P. 1
50532670-Tuntunan-Shalat-Lengkap

50532670-Tuntunan-Shalat-Lengkap

|Views: 312|Likes:
Published by Irfan Dadi Hamid

More info:

Published by: Irfan Dadi Hamid on Dec 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2013

pdf

text

original

DRS. MOH. RIFA'I Risalah TUNTUNAN SHALAT LENGKAP 1 \ —i -i \ \ 1 \ 1 Penerbit : C V . TOHA PUTRA Semarang.

TUNTUNAN SHALAT LENGKAP Risalah oleh Drs. M O H . R I F A ' I Penerbit : CV. TOHA PUTRA Semarang.

KATA PENGANTAR Alhamdulillah dengan rasa syukur dengan rahmat dan inayahNya, Buku SHALAT LENGKA P ini telah selesai disebar luaskan di kalangan masyarakat ke hadlirat Allah swt yang RISALAH T U N T U N A N kami susun untuk dapat umat I slam. Buku ini kami susun dengan maksud untuk dapat dijadikan podoman tambahan bagi pa ra Guru Agama Honorair dan para Penyuluh Agama dalam lingkungan Bidang Peneranga n Agama, khususnya di Jawa Tengah, semoga dapat dijadikan bahan dalam usaha meni ngkatkan para Jama'ah peserta pengajian pengajian yaag diselenggarakan oleh mere ka. Isi buku ini lengkap mencakup syarat rukun shalat, sehingga kiranya memudahk an bagaimana cara mereka melaksanakan shalat itu yang merupakan ibadat pokok kit a kepada Allah swt. Dengan menggunakan buku ini semoga kita dapat melaksana kan dan meningkatkan ibadat kita kepada Allah swt dengan rasa iman, khusyu' dan ikhl ash dengan niat "Li-ibtighaa-i mardlaa — tiliah", yakni untuk memperoleh keridlaan Allah, baik di dunia maupun di akhirat, sesuai dengan firman Allah swt : Artinya : "Sungguh telah berbahagialah orang-orang mu'min yang me reka khusyu* da lam shalatnya", (S. Mu'minun, ayat 1—2). Kepada para Ulama dan ahli yang arif bija ksana penulis sangat mengharapkan fatwanya dan tegur sapanya untuk per3

baikan buku ini dalam penerbitan selanjutnya. Kepada Allah swt kami memohon tauf iq dan hidayahNya semoga usaha kami ini senantiasa dalam keridlaanNya. Amin. 19Dzuha'idah Semarang, 1 Q N o p e m b e r 1 1396 9 7 6 Penyusun, ( DRS. MOH RI F A l ) 4

DAFTAR ISI Halaman : KATA P E N G A N T A R BAB I : PENGANTAR UMUM : A. Hukum Ialam 1. Mukallaf 2. Hu kum-hukum Islam 3. Syarat dan rukun b. Rukun Islam 1. Dua Kalimat Syahadat 2. Ke terangan : 9 9 9 10 10 H 1 1 BAB D THAHARAH (BERSUCI): 13 13 13 14 14 15 15 ••• 15 15 16 16 16 16 17 17 17 22 22 5 A. ArtiThaharah 1. Macam-macam air 2. Pembagian air B. Macam-macam Najis 1. Pemb agian Najis 2. Cara menghilangkan najis 3. Najis yang dimaafkan 4. I s t i n j a 5. Adab buang air C. BERWUDLU 1. Arti wudlu ' 2. Fardlu wudlu' 3. Syarat-syarat wudlu' 4. Sunat-sunat wudlu' 5. Yang membatalkan wudlu* 6. Cara berwudlu' 7. Do 'a sesudah wudlu' 8.. M a n d i

9. Tayammum 10. Menyapu dua sepatu ' BAB I I I : SUNAT SEBELUM S H A L A T : A . Adzan dan Iqamah 1. Lafazh adzan 2. Do'a sesudah adzan 3. Lafazh Iqamah . 4. Su nat menjawab adzan dan iqamah 5. Do'a setelah mendengar iqamah 6. Syarat-syarat muadzin : 24 27 28 28 29 30 31 32 33 BAB I V : S H A L A T A . Arti Shalat 1. Dalil yang mewajibkan shalat 2. Syarat-syarat shalat 3. Rukun shalat 4. Yang membatalkan shalat 5. Sunat dalam melakukan shalat 6. Makruh sha lat 7. Perbedaan laki-laki dan wanita dalam shalat 8. Hal-hal yang mungkin dilup akan B. Bacaan-bacaan dalam shalat 1. Cara-cara mengerjakan shalat . . 2.Do'aIft itah 3. Surat Fatihah 4. Surat-surat yang pendek 5. R u k u ' • '. 34 34 35 35 35 36 37 38 38 40 40 41 43 44 45 6.1'tidal 7. S u j u d 8. Duduk antara dua sujud 9. Sujud kedua 10. Tasyahud awal l l . T a s y a h u d akhir 46 46 47 47 48 49 6

12. S a l a m 13. Do'a qunut 14. Niat-niat shalat fardlu 15. Do'a sesudah shalat 16. Shalat fardlu dan waktunya 17. 18. 19. 20. Waktu-waktu yang dilarang untuk shalat Shalat Jama'ah Shalat Jum'ah Shalat Qashar dan Jama' < . 50 51 52 54 58 59 5.9 61 64 BAB V : SHALAT BAGI O R A N G Y A N G SAKIT : Shalat bagi orang yang sakit A. Sh alat jenazah B. Shalat Ghaib BAB VI : S H A L A T - S H A L A T SUNAT : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Shalat Shalat Shalat Shalat Shalat Shalat Shalat rawatib sunat wudlu' Dluha Tahiyyatul masjid Tahajjud Istikharah sunat m utlak 78 82 83 85 87 92 94 95 96 98 101 104 114 117 • '. 121 123 69 .70 76 - Shalat sunat awwabin Shalat Tasbih Shalat sunat Taubah Shalat sunat Hajat Shalat Tarawih Shalat Witir Shalat 'id (Hari Raya) .. : 15. Shalat dua Gerhana 16. Shalat Istisqa 7

B A B PENGANTAR I UMUM A. 1. M u k a i l a f HUKUM ISLAM Orang mukallaf ialah orang muslim yang dikenai kewajiban atau perintah dan menja uhi larangan agama, kaiena telah dewasa dan berakal {akil baligh) serta telah me ndengar seruan agama. 2. Hukum-hukum Islam. H u k u m Islam yang biasa juga disebut hukum syara' terbagi, menjadi lima : a. Wajib ; yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan menda pat pahala dan jika dit inggalkan mendapat dosa. Wajib atau fardlu itu dibagi menjadi dua bagian : 1). W ajib *ain ; yaitu yang mesti dikerjakan o l e h setiap orang yang mukallaf sendi ri, seperti shalat yang lima waktu, puasa dan sebagainya. 'l). Wajib kifayah ; y aitu suatu kewajiban yang telah dianggap cukup apabila telah dikerjakan oleh seb agian dari orang orang mukallaf. Dan berdosalah seluruhnya jika tidak seorangpun dari mereka mengerjakannya, seperti m e n y e m b a h y a n g kan m a y i t dan menguburkannya. b. Sunnat ; yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan menda pa t pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Sunnat dibagi menjadi dua : 1). Sunnat mu'akkad ; yaitu sunnat yang sangat dianjurkan me ngerjakannya seperti sh alat tarawih, shalat dua hari raya fithri dan adl-hadan sebagainya. 2). Sunnat g hairu mua'kkad; yaitu sunnat biasa. c. H a r a m ; yaitu suatu perkara yang apab ila ditinggalkan mendapat pahala dan jika dikerjakan mendapat dosa, seperti m i n u m - m i n u m a n keras, berdusta, mendurhakai orang tua dan sebagainya. 9

d. M a k r u h ; yaitu suatu perkara y a n g apabila dikerjakan tidak berdosa, dan apabila ditinggalkan m e n d a p a t pahala, seperti makan petai dan berambang m entah dan sebagainya. M u b a h ; yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan ti dak mendapat pahala dan berdosa, dan j i k a ditinggalkan j u g a ti dak berdosa dan tidak mendapat pahala. Jelasnya b o l e h saja dikerjakan dan boleh ditingga lkan. e. 3. a. SYARAT DAN RUKUN. Syarat Syarat ialah suatu y a n g harus ditepati sebelum mengerjakan sesuatu. Kalau sya rat -syarat sesuatu tidak sempurna, maka pe kerjaan itu tidak sah. b. Rukun R u k u n ialah sesuatu yang harus dikerjakan dalam m e m u l a i suatu pekerjaa n, rukun di sini berarti bagian yang p o k o k seperti m e m b a c a fatihah dal am shalat merupakan p o k o k bagian shalat. Tegasnya shalat tanpa fatihah tidak sah. J a d i shalat dengan fatihah tidak dapat dipisah pisahkan. c. S a h ; Sah artinya cukup syarat rukunnya dai. betul. d. Batal; Batal artinya tidak cukup syarat rukunnya, atau tidak betull. Jadi apabila sesua tu pekerjaan atau perkara yang tidak m e m e n u h i syarat rukunnya berarti per kara itu tidak sah, atau dianggap balai. B. RUKUN ISLAM Rukun Islam ada lima yaitu : 1. Mengucapkan dua kalimat syahadat; artinya mengak u tidak ada T u h a n yang wajib disembah, melainkan A l l a h , dan menga kui ba hwa N a b i M u h a m m a d saw adalah Utusan A l l a h . Mengerjakan shalat lim a w a k t u sehari semalam. Mengeluarkan zakat. Berpuasa dalam bulan R a m a d l a n . Menunaikan ibadat haji bagi yang m a m p u . 2. 3. 4. 5. 10

1. Dua kalimat Syahadat Dua kalimat syahadat ialah: "Dua perkataan pengakuan yang diucapkan dengan lisan dan dibenari n oleh hati untuk menjadikan diri orang Islam. l.afazh kalimat sya hadat ialah : "ASYHADU A N L A A I L A A H A I L L A L L A H , W A — A S Y H A D U ANNA MUHAMMAD AR RASUULULLAH". Artinya : " A k u bersaksi b a h w a tidak ada Tuhan melainkan A l l a h . Dan aku bersaksi bahwa N a b i M u h a m m a d adalah utusan A l l a h " . Jika seorang yang bukan Islam membaca dua kalimat syaha dat dengan sungguh -sungguh, yakni membenarkan dengan hati .ipa yang ia ucapkan, serta mengerti apa yang diucapkan, maka masuklah ia ke dalam agama Islam, dan wajiblah ia mengerja kan rukun yang lima. 1 >ua kalimat syahadat masing-masing ialah : 1. Syahadat Ta uhid = artinya menyaksikan ke Esaan A l l a h . 'l. Syahadat Rasul = artinya men yaksikan dan mengakui ke Rasulan N a b i M u h a m m a d saw. Bagi orang yang ak an memasuki agama Islam, dua kalimat syahadat ini harus diucapkan bersama-sama ( berturut-turut) tidak boleh dipisah-pisahkan. 2. Keterangan: Orang-orang yang hendak menjadi m u s l i m / m u k m i n , mula pertama ia haru s mengucapkan dua kalimat syahadat dengan faliam maknanya. Orang yang tidak dapa t mengucapkan dengan lisan karena bisu atau uzur lainnya, atau karena ajal telah mendahuluinya pa dahal hatinya sudah beriman, mereka itu m u k m i n di hadapan A l  lah dan akan selamat kelak di hari kemudian. T e t a p i orang yang tidak ma u mengucapkannya, maka mereka tetap dihukum kafir. A d a p u n arti Islam ialah tunduk menyerahkan diri kepada, Allah dengan ikhlash. 11

Iman dan Islam satu sama lain tidak dipisah-pisahkan dan sukar pula untuk diperb edakan, karena seseorang tidak akan dapat dikatakan mu'min jika ia tida'k menyer ahkan diri dan menjunjung tinggi apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah, saw , begitu juga ia tidak akan menyerahkan diri dan menjunjung tinggi jika ia tidak beriman. Karena itu setiap mu'min tentu muslim dan se tiap muslim tentu mu'min. Agar lebih jelas tentang arti iman dan Islam, maka dapat disimpulkan sbb, : "Men gikrarkan dengan lidah tentang adanya'Allah, dan hati nya membenarkan apa yang di ikrarkan oleh lidah, kemudian anggotanya melaksanakan perintah-perintah Allah da n menjauhi larangan. laranganNya". 12

BAB n THAHARAH ( Be rsu c i) A. Arti Thaharah Thaharah artinya bersuci. Thaharah menur ut syara ialah suci dari hadas dan najis. Suci dari hadas ialah dengan mengerjak an wudhi', mandi dan tayammum. Suci dari najis ialah menghilangkan najis yang ad a di badan, tempat dan pakaian. I. Macam-macam air Air yang dapat dipakai bersuc i ialah air yang bersih (suci dan mensucikan) yaitu air yang turun dari langit a tau keluar dari bumi yang belum dipakai untuk bercuci. Air yang suci dan mensuci kan ialah : 1. Air hujan. 'l. Air sumur. 3. Air laut. 4. Air sungai. 5. Air salj u, (i. Air telaga. 7. Air embun. 'l. Pembagian air. Ditinjau dari segi hukumnya, air itu dapat dibagi empat baKian : I. Air suci dan mensucikan, yaitu air muthl aq artinya air yang masih murni, dapat digunakan untuk bersuci dengan tidak makr uh, (air muthlak artinya air yang sewajarnya). 'l. Air suci dan dapat mensucikan , tetapi makruh digunakan, ya itu air musyammas (air yang dipanaskan dengan matah ari) di tempat logam yang bukan emas. t. Air suci tetapi tidak dapat mensucikan, seperti : a. Air musta'mal (telah digunakan untuk bersuci) menghi langkan hadas. Atau menghilangkan najis kalau tidak berubah rupanya, rasanya dan baunya. 1 13

4. Air mutanajis yaitu air yang kena najis (kemasukan, najis), sedang jumlahnya kur ang dari dua kuliah, maka air yi<ng se macam ini tidak suci dan tidak dapat mensu cikan. Jika lebih dari dua kuliah dan tidak berubah sifatnya, maka sah untuk ber suci. Dua kuliah sama dengan 216 liter, jika berbentuk bak, maka besarnya = panj ang 60 cm dan dalam/tinggi 60 cm. Peringatan : Ada satu macam air lagi ialah : Ada satu macam air lagi ialah suci dan mensucikan tetapi ha ram memakainya, yaitu air yang diperoleh dari ghashab/me ncuri, mengambil tanpa ijin. B. M A C A M - M A C A M NAJIS Najis ialah suatu benda yang kotor menurut syara', misalnya : 1. Bangkai, kecual i manusia, ikan dan belalang. 2. Darah. 3. 4. 5. 6. 7. N anah. Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur. Anjing dan babi. Minuma n keras seperti arak dan sebagainya. Bagian anggota badan binatang yang terpisah karena dipo tong dan sebagainya selagi masih hidup. 1. PEMBAGIAN NAJIS. Najis, itu dapat dibagi 3 bagian : 1. Najis Mukhaffafah (rin gan) ; ialah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum per nah makan se suatu kecuali air susu ibunya. 2. Najis Mughallazhah (berat) ; ialah najis anjing dan babi dan keturunannya. 3. Najis Mutawassithah (sedang)ialah na jis yang selain dari dua najis tersebut diatas, seperti segala sesuatu yang kelu ar dari kubul dan dubur manusia dan binatang, kecuali air mani, ba rang cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal di makan, bangkai, juga tulang dan bulun ya, kecuali bangkai bangkai manusia dan ikan serta belalang. 14

Najis mutawassithah dibagi menjadi dua : 1. Najis 'ainiyah ; ialah najis yang be rujud, yakni yang nampak dapat dilihat. 2. Najis hukmiyah, ialah najis yang tida k ljelihatan bendanya, seperti bekas kencing, atau arak yang sudah kering dan se ba gainya, 2. CARA M E N G H I L A N G K A N NAJIS 1. Barang yang kena najis mughallazhah seperti jilatan anjing atau babi» wajib dib asuh 7 kali dan salah satu diantaranya dengan air yang bercampur tanah. 2. Baran g yang terkena najis mukhaffafah, cukup diperciki air pada tempat najis itu. 3. Barang yang terkena najis mutawassithah dapat suci dengan cara dibasuh sekali, a sal sifat-sifat najisnya {warna, bau dan rasanya) itu hilang. Adapun dengan cara tiga kali cucian atau siraman itu lebih baik. Jika najis hukmiyah cara menghila ngkannya cukup dengan mengalirkan air saja pada najis tadi. 3. NAJIS Y A N G D I M A A F K A N ( M A T U ) : Najis yang dimaafkan artinya tak usah dibasuh/dicuc i, mi salnya najis bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya, darah atau nanah y ang sedikit, debu dan air lorong-lorong yang me mercik sedikit yang sukar menghin darkannya. Adapun tikus atau cecak yang jatuh kedalam minyak atau makanan yang b eku, dan ia mati didalamnya, maka makanan yang wajib dibuang itu atau minyak yan g wajib dibuang itu, ialah makanan atau minyak yang dikenalnya itu saja. Sedang yang lain boleh dipakai kembali. Bila minyak atau makanan yang dihinggapinya itu cair, maka semua makanan atau minyak itu hukum nya najis. Karena yang demikian i tu tidak dapat dibedakan mana yang kena najis dan mana yang tidak. 4. ISTINJA Segala yang keluar dari qubul dan dubur seperti kencing dan berak,, wajib disuci kan dengan air hingga bersih. 5. A D A B B U A N G AIR 15 1. Jangan di tempat yang terbuka.

