. Memiliki hak suara yang sama. saran dan usul untuk kebaikan dan kemajuan koperasi. mengajukan pendapat. 3. Anggaran Rumah Tangga. Mengajukan pendapat. keputusan Rapat Anggota dan ketentuan lainnya yang berlaku dalam koperasi. membayar simpanan pokok menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar dan membayar simpanan wajib sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. Anggaran Rumah Tangga. mengajukan pendapat. 2. c. 3. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha koperasi. Pasal 10 1. c. dan usul untuk kebaikan dan kemajuan koperasi. memelihara dan menjaga nama baik dan kebersamaan dalam koperasi. d.3 Pasal 8 Setiap anggota berhak : 1. Memperoleh pelayanan dari koperasi. Calon anggota memiliki hak-hak : a. . keputusan Rapat Anggota dan ketentuan lainnya yang berlaku dalam koperasi. membayar simpanan wajib sesuai ketentuan yang diputuskan Rapat Anggota. c. belum menandatangani Buku Daftar Anggota diterima atau belum membayar seluruh simpanan pokok termasuk simpanan wajib dan lain-lain sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga berstatus sebagai calon anggota. mentaati ketentuan Anggaran Dasar. d. 5. Setiap anggota luar biasa mempunyai kewajiban. b. 2. berpartisipasi dalam kegiatan usaha koperasi. mentaati ketentuan Anggaran Dasar. 4. saran. Anggaran Rumah Tangga. 2. memperoleh pelayanan koperasi. b. Pasal 11 1. menghadiri dan berbicara dalam Rapat Anggota. b. 4. Setiap anggota luar biasa memiliki hak: memperoleh pelayanan koperasi. 3. 2. Menghadiri dan berbicara dalam Rapat Anggota. c. memelihara dan menjaga nama baik koperasi dan kebersamaan anggota koperasi. Bagi mereka yang telah melunasi pembayaran simpanan pokok. Memperoleh bagian Sisa Hasil Usaha.

c.4 Pasal 12 1. c. 3. BAB V RAPAT ANGGOTA Pasal 13 1. Pembagian Sisa Hasil Usaha. Pasal 14 1. kecuali apabila ditentukan lain dalam Anggaran Dasar ini. tambahan ini bila koperasi mengangkat Pengawas tetap. peleburan. Diberhentikan oleh Pengurus karena tidak memenuhi lagi persyaratan keanggotaan dan atau melanggar ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan lain yang berlaku dalam koperasi. 3. pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan Pengawas. Rapat Anggota koperasi terdiri dari : a. b. Anggota meninggal dunia. d. Rapat Anggota dapat dilakukan secara langsung atau melalui perwakilan yang pengaturannya ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga. Anggota yang diberhentikan oleh Pengurus dapat meminta pertimbangan kepada Rapat Anggota. Anggaran Rumah Tangga dan perubahan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga. dikembalikan sesuai dengan ketentuan Anggaran Rumah Tangga atau peraturan khusus. Rapat Anggota Tahunan. 5. c. . Rencana Kerja. b. Berhenti atas permintaan sendiri. atau d. f. Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapat dan Belanja. Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. 2. Anggaran Dasar. Rapat Anggota sah jika dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) dari jumlah anggota koperasi dan disetujui oleh lebih dari 1/2 (satu per dua ) bagian dari jumlah anggota yang hadir. Koperasi membubarkan diri atau dibubarkan oleh Pemerintah. b. Pemilihan. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi. Rapat Anggota Koperasi dilaksanakan untuk menetapkan : a. serta pengesahan laporan keuangan. g. e. Simpanan pokok dan simpanan wajib anggota yang diberhentikan oleh Pengurus. Keanggotaan berakhir bila : a. Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya dan pelaksanaan tugas Pengawas. Rapat Anggota Khusus. Kebijaksanaan umum dibidang organisasi. Penggabungan. 4. Rapat Anggota Luar Biasa. 2. d. Rapat Anggota dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun. pembagian. manajemen usaha dan permodalan koperasi. dan pembubaran koperasi.

Rapat Anggota diselenggarakan oleh Pengurus Koperasi. 6. Pasal 16 Tempat. 7. Anggota yang tidak hadir tidak dapat mewakilkan suaranya kepada anggota lain. Pemilihan Pemimpin dan Sekretaris Sidang dipimpin oleh Pengurus Koperasi dari anggota yang hadir. tanpa ada tekanan dari Pengurus dan atau pihak-pihak tertentu. Berita Acara Keputusan Rapat Anggota yang telah ditandatangani oleh Pimpinan dan Sekretaris Rapat menjadi bukti yang sah terhadap semua anggota koperasi dan pihak ketiga.apabila dihadiri sekurang-kurangnya 1/3 (satu per tiga) dari jumlah anggota dan keputusan disetujui oleh 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota yang hadir. Pengawas dan Pengelola atau Karyawan Koperasi. Apabila pada rapat kedua sebagaimana yang dimaksud ayat (2) diatas kuorum tetap belum tercapai. Dalam hal tidak tercapai mufakat.5 2. maka pengambilan keputusan oleh Rapat Anggota berdasarkan suara terbanyak dari jumlah anggota yang hadir. Pengaturan selanjutnya diatur didalam Anggaran Rumah Tangga. 5. yang tidak menyangkut jabatan Pengurus. Pemungutan suara dapat dilakukan secara terbuka dan/atau secara tertutup. 4. Apabila kuorum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatas tidak tercapai. 4. 3. Keputusan Rapat Anggota dicatat dalam Berita Acara Rapat dan ditandatangani oleh Pimpinan Rapat. Setiap Rapat Anggota harus dibuat Berita Acara Rapat yang ditandatangani oleh seluruh Pimpinan dan Sekretaris Rapat. kecuali mengenai diri orang dilakukan secara tertutup. Pengaturan selanjutnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. 4. 3. 2. Pasal 15 1. 3. Pasal 17 1. Dalam hal dilakukan pemungutan suara. 2. Anggota koperasi dapat juga mengambil keputusan terhadap sesuatu hal tanpa mengadakan Rapat Anggota dengan ketentuan semua anggota koperasi harus diberitahu secara tertulis dan seluruh anggota koperasi memberikan persetujuan mengenai hal (usul keputusan) tersebut secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. acara. untuk rapat kedua dan diadakan pemanggilan kembali kedua kalinya. setiap anggota mempunyai hak satu suara. 5. Rapat Anggota dapat dipimpin langsung oleh Pengurus Koperasi dan atau oleh Pimpinan Sidang dan Sekretaris Sidang yang dipilih dalam Rapat Anggota tersebut. 8. Pengambilan keputusan Rapat Anggota berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. tata tertib dan bahan materi Rapat Anggota harus sudah diserahkan terlebih dahulu kepada anggota sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan Rapat Anggota. maka Rapat Anggota tersebut ditunda untuk waktu paling lama 7 (tujuh) hari. kecuali Anggaran Dasar menentukan lain. maka Rapat Anggota tersebut dapat dilangsungkan dan keputusannya sah serta mengikat bagi semua anggota. yang hadir pada Rapat Anggota tersebut. .

3. Mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi dengan ketentuan : a. harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota. Membubarkan. Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja dapat dilaksanakan bersamaan dengan Anggaran Rumah Tangga dengan acara tersendiri. 2. c. b. pemilihan dan pengangkatan Pengurus dan Pengawas dan harus dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu per dua ) dari jumlah anggota. Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja membahas dan mengesahkan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Belanja Pendapatan dan Belanja Koperasi juga harus dilaksanakan tiap tahun buku. peleburan dan pemecahan Koperasi dengan ketentuan: a. paling lambat 1 (satu) bulan sebelum tahun buku / anggaran yang bersangkutan dilaksanakan. Pengaturan selanjutnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga atau Peraturan Khusus. yang diajukan oleh Pengurus dan Pengawas. jika Berita Acara Rapat tersebut dibuat oleh Notaris. Pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Pengawas dalam satu tahun buku. Apabila Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja seperti tersebut pada ayat (3) diatas belum mampu dilaksanakan oleh koperasi karena alasan yang objektif dan rasional seperti efisiensi maka: a. harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 (tiga per empat ) dari jumlah anggota. Ketentuan dan pengaturan lebih lanjut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan atau ketentuan khusus. Selama Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja belum disahkan oleh Rapat Anggota dalam pelaksanaan tugasnya Pengurus berpedoman pada Rapat Anggota Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja tahun sebelumnya yang telah mendapat persetujuan. d. Rapat Anggota Tahunan diadakan dalam waktu paling lambat 6 (enam) bulan sesudah tutup buku. dengan ketentuan Rapat Anggota Tahunan harus dilaksanakan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tutup tahun buku. b. Penggunaan dan pembagian Sisa Hasil Usaha. 3. Neraca perhitungan laba rugi tahun buku yang berakhir 31 (tiga puluh satu ) Desember. Laporan Pertanggung jawaban Pengurus atas pelaksanaan tugasnya. b. Pasal 18 1. kecuali ada pengaturan lain dalam Anggaran Dasar. Penandatanganan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) tidak diperlukan. . Pemberhentian.6 6. Pasal 19 Rapat Anggota Khusus diadakan untuk : 1. c. 4. 2. keputusannya harus disetujui oleh 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota yang hadir. 4. b. Rapat Anggota Tahunan membahas dan mengesahkan: a. keputusan sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga ) dari jumlah anggota. penggabungan.

i. d. loyal dan berdedikasi terhadap Koperasi. Pengurus Koperasi dipilih dari dan anggota dalam Rapat Anggota. dan atau b. Anggota Pengurus yang telah diangkat. 4. Pasal 22 . Tata cara pemilihan. sudah menjadi anggota koperasi sekurang-kurangnya 2 (dua ) tahun. Ketentuan dan pengaturan selanjutnya diatur didalam Anggaran Rumah Tangga. c. Anggota Pengurus yang masa jabatannya telah berakhir dapat dipilih kembali untuk masa jabatan berikutnya. dicatat dalam Buku Daftar Pengurus. ada permintaan paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah anggota. 2. f. pemberhentian dan sumpah pengurus diatur dan ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. dalam hal keadaan yang sangat mendesak untuk segera memperoleh keputusan Rapat Anggota. antara Pengurus tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan semenda sampai derajat ketiga. atas keputusan Rapat Pengurus atau keputusan Rapat Pengurus dan Pengawas. Persyaratan untuk dapat dipilih menjadi Pengurus sebagai berikut : a. mempunyai keterampilan kerja dan wawasan usaha serta semangat kewirausahaan. 3. Rapat Anggota Luar Biasa sah dan keputusan mengikat seluruh anggota. Rapat Anggota Luar Biasa dapat diselenggarakan apabila dipandang sangat diperlukan adanya keputusan yang kewenangannya ada pada Rapat Anggota dan tidak dapat menunggu dilaksanakannya Rapat Anggota biasa seperti diatur dalam pasal 18 diatas. Mempunyai kemampuan pengetahuan tentang perkoperasian. g. Sebelum melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pengurus. harus terlebih dahulu mengucapkan sumpah atau janji di depan Rapat Anggota. b. Untuk maksud pada ayat (2) huruf diatas. h. tidak memungkinkan diadakan Rapat Anggota Biasa dan Rapat Anggota Khusus seperti tersebut pada pasal 19 diatas. dan atau c. e. Rapat Anggota Luar Biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas diadakan apabila : a. 2. apabila: a. d. negara dalam keadaan bahaya atau perang. kejujuran.7 Pasal 20 1. Rapat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 1/2 (satu per dua) dari jumlah anggota dan keputusannya disetujui oleh 2/3 ( dua per tiga ) dari jumlah anggota yang hadir. Pengurus dipilih untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun. harus dihadiri oleh sekurangkurangnya 1/5 (satu per lima ) dari jumlah anggota dan keputusannya disetujui oleh 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota yang hadir. pengangkatan. b. BAB VI PENGURUS Pasal 21 1. apabila yang bersangkutan berprestasi bagus dalam mengelola koperasi.

