Makalah Peran Sistem Informasi Manajemen Dalam Pengambilan Keputusan Organisasi

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami bisa menyusun makalah yang sangat sederhan ini. Salawat dan salam kita hantarkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam jahiliyah (kebodohan) ke alam yang modern seperti sekarang ini. Makalah yang kami susun ini berjudul “Peran Sistem Informasi Manajemen Dalam Pengambilan Keputusan Organisasi”. Penyusunan makalah ini bertujuan sebagai tugas “Penagntar Manajemen”. Dalam makalah ini membahas tentang cara-cara pengambilan keputusan, jenis, dan tingkat dalam pengambilan keputusan. Dalam penyusunan makalah ini kami mendapat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu, dengan rendah hati kami mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka, utamanya kepada dosen pembimbing Ibu ST. RAHMI RAZAK, SE. MM. Tak lupa pula kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua teman-teman yang telah membantu. Kami menyadari bahwa makalah kami ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu untuk penyempurnaannya kami mengharapkan kritikan dan saran dari semua pihak. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan imbalan yang setimpal atas segala kebaikan yang telah diberikan kepada kami selama ini dengan harapan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin…

....8 3. i DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….. Peran sim pada pengambilan keputusan…………………………………......... Kesimpulan………………………………………………………………………….............DAFTAR ISI KATA PENGANTAR................... jenis-jenis.......... tingkat pengambilan keputusan dan menganalisis keputusan………………………………………………………………2 2.......………………................. ii PENDAHULUAN……………………………............... 2 PEMBAHASAN 1.....14 ...................... 1 PERUMUSAN PERMASALAHAN............... Saran……………………………………………………………….....…………10 Penutup A..13 Daftar Pustaka…………………………………………………………………………... Definisi SIM dan jenis-jenis SIM……………………………………………………....................................13 B.……………………………………….......... Definisi pembuatan keputusan.........

Arus informasi merupakan catatan secara terus menerus tentang jumlah satuan informasi yang banyak sekali. harga produk. Data keluaran mengandung informasi tentang unsurunsur seperti barang-barang potongan. Meskipun jarang terjadi. Unit masukan pencatat data pada umurnnya terdiri atas pencatatan dengan tangan oleh orang-orang bila dikerjakan secara manual. . Pengaturan umpan tralik (feedback loop) terdiri atas saluran-saluran informasi yang menyampaikan masukan yang telah diolah. sistem terprogramkan mampu memonitor dan mengarahkan operasi-operasi tertentu tanpa bantuan manusia. Agar menjadi efektif. data operasi. Data ini dikirimkan dan diolah oleh suatu unit pengolahan pusat (CPU) di dalam komputer. maka data tersebut disusun menjadi bentuk-bentuk yang lebih berguna dan menjadi masukan ke dalam proses perencanaan dan pemecahan masalah. dan pekerjaan dalam proses.PENDAHULUAN SIM (Sistem Informasi Manajemen) adalah suatu sistem formal tentang golongan. Data ini disampaikan melalui saluran komunikasi ke unit pengolah yang dalam sistem informasi yang kompleks terdiri atas komputer-komputer elektronik dan perlengkapanperlengkapan yang berhubungan. dan penyebaran informasi kepada orang-orang yang tepat dalam suatu organisasi. tanggal penyerahan. dan sebuah pengaturan umpan balik. tingkat inventaris akhir dan tanggal pengiriman. Data masukan biasanya terdiri atas unsur-unsur seperti banyaknya bahan mentah. Data operasi meliputi unsur-unsur seperti angka produksi. Apabila data bergerak menuju ke unit pengolah. biaya mesin. biaya tenaga kerja dan lainlain. data keluaran. Data SIM terdiri atas data masukan. maka SIM harus mendapat data sedekat-dekatnya dengan titik asalnya dan kemudian menyalurkannya ke tempat-tempat pengolah informasi di mana data itu akan digunakan. Sistem yang telah maju tidak hanya mengerjakan fungsi tata usaha akan tetapi juga memberikan bantuan pengambilan keputusan kepada manajemen. dan dalam beberapa hal pencatatan data di atas kartu berlubang (punched card) atau pita berlubang (punched tape).