2. Jangan ditempat yang dapat mengganggu orang lain. 3. Jangan bercakap cakap ke cuali keadaan memaksa. 4. Kalau terpaksa buang air ditempat terbuka, hendaknya j angan menghadap kiblat. 5. Jangan membawa dan membaca kalimat Al Qur'an. C. 1. B ERWUD LU' Arti wudlu' Wudlu' menurut bahasa artinya bersih dan indah, menurut syara' artin ya membersihkan anggota wudlu' menghilangkan hadas kecil. Orang yang hendak mela ksanakan shalat, wajib lebih berwudlu', karena wudlu' adalah menjadi syarat sahn ya 2. Fardlu Wudlu' Fardlunya wudlu' ada enam perkara i 1. Niat : ketika membasu h muka. Lafazh niat wudlu ialah : 1 sedang untuk dahulu shalat. N A W A I T U L W U D L U U - A LIRAF TL HADATSIL ASH — GHARI F A R D L A N LILLAA HI TAAALA. Artinya : "Aku niat berwudlu untuk menghilangkan hadas kecil, far dlu karena Alla h". 1 Membasuh seluruh muka (mulai dari tumbuhnya rambut ke pala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri). 3. Membasuh kedua tangan sampai siku-s iku. 4. Mengusap sebagian rambut kepala. 5. Membasuh kedua belah kaki sampai mat a kaki. 6. Tertib (berturut-turut), aninya mendahulukan mana yang ha rus dahulu, dan mengakhirkan mana yang harus diakhirkan. 3. 16 Syarat-syarat wudlu' 2. Syarat-syarat wudlu' ialah :

1. Islam. 2. Tamyiz, yakni dapat membedakan baik buruknya sesuatu pe kerjaan. 3. Tidak berhadas besar. 4. Dengari air suci lagi mensucikan. 5. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air sampai ke anggota wudlu', misalnya getah, cat dan sebagainy a. 6. Mengetahui mana yang wajib (fardlu) dan mana yang sunat. 4. Sunat-sunat wu dlu 1. Membaca basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim) pada per mulaan berwudlu'. 2. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan. 3. Berkumur-kumur. 4. Memba suh lubang hidung sebelum berniat. 5. Menyapu seluruh kepala dengan air. 6. Mend ahulukan anggota kanan dari pada kiri. 7. Menyapu kedua telinga luar dan dalam. 8. Meniga kalikan membasuh. 9. Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki. 10. Memb aca do'a sesudah wudlu'. 5. Yang membatalkan wudlu' 1. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur, misalnya buang air kecil maupun besar, atau keluar angin dan sebagai nya. 2. Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk dan tidur nyenyak. 3. Tersentuh k ulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya dengan tidak memakai tu tup, (muhrim artinya ke luarga yang tidak boleh dinikah). 4. Tersentuh kemaluan ( qubul atau dubur) dengan tapak tangan atau jari-jarinya yang tidak memakai tutup (walaupun kema luannya sendiri). 6. C A R A B E R W U D L U ' Orang yang hendak mengerjakan shalat wajib lebih dahulu berwudlu', karena wudlu syarat sahnya shal at. Sebelum berwudlu' kita harus membersihkan dahulu najisnajis yang ada pada ba dan, kalau memang ada najis. Cara mengerjakan wudlu' ialah: 1 17

1. Membaca "BISMILLAAHIRRAIJMAANIRRAHIIM", sambil mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan dengan bersih. 2. Selesai membersihkan tangan te rus berkumur-kumur tiga kali, sambil membersihkan gigi. I — — 2 18

3. Selesai berkumur terus memcuci lubang hidung tiga kali. 4. Selesai mencuci lubang hidung te nis mencuci muka tiga kali, mulai dari tempat tu mbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri, sambil niat wudlu' sbb. : . NAWAITUL WUDLUU-A LIRAFTL HADATSIL A S H GHARI F A R D L A N L I L L A A H I TA' AALAA. Artinya : "Aku niat berwudlu untuk menghilangkan hadas kecil, fardlu kare na Allah". 19

5. Setelah membasuh muka (mencuci muka), lalu mencuci kedua belah tangan hingga sik u-siku tiga kali. 5 6. Selesai mencuci kedua belah ta ngan, terus menyapu sebagian rambut kepala tiga ka li. 20

7. Selesai menyapu sebagian rambut kepala, terus menyapu kedua be lah telinga tig a kali. — — 17 8. Dan yang terakhir mencuci kedua belah kaki tiga kali, dari/sampai mata kaki. 6 21

keterangan : Dalam melaksanakan pekerjaan pekerjaan tersebut diatas, wajib diker jakan dengan berturut-turut, artinya yang harus dahulu didahulukan dan yang haru s akhir diakhirkan. 7. D O A SESUDAH BERWUDLU' Selesai b e r w u d l u ' disunatkan m e m b a c a d o ' a sambil mene ngadah ke kiblat, dan mengangkat kedua belah tangannya. Lafazh b e r d o ' a w u d l u sbb . : " A S Y - H A D U A L L A A 1LAAHA 1 L L A L L A A H W A H D A H U L A A SYARIIK A LAHU W A ASYHADU A N N A MU HAM MADA N 'ABDUHU WARASUULUHU. ALLAHUMMAJ'ALINII MINAT T A W W A A B I I N A , W A J ' A L N I I M I N A L M U T A T H A H H I R I I N A WAJ A L N I I M I N 'IBA DI K A S H S H A A L I H I I N A " . •Artinya : " A k u bersaksi tiada T u h a n melainkan A l l a h dan tidak ada yang m e n y e k u t u k a n b a g i - N y a . Dan aku bersaksi b a h w a N a b i M u h a m m a d adalah h a m b a N y a dan U t u s a n N y a . Y a A l l a h jadikanlah aku orang y a n g ahli taubat, dan jadikanlah aku orang y a n g suci dan jadikanlah aku dari g o l o n g a n orangorang y a n g shaleh". 8. M A N D I . Shalat sebagaimana kita ketahui, sahnya j u g a suci dari hadast besar. Cara men ghilangkan hadastbesar dengan mandi wajib, yaitu membasuh seluruh tubuh mulai da ri puncak kepala hingga ujui^g 22

kik.. Sebab sebab yang mewajibkan mandi : 1. Bertemunya dua khitanan (bersetubuh). 'l. Keluar mani disebabkan bersetubuh atau dengan lain-lain se bab. .S. (Nomor 1 dan 2 dinamakan juga janabat/junub). S. Mati, dan matinya itu bukan mati syahid. 4. Karena selesai nifas (bersalin; setelah selesai,berhentinya ke luar darah sesuda h melahirkan). V Karena wiladah (setelah melahirkan). (>. Karena selesai haidl. i. F a r d l u m a n d i 1. Niat; berbareng dengan mula-mula membasuh tubuh. Laf azh niat: Artinya : "Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar furdlu karena A llah". 2. Membasuh seluruh badannya dengan air, yakni meratakan air kesemua ramb ut dan kulit. 3. Menghilangkan najis. b. S u n n a t m a n d i . J. Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dari selu ruh badan. 2. Membaca ' B i sr> i II aah i r r ah m aan i r r abii rn'' pada permulaan mandi. 3. Menghadap kiblat se waktu mandi dan mendahulukan bagian kanan dari pada kiri. 4. Membasuh badan samp ai tiga kali. 5. Membaca do'a sebagaimana membaca do'a sesudah berwudlu. (i. Men dahulukan mengambil air wudlu, yakni sebelum mandi di sunatkan berwudlu lebih dah ulu. 23

Larangan bagi orang yang sedang junub : Bagi merek- yang sedang berjunub, yakni mereka yang masih berhadas besar tidak boleh melakukan hal-hal sbb. : 1. Melaksa nakan shalat. 2. Melakukan thawaf di Baitullah. 3. Memegang kitab suci Al—Qur'an. 4. Membawa/mengangkat Kitab Al—Qur'an. 5. Membaca Kitab Suci Al—Qur'an. 6. Berdiam d iri di mesiid. d. Larangan bagi yang sedang hai di Mereka yang sedang haidl dila rang melakukan seperti terstbut diatas, dan ditambah larangan sbb. : 1. Bersenan g-senang dengan apa yang antara pusat dan lutut. 2. Berpuasa baik sunat maupun f ardlu. 3. Dijatuhi talaq (cerai). 9. a. TAYAMMUM Arti Tayammum. c. Tayammum ialah mengusap muka dan dua belah tangan dengan debu yang suci. Pada su atu ketika tayammum itu dapat menggantikan wudlu dan mandi dengan syarat-syarat tertentu. b. Syarat-syarat tayammum. Dibolehkan bertayammum, dengan syarat : 1. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya, tetapi tidak bertemu . 2. Berhalang an menggunakan air, misalnya karena sakit yang apabila menggunakan air akan kamb uh sakitnya. 3. Telah masuk waktu shalat. 4. Dengan debuyang suci. c. Fardlu tay ammum. 1. Niat (untuk dibolehkan mengerjakan shalat). Lafazh niat : 24

NAWAITUT TAYAMMUMA LI-ISTDBAAHATISH SHALAATI PARDLAN LILLAAHI TA'AALAA. Artinya : "Aku niat bertayammum untuk dapat mengerjakan ^halit, fardlu karena Allah". — — — — _ _ ^ L . Otmbar 1 Mula mula meletakkan dua belah tangan diatas debu untuk diusapkan ke mu ka. Artinya : "Aku niat bertayammum untuk dapat mengerjakan shalat lurdlu, fardlu ka rena Allah". 'l. Mengusap muka dengan debu tanah, dengan dua kali usapan. Gambar 2 25

3. Mengusap dua belah tangan hingga siku siku dengan debu tanah dua kali. 3 Gambar 3. 4. Memindahkan debu kepada anggota yang diusap. 5. Tertib (berturut-turut). Kete rangan : Yang dimaksud mengusap bukan sebagaimana menggunakan air dalam berwudlu , tetapi cukup menyapukan saja'dan bukan mengoles-oles sehingga rata seperti men ggunakan air. Sunat Tayammum. 1. Membaca basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim). 2. Mendahulukan anggota yang kanan dari pada yang kiri. 3. Menipiskan debu. Bat al tayammum. 1. Segala yang membatalkan wudlu*. 2. Melihat air sebelum shalat, k ecuali yang bertayammum karena sakit. 3. Murtad ; keluar dari Islam. f. Cara men ggunakan tayammum Sekali bertayammum hanya dapat dipakai untuk satu shalat 26

fardlu saja, meskipun belum batal. Adapun untuk dipakai shalat mnnat beberapa ka li cukuplah dengan satu tayammum. Bagi orang yang salah satu anggota wudlunya te rbebat (dib.dul), maka cukup bebat itu saja diusap dengan air atau tayam i n u i n , kemudian mengerjakan shalat. 10. MENYAPU D U A SEPATU. Menyapu dua sepatu ( mas-hul khuffain) termasuk juga salah ftiitu keringanan dalam Islam-. Ia diboleh kan bagi orang yang menetup di kampung dan bagi yang dalam perjalanan musafir. O rang yang sedang dalam perjalanan musafir yang kakinya memakai dua sepatu, kalau hendak berwudlu, maka ia boleh menyapu sepatunya itu dengan air, artinya tidak perlu sepatunya dilepas. Syiirat-syarat menyapu dua sepatu Syarat-syarat menyapu dua sepatu ada empat perkara : I, Bahwa sepatu itu dipakai sesudah sempurna dic uci bersih. Sepatu itu menutup anggota kaki yang wajib dibasuh, yaitu menutupi t umit dan dua mata kaki. 'l. Sepatu itu dapat dibawa berjalan lama. 'l. Jangan ad a didalam dua sepatu itu najis atau kotoran. Menyapu dua sepatu hanya boleh untu k berwudlu', tetapi tidak boleh untuk mandi, atau untuk menghilangkan najis. Men ya pu dua sepatu tidak boleh bila salah satu syarat tidak cukup. Mi salnya salah s atu dua sepatu itu robek, atau salah satu kakinya lid.ik dapat menggunakan sepat u karena luka. Keringanan ini diberikan bagi yang musafir selama tiga hari lifci» malam sedang yang bermukim ia boleh menyapu sepatunya lunya untuk sehari semalam . 27

BAB m SHALAT SUNNAT SEBELUM Sebelum shalat kita disunatkan mengerjakan adzan dan iqamah. Adzan ialah kata-ka ta seruan yang tertentu untuk memberi tahukan akan masuknya waktu shalat fardlu. Adapun iqamah ialah kata-kata sebagai tanda bahwa shalat akan dimulai. Shalat-sh alat sunat tidak disunatkan menggunakan adzan dan iqamah, kecuali shalat sunat y ang disunatkan berjama'ah, seperti tarawih, shalat 'ied dan sebagainya, cukup de ngan memakai se ruan : ASH-SHALAATUL JAMIAH Artinya : "Marilah kita bersama-sama mengerjakan shalat berjama'ah". Atau dengan seruan dalam shalat tarawih, misaln ya : mengucapkan : ASH S H A L A A T U T T A R A A W H H I RAHIMAKUMULLAAHU. Artinya : "Kerjakanlah shalat tarawih semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kam u sekalian". Hukum adzan dan iqamah Adzan dan iqamah hukumnya sunnat mu'akkad ba gi shalat fardlu, baik dikerjakan berjama'ah maupun sendirian (munfarid). Disuna tkan dengan suara yang keras kecuali di mesjid yang sudah dilakukan (sedang dila kukan) shalat berjama'ah. Dikerjakan de ngan berdiri dan menghadap kiblat. LAFAZH ALLAAHU AKBAR, ALLAAHU A K B A R X 2 28 ADZAN

ASY-HADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH 2 X ASY-HADU ANNA MUHAM MAD AR R A S U U L U L L A A H 2 X * H A Y Y A ALASH SHALAAH 2X X Y HAYYA 'ALAL F A L A A H 2X XY A L L A A H U AKBAR, A L L A A H U 1 X X AKBAR M LAA I L A A H A I L L A L L A A H 1 X X \ Keterangan : I. Dalam adzan shalat shu buh, diantara kalimat "Hayya 'alal falah" dan "Allahu Akbar, Allahu Akbar", yakn i antara ka limat ke 5 dan ke 6 ditambah kalimat : A S H - S H A L A A T U KHAIRUM M I N A N N A U M L Artinya : "Shalat itu lebih baik dari pada tidur". 2 X II. Waktu menyerukan kalimat "Hayya 'alash shalaah", disunat kan berpaling ke kan an, dan ketika menyerukan kalimat "Hayya 'alal falah", berpaling kc kiri. III. H ayya 'alash shalaah, artinya "Marilah shalat", dan Hayya 'alal falah, artinya : "Marilah menuju kemenangan (keun tungan atau kebahagiaan). DO'A SESUDAH A D Z A N Selesai muad/in mengumandangkan adzan, baik yang adzan ma upun yang mendengarkan, disunatkan membaca do'a sbb.: 29

A L L A H U M M A RABBA HAADZIHID DA'WATIT T A A M M A T I WASH SHALAATIL Q A A - I M A T I , A ATI L S A Y Y I D I N A A M U H A M M A D A N I L WASH L A T A W A L F A D L I I L A T A W AS Y SY-ARAFA W A D D A R A J A T A L A A L I Y A T A R RAFH A T A , WAB'ATSHUL M A Q A A M A L M A H M U U D A L L A D Z H W A ' A D TAHU INNAKA L A A TUKHLIFUL M H - A A D A . Artinya : "Ya Allah Tuhan yang memi liki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki shalat yang didirikan. Berilah ju njungan kami Nabi Muhammad, wasilah dan keutamaan serta kemuliaan dan derajat ya ng tinggi, dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana Engkau telah janj ikan. Sesungguhnya Engkau ya Allah Dzat Yang tidak akan mengubah janji". LAFAZH IQ A M AH Lafazh iqamah itu sama dengan adzan, hanya adzan diucap kan masing-masing dua kal i, sedang iqamah cukup diucapkan se kali saja. Dan diantara kalimat ke 5 dan ke 6 ditambah kalimat : Q A D OAAMATISH S H A L A A H " Artinya : "Shalat telah dimu lai". Iqamah sunat diucapkan agak cepat dan dilakukan dengan suara agak rendah d ari pada adzan. X 2 30

Lafazh Iqamah : ALLAAHU AKBAR, AL LAAHU AKBAR I X x v JoWif *> , J ffiij\\ ^ r AA „ LL L u A LLAA Tx > o * ' X ASY-HADU ANNA MUHAM MADAR RASUULULLAAH 1 X HAYYA ALASH SHALAAH 1 X HAYYA 'ALAL F ALAAH I X X > QAD OAAMATISH SHA LAAH 2X ALLAAHU AKBAR, AL — LAAHU AKBAR I X XY ^ v t£"»* O J V ^ L ' s " **?15U3 > •t l > a LAAILAAHA ILLALLAAHU I X ^ ^ i SUNNAT MENJAWAB ADZAN DAN IQ AM A H Bagi yang mendengar suara adzan, maka sunnah menjawab nya, dengan jawaban yang sama seperti apa yang tersebut dalam kalimat a dzan dan iqamah, kecuali pada kalimat kalimat : "Hayya 'alash slialah" dan "Hayy a *alal falah", aka jawabnya : m LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAHI Artinya : 'Tidak ada daya upaya dan tidak ada kekuatan, kecuali delgan pertolongan Allah". Dan pada adzan shubuh, ketika m uadzdzin mengucapkan kalimat : 31

ASH A S H A L A A T U KHAIRUM MINAN N A U M L Kita yang mendengar menjawab : 2 X SHADAQTAWABARARTAWA ANAA MINASY SYAAHIDIINA. Artinya : A L A A DZAALIKA "Benar dan baguslah ucapanmu itu dan akupun atas yang de mikian termasuk orang-or ang yang menyaksikan". Jawaban bagi yang mendengar iqamah : Bagi yang mendengar iqamah, kalimat demi kalimat yang terdengar dijawab sama seperti yang diucapkan oleh muadzin, kecuali pada kalimat: "QAD QAAMATISH", maka dijawab de ngan lafazh sbb. : A Q A A M A H A L L A A H U WA A D A A M A H A A WAJA'ALANU MIN SHAALIHI A H L I H A A . Artinya : "Semoga Allah mendirikan shalat itu dengan kekarnya, dan semo ga Allah menjadikan aku ini, dari golongan orang yang sebaikbaiknya ahli shalat" . Do'a setelah mendengar kiamat : A L L A A H U M M A R A B B A HADZIHID DATVATIT TAAMMATI 32

WASH SHALAATIL O A A - I M A T I , SHALLI WASALLIM ALAA S A Y Y I D I N A A MUHA MMADIN, W A AATIHI S I T LAI1U Y A U M A L Q I Y A A M A T I . Artinya : " Y a Allah Tuhan yang memiliki panggilan yang sempurna, dan memiliki shalat yan g ditegakkan, curahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad, da n berilah/kabul kanlah segala permohonannya pada hari kiamat". SYARAT SYARAT M U A D Z - D Z I N . 1. Beragama Islam. 2. Tamyiz dan laki-laki. Makruh bagi orang yang berhadas kecil atau besar. Dan di sunatkan menyerukan adzan dengan suara yan g nyaring dan mer du. 33

BAB IV S H A L A T A. Arti shalat : Shalat ialah berhadap hati kepada Allah sebagai ibadat, da lam bentuk beberapa p erkataan dan perbuatan, yang dimulai de ngan takbir dan diakhiri dengan salam ser ta menurut syarat-sya rat yang telah ditentukan syara' . 1. Dalil yang mewajibkan shalat Dalil yang mewajibkan shalat banyak sekali, baik dalam Al — Qur'an maupun dalam Ha dis Nabi Muhammad saw. Dalil ayat-ayat Al—Qur'an yang mewajibkan shalat antara lai n : W A - A O I I M U S H SHALAATA W A - A A T U Z Z A K A A T A WAR KA'UU MA'ARRAAK IIIN Artinya : "Dan dirikanlah shalat, dan keluarkanlah zakat, dan tunduk lah / r uku' bersama sama orang-orang yang pada ruku' ( S. Al-Baqarah, ayat 43 ) W A - A O I M I S H S H A L A A T A INNASH S H A L A A T A 'ANI L F A K H S Y A A - I W AL M U N K A R I . Artinya : TANHAA "Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan yang jahat (keji ) dan yang mungkar". ( S.-Al-'Ankabut, ayat 45 ) Perintah shalat ini hendaklah d itanamkan ke dalam hati dan jiwa anak-anak dengan cara pendidikan yang cermat, d an di34

lakukan sejak kecil, sebagaimana tersebut dalam hadis Nabi Mu hammad saw sbb. : M U R U U A U L A A D A K U M BISH S H A L A A T I W A H U M A B NAA—U SAB'IN W A D L - R I B U U H U M 'ALAIHAA WAHUM A B N A A - U 'ASYRIN. Artinya : "Perintahl ah anak-anakmu mengerjakan shalat diwaktu usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukullah (kalau enggan me lakukan shalat) di waktu mereka meningkat usia sepuluh tahun". ( H R Abu Dawud ) 2. 1. 2. 3. 4. 5. SYARAT-SYARAT SHALAT. G. 7. 8. 3. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Beragama Islam. Sudah baiigh dan berakal. Suci dari hadas. Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat. Menutup aurat, laki-laki auratnya antara pusat dan lu tut, se dang wanita seluruh anggota badannya kecuali muka dan dua belah tapak Jan gan. Masuk waktu yang telah ditentukan untuk masing-masing sha lat. Menghadap kib lat, Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunat. RUKUN SHALAT. Nial. Takbiratul ihram. Berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika shalat fardlu. B oleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit. M e m b a c a surat Al—Fa tihah pada tiap-tiap raka'at. R u k u ' dengan thuma'ninah. IVidal dengan thuma' ninah. Sujud dua kali dengan thuma'ninah. Duduk antara dua sujud dengan thuma'ni nah. Duduk tasyahhud akhir dengan thuma'ninah. M e m b a c a tasyahhud akhir. M e m b a c a shalawat Nabi pada tasyahhud akhir. 35

12.. M e m b a c a sulam yang pertama. 13. T e r t i b ; berurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut. 4/ Y A N G MEMBATALKAN SHALAT. Shalat itu batal (tidak sah) apabila salah satu syarat rukun nya tidak dilaksanak an, atau ditinggalkan dengan sengaja. Dan shalat itu batal dengan hal-hal sepert i tersebut dihawah ini : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12Berhadas. Terkena najis yang tidak dimaalkan. Berkata-kata dengan sengaja walaupun dengan satu hur ul yang m e m b e l i k a n pengertian. Terbuka auratnya. Mengubah niat, misalny a ingin memutuskan shalat. Makan atau minum meskipun sedikit. Bergerak berturutturut tiga kali seperti melangkah atau ber jalan sekali yang bersangatan. Membela kangi kiblat. Menambah rukun yang berupa perbuatan, seperti rukun dan sujud. T e r t a w a berbahak-bahak. Mendahului i m a m n y a dua rukun. Murtad, artinya k eluar dari Islam. 5. SUNAT DALAM MELAKUKAN SHALAT. Waktu mengerjakan shalat ada dua sunat, yaitu sunat Ab'acl dan sunat Ilai'at. 1. Sunat Ab'adl. 1. 2. 3. 4. M e m b a c a tasyahhud awal. M e m b a c a shalawat pada tasyahud a wal. M e m b a c a shalawat atas keluarga Nabi saw pada tasyahud akhir. M e m b a c a qunul pada shalat shubuh, dan shalat witir da lam pertengahan bulan Ramadla n, hingga akhir bulan Ramadlan. 2. 1. Sunat Hai'at Mengangkat kedua belah tangan ketika takbiratul ihram, ke tika akan ruku , dan ke tika berdiri dai i ruku' . 1 36