Pasal 23 Tugas dan kewajiban Pengurus adalah : 1. maka semua anggota pengurus tanpa kecuali menanggung kerugian yang diderita koperasi. Membantu pelaksanaan tugas pengawasan dengan memberikan keterangan dan memperlihatkan bukti-bukti yang diperlukan. b. 7. Memelihara kerukunan diantara anggota dan mencegah segala yang menyebabkan perselisihan. Memutuskan penerimaan anggota baru. dengan ketentuan: a. Pengurus terdiri dari sekurang-kurangnya : a. Menyelenggarakan Rapat Anggota serta mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas kepengurusannya. 6. Memberikan penjelasan dan keterangan kepada anggota mengenai jalannya organisasi dan usaha koperasi. 2. Mengajukan Rencana Kerja. 4. Jika kerugian yang timbul sebagai akibat kelalaian seorang atau beberapa anggota pengurus. wewenang dan tanggung jawab dan tata cara pengangkatan pengurus dan pengawasan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga. wewenang dan tanggungjawab anggota Pengurus serta mengenai pelayananan terhadap anggota. . Pengaturan lebih lanjut tentang susunan. 13. seorang Sekretaris. maka kerugian ditanggung oleh pengurus yang bersangkutan. seorang Bendahara. Jika kerugian yang timbul sebagai akibat kebijaksanaan yang telah diputuskan dalam rapat pengurus. 4. Menanggung kerugian koperasi sebagai akibat karena kelalaiannya. seorang atau beberapa orang Ketua. Menyelenggarakan dan mengendalikan usaha koperasi. c. 3. 9. b. penolakan anggota serta pemberhentian anggota. maka salah satu dari pengurus dapat bertindak sebagai manajer koperasi dan Pengurus yang bersangkutan harus melepaskan sementara jabatannya sebagai pengurus.8 1. tugas pokok. Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan. Meminta jasa audit kepada Koperasi Jasa Audit dan atau Akuntan Publik yang biayanya ditanggung oleh koperasi dan biaya audit tersebut dimasukkan dalam Anggaran Biaya Koperasi. 6. 11. 3. Pengurus dapat mengangkat Manajer yang diberi wewenang kuasa untuk mengelola usaha koperasi. 10. Jumlah pengurus sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan sebanyak-banyaknya sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. Apabila koperasi belum mampu mengangkat Manajer. Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi. Susunan Pengurus Koperasi diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga sesuai dengan kebutuhan organisasi dan usaha koperasi. Melakukan seluruh perbuatan hukum atas nama koperasi. 5. 12. Meminjam atau meminjamkan uang atas nama koperasi dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan khusus koperasi. Menyusun ketentuan mengenai tugas. 2. 5. Pengurus atau salah seorang yang ditunjuknya berdasarkan ketentuan yang berlaku dapat melakukan tindakan hukum yang bersifat pengurusan dan pemilikan dalam batas-batas tertentu berdasakan persetujuan tertulis dari Keputusan Rapat Pengurus dan Pengawas Koperai dalam hal-hal sebagai berikut: a. 8.

d. Anggaran Rumah Tangga dan keputusan Rapat Anggota. Pasal 25 1. Menerima imbalan jasa sesuai keputusan Rapat Anggota. c. 2. b. Mempunyai pengetahuan tentang perkoperasian pengawasan dan akuntansi. Anggaran Dasar.9 b. Membuka cabang/perwakilan usaha baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota. Sudah menjadi anggota sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun. Memiliki kemampuan keterampilan kerja dan wawasan di bidang pengawasan. c. 3. Rapat Pengurus dengan dihadiri wakil Pengawas dapat mengangkat penggantinya dengan cara: a. Melakukan dan terlibat dalam tindak pidana yang telah diputus oleh Pengadilan. Tidak menaati ketentuan Undang-Undang Perkoperasian beserta peraturan dan ketentuan pelaksanaannya. 3. yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan khusus koperasi. Mengangkat dari kalangan anggota untuk menduduki jabatan pengurus tersebut. b. Menunjuk salah seorang pengurus untuk merangkap jabatan tersebut. Pengurus dapat diberhentikan oleh Rapat Anggota sebelum masa jabatannya berakhir apabila terbukti : a. b. jujur dan berdedikasi terhadap koperasi. 4. Membeli. Sikap maupun tindakannya menimbulkan pertentangan didalam koperasi yang akibatnya merugikan koperasi khususnya dan gerakan koperasi pada umumnya. BAB VII PENGAWAS Pasal 26 1. Meminta laporan dari manajer secara berkala dan sewaktu-waktu bila diperlukan. Yang dapat dipilih menjadi Pengawas adalah anggota yang memenuhi syarat sebagai berikut: a. Melakukan kecurangan atau penyelewengan yang merugikan usaha dan keuangan dan nama baik koperasi. Pengangkatan pengganti pengurus yang berhenti sebagaimana diatur dalam ayat (2) harus dipertanggungjawabkan oleh pengurus dan disahkan dalam Rapat Anggota berikutnya. Dalam hal salah seorang anggota Pengurus berhenti sebelum masa jabatan berakhir. Mengangkat dan memberhentikan manajer dan karyawan koperasi. Pasal 24 Pengurus mempunyai hak: 1. . Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota. 2. menjual atau dengan cara lain memperoleh atau melepaskan hak atas barang bergerak milik Koperasi dengan jumlah tertentu. Melakukan upaya-upaya dalam rangka mengembangkan usaha koperasi. 2. 5.

Fungsi dan tugas pengawas menjadi tugas dan tanggung jawab pengurus dan pengurus tidak turut campur tangan kedalam pengelolaan kegiatan usaha. 2. keuangan yang dijalankan oleh manajer. 2. Audit keuangan harus dilakukan oleh Akuntan Publik dan audit non Keuangan oleh tenaga ahli dibidangnya atas permintaan pengurus. 3. Pengawas terdiri dari sekurang-kurangnya 1 (satu) orang dan sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang. Pengaturan selanjutnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi. 4. Meneliti catatan dan pembukuan yang ada pada koperasi. 2. 4. . Membuat laporan tertulis tentang hasil pelaksanaan tugas pengawasan kepada Rapat Anggota. Tata cara pemilihan. maka ditentukan : a. Dalam hal koperasi telah mampu mengangkat manajer yang profesional. saran. Pasal 31 1. Sebelum melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pengawas. Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga. Pengangkatan manajer tersebut harus langsung ditetapkan oleh Rapat Anggota. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan. harus terlebih dahulu mengucap sumpah atau janji didepan Rapat Anggota.10 3. b. Pasal 29 Pengawas berhak menerima imbalan jasa sesuai keputusan Rapat Anggota. pengangkatan dan pemberhentian dan sumpah pengawas ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. maka pengawasan dapat diadakan secara tetap atau diadakan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan dan ditentukan dengan keputusan Rapat Anggota. 5. Pengawas dapat meminta jasa audit kepada Akuntan Publik yang biayanya ditanggung oleh koperasi. Pasal 27 1. Pengawas dipilih untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun. Pasal 30 1. Memberikan koreksi. 4. perbuatan yang merugikan keuangan dan nama baik koperasi. 5. Biaya audit tersebut dimasukkan dalam anggaran biaya koperasi. 6. teguran dan peringatan kepada pengurus. 3. 6. Pengawas dapat diberhentikan oleh Rapat Anggota sebelum masa jabatan berakhir apabila terbukti : a. Dalam hal koperasi tidak mengangkat pengawas tetap. Melakukan tindakan. Pasal 28 Hak dan kewajiban pengawas adalah : 1.