Jika terdapat beberapa kriteria yang saling bertentangan. JENIS-JENIS. dan cara menganalisis keputusan dalam suatu organisasi. penulis mengangkat permasalahanpermasalahan sebagai berikut: 1. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN MENGANALISIS KEPUTUSAN . maka keputusan mana yang diambil perlu kompromi). DEFINISI PEMBUATAN KEPUTUSAN. Faktor-faktor tambahan yang perlu diperhatikan dalam memecahkan masalah pengambilan keputusan. 3. tingkat pengambilan keputusan. jenis-jenis. TINGKAT Salah satu kegiatan manajemen yang penting adalah memahami sistem sepenuhnya untuk mengambil keputusan-keputusan yang tepat yang akan dapat memperbaiki hasil sistem keseluruhan dalam batas-batas tertentu. Misalnya dana yang kurang tersedia. (2) Kriteria: Kriteria yang dirumuskan menunjukkan tujuan dari keputusan yang diamtril. 2. Bagaimanakah peranan SIM dalam pengambilan keputusan di dalam suatu organisasi? PEMBAHASAN 1. (3) Pembatas. Definisi pembuatan keputusan. Dengan demikian pengambilan keputusan adalah suatu proses pemilihan dari berbagai alternatif baik kualitatif maupun kuantitatif untuk mendapat suatu alternatif terbaik guna menjawab masalah atau menyelesaikan konflik (pertentangan). Definisi SIM dan jenis-jenis SIM.PERUMUSAN PERMASALAHAN Dalam penulisan makalah ini. maka pengambilan keputusan harus melalui kompromi (misalnya menambah jasa langganan dan mengurangi persediaan. Proses penurunan suatu keputusan mengandung empat unsur : (1) Model : Model menunjukkan gambaran suatu rnasalah secara kuantitatif atau kualitatif. (4) Optimalisasi: Apabila masalah keputusan telah diuraikan dengan sejelasjelasnya (model). maka manajer menentukan apa yang diperlukan (kriteria) dan apa yang diperbolehkan (pembatas). Pada keadaan ini pengambil keputusan siap untuk memilih pemecahan yang terbaik atau yang optimum.

pengembangan produk baru. ditambah dengan bantuan sistem infofmasi. pengambilan keputusan jenis ini meliputi proses-proses pengambilan keputusan untuk menjawab masalah-masalah yang kurang dapat didefinisikan. pengolahan dan pengiklanan kebijaksanaan.mengandung suatu respons otomatik terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Beberapa di antaranya bersifat sederhana dan deterministik. dan perpaduan semuanya adalah contoh masalah-masalah yang . Perluasan fasilitas'fasilitas pabrik. Masalah-masalah ini umumnya bersifat kompleks. Pengambilan keputusan terprogram Jenis pengambilan keputusan ini. Dengan kata lain. Tantangan yang besar bagi seorang analis adalah mengetahui jenis-jenis keputusan ini dan memberikan atau menyediakan metode-metode untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang terprogram di mana saja. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan keputusan tidak terprogram dengan baik. Masalah yang bersifat pengulangan dan rutin dapat diselesaikan dengan pengambilan keputusan jenis ini. Agar pengambilan keputusan harus didefinisikan dan dinyatakan secara jelas. sedangkan yang lain bersifat sangat kompleks dan probabilistik serta dapat menimbulkan pengaruh yang besar. Untuk menjawab masalah ini diperlukan seluruh bakat dan keahlian dari pengambilan keputusan. Akibat pelaksanaan pengambilan keputusan yang terprogram ini adalah membebaskan manajemen untuk tugas-tugas yang lebih penting. Pengambilan keputusan tidak terprogram Menunjukkan proses yang berhubungan dengan masalah-masalah yang tidak jelas. 2. Dalam kebanyakan organisasi terdapat kesempatan-kesempatan untuk melaksanakan pengambilan keputusan terprogram karena banyak keputusan diambil sesuai dengan prosedur pelaksanaan standar yang sifatnya rutin. pekerjaan selanjutnya hanyalah mengembangkan suatu algoritma untuk membuat keputusan rutin dan otomatik. Pengambilan keputusan dapat bersifat rutin dan memiliki struktur tertentu atau dapat juga bersifat sangat kompleks dan tidak berstruktur. yaitu : 1. Terdapat dua jenis pengambilan keputusan. Bila hal ini dapat dilaksanakan.Jenis-Jenis Pengambilan Keputusan Masalah dan konflik terdapat di manamana. hanya sedikit parameter-parameter yang diketahui dan kebanyakan parameter yang diketahui bersifat probabilistik. manajemen kepegawaian.