Meletakkan telapak tangan yang kanan di atas pergelangan yang kiri ketika bordek ap (sedakep ) . 3. Membaca do'a iftitah sehabis takbiratul ihram. 4. Membaca ta' awwud/ (Auudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim) ketika hendak membaca fatihah. 5. Membaca amin sesudah membaca fatihah. 6. Membaca surat Al—Qur'an pada dua raka 'at permulaan (raka'at pertama dan kedua) sehabis membaca fatihah. 7. Mengeraska n bacaan fatihah dan surah pada raka'at pertama dan kedua pada shalat maghrib, ' isya dan shubuh selain ma'mum. 8. Membaca takbir ketika gerakan naik turun. 9. M embaca tasbih ketika ruku' dan sujud. 10. Membaca "Sami'allaahu liman hamidah" k etika bangkit da ri ruku' dan membaca "Rabbanaa lakal hamdu ketika i'tidal. 1 1. Meletakkan telapak tangan diatas paha waktu duduk bertasyahud awal dan akhir, de ngan membentangkan yang kiri dan menggenggamkan yang kanan kecuali jari telunjuk . 12. Duduk iftirasy dalam semua duduk shalat. 13. Duduk tawarruk (bersimpuh) pa da waktu duduk tasyahud akhir. 14. Membaca salam yang kedua. I 5. Memalingkan mu ka ke kanan dan ke kiri masing-masing waktu membaca salam pertama dan kedua. M 2. 6. MAKRUH SHALAT. Orang vang sedang shalat dimakruhkan : 1. Menaruh telapak tangannya di dalam len gan bajunya ketika takbiratid ihram, ruku' dan sujud. 2. Menutup mulutmu rapat-r apat. 3. Terbuka kepalanya. 4. Bertolak pinggang. 5. Memalingkan muka ke kiri da n ke kanan. 6. Memejamkan mata 7. Menengadah ke langit. 8. Menahan hadas. 9. Ber ludah. 10. Mengerjakan shalat diatas kuburan. 11. Melakukan hal-hal yang mengura ngi ke khusyu'an shalat. 37

7. PERBEDAAN L A K I - L A K I D A N W A M T A DALAM S H A  LAT. Laki-laki: 1. Me renggangkan dua siku ta ngannya dari kedua lambung uya waktu ruku' dan sujud. 2. Waktu ruku' dan sujud meng angkat perutnya dari dua pa hanya. Wanita": 1. Merapatk an satu anggota kepada anggota lainnya. 2. Meletakkan perutnya pada dada, dua pa hanya ketika ruku' dan sujud. Merendahkan suaranya/ba caannya di hadapan lakilaki lain, yakni bukan muhrimnya. Bila menderita sesuatu bertepuk tangan, yakni ta ng an yang kanan dipukul kan pada punggung tela pak tangan kiri. Auratnya dalam shala t se luruh tubuhnya, kecuali muka dan dua belah tela pak tangan. DILUPAKAN. 3. Menyaringkan suaranya/baca annya di tempat keras. 3. 4. Bila menderita sesuatu mem baca/tasbih, yakni membaca "Subhaanallah". 4. 5. Auratnya dalam shalat ba — rang antara pusat dan lutut. 5. 8. HAL HAL Y A N G MUNGKIN Dalam melaksanakan shalat mungkin pula ada hal - hal yang dilupakan, misalnya t 1. Lupa melaksanakan yang fardlu. 2. Lupa melaksanakan sunat ab'adl. 3. Lupa mel aksanakan sunat hai'at. I. Jika yang dilupakan rtu fardlu, maka tidak cukup diga nti dengan sujud sahwi. Jika orang telah ingat ketika ia sedang shklat, haruslah cepat-cepat ia melaksanakannya; atau ingat setelah salam, sedang jarak waktunya masih sebentar, maka wajiblah ia menunaikannya apa yang terlupakan, lalu sujud 38

sahwi (sujud sunat karena lupa). I I . Jika yang dilupakan itu sunat ah'adi ; ma ka tidak perlu diu langi, yakni kita meneruskan shalat itu hingga selesai, dan s e belum salam kita disunatkan sujud sahwi. I I I . Jika yang terlupakan itu sunat hai'at ; maka tidak perlu di ulangi apa yang dilupakan itu, dan tidak perlu suju d sahwi. Lafazh sujud sahwi : SUBHAANA Artinya : MAN LAA YANAAMU WALAA YAS-HU. "Mahasuci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa". Sujud sahwi itu hukumnya sunat , dan letaknya sebelum sa lam, dikerjakan dua kali sebagaimana sujud biasa. Apabi la orang bimbang atau ragu-ragu tentang jumlah bi langan raka'at yang telah dilak ukan, haruslah ia menetapkan yang yakin, yaitu yang paling sedikit dan hendaklah ia sujud sah wi. 39

B. B A C A A N - B A C A A N D A L A M SHALAT SHALAT 1. C A R A - C A R A MENGERJAKAN a. Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat. Niat shalat menur ut shalat yang sedang dikerjakan, misalnya shalat shubuh dan sebagainya. (Niat s halat ialah didalam hati, dan untuk memudahkan da pat pula kita pelajari seperti yang terlampir didalam buku ini). b. Lalu mengangkat kedua belah tangan serta membaca " A L L A  HU AKBAR". > * 9 (Takbiratui ihram) 40

Setelah takbiratul ihram kedua belah tangannya disedakapkan pada dada. Kemudian membaca do'a iftitah. 2. BACAAN DO'A IFTITAH. ALLAHU AKBAR KABUR AA W A L HAMDU LILLAHI KATSIIRAA W A S I H -H.AA.N ALLAHI BUK RATAN WA ASHI1LAA. INN1I WAJJAAHTU WAJHIYA LILLADZ1I FATHARASSAMAAWAATI W A L - A R D L A HANIIFAN MUSLIM AN W AM A A A N A A Ml NAL MUSYRIKIINA INNA SHALAATII WANUSUKII . W A M A H Y A A Y A W AM A— MA ATI ( LILLAAHI RABBIL ' A A L A M I I N A . LAASYARIIKA L AH U WABIDZAALIKA UMIRTU W A A N A A MIN AL MU S LIMIN. 41

Artinya : "Allah Maha Besar lagi sempurna Kcbesaran-Nya, segala puji bagi-Nya da n Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat ya ng menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hitnya untuk Allah Seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-N ya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin. Do'a iftitah yang lain. Atau boleh juga membaca do'a if titah dengan do'a sbb.: "ALLAHUMMA BAA-'ID B A I M I WABAINA KHATHAA Y A A Y A K A M A A BAA-'ADTA B AIN A L MASYRIOI W A L MAGHRIBI. 'ALLAHUMMA NAQQINI1 MIN K H A T H A A Y A A Y A K A M A A YUNAOOATS TSAUBUL ABYADLU MINAD DANASL ALLAHUMMAGHSILNU MIN K H A T A A Y A A Y A BILMAA-I WASTSALJI W A L B A R A D I " Artinya : "Ya Allah,-jauhkanlah dari pada kesalahan dan dosa sejauh antara jarak timur dan barat. Ya Allah bers ihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa bagai kan bersihnya kain putih dari k otoran. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku dengan air, dan air salju yang sejuk". 42

3. SURAT FATIHAH. Selesai membaca do'a iftitah, kemudian membaca surat Fa * ^*~\ )a^ V 1 tihah sbb. : i B1SMILLAHIRRAHMAANIRRAHUM. "ALHAMDU LILLAHI RABBIL 'AALAMDN. ARRAHMAANIRAHIIM.. MAALIKJ YAUMIODIIN. I Y Y A A K A N A B U D U W A I Y Y A A K A NASTATIN' IHD1NA SH SH1RAATHAL MUSTAODM. SHIRAATHAL LADZIINA AN-'AMTA 'ALAIHIM. GHAIRIL MAGHDLUUB I ALAIHIM W A L A D L DLAALLIJN" AAMIIIN. Artinya : "Dengan nama Allah pengasih dan penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuh an seru sekalian alam. Yang pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian . Pada-Mu lah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat. Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat". 43

4. BACAAN SURAT-SURAT DIHAFAL. Y A N G PENDEK DAN MUDAH Selesai membaca fatihah dalam raka'at yang pertama dan ke dua bagi orang yang sha lat sendirian atau imam, disunatkan membaca surat atau ayat Al-Qur'an. Surat-sur at yang dibaca dalam shalat antara lain : Surat Ari-Nas : BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHHM. OUL A'UUDZU BIRABBIN N A A S . MALIKIN NAAS, ILAAHIN NAAS. MIN SYARRIL WAS-WAASIL K H A N N A A S . A L L A D Z I I YUWASWISU FH SHUD UURIN NAAS. MINAL JINNATI W A N NAAS. Artinya : Dengan nama Allah pengasih dan p enyayang. "Katakanlah (hai Muhammad) ! Aku mohon perlindungan pada Tuhannya manu sia. Yang menguasai manusia. (Yang, menjadi) Tuhan manusia. Mohon perlindungan d ari pada kejahatan was-was (pengganggu hati) yang menggoda. Ialah yang menggonca ngkan hati manusia. Baik dari jenis jin maupun manusia".Surat Ikhlas h :

BISMILLAAHIRRAHM AANIRRAHIIM. "QUL H U W A L L A A H U A H A D . ALLAAHUSH SHAMA D. LAM Y A L t D W A L A M Y U U L A D . W A L A M Y AKU L L A H U U K U F U W A N AHAD". Artinya : Dengan nama Allah pengasih dan penyayang. "Katakanlah (hai M u h a m m a d ) ! A l l a h itu Esa. Allah tempat meminta. Tiada la beranak dan tiada pula Ia dilahirkan. Dan tak ada bagi-Nya seorangpun yang m e n y e r u p a i - N } 5. RUKU' : Selesai membaca surat, lalu mengangkat kedua belah tangan se tinggi telinga seray a membaca " A L lAHU A K B A R " , terus badannya mernb ungkuk, kedua tangannya memegang lutut dan ditekankan an tara punggung dan kepala supaya rata. Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut : "SUBHAANA R A B B I Y A L ' A — DZHIIMI WABIHAMDIHI " 3 kali Artinya : "Mahasuci T uhan Maha A g u n g serta memujilah aku k^pada-Nya".

6. ITIDAL : Selesai ruku', terus bangkit lah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan seten lang telinga, se raya membaca sbb. : "SAMFALLAAHU MIDAH". Artinya : LIMAN H A "Allah mendengar orang yang mcmuji-Nya". Pada waktu berdiri tegak (i'tidal) teru s membaca : "RABBANAA L A K A L HAMDU MIL- USSAMAAWAATI WA MIL-UL ARDLI WAMIL U M A A SYI'TA MIN SYAITN BA' DU". Artinya : " Y a Allah Tuhan kami ! BagiMu segala puji, sepe nuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu". 7. SUJU D: Setelah i'tidal terus sujud (ter sungkur kebumi) dengan meletak kan dahi kebumi, d an ketika turun seraya membaca " A L L A H U A K B A R " , dan setelah sujud mem baca tasbih sbb. : 46

"SUBHAANA RABBIYAL A ' L A A WABIHAMDIHI " Artinya : "Maha suci Tuhan, serta 8. memujilah 3 kali. aku kepada-Nya". "ALLAHU DUDUK A N T Akemudian duduk serta membaca Setelah sujut R A D U A SUJUD : A K B A R " dan setelah duduk membaca : RABBIGHFIRLB WARHAMNII WAJBURNII WARFA'NII W A R Z U O N H WAHDIN1I W A ' A A F I N H W A F U A N N I I . Artinya : "Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanil ah aku dan cukup kanlah segala kekurangan dan ang katlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan. berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepa daku dan ber ilah ampunan kepada ku". 9. SUJUD KEDUA : Sujud kedua ketiga dan keem pat dikerjak an seperti pada waktu sujud yang pertama, baik caranya maupun bacaannya. 47

19. DUDUK TASYAHUD/TAH YAT A W A L : Pada raka'at kedua, kalau sha lat kita tiga raka'at atau empat raka'at, maka pada raka'at kedua ini kita duduk untuk membaca tasyahud/tahyat awal, dengan duduk k aki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki. BACAAN T A S Y A H U D / T A H Y A T AWAL: "ATTAHIYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAA TUTH THAYY1BAATU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU W A R A H MATULLAAH1 W A B A R AINAA W A ' A L A A TBAADILLAAHISH SHAALIHHN. ASY-HADU L L A A H , W A ASYHADU A N N A MUHAMMADAR R A S U U L U M M A SHALLI A L A A SAYYIDINAA M U H A M  MAD". 48 L A A U I K L L L A L L L A A A A T A A A H . ASSALAAMU U H ASSALAAMUAL ILAAHA I L L A H . A L L A A H

Artinya : Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Sa lam, rahmat dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Na bi (Muhammad). Salam (kes elamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah'. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alh.h. Ya Allah ! Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad". 11. TASYAHUD AKHIR : Bacaan tasyabud/tahyat akhir ialah seperti tahyat awal yang' ditambah dengan sha lawat atas warga Nabi Muhammad, d*.n lafadhnya sbb. : "WA A L A A A A L I SAYYIDINAA MUHAMMAD". Artinya : "Ya Allah ! Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muham mad !!. Cara duduk pada tahyat ialah : 1). Supaya pantat langsung ketanah, dan kaki kiri dimasukkan kebawah kaki kanan. -)• J^J'i-jari kaki kanan tetap mene kan ke tanah, (seperti gambar N<>. 9 ) . Pada tahyat akhir disunatkan membaca shalawat Ibrahimiyah. 49

"K AM A SHALLAITA 'ALAA SAYYIDINAAIBRAAHIIMA WA'ALAA AALI S A Y Y I D I N A A IB RAAHIIM W ABA ARIK 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA-'ALAA AALI S A Y Y I D I N A A M UHAMMAD. KAMAA BAARAKTA A L A A S A Y Y I D I N A A IBRAAHIIMA WA ' A L A A AALI S A Y Y I D I N A A IBRAAHIIM F I L ' A A L A MIINA I N N A K A HAMIIDUM MAJIID '. Artinya : "Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan kelu arganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para ke luarganya. Seba gaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh ala m semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia". 12. S A L A M : Selesai tahya t akhir, kemudian salam dengan menengok kekanan dan kekiri dengan membaca : "ASSALAAMU 'ALAIKUM W A RAHMATULLAAHI Artinya : "Keselamatan dan rahmat AI50

lah semoga tetap pada kamu seka lian". Keterangan : 1. Waktu membaca salam yang p ertama, muka kita menengok ke kanan, dan waktu membaca salam yang kedua muka kit a menengok ke kiri. (Seperti pada gambar No. 10). 2. Dengan salam ini maka berak hirlah shalat kita. 13. DO'A OUNUT : Apabila mengerjakan shalat shubuh, maka pada raka'at yang kedua , pada waktu i'tidal berdiri tegak dari ruku' setelah mem — baca: "RABBANAA LAK A L HAMDU " lalu membaca qunut sbb. : "ALLAHUMMAH DIINII FIIMAN HADAIT" W A AAFINII FIMAN AAFAIT. W A T A W A L L A N I I FIIMAN T A W A L L A I T WABAARIKLII FIIMAA A'THAIT. WAOINll BIRAHMATIKA SYA RRA MAA QADLAIT. FA INNAKA TAQDLII W A L A A 51

Y U O D L A A 'ALAIK, WA-INNAHU L A A Y A D Z I L L U MAN W A A L A I T . W A L A A Y A ' I Z Z U M A N AADAIT. T A B A A R A K T A R A B B A N A A W A T A 'AAL AIT. F A L A K A L H AM D U 'ALAA MAA QADLAIT ASTAGHFIRUKA W A -ATUUBU I LAIK. W ASHALLALLAAHU'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NABYYIL UMMIYYI W A - ' A L A A AALIHI WASHAHBIHI WASALLAM". Artinya : "Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-or ang yang telahEngkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang tel ah Engkau beri ke sehatan. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berik an kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Sesungguhn ya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidak ak an mulia orang yang Engkau musuhi. Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engka u. Segala Puji bagiMu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kemba lilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas Nabi Muhammad beserta keluarganya". 14. 'l. NIAT NIAT SHALAT Niat Shalat Dhuhur . FARDLU. USHALLII FARDHADH DHUHRI ARBA'A RAKAAATIN MUSTAOBILAL OIBLATI ADAA-AN (MAMUUMAN / I M A A M A N ) LILLAHI T A ' A A L A " . A L L A H U AKBAR. Artinya : "Saya menyengaja shalat fardlu dhuhur empat raka'at meng hadap <jiblat (ma'muman/ imaman) karena Allah". Allahu Akbar, 52

2. Niat Shalat Ashar. "USHALLII F A R D L A L ASHRI A ' M U M A N / I M A M A N ) inya : "Aku menyengaja shalat uman / imaman) karena Allah". ARBA'A RAKA'AATIN MUSTAOBILAL OIBLATI ADAA-AN ( M LILLAHI T A ' A A L A A " . A L L A H U AKBAR. Art fardlu 'Ashar empat raka'at meng hadap qiblat (ma'm Allahu Akbar. 3. Niat shalat Magrib.

"USHALLII F A R D L A L MAGHRIBI TSALAATSA RAKA' AATIN MUSTAOBILAL OIBLATI A D A A - A N ( M A ' M U U M A N / IMAAMAN) LILLAAHI T A ' A A L A A " . A L L A H U AKBAR. Artinya : "Aky menyengaja shalat fardlu maghrib tiga raka'at meng hadap q iblat (ma'muman/imaman) karena Allah". Allahu Akbar. 4. Niat Shalat 'Isya. "USHALLII F A R D L A L TSYAA-I ARBA'A RAKA'AATIN MUTAQBILAL OIBLATI A D A A - A N ( M A ' M U U M A N . , / I M A A M A N ) LILLAHI T A ' A A L A " . A L L A H U AKBAR.