mengangkat pengawas yang lain.11 b. Mempunyai keahlian dibidang usaha atau pernah mengikuti pelatihan di bidang usaha koperasi atau magang dalam usaha koperasi. Pasal 33 Tugas dan kewajiban manajer adalah: 1. Rapat Pengawas dengan dihadiri oleh wakil pengurus dapat mengangkat pengganti dengan cara: a. BAB VIII PENGELOLAAN USAHA Pasal 32 1. 3. 2. Belum pernah terbukti melakukan tindak pidana apapun f. Dalam hal salah seorang anggota pengawas berhenti sebelum masa jabatan berakhir. keputusan Rapat Anggota. c. Jabatan dan tugas tersebut dirangkap oleh anggota pengawas yang lain. Anggaran Rumah Tangga. Memiliki akhlak dan moral yang baik. . 4. 2. kontrak kerja dan ketentuan lainnya yang berlaku pada Koperasi yang berkaitan dengan pekerjaannya. Tidak menaati ketentuan Undang-Undang Perkoperasian beserta pengaturan. Mempunyai pengetahuan dan wawasan di bidang usaha. d. melaksanakan kebijaksanaan pengurus dalam pengelolaan usaha koperasi. Sikap maupun tindakannya menimbulkan akibat yang merugikan bagi koperasi khususnya dan gerakan koperasi pada umumnya. c. Anggaran Rumah Tangga dengan keputusan Rapat Anggota. Persyaratan untuk diangkat menjadi manajer adalah : a. b. ketentuan pelaksanaannya. Pengangkatan pengganti pengawas sebagaimana tersebut dalam ayat (2) diatas. Bertanggung jawab kepada Pengurus. 4. Anggaran Dasar. Pengurus dapat secara langsung melakukan pengelolaan kegiatan usaha Koperasi atau mendirikan Strategic Business Unit yang dikelola secaara otonom dan profesional. d. e. b. 2. mengendalikan dan mengkoordinir semua kegiatan usaha koperasi yang dilaksanakan oleh para karyawan. dilaporkan oleh pengawas kepada Rapat Anggota yang terdekat setelah penggantian yang bersangkutan untuk diminta pengesahan dan atau memilih. 3. tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang keuangan dan atau dihukum karena terbukti melakukan tindak pidana di bidang keuangan. mentaati segala ketentuan yang telah diatur dalam Anggaran Dasar. 3. melakukan pembagian tugas secara jelas dan tegas mengenai bidang dan pelaksanaannya. Melakukan dan terlibat dalam tindak pidana terutama di bidang ekonomi dan keuangan dan tindak pidana lain yang telah diputus oleh pengadilan. Pengangkatan seperti tersebut pada ayat (1) dan (2) diatas setelah mendapat persetujuan Rapat Anggota. Mengangkat dari kalangan anggota untuk menduduki jabatan pengawas tersebut. Pengelolaan usaha Koperasi dapat dilakukan oleh Manajer dengan dibantu beberapa orang karyawan yang diangkat oleh Pengurus melalui perjanjian atau kontrak kerja yang dibuat secara tertulis.

mengembangkan usaha dan kemampuan diri untuk melaksanakan tugas yang dibebankan. Pasal 34 Hak dan wewenang manager : 1. pengelolaan usaha atau Standar Operasional Prosedur yang disahkan oleh Rapat Anggota. 2. 2. BAB X PEMBUKUAN KOPERASI Pasal 37 1. Pasal 35 1. menerima penghasilan sesuai dengan perjanjian kerja yang telah disepakati dan ditandatangani bersama oleh pengurus dan manajer. menanggung kerugian usaha koperasi sebagai akibat dari kelalaian dan atau tindakan yang disengaja atas pelaksanaan tugas yang dilimpahkan. 4. baik diminta maupun yang tidak diminta. ketentuan khusus dan kontrak kerja. Penasehat memberi saran/anjuran kepada Pengurus untuk kemajuan organisasi dan usaha koperasi. Penasihat berhak menerima penghasilan/imbalan/jasa sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.12 5. hak dan wewenang manajer dan karyawan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga. Ketentuan lebih lanjut mengenai susunan tugas. dan pada akhir bulan Desember tiap-tiap tahun pembukuan koperasi ditutup. Menetapkan pedoman pelaksanaan. . Pengurus dapat mengangkat penasehat atas persetujuan Rapat Anggota. kewajiban. bertindak untuk dan atas nama pengurus dalam rangka menjalankan usaha. 2. Koperasi wajib menyelenggarakan pencatatan dan pembukuan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia dan Standar Akuntansi Koperasi pada khususnya serta Standar Akuntansi Indonesia pada umumnya. Tahun buku koperasi adalah tanggal 1 (satu) Januari sampai dengan tanggal tanggal 31 (tiga puluh satu ) Desember. Apabila diperlukan. BAB IX PENASEHAT Pasal 36 1. membela diri atas segala tuntutan yang ditujukan kepada dirinya. 3. 3. 2.