Pengetahuan seseorang yang lalu digabungkan dengan kecakapannya mengolah informasi akan menentukan kesanggupannya untuk mengambil keputusan. pengorganisasian. maka pada dasarnya ada tiga tingkat pengambilan keputusan. Jenis pengambilan keputusan irfi berhubungan dengan bidang-bidang seperti perumusan anggaran. penentuan kebijaksanaan. Tingkat-Tingkat Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan berkisar dari sangat rutin dan baku (terprogram) sampai kompleks (tidak dapat diprogram). pengeluaran modal dan sebagainya. pemimpin-pemimpin perusahaan. Pengambilan keputusan tingkat strategis misalnya perluasan pabrik. penentuan produksi. Dalam hal ini. Pengambilan keputusan taktis berhubungan dengan kegiatan jangka pendek dan penentuan sumber daya untuk mencapai tujuan. masalah kepegawaian. Keputusan-keputusan ini menetapkan rencana jangka panjang yang akan mempengaruhi keseluruhan organisasi. bukan proses yang emosional. dan pencapaian keberhasilan organisasi secara keseluruhan. (2) Pengambilan keputusan tingkat taktis. Ukuran keberhasilan mereka dapat dihubungkan secara langsung kepada mutu informasi yang mendasari tugas ini. Secara singkat dapat dikatakan bahwa strategi yang diputuskan itu berhubungan dengan perencanaan jangka panjang dan meliputi penentuan tujuan.memerlukan keputusan-keputusan yang tidak terprogram. kesukaran-kesukaran dalam pengambilan keputusan dapat dikaitkan kepada: (a) Informasi yang tidak cukup dan (b) Maksud dan tujuan yang tidak dispesifikasikan secara jelas. analisis ariran dana. penentuan tata ruang pabrik. penggolongan. perbaikan produksi serta penelitian . Untuk maksud klasifikasi. penggabungan. (1) Pengambilan keputusan tingkat strategis Pengambilan keputusan strategis dicirikan oleh sejumlah besar ketidak pastian dan berorientasi ke masa depan. Pandangan terhadap pengambilan keputusan adalah bahwa proses ini merupakan proses penggunaan informasi yang rasional. Pengambil keputusan mempunyai suatu cara untuk dapat memahami informasi yang menentukan efisiensi pengolahan informasinya. administrator sekolah dan manajer organisasi lainnya dalam menjawab masalah dan mengatasi konflik. Sangat banyak waktu yang dikorbankan oleh pegawai-pegawai tinggi pemerintahan.