Artinya : "Aku menyengaja, shalat fardlu 'Isya empat raka'at meng hadap qiblat (m a'muman/imaman) karena Allah". Allahu Akbar. 5. Niat Shalat Shubuh. "USHALLII FARDLASH SHUB-HI RAK ATAINI MUSTAOBILAL OIBLATI ADAA-AN ( M A ' M U M A N / I M A M A N ) L I L L A HI T A ' A A L A A " . A L L A H U AKBAR. Artinya : "Aku menyengaja shalat fardlu shubuh dua raka'at meng -hadap qiblat (ma'muman/ imaman) karena Allah". Allahu Akbar. 6. Niat Shalat Jum'at"USHALLII F A R D L A L JUM'ATI RAK.'ATAINI MUSTAOBI LAL OIBLATI A D A A - A N ( MA'MUUMAN / IMAAMAN ) LILLAAHI T A ' A A L A A " A L L A H U AKBAR. Artinya : "S aya menyengaja shalat fardlu Jum'at dua raka'at meng hadap qiblat (ma'muman/imama n) karena Allah". Allahu Akbar. 15. DO'A SESUDAH SHALAT. 54

1. "B1SMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM. ALHAMDU LILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN, HAMDAN YUWAAF II NI'AMAHU W A Y U K A A F I I MAZIIDAHU. Y A RABBANAA LAKAL HAMDU KAMAA Y A N BAGHH LIJALAALI W A J H I K A W A A Z H I I M I SULTHAANIKA. ALLAHUMMA SHALLI 'A L A A S A Y Y I D I N A A M U H A M M A DIN W A ' A L A A A A L I S A Y Y I D I N A A MUHAMMAD". Artinya : Dengan nama Allah Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dengan puji yang sebanding dengan ni'mat-N ya dan menjamin tambahannya. Y;i Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji dan segal a apa yang patut atas keluhuran DzatMu dan keagungan kckuasaanMu. "Ya .Mlah ! Li rnpahkaniah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarg anya". 2. "ALLAHUMMA RABBANAA TAQABBAL MINNAA SHALAATAANA WASHI Y A AMAN A A WARUKUU'AN AA WASUJUUDANAA W A Q U ' U U D A N A A W A T A D L A R R U ' A N A A , W A T A K H A S Y S Y L" A N A A WATA'ABBUDANAA, WATAMMIM TAOSHIIRANAA Y A A A L L A H Y A A R A B B A L ' A A L A MIIIV". 55

Artinya : "Ya Allah terima shalat kami, puasa kami, ruku' kami, sujud kami, dudu k rebah kami, khusyu' kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami la kukan selama shalat ya Allah. Tuhan seru sekalian Alam". 3. RABBANA D Z H A L A M N A A A N F U S A N A A WA-IN L AM TAGHFIR L A N A W A T A R H A M N A A L A N A K U U N A N N A M l N A L KHAASIRIIN". RABBANA A W A L A A TAHMIL ' A L A I N A A ISHRAN K AM A H A M A L T A H U L ' A L A L LADZIINA MIN Q A B L I N A A R A B B VNAA W A L A A TUHAMMILNAA M A A L A A T H A A O A T A L - N A A BIHII W A T U ' A N N A A WAGHFIR LAN A A WAR HAMNAA ANTA MAULAANA A FANSHURNAA 'ALAL OAUMIL KAAFIRIIN". A I .inya : Ya Allah ! Kami telah aniaya terhadap diri kami sendiri, karena itu ya Allah jik a tidak dengan limpahan ampunan-Mu dan rahmat-Mu niscaya kami akan jadi orang ya ng sesat. Ya Allah Tuhan kami ! Janganlah Engkau pikulkan atas diri kami beban y ang berat sebagaimana yang pernah Engkau bebankan kepada orang yang terdahulu da ri kami. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan atas diri kami apa yang diluar kesanggupan kami- Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Ya Allah Tuhan kami, berilah kami pertolongan untuk melawan oran g yang tidak suka kepada agamaMu. :>6

4. RAHB \ N \ \ LA A TUZICH Q U L U U B A N A A BA'DA IDZ HADA1TANAA W'AH AB LAN A A MIN LADUNKA RAHMATA N INNAKA ANTAL W AHHAAB. Artinya : "Ya Allah Tuhan kami , janganlah Engkau sesatkan hati kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami ka runia. Engkaulah 3. R A B H A N A U I K I R L A.NA A WALIWA ALIDINAA WALI lAMIJ'IL ML'SLIMIIW W A L MUSLIMAATI W AL MU'MINIINA W \ L Ml M I Y W T I . AL AHYAA-I- MINHLM WAL AMWAA TI, INNAKA AL A A M L U SYAI'N QAUIIR. Aninya : Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosadosa orang tua kami, dan bag i semua orang Islam laki-laki dan perempuan, orang-orang mukmin laki-laki dan pe rempuan. Sesung guhnva Engkau d zat Yang Maha Kuasa atas segala galanya". 57

6. RABBANAA AATJN YA F I D D U V Y A A HASANATAN WA FIL AAKHIRATI HASANATAN WAOI NAA A D Z A A B A N NAAR". 7. A L L A H U M M A G H FIR LAN A A D Z U N U U B A N A A WAKAF FIR A N N A A SAYYIAAT1NAA W A T A W A F F A N A A M A A L ABRAARI" Artinya : Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan didunia dan kesejahteraa n di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan api neraka. Ya Allah ampunilah dosa kami dan tutupilah segala kesalahan ka mi, dan semoga jika kami mati nanti b ersama-sama dengan orangorang yang baik-baik. 8. SUBHAANA RABBIKA RAJililLl'ZZATI AMMAA Y A SHIFUUNA W A S A L A A M U N ' A L A L MURSALHNA WAL HAMDU LILLAAHI RABBIL'AALAMIINA". Artinya : Maha.suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang ka fir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam". 16. S H A L A T F A R D L U DAN W A K T U N Y A . Shalat fardlu itu ada- lima, dan masing-masing mempunyai waktu yang' ditentukan. Kita diperintahkan menunaikan shalat shalat itu didalam waktunya masing-masing. 58

ZHL HUR Awal waktunya setelah cenderung matahari dari pertengahan langit. Akhir waktunya apabila bayang-bayang sesuatu telah sama panjangnya dengan sesuatu itu. 2. 'ASHAR. Waktunya mulai dari habisnya waktu zhuhur, sampai terbe namnya mataha ri. 3. MA GHR IB. Waktunya dari terbenamnya matahari sampai hilangnya syafaq (aw an senja) merah. 4. 'I S Y A 1. Waktunya dari mulai terbenam syafaq (awan senja), hingga terbit fajar. 5. S H U B U H . Waktunya dari terbit fajar shidiq, hingga terbit matahari 17. W A K T U - W A K T U Y A N G DILARANG UNTUK SHALAT Ada lima waktu yang tidak boleh ditempati melakukan sha lat, kecuali shalat yang mempunyai sebab, yaitu : Setelah shalat shubuh hingga terbitnya matahari. Ketika terbitnya matahari hingga sempurna dan naik seku rang-kurangnya setinggi tombak ( + 10 derajat dari permuka an bumi). 3. Ketika matahari rembang (diatas kepala) hingga conderhg se dikit ke barat. 4. Setelah shalat 'Ashar hingga terbenamnya ma tahari. 5. Ketika mulai terbenamnya matahari hingga sempurna. 1. 2. 18. SHALAT J A M A A H . Shalat jarna'ah ialah shalat bersama, sekurang-kurangnya terdiri dari dua orang, yaitu imam dan ma'mum. 59

Hukumnya sunat, dan cara mengerjakannya ialah imam ber diri didepan dan ma'mum di belakangnya. Ma'mum harus mengi-. kuti perbuatan imam dan tidak boleh mendahului nya. Shalat yang disunatkan berjama'ah ialah : 1. Shalat fardlu lima waktu. 2. S halat dua hari raya. 3. Shalat tarawih dan witir dalam bulan Ramadlan. 4. Shalat minta hujan. 5. Shalat gerhana matahari dan bulai:. 6. Shalat janazah. S Y A R A T - S Y A R A T SHALAT JAMA'AH 1. Menyengaja (niat) mengikuti imam. 2. Mengeta hui segala yang dikerjakan imam. 3. Jangan" ada dinding yang menghalangi antara imam dan m a '  mum, kecuali bagi perempuan di mesjid, hendaklah didindingiMengan kain, asal ada sebagian atau salah seorang yang mengetahui gerak gerik imam ata u ma'mum yang dapat dii — kuti. 4. Jangan mendahului imam dalam takbir, dan jangan pula mendahului atau melambatkan diri dua rukun fi'Iy. . 5. Jangan terkemuka te mpat dari imam. 6. Jarak antara imam dan ma'mum atau antara ma'mum dan .baris ma 'mum yang terakhir tidak lebih dari 300 hasta. 7. Shalat ma'mum harus bersesuaia n dengan shalat imam, misal nya samarsama zhuhur, qashar, jama' dan sebagainya. Y A N G BOLEH JADI IMAM. 1. Laki-laki ma'mum kepada laki-laki. 2. Perempuan ma'mu m kepada laki-laki. 3. Perempuan ma'mum kepada perempuan. 4. Banci kepada laki-l aki. 5. Perempuan ma'mum kepada banci. Y A N G TIDAK BOLEH DIJADIKAN IMAM 1. Lak i-laki ma'mum kepada banci. 2. Laki-laki ma'mum kepada perempuan. 3. Banci ma'mu m kepada perempuan. 4. Banci ma'mum kepada banci. 60

5. Orang yang fashih (dapat membaca Al—Qur'an dengan baik) ma'mum kepada orang yang t idak tahu membaca (yang ba nyak salah bacaannya). MA'MUM Y A N G TERLAMBAT D A T A N G (MASBUO). Jika seorang ma'mum mendapatkan i mamnya sedang ruku' dan terus mengikutinya, maka sempurnalah raka'at itu baginya meskipun ia tidak sempat membaca fatihah. Jika ia mengikuti imam sesudah ruku', maka ia harus mengu langi raka'at itu nanti, karena raka'at ini tidak sempurna d an tidak termasuk hitungan baginya. Jika ma'mum yang mengikuti imam tasyahud akh ir dari sa lah satu shalat, maka tasyahud yang dikerjakan oleh ma'mum itu tidak t ermasuk bilangan baginya dan ia harus menyempurnakan shalatnya sebagaimana biasa sesudah imam memberi salam. 19. SHALAT JUM'AT Shalat Jum'at itu hukumnya fardlu 'ain bagi tiap-tiap ma~lim. mukallaf, laki-lak i, sehat dan bermukim." S Y A R A T - S Y A R A T S A H N Y A JUM'AT Syarat-syar at sahnya melakukan shalat Jum'at ada tiga : 1. Tempat shalat Jum'at harus terte ntu. 2. Jumlah orang yang berjama'ah sekurang-kurangnya 40 orang lakilaki. ) 3. Dilakukan dalam waktu zhuhur. 4. Sebelum shalat Jum'at didahului oleh dua khuthb ah. Sungguhpun demikian risalah ini perlu kita kemukakan beberapa pendapat yang mungkin dapat dijadikan pegangan bagi daerah*) Keterangan : Jumlah yang hadir Ju m'at : sejak dahulu hingga sekarang me rupakan masalah yang sangat diperhatikan o rang, walaupun di dalam Al—Qur'an tidak diterangkan bahwa sahnya Jum'at itu harus sekian orang yang hadir, namun andaikata jumlah 40 orang yang hadir dalam Jum'at dijadikan syarat sahnya Jum'at bagi masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak mengalami kesulitan, karena hal itu pada umumnya telah terpenuhi. 61

daerah tertentu yang- pengunjung Jum'ahnya mungkin kurang dari 40 orang. 1. Imam Abu Hanifali (Imam Hanafi) menyatakan cukup empat orang termasuk imam. Pendapat ini dengan alasan satu hadis sbb. : Artinya : "Jurn'ah itu wajib bagi tiap-tiap desa yang ada padanya se orang imam, walaupun penduduknya hanya ada 4 orang". ( H.R. Thabrani) 2. Imam A w - Z a ' i menyatakan jurn'ah itu cukup dengan 12 o rang. Pendapat ini dengan alasan hadis sbb. : "Orang yang pertama kali datang ke Madinah dari kaum Muhajirin ialah Mush'ab bin 'Umair, dan dialah orang yang perta ma mendirikan Jum'at disitu pad- hari Jum'at , sebelum Nabi Mu hammad saw datang (dan waktu itu) mereka dua belas orang". ( H R Thabrani) 3. Imam SyafTi menyatakan Jurn'ah itu harus 40 orang hadir, dengan a lasan hadis sbb. : 62

Telah berkata Abdurrahman bin Ka*b : "Bapak saya ketika mendengar adzan hari Jum 'at biasa mendo'akan bagi As'ad bin Zararah. Maka saya bertanya kepadanya: Apabi la mendengar adzan mengapa ayah mendo'akan untuk As'ad bin Zararah ? Menjawab ay ahnya: Karena dialah orang yang pertama kali me ngumpulkan kita untuk shalat Jum' at didesa Hazmin Nabit. Maka bertanya saya kepadanya : Berapakah waktu orang had ir ? Ia men jawab : "Empat puluh orang laki-laki". ( H.f. Abu Dawud ) Beberapa pe ndapat ini dapat ditela'ah kembali, pada Kitab Nailul Authar, jilid III di sekit ar halaman 284. Semoga hal ini ada man faatnya terutama bagi daerah pelosok yang ingin mensyi'arkan Islam dengan shalat Jum'at namun penduduknya kurang dari 40 o rang. HUKUM KHUTHBAH 1. Membaca "Alhamdulilah" dalam dua khuthbah itu. 2. Membac a shalawat atas Nabi Muhammad saw dalam dua khuthbah. 3. Berwasiat dengan "taqwa " kepada Allah dalam dua khuth bah. 4. Membaca ayat Al—Qur'an dalam salah satu khut hbah. 5. Memohonkan maghfirah (ampunan) bagi sekalian mukminin pada khuthbah yan g kedua. SYARAT SYARAT KHUTHBAH 1. Isi rukun khuthbah dapat didengar oleh 40 ora ng ahli Jum'ah. 2. Berturut-turut antara khuthbah pertama dengan khuthbah £edua. 3 . Menutup auratnya. 4. Badan, pakaian dan tempatnya suci dari hadas dan najis, 6 3

S U N A T - S U N A T JUM'AH Bagi orang yang menghadiri shalat Jum'at disunatkan G per kara : 1. Mandi dan membersihkan tubuh. 2. Memakai pakaian putih. 3; Memot ong kuku. 4. Memakai wangi-wangian. 5. Memperbanyak membaca ayat-ayat Al-Qur'an, do'a dan dzikir. 6. Tenang waktu khathib membaca khuthbah. Keterangan : Bagi or ang yang terlambat datang ke mesjid, sedang khathib tengah berkhuthbah, hendakny a mempercepat shalat sunnahnya (tahiyyatal masjid) dua raka'at, kemudian duduk t erus mende ngarkan khuthbah. 20. 1. SHALAT OASHAR DAN JAMA' SHALAT OASHAR. Bagi orang yang dalam perjalanan bepergian, dibolehkan me nyingkat shalat wajib y ang 4 raka'at menjadi 2 raka'at dengan sya rat sbb. : a. Jarak perjalanan sekuran g-kurangnya dua hari perjalanan kaki atau dua marhalah {yaitu sama dengan 16 far sah - 138 km. ) b. Bepergian bukan untuk maksiat. c. Shalat yang boleh diqashar hanya shalat yang empat raka'at saja dan bukan qadla. d. Niat mcngqashar pada wa ktu takbiratul ihram. . . e. Tidak ma'mum kepada orang yang bukan musafir. Menur ut Abd. Rahman Al—Jazairi dalam Kitabul Fiqih 'ala! Madzahibil arba'ah, dinyatakan 16 farsah = 81 km.). 2. SHALAT JAMA' Shalat jama' ialah shalat yang dikumpulkan, misalnya Zhuhur dengan Ashar ; Maghr ib dengan 'Isya, didalam satu waktu. Cara melakukan shalat jama' itu ada dua mac am : 64

a. Jika shalat zhuhur dengan 'ashar dikerjakan pada waktu zhubur atau maghrib de ngan dilakukan pada waktu maghrib, maka jama' semacam itu disebut "Jama* Taqdim" . b. Jika dilakukan sebaliknya disebut "Jama' ta'khir", misalnya zhuhur dan 'ash ar dikerjakan pada waktu 'ashar dan maghrib dengan 'isya dikerjakan pada waktu ' isya. Syarat jama' taqdim : a. Dikerjakan dengan tertib; yakni dengan shalat yan g pertama misalnya zhuhur dahulu, kemudian kshar dan maghrib da hulu kemudian isy a. Niat jama* dilakukan pada shalat pertama. Berurutan antara keduanya; yakni ti dak boleh disela dengan shalat sunat atau lain-lain perbuatan. b. c. Syarat jama' ta'khir : a. Niat jama' ta'khir dilakukan pada shalat yang pertama. b. Masih dalam perjalanan tempat datangnya waktu yang kedua. 3. JAMA' D A N QAS HAR. Musafir yang memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan diatas boleh meng erjakan shalat jama' dan qashar sekaligus, yaitu mengumpulkan shalat dan memende kkannya. Lafash niat shalat qashar dengan jama' : 1. Shalat zhuhur jama' taqdim USHALLII F A R D L A L ZHUHRI RAK'ATAINI QASHRAN MAJMUU'AN ILAIHIL ASHRU ADAA-'A N LILLAAHI TA'A A L A . A L L A A H U AKBAR. Artinya : "Aku niat shalat fardlu z huhur dua raka'at qashar, dengan jama' sama ashar fardlu karena Allah. Allahu Ak bar. 65

2. Shalat 'Ashar jama'taqdim. USHALLII F A R D L A L ASHRI R A K A A T A I N I OASHRAN MAJMUU'AN ILAZH ZHUHRI A D A A A N LILLAAHI TA'A A L A . A L L A H U AKBAR. Artinya : "Aku niat shalat fardlu ashar dua raka'at qashar dan jama' sama zhuhur, fardlu karena Allah. Alla hu Akbar. 3.- Shalat zhuhur jama' ta'khir. USHALLII F A R D L A Z H ZHUHRI RAK'ATAIN QASHRAN MAJMUU'AN ILAL'ASHRI A D A A A N LILLAAHI T A ' A A L A A L L A H U AKBAR. Artinya : "Aku niat shalat zhuhur dua raka'at qashar dan jama' sama 'ashar, fardlu karena Allah". Allahu Akbar. 4 . Shalat 'Ashar jama' ta'khir USHALLII F A R D L A L ASHRI RAKAATINI MAJMUU'AN ILAHIL ZHUHRI ADAA-AN T A ' A A L A . A L L A H U AKBAR. OASHRAN LILLAAHI 66

Artinya : "Aku niat shalat 'ashar dua raka'at qashar dan jama' sama zhuhur, fard lu karena Allah". Allahu Akbar. 5. Shalat Maghrib jama' taqdim USHALLII F A R D L A L MAGHRIBI TSALAATSA RAKA' AATIN MAJMUU'AN 1LAHIL TSYAA U A D A A - A N LIL — LAAHI T A ' A A L A . ALLAHU AKB'AR. Artinya : "Aku niat shalat maghrib tiga raka'at jama' sama 'isya, fardlu karena Allah". Allahu Akbar. 6. S halat Tsyajama' taqdim. USHALLII F A R D L A L T S Y A A - I MAJMUU'AN ILAL MAGHRIBI T A ' A A L A . A L L A H U AKBAR. Artinya : RAKA'ATINI ADAA-AN QASHRAN LILLAAHI "Aku niat shalat 'Isya dua raka'at qashar dan jama' sama maghrib, fardlu karena Allah". Allahu Akbar. 7. Shalat Maghrib jama' ta'khir. 67

USHALLII FARDLAL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA' AATIN MAJMUU'AN ILAL TSYAA I ADAA-AN L I L  LAAHI T A ' A A L A . A L L A A H U AKBAR. Artinya : "Aku niat shalat maghr ib tiga raka'at jama' sama 'isya, fardlu karena Allah". Allahu Akbar. 8. Shalat 'Isya jama' ta'khir. USHALLII F A R D L A L TSYAA-I R A K A ' A T A I N I MAJMUU'AN ILAIHIL MAGHRIBI A D A A - A N T A ' A A L A . A L L A A H U AKBAR. Artinya : OASHRAN LILLAAHI "Aku niat shalat 'Isya dua raka'at qashar dan jama' sama maghrib fardlu karena A llah". Allahu Akbar. 68

BAB V SHALAT BAGI ORANG Y A N G SAKIT Orang yang sedang sakit wajib pida mengerjakan s halat, se lama akal dan ingatannya masih sadar. 1. Kalau tidak dapat berdiri, bol eh mengerjakan sambil duduk, seperti pada gambar nomor 1. Gambar no. 1 Gambar no. 2 4Cara mengerjakan ruku'nya ialah dengan duduk m e m bungkuk sedikit, seperti pa da gambar nomor 2. Cara mengerjakan sujudnya, seperti cara mengerjakan su jud biasa . 69 b.