merupakan suatu tagihan atas koperasi sebesar jumlah tadi. uang Simpanan Wajib. Modal dasar yang disetor pada saat Pendirian Koperasi ditetapkan sebesar Rp. maka Pengurus wajib menyusun dan menyampaikan Laporan Tahunan yang telah diaudit oleh pengawas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ditandatangani oleh semua anggota Pengurus untuk disampaikan kepada Rapat Anggota yang disertai hasil audit pengawas. 4. Setiap Anggota digiatkan untuk menambah simpanan sukarela atas namanya pada koperasi menurut kehendaknya sendiri. 4. uang Simpanan Sukarela yang merupakan deposito. 1. jika perlu dikurangi dengan bagian tanggungan kerugian. Ketentuan. 500. susunan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan pelaksanaan audit diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan tertulis. 3. Setiap anggota harus menyimpan atas namanya pada koperasi. yang berasal dari simpanan pokok. 5. 3.300. Anggota diperbolehkan meminjam uang setelah menjadi anggota selama 3 (tiga) bulan. simpanan pokok sejumlah Rp. 2. dan kelebihannya dengan segera harus disimpan atas nama koperasi pada koperasi pusatnya. Pasal 40 .000 (seratus ribu rupiah). Uang kelebihan yang disimpan itu hanya dapat diminta kembali dengan kwitansi yang ditandatangani oleh sekurang-sekurangnya 2 (dua) orang anggota pengurus atau lebih atau seorang pegawai yang ditunjuk oleh Pengurus. Dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan setelah pembukuan koperasi ditutup. Apabila diperlukan. 4. simpanan wajib. baik bank pemerintah ataupun pada bank lain. dan simpanan sukarela.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah). yang pada waktu keanggotaan diakhiri. SIMPANAN ANGGOTA Pasal 39 1. BAB XI MODAL KOPERASI Pasal 38 1.13 3. Laporan Tahunan pengawas dapat diaudit oleh Akuntan Publik atas permintaan Rapat Anggota. atau apabila koperasi tidak mengangkat pengawas tetap. maka Laporan Tahunan Pengurus harus diaudit oleh Akuntan Publik sebelum diajukan ke Rapat Anggota dan hasil audit tersebut menjadi perbandingan Laporan Pertanggung jawaban Pengurus. pengaturan lebih lanjut mengenai isi. Koperasi mempunyai modal perusahaan tak tetap. 2. uang pinjaman dan penerimaan lain yang sah. Rapat Anggota menetapkan jumlah setinggi-tingginya yang dapat disediakan sebagai uang kas. Setiap anggota diwajibkan untuk membayar simpanan atas namanya pada koperasi sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga / Peraturan Khusus. yang diperoleh dari uang simpanan pokok. bentuk.

b. 5% (lima persen) untuk dana kesejahteraan pegawai/karyawan. c. g. b. Sisa Hasil Usaha yaitu pendapatan Perusahaan Koperasi yang diperoleh dalam suatu tahun buku dipotong dengan penyusutan nilai barang dan segala biaya yang dikeluarkan dalam tahun buku itu. terdiri dari 2 bagian : a. dikembalikan kepada yang berhak dalam waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah anggota yang bersangkutan meninggal dunia. 10% (sepuluh persen) untuk dana Pengurus. Uang simpanan wajib dapat diminta kembali menurut peraturan yang ditetapkan oleh Rapat Anggota. dan yang merupakan giro dapat diminta kembali setiap waktu. b. . huruf (b) atau (c). huruf (a). uang simpanan pokok menjadi kekayaan koperasi dan pengembalian uang simpanan wajib diserahkan kepada keputusan Rapat Anggota dengan mempertimbangkan kesalahan anggota yang mengakibatkan pemecatannya. 15% (lima belas persen) untuk cadangan. 2. 15% (lima belas persen) untuk dana sosial. koperasi dapat mengadakan simpanan khusus yang diatur dalam Peraturan Khusus / Anggaran Rumah Tangga. 20% (dua puluh persen) untuk anggota menurut perbandingan jasanya dalam usaha Koperasi untuk memperoleh sisa pendapatan perusahaan. 3. Sisa hasil usaha yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota dibagi sebagai berikut : a. d. 3.14 1. Uang Simpanan Sukarela yang merupakan deposito dapat diminta kembali menurut Peraturan Khusus atau perjanjian. f. huruf (d). Yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk Anggota Koperasi. Yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan bukan Anggota Koperasi. 2. 60% (enam puluh persen) untuk cadangan. d. maka uang simpanan pokok dan uang simpanan wajib setelah dipotong dengan bagian tanggungan yang ditetapkan. Jika diperlukan. b. e. 10% (sepuluh persen) untuk kesejahteraan Koperasi. Pasal 41 Apabila keanggotaan berakhir menurut pasal 12 ayat (1) : a. maka uang simpanan pokok dan uang simpanan wajib. 25% (dua puluh lima persen) untuk anggota menurut perbandingan simpanannya. c. 4. c. Uang simpanan pokok tidak dapat diminta kembali selama anggota belum berhenti sebagai anggota. Sisa hasil usaha yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk pihak bukan anggota (anggota luar biasa) dibagi sebagai berikut : a. setelah dipotong dengan bagian tanggungan yang ditetapkan. 5% (lima persen) untuk dana kesejahteraan Pegawai. Pasal 42 Sisa Hasil Usaha 1. 10% (sepuluh persen) untuk dana pendidikan Koperasi. dikembalikan kepada bekas anggota dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah Rapat Anggota Tahunan yang akan datang. 10% (sepuluh persen) untuk dana Pengurus.

tidak mampu memenuhi kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam ayat (1) pasal ini. Bilamana koperasi dibubarkan dan pada penyelesaiannya ternyata bahwa kekayaan koperasi tidak mencukupi untuk melunasi segala perjanjian dan kewajiban. diselesaikan menurut ketentuan yang berlaku. maka kekurangan itu dibebankan kepada anggota lain. Tanggungan Anggota Pasal 44 1. Uang Cadangan Pasal 43 1. Kerugian Koperasi Pasal 45 1. Rapat Anggota dapat memutuskan untuk mempergunakan paling tinggi 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah seluruh cadangan untuk perluasan usaha koperasi. Anggota-anggota yang telah berhenti dari koperasi tidak menanggung kerugian dari usaha yang tidak turut diputuskan oleh mereka sesudah keluar dari Koperasi. 15% (lima belas persen) untuk dana sosial. hingga jumlah kerugian yang menurut perhitungan harus dibayar oleh para anggota dan mereka yang berhenti sebagai anggota dapat dipenuhi.15 e. BAB XIII PEMBUBARAN . 2. 3. ditutup dengan uang cadangan. Kerugian yang diderita oleh koperasi pada akhir tahun buku. Jika kerugian yang diderita koperasi pada akhir tahun buku tidak dapat ditutup dengan uang cadangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Segala persoalan mengenai penentuan tindakan atau kejadian mana yang menyebabkan kerugian. Sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen) dari uang cadangan harus disimpan pada bank yang ditunjuk oleh pejabat. 3. Uang cadangan adalah kekayaan koperasi yang disediakan untuk menutup kerugian sehingga tidak boleh dibagikan kepada anggota. maka Rapat Anggota dapat memutuskan untuk membebankan bagian kerugian tersebut diatas (jumlah kerugian dikurangi dengan uang cadangan yang tersedia) kepada anggota dan kepada mereka yang telah berhenti sebagai anggota dalam tahun buku yang bersangkutan. 2. masing-masing terbatas 2 (dua) kali simpanan pokok. Bila menurut kenyataan ada anggota dan mereka yang berhenti sebagai anggota dalam waktu 1 (satu) tahun yang sebelum pembubaran koperasi. maka sekalian anggota dan mereka yang telah berhenti sebagai anggota dalam waktu 1 (satu) tahun sebelum pembubaran koperasi diwajibkan menanggung kerugian itu masingmasing terbatas sebanyak 2 (dua) kali simpanan pokok. 2. 3.