masalah yang muncul hampir seluruhnya merupakan masalah yang usulan pemecahannya perlu . (3) Pengambilan keputusan tingkat teknis. Walaupun garis-garis pemisahnya tidak jelas atau kabur. pengambilan memerlukan gabungan dari kegiatan perencanaan dan pengawasan. standar-standar ditentukandan output bersifat deterministik (sifatnya menentukan). pengalaman dan kemampuan interpretasi. Para analis harus menyadari jenis-jenis pengambilan keputusan ini di dalam sistem informasi guna memenuhi keperluan yang berbeda-beda. Perlu diperhatikan dan dipahami secara jelas bahwa dalam prakteknya di antara berbagai golongan pangambilan keputusan ini sering batas-batasnya kabur dan malahan sering tumpang tindih. pengendalian proses. pengawasan inventaris dan penempatan karyawan. Dalam banyak organisasi.dan pengembangan. Untuk sebagian besar aturanaturan keputusan dalam pengambilan keputusan taktis tidak tersusun dan tidak dapat dipertanggungjawabkan terhadap kebiasaan sehari-hari dan peraturan yang mengatur sendiri. Bila pengambilan keputusan strategis sebagian besar mengandung kegiatan perencanaan yang menyeluruh. karena informasi yang akan dihasilkan tergantung kepada keperluan-keperluan ini. keputusan-keputusan strategis dan taktis lebih banyak diambil berdasar intuisi. Pengambilan keputusan teknis adalah suatu proses yang dapat menjamin bahwa tugas-tugas spesifik dapat dilaksanakan dalam cara efektif dan efisien. penerimaan. pengiriman. Dalam lingkup manajemen usaha dan proyek. Pada tingkat teknis. Pada tingkat ini pengambilan keputusan terprogram dapat dilaksanakan. Jenis keputusan ini memiliki potensi yang kecil untuk melaksanakan pengambilan keputusan terprogram.. Suatu tingkat pengambilan keputusan yang berlainan memerlukan jenis informasi yang berbeda pula. Tingkat ini lebih ditekankan pada fungsi pengawasan dan sedikit sekali fungsi perencanaan. penentuan waktu. sebab informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akan tergantung kepada kebutuhan-kebutuhan ini. Contoh jenis pengambilan keputusan ini adalah penerimaan atau penolakan kredit. dari pada berdasar informasi dari sistem informasi formal. namun sebagai seorang analis harus menyadari akan adanya jenis-jenis pengambilan keputusan ini dan bagaimana sistem informasi dapat dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berlainan.

"saudarasaudara sekalian. bagian teknik. Hal ini menuntut penggunaan pendekatan yang bersifat formil. saya telah membaca semua laporan yang masuk dan setelah . Informasi ke dalam bentuk usulan atau alternatif. seluruh tahapannya mengikuti urutan yang benar dan kesimpulan akhir merupakan hasil yang konsisten dari seluruh proses. Inti dari sistem informasi manajemen adalah penyusunan informasi secara teratur dan sistematik mengikuti struktur organisasi dan digunakan untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen. Dalam lingkup keputusan yang bersifat rutin maka sistem informasi manajemen merupakan alat Bantu informasi yang terolah dengan baik dapat memberi arah pada keputusan yang baik tinggal menambahkan faktor pertimbangan yang perlu dihasilkan oleh pengambil keputusan. masuk akal. Informasi yang disusun secara teratur dan sistematik dan selalu diperbaharui maka ia akan merupakan sarana pengambilan keputusan tidak lain merupakan usaha pentransformasian.dipertanggungjawabkan. Seluruh tahapan perlu dipaparkan untuk meyakinkan pemegang saham. sebagai usaha utama untuk meyakinkan pihak lain. direksi. Bila seorang Direktur perusahaan mengambil keputusan berdasarkan intuisi. Analisis Keputusan: Sebagian besar keputusan-keputusan yang dibuat dalam hidup kita ini adalah berdasarkan intuisi. Sebagai contoh. bahkan terkadang seluruh prosesnya perlu diungkapkan untuk dapat diperiksa. Kita mempertimbangkan pilihanpilihan yang kita hadapi berdasarkan informasi yang telah kita miliki dan sesuai dengan preferensi kita' untuk kemudian dengan proses intuitif dapat menuju suatu tindakan yang mencerminkan keputusan terbaik yang kita pilih. Ciri utama intuisi yang amat mengganggu kita adalah kenyataan bahwa logika dari intuisi tidak dapat ditelusuri secara rasional. Melalui pendekatan formal semacam ini. adalah dengan memasukkan beberapa aspek dari mekanisme keputusan ke dalam sistem informasi manajemen tersebut. mungkin ia akan berkata. Pendekatan formal ini membutuhkan sistematika yang jelas. sehingga pengambil keputusan pada dasarnya hanyalah tinggal memilih saja. Satu langkah yang lebih kontemporer lagi. bagian produksi dan pemasaran bahwa produk baru tersebut dapat dibuat dan memang akan menguntungkan perusahaan. keputusan suatu perusahaan untuk mengembangkan produk tidaklah dapat dilaksanakan secara intuitif. maka keputusan tidak saja dibuat akan tetapi diungkapkan pada semua pihak yang berkepentingan.