2. Jika tidak dapat .duduk, boleh mengerjakannya dengan cara dua belah kakinya d iarahkan ke arah qiblat, kepalanya di tinggikan dengan alas bantal dan mukanya d iarahkan keqiblat. a. Cara mengerjakan ruku'nya, cukup menggerakkan kepala ke mu ka. b. Sujudnya menggerakkan kepala lebih ke muka dan lebih di tundukkan, sepert i pada gambar nomor 3. Gambar No. 3 3. Jika duduk seperti biasa dan berbaring seperti pada gam bar nomor 3 juga tidak da pat, maka boleh berbaring dengan seluruh anggota ba dan dihadapkan qiblat. Ru k u' dan sujudnya cukup menggerakkan kepala, meurut kemampuannya. Se perti pada gam bar nomor 4. Gambar no. 4 4. Jika tidak dapat mengerja kan dengan cara berbaring seperti tersebut diatas, m a ka cukup dengan isyarat, baik dengan kepala maupun dengan mata. Dan jika se mua nya tidak mungkin, ma ka boleh dikerjakan da lam hati, selama akal dan jiwa masih ada. 70

A. SHALAT JENAZAH 1. Syarat-syarat shalat jenazah : a. Shalat jenazah sama halnya dengan shalat ya ng lain, yaitu ha rus menutup 'aurat, suci dari hadas besar dan kecil, suci badan , pakaian dan tempatnya serta menghadap qiblat. Mayit sudah dimandikan dan dikaf ani. Letak mayit sebelah kiblat orang yang menyalatinya, kecuali kalau shalat di lakukan di atas kubur atau shalat ghaib. b. c. 2. Rukun dan cara mengerjakan shalat jenazah : Shalat jenazah tidak dengan ruku' da n sujud serta tidak dengan adzan dan iqamat, dan caranya sebagai berikut : Setel ah berdiri sebagaimana mestinya akan mengerjakan shalat, maka : a. Niat, menyeng aja melakukan shalat atas mayit dengan empat takbir, menghadap qiblat karena All ah. Lafazh niatnya : Untuk mayat laki-laki : USHALLII A L A A H A A D Z A L MAYYITI A R B A ' A T A K BII RA ATI N F A R D L A L K I F A A Y A T I ( M A M U U M A N / I M A A M A N ) LILLAAHI T A ' A A L A A . A L L A H U AKBAR. Artinya : "Aku niat shalat atas mayit ini empat Takbir f ardlu kifayah karena Allah. Allahu Akbar. Untuk mayit perempuan : USHALLII A L A A HAADZIHIL MAYYITATI A R B A ' A T A K BHRATIN F A R D L A L K I F A A Y A T I ( M A ' M U U M A N / I M A A M A N ) T A ' A A L A . A L L A H U AKBAR. 71

b. Setelah takbiratui ihram, yakni setelah mengucapkan " A L  LAHU A K B A R " bersa maan dengan niat, sambil meletakkan tangan, kanan diatas tangan kiri diatas peru t (sedakep), kemu dian membaca surat Fatihah (tidak membaca surat yang lain). Set elah membaca Fatihah terus takbir membaca " A L L A A H U AKBAR". Setelah takbir yang kedua, terus membaca shalawat atas Nabi o. A L L A H U M M A SHALLI ' A L A A Artinya ; MUHAMMADIN. "Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad". Lebih sempurna bacalah shalawat sbb. : A L L A A H U M M A SHALLI ' A L A A MUHAMMADIN W A A L A A A A L I MUHAMMADIN K A M A A SHALLAITA ' A L A A IBRAAHIIMA W A ' A L A A A A L I IBRAAHIIMA WABAARI K ' A L A A MUHAMMADIN W A ' A L A A A A L I MUHAMMADIN K A M A A B A A R A K T A A L A A IBRAAHIIMA W A ' A L A A A A L I IBRAA HIIMA FIL 'AALAMIINA I N N A K A HAMHDUM MAJHDUN. Artinya : "Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi dan atas kelua rganya, sebagaimana Tuhan pernah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga nya. Dan timpanilah berkah atas Nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan para keluarganya. Di selu nih 72

alam ini Tuhanlah yang terpuji Yang Maha Mulia". d. Setelah takbir yang ketiga, kemudian membaca do'a sekurang kurangnya sbb. : ALLAAHUMMAGHFIR WA'FU 'ANHU. Artinya : LAHUU WARHAMHU WA'AAFIHI "Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia". ALLAAHUMMAGHFIR LAHU ( L A H A A ) WARHAMHU ( H A ) WA'AAFIHI ( H A ) WA'FU 'ANH U ( H A ) WAKRIM NUZUULAHU (HA) WAWASSI' MADKHALAHU ( H A ) WAGHSILHU ( H A ) BI L MAA I WATS TSALJI WALBARADI WANAQQIHI (HA) MINAL KHATHAAYAA KAMAA YUNAOOATS TS AUBUL ABYADLU MINAD DANASI WABDILHU ( H A ) D A A R A N KHAIRAN MIN DAARIHH ( H A ) W A A H L A N KHAIRAN MIN AHLIHI ( H A ) W A Z A UJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI ( H A ) WAQIHI ( H A ) FIT N A T A L OABRI W A ' A D Z A A B A N N A A R L

Artinya : "Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan amp unilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangan nya, dan luaskanlah tempat ti nggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari sega la dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah bagi nya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan ganti kanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik dari pada ahli keluar ganya yang dahulu, dan pelih aralah (hindarkanlah) ia dari siksa kubur, dan adzab api neraka". Keterangan : J ika mayit perempuan lafazh lahu menjadi lahaa dan sete rusnya. Jika mayit anak an ak do'anya sbb. : ALLAAHUMMAJ'ALHU FARATHAN LI ABAWAIHI W A S A L A F A N W A D Z U K H R A N WATZ HATAN W A T I B A A R A N WASYAFIIAN WATSAQQIL BIHI M A W A A Z I I N A H U M A A WAFRIGHISHSHABRA A L A A QULUUBIHIMAA W A L A A TAFTINHUMAA BA'DAHU WALAA TAHR IMNAA A J RAHU. Artinya : "Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa 'at bagi orang tuanya. Dan beratkanlah timbangan i bu bapanya karenanya, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu-bapaaya. Dan janganlah menjadi kan fitnah bagi ayah bundanya sepenmggalkannya, dan janganlah T uhan menghalangi pahala kepada dua orang tuanya". -74

f. SELESAI TAKBIR KEEMPAT, M E M B A C A DO'A SBB.: AL L A AH U M M A LA A TAHRIMNAA AJRAHU W A L A A TAFT1NNAA BA'DAHLI WAGHFIR L A N A A W A L A H U . Artinya : " Y L I A l l a h , janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada ka mi (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Lngkau membe ri kami fitnah sepeninggalnya, dan am punilah kami dan dia". Ijcbib sempurna dan lengkap membaca d o ' a sbb.: ALLAAHUMMA L A A TAHRIMNAA AJ R AH U W ALA A TAFTINNAA BA'D AH U WAGHFIR LANAA W ALAHU WALI IKHWAANINAL LADZHNA SABAQUUNA ,0IL IIMAANI W A L A A TAJ'AL FB O U L U U B I N A A GHILLAN LILLADZIINA A A M A N U U RABBANA A INNAKA RA'l/U FUR RAHI IMUN. Artinya : "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami, dan janganlah E ngkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia, dan bagi s audara-saudara kita yang mendahului kita dengan iman, dan janganlah Engkau menja di kan unek-unek/gelisah dalam hati kami dan bagi orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami» sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". <5

g. KEMUDIAN (SELESAI) MEMBERI SALAM SAMBIL MEMALINGKAN MUKA KE K A N A N D A N KE K IRI D E  N G A N UCAPAN SBB. : ASSALAAMU RAKAATUH. Artinya : 'ALAIKUM W A R A H M A T U L L A A H I W A B A "Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian". B. SHALAT GIIAIB. Bila ada keluarga atau handai tolan yang meninggal ditempai yang jauh dari sanak saudaranya, maka disunatkan juga-kita me lakukan shalat ghaib atas mayat itu ter sebut walaupun sudah lewat seminggu atau lebih. Shalat ghaib pada mayit itu adal ah shah, sebagaimana shalat jenazah biasa. Bacaannya sama saja dengan shalat jen azah yang bukan ghaib, hanya niatnya saja disebutkan atas mayit ghaib, yakni den gan lafazh: USHALLI ALAL MAYYITIL GHAAIBI ARBA'A TAKBIIRATTIN FARDLAL KIFAAYATI (MA'MUUMAN / I M A A M A N ) LILLAAHI T A ' A A L A A ALLAAHU AKBAR. Atau dengan menjelaskan nama mayit tersebut, misalnya : USHALLI, ' A L A A MAYYITI ( F U L A N ) A L GHAAIBI AR B A'A TAKBDRAATIIN, FARD LAL KIFAAYATI LILLAAHI T A ' A A L A A . A L L A H U AKBAR. Do'a sesudah shalat Jenazah : Setelah selesai salam, kemudian membaca bersama sama Su rat Fatihah, ke mudian imam membaca do'a sbb. : 76

BISM1LLAAHIRRAHMANIRRAHIIM. •ALLAAHU M MA SHALLI ' A L A A S A Y Y I D I N A A MUH AM MAD1N W A ' A L A A AALI MUHAMMADIN. A L L A A H U M M A BIHAQ.QIL FAATIHATI. I'TIO R I O A A B A N A A WARIQAA— BA H A A D Z A L MAYYITI (HAADZIHIL MAYYITATI kalau perempuan) MIN A N N A ARI. A L L A A H U M M A ANZILIR RAHMAT A WAL MAGHF IRATA 'ALAA H A A D Z A L MAYYI TI (HAADZIHIL M A Y Y I T A T I ) WAJ'AL QABRA HU ( H A ) R A U D L A T A N MIN A L JANNATI W A L A A TAJ'ALHU ( H A ) HUFRATAN M INAN NHRAANI. WASHALLALLAAHU 'ALAA KHAIRI KHALQIHI S A Y Y I D I N A A MUHAMMADI N W A 'ALAA AALIHI WASHAHBIHII AJMATINA. W A L H AMD U LILLAAHI RABBIL A A L A M I I N A . Artinya : " Y a Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi M u h a m m a d dan kepada " keluarga Nabi M u h a m m a d . Y a Allah, dengan berkahnya sura t Al-Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan 77

dosa mayit ini dari siksaan api neraka." "Ya Allah, curahkanlah rahmat dan beril ah ampunan kepada mayit ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman yaman dari sor ga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Dan semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhlukNya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga nya serta sahabat-sahabatnya sekalian, dan segala puji bag i Allah Tuhan seru sekalian alam". BAB VI 1. SHALAT-SHALAT SUNNAT. SHALAT RAWATI B. Shalat rawatib ialah shalat sunnat yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fa rdlu. Seluruh dari shalat rawatib ini ada 22 raka'at, yaitu : 2 2 2 2 2 2 raka'a t sebelum shalat shubuh (sesudah shalat shubuh tidak ada sunnat ba'diyah). raka' at sebelum shalat zhuhur. 2 atau 4 raka'at sesudah shalat zhuhur. raka'at atau 4 raka'at sebelum shalat 'ashar, (sesudah shalat 'ashar tidak ada sunnat ba'diyah ). raka'at sesudah shalat maghrib. raka'at sebelum shalat 'isya. raka'at sesudah shalat 'isya. Diantara shalat-shalat tersebut ada yang'dinamakan "sunnat mu'akkad" artinya sun nat yang sangat kuat, yaitu : 2 raka'at se belum shalat zhuhur, dengan niatnya : USHALLI S U N N A T A Z H ZHUHRI RAK'ATAINI QABLIYYATAN LILLAAHI T A ' A L A A . A L L A A H U AKBAR. Artinya : Aku niat shalat sunat sebelum zhuhur dua raka'at karena Allah ta'ala. Allahu Akbar. 2 raka'at sesudah zhuhur, dengan niatnya : 78

USHALL1 SUNNATAZH ZHUHRI RAK'ATAIN PAN LILLAAHI T A ' A L L A . A L L A H U AKBA R. Artinya : BA'DIYYA Aku niat shalat sunat sesudah zhuhur dua raka'at karena Allah ta'ala. Allahu Akb ar. 2 raka'at sebelum 'ashar, dengan niatnya : USHALLI SUN NATAL 'ASHRI RAK'ATAINI Q A B L I Y A A TAN LILLAHI T A A L A A . A L L A H U AKBAR. Artinya : "Aku niat shalat sunat sebelum ashar dua raka'at kare na Allah ta'ala. Allahu Akbar. 2 raka'at sesudah maghrib, dengan niatnya : USHALLI S U N N A T A L MAGHRIBI RAK'ATAIN B A ' D I Y A A TAN LILLAAHI T A A L A A . A L L A H U AKBAR. Artinya : Aku niat shalat sunat sesudah maghrib dua rak a'at karena Allah ta'alaa. Allahu Akbar. 2 raka'at sebelum shalat 'isya, dengan niatnya : USHALLI SUNNATAL TSYAA - I RAK'ATAIN O A B L I Y Y A TAN LILLAAHI T A ' A L A A . A L L A H U AKBAR. Artinya : Aku niat shalat sunat sebelum 'isya dua raka'at k arena Allah ta'alaa. Allahu Akbar. 79

2 raka'at sesudah shalat 'isya, dengan niatnya : USHALLI SUNNAT AL TSYAA-I RAKA'ATAIN B A ' D I Y Y A TAN LILLAAHI T A ' A L A A . A L L A H U AKBAR. Artinya : Aku niat shalat sunat sesudah 'isya dua raka'at k arena Allah ta'ala. Allahu Akbar. a. Keuntungan shalat sunat sebelum shubuh : Na bi Muhammad saw bersabda sbb. : "AN AISYATA R A D L I Y A L L A A H U A N H A A , 'ANIN N A BIYYI SAW Q A A L A : RAK'ATAL FAJRI KHAIRUN MINAD DUN-YA W AM A A FIIHAA". Artinya : Dari Aisyah r a bahwa Nabi saw telah bersabda: Dua Raka'at fajar (Shalat sunat yang dikerjakan sebelum shubuh) itu lebih baik dari pada dunia dan seisinya". ( H R Muslim). 2 raka'at shalat sunat fajar, dengan niatnya : USHALLI S U N N A T A L FAJRI RAK'ATAINI LILLAAHI T A ' A L A A . A L L A H U AK BAR. Artinya : "Aku niat shalat sunat fajar dua raka'at, karena Allah ta'ala. Al lahu Akbar". 2 raka'at shalat sunat sebelum shubuh, dengan niatnya : 80;

USHALLI SUNNATASH SHUBHI RAK'ATAINI O A B L l Y Y A AN L I L L A A H I T A ' A A L A A . A L L A H U AKBAR. Artinya : "Aku niat shalat sunat sebelum shubuh dua raka'at karena Allah. Allahu Akbar". b. Keuntungan shalat sunat sebelum dan sesu dah zhuhur, dinya takan oleh Nabi Muhammad dengan sabdanya : ANIBNI 'UMARA R AD LIY A L L A H U A N H U , O A A L A "SHALLAITU M A'A RASUULIL LAHI SAW RAK'ATAIN OABLAZH ZHUHRI W A R A K ' A T A I N I BA'D AH A A W ARAK* AT AINI BA'D A L JUM'ATI W A R A K ' A T A I N I BA'DAL ' I SYAA-i". : Artinya : Dari Ibnu Umar r a ia berkata: Pernah saya shalat bersama Rasulullah s aw - dua raka'at sebelum zhuhur dan dua raka'at se sudah zhuhur, dan dua raka'at sesudah Jum'at dan dua raka'at sesudah Tsya". ( H R Bukhari dan Muslim ) Shalatshalat tersebut, yang dikerjakan sebelum shalat fardlu dinamakan "Qabliyyah", da n yang dikerjakan sesudah shalat fardlu dinamakan "Ba'diyyah". a. b. c. Niatnya menurut macam shalatnya. Tidak dengan adzan dan iqamah. Dikerjakan tidak dengan bermaja'ah. "81

d. Bacaannya tidak dinyaringkan. e. Jika lebih dari dua raka'at, tiap-tiap dua r aka'at satu salam, .f. Diutamakan sebaiknya tempat mengerjakan pindah bergeser s edikit dari tempat shalat fardlu yang baru dikerjakan. 2. SHALAT SUNAT W U D L U ' : _ Setiap kali seseorang selesai berwudlu', disunatkan mengerja kan shalat sunat w udlu' dua raka'at, dan cara mengerjakannya yaitu : a. Sehabis berwudlu' sebagaim ana biasa kita disunatkan memba" A S Y - H A D U A L L A A I L A A H A I L L A L L A H W A U D AH U L A A SYARI KA LAHU WA ASYHADU A N N A M U H A M M A DAN 'ABDUHU WARASULUHU. ALLAHUMMAJ'ALNI I MINATTAWWABIINA, W A J - A L N I I MINAL MUTATHAHHI RINA WAJ'ALNII MIN TBADIKA SH SHAALIHIINA". Artinya : "Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak a da yang menyekutukan bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba Nya dan UtusanNya. Ya Allah jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanla h aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orangorang yang shaleh". Selesai membaca do'a tersebut, lalu melaksanakan shalat su nat wudlu' dua raka'at , dengan lafazh niatnya sbb. : 82

USHALLI S U N N A T A L WUDLU-I RAK'ATAINI LILLAAHI T A ' A L A . A L L A H U AK BAR. Artinya : Aku niat shalat sunat wudlu' dua raka'at karena Allah ta'ala Alla hu Akbar. Shalat ini dikerjakan dua raka'at sebagaimana shalat yang lain dengan ikhlash sampai salam. SHALAT D L U H A : Shalat dluha ialah shalat sunat yang di kerjakan pada waktu matahari sedang naik. Sekurang-kurangnya shalat dluha ini du a raka'at, boleh empat raka'at, enam raka'at, atau delapan raka'at. Waktu shalat dluha ini kira-kira matahari sedang naik setinggi + 7 hasta (pukul tujuh sampai masuk waktu zhuhur). Bacaan surat dalam shalat dluha pada raka'at pertama ialah surat Asy Syamsu (W asy Syamsi wadluhaaha) dan pada raka'at kedua surat Adl-dlu ha (Wadl-dluhaa wal laili). ( 3. Lafazh niatnya sbb. : USHALLI S U N N A T A D L D L U H A RAK'ATAINI LILLAAHI TA'ALA. A L L A H U AKBA R. Artinya : Aku niat shalat sunat dluha dua raka'at, karena Allah ta'ala. Allah u.Akbar. Do'a yang dibaca setelah seleai shalat dluha : 83

A L L A A H U M M A I N N A D L D L U H A A - A D LU H A A U K A W A L BAHAA-A B A H A A UKA, W A L J A M A A L A JAMAALUKA WALQUWWATA QUWATUKA, WALQUDRATA QUDR AT U K A W A L 'ISHMATA 'ISHMATUKA. A L L A A H U M M A IN K A A N A RIZQO FIS S AMAA-I FA A N Z I L H U , W A IN K A A N A FIL A R D L I FA AKHRIJHU, W A IN K A A N A MU'SIRAN FAYASSIRHU WAIN K A A N A HARAAMAN FATHAHHIRHU, W A IN K A A N A BA IIDAN FAQARRIBHU BIHAQQI DLUHAA-IKA WABAH A-IKA WAJAMAALIKA, WAOUWWATIKA W A Q U D R A T I K A , AATINII M A A ATAITA 'IBAADAKASH SHAALIHIIN. Artinya : "Ya Allah, bahwasanya waktu dluha itu waktu dluhaMu, kecantikan ialah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu, d an perlindungan itu, perlindunganMu". "Ya Allah, jika rizkiku masih diatas langi t, turunkanlah . dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanla h, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dluha, keagu ngan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu, lirnpahkaniah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh". Sabda Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan "oleh Abu Hurairah r a dalam hadist sbb. : \ # f i £ y ' j - f j * t J 1 - b j J£* C o&Q13 4)j^c Q A A L A R A S U L U L L A H I SAW : "MAN H A A F A Z H A ' A L A A S Y U F A T I D L DLUHA, GHUFIRA LAHU D Z U N U B U H U WA 84

IN K A A N A T MITSLA ZABADIL BAHRI. Artinya : "Siapa saja yang dapat mengerjaka n shalat dluha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lutan" • • ( H R Turmudzi ) T T 4. SHALAT T A H I Y Y A T U L MASJID : Shalat tahiyyatul masjid ialah shalat sunnat yang dikerjakan oleh jama'ah yang s edang masuk ke masjid, baik pada hari Jum'at maupun lainnya, diwaktu malam atau siang. Jika kita masuk kedalam masjid, hendaklah sebelum duduk kita mengerjakan shalat sunnat dua raka'at. Shalat sunnat ini di sebut shalat tahiyyatul masjid, a rtinya shalat untuk menghormati masjid. Lafazh niatnya sbb. : USHALLI SUN N ATA TAHIYYATAL^MASJIDI RAK'ATAINI LILLAAHI T A ' A A L A . A L L A H U AKBAR. Artinya : Aku niat shalat sunnat tahiyatal masjid dua raka'at karena Allah Ta'ala. Allahu Akbar. Orang yang masuk ke masjid dikala khathib sedang be rkhuthbah, hendaklah shalat tahiyyatul masjid dilakukan dengan ringan, artinya j angan terlalu lama, untuk segera dapat mende ngarkan khuthbah. a. Do'a waktu bera ngkat dari rumah ke masjid : 83

ALLAHUMMAJ 'AL FH OALBII N U U R A N WAFII BASHA RH N U U R A N WAFII SAM'II N U U R A N W A 'AN YAMIND N U U R A N WAKHALFH N U U R A N WAFII 'ASHABII N U U  RA N WAFII LAHMn N U U R A N WAFII D AM II N U U R A N WAFII SYA'RH N U U R A N WAF II B A S Y A R n N U R A N . Artinya : "Ya Allah Tuhan kami, berilah aku penyulu h/cahaya dalam hatiku, curahkanlah cahaya dalam pandanganku, curahkanlah cahaya dalam pendengaranku, curahkanlah cahaya disisi kananku, curahkanlah cahaya dibel akangku, curahkanlah cahaya didalam saraf-sarafku, curahkanlah cahaya didalam da ging dagingku, curahkanlah cahaya didalam rambutku, dan curahkanlah cahaya didal am kulitku" (H R Bukhari dan Muslim ) . : b. Do'a ketika sedang masuk masjid': Jika kita mau. masuk masjid disunatkan membaca do'a sbb.: ALLAHUMMAGHFIR LD DZUNUUBII WAFTAH LH AB W A A H A RAHMATIKA. Artinya : "Ya Alla h ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, bukakanlah pintu-pintu rahmat dan res tu-Mu". c. Do'a ketika keluar dari masjid : ALLAHUMMAGHFIR LII D Z U N - U B U W A F - T A H LH A B W A A B A F A D L - L I K A . ALLAHUMMA'SHIMNII MINASY SYAITHAANIRRAJIIMI. 86

Artinya : "Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah dosa dosaku dan bukakanlah bagiku p intu pintu kemurahanMu. Ya Allah kami mo hon berlindung dari syaithan yang terkut uk". 5. SHALAT TAHAJJUD. Shalat tahajjud ialah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam; sedikitnya dua raka'at dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Waktunya sesudah shalat 'Isya sampai terbit fajar. Shalat diwaktu malam hanya dapat disebut shalat tahajjud d engan syarat apabila dilakukan sesudah bangun dari tidur malam, sekalipun tidur itu hanya sebentar. Jadi apabila dikerjakan tanpa tidur sebe lumnya, maka ini buk an shalat • tahajjud, tetapi shalat shalat sunnah saja seperti witir dan sebagainy a. Kalau sudah diketahui waktu melakukan ibadah ini dari waktu 'Isya sampai wakt u shubuh, sedang sepanjang malam ini ada saat saat utama, lebih utama dan paling utama, maka waktu malam yang panjang itu dapat kita bagi menjadi tiga bagian: a . Sepertiga Pertama, yaitu kira-kira dari jam 19 sampai jam 22, ini saat utama. b. Sepertiga Kedua, yaitu kira kira dari jam 22 sampai jam 1, ini saat yang pali ng utama dan c. Sepertiga Ketiga, yaitu kira-kira dari jam 1 sampai masuknya wak tu shubuh, ini adalah saat yang paling dengan dengan dengan utama. Demikianlah menurut hadis Rasulullah saw yang berbunyi: Y A N Z I L U RABBUNA I L A A SAMAA-ID D U N Y A HHNA YABOAA TSULUTSUL L A I t I L AKHIRI, F A Y A O U U L U : HAL MIN DAA-TN FAASTAJHBU L A H U , HAL MIN SAA 8 7

I U N F A - A T H I Y A H U , HAL MIN MUSTAGHFIRIN FIRU L A H U , HATTAA Y A T H L U ' A L FAIRU. Artinya : FA-AGHPerintah Allah turun ke langit dunia diwaktu tinggal seper tiga yang akhir dari w aktu malam, lalu berseru : Adakah orangorang yang memohon (berdo'a), pasti akan Kukabulkan, ada kah orang yang meminta, pasti akan Ku beri dan adakah yang mengha rap / memohon ampunan, pasti akan Ku ampuni baginya. Sampai tiba waktu shubuh. L afazh niatnya sbb. : USHALLI SUNNATAT TAHAJJUDI RAK'ATAINI LILLAAHI T A ' A L A A . A L L A H U AKBAR . Artinya : Aku niat shalat sunat tahajjud ta'ala. Allahu Akbar. F adi illahnya / keistimewaannya : Shalat tahajud yakni shalat malam itu sangat dianjurkan, seb agaimana firman Allah sbb. : dua raka'at karena Allah W A M I N A L L A I L I FATAHAJJAD BIHI N A A F I L A T A N L A K A 'ASAA - A N Y A B ' ATSAKA RABBUKA M A Q A A M A N M A H MUUDAA. Artinya : "Hendaknya engkau gunakan sebagian waktu malam itu un tuk shalat tahajjud, sebagai shalat sunnat u ntuk dirimu, mudah 88

mudahan Tuhan akan membangkitkan engkau dengan kedudukan yang baik". (S.Bani Isr ail, ayat 79). Do'a Tahajjud : Do'a do'a yang dibaca diwaktu melakukan sembahyan g tahajjud atau sesudahnya sebaiknya dari ayat-ayat Al—Qur'an atau hadis. Dari Al—Qu r'an seperti : R A B B A N A A A A T I N A A FID DUN - Y A H A S A N A T A N , W A FIL AAKHIRAT I HASANATAN, W A Q I N A A ADZAABAN NAARI. Artinya : "Ya Allah Tuhan kami, beril ah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari sik saan api neraka". Dalam hadis Bukhari dinyatakan, bahwa Rasulullah saw jika bang un dari tidur ditengah malam, terus bertahajjud dan membaca do'a sbb. : 89

ALLAHUMMA L AKAL HAMDU ANTA QAYYIMUS S A M AAWAATI WAL AARDLI W AM A N FIIH1NNA W AL AKAL HAMDU LAKA MULKUS SAMA AWAATI W A L ARDL1 W AMAN FHHININ A, W A LAK A L HAMDU NUURUS S A  MA AWAATI WAL ARDLI, W A L A K A L HAMDU ANTAL HAQQU W A W A D U K A L HAQQU WAL1QAA UKA HAQQUN, W A Q A U L U K A H A Q Q U N , W A L JANNAT U HAQQUN, W A N NAARU HAQQU!N, W A N N A B I Y Y U U N A HAQQUN, WA MUHAMMADUN S H A L L A L L A A H U ALAIHI W A S A L L A M A HAQQUN, WASSAA-'ATU HAQQUN. ALLA HUMMA LAKA ASLAMTU, WAB1KA AAMAATL1, W A ' A L A I K A T A W A K K A L T U , WA ILAIKA A A N A B T U , WA BIKA KHASHAMTU, W Al LAIK A HAAKAMTU, FAGHFIRLH MAA O A D D A M T U , W A M A A AKHKHARTU W A M A A A S RARTU W A M A A A ' L A N T U , A N T A L MUQADD1MU WA A N T A L MUAKH KHIRU, LA A ILAAHA ILLA AIN T A, AU LA A I L A A H A GHAIRUKA W A L A A H A U L A W A L A A OUWWATA I L L A A BILLAAHL Artinya : "Ya Allah, bagiMu segala puji- Engkaulah penegak langit dan bumi dan a lam semesta serta segala isinya. BagiMulah segala puji. Engkau raja penguasa lan git dan bumi. BagiMulah segala puji, Pemencar cahaya langit dan bumi. Bagimulah segala puji, Engkau lah yang hak, dan janjiMu adalah benar, dan perjumpaanMu itu adalah hak, dan firmanMu adalah benar, dan sorga adalah hak, 90

dan neraka adalah hak, dan nabi nabi itu hak benar, dan Nabi Muhammad saw adalah benar, dan saat hari kiamat itu benar. Ya Allah, kepadaMulah kami berserah diri (bertawakal), kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepadaMulah kami rindu, da n kepada Engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang- sudah kami lakukan dan yang sebelumnya, baik yang kami sembunyikan,maupun yang kami nyatak an". Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan yang terakhir. Tiada Tuhan melaink an Engkau Allah Rabbul 'alamin. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah". Sesudah membaca do'a itu perbanyaklah membaca istighfar. Adapun istighfar yang biasa ialah : ASTAGHFIRULLAAHAL Artinya : 'AZHDMU WA^ATUUBU ILAIHI. "Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kamipun bertaubat kepadaN ya", Adapun istighfar yang lebih lengkap lagi yang juga dari ALLAHUMMA A N T A RABBII L A A ILAAHA I L L A A A N T A , KHALAOTANII W A A N A A 'ABDUKA W A A N A A A L A A 'AHDIKA WAWA'DIKA MAS TATHA'TU A ' U U D Z U BIKA MIN SYARRI M A A SHANA'TU ABUU-U LAKA BINI' MATIKA 'AL A Y Y A WA-ABU-U BIDZANBI I FAGHFIRLE FA I N N A H U U L A A YAGHFIRUDZ D Z U N N U B A I L L A ANTA. 91

Artinya : "Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau. Engkau dzat yang telah menjadikan kami, dan kami ada.lah hambaMu, dan kamipun dalam ket entuanMu serta janjiMu sedapat yang kami lakukan. Kami mohon perlindunganMu dari kejahatan apa saja yang kami lakukan, kami mengakui kenikmat an yang telah Engka u limpahkan kepada kami dan kami juga mengakui akan dosa kami, karena itu berila h ampunan kepada kami, sebab sesungguhnya tidak ada yang memberi pengampunan kec uali Engkau sendiri". Setelah selesai membaca do'a tersebut, lalu pergilah berba ring kembali tidur, sambil membaca Ayat Kursi, kemudian surat Al-Ikhlash,Al-Fala q dan An-Nas. 6. SHALAT ISTIKHARAH. Shalat istikharah ialah shalat sunnat dua raka'at untuk me mohon kepada Allah ket entuan pilihan yang lebih baik diantara dua hal yang belum dapat ditentukan baik buruknya. Yakni apabila seseorang berhajat dan bercita-cita akan mengerjakan se suatu maksud, sedang ia ragu-ragu dalam pekerjaan atau maksud itu, apakah dilaku kan terus atau tidak. Maka untuk memilih sa lah satu dari dua hal diteruskan atau tidak, disunatkan shalat is tikharah dua raka'at. Shalat istikharah dan shalat h ajat waktunya lebih utama, jika dikerjakan seperti shalat tahajjud yakni dimalam hari, dan dikerjakan seperti shalat biasa, sesudah selesai shalat dengan sempur na kemudian terus berdo'a dengan do'a istikharah dan se sudah berdo'a hendaklah m emilih dalam hati, mana yang cende rung hati antara dua hal ituLafazh niatnya ial ah sbb. : USHALLI S U N N A T A L ISTIKHAARATI LAAHI T A A L A A . A L L A H U A K B A R . RAK'ATAINI LIL — 92

Artinya : Aku niat shalat sunat istikharah dua raka'at karena Allah ta'alaa. All ahu Akbar. Doa istikharah yaitu : A L L A H U M M A INNII ASTAKHIIRUKA BITLMIKA W A ASTAQDIRUKA BIQUDRATIKA, W A A S A L U K A MIN FADLLIKAL A Z H I I M I FA INNA KA TAQDIRU W A L A A AQDIRU, WAT A'LAMU W A L A A A'LAMU WA A N T A ' A L L A A M U L GHUYUUBI. A L L A H U M M A IN K U N T A T A ' L A M U A N N A H A A D Z A L AMRA KHAIRUN LU FII DHNU WAMA' AASYH W A A A O I B A T U AMRHFAQDIRHU LII WAYASSIRHU LH, TSUMMA BAARIK LH FIIHI WAIN K U N T A T A ' L A M U A N N A H A A D Z A A SYARRUN LH FII DIINII W A M A ' AASYII WA'AAOIBATU AMRIII FASHRIFHU 'ANNII, FASHRIFNII ANHU WAQDIR LIYALKHAI RA HAITSU' KAANA" TSUMMA IRDLI^II BIHIL 93

Artinya : "Ya Allah hamba memohon agar Tuhan memilihkan mana yang baik menurut E ngkau ya Allah. Dan hamba memohon Tuhan memberikan kepastian dengan ketentuanMu dan hamba memohon dengan kemurahan Tuhan yang Besar Agung. Karena sesungguh nya T uhan yang berkuasa, sedang hamba tidak tahu dan Tuhan lah yang amat mengetahui se gala sesuatu yang masih tersembunyi.Ya Allah, jika Tuhan mengetahui bahwa persoa lan ini baik bagi hamba, dalam agama hamba'dan dalam penghidupan hamba, dan baik pula akibatnya bagi hamba, maka berikanlah perkara ini kepada hamba dan mudahka nlah ia bagi hamba, kemudian beri lah keberkahan bagi hamba didalamnya. Ya Allah, jika Tuhan mengetahui bahwa sesungguhnya hal ini tidak baik bagi hamba, bagi ag ama hamba dan penghidupan hamba, dan tidak baik aki batnya bagi hamba, maka jauhk anlah hal ini dari pada hamba, dan jauhkanlah hamba dari padanya. Dan berilah ke baikan dimana saja hamba berada, kemudian jadikanlah hamba orang yang rela atas anugerahMu". i Keterangan : Waktu menyebutkan hal yang dimaksud dalam do'a terse but diatas, hendaklah ..disebutkan apa yang dimaksud persoalan itu. Sesudah berd o'a mintakanlah apa-apa yang baik dilaksana kan menurut cita-cita dan maksud kita itu. Apa yang mendatang yang kuat dalam hati dan mantap hati kita itulah kita l aksanakan dan yang baik kita perbuat. 7. SHALAT SUNNAT MUTHLAO Shalat sunnat mut hlaq ialah sunat yang boleh dikerjakan pa da waktu kapan saja, kecuali pada waktu yang terlarang untuk mengerjakan shalat sunnat. Jumlah raka'atnya tidak terbata s. Shalat sunnat rhuthlaq yakni sunnat yang tidak bersebab, bu kan karena masuk k e masjid, bukan karena shalat qabliyah atau .ba'diyah shalat fardlu dan lain-lai nnya. Shalat ini semata-mata shalat sunnat muthlaq, kapan dan dimana saja dapat dikerjakan, asal jangan diwaktu haram. Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat sunnat ialah : 1. Waktu matahari sedang terbit, sehingga naik setombak/lem bing.

Ketika matahari sedang tepat dipuncak ketinggiannya hingga tergelincirnya. Kecua li pada hari Jum'at ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan shalat tahiyyatu l masjid. 3. Sesudah shalat 'ashar sampai terbenam matahari. 4. Sesudah shalat s hubuh hingga terbit matahari agak tinggi. 5. Ketika matahari sedang terbenam sam pai sempurna terbenam nya. Lafazh niatnya sbb. : 2. USHALLI SUNNATAN ALLAHU AKBAR. Artinya : RAK'ATAINI LILLAAHI T A ' A A L A A . Aku niat shalat sunnat dua raka'at karena Allah. Allahu Ak bar. Shalat sunnat ini tidak terbatas, beberapa saja yang sanggup kita laksanakan, dan tiap-tiap dua r aka'at satu salam. 8. SHALAT SUNNAT AWWABIN. Sesudah sunnat ba'dal maghrib (ba'diyyah), disunnatkan pu la bagi siapa saja yang mengerjakan sunnat dua sampai dengan enam raka'at, yang dinamakan shalat sunnat awwabin. Cara me ngerjakan yaitu . a. Shalat dua raka'at dengan lafazh niatnya : USHALLI RAK A'ATAINI SHALAATA L AWWAABIN, SUN NATAN LILLAAHI T A ' A A L A A . A L L A H U AKBAR. Artinya : Aku niat shalat dua raka'at sunnat awwabin, karena A llah ta'ala. Allahu Akbar. 95

b.. Sesudah membaca fatihah pada raka'at pertama, bacalah Surah Ikhlash enam kal i, surah AI-Falaq sekali dan surah An-Nas se kadi, demikian pula pada raka'at ked ua. c. Sehabis salam dua raka'at ini, maka shalat lagi dua raka'at. Dan dibaca p ada raka'at pertama dan kedua sesudah Al-Fatihah mana saja surah yang dikehendak i. Lai'azh niatnya seperti tersebut diatas. d. Sesudah itu pula, berdiri lagi dengan lafazh niatnya seperti tersebut diatas, dilaksanakan dua raka'at, dengan bacaan pada raka'at pertama sesudah surah AI-F atihah, bacalah surah AlKafirun dan pada raka'at kedua sesudah surah AI-Fatihah di baca surah Al-Ikhlash. Demikian tentang shalat awwbin itu. 9. SHALAT SUNNAT TA SBIH. Shalat sunnat. tasbih ialah shalat yang sebagaimana diajar kan oleh Rasulullah sa w kepada mamaknya Sayyidina Abbas ibn Abdul Muthalib. Shalat tasbih ini dianjurk an mengamalkannya, kalau bisa tiap-tiap malam, kalau tidak bisa tiap malam, maka sekali seming gu, kalau juga tak sanggup sekali seminggu, dapat juga dilakukan s ebulan sekali atau setahun sekali, dan kalau tak bisa sekali se tahun, setidak-ti daknya sekali seumur hidup. 1. Kalau dikerjakan pada siang hari, hendaklah diker jakan 4 ra ka'at dengan satu salam. 2. Kalau dikerjakan pada malam hari, hendakla h empat raka'at itu dijadikan dua salam. Shalat ini disebut shalat tasbih, karena didalamnya dibacakan tasbih sehingga da lam 4 raka'at itu berjumlah 300 tasbih. Cara mengerjakannya sebagai berikut : a. Berdirilah lurus menghadap qiblat, lantas ucapkan lafazh niat nya (diwaktu malam ). 96

USHALLI SUNNATAT TASBDHI RAK'ATAINI T A ' A L A A . A L L A H U AKBAR. Artinya : LILLAHI Aku niat shalat tasbih dua raka'at, karena Allah. Allahu Ak bar". b. Selesai memb aca do'a Iftitah, lalu membaca Surah, kemudian sebelumnya ruku' bacalah "Tasbih" 15 kali, yaitu : "Maha suci Allah Yang Maha Esa, segala puji bagi Allah dan Allah dzat yang Maha Agung". (15 kali). c. Kemudian ruku', dan setelah membaca tasbih ruku', lalu mem baca pula tasbih seperti tersebut diatas 10 kali, kemudian i'tidal. Setelah sele sai tahmid i'tidal, lantas membaca pula tasbih se perti tersebut diatas 10 kali, lantas sujud. Diwaktu sujud, sehabis tasbih sujud, kemudian membaca tas bih seper ti tersebut diatas 10 kali, lalu duduk antara dua sujud. Setelah selesai membaca do'a duduk antara dua sujud, lantas membaca tasbih seperti tersebut diatas 10 k ali, kemudian su jud kedua. Pada sujud kedua setelah selesai membaca tasbih seper ti tersebut diatas 10 kali, lantas sebelum berdiri ke raka'at kedua, kita hendak nya "duduk istirahah" lalu sambil duduk istirahah itu kita membaca tasbih sepert i tersebut diatas 10 kali. d. e. I'. g. Demikianlah kita laksanakan pada raka'at pertama ini, yang apabila kita hitung s eluruh bacaan tasbihnya berjumlah 75 kali tasbih, dan 75 X 4 raka'at = 300 tasbi h. Untuk lebih jelas kita nyatakan sbb. : Setelah selesai membaca surah pada rak aat pertama 97

. sambil Waktu Waktu Waktu Waktu Waktu Waktu berdiri membaca tasbih ruku' membaca tasbih lagi i'tidal membaca tasbih lagi suj ud membaca tasbih lagi duduk antara dua sujud membaca tasbih sujud kedua membaca tasbih duduk istirahah hendak berdiri Jumlah Dikalikan Jumlah 15 .10 10 10 10 10 10 kali. kali. kali. kali. kali. kali. kali. 75 kali tasbih. 4 ra — kaat. 300 tasbih. Andaikata kita kelupaan membaca tasbih disatu-satu tempat nya, maka boleh diganti kan ditempat berikutnya, agar tetap tas bihnya berjumlah 300 tasbih. 10. Shalat sunat taubah. Shalat sunnat taubat adalah shalat yang disunatkan. Shalat ini dilakukan setelah seseorang melakukan dosa atau merasa ber buat dosa, lalu bertaubat kepada Allah swt. Berbuat dari sesuatu dosa artinya menyesal atas perbuatan yang telah dilaku kannya, dan berniat tdiak akan melakukannya lagi disertai permohonan ampunan kep ada Allah. Lafazh niatnya ialah : USHALLI S U N N A T A T TAUBATI RAK'ATAINI LILLAAHI T A ' A L A A . A L L A H U AKBAR. Artinya : Aku niat shalat sunat taubat dua raka'at karena Allah ta' alaa. Allahu Akbar. Shalat taubat ini dianjurkan oleh Rasulullah saw sebagaimana sabd anya: 98

MAA MIN RAJULIN YUDZNIBU D Z A N B A N TSUMMA YAOUUMU FAYATATHAHHARU TSUMMA YUSH ALLI, TSUMMA Y A S T A G H F I R U L L A A H A ILLA G H A F A R A LAHU, TSUMMA O ARA-A HADZIHIL A A Y A T A: " W A L L A D Z I I N A IDZAA F A A L U U FAAHISYATA N A U ZHALAMUU ANFUSAHUM DZAKARULLAAH A FAS TAGHFARUU LIDZUNUHIHIM WAMAN YAGHFIR UDZ D Z U N U U B A ( L L A L L A A H U . W A L A M YUSHIRRUU A L A A MAA F A ' A L U U WAHUM Y A ' L A M U U N A , ULAA-IKA JAZAA-UHUM MAGHFIRATUN MIN RABBIHIM WAJANNAATUN TAJRII MIN TAHTIHAL A N H A A R U KHAALIDIINA FIIHAA. Aninya : "Set iap orang yang pernah berbuat dosa, kemudian segera bergerak dan berwudlu', kemu dian shalat lalu memohon ampunan dari Allah, pasti Aliah akan memberikan ampunan baginya- Sete lah itu dibacanya surah ini : Mereka yang pernah mengerjakan kejah atan atau telah berbuat dosa terhadap dirinya "sendiri, lalu mereka segera ingat kepada Allah, terus memohon ampunan atas dosanya. Siapa pula 99

yang akan mengampuni segala dosa kalau bukan Allah. Sudah itu mereka insyaf dan sadar bahwa tidak akan mengulangi lagi per buatan dosa seperti yang sudah sudah, maka mereka itu akan di ganjar dengan suatu pengampunan dari Allah dan akan diber i pahala dengan sorga dimana dibawahnya mengalir air sungaisungai, nun disitulah tempat mereka kekal abadi". a. jumlah raka'atnya 4, sampai 6 raka'at. AST AG HFIR U L L AAH A L AZHIIMA, ALLADZII LAA I L A A H A ILLA HUWAL H A Y Y U L Q A Y Y U U M U W A ATUUBU ILAIHI TAUBAT A 'ABDIN ZHAALIMIIN L A A Y AM LIKU LIINAFSIHI D L A R R A N W A L A A NAF'AN W A  LAA MAUTAN W A L A A H A Y A A T A N W A L A A N U S Y U U RAA. Artinya :. "Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup te rus selalu jaga. Saya memohon taubat kepadaNya, selaku taubatnya seorang .hamba yang banyak berdosa, yang tidak mem punyai daya upaya untuk berbuat madlarrat ata u manlaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti". c. Sangat baik sekali me mperbanyak membaca induk istighfar, sbb.: 100

A L L A H U M M A ANTA RABBn L A A ILAAHA ILLA ANTA. K H A L A Q T A N I I W A A N A A 'ABDUKA W A A N A A ' A L A A 'AHDIKA WAWA'DIKA MAS TATHA'TU A-'UUDZU BIK A MIN SYARRI MAA SHANA'TU ABUU-U LAKA BINI' MATIKA ' A L A Y Y A WA-ABUU U BIDZA NBH FAGHFIRLB FAINNAHU L A A YAGHFIRUDZ D Z U N U U B A I L L A A AN TA. Artinya : "Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menci ptakan aku, dan akulah hambaMu. Dan akupun dalam ketentuan serta janjiMu sedapat mungkin aku laku kan. Aku mohon berlindung kepadaMu dari segala kejahatan yang t elah Engkau ciptakan, aku mengakui nikmatMu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tidak ada yang d apat m e m  beri pengampunan, kecuali hanya Engkau sendiri. Aku me — mohon perlindu ngan dari segala kejahatan apa yang kulakukan". SHALAT SUNNAT HAJAT. Shalat haja t ialah shalat sunat yang dikerjakan karena mem punyai hajat agar diperkenankan h ajatnya oleh Tuhan. Shalat sunat hajat dikerjakan dua raka'at, kemudian berdo'a memohon sesuatu yang menjadi hajatnya. Shalat hajat ini banyak macam ragam cara mengerjakannya, yakni bukan syarat rukunnya tidak, hanya pada bacaan dan ter tibn ya berlainan cara mengerjakannya. Pada pokoknya shalat hajat itu dilaksanakan du a raka'at sampai dengan 12 raka'at, dengan tiap-tiap dua raka'at satu sa lam. Aya t ayatnya terserah kepada yang akan mengerjakannya dan diperbuat dua raka'at seh ingga sampai 12 raka'at jumlahnya. Dan seperti shalat shalat yang lain. Lafazh n iatnya ialah ; 101 11.

USHALLI S U N N A T A L HAAJATI T A ' A A L A A . A L L A H U AKBAR. Artinya : RAK'ATAINI LILLAAHI Aku niat shalat sunat hajat dua raka'at karena Allah ta'alaa. Allahu Akbar. Do'a shalat hajat : Apabila telah selesai shalat hajat, lalu duduklah kita dengan kh usy', lalu membaca istighfar. Dalam Kitab Tajul Jamil lil ushul, dianjurkan : Se lesai shalat hajat membaca istighfar 100 kali, yakni membaca : , a ) - » , t ASTAGHFIRULLAAHAL Artinya : AZHIIMA. "Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Besar / Agung". Atau yang lebih leng kap bacaan istighfar sbb. : ^VK-^b ^gs\>* Z Artinya : ^ / ^ A ^ i A S T A G H F I R U L L A A H A RABBII MIN K U L L I DZANBIN WA A T U U B U ILAI HI. "Aku memohon keampunan kepada Allah Tuhanku, dari dosa-dosa dan aku bertaubat ke padaMu". Selesai membaca istighfar lalu membaca shalawat atas Nabi s.a.w. 100 ka li, yakni membaca : 102

ALLAHUMMA SHALLI ' A L A A SAYYIDINA SHALAATAR RIDLAA WARDLA 'AN RIDLAA A R R I D L A A . Artinya : MUHAMMADIN ASH-HAABIHIR "Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas junjungan kami Muhammad, kesejahteraa n yang diridlai, dan ridlailah dari pada shahabat shahabat sekalian". Sesudah it u membaca do'a sebagai berikut : LAA ILAAHA I L L A L L A A H U L HAKIIMUL KARIIM, S U B HAANALLAAHI RABBIL ARSYI L 'AZHHM, ALHAMDU LILLAAHI RABBIL 'AA LAMUN, AS-ALUKA MUUJIBAATI RAHMATIKA WA-AZ AA-IMA MAGHFIRATIKA WAL GHANIIMATA MIN KULLI BIRRIN WAS S A L A A MATA MIN KULLI ITSMIN L A A T A D A ' LH D Z A N B A N , IL LA A G H A F A R T A H U , W A L A A HAMMAN I L L A A F A R RAJTAHU W A L A A H A AJ A T A N I L L A A HIYA LAKA R IDLAN ILLAA O A D L A I T A H A A Y A A ARHAMAR RAAHIMB NA. 103

Artinya : "Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha suci Allah, Tuhan pemelihara 'arasy yang Ma ha Agung. Segala puji bagi Allah Tuh an seru sekalian alam. Kepa daMulah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmatMu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunanMu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-ti ap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada se suatu kepentingan melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai T uhan yang paling Pengasih dan Penyayang". ( H.R. Turmudzi dan Ibnu Abi Aufa ) . Kemudian mohonlah apa yang dimaksud , sambil bersujud kepada Allah, dan perbanya klah bacaan : L A A I L A A H A ILL^V A N T A SUBHAANAKA MINAZH ZHAALCVIDN. Artinya : INNII K U N T U "Tidak ada Tuhan melainkan Engkau ya Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku i ni adalah dari golongan yang aniaya". Keterangan : Shalat hajat ini laksanakanla h semalam, atau tiga malam sampai tujuh malam, tergantung pada penting dan urgen sinya serta sulit maksud kita ini. Insya Allah hajat kita ini terkabul. • 12. SHALAT TARAWIH. Shalat tarawih ialah shalat malam yang dikerjakan pada bulan Ramadlan. Shalat in i hukumnya sunnat muakkad, boleh di kerjakan sendiri sendiri atau berjama'ah. Sha lat tarawih ini dilakukan sesudah shalat 'Isya sampai waktu fajar. Bilangan raka 'atnya yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw ada delapan raka'at. Umar bin K hathab menger jakannya sampai 20 raka'at/ Amalan Umar bin Khathab ini dise pakati oleh Ijma'. 104

Cara mengerjakannya : Tiap-tiap dua raka'at diakhiri dengan salam. Setelah seles ai shalat tarawih hendaknya diteruskan dengan shalat witir, sekurangkurangnya sa tu raka'at. Tetapi umumnya dikerjakan tiga raka'at dengan dua salam dan boleh pu la dikerjakan tiga raka'at satu sa lam. Surat yang dibaca sesudah AI-Fatihah pada tiap-tiap raka'at boleh mana saja yang kita kehendaki. . Umpama mulai dari sura t At-Takatsur (Al-Hakumut takatsur) sampai surat Lahab (Tabbat yada Abi Lahabin) , sedang pada raka'at kedua setelah membaca Fatihah yang dibaca boleh sembarang surah, tetapi diutamakan surah Al-Ikhlash (Qul Huwallahu ahad). Lafazh / niatnya : ^ USHALLI SUNNATAT TARAAWIIHI RAK'ATAIN M U M A N / I M A A M A N ) LILLAAHI T A A L A A . Artinya : (MA' "Aku niat shalat tarawih dua raka'at (makmum / jadi imam) karena Allah Ta'ala". F A D LI L AH Dalam bulan Ramadlan kita disunatkan memperbanyak Tadarrus (membac a Al Qur'an) memperbanyak membaca shalawat, dzikir dan berdo'a. Dan untuk menamb ah syi'ar bulan Ramadlan serta menggembirakan para jama'ah, ada beberapa shalawa t dan do'a yang biasa dibaca dalam jama'ah shalat tarawih, dengan caracara sbb. : a. Setelah shalat 'Isya, maka bersama-sama Bilal dan makmum membaca : 105

SUBBAANAL MALIKIL MA'BUUDI, SUBHAANAL MALIKIL MAUJUUDI, SUBHAANAL MALIKIL H A Y Y I L LADZII L A A Y A N A A M U W A L A A YAMUTU W A L A A Y A F U U T U A B A DAN SUBBUUHUN QUDDUSUN R A B B U N A A W A RABBUL MALAAIKATI W A R R U U H , S U B H A A N A L L A A H I WALHAM DU LILLAAHI W A L A A I L A A H A I L L A L L A A H U W A L L A A HU AKBARU, W A L A A H A U L A W A L A A OUWWATA ILLAA BILLAAH IL ' A L I Y Y I L AZHIIML Artinya : "Mahasuci Tuhan yang memiliki (alam) dan ya ng disembah, Maha suci Allah yang memiliki (alam) lagi Ada, Maha suci Allah yang memiliki lagi Maha Hidup dan tiada mati (selama-lamanya) dan tiada hilang selam a-lamanya. Mahasuci Maha Quddus, Tuhan kami dan Tuhan semua malaikat dan ruh, Ma ha suci Allah dan se gala puji bagi Allah dan tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya upaya, dan tiada kekuatan kecuali dengan Allah, Tuhan yang Maha Tinggi lagi Agung". b. Sehabis itu Bilal membaca shalawat : A L L A H U M M A SHALLI Artinya : fc ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD. "Ya Allah kurnianilah kesejahteraan atas junjungan kita Nabi Muhammad". Kemudian para jama'ah menjawab : 106

A L L A H U M M A SHALLI WASALLIM 'ALAIHL Artinya : "Ya Allah, limpahkanlah kese jahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad)". Bilal menjawab shalawat lagi : A L L A H U M M A SHALLI NA MUHAMMAD. Artinya : A L A A SAYYIDINAA WAMAULAA"Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kita dan pemimpin kita Nabi Muhammad". Kem udian para jama'ah menjawab : atas junjungan A L L A H U M A SHALLI WASALLIM 'ALAIHL Artinya : "Ya Allah, limpahkanlah keseja hteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad)." Bilal membaca shalawat sekali lagi : A L L A H U M M A SHALLI ' A L A A S A Y Y I D I N A A W A N A B I Y Y I N A A W A H A B D B I N A A WASYAFH-'INAA W A D Z U H R I N A A W A M A U L A A N A A M UHAMMADIN. 107

Artinya : "Ya Allah, kurnianilah kesejahteraan atas junjungan kita, Nabi kita, k ekasih kita, dan yang mesyafaatkan kita (ketak) dan pertaruhan-kita dan pemimpin kita Nabi Muhammad". Kemudian para jama'ah menjawab : A L L A H U M M A SHALLI WASALLIM Artinya : 'ALAIHI. "Ya Allah, berilali kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad)". c. Sehabi s dijawab oleh para jama'ah, kemudian Bilal mengu capkan : . ASH SHALAATUT TARAAWHHI RAHIMAKUMULLAAHU. Artinya ; "Kerjakanlah shalat tarawih semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kam u sekalian". d. Sesudah salam pada dua raka'at yang pertama, bilal bersama jama' ah mengucapkan : F A D L - L A N M I N A L L A A H I WANI'MATAN W A M A G H F I R A TAN W A R A H M A H . L A A I L A A H A I L L A L L A A H U WAHDA— HU L A A SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU W A L A H U L HAMDU Y U H Y I I WAYMIITU W A H U W A ' A L A A KULLI 108

SYAI-IN OADDR. Artinya : "Kemurahan Allah dan nikmatNya dan ampunan serta rahmat Nya semoga dilimpahkan kepada kita, tidak ada Tuhan melainkan Allah, Ia Esa, tia da sekutu bagiNya, bagiNya segala ke kuasaan dan bagiNya segala puji, dzat yang m enghidupkan dan mematikan, dan Dia atas segala sesuatuNya Maha Kuasa". Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut diatas, dan ja ma'ah menjawabnya ; "Allah umma shalli wasallim 'alaihi". c. Selesai salam pada raka'at yang keempat, bilal bersama-sama para jama'ah membaca: "Subhaanal malikil qudduus . . . . ", sampai akhir seperti tersebut diatas, sehabis itu bilal membaca shalawat, dan dibaca o leh para jama'ah : "ALLAHUMMA SHALLI WASALLIM'ALAIHI". Sehabis itu bilal mengucapkan lagi : ALBADRUL MUNIIRU SHALLUU ALAIHL Artinya : SAYYIDUNA MUHAMMADUN "Bulan purnama yang bersinar seminar, junjungan kita Nabi Muhammad, bershalawatl ah kamu semua atasnya"f. Selesai salam pada raka'at ke 6, maka bilal mengucapkan : "FADL-LAM MINALLAHI WANI'MAH ". sampai akhirnya seperti tersebut diatas. Kemud ian diteruskan dengan salam seperti tersebut diatas. Selesai salam pada raka'at ke 8 kemudian bilal dan parajamV ah membaca : "Subhaanal malikil quddus ", sampa i akhirnya, dan diteruskan dengan shalawat seperti tersebut diatas. Sehabis itu lalu bilal mengucapkan : g. 109

ALKHALIIFATUL UU L A A AMDRUL MU'MINIINA SAYYI D U N A A A B U U BAKRINISH SHIDD IQ*\ Dan ja;..d ah menjawab : — R A D L I Y A L L A A H U 'ANHU Pada raka'at ke 12 sesudah do'a, bilal mengucapk an : ALKHALIIFATUTS TSAANIYATU A M H R U L MU'MINIINA S A Y Y I D U N A 'UMARABNIL KH ATTHAAB. Dan jama'ah menjawab : *• RADLIYALLAAHU 'ANHU. Demikianlah dikerjakan pembacaan dalam tarawih, dan tiaptiap kali selesainya rak a'at ke 4, ke 8, ke 12, ke 16 dan ke 20 bacalah: "Subhaanal malikil ma*buud s/d akhirnya bersama, ke mudian shalawat-shalawat seperti tersebut diatas dipimpin ol eh bilal dan dijawab oleh jama'ah. Pada raka'at ke 6, ke 10, ke 14, dan ke 18, h endaknya mem baca: yakni sehabis salam membaca : "FADL—LAM M I N A L L A A HI W ANI 'M AH s/d akhirnya. Pada raka'at ke 16 selesai salam kemudian bilal mengucap kan : ALKHALIFATUTS TSAALITSATU AMIIRUL MU'MINIINA S A Y Y I D U N A 'UTSMAANABNI ' A F F A A N . 210

Artinya : "Khalifah yang ketiga, amirul mukminin penghulu kami Usman bin Affaan" . Dan dijawab: * ' R A D L I Y A L L A A H U 'ANHU. Kemudian pada raka'at yang ke 20 selesai salam, bilal me ngucapkan : ALKHALIIFATUR RAABI'ATU AMIIRUL MU'MINIINA SAYYIDUNAA Artinya : "Khalifah yang k e empat amirul mukminin penghulu kami Ali Ibnu AbiThalib". Dan dijawab : ALIYYIB NI ABD THAALIB. RADLIYALLAAHTJ ANHU. Karena shalat tarawih telah selesai, kemudian diteruskan dengan shalat witir. Un tuk ini bilal mengucapkan : SHALAATUL WITRI A T S A A B A K U M U L L A A H U . Artinya : "Kerjakanlah shala t witir, mudah-mudahan Allah memberi pahala kepada kamu". 111

\LLAAHUMMAJALNAA BIL ILMAANI KAAMILDNA , .VALIFARAA IDLIKA MU-ADDIINA W A 'ALASH SHA LAWATI MU HAAFIZHI1N A, WAL1Z ZAKAATI FAAT LINA, W ALIM A A 'INDAKA THAALIB IINA WALI'AFWI K A R A AJUN A , WABIL HUDAA MUTAMASSIKIINA, W A 'ANIL LAGHWI MU' RIDLIINA, W A F I D D U N - Y A A Z A A HIDIINA, WAFIL AAKHIRATI RAAGHIBIINA, WA BIL Q A D L A A I R A A D L I N A , WABIN N A ' M A A I SYAAKIRII NA, W A ' A L A L B A L A A - I SHAABIRIINA WATAHTA LI WAA-I SAYYIDINAA MUHAMMADIN S H A L L A L L AA H U 'ALAIHI WASALLAMA Y AUM A L QIYAAMATI SAA-IRII N A , W A ' A L A L H A U D L I WAARIDIINA, WAFIL J AN N ATI DAAKHILnNA WA ' A L A A SARIIRATIL KARA AM ATI QATDIIN, WABIHLURIN TININ MIJTAZAWWIJIINA, W AMIN SUNDLSIN WA ISTABRAQIN WADIIBAAJIN MUTALABBISHNA, WAMIN THA'AAMIL JANNATI AAKILIINA, WAMIN LABANIN WA ' ASALIN MUSHAF FDNA SYAARIBIINA BI-AKWAABIN WA-ABAARIIQA WAKA'SIN MIN MATININ MA' ALLAADZIIN A AN'AMTA 'ALAIHIM MINANNABIYYHNA WASIi SHIDDIIQIINA WASY SYUHADAA-I WASH SHAALIHIIN A WAHASUNA ULAAIKA RAFIIQAA, DZAALIKAL FADL LU MINAL LAAHI W A K A F A A BILLAAHI 'ALIIMAA, W A L HAMDU LILLAAHI RABBIL 'AALAMIINA. Artinya : "Y a Allah, jadikanlah kami ( orang - orang ) yang imannya sempurna, dapat menunaik an segala fardlu, menjaga shalatnya, menunaikan zakat, menuntut/mencari segala k ebaikan di sisiMu, mengharap keampunanMu, senantiasa memegang teguh petunjukpetu njukMu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud didunia dan menci ntai amal untuk bekal diakherat dan tabah (sabar) menerima cobaan, mensyukuri se gala ni'matMu dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawah naungan panji panji junjungan kita Nabi Muhammad saw dan melalui telaga yang se juk, masuk didalam sorga, terhindar dari api neraka dan duduk ditahta kehormatan , didampingi oleh bidadari sorga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutera mewarna-warnai, menikmati santapan sorga yang lezat, minum susu dan madu yang s uci bersih dalam gelas-gelas dan kendi-kendi 113

yang tak kering-keringnya, bersama-sama dengan orang-orang yang telah Engkau ber i nikmat pada mereka dari golongan para nabi, shiddiqin dan orang-orang yang sha hid serta orang-orang shaleh. Dan baik sekali mereka menjadi teman teman kami. D emikianlah kemurahan dari Allah swt dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahu i. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam". 13. SHALAT, WITIR. Shalat witir ialah hukumnya sunnat, yakni shalat sunnat yang sangat diutamakan. Dalam hadist dinyatakan : Y A A AM A L A L O U R - A A N I A U T I R U U F A - I N N A L L A A H A YUHIBBU L WITRA. Artinya : "Hai para pencita-cita AI-Qur'an, kerjakanlah shalat witir, s ebab Tuhan itu Tunggal (Esa). Dia suka kepada bilangan witir (ganjil)". Waktunya sesudah shalat Tsya sampai terbit fajar, dan biasanya shalat witir itu dirangka ikan dengan shalat tarawih. Bilangan raka'atnya 1, raka'at, atau 3, 5, 7, 9, dan 11. Kalau shalat witir itu banyak boleh dikerjakan dua raka'at satu salam, kemu dian yang terakhir satu raka'at dengan satu salam. Jumlah sebelas raka'at itu te lah cukup, dan inilah yang di kerjakan oleh Rasulullah saw sebagaimana dinyatakan oleh Aisyah r.a.yang artinya : "Tidaklah pernah Nabi saw melebihi shalat malam (witir) melebihi dari sebelas raka'at", Pada bulan Ramadlan setelah 15 Ramadlan, disunnatkan pada raka'at yang terakhir dari witir, yakni sesudah i'tidal pada r aka'at terakhir, disunnatkan membaca Qunut, dan sesudahnya lalu selesaikanlah sa mpai salam. 114