4. b. c. Atas permintaan sekurang-kurangnya 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota. 2. b. a. 3. anggota dan bekas anggota tertentu yang diperlukan. menggunakan sisa kekayan koperasi untuk menyelesaikan kewajiban Koperasi baik kepada anggota maupun pihak ketiga. Pembubaran oleh Rapat Anggota didasarkan pada : Jangka waktu berdirinya koperasi telah berakhir. Pasal 48 1. Pasal 49 1. Pembubaran koperasi dapat dilaksanakan berdasarkan : keputusan Rapat Anggota. Pengurus koperasi menyampaikan keputusan pembubaran koperasi oleh Rapat Anggota tersebut kepada Pejabat Kopersi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. apabila kerugian tersebut terjadi selama anggota yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi dan apabila keluarnya sebagai anggota belum melewati jangka waktu 6 (enam ) bulan. pengurus melanggar ketentuan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan lainnya yang berlaku di koperasi dikenakan sanksi oleh Rapat Anggota berupa : . 2. baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Apabila anggota. Koperasi tidak lagi melakukan kegiatan usahanya. Pengurus dan pihak lain yang dianggap perlu (Pembina) dan diberi kuasa untuk menyelesaikan pembubaran dimaksud. memperoleh. b. Likuidator mempunyai hak dan kewajiban: a. Dalam hal koperasi hendak dibubarkan maka Rapat Anggota membentuk Tim Likuidasi yang terdiri dari unsur anggota. 2. memanggil pengurus. f. simpanan wajib yang sudah dibayarkan. BAB XIV SANKSI Pasal 50 1. keputusan Pemerintah. mengumpulkan keterangan yang diperlukan.16 Pasal 46 1. melakukan perbuatan hukum untuk dan atas nama koperasi dalam penyelesaian. Tanggungan anggota terbatas pada simpanan pokok. c. e. a. Pembayaran biaya penyelesaian didahulukan dari pada pembayaran kewajiban lainnya. menggunakan dan memeriksa segala catatan dan arsip koperasi. d. membuat berita acara penyelesaian dan menyampaikan kepada Rapat Anggota. 3. Anggota yang telah keluar sebelum koperasi dibubarkan wajib menanggung kerugian. Seluruh anggota wajib menanggung kerugian yang timbul pada saat pembubaran koperasi.

BAB XVI ANGGARAN DASAR RUMAH TANGGA DAN PERATURAN KHUSUS Pasal 52 Rapat Anggota menetapkan Anggaran Dasar Rumah Tangga dan atau Peraturan Khusus. c. peringatan tertulis.17 a. BAB XV JANGKA WAKTU BERDIRINYA KOPERASI Pasal 51 Koperasi didirikan dalam jangka waktu yang tidak terbatas. diberhentikan bukan atas kemauan sendiri. yang memuat peraturan pelaksanaan berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Koperasi dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar ini. . diajukan ke Pengadilan. Ketentuan mengenai sanksi diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga. dipecat dari keanggotaan atau jabatannya. peringatan lisan. 2. e. d. b.

3. Kossuma memiliki lambang : BAB II TUJUAN. 2. BIDANG USAHA. . Pembiayaan untuk pengembangan usaha ( uang / barang ) 4. Pembiayaan untuk barang konsumtif. SASARAN DAN MANFAAT Pasal 2 Kossuma Manado didirikan dengan tujuan : Membantu usaha kecil dan menengah serta masyarakat dalam hal : 1.18 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) KOPERASI SYARI’AH SERBA USAHA SALIMAH (KOSSUMA) MANADO BAB I TAFSIR LOGO KOSSUMA Pasal 1 1. Menyimpan dan menabung uang. 5. Investasi dalam kerja sama usaha. Penyaluran dan pembiayaan dana sosial.

Pasal 4 Dalam melaksanakan kegiatan pengembangan usaha. Kossuma menargetkan sasaran antara lain: 1. Adapun jenis usahanya terdiri dari: 1. Simpanan Sukarela 2. Simpanan Wajib d. Simpanan Pokok c. 3. BAB III PENGHIMPUNAN DAN PENYALURAN DANA Pasal 6 Penghimpunan Dana 1.19 Pasal 3 Bidang usaha yang dilakukan oleh Kossuma memakai sistem Syariah sebagai upaya untuk menghindari masalah riba yang jelas-jelas hukumnya haram. 4. Mayarakat umum di sekitar Manado. 2. Pengusaha kecil. 3. Simpanan Anggota a. Tabungan Wadi’ah ( titipan murni ) a. Tabungan Biaya Sekolah . Donasi / Hibah b. Pasal 5 Manfaat serta keuntungan bagi anggota antara lain : 1. 2. Pengusaha kecil dan menengah di tempat lain ( pengembangan ). Unit jasa keuangan syari’ah 3. Terhindar dari riba yang jelas – jelas hukumnya haram Mendapatkan manfaat material ( duniawi ) dan ukhrowi Pengembangan usaha bagi yang sudah memiliki usaha Meningkatkan ukhuwah sesama anggota. Jasa lainnya. Jasa perdagangan 2.

Tabungan Mudharobah a. Pasal 11 Pembiayaan Kredit Pembelian barang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun (modal . c. d. Pasal 9 2.00. Tata Nilai Dasar Tanggung Renteng. Definisi. c. Saldo minimum Rp 20. Penitip dapat menerima bagi hasil / keuntungan. Bentuknya tabungan biasa (suka rela ).000.000. Fungsi. h.000. MUDHOROBAH. Apabila koperasi mendapat bagi hasil dari bank maka akan mendapatkan bonus secara proporsional.000. Dana titipan tidak boleh digunakan untuk keperluan apa pun. Tabungan Qurban c. Tabungan Wadi’ah Al Amanah ( Titipan Murni ) a. Saldo awal Rp 20. d. 3.00. f. BAB V Sistem. Penitip di kenakan biaya administrasi buku Rp 10.00. Usaha) 2. Dapat diambil sewaktu-waktu dengan pemberitahuan 1hari sebelumnya dan dikenakan biaya transpor bagi pengambilan lebih dari Rp 500. b. e. Merupakan titipan yang harus di jaga dengan penuh Amanah. Tidak dapat bagi hasil dari keuntungan usaha koperasi. BAB IV PROGRAM WADI’AH. g.00.000. Dana ini dapat digunakan / dikelola oleh koperasi untuk usaha. b.20 b. MUROBAHAH Pasal 8 1. Pembelian barang dengan Cicilan dengan batas waktu lebih dari satu tahun Pembiayaan Al-Qardul Hasan (Pembiayaan Kebaikan) Pelayanan ini khusus bagi Anggota KOSSUMA. Dapat dimbil setelah minimal 3 bulan. Tabungan Biasa 3. Tabungan Mudharabah Pasal 7 Penyaluran Dana 1.00 yaitu sebesar Rp 10.

3. Pengembangan tata nilai dasar TR dalam kelompok Pasal 15 Unsur-unsur Tanggung Renteng 1. 7. 5. Pasal 12 Fungsi TR : 1. 2. 8. yang timbul dari sikap dan perilaku anggota yang tidak memenuhi persyaratan untuk melakukan kewajiban dan tugasnya. Pertemuan anggota secara konsisten dan taat waktu 3. Kelompok : Kumpulan anggota dalam jumlah tertentu maksimal 10 orang berdasarkan tempat tinggal yang saling berdekatan. Suatu sistem yang memuat tanggung jawab bersama diantara anggota dalam satu kelompok. Suatu kegiatan untuk mengamankan asset yang didalam proses kegiatannya dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan. Membantu menciptakan sikap dan perilaku : musyawarah. Kebersamaan Keterbukaan Saling percaya Musyawarah Disiplin Tanggung jawab Jujur Menjaga kerahasian kelompok BAB VI Ciri Khusus dan Unsur Tanggung Renteng Pasal 14 Tanggung renteng mempunyai ciri –ciri khusus antara lain : 1. disiplin. kegotongroyongan dan keterbukaan serta tanggung jawab bersama atas kewajiban anggota dalam kelompok.21 Koperasi yang di kembangkan oleh Kossuma menggunakan sistem tanggung renteng Definisi Tanggung Renteng : 1. khususnya dalam kegiatan simpan pinjam. Kewajiban . 4. Adanya kelompok anggota 2. 2. kebersamaan. terbuka satu dengan lainnya dan kebersamaan serta tanggung jawab. saling percaya. atas segala kewajiban anggota pada koperasinya dengan dasar keterbukaan dan saling mempercayai. 2. 6. Pasal 13 Tata Nilai Dasar 1. Membantu mengendalikan risiko usaha. 2.

Mengikuti musyawarah kelompok dan menerima hasil musyawarah tersebut Mentaati segala pelaturan yang meliputi AD/ART dan pelaturan lainnya. Menghadiri pertemuan rutin kelompok ( satu pekan sekali / sebulan sekali ) b. Pengajuan pinjaman anggota harus dimusyawarahkan dalam pertemuan kelompok f. Mengatasi tunggakan kelompok dengan menggunakan : Kas tanggung renteng kelompok Spontanitas dari setiap anggota kelompok sebagai dana talangan.22 a. 3. Mengadakan pertemuan setiap minggu / bulan c.Peraturan kelompok Pasal 17 Mekanisme Sistem tanggung renteng dalam Aplikasi 1. Membayar simpanan pokok. Mengembangkan anggota kelompok ( mencari tambahan anggota baru ) jika kelompok belum memenuhi kuota. . 6. Melaksanakan pencatatan buku-buku anggota kelompok secara tertib h. g. e. 5. f. Penerimaan anggota kelompok baru melalui musyawarah anggota kelompok. Sasaran pembinaan Fungsi komunikasi Pertemuan kelompok Penerapan Aturan Pelaksanaan pembinaan Tata cara pembinaan Pasal 18 Langkah – Langkah Pelaksanaan Tanggung Renteng 1) Membentuk kelompok berdasarkan daerah tempat tinggal yang berdekatan.AD/ART 2. Adanya petugas /penyetor yang telah ditunjuk oleh anggota kelompok a. simpanan wajib dan simpanan lainnya yang telah ditetapkan oleh koperasi. 2) Sosialisasi Tanggung Renteng oleh pengurus pada kelompok tersebut 3) Memilih Penanggung Jawab (PJ) kelompok PJ tersebut berdasarkan musyawarah anggota kelompok dan di syahkan oleh pengurus Koperasi. Membayar angsuran pinjaman. 4. Pasal 16 3. Peraturan Seperangkat aturan yang terdiri dari : 1. Saling mengingatkan sesama anggota untuk hadir dalam pertemuan kelompok d. Menjaga kelangsungan hidup dan nama baik kelompok. c. Menentukan jadwal pertemuan kelompok b. d. b. g. 4) Pelaksanaan kegiatan kelompok : a. 2. e.

Berkelakuan baik. Info PJ Qodhoya anggota Musyawarah Lain –lain penutup dan do’a. Tahap 1 : datang. Pasal 20 Alat Dukung Admistrasi Kelompok 1. 6. Absensi anggota 3.00. jujur dan amanah. Mendaftarkan diri untuk menjadi anggota kepada kelompok yang sudah terbentuk.syarat menjadi Anggota KOPERASI WARGA USAHA MANDIRI : 1. 2. Tahap 2 (disesuaikan dengan kondisi kelompok) Pembukaan Tilawah Pembacaan agenda pertemuan. absen. 5. 3. Pasal 22 Hak Anggota Kossuma : (Pembina 1.000. Buku data anggota kelompok 2. Buku angsuran pembayaran 7. Mengisi Pormulir pendaftaran dengan membayar uang pendaftaran Rp 5. Menyerahkan foto kopi KTP dan pas poto ukuran 3x4 (2 lembar). 2.23 5). 4. . Form SPP ( Surat Permohonan Pinjaman ) Pasal 21 Syarat. Formulir pendaftaran anggota 6. Buku penghubung 5. Bersedia berkorban dan bekerja sama antar sesama anggota kelompok dalam rangka tanggung renteng. membayar. 7. 5. Pasal 19 Sistematika pertemuan kelompok A. Notulen 4. 3. Buku tabungan/ simpanan 8. Kegiatan kelompok secara berkesinambungan diawasi oleh PPL Penanggung jawab Lapangan) yang bertugas antara lain : • Memantau pelaksanaan hak dan kewajiban anggota • Memantau pelaksanaan tanggung renteng • Menyampaikan berbagai informasi dari koperasi kepada Anggota 6) • • • Pelaksanaan kegiatan pembinaan oleh pengurus : Menyusun rencana pelayanan untuk anggota Mengevaluasi dampak pelaksanaan tanggung renteng Melakukan pembinaan kepada PJ kelompok. B. 4.

c. .00. e. d. b.000. Pinjaman diusahakan bagi peminjam yang digunakan 6 7.000. Memelihara kebersaman dan menjaga nama baik KOSSUMA. c. Mengajukan permohonan pinjaman dan disetujui oleh bersedia menanggung renteng. 4. sekolah. Membayar simpanan Pokok Rp 100. 2. Memperoleh pelayanan dari Kossuma Menghadiri dan berbicara dalam rapat kelompok Memiliki hak suara yang sama Memilih dan dipilih menjadi pengurus Mengajukan pendapat dan saran untuk kebaikan dan kemajuan Kossuma Memperoleh bagi hasil SHU Pasal 23 Kewajiban Anggota Kossuma : 1.000.24 a. 3 4 5 Bagi setiap pinjaman dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 7.dibayar sesuai kesepakatan peminjam dengan pengurus. Bagi kelompok yang meminjam di bawah 3 juta diangsur selama maksimal 6 bulan. Mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan Keputusan Bersama. b. f. lama pinjaman maksimal 5 bulan sesuai dengan besar kecilnya pinjaman. Mudhorobah (pembiayaan bagi hasil ) : Modal pengembangan usaha dikenakan bagi hasil dari laba sebesar 70% untuk peminjam dan 30% untuk koperasi. Bagi kelompok yang meminjam diatas 3 juta diangsur selama maksimal 1 tahun. 3.000.000. hanya dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 10. Adapun angsuran disepakati dengan pengurus antara lain: a. Bagi kelompok yang meminjam di bawah 1 juta diangsur selama maksimal 3 bulan. Membayar pendaftaran Rp 5.00 dibayar dimuka.00/bulan serta simpanan suka rela. 5.00 dan Simpanan wajib Rp 10. Pasal 24 Syarat-syarat meminjam 1 kelompok yang 2 untuk usaha .00 dibayar dimuka Besarnya pinjaman maksimal 2x lipat dari jumlah total simpanan kelompok yang akan menanggung renteng. Ikut serta secara aktif mengikuti kegiatan berupa pertemuan setiap pekan / bulan tergantung kesepakatan kelompok. Al Qardul Hasan (Pembiayaan kebaikan) : pinjaman yang digunakan untuk misalnya berobat.

25 8. 2. Apabila pinjaman / tunggakan sudah terselesaikan maka yang bersangkutan sudah boleh mengundurkan diri b. Jaminan dari peminjam berupa jaminan jumlah tabungan kelompok yang menjamin tanggung renteng. Apabila pinjaman / tunggakan belum terselesaikan maka yang bersangkutan harus melunasi dalam jangka waktu maksimal 6 bulan c. simpanan wajib dan banyaknya belanja. Pasal 26 Syarat Pengambilan simpanan Sukarela 1. Selama masa penyelesaian 6 bulan yang bersangkutan tidak di perkenankan mengikuti aktifitas di Kossuma dan tidak berhak mendapatkan SHU. 9. Saldo minimal Rp 25. Pasal 27 Syarat Anggota yang akan Mengundurkan Diri: 2. Pembagian SHU dibagikan berdasarkan AD/ART yang sdh ditetapkan.00. Bagi pembiayaan Bai’bisaman Ajil (pembayaran secara kredit) spt barang Elektronik dll pembelian dilakukan oleh koperasi dengan penambahan keuntungan 20% dibayar kredit selama maksimal 1 tahun / sesuai dengan harga barang dari koperasi. Pasal 29 Landasan Syar’i Al-Qur’an Surat An-nisa ayat 29 : . SHU dihitung berdasarkan simpanan pokok.000. a. Menyelesaikan semua admistrasi termasuk tunggakan / pinjaman. Anggota tersebut tidak mempunyai tunggakan baik hutang dagang maupun pinjaman saat mengajukan pengambilan simpanan sukarela.dengan persyaratan peminjam tidak mempunyai tunggakan. 1. Mengisi Formulir pengunduran diri yang sudah di setujui oleh kelompok. Memberitahukan kepada ketua atau bendahara kelompok dan selanjutnya diajukan kepada pengurus KOSSUMA. Pasal 28 Pembagian Sisa Hasil Usaha 1. 2. 3.

...........26 “Hai orang-orang yang beriman........ .. (hadits riwayat Muslim).... pada setiap tangkai ada seratus biji... Hadits Qudsi : Allah berfirman “ Hai Anak adam. Maha Mengetahui. dan jangan tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.Dan tolong menolonglah kamu (mengerjakan) kebajikan dan taqwa... janganlah kamu makan Hak sesamamu dengan jalan yang batil kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku suka sama suka diantara kamu . Albaqoroh Ayat 261: Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas.......................... Al-Maidah ayat 2 : ................. infaqlah {nafkah kanlah} harta mu niscaya aku memberikan nafkah kepada mu....” Al-Qur’an Surat As-Shod ayat 24 : “ Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu berbuat Dzalim kepada sebagian yang lain kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal Sholeh ”.