Tak ada jalan atau alat analisis untuk memeriksa langkah demi langkah untuk menentukan apakah keputusan tersebut merupakan suatu konsekuensi logis dari pilihan-pilihan. dan selanjutnya tingkat kepentingan perubah diukur tanpa terlebih dahulu memperhatikan unsur ketidakpastiannya. Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa di dalam prosedur keputusan akan terdapat tiga tahapan utama. Juga adalah hal yang amat penting untuk dapat mengetahui bagaimana perubahan faktor-faktor yang berpengaruh akan dapat mengakibatkan berubahnya keputusannya yang terdahulu. Semuanya itu hanya berlangsung dalam pikiran si pengambil keputusan saja dan tidak dapat menerangkan secara jelas kepada orang lain. Dalam tahapan ini juga dilakukan penetapan preferensi atas risiko. tetapi berdasarkan tahapan-tahapan yang sistematik dalam analisis keputusan ini. yaitu 1) Tahap deterministik Dalam tahap ini perubah-perubah (Variable-variable) yang mempengaruhi keputusan perlu didefinisikan dan disalinghubungkan. Sehingga sebagai satu kesatuan yang lengkap. Analisis keputusan sebagai suatu prosedur untuk menganalisis suatu persoalan keputusan. hasil yang diperoleh dapat diyakini kebenarannya. Suatu proses pengambilan keputusan yang bukan berdasarkan intuisi. Dalam kehidupan modern. saya kira sebaiknya kita bergabung dengan Perusahaan X". informasi yang tersedia dan preferensi pengambil keputusan.mempertimbangkannya masak-masak. Meskipun mungkin keputusan tersebut merupakan pemikiran yang cemerlang. maka makin pentinglah bagi seorang untuk dapat menerangkan bagaimana ia dapat sampai pada suatu keputusan. 3) Tahap informasional intinya adalah meninjau hasil dari dua tahap yang terdahulu guna menentukan nilai ekonomisnya bila kita ingin mengurangi ketidakpastian pada suatu perubah yang dirasakan penting. 2) Tahap probabilistik Ini merupakan tahap penetapan besarnya ketidakpastian yang melingkupi perubah-perubah (variable-variable) yang penting dan menyatakannya dalam bentuk suatu nilai. perlu dilakukan penetapan nilai. Prosedur ini pada dasarnya merupakan suatu cara untuk memastikan bahwa langkahlangkah yang penting telah benar-benar dilakukan. di mana saling ketergantungan antar banyak unsur makin meningkat. tetapi kita sama sekali tidak dapat mengevaluasinya. Dengan demikian dari tahapan ini kita dapat menentukan apakah masih diperlukan pengumpulan informasi tambahan untuk dapat .

OAS mendukung pekerja data. yaitu untuk pengaturan dan pelaksanaan pengadaan fasilitas umum. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS) OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. maka tak perlu kita mencari informasi tambahan. Dalam hal yang sebaliknya. dan tak lupa pula dalam masalah sosial. yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang . 2. rumah. juga dalam bidang medis. Bila ternyata kita mendapatkan bahwa nilai informasi lebih kecil dibandingkan dengan ongkos yang dikeluarkan. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer. bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian. dalam bidang militer. pekerjaan yang sesuai atau segala situasi keputusan lainnya dimana dapat diteraphan proses analisis yang logis. misalnya dalam pemilihan mobil baru. tergantung pada kebutuhan bisnis.mengurangi kadar ketidakpastian. Transaction Processing Systems (TPS) TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. Prosedur ini dapat diterapkan pada berbagai situasi keputusan seperti pada masalah komersial. 2. dan jelas ini akan mengakibatkan bahwa ketiga langkah tersebut harus diulangi kembali. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian: 1. untuk menentukan prosedur perawatan pasien. sehingga hasil dari proses pertamalah yang kita jalankan. untuk pengadaan senjata baru atau menentukan sistem pertahanan yang terbaik dalam menghadapi musuh. Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda. dan terakhir dalam persoalan pribadi. informasi baru yang diperoleh mungkin saja akan mengubah model dan nilai kemungkinan untuk perubah-perubah yang penting. yaitu dalam memperkenalkan produk baru atau memperbaharui disain produk lama. DEFINISI SIM DAN JENIS SIM. mendukung operasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal.

menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat. maka group Decision support systems membuat suatu solusi. Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI) AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Berbeda dengan DSS. 4. termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. spreadsheets. dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data). DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Aspek-aspek OAS seperti word processing. electronic scheduling. KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan.diluar organisasi. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna. insinyur dan doktor dengan membantu 3. 5. meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS. 6. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan . Sistem Informasi Manajemen (SIM) SIM tidak menggantikan TPS . email dan video conferencing. perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semiterstruktur dan tak terstruktur. dan komunikasi melalui voice mail. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Decision Support Systems (DSS) DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW) Bila kelompok.

Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan. 7. PERAN SIM PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN Dukungan sistem informasi manajemen pada pembuatan keputusan dalam suatu organisasi dapat diuraikan menurut tiga tahapan. manipulasi model. Pada tahap pemilihan. Hal ini melibatkan pendekatan terstruktur. SIM harus memberikan kedua cara tersebut. kaitannya dengan SIM adalah membuat model-model keputusan untuk diolah berdasarkan data yang ada serta memprakarsai pemecahan-pemecahan alternatif. Dukungan SIM memerlukan suatu data base dengan data masyarakat. yaitu pemahaman. dan pemilihan. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk masalah-masalah yang diketahui dengan jelas agar disampaikan kepada organisasi tingkat atas sehingga masalahmasalah tersebut dapat ditangani. Pada tahap perancangan (design). Dukungan SIM terdiri dari perangkat lunak statistika serta perangkat lunak pembuatan model lainnya. proses pembuatan keputusan. Apabila telah dilakukan . Executive Support Systems (ESS) ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempattempat yang bisa diakses seperti kantor. SIM menjadi paling efektif apabila hasil-hasil perancangan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong pengambilan keputusan. saingan dan intern ditambah metode untuk penelusuran dan penemuan masalah-masalah.masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat. konsultasi dan skenario. Pada tahap pemahaman hubungannya dengan SIM adalah pada proses penyelidikan yang meliputi pemeriksaan data baik dengan cara yang telah ditentukan maupun dengan cara khusus. 3. Dukungan SIM biasanya melibatkan pengolahan. Sistem Informasi sendiri harus meneliti semua data dan mengajukan permintaan untuk diuji mengenai situasi-situasi yang jelas menuntut perhatian. Model-model yang tersedia harus membantu menganalisis alternatif-altematif. kuesioner. perancangan (design). Pada tahap ini juga perlu ditetapkan kemungkinan-kemungkinannya. file komputer maupun non komputer. dan sistem pencarian kembali data base.