Sembahyang Witir 2 raka'at : U S H A A L L I S U N N A T A L WITRI T A ' A A L A . A L L A H U AKBAR. Sembahy ang Witir 1 raka'at : RAK'ATAIN LILLAAHI Niatnya : J j ^ ^ ^ ^ l ^ ^ l U S H A L U S U N N A T A L WITRI R A K ' A T A N A A L A . A L L A H U AKBAR. LILLAAHI T A ' DO'A SESUDAH SHALAT WITIR 115

ALLAHUMMA INNAA NAS-ALUKA IIMAANAN D A A IMAA, W A N A S - A L U K A Q A L B A N KHAASYJ'AA. WANASALUKA ILMAN NAAFI'AA, WANAS-ALUKA YAQIINA SHAADIOAA. W A N A S A L U K A 'AMALAN SHAALIHAA WANAS-ALUKA DIINAN QAYYIMAA. WANAS ALUKA KHAIRAN KA TSIIRAA. W A N A S A L U K A L AFWA W A L 'AAFIYATA. WANAS-ALUKA TAMAAMAL AAFIYA TI. WANAS-ALUKASY S Y U K R A A L A L 'AAFIYATI. W A N A S A L U K A L G H I N A A A 'ANIN NAASI. ALLAHUMMA RABBANAA TAOABBAL M I N N A A SHA LAATANAA, WASHIYAA MANAA, WAQIYAAMANAA WATAKHSYSYU'ANAA, WATADLARRU'ANAA, W ATA' A B B U D A N A A , WATAMMIM TAQSHIIRANAA Y A A AL LAH Y A A A L L A H Y A A A L L A H , Y A A A R H A M A R R A A HIMIINA, W A S H A L L A L L A A H U A L A A KHAIRI KHAL QIHI M UHAMMADIN W A ' A L A A AALIHII WASHAHBI HII AJMAIN. W A L H A M D U LILLAAHI RA BBIL ' A A L A MIIN. Artinya : "Ya Allah ya Tuhan kami, kami memohon kepadaMu (m o hon diberi) iman yang langgeng, dan kami mohon kepadaMu hati kami yang khusyu', dan kami mohon kepadaMu diberiNya ilmu yang bermanfaat, dan kami mohon ditetapk annya keyakinan yang benar, dan kami mohon (dapat melaksanakan) amal yang shaleh , dan kami mohon tetap dalam agama Islam, dan kami mo hon diberinya kebaikan yang melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami moho n kesehatan yang sempurna, dan kami mohon mensyukuri atas kesehatan ka mi, dan ka mi mohon kecukupan. Ya Allah ya Tuhan kami, teri malah shalat kami, puasa kami, ruku' kami, dan khusyu' kami, dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang k ami lakukan selama shalat ya Allah, ya Allah, ya Allah Dzat yang Maha Penga sih d an Penyayang". 116

Do'a-do'a yang lazim dibaca dalam shalat tarawih : ALLAHUMMA lNNAKA'AFUWN TUH1BBUL 'AFWA FA' FU 'ANNII 3X A L L A H U M M A I N N A A NAS AL UKA RIDLAAKA WAL JANNAH W A N A ' U U D Z U BIKA MIN SAKHATIKA WAN NAA RI 3X Artinya : "Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang memberi ampun, dan Engkaulah Tuh an yang suka memberi ampun, karena itu ampuni lah hamba, ya Allah, hamba mohon ke ridlaanMu/ sorga dan hindarkanlah hamba dari kemurkaanMu dan dari api neraka". 1 4. SHALAT T D / H A R I R A Y A Shalat hari raya ada dua, yaitu hari raya Fithrah tanggal 1 Syawal dan pada hari -hari raya Adl-ha tanggal 10 Dzul Hijjah. Waktu shalat 'id dimulai dari terbit m atahari sampai terge lincirnya. Kedua shalat hari raya tersebut, hukumnya sunnat muakkad bagi laki-laki dan perempuan, mukim atau musafir. Bo leh dikerjakan sendi rian dan sebaiknya dilakukan berjama'ah. Cara mengerjakannya : a. Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, sesudah kita menunaikan shalat shubuh dan sesudah kita mandi sunnat Hari Raya, lalu berangkatlah menuju mesjid atau tanah lapang dengan mempe rbanyak mengucapkan Takbir. Setelah tiba dimesjid, maka sebelum duduk shalat tah iy*atul masjid dua raka'at. Kalau ditanah lapangan tidak ada tahiyatul masjid, h anya duduklah dengan ikut mengulang ulang bacaan takbir, sampai mulai shalat 'Id itu. 117 b.

c Lafazh / niatnya ialah sbb. : Jika shalat 'Idul Fithri : USHALLI SUNNATAN •(MA'MUMAN) L I L L A A H I LI'UDIL FITHRI RAK'ATAINI T A ' A A L A ' A L L A A H U AKBAR. Artinya : "Aku niat shalat 'Idul Fithri dua raka'at (ma'mum/jadi imam) karena Al lah Ta'ala Jika shalat 'Idul AdI-ha : USHALLI S U N N A T A N LI1IDIL AD L HA A RAK'ATAI NI ( M A ' M U M A N ) LILLAA HI T A ' A A L A . A L L A H U AKBAR. Artinya : "Aku niat shalat Tdil Adl-ha dua raka'at (ma'mum/jadi i — mam) karena Allah Ta'ala". d. Pada raka'at pertama: Sesu dah niat mula-mula membaca takbiratul ihram kemudian membaca do'a iftirah, selan jutnya takbir 7 kali dan setiap habis takbir di sunahkan membaca : Artinya : • "Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Al lah dan Allah Maha Besar". Setelah takbir 7 kalj dan membaca tasbih tersebut, ke mudian membaca Surat AI-Fatihah dan disambung dengan membaca su rat yang disukai, dan lebih utama membaca Qaf atau surat AI-A'la (Sabbihisma Rabbikal a'la ) . e Pada raka'at kedua, sesudah berdiri untuk raka'at kedua membaca takbir 5 kali, d an setiap takbir disunatkan membaca 118

tasbih seperti tersebut pada raka'at pertama. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan diteruskan dengan bacaan surat yang kita kehendaki, tetapi lebih utama mem ba ca surat Al-Ghasyiah. Bacaan* itu dengan suara yang nya ring. Imam menyaringkan y akni mengeraskan suaranya pada waktu membaca surat AI-Fatihah dan surat surat la innya, sedangkan ma'mum tidak nyaring. f. g. Shalat ini dikerjakan dua raka'at d an dilakukan sebagaimana shalat shalat yang lain. Khuthbah dilakukan sesudah sha lat Id dua kali, yaitu pada khuthbah pertama membaca takbir 9 kali dan pada khut hbah kedua membaca takbir 7 kali dan pembacaannya harus ber turut-turut. h- Hendaknya dalam khuthbah 'idul Fithri berisi penerangan tentang zakat fithrah dan pada hari raya Haji berisi penerangan tentang Ibadah haji dan hukum kurban. Hal-hal yang dilakukan sebelum shalat Iid : 1. Pada hari raya disunatkan mandi, dan berhias dengan mema kai pakaian yang sebaik-baiknya dan menggunakan wangiwan gian yang dimilikinya2. Disunatkan makan sebelum pergi shalat pada hari Idul Fit hri, tetapi pada hari raya haji disunatkan tidak makan kecuali setelah shalat. 3. Pergi untuk mengerjakan shalat dan pulangnya dari shalat hendaknya mengambil jalan yang berlainan. 4. Takbiran : Pada hari raya Fithrah dan Haji disunatkan m embaca takbir diluar shalat dan waktunya sebagai berikut : a. b. Pada hari raya Fithrah takbir dimulai dari terbenamnya mata hari hingga imam berdiri untuk menge rjakan shalat hari raya. Pada hari raya Haji takbir dimulai dari Shubuh pada har i 'Arafah (tanggal 9 Dzulhijah) dan pada tiap-tiap shalat fardlu yang lima waktu pada hari hari tanggal tersebut. Lafazh takbiran : c. « 9

A L L A A H U AKBAR A L L A A H U AKBAR A L L A A H U AKBAR, LAA ILAAHA I L L A L L A A H U W A L L A A H U AKBAR, AL LA AH U AKBAR W A L I L L A A H I L HAMDU A L L A A H U A K  BAR KABIIRAA, W A L HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA. WASUBHAANALIAAHI BUKRATAN WA ASHIILAA, L A A I L A A H A I L L A L L A A H U W A L A A NA'BUDU I L L A A I Y Y A A HU MUKHLISHIINA LAHUDDHNA WALAU KARIHAL KAAFI RUN. L A A ILAA HA I L L A L L A A H U WAHDAHU , SHADAQA WA'DAHU, WANASHARA ABDAHU, W A V A Z Z A j U N D A H U W A H A Z A M A L A H Z A A B A WAHADAHU. LAA ILAAHA I L L A L L A A H U W A L L A A H U AKBAR. A L LA AH U AKBAR W A L I L L A A H I L HAMDU. A rtinya : "Allah Maha Besar (3 kali) Tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah, Allah Maha Be sar dan Maha Agung dan segala puj i bagi Allah. Malta suci Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlash kami ber agam a kepadaNya, walaupun orang-orang kafir membenci, Tidak Ada Tuhan melainkan Alla h sendiriNya, benar janjiNya, dan Dia 120

menolong akan hambaNya, dan Dia mengusir musuh NabiNya dengan sendiriNya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagiNya segala puji ". Perlu diketahui bahwa pada hari Tidul Fithri dan Adi—ha, anak-anak besar kecil, tua muda. supaya meramaikannya, bahkan bagi wanita wanita yang sedan*g haidpun dianjurkan keluar kela pangan, sekalipun mereka tidak ikut shalat. Nabi s a w ber sabda : 'AnUmmi'AthiyyahOaalat: K U N N A A NU'MARU AN NA KHRUJA Y A U M A L TIDI HATTAA NAKHRUAL BIKRA MIN KH1DR1HA HATTAA NAKHRUJAL HUYYADLA F A Y A K U N K H A L F A N NAASI, FAYUKABB1RNA BI TAKBIIRIHIM W A Y A D ' U U N A BIDU' AAIHIM Y A R J U U N A BARKATAN DZAALIKAL Y AUM I W ATH U HR ATAHU. Artinya : Dari Ummi 'Athiyah katanya : "Kami diperintahkan pergi shalat hari Raya, bahkan anak-anak gadis ke luar dari pingitannya. Juga perempuan-perempuan yang sedang haid (datang bulan) te tapi mereka hanya berdiri saja dibelakang orang banyak, dan turut takbir dan b erdo'a bersama sama dan mereka mengharapkan beroleh keberkahan dan kesucian hari itu". ( H R Bukhari) 15. SHALAT D U A G E R H A N A ( Kusufaian ) Shalat kesufaian ialah shalat dua gerhana, yakni shalat karena 121

gerhana bulan dan gerhana matahari. Kalau gerhana bulan kita lakukan shalat Khus uf, dan Kalau gerhana matahari kita lakukan shalat Kusuf Kedua shalat ini hukumn ya sunnat muakkad. Waktu melakukan shalat gerhana matahari yaitu dari timbul ger hana itu sampai matahari kembali sebagaimana biasa, atau sam pai terbenam. Sedang shalat gerhana bulan waktunya mulai dari terjadinya gerhana itu sampai terbit k embali, atau sampai bulan nampak utuh. Cara mengerjakannya : Pertama : Shalat du a raka'at sebagaimana shalat biasa, boleh dilakukan sendiri sendiri, tetapi lebi h utama dilakukan berjama'ah. Kedua : — Shalat dua raka'at dengan 4 kali ruku', da n 4 kali sujud, yakni pada raka'at pertama sesudah ruku' dan I'tidal membaca sur at Fatihah lagi, kemudian terus ruku sekali lagi dan i'tidal lagi, kemudian teru s sujud sebagaimana biasa. — Pada raka'at kedua juga dilakukan seperti pada raka'a t yang pertama. Dengan demikian shalat gerhana itu semuanya ada 4 ruku', 4 fatih ah dan 4 sujud. — Bacaan fatihah dan surat dalam shalat gerhana bulan dinya ringkan , sedang dalam gerhana matahari tidak dinyaringkan. Dalam membaca surat pada tia p-tiap raka'at disunatkan mem baca surat-surat yang panjang. — Jika shalat gerhana itu dikerjakan seperti shalat biasa dua ra ka'at dengan dua ruku', maka tidak ada halangan, yakni cukup sah pula. 1 Lafazh / niatnya (gerhana bulan) : USHALLI S U N N A T A L KHUSUUFI HI T A ' A L A . A L L A H U AKBAR. RAK'ATAINI LILLAA Artinya : . . "Aku niat .shalat Gerhana bulan dua raka'at, karena Allah Ta'ala". 122

.Lafazh / niatnya (gerhana matahari) : , USHALLI SUNNATAL KUSUUFI RAK'ATAINI A T A ' A L A . A L L A H U AKBAR. Artinya : "Aku 16. LILLAAHI niat shalat gerhana matahari karena Allah Ta'ala". HUJAN). SHALAT ISTISOA' (MEMOHON Shalat istisqa' adalah shalat siinnat untuk memohon hujan dan disunatkan bagi or ang-orang yang muqim atau musafir, dikala sangat menghajatkan air karena tidak a da hujan atau keputusan air dari sumbernya. Cara melaksanakannya ada tiga cara, yaitu : a. b. c. Berdo'a saja sembarang tempat dan waktu, dengan suara yang nyar ing atau lemah, Menambah do'a istisqa (mohon turunnya hujan) pada khuthbahjum'at . Dengan shalat dua raka'at yang disertai dengan dua khuthbah. Lafazh niatnya : USHALLI SUNNATAL ISTISOAA-I RAK'ATAINI (IMAMAN/ MA'MUMAN) LILLA AHI T A ' A L A A L L A H U AKBAR. Aku niat shalat sunat istisqa dua raka'at (ja di imam / ma'mum) karena Allah ta'ala. Allahu Akbar. Cara melaksanakannya.: a. T iga hari sebelum melakukan shalat istiqa, Imam atau Ulama memerintahkan kaumnya agar berpuasa tiga hari lamanya, dan menganjurkan pula agar mereka beramal baik, seperti sedekah, taubat dari segala dosa, mengusahakan perdamaian dengan orangorang yang dianggap lawan, dan melepaskan diri dari kezhaliman. 123

b. Pada hari yang keempatnya, semua penduduk/kaum disuruh keluar dari rumah bahkan binatang ternak, merekapam ikut serta dikeluarkan ke tanah lapang untuk melakuka n shalat istisqa itu. Waktu keluar ketanah lapang, sebaiknya dengan pakaian yang sederhana dengan tidak memakai wangi-wangian dan tidak berhias dan selama itu o rang dianjurkan supaya memperbanyak membaca istighfar artinya memohon ampun. Set elah salam, khathib membacakan dua khuthbah dan pada khuthbah yang pertama dimul ai dengan membaca istighfar 9 kali pada khuthbah yang kedua dimulai denan membac a is tighfar 7 kali. c. PELAKSANAAN KHUTHBAH ISTISQA Cara melaksanakan berkhuthbah istisqa ada sedikit berbeda dengan khuthbah J um'a t atau lainnya, yakni : a. b. Khathib disunatkan memakai selendang. Khuthbahnya berisi anjuran supaya beristighfar dan meren dahkan diri kepada Allah serta berke yakinan, bahwa Allah akan mengabulkannya, yakni akan menurunkan hujan. c. Ketika berdo'a, hendaknya mengangkat kedua tangan lebih tinggi hingga terbuka antara l engan dan badannya. d. Pada khuthbah yang kedua, dikala berdo'a hendaknya khathi b berpaling kekiblat artinya membelakangi ma'mum dan ber sama sama semuanya berdo 'a terus. Dalam berdo'a hendaknya khathib berdo'a dengan suara yang lemah menuru t tekanan irama memohon. Manakala khathib berdo'a dengan suara nyaring, makmumny a pun dianjurkan mengikuti do'anya de ngan suara nyaring pula. e. Ketika berpali ng ke kiblat, khathib hendaknya merobah selendangnya yang kanan ke kiri dan yang di atas ke bawah. Lafazh istighfar dan do'a istiga* ialah : 124

ASTAGHFIRULLAAHAL AZHHM ALLADZII L A A I L A A H A I L L A HUWAL H A Y Y U L Q A Y Y U U M U WAATUUBU ILAIHL Artinya : "Saya memohon ampunan kepada Allah Yang M aha Agung, tiada Tuhan selain Allah. Dia yang hidup dan yang tegak dan saya bert aubat kepadaNya". Do'a isti$qa : Do'a yang sering dibaca dalam shalat istisqa, b aik dalam khuthbah maupun diluar khuthbah ialah : ALLAHUMMASOINAL GHAITSA W A L A A TAJ'AL-NAA MINAL OAANITHIIN. Artinya : "Ya All ah tumpahkanlah hujan kepada kami dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk ora ng orang yang berputus asa". ALLAHUMMA 'ALATH THIRAABI W A L A A K A A M I W A MANAABITISY SYAJARI WABUTHUUNI L AUDIYATI ALLAHUMMA H A W A A L A I N A A W A L A A ' A L A I N A A . Artinya : "Ya Allah, curahkanlah hujan itu diatas tumpukan tumpukan tanah (gumuk) dan buk it-bukit, tempat pepohonan tanaman dan tumbuh-tumbuhan, dan dilembah-lembah. Ya Allah, curahkanlah disekeliling kami dan jangan diatas kami". 125

ALLAHUMAJ'ALHAA SUQYANRAHMATIN, WALAATAJ' A L H A A SUQYA ' A D Z A A B I N , W A L A A MUHQIN W A L A A BALAA-IN W A L A A HADAMIN W A L A A CHARAQIN. Artinya : "Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai siraman rahmat, dan janganlah Tuhan ja dikan hujan ini sebagai siraman siksa, dan janganlah Tuhan menjadikan hujan ini suatu siraman yang me musnahkan harta benda, dan mara bahaya dan jangan siraman y ang menghancurkan dan menenggelamkan ". ALLAHUMMAS Q I N A A GHAITSAN MUGHHTSAN HA NII-AN MARII-AN SAHHAN 'AAMMAN GHADAQ AN THABAQAN MUJALIALAN DAAIMAN I L A A YAUMID DIINI. ALLAAHUMMAS QINAA ALGHAITSA W A L A A T A J A L N A A MINAL OAANITHHNA. Artinya : "Ya Allah, si ramilah kam i dengan hujan yang menyelamat kan, meni'matkan, menyenangkan, menyuburkan, menga lirkan ke segenap penjuru, banyak air dan kebaikannya, memenuhi su ngai-sungai d an selalu mengalir merata hingga sampai hari kiamat. Ya Allah, tumpahkanlah huja n kepada kami, dan janganlah T u  han jadikan kami orang-orang yang berputus asa" . 126

A L L A H U M M A BIL'IBAADI W A L B I L A A D I MINAL JUHDI W A L J U U I W AD L D L A N K I W A L A A N A S Y K U U I L L A I LAIK A. Artinya : " Y a Allah, s esungguhnya hamba Allah dan negeri tengah ditimpa kemelaratan dan kelaparan dan kesempitan hidup dan kami tidak dapat mengadukan kecuali kepada Tuhan". ALLAHUMMA ANBITIZ Z A R ' A WA-ADIRRA L A N A A AD L DLAR'A WA-ANZIL A L A I N A A MIN BARAKAATIS S A MAAI W A ANBIT MIN B A R A K A A T I L ARDLI WAKSYIF A N N A A MINAL B A L A A I M A A L A A YAKSYIFU HU GHAIRUKA. Artinya : "Ya Allah, tu mbuhkanlah tanam-tanaman ini untuk kami dan perbanyaklah air-air susu binatang-b inatang untuk kami, tumpahkanlah barakah dari atas untuk kami, tumbuhkanlah isi bumi ini untuk kami, dan hindarkanlah kami dari mara bahaya sesuatu bencana alam yang tak akan mampu kami menghindarkannya, A L L A H U M M A I N N A A NASTAGHFIRUKA I N N A K A K U N T A G H A F F A R A A FA-A SILISSAMAA-A A L A I N A MIDRAARA. Artinya : " Y a Allah, sesungguhnya ka mi memohon ampunanMu, Sungguh Tuhan Maha Pengampun. Tumpahkanlah hujan itu dari langit untuk kami dengan sederas-derasnya". 127

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->