sedangkan keputusankeputusan yang lain tidak. data. suatu aturan keputusan atau suatu program komputer hanya membantu dengan memberikan dasar untuk suatu keputusan. bahwa suatu database (pusat data) saja akan banyak memperbaiki pengambilan keputusan. kemampuan pencarian kembali database. Ada suatu kecenderungan di antara para perancang SIM untuk beranggapan. Sering orang menyatakan bahwa komputer akan mengambil keputusan. Istilah pemahaman di sini mempunyai arti sama dengan pengenalan masalah. akan tetapi pemilihan keputusan dilakukan oleh seorang manusia.yang menyangkut penelitian lingkungan untuk kondisi-kondisi yang memerlukan keputusan. Oleh karena itu. maka peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penilaian kemudian. serta suatu dasar model yang berisi perangkat lunak pembuatan model-model keputusan. Keputusan sebenarnya hanya dapat diambil atau dilakukan oleh manusia. model atau prosedur keputusan. Suatu algoritma keputusan. Pada dasarnya. .pemilihan. manusia pengambil keputusan harus selalu menjadi bagian dari suatu pemilihan. yaitu. model keputusan yang lebih baik. atau pengambil keputusan yang lebih baik (lebih terlatih. Hal ini mengingatkan bahwa klasifikasi tentang keputusan terprogram dan tidak terprogram sangat penting untuk perancangan SIM. Dukungan SIM pada tahap pemilihan adalah memilih berbagai model keputusan melakukan analisis kepekaan (analisis sensitivitas) serta menentukan prosedur pemilihan. Dukungan SIM untuk pembuatan keputusan terdiri dari suatu database yang lengkap. perangkat lunak statistika dan analitik liainnya. Pernyataan komputer mengambil keputusan pada umumnya didasarkan atas anggapan bahwa beberapa keputusan dapat diprogramkan. suatu sistem informasi memiliki sifat yang hampir sama dengan sistem produksi yang mengkonversikan bahan baku menjadi produk yang . Kemudian pada proses perancangan serta pada prosed pemilihan. itu sendiri. Oleh karena itu pengambilan keputusan dapat diperbaiki dengan data yang lebih baik. dan sebagainya). lebih banyak pengalaman. Pandangan demikian sebenarnya telah mengabaikan akan adanya tiga unsur dalam pengambilan keputusan yang berperan penting. ini merupakan suatu pemyataan yang salah kaprah dan tidak mengetahui letak peranan komputer serta bagaimana suatu proses pengambilan keputusan dilakukan. dan pengambil keputusan. Pada dasarnya peranan SIM tersebut pada proses pemahaman.

Selain itu adanya departemenisasi dalam suatu organisasi.mungkin langsung digunakan oleh konsumen atau menjadi bahan baku untuk fase konversi berikutnya. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah kemauan orang-orang di dalam manajemen untuk bersikap terbuka dalam menyampaikan masalah-masalah yang ingin dibantu pemecahannya dengan menggunakan komputer. Oleh karena itu diperlukan koordinasi dan komunikasi yang sistematik. Semakin kompleksnya kegiatan dan berkembangnya . Sistem informasi mengkonversi data kasar menjadi suatu laporan yang dapat dipakai atau menjadi input untuk proses lanjutan. sangat membutuhkan tersedianya informasi. Kebutuhan informasi bukan hanya berkaitan dengan relasi di luar organisasi. Keunggulan komputer sebagai suatu alat terletak di dalam kemampuannya mengolah data yang banyak dan kompleks serta melakukan perhiturgan-perhitungan yang rumit dalam waktu yang singkat. Komputer hanya dapat dimanfaatkan bila telah dianalisis berdasarkan perbandingan biaya dengan efektifitasnya dan digunakan secara layak. Banyak manajemen yang tidak puas dengan sistem informasi mereka dan secara tajam langsung menyalahkan sistem komputer. (b) Tidak tepatnya analisis system (c) Sindroma komputer yaitu anggapan bahwa komputer mampu menanggulangi segala kelemahan manajemen. PENUTUP A. Kesimpulan Sebuah organisasi. Tiga alasan yang dapat menimbulkan hal ini adalah: (a) Besarnya harapan yang tidak terpenuhi. kebutuhan informasi bukan merupakan persoalan yang sederhana. apalagi organisasi yang besar yang memiliki jaringan transaksi yang cukup besar. tetapi juga berkaitan dengan personil yang ada pada departemen dalam organisasi yang bersangkutan.

Saran Kami menyarankan kepada semua pengguna Sistem Informasi Manajemen untuk memperhatikan aspek-aspek dalam pemgambilan keputusan. . semakin mempersulit koordinasi dan komunikasi apabila tidak diciptakan suatu sistem. Misalnya: jenis-jenis. maka akan menimbulkan kesulitan dalam pengambilan keputusan. B. tingkat pengambilan keputusan dan menganalisis keputusan agar tujuan perusahaan tercapai seperti apa yang diharapkan. Apabila hal itu terjadi.unit/satuan/departemen yang ada dalam suatu organisasi.

Jakarta www. 2000. Penerbit Grafindo. dkk. Manajemen Proyek & Teknologi. Penerbit gramedia pustaka Utama.id . Pengantar Bisnis.google. 1991.DAFTAR PUSTAKA Fuad. Jakarta.co. Handoko Hani.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful